THE RISING GODS OF THE EAST (FF Spesial 11th Anniversary TVXQ)

THE RISING GODS OF THE EAST (FF Spesial 11th Anniversary TVXQ)

tvxq cake

Author: ideaFina a.k.a YuuriJungAKTF

Cast: YunJaeYooSuMin TVXQ, Heechul Kangin Sungmin Leeteuk Eunhyuk SUJU

“Kamu dan aku
Ini adalah tahun ke-11 sejak kita bertemu
Kami sangat bahagia.
Dapat menyanyi dan bertemu kalian semua.
Kami cinta kalian.” (JYJ)

“Sudah 11 tahun kita bersama.

Waktu yang sangat panjang untuk banyak kenangan indah.

Tidak ada hal yang bisa diucapkan selain ‘terima kasih’ dari ketulusan kami yang terdalam.

Terima kasih semuanya karena selalu membuat jantung kami berdebar.

Di masa depan juga tetaplah mendukung kami.” (HoMin) 

Year: 2014

“Apa yang ingin kalian makan?”tanya Jaejoong yang berada di dapur pada keempat orang yang sibuk masing-masing. Changmin dan Junsu yang sedang bermain play station, Yunho dan Yoochun yang sedang mengobrol seru mengenai pengalaman mereka berakting.

Jaejoong mendesah karena keempat orang itu tidak menghiraukan pertanyaannya. “Yak! Kalian tidak lapar?!”serunya kesal. Mereka memang berkumpul untuk merayakan ulang tahun ke-11 TVXQ di apartemen Jaejoong, tapi sebenarnya berkumpulnya mereka ini juga benar-benar mendadak.

Kesibukan masing-masing, TVXQ Homin dan JYJ, membuat mereka sulit meluangkan waktu untuk bertemu, tapi untungnya ada waktu luang sedikit pada tanggal 26, tepat di hari ulang tahun ke-11 mereka.

“Tenang saja Jaejoongie. Kiriman makanan pasti akan datang sebentar lagi,”kata Yunho.

“Kau sudah memesan makanan?”tanya Jaejoong. Ia menghampiri Yunho dan Yoochun yang duduk di sofa,  lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang kosong.

Yunho tidak menjawabnya. “Sambil menunggu makanan datang, bagaimana kalau kita mengenang masa-masa kita debut dulu?”kata Yunho semangat.

“Saat kita trainee miskin?”kata Jaejoong.

“Saat kita harus ganti-ganti grup terus-menerus?”kata Junsu.

“Saat Junsu bersikap seperti bebek menyebalkan?”kata Yoochun yang membuat Junsu berseru: “Yak! Park Yoochun!” dan semua tertawa.

“Saat Yunho hyung mengancamku?”kata Changmin yang membuat semuanya semakin tertawa.

Yunho tersenyum lebar. “Dulu masa-masa yang berat ya.”kata Yunho, dan mereka pun mengobrol seru mengenai masa 11 tahun lalu.

 

Year: 2002

Changmin

“Apa-apaan orang itu tadi?”gumam Changmin bingung.

Bagaimana mungkin ia tidak bingung jika ada seorang ahjusshi tidak dikenal tiba-tiba menghampirinya yang sedang bermain badminton di lapangan sekolahnya, lalu memberikannya kartu nama dan menyuruhnya audisi menjadi penyanyi?

Penyanyi? Yang benar saja. Changmin tidak merasa suaranya bagus. Lagipula yang Changmin tidak habis pikir adalah yang diucapkan ahjusshi itu saat menghampirinya. Ahjusshi itu bilang Changmin terlihat keren saat memegang raket. Bagaimana mungkin terlihat keren? Changmin saja tidak bisa bermain badminton dengan benar. Lalu kalau terlihat keren saat memegang raket, kenapa malah ditawari jadi penyanyi? (=____=)”

Changmin mengangkat bahunya tidak peduli. Untuk apa mempedulikan hal itu? Kemudian ia memandang kartu nama yang diberikan kepadanya. “SM Entertainment. Hmm… manajemennya BoA?”gumam Changmin.

Changmin akhirnya memutuskan untuk memberi tahu ibunya yang seorang fans dari penyanyi remaja bernama Kwon BoA.

