Arsip Kategori: Fantasy

The WachteR

William

Chapter 2: Sang Pemegang Kunci

Suara lolongan anjing menggema di seluruh ruangan. Tidak ada yang bergerak sesaat. Aku sendiri membeku dalam keterkejutanku. Beberapa jam yang lalu aku masih melihatnya sebagai lelaki menarik yang selalu bosan dan muram, sekarang sosok yang di depanku berbeda. Aku mulai menganggapnya maniak gila. Tidak ada yang bisa keluar dari mulutku, dia sendiri hanya diam dengan satu tangan dimasukkan jinsnya dan satu tangan menggaruk dagunya. Anjing Terrier yang kutemukan meringkuk ketakutan di balik punggungku.

“ Claire…Claire kau dimana?” Dad…itu suara Dad. Langkah kaki Dad saat menaiki tangga menimbulkan suara berdebam- debam. Aku bangkit dan hendak berlari tapi William secara refleks menarik pergelangan tanganku, mengucapkan sesuatu yang aku tidak tahu artinya. Aku merasakan seperti ada di jet coaster berkecepatan tinggi, perutku seperti ditinju begitu keras hingga membuat mataku berkunang- kunang.

“ Tidur di kasurmu sekarang. Ayahmu akan segera datang.” Dia mendorong tubuhku ke atas kasur dengan begitu lembut. Aku memejamkan mata tepat saat Dad membuka pintu.

“ Sudah tidur rupanya.” Begitu bergumam seperti itu, Dad menutup pintu dan berlalu.

Aku membuka mata dan William sudah berbaring di sebelahku. Dia mengedip nakal.

“ Hanya memastikan kau tidak bermimpi buruk .”

Aku mendorong tubuhnya dan melompat turun dari kasur.

“ Siapa kau? A..apa yang kau lakukan padaku. Tadi kita ada di ruang aneh yang gelap dan sekarang kita ada di kamarku dalam waktu singkat. “ Aku merapat ke dinding, dan menemukan lampu belajarku. Kugunakan sebagai senjata dengan mengacungkannya. Lanjutkan membaca The WachteR

The Wächter

Dark-Angel-37616-524501

Bagian 1 : Rivendell

Kami sekeluarga berkendara semakin menjauh dari kota London. Aku melongok ke belakang, menatap sedih dengan rasa haru untuk melihat kota London terakhir kalinya. London kota tempat aku menghabiskan 16 tahun masa hidupku disana. Meskipun ini pertengahan Agustus, jelas ini bukan perjalanan wisata musim panas yang menyenangkan. Kami akan pindah ke suatu  kota kecil bermil-mil jaraknya dari Kota London. Kota yang bahkan aku tidak begitu ingat namanya ( atau mungkin aku tidak mau mengingatnya) yang pasti aku yakin kota ini tidak bisa dibandingkan dengan London. Di kota baru itu tidak akan ada tempat hangout terbaik, BigBen, geng 5 sekawan ( yang terdiri dari orang-orang paling keren di London termasuk aku), Istana Buckingham dan Jake. Mengingat nama itu membuat aku merindukannya, kami bahkan belum 5 menit meninggalkan London. Pokoknya aku merelakan kehidupanku yang asik disana untuk tinggal di kota kecil demi memuaskan ambisi Dad. Dad bersiul- siul riang yang membuat kumisnya yang begitu lebat bergetar. Dia mengemudikan mobilnya, sebuah mini van bewarna putih. Dad adalah laki-laki yang gemuk dan pendek, nyaris tanpa leher. Matanya mengedip- ngedip dari balik kaca spion. Pekerjaan Mr. Riddle (nama Dad) adalah kontraktor. Dia pindah ke kota asing itu karena menerima proyek besar yang katanya mungkin tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Tanpa berunding sama sekali dengan keputusan sepihak dia memutuskan untuk pindah. Egois sekali bukan?

“ Sudah lama kita tidak berkendara bersama kan Claire. Sayang sekali Percy tidak ikut bersama kita. Dia sibuk dengan persiapan ujiannya.”

