{SungRi’s Sweetdays} What Yuuri wants, Yuuri gets…

sungri

{SungRi’s Sweetdays} What Yuuri wants, Yuuri gets…

Tittle               :{SungRi’s Sweetdays} What Yuuri wants, Yuuri gets…

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast        : Yesung Super Junior, Jung Yuuri

Support cast   :

  • Kyuhyun SUJU
  • Ryeowook SUJU

Genre             : Romance, fluff

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story and Yesung is MINE! >///< *dibantai Clouds*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

 

~Happy Reading~

Yesung baru saja break latihan vocal bersama Kyuhyun dan Ryeowook, ketika salah satu staff datang menghampirinya dengan senyum.

“Yesung-ah, keluargamu datang.”kata staff tersebut.

Yesung mengernyit. “Ne. keluarga?” Maksudnya Jongjin?

Ketika ia baru saja akan mengutarakan pertanyaannya, seorang yeoja cantik dengan kereta bayi kembar masuk ke ruangan itu. “Oppa!”ucapnya dengan nada kesal.

“Eoh. Yuu?”ucap Yesung bingung. Ini pertama kalinya Yuuri datang ke SM Building dengan membawa si kembar, dan wajahnya terlihat sangat kesal. Yesung menghampiri mereka lalu berjongkok dan mencium kening kedua anaknya. Ketika ia bangkit dan menghampiri Yuuri untuk mencium istrinya itu, Yuuri mencubit pipinya.

“Aaww!”jerit Yesung, lalu memegang pipinya yang dicubit Yuuri.

“Jangan coba-coba menciumku!”ancam Yuuri dengan wajah kesal yang bagi Yesung sangat menggemaskan.

“Ah waeee??”protes Yesung cemberut, mengundang kikikan orang-orang yang berada di ruang latihan vocal itu. Karena mereka belum pernah melihat Yesung melakukan aegyo di depan Yuuri. Sementara KyuWook hanya berdecak karena mereka sudah terbiasa dengan pemandangan ini.

Yuuri mengernyit melihat ekspresi Yesung. “Jangan sok imut deh ahjusshi! Itu tidak akan berpengaruh apapun padaku saat ini!”

Yesung menghela napas. Yuuri tampaknya sangat kesal. Kalau begini ada dua kemungkinan, ia sedang PMS atau keinginannya tidak terpenuhi. Tapi Yesung tidak merasa tidak memenuhi apapun permintaan Yuuri. Malah ia sangat memanjakan istrinya itu, membuat ibu mertuanya sering sekali protes. Jadi mungkin saja Yuuri PMS. Yesung mencoba mengingat-ingat, apa sekarang ini tanggalnya Yuuri PMS ya?

“Kau sedang tidak PMS, chagi.”ucap Yesung bingung.

Yuuri melotot. “Tentu saja tidak!”ucap Yuuri kesal.

“Lalu?”

Yuuri menyodorkan sejenis kertas dan menepuknya ke dada Yesung, yang langsung ditangkap Yesung sebelum jatuh ke bawah. “Apa ini?”Tanya Yesung dengan memandang Yuuri bingung.

“Baca.”ucap Yuuri dengan nada perintah. Yesung melihat kertas yang ternyata berupa undangan pernikahan itu lalu membacanya dengan bingung. “Undangan pernikahan… oh! Ini kan undangan pernikahan temanmu, Ji Seok.”

“Ne! Dan coba dilihat tanggal berapa ia nikah?”

“29 desember. Lusa?”

“Aku menemukan ini di laci meja tertumpuk bersama kertas-kertas lirik lagu Oppa. Saat aku tanya Ji Seok sunbae tadi pagi di Kakao Talk, dia bilang dia memberikannya sebulan yang lalu ke Oppa! Lalu… kenapa Oppa tidak memberikan undangan ini padaku dari jauh-jauh hari hmm?”Tanya Yuuri dengan nada mengerikan.

