CAN I LOVE YOU?? [Part 8]

Can I Love You

Title : Can I Love You?? [Part 8]

Author :  Monfish86

Main cast : Kim Chaeryl (OC), Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Jang Yunhi (OC)

Support cast : Kim Heechul, Lee Soora, Shin Hyorin (OC), Lee sungmin and other cast

Genre : Romance, marriage life

Length : On writing

Rating : PG-15

 

Lee Hyukjae POV

Sungguh ini sangat membosankan  jika seperti ini terus, tak ada yang bisa kulakukan selain hanya memandangi  Lcd TV yang entah sudah berapa lama menyala dihadapanku. Ini sudah channel ke 100 yang aku tekan, semuanya tak ada yang bisa menghilangkan kebosananku. Bolehkah aku menganggap ini adalah hari terburukku?

Dulu akhir pekan adalah hal yang menarik bagiku, tapi sekarang?? Aiisshhh…nuna aku akan membalas perbuatanmu ini.  Kenapa kau selalu merusak acara yang sudah aku persiapkan ditengah kesibukanku?? Ini sangat sia-sia, Yunhi~ya mianhae. Aku hanya bisa membayangkan wajahnya saat ini.

Apa maksud perbuatannya kali ini, mengunciku di dalam appartementku sendiri, menyita kunci mobil dan lebih sialnya lagi ponsel dan tabletku pun ikut raib bersamanya..Arrhhhhhh.

“Hyukjae~ya…sudah cukup kau menelantarkan istrimu dengan kesibukamu yang  berlebihan itu, hanya luangkan satu hari penuh untuk Chaeryl dan kau tak bisa membantahnya…ini perintah!!!”

Aku melempar remote TV disampingku saat mengingat ucapan nuna yang membuatku seperti terkurung disini, di appartmentku. Sial…

Aku harus bisa mengabari Yunhi, seharusnya sekarang aku sudah berada di Gyonggi bersamanya, hari ini kami memiliki janji memancing bersama..arhhhh tapi dengan apa aku harus menghubunginya?  Yaa Lee Hyukjae gunakan otakmu untuk berfikir..

Sekeras apapun aku berfikir bukan ide yang muncul dikepalaku melainkan rasa pusing yang mulai bermunculan di bagian depan kepalaku. Ini pasti terjadi karena perutku belum terisi apapun sejak pagi tadi.  Aku hanya melihat sekilas meja makan yang kosong, kemana perginya makanan tadi? Apa yeoja itu membuangnya karena aku tak mau memakannya?

Sejak aku dan dia tinggal di appartement setiap pagi selalu ada makanan di atas meja makan dan setiap itu juga aku tak memakannya, kenapa jika seperti itu terus dia masih saja memasak makanan yang kemungkinan besar tidak aku makan?

Tapi kemana perginya dia? apa aku harus menyuruhnya memasak?.ahhhh tidak mungkin, jangan permalukan dirimu dengan minta tolong padanya Lee Hyukjae…aku berharap nuna melemparkan ponselku.Tak lebih, hanya itu yang aku butuhkan saat ini.

Aku berjalan menuju dapur, dan melihat isi lemari pendingin. Sial..semuanya masih berupa bahan mentah, bagaimana cara memasaknya? Eomma datanglah kemari, kau harus menghukum nuna yang durhaka itu…..

Mungkin dari semua bahan yang ada, telur adalah yang paling mudah. Baiklah Hyukjae ini pasti sangat mudah jadi kau tak perlu meminta bantuan darinya.

Author POV

Boneka beruang raksasa itu mungkin bisa menjadi pendengar yang baik bagi Chaeryl. Jika saja ponselnya tak raib dibawa oleh Lee Soora mungkin ia bisa menumpahkan semuanya pada Hyorin.

Dipeluknya boneka pemberian Heechul itu diatas ranjang, sedikitpun ia tak mau beranjak dari situ. Ia tahu bahwa namja itu juga ada diluar, diruang tamu sedang menyalakan televisi. Sama dengan dirinya mungkin dia juga sangat bosan.

“Eoniiiiii…ternyata kau lebih parah dari Kim Heechul” Gadis itu memaki sebal saat teringat dengan Lee Soora yang sengaja membuatnya dan Hyukjae bisa memiliki waktu bersama yang lebih banyak

“Kau salah eonni jika melakukan ini, tak ada gunanya bagiku dan namja idiot itu”

“Apa jadinya jika kau tahu kalau aku sedang hamil? Ahhh..aku tidak bisa membayangkan reaksi apa nanti yang kudapat darimu eonni” Chaeryl bergidik saat membayangkan jika Soora tahu bahwa dirinya tengah mengandung calon keponakannya, dan hingga saat ini dari pihak keluarga tak ada yang tahu mengenai kondisinya.

Ini sudah satu minggu sejak ia mengetahui dirinya tengah mengandung, dan hingga saat ini hanya Hyorin dan Donghae saja yang tahu.  Chaeryl tak tahu bagaimana cara memberitahu mereka tentang hal ini. Baginya ini sangat memalukan, usia pernikahan merekapun belum genap dua bulan tapi pada kenyataanya usia kehamilan Chaeryl sudah memasuki bulan ke tiga.

“Cepat atau lambat mereka akan tahu…kau kan sudah menikah jadi tak perlu ada yang kau takuti. Jangan terlalu dipikirkan berapa usia kandunganmu, bukankah mereka tahu bahwa Hyukjae sudah mencuri start terlebih dahulu sebelum menikah, yaaa…jadi itu sangat wajar Chaeryl.”

Chaeryl hanya mendengus sebal saat teringat ucapan Hyorin beberapa hari yang lalu, memang ada benarnya tapi bagi Chaeryl ia masih belum siap memberitahu mereka.

Gadis itu menyentuh kembali permukaan perutnya di balik sweeter rajut birunya, seolah-olah ia bisa menyentuh apa yang ada didalamnya.

“Baby~ah mianhae jika nanti kau terlahir tanpa adanya sosok ayah yang akan menyayangimu, tapi kau jangan khawatir aku akan memberikan seluruhnya untukmu, hingga kau tak merasakan kekurangan, arraseo” Gadis itu berbisik sangat pelan, ia yakin bayinya akan mendengarkan apa yang diucapkannya

Gadis itu bangkit dari tidurnya, disandarkan bahunya pada kepala ranjang

‘TIKK’

Untuk kesekian kalinya ia memandangi lagi foto dalam liontin tersebut dan secara naluri ia kembali teringat pada Lee Donghae. Meskipun ia sendiri masih bingung siapa foto bocah laki-laki dalam liontinnya itu, Hingga saat ini ia masih berhutang pertanyaan pada Kim Heechul, mungkin dia bisa menjawab rasa penasaran Chaeryl.

“Lee Donghae…kau tahu?? rasanya aku pernah mengenal dirimu, tapi aku tak yakin. Tapi ada yang aneh dengan sikapmu sejak kita bertemu di studio foto milikmu dan hal itu yang menggangu pikiranku, membuatku yakin bahwa kau adalah bocah itu, lalu apa hubunganku dengan bocah laki-laki ini?siapa dia sebenarnya??” Chaerly mengarahkan ibu jari tangannya dipermukaan wajah bocah laki-laki itu

“Tapi mana mungkin itu kau?? jika benar itu dirimu pasti kau sudah mengenalku sejak kecil..”