“ Yeah….menyenangkan. Dan akan lebih menyenangkan jika lebih baik aku pindah ke flat Percy.” Aku memutar bola mataku dan terdengar ayahku mendengus keras. Aku sudah mengatakan hal yang sama sedikitnya 7 kali selama sehari ini. Percy kakak laki-lakiku sangat beruntung untuk tidak mengikuti kami sekeluarga pindah. Dia tinggal di flat kecil dekat kampusnya.

“ Jangan mimpi. Percy sudah pusing dengan kuliahnya, dia tidak perlu untuk kau tambahi bebannya.” Ucap Mom tajam.

“ Aku bukan beban. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”Jawabku keras dengan mata menyala. Beban…? menghina sekali kata-kata itu. Lanjutkan membaca The Wächter

In That House – 1

 

Title                 : In That House – 1

Authors            : Kapten EL and hgks11

Main cast        :

  • Yang Yoseob
  • Kim Kiera

 

Genre              : Family, Supernatural, Fantasy, Life

Rating              : General

Length             : Chaptered

A.N. :

—hgks11’s : huwaaa >.< author yang imut ini kembali lagi roomates! :3

Sekarang aku bawa ffku sama appa el! Kkkk~ semoga  kalian suka ya! Secara ffku kan abal-,- ga kayak appa el yang bagus u,u jadi.. aish, molla! I just hope you’re like it roomates! 😉 don’t forget to RCl yah! 

[Attention!] Di ff ini EL hanya ikut menulis di part 1 saja, part selanjutnya hanya aku yg akan menulis :”  tapi untuk naskah dan keseluruhan cerita dari ff ini, merupakan hasil pemikiran kami berdua :”

 

-oOo-

Lanjutkan membaca In That House – 1

[Twoshoot / Round 1] A Prince From The White Clock : The Scarlet Eyes

FF comeback ku dari hiatus~ ^^ tadinya mau publish awal April, seperti janji, tapi … net bermasalah, belum lagi sibuk, belum lagi tergoda sama video (?) SHINee jadi kelupaan … terus design request yang harus diberesin.. mianhaeyo ceritanya mengecewakan ._______.v 

Title : [Round 1] A Prince From The White Clock
Author : Van-MinKeyCode (@vanflaminkey91 on Twitter)
Genre : AU, romance, fantasy, angst, thriller, adventure (?)
Length : dwilogy
Rating : PG
Main cast :

  • Park Jiyeon T-ARA as Park Jiyeon / Airen
  • Lee Jinki SHINee as Onew / Chase
  • Choi Minho SHINee as Elias

Support cast :

  • Kim Kibum (SHINee) as Key / Aiden
  • Choi Jinri f(x) as Sulli
  • Jung Soo Jung f(x) as Krystal
  • Kim Myungsoo Infinite as L
  • Lee Taemin SHINee as Nikky
  •  Kim Jonghyun SHINee as Ty

Other cast : FIND BY YOURSELF!
Disclaimer : the story, its cover, ARE MINE!
Author’s Note : Twoshoot full fantasy author yang pertama xD. Ini full version status FF page Facebook PJYFF yang aku janjikan, dan benar-benar berbeda dengan yang ada di page alias aku remake penuh! Dan ini Cuma FF fantasy absurd yang gak layak, jadi yang baca ini harus sudah memantapkan hati (?)
WARNING :  typo, fantasy payah yang ga masuk akal, beberapa nama makhluk adalah NYATA (dalam mitos) sementara beberapa lagi KHAYALAN asli author.

Huruf bercetak miring bercampur tebal  adalah FLASHBACK.

***

Kabut tipis menyelimuti hampir seluruh dataran di sekelilingnya. Matanya terus menatap ke sana dan kemari dengan nyalang.

Di mana aku? Tiga kata itu mungkin yang terus bergentayangan dalam otaknya. Berputar-putar bagaikan sebuah fantasi yang akut. Bahkan telinganya mulai menangkap suara-suara meraung di kejauhan. A scary moan.

Uh, apa dia mengidap schizophrenia – penyakit kejiwaan yang menyebabkan kita seolah-olah mendengar suara di kepala kita? Tentu saja tidak! Dia masih normal, bahkan sangat sadar bahwa dirinya ada di tempat yang sangat aneh.

Matanya menyusuri setiap batang pohon yang lebarnya tidak lebih besar dari tubuh gadis itu. Mereka di mana-mana, menambah suasana mistis di sini. Di sekitarnya.

