[After Story of Forever Or Never] Everlasting Love 1/?

sungri2

Tittle               : Everlasting Love 1/?

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak. Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

merah = flashback, biru = pikiran tokoh

~The Story Begin~

Jantung Yesung berdebar kencang saat melihat sosok itu. Sosok gadis berwajah manis dan bermata bulat. Sosok yang selalu muncul dalam mimpinya selama dua tahun ini, gadis yang sangat ia cintai tapi tidak bisa ia temui. Kini, gadis itu ada di hadapannya.

Tapi gadis itu terlihat sangat berubah. Gadis itu memang bukan gadis yang suka berpenampilan rapi, tapi dulu pekerjaannya selalu menuntutnya untuk tampil rapi dan cantik. Dan hampir sepanjang waktu Yesung melihat gadis itu berpenampilan sempurna.

Sekarang, gadis itu benar-benar berbeda.

Gadis itu mengenakan celana jeans dan kemeja lengan panjang berwarna hijau muda yang kedua lengannya digulung sampai siku, bukannya blazer rapi dan rok pants selutut yang menunjukkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Rambut panjangnya yang dulu selalu tergerai indah dan selalu dielus lembut oleh Yesung, kini menjadi pendek sebahu dan diikat kecil, memperlihatkan tengkuknya yang indah. Kulitnya yang dulu putih pucat kini terlihat lebih merona seperti sering terpapar sinar matahari, dan Yesung bertanya-tanya, apa kulit itu masih sehalus dulu? Wajahnya yang dulu cantik, dan semakin cantik dengan make-up, sekarang terlihat polos, tanpa polesan apapun dan terlihat pucat. Walaupun begitu ia masih terlihat sangat cantik di mata Yesung. Bibirnya yang bagi Yesung sexy dan penuh senyum itu tidak lagi berhiaskan lipstick dengan warna menggoda.

Dan mata itu….

Mata cokelat yang selalu menatapnya penuh cinta. Yesung berharap ia bisa melihatnya lagi.

“Ah! Yesung Oppa!”

Gadis itu menoleh ke arah Yesung saat Seohyun yang sebelumnya mengobrol dengannya, memanggil nama Yesung. Yesung bisa melihat mata gadis itu melebar kaget saat melihatnya.

“Yesung Oppa, Yuu Eonnie baru saja sampai…”kata Seohyun, bingung melihat kedua orang di hadapannya, lalu ke arah Kyuhyun yang berada di belakang Yesung.

Yesung tidak berkomentar apapun. Ia masih memandangi sosok yang sangat dirindukannya itu. Sosok Jung Yuuri, gadis yang sangat ia cintai.

Mereka berdua saling bertatapan lama, sampai akhirnya Yuuri memecahkannya dengan senyuman hangat dan sapaan ramahnya.

“Jal jinasseoyo, Yesung-ssi?”tanya Yuuri dengan ramah. Tapi ucapan ramahnya itu malah menyakit hati Yesung. Yuuri, Jung Yuuri yang dicintainya, tidak pernah memanggilnya dengan stage name-nya dan memakai embel-embel ‘ssi’. Dan mendengar hal itu dari Yuuri malam ini setelah mereka berdua berpisah selama dua tahun, membuat hati Yesung sakit.

Yesung baru akan menjawab pertanyaan Yuuri ketika suara ragu anak kecil memecahkan kecanggungan mereka.

“Yuuri Imo?”panggil anak itu ragu, tidak terlalu mengenali sosok baru Yuuri.

Yuuri menoleh pada anak laki-laki tampan itu. “Kyu!”ucapnya riang lalu menghampiri Kyu, anak dari Kyuhyun dan Seohyun, lalu memeluknya. “Imo kangen sekali padamu! Kau sudah besar ya sekarang!”ucap Yuuri dengan senyum lebar lalu mengecup kedua pipi Kyu dengan bunyi keras.

“Aduh! Imo! Jangan mencium seperti itu. Malu! Aku kan sudah sembilan tahun!”protes Kyu yang mengundang gelak tawa Yuuri. Ya, hanya Yuuri. Karena sekarang Seohyun dan Kyuhyun sedang sibuk melirik Yesung yang masih tidak melepaskan pandangannya dari Yuuri.

Betapa Yesung sangat merindukan tawa merdu itu…

Yuuri menarik Kyu untuk duduk di sebelahnya di sofa, karena Kyu menolak untuk dipangku.“Imo lama sekali perginya. Kata Eomma, Yuu Imo kembali ke Amerika lalu sempat ke Afrika juga.”

Yuuri mengangguk kecil. “Imo jadi sukarelawan untuk menolong penduduk di sana. Disana banyak sekali yang butuh pertolongan Imo.”

“Kerjanya berat ya?”tanya Kyu penasaran.

“Tidak, perasaan Imo menjadi ringan dan damai saat membantu orang yang membutuhkan.”jawab Yuuri dengan sinar mata lembut saat mengingat orang-orang yang ditolongnya, membuat Yesung menahan napas melihat mata itu. Sinar mata yang menyiratkan kebaikan hati gadis yang dicintainya. “Lagipula disana banyak hewan-hewan menarik berkeliaran, jadi Imo bisa melihatnya dari dekat.”

“Oh ya?”Mata Kyu bersinar, lebih tertarik. “Imo melihat apa saja?”

“Umm… Gajah yang besar, jerapah, kudanil, cheetah juga. Tapi kalau cheetah dari jauh, karena dia kan pemakan daging, bisa menyerang manusia. Lalu…”

“Ular.”ucap Yesung tiba-tiba, membuat Yuuri refleks langsung menoleh ke arah namja itu. “Kau takut ular kan? Apa kau melihatnya?”

“Ya.”Yuuri menjawab dengan sangat pelan.

“Lalu, kenapa kau berlama-lama disana padahal kau takut dengan hewan itu?”tanya Yesung tajam dengan perasaan terluka. “Kenapa kau pergi sejauh itu ke tempat yang banyak hewan buas seperti itu hanya untuk menghindariku?”tanyanya, kali ini tidak bisa menahan perasaannya lagi.

