Friends and Love

Friends and Love 4ever

Author : Oliv96 (kalau susah panggil oliv saja)

Cast : Kim Myung Soo a.k.a L Infinite

Lee Sung Jong a.k.a Sung Jong Infinite

Kim Jong Woon a.k.a Yesung Super Junior

Han Eun Neul a.k.a Author

Kim Jongjin

Shin Yeonni

Lee Yoorin

Hwang Sunyoung

Rating : PG

Genre : Friendship, Romance, and School Life

Warning : Mungkin bakalan banyak typo

Ps : Langsung saja kecerita, soalnya author tidak pernah cuap-cuap dan tidak mau panjang lebar.

Disclaim : FF ini pernah aku post di wordpress teman aku http://ennys.wordpress.com/2012/12/29/friends-and-love-4ever/ apabila para readers pernah membaca di blog tersebut jangan bingungnya😀

Shin Yeonni seorang yeoja yg bersekolah di Chungdam Senior High School. Mempunyai seorang sahabat semenjak TK yg bernama Han Eun Neul dan Kim Jongjin, ya Kim Jongjin namdongsaeng artis hallayu Korea Kim Jongwoon, alias Yesung Super Junior. Yeonni sering bermain kerumah Jongjin, untuk belajar bersama Eun Neul juga. Mereka bertiga sangat akrab dan saling menyanyangi seperti keluarga. Sampe suatu saat Jongjin ingin menyatakan perasaan ya ke Eun Neul dan meminta bantuan Yeonni.

“Yeonni..”

“Ne?”

“Aku…”

“Aku apa?”

“Aku.. Ingin minta tolong”

“Tolong apa?”

“Kau mau membantu aku?” Dengan wajah berseri-seri

“Ne, asal kau jangan meminta tolong yg aneh-aneh aja”

“Aku ingin menembak Eun Neul”

“Mwo? Kau suka dgn dia? Sejak kapan? Kok bisa?” Yeonni menanyakan banyak pertanyaan dalam satu kalimat

“Bertanya lah satu persatu, aku bingung harus jawab yg mana duluan” protes Jongjin, Yeonni hanya tersenyum mendengar jongjin protes.

“Baiklah, pertanyaan pertama kau suka dengan dia?” Jongjin hanya mengangguk.
“Pertanyaan kedua sejak kapan?”

“Sejak kita third junior high school”

“Mwo? 3thn?” Jongjin hanya mengangguk lagi
“Daebak” sambil menganjungkan jempol
“Pertanyaan ketiga kok bisa?”

“Aku juga kurang tahu kenapa aku suka dengan dia, soal ya kan dia tidak seperti kau yg feminim sedangkan dia tomboy. Ternyata dari sifat tomboy ya itulah aku suka dengan dia”

“Sifat tomboy Eun Neul bisa membuat Jongjin jatuh cinta ternyata” sambil menggoda Jongjin

“Jadi kau mau membantu aku?”

“Aku akan bantu, tapi aku dag janji bisa membuat klian bersama”

“Itu sih dag masalah, klo mmg dia ya tidak mau. Aku akan mencoba menjadikan dia yeodongsaeng aku”

Yeonni yg melihat tekad Jongjin yg besar pun akan berusaha membuat kedua sahabat ya itu bersatu.

‘Aku akan berjuang membantu klian bersatu Jongjin’ batin Yeonni

“Kau juga berjuang dong mempertahankan perasaanmu ke hyung”

“Ne?”

“Jgn pura-pura tidak tahu, kau suka dgn Yesung hyung kan?”

“Siapa yang bilang?”

“Kedua matamu”

“Ne? Kedua mataku”

“Ne. Kedua matamu melihat Yesung hyung bukan sebagai oppa, tapi sebagai namjachingu”

“Kau jangan asal bicara Jongjin” sambil tersenyum canggung

“Aku tidak asal bicara”

“Aku tidak mungkin bisa bersanding dengan hyungmu yg notabene seorang artis Hallayu Korea Yesung Super Junior”

“Siapa bilang tidak mungkin”

“Wae?”

“Soalnya kau pantas dengan Yesung hyung”
‘Soalnya hyung juga suka dengan kau, dan aku tidak boleh memberitahumu. Biarkan hyung yang akan memberitahumu, aku sudah berjanji dengan hyung tidak memberitahumu’ batin Jongjin.