“Ahhh..molla…ini benar-benar membingungkan” Ia menutup kembali liontin berbentuk setengah bulan tersebut dan membiarkannya jatuh menjuntai di bawah lehernya

‘PRAANGGGGGG’

Chaeryl terkesiap dari duduknya saat tiba-tiba ia mendengar suara gaduh dari luar kamar, dan itu tak hanya sekali ia mendengarnya.

“Suara apa itu? Omoo…jangan-jangan..” Dengan hitungan detik gadis itu bangkit dari ranjangnya dan setengah berlari keluar kamar.

“Bau apa ini??..uuhkkkk” Hidungnya mencium bau yang membuatnya sedikit mual, ia berjalan menuju dapur, tempat dari mana suara gaduh dan bau itu berasal.

“Ige mwoya??….apa yang kau…” Chaeryl cukup terkejut saat ia melihat Hyukjae berada di dalam dapur, namun yang membuatnya terkejut adalah namja itu sedang mengacaukan dapur yang selama ini selalu menjadi tempat yang ia jaga kebersihannya.

“Jika kau pintar kau tak akan bertanya aku sedang apa saat ini” Hyukjae mengabaikan Chaeryl yang masih terkejut di hadapannya.

“Mwo?? Yaakk..kau tak seharusnya mengacaukan dapur seperti ini” Chaeryl melihat beberapa telur yang jatuh dilantai, wajan penggorengan dengan telur gosong yang mendarat di atas kursi meja makan, dan beberapa potongan sayur yang berserakan dilantai

“Siapa yang mengacaukan dapur?a..aku…sedang memasak dan kau jangan berlebihan”

‘PLUKK’

Keduanya sama-sama terkejut saat telur yang dipegang Hyukjae meleset dari tangannya, dan itu adalah telur ketiga yang jatuh dilantai

“Itu yang kau sebut tidak berlebihan? Apa kau sengaja melakukan ini?”

“Hei apa aku salah jika aku memasak didapurku sendiri? Lalu aku harus bagaiman jika aku sedang lapar? Memakan semua bahan mentah dari situ?” Hyukjae membalas ucapan Chaeryl dengan menunjuk lemari pendingin disudut tembok itu

Chaeryl berjalan menghampiri lemari pendingin, di ambilnya satu butir telur lalu ia menyuruh Hyukjae untuk minggir dari hadapannya. Di taruhnya penggorengan di atas kompor otomatis.

“Yaak yeoja aneh, aku tak butuh bantuanmu, a..aku bisa melakukannya sendiri”

“Diluar sana masih banyak orang yang kekurangan, dan kau malah membuang-buangnya dengan percuma. Apa kau menunggu memecahkan seluruh telur dari lemari pendingin baru kau bisa makan, hah?” Tanpa melihat Hyukjae Chaeryl dengan mudah melakukan hal yang Hyukjae tak bisa lakukan. Menggoreng telur.

Hyukjae seperti kehabisan kata-kata, ia hanya diam mematung, mulutnya sudah setengah membuka namun ia tak tahu kalimat apa yang harus ia lontarkan

“Aku heran, melakukan hal semudah inipun kau tak bisa, apa dulu saat kau wajib militer mereka tak mengajarimu cara ini”

“Kau pikir tempat pelatihan militer seperti kursus memasak? Mereka hanya mengajariku bagaimana cara memegang senjata. Bukan memegang telur” Dengan ketus ia membalas ucapan Chaeryl, dan baginya gadis itu seperti menertawakan kemampuannya.

‘Uuhkkkk’  Chaeryl tiba-tiba membekap mulutnya saat bau menyengat telur yang pecah menghampiri indra peciumannya, sedangkan Hyukjae hanya menatap gadis itu dari balik punggunnya

“Kau..daripada kau hanya diam, bersihkan semua kekacauan yang kau buat ini”

“Mwo??”

“Apa?? Kau tidak mau? Kau mau menyuruhku yang harus membersihkannya?Shireo! bukankah kau yang bilang sendiri ‘Kau tahu. Aku paling tidak suka melihat sesuatu yang tidak rapi’ hah? “ Chaeryl menirukan ucapan Hyukjae yang sering dilontarkan padanya

Hyukjae yang mendengar hal itu, hanya bisa menelan ludah dan hanya bisa menggeram dalam tenggorokan. Ia tak mau berdebat dengan gadis itu dengan kondisi perut yang keroncongan. Mau tak mau ialah yang harus membersihkan dapur yang sudah diacak-acak olehnya.

Sesaat tak ada suara yang timbul dari mereka berdua, keduanya sibuk dengan apa yang mereka kerjakan, namun pusat pikiran mereka sesungguhnya sama-sama sedang menggantung.

“Bodoh, kenapa jadi aku yang repot membuatkan telur untuknya?salah sendiri kenapa tidak mau memakan makan yang kubuat tadi” Chaeryl merasa ada yang salah dengan perbuatannya yang sedang tak sinkron dengan otaknya, namun entah kenapa ia masih tetap membuatkan makanan untuk namja yang menurutnya sangat menyebalkan itu.

“Baby~ah, apa harus kuberitahu dia sekarang tentang dirimu?tapi..”

“Hei kau, siapa namja yang mengantarmu pulang minggu lalu?” Chaeryl mengurungkan niatnya untuk memberitahu Hyukjae tentang kondisinya saat tiba-tiba ia mendengar suara namja yang tengah duduk dimeja makan itu.

“Kau sedang bicara kepadaku?”

“Apa ada makhluk lain selain kita disini hah? Ohhh aku tahu, dia kekasihmu bukan?”

Saat mendengar hal itu Chaeryl mencerna kembali kalimat Hyukjae yang membuatnya tiba-tiba terdiam, dan saat itu juga ia tahu siapa namja yang dimaksud Hyukjae tadi

“Kenapa? Apa itu hal yang penting untuk aku jawab?” Disadari atau tidak, Chaeryl merasakan sesuatu yang sedikit perih di dadanya saat mendengar ucapan Hyukjae yang mengira Donghae memiliki hubungan dengannya

“Jangan besar kepala, aku hanya tak ingin mendengar hal buruk tentang diriku”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Kau juga tahu, bahwa semua orang tahu tentang status pernikahan ini dan apa jadinya jika mereka tahu kalau kau berjalan dengan laki-laki lain?itu akan merusak reputasiku”

Bagi Chaeryl, pernyataan Hyukjae seperti tanaman jarum yang sedikit demi sedikit tumbuh di ulu hatinya, perih.

“Bukannya apa-apa, terserah jika kau melakukan hal sesuka hatimu dengan kekasihmu, tapi disamping itu kau juga harus memikirkan tentang nama baikku, apa perlu kau belajar dariku dan Yunhi?”

Seketika Hyukjae sadar tentang apa yang baru saja ia ucapkan, namun cepat atau lambat Chaeryl akan tahu tentang dirinya dan Jang Yunhi.

Sedangkan Chaeryl yang mendengar hal itu membuatnya yakin, bahwa Hyukjae telah kembali bersama Yunhi, sesungguhnya ia tahu hal itu sejak lama, namun ia tak mau ambil pusing. Tapi entah kenapa saat ini ia merasakan sesak di rongga dadanya.

