Tea for Two {Yoochun’s birthday story}

yoochunTittle::Tea for Two {Yoochun’s birthday story}

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Jung Yuuri, Park Yoochun

Support cast:: Kim Jaejoong

Genre:: Romance, comedy

Rate:: G

Background song:: Tohoshinki – Tea for Two. Yang penasaran sm lagunya bisa download di link ini ^^

Disclaimer:: This story and JaeChun is MINE! #dijambak cassies =,=”

FF ini terinspirasi dari lirik lagu Tea for Two. Hope you guys like it.^^

~Happy Birthday, Micky Yoochun~

 

The light wavers in the wind
the table serving tea for two
I’m lying on the sofa
gazing at you.

 

Yoochun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok menggemaskan itu. Jung Yuuri, yeojachingunya selama tiga tahun ini, yang tidak bisa memasak sama sekali, sibuk berkutat di dapur dengan menggunakan celemek imut bermotifkan bunga-bunga berwarna-warni. Ada dua hal aneh disini. Yuuri tidak bisa memasak, dan tidak suka memakai benda-benda imut seperti itu, tapi sekarang ia melakukan kedua hal yang dibencinya itu.

Yoochun memang penasaran, tapi ia tidak ingin bersuara untuk menanyakan keanehan itu pada Yuuri. Yuuri tidak tahu jika ia sudah pulang, dan sepertinya ia sangat berkonsentrasi sehingga tidak menyadari jika Yoochun, di belakangnya, sudah memperhatikannya selama 10 menit ini.

Yoochun tidak akan pernah bosan memperhatikan Yuuri selama apapun.

 

You seem to be singing something
while continue on reading the recipe.

 

Yoochun tersenyum kecil mendengar senandung Yuuri akan lagunya. Sesekali Yuuri akan berhenti bersenandung untuk membaca keras-keras resep masakan yang sedang dibuatnya.
I wonder what you are making
because I can feel the scent of lemon and vanilla.
But if you’re the one who’s making it
just only that would be enough to make me feel happy.

 

Yoochun penasaran dengan masakan yang Yuuri coba untuk masak itu. Entah bagaimana nanti jadinya, ia tidak bisa yakin dengan hasil masakan Yuuri nanti. Tapi melihat gadis itu yang terlihat serius memasaknya, dan sesekali bergumam menyebutkan nama Yoochun, bertanya-tanya apa namja itu akan menyukai masakan buatannya atau tidak, Yoochun merasa hatinya menghangat. Dan ia merasa sangat bahagia.

 

It would last forever just like that.

 

Apapun yang dimasak Yuuri dan bagaimanapun hasilnya, akan ia makan. Akan selalu seperti itu.

 

Important, so important
You’re my most important person in the world.
Forever and ever
Let me look at you smiling by my side.

 

Yuuri adalah orang yang sangat penting bagi hidup Yoochun. Namja itu tidak pernah bisa membayangkan hidup tanpa gadis itu. Terbangun setiap hari dengan mendapati Yuuri berada di pelukannya adalah hal yang paling membahagiakan untuknya. Melihat Yuuri tersenyum bahagia di sisinya, itu adalah hal yang ia inginkan untuk terjadi selamanya.

 

It’s a lie that I wanted to help you out
I just wanted to kiss you
embracing you from behind
asking you, “How’s the cooking?”

 

Memandang Yuuri lama-lama seperti ini memang tidak membuat Yoochun merasa bosan. Tapi itu malah membuatnya tidak tahan untuk menyentuh Yuuri. Ia ingin memeluk erat gadis itu dari belakang dan mencium pipinya lembut.

Dan akhirnya Yoochun melakukannya.

Dengan lembut ia menyentuh pinggang ramping Yuuri dan memeluknya dari belakang. Tubuh Yuuri sedikit tersentak karena terkejut dengan pelukan Yoochun yang tiba-tiba. Tapi ia langsung merileks begitu mengetahui tangan yang sangat dikenalnya itu.

“How’s the cooking, Minnie?”tanya Yoochun di dekat telinga Yuuri, membuat gadis itu bergetar karena merasakan hangat nafas Yoochun. Minnie adalah panggilang kesayang Yoochun untuk Yuuri. Karena english name Yoochun adalah Micky, dan Yuuri adalah yeojachingunya yang sangat menyukai tokoh disney itu, sehingga ia memanggil Yuuri ‘Minnie’, sebagai pasangan ‘Micky’. Yang lain menganggap mereka sangat cheesy, tapi mereka menyukainya.

