When You Come to My Life 12/?

when you come to my life posterTittle:: When You Come to My Life 12/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon, Ahn Jaemin, Kim Jee Won

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: DBSK – Love Bye Love

Previous Chapter::  1  2  7  8  9  10  11

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~Happy Reading~

Lily merebahkan tubuhnya yang lemas di tempat tidur. Ia tidak bisa berpikir jernih. Ucapan Jee Won tadi berputar-putar terus dalam pikirannya, membuat nafasnya sesak dan kepalanya sakit.

*Flashback*

“Jee Won? Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Kau memang secantik yang diceritakan Joo Won Oppa.”ucap Lily dengan tersenyum hangat. Tiba-tiba saja ia melupakan tujuan awal sebenarnya ia datang kesini saat mengetahui siapa Jee Won. Adik satu-satunya Joo Won dari ibu yang sama, dan adik yang sangat dicintai Joo Won. Orang yang paling ingin ditemuinya. Tapi dulu ia tidak bisa bertemu dengan Jee Won karena gadis itu tinggal di luar negeri bersama ayah kandungnya sejak ibu mereka meninggal.

“Jangan menyebut nama Oppa-ku dengan mulut kotormu!”desis Jee Won tajam. Senyum Lily langsung lenyap saat mendengar ucapan itu. “Wanita sepertimu tidak pantas untuk dicintai almarhum Oppa-ku!”

Wajah Lily langsung memucat mendengar ucapan yang menusuk hati itu. “Kenapa kau berkata seperti itu…”ucapnya lemah.

“Lucu sekali, Lily Jung. Jangan pura-pura tidak tahu! Kau pikir aku tidak tahu siapa dirimu? Dengan enaknya kau bersenang-senang di dunia selebritis sejak Oppa-ku pergi…”airmata kemarahan Jee Won mulai menggenang. “Mudah sekali kau menggantikan Oppa-ku dengan namja-namja selebritis yang tidak punya otak itu! Sementara Oppa-ku mati karena kau! Kau membunuhnya!”

Hati Lily terasa sangat sakit mendengar tuduhan itu. Berkali-kali sejak meninggalnya Joo Won, kedua sahabatnya berusaha meyakinkannya jika meninggalnya Joo Won bukanlah kesalahannya. Berkali-kali juga ia berusaha mempertahankan kewarasannya dengan hal itu. Tapi tetap saja pikiran dan hati bukanlah hal yang sama. Mungkin pikirannya bisa menolak hal itu, tapi hatinya tidak.

Joo Won meninggal karena dirinya. Hal yang membuat nafasnya terasa sesak jika memikirkannya.

“Anhiyo… Aku mencintai Joo Won Oppa… akan selalu mencintainya… aku tidak pernah ingin menyakitinya…”ucap Lily dengan suara tersedak karena berusaha menahan rasa sakit yang amat sangat di hatinya. Kesedihan terpancar dari ekspresinya. Airmatanya mulai mengalir. Tapi sepertinya Jee Won tidak percaya hal itu. Baginya Lily Jung hanya seorang aktris yang hebat. Semua hanya pura-pura di matanya.

Jee Won mendengus kesal. “Kau pikir aku percaya? Berapa banyak namja yang bersamamu sejak Oppa-ku pergi? Dan sekarang… DBSK? Park Yoochun dan Jung Yunho. Hebat sekali ya dirimu. You got two Gods of the East. Apa yang kau pakai untuk memikat mereka berdua? Ah ya, i know it. Tubuhmu cukup bagus untuk itu.”ucapnya dengan nada sinis dan jijik.

“Kau salah paham, Jee Won-ssi.”ucap Lily lemah, tidak berkeinginan untuk mendebat gadis di hadapannya ini. Tapi ia juga tidak mau Jee Won salah paham mengenai dirinya. Jee Won adalah orang yang penting bagi Joo Won. Ia tidak ingin orang yang memiliki tempat khusus di hati Joo Won memiliki prasangka buruk terhadapnya. “Yoochun-ssi hanya partner kerja untukku, sementara Yunho Oppa…”

“ ‘Oppa’?”Jee Won memotong perkataannya dengan tajam. “Sepertinya hubungan kalian sudah mengalami banyak kemajuan ya? Bahkan kau sudah memanggilnya ‘Oppa’. jangan terlalu banyak berbohong, Lily Jung-ssi. Kau bilang kau akan selalu mencintai Oppa-ku. Tapi dari yang kulihat kau sudah membuangnya jauh-jauh dari hidupmu sejak lama, bahkan ingin menggantikannya dengan orang lain. Aku tidak bisa menerima hal itu!”

“Aku tidak pernah ingin menggantikan Joo Won Oppa dengan siapapun. Yunho Oppa berbeda. Ia sangat berarti untukku karena ia…”

“Berarti ya?”ucap Jee Won, lagi-lagi memotong ucapan Lily yang ingin menjelaskan hubungannya dengan Yunho sebenarnya. “Bagiku itu tidak ada bedanya. Kau tetap ingin menggantikan posisi Oppa-ku, padahal ia begitu mencintaimu sampai bersedia mati untukmu! Apa kau tidak malu dengan hal itu?!”

