When You Come to My Life 11/?

when you come to my life poster

Tittle:: When You Come to My Life 11/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon, Jung Jihye, Ahn Jaemin

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: Tohoshinki – I Know 

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~Happy Reading~

Setelah weekend yang dilalui Lily bersama Yoochun, Lily harus kembali menghadapi kehidupannya seperti sebelumnya. Hari-harinya yang seperti biasa dipenuhi oleh syuting dan menemani Youngri di rumah sakit.

“Eotte? Ceritanya bagus kan?”tanya Lily pada Youngri setelah membacakan anak itu dongeng. Lily mendesah sedih ketika tidak mendengar jawaban apapun dari anak yang masih terbaring koma itu.

“Cerita Eomma selalu bagus dan seru kan ya. Sekarang Eomma masih mau membacakan cerita untuk Youngie. Tapi nanti kalau Youngie sudah besar, Youngie harus baca sendiri ya.”ucap Lily lembut dengan mengelus pipi Youngri perlahan.

Lily terus berbicara mengenai berbagai hal pada Youngri yang koma. Mulai dari kartun-kartun favorit Youngri yang selalu Lily sempatkan untuk menontonnya, kesibukannya sehari-hari, bahkan perasaannya…

“Kemarin Eomma pergi dengan seseorang.”cerita Lily dengan memainkan jemari kecil Youngri. “Youngie kan tahu kalau Eomma tidak pernah pergi di luar pekerjaan dengan orang lain selain Hyeon Imo, Jaemin Samchon, dan Manager ahjusshi. Karena hanya mereka bertiga teman Eomma. Dan kemarin itu pertama kalinya Eomma pergi dengan seseorang selain mereka. Ia sangat pemaksa, dan membuat orang sebal. Tapi entah kenapa, pada akhirnya Eomma yang sangat sulit dipaksa oleh orang bisa kalah olehnya.”Kemudian tanpa sadar Lily tersenyum kecil. “Pada akhirnya ia berhasil memaksaku berdansa dengannya…”gumam Lily pelan, seolah-olah berbicara dengan dirinya sendiri.

Lily teringat sentuhan lembut Yoochun di pinggang rampingnya dan tangannya saat mereka berdansa. Suara seraknya yang berbicara lembut saat ia mengatakan betapa cantiknya Lily malam itu, dan betapa ia sangat beruntung bisa menjadi pasangan date-nya.

Dan betapa Yoochun menyukainya…

Ya. Kali ini Yoochun secara langsung mengatakan jika ia menyukai Lily saat mereka berdansa.

 

*Flashback*

“I love you… I really do.”

Lily tertegun sejenak mendengarkan pengakuan itu, kemudian ia menghela napas.“Tapi aku tidak.”

“Then I’ll make you to like me back. You made me fall in love with you, so I’ll make you to love me back.”

Lily sedikit terkejut dengan ucapan mantap Yoochun. Ia tidak pernah menyangka jika namja ini akan menyatakan perasaan secara langsung seperti ini. Lily kira penolakan-penolakannya selama ini pada Yoochun cukup untuk membuat namja itu menyerah. “Jangan terlalu yakin, Yoochun-ssi. You don’t know anything about me. Once you realize who really am, you’ll be out of my life even before you know it.”

“Lalu, seperti apa dirimu? Aku ingin mengetahuinya. Aku ingin mengetahui seperti apa sebenarnya gadis yang membuatku jatuh cinta.”ucap Yoochun dengan memandang mata Lily dalam-dalam.

“Please don’t.”

“Whatever you say, I’ll never give up on you….”kata Yoochun dengan mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Lily dan meneruskan dansa mereka.    

*End of Flashback*

 

“Tidak menyerah ya? Park Yoochun pabo.”gumam Lily dengan tersenyum sedih ketika mengingat hal itu.

Ia tidak akan pernah membiarkan Yoochun masuk ke dalam kehidupannya. Tidak dengan banyaknya masalah dalam hidupnya. Tidak, jika Moon Joo Won masih menguasai seluruh hati dan pikirannya.

***

 

Yunho tersenyum lembut saat mendengar Lily bercerita pada Youngri. Ia merasa sedih sekali melihat Lily yang dengan tegarnya bersikap seperti biasa seolah-olah Youngri dalam keadaan sadar dan bisa membalas ucapan-ucapannya. Yunho tidak bermaksud menguping. Hanya saja Lily sama sekali tidak sadar jika ia sudah masuk ke kamar rawat Youngri.

Saat itulah ia mendengar cerita Lily pada Youngri mengenai Yoochun. Lily memang tidak menyebutkan nama orang di dalam ceritanya, tapi Yunho tahu siapa itu. Dan dugaannya benar ketika ia mendengar gumaman lirih Lily.

“Tidak menyerah ya? Park Yoochun pabo.”

Senyuman sedih yang terukir di bibir Lily itu membuat Yunho menyadari.

Mungkin Yoochun tidak bertepuk sebelah tangan.

Mungkin saja…

“Eomma akan terus mencintai Appamu, Youngie. Tidak akan ada yang lain.”

Yunho mengernyit. Apa itu benar? Kalimat itu tidak terdengar meyakinkan untuk Yunho.