“I…it’s fine.”Kemudian Yuuri meletakkan adonan yang tadi sedang diaduknya, lalu berbalik menghadap Yoochun. Ia mengernyit. “Kapan sampai?”tanyanya.

“Mmm…. sudah sekitar 30 menit mungkin.”jawab Yoochun tersenyum simpul. “Aku sibuk memandangimu memasak. You are so adorable, my Minnie Yuuri.”

“Kenapa pulangnya cepat sekali sih? Biasanya kan kau selalu pulang saat makan malam.”Kemudian Yuuri cemberut. “Aku kan ingin memberikan surprise dengan masakanku…”

Yoochun tertawa. “Well, it’s not again surprise then.”

Dan mata Yuuri mulai berkaca-kaca karena kesal. “Aku kan ingin memberikanmu surprise ulang tahun! kenapa kau malah pulang lebih cepat dari biasanya sih?! Menyebalkan!”ucap Yuuri kesal.

Yoochun tertawa kecil. “Aku justru pulang cepat karena ingin mengajakmu makan dan merayakan ulang tahunku di luar.”

“Keundae…”

Tiba-tiba Yoochun mencium bibir Yuuri lembut, menghentikan ucapannya.
If the world was to end tomorrow
I still want to smile like this.
To the you who keep reading the recipe
I am going to kiss you
and tell you, “I love you”
and you’ll just simply nod your head.
just like today.

 

Setelah berciuman panas beberapa lama, mereka berdua melepaskan ciuman mereka. Yoochun menempelkan keningnya pada kening Yuuri, berusaha menetralkan nafas mereka yang terengah-engah.

“I love you.”bisik Yoochun penuh perasaan. Dan Yuuri hanya mengangguk karena masih berusaha menetralkan nafasnya yang masih terengah-engah, membuat Yoochun tertawa geli.

“Kau masih mau meneruskan kejutanmu?”tanya Yoochun dengan mengelus-elus pipi Yuuri dengan kedua tangannya.

Yuuri mendelik kesal pada Yoochun. “Tidak ada kejutan lagi untukmu Micky Yoochun!”

Yoochun pura-pura merajuk melihat tatapan kesal Yuuri. “Tapi kan masakannya tanggung. Aku tidak jadi mengajakmu makan di luar. Aku akan memakan masakan buatanmu saja.”

Yuuri tersenyum. “Ok, Mr. Micky Yoochun-ssi. I’ll continue my cooking.”ucap Yuuri lalu mengecup lembut bibir Yoochun dan melepaskan diri dari Yoochun.

“I’ll be waiting, Miss Minnie Yuu.”ucap Yoochun dengan mengedipkan mata, lalu meninggalkan Yuuri untuk pergi mandi.

***

Yoochun merasa tubuhnya segar sekali setelah mandi. Ia mengganti bajunya dengan baju yang cukup formal untuk dinner di rumah. Ia memakai celana bahan putih dengan atasan kaus putih dilapisi kemeja motif kotak-kotak berwarna biru-putih, lalu blazer berwarna krem pucat. Baju yang dibelikan oleh Yuuri.

Saat keluar dari kamarnya ia mendengar suara tangis yang sangat keras. Merasa cemas, Yoochun langsung berlari ke dapur, tempat suara itu berasal. Disana ia menemukan Yuuri yang berdiri di depan kompor, membelakanginya. Tubuhnya sedikit bergetar dan masih terdengar suara isak tangisnya.

“Yuu?”Yoochun memanggilnya ragu-ragu. Yuuri berbalik dan merasa ngeri melihat wajah Yuuri yang sangat berantakan. Matanya memerah dan pipinya basah meninggalkan jejak-jejak aliran air yang berwarna hitam, bekas maskaranya yang luntur. Hidungnya merah. Lipsticknya juga belepotan di pipi, sepertinya karena ia sibuk melap wajahnya yang basah.

“Minnie Yuu, what’s wrong?”tanya Yoochun mendekati Yuuri. Ia mengeluarkan sapu tangan dari kantong celananya dan melap wajah Yuuri dengan itu.