Lily sudah lelah dengan tuduhan-tuduhan Jee Won padanya. Ia hanya menunduk diam. Ia tahu apapun yang ia katakan tidak akan bisa meyakinkan Jee Won untuk mempercayai perasaannya pada Joo Won. Gadis itu terlihat sangat membencinya. Lily tidak menyalahkan Jee Won, karena ia juga membenci dirinya sendiri akan kematian Joo Won.

“Kenapa diam? Kau tidak menyangkalnya?”

“Aku tahu apapun yang aku katakan tak akan membuatmu merubah penilaianmu terhadapku…”ucap Lily pelan. Karena semua orang begitu…. pikir Lily sedih.

“Kau benar. Kau masih terlihat rendah di mataku.”

Lily berusaha menahan rasa sakit yang semakin besar di hatinya karena ucapan kasar Jee Won. “Lalu apa yang kau inginkan?”ucapnya hampir berbisik tidak sanggup untuk mengeluarkan suara.

Jee Won tersenyum sinis, menyadari jika Lily sudah tidak tahan dengan ucapan-ucapan kasarnya. “Mudah saja. Karir Jung Yunho atau karirmu?”

*End of flashback*

Lily tidak pernah tahu sebelumnya jika ayah tiri Joo Won adalah orang yang sangat penting di dunia pemberitaan. Ia memiliki saham di beberapa media pemberitaan terbesar di KorSel dan juga stasiun tivi nasional. Ia bahkan memiliki hubungan baik dengan pimpinan berbagai managemen artis. Dan Jee Won memanfaatkan itu semua untuk membuat karir Yunho kacau.

Lily tidak peduli dengan karirnya. Walaupun ia sangat mencintai dunia peran, itu tidak dapat dibandingkan oleh kecintaan Yunho terhadap dunia musik dan dance. Itu impian Oppa-ya sejak kecil. Passion-nya.

Kali ini ia yang akan melindungi Yunho. Dan ia tertidur kelelahan ketika memikirkan hal itu.

***

Lily bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya. Berbagai kenangan buruk tentang orang-orang yang meninggalkannya muncul dalam mimpinya.

“Kau harus pergi! Aku tidak mau mengurusmu!”

“Eomma! jangan mengusirku!”

…..

…..

“Yunho tidak akan pulang! Seharusnya kau tahu hal itu saat mengizinkannya pergi!”

“Appa… mianhe…”

…..

…..

 “Oppa! bertahanlah! Ambulans akan datang sebentar lagi!”

“Mianheyo… aku mencintaimu…”

…..

…..

“Eomma, Youngie cinta Eomma. Eomma jangan lupa ya, kalo Eomma itu orang yang paling Youngie cintai di dunia. Jeongmal saranghae…”

…..

…..

Lily tersentak dan terbangun kaget. Jantungnya berdegup kencang, dan nafasnya terengah-engah karena lagi-lagi ia bermimpi buruk. Mimpi saat ibunya mengusirnya, saat Yunho pergi ke Seoul meninggalkannya, saat Joo Won meninggal dan saat Youngri sebelum terbaring koma. Tidak pernah Lily memimpikan semuanya sekaligus, dan hal itu sangat menakutkannya.

Tubuh Lily bergetar saat mengingat semua hal itu. Ia mencengkeram rambutnya erat-erat dengan kedua tangannya yang gemetar hebat. Ia tidak ingin mengingatnya. Saat orang-orang yang dicintainya pergi meninggalkannya satu persatu. Ia takut mengingatnya lagi.

Dengan terburu-buru dan masih bergetar hebat, Lily berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Matanya mencari-cari obat tidur yang disediakan Jaemin untuknya. Tapi tidak ada. Ia lupa meletakkannya dimana.

“A… Ang Hyeon-ah…”panggilnya gemetaran. Ia harus minum obat tidur, ia tidak ingin mengingat semuanya.

“A.. Ang… Hyeon…” Semuanya terus terlintas di pikirannya, membuatnya ketakutan. Nafasnya mulai terasa sangat sesak. Kepanikan mulai menyerangnya. Lily menekan erat kedua tangannya di dada, seolah-olah dengan begitu nafasnya bisa kembali normal. Tapi tidak bisa.

Dan Lily mulai kehilangan kesadarannya, lalu jatuh ke lantai.

***

Ang Hyeon sedang memilih-milih bahan masakan yang terpajang di supermarket ketika ponselnya berbunyi dan menampilkan nomor yang tak dikenal. Tapi ia tetap mengangkatnya. “Yeoboseyo?”

“Ang Hyeon-ah!”Terdengar suara lega Yunho.

“Yunho-ssi? Ini nomor siapa?”tanya Ang Hyeon bingung.

“Aku pakai nomor Yoochun. Dimana Yuu? Aku tidak bisa menghubunginya sejak pagi. Apa ia sibuk? Ia baik-baik saja kan?”tanya Yunho cemas.