Yesung menelan ludah takut. Yuuri bisa sangat menakutkan kalau ia marah. “A… aku lupa.”

“Lupa?”desis Yuuri kesal. “Ji Seok sunbae itu salah satu sahabatku Oppa! Bisa-bisanya Oppa lupa memberitahuku sampai sebulan! Aku bahkan belum mempersiapkan hadiah atau gaun untuk kupakai besok lusa!”

“Sahabat apa yang tidak tahu sahabatnya akan menikah.”ucap Kyuhyun meledek.

Yuuri mendelik kesal pada Kyuhyun. “Coba Oppa rasakan sendiri bagaimana mengurus bayi kembar sekaligus menyelesaikan skripsi! Aku bahkan jarang punya waktu untuk mengobrol dengan chingu-deul ku tahu!”ucap Yuuri dengan nada ingin menangis.

Yesung mendelik kesal pada Kyuhyun yang nyengir, menyuruhnya diam. Lalu menghampiri Yuuri dan memeluk istrinya itu. Kali ini Yuuri tidak menolak dan balas memeluk Yesung lalu terisak-isak kecil di dada suaminya itu.

“Mianhe ne?”ucap Yesung dengan mengelus-elus punggung Yuuri.

“Pokoknya… hiks… aku harus berpenampilan cantik besok lusa. Dan Oppa harus… hiks… menemaniku shopping sekarang!”

Yesung meringis mendengar permintaan istrinya itu. Ia memandang pelatih vokalnya, meminta izin melalui tatapan matanya. Pelatih vokalnya berdecak. Untung saja vocal Yesung sudah sempurna, jadi hany perlu sebentar latihan. Pelatih vocal itu pun mengangguk kecil dan tersenyum.

Mereka lalu pergi dari SM Building dan pergi shopping berempat.

Lagi-lagi Yesung harus mengubah schedule-nya karena Yuuri.

Saat mereka belum menikah, hubungannya dengan Yuuri memang tidak banyak mengganggu schedule-nya. Itu karena Yuuri masih segan dengannya, walaupun kadang ia jadi sangat bad mood karena tidak bisa bertemu Yesung dalam jangka waktu yang sangat lama. Tapi setelah menikah, apalagi sekarang setelah punya anak kembar, Yuuri semakin menjadi manja. Menurut dokter ini efek dari baby blues syndrome yang dialami Yuuri saat awal-awal pasca melahirkan. Dan semenjak itulah Yesung jadi sangat memanjakan Yuuri.

Yesung masih mengingat hari-hari melelahkan itu.

*Flashback*

Tangisan bayi lagi-lagi membuat Yuuri yang baru saja memejamkan matanya selama setengah jam, terbangun lagi. Dengan lelah ia bangkit dari ranjang nyamannya dan menghampiri kamar bayi di sebelah kamarnya bersama Yesung. Yuuri menghampiri boks bayi dan melihat Se Hee yang menangis keras. Segera saja ia menggendong Se Hee dan menimangnya lembut.

“Uljima, aegi-ya, nanti Oppa-mu bangun.”ucap Yuuri lembut dengan mengusap lembut kening Se Hee. Ia sangat capek. Seharian ini Se Hee dan Jin Hee selalu saja menangis. Awalnya Yuuri panik, karena ia pikir si kembar sakit. Dengan panik ia menelpon dokter anak, dan setelah diperiksa, kata dokter tidak ada yang salah dengan mereka. Memang wajar jika bayi sering menangis. Tapi tetap saja itu tidak membuat Yuuri merasa tenang. Setelah melahirkan ia memang tinggal dulu selama dua bulan di rumah orangtuanya agar ibunya bisa mengajarinya cara mengurus bayi. Dan ini baru hari kelima ia mengurus si kembar sendirian di rumahnya dan juga Yesung, ia sudah mulai stres!

Baru saja Yuuri akan menyusui Se Hee yang masih menangis, Jin Hee yang terganggu dengan suara tangisan adik kembarnya, mulai menangis juga.

