[JongNa Couple] We’re back!! [Freelance]

Author: Lee Reina

Casts: Sungjong, Myungsoo/L, Sungyeol, Sunggyu, Woohyun, Hoya, Dongwoo

Rate: G

266190_497653220251052_670480277_o

***

Ku intip ke dalam ruang latihan Woolim dan tersenyum melihat Sungjong berlatih tarian terbarunya untuk comeback-nya nanti. Ku langkahkan kakiku masuk dengan senyum lebar. Sedetik kemudian Sungjong berhenti menari dan melihatku dengan tatapan kaget.

“apa yang kau lakukan disini?” aku balas menatapnya lewat kaca dan melambaikan tanganku.

“tentu saja untuk menemuimu. Aku merindukanmu” ucapku dengan senyum lembut dan memandangnya penuh rasa rindu. Ia mendengus kesal dan membalikkan badannya untuk melihatku. Aku menaikkan satu alisku melihat tatapan dinginnya.

“tidak sembarangan orang bisa masuk kemari. Keluar.” Ucapan dinginnya membuatku hanya terdiam dan menatapnya datar.

“aku… tidak mau.” Ku ucapkan pelan jawabanku dan ia hanya tertawa dingin. Sungjong berjalan cepat untuk mengambil barang-barangnya dan menghampiriku. Ia terdiam di sampingku dan melihatku dengan tatapan dinginnya. Sedangkan aku hanya bisa terdiam dan terus menatap ke depan.

“kalau memang kau tidak ingin pergi, aku yang pergi” ia langsung melangkah cepat keluar ruangan setelah selesai dengan ucapannya. Aku hanya bisa melihatnya keluar lewat kaca dihadapanku. Hatiku benar-benar sakit melihat tingkah dinginnya kepadaku. Dengan hati mencelos, ku dudukkan badanku di lantai dan melihat ke arah pintu masuk.

“Kau harus sabar menghadapinya!” ucapku pada diri sendiri sambil merebahkan badanku di lantai. Perjalanan Jepang-Seoul memang lebih singkat, tapi tidak dengan keadaan tidak makan 12 jam, lalu belum tidur semalaman. Baru ku pejamkan mataku sedetik, bisa ku dengar suara pintu ruangan dibuka. Ku lihat lewat kaca Hoya oppa masuk sendirian.

“Ya Tuhan!” teriakan kaget Hoya oppa membuatku tertawa kecil. Ia melihatku yang tiduran di lantai dengan tatapan aneh. Ku dudukkan badanku dan melihatnya dengan senyum lemah.

“apakah itu benar kau Lee Reina?” Ia mendekatiku dengan pelan dan terus memperhatikanku bingung.

“haha tentu saja oppa.” Hoya oppa menghela nafas lega dan duduk dihadapanku. Ia melihatku dengan seksama dan menatapku kaget.

“bagaimana bisa kau ada disini?”

“karena aku menaiki pesawat tujuan Korea Selatan untuk bertemu oppadeul. Apalagi?” ku naikkan bahuku tidak peduli dan menunduk melihat lantai.

“seharusnya kau kan di-“

“aku kabur,” jawabku singkat memotong ucapan Hoya oppa. Ia melebarkan matanya mendengar ucapanku. Ia menarik tas ranselku dan mulai mengeluarkan isinya satu persatu.

“dompet, mp3, ipod, passport, handphone, alat make-up, sabun cuci muka, dan cermin? Hanya ini? Mana kopermu?” aku hanya tertawa lepas mendengar pertanyaannya.

“aku kan kabur oppa, mana mungkin sempat mebawa koper dan lainnya. Aku kabur saat orang tuaku menghadiri rapat kau tahu. Aku menaiki taksi dengan buru-buru. Aku bahkan melewatkan makan siangku dan tidur malamku.” Ku rebahkan lagi badanku dan memejamkan mataku.

“astaga, aku benar-benar mempunyai adik perempuan gila! Cepat bangun! Kita ke asrama. Aku akan minta Sunggyu hyung dan manajer hyung menampungmu.” Aku langsung berdiri melihatnya memasukkan barang-barangku.

