[Freelance] CAN I LOVE YOU?? [Part 9]

Can I Love You

[Freelance] CAN I LOVE YOU?? [Part 9]

Title : Can I Love You?? [Part 9]

Author :  Monfish86

Main cast : Kim Chaeryl (OC), Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Jang Yunhi (OC)

Support cast : Kim Heechul, Lee Soora, Shin Hyorin (OC), Lee sungmin and other cast

Genre : Romance, marriage life

Length : On writing

Rating : PG-15

Chaeryl POV

Aku hanya memejamkan kedua mata saat menikmati alunan musik klasik yang bergaung sangat pas ditelingaku, entahlah akhir-akhir ini ‘dia’ suka sekali jika aku memutar nada-nada lembut seperti ini.

Baby~ah apa kabarmu disana? Kau menyukai musiknya?….ah..aku juga sangat menyukainya. Menyenangkan jika aku berbicara dengan ‘dia’ meskipun tak ada balasan, tapi aku tahu dia pasti mendengarku.

“Agassi…maaf saya harus memarkirkan mobil dimana?” Aku melihat paman Yoon dari balik kaca spion saat ia melajukan mobil dengan kecepatan lambat, ternyata sudah sampai.

“Paman tidak perlu menungguku, nanti aku akan pulang sendiri” Balasku sambil melihat sekeliling taman dari balik kaca mobil

“Tapi Agassi Tn.muda memerintahkan saya untuk membawa anda pulang pergi dengan saya” Aku bisa melihat wajah paman Hon yang seakan-akan memohon terhadapku.

Aku hanya menghembuskan nafas mendengar hal itu, sejak kapan namja idiot itu mengaturku pulang pergi darimana pun harus dengan mobil beserta supirnya? Yang pasti sejak dua minggu aku keluar dari rumah sakit sikapnya sedikit aneh, tak seperti biasanya dan itu membuatku sedikit takut, bingung, aneh, tak wajar dan…ahhh molla.

Contohnya seperti pagi tadi, dia tak marah jika aku menggunakan kamar mandi terlebih dahulu, dan namja idiot itu tak menggedor-gedor pintu saat aku berada dalam kamar mandi yang cukup lama. Dan yang tak wajarnya lagi adalah selama ini ia tak pernah sedikitpun menyentuh makanan yang aku buat, tapi pegecualian untuk hari ini dan kemarin. Sebenarnya sarapan pagi yang ia makan tadi bukan kubuat untuknya tapi untukku sendiri dan akhirnya aku harus membuat lagi seporsi makanan untukku sendiri.

Tapi tetap saja dia selalu ketus dan cuek jika terhadapku baik itu dari gaya bicaranya maupun caranya menatapku….tunggu bukankah dari dulu sudah seperti itu?? Shhhh dasar monyet idiot menyebalkan.

“Agassi…bagaimana?”

Aku tersadar dari lamunanku saat suara paman Yoon sedikit mengejutkanku, dan disaat itu juga aku melihat seorang namja yang sudah duduk disekitar kolam ujung taman ini, apa dia sudah menungguku lama?

“Ah..paman tolong berhenti disini” Seketika paman Yoon menepikan mobil ini tak jauh dari namja itu.

“Paman..ehmm..paman bisa kembali..biar nanti aku yang akan menghubungi Hyukjae..gwaenchanna”

“Tapi Agassi…”

“Paman tak perlu cemas..aku akan baik-baik saja, ghamsahamnida” Aku menutup pintu mobil dan menunggu paman Yoon melajukkan mobilnya dari taman ini, saat mobil sudah menghilang dari tikungan aku berbalik arah, tapi tiba-tiba..

“Harusnya kau tak menyuruh supirmu pergi” Namja yang tadi duduk di ujung taman itu kini sudah berdiri dihadapanku, ini pertama kalinya aku melihatnya sejak kecelakaanku terjadi.

“Oppa..mianhae apa kau sudah menungguku lama?”

“Eungg…sangat lama” Aku menunjukkan ekspersi menyesal diwajahku namun dia malah tertawa

“Aniya…aku bercanda, aku juga baru sampai” Akupun ikut tersenyum menanggapinya

Kami berjalan mengikuti alur taman ini dan akhirnya berhenti pada sebuah café yang letaknya juga menyatu dengan taman. Kami duduk di bangku kayu dengan meja bulat yang berada didepan kami. Matahari sore yang masih cukup menerangi taman ini membuat bunga-bunga disekitar terlihat sangat menawan.

‘CEKRIK’

Aku cukup terkejut saat Donghae oppa tiba-tiba mengarahkan kamera SLR dihadapanku dan aku tak tahu bagaimana ekspresiku saat tiba-tiba ia memotret diriku, dia sangat jahil.

“Ahh..pipimu terlihat sangat berisi sekarang” Aku mengerutkan kening saat ia mengomentari hasil kejahilannya

“Oppa…apa yang kau lakukan?hapus fotonya..jebal..aku yakin wajahku terlihat bodoh disitu” Aku berusaha mengambil kameranya, namun usahaku sia-sia, kamera itu sudah berada dibalik punggungnya

“Apa kau lupa?aku photographer professional, jadi tak ada yang terlihat bodoh..yang tadi adalah ekspresi yang sangat mengagumkan, mana mungkin aku hapus” Aku hanya mengerucutkan bibir mendengar ucapannya, namun ia malah tertawa.

“Apa perlu aku memotret ekspresi yang seperti ini juga?”

“Andweee..” Aku berusaha mengagalkan kejahilannya yang kedua dengan membekap kedua mulutku

“Oppa..aku terlihat sangat gendut, jadi jangan memepermalukanku dengan kameramu”

“Memang ada yang salah? Itu justru membuatmu semakin cantik….” Seketika ia berhenti bicara, sama sepertiku suasana tiba-tiba menjadi sedikit canggung

“Itu menandakan bahwa kau..kau dan calon bayimu dalam kondisi yang baik, wanita hamil selalu memiliki aura yang berbeda”  Tapi dengan sekejap juga Donghae oppa bisa mencairkan suasana kembali.

“Chaeryl~ah…maafkan aku..” Aku hanya menatapnya bingung saat tiba-tiba ia mengucapkan kalimat itu lagi, ini sudah yang kesekian kalinya ia meminta maaf padaku. Mengenai kecelakaan itu sungguh itu bukan salahnya, aku saja yang selalu ceroboh.

“Oppa..kenapa hanya kalimat itu yang selalu keluar dari mulutmu?kau sudah sering sekali mengucapkannya lewat telephone, aku tak tahu aku harus memaafkanmu tentang apa, jadi berhenti berbicara seperti itu lagi” Mendengar hal itu dariku ia hanya tersenyum dan terus menatapku, aku tak tahu apa ada yang salah dengan wajahku?

“Donghae oppa, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?” Aku memilih untuk bertanya terlebih dahulu karena aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat dia terus menatapku seperti itu. Tapi aku juga bingung harus mulai darimana aku bertanya tentang masa laluku, itulah alasanku untuk memintanya datang ke taman ini.

“Apapun itu” Hanya jawaban singkat yang keluar dari bibirnya

“Eungg…liontin ini, semua yang kau ucapkan tentang sejarah liontin ini sama persis dengan apa yang diceritakan oleh Heechul oppa dan ahjumma…apa…apa kau masih memilikinya?”

Beberapa hari yang lalu aku terus merong-rong pernyataan ahjumma dan Heechul oppa mengenai kebenaran yang diucapkan oleh Donghae oppa, dan ada perasaan bahagia saat mengetahui bahwa semua yang diucapkan oleh Donghae oppa adalah suatu kebenaran. Entahlah aku hanya merasa bahagia saat mengetahui tentang masa kecilku yang tumbuh bersama dengannya, itu seperti menghidupkan kembali masa-masa saat aku masih bisa mengingat mendiang orang tuaku.  Dan saat ini aku hanya ingin tahu apa Donghae oppa juga masih memiliki liontin ini atau tidak.

“Aku yakin hanya ada satu pasang liontin seperti itu didunia ini, karena ibumu khusus memesannya di hari ulang tahunmu, dan disaat itu juga beliau memberikannya padamu satu dan satu lagi kepadaku, jadi bagaiman mungkin aku tak menyimpan barang yang khusus dibuat untuk…” Donghae oppa tak melanjutkan kalimatnya, tapi aku cukup tahu apa yang akan ia katakan. Jadi dia masih menyimpan liontin yang sama dengan yang aku kenakan saat ini.

“Oppa…” Aku ragu untuk menayakan hal ini padanya, tapi jika aku tak bertanya maka aku tak tahu kebenarannya. Sesungguhnya pertanyaan ini sudah tersangkut dikepalaku berhari-hari yang lalu, bolehkah?

