When You Come to My Life 15/16

when you come to my life poster

Tittle:: When You Come to My Life 15/16

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon, Jung Jihye, Kim Jee Won

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Background song:: DBSK – Don’t cry my lover

                                                   ~Happy Reading~

Nayoung dan SoHee menatap sedih Lily yang tertidur pulas. Gadis itu tertidur setelah menangis diam selama dua jam lebih. Lily memang menolak kehadiran mereka berdua dan terus menangis tanpa suara di kamar SoHee yang ia tumpangi. Tetapi kedua gadis itu juga menolak untuk pergi. Walaupun Lily mengatakan jika ia hanya ingin tidur dan sendirian, tapi mereka bisa merasakan rasa kesepian Lily. Mereka bisa melihat airmata yang terus mengalir dari mata Lily yang terpejam. Dan setelah dua jam, ketika nafas Lily mulai teratur, barulah mereka tahu jika Lily sudah tidur.

Nayoung menghapus lembut airmata yang mengalir di sudut mata Lily. Ia merasa sangat bersalah akan sikap buruknya pada Lily. Tanpa tahu masalah yang sebenarnya, ia menghakimi Lily. Dan sekarang ketika tahu kebenarannya, Nayoung jadi sangat malu pada Lily dan dirinya sendiri.

“Kau merasa bersalah?”tanya SoHee pelan.

“Ne. Aku sudah bersikap buruk padanya. Apa Lily Eonnie akan memaafkanku?”tanya Nayoung sedih.

SoHee tersenyum lembut. “Aku yakin ia akan memaafkanmu. Ia baik sekali padaku. Kalau saja kau tidak terlalu sibuk menuduhnya, mungkin kau bisa melihat kebaikan hatinya itu.”

Nayoung menundukkan kepalanya, merasa semakin bersalah mendengar ucapan SoHee. Tiba-tiba keheningan mereka terpecahkan oleh ringtone ponsel Lily yang berada di atas tempat tidur. Lily mengernyit mendengar suara berisik itu. Kemudian dengan ragu-ragu Nayoung mengambil ponsel itu. Tidak ada nama si penelpon di display ponsel Lily, tapi karena ponsel itu terus-menerus berbunyi, Nayoung berpikir jika itu sangat penting sehingga ia menjawabnya.

Belum sempat Nayoung mengatakan apapun, sebuah suara yang sangat dikenalnya berkata. “Dongsaeng-ah…”

Mata Nayoung langsung membelalak lebar. “Yunho Oppa.”ucapnya tanpa suara pada SoHee, membuat sahabatnya itu langsung mendekat pada ponsel Lily itu.

Yunho terus berkata tanpa sempat Nayoung mengatakan apapun. “Mianhe Oppa harus mengatakan semuanya. Oppa tidak ingin kau terus merahasiakan semuanya. Mungkin kau akan berpikir jika Oppa egois karena melakukan ini tanpa persetujuanmu. Tapi yang harus kau tahu, terlepas seperti apa hubungan orangtua kita, seperti yang sejak kecil Oppa katakan, Oppa tidak pernah malu memilikimu sebagai adik Yuu… Oppa menyayangimu….”

Airmata Nayoung dan SoHee langsung menetes mendengar ucapan tulus nan lembut Yunho itu. Mereka langsung melirik Lily yang tertidur tenang.

“Yuuri…”ucap Yunho lagi setelah tidak ada tanggapan yang diharapkannya. “….sekarang kau ada dimana?”

“Jung Yunho-ssi…”ucap Nayoung akhirnya. “Jeoseongieyo, saya bukan Lily Eonnie…”

“Nuguseyo?”tanya Yunho kaget dan ragu-ragu.

Kemudian Nayoung menjelaskan siapa dirinya dan dimana Lily berada sekarang. Setelah itu Yunho menutup telpon dan berjanji akan kesana besok untuk menjemput Lily.

“Semoga apa yang kita lakukan ini benar,”kata Nayoung.

***

“Eomma bogoshippo….”ucap Lily lirih ketika melihat makam ibunya. Ia meletakkan bunga lili putih di depan gundukan besar itu lalu bersujud memberikan penghormatan.

Setelah melakukan penghormatan, Lily hanya duduk di depan makam ibunya dengan pandangan menerawang. Lily teringat semua masalahnya. Youngri, Yunho, Jee Won, karirnya…

Ia berharap bisa kembali menjadi Yuuri kecil saat masih bersama ibunya. Seandainya keadaannya berbeda, seandainya ia tidak harus tinggal dengan ayahnya, mungkin ia tidak akan mengalami pengalaman menyakitkan berkali-kali dalam hidupnya.

Bertahun-tahun sejak ia lahir mereka berdua hidup bahagia. Lily sendiri tidak pernah memikirkan ia punya ayah atau tidak, baginya ibunya sudah cukup. Ibunya sendiri juga berkali-kali bilang jika mereka tidak perlu siapapun dan mereka akan terus berbahagia walaupun hanya berdua. Jadi sebenarnya apa alasan ibunya memberikannya pada ayahnya? Lily masih belum mengetahui hal itu sampai sekarang.

“Yuuri-ya,”panggil halmoni.

“Ne, halmoni?”

“Ada sesuatu yang halmoni harus ceritakan pada Yuuri.”

“Tentang apa?”

“Tentang ibumu.”

Lily mengernyit. Apa lagi sekarang?

Halmoni menghela napas. “Kau pasti bertanya-tanya mengapa Jangmi memberikanmu pada ayahmu. Jangmi melakukan itu karena ia sakit Yuuri-ya…”ucap Halmoni sedih.

“Sakit? Sakit apa?”tanya Lily dengan menahan napasnya yang mulai sesak.

Halmoni memandang makam ibu Lily dan berkata sedih.“Dua tahun sebelum kau pergi ke tempat ayahmu, ibumu mengetahui kalau ia terkena kanker darah.”jelas halmoni membuat Lily terkejut.

“A… apa?”Lily merasa tidak siap mendengar hal itu. Kenapa lagi-lagi ia harus menerima kenyataan yang sulit seperti ini?

“Jangmi takut terjadi sesuatu dengan dirinya, jadi ia memutuskan untuk memberikanmu pada ayahmu.”

Airmata Lily menggenang. “Eomma bilang aku hanya menyusahkannya…”

Halmoni menggeleng pelan. “Sikapnya yang kasar padamu dilakukannya karena ia tahu dengan cara baik-baik kau tidak akan mau pergi. Kau begitu mencintai ibumu, Yuuri-ya… ibumu tahu hal itu. Makanya ia yakin jika ia mengatakan hal itu kau akan pergi karena memikirkan kepentingannya. Ibumu sangat mencintaimu Yuuri-ya. Ia bahkan mengikutimu saat kau pergi sendirian ke tempat ayahmu, memastikan kau sampai disana dengan selamat. Memastikan kau bertemu dengan ayahmu.”

Airmata Lily menetes. “Jeongmalyo?”tanyanya pelan, kemudian ia menatap makam ibunya, seolah-olah menatap sosok ibunya. “Jeongmalyo Eomma?”

