Wedding Planner [CHAP I] – FREELANCE

Author: Lee Reina

Casts:  Lee Reina

            Zhang YiXing (Lay EXO-M)

Genre: Romance

Rate: All

 tumblr_mqz1mzLsRz1sd9sjko1_500

            Suasana panik tergambar pada ballroom sebuah hotel ternama di Paris. Semua orang yang ada disitu sibuk dan mencoba mengikuti arahan dari boss-nya. Meja-meja yang tertata rapi, desain panggung yang mendominasi warna putih, dan bunga-bunga yang mulai ditata ditiap tempat.

“Shane, biarkan buffet bunga itu ada disana! Tidak-tidak, itu tidak berada disitu. Ya Tuhan, dimana Rose?! Bagaimana masalah makanannnya? Rose!!” seorang perempuan tinggi dengan dress selutut warna pink softnya bergerak cepat dan penuh dengan konsentrasi. Ia mengedarkan pandangan dengan seksama dan melihat para pekerjanya mengerjakan apa yang ia minta.

“Shane, tolong kau ambil alih untuk urusan dekorasi pada panggung. Aku akan menemui Rose untuk masalah makanan. Terimakasih!” Reina berlari kecil meninggalkan Shane asistennya. Ia keluar dari hotel tersebut dengan tergesa-gesa. Ia memasuki mobilnya dan mulai menembus kepadatan jalan Paris.

“Rose, kau dimana? Aku harus menemuimu sekarang. Apa?! Bagaimana bisa?! Ya Tuhan! Ku temui kau disana! Sekarang!!” dengan kesal Reina melempar headset-nya ke arah kursi penumpang sambil mengumpat pelan. Ia langsung memutar setirnya kuat dan melaju dengan cepat.

***

“Lee Reina, aku tidak menyangka kalau dekorasimu akan semegah ini…” Reina hanya tersenyum kecil dan menggenggam balik tangan klien yang juga sahabatnya.

“sebuah pernikahan adalah hal terindah kedua yang harus kau ingat selalu Barbara. Kau adalah sahabat baikku. Dan aku sudah rela tinggal di Paris untuk semua ini. Kau harus bahagia besok.” Reina memeluk sahabatnya dengan erat. Barbara menitikkan airmatanya bahagia karena ketulusan sahabat masa SMA-nya dulu.

“kau yang terbaik selamanya, Reina.”

“kau harus mengucapkannya setiap bertemu denganku ok?” ucap Reina setengah tertawa dan melepaskan pelukannya. Ia mengedarkan pandangannya ke ballroom hotel dengan puas. Semua, sesuai dengan apa yang ia bayangkan.

“aku dengar ada masalah pada kue pernikahanku Rei,” dengan senyum merekah Reina melihat sahabatnya itu dan menggenggam erat tangannya.

“Barbara, bukankah aku yang terbaik? Itu hanya masalah kecil. Kue pernikahan tingkat lima yang kau minta, besok akan berada di sana dengan megah dan sesuai dengan desain yang kita sepakati. Kue asli, bukan kardus seperti yang kau minta.” Mereka kembali tertawa kecil dan berjalan keluar ruangan dengan lega.

“kau hanya perlu mempersiapkan dirimu besok Barbara, untuk mengucapkan sumpah setiamu. Yang lainnya kau harus percaya padaku.”

“ya aku tahu. Aku selalu mengandalkanmu, Rei. Baiklah, aku pamit. Kita bertemu besok di sini. Aku mencintaimu.” Barbara memeluk Reina erat lalu melepaskannya sedetik kemudian. Ia masuk ke mobilnya dan meninggalkan Reina di pinggir jalan sendiri.

“ah, musim dingin selalu seperti ini” Reina mengeratkan jaketnya lalu masuk kembali ke dalam hotel. Memeriksa setiap detail dari dekorasinya.

***

“morning Shane,” sapa Reina di pagi hari saat memasuki ballroom hotel yang ia sudah dekorasi tiga hari ini.

“morning Rei. Kau tampak cantik hari ini.” Reina tersipu malu dan melihat dandanan dirinya sendiri. Long dress kuning gading yang cerah lembut dengan belahan memanjang sampai lutut benar-benar mengubah dirinya. Dengan stiletto putih yang memadukan dirinya dan terlihat pas di kakinya.

“balutan dress yang kau pilih sangat pas. Dan v neck itu benar-benar pilihan tepat. Beritau aku kalau ada lelaki yang mendekatimu.” Mereka tertawa bersama bersenda gurau.

“ah Rei, malam nanti flight kita pukul 22.50. Kita harus kembali ke Korea hari ini. Lusa kau sudah ada jadwal disana.” Reina menghela nafas dan mengangguk.

“sudah menjadi kewajiban pekerjaanku Shane. Terimakasih untuk semuanya. Sekarang kita harus kembali bekerja. Ayo!” Shane mengangguk dan mengekor dibelakang Reina yang mulai mengawasi kembali tiap apa yang ada dalam ruangan.

Reina mengetuk pelan ruang pengantin wanita yang tak lama kemudian dibukakan. Ia tersenyum lebar saat melihat Barbara dalam balutan pakaian pengantinnya.

“Ya Tuhan Barbara, aku baru tahu kalau kau secantik ini,” Reina tertawa dan duduk disebelah Barbara. Barbara hanya ikut tertawa dan menggenggam tangan Reina.

“kau sangat berarti Rei. Terimakasihku tidak akan cukup bukan?” belum sempat Reina bercakap-cakap lebih lama, tiba-tiba pintu terketuk kembali. Seorang lelaki dalam balutan tuxedo abu-abu masuk dengan gagah.