“Aku sekarang sedang di supermarket. Yuuri baik-baik saja. Mungkin ia mematikan ponselnya saat pergi kerja tadi dan lupa menyalakannya lagi. Tapi aku yakin sekarang ia sudah pulang. Kenapa kau baru menghubunginya sekarang? Yuuri memang tidak mengatakannya padaku, tapi aku tahu ia sangat menunggu-nunggu telpon darimu.”

Yunho menghela napas. “Banyak masalah disini. Apalagi dengan banyaknya pers yang mengikuti kami kemanapun. Aku juga dilarang untuk menghubunginya dulu karena hal itu. Ponselku bahkan disita manager. Makanya aku diam-diam meminjam ponsel Yoochun.”

“Apa masalahnya seberat itu?”tanya Ang Hyeon, mulai cemas.

“Tidak apa-apa. Aku akan mengatasinya. Untuk sementara ini mungkin aku tidak bisa menemuinya atau menghubunginya. Aku titip dia padamu ya?”

Ang Hyeon tersenyum. “Kau tidak perlu khawatir. Selama ini kan aku selalu bersamanya.”

Ang Hyeon bisa merasakan jika Yunho tersenyum. “Gomawo, Ang Hyeon-ah. Gomawo karena sudah menggantikanku menjaganya selama enam tahun ini.”Setelah mengatakan hal itu Yunho memutuskan telponnya.

Ang Hyeon tersenyum. Yunho tidak pernah berubah. Rasa sayangnya yang besar terhadap Lily, terhadap kedua adiknya, itu yang membuat Ang Hyeon mengaguminya. Yunho banyak berkorban demi keluarganya, khususnya demi Lily yang sejak kecil mengalami trauma. Dan sekarang ia yakin Yunho akan kembali melakukan hal yang sama.

Ang Hyeon melihat jam tangannya. Sudah hampir waktu makan malam, ia yakin Lily sudah pulang. Ang Hyeon menekan ponselnya, menghubungi ponsel Lily yang satunya lagi, yang sengaja selalu aktif untuk mengetahui perkembangan Youngri. Tapi anehnya tidak diangkat. Padahal Lily selalu mengangkat telpon itu secepat kilat jika berbunyi. Dan ini membuat perasaan Ang Hyeon tidak enak.

Lily baik-baik saja kan? Dan Ang Hyeon pun langsung pulang secepatnya untuk segera memastikan kecemasannya.

***

“Bagaimana hyung?”tanya Yoochun setelah Yunho mengembalikan ponselnya.

Yunho menggeleng lemah dan tersenyum tipis. “Aku tidak bisa menghubunginya. Ponselnya mati. Tapi aku sudah menghubungi teman kami dan ia bilang Lily baik-baik saja.”jelas Yunho. Kemudian Yunho duduk di kasur Yoochun. “Tapi aku masih belum bisa tenang jika belum mendengar suaranya…”gumam Yunho.

Yoochun tersenyum sedih mendengar ucapan hyungnya. Dari sikap Yunho, Yoochun bisa melihat dengan jelas betapa ia sangat mencintai Lily. Dan ia tahu, entah seperti apa hubungan mereka, ikatan itu begitu kuat. Ia tidak yakin ia bisa masuk di antaranya.

“Hyung begitu mencintainya ya?”tanya Yoochun pelan.

“Sangat, Yoochun-ah. Ia begitu berarti untukku.”jawab Yunho pasti.

Kemudian ada sesuatu yang membuat Yoochun penasaran. Youngri. Ia yakin jika hyungnya tahu mengenai anak itu. Lalu anak siapa itu? Apa anak hyungnya?

“Hyung… apa kau mengenal Youngri?”tanya Yoochun hati-hati. Tubuh Yunho membeku mendengar pertanyaan Yoochun, membuat Yoochun merasa tebakannya benar.

“Yoochun-ah, darimana kau tahu uri Youngie?”tanya Yunho tak percaya.

Dari ucapan Yunho ini Yoochun yakin sekali, Youngri pasti anak hyungnya itu. Dan hatinya semakin sakit mengetahui hal itu.

***

“Tekanan darahmu tinggi sekali, Yuu. Ini yang menyebabkanmu pingsan tadi.”kata Ang Hyeon saat memeriksa tekanan darah Lily dengan tensimeter. Tadi ia panik sekali saat pulang ia menemukan Lily pingsan di lantai kamar. Tapi untungnya saat ia periksa Lily pingsan hanya karena lelah dan tegang, terlalu banyak pikiran.

Lily hanya mengangguk pelan lalu masuk ke balik selimutnya dan merebahkan diri di tempat tidurnya.

“Kau tidak ingin menceritakan apapun padaku?”

“Eopseo.”jawab Lily pelan.

“Kau tahu apa akibatnya kan jika menahan emosimu? Penyakitmu…”

“Aku tidak gila, Lee Ang Hyeon!”bantah Lily kesal. “Itu sudah bertahun-tahun yang lalu! Dan aku yakin aku tidak akan sampai pada kondisi seperti itu lagi!”

