Arsip Tag: g dragon

Need Casts :D [MY HEAVEN]

‘Kehidupanku berubah saat aku mengenal mereka. Aku hidup bersama Ibu angkatku yang ternyata seorang Enterntainer. dan ternyata Okasan mengenal Boyband kesukaanku, Bigbang. Aku diasingkan dari Jepang dan harus pindah. Guess What! Aku dikirim untuk tinggal bersama mereka. Inilah kisah hidupku selama aku tinggal bersama mereka. Dari persahabatan, perkelahian, bahkan percintaan. Mungkin inilah yang disebut My Heaven. Mereka mengajariku sesuatu yang berarti’

Anyyeong yoreubeun 🙂

Anin mau cari cast cewek 5 orang. Yang mau seperti biasa Email ke Anin di

dityagita@yahoo.com

isinya:
*namkor:
*bias di bigbang:
*umur:
*sifat:

Anin tunggu sebelum tanggal 24 September. Anyyeong ^^

PS: Mianhe Anin ngga terima casts yang di comment.

My Perfect Marriage [CHAPTER 6]

Author: Aninditya

Rate: General

Casts: Kwon Jiyoung, G dragon,daesung, TOP, taeyang, Seungri

@airport

JiYoung POV’s

Pagi ini kami sudah berada di bandara. Beberapa menit lagi kami harus check-in keParis. Tentu saja kepergianku tidak dirahasiakan. Semua VIP sudah berkumpul dibandara. Aku hanya tersenyum melihat banner bertuliskan, ‘SELAMAT JALAN G-RA COUPLE’

“kau sudah siap? Tiket semuanya?” tanyaku kepada yeoja disebelahku. Mukanya terlihat sekali kalau dia takut untuk pergi bersamaku.

”ne~ semua sudah siap.”

”hyuuung!!!” kami menoleh dan mendapati para anggota bigbang sudah disana.

”ah, kalian datang ya oppadeul?” tanya HyunRa sambil membungkukkan badannya dan tersenyum manis. Aish! Aku tidak suka.

”tentu saja. HyunRa-ah, kau pulang harus membawa keponakan ya buat kami! Haha”

”ya Daesung. Kau ini bicara apa?” tanyaku sambil menjitaknya

”hyung, jaga HyunRa-ah baik-baik ya. Dia ini yeobo mu.”

”ne ne SeungRi. Arrasseo.”

”hei HyunRa, kalau ada apa-apa jangan takut untuk hubungi kami ya.”

”TOP oppa, tenang saja. Pasti Youngie menjagaku.”

“aah, kalian ini membuatku iri. Lihatlah VIP, lihat banner itu. Apa-apaan itu ‘SELAMAT JALAN G-RA COUPLE’.”

”hahaha bukankah itu bagus youngbae?”

“oppa!! Sudahlah. Ini juga!” kata HyunRa sambil mencubitku.

“ah! Tak usah mencubit lenganku.” Aku melihat mukanya yang memerah karena malu. Hahaha

“kyaaa~ GD oppa!! Berbahagialah~”

Aku memeluk bahu Hyunra dengan satu tangan.

“ne~ jeongmal gomawo VIP. Aku tetap cinta kalian walaupun aku punya HyunRa” kataku sambil melambaikan tangan kearah VIP

“mwo?! Aku juga bisa. VIP, tenang saja. Masih ada 4 oppa yang lajang!! Rebut hati mereka. GD sudah menjadi milikku” HyunRa berteriak sambil memeluk pinggangku.

Aish! Hal ini membuatku gila. Sejak kapan dia juga berani seperti ini?

”kyaaa~ selamat jalan G-Ra!!” teriakan VIP menyadarkanku.

”gomawo VIP~~” kataku dan HyunRa berbarengan sambil membungkukkan badan kami.

”kajja. Semua, kami berangkat ya.”

”oppadeul. Tenang saja, kami akan beli oleh-oleh untuk kalian.”

”aku mau yeoja Paris hyung!”

”ya! SeungRi, carilah diantara VIP saja.” Kataku sambil menjitaknya

“hahaha, hati hati ya”

            “byeee” kataku sambil berjalan menggandeng yeoboku.

@plane

HyunRa POV’s

Ah, apakah JiYoung tau bahwa aku takut naik pesawat? Aish. Aku lupa bilang lagi.

”gwenchana HyunRa-ah?” Jiyoung bertanya sambil memegang dahiku.

“anhi, aku baik baik saja kok youngie.”

”kau, mabuk udara?”

”anhi. Aku tidak mabuk”

Pramugari itu sudah memulai peragaan sabuk pengaman. Aku hanya diam dan memejamkan mataku. Terlalu takut untuk melihat luar. Kenapa JiYoung menaruhku didekat jendela.

”HyunRa, kau tidak memakai sabukmu?”

”nanti saja.”

”HyunRa-ah, ada apa? Bilang padaku. Jangan membuatku khawatir.”

”aku tidak apa apa kok. Tenang saja.”

”kenapa kau memejamkan matamu rapat sekali? Ini sudah hampir berangkat, kau belum mau pakai sabukmu?”

”nanti saja.”

”baiklah.” aku marasakan aroma tubuh JiYoung begitu dekat. Aku mencoba membuka mataku. Omo! jiYoung memakaikanku sabuk pengaman. Aku bisa mencium aroma parfumnya.

“sudah. Kau baik-baik saja?” aku hanya diam mematung melihatnya.

Dia membuatku berdebar-debar. Nguuuung. Aku mendengar bunyi itu, ah, mulai jalan tidak tidak!!!

JiYoung POV’s

Aku khawatir melihat HyunRa mulai pucat. Apakah dia mabuk udara?

