The Sky Rained Tears (Part 1)

the sky rained tears

The Sky Rained Tears (Part 1)

Author: Hanraebyung

Main Cast :

  • Kim Hyeri (OC)

  • Byun Baekhyun (EXO)

  • Kim Jongwoon (SJ)

Other Cast :

  • Jinwoon (2AM)

  • Kwon Ji Yong (BigBang)

  • Ham Eunjung (T-Ara)

  • TOP (BigBang)

  • CL (2NE1)

Genre : Romance, Angst, Action, Tragedy

Rate : PG 15+

Length : Chaptered.

Disclaimer: This story is mine. All casts belongs to God. FF ini terinspirasi dari Korean Drama “IRIS” ^^

Happy reading!

Part 1 – The beginning

“Everything that has a beginning, has an end. Nothing last forever. Feelings fade, promises are broken, memories can be forgotten. By the time, the pain will be disappear away.”

.

.

5th May 2013, Budapest, Hungaria

9.30, Hungarian time

Baekhyun berjalan memasuki sebuah gedung mewah dengan nuansa kuno klasik dengan aksen Romawi kuno itu. Kedatangan Baekhyun ke tempat ini memang bukan tanpa alasan. Ia datang ke tempat ini untuk membicarakan hal penting.

“Mr. Byun Baekhyun? He already waiting for you. I’ll accompany you to meet him directly. Please come with me.” ujar seorang wanita berperawakan tinggi itu.

Tadi utusan dari pimpinan yang telah memberitahunya. Sebelumnya telah dikatakan padanya, ia akan menerima sebuah misi khusus. Di pikirannya saat ini, ia terus bertanya- tanya apa yang akan terjadi nantinya.

Seiring dengan langkahnya, saat Baekhyun menyentuh kenop pintu itu, ia berhenti tepat di depan ruangan itu sambil menghela nafas berat. Ada sedikit keraguan dalam hatinya. Tapi bagaimanapun selama ini ia telah dilatih untuk selalu siap dalam menerima tugasnya kapanpun itu.

.

.

“…Targetmu adalah Park Chun Soo. Orang yang menjadi dalang utama dalam sindikat mafia di daerah Hungaria. Ingat, misi penting ini aku percayakan kepadamu karena kuyakin kau dapat melakukannya.”

“Keperluanmu sudah diurus, hanya selesaikan misi ini dan beritahu kan kepadaku hasilnya secepatnya.”

“Ye, algetseubnida.” Ucap Baekhyun dengan raut wajah serius. Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, ia segera berjalan keluar dari ruangan itu.

Ucapannya beberapa menit yang lalu masih terngiang di benak Baekhyun. ‘Baekhyun, aku percayakan ini kepadamu. Tolong…berjanjilah. Agar kau dapat kembali dengan selamat…’

Satu langkah fatal saja mungkin akan dengan mudah menggagalkan misi ini. Dan segalanya-nyawa dan kehidupannya ikut dipertaruhkan.

.

.

Dengan penyamaran yang terbilang sempurna, Baekhyun datang ke tempat yang telah diinformasikan padanya. Ia mengamati keadaan sekitar lokasi terlebih dahulu. Disekelilingnya, terdapat serombongan turis dan orang-orang yang tampak berjalan kaki santai atau menikmati makanan yang tersaji di sepanjang café jalanan kota itu.

Baekhyun menyamar sebagai seorang turis asing. Ia memakai kemeja santai, yang dipadukan dengan jacket, jeans biru tua serta kacamata hitam. Dan juga kamera SLR khusus yang didalamnya sudah dilengkapi dengan fasilitas “pengintaian khusus”. Dengan penampilannya itu tidak ada yang akan menyangka bahwa ia adalah seorang agen.

Saat menemukan tempat strategis yang tepat untuk menjalankan misinya nanti, ia segera beranjak kesana, tanpa diketahui orang lain tentunya. Ia mempersiapkan segalanya, terutama senapan laras panjang miliknya.

Satu jam kemudian, mobil hitam metalik milik Park Chun Soo sudah terlihat dari posisinya saat ini. Baekhyun memicingkan matanya. Ia mengamati serombongan pengawal, orang-orang bertubuh besar yang memakai pakaian serba hitam itu.