“Katakan Chaeryl, bukankah itu tujuan kita bertemu, hmm…?” Ucapannya semakin membuatku ragu untuk menyakan hal ini, dan yang lebih membuatku tak bisa berucap adalah, kenapa tatapannya padaku selalu membuatku gugup.

“Aku hanya ingin tahu…apa….apa yang membuatmu untuk memutuskan….kembali ke Seoul?Setelah sekian lama kau tak pernah muncul, dan dengan tiba-tiba kau mengejutkanku..ahni maksudku membuatku mengingat kembali ingatanku yang hilang, dan membuatku menjadi…”

‘Bingung, sedih bahagia semuanya teraduk menjadi satu di hatiku, dan ikatan kita dimasa lalu apa masih berarti bagimu?’  Kalimat terakhir itu tak mampu aku ucapkan, hanya bergaung pelan di rongga dadaku.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika saja Donghae oppa datang sebelum ‘kejadian’ itu menimpaku dan mengantarkan diriku dalam kondisi pernikahan yang..yahh bisa disebut kacau, semua yang aku lalui sebelum ingatanku kembali terasa begitu cepat dan menyadari diriku yang sudah menikah dan akan menjadi seorang ibu untuk calon bayiku kelak. Kedatangan Donghae oppa saat ini seperti…ahhhh kenapa aku malah berpikir seperti ini? Memang ada yang salah jika dia datang??

“Haruskah aku berkata jujur?”

“Ne?”

“Gadis cerewet yang selalu marah jika dipaksa minum susu oleh ibunya, gadis cengeng yang takut sekali dengan gelap dialah yang membuatku kembali disini, dia yang sedang duduk dihadapanku saat ini tapi…tapi sayangnya aku sangat terlambat..ahhh aku bodoh sekali..”

“Oppa…”

“Tapi setidaknya aku beruntung masih bisa melihat dirinya lagi setelah 15 tahun aku menerka-nerka seperti apa wajahnya saat sudah menjadi seorang gadis, dan sialnya dia sangat manis”

Aku tak tahu apa yang harus kuucapkan saat mendengar itu semua dari bibirnya, semua yang diucapkannya seperti menjawab semua pertanyaanku, ikatan kami di masa lalu mungkinkah masih berarti baginya?tapi jika keadaanya sudah seperti ini hanya Tuhan yang tahu bagaimana semua akan terjadi nantinya.

Obrolan kami berlanjut ke hal-hal yang ringan, dia menceritakan kembali bagaimana dulu saat kami bersama, meskipun samar-samar aku mengingat apa yang diceritakannya saat itu. Dan entahlah rasanya menyenangkan sekali jika kami membahas masa kecil yang penuh dengan canda tawa dan kebersamaan, dan hal itu tak luput juga tentang mendiang eomma dan appa semuanya terekam kembali dalam memoriku, aku rasa dengan ratusan kali ucapan terimakasih yang aku berikan pada Donghae oppa belum cukup membayar semua kebaikan dan kejujuran dari bibirnya yang mengungkap tentang masa laluku yang hilang dan diluar itu semua dia adalah namja yang bersikap sangat lembut padaku baik itu ucapan maupun sikapnya.

Lee Hyukjae POV

Aku melempar kembali ponsel hitamku ke arah sofa dan untuk ketiga kalinya aku mengambil kembali ponsel itu, satu nama yang sudah tercetak disana dan hanya menekan tombol dial maka akan tersambung padanya,  ‘tssskkkk’…aku melempar lagi ponselku dan berusaha mengalihkan pikiranku ke hal yang lain.

Tapi sialnya otakku masih saja memikirkan yeoja labil yang sudah selarut ini belum kembali, apa namja itu yang menjadi alasannya tak mau pulang bersama dengan paman Yoon? Pasti. Jangan dikira aku membencinya yang berjalan dengan namja yang bernama Lee Donghae itu, sama sekali tidak, aku tak peduli dengan siapa dia pergi dan apa yang dia lakukan. Yang membuatku berfikir saat ini adalah bagaimana jika ada yang melihatnya dan mengenalinya sebagai istriku?dan aku tak mau hanya gara-gara masalah seperti ini hubunganku dengan Yunhi juga akan ikut terseret keluar.

“TEEETTTT’

Aku mengerutkan kening saat mendengar suara bel dari pintu depan, siapa yang memencet bel di malam seperti ini? Apa yeoja labil itu? Tapi bukankah dia tahu kode kuncinya?

Aku memutuskan untuk berjalan kearah depan dan membuka pintu appartemen dengan otomatis, seketika aku tak mampu berkedip saat melihat seorang yeoja yang sudah berdiri lima langkah di hadapanku, tatapannya seperti menghujaniku dengan kerikil, aku tahu suatu saat nanti hal ini pasti akan terjadi, dan inilah waktunya.

“Apa kau tak mau mempersilahkan tamu mu ini untuk masuk?”

Aku sedikit tersadar dari keterkejutanku saat tiba-tiba ia berjalan masuk ke dalam appartemen. Aku dengan kaku berjalan mengikutinya, dia berdiri di ruang tamu dan aku tahu apa yang membuat tatapannya menajam saat melihat sesuatu yang terlihat paling menonjol diantara perabotan di ruang tamu, yahh bingkai foto pernikahan raksasa yang merekat pada dinding, aku yakin nunaku sengaja membuat benda itu menjadi perhatian siapapun yang masuk kedalam ruangan ini.

“Aku tahu ini sama sekali bukan gayamu, oppa” Aku tahu dia tak akan berteriak atau memakiku saat melihat sesuatu yang mungkin membuat hatinya sakit, tapi aku yakin ia menyimpan rasa sakit itu dengan sangat baik, itulah dia yang aku kenal.

“Yunhi~ya…”

“Appartement ini sepertinya sangat nyaman, boleh aku duduk?” Tanpa jawaban yang keluar dari mulutku ia menarikku untuk duduk tepat disebelahnya dan dengan sekejap kedua tangannya sudah melingkari pinggangku cukup erat bahkan ia tak memberi tubuhku ruang untuk bergerak.

“Kau pasti bertanya kenapa aku bisa berada disini..”

“Maaf, seharusnya aku memberitahumu tentang hal ini….”

“Jangan katakan” Dia membungkam mulutku dengan semakin mempererat pelukannya, aku tak tahu apa yang sedang dipikirkannya saat ini

“Yunhi~ya jika kau ingin marah padaku lakukanlah sesuka hatimu jangan…..”

“Aku takut oppa..aku takut”

Aku melepaskan cengkeraman tangannya dari tubuhku, mensejajarkan wajahnya di hadapanku dan disana aku melihat cairan bening bercampur mascara yang menempel dibawah cekungan matanya, cairan itu jatuh mengaliri pipinya. Dan disaat itu juga entah kenapa wajah yeoja labil itu yang terlintas dikepalaku, saat dia menangis aku tak tahu apa yang harus aku lakukan seolah-olah ia melumpuhkanku hanya dengan airmatanya, tapi begitu mudah bagi Yunhi, aku meraih tissue yang terletak tak jauh dari jangkauan tanganku.

“Mianhae, aku tahu itu semua pasti berhubungan dengan ini” Dia menghentikan tanganku yang sedang menghapus airmatanya, menatapku dengan tatapan yang mungkin membuatku menjadi seorang namja yang tak berguna untuk kekasihnya

“Kau tahu apa yang membuatku takut?” Ia menarik nafas sejenak, tatapan matanya tak sedetikupun beralih padaku “Hal yang membuatku takut hingga aku tak bisa bernafas dengan panjang, tak bisa menikmati segala sesuatu yang berada dimulutku, tak bisa menikmati malam panjang di ranjangku itu semua karena…karena kau dan Chaeryl, karena…aku takut kau pergi dariku, oppa”

Aku tak mampu berkata saat melihatnya dengan kondisi seperti ini, lidahku begitu kelu bahkan hanya untuk mengucap satu huruf, seberapa jauhkah aku melangkah hingga membuatnya seperti ini?

“Yunhi~ya, mianhae aku tahu kau sangat tersiksa dengan hubungan kita yang seperti ini tapi kau tahu bagaimana perasaanku yang sesungguhnya…”

“Aku rasa perasaanmu saat ini yang sesungguhnya perlu dipertanyakan oppa”

“Apa maksudmu?”

“Perasaan seseorang bisa berubah kapanpun….aku merasa perasaanmu padaku tak seperti dulu, apa kau tak menyadarinya?”