“Alasan macam apa itu”

“Hahaha, alasan yg sebenarnya belum bisa aku kasih tau. Entar alasan sebenarnya kau juga akan tahu sendiri” sambil tersenyum

“Kau membuat aku penasaran” Yeonni cemberut

Jongjin yg sejak kecil sudah terbiasa mengacak rambut Yeonni menganggap itu biasa, tapi tidak bagi Yesung yang mengaggap itu di luar batas saat mereka di cafe Yesung. Semenjak Yesung suka dengan Yeonni, Yesung sering cemburu dengan kedekatan sang adik dengan Yeonni. Kecemberuan tersebut hanya dia lampiaskan pada adiknya. Ya, Yesung sering mengeluarkan unek-unek tidak kesukaan ya sikap Jongjin ke Yeonni kepada orangnya langsung, tetapi dengan menggunakan perumpamaan. Apa karena otak sang adik sangat cerdas atau memang tahu gerak-gerik sang kakak, Jongjin langsung tahu maksud pembicaraan Yesung dan Jongjin selalu menjahili Yesung dengan kata ‘Cemburu’.

,,,

Malam harinya Yesung menghampiri kamar Jongjin dan melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan unek-unek kepada sang adik dengan perumpamaan dan sang adik dapat menebak lagi.

“Hyung, melihat aku mengacak rambut Yeonni tadi?”

“Ani”

“Terus kenapa hyung kesini dan mengeluarkan unek-unek hyung lagi? Hyung cemburu aku mengacak rambut Yeonni?”

“Ani, hyung tidak cemburu kok”

“Terus? Iri? Envy? Atau yang lain?”

“Yak, aku ini hyungmu kenapa jadi kau yang seperti hyung?”

“Hyung sendiri yg membuat diri hyung sebagai saeng”

“Mwo? Neo jincha” Yesung semakin naek darah oleh Jongjin

Sexy, Free & Single ije junbineun walyo
Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Eun Neul Calling

‘Telepon dari Eun neul, ada apa ya dia telepon aku?’ Batin Jongjin

“Yoboseo? Wae Eun Neul?”
“…” Wajah Jongjin yg berseri langsung berubah pucat
“Mwo? Yeonni kecelakaan? Dimana dia sekarang?”
“…”
“Ne, aku segera kesana” Jongjin pun mengakhiri pembicaraan.

“Wae Jongjin? Yeonni gwenchana?”

“Yeonni masuk rumah sakit hyung, dia kecelakaan saat pulang dari supermarket”

“Mwo? Di rumah sakit mana”

“Di Seoul Hospital”

“Palli kita kesana” Jongjin hanya mengangguk.

Yesung yg sigap langsung ke kamarnya mengambil kunci mobil dan mantel karena sudah menjelang musin dingin, Jongjin pun menyusul Yesung setelah mengambil mantel ya juga. Untung saja Super Junior tidak ada jadwal, sehingga besok mereka dapat libur dan Yesung bisa pulang ke apartemennya yang ditinggal bersama Jongjin. Kini mereka telah sampai di Seoul Hospital dan segara menuju ke kamar yg telah diberitahu oleh suster disana.

“Eun Neul” panggil Jongjin

“Jongjin” Eun Neul langsung memeluk Jongjin saat Jongjin memanggil nama ya(maunya author itu)

“Uljima, bagaimana keadaan Yeonni?”

“Dokter masih menangani ya” jawab Eun Neul yg mulai tenang, Yesung melihat adiknya menenangkan Eun Neul hanya tersenyum.
‘Jongjin sudah dewasa ternyata, dia dapat membuat yeoja yg dia suka tenang disaat seperti ini. Yeonni semoga kau tidak apa-apa’ batin Yesung

“Uljima, Yeonni pasti tidak apa-apa”

“Aku takut, dia satu-satu ya keluarga aku selain kau dan Yesung oppa”

“Ne, arraso. Yeoja yg selama ini terkenal tomboy bisa menangis juga ya” canda Jongjin untuk menghibur Eun Neul

“Yak, walaupun aku tomboy aku tetap lah yeoja yg bisa menangis juga” Eun Neul tersenyum sambil memukul dada Jongjin pelan, canda Jongjin berhasil membuat Eun Neul tersenyum.