“Halmoni tahu kau menyalahkan dirimu sendiri karena meninggalnya ibumu.”kata halmoni lagi, membuat Lily kembali menatapnya. “Kau tidak seharusnya menyalahkan dirimu sendiri Yuuri-ya, memang mungkin sudah seharusnya ia meninggal saat itu…”

“Jika aku tidak datang saat itu mungkin Eomma tidak akan meninggal…”

Halmoni mengusap lembut airmata Lily. “Jangmi sudah semakin lemah setiap harinya. Dokter bilang tidak ada lagi hal yang bisa dilakukannya untuk menyembuhkan ibumu, dan katanya… kami hanya tinggal menghitung hari…”Mata halmoni berkaca-kaca. “Hari itu hari pertama ia bekerja setelah keluar dari rumah sakit. Ia sudah sangat lemah, tapi ia memaksa untuk tetap bekerja. Berada di rumah dan tidak ada dirimu membuatnya sedih katanya…”

“Ibumu memang mendapatkan luka-luka saat kecelakaan itu. Untuk orang yang bertubuh sehat, luka akibat kecelakaan itu tidak akan membahayakan, dan bisa diselamatkan. Tapi tubuh ibumu lemah, ia meninggal karena tubuhnya sudah sangat lemah akibat kanker…”

Tangis Lily meledak mendengar hal itu. Lily jatuh berlutut di depan makam ibunya dan menutup wajah dengan kedua tangannya. Ia membayangkan senyuman ibunya padanya, dan ia menangis semakin deras. Perasaannya saat itu sulit untuk digambarkan. Ia merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan ibunya, ia kecewa karena ibunya tidak mengatakan apapun padanya tapi ia juga merasa senang karena ia tahu ibunya memikirkan kepentingannya dan mencintainya sebegitu besarnya.

Dan di atas semua itu, ia lega karena ternyata Joo Won bukanlah penyebab meninggalnya ibunya. Perasaan bersalahnya pada ibunya karena mencintai Joo Won kini mulai berkurang, dan ia merasa lega akan hal itu. Seandainya Joo Won masih ada, Lily pasti akan memberitahunya dan membuat perasaan bersalahnya menjadi lebih ringan.

Tapi Lily sudah capek untuk berandai-andai sekarang. Ia hanya akan mensyukuri apa yang ada sekarang.

“Eomma…. mianheyo dan… gomawoyo… Nan jeongmal saranghae…”

***

Rencananya Lily ingin berangkat ke Seoul esok pagi setelah mendengar berita mengenai Youngri. Sebenarnya kalau bisa ia ingin pergi sekarang juga, karena ia sudah sangat merindukan Youngri. Tapi keterbatasan transportasi disana membuat ia membatalkan keinginannya itu dan harus menunggu esok pagi.

Esok paginya Lily berpamitan dengan keluarga halmoni dan berbaikan dengan Nayoung yang meminta maaf dengan menangis tersedu-sedu. Kemudian ketika Nayoung dan So Hee akan mengantarnya ke dermaga untuk menaiki kapal, Lily terkejut melihat namja itu. Namja yang paling dicintainya sejak ia kecil, muncul di hadapannya dengan senyum lembutnya.

“Op… Oppa…?”Lily tergagap-gagap saking terkejutnya. Kemudian Yunho menghampirinya dan memeluknya erat. “Yuu… bogoshipda. Kenapa kau lama sekali perginya?”

“O..otteohke…?”tanya Lily, ia kebingungan. Darimana Yunho tahu tempatnya berada?

Yunho tidak menghiraukan pertanyaannya dan masih memeluk Lily erat. Lily merasa nyaman dengan pelukan kakaknya itu, tapi ia juga merasa risih karena tahu ada orang-orang yang memandang mereka di belakang. Dengan perlahan tapi sedikit memaksa Lily melepaskan pelukan Yunho, membuat Yunho mengernyit protes.

“Oppa tahu darimana aku disini?”tanya Lily, tidak menghiraukan ekspresi cemberut Oppanya.

“Aku sudah berpikir jika ini adalah salah satu tempat yang mungkin akan kau datangi. Lalu waktu aku menelpon ke ponselmu…”Lily mengernyit curiga menatapnya, membuat Yunho nyengir. “Aku sedikit mengancam dokter Youngri untuk memberikan nomormu yang baru.”

Lily melotot kesal mendengar pengakuan Yunho. “Lalu aku menelpon ponselmu dan seorang gadis bernama Nayoung memberikan alamat ini.” Kemudian Yunho mengalihkan pandangannya pada dua orang gadis di belakang Lily yang menatapnya dengan eskpresi tercengang. “Ah, annyeong. Yang mana dari kalian berdua yang bernama Nayoung?”

Nayoung tersadar dari ketercengangannya lalu dengan malu-malu mengangkat tangannya.

“Ah, jadi kau. Gomapta sudah memberitahuku tempat dimana adikku berada.”kata Yunho dengan senyuman yang membuat kedua gadis itu terpesona, membuat Lily memutar bola matanya.

Yunho Oppa sempat-sempatnya tebar pesona disini! gerutu Lily dalam hati.

“Lalu apa maumu sekarang?”tanya Lily dengan mensedekapkan tangannya di depan dada.

“Tentu saja membawamu pulang.”

“Aku tidak bilang aku akan pulang denganmu.”kata Lily dingin. Ia masih belum siap untuk terlihat bersama dengan Yunho sekarang ini setelah semua orang tahu tentang hubungan mereka sebenarnya.

Sejak kecil Lily memang selalu merasa sedih karena orang lain tidak ada yang tahu mengenai hubungannya dengan Yunho. Tapi karena tidak ingin sedih terus-menerus, ia selalu menghibur dirinya dengan mengatakan pada dirinya sendiri jika hubungannya dengan Yunho adalah sesuatu yang spesial dan tidak perlu ada orang lain yang tahu. Sekarang tiba-tiba semuanya berubah drastis, dan Lily merasa belum siap dengan semuanya.

Jika semua orang tahu bagaimana hubungan mereka berdua sejak kecil, dan bagaimana keadaan keluarga mereka, mereka pasti akan memandang kasihan Lily. Dan Lily tidak suka itu. Lily bisa tahan menerima pandangan apapun dari orang lain. Pandangan menghina, membenci, atau yang lain yang lebih buruk sekalipun. Tapi ia tidak bisa tahan jika melihat pandangan kasihan orang padanya.

Pandangan kasihan orang padanya hanya akan mengingatkannya betapa tidak beruntungnya hidupnya. Ketika mengganti namanya menjadi Lily, ia berharap jika ia akan menjadi pribadi yang berbeda dan orang akan melihatnya berbeda.

Tapi sekarang semua orang sudah tahu mengenai masa lalu keluarganya, dan Lily takut kembali pada tempat yang sama. Ia takut dengan pandangan orang padanya.

Yunho tampaknya mengerti akan apa yang dirasakan Lily sekarang. Ia menatap Lily lembut dan mengusap rambutnya dengan sayang. “Maafkan Oppa jika harus mengatakan hal yang sebenarnya.”