”kau, mabuk udara?”

”anhi. Aku tidak mabuk”aku hanya melihatnya bingung. Mukanya mulai pucat. Aish! Sebenarnya kenapa sih anak ini?

”HyunRa, kau tidak memakai sabukmu?”

”nanti saja.”

”HyunRa-ah, ada apa? Bilang padaku. Jangan membuatku khawatir.” aku benar-benar khawatir dengan keadaan HyunRa.

”aku tidak apa apa kok. Tenang saja.”

”kenapa kau memejamkan matamu rapat sekali? Ini sudah hampir berangkat, kau belum mau pakai sabukmu?”

”nanti saja.”

”baiklah.” aku memutuskan mekaikan sabuk pengaman kepadanya. Pesawat sudah mulai jalan. Kalau dia belum memakainya akan bahaya.

“sudah. Kau baik-baik saja?” tanyaku sambil melihatnya. Ia hanya melihatku dengan wajah merahnya. Haha dia lucu sekali.

”Youngie!!” dia berteriak sambil memelukku.

”HyunRa, kau tidak apa-apa?!! hyunRa?!!” aku mengetuk-ketuk kepalanya tapi tidak ada reaksi. HyunRa-ah, jangan bikin aku sport jantung seperti ini.

”Youngie, diamlah dulu. Aku, sebenarnya aku takut naik pesawat.”

“mwo?! Bhffff, hahahaha. Kau ini,” aku melepaskan pelukannya dan melihat dia memejamkan matanya rapat. Dia sangat pucat.

”gwenchana? Kenapa tidak bilang sih? Kau membuatku takut.” kataku sambil memeluknya.

”tunggu sampai pesawat ini diudara dan aku akan melepasmu ok?”

Dia hanya menganggukkan kepalanya. Aku bisa merasakan dia pasti sangat takut.


HyunRa POV’s

Aish, memalukan. Akhirnya aku dipeluk JiYoung sampai pesawat ini stabil diatas udara.

”gwenchana HyunRa-ah? Sudah baikkah?”

Aku mengangguk dan melepaskan pelukan JiYoung.

”gomawo Youngie, aku sangat takut.” Jiyoung melihatku dengan wajah khawatir

“haha, kau kenapa tidak bilang. Jangan buat aku khawatir lagi ok? Kalau ada apa-apa, jangan malu untuk katakan.”

Aku hanya mengangguk mengiyakan omongannya.

”HyunRa-ah, aku mau tidur, kalau ada apa-apa, bangunkan aku saja ok?”

            ”ne. Selamat tidur.” begitu aku menoleh kearahnya, dia sudah memejamkan mata. Dia terlihat lucu sekali kalau tertidur. Melihatnya tertidur, aku jadi ingin tidur. Hoaahm lebih baik aku juga tidur.

”HyunRa-ah, HyunRa ah, ayo bangun”

“mmm, ada apa JiYoung?” kataku sambil mengucek mataku.

”kita hampir sampai.”

”benarkah? Berarti sebentar lagi akan landing?” ketakutanku langsung muncul.

”tenang saja. Semua pasti akan baik baik saja ok?” dia tersenyum untuk menenangkanku. Tapi senyumnya tidak bisa membuatku tenang.

Beberapa menit kemudian aku dapat merasakan pesawat mulai turun. Bagaimana ini?!! Aku sama sekali tidak dapat merasakan tanganku sendiri. Tiba-tiba tanpa diminta Jiyoung menarikku dan memelukku.

            ”semua akan baikbaik saja HyunRa”

@airport

JiYoung POV’s

”hei HyunRa, pasti diluar sudah banyak VIP. Kau bersiaplah ok?”

“ne Youngie.”

            “kajja” ajakku sambil menggandengnya.

“kyaa~ G-Ra!! Welcome toParis!!”

“ThankYou VIP. I’m G-Dragon and this is my wife, HyunRa. Anyyeong.” Kataku sambil memeluk bahu HyunRa yang sepertinya kaget dengan pelukanku.

”Good Morning VIP, are you G-D’s fans?”

“yeees!!!!”

“don’t think too much! He’s married! Hahaha”

“hahaha!! Chukkae G-Ra!!”

“gomawo VIP!!” kata HyunRa sambil membungkukkan badan.

            ”byee!!!” aku menuju mobil sambil menggandeng HyunRa.

@car

”hei HyunRa, aku baru tau kau bisa bahasa Inggris lancar.”

”aku juga baru tau kalau kau bisa bahasa inggris. Haha” jawabnya sambil tertawa puas.

”mwo? Kau meremehkanku?” kataku sambil mendekati mukanya bermaksud untuk menggertaknya. Aku bisa melihat mukanya memerah. Dia malu. Haha

”Kwon JiYoung, jangan macam-macam ya!”

“ini tidak papa kan? Kita kan sudah suami istri. Sudah 1 bulan.”

“tapi, Ya!! KWON JI YOUNG menyingkirlah!!”

“hahaha. Ne ne. mianhe yeobo.”

“mianhe mianhe! Awas kalau kau begitu lagi! Aku akan tidak segan mencubitmu kau tau!”

HyunRa POV’s

”ah, sudah sampai.” teriak JiYoung mengagetkanku. Aku langsung bangun dan kaget dengan apa yang terjadi.

”JiYoung! dasar mesum!!” kataku sambil memukulnya

”aaw!!Adaapa? Apa salahku?!”

“aku kenapa tidur dibahumu? Dan kenapa juga tanganmu ada di pahaku?”