“Andwae, Jin Hee-ya…”ucap Yuuri lemas mendengar tangisan keras putranya.

Bagaimana mungkin ia mengurus kedua bayi yang menangis bersamaan? Ia tidak bisa menenangkan keduanya sekaligus karena ia tidak mungkin menggendong langsung keduanya. Yesung sedang sibuk dan suaminya itu bahkan belum pulang tengah malam begini. Yuuri mulai putus asa.

Ia duduk di kursi goyang di dekat boks bayi Jin Hee dan mulai menyusui Se Hee. Sambil menyusui si bungsu yang ia peluk dengan tangan kiri, ia mengelus lembut kepala si sulung dengan tangan kanannya. Tapi tentu saja akan sulit. Se Hee tidak mau menyusu karena mendengar kembarannya yang terus-menerus menangis.  

“Eottohkee…?”ucap Yuuri putus asa. “Uljima, aegi-ya, Eomma akan membawa kalian ke kamar Eomma dan Appa ne.”kata Yuuri lalu bangkit dari kursi goyangnya dan segera membawa Se Hee ke kamarnya dan Yesung. Setelah meletakkan Se Hee di tengah-tengah ranjangnya yang berukuran king size, dan memastikan si bungsu aman dengan bantal di sekelilingnya, ia kembali ke nursery room dan mengambil si sulung.

Ia meletakkan Jin Hee di sebelah Se Hee lalu mulai menyusui si sulung. Tapi tampaknya keduanya masih dengan keras kepalanya ingin terus menangis. Mereka menolak untuk disusui oleh Yuuri. Dan akhirnya tangis Yuuri pecah.

Sejam kemudian ketika Yesung pulang, ia terkejut melihat Yuuri menangis sesengukan di lantai dengan memeluk kedua lututnya dan bersandar ke tempat tidur. Airmatanya terus mengalir dan ia menatap kosong ke depan.

“Yuu, kau kenapa? Gwenchana?”Tanya Yesung cemas dengan berjongkok di hadapan istrinya itu. Kemudian dengan panik ia melongokkan kepalanya ke atas ranjangnya untuk melihat si kembar tidur dengan nyaman. Ia menarik napas lega. Kemudian ia menoleh ke Yuuri yang masih sesengukan.

“Ada apa, chagi-ya?”Tanya Yesung lembut dengan mengusap pelan pipi Yuuri yang basah.

Ketika Yuuri masih tidak menjawab pertanyaannya, Yesung duduk di sebelah istrinya dan menarik Yuuri ke dalam pelukannya. Yuuri membenamkan wajahnya di dada Yesung dan terisak keras.

“A… aku… bukan ibu… hiks… yang baik… Oppa…”ucap Yuuri di sela isak tangisnya.

Yesung mengusap lembut punggung Yuuri. “Kenapa kau berpikir seperti itu hmm? Kau ibu yang baik, chagi…”

Yuuri menegakkan tubuhnya dan memandang Yesung dengan mata berurai airmata. “Si kembar…. Hiks… terus menangis dan menangis, aku…”ucapan Yuuri terputus ketika ia berusaha menarik napas. Yesung tetap diam. Ia tahu Yuuri perlu mengeluarkan semua keluh kesahnya. Ia merasa bersalah sekali karena setelah mereka berdua pindah dari rumah orangtua Yuuri, Yuuri harus mengurus si kembar sendirian, sementara ia seminggu ini ia sibuk sekali dan selalu pulang larut malam.