Yuuri cemberut kemudian mengalihkan pandangannya pada kompor dan beberapa loyang di meja dapur. Yoochun mengernyit melihatnya. Baru saja ia meninggalkan Yuuri untuk mandi selam 30 menit dan semua masakan yeojachingunya itu sudah berubah menjadi separah ini?!

Makanan-makanan itu terlihat menjijikkan sekali. Ada yang gosong, lengket, hancur. Tidak ada yang layak untuk disebut makanan lagi. Tapi ada satu yang tampaknya terlihat mendingan dari yang lain. Yoochun menyendok cheese cake yang entah kenapa warnanya bisa membuat orang lain berpikir itu adalah black forest (=__=)”. Dengan sedikit ragu Yoochun memberanikan diri untuk memakan sesendok kecil cake itu.

Wajah Yoochun berubah tegang ketika rasa cake itu sudah menempel di lidahnya. Dengan terburu-buru Yuuri memberikannya segelas air yang langsung diteguk Yoochun dengan rakus.

“It’s….”

“HORRIBLE! TERRIBLE! AWFUL! DISGUSTING!”jerit Yuuri dengan airmata mengalir.

“Honey…”

“Padahal aku sudah mengikuti semuanya sesuai resep yang diberikan Jae Oppa! aku mengikuti semua yang tertulis disana! Tapi tetap saja semuanya berubah menjadi menjijikkan!”

Yoochun menyipitkan mata. “Kau yakin kau mengikuti semua instruksi di resep?”

“Mm… Oh! Wait! Maybe… not.”ucap Yuuri ragu-ragu dengan memandang Yoochun. “Aku melakukan sedikit eksperimen. Karena resep cheese cake yang diberikan Jae Oppa rasanya menurutku kurang manis, aku berniat menambahkan gula, tapi ternyata aku salah. Aku malah memasukkan semua garam yang ada diwadahnya. Sejak awal aku salah memasukkan gula dan garam yang kubeli. Wadahnya tertukar. Jadi bukannya memasukkan gula, aku malah memasukkan garam yang berada di tempat gula. Lalu kalau yang lain….”

“Ok, it’s enough.”potong Yoochun, membuat Yuuri cemberut. Yoochun menarik tangan Yuuri dan memeluknya erat. “It’s ok, honey. You don’t need to cook again.”Yoochun mengernyit ketika matanya menangkap kekacauan di meja dapur. Rasanya ia ingin muntah mengingat rasa asin-pahit di cheese cake gagal tadi. Ia menarik Yuuri untuk duduk di kursi meja makan.

“Kan sudah kubilang, jangan memasak sendirian. Lagipula kau tidak perlu belajar memasak apapun. Aku sudah senang dengan dirimu apa adanya.”

“Tapi aku kan ingin memberikan kejutan di hari ulang tahunmu…”

Yoochun tertawa kecil. “It’s really made me surprise!”

Yuuri memukul lengan Yoochun pelan. Kemudian ia memeluk Yoochun dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Yoochun. Yoochun  bisa merasakan kemejanya yang mulai basah. Sesekali tangan Yuuri mengelap airmatanya yang mengalir.

“That should be romantic dinner…”ucap Yuuri dengan suara bergetar. Kemudian Yuuri mengangkat wajahnya dan memandang Yoochun. “I had theme about our dinner. You’re my most important person in the world, I love you, My Smiley Micky. But I burned it.”

Yoochun menatap Yuuri terharu. “Thank you, honey!”ucapnya bahagia dengan mencium seluruh wajah Yuuri. Kening, hidung, kedua pipi, lalu bibir Yuuri.

Yuuri menatap Yoochun bingung. “Kenapa berterima kasih? kan dinnernya gagal…”

Yoochun tersenyum lembut. “Yang penting kan niat baikmu, Minnie.”

“Keundae…”

Kemudian mereka berdua langsung terdiam mendengar suara perut mereka berdua. Dan tertawa.

“Lalu sekarang kita makan apa?”tanya Yuuri.

“Kau mau makan apa? Biar kupesan.”

Yuuri mengernyit. “Kan bukan aku yang ulang tahun. Seharusnya kita memesan makanan yang kau inginkan, Micky.”