“benarkah? Woaah! Hoya oppa hebat! Cepatlah, aku harus mandi!” aku menariknya keluar dari sana dengan cepat.

“Yak! Bawa sendiri tasmu! Jangan suruh aku membawanya. Pelan-pelan jalannya! Lee Reina! Aish!”

***

Ku lihat semua member kecuali Sungjong. Aku mengedarkan pandanganku melihat apartment baru mereka. Tak ku hiraukan berbagai macam tatapan dari oppadeul dan Hyoan oppa.

“woaah, kalian benar-benar mempunyai uang banyak sekarang, lihatlah apartment kalian. Ckck, benar-benar kaya!”

“Lee Reina apakah kau merasa gila? Atau otakmu bergeser?” tanya Sunggyu oppa sinis.

“Reina-ya, jangan bilang kau kabur,” ucapan singkat L oppa membuatku bertepuk tangan singkat.

“jangan bilang kau kemari untuk bertemu Sungjong,” aku mengangguk mendengar ucapan Dino oppa begitu saja.

“woaah, kau memang benar-benar gila,” Wowo oppa melihatku tidak percaya dan mendengus.

“Sungjong tidak mengatakan apa-apa?” tanya Sungyeol oppa heran. Aku hanya menggeleng pelan sebagai jawabannya.

“lalu kau sudah memesan kamar kan di hotel? Kenapa malah kemari?” aku memamerkan gigiku melihat Hyoan oppa. Ku lihat Hoya oppa dengan isyarat.

“ehm, jadi, bisakah dia tinggal disini sementara?” tanya Hoya oppa dengan suara pelan melihat semua orang yang ada di ruangan ini.

“TIDAK!” jawaban serempak oppadeul dan Hyoan oppa membuatku dan Hoya oppa lemas.

“apa kau gila? Sekarang sedang banyak sesaeng fans. Kita bisa bahaya!” aku menggembungkan pipiku mendengar jawaban keras dari Sunggyu oppa.

“bisakah, aku meminjam charger atau telepon kalian?” ucapku pelan. Mereka semua menengok ke arahku dengan tatapan bertanya.

“aku, mungkin sebaiknya aku pulang. Sungjong masih terlalu marah melihatku. Dan sepertinya akan terus seperti itu. Jadi, aku akan kembali menajdi inspirit seperti dulu.” Ku lirik Sungjong yang berdiri menyandar di pintunya dengan datar. Ku hela nafas dalam dan melihat semuanya dengan senyum kecil.

“aku tidak apa-apa oppa. Aku tidak ingin mengganggu latihan kalian untuk comeback. Aku sebagai Inspirit sangat menunggunya.” Ku dengar helaan nafas Dino oppa yang keluar begitu saja. Ia menggenggam tanganku erat dan melihatku yakin.

“tidurlah malam ini disini, untuk malam selanjutnya, kau bisa tidur di hotel. Aku akan membayarinya untukmu”

“benarkah?! Woah, terimakasih oppa, aku sangat menghargai itu. Aku berjanji akan menggantinya nanti.” Jawabanku yang penuh semangat membuat Dino oppa tersenyum dan mengelus kepalaku pelan.

“Dongwoo-ya, apakah kau gila?” Sunggyu oppa langsung membentak Dino oppa dengan keras begitu mendengar ucapan Dino oppa. Dino oppa melihat Sunggyu oppa dengan tatapan jengah.

“hyung! Kau yang gila membiarkannya malam ini mencari hotel! Kau tidak lihat wajahnya pucat? Apakah kau tidak sadar bahwa ia begitu kesakitan?” balasan keras Dino oppa membuat semua yang ada diruangan menatapku dengan cermat. Mereka semua menghela nafas melihat penampilan lemahku.

“sepertinya Dongwoo hyung yang gila mengatakan Reina sakit,” ku lihat Yeollie oppa dengan tatapan membunuh. Ia membalas tatapanku dengan tak kalah sengit.

