Our 1st Day in Jeju

Our 1st Day in Jeju

Author  : Haretami (@HareTa_mi)

Main Casts :

  • Lee Junghee [author as OC ;p]
  • Shim Changmin [TVXQ]

Support Casts :

  • Donghae, Jessica, Sohee [sekilas doank sih]
  • Kyuhyun, Yoona, Gyuri  [ ini juga sekilas .-.]

Genre   : Romance, Marriage Life, comedy (?) [*maybe. *Sedikit kayaknya TT]

Rate       : PG 15+

Length  : 3.2++ words

Disclaimer: cerita ini murni khayalan author tiap malam yang kadang- kadang singgah juga dalam mimpi. Jadi author tuangkan dalam fanfiction biar berasa hidup dan mudah- mudah jadi pengalaman kedepannya😀

a/n : oke, believe or not, ini udah dibuat sejak januari lalu tapi bukan 2013 tapi 2012. buktinya, heum.. banyak yang absurd dan aneh di cerita ini -___- typo di maafkan yaa ya ~~ enjoy reading😀

~~**

Oh his eyes his eyes,

Make the stars look like they’re not shining…

“mmm, oppa handphonemu berbunyi!”

Malam itu junghee duduk di ranjang barunya dengan tubuh yang masih berbalut gaun pernikahan yang belum di lepasnya sedari tadi pagi. Seketik handphone changmin yang terletak di meja di samping ranjang berdering. Changmin yang sedang melakukan aktifitas bersih- bersih badan di dalam kamar mandi pun menyahut.

“ne, tunggu sebentar!” jawab changmin dan berusaha bergegas untuk mandi.

✖✖✖✖✖

15 menit berlalu dan barulah changmin keluar dari dalam kamar mandi. (∫˘´_`˘)∫

“lama sekali,” cibir junghee sembari mengambil handuk karena ia sudah gatal ingin mandi sedari tadi.

“Ya, lebih baik lama asalkan bersih!” jawab changmin mengeringai dantidak lupa mengedipkan sebelah matanya.

“huft, itu handphonemu. Aku tidak tau sms dari siapa!” ujar junghee sambil menunjuk letak handphone changmin, sebelum ia menutup pintu kamar mandi.

Changmin pun berjalan menuju meja kecil tempat handphonenya terletak.

-selamat berbahagia di malam pertamamu

From Kyuhyun, Yoona, & Gyurin (⌒˛⌒ )-

“ah, kyu… ternyata kau!” desis changmin sambil tersenyum.

Ini hari pernikahan mereka. 12 oktober 2012. dengan perbedaan umur yang terkesan  jauh, 20 tahun dan 25 tahun tapi nyatanya umur bukanlah alasan untuk tidak mencintai dan tidak menikah.

Belum lepas senyuman dari bibir namja itu, tenyata junghee sudah selesai mandi dan ia tampak sudah berpakaian di dalam kamar mandi. Changmin mengalihkan pandangan ke arah junghee dan sedikit kecewa tentunya. (˘-˘)ง

Sekarang junghee juga duduk di atas ranjang bersebelahan dengan changmin. Ranjang  yang merupakan hadiah dari sahabat changmin, kyuhyun. Junghee hanya terdiam tidak tau apa yang harus dilakukannya. Changmin pun juga bingung tidak tau bagaimana untuk memulai kehidupan setelah pernikahan.

“hm, mandi dengan air panas sekalipun ternyata tetap dingin setelahnya karena ini sudah malam!” ujar junghee yang merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.

“ah, bilang saja mau di peluk!” balas changmin menggoda dan sangat jauh dari kesan pemalunya seperti biasa. ><

Junghee mendongak melihat changmin dengan sorotan yang tajam.

“kau ini…” belum jadi ia melanjutkan kata- katanya ternyata changmin sudah melingkarkan tangannya di pinggang ramping junghee. Junghee langsung tertegun dan dapat dirasakan kalau tubuhnya sudah mematung.

“sudah hangat belum,”gumam changmin di telinga junghee sambil mempererat pelukannya. Junghee jadi salah tingkah dan tidak tau harus menjawab apa.

“ah, lepaskan” pinta junghee merasa tidak enak. Memang junghee belum pernah berpelukan sebelumnya dengan namja lain yang tidak sedarah dengannya.

“katanya dingin,”

Changmin pun tampak tidak ingin melepaskan pelukannya meskipun junghee sudah berusaha meloloskan tubuhnya sedari tadi.