Yuuri melanjutkan keluh kesahnya. “Aku… bahkan hampir tidak bisa tidur sama sekali. Kadang mereka menangis karena lapar, popoknya basah, atau kadang aku tidak tahu mereka menangis karena apa. Aku sampai memanggil dokter anak karena cemas. Tapi dokter bilang mereka tidak apa-apa. Tapi aku… aku… aku takut sekali saat mereka terus menangis… takut terjadi sesuatu dengan mereka… dan aku bahkan tidak tahu alasan mereka menangis! Aku mulai membenci tangisan mereka karena berbagai pikiran buruk terus muncul. Aku takut Oppa… aku…”

Kalimat Yuuri terputus ketika Yesung menariknya ke dalam pelukan suaminya itu. Yesung dapat merasakan tubuh Yuuri yang lebih kurus. Sebelumnya Yuuri sempat khawatir ia akan kegemukan setelah melahirkan, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Melihat keadaan Yuuri sekarang ia yakin ini karena Yuuri stress mengurus bayi-bayi mereka.  

“Kenapa sebelumnya kau tidak bilang hal ini pada Oppa hmm?”Tanya Yesung lembut. Sebelumnya Yesung tidak pernah melihat Yuuri menangis seperti ini karena si kembar. Istrinya itu selalu menyambutnya saat tengah malam ia pulang dan membangunkannya pagi-pagi dengan senyuman. Yesung selalu menanyakan keadaannya dalam mengurus si kembar, tapi Yuuri selalu mengatakan ‘gwenchana’ dengan senyuman. Mendengar cerita Yuuri tadi ia yakin jika saat ia pulang tengah malam, Yuuri bukannya terbangun mendengarnya masuk, tapi memang belum tidur karena si kembar. Dan saat pagi-pagi sekali Yuuri membangunkannya, bisa saja istrinya itu malah belum tidur, karena si kembar.

“Oppa selalu terlihat sangat capek saat pulang. Saking capeknya, Oppa bahkan tidak terbangun mendengar tangisan kencang mereka. Aku capek sekali… aku ingin membangunkan Oppa, tapi aku tidak tega dengan Oppa. Oppa pasti lebih capek dariku…”

Yesung melepaskan pelukannya lalu memandang Yuuri lembut. “Mianhe, chagiya. Kau tidak perlu memikirkan keadaanku di saat seperti itu. Si kembar adalah anak-anakku juga. Sudah seharusnya aku membantumu merawat mereka. Kau bisa membangunkanku ketika kau lelah mengurus mereka. Dan jangan takut dengan tangisan mereka. Bayi memang hanya bisa menangis. Bukan berarti kau ibu yang buruk karena tidak mengerti tangisan mereka. Kita hanya perlu terus berusaha mengerti mereka.”

“Keundae… Oppa capek sekali…”

Yesung tersenyum lembut. “Walaupun capek, aku akan tetap mengurus mereka.”

Yuuri memandang Yesung dengan mata berkaca-kaca yang membuat istrinya itu menjadi tambah menggemaskan. “Jadi aku boleh membangunkan Oppa saat aku benar-benar capek? Jeongmal?”

“Ne. jeongmal.”ucap Yesung lalu menghapus sisa-sisa airmata di pipi Yuuri. Ia mengecup kening, kedua pipi lalu terakhir bibir Yuuri, membuat istrinya itu tersenyum.

“Gomawo Oppa. Saranghae.”

“Na do saranghae.”ucap Yesung lalu kembali mencium bibir Yuuri.

*End of Flashback*

 

Setelah itu Yesung sebisa mungkin membantu Yuuri dalam mengurus si kembar walaupun ia sibuk seharian. Tapi karena seringnya ia tidak bisa membantu, jadilah ia menebusnya dengan memanjakan Yuuri. Memberikan Yuuri apapun yang istrinya itu inginkan. Hal itu menimbulkan protes dari ibunya dan juga ibu mertuanya. Tapi mau bagaimana lagi? Bukan mereka yang melihat Yuuri menangis putus asa karena baby blues syndrome-nya.

“Lalu sekarang kita mau shopping dimana?”Tanya Yesung ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil.

“Hmm… kemana ya?”gumam Yuuri. Lalu ia berbalik ke kursi belakang untuk melihat si kembar di baby seat. “Menurut kalian kita kemana dulu?”tanyanya ceria kepada kedua bayi berumur 10 bulan itu. Si kembar mengeluarkan tawa ceria menjawab pertanyaan ibu mereka, membuat kedua orangtua mereka tersenyum.