“ia sudah melewatkan dua kali makan, lalu, kalau kita mengusirnya maka ia tidak akan tidur dua malam.” Oppadeul menghela nafas lagi mendengar ucapan Hoya oppa dan menggeleng pelan melihatku.

“aku akan tidur disofa. Sofa ini lebih baik dari sofa yang dulu. Dan juga aku tidak memerlukan selimut. Aku akan memakai jaketku saja.” Ucapku cepat dan mendapatkan jawaban keras dari Yeollie oppa.

“Reina-ya! Otakmu benar-benar bergeser huh? Kau harus tidur di kasurku! Lalu, kau harus memakai selimutku dengan baik! Dan aku akan memasakkan sesuatu untukmu!” aku menahan tawa melihat Yeollie oppa yang menyembunyikan rasa khawatirnya untukku. Oppadeul langsung melihat Yeollie oppa dengan aneh dan tertawa kecil.

“hyung, kalian beristirahatlah. Makhluk ini adalah urusanku.” Semua mata menatap ke arah Sungjong yang bersandar santai pada dinding pintu kamarnya.

“Sungjong-ah, untuk kali ini, biarkan kami yang mengurusnya”

“L hyung tidak mendengarku? Kalian tidak mendnegarku? Wanita ini, seutuhnya urusanku. Kalian menyingkirlah” ucapan dingin Sungjong membuat semua yang ada di ruang tamu terdiam melihatnya.

“oppadeul tidurlah, aku bisa mengurus diriku sendiri. Kalian masih ada kegiatan untuk besok bukan?” ucapku lemah menjawab semua ucapan oppadeul. aku melihat mereka dengan tatapan setengah yakin. Melihat tatapan tajam Sungjong, sudah cukup untukku tidak yakin aku akan bebas dari ucapan dinginnya. L oppa yang merasakan ketakutanku mendesah kecil dan menatapku tajam.

“kau itu dongsaeng kami. Dan ini rumah kami. Jadi kau urusan kami.”

“sudahlah, dia kemari untuk menyelesaikan masalahnya dengan Sungjong, bukan untuk berdebat dengan kalian. Sekarang semua istirahat. Biarkan Sungjong yang mengurusnya.” Hyoan oppa berdiri dan melangkah menuju pintu keluar. Ia membalikkan badannya dan melihat semuanya dengan tatapan kesal.

“kalian tidak bergerak?!” bentakan keras Hyoan oppa membuat semua member bangkit dan menuju kamar masing-masing.

“kalau Sungjong macam-macam panggil aku. Aku akan langsung bangun!”

“terimakasih Dino oppa, kau memang benar-benar oppaku!”

“kalau Sungjong memarahimu, kau harus balas lebih kasar, ok?”

“aku mengerti Wowo oppa, terimakasih”

“jangan tidur terlalu larut, kalau magnae itu mulai mengesalkan, tinggalkan dia dan tidurlah.”

“eiiy, aku mengerti Gyu oppa,”

“tidur yang nyenyak, jangan dipikirkan untuk besok.”

“ya Hoya oppa, terimakasih banyak untuk hari ini.”

“jangan lupa mematikan lampu. Agar kau dapat tidur nyenyak,”

“aku mengerti sekali, terimakasih Yeollie oppa,”

“kalau kau macam-macam pada dongsaengku, kau akan kuhabisi Lee Sungjong,” ku pukul pelan bahu L oppa saat berjalan melewatiku menuju kamarnya.

“Reina-ya, kalau ada apa-apa, langsung telepon aku. Aku akan langsung menuju kesini.” Ku lihat Hyoan oppa yang berdiri di depan pintu dan siap untuk keluar.

“aku mengerti Hyoan oppa, terimakasih banyak. Hati-hati di jalan Hyoan oppa.” Ku lambaikan tanganku melihat Hyoan oppa keluar dari asrama.

Setelah semua oppa deul masuk ke kamar dan Hyoan oppa pergi, langsung ku jatuhkan badanku ke sofa dan memejamkan mata. Bisa kudengar Sungjong berpindah duduk dihadapanku.