Lily balas memandang Yunho. Tapi tidak berapa lama ia menunduk, memalingkan tatapannya dari Yunho. Ia bisa melihat Yunho begitu merasa bersalah dan Lily tidak suka melihatnya. Walaupun ia tidak setuju dengan apa yang Yunho lakukan, tapi ia juga tidak ingin menyalahkannya.

“Aku mau pulang dan bertemu Youngri.”ucap Lily pelan dengan nada final, yang menyatakan jika ia tidak mau membahas hal itu dulu.

***

Setelah naik kapal dan berjam-jam menyetir, akhirnya Yunho dan Lily sampai di Seoul. Mereka berdua langsung menuju rumah sakit karena Lily sudah sangat merindukan anaknya dan ingin melihatnya. Sesampainya disana Lily terkejut melihat banyaknya pers di depan pintu rumah sakit. Pers menyerbu Yunho dan Lily dengan berbagai pertanyaan saat mereka berdua berusaha menerobos masuk ke dalam rumah sakit, membuat Yunho harus melindungi Lily dengan tubuhnya. Untungnya bodyguard suruhan Jaemin ada disana dan langsung mengamankan mereka berdua.

“Kenapa….”ucap Lily bingung ketika berhasil masuk ke dalam rumah sakit. Yunho menghela napas. “Mereka tahu tentang Youngri.”

“Sejak kapan?”tanya Lily kaget sekaligus cemas.

“Sejak beberapa hari yang lalu. Makanya…”

Kemudian sebuah kesadaran muncul di pikiran Lily. “Makanya kau menggelar konferensi pers.”potong Lily pelan. “Mereka mengira jika Youngri anak Oppa.”

Yunho terkejut ketika mendengar nada menuduh dalam suara Lily. “Yuuri… aku mengadakan konferensi pers itu bukan karena aku merasa berita itu akan menjatuhkan imejku. Tapi aku ingin semua orang tahu jika kau adikku dan Youngri adalah keponakanku.”ucap Yunho dengan nada lembut dan berusaha memberikan pengertian.

Lily menggeleng pelan. “Aku tidak menyalahkan Oppa. Wajar saja jika kau melakukannya. Managemenmu pasti ingin kau tidak terlibat skandal apapun. Tapi kini kau terlibat lagi denganku…”

“Yuuri…”ucap Yunho protes.

Lily tersenyum sedih, merasa bersalah. “Memang sebaiknya kau tidak berada di dekatku Oppa. Aku hanya akan terus membuatmu terkena masalah.”

Yunho mengernyit tidak suka mendengar ucapan Lily. Tapi ketika ia akan menyuarakan protesnya, Lily berjalan pergi darinya, terus menuju kamar Youngri. Dan Yunho hanya menghela napas kesal, lalu berjalan mengikuti Lily.

Tapi tiba-tiba langkah Lily berhenti saat hampir mendekati kamar Youngri. Yunho penasaran dengan apa penyebab Lily berhenti berjalan. Ia berjalan mendekati Lily dan ketika semakin dekat, ia menyadari kehadiran seseorang yang membuat Lily terpaku.

“Abeoji…”gumam Yunho kaget.

***

Sudah dua jam lamanya sejak Lily sampai di kamar Youngri, dan sejak itu pula ia masih dalam posisi yang sama. Duduk di kursi di samping tempat tidur anak itu dan menggenggam tangan mungil itu. Matanya tidak bisa lepas dari Youngri, ia sangat merindukan putranya itu.

Saat Lily datang, Dokter langsung berbicara dengannya. Dokter baru saja memberikan obat pada Youngri dua jam sebelum Lily datang. Dan ia mengatakan jika Youngri kemungkinan akan bangun setiap empat jam ketika efek obat tidurnya sudah hilang. Mendengar hal itu Lily memutuskan untuk menunggui Youngri sampai anak itu sadar.

Tadinya Yunho mau menemaninya, tapi Lily menolak. Ia hanya ingin berdua saja dengan Youngri. Ia merasa menyesal sekali tidak bisa menjadi orang pertama yang dilihat Youngri saat ia terbangun. Anak itu pasti cemas karena tidak melihatnya. Padahal sejak Youngri masih bayi, Lily selalu datang menemuinya di tengah-tengah kesibukannya.

Kemudian Lily mengingat kehadiran ayahnya tadi. Sudah bertahun-tahun ia tidak melihatnya semenjak malam itu ayahnya mengusirnya, dan Joo Won meninggal. Ia membenci ayahnya karena hal itu, menyalahkan ayahnya atas semua yang terjadi. Dan itu penyebabnya ia tidak mau pulang ke rumah keluarga itu.

Sejak kecil ayahnya tidak pernah menginginkannya dan tidak pernah menyayanginya. Dan malam itu membuktikan semuanya. Semua perasaan sedih yang ditahan Lily sejak kecil pada ayahnya, berubah menjadi kemarahan dan kebencian saat Joo Won meninggal.

Karena lagi-lagi, ia kehilangan orang yang dicintainya, semuanya karena ayahnya. Rasa benci dan marah itu kembali muncul ketika melihat ayahnya berada di depan kamar Youngri. Ia tidak peduli apa alasannya untuk datang kesana, yang pasti ia tidak mau melihatnya.

“Aku tidak mau melihatmu berada disini.”ucap Lily dingin pada ayahnya, lalu tanpa memandang ayahnya sedikit pun, ia masuk ke kamar Youngri.

Lily menggeleng pelan, berusaha menghapuskan pikirannya mengenai ayah yang dibencinya, dan memusatkan pikirannya pada Youngri. Hatinya kembali dipenuhi penyesalan. Seharusnya ia tidak meninggalkan Youngri beberapa hari ini. Seharusnya ia selalu bersamanya dan tidak memikirkan hal lainnya selain Youngri. Meninggalkan anak itu dalam keadaan seperti ini membuat Lily merasa bersalah.

“Mianhe, Youngie… Eomma jeongmal mianhe…”ucap Lily dengan airmata mengalir. Ia mencium lembut tangan mungil anak itu dengan memejamkan mata.

Seolah-olah mendengar Lily, Youngri membuka matanya dan bergumam lirih. “Eomma…”

Lily terkejut dan ketika membuka matanya ia  melihat Youngri tersenyum lemah padanya. “Yo… Youngie…”ucap Lily dengan suara tercekat. Lily mendekatkan wajahnya pada wajah Youngri lalu menciumi lembut kedua pipi dan kening anak itu. Airmatanya terus mengalir dan menetesi wajah Youngri. “Bogoshippo…”ucap Lily lirih.

“Eom…ma… ulji..ma… bogo…ship..po..”

Lily tersenyum lalu mengusap airmatanya yang mengalir dengan tangan kirinya yang bebas, sementara tangan kanannya masih menggenggam tangan Youngri. Kemudian ia memencet tombol darurat di samping kepala tempat tidur Youngri agar dokter segera datang untuk memeriksa Youngri.

Setelah pemeriksaan singkat dari dokter dan memastikan jadwal Youngri operasi dua hari lagi, Youngri meminta Lily untuk berbaring di sebelahnya dan mereka berdua tidur berpelukan di ranjang rumah sakit yang kecil.