“Apa Se Hee? COEX Mall?”Tanya Yuuri, yang lagi-lagi dijawab dengan tawa bayi yang sama sekali tidak jelas apa maksudnya. “Oke, kita ke COEX Mall, Appa!”ucapnya pada Yesung.

“Oke, tancap gas!”ucap Yesung tertawa.

***

“Kyaaaaa~ neomu kyeopta!”jerit Yuuri senang. “Oppa, si kembar pasti lucu sekali pakai baju ini!”kata Yuuri saat melihat gaun dan tuxedo untuk bayi di butik bayi kenamaan di COEX Mall. Tanpa menunggu komentar Yesung langsung saja Yuuri menyodorkan baju-baju yang dilihatnya itu pada kedua bayi kembarnya, mencocokkan baju-baju itu dengan tubuh si kembar.

“Eotte, aegi-ya? Yeppeo ne?”ucap Yuuri senang, yang dijawab dengan tawa riang kedua bayinya.

Yesung tersenyum melihat Yuuri yang sedang berjongkok di depan kereta bayinya, dan berbicara dengan si kembar. “Ini untuk dipakai dimana?”Tanya Yesung.

“Waktu resepsi pernikahannya JiSeok sunbae dong Oppa. Anak-anaknya Yesung Super Junior harus tampil fashionable kan.”ucap Yuuri tanpa mengalihkan matanya dari si kembar. “Iya kan, aegi-ya?”

Yesung mengernyit. “Si kembar diajak?”

Yuuri tidak menjawab pertanyaan Yesung dan berbicara dengan pegawai butik untuk menukar baju-baju yang dipegangnya dengan nomor yang sesuai dengan si kembar.

“Mwo? Tidak ada?! Benar-benar tidak ada nomornya?”Tanya Yuuri dengan nada kecewa saat pegawai butik mengatakan jika yang ukuran si kembar sudah habis.

“Untuk ukuran yang anda inginkan bisa kami buat. Proses pembuatan memakan waktu sekitar tiga sampai empat hari.”jelas pegawai butik tersebut.

“Mwo? 4 hari? Aku butuh baju untuk mereka lusa! Apa tidak bisa waktu pembuatannya dipercepat?”kata Yuuri. Ia tidak habis pikir. Kenapa baju yang ukurannya kecil saja membuatnya butuh waktu selama itu?

“Empat hari adalah waktu untuk membuat dua baju tersebut. Proses pembuatan dimulai dari pemesanan dan pemilihan bahan yang nyaman untuk bayi. Kebetulan untuk produk yang anda inginkan stok bahannya sedang habis.”

“Keundae…”

“Kami akan ambil pesanan kami empat hari lagi.”kata Yesung menyela protesan Yuuri pada pegawai butik.

“Oppa!”protes Yuuri.

“Jung Yuuri.”ucap Yesung dengan nada tegas, membuat Yuuri langsung cemberut mendengar nada tegas itu.

Dengan tatapan matanya Yesung menyuruh pegawai butik itu untuk pergi.

“Kau tidak bisa memaksa mereka untuk menyelesaikan baju si kembar sesuai keinginanmu.”kata Yesung.

“Tapi aku butuh baju baru untuk mereka pakai saat resepsi Jiseok sunbae!”

Yesung mengangkat sebelah alisnya. “Kata siapa aku membolehkan mereka ikut kesana?”

“Mwo? Tentu saja harus boleh! Chingu-deul ku kan belum pernah melihat si kembar, Banyak yang menghubungiku dan minta si kembar dibawa. Aku tidak mungkin mengecewakan mereka.”

