[After Story of FON] Everlasting Love 2/?

sungri2

Tittle               : Everlasting Love 2/?

Author            : YuuriJung

Main cast       : Yesung, Jung Yuuri, Cho Kyuhyun, Seohyun, Lee Sungmin, Victoria f(x)

Support cast   : Super Junior, DBSK, Joo Sangwook, Lee Sunhee (OC)

Genre             : Romance, drama

Rate                : PG

Length            : Secuel

Previous chapter: 1

Disclaimer      : This story, Yesung and Yunho is MINE! >///< *plaak*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

~~~~~~~~~~~~~Happy reading~~~~~~~~~~~~~

Yunho tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kenapa setelah dua tahun menghilang ia bisa melihat Yuuri ada di hadapannya? Terlebih lagi di tempat yang tak terduga ini. Di panti asuhan kota Gwangju, tempat Yunho biasanya memberikan sumbangan.

“Oppa…”ucap Yuuri lembut ketika menyadari kehadiran Yunho. Ia tersenyum melihat Yunho yang masih terpana melihat dirinya.

Karena Yunho masih saja tidak bergerak menyambutnya, Yuuri menghampiri Yunho lalu memeluk kakak sepupunya itu. “Bogoshippo, Oppa…”

Yunho tersadar saat merasakan pelukan Yuuri. Ia balas memeluk gadis itu dengan erat. “Ya Tuhan, Jung Yuuri. Nae dongsaeng…”

Setelah mereka berpelukan lama, mereka duduk-duduk di halaman panti asuhan dan asik mengobrol. Ada banyak hal yang ingin mereka bicarakan setelah lama tidak bertemu.

“Selama ini kau kemana saja sih Yuu? Dua tahun lalu kau pergi tanpa pamit. Lalu saat kutanya pada Samchon dan Imo kau pulang ke New York tapi cuma sebentar.”kata Yunho.

Yuuri tersenyum. “Aku jadi relawan di banyak tempat Oppa. Membantu orang-orang yang memerlukan sambil memuaskan hobiku bertualang dan memotret. Menyenangkan deh!”ucapnya dengan nada gembira.

Yunho mengangkat alis. “Alasannya? Kau tidak mungkin tiba-tiba saja berpikir untuk kabur berpetualang kan?”

Yuuri tertawa. “Apa membantu orang butuh alasan? Oppa sendiri sudah lama menjadi donator di panti asuhan ini, apa alasannya?”

Yunho menghela napas. “Kau tahu bukan itu maksudku. Yesungie hyung…”

Senyuman Yuuri sempat menghilang sesaat, lalu ia kembali tersenyum. “Aku hanya merasa tidak pantas menjadi istrinya. Oppa tenang saja. Ia pasti akan mendapat pasangan yang lebih baik dari aku.”

“Setelah empat tahun pacaran?”Yunho berdecak. “Aku tidak mengenalmu setahun-dua tahun Yuu. Aku mengenalmu sepanjang hidupmu, dan aku tahu sebesar apa kau mencintainya. Aku yakin ada sesuatu hal yang membuatmu harus meninggalkan Yesung hyung.”

Yuuri tertawa, tapi suara tawanya terdengar begitu sedih di telinga Yunho. “Entah aku harus bersyukur atau tidak kau begitu mengenalku. Oppa benar, memang ada alasan. Tapi alasannya adalah yang sudah kusebutkan tadi.” Yuuri menatap Yunho dengan mata berkaca-kaca. “Aku merasa diriku tidak pantas menjadi istrinya. Dan kumohon Oppa, jangan tanyakan apapun lagi. Sampai kapanpun aku tidak akan kembali lagi padanya.”

Yunho menatap Yuuri sedih, lalu menarik gadis itu ke dalam pelukannya. “Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi.”ucapnya lirih. Tapi aku tetap akan mencari tahu yang sebenarnya Yuu…

Yunho lalu melepaskan pelukannya dari Yuuri. Ia memandang dalam-dalam mata Yuuri. “Kau tahu, saat aku mengenalkanmu pada Yesung hyung tujuh tahun yang lalu, dan melihat bagaimana kalian bertatapan, aku yakin sekali jika kalian ditakdirkan bersama.”

Yuuri tersenyum sedih. “Walaupun saat itu aku tidak mau mengakuinya, aku juga merasakan hal itu Oppa.”Kemudian Yuuri memandang ke langit. “Tapi… apa yang kita rasakan bisa berubah. Dan saat ini yang kurasakan, takdirku bukan untuk bersama-sama dengannya.”