Melalui lensa focus dari senapan snipernya, ia melihat dengan jelas Park Chun Soo yang baru saja turun dari mobil mewah itu. Dengan hati-hati, jari tangannya itu sudah bersiap untuk menarik pelatuk senapannya. Dan, sasarannya tepat arah jarum jam 12.

Dengan segera ia menembakan peluru itu. Tembakan Baekhyun tepat mengenai sasaran dan melumpuhkan targetnya.

Tubuh Park Chun Soo langsung tersungkur dan terjatuh ke jalanan dengan berlumuran darah. Situasi langsung kacau. Terdengar teriakan dan pekikan panik orang-orang. Intel yang berada didekat Park Chun Soo, mengedarkan pandangan mereka dan mencari-cari darimana arah tembakan itu berasal.

Sekilas salah satu intel melihat sosok Baekhyun yang tengah berlari dari tempat persembunyiannya. Dengan segera orang itu menembak ke arah Baekhyun, mengenai bagian kaki kanan dan tangan kirinya.

Dengan kondisi seperti itu, Baekhyun mencoba untuk lari dan bersembunyi. Memohon pada takdir untuk menyelamatkannnya dari situasi ini. Nafasnya menderu. Wajahnya memucat. Tidak ada pilihan lain, ia merobek lengan bajunya dan mengaitkannya pada bagian kakinya yang terkena tembakan. Setidaknya untuk menghentikan darah yang mengalir dari tubuhnya.

Baekhyun mencoba menahan rasa sakit yang terasa menusuk itu. Ia bersandar pada dinding bangunan di sebuah lorong gang yang sepi. Setelah kondisinya dirasa aman, Baekhyun menghubungi pimpinan CSI bahwa misi telah selesai dilaksanakan.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Baekhyun mencengkram dengan keras ponsel yang dipegangnya itu. Perlahan kedua kakinya sudah tidak dapat lagi menopang berat tubuhnya. Seketika, pandangannya mengabur dan semua menjadi gelap.

.

.

7 years ago.

6th June 2006. Incheon, South Korean.

Awalnya, Hyeri dan Jongwoon hidup dengan bahagia. Setahun kemudian setelah pernikahan mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik, Kim Haneul. Sampai suatu ketika.. Hyeri tidak pernah menyangka tragedi naas itu akan terjadi di dalam kehidupannya. Kecelakaan tragis yang menewaskan Jongwoon. Selamanya mungkin ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan suaminya itu.

Mobil yang dikendarai Jongwoon saat itu diberitakan kecelakaan oleh kepolisian setempat, yang dilaporkan oleh saksi mata di tempat kejadian. Mobilnya itu meledak begitu saja tanpa ada alasan yang jelas dibalik semua itu. Jongwoon pun tidak ditemukan sama sekali. Klise memang. Ada beberapa hal yang mencurigakan dari kasus ini.

Hari itu… Hyeri mendengar dering telepon di sore hari yang kelabu itu. Perasaannya tidak menentu dan ia berfirasat buruk. Hyeri shock dan kacau. Sekujur tubuhnya lemas. Hatinya terasa sangat sakit.

Saat mengetahui hal itu. Ia merasakan pedih di hatinya, ingin berkata semuanya baik-baik saja tapi kenyataan berkehendak lain.

Pikirannya kalut. Ingin marah, sedih, kecewa. Kosong. Sekuat tenaga ia berusaha untuk tetap tegar. Untuk menerima semuanya. Ia harus tetap kuat.

Biarlah hanya ia yang menderita sakit itu. Hyeri tidak ingin Haneul dikucilkan oleh orang lain. Seperti ia dulu. Orang pasti akan berkata, Haneul, si anak yatim. Hyeri tidak ingin Haneul anaknya mengalami hal itu. Ia akan menjadi pelindung bagi Haneul, janjinya pada dirinya sendiri dan untuk Jongwoon. Walaupun mungkin nyawanya sendiri taruhannya.

4 years ago.

13thAugust 2009. Seoul, South Korean.

Hyeri bergabung dengan CSI setelah kejadian itu. 3 tahun bukan waktu yang mudah untuk dilewati begitu saja. Entah berapa kali, air mata yang sudah ia keluarkan untuk kesekian kalinya.