“Gitu dong tersenyum, jgn menangis terus. Yeonni pasti tidak apa-apa”

“Klian berdua jangan bermesraan begitu, masih ada aku disini” protes Yesung dengan santai

“Hyung, mau aku peluk juga? Sini aku peluk hyung sebagai saeng yang baik” Jongjin mencoba menggoda Yesung

“Kau peluk saja Eun Neul dia lebih lemah daripada aku” elak Jongjin, Eun Neul yg melihat adengan kakak adik tersebut hanya tersenyum.
‘Seandainya Jongjin memeluk aku tadi karena dia memiliki perasaan dengan aku’ harap Eun Neul

“Keluarga Nona Yeonni siapa ya?” Mereka bertiga langsung berdiri mendengar Dokter yang menangani Yeonni keluar.

“Kami bertiga dok”

“Nona Yeonni baik-baik saja, hanya saja dia mengalami cedera pada kakinya. Dia akan pulih dalam dua sampai tiga bulan” Dokter menjelaskan

“Ne, gamsahamida”

“Ne”

“berarti kita harus ekstra menjaganya”

“Yeonni kau menyusahkan” protes Jongjin

“Hahaha, bersabar lah” Eun Neul mencoba memberikan semangat kepada Jongjin
‘Dia memang ceroboh, dari dulu tidak pernah berubah’ batin Yesung

“Hyung, apa yang kau pikirkan?”

“Ani”

“Jincha?” Yesung hanya mengangguk.
‘Hyung kau tidak bisa membohongi aku, aku tahu apa yg kau pikirkan dilihat dari ekspresimu’ batin Jongjin

Mereka telah di kamar Yeonni setelah Yeonni dipindahkan dari Kamar ICU karena cedera kakinya yang membuat Yeonni pingsan. Saat mereka sedang asyik mengobrol, mereka tidak sadar bahwa Yeonni telah sadar dari pingsannya.

“Klian menganggu tidurku” Yeonni angkat bicara setelah sadar sepenuhnya, Yesung yg merasa mendengar suara Yeonni pun melihat ke ranjangnya.

“Yak, Yeonni sudah sadar” Mereka langsung ke tempat Yeonni.

“Yeonni kau sudah sadar?” Tanya Eun Neul

“Menurut klian?”

“Blum” canda Jongjin

“Kau ini dimana aja selalu buat lelucon”

“Benar, Yeonni lagi sakit pun kau masih bisa buat lelucon” Mereka ketawa bersama.

^^

Keesokan harinya

“Kaki ku yang malang” kata Yeonni saat dapat duduk

“Siapa suruh kau ceroboh tidak lihat jalan” Eun Neul mulai berceramah

“Eun Neul-ah kau sudah seperti eommaku tahu, saat aku seperti ini pasti selalu ceramah” sambil mengingat dulu kecil

“Mungkin karena aku dirawat sama eommamu sejak kecil, jadi mengikut kebiasaan dia”

“Sebenarnya anak ya itu aku atau kau? Yg menuruni sifat ya malah kau, bukan aku”

“Molla, yang penting eommamu sudah seperti eommaku sendiri” Mereka pun tertawa lepas.

“Apa yang klian bicarakan? Sepertinya seru”

“Rahasia yeoja, namja tidak boleh tahu” Eun Neul dan Yeonni tertawa melihat Jongjin cemberut

“Jongjin, wajahmu tidak cocok dengan tampang cemberut itu”

“Jincha?” Eun Neul dan Yeonni mengangguk serempak.
“Klian ini telah berkerjasama untuk melawan aku, nanti aku bawa hyung biar kita seimbang” Mereka akhirnya tertawa.

“Jongjin Eun Neul, sini”

“Wae?” Jongjin dan Eun Neul kompak menjawab

“Wah, kompak sekali menjawab ya” sambil tertawa

“Ada apa Yeonni?” Tanya Eun Neul

“Ada yang ingin aku bicarakan ke klian berdua”

“Mworago?”

“Aku ingin mengakhiri semua sandiwara”

“Sandiwara apa?” Tanya Jongjin, Eun Neul mulai takut arah bicara Yeonni

“Jongjin kau jangan pura-pura tidak tahu”

“Ne?” Jongjin mulai menyadari arah bicara Yeonni

“Klian berdua cepat lah bersatu, aku sudah bosen tau mendengarkan curhatan klian. Kuping aku sampai panas mendengar curhatan klian yg selalu membawa salah satu nama dari klian. Jongjin membicarakan Eun Neul, begitu juga sebaliknya Eun Neul membicarakan soal Jongjin”

Flashback

“Yeonni, kau sibuk tidak?” Tanya Eun Neul saat mereka sedang di apartemen dan Yeonni sedang membaca novel

“Ani, wae?” Masih dengan fokus ke novelnya

“Aku ingin curhat”

“Ne, silakan” langsung fokus ke Eun Neul

“Aku lagi suka dengan seseorang”

“Nugu?”