“Lee Hyukjae~ssi, kau tak perlu menasehatiku tentang hal itu. Soal…soal nama baikmu apa hanya itu yang kau pentingkan?..a..apa kau tahu jika saat ini aku sedang…” Chaeryl menggigit lidahnya. Ia tahu sebentar lagi air matanya akan jatuh sia-sia, baginya tak ada gunanya memberitahu Hyukjae tentang kondisinya yang tengah mengandung.

Ia berjalan menuju meja makan dimana  namja itu tengah duduk, ia meletakkan telur matang tersebut diatas piring lalu menaruhnya dihadapan Hyukjae

“Mianhae telah membuat sulit dirimu dan Jang Yunhi” Setelah itu Chaeryl segera menghilang dihadapan Hyukjae, ia sendiripun tak tahu kenapa pembicaraan tadi membuatnya merasa aneh dan sedikit menyakitkan

Sedangkan Hyukjae hanya diam dan terus melihat gadis itu hingga menghilang dari ruang makan, ia merasa aneh dengan reaksi Chaeryl yang menurutnya tak seperti biasanya

“Kenapa dia tidak membalasku dengan teriakan-teriakannya yang membuat telingaku sakit?lalu apa yang salah? Kenapa reaksinya harus seperti itu? Lalu apa yang kau inginkan Lee Hyukjae?” Namja itu terus bertanya dan berbicara pada dirinya sendiri, namun sama saja ia tak mendapatkan jawaban apapun

“Kenapa akhir-akhir ini dia begitu rumit?”

***

#Next Day~ @Seoul univ.

“Yakk Chaeryl~ah kenapa kau tak minta langsung saja pada suamimu?kau tahu, permintaanmu sungguh sangat aneh?” Hyorin menjatuhkan tasnya di rerumputan taman yang terletak di ujung halaman kampus.

“Ini bukan aku yang minta., jebal Hyorin~ah kita ke Lotte world…ya…ayolah” Chaeryl terus saja merengek pada Hyorin, keinginan untuk bermain di Lotte World tiba-tiba muncul dikepalanya sejak semalam.

“ya ampun apa semua ibu hamil permintaannya sungguh memusingkan, kau juga sampai kapan kau akan menyembunyikan ini semua dari suamimu?”

“Aku tak tahu, mungkin tak ada gunanya jika ia tahu” Hyorin bisa melihat kesedihan yang sengaja Chaeryl sembunyikan, namun sayangnya Chaeryl tak pandai menutupi itu dari sahabatnya.

“Tapi bagiamanapun juga dia berhak tahu Chaeryl, kau tak bisa menanggungnya sendiri”

“Mungkin memang aku harus menanggungnya sendiri, dengan atau tanpa dia aku yakin bayiku akan baik-baik saja”

Mendengar hal itu Hyorin hanya menghembuskan nafas, ia tahu sahabatnya itu memang sedikit keras kepala

“Lalu untuk apa pernikahanmu jika dia tak mau ikut menanggung semua yang terjadi padamu? Kau berkata seperti itu karena kau tidak mencoba untuk membicarakannya dengan Hyukjae”

“Apa kau lupa? Pernikahanku dan dia hanya status, ia menikahiku karena keterpaksaan, karena keluarganya dan karena nama baiknya, diluar itu semua ia tidak akan pernah peduli apapun tentang aku.” Setiap kata yang keluar dari mulut Chaeryl bagaikan dua ujung tombak yang sama-sama menusuk dirinya sendiri.

Hyorin bisa melihat kedua mata Chaeryl yang hampir mengeluarkan cairan bening, namun gadis itu menahannya dengan menggigit bibirnya sendiri.

“Chaeryl~ah..”

“Dia sudah kembali dengan kekasihnya, itu yang membuatku mengurungkan niat untuk memberitahunya tentang kehamilanku”

“Mwo..m..mworagoo?” Hyorin berusaha memastikan apa yang didengarnya saat ini, tapi ia yakin bahwa dirinya tidak tuli.

“Aku sudah melukai hati Jang Yunhi, dan sekarang mungkin aku mempersulit hubungan mereka” Chaeryl tak kuasa lagi menahan bendungan di kedua matanya, cairan itu mengalir menyusuri kedua pipinya.

“Kau bilang..Hyukjae kembali lagi dengan Yunhi? Bagaimana bisa?..”

“Apa kau harus terus akan bertahan dengan pernikahan seperti itu, Kim Chaeryl?”

Hyorin dan Chaeryl terkesiap saat tiba-tiba ia mendengar seseorang yang entah sejak kapan muncul dihadapan mereka. Keduanya cukup terkejut saat melihat siapa orang tersebut yang saat ini berdiri dihadapan mereka.

Hyorin membantu Chaeryl untuk berdiri dari rerumputan taman, dengan sekejap Chaeryl menghapus pipinya yang masih basah dengan punggung tangannya, namun tatapan seseorang tersebut tak luput sedikitpun pada gadis itu.

“Donghae oppa, kenapa kau bisa ada disini?” Chaeryl sedikit bingung saat namja tersebut menatap matanya dengan tajam.

“Ahhh..Donghae~ssi apa kau salah satu pembicara seminar fotografi di kampus kita?” Hyorin yang menyadari kenapa Donghae bisa ada di kampusnya segera saja mengetahui apa yang Donghae lakukan disini

“Ya, seminarnya baru saja berakhir” Mendengar itu Donghae sedikit mengalihkan fokusnya pada Chaeryl, ia sadar sesaat tadi sempat melihat Chaeryl yang bingung karena ucapannya.

Baik Chaeryl maupun Hyorin hanya mengangguk-anggukan kepala mereka, masih tercetak jelas raut kesedihan diwajah Chaeryl, dan Donghae bisa melihatnya dengan jelas. Entah mengapa saat melihat wajah Chaeryl seketika rasa marah dan benci menjalar keseluruh tubuhnya saat ia tak sengaja mendengar dengan jelas apa yang Chaeryl ucapkan pada sahabatnya itu. Bukan pada Chaeryl melainkan pada namja yang telah berani melakukan ini semua pada gadis kecilnya, gadis kecil yang mungkin tak akan pernah bisa hilang dari hatinya hingga saat ini dan entah sampai kapan.

“Kenapa dengan wajahmu? Apa kau habis membuang airmatamu untuk namja seperti dia?” Chaeryl cukup terkejut saat mendengar Donghae berucap kalimat seperti itu, begitu juga dengan Hyorin.

“Apa maksudmu?”

“Kau tahu jelas maksudku, Kim Chaeryl”

Chaeryl dapat menangkap nada yang aneh dari suara Donghae, seakan-akan ia menuntut gadis itu untuk mengungkapkan semua, belum pernah ia melihat Donghae yang seperti ini.

“Donghae oppa, aku harus kembali ke kelas, kajja Hyorin”

Chaeryl memilih untuk pergi dari hadapan namja itu, namun Donghae tak tinggal diam. Tak tahu kenapa ia harus ikut bertindak seperti ini, mungkin bagi Chaeryl ini sangat tak wajar melihat mereka yang belum lama saling mengenal. Tapi bagi Donghae, ini sangat menyakitkan melihat Chaeryl yang dulunya adalah gadis kecilnya harus menerima hal yang seharusnya tak ditanggung sendiri olehnya. Rasa sakit itu ia bisa merasakannya, sama seperti yang Chaeryl rasakan.