✖✖✖✖✖

Sinar matahari pagi masuk melalui celah- celah fentilasi di kamar mereka. Junghee terbangun dan ia melihat changmin yang tertidur sangat pulas di sampingnya. dan meskipun tidur seranjang di malam pertama, junghee malah meletakkan bantal guling di tengah- tengahnya sebagai pembatas -__- *err

Junghee memperhatikan wajah changmin dengan seksama. “hm, kalau seperti ini kau kan tampan! Tidak banyak mengomel dan berbicara!” ujar junghee dengan seulas senyum. Pemandangan pagi yang benar- benar membuatnya bersemangat dan ini akan dilihatnya setiap hari, wajah changmin. (ʃƪ´▽`)♥♡

Senyuman di bibir junghee masih mengembang dan tiba- tiba saja changmin terbangun. Junghee langsung salah tingkah karena sepertinya changmin menyadari ada yang memperhatikannya.

“ekhm…” dehem changmin mulai menggoda. “kau memperhatikanku ya?” changmin bangkit duduk dan mendekat ke arah junghee.

“err, ge-er” balas junghee sinis dan senyumnya yang tadi langsung hilang. (¬_¬)

“hm, kenapa salah tingkah seperti itu?” changmin kembali menggoda melihat perubahan ekspresi di wajah junghee yang diartikannya salah tingkah.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya junghee membelokkan arah pembicaraan karena jika tidak dibiarkan maka changmin akan terus saja menggodanya.

“tidak!”

Seketika junghee langsung menoleh memperhatikan changmin lagi, tapi dengan sorotan tajam.

“karena satu ranjang denganku? YA, sama tidurku juga tidak nyenyak!” balas junghee meninggi dengan perasaan yang mulai berapi- rapi meskipun sekarang masih pagi.

Changmin menyeringai. Ia tahu, pasti junghee kesal karena ia menjawab tidak. Lagian, bagaimana tidak, mereka tidur menggunakan pembatas dan itu tentunya sangat tidak wajar untuk orang yang sudah menikah. (╯• ε •╰)

“kau kenapa?” tanya changmin melihat junghee yang tampak terlalu membawa kekesalan itu ke dalam hatinya.

Changmin pun segera berpindah posisi duduk, menjadi di depan junghee. Mereka duduk bersila dan saling berhadapan. Junghee tidak berani melihat changmin karena wajah bersinarnya menyilaukan mata junghee. Sedangkan changmin sudah seperti orang gila karena tersenyum sedari tadi melihat wajah junghee -__-

Changmin memegang kedua bahu junghee dan seketika istrinya itu langsung tertegun. Apa yang akan terjadi? *plaak, jangan mikir yang aneh dulunya. Author ga bakalan buat NC karena author sendiri di bawah umur dan tidak tau juga ff NC itu seperti apa? Errr* (╯︵╰,)

Raut kecemasan tampak jelas di muka junghee dan changmin  tersenyum  bertambah gila.

“di jeju ada resort perusahaan Dong In.  disana juga ada kuda dan kita bisa menaikinya!” ujar changmin tiba- tiba dan junghee pun merasakan lega dalam hatinya. Iya, pikir changmin akan… *hushhh, Do not NeThink ^^v*

“naik kuda?”

“ne,” jawab changmin mantap.

“tapi aku tidak bisa naik kuda!” ujar junghee apa adanya.

“Ya, kalau pun kau bisa menunggangi kuda aku tidak akan membiarkanmu naik sendirian!” ujar changmin dan junghee yang masih muda untuk menikah itu hanya berkerut tidak mengerti. Changmin yang mengetahui kepolosan junghee hanya bisa mengacak rambut istrinya pelan.

“ya, tentu saja kita akan menunggangi kuda berdua.” Jelas changmin lagi dan junghee langsung mengangguk- ngangguk paham.

✖✖✖✖✖

Pukul tujuh pagi mereka sudah meninggalkan seoul untuk segera berangkat ke jeju. Sekitar beberapa jam menaiki pesawat barulah bisa sampai di pulai jeju yang sangat terkenal itu.

Tanpa terasa pesawat akan landing beberapa menit lagi dan junghee masih tertidur. Bahkan ia tertidur sejak naik pesawat tadi. Changmin? Yah, seperti yang sebelum-se belumnya, senyum tergila- gila melihat wajah junghee, wajah istrinya! ง^•^ง

Penumpang pesawat lainnya sudah mulai berdiri untuk turun. Sedangkan changmin sibuk membangunkan junghee yang sudah berbaur dengan mimpinya. Entah apa yang sedang ia mimpikan sehingga membuat changmin kesulitan untuk membangunkannya, tapi changmin dengan yakinnya kalau junghee pasti sedang memimpikan dirinya -__-

Sampai penumpang yang lainnya tampak sudah turun semua, junghee masih tidur! Seorang pramugari pun menghampiri changmin.