Yoochun

Yoochun menjalani hari-harinya seperti biasa. Sekolah, kerja sambilan, latihan musik dengan teman-temannya, hanya saja tidak ada bermain-main.

Perceraian orangtuanya beberapa waktu lalu membuat dirinya yang seorang anak sulung harus membantu ibunya dengan bekerja. Yoochun ingin sukses menjadi musisi dan sekarang ia sedang memperjuangkannya. Tahun sebelumnya ia sudah pernah memenangkan The Best Artist Award di American Singing Competition yang diadakan di Virginia. Dari acara itulah ia bisa ikut training oleh agensi yang mengadakan acara itu.

Dan Yoochun berjuang dengan sangat keras. Ia yakin jika sebentar lagi ia akan bisa sukses. Dengan senyuman di wajah, Yoochun kembali memainkan pianonya dan mencatat di kertas lagu yang baru saja diciptakannya.

Yunho & Jaejoong

Saat itu sudah menjelang tengah malam. Keempat remaja dengan kaos trainee tipis yang basah berjalan di trotoar jalan Apgujeong dengan perut begitu kelaparan. Keempat remaja yang tergabung dalam grup Four Season (Yunho, Jaejoong, Heechul dan Kangin) sudah berjam-jam latihan dance dan vocal dan sekarang mereka amat sangat kelaparan.

Mereka memutuskan untuk membeli ramyun instan dan makan dengan duduk di trotoar pinggir jalan. Di jalan Apgujeong yang selalu ramai itu orang-orang yang berlalu lalang memperhatikan mereka dengan tampang aneh. Tapi keempat remaja itu sama sekali tidak peduli. Mereka lebih mempedulikan rasa lapar mereka yang akan segera hilang setelah makan ramyun instan murah.

“Rasanya aku bisa hidup kembali,”kata Jaejoong di sela-sela kunyahannya membuat ketiga temannya mendengus tertawa.

“Ah ya, aku tidak ada baju untuk dipakai besok.”kata Kangin tiba-tiba.

“Pakai punyaku saja. Memang belum dicuci, tapi setidaknya belum terlalu kotor seperti baju punyamu,”kata Yunho yang langsung diterima dengan senang hati oleh Kangin.

“Kalau begitu besok aku pinjam baju Heechul,”kata Jaejoong.

“Ya! bajuku yang kemarin saja belum kau cuci!”gerutu Heechul.

“Kau lupa, baju siapa yang kau pakai saat ini?”kata Jaejoong yang membuat Kangin dan Yunho terbahak sementara Heechul nyengir malu.

Keempat remaja ini kerap kali berganti-gantian meminjam baju satu sama lain karena terbatasnya pakaian yang mereka miliki. Malah kadang-kadang mereka bertukar pakai baju yang belum dicuci. Meskipun mereka mengalami masa-masa sulit seperti ini, tapi mereka tetap bertahan karena ada teman seperjuangan dan saling mendukung satu sama lain.

Tiba-tiba lewat seorang ahjumma dengan make-up tebal dan dandanan mewah lewat di dekat mereka dengan seekor anjing peliharaannya. Anjing itu menggonggongi mereka seolah-olah menginginkan ramyun yang mereka makan. Si ahjumma berteriak pada anjingnya dan mengatakan akan membelikan si anjing ramyun yang lebih enak, seolah-olah menyindir keempat remaja kelaparan yang makan di pinggir jalan itu. Setelahnya si ahjumma pergi dan memasuki restoran mahal bersama si anjing.

“Memangnya ia mau membeli ramyun untuk anjingnya di restoran itu?”tanya Yunho.

“Sepertinya begitu. Kurasa ramyun yang harganya mahal sekali,”kata Kangin.

“Sementara kita makan ramyun murahan begini? Menyedihkan sekali,”gumam Heechul.

“Ah aku jadi iri dengan anjing itu…”desah Jaejoong.

Mereka berempat menghela napas. Entah sampai kapan mereka harus memakan ramyun murahan seperti ini di saat sudah begitu kelaparan.

Junsu

Junsu tersenyum senang saat mendengar pujian Kangta HOT di acara Survival Audition beberapa waktu lalu. Kangta memuji suaranya sangat bagus, dan ia cocok sekali menjadi lead vocalist. Senyuman Junsu saat itu begitu lebar, membuat Eunhyuk dan Sungmin, teman satu grupnya, menggodanya terus-menerus.