Ia memiliki alasan kuat untuk masuk ke dalam organisasi ini. Tujuannya bergabung, adalah untuk mengungkap kematian suaminya Kim Jongwoon. Segala fakta yang berada dibalik peristiwa itu.

Ada seorang kenalannya yang menyarankannya untuk masuk dan bergabung dengan organisasi rahasia ini. Meskipun ia tahu pilihan ini bisa saja berbahaya untuknya, ia tidak peduli. Segala resikonya akan ia ambil.

CSI. Sebuah organisasi rahasia yang dibentuk untuk melindungi Korea Selatan di dalam pemerintahan dan dikhususkan dalam bidang keamanan. Pada awalnya organisasi ini dibentuk sebagai bentuk kerjasama Korea Utara dan Korea Selatan dalam pembentukan nuklir yang masih berlangsung sampai saat ini. Namun karena ada pihak dari Utara yang dengan sengaja ingin menjatuhkan Selatan, CSI akhirnya hanya berpihak pada Selatan.

Mereka “membersihkan” negara dari tangan-tangan kotor seperti teroris, koruptor, dan yang lainnya. CSI bersifat rahasia dan bekerja dengan sangat hati-hati. Mereka tidak pernah gagal dalam menjalankan misi. Orang awam pun pasti sama sekali tidak mengetahui hal mata-mata semacam ini.

Hyeri berjuang keras agar dapat masuk ke sana. Ia harus menjalani pelatihan intensif atau training yang kejam selama 2 tahun. Berbagai kemampuan dan keahlian ia berhasil dapatkan. Beladiri, Taekwondo, dan latihan berat lainnya dapat ia kuasai. Keahlian menembak dan berbagai hal yang mengutamakan ketepatan 100% juga ia kuasai.

Karena tekadnya, Hyeri berhasil masuk menjadi agen keamanan khusus. Posisinya yaitu sebagai sniper. Berbagai kemampuan yang membuatnya mencolok diantara yang lain, membuatnya terpilih menjadi ketua tim utama. Tugasnya memimpin berbagai misi yang diberikan kepada timnya itu.

Waktu seakan telah mengubah Hyeri. Jadi sosok yang dingin, kejam dan terkesan tidak peduli pada orang lain. Ia terbiasa dengan sifatnya yang arogan. Hyeri seperti memakai topeng, menutupi sosoknya yang dulu. Kekosongan di dalam hatinya hanya menambah sakit dan rapuhnya hati itu. Tawanya seakan ikut menguap dengan kepergiannya dalam bayangan masa lalu, yang hanya dapat menyisakan kepedihan membekas dalam hati. Hyeri benci pada keadaan. Benci pada dirinya sendiri. Ia hanya seperti sembunyi dari keadaan.

Hyeri sebenarnya seperti daun kering yang rapuh, yang mudah hancur oleh apapun, bahkan angin sendiri bisa menghancurkannya.

Baginya.. di saat ia mulai mengerti apa arti dari semua yang telah terjadi. Ketika ia pikir semua akan baik-baik saja, takdir tidak berbicara seperti itu.

Haneul-lah, malaikat kecilnya yang selalu berada disampinya, yang selalu membuatnya tersenyum. Hanya saat bersamanya, sifat Hyeri yang dulu akan muncul kembali. Sosoknya yang polos, ceria dan penyayang.

Entah sampai kapan ia akan hidup seperti ini.

Dalam bayangan masa lalu.

.

.

“Byun Baekhyun-ssi, silahkan ikuti aku.”

“Nuguseyo? Tunggu.. kenapa aku bisa ada disini?” Samar-samar aku melihat siluet seseorang. Seorang gadis berpotongan rambut pendek, berdiri di hadapanku.

Kuperhatikan sekelilingku. Tempat yang asing. Dimana aku sekarang? Ruangan bernuansa kelabu. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Yang kuingat.. setahuku tadi aku dalam perjalanan pulang menuju apartemenku. Lalu..ah entahlah, aku bingung. Kepalaku pusing. Sejenak aku hanya duduk terdiam dan mencoba untuk berpikir jernih.