***

 

“Noona, apa Lily sudah datang?”tanya Yoochun pada salah satu staff yang lewat saat ia sedang membaca scriptnya sebelum syuting dimulai. Hari ini mereka harus syuting pagi-pagi sekali, dan Lily yang seharusnya datang dari lima belas menit lalu, sampai sekarang belum datang.

Staff tersebut sedikit terkejut dengan pertanyaan Yoochun. Ia menatap Yoochun canggung. “Ng… mungkin sebentar lagi.”jawab staff itu ragu.

Yoochun mengernyit menatap staff tersebut. Bukan karena jawabannya yang tidak jelas, tapi karena tatapan staff tersebut seolah-olah penasaran akan sesuatu tapi tidak enak untuk menanyakannya. “Waegurae, Noona? Kau ingin menanyakan sesuatu padaku?”tanya Yoochun dengan tersenyum kecil. “Tanyakan saja.”

“Ah… soal itu…ng…Yunho-ssi…”

“Yunho hyung waegurae?”

Staff tersebut tidak menjawab. Ia mengeluarkan smart phone-nya dan membuka sesuatu di ponselnya. Kemudian memberikannya pada Yoochun.

Yoochun mengernyit saat menerimanya. Tapi matanya membelalak lebar saat melihat tampilan di smartphone itu.

Ternyata staff tersebut membuka sebuah majalah online. Disana terdapat beberapa foto Yunho dan Lily. Beberapa di antaranya adalah foto Lily dan Yunho yang sedang berada di basement parkir. Kemudian foto mereka di depan apartemen Lily yang alamatnya dirahasiakan dari publik, tapi sepertinya sekarang sudah tidak rahasia lagi.

“Berita ini baru muncul sekitar sepuluh menit lalu. Jadi mungkin karena masih terlalu pagi, masih banyak pers yang belum tahu. Tapi sepertinya tidak lama lagi akan banyak pers yang datang.”jelas staff tersebut.

Yoochun mendesis kesal. Apa lagi ini? Ia yakin Yunho hanya kebetulan saja harus mengantar Lily, jadi ia tidak perlu merasa cemas dengan hubungan mereka. Tapi ia tahu kalau pers akan melebih-lebihkan semuanya, dan ia tidak suka akan hal itu. Lily sudah terlalu sering terkena skandal.

Kemudian Yoochun men-scroll screen smartphone tersebut ke bawah. Dan apa yang dilihatnya berikutnya menimbulkan perasaan baru di hatinya.

Saat ia melihat foto Yunho yang memeluk Lily dan mencium kening gadis itu, Yoochun merasa terkhianati.

Tiba-tiba sebuah mobil yang dikenalnya dengan baik melaju tiba di set syuting dan berhenti tidak jauh dari posisi Yoochun berada. Mana mungkin ia tidak mengenali mobil itu. Walaupun mobil itu sangat jarang dipakai, dan memang sengaja disimpan di rumah di Gwangju, tapi Yoochun sangat mengenali mobil hyungnya itu.

Tidak berapa lama Lily keluar dari mobil Yunho tersebut dan itu membuat hati Yoochun terasa sangat sakit.

Ia merasa Lily dan hyungnya, mempermainkan perasaannya.

***

 

“NG!”

Lily langsung melepaskan kedua tangannya dari leher Yoochun dan menjauh dari namja itu saat mendengar ucapan ‘NG’ yang ke-30 kalinya dari sutradara. (NG=No Good)

“Yoochun-ssi, kau terlalu kaku.”kritik sutradara. “Disini karaktermu memang menunjukkan kalau kau kurang berpengalaman dalam berciuman. Tapi kau harus terlihat menikmatinya. Kau harus lebih berkonsentrasi.”

Yoochun hanya membungkukkan badan meminta maaf mendengar kritik itu, sementara Lily menghela napas. Padahal Lily sudah berakting sebagus mungkin untuk kissing scene ini, tapi lagi-lagi Yoochun terasa begitu kaku saat mulai mencium bibir Lily.

Yoochun mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Ini pertama kalinya, sejak cinta pertamanya dulu sekali, ia merasa gugup setengah mati ketika akan mencium seorang yeoja. Lagipula ini hanya akting. Ia tidak pernah segugup ini juga saat kissing scene dengan lawan mainnya di drama sebelumnya. Tapi masalahnya yang saat ini akan ia cium adalah seorang Lily Jung. Gadis yang membuatnya jatuh cinta dan sekaligus mematahkannya dengan segera.

Lagi-lagi Yoochun teringat Yunho, membuat hatinya merasa lebih sakit lagi.

Lily tidak mengerti kenapa Yoochun terlihat segugup itu. Sebelumnya Lily pernah menonton drama yang dibintangi Yoochun, dan namja itu terlihat memerankannya dengan sangat baik. Ia juga dengar tidak ada pengulangan adegan sampai sebanyak ini.

“Director-nim, boleh kami break dulu untuk latihan?”tanya Lily pada sutradara. Yoochun memandang Lily dengan kaget.

“Ah ya. Sebaiknya kita break dulu dan kalian latihan.”kata sutradara itu. Kemudian Lily mengajak Yoochun ke sudut ruangan.

“Do you really want to teach me?”tanya Yoochun sangsi.