”ya HyunRa! Kau tidak ingat? Kau ketiduran dan tidur dibahuku. Aku jadi ikut ketiduran deh. Aku juga baru bangun tau! Masalah tangan, mungkin karna tadi tanganku terjatuh dari pahaku. Puas?!”

”aish! Dasar mesum!”

Pletak!

”aw! Ya Youngie! kenapa menjitakku?”

“Berhenti memanggilku mesum bodoh.”

            ”ne ne.” aku hanya dapat mengiyakan sambil mengusap-usap kepalaku.

”waah, kenapa kamarnya luas sekali?”

”ini  hadiah pernikahan dari papa Teddy. Jadi dia menyewakan kamar khusus honeymoon”

”mwo?!”


@hotel

HyunRa POV’s         

Aah, ternyata hotelnya dekat dengan menara Eiffel. Jadi ingin kesana.

”Youngie, kita ke Eiffel yuk!” ajakku sambil menggoyangkan badannya yang tengkurap diatas kasur

”nanti malam ya…”

”jinjja?! Benar ya? Janji.”

            ”janji janji. Sudah diam”

”Youngie, bangun! Ayo dong, katanya mau ke Eiffel?” aku mencoba membangunkannya. Tapi dia tetap saja tidak bangun.

“Youngie!!! Bangun  dong! Kau kan janji mengantarku ke menara Eiffel.”

”mmmh, iya iya. Kau sudah siap?”

“sudah. Cepatlah. Youngie”

“iyaa” dia mulai bangun. Aku menariknya masuk kekamar mandi.

”cepat mandinya ya!!”

”hei HyunRa, mau ikut mandi?” katanya didepan kamar mandi

Kudekati dia, dan mendorongnya masuk ke kamar mandi.

”kapan kau akan bangun Kwon JiYoung!” ucapku sambil menutup pintu kamar mandi.

            ”hahahahah” aku dapat mendengar dia tertawa puas dari dalam. Cih!

@eifels road

JiYoung POV’s

Hoaaahm, aku masih merasa jetlag. Tapi demi HyunRa aku paksakan diriku untuk menemaninya.

”Youngie, apa kau masih mengantuk? Mau kubangunkan?”

”eh?” aku melihatnya sambil menunjukkan tampang mengantukku. Aku berpikir dia akan menciumku ternyata

”aaaaw!! Lepaskan tanganmu HyunRa!”

”bangun yah sayang… hahaha”

Sialan. Dia mencubit dua pipiku. Dasar.

“ya, kemari kau yeobo jahat! Aku cubit balik!!!” aku melihatnya dia berlari didepanku.

“haha, tangkap saja kalau bisa!!”

Aku pun berlari untuk mengejarnya. Dia berlari kearah menara Eiffel dengan senang. Sepertinya, aku mulai menyukainya.

@eiffel

”waaaah, bagus banget ya Youngie.”

“enggak, biasa aja. Aw! Jangan cubit!” aku merasa pinggangku dicubitnya. Karena aku tidak terima jadi aku mencubit pipinya

”aw! Kau juga jangan cubit! Makanya jangan nakal padaku.”

Aku terus saja mellihat ke arah pemandangan. Sengaja aku tidak melihat sekitar. Aku tau disini pasti banyak yang berciuman

”omo!!” aku menoleh melihat apa yang dilihat oleh HyunRa.

”bhfff hahaha. Jangan dilihat. Kau harusnya tau kan kalau akan ada banyak pasangan disini.”

”tapi kan aku tidak memikirkan bahwa mereka akan berciuman disini”

Aku melihatnya, wajahnya memerah.hahaha lucu sekali. Timbul ide keisenganku.

” HyunRa-ah,” aku menariknya ke dalam pelukanku. Ia terkaget. Hyunra mengadahkan kepalanya melihatku. Aku mendekatkan mukaku. Lihat, mukanya bertambah merah. Hahaha. Aku tidak kuat melihatnya merapatkan matanya seperti itu. Hahaha

Aku tidak tahu apa yang membuatku melakukannya. Aku mencium keningnya.

~TBC~

 

NEXT CHAPTER:

”tidurlah disini aku tidak akan macam-macam.” GD POV’s

”aaaaa!!! KWON JIYOUNG!!!!” HyunRa POV’s

My Perfect Marriage [CHAPTER 5]

Author: Aninditya

Rate: General

Casts: Kwon jiyoung, g Dragon, TOP, Taeyang, Seungri, Daesung, Sandara Park, Dara

 

Author’s Notes:

Anyyeong 🙂 kalian pada bingung nggak kenapa MPM di post 2 kali sehari? karena Anin kasian sama yang penasaran sama lanjutannya. wkwk jadi dengan senang hati Anin nge post lagi. yah, itung-itung ini makasih dari Anin. Enjoy reading guys ^^

@St. LouisChurch

HyunRa POV’s

Aku sudah dalam balutan pakaian pengantinku. Ah, akhirnya tiba juga saat-saat ini. Aku sama sekali belum melihat Jiyoung. bagaimana dia? Selama fitting baju dia tidak mau dilihat olehku. Dia juga sama sekali belum melihatku memakai gaun ini. Semua aku yang memilih. Dia hanya memberi komentar.

Tok tok tok

“HyunRa, kau sudah siap?” rupanya Mr. Kwon yang datang.

            “ne~ siabeoji”

“kyaa~ Hyunra-ah, kau cantik sekali…” ah, aku tau dari suaranya pasti Dami onni.

“gomawo onni.”

“jangan gugup. Ayo kita masuk.”