Setelah beberapa saat, aku bangkit berdiri dan berjalan mengikutinya. Jalan yang kulewati sejauh ini hanya lorong yang berliku-liku. Tempat macam apa ini sebenarnya? pikirku.

“..Baekhyun-ssi. Kurasa sebentar lagi kau akan mendapat jawabannya.”

.

.

Saat aku memasuki ruangan lain, kuperhatikan ada beberapa orang yang tampaknya telah menungguku. Aku mengedarkan pandanganku. Ruangan yang bentuknya lebih kelihatan seperti ruangan konferensi rapat, dengan meja melingkar yang dikelilingi oleh kursi. Terkesan sangat formal menurutku.

Kusadari ada sebuah tatapan dingin yang menatapku seiring langkah kakiku memasuki ruangan ini.

“Selamat datang di CSI. Mungkin kau asing mendengar nama itu. Kami adalah organisasi rahasia yang bekerja untuk melindungi Korea Selatan. Sekarang kau resmi menjadi anggota tim ini. Sebelumnya.. Alasan kau bisa berada disini, pimpinanlah yang merekrutmu.” ucap gadis berpotongan rambut pendek tadi.

Apa yang dia bilang? CSI? Kurasa… harabeoji pernah menyebutkannya. Eh? Tunggu. Ada yang aneh. Apa hubungannya ahbeoji dengan semua ini?? Aku semakin tidak mengerti.

“Baekhyun-ssi. Kau memiliki bakat yang terbilang unik dan sulit ditemukan. Kau bisa menghafal deretan tulisan dan berbagai kombinasi angka-angka yang rumit dalam waktu yang sangat singkat, seperti dalam satu kedipan mata saja.” Hyeri menjelaskan profil yang sudah ia pelajari sebelumnya.

“Aku baru menyadari kalau aku memiliki kemampuan spesifik seperti itu…” bisikku, lebih kepada diriku sendiri. “Lalu, siapa pimpinan yang disebutkan tadi? Apa aku mengenalnya?”

“Kau pasti sangat mengenalnya. Dia adalah kakekmu.”

Aku mencoba mencerna apa yang dikatakan kepadaku. Apa sebenarnya yang ia inginkan? Maksudku… Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran harabeoji.

Suara dehaman seseorang kembali menyadarkanku.

“Perkenalkan aku adalah agen Hwam Eunjung. Lalu yang berada dihadapanmu ini adalah agen Kim Hyeri. Ia adalah ketua tim utama yang akan memimpin misi pada tim ini.”

Ia, gadis yang bernama Kim Hyeri itu, hanya tersenyum samar dan menatapku dengan tatapan dingin itu lagi. Aku balas menatapnya. Aku merasa… ada sesuatu dari wanita ini yang membuatku… tertarik. Entahlah. Aku alihkan tatapanku darinya.

“Ada agen Jung jinwoon, yang akan membimbingmu dalam berbagai pelatihan khusus nantinya. Dan juga, agen Lee Chaerin. Nama samarannya adalah CL. Nah, Baekhyun-ssi, apa ada yang tidak jelas?” tanya Eunjung to the point. Tadi aku hanya membungkuk singkat merasa canggung dengan senyuman ramah dari agen bernama Jinwoon dan Chaerin.

“Ah, iya. Lalu kapan tepatnya aku akan menerima misi pertamaku?” tanyaku bingung.

“Kau akan diberitahu lagi nantinya. Hanya… persiapkan dirimu sebaik mungkin.” jawab Hyerin singkat. Ia lalu bangkit berdiri dan berjalan keluar tanpa berkata apa-apa lagi.

Aku terus mengikuti langkahnya melalui sudut mataku. Kim Hyeri. Gadis yang misterius. Wajahnya yang tegas itu langsung dapat menarik perhatianku. Hm, kita lihat saja nanti. Aku pasti akan mendapatkanmu.

.

.

Hyeri berjalan menyusuri hamparan rumput ilalang di sekelilingnya. Gaun putihnya berkilauan terkena sinar matahari yang terik namun seakan ia peduli akan hal itu. Ia mengedarkan pandangannya di padang rumput ilalang yang luas dan sunyi itu. Hyeri hanya berjalan tanpa arah. Ia hanya menikmati semilir angin yang menerpanya lembut. Tidak ada orang lain selainnya disini.