Lily menatapnya tajam. “Do you think i want to spent my time all day just to act this scene?”tanya Lily balik. “Ini bukan pertama kalinya kau melakukan kissing scene kan? Kenapa kau harus segugup itu?”

Yoochun menghela napas. “Mianheyo, aku kurang bisa berkonsentrasi. Karena…”Yoochun menghentikan ucapannya ketika Lily menatapnya penasaran. Karena aku tidak bisa berhenti memikirkanmu dengan hyung-ku…

Lily menghela napas ketika menyadari jika Yoochun tidak berniat meneruskan ucapannya. “Aku tidak peduli apa sebenarnya masalahmu. Tapi yang pasti aku ingin segera pulang dan beristirahat. Dan itu tidak akan terjadi sampai kita menyelesaikan scene ini.”

“I know it. I’m sorry.”

Kemudian Lily mengalungkan kedua tangannya di leher Yoochun, membuat namja itu kaget dengan gerakan yang tiba-tiba itu.

“Just relax and look at me.”ucap Lily dengan menatap mata Yoochun dalam-dalam. Yoochun menelan ludahnya karena gugup melihat tatapan Lily itu.

“Don’t be nervous. Kau harus terlihat ingin sekali menciumku, sementara aku terlihat ragu menerima ciumanmu. This is our role. Don’t change it. Don’t make me act your role. Ok?”

“Ng… ok.”jawab Yoochun ragu.

Lily tersenyum kecil kemudian menarik leher Yoochun agar wajah mereka mendekat. “Lalu saat akan menciumku, kau harus menciumku dengan cara seperti ini.”kata Lily lalu menempelkan bibirnya di bibir Yoochun.

Yoochun merasakan dirinya seperti tersengat listrik ketika merasakan bibir Lily yang melumat bibirnya dengan lembut. Ia masih merasa kaku ketika lagi-lagi merasakan bibir Lily yang melumat lembut bibirnya. Lily yang merasa Yoochun masih belum juga merespon, menarik leher namja itu semakin erat dan semakin melumat bibirnya. Lily melakukan itu terus-menerus sampai akhirnya Yoochun tenggelam dalam kelembutan bibir Lily dan mulai membalas ciuman itu. Ia menarik pinggang Lily agar mereka semakin mendekat dan balas melumat lembut bibir Lily.

Kali ini Yoochun tidak ragu lagi. Ia semakin intens mencium Lily, menikmati kelembutan bibir Lily. Tangannya bahkan bergerak mengusap lembut punggung gadis itu.

Lily sendiri tidak mengerti ada apa dengan dirinya. Kenapa ia menjadi sangat menikmati ciuman Yoochun? Padahal ini cuma akting kan?

Pikiran itu membuat Lily tersadar. Ia melepaskan tangannya dari leher Yoochun dan meletakkan tangannya di dada Yoochun, mendorongnya agar melepaskan ciuman mereka.

Yoochun melepaskan ciumannya dari Lily. Ia membuka matanya perlahan kemudian tertegun memandang wajah Lily yang terlihat memerah sehabis berciuman dengannya. Betapa ia menyukai ekspresi gadis itu.

“How’s that?”tanya Yoochun, tersenyum. “Am I a good kisser?”

“I hope you can show your kissing skill when we’re acting later.”kata Lily dengan ekspresi datar lalu kembali ke tempat scene diambil.

“Director-nim, kami siap mengambil adegan lagi.”kata Lily pada sutradara.

Yoochun mendesah sedih ketika lagi-lagi ia mengingat Lily dan Yunho. Bagaimana mungkin ia melepaskan Lily jika ia terus merasa seperti ini ketika bersamanya?

***

 

“Annyeong, dongsaeng-ah.”

Lily menatap Yunho tajam saat namja itu masuk kamar rawat Youngri. “Untuk apa kau datang kesini? Kau kan tahu pers sedang mengikuti kita!”

Lily terkejut sekali ketika ada pers yang mengikutinya saat ia selesai syuting. Ia pikir skandalnya dengan Yoochun sudah berakhir. Tapi ternyata muncul skandal baru. Kali ini dengan Yunho. Dan ia lebih tidak menyukai skandal ini. Karena ini bukan hanya sekedar skandal. Ia memang punya hubungan dengan Yunho. Hubungan yang ia tidak ingin publik ketahui.

Dan kali ini ia bingung bagaimana cara menghindari skandal ini seperti biasa. Hal yang membuat ia stress selama seminggu ini.

Yunho menggeleng pelan. “Aku akan terus kesini. Dan masalah skandal kita, mungkin ini saat yang tepat untuk membuka semuanya. Aku tidak ingin menutup-nutupi semuanya.”

“Dan membuatku mendapatkan hinaan dari orang lain? Kukira kau mengerti diriku Oppa…”ucap Lily dengan nada kecewa.

Yunho memegang kedua bahu Lily dengan lembut. “Tidak akan ada yang menghinamu. Bukankah sudah kubilang kalau itu bukanlah hal yang memalukan? Aku tidak pernah merasa malu memilikimu sebagai adikku. Kau tidak perlu memikirkan Abeoji…”

“Untung apa aku memikirkan orang yang tidak pernah peduli padaku.”sela Lily tajam.

“Abeoji peduli padamu Yuu…”ucap Yunho putus asa berusaha meyakinkan Lily.