“maaf tuan, anda tidak turun!” tanya pramugari itu sebelum ia tepat datang di bangku changmin. Ia berjalan dan akhirnya hanya mengangguk mengerti.

‘oh, ternyata istrinya belum bangun! Ah, sepertinya mereka pasangan muda yang akan honeymoon ke jeju’ pikir pramugari itu.

“emm,” pramugari itu sesekali tersenyum karena changmin sampai kehabisan akal untuk membangunkan junghee sehingga mengacak- ngacak rambutnya sendiri.

“hm, tuan di gendong saja istrinya!” saran si pramugari yang terdengar sedikit mencampuri. Tapi, changmin langsung menangguk dan berbinar.

“oh, arra. Kalau begitu bisa tolong bawakan tas ini?” pinta changmin menunjuk tas selempang junghee.

“tentu”

✖✖✖✖✖

Changmin terbangun dan langsung melirik jam tangannya. “ah, sudah pukul 4” gumamnya yang merasa sudah lama tidur. Ia pun beralih ke arah orang yang tidur di sampingnya, junghee.

Changmin membalikkan tubuhnya agar bisa melihat junghee yang sedang tidur menghadap ke arahnya. Mereka tidur di kamar hotel di jeju yang juga tidak jauh dari sebuah Ranch yang juga dijadikan untuk pariwisatamenunggangi kuda.

Lagi- lagi changmin tersenyum overdosis karena wajah junghee yang tidak pernah tidak polos ketika tidur. Dan kepolosan wajah junghee itu lah yang membuat changmin merasa bahagia ketika melihatnya.

Changmin terus memperhatikan junghee yang sudah tidur sedari tadi. Sejak mereka di atas pesawat tadi dan sampai sekarang, sudah pukul 4 sore junghee masih saja berbaur dengan mimpinya. Dan changmin tentunya bertambah ge-er karena junghee yang betah berlama- lama tidur karena memimpikan dirinya. -__

Seperti  tidur mereka tadi malam, changmin tetap meletakkan bantal guling sebagai pembatas diantara mereka karena ia takut junghee akan marah nantinya. Changmin mengusap kening junghee kemudian mengecupnya pelan. Kemudian ia beralih menggemgang tangan junghee yang memakai cincin pernikahan mereka di jari manisnya. Changmin memperhatikan cincin yang melekat di tangan junghee.

“hm, sangat indah di jarinya. Begitu juga di jariku!” gumam changmin sambil melihat cincin yang juga ia pakai di jari manisnya.

Sontak junghee terbangun dan changmin dengan kikuk melepaskan pegangannya. Junghee membulalakkan mata karena ia yakin changmin sudah memandanginya sedari tadi. Ia merasa panas dengan situasi seperti ini.

“apa yang kau lakukan?” tanya junghee kasar dan benar- benar tidak wajar sebagai orang yang sudah menikah -__- *author angkat tangan ;p\-_-/

“melihatmu tidur” jawab changmin tiba- tiba dan tampak begitu polos. Dan Junghee hanyamemerah padam. #hah, sumpah author tersipo lo😮 dengan penuturan suami sendiri(?) err. *minta di bakar!

✖✖✖✖✖

Setelah bersiap- siap untuk berjalan- jalan di sekitar pulau jeju, mereka pun keluar dari kamar hotel lengkap dengan mantel. Karena cuaca di luar yang lumayan dingin.

Mereka berjalan- jalan di sekitar resort untuk melihat apakah ada yang menarik. Dan junghee tidak menemukan yang dicarinya.

“mana kuda yang kau maksud?” tanya junghee yang terus menatap setiap sudut tempat di sekitar resort itu.

“disini tentu tidak ada. Ini masih di resort! Kalau begitu kita pergi ke ranch di sebelah sana!” changmin menarik tangan junghee untuk mengikutinya. Junghee dengan penuh semangatpun menurut.

Ternyata ranch yang dimaksud cukup jauh dan sejauh mata memandang junghee dan changmin tidak melihat pemandu wisata mereka. Dan mereka juga lupa bertanya- tanya di lobby hotel tadinya. (⌣́_⌣̀)

“yak, ini sangat jauh oppa!” keluh junghee meresakankelelahannya. Bukannya bersenang- senang di jeju tapi ia malah di ajak berjalan ke tempat yang jauh.