“Eomma kemarin kemana?”tanya Youngri dengan suara yang masih lemah. “Youngie takut sekali waktu bangun nggak lihat Eomma…”

Lily merasa bersalah mendengar ucapan Youngri itu. Ia langsung mendekap Youngri semakin erat dan hatinya merasa nyaman ketika merasakan nafas teratur Youngri dan detak jantung lemah anak itu. Jantung yang sebentar lagi akan diganti dengan yang baru, dan lebih sehat.

“Eomma sedih karena Youngie nggak bangun-bangun juga, jadi Eomma pergi dulu sebentar ke makam halmoni.”

Youngri yang sebelumnya menempelkan wajahnya di dada Lily langsung mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Lily. “Halmoni? Halmoni yang mana?”

Lily merasa bingung mendengar pertanyaan Youngri, dan Youngri bisa mengerti tatapan ibunya itu. “Sejak Youngie bangun, halmoni sama Yunho samcheon dan Jihye Imo selalu datang.”jelas Youngri, kemudian anak itu cemberut. “Kenapa Eomma nggak bilang kalau Yunho samcheon itu kakaknya Eomma?”

Lily tidak menghiraukan pertanyaan terakhir Youngri dan menanyakan balik kalimat pertama dari penjelasan Youngri. “Halmoni dan Jihye Imo?”

Youngri mengangguk pelan. “Ne. Akhirnya Youngie bisa ketemu sama halmoni. Abisnya dari dulu halbeoji cuma datang sendi…ups!”ucap Youngri lalu tiba-tiba menutup mulut dengan kedua tangannya, sadar kalau ia kelepasan bicara.

Lily terkejut mendengar ucapan Youngri dan mengernyit. “Halbeoji suka datang?”

Youngri menatap Lily dengan ragu lalu menggeleng cepat. Lily menatapnya tajam. “Youngie…”

Youngie mengalihkan tatapannya dari Lily lalu membenamkan wajahnya di dada ibunya. “Halbeoji dari dulu suka datang, tapi halbeoji bilang jangan bilang-bilang Eomma…”ucapnya merasa bersalah. “Mianheyo, Eomma…”

Lily merasa marah pada ayahnya saat mendengar penjelasan Youngri. Berani-beraninya ayahnya menemui Youngri tanpa seizinnya, dan menyuruh anak itu diam. Lily tidak percaya ayahnya melakukan hal itu. Ayahnya tidak pernah peduli padanya, dan sekarang ia mau pura-pura peduli dengan datang mengunjungi Youngri.

“Gwenchana, adeul-ah.”ucap Lily dengan mengecup lembut puncak kepala Youngri.

Tiba-tiba pintu kamar Youngri terbuka pelan, dan dari baliknya muncul Yunho yang tersenyum lebar. “Apa aku mengganggu kalian?”tanyanya.

Youngri langsung duduk mendengar suara Yunho. “Yunho samcheon!”ucapnya senang.

“Youngie… jangan tiba-tiba bangun begitu…”ucap Lily cemas lalu bangun dari posisi berbaringnya dan menarik Youngri untuk duduk di pangkuannya, tiba-tiba menjadi lebih protektif melihat pandangan Yunho padanya. Ia merasa tidak suka jika Youngri jadi lebih akrab dengan orang lain ketika ia tidak ada.

Yunho hanya tersenyum lalu membuka pintu sedikit lebar. Lily bisa melihat ada bayangan seseorang di belakang Yunho. Tapi ia tidak tahu itu siapa. “Youngie sedang apa?”tanyanya.

“Youngie lagi kangen-kangenan sama Eomma.”ucap Youngri senang sambil memeluk erat lengan Lily yang memeluknya.

Yunho tersenyum lembut mendengar jawaban Youngri. “Ada yang mau kangen-kangenan juga sama Eomma Youngie.”kata Yunho.

Lily mengernyit. “Nuguseyo?”tanya Youngri penasaran.

Kemudian Yunho masuk ke kamar itu, disusul dengan seseorang yang tadi bayangannya Lily lihat dibalik Yunho. Bukan hanya seorang tapi dua orang. Mata Lily melebar melihat kedua orang yang baru masuk ke kamar Youngri itu.

“Halmoni! Jihye Imo!”ucap Youngri senang. Mereka tersenyum pada Youngri. Lily yang sebelumnya masih terpaku kaget, menurunkan Youngri dari pangkuannya dan turun dari ranjang rumah sakit. Yunho duduk di ranjang rumah sakit dan menggantikan Lily untuk memangku Youngri.

Tidak berapa lama Lily merasakan pelukan erat di tubuhnya. “Yuu Eonnie… bogoshippo…”ucap Jihye dengan terisak.

Lily mengerjap kaget tapi kemudian ia membalas pelukan Jihye. “Jihye-ya…”ucapnya pelan dan kebingungan. Sebelumnya ia tidak pernah menyangka jika akan bertemu dengan Jihye lagi. Bukannya ia tidak mau bertemu dengan adik satu-satunya itu. Hanya saja ia merasa, lebih baik jika Jihye tidak pernah mempunyai kakak sepertinya. Lily tidak pernah percaya diri dengan statusnya di keluarga Jung, itulah yang membuatnya berpikir seperti itu.

Tapi sekarang mendapati Jihye, adik tersayangnya, berada di pelukannya, Lily tidak bisa tidak menangis. Ia sangat merindukan Jihye. “Jihye…”ucapnya dengan terisak pelan, lalu memeluk Jihye semakin erat.

Eommoni dan Yunho tersenyum melihat momen itu.

***

Lily meremas-remas tangannya gelisah. Ia tidak pernah bisa dekat dengan Eommoni dan berduaan saja dengan wanita baik hati itu membuatnya sangat canggung.

“Jal jinasseo?”tanya Eommoni memecahkan keheningan di antara mereka berdua.

Lily mengangguk kecil. Ia terus menundukkan wajahnya, tidak berani melihat wajah Eommoni. Sejak kecil, sejak ia mengerti seperti apa statusnya di keluarga Jung, ia tidak pernah berani menatap wajah wanita baik hati itu. Ia merasa malu dan merasa bersalah pada Eommoni karena kehadirannya yang sudah membuat masalah di keluarga kecil mereka. Dan ia merasa lebih malu lagi ketika ia mengharapkan lebih dari kasih sayang Eommoni padanya.

Berkali-kali Lily berpikir, tidak seharusnya anak selingkuhan seperti dirinya disayangi oleh wanita ini. Tapi kecupan lembut Eommoni saat ia akan tidur di malam hari dan ucapan serta sikap lembutnya pada Lily, membuat Lily berharap, jika ia memang benar-benar anak kandung Eommoni. Dan hal itu membuatnya marah pada dirinya sendiri, karena secara tidak langsung ia ingin melupakan ibu kandungnya.

Lily tidak bisa tidak merindukan wanita baik hati ini, dan berada di dekatnya membuat Lily ingin sekali memeluknya. Tapi ia tidak punya keberanian akan hal itu.