“Geotjimal. Bukankah Oppa yang mengajarkanku untuk tidak berbohong?”ucap Lily tajam, kemudian nada suaranya berubah menjadi sangat sedih. “Bahkan hal seperti itu pun tidak kupelajari dari orangtuaku. Ah ya, aku kan tidak punya orangtua ya.”ucapnya berdecak, “Sejak kecil Oppa yang mengurusku…”

“Yuu…”ucap Yunho sedih. Yunho kemudian menarik Lily ke dalam pelukannya dan mengecup puncak kepala Lily. “Lalu, apa yang harus kulakukan dengan skandal kita? Orang tidak akan percaya jika kita berteman dari keakraban kita.”

Lily melepas pelukan Yunho dan menatapnya tajam. “Makanya, kau harus menjauh dariku.”

“Kau tahu itu tidak akan pernah kulakukan.”jawab Yunho tajam tapi dengan pandangan lembutnya.

Lily menghela napas. Ia tahu Yunho tidak akan bisa dipaksa. “Kalau begitu biarkan mereka berasumsi semau mereka.”ucap Lily pelan. Kemudian Yoochun terlintas tiba-tiba di pikirannya. “Aku tidak mau ada seorangpun yang tahu mengenai hubungan kita yang sebenarnya.”

Ini keputusannya. Dan mungkin dengan begini Yoochun akan menghindarinya.

***

 

Hari-hari berikutnya adalah hari terberat dalam hidup Yoochun. Ia tidak pernah menyangka jika kehidupan percintaannya akan menjadi seperti ini. Yunho, leadernya, yang dia anggap sebagai hyung itu ternyata memiliki hubungan khusus dengan gadis yang disukainya!

Seolah-olah itu masih belum cukup, pers memberitakan hal itu secara besar-besaran. Dari pihak managemen kedua pihak belum memutuskan untuk mengadakan press conference untuk memperjelas status Lily dan Yunho, yang dalam foto-foto tersebut terlihat sangat mesra. Tapi perkataan Yunho berikutnya cukup membuat Yoochun merasa sangat kesal.

“Aku heran dengan managemen Lily! Mereka tidak mau mengklarifikasi apapun! Apa mereka mau membiarkan skandal ini terus berlarut-larut?! Kau sudah kehilangan beberapa job hanya dalam dua minggu karena skandal ini!”ucap manager hyung kesal.

“Tidak perlu ada klarifikasi hyung.”kata Yunho pada manager mereka, saat mereka berenam sedang membahas masalah ini di dorm apartemen mereka.

“Tidak perlu? Jadi itu semua benar?!”tanya managernya tak percaya.

“Apanya? Kalau kami punya hubungan khusus? Itu memang benar.”kata Yunho akhirnya setelah selama seminggu skandal terjadi ia hanya diam saja.

Reaksi yang muncul dari kalimat Yunho itu sangat beragam. Manager hyung menatap Yunho dengan mata membelalak lebar. Yoochun terlihat sangat marah. Junsu dan Changmin terlihat sangat cemas dengan kedua hyung mereka. Sementara Jaejoong merasa ragu dengan pengakuan Yunho, tapi sekaligus merasa kata-kata itu juga benar. Singkatnya, Jaejoong kebingungan.

“Sejak kapan?”tanya Yoochun dengan berusaha sekuat tenaga menahan emosinya. Ia menatap Yunho tajam.

Yunho menatap Yoochun dengan merasa bersalah. “Sejak sebelum aku menjadi leader kalian.”ucap Yunho, kemudian tatapannya berubah menjadi lebih tegas pada Yoochun. “Ia segala-galanya buatku, Yoochun-ah, dan aku tahu baginya akupun seperti itu.”

Yoochun berdecak mendengarkan kata-kata Yunho itu. “Jadi itu sebabnya ia berulangkali menolakku. Ternyata aku kalah dari hyung.”ucapnya dengan nada pahit.

“Tidak ada yang kalah dan menang disini…”

“Tapi itu memang kenyataannya! Aku merasa dibodohi! Hyung tahu kalau aku benar-benar suka padanya, tapi hyung tidak pernah mengatakannya padaku! Menurut hyung bagaimana perasaanku sekarang?!”seru Yoochun marah.

Yunho menghela napas. “Mianhe, Yoochun-ah. Tapi hubungan kami terlalu rumit dan aku ataupun Lily tidak merasa perlu untuk menjelaskannya pada kalian. Ini urusan kami. Dan masalah perasaanmu pada Lily…”Yunho menelan ludah, merasa tidak enak jika mengatakannya. “…lupakan dia. Aku yakin kau bisa mendapatkan gadis lain yang cocok untukmu.”

Airmata Yoochun mulai mengalir karena perasaan terkhianati yang sangat besar. “Bagaimana mungkin? Aku mungkin tidak pernah mengatakannya secara langsung padamu. Tapi seharusnya kau tahu seberapa besar perasaanku padanya, hyung.”ucap Yoochun dengan nada kecewa.