Yunho hanya bisa menatap wajah sendu Yuuri dengan perasaan berkecamuk di hatinya. Ia merasa cemas dan…. Bingung. Ada apa sebenarnya dengan dongsaengnya ini? Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

***

Donghae lagi-lagi tidak bisa mengatasi rasa terkejutnya ketika melihat Yesung yang untuk kesekian kalinya tertawa saat mereka makan malam. Selama sebulan ini Yesung yang sebelumnya selalu murung semenjak ditinggal Yuuri, menjadi lebih sering tertawa. Dan ia tidak tahu apa alasannya.

“Hyung, apa Yesungie hyung sudah berbaikan dengan Yuuri?”bisik Donghae pada Sungmin di sebelahnya. Mereka berdua sama-sama menatap Yesung yang sedang tertawa ketika Heechul melontarkan lelucon sarkastiknya.

“Kurasa bukan Yuuri alasannya,”balas Sungmin dengan berbisik juga.

“Lalu?”

“Sekitar sebulan yang lalu aku dan Victoria pernah melihat hyung masuk ke restoran bersama seorang yeoja. Sepertinya yeoja itu pacar barunya.”

“Kau jangan bercanda hyung.”kata Donghae tak percaya. “Namja yang cinta setengah mati sama yeoja bernama Jung Yuuri itu bisa melirik yeoja lain? Aku akan putus dengan Jessica lagi kalau itu benar-benar terjadi.”

“Hati-hati kalau bicara, Donghae-ya.”ucap Leeteuk yang duduk di sebelah Sungmin dan mendengar pembicaraan kedua dongsaengnya itu. “Jongwoon memang ikut blind date dan sedang dekat dengan yeoja yang dipilihkan ibunya itu.”jelas Leeteuk.

“Siapa yang ikut blind date?”tanya Eunhyuk keras ketika ia yang baru saja kembali dari toilet, duduk di sebelah Donghae. Semua mata menoleh ke Eunhyuk, termasuk Yesung, ketika mendengar pertanyaan itu. Donghae ingin sekali menggetok kepala Eunhyuk karena mengucapkannya keras-keras.

Yesung tersenyum. “Aku.”jawabnya, membuat yang lain ternganga lalu berheboh-heboh ria.

“Mwo? Kapan Yesung-ah? Sama siapa?”

“Orangnya cantik tidak?”

“Kapan kau mau mengenalkan pada kami?”

Yesung terkekeh mendengar pertanyan-pertanyaan heboh member se-grupnya. “Kami baru bertemu beberapa kali dan belum begitu dekat. Nanti akan kukenalkan kalau kami sudah resmi.”jelasnya.

Kyuhyun yang duduk di sebelah Yesung hanya bisa mengernyit mendengar penjelasan hyungnya itu. Ia tersenyum masam. Yesung tidak benar-benar serius dengan yeoja itu. Jika tidak, mana mungkin ia masih sering datang ke apartemen Yuuri selama sebulan ini Yuuri tidak ada disana?

Yesung tidak tahu saja jika Kyuhyun sering bertanya pada satpam di kompleks apartemen Yuuri mengenai kedatangan Yesung.

Kyuhyun menghela napas pelan lalu kembali menyuap makanannya. Ada hal yang sangat dikhawatirkan olehnya dan juga Seohyun. Sebenarnya dimana Yuuri selama sebulan ini?

***

“Gomapta Oppa sudah mengantarku pulang.”ucap Yuuri pada Sangwook ketika mobil dokter itu berhenti di depan gedung apartemennya.

Sangwook menatap Yuuri khawatir. “Sebenarnya aku tidak setuju kau pulang. Seharusnya kau tetap dirawat sampai pengobatanmu selesai.”

Yuuri menggeleng pelan. “Pengobatan itu tidak akan berhasil jika aku terus-menerus terkurung di kamar rawat rumah sakit. Itu akan membuatku stress. Aku ingin punya keseharian yang normal.”

“Jadi, keseharian yang normal itu seperti apa? Kau akan kembali bekerja di stasiun tivi?”

“Tidak. Aku akan jadi relawan lagi di organisasi kemanusiaan.”

“Kau tidak boleh kecapekan, Yuuri.”ucap Sangwook tajam.