“Aku tak bisa melihatmu dan calon bayimu menerima semua ini” Langkah Chaeryl terhenti oleh ucapan Donghae, gadis itu menoleh kearah Donghae yang masih diam ditempatnya.

“Jika namja yang mereka sebut suamimu itu tak bisa menerima keadaanmu saat ini, maka dia tak pantas berada disisimu”

“Kau tidak berhak berbicara seperti itu, kau tak tahu apa-apa tentang hidupku, Donghae~ssi” Apa yang diucapkan Donghae memang benar adanya bagi Chaeryl, tapi entah kenapa ucapan Donghae membuatnya sedikit tak nyaman.

“Apa itu artinya kau membela dia? Membela seseorang yang tak pernah peduli tentangmu? Membela seseorang yang kembali bersama dengan kekasihnya dan melupakan istrinya?”

Donghae tak peduli lagi mengenai statusnya yang bukan siapa-siapa bagi Chaeryl, ia sudah cukup melihat drama yang memuakkan dalam hidup Chaeryl, amarah itu kini seakan-akan berbaris dalam dirinya ketika beberapa hari yang lalu ia melihat Lee Hyukjae dengan seorang gadis yang bukan Chaeryl tengah melakukan sesuatu seperti layaknya sepasang kekasih yang seharusnya tak dilakukan oleh mereka.

Jika teringat hal itu ia merasa Chaeryl tak memiliki harga diri, dan itu yang membuat hatinya seperti tergores besi panas yang runcing, gadis yang dicintainya tak layak mendapat perlakuan seperti itu.

“Lalu kenapa kau harus peduli pada hidupku? Mianhae Donghae~ssi. Tapi kau tak perlu bersusah payah memikirkan tentang masalahku”

“Yang aku pedulikan hanya dirimu, bukan namja seperti dia yang menyia-nyiakanmu da…”

“Jika seperti itu kau tak perlu lagi datang dihidupku, kau bukan siapa-siapa yang berhak atas hidupku”

“Aku memang bukan siapa-siapa, tapi aku mengetahui semuanya. Aku kira aku bisa merelakanmu dengan namja itu, namja yang mungkin akan membahagiakanmu, tapi apa? Aku salah menilai itu semua. Dan liontin itu..liontin yang menggantung dilehermu yang membuat aku tak bisa berhenti memikirkanmu, setiap kali kau memakainya itu semua mengingatkanku tentang dirimu yang dulu, gadis kecil yang selalu mengganggu pikiranku selama 15 tahun, gadis kecil yang kehilangan ingatannya hingga saat ini, gadis kecil yang sudah lupa tentang diriku, tapi bodohnya aku tak pernah bisa melupakannya dan bagaimana aku harus lupa tentang dirimu? Jika saja kecelakaan yang mengambil orang tua kita tak terjadi, seharusnya aku yang berada disisimu, aku yang akan bertanggung jawab tentang hidupmu. Foto didalam liontin itu dalah cerminan kita 15 tahun yang lalu dan liontin itu adalah symbol ikatan kita dulu…apa kau masih lupa Chaeryl?”

Nafas Donghae seakan dipompa dengan cepat setelah ia melontarkan semua kebenaran itu, ia tak tahu kenapa semuanya bisa begitu mudah terucapkan saat ini. Ia merasakan cairan hangat yang jatuh di pipi kirinya, emosi yang ia tahan selama ini dengan sendirinya meletup dihadapan Chaeryl.

Sedangkan Chaeryl yang mendengar dengan sangat jelas apa yang diucapkan Donghae membuat seluruh tubuhnya bergetar, setiap kata yang keluar dari mulut Donghae bagaikan sebuah kisah cerita yang ia baca, cerita yang merefleksikan tentang masa kecilnya dulu. Pecahan-pecahan kejadian yang sempat hilang dari memorinya kini sedikit demi sedikit merekat kembali meskipun tak semuanya, namun apa yang diucapkan namja itu cukup menjawab rasa penasarannya selama ini. Chaeryl berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya tapi seakan-akan udara tersebut sama sekali tak bisa memasuki rongga dadanya. Kini kepalanya terasa sangat berat saat ia berusaha mengingat kembali wajah kecil Donghae yang dulu

“Donghae oppa kita memiliki kalung yang sama….”

“Lihat Chaeryl ini adalah lambang namamu dan namaku….”

“Gomawo eomma, gomawo ahjumma Chaeryl dan Donghae oppa sangat suka dengan kalungnya….”

“Chaeryl kelak kau harus menurut dengan Donghae oppa….”

“Donghae oppa nanti yang akan menjagamu saat eomma dan appa sudah tak bisa lagi bersamamu…”

“Chaeryl ayo ikut dengan Donghae oppa”

“Kenapa kau cemberut? Jelek sekali..hhahaha”

“Oppa yang jelek, seperti anak perempuan memakai kalung”

“Chaeryl kau pegang kalung punyaku dan punyamu aku yang pegang”

“Ayo Chaeryl minum susunya…”

“Chaeryl tidak suka minum susu eomaaaaa…”

“Donghae oppa akan menemanimu minum susu….”

“Oppa saja yang minum susunya, tapi jangan bilang eomma..”

Chaeryl jatuh terduduk saat semua apa yang dulunya menghilang kini menghampirinya satu per satu secara bergantian, Hyorin yang sedari tadi melihat dan mendengar apa yang terjadi hanya bisa diam terpaku tak percaya tentang semua ini.

“A..aa..aku mau pulang” Chaeryl tak tahu lagi bagaimana caranya untuk menampung kenyataan yang mengejutkan ini, ia tak akan bertanya, baginya semuanya sudah cukup jelas. Sejak awal pertemuannya dengan Donghae ia sudah merasakan ada sesuatu hal yang aneh. Dan kini sedikit-demi sedikt sudah terjawab, baik itu dari pernyataan Donghae maupun dari percikan-percikan ingatannya.

“Jika kau membutuhkan semua tentang masa kecilmu, datanglah padaku..maaf jika semua ini membuatmu terkejut”  Sesungguhnya ingin sekali Donghae merengkuh tubuh gadis itu saat dilihatnya Chaeryl terduduk karena pernyataan yang mengejutkan darinya, namun ia tahu ini bukan saat yang tepat.

Chaeryl bangkit berdiri dengan bantuan Hyorin, ia tak tahu harus berkata apa pada Donghae. Kenyataan yang baru saja didengarnya sungguh tak pernah terbayang oleh Chaeryl, bahwa ia memiliki masa lalu yang sangat dekat dengan Donghae. Yang ada dipikirannya kenapa baik Kim ahjumma maupun Heechul tak pernah memberitahunya tentang hal ini.

Chaeryl menatap sayu wajah Donghae yang masih berdiri ditempatnya,  saat ini ia tak mau berbicara pada siapapun. Ditinggalkannya namja itu tanpa sepatah katapun dari Chaeryl. Ada saatnya nanti ia akan berbicara dengan Donghae, itu sudah terencana di kepalanya, namun tidak untuk saat ini.

“Hyorin~ah, aku akan pulang sendiri…kau bisa kembali ke kelas” Dilepasnya tangan Hyorin yang menuntunnya berjalan, dan Hyorin bisa mengerti bahwa sahabatnya itu masih terkejut dengan pernyataan Donghae, sama seperti dirinya.