“How about we ask Jae hyung to cook, and then you can just present it to me and say you cooked it.”usul Yoochun. “Jae hyung sekarang sedang tidak ada schedule, jika kau merengek padanya pasti ia akan bersedia melakukannya. Lagipula aku ingin mengganggu waktu santainya.”Yoochun tersenyum licik.

“Yeee~ makan gratis!”

“Kenapa kau pelit seperti Oppa-mu sih?”tanya Yoochun heran.

“Yunho Oppa gak pelit kok!”

Yoochun memutar bola matanya.“Ne~ Dia hanya tidak pelit denganmu.”

Yuuri tertawa lalu mencium bibir Yoochun lembut. Ia lalu bergegas menelpon Jaejoong dengan suara semelas mungkin, membuat Jaejoong luluh.

“Jadi, sambil menunggu, aku akan memasak makanan yang ringan-ringan untuk mengganjal lapar.”kata Yuuri. Yoochun menatapnya ngeri.

“Ramyun! Aku hanya akan memasak ramyun!”jawab Yuuri sebal.

Dan sejam kemudian, Jaejoong datang membawakan makanan yang dipesan Yuuri.

“Jadi, kau akan mengaku ke Yoochun jika ini semua adalah masakanmu?”tanya Jaejoong, sama sekali tidak tahu jika sebenarnya Yoochun sudah pulang ke apartemen mereka, dan sekarang sedang bersembunyi dari Jaejoong.

“Mm-hmm. Boleh kan Oppa?”tanya Yuuri dengan aegyo-nya.

Jaejoong menghela napas. “Tentu saja boleh. Kalau tidak, untuk apa aku kesini dengan semua makanan ini.”

“Gomawo Oppaaa~”ucap Yuuri senang dengan memeluk Jaejoong.

“Ne ne ne.”jawab Jaejoong. “Mau kubantu menyiapkan semuanya?”

Yuuri buru-buru menggeleng. “Tidak usah. Setidaknya jika bukan aku yang memasak, tapi aku yang menyiapkan semuanya.”

Jaejoong tersenyum kecil. “Ok. Selamat menikmati dinner romantis bersama namjachingumu.”kata Jaejoong lalu pergi.

Setelah menutup pintu apartemennya, Yuuri langsung membawa bungkusan makanan itu ke meja makan yang sudah sejak awal ditatanya rapi. Ia memindahkan makanan-makanan itu ke wadah yang cantik lalu menatanya dengan rapi di meja makan.

“Done!”ucap Yuuri gembira.

“Done?”teriak Yoochun dari kamar.

“Ne! Kau bisa keluar sekarang!”

Kemudian Yoochun keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Air liurnya hampir menetes melihat masakan buatan Jaejoong.

“Tadaaaaaa!!! Happy birthday, Micky!”ucap Yuuri gembira.

Yoochun tersenyum lalu mengecup pipi Yuuri. “Thank you, honey.”

“Kau suka kejutanku?”tanya Yuuri, memakai skenario Yuuri yang memasak.

“Mm-hmm.”jawab Yoochun menahan tawa.

“Ok, sekarang kita makan!”ucap Yuuri riang.

 

You and you only
can make me strong and weak.
I love you and love you more
afraid to think what if you don’t love me.
Even if it’s painful, I still want to protect you.

Important, so important
You’re my most important person in the world.
More than anything and everything
Our encounter is such a bless
Just the two of us together like that
Just simply enjoying sweets moments like that…

 

Yoochun memandang Yuuri sayang. Baginya, Yuuri adalah orang terpenting di dunia. Hanya dengan berdua dengannya seperti ini, semuanya sudah cukup bagi Yoochun. Just simply enjoying sweets moments like that. This is the best birthday ever!

~END~

HAPPY BIRTHDAY MICKY YOOCHUN OPPA!😄

Maaf telat publish, seharusnya dipublish tanggal 4 Juni pas ultahnya Yoochun, tapi apa daya authornya lagi sibuk banget! *sok sibuk*

So sweet gak? Apa jangan2 horrible juga kayak masakannya Minnie Yuu? Hoho~

 

6 thoughts on “Tea for Two {Yoochun’s birthday story}”

  1. hai euni lama tak muncul ><
    eah so sweet banget qie mau jadi yurinya *LOL
    andaikan wooyoung seperti itu menerima qie apa adanya seperti yoochun oppa menerima yuri (?)

    eoni bogoshipo ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s