Yunho memalingkan wajahnya dari tatapan Yoochun. Ia tak kuasa melihat emosi Yoochun di balik tatapan itu. tapi ia tahu ini untuk kebaikan kedua dongsaengnya, Lily dan juga Yoochun. “Lily tidak mencintaimu, Yoochun-ah…”

Kata-kata itu memang diucapkan dengan pelan, tapi efeknya cukup besar untuk Yoochun. Ia merasa hatinya sakit sekali. Kemudian tanpa mengatakan apapun lagi, Yoochun beranjak pergi ke kamar.

“Aku kecewa sekali padamu hyung.”ucap Junsu kecewa pada Yunho, lalu pergi menyusul Yoochun.

Changmin bangkit dari duduknya, lalu menatap Yunho tajam. “Kau tega sekali hyung.”katanya, lalu menyusul Yoochun dan Junsu.

Yunho menghela napas sedih. Ia memalingkan pandangannya pada Jaejoong yang masih diam menatapnya. “Kau tidak mau mengatakan apapun padaku? Tidak marah?”tanyanya pada Jaejoong.

Jaejoong menggeleng pelan. “Aku mengenalmu dengan baik. Dan aku tahu kau tidak pernah bermaksud menyakiti hati Yoochun.”

Yunho tersenyum kecil. “Kau memang sahabatku.”

“Tapi kau masih berhutang penjelasan padaku.”

Yunho mengangguk pelan. “Arra. Tapi kali ini aku tidak bisa menjelaskannya sekarang.”

“Lalu? Apa yang harus kukatakan pada Lee Soo Man?”tanya manager hyung tidak sabaran.

“Biar aku saja yang berbicara langsung dengannya.”kata Yunho.

“Kau harus segera memberi penjelasan padanya. Ini lebih parah dari skandal Yoochun, kau bisa kehilangan job karena skandal ini.”

Yunho menghela napas. “Ne, hyung.”

***

 

Skandal ini bukan skandal yang ringan. Saat dengan Yoochun, foto tersebut bisa disebut jika mereka sedang latihan akting. Tapi berbeda dengan foto Lily bersama Yunho. Di CF yang mereka bintangi, Lily mendapat kissing scene bersama Changmin, bukan Yunho. Jadi jelas sekali di mata publik jika ciuman Yunho di kening Lily bukanlah akting. Apalagi tempat mereka melakukan hal itu adalah di depan apartemen Lily, memperlihatkan kesan akrab di antara mereka.

Yunho sebenarnya ingin memberitahu semua orang kalau Lily Jung adalah adiknya. Tapi ia tidak ingin melakukan itu tanpa persetujuan Lily, karena ini menyangkut hidupnya juga.  Lee Soo Man meminta penjelasan padanya, dan Yunho, yang tidak bisa memberi tahu hal yang sebenarnya hanya mengatakan jika mereka akrab karena mereka teman lama saat sekolah di Gwangju.

SM Entertainment pun memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan di official web DBSK berdasarkan pernyataan Yunho itu. Tapi tetap saja itu belum cukup. Di mata publik mereka tetap terlihat seperti menyembunyikan hubungan mereka yang sebenarnya. Hanya saja untuk saat ini hanya hal itu yang bisa dilakukan.

***

 

Yunho dan managernya mengobrol-ngobrol sedikit sambil menunggu kedatangan produser dari drama baru yang akan dibintangi Yunho. Sudah lebih dari dua minggu skandal terjadi, dan sudah tiga hari semenjak SMEnt mengeluarkan bantahan official mengenai hubungan Yunho dan Lily. Memang masih banyak kehebohan pada Cassiopeia dan pers masih mengejar-ngejar keduanya untuk meminta kejelasan. Tapi untuk sementara ini mereka hanya bisa melihat reaksi publik untuk menyusun rencana selanjutnya mengenai skandal tersebut.

Disamping pers yang terus mengejar Yunho dan Lily, semuanya terlihat baik-baik saja bagi mereka. DBSK masih mengerjakan schedule-nya yang padat, Lily juga sibuk dengan karirnya sebagai aktris dan juga model.

Dan sebentar lagi Yunho juga akan menjadi aktor drama. Mungkin nanti ia bisa berakting dengan adiknya. Yunho tersenyum ketika memikirkan hal itu.

Produser dari drama yang akan Yunho bintangi akhirnya datang dan menyatakan permintaan maafnya karena terlambat.

“Saya akan mengatakannya dengan cepat karena saya tahu Yunho-ssi pasti sangat sibuk dengan DBSK. Mianheyo, peran untuk Yunho-ssi di drama terbaru kami dibatalkan.”

Pikiran Yunho mendadak blank ketika mendengar pernyataan produser itu. Ia sudah berlatih sangat keras untuk memerankan tokoh di drama baru tersebut. Ia berlatih dialog berulang kali bersama Jaejoong, dan sahabatnya itu memuji kemajuannya. Membuatnya tidak sabar untuk menguji kemampuan aktingnya. Tapi kenapa sekarang…?

“Apa alasannya?”tanya manager hyung dengan sedikit kesal.

“Keputusan ini diambil bukan karena akting Yunho-ssi. Kami tahu dari drama sebelumnya jika aktingnya sangat bagus. Tapi ini berkaitan dengan skandalnya. Kami tidak bisa mengambil resiko jika skandal ini akan mempengaruhi popularitas drama ini.”jelas produser itu dengan merasa bersalah melihat ekspresi kecewa Yunho.