Yuuri menatapnya kaget, tidak menyangka Yesung akan menanyakan hal itu disini, di depan orang lain.

Kyuhyun dan Seohyun yang melihat ketegangan di antara mereka berdua, langsung menarik Kyu untuk membawanya pergi dari sana. Mereka ingin meninggalkan Yesung dan Yuuri untuk menyelesaikan masalah mereka. Tapi tangan Yuuri memegang tangan Kyu, menghalangi kedua orang tua Kyu untuk membawa anak itu dari sana.

Yuuri tersenyum sedih. “Maafkan aku karena membuatmu berpikir begitu. Tapi aku kesana bukan karena ingin menghindari siapapun. Aku memang ingin kesana karena ingin menolong orang-orang yang membutuhkan bantuanku.”

Yesung tidak mengatakan apapun. Ia masih menatap Yuuri dengan ekspresi terluka, membuat Yuuri tidak tahan. Dengan segera gadis itu mengalihkan tatapannya pada Kyu yang terlihat bingung di sampingnya.

“Kyu, Imo punya sesuatu untuk Kyu dan Hyuna.”kata Yuuri lalu mengambil bungkusan besar di dekat kakinya. “Nanti kasih Hyuna kalau dia udah bangun ya.”

“Gamsahamnida, Imo.”ucap Kyu dengan senyum lebar ketika melihat boneka singa besar dan keroro untuknya dan adiknya, Hyuna.

Yuuri balas tersenyum dan mencium gemas pipi Kyu. Kemudian ia berdiri. “Mianhe aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku sudah ada janji dengan temanku. Lainkali aku kesini lagi.”katanya, lalu memeluk Seohyun dan mengecup pipinya.

“Hati-hati Yuu.”kata Kyuhyun.

“Nanti telpon aku ya Eonnie.”kata Seohyun.

“Oke.”kata Yuuri tersenyum, kemudian ia menatap Yesung yang masih menatapnya dengan ekspresi terluka. “Bye, Yesung-ssi.”

Dan Yuuri keluar dari apartemen itu, tanpa berbalik untuk menatap Yesung lagi.

***

Yuuri pulang berjalan kaki setelah keluar dari apartemen SeoKyu. Ia ingin menikmati suasana hujan yang baru saja turun. Sudah lama ia tidak merasakannya. Suara rintik-rintik air hujan membasahi permukaan tanah, aroma tanah yang basah, hembusan angin, suara lambaian pepohonan, semuanya sangat ia rindukan. Mungkin bagi orang lain semua itu terasa sama di manapun juga. Tapi bagi Yuuri disini berbeda. Karena ia sedang berada di Seoul sekarang, kampung halamannya.

Yuuri memandang sekelilingnya. Pemandangan orang-orang yang sedang sibuk melindungi diri dari terpaan air hujan. Ada yang memakai payung, berlari-lari ke halte untuk meneduh, tapi ada satu pemandangan yang membuatnya merasa iri. Matanya terpaku pada seorang namja dan yeoja yang sedang berjalan di bawah satu payung yang sama. Pemandangan itu membawa sebuah kenangan manis menyeruak di ingatan Yuuri.

“Jangan hujan-hujanan, Yuu.”

Yuuri terkesiap kaget mendengar suara yang dicintainya itu. “Oppa! Sedang apa kau disini?! Nanti fans bisa memergokimu!”omel Yuuri pada namja bermasker dan ber-hoodie di sampingnya itu yang sudah memayunginya dengan payung biru.

“Tidak akan. Aku kan memakai penyamaran. Lagipula aku tidak mungkin membiarkan gadis yang kucintai berjalan pulang kehujanan kan?”

“Aish! Itu tidak perlu! Jarak dari supermarket ke apartemenku kan dekat. Aku tidak akan terlalu basah kalaupun menerobos hu…”

CUP.

Yesung memotong ucapan Yuuri dengan mengecup bibir merah gadisnya itu, membuat Yuuri tertegun. Sejak kapan Yesung membuka maskernya?

“Kau terlalu bawel, chagi. Aku menyukai kebawelanmu itu. Dan aku tidak ingin kebawelanmu itu tergantikan dengan batuk-batuk karena flu.”

Wajah Yuuri memerah, tersipu. “Pabo. Mana mungkin kau menyukai sifatku yang bawel!”

Yesung berdecak dan tersenyum lembut.“Aku menyukai semua yang ada di dalam dirimu.”

Yuuri tersenyum sedih mengingat kenangan manis itu. Hujan selalu jadi momen menyenangkan dalam hubungannya dengan Yesung. Makanya ia sangat menyukai hujan.

Yuuri merasakan jika tetesan-tetesan hujan itu semakin lama semakin besar, membuatnya menghela napas. Padahal ia ingin berlama-lama sebelum sampai ke apartemennya. Ia tidak ingin pulang cepat ke apartemen itu. Apartemen yang memiliki banyak kenangan manis dirinya dengan Yesung. Tapi sepertinya sekarang ia tidak bisa menghindar lagi. Ia berlari pelan ke halte bus lalu menyetop taksi yang lewat.

***

“Hyung, gwenchana?”Tanya Kyuhyun cemas pada Yesung setelah kepergian Yuuri dari apartemennya.

Yesung terdiam lama, kemudian berkata miris. “Aku tidak percaya ini. Bisa-bisanya ia berbicara kepadaku seolah-olah tidak terjadi apa-apa? Setelah ia meninggalkanku dengan hanya selembar surat?!”ucap Yesung dengan nada marah, tapi suaranya masih cukup pelan sehingga tidak mengagetkan Kyu yang sedang bermain di dekatnya.

“Eonnie pasti punya alasan untuk melakukan itu Oppa…”kata Seohyun.