Yuuri tersenyum. “Oppa tenang saja. Aku hanya akan mengerjakan hal-hal yang ringan kok. Setidaknya aku bisa berguna saat aku masih hidup.”

“Kau akan hidup lama, Yuu.”ucap Sangwook dengan nada sedih.

Yuuri tertawa kecil. “Aku tahu jika aku ditangani oleh dokter yang hebat. Tapi tetap saja Tuhan yang paling menentukan Oppa. Sudahlah, jangan memasang tampang sedih begitu. Nan gwenchana.”

Sangwook menatap teman baiknya ini dengan sedih. Mereka dulu tetangga di New York sejak mereka kecil sekali. Lalu Sangwook sekeluarga kembali ke Korea saat namja itu berumur 18 tahun, sementara Yuuri 13 tahun. Mereka sesekali bertemu ketika Yuuri liburan ke Korea. Tapi ketika Yuuri pindah ke Seoul sendirian untuk merintis karirnya, Sangwook sedang berada di Jepang sehingga mereka tidak pernah bertemu lagi sampai sekarang. Setelah sekian lama tidak bertemu ia tidak pernah menyangka jika saat mereka bertemu, Yuuri akan menjadi pasiennya dengan penyakit separah itu.

Ia masih ingat dengan jelas sekitar tiga bulan yan lalu ia bertemu dengan Yuuri saat yeoja itu mendaftarkan diri sebagai pasiennya. Saat itu ia berteriak marah pada yeoja itu karena dari hasil pemeriksaan terkait penyakit Yuuri, yeoja itu sudah menahan sakitnya selama lebih dari dua tahun dan hanya mengkonsumsi obat-obatan sebagai penghilang rasa sakit. Padahal jika ia mengalami pengobatan sejak awal, mungkin penyakitnya bisa dapat ditangani dengan baik.

Tapi Yuuri hanya menatap Sangwook kosong dengan tatapan yang tidak pernah dikenali namja itu. Tatapan yang begitu dingin.

“Oppa, aku turun ya.”kata Yuuri, menyadarkan Sangwook dari lamunannya, lalu yeoja itu membuka pintu mobil. Sangwook turun lebih dulu lalu menghampiri Yuuri dan mengambil tas baju yeoja itu di kursi belakang.

“Biar aku antar ke dalam.”kata Sangwook dengan tangan kiri menenteng tas. Yuuri hanya tersenyum dan membiarkan Sangwook berjalan bersisian dengannya masuk ke gedung apartemennya.

Mereka berbincang-bincang ringan saat menuju ke apartemen Yuuri. Bahkan sesekali tertawa. Tapi Yuuri yang memang pada dasarnya masih lemah, merasa sedikit pusing ketika berjalan, sehingga Sangwook harus merangkul bahu Yuuri.

“Aku merasa tidak tenang membiarkanmu pulang dan tinggal sendiri disini,”gerutu Sangwook saat memapah Yuuri.

Yuuri menyandarkan kepalanya di bahu Sangwook, dan mereka terus berjalan, kali ini lebih pelan. “Kau bisa sering-sering mengecek keadaanku dengan menelpon,”

“Tidak akan sama jika aku bisa melihatmu, Yuu…”

“Lalu?”

“Bagaimana kalau kau tinggal bersamaku di rumahku?”

“Orangtuamu?”

“Aku kan sekarang punya rumah sendiri. lagipula mereka masih di Jepang. jadi bagaimana?”

“Hmm… akan kupikirkan.”

“Akan lebih menyenangkan kan kalau kita bisa bersama-sama seperti saat kita di New York? Kita akan bersenang-senang terus.”

Yuuri tertawa kecil.

***

Yesung turun dari mobilnya dan menghela napas melihat gedung apartemen di hadapannya. Sudah sebulan ini ia rutin mengunjungi apartemen Yuuri untuk melihat gadis itu, untuk mengetahui kabar gadis itu. Tapi ia sama sekali tidak menemukan Yuuri di apartemennya.

Yesung sangat khawatir. Apa kali ini Yuuri pergi lagi? Walaupun sebulan yang lalu ia bilang pada Yuuri jika mereka benar-benar berpisah, tapi Yesung berharap masih bisa melihat Yuuri.

Setelah terpaku sejenak di depan gedung apartemen itu akhirnya Yesung berjalan masuk. Ia menyapa ringan security apartemen yang sudah sangat dikenalnya itu, lalu berjalan terus ke lift.