Yesung semakin mengernyit membayangkan berapa banyak orang yang tak dikenalnya menyentuh kedua anaknya. Kali ini Yesung memutuskan tidak akan menuruti keinginan Yuuri yang ini. “Aku tidak setuju. Aku memang mengenal beberapa temanmu, tapi bukan berarti aku membiarkan kedua anakku dipegang oleh sembarangan orang.”

Yuuri menatap Yesung tajam. “Chingu-deul ku bukan sembarangan orang!”

“Chingu-deul mu memang bukan sembarang orang. Tapi di acara Jiseok-ssi pasti akan banyak orang lain yang tidak kukenal yang ingin menyentuh si kembar. Dan aku tidak suka itu.”

“Lalu, menurut Oppa bagaimana perasaanku saat Oppa mengundang chingu-deul Oppa dari agensi SM datang ke rumah dan menyentuh kedua anakku?!”ucap Yuuri tajam. “Aku hanya mengenal semua member Super Junior dan DBSK, sisanya aku tidak mengenal mereka, tapi mereka menyentuh kedua anakku!”

Yesung terkejut mendengar ucapan tajam Yuuri. Beberapa bulan yang lalu Yesung memang mengundang teman-temannya dari sesama agensi untuk datang ke rumah mereka sekaligus memperkenalkan si kembar. Saat itu Yuuri memang terlihat lebih pendiam dan Yesung kira itu karena ia masih malu-malu dengan teman-teman Yesung yang banyak yang belum begitu dikenalnya. Tapi sekarang ia tahu alasan sebenarnya. Yuuri tidak suka mereka menyentuh kedua anak mereka.

Setelah memandang Yesung tajam, Yuuri keluar butik itu dengan mendorong kereta bayinya.

“Aish! Chagi-ya!”panggil Yesung, mengejar istrinya. Kali ini Yesung merasa dirinya lagi yang salah. (=__=)”

***

Setelah dari butik itu Yuuri yang memang sudah terlalu kesal dengan Yesung, tidak mau lagi pergi berbelanja. Sepanjang hari Yuuri tidak menghiraukan suaminya itu. Ia bahkan bersikap seolah-olah Yesung tidak ada. Memang ketika di rumah Yuuri tetap menyiapkan makan malam dan keperluan Yesung lainnya. Tapi hanya itu. Yuuri bahkan tidak menanggapi ucapan-ucapan Yesung.

“Chagi-ya, berapa lama lagi kau mau mendiamkanku begini?”Tanya Yesung pada Yuuri saat mereka sudah bersiap untuk tidur. Yuuri masih tidak menghiraukanYesung dan tidur menghadap kanan, membelakangi suaminya. Beberapa kali Yesung mengajak Yuuri berbicara, tapi Yuuri tidak menjawab, bahkan pura-pura sudah tidur. Akhirnya karena ia sudah terlalu capek, dan berpikir jika Yuuri sudah tertidur, Yesung pun memutuskan untuk tidur.

Ketika mendengar suara dengkuran halus Yesung, Yuuri membuka matanya. Ia memang tadi ingin mendiamkan Yesung karena masih kesal. Tapi sekarang ia jadi merasa menyesal. Karena ia tidak bisa tidur jika Yesung tidak memeluknya. Matanya terus terbuka memandang ke dinding kamar, menimbang-nimbang dalam hati. Apa ia harus menurunkan sedikit egonya dan berbalik untuk tidur memeluk Yesung? Berkali-kali Yuuri berpikir sampai tiba-tiba ia terkejut ketika merasakan tangan yang sangat dikenalnya melingkari pinggangnya. Yesung mendekapnya dengan erat. Yuuri sampai bisa merasakan dada bidang suaminya itu dan nafas hangat Yesung di tengkuknya. Langsung saja Yuuri memejamkan matanya.

“Yuu… aku tahu kau belum tidur.”ucap Yesung dengan menciumi leher Yuuri dengan lembut. Yuuri tetap diam tak bergerak, tapi justru tubuh kakunya yang membuat Yesung tahu jika dia belum tidur.