Junsu tergabung dalam grup R&B yang beranggotakan dirinya, Eunhyuk dan Sungmin. Meskipun grup mereka terhitung masih baru, tapi Junsu optimis jika grup mereka bertiga bisa sukses. Buktinya saja mereka sudah bisa masuk acara show di televisi.

Ah… Junsu tidak sabar untuk segera debut.

Changmin

Changmin sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi. Padahal ia hanya berniat memberitahu ibunya jika ia ditawari audisi oleh orang dari agensi yang menaungi Boa. Ia sama sekali tidak ingin ikut audisi. Tapi gara-gara ibunya yang ingin melihat Boa, akhirnya Changmin dan ibunya berada di gedung agensi tersebut untuk Changmin mengikuti audisi.

Changmin bahkan tidak ada persiapan sama sekali. Ia tidak tahu harus menyanyikan lagu apa, bergaya seperti apa, atau kata-kata apa yang harus disampaikannya pada juri. Saat disuruh menyanyi, ia juga memilih lagu yang sedang tenar saat itu, bukan karena ia bagus menyanyikannya. Anehnya 3 hari kemudian ia mendapat pemberitahuan jika ia lolos audisi dan diterima sebagai trainee di SM Entertainment.

Ibunya gembira, tentu saja, karena bisa kesana dan mungkin bisa melihat Boa lagi. (=___=)”

Saat pertama kali memasuki tempat yang akan mentrainingnya sebagai calon penyanyi, Changmin menerima berbagai tatapan disana-sini. Para trainee perempuan memandangnya malu-malu dan ketika Changmin menyapa mereka, mereka terlihat senang dan tersipu-sipu. Sementara para trainee laki-laki terlihat tidak begitu menyukainya.

“Kau! Coba nyanyi!”kata Leuteuk, trainee tertua disana dengan raut wajah sebal. Changmin mempunyai penampilan fisik yang sempurna untuk remaja berumur 14 tahun. Tubuh tinggi, dan wajah tampan. Semua trainee mengira jika fisik Changmin itulah yang membuatnya lolos audisi, bukan bakat menyanyi. Makanya mereka ingin menguji si anak baru ini.

Changmin mengangguk kecil, lalu bernyanyi. Dan semua tercengang. Bukan hanya punya wajah tampan, Changmin ternyata punya suara yang bagus. Para trainee perempuan semakin menggilai Changmin, sementara para trainee laki-laki semakin tidak menyukainya karena merasa tersaingi.

Mereka pun memutuskan untuk tidak menghiraukan Changmin dan tidak akan mempedulikan sapaan anak baru itu. Tapi meskipun begitu, Changmin yang saat itu merasa sebagai orang baru dan paling muda, menyapa mereka dengan ramah. Dengan senyuman lebar dan mata yang menyipit sebelah yang terlihat menggemaskan. Membuat siapa saja tidak bisa menolak sapaan ramahnya.

Pada akhirnya, mereka semua pun menyukai Changmin.

 

Year: 2003

Junsu

Lagi? Dibubarkan lagi? Ini sudah ke sekian kalinya Junsu dimasukkan ke grup dan kembali dibubarkan. Padahal ia sudah cukup lama menjadi trainee, ini sudah tahun kelimanya. Junsu ingin sekali seperti Boa yang debut setelah dua tahun trainee. Tapi tampaknya keberuntungan belum berada di pihaknya saat ini.

Junsu melihat kedua teman satu grupnya, Eunhyuk dan Sungmin, yang terlihat begitu kecewa karena mendengar kabar grup R&B mereka bertiga dibubarkan. Padahal mereka sudah pernah tampil di show HOT dan mereka sudah termasuk sukses karena banyak mendapat perhatian dari grup senior mereka itu.

Lee Soo Man mengatakan jika mereka nanti akan dipecah untuk grup bentukan baru, dan kali ini tidak akan dibubarkan lagi. Tapi Junsu merasa sangsi pada hal itu. Agensi mereka sudah sering mengatakan hal seperti itu padanya, dan Junsu merasa sudah kenyang dengan harapan-harapan kosong mereka.