Yesung keluar dari lift ketika sampai di lantai apartemen Yuuri. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara familiar Yuuri di belokan menuju apartemen gadis itu. Yesung tersenyum lebar mendengarnya dan melangkahkan kakinya lagi. Kemudian langkahnya kembali terhenti ketika melihat Yuuri menyandarkan kepalanya di bahu namja yang tidak dikenalnya.

Jantung Yesung berdegup kencang. Hatinya terasa sakit. Meskipun dari belakang, tapi ia tahu pasti jika yeoja yang dilihatnya itu adalah Yuuri.

“Kau bisa sering-sering mengecek keadaanku dengan menelpon,”

“Tidak akan sama jika aku bisa melihatmu, Yuu…”

“Lalu?”

“Bagaimana kalau kau tinggal bersamaku di rumahku?”

“Orangtuamu?”

“Aku kan sekarang punya rumah sendiri. lagipula mereka masih di Jepang. jadi bagaimana?”

“Hmm… akan kupikirkan.”

“Akan lebih menyenangkan kan kalau kita bisa bersama-sama seperti saat kita di New York? Kita akan bersenang-senang terus.”

Terdengar suara Yuuri tertawa kecil.

“Tawaran yang sangat menyenangkan Oppa.”

Airmata Yesung menetes ketika mereka berdua masuk ke dalam apartemen Yuuri.

***

Yesung menyetir mobilnya tanpa arah. Pikiran dan hatinya kacau saat mengingat apa yang dilihatnya tadi. Yuuri dengan seorang namja. Namja itu mengajak Yuuri tinggal bersama, dan yeoja itu mengiyakannya!

Sebelumnya Yesung yakin jika ia menuruti keinginan Yuuri untuk putus, suatu saat nanti ia bisa mengajak yeoja itu untuk berhubungan lagi dengannya. Tapi ketika melihat Yuuri dan namja asing itu, pembicaraan mereka yang mengarah ke hubungan yang serius, membuat Yesung yakin. Yuuri punya hubungan special dengan namja itu makanya ia memutuskan hubungan mereka berdua.

Yesung menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menundukkan wajahnya di setir mobil. Airmatanya mengalir. Ia sangat mencintai Yuuri. Sejak pertama kali ia melihat gadis itu, ia merasa jika takdir hidupnya adalah bersama dengan Yuuri.

*Flashback*

Yesung tidak bisa melepaskan matanya dari seorang yeoja cantik berambut ikal panjang dan berkacamata yang sedang berusaha menenangkan seorang anak perempuan yang sedang menangis. Yesung mengenal anak itu yang merupakan artis cilik. Tapi ia sama sekali tidak mengenali yeoja cantik itu. Apa yeoja itu bekerja di KBS TV ini? Atau malah yeoja itu ibunya anak kecil itu?

Yesung menggelengkan kepalanya pelan, berusaha menyingkirkan kemungkinan terakhir. Yeoja itu terlalu muda untuk punya anak berumur enam tahun. Atau itu hanya dirinya saja yang berharap begitu?

Yeoja cantik itu terlihat berhasil menghentikan tangis anak itu, lalu tersenyum lebar. Senyuman yang membuat jantung Yesung berdebar kencang. Kemudian ia melihat namja bertubuh tinggi dan bermata musang menghampiri yeoja cantik itu. Mereka berbicara dengan akrab, membuat Yesung sedikit dikuasai oleh kecemburuan. Ketika namja itu selesai berbicara dengan yeoja pujaan Yesung itu, ia menghampiri Yesung.

“Hyung! Sedang apa disini sendirian?”Tanya namja itu.

“Eh? Ng… aku sedang menunggu Kyuhyun.”kata Yesung tanpa melepaskan matanya pada yeoja cantik itu. Sesaat mata Yesung bertemu dengan mata cokelat yeoja tersebut, dan Yesung merasa dunia seakan berhenti. Mata cokelat bening itu seakan-akan menghipnotisnya. Mereka berpandangan cukup lama, sampai akhirnya yeoja cantik itu tersenyum kecil, membuat jantung Yesung berdebar dengan sangat kencang.

Namja yang memanggil Yesung dengan sebutan ‘hyung’ itu mengikuti arah pandangan Yesung, kemudian berdecak pelan.

“Dia cantik ya?”