“sebentar lagi, itu disana,” tunjuk changmin ke arah lahan hijau yang sangat luas di depannya.

“itu masih jauh, pabo!” bentak junghee yang merasa kakinya sudah mati rasa tidak sanggup untuk berjalan.

“ah kau ini.  memintaku untuk menggendong tubuhmu kenapa sulit sekali? Selalu saja meminta dengan ucapan perantara dulu -__-“ balas changmin berhasil membuat junghee mendengus kesal.

“ah, siapa juga yang ingin di gendong olehmu. Ini benar- benar jauh pabo!”

“ya, kalau begitu naiklah?” pinta changmin sedikit mengeras sambil menjongkokkan tubuhnya di depan junghee.

Junghee mengilangkan tangannya di dada. “ish…”

Ia mengerucut bibirnya karena sedari awal ia tidak suka di gendong changmin, suaminya sendiri.

“aish, belum naik juga. Mau di gendong bridal style juga?” tanya changmin lagi sambil melihat junghee kebelakang.

“ah, arra, arra” junghee pun segera naik ke punggung changmin dengan perasaan cemas, takut changmin tidak membawanya dengan hati- hati. Changmin pun tersenyum penuh kemenangan. J*hah, moment bikin author tersenyum gila, ga jauh beda sama changmin, kekekeh😀

✖✖✖✖✖

Beberapa menit setelahnya mereka sampai di ranch yang sangat luas dengan suguhan rumput hijau yang sangat menyejukkan mata. Changmin menurunkan junghee dan junghee merasa lega bisa sampai dengan selamat.*hehe

mereka pun menghampiri ajusshi pemilik ranch yang biasa menawarkan jasa naik kuda.

“mau naik kuda tuan?” tanya ajusshi itu.

“tentu”

Ajjushi itu pun menginstruksikan changmin dan junghee untuk ikut dengannya ke tempat kuda- kudanya di parkir, eh maksudnya di ikat. ._.v

“kebetulan ada dua kuda yang tertinggal. Warna putih dan coklat. Sangat cocok untuk anda dan istri anda!” ujar ajusshi itu menerka- nerka kalau junghee dan changmin pasti pasangan baru.

Junghee hanya menunduk tersenyum tidak tau mengapa! -__-

“hm, tapi kami akan menunggangi satu kuda saja. Karena istriku tidak bisa menunggangi kuda sendiri!” tutur changmin dan junghee berusaha tidak memerah karena changmin menyebut ‘kata istrinya’ barusan kepada ajusshi pemilik ranch. *lah, bukannya junghee alias author memang istrinya changmin ya? Hm, jadi malu😀 *;p(ʃ⌣ƪ)

“oh kalau begitu mau pilih kuda yang mana?”

“yang putih saja,” pinta junghee dan changmin tiba- tiba saja melotot tidak setuju.

“yang putih itu untuk cewek! Yang coklat saja ya ajusshi,”

“aish, mana boleh beralasan seperti itu! ajusshi yang putih ya!” junghee berusaha memenuhi keinginannya yang sebenarnya tidak ada hubungannya juga kuda putih atau kuda coklatnya. Karena dua- duanya sama saja dan jenis kelamin kuda itu juga sama! -__-

“yak, coklat saja!” tawar changmin sedikit meninggi tapi junghee tidak mengubrisnya.

“yang putih!”

“coklat!”

“kalau begitu aku naik kuda yang putih kau naik kuda yang coklat!” pada akhirnya junghee pun mencari kata lain yang merupakan bagian dari strateginya. *strategi cewek meluluhkan hati cowok >.<

“ah, jangan sendiri- sendiri!” ujar changmin tidak setuju.

“kenapa? kau takut menunggangi kuda tanpaku?” tanya junghee jail.

“aish, yang tidak bisa naik kuda itu kan kau. Oke, kita naik kuda yang putih berdua!” changmin pun mengalah dan sekarang giliran junghee yang tersenyum penuh kemenangan.

✖✖✖✖✖

Tidak lama setelah mempersiapkan beberapa hal yang di perlukan sebelum menunggangi kuda, junghee dan changmin akhirnya siap dengan kelengkapan mereka. Intruksi singkat dari pemandu kudanya pun sudah mereka dengar.

“kalau begitu kau naik duluan!” ujar changmin berpikir sebaiknya junghee di depan dan ia di belakang menjaganya.