“Arraseo, aku akan mencarikan taksi”

“Tidak, aa..aku ingin naik subway” Tanpa berbicara lagi Chaeryl berjalan meninggalkan Hyorin, gadis itu berjalan seperti tak tahu arah mana yang akan ditujunya. Yang ia lihat adalah sebuah gerbang pintu keluar dari kampus, gadis itu hanya mengandalkan apa yang ada didepannya, sedangkan otaknya masih terus bergaung ucapan Donghae.

“Eomma..appa..eothokhae? kenapa aku harus kehilangan kalian dan ingatanku tentangnya..?” Chaeryl menggenggam erat bandul liontin yang menggantung dilehernya, ia tak memperdulikan apa yang ada disekitarnya. Pandangannya kabur saat air matanya membendung dan jatuh menyusuri wajahnya.

Saat itu juga ia tak tahu segala sesuatu yang ada disekelilingnya, ketika sebuah motor tak sengaja menyenggol dirinya yang sedang berjalan menerobos trotoar dengan lampu merah untuk pejalan kaki.

Nafas Donghae tercekat, aliran darahnya seakan terhenti saat jarak pandangnya tak jauh melihat Chaeryl yang tak bergerak ditepi jalan.

“CHAERYLLLLL………………”

***

~ @Hospital~

“Yeoboseyo?”

“Mwo? Ini ponsel milik Lee Hyukjae bukan?”

“Ahh..k..kau Kim Chaeryl?”
“Ani…”

“Jika kau ingin bicara dengan Hyukjae oppa biar aku yang sampaikan, dia sedang sibuk”

“Mwooo?ini kau? Jang Yunhi..aishhh..yakk berikan ponselnya pada suami Chaeryl”

“Bukankan sudah kukatakan dia sedang sibuk”

“Aishhh jinja…yakkk Kim Chaeryl kecelakaan harusnya kau berikan ponselnya pada Hyuk…”

~KLIK~

Hyorin memaki-maki ponsel yang ada digenggamannya saat seseorang disebrang telepone tiba-tiba memutuskan sambungannya

“Arhhhh..nappeun yeoja….aishhhh..”

Dilihatnya seorang namja dengan kemeja penuh bercak darah yang diam tak bergeming di lorong sebuah rumah sakit, matanya hanya tertuju pada pintu ruang ICU. Namun ia bisa mendengar jelas semua yang dibicarakan Hyorin dengan seseorang di sebrang telephone.

“Donghae~ssi..boleh aku meminjam ponselmu untuk menghubungi Soora eonni?”

~@ 2 Hours Latter~

“Eonni..k..kau harus tenang..Chaeryl pasti baik-baik saja”

“Bagaimana aku harus tenang Hyorin kalau seperti ini??….aishhh kenapa bocah itu belum datang juga?..harusnya aku seret dia ikut denganku”  Hyorin berusaha menenangkan Lee Soora saat berulang kali yeoja itu duduk dan berdiri karena cemas dengan keadaan adik iparnya.

Soora melihat Donghae yang hanya diam berdiri dan bersandar pada dinding,  wajahnya tampak sangat cemas dan gelisah meskipun Donghae tak mengucapkan banyak kata sejak Soora tiba beberapa menit yang lalu. Yang ia tahu dari Hyorin bahwa Donghae yang membawa adik iparnya itu kerumah sakit. Namun disisi lain timbul pertanyaan dari benak Lee Soora mengenai hubungan apa yang dimiliki Donghae dengan Chaeryl, kenapa beberapa kali ia menangkap Donghae meneteskan air matanya.

“Donghae~ya…apa perlu aku menyuruh seseorang untuk membawakanmu pakaian?” Dilihatnya kemeja biru Donghae yang penuh dengan Bercak darah Chaeryl

“Aniyo nuna, gwaenchanna”

“Gomawo…kau sudah menolong adik kami”

“Itu sudah seharusnya” Donghae sedikit memaksakan senyum dibibirnya, semua yang ada didirinya masih terfokus bagaimana kondisi Chaeryl di balik pintu ICU ersebut.

“Eonni….” Hyorin menarik lengan Soora saat di ujung lorong ia melihat seseorang yang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya.

Soora bangkit berdiri menghampiri seseorang tersebut, wajahnya sangat geram melihat sikapnya yang tak sigap mendengar tentang istrinya yang mengalami kecelakaan

“Apa wanita itu lebih penting daripada istrimu, huh? Haruskan nuna berteriak di telingamu agar kau mau mendengar dan datang ke rumah sakit?? “

“Nuna, kau tidak tahu apa yang terjadi denganku dan jangan salahkan Yunhi, dia tak salah dalam hal ini”

“Lalu apa kau tahu yang terjadi dengan Chaeryl? kenapa dia bisa kecelakaan?dan kenapa kau tak langsung datang saat Hyorin mencoba menghubungimu?”

“Sekarang aku sudah datang, jadi kau tak perlu seperti ini” Hyukjae berjalan menuju tempat duduk di depan ICU. Dilihatnya seseorang yang berdiri bersandar di samping pintu ruang ICU tersebut. Hyukjae menatap Donghae yang sedang meatap matanya tajam.

***

Author POV End

Lee Hyukjae POV

Aku hanya bisa menelan ludah saat melihat namja itu, bukan karena ia menatapku seolah-olah ingin menerkamku, namun bercak darah yang menempel hampir diseluruh kemejanya yang membuatku berkeringat dingin. Apakah itu darah..Chaeryl?

Saat menerima telephon dari nuna, entah kenapa seolah-olah nafasku menjadi sangat sesak mendengar yeoja labil itu mengalami kecelakaan. Bahkan aku harus meninggalkan Yunhi yang sedang sakit.

“Apa kau harus terus menatapku seperti itu?” Aku tak tahu kenapa namja itu terus menusuk mataku dengan tatapannya, bukankah dia yang mengantar Chaeryl pulang saat itu? Jadi dia kekasihnya?

“Jika diijinkan, aku tak hanya ingin menatapmu seperti ini”

“Apa maksudmu?”  Aku melihat tatapan matanya sangat tajam dan rahangnya mengeras, apa dia menantangku?

“Maksudku sangat jelas untuk seorang pria pengecut sepertimu” Hhoohhh…namja ini benar-benar ingin memancing emosiku

“Kim Chaeryl, tidak seharusnya ia menanggung semua perbuatanmu sendirian….katakan berapa harga yang harus kubayar untuk dia?”

“Mworagoo??” Kini aku benar-benar tak tahu apa yang dibicarakannya, kilatan matanya sangat tajam menatapku.

“Lepaskan Kim Chaeryl” Kalimat itu bergaung sangat keras ditelingaku, dan disaat bersamaan entah kenapa aku ingin sekali menghantam wajahnya dengan tanganku

“Mwo? Donghae~ya..a..apa yang kau bicarakan?” Aku melihat nuna yang berdiri diantara aku dan namja itu, Lee Donghae.

“Jika kau tak mau melepaskannya, jangan membuat gadis kecilku menderita, apa kau tahu semua yang kau lakukan terhadapnya itu sama saja membuatku ingin membunuhmu”

“Gadis kecil? Hhaahh…ternyata kau menganggap dia gadis kecilmu? Sejak kapan kau menjalin hubungan dengan istri orang, hah??”  Aku menajamkan tatapanku ke arahnya, dan kulihat dia semakin mendekat  kearahku.