Wedding march sudah terdengar. Ah, akhirnya inilah hari pernikahanku. Aku melangkah dengan pelan tapi pasti. Mr. Kwon menggenggam tanganku dengan yakin. Aku melihat keseluruh ruangan. Semuanya adalah artis. Aku mencari SunYa ahjumma di barisan depan. Aku melihat ahjumma menyeka matanya. beliau terlihat bahagia sekali. sewaktu aku memberitahu ahjumma untuk menikah, ia tersenyum dan hanya mengangguk. Jiyoung terlihat sekali gugup, tapi senyumnya tetap saja merekah. Dan dia terlihat ehem tampan sekali. Aku baru pertama kali melihatnya dalam balutan tuxedonya. Tuxedo putih keemasan yang kupilih.

Mr. Kwon menyerahkan tanganku kepada Jiyoung.

” Kwon JiYoung, jagalah HyunRa.”

“ne aboji.” Kata JiYoung sambil membungkukkan badannya.

Author POV’s

“apakah kau berjanji akan mencintainya dalam suka dan duka Kwon JiYoung?”

“saya berjanji.”

“apakah kau berjanji akan mencintainya dalam suka dan duka Kim HyunRa?”

“saya berjanji”

“silahkan pakaikan cincin pernikahan kalian tanda ikatan sah kalian.”

Mereka saling menukarkan cincin. Cincin yang dipilih oleh mereka berdua. Tidak mewah. Hanya satu berlian yang menghiasi.

“dan sekarang, Kwon JiYoung kau boleh mencium istri sah mu”

Terdengar sorakan dari para tamu yang datang. Dan paling keras sorakan dari member Bigbang terutama Seungri.

HyunRa POV’s

“jangan macam-macam Kwon Jiyoung” ancamku berbisik

“aku harus bagaimana? Kau tahu ini disiarkan kepada wartawan. Mianhe Kim Hyunra.” bisik Jiyoung dengan panik sambil membuka cadar pengantinku.

Ia mendekatkan wajahnya. Walaupun terlihat pendek ternyata dia jauh lebih tinggi dari pada aku. Ah, bukan saatnya Kim HyunRa!

”Kwon Ji Young, what would you do?!” bisikku

“shikkuro!” bisik JiYoung dengan gemas.

Ah, appa, eomma, eottohke?? Bagaimana ini??? Bibir JiYoung semakin dekat dengan dahiku. Aku hanya bisa menutup mataku berharap bagian ini dilangkahi.

“Happy Birthday Yeobo.” Kata Jiyoung dengan keras.

Aku langsung membuka mataku dengan kaget. Aku merasakan bibir hangat JiYoung mencium dahiku. Semua tamu pada bertepuk tangan dengan meriah. Blitz kamera dari wartawan semakin merajalela. Aku hanya diam dan tercengang.

@wedding party

Jiyoung POV’s

”kau tahu, aku harus mencuci dahiku dengan sabun berkali-kali tahu!” bisik yeoja disebelahku dengan gemas.

”ya! Aku juga harus mencuci bibirku Kim HyunRa!” balasku dengan sengit. ia tidak tahu apa itu adalah ciuman tulusku.

”ya kalian berdua! Kenapa wajah kalian seperti itu? Pasti lagi bertengkar kan?” suara Youngbae mengagetkan kami yang sedang bertengkar.

”anhi” jawabku bersamaan dengan HyunRa.

”kami baik-baik saja kok. Ah, haha” kataku sambil memeluk bahu Hyunra.

”ya GD, kenapa kau mendahuluiku hah? Harusnya aku dulu yang menikah”

”TOP hyung, harus cepat menyusul.”jawabku sambil meninju pelan bahunya.

“ya ya! Apa-apaan kau ini. HyunRa, hati hati. Suamimu ini sering melakukan kekerasan.”

”tenang saja oppa. Kalau dia macam-macam, dia tidak akan mendapat makan”

”mwo?! Ya, Kim HyunRa!” aku menatapnya sengit. Tapi dia malah tersenyum manis. aku hanya berdeham melihat senyumnya.

”kenapa masih memanggilnya Kim HyunRa GD? Harusnya Kwon HyunRa. Haha” taeyang mengatakannya sambil menepuk bahuku.

”ya! Taeyang. Kau jangan ikut-ikutan.”

”GD, chukkae!”

Aku menolehkan kepalaku melihat siapa yang mengucapkan. Aku segera melepaskan pelukanku begitu melihat siapa yang datang kearahku dan Hyunra. Aku hanya bisa diam. Noona satu ini, kenapa dia harus datang saat pernikahanku?

”ne, gomawo Dara Noona”aku merasa HyunRa melihat raut mukaku. Semoga saja ia tidak melihat aku salah tingkah.

”chukkae HyunRa”

”gomawo Dara onni” aku melihat Hyunra menundukkan kepalanya.

”GD, ingat HyunRa. Sudahlah” Youngbae berbisik disebelahku.

“ne Youngbae. Gomawo.” Mendengar perkataan Youngbae membuatku menghela nafas panjang

***

HyunRa POV’s

“Jiyoung, kita bertemu 30 menit lagi ya.” Kataku menuju fitting room untuk berganti baju.

“ne. jangan lama-lama ya. Kau butuh bantuan?” aku melihat evil smirk terpampang di wajahnya

“mau kulempar high heels ini JiYoung?!”teriakku sambil melepaskan high heelsku

”hahaha”

Akhirnya acara ini selesai. Tanganku sampai pegal menyalami tiap tiap tamu yang hadir. Aku tahu JiYoung artis, tapi kenapa harus mengundang banyak sekali sih.

Ah iya, nanti aku harus menanyakan masalah Sandara onni. Apakah JiYoung menyukainya? Memang aku pernah mendengar kedekatan mereka sih. Tapi benarkah mereka pernah ada hubungan? Apakah hanya Jiyoung yang menyukai? Atau-

Toktoktok

”ne?” pemikiranku semua hilang gara-gara ada yang mengetok, siapa sih?