Aku cukup tertohok dengan pernyataannya, bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Jika perasaanku berubah bukankah aku orang yang paling pertama menyadarinya? Puluhan kali aku menanyakan sisi hatiku yang lain tentang hal ini, apa aku kurang memberinya perhatian? Aku sedikit menyadari akhir-akhir ini kami jarang berhubungan mungkin hanya sebatas menanyakan kabar melalui telephon, itu juga aku lakukan demi dirinya jika saja nuna  tak memberiku peringatan yang menyangkut Yunhi maka aku tak perlu bersikap sedikit baik pada Chaeryl.

“Hyukjae~ya ini peringatan terakhir dariku, jika terjadi sesuatu yang buruk dengan Chaeryl maka orang pertama yang paling bertanggung jawab adalah kekasihmu Jang Yunhi, nuna tak akan tinggal diam mengenai kau dan Yunhi…………….

“Memang istrimu tak pernah sedikitpun mengadu tentang kelakuanmu tapi nuna cukup tahu bagaimana sikapmu padanya……………….

“Ingatanmu masih cukup baik kan untuk melakukan perintah Dokter, jaga emosi istrimu dan jangan sampai membuatnya tertekan itu akan berakibat pada bayinya. ingat!! Dan satu lagi, eomma dan abeoji ingin melihat cucu pertama mereka lahir tanpa kurang satu apapun, jadi tolong bertanggung jawablah layaknya seorang pria…………..”

Sekelebat ucapan dan ancaman yang nuna lontarkan padaku saat di rumah sakit waktu itu seakan-akan mencekikku, bagaimana jika hal yang buruk menimpa Yunhi ? dan itu semua karena aku yang tak bisa menempatkan dimana posisiku yang sesungguhnya, dan hal ini semakin membuatku ingin meledak. Jika rasa tanggung jawab ini tak membebani bahuku maka Yunhi tak perlu menderita seperti ini.

“Yunhi~ya apa karena aku..aku dan Chaeryl tinggal bersama disini hingga membuatmu bisa berkata seperti itu? Apa ini yang kau takutkan?”

“Aku seorang wanita oppa dan itu wajar jika aku mengkhawatirkan hal ini…dan…dan lebih dari itu semua dengan kondisi Chaeryl yang sedang….hamil”

Aku sedikit tersentak saat Yunhi mengetahui kondisi Chaeryl yang sedang hamil, bagaimana bisa dia tahu? Aku tidak bermaksud menyembunyikan hal ini, hanya saja aku takut dia akan semakin terluka.

“Yunhi~ya aku tak tahu seberapa dalam aku menyakiti dirimu, bahkan dengan meminta maafpun tak akan cukup untuk menyembuhkan itu tapi soal…soal kondisi Chaeryl saat ini..itu semua diluar kendaliku”

“Saat membiarkanmu menikahi Chaeryl itu sama rasanya dengan menenggelamkan tubuhku di kobaran api dan luka bakar itu tak bisa menghilang meskipun aku bisa menerimanya, tapi untuk menerima kondisi kehamilan Chaeryl saat ini kau sama saja menyuruhku untuk hidup selamanya didalam kobaran api itu….oppa bagaimana aku bisa menjamin bahwa kau akan terus bersamaku?…bisakah kau hanya milikku?…keluarkan aku dari kobaran api itu…tinggalkan Chaeryl bukankah kau tidak mencintainya?”

Aku tak bisa berkata apapun saat pernyataannya bertubi-tubi menyerang pendengaranku, dan disaat itu juga entah kenapa ruang oksigen yang kuhirup semakin sempit dan membuat rongga dadaku sesak. Aku tak tahu apa yang terjadi, seharusnya aku mudah mengiyakan permintaannya dan bukankah benar adanya bahwa aku tak mencintai yeoja labil itu jadi mudah bagiku untuk memberinya jawaban, tapi kenapa hatiku tak bisa mengiyakan apa yang ada di kepalaku?

“Oppa…kau tidak bisa?”

“Yunhi~ya…ini hampir tengah malam kau harus istirahat..aku akan mengantarmu pulang”

“Andwee…apa itu jawabannya? Kau tidak bisa memilih?”

“Jang Yunhi aku mohon padamu jika yang kau ragukan tentang kehamilannya kau bisa menunggunya… hingga…hingga bayi itu lahir” Aku tak tahu bagaimana merangkai kalimatku yang terasa kacau dikepalaku, ucapanku itu mengingatkanku pada Chaeryl yang pernah mengucap hal yang sama padaku

“Hingga bayi itu lahir? Itu artinya kau bisa meninggalkan Chaeryl?”

Ada apa dengan diriku? Kenapa begitu gamang saat seperti ini? Lee Hyukjae!!!apa saat ini kau perlu membenturkan kepalamu ke dinding? Hingga aku tak sadar saat Yunhi kembali memelukku, pelukan itu semakin erat dipinggangku dan itu semakin membuatku merasa bersalah, aku tahu dia meletakkan semua harapannya padaku…

“Aku akan menunggu saat itu, gomawo oppa” Aku membalas pelukannya dan menepuk pelan punggung gadis ini, tepat dihadapanku bingkai foto pernikahanku seperti menarik ulur hati dan pikiranku dan itu semakin membuat isi kepalaku berantakan.

“Oppa…jika tak keberatan kau mau mengantarku pulang? Aku ada kuliah pagi besok “

AUTHOR POV

“Oppa tak apa biar aku lewat tangga ini, lagipula ini sudah malam dan aku juga sudah terbiasa dengan ini. Terimakasih sudah mengantarku”

“Kim Chaeryl, appartment yang kau tinggali ada di lantai 4 dan kau naik menggunakan tangga? Apa kau lupa dengan ini?” Donghae menunjuk perut Chaeryl yang sudah terlihat sedikit membuncit, namja ini bersikeras akan mengantarkan Chaeryl dengan lift. Donghae yang tahu bahwa ‘gadis kecilnya’ ini sangat phobia jika harus berada di dalam lift seorang diri.

“Apa setiap hari kau menggunakan tangga ini jika keluar dari apartment?”

Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya “Tapi tidak juga, terkadang jika ada yang berada dalam lift aku bisa ikut dengannya”

Donghae menarik tangan Chaeryl dan tepat saat itu juga pintu lift terbuka, bersamaan dengan itu Chaeryl hanya memejamkan mata membiarkan dirinya ikut masuk kedalam lift tersebut, entah sampai kapan ia harus takut berada di dalam lift. Donghae yang sadar dengan ketakutan Chaeryl memberanikan sisi tangannya merengkuh bahu gadis itu

“Chaeryl~ah kau harus belajar membuka matamu saat seperti ini, dan jika kau masih takut kau bisa menghitung mundur dari angka 10..kajja buka matamu” Kini tangan Donghae beralih ke pergelangan tangan gadis itu, entah disadari atau tidak hal itu membuat Chaeryl sedikit tenang.

Secara reflek Chaeryl mengikuti apa yang diperintahkan Donghae, ia membuka matanya lalu mulai menghitung mundur dari angka 10

“10..9..8…….5….2….”

TTIINGGG’

Chaeryl segera melangkahkan kaki keluar saat pintu lift itu terbuka tepat di hitungan ke 2, ia pun ikut menarik tangan Lee Donghae hingga pintu lift itu tertutup kembali dan pandangan mata Donghae teralih saa tiba-tiba gadis itu tertawa lepas dengan suara nafas yang masih memburunya, ia tertawa karena menurutnya sedikit demi sedikit dirinya bisa mengatasi ketakutan itu dengan menggunakan rumus menghitung mundur dari namja yang ada di sampingnya saat ini

“HHaaahhhh…oppa kau tahu menghitung mulai dari 10 tadi rasanya seperti menghitung dari 1000 ke 10…lain kali akan kugunakan rumus ini”

Donghae ikut tertawa melihat tingkah Chaeryl yang seperti ini, bahkan pandangan matanya tak sedikitpun luput dari wajah gadis itu, baginya sungguh seperti mimpi bisa melihat Chaeryl tertawa bersamanya, sama seperti disaat Chaeryl masih menjadi ‘gadis kecilnya’ yang dulu.

Chaeryl menghentikan tawanya saat menyadari tatapan namja yang masih menggenggam tangan kanannya itu, dengan segera ia melepaskan genggaman tangan Donghae, seketika suasana canggung kembali menyelimuti mereka, padahal Chaeryl sangat menyukai suasana jika ia bisa bercanda dengan Donghae daripada suasana yang seperti ini

“Lain kali kau harus mencobanya sendiri di dalam, mana mungkin sudah sebesar ini kau masih takut” Sesegera mungkin Donghae mengalihkan suasana dengan menggoda Chaeryl

“Mwo? Aku akan memikirkan hal itu 1000 kali sebelum melakukannya….”

Kalimat Chaeryl seakan-akan menguap entah kemana saat jarak pandangnya tak jauh melihat dua orang yang berdiri menatap dirinya dan Donghae.