Yesung memandang Seohyun dengan mata menyiratkan perasaan terluka yang amat dalam. “Alasan? Apa alasan itu cukup berat untuk tidak bisa dikatakan langsung padaku?”Kemudian Yesung tertawa miris. “Dia bahkan pergi ke benua lain untuk menghindariku…”

“Oppa… kau mengenalnya cukup lama, kau seharusnya mengerti jika ada sesuatu yang meresahkannya sampai seperti itu.”

Yesung menggelengkan kepalanya pelan. “Kupikir aku mengerti dirinya. Tapi ternyata tidak. Aku masih tidak mengerti…”

 “Yuu, kapan kau mau menikah denganku?”

Tubuh polos Yuuri yang berada di dalam pelukan Yesung membeku mendengar pertanyaan itu, membuat Yesung menyesali pertanyaan yang diajukannya itu. Tapi mereka sudah tidak bisa mundur lagi dari topik ini. Orangtua Yesung sudah berkali-kali menanyakan mengenai pernikahan, dan sejujurnya Yesung sendiri juga ingin secepatnya memperistri Yuuri. Ia ingin semua orang tahu jika Jung Yuuri, news announcer KBS TV yang terkenal itu adalah miliknya. Hanya milik seorang Kim Jongwoon.

“Aku… aku belum mau menikah sekarang Oppa… aku belum siap…”

Lagi-lagi kalimat itu. Kalimat yang sangat dibenci Yesung. Mereka sudah puluhan kali membahas hal ini, dan jawaban Yuuri masih tetap sama. Padahal sejak awal hubungan Yesung dan Yuuri, Yesung sudah mengatakan pada gadis itu jika suatu hari ia ingin menikahi Yuuri. Dan Yuuri juga mengatakan ingin menikah dengannya nanti. Tapi sampai tahun ketiga hubungan mereka hanya kalimat itu saja yang diulangi Yuuri untuk menolaknya.

 “Sampai kapan?”Tanya Yesung dengan menahan amarahnya. Tapi Yuuri bisa merasakan jika Yesung marah hanya dengan gertakan gigi Yesung dan napas namja itu yang berusaha ditenangkan.

“Aku tidak tahu Oppa…”jawab Yuuri takut-takut.

“Yuu!”seru Yesung kesal, lalu ia duduk dan memandang tajam Yuuri yang masih berbaring. “Apa kau pikir setelah mendengarkan jawaban yang sama puluhan kali aku akan mau menerima alasan itu lagi?!”

“Oppa…”ucap Yuuri dengan airmata berlinang. Ia bangun dari posisi berbaringnya dan memeluk selimut untuk menutupi dadanya yang telanjang.

“Uljima!”ucap Yesung marah. “Kau selalu menangis jika aku membahas masalah ini! Seolah-olah kau memang tidak benar-benar ingin menikah denganku!”

“Bukan…hiks…begitu Oppa…hiks…”

“Kalau begitu apa?!”Tanya Yesung frustasi. “Aku ingin menikah denganmu karena aku ingin memilikimu seutuhnya untuk diriku dan agar orang-orang tahu jika kau adalah milikku! Milikku, Kim Jongwoon! Aku tidak suka memiliki perasaan cemas jika suatu saat kau akan dengan mudahnya pergi dariku karena tidak ada ikatan kuat yang mengikat kita! Sebut saja aku egois, tapi aku memang begitu mencintaimu sampai memikirkan hal seperti itu!”

Yuuri merasa senang dengan ucapan Yesung itu, tapi ia juga merasa sedih. Ia tidak tahu apakah ia bisa menikah dengan Yesung seperti keinginan namja itu, begitu juga keinginan dirinya. Karena ia mempunyai alasan yang tidak bisa ia ungkapkan.

Tapi Yuuri tidak mau mengatakannya sekarang dan kehilangan namja yang ia cintai secepat ini.

Yuuri memegang lengan Yesung. “Oppa… tunggulah beberapa bulan lagi. Jika… jika saat itu aku masih belum bisa menikah dengan Oppa…”Yuuri menelan ludah susah payah ketika akan mengatakan hal itu. “…Oppa boleh memutuskan hubungan denganku…”ucapnya lirih dengan airmata mengalir deras.

Mata Yesung membelalak lebar mendengar kata-kata mengejutkan itu. “Yak! Michyeosso?! Kenapa kau berpikir begitu?!”

“Abeoji dan Eommonim… hiks… sudah sangat… hiks… menginginkan cucu… tapi aku… hiks… belum siap menikah… hiks… sekarang…”

Yesung merasa semakin sedih mendengar ucapan Yuuri disela isak tangis itu. Ia menarik Yuuri ke dalam pelukannya dan mengecup kening gadis itu berulang kali.

“Sshh…uljima… aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi… aku akan menunggumu sampai kapanpun… uljima…”kata Yesung lembut mencoba menenangkan Yuuri yang masih menangis tersedu-sedu.

 

Yesung mengusap wajahnya dengan frustasi. “Aku tahu dia mencintaiku. Bahkan saat memandang matanya tadi aku masih bisa melihat perasaan itu dengan jelas. Makanya aku masih menunggunya sampai sekarang. Tapi yang sampai sekarang tidak bisa kumengerti adalah ketakutannya untuk menikah. Sebenarnya apa yang membuatnya takut?”tanyanya pada Seohyun.

Seohyun menggelengkan kepala bingung. “Rumah tangga orangtua Eonnie tidak pernah mengalami masalah besar sampai menyebabkan trauma. Jadi aku sendiri tidak tahu apa alasan Eonnie…”

“Sekarang apa yang harus kulakukan…?”gumam Yesung bingung.

“Hyung, itu tidak perlu ditanyakan lagi kan?”kata Kyuhyun dengan tersenyum lebar.

Yesung menatapnya bingung. “Maksudmu?”

“Dia sudah kembali kesini, dan perasaan kalian masih sama. Bukankah itu berarti kesempatan kedua?”kata Kyuhyun.