“Kalian berdua, jangan membuat keributan disini, aku harap kalian tak lupa ini adalah rumah sakit” Soora nuna berusaha menahanku yang juga ikut melangkah ke arahnya, namun sia-sia, namja itu sudah memulai terlebih dahulu.

“Istri?? Hhh..sekarang kau menganggapnya sebagai istrimu? Apa di depan kekasihmu itu kau juga memanggil Chaeryl dengan sebutan itu?” Aku menggeretakkan gigiku saat mendengar ucapannya, seperti terkena lemparan batu dikepalaku, apa yang diucapkannya memang benar. Namja ini benar-benar ingin membuatku melayangkan tinju diwajahnya.

“Hei..kau..jangan pernah ikut campur dalam masalah orang lain, namja sepertimu tak tahu apa-apa tentang semua ini” Sial, kenapa dia menunjukkan senyum yang seolah-olah mengejek.

“Tak tahu apa-apa? Lalu kau tahu apa yang terjadi dengan Chaeryl saat ini? KAU TAHU KENAPA DIA BISA BERADA DISINI? DAN APA KAU TAHU JIKA DIA SEDANG HAMIL? HAH? APA KAU TAHU ITU SEMUA!!!”

‘TARRRRRRR’

Bagaikan tersulut aliran listrik, rasanya seluruh tubuhku bergetar. Semuanya terasa sunyi, hanya gaungan kalimat itu yang terus memenuhi telingaku. Aku yakin telingaku masih berfungsi dengan sangat baik, jadi apa yang baru saja diucapkannya aku tak salah mendengar. Aku tak tahu reaksi apa yang terjadi pada diriku saat mendengar berita itu, dia hamil????benarkah??

“M..m..mwo..mworagoo? Donghae~ya..k..kau bilang Chaeryl hamil?” Sama terkejutnya denganku, nuna seakan tak percaya apa yang baru saja di dengarnya

“N..ne eonni, Chaeryl memang sedang hamil… tiga bulan” Mendengar hal itu dari Hyorin entah kenapa raanya aku tak bisa berdiri dengan tegak, kakiku seperti mati rasa.

“Tiga bulan? Omo…kenapa dia tak membicarakannya pada kami? Dia pasti mengalami masa sulit saat mengetahui hal itu” Aku melihat nuna menatap Hyorin takjub, sedangkan Hyorin menatapku yang sama sekali tak bersuara sejak aku mengetahui kondisi yeoja labil itu. Bagaimana bisa??

Hyukjae POV End

Author POV

“Lee Hyukjae apa kau…” Soora mengurungkan niatnya untuk menyerang adiknya itu dengan pertanyaan tentang kondisi Chaeryl, saat dilihatnya wajah Hyukjae yang sedikit pucat, namja itu masih berdiri diposisinya, mungkin rasa keterkejutannya masih menghinggapi otaknya.

“Dokter, bagaimana kondisinya? Apa dia baik-baik saja?” Saat ruang ICU terbuka Donghae menghampiri dokter tersebut dengan rasa khawatir yang masih melekat di wajah kusutnya.

“Dokter, dia adik iparku,dia baik-baik saja kan? bayi…bayi dalam perutnya juga baik-baik saja? Dokter?”  Bersama dengan Hyorin, Soora pun ikut memberondong dokter paruh baya itu dengan pertanyaan-pertanyaan, sedangkan Hyukjae masih tetap ditempatnya. Namja itu menahan nafas, dan ia dapat mendengar deguban jantungnya yang berdetak tak seirama saat menunggu jawaban dokter tersebut.

“Dia wanita yang sangat kuat, baik ibunya dan calon bayinya keduanya dalam kondisi yang stabil saat ini, dia berhasil melewati masa kritis”

Ucapan dokter itu seperti angin segar yang membuat nafas Dongae menjadi sedikit ringan. Sedangkan Soora dan Hyorin pun keduanya tak  bisa menyembunyikan rasa bahagia mendengar itu.

“Meskipun begitu dia harus tetap dipantau, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, itu akan sangat membahayakan bayi dan ibunya”

Seketika Hyukjae terduduk diam mendengar semua pernyataan dokter, entah pergi kemana saat ini pikirannya. Kondisi Chaeryl yang ternyata sedang hamil sungguh sama sekali itu tak terbayangkan olehnya. Menikah dengan gadis itu bagaikan sebuah kesialan dan kesalahn yang datang secara bergandengan dalam hidupnya, lalu bagaimana caranya ia bisa menerima kenyataan saat ini. Kenyataan bahwa gadis itu tengah mengandung benihnya.

***

Author POV End

Chaeryl POV

Hembusan udara disini sangat lembut, aku tak merasakan dingin, meskipun pakaian yang kukenakan ini sangat tipis. Dimana aku bisa menemukan temat senyaman ini? Di Seoul? Tidak, disini tak ada gedung-gedung tinggi, aku tak melihat dan mendengar kebisingan kendaraan yang berlalu lalang. Yang aku lihat hanya hamaparan rerumputan hijau dan aliran sungai biru yang sedang menyanyikan iramanya diatas batu.

“Eomma….” Aku terperangah saat tiba-tiba seseorang menarik ujung bajuku, seorang gadis kecil, kedua matanya terus berkedip menatapku, bibirnya yang mungil tersenyum lebar memamerkan dua giginya, lucu sekali. Tunggu…apa dia baru saja memanggilku ‘eomma’?

Aku berjongkok untuk menyamai tingginya, wajah mungilnya sangat jelas dihadapanku, apa gadis kecil ini tersesat?

“Siapa nama mu gadis kecil? Dimana orang tuamu”? Aku tersenyum dan membelai pipinya yang merona, kenapa aku jadi ingin memeluknya?

Gadis lucu ini hanya tersenyum padaku  jemari-jemarinya yang kecil menyentuh kedua sisi wajahku.

“Eomma..eomma” Aku hanya diam mematung saat tiba-tiba dia memeluk leherku dengan erat, entah kenapa aku merasa sangat bahagia saat seperti ini, dia memanggilku ‘eomma’. Aku menggendongnya dalam pelukanku, gadis ini tertidur dengan senyum yang masih terukir dibibirnya.

Namun saat bersamaan aku melihat sebuah cahaya, cahaya itu semakin dekat kearah kami, bahkan aku tak sanggup untuk membuka kedua mataku, sangat menyilaukan. Cahaya itu datang kearah gadis kecilku ini, apa itu akan mengambilnya? Andweeee…

“Chaeryl..gwaenchana?” Aku mendengar suara seseorang di suatu sisi lain, suaranya begitu dekat. Tapi kenapa cahaya itu masih sangat menyilaukan. Perlahan aku mencoba mensinkronkan penglihatanku dan cahaya itu memudar dengan sendirinya.