“Emh..” Eun Neul tampak berpikir memberitahukan kepada Yeonni atau tidak

“Klau kau blum bisa kasih tau ke aku tidak apa-apa kok, toh aku juga sudah tau”

“Ka..kau sudah tau?” Yeonni hanya mengangguk
“Jincha?” Yeonni mengangguk lagi
‘Yeonni tau aku suka siapa? Darimana dia tahu?’

“Kau jangan bingung darimana aku tahu, aku kan lahir duluan sebelum klian jadi aku tahu apa yg terjadi dengan kalian” Yeonni lahir dibulan April, Eun Neul dibulan Oktober dan Jongjin dibulan September.

“Kau memang selalu tau apa yg terjadi diantara aku dan Jongjin, eonni”

“Jangan memanggil aku dengan sebutan itu, kita seumuran” protes Yeonni, Eun neul hanya tersenyum

Flashback end

“Sekarang klian bicarakan lah perasaan klian masing-masing diluar, aku mau istirahat”
“Jongjin, panggilkan hyungmu ya. Dia dag ada jadwal kan hari ini?”

“Kata kau mau istirahat tadi?”

“Istirahat belum tentu aku bisa tidurkan? Cepat panggilkan dia”

“Ne, untung kau membantuku. Kalau tidak aku tidak mau memanggilkan dia” Yeonni hanya tersenyum mendengar Jongjin protes

Diluar kamar Yeonni, Jongjin menelepon Yesung untuk menemani Yeonni.

“Yobosseo, hyung palli ke sini”

“…”

“Yeonni minta hyung temenin”

“…”

“Ne, palli” Sambungan terputus
‘Selamat berjuang hyung’ batin Jongjin
“Eun Neul kemana? Kok menghilang orangnya?” Jongjin mencari-cari Eun Neul hingga ke taman rumah sakit
“Eun Neul”
“Ne?”

“Jangan dipikirkan perkataan Yeonni tadi” Jongjin mencoba untuk menetralisir keadaan

“Tapi kenapa dia bicara seperti tadi? Apa maksudnya?”

“Kau tahu kan dia yang lebih tau daripada kita, dia memiliki jiwa seorang ibu yang dapat menebak apa yang terjadi dengan anak-anaknya”

“Maksud kau?”

“Dia tahu kita saling suka, sehingga dia berbicara seperti itu ke kita”

“Ne?”

“Saranghae Eun Neul” sambil memeluk Eun Neul, Eun Neul merasa kaget dengan keberanian Jongjin menyatakan perasaan ya.

“Na..nado saranghae Jongjin” Eun Neul membalas pelukan Jongjin

“Wah, klian telah jujur satu sama lain ya ternyata, aku ketinggalan jejak nih” sambung Yesung dibelakang mereka bersama Yeonni.

“Yak, kata kau mau istirahat tadi?” Protes Eun Neul

“Tadi Jongjin yang protes karena aku suruh dia panggil Yesung oppa, sekarang kau dengan protes yang sama “kata kau mau istirahat tadi”“

“Kompak ya” Yesung ikutan mendukung Yeonni

“Ne”

“Yak klian ini kenapa jadi saling mendukung sih” Orang yang dibicarakan hanya tersenyum.

Flashback

Yesung menelepon Yeonni untuk ketemuan.

“Yobosseo” Yeonni mengangkat telepon dari Yesung

“Yeonni”

“Wae oppa?”

“Bisa ketemuan tidak?”

“Dimana?”

“Di cafe aku aja, lebih nyaman ngomong ya”

“Ne”

“Ah, Yeonni langsung ke ruangan aku aja ya”

“Ok oppa”

“Anneyong”

“Anneyong oppa”

,,,

Diruangan Yesung , Tok tok tok

“Ne”

“Oppa, waegeure?”

“Oppa ingin bicara tentang..”

“Ne?”

“Saranghae Yeonni”

“Oppa..”