“ah, kau ini dasar penakut!” sindir junghee yang sama sekali tidak tau atau tidak peka dengan changmin. –tujuan changmin menyuruhnya duduk di depan-

“hei, aku ini pria gentle dan paling manly. Bukannya takut duduk di depan tapi aku duduk di belakang karena menjaga agar kau tidak jatuh tahu!” changmin pun kesal lagi karena junghee yang tidak peka sama sekali dengan dirinya, dengan perasaannya.

“oh, begitu!”

Junghee pun naik melalui pedal yang tergantung di punggung kuda dan di bantu dorong oleh changmin. Setelah itu changmin pun naik dan meminta junghee agar ia saja yang memegang tali pengontrol kudanya.

“hm, kita kan hanya berjalan- jalan dengan kuda ini. Tidak lomba lari kuda juga!”

“oh iya,”(•˘▽˘•)

 

✖✖✖✖✖

Mereka pun mengitari ranch yang sangat luas itu. changmin sedari tadi melingkarkan tangannya di pinggang junghee dan junghee memegang tali kuda.

“kau takut jatuh kebelakang ya? Sedari tadi menempel terus?”

Hm, changmin hanya bisa mendengus dengan nafas berat.

“aish, sebenarnya siapa sih yang biasa naik kuda atau tidak? aku ini menjagamu dari belakang. Lagian kau kan tau, dulunya aku satu bulan sekali selalu kesini dan sering berpacu kuda juga dengan kyuhyun!” jelas changmin dan tampak junghee cemberut.

“ah iya, iya! tapi kau selalu kalah kan dengan kyuhyun?” junghee pun teringat kalau iya pernah di ceritakan oleh changmin tentang insiden kalahnya ia oleh kyuhyun dalam menunggangi kuda yang taruhannya changmin harus mengakui kalau kyuhyun lebih baik darinya. Dan itu selalu terjadi setiap bulan karena changmin selalu kalah.(–˛ — º)😮

“aish, kalah sekalipun itu karena kyuhyun curang!” bela changmin tidak terima.

“tapi tetap saja kyuhyun lebih hebat darimu!”

Changmin yang mendengar kalimat itu sangat jengkel dan serasa ingin memukuli junghee dari belakang. Tapi ia teringai ia kalau merekasudah menikah, dan insiden pukul – pukulan  hanya terjadi dulu ketika mereka di bangku sekolahan.

“jadi kau lebih mengagumi kyuhyun dari padaku?” tanya changmin menyelidik.

“jadi kau meragukan cintaku?” junghee balas bertanya dengan cepat ia langsung menutup mulutnya. ‘aish, dia pasti sudah ke-ge-er-an! Aish, kenapa aku menanyakan hal ini kepadanya?’  pikir junghee yang sekarang telah membuat changmin melayang karena kata- kata yang di lontarkan junghee.

“mm, maksudku kyuhyun itu selalu punya cara untuk menjaili siapapun. Termasuk kau dan mungkin yoona, istrinya juga sering kena imbasnya sekarang!” junghee pun berusaha beralih dari topik pembicaraan.

“ah, kau tidak tau ya, kyuhyun hanya menjaili sahabatnya, AKU. seperti masa SMP & SMA dulu. Kalau terhadap orang yang ia sukai ia bisa luluh begitu saja! Ia peka terhadap yoona!” changmin sedikit bernostalgia mengingat masa- masa sekolahnya dulu. Kuda yang mereka tunggangi terus berjalan dengan pelan dan mungkin junghee dan changmin tidak sadar kalau mereka sedang dimana sehingga masih bisa berdebat seperti tadi.

“tapi kenapa kau tidak peka juga olehku?”

Changmin pun diam sejenak. Sepertinya junghee mulai lagi.

“aish, lee jung hee. Hah, ayo berjalan ke arah sana!”

✖✖✖✖✖

“sudah satu jam. Kajja, kita balik!”

“ne,”

Dari kejauhan changmin dan junghee melihat ada beberapa orang yang melambai- lambaikan tangan kepada mereka. Karena masih jauh, jadi wajah orang- orang tersebut masih samar- samar dalam pandangan junghee dan changmin.

Setelah dekat barulah terlihat dengan jelas siapa yang memanggil mereka.

“oppa?”

“hei, sepertinya kalian terlalu sibuk berdua sehingga tidak membaca sms-ku!” ujar donghae yang merupakan kakak kandung junghee. ia menatap kedua yang sekarang sudah salah tingkah dalam posisis masih di atas kuda.