Kemudian Lily terkejut ketika merasakan wajahnya disentuh lembut oleh Eommoni. “Aigoo~ kau pasti mengalami masa-masa sulit selama ini. Seharusnya Eommoni bersamamu, seharusnya Eommoni membantumu membesarkan Youngri. Eommoni jeongmal mianhe, Yuuri-ya… jeongmal mianhe…”ucap Eommoni dengan menangis.

“Eommoni!”ucap Lily ikut menangis, lalu memeluk erat Eommoni. Mereka berpelukan lama sambil menangis di taman rumah sakit yang sepi. Saling menyalurkan kerinduan mereka.

***

Lily berbaring di sofa di ruang rawat Youngri. Seharian ini ia menemani anak itu sampai akhirnya Youngri tertidur lelap karena obat tidur. Lily tidak bisa tertidur. Matanya terbuka lebar memandang langit-langit rumah sakit dengan pikiran menerawang. Ia teringat kata-kata Eommoni tentang ayahnya.

“Appa-mu sangat mencintai Eomma-mu, Yuuri-ya. Mereka saling mencintai, dan harus berpisah karena orangtua Appa menjodohkannya dengan Eommoni. Tapi karena mereka saling mencintai, mereka tidak bisa berpisah begitu saja. Tanpa sepengetahuan Eommoni mereka masih saling bertemu bahkan setelah Yunho lahir….”

Lily memejamkan matanya. Benarkah ayahnya mencintai ibunya?

“….Setelah Yunho lahir, Eommoni sempat depresi karena Appa kalian masih juga bersikap dingin pada Eommoni. Berkali-kali Eommoni masuk rumah sakit, dan pernah mencoba bunuh diri. Dan setelah itu Appa kalian mulai mengubah sikapnya. Eommoni mulai merasakan jika ia mulai belajar mencintai Eommoni. Bertahun-tahun kami hidup saling mencintai. Lalu kau datang…”

Airmata Lily mengalir. Ini semua kesalahannya kan?

“Eommoni marah dan kecewa sekali pada Appa kalian. Tapi Eommoni tahu jika itu bukan kesalahanmu, Yuuri-ya. Makanya malam itu Eommoni menyuruh Yunho mencarimu…”

Walaupun Eommoni mengatakan semuanya bukan kesalahan Lily, tapi ia tetap merasa jika semua yang terjadi adalah karena kehadirannya di keluarga itu. Makanya ayahnya membencinya kan?

“Appa-mu tidak pernah membencimu, Yuuri-ya. Kehadiranmu mengingatkannya akan masa lalu yang berusaha dilupakannya, dan pengkhianatannya pada Eommoni. Ia tidak membencimu, ia menyayangimu, tapi ia tidak tahu bagaimana harus bersikap padamu… Dan trauma yang kau alami membuatnya semakin tidak bisa dekat denganmu. Padahal sebenarnya ia ingin sekali membantumu agar sembuh…”

Lily membuka matanya dan kembali menatap kosong ke dinding. Benarkah hal itu? Bagaimana mungkin Appa-nya bersikap seolah-olah ia membenci Lily dan membuat dirinya berpikir semuanya adalah kesalahannya? Itu tidak adil untuk Lily. Ia selalu berpikir jika ayahnya tidak menyukai kehadirannya. Makanya ketika ia mengalami kejadian traumatis itu, ia selalu menolak dekat dengan ayahnya, tidak pernah sekalipun ia berinteraksi dengan ayahnya jika tidak ada Yunho atau Jihye. Ia takut. Karena Lily merasa jika kondisinya yang seperti itu membuat ayahnya semakin tidak menyukai kehadiran dirinya, dan ia takut jika merasakan secara langsung penolakan ayahnya.

 

“Sejak awal Eommoni sudah menerimamu karena tahu memang sudah seharusnya kau tinggal bersama ayahmu. Tapi tidak berapa lama setelah kau datang ke keluarga kami, ibumu menelpon Eommoni. Ia meminta maaf dan meminta Eommoni untuk menjagamu dengan baik, karena ia…. tidak bisa mengurusmu lagi.”

“Eomma sakit leukemia…”ucap Lily dengan airmata menggenang.

Eommoni mengangguk.“Badannya semakin lemah setiap harinya, dan ia takut tidak bisa menjagamu lagi. makanya ia memutuskan untuk memberikanmu kepada kami…”

 

Kenyaatan itu membuat Lily sesak napas. Ibunya sangat mencintainya, tapi ia tidak bisa membahagiakan ibunya di saat-saat terakhir ibunya.

“Malam itu Appa-mu memberitahu Joo Won yang sebenarnya. Itu karena…”

“Appa ingin aku menikah dengan orang yang dipilihkannya. Anak sahabat baiknya. Memaksaku untuk menjadi berguna baginya, tidak memikirkan kebahagiaanku.”jawab Lily getir.

Eommoni menggeleng pelan. “Ia memikirkan kebahagiaanmu, Yuuri-ya. Makanya awalnya ia tidak menentang hubungan kalian. Tapi naluri orangtua adalah melindungi anak-anak mereka, dan Appa-mu berusaha mencari tahu mengenai asal-usul Joo Won. Berusaha mencari tahu sebaik apa namja yang akan dipercayakannya untuk menjagamu. Saat itulah ia tahu hal yang menyakitkan untuknya…”

Airmata Lily menggenang. “Joo Won Oppa yang menabrak Eomma.”bisiknya pedih dengan menundukkan wajah.

“Menabrak wanita yang masih ia cintai.”

Mata Lily melebar kaget mendengarnya. Ia langsung menatap Eommoni dan melihat kesedihan di mata wanita baik hati itu.

“Ia tidak bisa menerimanya karena hal itu, dan ia marah padamu karena kau tetap memilih bersama Joo Won. Bahkan setelah kau tahu hal itu. Dan malam itu kemarahan dan perasaan kecewanya padamu menguasainya, itu sebabnya ia mengusirmu dari rumah…”

 

Appa masih mencintai Eomma? Kenapa kenyaatan itu terasa sangat menyakitkan untuk Lily ketahui sekarang? Lily sudah membenci ayahnya selama ini karena sudah memberitahukan hal yang sebenarnya kepada Joo Won. Tapi mengetahui jika alasan ayahnya menentang hubungannya dengan Joo Won adalah karena ayahnya masih mencintai ibunya, membuat Lily ragu. Apa ia masih merasakan kebencian yang sama setelah ini?

Memikirkan semuanya membuat kepala Lily berdenyut-denyut, dan ia yakin tekanan darahnya naik lagi. Lily berusaha menenangkan diri. Penyakit stress-nya tidak bisa dianggap remeh, dan ia harus bisa mengendalikannya jika ia tidak mau kolaps. Ia harus terus mendampingi Youngri, dan jatuh sakit bukanlah hal yang membantu.