Dinding-dinding koridor appartement ini seolah-olah menghimpit dirinya saat melihat tangan wanita itu bergelayut pada lengan namja yang ia sebut ‘namja idiot’ bahkan rasanya ia tak kuat menggengam ponsel yang ada ditangannya, ponsel itu meluncur dengan mudah dari genggamannya. Chaeryl sendiripun tak tahu kenapa ia bisa seperti ini, harusnya ia tahu bahwa wanita itu, Jang Yunhi adalah kekasih dari suaminya.

Hyukjae yang melihat Chaeryl bersama namja yang pada waktu itu hampir membuatnya melayangkan tinju di wajahnya saat di rumah sakit beberapa minggu yang lalu hanya bisa menatapnya tajam, entah kenapa rahangnya mengeras menahan sesuatu yang ia sendiripun tak tahu, tapi yang pasti ia tahu rasanya ia ingin benar-benar melayangkan tinju pada namja itu.

Sedangkan Donghae hanya menatap dalam diam apa yang sedang dilihatnya saat ini, baginya ini bukan pertama kali melihat Hyukjae bersama dengan wanita itu, jika saja ia tak mengingat posisinya yang bukan siapa-siapa dalam hidup Chaeryl mungkin ia tak akan meminta ijin untuk memberikan satu…ahni seratus kali hantaman tepat dikepalanya.

Chaeryl yang tak tahu apa yang harus dilakukannya hanya bisa bertanya-tanya dalam dirinya sendiri ‘Apa yang mereka lakukan di dalam?…..apa harus disini mereka menunjukkan padaku?…kenapa namja idiot itu harus menunjukkan ini semua padaku?….pabo kau Kim Chaeryl, seharusnya kau lewat tangga saja tadi, maka kau tak akan melihat ini semua’

“Yunhi~ya..kau….kau bisa menungguku di mobil?” Hyukjae melepaskan tangan Yunhi dari lengannya ia berjalan dengan langkah kaki dan tatapan mata yang tak luput dari gadis yang tengah berdiri di depan pintu lift itu.

Dengan sedikit kasar Hyukjae menarik tangan Chaeryl dan menggenggam pergelangan gadis itu dengan kuat, bahakan ia tak menghiraukan ekspresi wajah Chaeryl yang tersaikiti.

“Aku harap kau tak lupa dengan kondisi istrimu saat ini” Tangan Donghae menarik sisi lain pergelangan tangan gadis itu dan Chaeryl hanya bisa diam melihat dua orang namja yang saling melempar tatapan tajam satu sama lain. Mendengar hal itu Hyukjae seolah-olah mendapat tamparan tepat dikepalanya dan sedikit demi sedikit ia merenggangkan cengkraman pada pergelangan tangan Chaeryl

Donghae memilih melepaskan tangan Chaeryl dan pergi tanpa satu patah kata yang terucap dari bibirnya, sosoknya menghilang di balik pintu lift dan diikuti oleh Yunhi yang berada dibelakangnya, dan sejenak Chaeryl melihat tatapan yang menyakitkan dari Yunhi sebelum akhirnya pintu lift itu tertutup.

“Kau…kita harus bicara” Hyukjae menarik Chaeryl masuk kedalam appartement mereka, namun belum sempat melangkahkan kaki untuk masuk dengan kasar gadis itu menghempaskan tangan Hyukjae yang berada di pergelangan tangannya.

“Hal penting apa yang harus kita…ahni yang kau bicarakan?” Kini giliran Chaeryl yang menatap tajam namja yang ada dihadapannya saat ini. Hyukjae melihat sekilas pergelangan tangan gadis itu yang membekas merah karena perbuatannya, namun detik berikutnya ia balas menatap Chaeryl dengan tatapan menuntut

“Apa yang kau lakukan di luar sana? Kenapa kau tak kembali dengan paman Yoon? Apa karena namja itu?”

“Yakkk..sejak kapan kau mengaturku harus pulang dengan paman Yoon? Bukankah sudah biasa jika aku harus pulang sendiri?”

Hyukjae cukup terkejut dengan pernyataan Chaeryl, apa yang dikatakan gadis ini memang benar. Namun sisi hatinya menyatakan bahwa ini bukan kemauannya, ini salah satu ‘sikap sedikit baik’ yang ia berikan pada Chaeryl seperti apa yang dikatakan oleh nuna nya dan ini juga dilakukannya demi menjaga Yunhi dari ancaman Lee Soora, tapi kenapa ia begitu marah saat melihat Chaeryl kembali dengan Donghae bukannya dengan paman Yoon? Itulah yang menjadi pertanyaan dikepalanya.

“Kau memang benar, aku hanya tidak ingin mereka membunuhku hanya gara-gara kau dan bayimu kembali celaka” secaa spontan kalimat itu meluncur dengan bebas dari mulut Hyukjae.

‘Hanya gara-gara kau dan bayimu kembali celaka’ kalimat terakhir itu terus bergaung ditelinga Chaeryl dan membuatnya terasa ngilu. Ia menepis pikirannya saat membayangkan Hyukjae lebih baik mengatakan ‘bayi kita’ daripada kalimat awal yang ia lontarkan, tapi pada kenyataannya namja ini tak pernah menganggap sebuah nyawa yang hidup di dalam perutnya sebagai calon anaknya. Entah kenapa ia ingin menangis saat tak sengaja ia mengetahui fakta lain bahwa Hyukjae yang ada dihadapannya saat ini memang tak akan peduli pada dirinya dan calon bayinya, yang ia tahu dia hanya peduli pada dirinya sendiri.

“Bayiku?????Hoohh…jadi itu alasanmu kenapa aku harus pulang dengan paman Yoon? Jika begitu kau tak perlu takut mereka akan menyalahkanmu jika terjadi sesuatu padaku, karena aku cukup tahu bagaimana cara menjaga diriku untuk tetap bertahan hingga dia terlahir. Seharusnya aku tahu dari awal bahwa dirimu memang tak akan pernah menginginkan bayi ini, jika aku memiliki keberanian saat itu untuk….untuk menggugurkannya, mungkin kau tak perlu repot-repot untuk berusaha bersikap baik padaku hanya karena keluargamu. Bersikaplah seperti yang selalu kau lakukan padaku”

Pandangan Hyukjae tak sedikitpun teralih dari gadis ini, tatapan tajam matanya seolah-olah melunak saat mendengar reaksi Chaeryl, bukankah ini sudah biasa terjadi diantara mereka? Yahh bertengkar dan berdebat sudah seperti menu pokok di kehidupan mereka sehari-hari, tapi kali ini ucapan Chaeryl cukup sukses membuat dirinya tak bisa berkata apapun, dan lagi-lagi ia hampir melihat airmata gadis itu terjatuh, namun dengan segera Chaeryl berlari meninggalkan Hyukjae yang masih diam berdiri ditempatnya.

Hyukjae yang masih tak beranjak dari tempatnya berdiri hanya membiarkan gadis itu pergi, meskipun ia tahu Chaeryl yang sedang menahan tangisnya. Sekarang yang ada di kepalanya terasa sangat membingungkan hatinya, apa ia harus kembali ke appartement dan menyelesaikan semuanya bersama dengan gadis itu, tapi di sisi lain seorang gadis mungkin sudah duduk berada didalam mobil dan menunggu dirinya.

Dengan langkah cepat namja itu berjalan menuju pintu lift dan berdiri didepannya, menyusul seseorang yang sudah menunggunya dibawah.

“Harusnya kau biarkan dia pergi dengan siapapun yang ia mau, yang harus kau pikirkan adalah bagaimana membuat ini semua cepat berakhir dan kembali bersama dengan Yunhi…ya hanya Jang Yunhi”  Ia mencoba membuat dirinya sendiri mengerti apa yang harus dipikirkannya, mengalihkan semua apa yang ada diotaknya hanya untuk seseorang yang semestinya menjadi pendamping hidupnya.

***

“Uhhkkkk..hmpffftttt” Gadis itu melompat dari ranjangnya dan sedikit berlari menuju kamar mandi saat rutinitas ‘moorningsick’ nya datang menghampiri setiap pagi, inilah kebiasaan baru yang harus dihadapinya hampir di setiap hari saat ia pertamakali membuka mata di pagi hari.

Setelah beberapa menit lamanya ia berada didalam kamar mandi gadis itu melangkahkan kakinya keluar dan di saat itu juga tatapan matanya terhenti pada ranjang yang ia tempati, tepat disebelah boneka beruang raksasa miliknya yang berada ditengah-tengah ranjang sesosok namja yang sedang terbaring dengan tangan yang menutupi sebagian wajahnya tengah tertidur dengan pulas, pakaian yang digunakannya pun masih sama dengan semalam.