“Tapi kan…”

“Hyung.”ucap Yunho, memotong ucapan managernya. “Gwenchana.”ucap Yunho dengan mengangsurkan senyuman kecil.

“Yunho…”

“Mianheyo, Yunho-ssi. Mungkin lainkali kita bisa bekerja sama di drama lain.”kata produser tersebut, lalu pergi dari restoran itu.

“Ini semua karena gadis itu!”ucap manager hyung marah.

“Hyung! Ini bukan salah Lily!”balas Yunho kesal.

“Tunggu sampai Lee Soo Man mendengar hal ini. Kau harus menjauhinya Yunho!”

Dan karena hal itu, Yunho dilarang untuk pergi bertemu dengan Lily. Hal yang sangat sulit untuk Yunho lakukan.

***

 

“Lily-ssi, apa sebenarnya hubungan kalian?”

“Lily-ssi, tolong beri pendapat mengenai foto-foto yang beredar!”

“Lily-ssi, bagaimana pendapatmu tentang pembatalan drama Yunho-ssi?”

Lily tidak menjawab dan terus berjalan keluar dilindungi oleh manager dan bodyguardnya, menerobos kerumunan pers yang berada di depan kantor managemennya. Akhirnya setelah cukup bersusah payah, Lily berhasil masuk ke mobil vannya yang menunggu di depan kantor.

“Lily-ssi!”

“Lily-ssi!”

Mobil van itu melaju secepat mungkin ketika Lily dan managernya sudah masuk dan duduk dengan nyaman.

“Aku tidak menyangka kalau kau akan mendapat skandal yang lebih besar lagi dari sebelumnya.”gumam manager oppa geleng-geleng kepala.

“Aku tidak pernah mau mendapatkan skandal kok.”gerutu Lily sebal.

Manager oppa tersenyum. “Aku tahu ini bukan salahmu. Tapi kau tahu kan sebagai managermu aku harus tahu semua hubunganmu dengan siapapun? Ini menyangkut keberlangsungan karirmu.”

Lily tidak menjawab. Ia mengeluarkan Samsung Tablet dari tasnya dan mulai search mengenai beritanya di internet. Ia membuka salah satu headline berita mengenai pembatalan Yunho sebagai aktor utama di drama salah satu TV, lalu membaca komentar-komentar yang ditulis netizens.

“Bitch! Kemarin Yoochun Oppa, sekarang Yunho Oppa! Dasar yeoja penggoda!”

“Gara-gara dia Yunho Oppa batal main drama! Dasar yeoja sial!”

 “Apa sih yang bagus dari dia sampai Oppa-deul suka?! Ratu skandal! Playgirl!”

“Walaupun Lily Jung banyak skandal, tapi dia punya lebih banyak prestasi. Lagipula itu kan urusan mereka mau berhubungan dengan siapa.”

“Ya urusan kita dong! Berani taruhan pasti udah banyak aktor yang pernah ngerasain tubuhnya! Orang kayak gitu gak pantes buat Oppa-deul!”

“Dia benar-benar gak tahu malu! Awas aja kalo nanti ia mengincar Junsu Oppa atau Oppa-deul yang lain!”

“Aktris penggoda seperti dia seharusnya ditendang jauh-jauh dari dunia akting! Heran deh, masih aja ada yang mau dia main drama!”

Lily tidak kuat membaca komentar-komentar selanjutnya. Ia mematikan tabletnya dan memasukkannya kembali ke tas. Di berita itu tertulis ada hampir seratus komentar. Dan walaupun ia tidak membaca keseluruhan komentar, ia bisa melihat jika hanya sedikit komentar yang membela dirinya. Ia merasa sedih karena dirinya secara tidak langsung sudah membuat Yunho batal main drama. Dan ia juga merasa hatinya sakit sekali. Apa sebegitu jeleknya kah imej dirinya di mata orang-orang? Tidak pantas? Apa ia tidak pantas berada di dekat Yunho? Di dekat Oppa-nya sendiri?

Lagi-lagi sebuah kenangan masa kecil melintas di pikirannya.

 

*Flashback*

“Oppa tidak perlu selalu mengantarku ke kelas.”ucap Yuuri pelan saat Yunho mengantarnya sampai depan kelas. Yunho tersenyum, lalu menggeleng pelan.

“Walaupun kau berkata begitu tapi Oppa tahu kau ingin Oppa mengantarmu.”kata Yunho lembut sambil mengusap lembut puncak kepalanya. Yuuri hanya menunduk dan tersenyum kecil mendengar ucapan lembut Yunho.

“Nah, sekarang belajar dengan baik ya. Nanti Oppa jemput untuk makan siang bareng.”kata Yunho lalu mencium puncak kepala Yuuri. “Bye, dongsaengie!”

Yuuri melambai pelan dan masih memandangi kepergian Yunho. Ia sebenarnya ingin Yunho selalu bersamanya dan menemaninya, tapi ia tahu itu tidak mungkin. Mereka berbeda kelas. Yunho kelas dua SMP sementara ia baru kelas satu. Sebelumnya Yunho pernah berniat untuk kembali lagi di kelas satu agar bisa sekelas dengan Yuuri dan terus menjaganya. Tapi hal itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Yuuri. Betapa memalukannya kalau hal itu sampai terjadi. Yuuri tidak mau menjadikan dirinya alasan untuk mempersulit Yunho dalam belajar. Yunho sudah berkorban cukup banyak untuknya, bahkan dalam berteman pun seperti itu.