Tiba-tiba terdengar ledakan besar yang memekakan telinga, entah dari mana suara itu berasal. Karena terkejut, Hyeri menutup telinganya panik dengan kedua tangannya. Hyeri merasa sangat ketakutan. Air matanya mengalir turun membasahi pipinya.

Hyeri hanya terus mencoba berlari sekencang-kencangnya menjauhi tempat itu. Ia tidak mau membayangkan suara mengerikan itu lagi. Hyeri memeluk dirinya sendiri yang masih gemetar ketakutan sambil mengedarkan pandangannya sekali lagi pada tempat asing ini.

“Hyeri-ah… saranghae…” suara itu… suara yang Hyeri rindukan selama ini. Hyeri merasa suara Jongwoon terasa sangat nyata.

“Kim Jong woon! Kau dimana?? Tolong… Tolong jangan tinggalkan aku lagi.. jebal..aku mohon” Hyeri terisak menahan tangisannya. Sekuat tenaga ia mencari dimana Jongwoon berada. Ia merasa Jongwoon berada dekatnya dengannya saat ini.

Perlahan Hyeri menghentikan langkahnya dan terdiam mematung. Ia melihat Jongwoon yang terbaring tak jauh dari hadapannya. Dengan tubuhnya yang bersimbah darah dan luka lebam di sekujur tubuhnya. Kondisi Jinwoon yang sungguh mengenaskan.

Hyeri melangkahkan kakinya perlahan. Ia menghampirinya dan terjatuh lemas sambil memeluk tubuh Jongwoon yang sudah tak bernyawa. Hatinya terasa sakit, seperti tertusuk. Melihat kematian Jongwoon yang seperti itu. Hyeri berteriak histeris dengan tangisannya yang terpendam.

“AAAA !!!”

.

.

Aku terbangun dengan keringat dingin yang memenuhi seluruh tubuhku. Bayangan mengenai mimpi tadi muncul kembali dalam pikiranku. Kuhela nafas gusar. Gila. Benar-benar gila!

Segera kunyalakan lampu meja kerjaku yang berada disampingku. Laptopku masih kubiarkan menyala. Sepertinya aku tertidur tadi. Kubuka laci mejaku satu persatu. Hingga kutemukan pil penenang yang biasa kutaruh disitu. Lalu meneguknya. Setidaknya, setelah meminum ini keadaanku bisa lebih tenang.

Mimpi itu lagi. Kenapa setiap hari aku terus memimpikan mimpi buruk itu? Kusandarkan bahuku yang terasa pegal dengan kursi dibelakangku. Kutatap langit-langit kamarku dengan pikiran kosong. Tersadar dari lamunanku, dengan terburu-buru kubereskan serangkaian dokumen yang berantakan di mejaku. Ada yang jatuh

Sebuah foto. Foto saat honeymoon-ku bersamanya dulu. Saat kami berdua tengah menikmati matahari terbenam di Fukuoka, Jepang. Tatapanku beralih pada senyumannya yang amat sangat kurindukan. Memoriku kembali pada masa itu.

Angin yang berhembus, suara deburan ombak pantai, seakan memberi ketenangan yang tanpa cela. Yang mengukir sebuah senyum kecil di bibirku. Aku merentangkan kedua tanganku. Hawa sejuk menerpa kulitku ini aku sangat menyukainya. Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan yang memelukku erat dari arah belakang. Aku tersenyum sambil menoleh ke arahnya. Ia memberikan kecupan ringan di bibirku yang membuat darahku berdesir.

Perlakuan manis darinya selalu dapat membuatku merasa tenang. Seperti ada kupu-kupu yang menari-nari di dalam perutku. Ya, perasaan seperti itu, yang sulit digambarkan oleh kata-kata. Yang seringkali membuatku merasa senang dan spesial akan segala hal tentangnya.

“Indah. Sangat indah…”

“Hm?”

“Pemandangan yang kulihat ini. Kaulihat, senja oranye yang berpadu menjadi satu dengan matahari itu?” Hyeri hanya terdiam sambil menunggu Jongwoon menyelesaikan kalimatnya.