Kemudian airmata Lily mengalir dan nafasnya tercekat karena isak tangisnya yang semakin deras. Ia menarik selimut sampai menutupi kepalanya, tidak ingin Ang Hyeon melihatnya menangis seperti itu. Ia tidak suka terlihat lemah, bahkan di depan sahabatnya sendiri.

Tapi hatinya sakit sekali. Sudah beberapa hari ini Yunho tidak menemuinya ataupun menghubunginya. Ia tahu Yunho tidak seharusnya menemuinya karena skandal mereka dan Yunho pasti tidak ingin kehilangan job terus karena skandal ini. Lily yakin jika managemen Yunho pasti melarang Yunho menemuinya lagi.  Ia bisa mengerti hal itu. Tapi tetap saja hatinya sakit memikirkan jika lagi-lagi ia membuat Yunho kesulitan. Hatinya sangat sakit memikirkan jika ia tidak akan bisa menemui Yunho lagi setelah ini karena perjanjiannya dengan Jee Won.

Walaupun hatinya sangat sakit, Lily tahu hal itu harus dilakukan. Untuk kebaikan semuanya.

“Oppa-mu tidak akan meninggalkanmu lagi, Yuu…”ucap Ang Hyeon lembut, seolah-olah bisa membaca pikiran Lily.

“Bukan dia. Tapi aku yang akan kembali menjauh…”bisik Lily sedih. Ang Hyeon tidak bisa mendengar suara bisikan itu.

Lily memejamkan mata erat-erat dan berusaha meredakan tangisnya. Ia tidak boleh lemah. Karena pada akhirnya hanya ada dirinya.

Karena pada akhirnya, semua orang akan meninggalkannya.

***

Yoochun membuka ruang make-up dan melihat Lily sedang duduk dengan ponsel di telinganya. Sepertinya ia sedang menelpon seseorang. Yoochun masuk dan menunggunya. Ia ingin berbicara dengan Lily. Hari ini adalah hari terakhir mereka syuting bersama untuk episode terakhir drama mereka. Dan walaupun nanti mereka masih bisa bertemu saat farewell party bersama staff drama. Tapi Yoochun tahu pasti jika akan sulit untuk berbicara dengan Lily saat itu. jadi hanya sekarang waktunya. Ia harus menanyakannya pada Lily.

Yoochun memperhatikan wajah Lily. Gadis itu terlihat sangat pucat dan lelah, dan walaupun ekspresinya datar, ia bisa membaca raut kesedihan disana. Apa Lily sedih karena tidak bisa bertemu dengan Yunho?

“Nanti kutelpon lagi.”kata Lily saat menyadari kehadiran Yoochun, lalu mematikan ponselnya.

“Hei.”sapa Yoochun saat berjalan mendekat. Lily hanya mengangguk pelan, kemudian mengambil tasnya. Bersiap untuk pulang.

“Yunho Hyung merindukanmu,”kata Yoochun, membuat Lily terpaku. “Ia ingin sekali menemuimu atau setidaknya bisa menelponmu, tapi tidak bisa, karena manager kami melarangnya. Kuharap kau mengerti–”

“Tidak. Aku tidak mengerti, Yoochun-ssi.”potong Lily tajam. Ia memandang Yoochun tepat di manik mata. “Kenapa kau berbicara seolah-olah kau mengerti mengenai hubunganku dengan Jung Yunho-ssi? Kau tidak mengerti apapun. Jadi jangan ikut campur!”kata Lily kesal lalu melangkah berjalan keluar ruangan.

“Aku mungkin tidak mengerti seperti apa hubungan kalian.”ucap Yoochun sedikit keras, membuat Lily berhenti berjalan. “Yang aku mengerti adalah bagaimana sakitnya perasaanku saat tahu kalau kau tidak mencintaiku, tetapi mencintai hyungku!”

Lily berbalik menghadap Yoochun. “How do you know it?”tanya Lily dengan mengangkat alis. “Semua orang, sejak dulu, selalu mengatakan jika Yunho Oppa yang terlalu mencintaiku. Kalau cintaku untuknya tidak cukup, kalau cintaku padanya hanya akan menyusahkannya.”ucap Lily getir. “Bagaimana kau tahu perasaanku?”

Yoochun bisa melihat rasa sakit yang besar di mata cokelat Lily. Rasa sakit yang dipendamnya selama bertahun-tahun, terlihat dengan sangat jelas. Dan itu membuat Yoochun bertanya-tanya, seperti apa hubungannya sebenarnya dengan Yunho?

“Aku bisa melihatnya.”jawab Yoochun akhirnya, setelah tenggelam dalam mata cokelat penuh kesedihan itu. “Kau menyayanginya. Kau peduli padanya. Dulu mungkin aku berusaha tidak menghiraukan apa yang kulihat. Tapi… Aku bisa melihat dari caramu memandangnya jika kau ingin sekali berada di dekatnya, hanya saja kau ragu untuk melakukannya. Seolah-olah ada banyak hal yang menghalangimu untuk melakukan hal itu.”