”kau sudah selesai?” oh, Jiyoung.

“sudah, sebentar aku keluar”

“kenapa lama sekali?”

“ya! Harusnya kau coba memakai gaun tadi. Itu sangat berat dan ribet kau tahu.”

”haha. Harusnya tadi aku membantumu yeobo-ah. Kajja” katanya sambil menggandeng tanganku.

”eh? Mau kemana Youngie?”

”melihat hadiah ulangtahunmu”

            ”mwo?!” ia menarikku menuju mobilnya.

”Jiyoung, kenapa kearah rumahku?”

”kau akan tahu. Mungkin ini sekalian hadiah pernikahan kita? Haha”

Aku hanya diam. Aku ingin sekali bertanya masalah Sandara onni. Tapi apakah hal ini pantas? Untuk apa aku bertanya? Toh aku hanya istrinya. Bukan eomma nya.

Jiyoung POV’s

Aku melihat kearah HyunRa, kenapa dia mendadak diam. Haha ternyata dia tertidur. Aku tahu pasti dia capek menyalami begitu banyak tamu. Aku kembali memperhatikan jalan. Pikiranku teralihkan kejadian tadi.  Dara noona, kenapa kau harus datang tadi? Aah, aku tidak ingin kau melihatku dalam pakaian pengantin.

Ah, akhirnya sampai.

”HyunRa-ah, ya HyunRa. Bangun. Kita sudah sampai.” Aku memegang lengannya.

“mmm ne… aku bangun”

”kajja, kita masuk ke rumah baru kita.”

”ne.” eh? Rupanya dia belum menyadari kalau rumah baru kami adalah-

”MWO?!!! Youngie!! Rumah kita? Ini rumah kita?!!” dia langsung berteriak dengan riangnya.

”ne. Ini rumah kita. Kau senang?”

”bagaimana bisa?!! Tentu saja aku senang!!! Ini rumahku dulu kan?! Kyaa. Jeongmal gomawo Youngie!!” dia loncat-loncat sambil memelukku.

Aish. Kenapa saat dia memelukku aku merasa berdebar-debar. Aku senang dipeluknya. Anniya! Aku tidak menyukainya! Sandara onni! Anhi!! HyunRa-ah!! Aish!!!

@house

”HyunRa, kamarmu disana dan kamarku disini ya.”

”Youngie, bagaimana kau tahu ini adalah kamar kecilku? Kyaa jeongmal gomawo yeobo” dia baru pertama kali memanggilku yeobo. Aish, berhenti Jiyoung. bisa gila aku lama-lama.

”good night yeobo”

”kyaaa!!”

Aish, sampai kapan dia akan berteriak-teriak kesenangan seperti itu? Dasar anak kecil. Aku mengikutinya menuruni tangga melihat sudut rumah.

”ah iya! Ya HyunRa-ah.”

“ne Youngie?” dia menjawabku tanpa melihatku, dia hanya melihat setiap ruangan yang ada di rumah ini. Padahal rumah ini tidak ada yang berubah.

“ya HyunRa!”

“aku mendengarkan Youngie” tetap saja dia tidak melihatku.

Aku memegang pundaknya dan memutarnya. Sayangnya, sudut kami salah. Alhasil mukaku dengannya hanya berjarak beberapa centimeter.

”ehem, besok aku berangkat jam 8. jangan lupa ya.” kataku sambil menjauhkan mukaku.

”ne. Arasseo.” katanya sambil melihat sekitar rumah. mukanya merah sekali.

”good night yeobo.” kataku sambil menaiki tangga.

”good night yeobo!! Jeongmal gomawoooo”

Aku hanya tersenyum. Dia memang menarik. Aku memutar badanku dan melihatnya kesenangan.

”yeobo, malam ini mau tidur bersamaku? Ini kan malam pertama kita.” kataku sambil tersenyum manis.

Aku melihat raut mukanya berganti tercengang mendengar perkataanku.

 

HyunRa POV’s

”yeobo, malam ini mau tidur bersamaku? Ini kan malam pertama kita.” aku melihat Jiyoung tersenyum manis.

Aku langsung mengambil bantal yang ada di sofa dan melempar ke arahnya. tapi dengan cepat ia menghindar

”kalau kau mau malam pertama, lihat saja besok kau sudah tidak bernyawa!!” kataku sengit!

Aku mendengarnya tertawa dari atas sambil masuk ke kamarnya. Dasar evil! Mesum!!

Aku naik ke kamarku yang berada disebelah kamarnya. Aku dapat mendengar ia menyanyikan salah satu lagu Bigbang. Ah aku ingat. Judul Always. Haha. Suaranya lucu sekali. Dasar cempreng.

Appa, Eomma. Lihat. JiYoung memberiku hadiah yang begitu istimewa. Dia mengembalikan rumah kita. Aaah aku senang sekali appa, eomma. Kalian juga pasti senang kan. Besok aku akan ke makam untuk menjenguk kalian.

***

”pagi Youngie” aku melihatnya turun tangga dengan piyama pandanya. Omo! Lucu sekali, seperti anak kecil. Ia menghampiri meja makan yang sudah tertata dengan makanan.

”pagi. Ini baru jam 7 kenapa sudah siap-siap?”

“kau kan berangkat kerja jam 8 youngie?”

”ah!! Aku hampir lupa! Gomawo HyunRa!!” dia langsung menuju kamarnya. Aku pikir dia akan mandi dan bersiap-siap dalam waktu 30menit.