“Barbara, selamat atas pernikahanmu!” Reina terdiam melihat lelaki dengan potongan rambut blonde yang pas untuk wajah asia baratnya.

“oh Lay, terimakasih banyak. Aku senang kau menyempatkan diri untuk datang dan menunda kepulanganmu.” Barbara langsung mengalihkan perhatiannya kepada lelaki yang ia panggil Lay tersebut. Dengan sopan, Reina langsung berdiri untuk memohon diri.

“Barbara, kalau begitu aku akan kembali ke ruangan. Aku harus bekerja.”

“tunggu sebentar Rei, kau bahkan belum berkenalan dengan temanku di kuliah. Reina, kenalkan, ini Lay. Dia temanku sewaktu kuliah. Dan Lay, ini Reina, temanku saat SMA yang juga wedding planner-ku.” Dengan usaha menyembunyikan kegugupannya, Reina berusaha menjabat tangan Lay yang terulur. Ia tersenyum seadanya dan berusaha tidak terlihat aneh.

“Reina. Lee Reina.”

“Zhang Yi Xing. Kau bisa panggil aku Lay. Senang berkenalan denganmu.” Lay memamerkan senyum menawannya dan menjabat tangan Reina erat.

“y-ya, aku juga senang berkenalan denganmu.” Reina kembali tersenyum seadanya dan menarik tangannya dengan gugup.

“baiklah Barbara, ku rasa aku harus kembali pada pekerjaanku. Selamat atas pernikahanmu sayang.” Reina melambaikan tangannya dan langsung berbalik keluar ruangan.

“damn he’s so handsome!” ia mengumpat pelan saat mendorong pintu dan keluar dari ruang pengantin wanita.

“dia Korean ya?” Lay melihat ke arah pintu dengan bingung dan mengabaikan tatapan aneh Barbara.

“Zhang Yi Xing, kau sudah punya tunangan. Aku bisa melihat kau tertarik dengan temanku.” Lay menengok ke arah Barbara dan tertawa singkat.

“hanya untuk selingan Barbara. Lagi pula, kurasa ia menarik.”

“Shane, aku harus memeriksa makanan, kau bisa tolong awasi yang lain?” Reina melihat Shane dengan tatapan memohon yang tulus yang membuat Shane terkikik geli.

“baiklah Rei, akan kulakukan. Memang sudah tugasku sebagai asistenmu. Bye~” Shane memisahkan diri dari Reina dan berjalan menuju kepadatan para undangan pernikahan yang datang. Reina berjalan menuju area makanan sambil sesekali melihat keadaan dekorasi.

“Rose, aku akan memeriksa makanan, kau standby disana ok?” ucap Reina di walkie talkie yang menghubungkan tiap asisten kepercayaannya.

“Reina-ssi,” Reina langsung membalikkan badannya begitu merasa dipanggil seseorang.

“Lay, hai.” Ia membungkukkan badan sedikit sebagai salamnya dan menyunggingkan senyum kecilnya dengan gugup.

“aku tidak menyangka dekorasi yang dibuat dalam waktu tiga hari akan berakhir mengesankan. Kau hebat!” rona merah muncul di pipi Reina ketika Lay memujinya dengan tulus.

“terimakasih Lay. Aku hanya melakukan tugasku sesuai dengan permintaan Barbara.” Lay tersenyum lebar melihat senyuman lebar milik Reina yang membuatnya tersentuh.

“ah ya, tapi semua ini kau kerjakan dalam waktu tiga hari. So amazing Rei,”

“kau sudah cukup memujiku Lay. Ah ya, kau chinese bukan?” Lay menatap Reina dengan tanda tanya begitu mendengar pertanyaannya.

“tentu saja, ada apa? Apakah ada yang aneh?”

“bu-bukan begitu. Tapi kau sangat lancar berbahasa Korea. Aku tidak menyangka.”

“kau benar-benar tidak mengenalku Rei?” raut wajah terkejut Lay langsung muncul begitu mendengar ucapan Reina. Sedangkan Reina hanya bisa mengangkat bahu heran membuat Lay tertawa.

“baiklah, begini. Ku pastikan kau akan mengenalku begitu kau berada di Korea.” Reina hanya menatap Lay bingung dan penasaran.

“dan ku pastikan, kita akan bertemu secepatnya begitu aku sampai di Korea Selatan.” Tiba-tiba walkie talkie yang dipegang Reina berbunyi dan membuyarkan pemikiran-pemikiran Reina ke Lay.

“Rei, apakah ada yang harus kami tambah untuk makanannya?” suara Rose terdengar dari walkie talkie.

“kalau begitu, aku harus, kembali bekerja Lay. Senang mengobrol denganmu dan, terimakasih untuk pujiannya. Aku permisi.” Reina tersenyum lebar dan membungkukkan badannya lagi sebelum berbalik meninggalkan Lay. Lay ikut membungkuk dan tersenyum melihat Reina meninggalkannya sendiri.

“sudah kubilang ia menarik. Seandainya aku belum bertunangan, maka akan kupastikan ia milikku.” Lay menggumam kecil sambil memasukkan tangannya ke saku celana.

 -to be continued-

hai semuaaa ^^ Anin is back with new story ^^ ini on going ya🙂 jangan paksa Anin buat selesaiin cepet-cepet TT_TT

thanks for reading ^^ RCL ya ^^

9 thoughts on “Wedding Planner [CHAP I] – FREELANCE”

  1. Yaaa…kenapa lay nya udh pnya tunangan??😦
    Kan kasian rei nya law nyatanya ia suka ama lay

    Oohhh…annyeong #bow
    Salam kenal chingu🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s