Sejenak ingatan Chaeryl memutar kembali tentang kejadian semalam yang membuat dirinya seakan-akan sulit bernafas kembali, dipandanginya seorang namja yang tengah tertidur itu dari jaraknya berdiri tak kurang dari 1 meter.

“Sampai kapan aku harus bertahan seperti ini? Ini semua mulai menyakitkan bagiku….napeun namja” Gadis itu hanya berbisik pelan pada dirinya sendiri, namun tatapannya tak bergerak dari seseorang yang mungkin tak akan mendengar apa yang dibicarakannya.

Ia memutuskan untuk keluar dari kamar ini, semakin lama ia melihat Hyukjae ia merasa ada yang aneh dan menyakitkan dalam dirinya sendiri. Ia tak menyadari apa yang sedang ia rasakan, gadis itu beranggapan sikapnya yang akhir-akhir ini sangat sensitive dikarenakan karena kondisinya yang tengah mengandung.

Ini adalah hari minggu, dan sesungguhnya ini adalah hari yang  membosankan baginya, tak ada kegiatan kuliah yang akan ia lakukan. Itu berarti ia akan lebih sering melihat Hyukjae dan semakin membuat dirinya merasa ada sesuatu yang menyakitkan jika nantinya ia akan mendengar lagi ucapan-ucapan yang dapat meretakkan dinding hatinya.

“Semoga hari ini namja idiot dan menyebalkan itu tidak berada di appartement, atau aku yang akan pergi….ahhhh…ahni..ahni..ahni pinggangku terasa sangat sakit jika harus berjalan-jalan lama jadi lebih baik namja idiot itu saja yang pergi entah kemana sesukanya”

Gadis itu berjalan menuju ruang tengah menyandarkan tubuhnya di soffa beludru hitam, dinyalakannya layar TV dengan remote control yang tak jauh dari tempatnya

“Chaeryl~ah annyeong…aigooo bogoshipeo..ahh bagaimana keadaan calon keponakanku? Dia baik-baik saja kan?”

“Omo…jinja” Chaeryl terkejut bukan main saat tiba-tiba sesosok yeoja muncul dari ruang tamu depan dengan riang berjalan menuju dirinya

Yeoja itu menyentuh permukaan perut Chaeryl yang sudah sedikit membuncit itu

“Eonni..sejak kapan kau datang?” Chaeryl yang masih bingung kenapa kakak iparnya itu tiba-tiba sudah berada didalam appartementnya, meskipun kakak iparnya itu tahu kode alarm appartement ini, tapi setahunya bukankah Lee Soora sedang berada di Singapore?

“Sejak satu menit yang lalu mungkin…wae? Apa kedatanganku menganggu kalian..hmmm?” Mata Soora menyipit mencoba menggoda adik iparnya itu, sedangkan Chaeryl hanya mendengus melihat tingkah kakak iparnya itu

“Oh iya Chaeryl,  ini…aku membawa titipan dari Eomma dari rumah, ini adalah vitamin untuk ibu hamil, serta ini ada beberapa buku panduan untuk ibu hamil, pastikan monyet satu itu membacanya dan ini susu untuk ibu hamil..dan kau wajib meminumnya!!” Chaeryl terus memperhatikan Soora yang sibuk mengeluarkan beberapa barang dari kantong belanjaan yang ada disampingnya, tapi tatapannya seketika menajam saat ia melihat kotak berwarna putih dengan gambar seorang wanita tengah meminum sesuatu yang ia benci dalam sebuah gelas.

“Susu?? Eonni kau tahu aku sangat benci minum susu dan…”

“Dan mulai sekarang kau harus belajar menyukainya, yang disini…sangat membutuhkan nutrisi dari susu ini dan ini seperti apa yang sudah direkomendasikan oleh dokter” Soora menunjuk perut Chaeryl dengan ibu jarinya, mendengar hal itu Chaeryl tak bisa memantah lagi, memang benar apa yang dikatakan oleh kakak iparnya itu, selama ini dirinya hanya memperhatikan bayi yang ada diperutnya melalui nutrisi dari makanan yang ia makan tanpa adanya bantuan dari luar seperti vitamin dan susu.

“Arraseo…aku akan mencobanya, eonni” Meskipun berat bagi Chaeryl untuk melakukan hal yang ia benci, tapi ini semua demi calon bayinya.

“Jika kau merasa mual dengan baunya, minta Hyukjae yang membuatkan susunya untukmu”

“Ne??” Chaeryl sedikit terkejut mendengar ucapan kakak iparnya itu, Hyukjae membuatkan susu untuknya? Membayangkan saja rasanya tak mungkin jika namja itu akan melakukan seperti apa yang di ucapkan oleh Lee Soora, itu yang ada dipikiran Chaeryl ‘sangat mustahil’ batinnya.

“Ahh…dimana suamimu? Dari tadi eonni tak melihatnya sama sekali” Soora menaburkan pandangannya disekitar appartement saat yang dicari sama sekali tak menunjukkan batang hidungnya

“Dia masih tidur”

“Tskk…masih saja susah sekali kalau harus bagun pagi,  seharusnya di hari libur seperti ini dia meluangkan waktu bersamamu lebih banyak, sekedar jalan-jalan pagi atau bersepeda itu juga kan baik untuk ibu hamil..”

“Eonni, kita bukan pasangan yang seperti itu, mereka yang melakukan itu adalah pasangan yang normal…ah iya aku hampir lupa, eonni aku..aku akan membuatkan minum untukmu, tunggu sebentar”

Chaeryl merasakan perih sekali lagi saat mendengar ucapan Soora, ia tahu kakak iparnya itu tak bermaksud untuk membuatnya seperti ini, dan akhirnya ia memilih untuk menghindari percakapan yang mungkin nantinya membuat dirinya berharap tentang sesuatu yang tidak mungkin.

Sedangkan Lee Soora masih duduk diam ditempatnya hanya bisa menghembuskan nafas dengan  berat melihat kondisi pernikahan adiknya yang seperti ini, terlebih lagi dengan kondisi Chaeryl yang tengah mengandung. Kabar tentang kehamilan Chaeryl sungguh seperti sebuah kado yang tak ternilai baginya dan keluarganya, tapi mungkin tidak bagi Hyukjae. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya terhadap Hyukjae agar namdongsaengnya itu bisa sedikit membuka hatinya untuk Chaeryl.

AUTHOR POV End

Kim Chaeryl POV

Dentuman music itu bergaung cukup keras ditelingaku, namun aku merasa sangat sunyi disini. Namja itu hanya duduk dan fokus pada kemudinya, tak ada yang bicara satu sama lain diantara kami. Mungkin kami akan bicara jika ada sesuatu yang perlu diperdebatkan atau dia yang memulai adu mulut terlebih dahulu, selalu.

Pandanganku sedari tadi hanya memperhatikan sepanjang jalan yang kami lalui, hari ini cuaca sangat cerah meskipun udara dingin masih menyelimuti kota. Ini sudah lewat 65 menit perjalanan dari appartement, tapi tetap saja aku tak tahu kemana Eonni menyuruh Hyukjae membawaku pergi, apakah aku harus bertanya? Tskkkk…

“Beritahu aku…kemana kita akan pergi sebenarnya?”  Aku menghancurkan rasa penasaranku dengan bertanya terlebih dahulu padanya, sisi tanganku menggapai audio dan menurunkan volume musiknya.

“Bukankah kau sudah tahu? Kenapa bertanya padaku?”

Aku menggigit lidahku saat mendengar jawabannya, seharusnya memang aku lebih baik diam, pabo.

“Jika aku tahu, aku tak akan bertanya…..menyebalkan”

“Kenapa disetiap hari libur dia selalu mengacaukan rencanaku, aku tak tahu apa yang membuatnya menjadi memetingkan dirimu daripada aku, adik kandungnya sendiri”

Aku tahu dia hanya bergumam pada dirinya sendiri, namun telingaku masih cukup normal mendengar apa yang dibicarakannya.

“Dan kau yeoja labil apa menariknya tempat hiburan itu bagimu? Sepertinya sangat membosankan”

Aku menegakan posisi dudukku saat tepat dihadapanku terlihat sebuah kastil berwarna biru menjulang tinggi dengan beberapa macam wahana yang sedang berputar-putar di bagian sisi-sisinya, dan detik itu juga aku tahu dimana kami berada saat ini

“Lotte World? Kau tidak bercandakan? Aku akan benar-benar berada ditempat itu?” Saat mengetahui dimana aku sekarang, rasanya kadar semangatku tiba-tiba muncul, ini adalah tempat yang sudah lama aku ingin kunjungi, baby~ah akhirnya kita bisa berada disini, inikan yang kau mau?