“Ne. neomu yeppeo.”kata Yesung tanpa sadar, sambil terus memperhatikan yeoja cantik yang kini berjalan menjauh dengan menggandeng anak kecil itu. Namja yang berada di samping Yesung itu tertawa. “Eh, maksudku…. Maksudmu apa sih Yunho?”ucap Yesung gugup.

Namja bernama Jung Yunho itu tertawa. “Namanya Jung Yuuri, dia adik sepupuku. Dia baru mulai bekerja disini sebulan yang lalu sebagai reporter. Hyung mau kukenalkan padanya?”

***

“Yunho Oppa benar-benar menyebalkan!”umpat Yuuri kesal saat melihat antrian yang panjang di hadapannya.

Setengah jam yang lalu Yunho menelponnya dan memintanya (atau lebih tepatnya menyuruhnya secara memaksa) untuk membelikan 5 ice coffee untuk kelima member DBSK. Awalnya Yuuri menolak, karena biasanya manager mereka yang membelinya. Tapi Yunho beralasan jika manager mereka sedang sibuk dan ia butuh asupan kafein segera. Alhasil Yuuri yang memang hari itu tidak bekerja dan sengaja ikut kegiatan DBSK, harus mengikuti keinginan Oppa tercintanya termenyebalkannya itu.

“Tahu begini aku lebih baik tidak datang.”gerutunya lagi. “Aku kan hanya ingin melihat persiapan latihan mereka sebelum konser. Kenapa aku harus ikut-ikutan repot sih! Trus kenapa juga harus beli disini?! Tempat ini kan jauh!”

Yuuri masih saja mengumpat pelan, sambil terus sesedikit berjalan maju di antrian itu. Saking kesalnya, pikirannya menerawang jauh memikirkan ucapan-ucapan mengesalkan apa yang bisa ia lontarkan ke Yunho, sampai-sampai ia tidak sadar jika ini sudah gilirannya memesan di konter.

“Selamat siang, Anda ingin memesan apa?”

Yuuri terkejut mendengar sapaan ramah itu. Ia mengalihkan pandangannya pada sosok di balik konter itu, dan matanya mengerjap kaget melihat manik mata hitam itu.

Manik mata hitam yang sama seperti saat itu. Manik mata hitam yang seolah menghipnotisnya dan membuatnya terpesona.

***

 

Yesung tidak bisa mengalihkan pandangannya pada gadis berambut panjang yang sedang berdiri di antrian itu. Gadis itu sedikit menundukkan wajah dan terlihat cemberut, membuat Yesung merasa gemas melihat ekspresinya. Ia terus memperhatikan gadis itu ketika melayani fansnya pelanggannya. Merasa tidak sabar untuk berbicara dengan gadis itu.

Antrian semakin maju dan tibalah saat gadis itu yang memesan. Yesung penasaran dengan suara si gadis ini. Apa ketika gadis itu berbicara denganny, suara gadis itu akan sama lembutnya saat ia berbicara dengan anak kecil saat itu? Jantung Yesung berdetak kencang mengantisipasi hal itu.

Yesung merasa gugup melihat wajah gadis itu dari dekat. Ia menyapanya ringan, tapi tak ada jawaban. Sepertinya gadis itu sedang melamun.  “Selamat siang, Anda ingin memesan apa?”ucap Yesung dengan suara lebih dikeraskan. Gadis itu terkejut, dan Yesung menahan napas saat menatap mata cokelat yang mengerjap kaget itu.

“Ne?”ucap gadis itu pelan, kemudian ia terlihat sangat terkejut. “Ka… kau… Yesung Super Junior?!”

Yesung tersenyum melihat reaksi gadis itu. Suara gadis itu tidak selembut saat itu ternyata, tapi sama merdunya. “Itu memang namaku.”

“Sedang apa kau disini?”Tanya gadis itu polos, membuat bibir Yesung tersenyum heran.

“Ini kafeku.”jawab Yesung singkat.

“Aku tidak tahu ini kafemu. Pantas saja antriannya panjang dan banyak orang yang membawa kamera.”ucap gadis itu pelan seperti menggumam, tapi Yesung masih bisa mendengarnya. Kemudian seorang fans dibelakangnya mencoleknya, dan menggerutu untuk menyuruhnya cepat. “Ah jeseongieyo, padahal kau tidak mengenalku. Tapi aku malah mengajakmu bicara panjang. Aku pesan 6 ice cappuccino.”