Meskipun begitu, Junsu tetap berusaha tersenyum lebar dan tulus untuk menghibur kedua teman baiknya yang kini akan berpisah grup itu. “Ayo kita tetap berjuang! Hwaiting!”katanya pada Eunhyuk dan Sungmin, yang dibalas dengan cengiran lebar keduanya.

Ya, Kim Junsu akan selalu berjuang dengan senyuman di wajahnya.

Yunho

Yunho semakin merapatkan jaket yang dipakainya saat merasakan angin pagi musim dingin yang begitu menusuk tulang. Mata sipitnya memandang sekeliling jalan sambil berusaha menahan kantuk yang masih begitu terasa karena sulit tidur semalaman. Yunho memang sudah tidak tidur di stasiun kereta bawah tanah lagi seperti sebelum-sebelumnya. Junsu sudah berbaik hati menawarinya tumpangan, dan rumah teman sesama trainee-nya itu tentu saja sangat nyaman.

Hanya saja ada yang mengganggu pikirannya. Four season sepertinya akan dibubarkan hari ini. Entah apa yang membuat grup mereka yang baru dibentuk beberapa bulan itu dibubarkan. Padahal menurutnya mereka sudah berlatih begitu keras dan mereka sudah cukup kompak dan bagus. Yunho menghela napas. Sampai kapan impiannya untuk debut sebagai penyanyi harus tertunda?

Kalau terus begini, bagaimana Yunho bisa segera mendapatkan uang untuk membantu keluarganya yang sedang susah di Gwangju?

Jaejoong

Sepertinya ini hari yang benar-benar membuat Jaejoong dan ketiga teman se-grupnya merasa begitu cemas. Jaejoong sudah mendengar isu jika Four season, grup yang dimasukinya beberapa bulan ini, akan segera dibubarkan. Rasanya Jaejoong ingin menangis frustasi karena hal ini.

Padahal ia sudah pergi dari rumahnya yang nyaman, dengan orangtua yang penyayang dan ke delapan kakak perempuan yang begitu cerewet tapi perhatian, demi mengejar impiannya sebagai penyanyi. Ia juga sudah melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup di Seoul. Melakukan berbagai pekerjaan kasar, jadi cameo di film perang bahkan menjual permen karet di jalan, demi membayar biaya hidup dan biaya training. Tapi kenapa perjuangannya masih saja belum berbuah manis?

Ia memandang sendu ketiga temannya yang duduk berdampingan dengannya. Seperti sedang menunggu vonis dari hakim untuk menjatuhi hukuman untuk mereka. Tapi apa yang didengarnya kemudian membuat ia dan Yunho merasa tercengang dan sangsi.

Four Season dibubarkan karena SM Entertainment akan membentuk grup beranggotakan lima orang. Jaejoong dan Yunho akan dimasukkan ke dalam grup tersebut, sementara Heechul dan Kangin akan dimasukkan ke grup lain yang akan segera dibentuk. Mendengar berita itu seharusnya mereka merasa senang kan? Tapi nyatanya mereka merasa sangsi dan ragu.

Ini bukan pertama kalinya mereka dimasukkan ke grup yang akan segera dibentuk. Tapi grup-grup  itu selalu tidak bertahan lama. Kali ini apa akan bertahan lebih lama?

Yunho

“Jadi kita satu grup?”tanya Yunho pada Junsu yang terlihat tersenyum begitu lebar. Baru saja ia diberitahu jika ia akan dimasukkan ke dalam grup baru bentukan SM, dan ia sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan satu grup dengan Junsu, teman baiknya.

“Iya! Jaejoong hyung juga!”kata Junsu riang.

“Jinjjayo?”ucap Yunho senang. Kemudian muncul Jaejoong yang kini melihat mereka dengan senyuman lebarnya. Mereka saling berangkulan dan tertawa gembira.

Mereka berbicara banyak hal, tentang mimpi-mimpi mereka jika nanti mereka berhasil debut. Hanya saja ada kekhawatiran di dalam diri mereka masing-masing. Bagaimana kalau kali ini mereka akan dibubarkan lagi?

Kemudian mereka diberitahu jika ada anggota keempat yang akan dimasukkan ke grup mereka. Shim Changmin, trainee yang masih tergolong baru dibanding mereka bertiga.