“Kau dan aku. Kau seperti matahari. Yang selalu kubutuhkan dalam hidupku. Aku bagaikan langit ini. Jika tidak ada engkau, aku seperti langit kelabu yang kelam Terasa kosong. Kaulah satu-satunya yang kubutuhkan Hyeri-ah.” Aku membalikkan tubuhku menghadapnya. Tatapanku tertuju pada mata coklatnya yang seakan menghipnotisku itu. Ia tersenyum dan memandangku teduh. Seakan dunia ini hanya milik kami berdua.

Perlahan ia menyentuh pipiku dengan sangat halus. Ia mendekat ke arahku dan bisa kurasakan deru nafasnya yang menerpa wajahku. Dengan jarak sedekat itu. Kami tersenyum satu sama lain. Ia menciumku dengan sangat lembut, meninggalkan kesan manis yang terasa sangat nyata. Waktu yang kuhabiskan dengannya, setiap momen yang kulewati dengannya, terasa seperti mimpi dongeng yang tidak ingin kuselesaikan begitu saja. Karena terlalu indah..untuk menjadi kenyataan.

“Nan jeongmal saranghae oppa..”

“Nado, Hyeri-ah..”

Aku tersenyum miris mengingat semua itu hanya tinggal kenangan. Ya, aku masih mencintainya. Sangat mencintainya. Dan kupikir rasa ini akan tetap ada. Perasaan yang sulit dideskripsikan oleh kata-kata. Bulir kristal menggenang di pelupuk mataku. Lama aku masih terfokus menatap foto itu.

Bip! -Ada 1 e-mail baru masuk-

Dengan cepat aku masukkan kembali foto itu ke dalam dokumen-dokumenku. Kusingkirkan sejenak perasaan sentimentilku yang kembali menyeruak. Kuhapus air mataku. Aku menghela nafas pelan. Kendalikan dirimu, Kim Hyeri.

Oh, ternyata Jinwoon yang membalas e-mailku. Aku mengecek dan membaca sekilas isi e-mailnya.

“…setelah kuselidiki lebih jauh, ada satu nama yang menarik perhatianku. Choi Hyun Seok. Kau tahu, kudengar misi kita selanjutnya berhubungan dengannya…”

Aku merasa pernah mendengar nama itu. Ini aneh. Tapi dimana? Aku mencoba mengingat kembali ingatanku. Hasilnya nihil. Aku tidak dapat mengingat apapun. Aku menopangkan dagu dengan sebelah tanganku. Sepertinya aku harus meminta bantuan Jinwoon lagi.

.

.

17th May 2011.

17.48 KST. Seoul, South Korean.

Sudah 2 tahun berlalu. Antara Hyeri dan Baekhyun, masih saja sama seperti pertama kali mereka bertemu. Baekhyun hanya sesekali melihat Hyerin ketika tidak sengaja berpapasan atau hanya dalam pembicaraan singkat. Tidak ada sapaan ringan. Baginya, tidak mudah mendekatkan diri kepada Hyeri, yang notabene berwatak dingin dan tertutup itu dimatanya.

“Apa yang sedang kau pikirkan huh?” sapa Jinwoon yang membuyarkan lamunan Baekhyun. Hanya ekspresi frustasi yang tertera di wajah tampannya itu.

“Aniyo. Ehm, Jung Jinwoon-ssi–”

“Sudah kubilang beberapa kali, panggil saja aku hyung. Tidak perlu terlalu formal jika tidak berada di dalam markas.” Cengiran lebar dari Jinwoon itu hanya dibalas anggukan ringan oleh Baekhyun.

“Baiklah~ Hyung, aku ingin menanyakan sesuatu padamu”

“Kau ingin bertanya apa? Mengenai Hyeri-kah?” Baekhyun berdeham menanggapi pertanyaan Jinwoon itu.

“Kim Hyeri.. Dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.” Raut wajah Jinwoon berubah serius seketika. “Aku tahu. Kau menyukainya kan?” Baekhyun terhenyak dan ekspresi wajahnya kaku tergambar jelas di wajahnya. Baekhyun tidak menjawab, ia hanya menatap lurus.