Lily tersenyum sedih. Kenapa namja ini bisa begitu mengerti dirinya? Terlalu mengerti. Sangat jarang ada orang yang bisa mengerti sifatnya yang terlalu complicated. Dan kenapa harus Yoochun orangnya? Orang yang harus ia hindari juga.

“Mungkin kau tidak suka jika aku mencampuri urusan kalian. Tapi aku tidak bisa tidak peduli… pada gadis yang kucintai.”

Lily mendesah sedih. “Mencintaiku hanya akan membuatmu susah, Yoochun-ssi…”

Yoochun menghampiri Lily. Ia berdiri sangat dekat dengan Lily, membuat Lily harus mengangkat wajah untuk memandang Yoochun. “Aku tidak memintamu untuk balas mencintaiku. Tapi jangan larang aku untuk mencintaimu…”

Lily tidak bisa berkedip melihat ketulusan di mata Yoochun. Mereka saling memandang tepat di manik mata masing-masing, berusaha menyelami perasaan yang tersembunyi disana.

 

Kenapa kau harus mencintaiku? Aku tidak pantas kau cintai… (Lily)

 

God, how can I forget her? I love her so much… (Yoochun)

 

Kemudian setelah beberapa saat Lily tersenyum. Senyuman tulus yang sangat jarang dilihat Yoochun. “Ini terakhir kalinya kita bekerja sama di drama ini. Gomawoyo, untuk semuanya. Kau partner yang hebat, Yoochun-ssi. Aku senang bisa berakting bersamamu.”ucap Lily tulus dengan mengulurkan tangannya pada Yoochun.

Yoochun menerima uluran tangan Lily. Ia menggenggamnya erat. Merasakan kehangatan dari tangan gadis yang ia cintai.

“Na do.”jawab Yoochun, tidak bisa mengatakan apapun lagi. Ia terlalu terlarut pada senyuman di wajah Lily yang perlahan berubah menjadi senyuman… sedih kah itu? apa Lily sedih berpisah dengannya?

“Ng… tanganku.”kata Lily lalu menarik tangannya dari genggaman Yoochun. Yoochun melepaskannya dengan tidak rela.

“Good bye”ucap Lily lalu berbalik, ingin pergi dari ruangan itu. Tapi Yoochun menghentikannya.

“Lily.”

Lily berhenti.

Yoochun akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu yang sejak awal ingin ditanyakannya pada Lily. “Jika keadaannya berbeda. Jika tidak ada namja lain yang memenuhi hatimu, apa kau akan membalas cintaku?”

Lily terpaku dengan pertanyaan Yoochun. Jika tidak ada namja lain?

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. “Yuu!”

Lily mengenali suara itu. Tapi sebelum sempat berbalik ia merasakan tubuhnya diputar dan kini hidungnya berada di tengkuk Yunho. Yunho memeluknya erat.

“O… Oppa…”

Yunho melepaskan pelukannya lalu memperhatikan Lily dengan seksama. “Ternyata benar yang kulihat di internet, kau makin kurus! Kau tidak makan-makan ya?! bagaimana kau bisa mengurus Youngie kalau kau sakit nanti?!”omel Yunho.

“Oppa…”gerutu Lily sebal dengan omelan Yunho.

Yunho terdiam memandangi Lily, lalu memeluknya lagi. “Bogoshippo…”ucap Yunho penuh perasaan. Lily tersenyum sedih, lalu balas memeluk Yunho erat. Ia ingin lebih lama memeluk Yunho, sebelum ia harus pergi jauh lagi dari hidupnya.

Yoochun memandang sedih kedua orang itu. Lily tidak perlu menjawab pertanyaan Yoochun tadi. Karena Yoochun sudah bisa mengerti dari sikap Lily pada Yunho. Ia tidak akan bisa masuk ke dalam hati Lily.

Merasa tidak tahan dengan apa yang dilihatnya, Yoochun pergi keluar ruangan.

Lily memandangi kepergian Yoochun dengan sedih.

Aku akan merindukanmu…

***

“Kenapa Oppa harus menemuiku sih?! Paparazzi kan ada dimana-mana! Bagaimana kalau mereka melihatmu?!”omel Lily saat ia dan Yunho sudah berada di apartemen Lily. Merasa takut kehadiran Yunho terlihat oleh paparazzi, Lily langsung saja mengajak Yunho pergi dari lokasi syuting. Dan satu-satunya tempat yang dianggap aman hanya apartemen Lily sendiri.

“Tidak mungkin. Aku kan sudah menyamar seperti managermu. Jadi mereka pasti tidak mengira aku adalah U-know Yunho DBSK.”kata Yunho senang.

Lily menghela napas melihat wajah senang Oppanya. Ternyata Yunho meminta pada manager Lily agar bisa menyamar menjadi manager Lily itu. Hal yang mudah sebenarnya. Karena tubuh manager Lily sangat tinggi, seperti Yunho, jadi mudah saja menyamar seperti manager Lily itu. tinggal menggunakan kumis palsu, topi dan baju yang biasa digunakan manager Lily. Dan mirip lah mereka.

“Oppa mau minum apa?”