Yunho memandang anak laki-laki bertubuh tinggi di hadapannya. Ia tentu sudah mengenal Changmin sebelumnya, tapi tidak secara dekat. Yunho dengar dari trainee yang lain jika Changmin memiliki suara yang sangat bagus dan ia rajin. Tapi mereka juga mengatakan jika Changmin bukan orang yang ambisius.

Hal itu membuat Yunho merasa sangsi dengan anak baru ini. Jangan-jangan nanti anak baru ini akan menyerah di tengah jalan sama seperti teman-teman Yunho di grup sebelumnya.

Yunho menghampiri Changmin yang terlihat canggung berada di hadapannya lalu berkata dengan tajam, “Kalau kau tidak siap menjalani training yang keras, lebih baik kau menyerah dari sekarang,”kata Yunho dengan menatap Changmin sinis.

Jaejoong

Jaejoong rasanya mau tertawa melihat Yunho yang kini sedang mengancam Changmin. Anak baru itu terlihat shock dengan ucapan Yunho dan wajahnya seolah-olah berkata,  “Apa-apaan nih hyung? Sinting!”

Jaejoong bisa mengerti kenapa Yunho bersikap seperti itu pada Changmin. Yunho lebih dulu menjadi trainee daripada Jaejoong, dan ia sudah banyak dimasukkan ke grup-grup yang kemudian selalu pecah akibat trainee yang mengundurkan diri. Jadi tentu saja sekarang Yunho merasa sangat was-was jika grup mereka akan pecah lagi.

Tapi sikap Yunho saat ini juga tidak bisa dibenarkan. “Kita harus bekerja sama dengan baik ya,”kata Jaejoong pada Changmin. Changmin mengangguk dengan senyuman di wajahnya dan mata yang menyipit sebelah. Terlihat begitu menggemaskan.

Dan Jaejoong pun tertawa melihat Yunho yang terlihat merasa begitu bersalah karena sudah mengancam anak baru yang terlihat seperti adik yang menggemaskan itu.

Dan pada tahun-tahun selanjutnya, Changmin sudah seperti anak bungsu dengan kedua orangtua dan kedua hyung yang begitu menyayanginya.

Yoochun

Yoochun memandang gedung besar agensi di hadapannya ini dengan gugup. Sudah lama sekali ia tidak kembali ke Korea, dan sekarang ketika kembali ke Negara kelahirannya ini, Yoochun hanya seorang diri.

Agensi yang merekrut Yoochun di Amerika memutuskan untuk mengirim Yoochun ke Korea untuk training dan debut di bawah naungan agensi SM Entertainment. Yoochun yakin jika kesempatan ini adalah langkah besar menuju impiannya, tapi ia tetap saja merasa sedih harus meninggalkan Virginia dimana keluarganya berada.

Saat Yoochun dikenalkan sebagai trainee baru yang berasal dari Amerika, banyak trainee yang memandangnya dengan kagum. Orang Korea umumnya tidak bisa berbahasa inggris dengan baik, sehingga ketika mereka bertemu dengan Yoochun yang berasal dari Amerika dan fasih berbahasa inggris, mereka merasa kagum.

Tapi Yoochun sama sekali tidak suka mereka mengaguminya. Para trainee jadi menganggapnya orang asing, dan membuat Yoochun menjadi kesepian. Padahal Yoochun bersikap baik pada mereka dan menganggap mereka keluarga sebagai pengganti keluarganya yang tidak berada di sisinya.

Ketika Yoochun diputuskan untuk menjadi anggota terakhir dari grup Junsu, Yunho, Jaejoong, dan Changmin, Yoochun merasa gembira. Tapi sayangnya, Junsu merasakan hal yang berbeda. Junsu yang baru akan debut setelah enam tahun trainee, merasa iri pada Yoochun yang akan debut padahal baru trainee beberapa bulan. Ia pun kerap bersikap menyebalkan pada Yoochun.

“Ada apa?”tanya Yunho saat melihat Yoochun menangis sendirian sehabis latihan.

“Aku merindukan keluargaku,”kata Yoochun dengan suara serak.

“Apa mereka semua di Amerika?”

“Ya,”

Mereka terdiam beberapa lama.