“Mian, oppa hanya keceplosan” sambil tersenyum canggung

“Yak, oppa aku blum lagi menjawab apa-apa”

“Ne?”

“Nado saranghae oppa”

“Jincha?”

“Ani” sambil tertawa, mereka sama-sama tertawa.

Flashback end

“Setelah itu terjadi lah kecelakaan kecil ini, yang mengakibatkan kaki malang ku ini di Gips”

“Hyung kau membuat sahabat aku kecelakan”

“Mian Jongjin, aku juga dag tau bakalan terjadi seperti ini. Aku tahu dia ceroboh, tapi aku tidak tahu dia seceroboh ini”

“Dia mmg seperti itu oppa” Yeonni hanya cemburut mendengar perkataan sahabat ya.
“Sekarang cerita ya klian sudah?” Tanya Jongjin sambil melihat Yesung dan Yeonni bergantian.

“Ne, Kim Jongjin” jawab Yesung

“Kami yang ketinggalan jejak hyung” Yesung dan Yeonni pun tertawa, Eun Neul juga ikut-ikutan tertawa.
“Eun Neul, kenapa kau juga ikut-ikutan tertawa juga?” Eun Neul tetap tertawa, akhirnya Jongjin pun cemberut melihat yeoja ya tertawa terus.

Yeonni yg melihat Jongjin cemberut, langsung menyenggol sikut Eun Neul.

“Eun neul” bisik Yeonni sambil menunjuk Jongjin

Eun Neul yang mengerti maksud Yeonni pun segara mencium pipi Jongjin, Jongjin yang merasa kaget pun langsung melihat ke arah Eun Neul yang sedang melihat ke arah anak-anak yang sedang masa perawatan di rumah sakit tersebut. Yesung dan Yeonni yang menyadari keadaan pun segara pergi jalan-jalan keliling daerah rumah sakit dan ke atap rumah sakit yang menyediakan tempat untuk bersantai.

“Aku tidak sangka hubungan kita berempat bisa seperti ini, serasa seperti mimpi” Yesung angkat bicara

“Aku juga oppa, serasa seperti mimpi bisa menjadi yeojachingu seorang Artis Hallayu Korea Super Junior” Yesung yang mendengar hanya tersenyum sambil mengacak rambut Yeonni.

“Dasar kakak beradik”

“Mwo?”

“Oppa dan Jongjin sangat senang mengacak rambut aku”

“Itulah kami kakak beradik yg memiliki sedikit kesamaan”

“Apa ya sedikit? Banyak tahu”

“Jincha?”

“Mollayo”

“Nae Yeonni ngambek” sambung Yesung saat melihat raut wajahnya semakin berubah
“jangan ngambek dong oppa kan hanya bercanda”

“Molla”

“Yak, hyung apa yang kau lakukan dengan nae Yeonni?”

“Nae Yeonni?” Tanya Yesung dan Eun Neul kompak

“Klian kompak amet bertanya, sedangkan yang bersangkut santai aja”

“Yak, kau mau mati Jongjin?” Ancam Yesung

“Aku msih mau hidup, menikah dengan Eun Neul, mempunyai dan membesarkan anak aku bersama Eun Neul” jawab Jongjin dengan mantap

“Wow, so sweet” Yeonni menanggapi perkataan Jongjin

“Jincha? Gomawo Yeonni” Jongjin mengacak rambut Yeonni

“Yak, klian berdua sama aja” suara Yeonni mulai bernada tinggi

“Eun Neul bawa aku ke kamar, dan jgn biarkan mereka masuk saat aku dikamar nanti” perintah Yeonni
‘Oppa, otokhe?’ sambil melihat ke Jongjin
‘Bawa saja dia ke kamar’ Jongjin menjawab dengan tatapannya

“Ne” jawab Eun Neul akhirnya, Yeonni segera dibawa oleh Eun Neul ke kamarnya untuk menenangkan diri.

“Jongjin, kenapa dia jadi emosi begitu?” Tanya Yesung

“Dia lagi kedatangan tamu bulanan dia hyung” jawab Jongjin dengan santai

“Mwo? Tamu bulanan?” Yesung yang mendengarnya shock

“Ne, menstruasi” msih dengan santai

“Mwo? Dari mana kau tahu?” Tambah shock

“Aku sudah kenal dengan dia dari kecil, dan aku tahu semua tentang dia”

“Mwo?”