Yesung mengerjap-ngerjapkan matanya mendengarkan penuturan Kyuhyun. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan berlari ke pintu. Tapi sebelum ia membuka pintu itu ia berbalik dan mengulas senyum kecil pada pasangan suami istri pemilik apartemen itu. “Gomawo…”katanya, lalu bergegas menyusul Yuuri.

Saat tiba di luar gedung apartemen SeoKyu, Yesung langsung menyetop taksi dan masuk ke dalamnya. Setelah ia memberitahu supir taksi alamat apartemen Yuuri, ia memandang keluar. Rintik-rintik hujan mulai turun, mengingatkannya akan kenangan-kenangan indahnya dengan Yuuri, membuatnya tersenyum. Lalu saat ia memperhatikan jalan, tiba-tiba ia mendapati sosok Yuuri yang sedang berjalan sambil menengadahkan wajahnya ke langit. Seolah-olah menikmati tetesan air hujan itu di wajahnya. Yesung menyuruh supir taksi memelankan laju taksi itu. Dan seolah-olah sudah ditakdirkan, hujan mulai deras dan Yuuri segera menyetop taksi pertama yang dilihatnya, yaitu taksi Yesung.

Yesung menyuruh supir taksi itu untuk berhenti. Kemudian tanpa melihat ke dalam, Yuuri langsung saja membuka pintu taksi dan masuk ke dalam taksi itu. Tubuhnya membeku saat baru menyadari kehadiran Yesung  di sebelahnya setelah taksi itu berjalan.

“O…Oppa…”ucap Yuuri kaget.

Yesung tersenyum tipis mendengar panggilan Yuuri. “Oppa?”tanyanya.

Yuuri mengerjapkan matanya bingung. “Ah, anhi, maksudku Yesung-ssi…”

“Kenapa mengubahnya lagi? Kau selalu mengatakan jika saat bersamamu aku adalah Kim Jongwoon, bukan Yesung. Jadi aku tidak menerima panggilan itu.”

Yuuri hanya bisa terdiam mendengar ucapan Yesung. Ada terlalu banyak hal tentang Yesung yang tadi sempat dipikirkannya, dan bertemu langsung dengan namja itu membuatnya tidak mampu memikirkan hal-hal lain untuk diucapkannya. Yuuri lalu memandang ke jendela mobil di sebelah kirinya. Menahan keinginan untuk bisa melihat wajah namja yang dulu ia cintai, dan masih sangat ia cintai sampai sekarang.

Setelah beberapa saat suasana dilanda keheningan, Yuuri baru tersadar jika ia belum menyebutkan tujuannya ke supir taksi.

“Chogiyo ahjusshi, aku mau ke alamat…”

“Apartemenmu kan?”Yesung menyela ucapan Yuuri. Gadis itu hanya menatapnya bingung. “Sebelum kau masuk ke taksi ini aku berencana akan ke apartemenmu, jadi aku sudah menyebutkan alamatmu.”

Yuuri sedikit terkejut mendengar hal itu. Yesung ingin ke apartemennya? Untuk apa? Mereka sudah berakhir kan?

Yuuri tidak menyuarakan pikiran-pikirannya itu, tapi Yesung bisa membaca dengan jelas raut wajah Yuuri.

“Tidak. Tidak ada yang berakhir. Setidaknya bagiku.”ucap Yesung lembut dengan menatap sedih Yuuri. Yuuri tidak kuasa menatap wajah sedih namja yang dicintainya itu. Ia kembali mengalihkan tatapannya ke jendela.

Yesung tahu jika Yuuri tidak akan mau memandangnya lagi, dan mereka tidak mungkin berbicara di taksi ini dengan adanya supir taksi yang bisa mendengar. Jadi Yesung hanya mengambil tangan kanan Yuuri yang berada dipangkuan gadis itu lalu menggenggamnya erat dengan tangan kirinya.

Yuuri menggigit bibirnya, berusaha menahan airmata yang sudah ingin keluar.

***

Mereka berjalan ke apartemen Yuuri dalam keadaan diam. Yuuri sebenarnya tidak mau Yesung mengikutinya pulang seperti itu. Tapi ia juga tidak bisa menampik keinginan besar di dalam hatinya untuk berada dekat dengan namja ini. Yuuri sangat merindukan Yesung! Dan ia membenci perasaan ini! Ia seharusnya bisa bersikap kuat untuk menghindari Yesung setelah selama dua tahun ini mereka berpisah, tapi ternyata semuanya terasa sangat sulit. Justru itu memunculkan perasaan rindu yang teramat sangat.

Yuuri mengambil satu koper besar yang sempat ia titipkan ke satpam saat baru sampai di Seoul sebelum langsung ke apartemen SeoKyu. Tanpa mengatakan apapun Yesung langsung mengambil koper itu dan menyeretnya. Masih dengan tidak berusaha memecahkan keheningan di antara mereka, Yuuri menekan passcode pintu apartemennya. Yesung tersenyum saat melihat kode yang masih sama. Memang terkadang selama dua tahun ini Yesung masih suka datang kesini, walaupun Yuuri pergi ia tetap meninggalkan apartemen seperti sebelumnya. Membuat Yesung yakin jika suatu saat gadis yang dicintainya itu akan kembali, seperti sekarang ini.

Yuuri membuka pintu untuk Yesung dan mempersilahkan namja itu masuk. “Maaf jika apartemennya masih berdebu, aku belum sempat kesini dan bersih-ber…”kalimat Yuuri terhenti ketika menyadari jika apartemen itu masih sama bersihnya sebelum ia tinggalkan.

Yesung tidak menghiraukan Yuuri dan langsung masuk ke kamar untuk meletakkan koper Yuuri. Setelah itu ia ke dapur untuk mengambil kopi kaleng di dalam kulkas dan meletakkannya di meja ruang tamu.

“Kenapa masih diam disitu? Ayo masuk.”kata Yesung seolah-olah apartemen ini adalah miliknya. Dulu sih ia bisa menganggapnya begitu. Tapi seharusnya tidak sekarang ini.