“Chaeryl…” Seseorang itu menyentuh pergelangan tanganku, kini aku bisa melihat dengan jelas wajahnya yang tersenyum kepadaku. Dia Soora eonni

“Chaeryl, syukurlah kau sudah sadar sayang” Arah mataku melihat kesisi kananku. Ahjumma. Ia meletakkan tangannya diatas kepalaku, mengusapnya dengan sangat lembut

Tidak hanya mereka, disamping ahjumma aku melihat eomeonim dan juga abeonim, disisi Soora eonni aku melihat sahabatku Shin Hyoorin dan dihadapanku aku melihat oppaku, Kim Heechul. Mereka semua berkumpul disini.  Tapi untuk apa? Sekelebat ingatanku seakan menampar memori otakku, saat aku ingat motor itu menabrak tubuhku di halaman depan kampus, Ya Tuhan…tidak mungkin

“Bayiku….” Aku berusaha bagkit dari tidurku, menyentuh perutku memastikan apa dia masih ada disana, dan disaat itu juga aku merasakan perih yang luar biasa di bagian depan kepalaku, namun rasa sakit itu sama sekali tak membuatku berhenti untuk bangkit.

“Chaeryl tenanglah, kau jangan terlalu banyak bergerak” Soora eonni berusaha menahanku, tapi usahanya sia-sia, tidak mungkin aku hanya diam dan tenang jika aku tak tahu pasti keadaannya.

“Chaeryl, tenang sayang calaon bayimu baik-baik saja, dokter bilang dia sangat kuat, jadi kau tak perlu khawatir” Sejenak aku meredam kepanikan dalam diriku saat mendengar ucapan eomeonim, detik itu juga aku menyentuh permukaan perutku, perasaan lega dengan sekejap mengaliri seluruh tubuhku.

Namun, uucapan eomeonim tadi membuatku tesadar dan berfikir ulang, jadi mereka sudah tahu tentang kehamilanku?

“Kenapa yeodongsaengku? kau terkejut kami semua tahu tentang hal ini? kau hamil, kenapa tidak memberitahu kami sebelumnya tentang keadaanmu?” Seperti biasa, Kim Heechul seolah-olah bisa mengetahui apa yang ada dikepalaku.

“A..aku..mianhae” Aku tak tahu bagaimana aku harus berbicara saat ini, dan hanya kalimat itu saja yang keluar dari bibirku. Yaa aku tahu memang tak seharusnya meneyembunyikan hal ini semua dari mereka.

“Kenapa harus minta maaf? Yang terpenting saat ini kau dan calon cucu abeonim dalam keadaan yang baik” Aku tersenyum mendengar abeonim berbicara seperti itu, namun di saat itu juga aku merasa ada yang sedikit aneh dalam diriku. Semua orang berada disini, harusnya aku bahagia bukan? Apa aku berharap dia berada disini? Namun sepertinya tidak karena pada kenyataanya namja meneyebalkan itu tak ada bersama kami. Apa dia juga sudah tahu tentang hal ini?

“Kau mencarinya?” Entah siapa yang dibicarakan Soora eonni

“Ne? Nugu?” Akupun tak tahu apa yang dia maksud, namun Soora eonni hanya tertawa melihat reaksiku

“Monyet itu…kau pasti berfikir dimana suamimu, tenang dia sedang mengurus administrasi diluar dan sebentar lagi akan kupastikan dia akan datang kesini” Ingin sekali aku membantah pernyataan Soora eonni, tapi aku tidak bisa karena pada kenyataannya aku memang sedang memikirkan hal itu, ahhhh bodoh kenapa aku harus memikirkan orang yang tak pernah peduli padaku, itu sangat menyebalkan.

Satu lagi, aku melupakan seseorang yang beberapa saat lalu aku lihat, seseorang yang berlari membawaku kesini dan aku sempat tersadar setelah kecelakaan tadi, Donghae oppa. Berulang kali aku mendengar kata maaf dari mulutnya saat ia menggendongku menuju rumah sakit, entah kenapa aku merasa ia tidak bersalah dalam hal ini. Justru aku ingin berterimakasih kerena dia bisa berkata jujur padaku tentang masa laluku yang berhubungan dengannya. Dia adalah seseorang yang selama ini membuaku seperti merasa kehilangan sesuatu, sesuatu yang aku rindukan, masa kecilku dan dirinya.

Aku melihat Ahjumma dan Heechul oppa secara bergantian, mungkin aku harus menayakan tentang Donghae oppa pada mereka, nanti.

“Chaeryl, eomeonim dan abeonim harus pergi dulu besok kami akan datang lagi, cepat sehat kembali ya sayang” Aku tersadar dari lamunanku saat mendengar ucapan eomeonim, diciummnya keningku saat sebelum mereka meninggalkan ruangan ini.

“Ahjumma juga harus kembali bersama oppa mu, besok pagi ahjumma akan kemari” Ahjumma memelukku erat begitu juga dengan Heechul oppa, kenapa semua orang tiba-tiba pergi?padahal aku baru saja sadar.

“Hei babi, kau harus lebih berhati-hati, ingat kau tak sendiri lagi ada calon keponakanku disitu” Aku tersenyum saat Heechul oppa menyentuh perutku, lalu mengacak-acak rambutku sebelum ia pergi, tetap saja kelakuannya seperti itu.

“Ah..Oppa aku ikut pulang bersama kalian boleh, ahjumma?” Tiba-tiba Hyorin pun ikut pulang juga.

“Chaeryl, besok aku akan kesini lagi, cepat sembuh dan ingat jangan sembrono lagi”

“Gomawo Hyoorin~ah”

Satu per satu dari mereka sudah menghilang dari ruangan ini, dan detik itu juga aku merasa sangat sepi disini. Aku memegang perban yang membalut bagian depan kepalaku yang masih menyisakan rasa sakit, ini menyebalkan jika harus lama-lama tinggal disini.

“Eonni juga harus pergi, besok pagi eonni akan membawakan beberapa bajumu” Aku lupa, kalau disini masih ada Soora eonni

“Ahh..ne eonni gomawo” Sebentar ia memelukku lalu berjalan menuju pintu, dan disaat itu juga aku sedikit menahan nafas saat melihat seseorang tengah berdiri didekat pintu kamar ini.

“Kau, jaga dia baik-baik” sedikit kudengar Soora eonni berbicara padanya, tak lama setelah pintu tertutup ia berjalan menuju kearahku, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, ia hanya berdiri diam disamping ranjangku.

“Jika, tak ada yang kau lakukan lebih baik kau juga pulang saja…a..aku ingin tidur”

“Sejak kapan kau tahu tentang hal ini?” Bukannya malah menjawab pertanyaanku, namja menyebalkan ini malah berbalik bertanya.

“Mwo?”

“Seharusnya….jika kau tahu dari awal..kau….kau harus memberitahuku tentang hal ini dan tidak membuatnya semakin rumit” Tak ada nada tinggi maupun penekanan disetiap ucapannya, meskipun entah kenapa bicaranya sedikit terbata-bata aku bisa mengerti apa yang ia bicarakan dan hal itu membuatku sedikit takut.

“Wae? Jika kau tahu dari awal tentang kondisiku, kau akan menyuruhku untuk menggugurkannya dan…dan dengan itu semua tidak akan menjadi rumit, begitukan yang kau maksud?”  Aku tak tahu apa ia berpikiran sama dengan yang aku ucapkan, melihat ia tak membantah atau membalas ucapanku aku yakin itu yang ia maksud.

“Lalu..apa yang harus aku lakukan? Hubungan kita tak semudah apa yang dipikirkan oleh keluargamu dan keluargaku…dan….”