“Tuhan, aku ada di mana?” gumamnya setengah berbisik kepada diri sendiri. Tangannya memegang kepala yang terasa berat. Tubuhnya juga agak sakit. Ia benar-benar takut sekarang.

Ia berusaha mengingat dengan keras apa penyebab ia bisa ada di hutan yang bahkan tidak ia ketahui ada di negara apa. Tapi, sekeras apapun sel-sel otaknya bekerja, ia sama sekali tak mengingat apapun kecuali tawa canda teman-teman sekolahnya.

Tunggu, dia mulai bisa merangkai potongan gambar-gambar yang berkelebat cepat di otaknya. Sampai akhirnya ia menarik satu kesimpulan. Tadi, ia sedang duduk-duduk di bawah sebuah pohon ek di halaman belakang sekolah, sampai seorang pria dengan wajah tampan – walau ekspresinya dingin sedingin es – datang mengusiknya.

…dan pria itu… bersayap hitam!

“Siapapun! Kumohon, bawa aku kembali!” teriaknya frustasi. Percuma. Hanya terdengar bunyi gema suaranya dan suara burung yang terbang tinggi di atas. Ia melihat ke bawah, ke tubuhnya sendiri.

Hatinya mencelos saat menemukan dirinya masih berbalut pakaian sekolah. Bahkan gelang berwarna pink kesayangannya yang selalu ia pakai sebagai outfit wajib ke sekolah, masih menggelung diam di pergelangan tangannya.

Srek! Terdengar sebuah suara di belakangnya, yang langsung membuat bulu romanya meremang.

“Kau jangan takut, Park Jiyeon.” Mendengar namanya diucapkan dengan nada yang sedikit, hmm, menakutkan – Jiyeon tertegun sejenak. Perlahan, ia mulai menoleh dan mendapati seorang pria berdiri lima meter di belakangnya.

Pria yang sama seperti pria yang tadi.

“Siapa kau?!”

Pria itu tertawa kecil, “Tch, tak perlu kau tahu siapa diriku! Selamat tidur, Putri Airen!” serunya dengan suara bariton yang dipenuhi rasa percaya diri. Jiyeon tak mampu mendengar apapun setelahnya, karena pandangannya sudah gelap. Tubuhnya ambruk ke tanah. Lanjutkan membaca [Twoshoot / Round 1] A Prince From The White Clock : The Scarlet Eyes

[Oneshoot] Silent

Title : Silent
Author : Van-MinKeyCode (@vanflaminkey91)
Genre : AU, sad, angst, friendship, a little bit of fantasy – romance, and family.
Length : Oneshoot
Rating : G
Main cast : Kim Jonghyun SHINee as himself
Support cast :

  • Lee Eunsook (Onew girl version) as Eunsook
  • SHINee members
  • Ahn Jaekyo (@aajni537) as Jaekyo
  • Park Haejin (@fbi1002) as Kim Haejin (Jonghyun’s umma)
  • Lee Donghae SJ as Kim Donghae (Jonghyun’s appa)

Other cast : you can find it by yourself~ ^^
Summary : “Kau belum sepenuhnya yakin ingin masuk dan menjalani kehidupanmu. Kau masih ragu untuk kembali menjadi seorang Hallyu Star yang sukses dan menyita waktumu. Kau lelah dan ingin berontak. Jika ingin kembali, lupakan semua perasaan berontakmu dan … sayangilah dirimu sendiri.”

Disclaimer : I don’t own the casts, I just own the story and its cover. So, don’t think that this story is yours, cause I made this story with so many passions. COPYCAT ? GO AWAY!
Author’s Note : FF ini dipersembahkan untuk Jjong oppa yang ulang tahun 8 April ^^ tadinya mau dijadiin gore, horror dan mystery. Tapi pikir-pikir kasian Jongppa, masa dikasih FF begitu -____-“ happy reading from me! ^ ^

PS : maaf publishnya telat, modemku bermasalah .___.v dan maaf ceritanya ga nyambung, aku lg blank~~

***

“Anak Muda, setelah kau keluar dari ruangan ini kau telah tahu bahwa sebentar lagi kau akan kehilangan. Kau akan sedih…” Lanjutkan membaca [Oneshoot] Silent