Dengan masih kebingungan, Yuuri berjalan masuk ke ruang tamu dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Yesung. Yesung tersenyum lembut menatapnya, membuat Yuuri merasa semakin gugup.

Tidak ada yang berbicara. Yesung meminum kopi kalengnya sambil terus menatap Yuuri sementara Yuuri masih memandang sekeliling apartemennya, menghindari tatapan mata Yesung yang membuatnya merasa sangat gugup. Sampai akhirnya keheningan itu Yuuri pecahkan.

“Ke… kenapa apartemen ini begitu bersih?”Tanya Yuuri dengan nada gugup, membuat Yesung tersenyum kecil. Gadis ini masih tidak berubah. Ia akan selalu bersikap penuh percaya diri, kecuali ketika sedang berduaan saja dengan Yesung. Yesung selalu berhasil membuatnya gugup. Dulu Yuuri pernah mengatakan alasannya.

“Karena kau selalu bisa membuatku terpesona…” 

Jadi sekarang pun Yuuri masih terpesona olehnya kan? Yesung tersenyum memikirkan hal itu.

“Tentu saja bersih. Karena aku masih sering kesini dan tidur disini.”jawab Yesung masih menatap tajam Yuuri dengan mata sipitnya.

Yuuri menghela napas, berusaha mengatasi rasa gugupnya dan rasa bersalahnya pada Yesung. “Seharusnya kau tidak kesini lagi setelah kita putus.”ucapnya pelan.

“Putus?”ucap Yesung tajam. “Apa kau pikir kau bisa memutuskan hubungan kita hanya dengan selembar surat?!”Nada Yesung berubah meninggi.

Yuuri kembali berusaha menetralkan nafasnya karena terkejut mendengar suara marah Yesung. “Maafkan aku karena harus mengakhirinya seperti itu. Tapi… kita memang tidak bisa bersama lagi…”ucap Yuuri sedih dengan menundukkan kepala.

“Dan aku ingin mendengarkan alasannya.”tuntut Yesung tajam.

“Aku sudah mengatakan alasannya di surat itu. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa menikah denganmu.”

“Aku butuh alasan yang sebenarnya, Jung Yuuri!”

“Itu alasan yang sebenarnya. Sampai kapanpun aku tidak akan menikah, Yesung-ssi.”ucap Yuuri dengan pandangan dingin yang tidak dikenali Yesung. Yesung menghampiri Yuuri dan berlutut di depan gadis itu lalu memegang kedua tangan gadis itu yang berada di pangkuannya.

“Aku akan terus menunggumu. Jika kau masih belum siap menikah denganku sekarang, aku akan terus menunggumu sampai kau siap. Aku mencintaimu, Yuu…”ucap Yesung lembut dengan mata berkaca-kaca.

Hati Yuuri serasa tertohok mendengar ucapan tulus itu. Bagaimana mungkin ia bisa tahan menyakiti perasaan namja yang begitu mencintainya ini? Tapi demi kebahagiaan namja ini nantinya, demi kebahagiaan keluarga yang sangat dicintai oleh namja ini, Yuuri harus tetap meninggalkan Yesung.

Kepala Yuuri sudah mulai pusing sekarang. Dan pembicaraannya dengan Yesung hanya akan membuat dirinya semakin lelah.

Yesung memajukan tubuhnya, berusaha mencium bibir merah Yuuri. Tapi Yuuri memalingkan wajahnya.

“Jebal…”ucap Yuuri pelan dengan mata berkaca-kaca. “Jika kau benar-benar mencintaiku, jangan pernah menemuiku lagi. Kau harus berbahagia dengan orang lain. Aku tidak bisa kembali lagi padamu…”Airmatanya mengalir ketika mengucapkan hal itu.

Hati Yesung merasa sesak melihat airmata Yuuri. Ia tidak suka melihat kesedihan di wajah gadis itu. Ia hanya ingin gadis itu bahagia dengannya. Yesung selalu yakin jika satu-satunya orang yang bisa membuat Yuuri bahagia adalah dirinya, hanya dirinya. Tapi melihat Yuuri sekarang ini, ia tidak bisa yakin lagi.

“Kau benar-benar tidak ingin menikah denganku?”

Yuuri menggeleng lemah.

“Walaupun aku akan bersabar menunggumu?”

Yuuri menggeleng sekali lagi. “Maafkan aku…”

Airmata Yesung mulai mengalir perlahan. “Kalau begitu aku tidak akan memaksamu lagi.”ucap Yesung pelan lalu melepaskan genggamannya di kedua tangan Yuuri dan bangkit berdiri.

“Selamat tinggal, Jung Yuuri. Aku harap kau bahagia tanpa aku.”ucap Yesung tulus. Lalu pergi dari apartemen itu.

Setelah beberapa saat Yesung pergi, tangis Yuuri meledak. Ia terisak-isak keras dan memukul-mukul dada kirinya. Terasa sangat sesak disana. Pada akhirnya ketika Yuuri sudah capek menangis dan kepalanya semakin pusing, ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Dibukanya tas ransel kecilnya lalu ia mengambil botol obat disana. Dengan masih terisak kecil ia meminum dua butir pil dari dalam botol itu.

“Aku harap kau bahagia Oppa…”gumamnya sebelum jatuh tertidur di sofa itu.

***

“Sekarang kita mau makan dimana, Oppa?”Tanya seorang yeoja pada namja yang menggandeng tangannya. Selesai menonton film di bioskop mereka berputar-putar mall itu untuk berbelanja. Pasangan terkenal ini tidak memakai penyamaran sama sekali karena memang publik sudah mengetahui mengenai hubungan mereka dua tahun lalu dan dua bulan lagi mereka berdua akan menikah.