“Apa saja.”jawab Yunho tersenyum, lalu merebahkan tubuhnya di sofa. Ia mengambil remot tivi dan menyalakannya. Tidak berapa lama Lily datang membawa satu botol besar susu pisang dan dua gelas kaca berisi susu tersebut, lalu meletakkannya di meja di hadapan Yunho.

“Sejak kapan kau suka susu pisang?”tanya Yunho saat mengambil satu gelas susu.

Lily duduk di sebelah Yunho. “Youngie sangat suka susu pisang. Jadi aku selalu beli banyak.”jelas Lily lalu mengambil gelas satunya dan meminumnya.

“Enak.”kata Yunho setelah mencicipinya.

Lily tersenyum kecil. “Tentu saja. Kalau tidak mana mungkin aku berikan pada Oppa.”Setelah mengatakan itu Lily melamun. Ia memikirkan Youngri. Yunho memandanginya. Tahu apa yang dipikirkannya.

“Yuu.”panggil Yunho.

“Hm?”

“Youngie akan segera sembuh. Aku yakin itu.”kata Yunho menghibur.

Lily tersenyum. “Aku tahu hal itu. Ia sudah berjanji padaku.”kata Lily lalu menyesap susu pisangnya lagi.

Kemudian keduanya mengalihkan perhatian mereka ke tivi ketika mendengar nama mereka disebut. Ternyata infotainment sedang memberitakan tentang hubungan mereka. Lily segera mengambil remot di meja lalu mengganti channelnya dengan yang lain.

“Kau tahu semua berita itu akan berakhir jika kita memberitahu hubungan kita yang sebenarnya.”kata Yunho.

“Tidak akan berakhir. Hanya akan berganti dengan berita tentang keluarga kita.”jawab Lily dingin.

Yunho menghela napas. “Yuu, kau tahu hal ini tidak akan bisa disembunyikan selamanya…”

Lily tidak menghiraukan perkataan Yunho. Ia memfokuskan perhatiannya pada drama keluarga yang sedang ditayangkan di tivi.

“Bolehkah aku memberitahu Yoochun tentang hubungan kita?”

“Waeyo?”tanya Lily tanpa mengalihkan perhatiannya dari tivi.

“Kau tahu kan perasaannya padamu? Aku hanya tidak ingin ia terus salah paham padaku.”

“Jika Oppa melakukannya, itu sama saja memberikan harapan palsu padanya. Aku tidak mungkin menerima perasaannya.”ucap Lily dingin.

Yunho menghela napas lagi. “Ok, terserah padamu.”katanya, lalu merangkulkan tangannya di bahu Lily. Menarik Lily agar bersandar di bahunya.

Lily tersenyum kecil dan bersandar di bahu Yunho. Ia ingin merasakan kehangatan Yunho sebelum ia kembali menjauhi Oppa-nya itu.

Tidak apa-apa kan? Pikirnya.

Yunho merasa aneh dengan sikap Lily yang tiba-tiba mau mendekat padanya. Tapi ia tidak terlalu memikirkan hal itu. Yang penting ia bisa kembali dekat dengan adiknya.

Yunho menarik Lily lebih dekat. Mereka saling menikmati kebersamaan masing-masing dengan saling berangkulan.

Tiba-tiba suara ponsel Lily mengusik kebersamaan mereka. Lily melihat caller id-nya dan wajahnya langsung memucat. Yunho mengernyit melihat ekspresi Lily. Kemudian sebelum Yunho sempat bertanya apapun, Lily bangkit dari sofa dan berjalan ke kamarnya untuk mengangkat telpon.

“Yeoboseyo, Jee Won-ssi…”

Airmata Lily menetes mendengar ucapan Jee Won selanjutnya.

Besok ia harus segera mempersiapkan semuanya.

***

“Apa ini ide yang bagus? Jika Youngri berada di sini, pers akan lebih mudah tahu mengenai dirinya.”kata Jaemin.

Lily tidak menjawab. Ia merapikan selimut Youngri dan menggenggam tangan anak itu lalu mengecupnya pelan. Dokter yang menangani Youngri di Gwangju menyarankan Lily untuk membawa Youngri ke Seoul karena jika donor didapatkan, Youngri bisa langsung operasi. Dan tanpa pikir panjang Lily menyetujuinya.

Setelah beberapa saat memperhatikan wajah Youngri, Lily baru menjawab. “Aku tidak peduli mereka tahu atau tidak tentang Youngie. Aku hanya ingin Youngie cepat sadar. Aku hanya ingin memberikan Youngie peralatan dan obat-obatan terbaik di Seoul. Yang lainnya, aku tidak peduli.”jawabnya dengan nada datar.

Jaemin menghela napas. Memang benar, kesembuhan Youngri adalah yang terpenting dari semuanya. Tapi ia juga mengkhawatirkan Lily. Bagaimana orang-orang terus-menerus mencapnya jelek karena ia tidak pernah membantah ucapan mereka. Lily bukannya lemah, ia hanya terlalu tidak peduli dengan semuanya. Traumanya membuat sifatnya berubah-ubah sesuai keadaan.