“Aku tahu, mungkin kehamilanku akan mempersulit dirimu dan…dan Jang Yunhi, tapi ini semua diluar kendaliku, aku tak akan menuntut banyak darimu, cukup biarkan aku melahirkan bayi ini dan setelah itu kau bisa tinggalkan aku”  Ucapanku sendiri bagaikan duri yang ada dilidahku, sakitnya sungguh terasa hingga disekujur tubuhku, bukan secara fisik. Bahkan airmata yang jatuh dari mataku seolah-olah tak bisa berhenti meskipun berulang kali aku menyekannya. Seharusnya aku tahu, sampai kapanpun dia tak akan peduli tentang aku, tapi kenapa aku harus menangisi semua ini?.

“Tidurlah, aku akan keluar” Tangisku semakin pecah saat dia pergi begitu saja, apa aku berharap lebih? Salahkah jika aku ingin dia membuatku tenang disaat seperti ini?? Seharusnya aku tak berharap jika sakitnya akan seperti ini. Kau bodoh Kim Chaeryl, sungguh.

Chaeryl POV End

Hyukjae POV

Saat melangkahkan kaki keluar dari ruang kamarnya, aku hanya diam didepan pintu tak ada yang bisa kulakukan. Melihatnya mengeluarkan airmata seperti senjata ampuh yang membuatku tak berdaya. Dan entah kenapa mendengar semua ucapannya membuatku seperti menampar wajahku dengan tanganku sendiri. Sekarang semuanya jadi semakin sulit, tak bisakah aku menerima kehamilannya? Kenapa semua ucapanku yang kukatakan padanya seolah-olah ia berfikir aku tak menginginkan hal ini terjadi? Aku tak tahu dimana perasaanku yang sesungguhnya, jika dia gadis yang aku cintai mungkin saat ini aku akan menari-nari bahagia disepanjang koridor rumah sakit.

Semua orang bahagia mendengar berita ini, lalu bagaimana dengan aku? Yunhi, bagaimana dengan dia? Bagaimana dengan hubungan kami? Dan…bayi itu….apa yang akan terjadi nanti jika ia terlahir? Semua pertanyaan itu membuat kepalaku seperti akan meledak, bukan seperti ini yang aku inginkan, tapi semua sudah terjadi. Tidak bisakah aku hanya bertanggung jawab dengan menikahinya saja? Tidak lebih.

TBC

 

34 thoughts on “CAN I LOVE YOU?? [Part 8]”

  1. astaga. bener2 pengen cekek hyuk disini -_-
    kau kejammmmmmmmmmmmmm… lupaka yunhiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!
    istri dan anakmu lebih penting, bodoh! -_-
    nanti nyesal kau

  2. Rasanya pengen banget nge-bunuh Hyuk disini. Lupakan Yunhi yang tukang selingkuh itu, Hyuk pabo!

    Yunhi itu benar-benar menyebalkan! Bikin Z frustasi sendiri. Wkwkwkw
    Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

    1. semuanya pada pngen bgt ngebunuh, nyekik, ngelempar si Hyuk…”hyuk buruan kabur” hhahaha
      btw gomawo ya chingu bwt reviewnya🙂 #bow

  3. Eonniee lanjut terus yaaa, keep spirit, alurnya kece abiss:D

    cuma kesel sama monyet satu itu, ngerti gak sih perasaanya chaerill!?? Haeppa, ayo rebut chaeril jika hyuk terus”an membuat chaeril sakit hati~

    ditunggu kelanjutannya thor^^

    1. iya kepp fighting bwt next part, gomawo ya uda mw nunggu ff gj dri aku..hhehe
      si monyet mah uda dri dlu nyebelin🙂
      gomawo y bwt reviewnya🙂

  4. eonn buru di lanjut ceritanya penasaran banget…
    demi apa pun aku kesel banget sama hyuk di saat kaya gitu dia masih mikirin pacarnya, sabar banget jadi chaeryl

    1. kalau tidak ada halang melintang badai gemuruh ombak dilaut #abaikan…next part bakal cpet diselesaikan ya chingu🙂
      btw maksi bgt bwt reviewnya

  5. Rasanya agak sewott ma enyuk,tak lmdmpar jg ni,tngah mlem jd mewek masa. Jadi kasian bgt sma ceriyl masa. Buat enyuk menderita gtu jg si yunhi,rasanya pngen tak cekeak jg. Gemes bgt masa.

  6. Aigoo… lee hyuk jae ssi” sadarlah dan buka mata hatimu untuk chaeryl dan anakmu.bertanggung jawablah layaknya namja.makin seru lanjut author ditunggu loh jngan lama”🙂

  7. Whaaaaaat…. lee hyukjae dah terlalu lama dirimu dittgu, tp kau bikin daku marah dan kesal sm sikapmu yg tak bgs…. he he slmt datang ya buat author… walau lm menanti tp ku puas dgn chap ini krn ceritanya brkmbg dgn baik…

  8. Hyuk harus rubah sikap mu sama Chaeril ya…
    Smoga gak terjadi pa” lagi sama kandungan Chaeril
    Dtggu part 9nya,jgan lama” lagi ya…

  9. Huaaaaaa*teriak pake corong minyak😄
    kerennnnnnn bangggggggeeetttt
    ihh hyukppa pabo masa lebih milih cwe tukang selingkuh,,,,

    thorrr cepet ne part selanjutnya aku tunggu lohh
    fighting*kobar bendera RCM
    ingat loh jangan lama2 ya

  10. Hyukjae oppa parah msh tetap memikirkan yunhi disaat chaeryl sdg mengandung anaknya.. sepertinya chaeryl sama donghae oppa sj teman masa kecilnya drpd tdk dihargai oleh suami nya sendiri

  11. akhhhh rasa y mau gebukkin hyukjae nih,,, tau chaeryl hamil pun sikap y kyk gitu malah mikirin masa depan dia ma yunhi n ngak mikirin gmn chaeryl n bayi y yg dia pikirin dgn ada y bayiby gmn nanti y ya ampun hyukjae….
    baca y pas mau buka nih jd nahan nangis n.nyesek.bgt jd y biar ngak batal krn nangis…
    mending chaeryl pergi ma donghae aja deh n donghae y jg mau rebut chaeryl dr hyukjae…

  12. Errrrr~ aku bunuh juga tuh si hyukjae. Jahat. Ametsih jadi orang!!!
    Udah ajalah chaeryl sama donghae aja😀

    Hay unn,, maaf baru komen skrg. Cz gk tw klo udh ada next partnya😀 kelamaansih publishnya😄

  13. kyaaaa demi apa aku baru nemu ni epep
    belum baca part 1 langsung baca part 8 udah bkin gua dag dig dug
    jatuh cinta sepertinya ahahaha
    good author d^^b
    udah ketinggalan jauh siap ngebut bacaaa~ ^^

  14. Yaampun kak, sumpah ya aku baca part ini terharu bgt huhuuu TT__TT hyuk kejam bgt iih! Kenapa sih masih mentingin Yunhi aja hah? Kenapa gk mikirin Cheryl? :”((
    Untung aja Cheryl sama bayinya gk kenapa2 ;”))
    Udahlah Hyuk, tinggalin Yunhi aja, udah mau punya anak juga, tinggal hidup bahagia doang apa susahnya sih? ;”))
    Kak, this is perfect, such a nice ff^^ hwaiting~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s