Sudah tiga tahun semenjak pernikahan Kyuhyun dan Seohyun, dan kini, aktivitas Super Junior berjalan normal. Mungkin karena magnae dari boyband terkenal itu sudah menikah, dan pada kenyataannya umur para member tidak lagi muda, jadi kebanyakan dari para ELF tidak lagi mempermasalahkan hubungan percintaan member Super Junior lainnya. Kyuhyun dan Seohyun kini mempunyai dua orang anak, Kyu yang berumur 9 tahun, dan Hyuna yang berumur hampir tiga tahun. Shindong dan Leeteuk sudah menikah tahun lalu. Donghae terus saja putus-nyambung dengan Jessica. Sementara member-member yang lain beberapa kali terlihat berkencan dengan yeoja. Dan Sungmin, tentu saja, masih bersama dengan pujaan hatinya, leader girlband f(x) Victoria.

Namja itu, Sungmin, hanya tersenyum pada calon istrinya itu dan mengajak Victoria ke restoran yang diinginkannya. Restoran itu restoran favorit Sungmin dan artis SM lainnya jika berada di mall itu. Karena selain tempatnya yang bagus dan nyaman, di restoran ini pun mementingkan privasi dengan memberikan ruang makan tertutup bagi para pelanggannya. Seperti sekarang ini, Sungmin dan Victoria menuju salah satu ruangan untuk tempat mereka makan. Tapi langkah mereka terhenti saat melihat sosok yang tidak asing bagi mereka berdua sedang memasuki sebuah ruangan bersama yeoja cantik yang tidak mereka kenal.

“Bukannya itu Yesung Oppa?”Tanya Victoria pada namja disampingnya. “Apa kau mengenal yeoja itu Oppa?”

Sungmin menggeleng. “Anhi. Aku tidak mengenalnya. Yesung hyung juga tidak pernah menceritakan yeoja lain selain Yuuri padaku.”

Victoria mengernyit. “Apa mungkin Yesung Oppa sudah mulai berkencan dengan yeoja lain sekarang?”

“Ketika Yuuri sudah kembali?”ucap Sungmin tak percaya. “Sepertinya mereka ada masalah lagi…”gumam Sungmin.

“Mwo? Yuuri Eonnie sudah kembali? Eonje?”

“Seminggu yang lalu.”jawab Sungmin, lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Ia harus bertanya pada seseorang. “Kyuhyun-ah,”ucapnya saat telponnya tersambung.

***

Yesung hanya bisa menatap datar yeoja cantik di hadapannya sekarang. Sedari tadi mereka tiba di restoran itu, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara. Mereka hanya berbicara ketika memesan menu makanan pada pelayan, dan setelah itu mereka kembali terdiam.

Dalam pikirannya Yesung terus-menerus membandingkan yeoja di hadapannya ini dengan Yuuri. Rambutnya yang lurus hitam, tidak seperti Yuuri yang berambut sedikit ikal. Matanya yang hitam dan sedikit sipit, sementara mata besar Yuuri berwarna cokelat tua dan seringkali memakai kacamata berframe hitam tebal. Bibir yeoja di hadapannya ini tipis dan tidak berbentuk hati seperti Yuuri. Bentuk wajahnya yang oval, sementara bentuk wajah Yuuri sedikit bulat sehingga menampilkan kesan imut ketika gadis itu tidak memakai kacamatanya. Hanya sedikit kemiripan yang bisa dilihat Yesung dari keduanya, hanya hidung yeoja itu yang sama-sama mancung dan mungil seperti Yuuri.

Yeoja di hadapannya ini sadar Yesung mengamatinya, membuat pipinya memerah malu. Yesung pun tersadar dari pikirannya ketika pelayan mengantarkan pesanan mereka.

“Gamsahamnida,”ucap yeoja itu pada pelayan. Dan lagi-lagi Yesung membandingkan. Suaranya lembut, tidak seperti Yuuri yang bawel.

Mereka berdua masih saja terdiam sampai yeoja itu memecahkan keheningan di antara mereka. “Apa kita akan terus diam-diaman seperti ini?”tanyanya dengan tersenyum kikuk.

“Ah, mianheyo.”ucap Yesung gugup. “Jujur saja aku memang selalu seperti ini jika baru bertemu dengan orang.”

“Gwenchanayo, Yesung-ssi. Aku maklum saja. Sejujurnya pertemuan ini juga cukup membuatku gugup.”

Kemudian mereka terdiam lagi.

“Ng… Lee Sunhee-ssi, umurmu berapa?”Tanya Yesung, berusaha memecah keheningan di antara mereka.

“Oh aku setahun lebih muda darimu.”jawab yeoja bernama Lee Sunhee itu tersenyum kecil.

“Bagaimana kau tahu berapa umurku?”Tanya Yesung mengernyit bingung.

Lee Sunhee tersenyum geli. “Siapa yang tidak mengenalmu, Yesung Super Junior? Kalian kan terkenal sekali.”

Yesung kemudian tersenyum kikuk. “Ah, iya ya.”ucapnya sekenanya. Yesung tidak suka jika dalam situasi seperti ini –blind date– ia dipanggil dengan stage name-nya, dan membawa-bawa nama grupnya. Ia lebih suka dipanggil dengan nama aslinya seperti Yuuri biasa memanggilnya.

Lagi-lagi memikirkan Yuuri.

“Pekerjaanmu apa?”Tanya Yesung lagi. Sebenarnya ia tidak berminat pada yeoja ini (yeoja manapun selain Yuuri), tapi ia sudah berjanji pada ibunya untuk berusaha keras untuk mencari calon istri, sehari setelah ia dan Yuuri benar-benar putus. Entahlah ia bisa atau tidak.

“Aku dokter spesialis kanker di Seoul Hospital.”

“Di usia semuda ini kau sudah menjadi spesialis? Kau pasti pintar sekali ya.”ucap Yesung dengan nada kagum, membuat yeoja di hadapannya ini tersipu.

“Ng… gomawo. Tapi aku baru saja lulus mengambil spesialis jadi masih harus banyak belajar.”

Yah walaupun tidak tertarik dengan yeoja ini, tapi Yesung cukup tertarik dengan profesinya. Terkadang ia memang sering sekali tertarik pada hal-hal yang tidak biasa.