“Tenang aja hyung, yg lebih pribadi lagi aku tidak tahu. Soal menstruasi ini aku tidak sengaja menenukan dan melihat catatannya, sehingga aku menjadi tahu” msih dengan gaya yang santai

“Tidak hyung kira, saeng hyung begini” sambil geleng-geleng kepalay

Di kamar rawat Yeonni

“Yeonni, gwenchana?”

“Gwenchana”

“Tapi kenapa kau dari tadi emosian sekali?”

“Biasa tamu bulanan”

“Pantesan..”

“Ne?”

“Pantesan Jongjin menyuruh aku mengantar kau ke kamar, ternyata dia tahu”

“Mwo?”

“Dia menyuruh aku, saat kau suruh aku membawa kau ke kamar”

“Pantesan dia tersenyum seperti tadi. Tapi mian, dia tidak sengaja menemukan dan melihat catatan aku”

“Gwenchana, kau tahu sendiri kan dia bagaimana? Pegen tahu apapun yang dia temukan”

“Benar sekali itu”

“Jadi wajar aja dia sekarang tau” Yeonni hanya mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh Eun Neul.

“Eun Neul, sekali lagi mianhe”

“Untuk?”

“Soal yang Jongjin tau tamu bulanan aku”

“Gwenchana, dia kan memang seperti itu. Dia aja tahu kapan aku kedatangan tamu bulanan”

“Mwo? Dia tau juga kau kapan”

“Ne, jadi aku dag mungkin terkejut dia tahu kau kapan”

“Jongjin, jincha”
‘Tidak aku kira dia juga tau kapan Eun Neul kedatangan tamu bulanan, dasar tangan gatal apapun ingin dia ketahui’ batin yeonni

“Aku keluar dulu ya cari makan, kau istirahat lah biar cepat masuk, songsaenim pada cari kau. Mereka bertanya ‘kemana murid kesayangan saya?’ Aku mendengarnya sangat geli tau”
‘Ah, jincha. Pasti L oppa yang paling mendominasi’

“Hahahahaha, pasti L songsaenim yang lebih mendominasi?”

“Ne”
‘Benarkan tebakan aku, dari semua songsaenim hanya L oppa lah yang paling perhatian dengan aku’ batin Yeonni

(Sebelum dilanjut, aku ingin jelasin sesuatu.
Jadi dalam cerita ini aku memasukan Kim Myung Soo Infinite dan Lee Sung Jong Infinite, dalam cerita ini mereka berdua berperan sebagai Myung Soo sepupu Yeonni dari namdongsaeng ibunya dan Sung Jong yeodongsaeng dari ayahnya. Myung soo menjadi salah satu songsaenim di Chungdam High School untuk mengawasi Yeonni selama dia ada di Seoul meninggal kampung halamannya di Busan (hahaha, dapat ide darimana pula kampung halaman Eonni di Busan. Mian eonni) dan Sung Jong kebetulan berkuliah di Chungdam University membantu Myung Soo mengawasi Yeonni saat di luar.
Nama panggilan Myung Soo sehari-hari adalah L, sehingga lebih terkenal L dari pada Myung Soo. Sehingga Eun Neul hanya tau nama Myng soo bukan L dan Eun Neul sudah kenal dengan Sung Jong karena Sung Jong tinggal di sebelah apartemen Yeonni dan Yeonni memperkenalkan mereka.)

“Yeonni sekarang aku sudah tau kenapa L songsaenim sangat perhatian dengan kau”
‘Mwo? Eun Neul tau?’ Batin Yeonni
“L songsaenim itu Myung Soo oppa kan? Sepupumu yang ada di Seoul?”

“Omo? Kau tau darimana?”

“Dari Myung Soo oppa langsung”

“Mwo?”

Flashback

“Eun Neul, nanti saat istirahat keruangan saya”

“Ne songsaenim”
‘Kenapa songsaenim memanggil aku? Aku salah apa?’ Beribu pertanyaan muncul di kepala Eun Neul

Saat Istirahat, Tok tok tok

“Ne”

“Songsaenim”

“Masuk Eun Neul” Eun Neul masuk setelah di perbolehkan masuk

“Kenapa songsaenim memanggil saya? Saya ada salah apa?”

“Tenang, kamu tidak ada salah”

“Lalu kenapa saya di panggil?”

“Saya hanya ingin bertanya bagaimana keadaan Yeonni, apakah dia sudah baikan?”