“Kau punya adik?”tanya Yoochun.

“Punya. Yeodongsaeng.”

“Adikku namja, namanya Yoohwan. Aku merasa sedih meninggalkannya. Ia pasti merasa kesepian.”

“Tapi kan orangtuamu ada bersamanya. Menurutku dirimu yang lebih merasa kesepian karena tidak ada keluarga sama sekali disini,”kata Yunho.

Yoochun menggeleng sedih. “Orangtua kami sudah bercerai dan tidak tinggal bersama lagi. Kami berdua ikut ibu. Sekarang saat aku berada di sini, Yoohwan pasti merasa sangat kesepian saat Ibu bekerja,”

Mendengar itu, Yunho hanya berusaha menghibur Yoochun dengan menemaninya dalam diam.

Junsu

Junsu merasa jadi orang yang begitu menyebalkan dan tidak punya perasaan saat ini. Ia mendengar pembicaraan antara Yoochun dan Yunho, dan seketika rasa bersalah menghinggapi dirinya. Seharusnya Junsu merasa bersyukur atas apa yang ia miliki, ia punya keluarga yang harmonis, tidak seperti Yoochun yang orangtuanya bercerai. Ia juga tidak harus bekerja begitu keras untuk membiayai hidup sendiri seperti Jaejoong dan Yunho.

Kenapa ia harus merasa iri pada Yoochun? Yoochun memang berbakat. Sangat berbakat malah. Pintar bermain piano, menyanyi, dan menciptakan lagu. Rapnya juga bagus, apalagi jago bahasa inggris. Tapi dirinya pun juga berbakat. Grup yang beranggotakan lima orang ini memang berisi orang-orang yang berbakat, termasuk dirinya. Jadi tidak seharusnya Junsu merasa iri pada Yoochun kan?

Karena rasa bersalah itu, Junsu mendekati Yoochun.

“Hei,”panggil Junsu, Yoochun menoleh dan menatapnya penuh antisipasi. Junsu memang tidak pernah bersikap ramah pada Yoochun sehingga Yoochun selalu merasa waspada jika berhadapan dengan Junsu.

“Kau mau ikut makan denganku?”tanya Junsu.

Yoochun mengernyit bingung. “Dengan Yunho hyung, Jaejoong hyung dan Changminnie juga?”tanyanya. kenapa tadi bukan Yunho saja yang mengajaknya saat mereka mengobrol?

Junsu menggeleng. “Denganku saja. kutraktir,”kata Junsu dengan tersenyum ragu.

Yoochun bisa melihat keraguan itu di mata Junsu, kemudian ia tersenyum simpul. “Oke,”

Dan jawaban itu membuat Junsu tersenyum lebar. Senyuman pertama Junsu untuk Yoochun. Semenjak itu mereka jadi sahabat, bertahun-tahun dan mereka berharap untuk selamanya.

Year: 2014

“Memangnya dulu aku semenyebalkan itu ya?”tanya Junsu pada Yoochun.

“Ya. Only to me.”jawab Yoochun nyengir.

“Aku sih lebih memilih disinisi daripada harus menghadapi senyuman lebarnya yang membuatku geli itu setiap hari,”kata Changmin yang membuat Junsu berseru sebal.

“Yak! Shim Changmin!”seru Junsu kesal dan membuatnya tidak terlalu focus pada game-nya dan seketika…. Game over!

“Yes! Aku menang lagi!”seru Changmin gembira.

“Kau curang! Kau mengalihkan perhatianku!”ucap Junsu kesal.

“Itu salah hyung yang tidak pintar berstrategi.”kata Changmin santai yang membuat Junsu semakin kesal.

Jaejoong, Yunho dan Yoochun hanya geleng-geleng kepala melihat MinSu yang sibuk bertengkar seperti biasanya. Mereka merindukan hal ini tentu saja. Perpisahan antara 2 dan 3 membuat semuanya terasa tidak lengkap bagi mereka. Makanya mereka merasa gembira dengan adanya kumpul-kumpul rahasia yang memang jarang dilakukan ini.

Suara bel apartemen Jaejoong membuat kedua member termuda TVXQ berhenti bertengkar. Jaejoong membuka pintu apartemennya kemudian tercengang melihat banyaknya kurir yang berbaris dengan membawa berbagai macam makanan. Masih dengan tercengang, Jaejoong mempersilahkan mereka membawa masuk berbagai macam makanan yang diantarkan itu.