“Ini karena nuna yang menyuruhku membawamu kesini, bukan kemauanku” Aku bisa melihat wajahnya yang begitu tak bersemangat, tapi itu sama sekali tak menurunkan semangatku, gomawo Eonni.

“Hei kau..apa kau sunguh ingin berada didalam situ? Tak adakah tempat lain?” Aku masih mengedarkan pandanganku disekeliling tempat ini, saat dia masih memuta-mutar mobil mencari tempat parkir di parking area.

“Kenapa?  Ahhh..jika kau tak masuk aku bisa sendiri atau jika kau mau kembali tak apa, nanti biar paman Yoon yang akan menjemputku”  

Yahh mungkin lebih baik jika ia tak bersamaku, bagaimana aku harus pergi dengan orang yang begitu tak tertarik dengan ini semua?pasti sangat membosankan

“MWOOO??”  Aku melihat kedua matanya menajam kearahku dengan mulutnya yang terbuka cukup lebar.

“Hei yeoja labil, kau pikir aku ini supirmu?”

“Siapa bilang kau supirku? Kau adalah namja idiot yang menyebalkan, bermain ditempat seperti ini bukan seutuhnya kemauanku, tapi dia…”  Secara tak sengaja aku menyentuh perutku dan aku tahu namja itu juga melihatnya, aku tak peduli ia mau tinggal atau pergi.

Aku membuka pintu mobil dan segera berjalan menuju tempat pembelian tiket, tapi sepertinya ada yang kurang..aishhh pabo~ya…bagaimana aku bisa membeli tiket jika sepeser uang pun aku tak punya. Seketika semangatku menguap entah kemana, bodoh…berkali-kali aku menepuk jidatku mengutuk kebodohanku yang seandainya saja tadi saat di appartement aku sempat membawa tasku.

Baby~ah eotokhae?? Aku hanya bisa diam menahan rasa inginku yang sudah kupendam selama 2 minggu terakhir untuk bisa berada di tempat ini, tapi apa yang kudapat? Dan kini aku hanya berdiri didepan patung selamat datang, menyaksikan wahana semua hal yang sepertinya sangat menarik dari luar sini. Sekali lagi tanganku mencoba merogoh kantong saku celana jeans, tapi tetap saja aku tak menemukan hal yang berguna untuk ditukar dengan sebuah tiket masuk.

“Apa selain ceroboh, kau juga pelupa? Yeoja labil” Seketika aku membalikkan badan saat mendengar sebuah suara yang berasal dari namja menyebalkan yang ada dihadapanku saat ini.

Namun seketika kedua bola mataku membulat sempurna saat ia menarik tanganku dan meletakkan sebuah gelang kertas berwarna biru di atas telapak tanganku. Apa aku tak salah lihat? Ini adalah tiket masuk ke Lotte World, dan namja idiot menyebalkan itu memberikannya padaku?

Tanpa sepatah kata lagi ia pergi meninggalkanku dan berjalan mendahuluiku menuju pintu masuk, tunggu…apa dia juga akan masuk kedalam?

“Yaa..kau..apa ini untukku? Kau bilang tak mau masuk, tapi kenapa kau membelikan tiket untukku?”  aishhh jinja, apa telinganya  bermasalah?kenapa ia malah mempercepat langkahnya. Benar-benar namja labil, seharusnya itu julukan yang pas untuk orang yang dengan cepat berubah pikiran, sebentar sangat dingin, sebentar lagi sangat menyebalkan, dan sebentar juga tiba-tiba menjadi seperti ini…

AUTOR POV

Chaeryl tak dapat menyembunyikan rasa kegembiraannya saat ia sudah berada didalam taman hiburan raksasa yang sangat popular di Korea Selatan itu, senyumnya tak berhenti terukir diwajahnya setiap kedua matanya menangkap hal-hal yang menarik. Dan hal ini sangat kontras dengan seseorang yang sedari tadi berjalan disampingnya, namja itu hanya berjalan dengan jarak tak kurang dari satu meter dari sisi Chaeryl, ekspresi wajah yang ditunjukkannya mungkin bisa membuat seorang bayi tak akan berhenti menangis selama seharian.

“Aku ingin naik yang itu” Chaeryl mengabaikan Hyukjae yang sedari tadi tak tertarik untuk berada didalam tempat ini. Gadis itu menunjuk sebuah wahana permainan yang menggantung diatas langit-langit taman hiburan ini. Sedangkan Hyukjae hanya menelan ludah saat ia mengetahui apa yang Chaeryl inginkan.

“Apa kau sungguh ingin menaiki itu?” Chaeryl yang bisa melihat Hyukjae sedikit terkejut dengan wahana yang ia tunjuk, hanya bisa menyipitkan kedua bola matanya ‘sepertinya namja idiot  ini takut dengan ketinggian?hhaahhh…itukan hanya wahana yang hampir mirip dengan kereta gantung’

“Wae? Ahhh…jangan katakan kau takut”

“Mworago? Yaakk a..aku hanya tak mau membuang waktuku untuk menaiki wahana seperti itu”

“Benarkah???tapi sepertinya kau sudah membuang-buang waktumu jika kau tak menikmati apa yang ada disini”

“Jangan bayak bicara, lebih baik kau cari wahana yang lain”

“Jinjaaa?? Ternyata kau sungguh-sungguh takut? Itu sangat tidak sesuai dengan gayamu yang sangat…”

“Berhenti bicara…” Seketika Hyukjae menarik tangan Chaeryl menuju wahana yang diinginkan oleh gadis itu, ia tak ingin dianggap remeh oleh gadis seperti Chaeryl, meskipun ia tahu bahwa apa yang diduga Chaeryl adalah suatu kebenaran.

“Tak apa jika kau benar-benar tak bisa menaiki itu kalau memang kau takut, akan sangat merepotkan jika nanti kau pingsan diatas, lagipula aku tak memintamu untuk menemaniku” Chaeryl yang tahu wajah Hyukjae yang sudah mulai berkeringat dingin, mencoba mengejek namja ini dengan kata-kata yang membuat dirinya hampir tertawa

“Diam yeoja labil, wahana seperti itu bukan..bukan apa-apa bagiku” Hyukjae mencoba membuat suaranya setenang mungkin, meskipun ia sendiri tahu ini akan tidak mudah dilaluinya.

***

“Kau sungguh tak apa? Seharusnya jika kau takut bilang saja takut” Chaeryl berdiri didepan namja yang sedang terduduk dibangku taman, wajah pucat pasinya masih begitu melekat diseluruh wajahnya. Ternyata tak mudah bagi Hyukjae saat ia menaiki kereta gantung dari ketinggian 40 meter itu.

“Beri aku uang, aku mau membeli itu” Chaeryl menunjuk sebuah toko yang begitu ramai dikunjungi oleh anak-anak kecil, kedua matanya tak bisa menahan keinginnanya untuk membeli permen kapas yang begitu menggiurkan.

“Ppaliwa..beri aku uang” Sekali lagi suara Chaeryl membuat Hyukjae melemparkan tatapan tajam pada gadis yang sudah mengulurkan satu tangannya didepan wajahnya. Hyukjae tak ingin beradu mulut dengan gadis ini disaat dirinya masih mengalami keterkejutan akibat menaiki wahana dari ketinggian 40 meter selama 25 menit itu, di berikannya Chaeryl beberapa lembar uang won dari dalam sakunya dan dengan segera gadis itu berlari meninggalkan Hyukjae.

“Apa dia tak bisa hanya duduk dan menungguku pulih? Apa permen kapas itu sebegitu menariknya bagi dia? Lee Hyukjae kau tidak hanya menikahi seorang yeoja labil tapi seorang anak kecil yang lebih memilih permen kapas daripada dirimu, napeun yeoja…tssskkk jika tahu seperti ini aku akan menolak mentah-mentah perintah Nuna..’arrrhhh’ hari minggu yang membosankan”

“Minum ini” Hyukjae melihat sebotol air meineral tepat dihadapnnya, dan dilihatnya Chaeryl yang sedang menggigit permen kapas berwarna merah muda itu di genggaman tangan kirinya.

“Lihat wajahmu….aigoo hanya menaiki permainan seperti itu saja kau sudah seperti kakek-kakek yang terkena stroke, cepat ambil ini” Sekali lagi Chaeryl menyodorkan botol air mineral itu pada Hyukjae, dan dengan terpaksa Hyukjae mengambil air tersebut karena itu yang sangat dibutuhkannya saat ini.

Hyukjae hanya diam dan tak membantah ejekan Chaeryl, jantungnya masih belum berdetak dengan normal akibat permainan tadi, diteguknya air mineral pemberian gadis itu dengan tempo yang cepat dan tak menyisakan setetes air dalam botol tersebut.

“Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu? Ahh…kau mau ini?” Chaeryl yang sadar dengan tatapan Hyukjae yang terus membidiknya dengan reflek menyodorkan permen kapas itu dihadapan Hyukjae…”Jika kau mau beli saja sendiri” Namun dengan segera Chaeryl menarik kembali permen kapasnya, tak lupa ia menjulurkan lidahnya sebagai bentuk ejekan pada Hyukjae lalu gadis itu berjalan meninggalkan namja yang masih diam mematung ditempatnya. Melihat hal itu hanya bisa membuat Hyukjae membulatkan matanya dengan sempurna dan tak bisa mengucapkan kalimat apapun, kali ini Chaeryl benar-benar membuatnya terlihat seperti namja tolol.

“Hoohh…beraninya dia…aishhhh jinja… apa dia barusan saja menghinaku??” Dengan segera ia melempar botol kosong tersebut dengan keras, dan memutuskan untuk membalas perbuatan Chaeryl yang membuat dirinya terlihat seperti orang bodoh

“OPPAAAAA….” Tinggal selangkah lagi Hyukaje dipastikan sudah bisa menangkap tangan Chaeryl jiika saja ia tak dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang benar-benar diluar kepalanya. Baik Chaeryl maupun Hyukjae sama-sama terkejut melihat seorang gadis yang saat ini berjalan menuju arah mereka.

“Oppa..ohhh..Chaeryl? orimaneyo…” Gadis itu kini sudah berdiri dihadapan mereka, menunjukkan senyum yang  begitu lebar, sedangkan Chaeryl tak tahu apa yang harus dilakukannya disaat seperti ini, melihat Jang Yunhi yang kini sudah berdiri dihadapannya seperti menciptakan suasana canggung yang begitu tak nyaman, ada perasaan bersalah yang masih terselip dalam hatinya hingga saat ini.

“Yunhi~ya kenapa kau bisa berada disini?” Hyukjae masih yang masih terkejut dengan kedatangan Yunhi secara tiba-tiba membuatnya melontarkan kalimat dengan nada yang sedikit membuat Yunhi merasa tak nyaman.

“Aku kira reaksimu tak akan seperti ini, oppa…aku hanya ingin mengganti janji kita minggu lalu, janji yang tak kau tepati” Hyukjae dapat melihat raut kecewa di wajah kekasihnya itu, ia tahu janji waktu itu hancur berantakan akibat ulah Lee Soora yang mengurungnya di dalam appartement.

“Kau bisa menghubungiku lebih dulu Yunhi~ya…”

“Mianhae, seharusnya itu yang aku lakukan tapi, kau tahu kan aku paling tidak suka menunggu” Ucapan Yunhi begitu tegas dihadapan Hyukjae, seolah-olah ia hanya berbicara pada namja ini dan melupakan Chaeryl yang hanya diam berdiri tak jauh dari mereka.

“Kim Chaeryl~ah, maafkan aku jika aku datang seperti ini dan mengejutkanmu, tapi aku tak tahu apa yang harus aku lakukan jika melihat kalian berdua seperti ini dan aku rasa kau cukup tahu apa yang membuatku seperti ini” Ucapan Yunhi bagaikan goresan tajam tak terlihat yang melukai seluruh tubuh Chaeryl, ia tahu betul apa yang Yunhi maksud dan itu semakin membuat dirinya bersalah dengan gadis itu, menikahi seseorang yang seharusnya menjadi milik Yunhi.

“Yunhi~ssi…aku tak tahu apa yang harus kukatakan padamu, mianhae jika semua ini membuatmu menjadi sulit…” Chaeryl tak tahu bagaimana harus memulai kalimatnya dengan benar, pikirannya dikalahkan oleh rasa sakit yang ia sendiripun tak tahu bagaimana cara meredamnya.

“Ahhh…k..kau namja idiot a..aku masih ingin bermain disini…kau bisa pergi…hhoohh itu..aku ingin naik yang itu…” Chaeryl tahu nada suara yang ia buat seolah-olah ia sangat menikmati semua yang ada disini terdengar sangat aneh, namun ia tak peduli jika Hyukjae menyadarinya atau tidak, satu hal yang ingin ia lakukan adalah berlari sejauh mungkin dari mereka.

Dengan segera ia melangkahkan kaki berjalan meninggalkan Hyukjae yang masih diam menatapnya, namun sebelum itu ia menyodorkan permen kapasnya tepat ditangan Hyukjae, dan namja itu hanya terdiam membiarkan Chaeryl berjalan menjauh darinya. Tak sedkitpun Chaeryl ingin menoleh kebelakang, gadis itu pergi dengan sebuah lubang kecil didada yang membuat oksigennya tak dapat bersikulasi dengan normal. Sesungguhnya ia ingin mendengar suara namja itu memanggilnya atau menahannya untuk tidak pergi, namun sepertinya harapan itu tak boleh dimiliki oleh Chaeryl.

“Tidak…aku tidak akan menangis…memalukan jika harus menangis ditempat seperti ini..tapi bagaimana jika air mataku keluar begitu saja? Paboya” Gadis itu terus menggigit bibirnya berusaha menahan bendungan yang ada di kelopak matanya, tapi ia tahu usahanya akan sia-sia.

“Oppa kau tak ingin mengejarnya?” Hyukjae tersentak saat tiba-tiba Yunhi mengucapkan kalimat itu, dilihatnya wajah kekasihnya itu dengan tatapan bingung

“Jika kau mengejarnya mungkin akan menambah daftar orang yang menyayangi Kim Chaeryl, aku sungguh iri dengan dia,  dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, semua perhatian ditujukan padanya. Tak apa jika mereka melakukan itu pada Chaeryl, asal jangan pernah ia mengambil perhatianmu dariku” Ucapan Yunhi membuat Hyukjae menatap lekat pada gadis itu, ia tak tahu apa yang harus diucapkannya, kalimat itu seperti menampar wajahnya tentang  janjinya yang akan selalu menjaga gadis ini lebih dari apapun. Namun sepertinya ia sedikit melupakan tentang janji itu.

“Makanan ini terlalu manis” Hyukjae kembali terkejut saat tiba-tiba Yunhi mengambil permen kapas yang ada di tangannya lalu melemparkannya pada kotak sampah berwarna hijau di ujung bangku taman itu. Namja itu tak menolak saat tangan Yunhi menariknya untuk ikut bersamanya.

Namun pikiran Hyukjae masih terus menggantung pada ‘yeoja labil’ yang kini sudah tak terlihat lagi, entah kenapa saat tadi ia masih bersama dengan Chaeryl ia merasa seperti namja tolol yang terjebak di taman hiburan yang menurutnya sangat membuang-buang waktu dan membosankan tapi saat ini rasa bosan itu bertambah menjadi semakin penat saat Chaeryl pergi begitu saja. Apa dia harus mengakui berada ditempat membosankan bersama Chaeryl lebih baik dari pada harus tak tahu apa yang akan dilakukannya.

“Oppa…terimaksih sudah mau bersamaku” Suara Yunhi membuat Hyukjae tersadar dari pikirannya yang menggantung sesaat, dilihatnya gadis itu tersenyum bahagia di depan matanya.

“Jika itu membuatmu senang..” Hanya balasan itu yang mampu diucapkan Hyukjae saat ini, entah mengapa kejadian hari ini cukup membuat kepalanya sakit.

“Oppa…bolehkah aku memohon satu hal padamu? Mungkin hal ini nantinya bisa membuatku sedikit lebih tenang.” Sejenak Yunhi menghentikan langkah kakinya lalu menarik sisi lain tangan Hyukjae dan mengagkatnya tepat dihadapan wajah namja itu.

“Bisakah kau tak memakai cincin pernikahanmu ini???”