[30menit kemudian]

Aku sudah duduk manis menunggu JiYoung selesai bersiap-siap. Daaan

”ah, gomawo Hyunra kau sudah mengingatkan.” JiYoung terlihat tampan memakai pakaian itu. Ah, dia kan memang fashionable dan tampan.

“yak. Tepat 30menit. Ngehe”

“30 menit?”

“ya. Aku mengkirakan waktu kau bersiap-siap. Jika kau sedang panik, pasti 30menit. Jika waktu nya masih banyak, pasti 1 jam. Hahaha”

“ya HyunRa! Apakah itu penting?”

”hahahaha! Kau ini lucu sekali sih Youngie. oh iya, hari ini kau makan siang di rumah?”

”eh, belum tahu. Ada apa?”

“anhi. Aku berniat pergi ke makam orangtuaku. Sudah lama kan belum menjenguknya.”

”oh iya ya, sejak pindah tidak pernah mengunjungi kan? Ayo aku temani. Aku juga belum mengucapkan salam.”

”eh? Darimana kau tahu aku tidak pernah mengunjungi orang tuaku? Kau bukannya sibuk?”

”hmm, sepertinya ada waktu luang. Kalau tidak nanti aku ijin saja. Manager pasti mengerti kok.”

“kalau merepotkanmu tidak usah. Ingat syarat loh Youngie.” kataku bersikap aegyo

”kau ini, tidak apa-apa. Jadi hilangkan aegyomu itu. Aku jijik melihatnya. Haha. Ya! Karena pernikahan kita apakah kau tau, itu menaikkan rating Bigbang tau” aku mengkerucutkan bibirku. Sesaat aku tersadar mendengar perkataannya yang terakhir.

            ”jinjja?! Waaaah, kalau begitu menikah lagi yuk biar meningkat. Hahaha”

@Jiyoung’s car

”hei yeobo, kau kenapa terlihat seperti memikirkan sesuatu?” suara JiYoung mengagetkanku.

”eh, anhi. Tidak apa-apa youngie”

”hei, aku saja bisa tau. Kau itu mudah ditebak HyunRa. Ada apa?”

”mmm sebenarnya aku mau bertanya sesuatu padamu.”

“ada apa?”

“kau menyukai Sandara Park, Youngie?”

Ckiit!!

Jiyoung mengerem mendadak mobil.

”ya! Kwon Jiyoung! kau gila?!”

“HyunRa-ah, buat apa kau menanyakan itu?”

“eh? Anhi. Aku hanya tanya.” Raut wajah Jiyoung berubah dia terlihat em muram.

“apa yang membuat mu bertanya?”

“eh aku hanya…” aku tidak melanjutkan. Aku terlalu takut untuk melanjutkan penjelasanku.

”ne. Aku menyukainya. Aku menyukai Sandara Park. Tapi, aku tidak pernah merasa dia menyukaiku.”

Aku hanya diam, aku kaget dengan  jawabannya. Ada perasaan sakit hati saat dia mengakuinya. Mungkin karena dia tidak mendengar jawabanku, dia melanjutkan perjalanan. Suasananya jadi berubah. Dia jadi terlihat muram.

JiYoung POV’s

“kau menyukai Sandara Park Youngie?”

Ckiit!!

Aku mengerem mendadak mobil karena kaget dengan pertanyaannya.

”ya! Kwon Jiyoung! kau gila?!”

“HyunRa-ah, buat apa kau menanyakan itu?”

“eh? Anhi. Aku hanya Tanya.”

“apa yang membuat mu bertanya?”

“eh aku hanya…” HyunRa tidak melanjutkan perkataanya.

”ne. Aku menyukainya. Aku menyukai Sandara Park. Tapi, aku tidak pernah merasa dia menyukaiku.” aku kaget kenapa aku menjawab seperti itu.

Aku bisa merasakan HyunRa merubah raut mukanya. Walaupun aku tidak melihatnya, aku  merasa, dia sedih dengan jawabanku. Apakah mungkin… Ah, tidak mungkin.

Aku menjalankan lagi mobilku dengan suasana yang aneh diantaraku dan HyunRa.

@ graveyard

”Appa, Eomma. Aku datang sesuai janjiku tadi malam. eomma, lihatlah. Aku datang dengan suami yang kau pilih. Youngie, beri salam.”

”ah, Aboji, eomma. Mohon doa restunya.” Aku membungkukkan badan.

”haha, santai saja Youngie. Appa, eomma. Aku kangen sekali dengan kalian. Doakan kehidupanku dengan Youngie ya appa, eomma. Semoga pernikahan kami baik baik saja.”

Aku tercengang mendengar perkataan HyunRa. Dia memikirkan pernikahan kami. Bahkan aku saja belum memikirkan sejauh ini. Aku merasa bersalah dengannya tentang Dara noona.

Aku memegang tangannya seraya berkata,

”Aboji, eomma! Aku berjanji tidak akan membuat menangis yeobo ku ini. Aku akan membuatnya tersenyum. Kalau aku membuatnya menangis, maka aku harus membuatnya diam”

Aku melihat HyunRa sambil tersenyum, ia hanya bisa melihatku sambil tersenyum. Tak lama kemudian aku melihat dia meneteskan airmatanya.

”ya HyunRa, baru saja aku membuat janji tapi kau sudah menangis. Uljima” aku mengusap pipinya yang basah.

”huhuhuhu, eomma appa, dia membuatku menangis.”

“aish! Jangan menangis. Kalau kau kangen dengan orangtuamu, bilanglah. Akan kubuat kau tidak kangen lagi.” aku memeluknya. Entah kenapa aku senang menenangkannya, memanjakannya, bahkan memeluknya.