“Ini semua dari siapa?”tanya Jaejoong bingung.

Yunho dan Yoochun tersenyum, sementara Changmin dan Junsu masih meneruskan pertengkaran mereka.

“Dari Cassiopeia OT5.”kata Yunho dengan senyuman lebar. “Aku memperhatikan jika sejak kita berpisah jadi ada fans JYJ stand dan Homin stand. Aku berterima kasih pada mereka karena sudah mendukung kita. Tapi tentu saja aku akan lebih senang dengan fans yang tetap mendukung kita berlima tanpa membeda-bedakan, OT5.”

Yoochun membuka salah satu bungkusan cake dan tersenyum melihat kue ulang tahun bertuliskan TVXQ 11th Anniversary. Changmin dan Junsu akhirnya menghentikan pertengkaran mereka dan menghampiri Yoochun yang memegang cake tersebut.

“Cassiopeia benar-benar mengerti keinginanku. Cake-nya terlihat sangat enak.”kata Changmin dengan mata berbinar-binar.

“Yak! Memangnya ini cake untukmu saja?!”gerutu Junsu.

“Always Keep The Faith,”kata Jaejoong, tersenyum membaca kartu ucapan dari fans yang diberikan oleh Yoochun.

“TVXQ. My Hero. My Max. My U-Know. My Xiah. And Micky.”kata Yoochun, meneruskan membaca apa yang tertulis di kertas itu. Lirik yang sama yang dinyanyikan Yoochun di lagu Kiss The Baby Sky.

“We are the one. Eternally.”lanjut Yunho.

Ya. TVXQ adalah Hero Jaejoong, Max Changmin, U-Know Yunho, Xiah Junsu dan Micky Yoochun. Apapun yang terjadi mereka tetap adalah The Rising Gods of the East.

They are the one. Eternally.

Happy 11th Anniversary TVXQ!

Terharu deh kalian udah sampe angka segini. Untuk Dong Bang Oppa-deul semoga semakin sukses, cepat balik dari wamil, tetep eksis, trus segera berkeluarga! *mewek*

Apapun yang terjadi, aku tetap cinta kalian. Cassiopeia forever! ^^

Long time no see, readers-deul^^ Mianhe saya banyak nyuekin readers disini. saya masih aktif nulis FF kok, tapi publish di WP pribadi saya. karena publishnya juga nyuri2 waktu di tengah2 kesibukan kerja, jdnya suka gk sempet publish disini deh. jeongmal mianheeee *bow*

Walaupun pada kenyataannya pada tanggal 26 TVXQ Homin dan JYJ gak berada di tempat yang sama, tapi aku tetep pengen bikin cerita yang suasananya mereka lagi sama-sama. Oh ya, cerita ini kukembangkan dari cerita kelima Oppa-deul dan member-member SUJU yang sempet bareng-bareng mereka waktu masa-masa trainee. Jadi semuanya fakta lho, termasuk 4 Seasons yang bilang mereka ngiri sama anjing (=_=)”

Meskipun begitu, perjuangan mereka (TVXQ & SUJU) berakhir indah kan? ^^

3 thoughts on “THE RISING GODS OF THE EAST (FF Spesial 11th Anniversary TVXQ)”

  1. kakkkkk….
    demiiii…
    demiiiii…

    aku baca siang2 begini di kantor dan mewek abissssss…

    untung aja orang2 di ruangan lagi pada istirahat makan siang. huhuuuu..

    yaampun iya, amin amin amin semua doa di bawahnya ya..

    kakak2ku berlima, semoga kalian akan tetap menyayangi satu sama lain, selalu memikirkan satu sama lain karena kami pun akan tetap memikirkan kalian.

    Cassiopeia will always love DB5K !!

    1. haaaaiii long time no see~ ^3^ *kecupbasah*
      aku yg nulis aja pengen mewek, apalagi yg bgn 4 seasons ngiri sm anjing itu. -_-”
      yg lucu bgn changmin, smpe skrg aja klo si cungkring cerita dy suka ketawa sendiri. hehe~
      Always keep the faith yaaa❤

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s