Lily kembali memejamkan matanya dan berusaha tidur agar bisa mengistirahatkan pikirannya yang lelah dengan semua masalah. Tapi ketika baru sebentar memejamkan mata, tiba-tiba ia mendengar langkah kaki di depan pintu kamar rawat. Awalnya Lily pikir itu suara langkah kaki perawat jaga. Tapi ternyata setelah itu ia mendengar suara pintu kamar rawat Youngri terbuka perlahan.

‘Yunho Oppa…’ Pikirnya dan tetap memejamkan mata.

Tidak berapa lama Lily mendengar suara pelan gesekan kaki kursi di dekat sofa tempat ia tidur. Ia masih mengacuhkannya sampai suara yang sudah lama sekali tidak didengarnya mengucap pelan. “Yuuri…”

Jantung Lily langsung berdegup kencang. Itu suara ayahnya!

***

“Kenapa tidak masuk?”tanya Ang Hyeon saat melihat Jee Won di lobby rumah sakit.

Jee Won tidak menghiraukan perkataannya dan terus duduk diam disana, membuat Ang Hyeon tersenyum. “Kau bingung bagaimana cara menghadapi Yuuri?”

Jee Won mendelik kesal. “Bukan urusanmu!”desisnya.

Ang Hyeon masih tetap tersenyum. “Itu urusanku, Jee Won-ssi. Yuuri sahabatku sejak kecil, ia sudah seperti adik untukku, dan Youngri sudah seperti keponakanku sendiri. Dia juga keponakanmu kan?”

Jee Won tersentak kaget mendengar ucapan langsung Ang Hyeon.

“Kau mungkin tidak mau mengakuinya, karena Youngri kan…”

“Aku tidak bilang begitu!”bantah Jee won, “Aku hanya takut ia tidak memaafkanku…”ucapnya pelan.

Ang Hyeon menghela napas. “Yuuri bukan orang yang pendendam, Jee Won-ssi. Satu-satunya orang yang tidak bisa ia maafkan sampai sekarang hanya ayahnya.”

Jee Won menatapnya bingung.

Ang Hyeon tersenyum sedih. “Karena ayahnya menentang hubungannya dengan Joo Won Oppa. Sebesar itulah cintanya pada Oppamu, ia sampai tidak mau bertemu ayah kandungnya sendiri karena hal itu.”

***

Lily merasakan sentuhan lembut di pipinya. Ayahnya sedang mengelus pipinya!

Lily merasa bingung, kenapa ia mengenali sentuhan lembut itu sebagai sentuhan ayahnya? Ia yakin ia tidak pernah merasakan sentuhan lembut itu sebelumnya, kecuali di mimpi-mimpinya waktu kecil. Ayahnya tidak pernah dekat dengannya, Lily bahkan tidak ingat jika ayahnya pernah memeluknya atau mencium keningnya seperti yang sering dilakukannya pada Jihye. Ia hanya bisa merasakannya di dalam mimpinya setiap malam saat ia kecil.

Tapi kenapa saat ini ia begitu familiar akan sentuhan lembut ayahnya?

“Ternyata dari dulu sampai sekarang aku masih tidak bisa melakukan hal ini saat kau sadar…”Lily mendengar ayahnya menggumam lalu suaranya terdengar bergetar. “Mianhe, Yuuri-ya, Appa jeongmal mianhe… Appa tidak bisa membuat Eomma-mu bahagia… Dan sekarang pun Appa melakukan hal yang sama padamu…”kemudian Lily mendengar ayahnya berdecak pelan. “Ayah macam apa aku ini, tidak bisa menjaga putrinya dengan baik. Aku tahu kau tidak akan pernah memaafkanku karena semua yang aku lakukan, karena memisahkanmu dengan ibumu, dan juga namja itu…”ucapnya.

Lily mendengar suara gesekan kursi, lalu ia merasakan kecupan lembut di keningnya. Langkah kaki yang terdengar setelahnya membuat Lily membuka mata. “Kenapa…”ucap Lily agak keras, membuat ayahnya berhenti melangkah dan berbalik. Wajahnya terlihat sangat terkejut melihat Lily membuka mata dan kini sudah dalam posisi duduk. “Kenapa kau mengunjungi Youngri diam-diam? Bukankah kau membenci Joo Won Oppa? Kenapa kau harus peduli pada Youngri?”

Ayahnya menghela napas. “Dulu aku mungkin membencinya karena apa yang dilakukannya pada ibumu…”

“Ia tidak sengaja melakukannya…”potong Lily dengan mata berkaca-kaca.

“Aku tahu.”ucap ayahnya sedih, merasa bersalah. “Tapi aku tidak bisa memaafkannya semudah itu…”

Lily baru akan membuka mulutnya untuk membantah lagi. “Tapi aku menyadarinya, jika kebahagiaanmu tergantung padanya. Dan maafkan aku, karena aku terlambat mengetahuinya…”ucap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. “Aku mungkin bukan ayah yang baik untukmu, Yuuri-ya… Tapi izinkan aku untuk menjadi kakek yang baik untuk Youngri.”

Lily memandang ayahnya dalam-dalam. Sebelumnya ia tidak pernah berani memandang mata ayahnya selama itu. Dan sekarang ia bisa melihat ketulusan dan kelembutan di mata ayahnya, membuatnya bertanya-tanya. Apa jika dulu ia berani menatap mata ayahnya, mungkinkah ia akan mendapati sinar mata yang lembut seperti itu?

“Apakah Ap…”Lily berhenti bicara ketika ia akan menyebut kata ‘Appa’. “Apakah itu benar, kau dulu selalu datang ke kamarku di malam hari ketika aku tertidur?”tanya Lily dengan mengubah panggilannya. Ia masih belum sanggup memanggil ayahnya dengan sebutan ‘Appa’.

Ayahnya memandangnya sedih mendengar Lily tidak mau memanggilnya ‘Appa’. “Ne,”ucapnya pelan.

“Kau tahu kan kalau sikapmu itu selalu membuatku sedih?”tanya Lily sedih.

“Aku tahu,”bisik ayahnya. “Tapi aku ingin mencoba memperbaikinya.”

“Kau tahu kan kalau kau sudah menghancurkan kebahagiaanku sejak aku kecil? Kau selalu bersikap berbeda kepadaku, tidak pernah memandangku sayang seperti pada Yunho Oppa dan Jihye. Padahal… padahal aku anakmu juga kan?”ucap Lily lemah dengan airmata mengalir. “Dulu aku tidak mempermasalahkan hal itu. Aku tahu aku berbeda dengan mereka. Itu sebabnya aku tidak pernah meminta apapun darimu. Tidak pernah sekalipun aku berani meminta apapun darimu. Tapi dua permohonanku yang sangat berarti untuk hidupku….”Lily menelan ludah, menahan isak tangisnya. “…Eomma… dan Joo Won Oppa, kau tidak bisa memberikan hal itu. Apa kau pikir aku bisa memaafkanmu semudah itu?!”

Lily memalingkan wajahnya saat melihat ayahnya mulai menangis. Jauh di lubuk hatinya ia tahu ayahnya menyesali semua yang terjadi, tapi Lily tidak bisa menahan perasaannya lagi. Walaupun semua kesedihan yang dialaminya sejak kecil tidak pernah bisa menghilangkan rasa sayangnya untuk ayah kandungnya, tapi ia juga membenci ayahnya karena apa yang dilakukan ayahnya pada hidupnya.