***

@house

HyunRa POV’s

Ah iya, ini kan hari pernikahan kami. Sudah satu bulan ya? Haah cepat sekali.

Tingtongtingtong

“ne chankamman…”

“HyunRa-ah!”

“omo! Eomma, onni! Kenapa tidak bilang kalau mau datang? Aku kan bisa masak yang mewah. Hehe ayo masuk.”

”ya HyunRa. Kenapa rumah ini begitu rapi? Aah, pasti Jiyoung senang hidup denganmu ya” ucap Dami onni

“eh? Haha, iya, dia yang mengharuskan semua rapi onni. Jadi aku membersihkan tiap sudutnya. Kalau tidak Youngie pasti memaksa mau tidur di asrama. haha”

”benarkah? Aish!! Dia tidak berubah ya? Haha. Youngie? Kau memanggilnya Youngie? Hahaha” Dami eonnie tertawa puas karena merasa namsaengnya memiliki panggilan aneh.

”yobuseo? JiYoung, bisa pulang sekarang? Eomma ada dirumah mu. Ne ne. ya eomma tunggu”

”JiYoung mau pulang eomma?” tanyaku kaget

”ya. Dia sudah selesai latihan kok. Haha”

25 menit kemudian

” aku pulang.”

”Youngie!!” Dami onni bergerak untuk memeluk JiYoung.

”Youngie? YA! noona! Ngapain disini? Ayo keluar! Hehe”

“ya! Kau ini” kata Dami onni sambil menjitak kepala JiYoung

”aish! Eomma. Anyyeong. Ada apa? Kenapa mendadak datang?”

”tidak ada apa-apa sih. Ingin saja berkunjung.”

“benarkah? Tidak seperti eomma yang biasanya. Aku jadi tidak percaya”

”ya Youngie. Bersikaplah sopan” kataku sambil memukul lengan JiYoung.

”ah appo!”

”haha. Sebenarnya kami kesini mau memberikan hadiah untuk kalian.”

”hadiah?” tanyaku bersamaan dengan JiYoung.

”kenapa sampai sekarang kalian belum memberiku keponakan?” pertanyaan Dami onnie membuatku membuka mulut. Jangan-jangan…

”eomma ingin memberi hadiah bulan madu!! Taraaa” eomma memperlihatkan 2 tiket dengan tujuan Paris.

”benarkan, pasti ada yang tidak beres.” kata JiYoung

”eomma, jangan buang-buang uang. Lagipula, Jiyoung pasti sibuk. Yakan?”

“oooh, masalah itu tenang saja. JiYoung kosong jadwalnya sampai bulan depan. Jadi ada waktu seminggu untuk liburaaan.”

”jadwalku dikosongkan oleh eomma. Eomma sudah bekerjasama kan dengan YG?”

”mwo?! Aish. Eotohkke Youngie.” Bisikku

“baiklah kami berangkat.”

“mwo?!!”

JiYoung POV’s

“baiklah kami berangkat.” Jawabku santai

“mwo?!!” HyunRa berteriak kaget sambil melihatku sengit

”jinjja?!! Aah! Dami, eomma akan jadi nenek!!” eomma memeluk Dami noona dengan semangat.

”aku akan jadi bibi eomma!!” Dami noona membalas pelukan eomma tidak kalah semangat.

Aku hanya bisa melihat yeoboku membuka mulutnya lebar sambil melihatku.

”semua akan baik-baik saja” kataku sambil memegang tangan HyunRa yang masih tercengang.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Kami mengantarnya sampai taman

”hati hati ya menyetirnya Dami noona”

”sampai ketemu bulan depan ya!! Pokoknya harus sudah isi! Awas kalau belum!”

“aish!! Terserah kalian!!”

@house

“ya Youngie! Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu?” HyunRa melihatku dengan sadis. Tapi justru membuatku geli.

”hahaha. Tenang saja. Anggap saja ini liburan. Ok? Kapan tiketnya HyunRa?”

”besok. Kau tau? Besok! Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu sih!”

”ya HyunRa, coba kau pikirkan. Bukankah kalau kita tidak ikuti akan sama saja? Bukankah kita juga akan dipaksa eomma dan Dami noona berangkat?” dia terlihat memikirkan perkataanku.

”benar juga sih, tapi!! Kau dengar tadi Dami onni bilang apa? Aku harus hamil!”

”hahaha” aku hanya tertawa dan meninggalkannya sendiri dibawah

”YA!! KWON JI YOUNG!! DASAR MESUM!!!”

~TBC~

NEXT CHAPTER:

”HyunRa, kau tidak apa-apa?!! hyunRa?!!” GD POV’s

”hei HyunRa, kalau ada apa-apa jangan takut untuk hubungi kami ya.” TOP POV’s

 

Hahaha gimana lanjutannya? Yah kalau jelek harap maklum.. habis ini FF debut pertama kali banget masuk dunia perFFan (?) RCL nya jangan lupa ya 🙂 Kamsahamnida

My Perfect Marriage [CHAPTER 4]

Author: Aninditya

RAte: General

Casts: Kwon jiyoung, G Dragon, TOP, Taeyang, Seungri, Daesung


HyunRa POV’s

Hari ini akan ada jumpa pers. Hah, semoga saja semua lancar.

“jagiya, kau sudah siap?” Jiyoung muncul dengan berpakaian rapi. Dia terlihat ehem, tampan.

“ya! Jagiya apanya!”

“kita harus membiasakannya HyunRa-ah. Ayo kita keluar.” Katanya sambil menarik tanganku.