Yesung tersenyum lalu membuatkan pesanan gadis itu. “Aku mengenalmu.”kata Yesung saat memberikan pesanan gadis itu yang sudah jadi.

“Ne?”

“Kau adik sepupu Yunho, Jung Yuuri. Aku pernah melihatmu di KBS TV.”

Yuuri tersenyum. “Ne. Sayangnya namja menyebalkan bernama Jung Yunho yang suka sekali mengerjaiku itu adalah kakak sepupuku. Ia bahkan menyuruhku membeli ice cappuccino untuknya dan membernya di kafemu ini, yang jaraknya jauh sekali dari tempat konsernya.”ucap Yuuri dengan menngernyit sebal.

Yesung menyeringai kecil. Sepertinya Yunho sengaja menyuruh Yuuri kesini karena ia melihat Yesung yang begitu tertarik dengan gadis itu. Good job, Yunho!

“Aku harus segera kembali sebelum fans-fansmu dibelakang semakin tidak sabaran. Gamsahamnida, Yesung-ssi.”ucap Yuuri lalu berlalu membawa ice coffee-nya. Meninggalkan Yesung yang masih tersenyum menatap kepergiannya.

***

Yuuri meletakkan tangan kanannya di atas dada sebelah kirinya dan mengernyit heran. Kenapa jantungnya berdetak sekencang ini saat menatap manik mata hitam milik Yesung itu? Padahal ini bukan pertama kalinya ia bertemu dengan orang terkenal. Bahkan saat bertemu keempat member DBSK yang sangat diidolakannya itu jantungnya tidak berdetak sekencang ini.

Yuuri tersenyum mengingat pandangan mata Yesung tadi. Mata hitam itu terlihat sangat lembut saat menatapnya. Belum pernah sebelumnya Yuuri menerima pandangan selembut itu dari seorang namja. Memikirkan hal itu saja membuat pipinya bersemu merah.

Yuuri terus berjalan sepanjang trotoar menunggu taksi kosong yang lewat. Tapi bukannya taksi kosong yang berhenti di depannya, malahan sebuah mobil hitam. Awalnya Yuuri mengabaikan kehadiran mobil itu, tapi ia menoleh juga ketika sebuah suara menyebut namanya.

“Yuuri-ssi!”

Yuuri mendekati mobil itu dan melihat namja yang barusan dipikirkannya itu berada di balik kemudi mobil. “Yesung-ssi?”

“Masuklah. Akan kuantar ke tempat Yunho.”tawar Yesung ramah.

“Ah, anhiya. Tidak usah repot-repot Yesung-ssi.”tolak Yuuri halus.

“Aku akan pergi ke arah yang sama denganmu. Jadi sama sekali tidak merepotkan.”bujuk Yesung. Sebenarnya ia berbohong. Ia sengaja menyusul Yuuri tidak lama setelah gadis itu keluar dari kafenya dan mencarinya. Tentu saja ia berniat mengantar Yuuri agar dapat mengobrol lebih lama dengan gadis itu.

Yuuri terlihat ragu. Apa tidak apa-apa menerima ajakan namja yang belum dikenalnya ini? Tapi Yesung terlihat baik. Sangat baik malah.

“Sepertinya ini memang benar hari yang buruk ya. Ajakanku ditolak gadis cantik.”desah Yesung seolah-olah sangat kecewa.

“Baiklah, aku ikut.”ucap Yuuri dengan wajah bersemu merah. Yesung menyeringai senang ketika membukakan pintu untuk Yuuri.

Yuuri tersenyum melihat wajah gembira Yesung. Entah kenapa ia merasa ekspresi Yesung terlihat begitu menggemaskan.

“Ah ya, aku belum mengenalkan diri secara resmi.”ucap Yuuri. “Je ireumeun Jung Yuuri imnida. Bangapseumnida, Yesung-ssi.”Yuuri mengulurkan tangannya yang langsung dijabat oleh Yesung.

“Kim Jongwoon imnida. Nado bangapseumnida, Yuuri-ya.”ucapnya, tersenyum hangat.

Aliran rasa hangat dari tangan mereka membuat jantung mereka berdua berdegup kencang.

Saat itulah. Saat mereka saling berpandangan lama untuk pertama kalinya, saat tangan mereka bertautan untuk pertama kalinya. Saat itulah mereka menyadari, jika mereka ditakdirkan untuk bersama.

 “Kim Jongwoon imnida. Senang sekali mengenalmu, Yuuri.”