“Ani songsaenim, dia belum terlalu pulih”

“Anak itu memang selalu ceroboh”
‘Kenapa songsaenim tanya seperti itu? Klo perhatian ini sudah terlalu dan songsaenim tahu dia ceroboh?’

“Ne?”

“Yeonni tidak cerita dengan kamu kalau saya sepupu dia?”

“Mwo? Sepupu Yeonni? Myung Soo oppa?” L hanya mengangguk

“Dia ada cerita soal sepupu dia yang tinggal di Seoul, tapi dia hanya memberi tahu namanya Myung Soo oppa bukan L oppa”

“Ah, anak itu”

Flashback end

“Begitulah ceritanya”

“Aish, oppa ini”

“Ternyata sepupumu ada dua orang di Seoul. Aku pikir hanya Sung Jong oppa aja” Yeonni hanya tersenyum.
‘Ah, L oppa kenapa buka jati diri dia sih. Klo begini bisa gawat satu sekolah bakalan minta informasi tentang diri L oppa dari aku’ batin Yeonni

(Ketinggalan informasi, L oppa tinggal di gedung apartemen yang sama tetapi beda satu lantai diatas Sungjong dan Yeonni.)

“Ah, satu pertanyaan lagi. L oppa tinggal satu lantai diatas kita dan Sungjong oppa?” Yeonni hanya menjawab dengan mengangguk.

^^

One weeks later

“Saeng, sudah sembuh?” Tanya Sungjong saat berkunjung ke apartement sepupunya

“Sudah dong oppa, aku akan kuat”

“Kuat klo ceroboh apa gunanya”

“L hyung” panggil Sungjong

“Arrayo, untung oppa yang menjaga aku selama ini, klo idak sudah aku pukul sampe merah oppa” protes Yeonni sambil mencibir
‘Untung oppa yang menjaga aku selama ini’

L hanya mengacak rambut Yeonni dan Yesung yang saat itu disana bersama mereka merasakan hatinya panas.

“Oppa, aku sudah bilang jangan mengacak rambut aku lagi” protes Yeonni, L semakin mengacak rambut Yeonni karena Yeonni protes.
“L oppa kok aku merasa hawa disini panasnya?”

“Jincha?” Tanya L “ne, hawanya mulai panas” sambung L saat tau Yesung mulai memendam rasa cemburu

“Aku juga merasakannya, Sungjong hyung merasakan tidak?” Jongjin juga ikutan dan mencoba menanyakan kepada Sungjong

Karena Sungjong juga sudah melihat Yesung, Sungjong hanya mengangguk menyetujui perkataan Jongjin.

“Kajja hyung kita keluar cari udara yang dingin” Jongjin mengajak L dan Sungjong keluar sambil merangkul tangannya dibahu Eun Neul (maunya author itu)

Mereka pun keluar, diapartemen hanya ada Yesung yang memendam rasa cemburu dan Yeonni yang merasa hawa mulai panas.

“Oppa, gwenchana?”

“Ne, gwenchana”
‘Ah, ternyata hawa panas ya dari oppa. Yesung oppa cemburu’ batin Yeonni

Tanpa sepengetahuan Yesung, Yeonni sms L untuk membantunya membuat Yesung tambah cemburu.

To : L oppa
From : Yeonni
Oppa mau bantu tidak?

To : Yeonni
From : L oppa
Bantu apa? Bikin Yesung hyung tambah cemburu? Andwe, oppa dag mau

To : L oppa
From : Yeonni
Aigo, aku belum ke intinya aja oppa lah tahu. Bagaimana aku nak minta bantuan, sudah ditolak duluan. ;(

To : Yeonni
From : L oppa
Aku sudah menjagamu dari kamu bayi, dag mungkin aku tidak tahu maksud kamu.

To : L oppa
From : Yeonni
Ne, oppa daebak.

Disaat yang bersamaan Yesung daritadi dibelakang Yeonni melihat apa yang dia lakukan. Yesung langsung back hug Yeonni saat Yeonni sudah meletakan smarthphonenya ke meja makan.

“Ahh, oppa wae geure? Kau mengejutkan aku”

“Apa yang kau rencanakan dengan L?”

“Ani”

“Jincha?”

“Ne, L oppa tidak mau membantu aku. Jadi apa yang aku rencanakan telah gagal”

“L memang sangat mendukung aku” Yesung merasa bangga

Yeonni hanya bisa cemberut menerima perkataan Yesung.