Yunho tidak pernah makan siang di kantin bersama teman-temannya. Ia selalu bersama Yuuri. Yunho juga sering menolak ajakan teman-temannya untuk bermain basket sepulang sekolah hanya karena ia harus mengantar Yuuri pulang ke rumah dengan segera. Yuuri takut berlama-lama di luar rumah, walaupun tempat itu adalah sekolah. Makanya Yunho dan Yuuri tidak pernah pulang sekolah terlambat.

Yuuri sadar jika ia terlalu merepotkan Yunho. Tapi apa yang harus diperbuatnya? Ia terlalu takut untuk melakukan apapun seorang diri.

Tiba-tiba suara gebrakan keras di mejanya membuatnya kaget. Yuuri memandang takut beberapa yeoja teman sekelasnya yang menatapnya garang. Ia tahu semua orang di kelas ini tidak ada yang menyukainya, kecuali Ang Hyeon, satu-satunya temannya. Tapi saat ini Ang Hyeon tidak masuk, jadi tidak ada yang bisa melindunginya.

Yuuri menundukkan wajah, tidak berani memandang mereka. Ia tidak tahu kali ini apa lagi yang ingin mereka katakan pada dirinya. Tapi Yuuri tahu itu bukan sesuatu yang bagus.

“Kau ini memang gadis merepotkan ya? Apa kau sama sekali tidak berpikir kalau kau itu sudah merepotkan Yunho?”

Yuuri mendesah dalam hati. Mereka kan fans Yunho, sudah pasti mereka akan membahas masalah Yunho lagi.

“Tadi Yunho dipanggil oleh ketua tim basket sekolah.”

Yuuri mengernyit. Lalu? Apa hubungannya dengan dirinya?

“Kau tidak mengerti? Bodoh sekali, gadis bisu!”

“Yunho diajak masuk tim inti basket sekolah, dan ia menolak. Kau tahu kan itu semua karena siapa?!”

Hati Yuuri mencelos saat mendengarkan hal itu. Ini semua pasti karena dirinya. Siapa lagi. Yunho pasti menolak ajakan itu karena ia tidak bisa membiarkan Yuuri pulang sendirian, sementara ia harus latihan basket. Jarak dari sekolah ke rumah cukup jauh, dan tidak mungkin Yunho bisa mengantar Yuuri pulang lalu kembali lagi ke sekolah setelahnya. Itu pasti alasan kenapa Yunho menolak.

Yuuri tahu jika Yunho sangat menyukai olahraga itu, dan ia tidak mau jika Yunho berkorban demi dirinya. Ia harus bisa meyakinkan Yunho untuk mau bergabung dalam tim. Yuuri akan mengatakan pada Yunho untuk bersedia menunggunya pulang latihan basket. Tidak apa-apa ia harus lebih lama berada di sekolah, asalkan Yunho bisa lebih bergembira.

“Kelihatannya kau mengerti sekarang ya.”sindir salah satu dari mereka dengan sinis saat membaca raut wajah Yuuri.

“Kalau kau mengerti, lebih baik kau menyingkir dari jalannya Yunho!”

“Aku tidak mengerti kenapa Yunho begitu menyayangi adik angkat yang merepotkan sepertimu!”

“Kau itu cuma anak angkat yang dipungut dari panti asuhan, jadi seharusnya kau mengerti posisimu! Kau tidak pantas berada di sisi Yunho!”

Airmata Yuuri menetes perlahan mendengarnya. Ucapan-ucapan menyakitkan itu tidak pernah bisa dilupakannya seumur hidupnya.

*End of flashback*

 

Mata Lily memanas saat mengingat hal itu. Ia tidak pernah bisa melupakan perasaannya saat itu. Saat orang-orang di sekolah menatapnya seolah-olah ia adalah parasit bagi Yunho. Dan sekarang hal itu terulang kembali. Ia tidak pernah memikirkan bagaimana pandangan orang-orang padanya saat skandalnya dengan selebritis lain menyebar. Karena itu semua tidak benar dan namja-namja itu bukanlah orang yang penting di dalam hidupnya. Tapi Yunho berbeda, sangat berbeda. Dari dulu sampai sekarang Yunho adalah orang yang sangat berarti dalam hidupnya.

Lily memalingkan wajahnya ke jendela mobil. Ia tidak ingin managernya melihat matanya yang sudah mulai berair.

“Kau tidak mau menceritakan padaku apa hubunganmu dengan Yunho?”tanya managernya lembut. Ia bisa melihat dari awal jika Yunho adalah orang yang spesial bagi Lily, walaupun gadis itu tidak mau mengakuinya.

Lily tidak menjawab dan terus menatap keluar jendela. Apa yang harus dilakukannya untuk Yunho?

***

“Hyung! Sampai kapan hyung mau menahan ponselku?!”ucap Yunho kesal pada managernya.

“Sampai aku yakin kau tidak akan menghubungi Lily Jung dan kau tidak kehilangan job-mu lagi!”jawab managernya tajam.

Yunho menatap marah managernya. “Apa kalian benar-benar harus melakukan ini padaku?”ucap Yunho geram.