*End of flashback*

Yesung selalu menganggap Yuuri segala-galanya untuknya. Dan ia pun berpikir Yuuri merasakan hal yang sama padanya. Makanya ia yakin jika Yuuri punya alasan yang tidak bisa diungkapkan ketika meninggalkannya. Yesung yakin alasan itu bukanlah namja lain.

Tapi pemandangan tadi membuat keyakinannya runtuh seketika. Yuuri mengkhianatinya demi namja lain.  Kenapa gadis itu tega menyakiti hatinya separah ini? Apa yang kurang dari dirinya? Apa salahnya pada gadis itu?

Yesung merasa jadi orang yang paling menyedihkan di dunia. Karena saat ini, walaupun rasa benci dan marah pada Yuuri muncul, rasa cintanya pada gadis itu tetap sama besarnya.

Apa yang harus dilakukannya sekarang?

***

Lee Sunhee mengernyit mendengar suara dentuman musik di bar yang ia masuki. Matanya mencari-cari namja yang tadi menghubunginya. Kemudian ia menemukan namja itu, duduk sendirian di depan meja bartender dengan berbotol-botol bir di hadapannya.

“Kim Jongwoon-ssi,”panggilnya. Yesung menoleh dan tersenyum lebar melihat Sunhee.

“Ah! Sunhee-ssi! Kau datang!”ucapnya dengan suara yang terdengar ceria dibuat-buat. Sunhee menghela napas lalu duduk di samping Yesung.

“Kau mabuk.”kata Sunhee.

“Anhi.”jawab Yesung lalu meminum birnya.

“Untuk apa kau menyuruhku kesini?”

Yesung menatapnya tersenyum. “Tentu saja untuk menemaniku minum. Hei! Berikan yeoja ini minuman yang sama denganku!”

Tapi Sunhee menatap bartender dan menggelengkan kepalanya. Bartender pun tidak jadi memberikan pesanan Yesung untuk Sunhee.

“Kenapa kau tidak mau minum?”protes Yesung.

“Aku lebih ingin mendengar cerita tentang masalahmu.”kata Sunhee dengan memegang lengan Yesung lembut.

Airmata Yesung menetes. Ketika melihat senyuman lembut Sunhee, ia membayangkan jika yeoja yang di hadapannya ini adalah Yuuri. Yesung menangkup kedua pipi Sunhee dengan kedua tangannya. “Yuu… Neomu yeppeo,”ucapnya pelan dan lembut. Yesung mendekatkan wajahnya pada Sunhee, dan tubuh Sunhee terpaku melihat wajah Yesung yang semakin mendekat. “Yuu… Saranghae. Nan jeongmal saranghaeyo…”Kemudian bibir mereka berentuhan.

Sunhee memejamkan matanya ketika merasakan sentuhan bibir Yesung. Ia tahu ini tidak benar, ia tahu jika Yesung menganggapnya yeoja lain. Tapi ia menginginkan ini. Ia menyukai Yesung.

~TBC~

Mianheeeeee readers-deuullll~~~

Baru sadar kalo udh lama gk update disini. =___=”

FF ini masih lanjut kok, tp updatenya di wp pribadi saya. hehe~ udh smpe chap 5^^

Cerita di FF ini ntar ada selingan flashbacknya dr jaman Sungri jadian smpe gimana putusnya. Jd mohon sabar sm alurnya yg gaje yaaa^^

5 thoughts on “[After Story of FON] Everlasting Love 2/?”

  1. yeah.. Setelah setengah tahun nunggu di sini akhirnya muncul jg..
    Huwoo.. Senangnyaaaa.. Apalagi scene-nya Dr.kim dohan, ups.. Dr.joo yg kece badai.. Rasanya mau teriak2 gaje.. Yah walaupun kasian sih ama yesung yg cemburu dgn kedekatan yuu-sangwook,,
    aha! Next part ditunggu.. Trutama dr.joo-nya..#salahfokus

  2. OMOOO!!!
    ANDWAE!!!
    Kenapa sama ceritanya kaakkkk??? Apa yang terjadiiii *shock*

    Boleh gakk aku kasih tau Yesung yg sbnrx skrg?? Biar nanti gak lebih salah paham 😳😳
    *abaikan*

    Eh tadi aku ketemu typo lohh kak 😆😆
    Cuma atuuuu kog ckckckckck

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s