TBC

62 thoughts on “[Freelance] CAN I LOVE YOU?? [Part 9]”

  1. aish! Jang Yunhi! sekarang siapa yang salah! siapa suruh dulu kau selingkuh! sekarang orang udh sama orang lain kau sibuk -_- menyebalkan sekali u,u
    Hyuk juga… tegas dikit dong jadi pria! masa mau aja diseret-disuruh sana sini sama Yunhi wanita ga jelas itu -_-
    Chaery-ah~ Sabar yaaa… aku mendukungmu ‘-‘)9
    Jang Yunhi! tak akan kubiarkan kau menghancurkan hubungan rumah tangga orang!
    Buat authornya : jgn lama2 kalau bisa kkekekekek~ kebelet pengen baca😄

  2. Maaf author kok gak ada tulisannya sama sekali ya??? Author tolong jangan di sembunyiin saya suka baca ff author, author tolong ijinkan saya baca karyamu Maaf yg part 8 saya gak komen jujur saya kesel banget sama hyuk saya takut ntar komen saya kasar saya minta maaf ya thor, tapi tolong ijinkan saya baca part 9 saya mohon thor……:)

  3. Maaf thor gak ada sama sekali apa karna saya bacanya lewat hp ya?? Tapi part sebelumya saya cuma ini aja, saya udah brapakali bolak balik pengen baca tapi tetep gak ada tulisanya….:( sumpah saya jadi sedih kesel campur2… Author tolong saya

  4. Maaf thor gak ada sama sekali apa karna saya bacanya lewat hp ya?? Tapi part sebelumya saya bisa, cuma ini aja, saya udah brapakali bolak balik pengen baca tapi tetep gak ada tulisanya….:( sumpah saya jadi sedih kesel campur2… Author tolong saya

    1. Eem, kayanya iya deh. Hehehe.
      Soalnya, kan kalau di web backgroundnya warna hitam, jadi saya pake tulisan warna putih. Nah, kalau di hp mungkin backgroundnya warna putih, jadi tulisannya ketimpa. Hehehe.
      Sebentar aku perbaiki dulu yah. (:
      Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

  5. Authorrrrrr trimaksi banyak akhirnya saya gak jadi nangis padahal tadi mata saya udah panas, sekarang udah bisa di baca ah sumpah makasi……:) bantar saya masih menormalkan emosi saya dulu……..

    Ah hyuuuuukkkjaaaeee sungguh kau buat aku kesal tingkat setingkat2nya dah, kok ada ya namja kyk dirimu?? Itu lagi si yunhi gak bisakah ku menempatkan dirimu di posisi cheryl?? Benar2 wanita jahat woeee cinta tak harus memiliki… #ahsok tau diriku# aduhh author yg baik tolonglah buat hyuk cemburu seakut2nya ya klo donghae tambahin yeojanya boleh kasian menduda eh maaf gak ada pasangannya maksud saya……:) ahhhh saya puas banget bisa baca karyamu author hum saya tunggu part salnjutnya smangat ya thor, sekali lagi makasi gomawo ah suksema….. *maaf saya bikin surat kabar* hehehehehehehehe makasi author….. Pembaca setia karyamu

    1. Mksinya sma adminnya yaa hhehe…
      Hyuk bs cmburu klo donghae aku bwa pulang hhehe ^^
      Gomawo ya chingu uda mw nympetin bca🙂 #bow

    2. Mksinya sma adminnya yaa hhehe…
      Hyuk bs cmburu klo donghae aku bwa pulang hhehe ^^
      Gomawo ya chingu uda mw nympetin bca #bow

  6. Akhirnya ini ff dipost jugaa…..
    Min, jang yun hi nya arhggggggghhhhh!!!!!! Ngeselin banget sih!!!! Jgn bikin cheryl menderita dong min😦 ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Lanjuttttt minnnn…… Jgn lama” yaa next part nya😀

  7. Yunhi nyebelinnn!!!!! Siapa suruh dl sk selingkuh! Sekarang aj br de ketar ketir sibuk ngurusin hyuk. Aish kasian chaeryl huhuhuhu… Next part plis jgn lama2…

  8. wah makin seru n’ penasaran aja gmn perasaan hyukjae nnt? Apakah berubah. Chaeryl yg sabar ya. Pertahankan rumah tanggamu. Next part

  9. Hyuk babo, kesel banget sama eunhyuk bukannya berubah malah tetep aja milih yunhi ini lagi si yunhi ngeselin banget siapa suruh dulu dia selingkuh dari eunhyuk -__- thorr lanjut ceritanya makin penasaran nih

  10. Seru banget ff nya.. Nyebelin banget Eunhyuk oppa and Yunhi kasihan sebetulnya Chaeryl nya.. Donghae oppa linduni Chaeryl

  11. Nnti Chaeril. Plg sama siapa
    Dia kan gak bawa dompet…
    Smoga nnti Hyukjae jemput Chaeril lagi…
    Dtggu part 10nya,,,
    Jgan lama” ya…

    1. ntr chaeryl di boncengin sm choco kug kkekekeke🙂
      iya part 10 msi dlm proses editing, btw gomawo bwt reviewnya chingu🙂

  12. aq ga tau lagi mau komentar apa, setiap part aq komennya sebel sm hyukjae yg mau aja ttp nerima yunhi yg udah ngkhianatin dia berkali2 n jg sebel sm yunhi yg terus mksa hyukjae spya ninggalin chaeril pdhl skrg chaeril lg ngandung anak hyukjae =____=.. chingu, knp yunhi hrs muncul dilotte world itu? pdhl kan momentnya bgs bwt chaeril n hyukjae slg dkt n mgkn memahami satu sm lain :-\.. gregetan sm yunhi😄.. sbnrnya yg lbh pnts diblg labil itu hyukjae ~____~.. ditunggu next partnya ya chingu🙂..

    1. komentar maki2 authornya yg ngaret publish’in stiap part jg gpp kug chingu hhehehe🙂
      klo yunhi gk muncul di lotte world ntr gk seru dong, biar ada sensai gregetannya (?) gitu..hhehehe
      btw maksiiii bgt ud mw bca n myempetin ninggalin jejak #bow🙂

  13. Aduh gemes deh sama yunhi..
    Hyukjae juga gitu masih tetep berusaha ngelak kalo sebenernya dia udah mulai tertarik sama chaeryl.
    Lama2 aku dukung donghae nih (lah di kira maen bola) -_-
    Seneng akhirnya lanjutannya di post juga. Makasih🙂

  14. yunhi penganggu aja nih kno dia bgt dulu nyia2in hyukjae n hyukjae y dodol nih masi aja ngeladenin.oadahal dah disakitin n ngak mikirin istri y yg ngidam n harus ditemenin malah nyakitin chaerylvtega bener hyukjae….
    nyesek bgt mau nangus kasian chaeryl T.T
    mending Donghae bawa kabur chaeryl deh n chaeryl ninggalin hyukjae,,, kyk y dgn gt baru hyukjae nyeael nanti…

  15. YAK Yunhi!!! (►˛◄!’) Ђª!zZ ~ cewe paling nyeebeliiiiiiiiinnn
    Kenapa chaeryl lagi yg harus nanggung semua beban pdhalkan emg yg salah itu yunhi. Aish kenapa gk adil ginisih-___-

    Unn jangan lama2 yah publishnya😀 request boleh gk? Kali ini bikin eunhyuk cemburu abiiiis gara2 donghae makin deket aja+bs ngegantiin posisi dia yg hrsnya bs menuhin ngidamnya chaeryl

  16. maaf aku baru kasih komentar..
    sebenarnya aku nyasar di blog ini..
    dr part 8 dan udah baca dr part sebelumnya..
    ceritanya bikin nyesek sumpeh..
    kesel sama hyukjae yg labil..
    yunhi jg ngeselin kasian bgt chearlynya..
    cerita mu bgs thor..
    maaf baru bisa komentar..
    kmrn2 kmntr ku di part awal gak bisa..
    aku uda baca berkali2 ni part tetap aja mewek..

  17. Halo author… Apa kabar?? Mana nie lanjutan ffnya?? Lama deh kyknya kok belom ada?? Saya udah penasaran tiap hari bolak balik mbah google cuma ngintifin blog ini, #curhat critanya# belom selesai apa author masih sibuk?? Yaudah smangat aja ya….:) SMANGAT

  18. authoooorrr..
    mana kelanjutan part 10nya..
    aku uda bolak balik blog ini tiap harinya cuma pengen baca kelanjutannyo kok gak ada. ude penesaran banget ni.. ama cerita selanjutnya gimana

    1. Iya nie mw lnjut k KUA ama hyukjae hhehe.. #nyengir
      Ad jg yg kngen sm ff abal2 ini…hhihi…sbr ya chingu part 10 ud ak krim ksini kug, tinggal tnggu adminnya🙂

  19. Authornim~ i miss this story😦
    kapan chapter 10 keluar?? Penantian selama berbulan2 loh.. Aku bolak balik mulu kesini
    Pengen liat si hyukjae kebuka mata dan hatinya.. Pengen liat momen romantis hyukjae sama chaeryl.authornim. I beg you T.T

  20. telat sepertinya untuk komen karna aku baru nemu ini ff dan ngebut baca sampe blm baca part 1nya -_-
    tp aku gamau jd siders ^^V
    harusnya hyukjae yg dipanggil ‘Namja Labil’ -_- sumpah labil bgt si monyet satu itu hehe
    wah diatas ada alamat blog mu..kayanya part selanjutnya aku komennya di blogmu aja ya author eonni😀
    siap ngebut baca lagiii~~^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s