Jung Yuuri, Lily yang asli, yang dikenal baik oleh Yunho, adalah anak perempuan yang penuh perhatian dan hangat. Ia memang jarang berbicara dengan orang tua mereka. Tapi Yuuri selalu perhatian pada Yunho dan Jihye. Khususnya ia dan Yunho, yang dari segi umur tidak berbeda jauh, mereka tak terpisahkan. Lalu ketika mengalami trauma, ia berubah total. Ia mudah takut dengan apapun dan siapapun. Hanya Yunho yang dapat mengajaknya berbicara banyak. Lalu Joo Won. Joo Won yang bisa membuatnya kembali menjadi Yuuri yang perhatian dan hangat. Tapi kepergian Joo Won dan tidak adanya Yunho disisi Yuuri, yang membuat Yuuri menjadi Lily Jung yang begitu dingin dan tidak peduli pada apapun di sekitarnya.

Itu yang membuat Jaemin marah pada Yunho. Ia tidak ada saat Lily membutuhkannya. Jika saat itu Yunho ada, mungkin sekarang ia tidak perlu jadi dokter Lily.

Mungkin saat itu Yuuri tidak akan berubah menjadi Lily…

“Jaemin-ah.”panggil Lily, membuat Jaemin tersadar dari lamunannya.

“Ne?”

“Aku titip Youngie padamu ya.”ucap Lily dengan tersenyum simpul, tapi matanya menyiratkan kesedihan yang sangat jelas.

“Kau mau kemana?”tanya Jaemin.

“Ada schedule di Jepang. Mungkin aku akan berada disana lebih dari seminggu.”

“Oh. Mungkin itu ide yang bagus. Kau harus pergi dari Korea sementara. Supaya kau bisa menghindar dari fans-fans gila Oppa-mu itu.”ucap Jaemin, kesal ketika mengingat sasaeng fans DBSK yang mencoret mobil Lily di parkiran sebuah restoran. Ada lagi yang melempari telur ke mobil Lily yang baru keluar dari kantor managemen.

Lily tersenyum kecil. “Aku sudah terbiasa akan hal itu.”

Tatapan Jaemin melembut. “Tapi tetap saja hatimu tidak bisa tidak merasakan sakit karena hal itu.”

Lily hanya tersenyum sedih. Selama ini ia pikir ia bisa mengeraskan hatinya, membuatnya kebal atau mungkin kebas, dengan semua anggapan jelek orang-orang padanya. Tapi nyatanya tidak bisa. Hatinya semakin sakit, dan ia tidak bisa melakukan apapun untuk menyembuhkannya. Tapi sekarang berbeda.

Jika ia pergi, mungkin luka itu akan berkurang…

Lily memeluk Jaemin erat. “Jaemin-ah… gomawo. Kau selama ini selalu berada di sisiku. Karena mau menjadi temanku. Karena… karena semuanya…”Airmata Lily menetes saat mengucapkan hal itu. ia akan merindukan Jaemin. Sahabatnya yang sama ‘abnormal’nya dengan dirinya. Yang selalu mendukungnya dan berada di sisinya.

“Hei hei! Kau kenapa sih jadi sentimental begini?”tanya Jaemin bingung, tapi ia balas memeluk Lily.

“Memangnya aku tidak boleh sentimental?”tanya Lily dengan suara seraknya.

“Bukannya kau yang selalu bilang kalau gay sepertiku yang terlalu sentimental? Apa ini berarti kau homoseks juga?”

Lily tertawa mendengar pertanyaan Jaemin. “Kau harus bahagia dengan Inho ya!”

“Aku sudah bahagia dengannya.”Kemudian Jaemin memaksa melepas pelukan Lily dan menatapnya curiga. “Kenapa ucapanmu seperti kau mau pergi jauh saja?”tanyanya curiga.

Lily tersenyum. “Jepang kan jauh.”katanya.

Jaemin memutar bola matanya. “Cuma tinggal nyebrang kok.”

“Ada apa nih?”tanya Ang Hyeon yang baru masuk ke ruang rawat Youngri dan melihat kedua sahabatnya saling berpelukan.

Lily tersenyum lalu memanggil Ang Hyeon. “Hyeon-ah, sini!”

Ang Hyeon meletakkan makanan yang dibawanya di atas meja lalu mendekat pada Lily dan Jaemin. Segera saja Lily menariknya untuk berpelukan dengannya dan juga Jaemin. “Group hug!”ucap Lily senang. “Aaahhh~ aku sangat menyayangi kalian berdua!”

Lalu Lily melepaskan pelukannya dan menatap Ang Hyeon. “Hyeon-ah, gomawo… Karena sudah menjadi sahabatku dan selalu berada di sisiku. Karena sudah seperti kakakku dan karena kau selalu menjaga Youngie untukku. Gomawo untuk semuanya…”ucap Lily dengan mata berkaca-kaca saat melihat Ang Hyeon. Sahabatnya yang sempurna, yang sudah seperti kakak untuknya.