***

“annyyeong haseo. Maaf merepotkan semua teman-teman. Semoga jumpa pers ini bisa berjalan dengan baik. Kami akan menjawab semua pertanyaan dengan baik. Kamsahamnida” Jiyoung tetap memegang tanganku sedari tadi.

“Kim HyunRa, bagaimana bisa kalian akan menikah? Sedangkan selama ini kalian tidak terdengar beritanya.”

“ah, itu karena kami kenal dari kecil. Kami sudah bertemu dari kecil. Lalu aku pindah ke Busan, dan lama tidak bertemu Youngie. Tapi GD mencariku sampai Busan. Hehe” kataku tanpa ragu. JiYoung hanya tersenyum mendengar perkataanku

”ya jagiya, kenapa terkesan aku sangat ingin menikahimu?” tanya Jiyoung tanpa malu-malu didepan wartawan

”eh? Bukankah kau memang mencintaiku? Haha” candaku disambut tawaan dari wartawan

”ne, aku sangat mencintai calon istriku ini. Aku selalu mencarinya selama 10tahun terakhir. Akhirnya dia bisa kutemukan” jiyoung berkata sambil melihat mukaku. Aish! Perkataannya membuatku malu sekali. Dan dengan otomatis, mukaku memerah. Wartawan pun tertawa lagi.

”lalu kapan kalian akan menikah?”

”tanggal 24 September. Bulan depan. Sewaktu calon istriku ini ulang tahun yang ke 20.”

JiYoung POV’s

Hah, akhirnya jumpar pers itu selesai. Semua berjalan dengan lancar dan HyunRa terlihat santai. Padahal tangannya sangat dingin. Aku tau dia sangat gugup.

”HyunRa-ah, bagaimana kalau kau main ke asramaku?” tanyaku sambil memperhatikan wajahnya. Dia memang selalu cantik. Aish! Jiyoung! kau pernah bertemu yang lebih cantik dari Hyunra!

”eh? Mau apa ke asrama Bigbang Youngie?”

“Youngie? Ahaha lucu sekali panggilan itu. Tapi aku suka. Aku ingin kau bertemu dengan semuanya. Tapi sebelumnya kita mampir supermarket ya. Kita belanja. Kajja” kataku sambil menariknya.

 

@bigbang’s dorm

HyunRa POV’s

“waah, HyunRa-ssi semua terlihat enaaak.” Daesung melihat makanan yang kumasak dengan antusias.

”begitukah? Kalau begitu ayo kita makan.” kataku sambil tersenyum manis. Kurang ajar Jiyoung. ternyata dia menyuruhku memasak untuk makan malam. Cih.

”GD, kau ini sengaja ya? Ini kan jatahmu memasak, kenapa malah menyuruh istrimu kesini?” tanya Youngbae oppa.

”ne? Apakah itu benar? Ya Youngie!! Jadi seharusnya ini jatahmu memasak ya?!!!” tanyaku kepada Jiyoung yang asik memakan.

“ne~ memang kenapa? Toh sama sajakan aku atau HyunRa –ah yang memasak. Ya kan jagi?” dia menatapku dengan senyumnya itu

“mwo?! Aish!! Semuanya! Berhenti makan!!” kataku sambil berdiri.

”eh?Ada apa Hyunra-ah?Ada yang salah?” JiYoung melihatku dengan tatapan aneh.

“ya Kwon Jiyoung! Otakmu itu yang salah!! Sekarang kau berdiri dan kau masakkan kami makan malam!”

”eh? Buat apa? Kan sudah ada ini jagi..” katanya sambil mengeluarkan puppy eyes nya.

”ya GD! Kau pikir aku akan meleleh dengan tatapanmu? Cepat masakkan makan malam yang enak!!” kataku sambil menarik nya.

”mwo?! Ya! Kau ini kenapa?! Bukankah nantinya kau akan memasakkan aku?!”

”ya tapi kau harus bertanggung jawab dengan kewajibanmu. Bukan aku Kwon Jiyoung!”

”aish!!! Arra arra!!! Aku akan memasak!!” katanya sambil berdiri

”lihat saja kau akan kubalas nanti jagi.” katanya sambil berbisik.

”lihat saja kalau bisa Jagi!” kataku sambil mencubit pinggangnya.

”ah! Ya! Kim HyunRa!”

”mwo?! Apa kau melotot kepadaku hah?”

Setelah aku berhasil membujuknya memasak, aku melihat sekeliling. Aku lupa kalau ada anggota Bigbang yang lain.

“eh, ehehehe jeongmal mianhe mianhe oppadeul. Hehe”

“HyunRa-ssi, kenapa menyuruh GD hyung memasak? Padahal masakanmu jauh lebih enak daripada masakannya. Kau akan menyesal” kata Daesung sambil memakan masakanku.

”tapi, inikan tanggung jawabnya untuk memasak. Kalian berhenti makan.”

Omonganku dihiraukan. Mereka tetap memakannya.

”ya!! Oppadeul!!! Aku bilang berhenti makan!!!”

            ”arasseo.” kata mereka serentak sambil meletakkan sendok. Aku tersenyum puas

~TBC~

NEXT CHAPTER:

’Aku sudah dalam balutan pakaian pengantinku’ HyunRa POV’s

“dan sekarang, Kwon JiYoung kau boleh mencium istri sah mu” Pendeta POV’s

 

nah, gimana?pendek? kan emang gaya Anin sukanya pendek pendek :3 RCL ya 🙂 maaf kalau Anin nggak balesin comment kalian. itu berarti bukannya Anin nggak baca. Anin baca dan sangat berterimakasih 🙂

Contact me on:

*twitter*

@kpopwrongcode

@aaninditya

*email*

dityagita@yahoo.com