“oh, aku tidak mendengar handphoneku berdering!” ulas junghee beralasan. Changmin juga mengangguk setuju.

“eh, kyu? Kenapa kau juga datang kesini?” tanya changmin yang baru sadar kalau di sekitarnya ada donghae dan keluarganya, jessica lalu anaknya Sohee. Dan kyuhyun yang juga datang bersama yoona dan Gyurin.

“memangnya jeju hanya untuk orang yang baru menikah?” tanya kyuhyun mengeringai ke arah changmin.

“aish,.. “ changmin kembali mendengus.

“oh ya, junghee ya, kau suka dengan kuda putih itu?” jessica, istri donghae menunjuk kuda yang sedang di tunggangi oleh adik iparnya dan suaminya.

“hm, ne. Kudanya sangat penurut dan juga cantik!” komentar junghee sembari mengelus- elus bulu lembut kuda itu.

“kalau begitu, itu hadiah pernikahan dari kami!” jessica merapat ke arah donghae dan soohe, untuk menjelaskan kami-nya siapa.

“hah?” junghee terheran.

“junghee ya, kita turun dulu!” ujar changmin seketika dan ia turun duluan karena ia yang di belakang.

Setelah menginjakkan kakinya di tanah, changmin pun membantu junghee turun.

“kuda ini?” tanya junghee lagi karena aneh saja hadiah pernikahan seekor kuda. Menurutnya tidak wajar. Karena mau di bawa kemana kuda itu? kalau hadiah pemberian kyuhyun masih wajar. Ranjang tempat tidur yang bisa di pergunakan. Tapi kuda ini?

“yah, itu untuk kalian berlibur nanti jika datang lagi ke jeju. Kalian bisa titip kuda ini disini dan akan ada yang merawatnya. Mungkin kalian bisa kesini satu bulan sekali!” jelas jessica dan junghee baru mengangguk paham.

“hm, jeongmal gomawoyo eonni, oppa, sohee ya!” junghee pun membungkukkan setengah badannya dan menampilkan puppy eyes ke arah sohee yang sedang berada dalam gendongan jessica.

“tapi kenapa hanya satu?” tanya junghee tiba- tiba karena ia berpikir, tidak mungkin terus- terus menunggangi kuda bersama changmin. -__-

“Ya, kalian kan hanya berdua!” komentar donghae.

“Yak, justru berdua itu kami harus punya kuda masing- masing!”

Junghee semakin aneh ternyata, tidak sadar kalau kuda itu hadiah dan sudah mumpung juga donghae dan jessica mau memberikan untuknya

“jadi mau satu lagi?”

“tentu,”

“mmm, tunggu beberapa tahun lagi kalau kau sudah melahirkan anak!” balas jessica sedikit tegas dan kyuhyun hanya cekikikan mendengar hal itu.

“punya anak? Melahirkan?” tanya changmin yang sekarang sudah balik lagi ke sifat aslinya. Polos, tidak jauh beda dari istrinya sendiri. Semuanya terdiam menunggu lanjutan perkataan changmin. “ANDHWE.  JUNGHEE TIDAK BOLEH MELAHIRKAN TERLALU CEPAT! KARENA MELAHIRKAN ITU SANGAT MENYAKITKAN. IA TIDAK BOLEH MERASAKAN ITU SEMUDA INI. Junghee ya, kudanya satu saja ya. Nanti kita bergantian memakainya kalau kau tidak mau naik bersamaku !” jelas changmin yang tampak begitu bodoh bagi donghae dan kyuhyun yang sudah punya anak dari pernikahan mereka masing- masing.

Sejenak suasana hening sampaiakhirnya kyuhyun tidak tahan ingin meledakkan tawanya.

“GYAHAHAHA, SHIM CHANG MIN… HAHAHAHA,“

*pasangan polos* -__-

 

✖✖✖✖✖-END-✖✖✖✖✖

 

Gyahahahaha, hayo- hayo gimana? Berhasil bikin iri istri shim changmin yang lainnya kah? Haha, mujur- mujur iya😀

*EH, FEELNYA GA DAPAT TERNYATA u,U*

6 thoughts on “Our 1st Day in Jeju”

  1. ceritanya lumayann.. tapi kalau bisa jangan masukin komentar sama emo2 author di sela2 cerita. itu… lumayan menggangu..
    terus ada beberapa kata yang bisa diganti jadi lebih baik..
    misalnya “pede” = “percaya diri”

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s