“Mungkin aku bisa mengizinkanmu bertemu dengan Youngri. Youngri butuh keluarga. Ia butuh kakeknya. Tapi aku… tidak bisa memaafkanmu… Tidak semudah itu…”

“Gomapta.”Ayahnya tersenyum sedih dengan airmata yang masih mengalir. “Aku tahu kau tidak bisa memaafkanku semudah itu. Dan aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk menebus semua kesalahanku padamu nak.”

Setelah mengucapkan hal itu, dan ayahnya keluar dari kamar Youngri, Lily menangis tersedu-sedu. Ia memeluk kakinya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya. Tangisannya tertahan, karena tidak ingin membangunkan Youngri. Kemudian karena tidak bisa menahan tangis lebih lama lagi, Lily keluar dari kamar itu.

***

Yoochun memandang sedih Lily yang sedang duduk melamun sendirian di taman rumah sakit yang sepi. Yoochun sebelumnya bermaksud melihat Lily sebentar karena ia sangat merindukan yeoja itu dan ingin melihatnya sebentar. Ia datang di malam hari karena tidak ingin ketahuan pers. Tapi ia sama sekali tidak menyangka jika saat ia datang ia jadi tidak sengaja mendengar semua pembicaraan Lily dan ayahnya dari luar kamar Youngri.

Yunho memang pernah menceritakan bagaimana Joo Won meninggal, tapi hanya itu. Selebihnya Yoochun tidak tahu lagi apa masalah Lily dan penyebabnya kabur dari rumah. Tapi sekarang setelah mendengar percakapan mereka, walaupun hanya sedikit, Yoochun sudah bisa mengira-ngira seperti apa masalah Lily. Dan itu membuatnya sangat sedih.

Lily masih sangat mencintai namja itu. Membuat Yoochun sedih dan bertanya-tanya sendiri. Apa nantinya ia bisa membuat Lily mencintainya sedalam itu? Entahlah. Saat Yoochun melihat pandangan sendu Lily, ia memutuskan tidak akan menyerah.

Satu hal yang Yoochun tahu dengan pasti hanya ia mencintai Lily, dan ia akan berusaha mendapatkan hati Lily.

***

Semuanya seperti berjalan dengan baik setelah itu. Youngri menjalani operasi, dan operasinya berhasil. Tidak ada tanda-tanda komplikasi pada jantung baru anak itu, dan untuk pertama kalinya Lily merasa sangat bersyukur. Ia selalu mengalami ketakutan jika masa kecil Youngri tidak akan pernah bisa sempurna seperti dirinya. Dan sekarang ketakutan itu perlahan menghilang. Youngri akan segera sehat dan bisa beraktivitas seperti anak normal lainnya. Dan Lily akan memberikan masa kecil yang paling membahagiakan untuk Youngri.

Keluarganya pun selalu datang mengunjunginya dan Youngri, begitupun ayahnya. Lily memang mengizinkan ayahnya untuk bertemu Youngri, dan ayahnya pun berkali-kali mencoba memberikan perhatian yang lebih juga pada dirinya. Tapi Lily masih belum bisa menerimanya. Ia menghabiskan seluruh masa kecilnya hanya untuk menerima sikap dingin ayahnya, dan perubahan itu tidak bisa dengan mudah diterimanya. Luka yang dibuat ayahnya di hatinya tidak akan semudah itu sembuh. Ayahnya mengerti hal itu dan berusaha untuk perlahan mendekatinya.

Pers masih mengejar-ngejar Lily dan Yunho mengenai keberadaan Youngri. Lily sudah terbiasa membiarkan semua berita buruk mengenai dirinya. Hanya saja ia tidak suka jika pers memberitakan hal-hal yang jelek mengenai Youngri. Tiba-tiba ia mendengar hal tentang Youngri yang sangat menyakitkan hatinya. Hal ini membuatnya sedih dan marah, dan ia menemui Jee Won karena hal ini. Ia ingin semua berita jelek mengenai Youngri berakhir.

Lily termenung ketika menunggu kedatangan Jee Won di restoran yang sama saat dulu Jee Won mengancamnya. Ia merasa bingung harus mengatakan apa. Ia tahu Jee Won masih membencinya, dan Lily takut jika Jee Won tidak akan menolongnya untuk menghentikan berita-berita itu.

“Maaf terlambat,”ucapan Jee Won yang baru datang menyadarkan Lily dari lamunannya.

Lily menatap Jee Won yang sudah duduk di hadapannya dan menggumam kecil. “Gwenchana.”

Kemudian mereka terdiam lama. Lily kembali termenung memikirkan Youngri dan apa yang harus dikatakannya pada Jee Won. Sementara Jee Won merasa canggung karena ia tahu jika ia salah sangka pada Lily mengenai hubungan Lily dan Yunho.

“So… what do you want to talking about?”tanya Jee Won memecahkan keheningan di antara mereka.

Lily kembali menatap Jee Won dan melihat ketidaknyamanan di mata gadis itu, lalu ia menghela napas. Ia harus mengatakannya. Kalaupun Jee Won tidak mau membantunya, Lily dengan kerendahan hati akan memohon padanya. Ia akan melakukan apapun untuk Youngri.

“Aku tahu kau masih membenciku, dan mungkin kau merasa aku tidak tahu malu karena datang menemuimu.”Jee Won merasa bersalah mendengar kalimat Lily. Seharusnya dirinya yang merasa malu dan harusnya dibenci oleh Lily. Bukan sebaliknya.

“Tapi… aku…”Lily terlihat kesulitan melanjutkan kata-katanya. “…aku ingin meminta tolong padamu.”

Jee Won mengernyit. “Meminta tolong apa?”

Lily menatapnya sedih dengan pandangan memohon. “Tolong… bisakah kau menghentikan pemberitaan tentang Youngri? Aku tahu kau membenciku. Tapi aku sudah memenuhi permintaanmu. Aku sudah berhenti dari dunia artis seperti yang kau mau. Jika itu masih belum cukup, setelah Youngri sudah cukup sehat, aku akan membawanya pergi meninggalkan Korea. Aku…”Lily tidak bisa melanjutkan kalimatnya, nafasnya tercekat karena menahan tangis. “… aku tahu bagaimana rasanya jika orang lain menganggap buruk statusku sebagai anak angkat, sebagai anak… selingkuhan…”Jee Won merasa semakin sedih mendengar hal itu. Joo Won memang pernah bercerita jika Lily adalah anak angkat dan perlakuan orang-orang kepada Lily. Ia pun dulu sempat merasa kasihan pada Lily. Tapi setelah mengetahui kalau Lily ternyata anak tiri, ia merasa lebih kasihan lagi.

“…Dan aku tidak ingin Youngri merasakan hal itu. Aku tidak mau orang-orang menyebutnya anak haram. Ia mungkin bukan anak kandungku dan Joo Won Oppa. Tapi kami sudah bertekad, sejak anak itu ditinggalkan oleh ibunya di rumah sakit, kami akan jadi orangtua kandungnya.”