“Tenang saja. Disini aku tidak ingin memposisikan diriku sebagai rivalmu dalam merebut hatinya.”

“Dia hanya terlihat kuat di luarnya saja. Hatinya sangat rapuh. Kata-katanya yang setajam pisau itu, hanya seperti topeng.” Baekhyun tertegun mendengar itu. Ia berpikir dalam diamnya. Ia memilih untuk menatap air muka Jinwoon yang berbicara dengan tenang kepadanya. Lama keheningan melingkupi mereka berdua.

“Aku percaya kau bisa menjaga gadis itu. Hey, aku akan mempercayakan Hyeri kepadamu..ya mulai saat ini” Senyum tulus tampak jelas di wajah Jinwoon saat itu. Mungkin sebagai bentuk dukungan kepada Baekhyun. Jinwoon hanya menepuk bahunya dan berjalan menjauhi Baekhyun.

“Gomawoyo hyung” Baekhyun menoleh ke belakang sambil berkata dengan agak keras kepada lelaki yang sudah berjalan agak jauh itu. Jinwoon hanya menjawab dengan melambaikan tangan kanannya, menandakan ia mengerti. Dalam hatinya, Baekhyun kembali yakin dengan semua yang telah dipilihnya.

Ia mengamati senja yang perlahan kembali ke peraduannya. Baekhyun yakin, semua akan berjalan sesuai rencananya.

.

.

20th May 2011.

12.35 KST. @ CSI, Seoul.

Baekhyun mengenggam sebuah pistol dengan tangannya yang mengarah lurus kedepan. Matanya fokus tepat ke arah sasarannya. Sebuah titik merah yang berukuran kecil yang terdapat pada sebuah papan, yang jaraknya lumayan jauh dari tempatnya berdiri. Baekhyun menekan pelatuk dan dengan segera sebuah peluru melesat tepat ke arah itu yang menimbulkan bunyi yang memekan telinga.

DORRR

Baekhyun tentu saja berhasil mengenai targetnya. Ia sudah berlatih berkali-kali untuk hal semacam ini. Baekhyun sedang mempersiapkan dirinya.. untuk misi pertama yang akan di terimanya sebentar lagi.

Tak diragukan lagi, timah panas itu menembus titik merah dengan sempurna. Seketika senyumnya merekah. Ia baru saja akan melakukan tembakannya lagi. Ketika tubuhnya membeku di tempat.

Sebuah pistol menempel di pelipis kirinya. Ada seseorang yang tengah mengarahkan senjata itu kepadanya.

“Di dalam markas pun kau harus selalu berhati-hati. Apa kau melupakannya?”

Terdengar suara teguran seorang gadis, yang sudah sangat ia kenali itu.

“Kim Hyeri-ssi.. apa yang kau coba lakukan !?”

“Bisa dibilang aku ingin mengetes sejauh mana kemampu-”

Sebelum Hyeri menyelesaikan kalimatnya, dengan sigap Baekhyun menangkis tangan Hyeri yang sedang mengulurkan pistol itu. Dan mengunci tangan kanan gadis itu ke belakang. Hyeri memekik kesal karena ia kalah cepat beberapa detik dari lelaki ini. Baekhyun mendekat ke arah Hyeri dan menempelkan dagunya ke sebelah bahu Hyeri.

“Kau yakin? Ingin bertaruh denganku? Kalau kau kalah kau harus mengabulkan permintaanku” Baekhyun berbisik tepat di telinga Hyeri. Hyeri bisa merasakan nafs Baekhyun dibagian tengkuknya. Muncul senyuman sinis di wajah cantik Hyeri.

‘Ternyata dia tidak bisa kuremehkan begitu saja. Menarik. Kita lihat saja Byun Baekhyun…’ pikirnya.

“Cih. Sial! Jangan panggil aku Kim Hyeri kalau aku tidak bisa mengalahkanmu.”

TBC

TBC

Annyeong Readers~

Semoga kalian suka ya dengan cerita urak-urakan (?)dan random ini~~

Big thanks to Chanrin Saengie! Gomawo udh ngebantu eonni sehingga jadilah ff ini😄

One thought on “The Sky Rained Tears (Part 1)”

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s