“Err…. ada apa sih tiba-tiba?”tanya Ang Hyeon. Matanya menatap Jaemin dan Lily dengan perasaan bingung dan cemas.

Jaemin hanya tertawa kecil. “Ada yang sentimental.”

Lily tertawa kemudian menatap kedua sahabatnya dengan penuh rasa sayang. “Aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang tidak pernah kukatakan sebelumnya pada kalian. Aku bersyukur karena memiliki kalian berdua. Saranghae.”

Jaemin dan Ang Hyeon menatap Lily terharu. “Na doooo!!!”ucap keduanya lalu memeluk erat Lily, membuat Lily terjepit di antara kedua sahabatnya itu. Lily meresapi kehangatan dari keduanya. Tubuhnya berusaha merekam semua rasa hangat dari mereka, berusaha menyimpannya lebih lama. Karena ia tidak tahu kapan lagi ia bisa merasakan kehangatan mereka lagi.

***

Kim Jee Won menatap pusara di depannya dengan mata berkaca-kaca. Setelah ia melakukan penghormatan pada makam kakaknya itu, ia duduk bersila dengan terus menatap pusara tersebut.

“Oppa. Kau tenang saja. Aku tidak akan membiarkannya bersenang-senang setelah membuatmu pergi. Tidak akan pernah.”ucap Jee Won dengan penuh tekad dan kesedihan.

Lily Jung tidak akan pernah bahagia. Ini pembalasan Jee Won untuk almarhum Oppa-nya.

***

Lily berulang kali menciumi dengan lembut seluruh wajah dan tangan Youngri. Airmatanya terus mengalir saat melakukan itu. Ia ingin merasakan kehadiran Youngri untuk yang terakhir kalinya. Sebelum ia pergi. Karena ia tidak tahu kapan ia akan bisa kembali bertemu dengan putranya itu.

“Youngie akan baik-baik saja kan selama Eomma pergi? Eomma janji nanti saat Youngie sembuh, Eomma akan menjemput Youngie. Jaemin Samchon dan Ang Hyeon Imo akan menjaga Youngie disini. Jadi Youngie tenang saja ne?”

Lily masih belum bisa puas memandangi wajah Youngri. Tapi ia tahu ia harus segera pergi dari sana.

“Saranghae, nae adeul.”ucap Lily lembut setelah beberapa kali lagi menciumi Youngri.

Kemudian Lily pergi. Pergi mengikuti kakinya yang lelah membawanya.

Pergi meninggalkan semuanya…

When the color of our memories has faded, when it gets cloudy,
That’s when I’ll try to end my feelings of love,
Bye bye bye my love, bye bye bye my love,
Can you hear me? You hear me now

DBSK- Love Bye Love

~TBC~

Kyaaaaaaaaa~ udah mau klimaks cerita! Aku sedih bgt pas ngetik part ini. Ngerasa kasian bgt sm Lily *author digetok Lily* Tapi tenang aja, ntar Lily pasti bahagia pd saatnya *ksh bocoran😉

Gimana pendapat kalian? Comment pleaseeeeeee *author sujud2 ngemis komen* walaupun komennya gk dibales, tp aku slalu baca kok. Gomawo yg udh sering komeennn^^

Oh ya, paling mantep baca ini sambil dengerin DBSK Love Bye Love. hehe~

PS: selesai ff ini aku bkln publish ff sekuel FON sm YunHyeon. keep waiting~ ^^

9 thoughts on “When You Come to My Life 12/?”

  1. Annyeong…
    Salam kenal chingu🙂
    Aq udah baca FF mu ni dr part 1 tapi baru koment d part ni
    Hehehehe… Mian ^^
    Gag pa2 kan

    FF nya menarik, aq suka
    Kehidupan Lily Jung yang menyedihkan
    Tapi aq b’harap endingnya bahagia

    Kenapa sih Lily gg terus terang aja k publik ttg hubungannya dgn Yunho
    Law gini2 teruskan, malah dy yg kasian
    Dan kasian juga ama Yoochun yg begitu m’cintainya
    Dy jd salah paham ama hyungnya sendiri

    Dan masalah ttg Joo Won, dy meninggal gara2 apa??
    Lily mau kemana?? Kok sepertinya dy bakal ninggalin korea dalam wktu yg lama?? Apa ada hubungannya dgn “janji” antara dy dgn Jee Won??
    Kenapa juga Jee Won harus bersikap geto kpd Lily?? Tak tahu kah dy, law selama ni Lily begitu menderita gara2 “skandal2” nya yg tak jelas itu??

    Aish, panjang bgt yaa komentnya?? Hahahaha…
    Mdh2an chingu gg muak bacanya

    Lanjut chingu😉

  2. yah lily y mau menghilang dri semua y bahkan ninggalin anak y buat kebaikkan semua y n cuma dia yg ngerasa sakit hati….
    kasian bgt sih nasib lily yg menderita mulu n lg tu jae won knp jahat sih kan kasian lily ditekan gt kirain td y jae won ngedukung lily tau y dia malah ngancem lily….
    nangis baca part ini lily y dibuat menderita….
    Panjut….

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s