“Apa pasien-pasien yang kau tangani bisa sembuh? Karena seperti yang umumnya orang tahu, kanker itu kan penyakit yang sulit untuk disembuhkan.”

Yeoja itu terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan Yesung. “Ng… kurasa aku tidak ingin membahas hal itu disini.”

Yesung mengernyit. “Waeyo?”

“Karena biasanya namja yang berkencan denganku akan merasa ngeri dan jijik jika aku membahas masalah kanker pada saat kami… kencan.”ucapnya ragu.

Yesung berdecak. “Aku tidak jijik. Aku bahkan tidak merasa jijik membersihkan kotoran peliharaanku, apalagi dokter yang biasa membersihkan tumor ganas kan?”

Yeoja itu mengerjap kecil mendengar ucapan Yesung itu kemudian tertawa lepas. Hal yang diucapkan mereka berdua sama sekali tidak nyambung. Apalagi ini membicarakan hal-hal yang cukup jorok dibahas di meja makan. “Kau lucu sekali, Yesung-ssi!”ucapnya di tengah-tengah tawanya.

Yesung menatap yeoja di hadapannya ini dengan terpana. Tawa itu… mirip sekali dengan tawa yang sering Yesung lihat di wajah Yuuri. Tawa yang sangat disukainya.

Dan Yesung pun ikut tertawa.

***

“Oppa, apa yang kita lakukan saat ini sangat tidak sopan.”bisik Victoria pada Sungmin yang masih sibuk menguping di pintu ruangan yang tadi dimasuki Yesung.

“Ssshh… diamlah chagi. Aku penasaran sekali siapa yeoja itu…”Kemudian terdengar suara tawa dari balik pintu itu, membuat Sungmin dan Victoria terkejut.

“Yesung Oppa… tertawa?”tanya Victoria tak percaya. Sudah lama sekali, semenjak Yuuri pergi, mereka tidak pernah melihat atau mendengar Yesung tertawa. Dan sekarang mereka mendengarnya saat Yesung bersama seorang yeoja yang tidak pernah mereka kenal sebelumnya?

Wajah Sungmin berkerut-kerut bingung. “Apa mungkin hyung menyukai yeoja itu?”

“Maldo andwae!”ucap Victoria tak percaya. Ia semakin menempelkan telinganya ke pintu.

Mereka berdua masih saja berjongkok dan bersandar di pintu itu untuk menguping, sampai tiba-tiba pintu geser itu terseret terbuka membuat Sungmin terjerembab masuk ke dalam dengan Victoria menimpa punggungnya. “Aww!”

Yesung dan Sunhee terkejut melihat Sungmin dan Victoria dalam posisi aneh begitu. Yesung menatap sepasang tersangka itu dengan tatapan ‘Sedang apa kalian disini?’ yang sangat tajam, membuat Victoria takut.

Buru-buru gadis itu bangkit dari posisinya dan mengangkat tangan kanannya seolah bersumpah. “Oppa jinjja aku tidak bermaksud untuk menguping!”ucap Victoria takut.

Yesung membelalak lebar mendengar jawaban Victoria. “MWO?! Menguping?!”ucapnya kaget. Ia sama sekali tidak berpikir jika kedua orang itu menguping.

Sungmin yang masih terbaring di lantai menepuk jidatnya dengan putus asa. Kenapa yeojachingunya yang polos ini malah mengaku dengan sendirinya sih?!

Yesung langsung mendelik pada Sungmin. “Yak! Lee Sungmin!”

***

Yuuri memandang suasana malam Seoul dari jendela kamarnya. Ia sangat merindukan suasana malam disini. Mungkin sebelumnya Yuuri pindah ke New York untuk menenangkan diri di rumah orangtuanya, tapi ternyata ia tidak bisa tenang disana. Ia terus berpindah-pindah tempat mengikuti organisasi kemanusiaan yang diikutinya untuk menjadi relawan. Tapi ternyata ketenangan yang didapatkannya dari membantu orang-orang yang membutuhkan, tetap tidak bisa terasa selamanya. Ia merindukan Seoul, dan juga namja yang dicintainya yang berada di kota itu.

Walaupun setelah melihatnya seminggu yang lalu, Yuuri sangat menyesali kedatangannya kemari. Ia benar-benar menyakiti hati namja itu, dan hal itu lebih menyakitinya.

“Yuuri-ssi?”

“Hmm.”jawab Yuuri ketika mendengar panggilan familiar itu.

“Sudah waktunya saya mengecek kondisi tubuh anda.”

Yuuri mendesah, lalu menuju ranjangnya dan berbaring disana. Yeoja yang memanggilnya tadi hanya tersenyum kecil melihat keengganannya lalu mulai melakukan pekerjaannya.

“Suster.”panggil Yuuri pelan.

“Ne?”

“Apa saya bisa pindah ke rumah sakit di kota lain?”

Suster itu mengernyit. “Anda kan sudah tahu kalau dokter yang ahli menangani penyakit Anda hanya ada di rumah sakit ini. Kenapa Anda mau pindah?”

“Hmm… ada beberapa pertimbangan.”

“Apa pertimbangannya?”Tanya suara seorang namja yang baru masuk ke kamar rawat itu.

“Joo Uisa-nim.”ucap perawat tersebut saat namja berjas putih itu menghampiri Yuuri.

“Sudah dicek semua?”Tanya dr. Joo pada perawat itu.

“Ne. untuk saat ini semuanya stabil.”ucap suster itu.

“Ok. Kau bisa kembali ke pekerjaanmu yang lain.”kata dokter itu. Lalu perawat tersebut meninggalkan Yuuri berdua saja bersama dr.Joo.

“Tadi kudengar kau ingin pindah rumah sakit di kota lain. Kenapa?”

Yuuri tersenyum kecil. “Bolehkah?”

“Kalau kau ingin berobat di New York, aku mengizinkanmu. Tapi kalau di kota lain di Korea Selatan ini, aku tidak akan mengizinkanmu.”ucap dr. Joo tajam.