“Dengar, Yunho, kau pikir dengan bersikap seperti ini skandalmu akan berakhir dan karirmu akan berjalan lancar kembali? Hal ini lebih baik daripada kami menyuruh kalian mengakhiri hubungan kalian!”

Yunho hanya bisa menatap tajam managernya, kemudian berjalan kesal ke kamarnya dan menutup pintu dengan membantingnya.

Manager hyung dan keempat membernya terkejut melihat hal itu. Mereka tidak pernah melihat Yunho sefrustasi itu.

“Sebenarnya bagaimana hubungan mereka sih?”ucap manager hyung bertanya-tanya.

Yoochun menghela napas melihat sikap Yunho akhir-akhir ini. Yunho biasanya selalu bisa menahan emosinya, tidak pernah terang-terangan memperlihatkan kemarahannya. Tapi masalah dengan Lily malah membuat emosinya meledak-ledak. Dari hal itu saja semua bisa melihat jika Lily adalah orang yang sangat penting baginya. Begitu juga Lily, yang terlihat kurang berkonsentrasi saat syuting. Entah kenapa Yoochun yakin Lily juga uring-uringan karena Yunho tidak bisa dihubungi.

Hal ini membuat Yoochun bimbang. Sebenarnya Yoochun masih marah pada Yunho karena sudah merahasiakan kedekatannya dengan Lily. Tapi ia tidak bisa terus-terusan melihat kedua orang yang berarti dalam hidupnya merasa sedih seperti itu.

Yoochun mengetuk pelan kamar Yunho. “Hyung… Tolong buka pintunya.”

Yunho membuka pintu kamar dan disambut dengan senyum kecil Yoochun. “Hyung mau memakai ponselku untuk menelponnya?”

Yoochun menggerutu dalam hati. Sepertinya sifat baik hati Yoochun tidak akan hilang dibawa kemarahannya.

***

 

Lily mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja restoran, merasa tidak sabaran. Orang yang ditunggunya sudah terlambat 30 menit dari waktu janjian mereka. Jika saja kedatangan orang itu tidak penting untuknya, ia tidak akan mau menunggu lagi. Tapi ia teringat kata-kata orang itu yang membuatnya terpaksa harus terus menunggu.

“Karir Jung Yunho ada di tanganmu.”

Lily gemetar mengingat ucapan dingin orang yang tak dikenalnya itu. Ia tidak takut jika orang itu menyakitinya. Tapi mendengar nama Yunho disebut membuatnya sangat takut. Tidak boleh ada seorangpun yang menyakiti Oppa-nya. Tidak boleh ada yang mengganggu karir Oppa-nya. Karir yang sejak kecil sangat diimpikan Oppa-nya itu. Lily akan melakukan apapun untuk melindunginya, melindungi Yunho. Sama dengan hal yang sejak kecil Yunho lakukan untuknya.

Kali ini ia harus ganti melindungi Yunho.

“Lily Jung-ssi?”

Lily tersentak mendengar namanya dipanggil. Ia mengangkat wajahnya dan pandangannya jatuh pada seorang yeoja cantik fashionable yang tidak dikenalnya. Wajah cantik yang terlihat sangat angkuh dan dingin, tapi entah kenapa yeoja itu terlihat tidak asing bagi Lily.

“Nuguseyo?”tanya Lily hati-hati.

“Kau tidak mengenalku?”tanya yeoja itu dengan wajah dingin.

“Joseongieyo. Kurasa kita tidak pernah berte…”

“Kakak ipar macam apa yang tidak kenal adik iparnya.”ucap yeoja itu dengan nada yang lebih dingin dan senyum sinisnya.

“Musunmani….?”Kemudian mata Lily melebar kaget ketika menyadari apa maksud ucapan yeoja itu. Dan wajah yang familiar untuknya itu yang pernah dilihatnya sekali di album foto…

“Kim Jee Won imnida.”

Dan tebakan Lily benar. Dia adik Joo Won.

~TBC~

Tadinya chapter ini udh kujadwalin publish bwd minggu lalu,, tapi ternyata perlu diedit sana-sini. jdnya bru dipublish skrg deh. mian ya kelamaan.

leave ur comment pleaseeee~ ^^

6 thoughts on “When You Come to My Life 11/?”

  1. argh..
    Yuu.. Aku harap tak lama lagi kau bahagia.. Yeah.. Tak lama lg..
    Bahkan Uchun ga tau hubungan lily-yunho..
    Next..

  2. Hadeh lily in hdpny ga prnh bahagia ya? Joo Won mninggal, anakny koma, skandal mulu yg didapet, percintaan pun sptny rumit serumit2ny… N skrg muncul adik iparny, mw diapain lg nih? Lily kedatengan musuh baru.. Aah smoga cpat brlalu..

  3. lily dapet scandal besar dr sebelum2 y n bahkanada yg ngancem karir yunho bakalan ancur ditambah adik y joo woon dateng nemuin dia n kyk y ngak bersahabat gt krn dgn kesinisan,,, mau apa adik y joo woon itu….
    kasian juga ma yunho n terutama ma lily yg dihujat padahal hubungan y ma yunho tu itu oppa y n yunho yg kehilangan job m dongsaeng y pada marah ma dia….
    Lanjut….

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s