Yesung menghela napas, lalu dengan sedikit memaksa membalik tubuh Yuuri agar menghadapnya. Yuuri masih pura-pura tidur. Tapi Yesung tidak menyerah, ia akan membuat Yuuri membuka mata dengan sendirinya.

“Jadi kau benar-benar tidur ya?”gumam Yesung pura-pura, kemudian ia menyeringai. “Kalau begitu sepertinya akan gampang untuk mengapa-apakanmu, istriku…”ucapnya dengan nada menggoda dan mengelus lembut bibir Yuuri, membuat istrinya itu langsung membuka mata dan membelalak ngeri.

“Yak! Yadong!”seru Yuuri langsung duduk. Yesung tertawa terbahak-bahak karena rencananya membangunkan Yuuri berhasil.

“Oppa! Kau mengerjaiku?!”ucap Yuuri dengan melotot tajam.

“Haha… chagiya… kau lucu sekali!”

“MWO?! Oppa! Neo…”Belum selesai Yuuri berucap, bibirnya langsung dibungkam Yesung dengan ciuman lembutnya. Yah awalnya yang lembut, tapi setelah itu ia mulai semakin intens mencium Yuuri membuat Yuuri sesak napas.

Yuuri mendorong dada bidang Yesung, memaksa suaminya itu untuk melepaskan ciuman mereka. “Oppa!”jerit Yuuri saat sudah berhasil melepaskan ciuman Yesung. Nafasnya naik turun karena tadi hampir saja ia kehabisan oksigen. “Kau… hh… mau…hh… membunuhku… ya?”

Yesung nyengir lebar, lalu merengkuh Yuuri ke dalam pelukannya. “Tentu saja tidak, chagi. Aku kan tidak bisa hidup tanpamu.”ucapnya lembut, ia lalu mengelus dada Yuuri. “Mian, kau pasti sesak sekali ya?”

Yuuri mendelik melihat tangan Yesung yang masih mengelus-elus dadanya. Modus eoh? “Singkirkan tanganmu, Oppa!”ucap Yuuri tajam yang membuat Yesung yang nyengir langsung menarik tangannya dari dada istrinya itu.

Yuuri berbaring lagi lalu menarik Yesung untuk berbaring juga dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu. Ia memang masih kesal, tapi ia tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk Yesung, jadi ya lebih baik ia menurunkan sedikit egonya.

“Jangan kira aku sudah tidak marah lagi ya!”gerutu Yuuri membuat Yesung tersenyum tipis. Yesung mengelus-elus lembut punggung Yuuri yang hanya tertutupi gaun tidur tipis itu sambil sesekali bersenandung kecil. Tapi setelah beberapa lama, mereka masih juga belum bisa tidur.

“Yuu…”

“Hmm…?”

“Jangan tidur dulu, kita harus bicara.”ucap Yesung dengan nada serius.

Yuuri mengangkat kepalanya dari dada Yesung dan menatap suaminya itu. “Aku ingin tidur tenang.”ucapnya tajam.

Yesung menghela napas. “Tapi kita tidak akan tidur tenang jika tidak membahas dulu masalah tadi.”

Dengan cemberut Yuuri duduk bersila di atas ranjang mereka itu. “Apa yang mau dibahas?”

Yesung sekarang ikut duduk bersila di hadapan Yuuri. Ia mengusap lembut rambut panjang istrinya itu. “Kenapa kau tidak bilang sebelumnya jika kau tidak suka ada orang yang tidak kau kenal menyentuh si kembar?”tanyanya lembut.

Yuuri menggigit bibirnya dan menundukkan wajah. “Bukannya tidak boleh menyentuh. Aku tidak suka mereka menggendong anak-anakku. Aku tidak mengenal mereka, tidak tahu kemampuan mereka dalam memegang atau menggendong bayi-bayiku. Tapi aku tidak ingin Oppa kecewa. Mereka teman-teman Oppa, jadi ya… aku tidak ingin membuat Oppa merasa tidak enak dengan teman-teman Oppa karena aku melarang mereka menggendong si kembar. Makanya aku diam saja.”jelasnya.