‘Dasar oppa yang tidak mendukung saengnya’

^^

Empat tahun kemudian

“Chukae Eun Neul” Yeonni memberi selamat kepada Eun Neul yang telah menyelesaikan S1 ya dengan nilai yang sangat bagus

“Gomawo chingu” Yeonni membalas dengan senyuman

“Aku ya tidak diberi selamat?”

“Kau juga Jongjin, chukae”

“Gomawo Yeonni”

“Ne, Jongjin”

“Chukae saeng Eun Neul”

“Gomawo Yesung oppa”

“Gomawo hyung”

Yeonni yang menyelesaikan kuliah hanya dengan waktu tiga setengah tahun, sekarang telah menikah dengan Yesung beberapa bulan yang lalu. Jongjin dan Eun Neul akan menyusul mereka enam bulan lagi, karena Jongjin harus fokus dengan usaha Yesung yang lagi rame dengan pengunjung. Sehingga mereka merencanakan agar pernikahan mereka ditunda sampai enam bulan lagi. Jongjin telah merencanakan akan membeli rumah yang sederhana untuk mereka tinggal saat telah menikah nanti dengan uang yang sengaja di tabung Jongjin dari gaji pemberian Yesung yang telah menjaga Handel n Gretel Cafe. Tidak ada tahu rencananya ini, termasuk orangtua mereka dan Yesung sendiri. Yang Yesung tahu uang yang diberikan kepada Jongjin untuk biaya kuliah dia. Jongjin sengaja membuat dua tabungan, yang satu untuk dia biaya kuliah dia yang diketuhui oleh Yesung dan orangtuanya, yang satu lagi Jongjin membuat secara diam-diam untuk biaya membeli rumah setelah menikah nanti.

^^

Enam bulan kemudian

“Wah, neomu yeppota” puji Yeonni saat bersama Eun Neul di ruang hias pengantin

“Yeonni aku gugup sekali”

“Aku tahu perasaan kau, soalnya aku juga pernah merasakannya”

“Yeonni kau semakin gemuk atau perasaan aku saja”

“Aku memang gemukan karena aku sekarang lagi mengandung dua bulan”

“Jincha? Chukae Yeonni”

“Gomawo”

“Pengantin wanita siap?”

“Siap, appa”

“Kajja”

“Eun Neul hwaiting” Eun Neul hanya mengangguk

Diruang pengantin pria

“Hyung aku gugup sekali”

“Jangan gugup, usahankan kau harus bisa membuat Eun Neul tidak gugup juga”

“Ne hyung”

“Kajja kita ke altar”

Jongjin mendengar perkataan Yesung mencoba tidak gugup dan merasakan acara ini seperti acara wisuda kemaren.

,,,

Pemberkatan diskip

“Jongjin chukae” L dan Sungjong memberi selamat kepada Jongjin

“Hyung, nugu?”

“My yeoja” jawab mereka kompak

“Mwo? Hyung sudah menikah?” Tanya Jongjin kepada dua hyung didepannya ini

“Yeonni, kau tidak memberitahu mereka?” L mewakili Sungjong langsung bertanya kepada Yeonni tanpa memperdulikan pertanyaan Jongjin

“Sudah oppa, mereka aja yang tidak mendengar perkataan aku dengan baik-baik”

“Kalau begitu, chagi perkenalkan dirimu”

“Kau juga chagi”

“Anneyong, jeonun Lee Yoorin immida”

“Jeonun Hwang Sunyoung”

“Manaseo bagapsemida” Yoorin dan Sunyoung kompak

“Chukae buat klian berdua” Sunyoung memberi selamat

“Semoga klian tetap bersama sampai tua”

“Gomawo eonni”

“Gomawo noona”

Yesung memberikan hadiah pernikahan bulan madu ke Jepang, karena Eun Neul saat ingin ke Jepang. Super Junior member memberikan barang-barang yang berhubungan dengan pernikahan mereka. L dan Sungjong memberikan sebuah baju bayi perempuan dan laki-laki. Jongjin dan Eun Neul berangkat ke Jepang pada keesokan harinya.

The end

Para raeders yang mau comment silakan tidak mau juga tidak apa-apa, author tidak akan memaksa. Tapi author tidak terima PLAGIAT…

 

3 thoughts on “Friends and Love”

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s