“A… apa?!”Kali ini Jee Won benar-benar terkejut. Jadi masih banyak hal yang tidak diceritakan Joo Won padanya?

Lily menatap Jee Won bingung. “Kau tidak tahu? Kupikir kau sudah tahu, kau kan menyelidikiku…”

Jee Won menggeleng cepat. “Aku pikir… ia benar-benar anak Oppa. Kalian kan menikah…”ucapnya bingung.

Lily mengangguk pelan. “Kami memang menikah di catatan sipil. Tapi itu setelah Youngri lahir. Karena… karena ibu anak itu meninggalkannya di rumah sakit tidak lama setelah anak itu lahir, petugas dinas sosial akan membawanya ke panti asuhan. Tapi Joo Won Oppa tidak menyetujuinya. Jantungnya lemah sejak lahir, Youngri harus dirawat secara intensif. Kami menyayangi anak itu dan ingin mengadopsinya. Jadi…”

“Jadi kalian menikah agar bisa secara sah menjadi orangtua angkatnya?”simpul Jee Won.

“Ya.”ucap Lily pelan. “Dinas sosial tidak bisa menerima orangtua tunggal, jadi walaupun Joo Won Oppa sudah bekerja, ia tidak bisa mengadopsinya. Lalu kami menikah di catatan sipil dan tidak lama setelahnya kami menjadi orangtua Youngri. Lalu Joo Won Oppa membuat akta kelahiran Youngri dengan nama kami sebagai orangtua kandungnya.”

“Keluargamu tidak tahu akan hal itu.”Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan.

Lily mengangguk. “Oppa sudah melamarku. Kami pikir tidak masalah jika kami menikah lebih dulu di catatan sipil agar mendapat legalitas untuk mengadopsi Youngri. Tapi kami tidak menyangka jika setelahnya ayahku akan menentang hubungan kami…”

Jee Won merasa bersalah ketika mengingat alasan hubungan kakaknya dan Lily ditentang. Apalagi setelah ia mendengarkan cerita Ang Hyeon. “Maafkan aku.”

Lily menatapnya bingung. “Untuk?”

“Karena aku sudah menyalahkanmu atas kematian Oppa.”

Lily menunduk sedih. “Itu memang salahku.”

“Tidak, itu bukan salahmu. Ia hanya ingin menolongmu.”Hati Jee Won serasa teriris melihat Lily menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Joo Won.

Lily tidak menjawab, ia menunduk sedih. “Kalau tidak ada Youngri mungkin aku sudah menyusulnya sekarang…”bisik Lily pelan pada dirinya sendiri. Tapi cukup keras untuk didengar Jee Won, merasa lebih bersalah karena menuduh Lily sebelumnya.

“Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku kalau Joo Won Oppa adalah orang yang menabrak ibumu?”

Mata Lily berkaca-kaca. “Itu bukan salahnya. Ia tidak sengaja… ia menyesali hal itu sepanjang hidupnya. Makanya aku tidak mengatakan apapun padanya. Bagiku sudah cukup jika ia mencintaiku, dan aku akan memaafkan hal itu.”

Jee Won tersenyum. Ternyata Oppa-nya tidak salah pilih. Lily begitu mencintai Oppa-nya. Ia merasa Joo Won sangat beruntung dicintai oleh Lily, walaupun waktu mereka bersama tidak lama, tapi Jee Won yakin mereka pasti sangat bahagia.

“Aku akan mengurus pemberitaan tentang Youngri. Tidak akan ada lagi berita yang mengatakan jika ia anak haram, aku berjanji padamu.”kata Jee Won akhirnya.

Lily tersenyum senang. “Gomapta. Aku akan melakukan apapun yang kau mau sebagai gantinya.”

Jee Won menggeleng. “Maafkan aku karena membuatmu berhenti dari dunia akting. Kau bisa kembali menjadi aktris lagi. Aku tidak akan menentangmu lagi.”

Lily tersenyum. “Aku jadi aktris karena aku ingin mendapatkan banyak uang untuk biaya pengobatan Youngri. Sekarang setelah ia sembuh, aku tidak perlu bekerja di bidang itu lagi.”

“Sayang sekali, padahal kau berbakat.”kata Jee Won tersenyum.

“Joo Won Oppa juga pernah berkata begitu, makanya aku berpikir aku bisa jadi aktris.”ucap Lily lembut. “Tapi saat ini yang kuinginkan hanya hidup normal dengan Youngri, dan menghabiskan banyak waktu kami sebagai ibu dan anak biasa.”

“Apa tidak apa-apa jika aku memberitakan mengenai pernikahanmu dengan Oppa-ku? Kurasa itu satu-satunya cara untuk meredakan gosip miring mengenai Youngri.”

Lily mengangguk. “Terserah padamu. Tapi aku tidak ingin orang tahu jika Youngri adalah anak angkat. Aku ingin selamanya yang Youngri tahu aku adalah ibu kandungnya, dan Joo Won Oppa adalah ayah kandungnya.”

Jee Won tersenyum. “Aku mengerti. Aku bisa mengurus hal itu.”

Lily bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangan pada Jee Won. “Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu.”

Jee Won menyambut uluran tangan Lily. “Bolehkah kapan-kapan aku menemui Youngri?”tanyanya penuh harap.

Lily tersenyum hangat. “Aku pernah menceritakan padanya jika ayahnya punya adik. Dan aku yakin Youngri akan senang bertemu dengan bibinya.”

Dan Jee Won tersenyum lebar. Senyuman ceria yang pernah Lily lihat di foto, ketika Joo Won merangkul adiknya. Ia bersyukur bisa melihat senyuman yang selalu diceritakan Joo Won padanya.

~TBC~

Miaaaannn~

Aq sibuk bgt sm kuliah semester pendek trus ngerjain tugas sana-sini. Jdnya gk sempet2 nyelesain ending ni FF deh. Mudah-mudahan worth it ya ceritanya selama nungguin publishnya. Hehe~

Chapter 16 ending, dan dua hari lagi aq publish, jd aq harap bnyk yg komen ngasih pendapat tntg FF ni ya. Untuk masukan FF baruku ke depannya.

Gamsahamnidaaaa~^^

8 thoughts on “When You Come to My Life 15/16”

  1. ya ampuuuun. salah dugaan selama ini huuuuu. wonderful story. Kejutan kejutan dan kejutan selama cerita ini publish. ndak sabar endinge dbkin kyak apa ya??? semangat. cant wait the last chapter.

  2. Akhirny yaa ampuuuuunnn ditungguin lama bget kluarny ;p makin seru.. Mdh2n yuu bs baikan sm appany n yuchun cpetan jadian ツ hê ツ hê ツ hê ツ hê ツ..

  3. haru biru di part ini n bikin shock scene di akhir y youngri.bukananak kandung lily n joo won mereka cuma adopsi youngri,,,shoooock bgt…..mantap
    n bikin.mata bengep dgn berkumpul y keluarga jungvyg menangis haru biru apalagi pas obrolan appa y n lily bikin ikut sedih…
    daebak…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s