“Jadi itu sebabnya kau terlihat sangat gelisah saat mereka menggendong si kembar?”

Yuuri mengangguk pelan. Yesung mengusap lembut pipi Yuuri dan memandangnya lembut. “Maafkan aku karena tidak tahu hal itu. Aku akan lebih mengerti jika kau mengatakannya Yuu.”

Yuuri merasa lagi-lagi jantungnya berdetak kencang saat Yesung menatapnya lembut seperti itu. “Oppa tidak salah. Seharusnya memang aku memberitahu Oppa.”

“Lalu, sekarang kau mengerti kan alasan aku melarangmu membawa si kembar?”

Yuuri menghela napas. “Aku mengerti Oppa. Tapi aku kan tidak akan membolehkan siapapun yang ada disana menggendong bayi-bayiku.”

Yesung menghela napas. Dari nada bicara Yuuri sudah jelas kalau ia masih tidak mau menyerah akan keinginannya membawa si kembar ke acara resepsi pernikahan sahabatnya itu.

“Aku masih tidak setuju…”

Yuuri mengernyit protes. “Oppa, aku kan ingin mengenalkan….”

“Tapi…”

“…si kembar…”

“…kau bisa mengundang mereka untuk datang ke rumah kita saat malam tahun baru.”

Yuuri membelalakkan matanya terkejut mendengar tawaran Yesung. “Jinjjayo, Oppa?”tanyanya tak percaya.

Yesung tersenyum lalu mengangguk, membuat wajah Yuuri berseri-seri.

Sebenarnya ia sudah diundang teman-temannya untuk merayakan malam pergantian tahun bersama mereka. Tapi demi Yuuri yang sudah lama sekali tidak bertemu dengan teman-temannya karena kesibukannya mengurus si kembar di rumah, Yesung kali ini akan mengubah rencananya. Asalkan istrinya senang, ia pun akan merasa senang.

“Gomawo Oppa!”ucap Yuuri lalu memeluk Yesung erat. “Kau selalu memenuhi permintaanku. Kau memang suami terbaik!”

Yesung mengernyit mendengar ucapan Yuuri itu. Selalu. Ia selalu memenuhi permintaan istrinya.

Indeed.

What Yuuri wants, Yuuri gets.

 

****~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***

Yuhuuuuu~ SungRi’s sweetdays is comeback!😄

Maaf banget ya karena udah nelantarin nih keluarga lama banget. Ff ini sebagai comeback keluarga SungRi di 2014 *cetar cetarr tarr dorrr*

Entah bagaimana ceritanya, apakah masih dapet feelnya? Mudah2an ya. Hihihi~

Karena baru sempet publish sekarang, jadinya ngucapinnya sekarang aja deh.

HAPPY NEW YEAR 2014!!

Resolusi tahun ini: segera menyelesaikan skripsi, terus wisuda! (resolusi author dan juga Yuuri. Hehe)

Trus, selamat juga buat comeback TVXQ! YUNHO OPPA DAN CHANGMIN OPPA JJANG!!! d^^b

5 thoughts on “{SungRi’s Sweetdays} What Yuuri wants, Yuuri gets…”

  1. Keren bgt ff nya, yippie ada kelanjutannya lagi.. wah rupanya mslh komunikasi sering dialami Yuuri dan Jong Woon oppa, smg mrk lbh sering slg bercerita ttg keadaan mrk msg2 dan tdk membuat slh satu mjd kesal.. ditunggu kisah couple ini selanjutnya chingu

  2. wahh trnyata crita pairing dobel y (yesung-yuri) bagus juga.aku ikutan ser-ser gitu pas baca yuuri ga bisa tidur kalo ga dipeluk yesung.aaahhh aku juga mauu wkwk.
    Yesung lucu ya romantis nya kekeke

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s