Yuuri menghela napas. “Kau kan tahu kalau aku tidak mau orangtuaku tahu jika aku sakit. Aku tidak mungkin berobat di New York tanpa sepengetahuan mereka.”

Dr.Joo mengangkat sebelah alisnya. “Dan disini kau sudah lama tidak berhubungan dengan teman-temanmu, Yuu. Jadi kemungkinan mereka tahu mengenai penyakitmu juga kecil kan?”

“Tapi tetap saja di Seoul banyak orang yang mengenalku. Aku tidak ingin ada orang yang mengetahui kondisiku, terutama Yunho Oppa, paman dan bibiku.” Dan Jongwoon Oppa…

Dr. Joo menggeleng. “Di Korea, rumah sakit inilah yang terbaik dengan dokter-dokter yang juga terbaik. Dan aku tidak akan mengizinkanmu pindah, Yuu. Lagipula di sini aku bisa menjagamu, sedangkan di tempat lain tidak ada yang bisa menjagamu.”

“Uisa…”

“Yuuri. Tidak.”

Yuuri cemberut.

“Nah. Kau harus langsung istirahat agar kondisi tubuhmu baik dan bisa menjalani pengobatan besok pagi.”kata dr.Joo merapikan selimut yang dipakai Yuuri lalu berjalan keluar. Tapi ketika ia sudah sampai di depan pintu, ia berbalik dan memandang Yuuri lagi. “Dan berapa kali lagi harus kubilang, jangan memanggilku ‘Uisa’.”

Yuuri memutar bola matanya. “Arasseo, Sang Wook Oppa.”

Dr. Joo Sang Wook terkekeh kecil mendengar jawaban Yuuri lalu keluar kamar. Sementara Yuuri berusaha untuk memejamkan matanya tapi tidak bisa. Ia mengambil ponselnya lalu memandang foto namja di wallpaper ponsel itu. Di foto itu terlihat Yuuri yang tersenyum lebar dengan Yesung yang mengecup mesra pipinya.

“Jongwoon Oppa…”ucap Yuuri lirih lalu mendekap ponsel itu di dadanya, membayangkan Yesung berada di pelukannya. “Saranghae…”gumam Yuuri lalu tertidur dengan airmata mengalir.

~TBC~ 

Annyeonghaseyo~

Adakah yang kangen pada author yang secantik Victoria ini? #plaak

Setelah sekian lama nih FF nganggur akhirnya author putuskan untuk dipublish. Memenuhi permintaan readers yg pengen ada afstor dari FF FON. Hehe~

Kalo di FON tokoh utama SeoKyu, sekarang SungRi yang jd couple utama. Tapi tenang aja, masih ada SeoKyu sama MinToria kok. Hoho~

Buat utang2 FF lain yang pernah direquest, mian bgt belum bisa dipublish cz belum pd beres. Karena authornya sedang sibuuukkk buk buk buk mengerjakan skripsi. Ternyata chingu-deul, bukan hanya ide buat FF yg susah dicari atau disalurkan dlm bentuk tulisan, trnyt skripsi lebih parah! =_______=”

*curhat dikit😛 *

O ya, Joo Sang Wook itu pemeran Dr. Kim Do Han di drama Good Doctor. aq lg suka bgt sm dia. hehe~

Last but not least, comment pleaseeeee~ biar author semangat bikin lanjutannya.^^

Yg gk sabaran utk baca chapter selanjutnya, silahkan kunjungi wp author yaa😉 : myideamylife.wordpress.com

10 thoughts on “[After Story of Forever Or Never] Everlasting Love 1/?”

  1. Kakakkkkkk…
    Ternyata feeling aku padamu (?) Begitu kuat..
    Sekian lama ga buka wordpress dan mendadak pengen buka My Room dannnnnnn….. SungRi muncullllllll ♥♥ hari ini pula xD
    Yasudah mari kita baca duyu ~~

      1. Iyaaaa.,
        Komen lanjutan nihh..

        Ituuu (jujur) aku agak lupa2 ending nya FoN, Kak.. -_-
        Seingetku SeoKyu mergokin (?) SungRi di kamar kan ya? Kok di sini tau2 udah putus.. @_@
        Dan itu Yuuri nya sakit kanker? Jangan2 Sunhee itu salah1 dokter yg ngerawat Yuuri ya? Trs itu maksudnya Yuu g mau nikah krn dia ga bkl bisa hamil, gt? Trs aku suka MingToria di sini!, hahahahaha xD
        Kenapa comeback sama cerita sedih, sih, kak.. aku kan ikutan merana.. semerana bang Yeye.. ;__;
        Tapi itu Seokyu, produktif jg ya mereka.. ckckc -^-

  2. MingToria emg sengaja pengen aq bikin couple ngelawak, abisnya bosen dong klo yg ngelawak di suju shindong mulu,, hehe~
    aq dpt feelnya angst sih, jdnya bkn yg angst lg.
    kan seokyu cm pny 2 anak, emg segitu produktif ya? kekeke~

  3. Itu apaan?!#tunjukffdiatas
    kenapa tiba” udah putus aja, padahalkan difon, bae” aja. Mesra malah
    suka sama kepolosannya vic, jadi kaya berbanding terbalik gitu sama difon. Ming kau apakan vic??

  4. Kakaakkkkkkk,,,
    Aku balik lagiiii 😃😃
    Lagi kangen baca ff trus keinget ni blog eh nongol ni judul…

    Udah lama banget gak baca ff, terakhir taon 2012 kalo gak salah, pas skrg kebaca tulisan kakakk gak berubah yaa,, masih ttep kayak dulu 😆😆 gak ada typonya, trus ceritanya bikin greget gimana gittuuu

    Truss..trussss ituu si Yuuri sakit kanker ya kak??? Kog bisaaa -___-”
    Tu sakit darimana datengnya tuuhhh kagak pake ngetok dulu 😫😫😡😡

    Lee sun hee itu bukannya yg main bareng lee min ho ya d faith,, udah tante2 😕😕

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s