“untuk apa kemari?” ku buka mataku dan melihat Sungjong yang menatapku dengan dingin. Ku hela nafas dan melihatnya lemah.

“Jongie, bisakah kau memberiku makanan? Kau dengar tadi, aku sudah melewatkan dua waktu makanku.” Ia hanya berdecak kesal dan menuju dapur untuk memberiku sesuatu.

***

“enaknya…” ucapku pelan setelah menghabiskan ramyun dibantu oleh Sungjong. Ia tersenyum kecil melihat ekspresi puasku.

“sekarang, kenapa kau kemari? Setelah berselingkuh dariku kau masih punya nyali untuk menemuiku ternyata.” Aku melihat malas ke arah Sungjong dan merebahkan badanku di sofa.

“kau bahkan tidak mendengar pembelaanku sedikitpun. Bahkan setelah satu bulan berlalu kau masih menyangka aku berselingkuh.”

“kau memang berselingkuh bukan? Bahkan kau jarang menjawab teleponku, smsku, bahkan emailku kau diamkan!” ku lihat Sungjong dengan tatapan tajam dan duduk kembali di hadapannya.

“jangan berteriak. Oppadeul sudah beristirahat mungkin. Kau salah paham. Kehidupan kuliahku padat. Dari pagi sampai sore. Dan, yang kau sangka berselingkuh, dia teman satu kampusku. Kau sangat salah paham,”

“haruskan kalian foto begitu dekatnya?”

“kau tidak ingat dengan laki-laki siapa saja yang aku bisa foto dekat? Bahkan dulu sewaktu aku foto di peluk oleh fotografer kau diam saja. Kau tidak marah. Sekarang, aku hanya foto bersebelahan, dengan senyum lebar, kau pikir aku berselingkuh? Sepertinya kau yang kehilangan akal sehatmu! Bukan aku!” ia terdiam dan melihatku datar.

“lalu, kenapa kau tidak menghubungiku kembali saat kita putus?”

“ck, kau lupa? Kau marah padaku hingga mengganti nomormu! Kau bahkan tidak menerima panggilanku melalui oppadeul. bahkan aku sampai tidak dibolehkan datang ke GDA di Malaysia karena oppadeul takut aku akan mengganggu konsentrasimu. Tapi…” aku menggantungkan kalimatku dan melihatnya dengan senyum lembutku.

“terimakasih kau memakai tanktop yang berbeda dengan oppadeul, kau tidak memamerkan badanmu.” Ku lihat ia tertawa kecil dan melihatku aneh.

“itu bukan karenamu. Itu karena badanku terlalu kurus, dan aku belum boleh memakai baju itu oleh hyungdeul. Apalagi Sunggyu hyung. Dia terlalu cerewet melihatku memakai baju yang sama dengan mereka.” Aku menghilangkan senyum dari wajahku dan menatapnya datar.

“kalau begitu sekarang aku mau tidur. Terimakasih untuk makan malamnya.” Ia menatapku bingung dan berdecak kecil.

“sudah? Hanya seperti itu saja? Apa kau tidak merasa bersalah membuatku selalu sensitif selama sebulan terakhir?” aku menggeleng pelan dan menatapnya cuek.

“dan kau tidak merasa bersalah membuatku seperti ini sebulan terakhir? Woaah, hebatnya Lee Sungjong dapat melupakanku sebegitu cepatnya.” Tiba-tiba pintu kamar Yeollie oppa terbuka dengan kasar. Aku dan Sungjong langsung melihat ke arah Yeollie oppa yang melihat kami dengan tatapan kesal.

“tidak bisakah kalian berbaikan saja? Ini sudah larut. Besok masih banyak kegiatan. Seharusnya kalian berdamai saja dan tidur.” Tiba-tiba pintu kamar Sunggyu oppa terbuka lebar dan memperlihatkan wajah kesal Sunggyu oppa disana.

“kalian sama-sama masih suka kan? Kalau begitu sudah selesai masalahnya. Dan, Lee Sungjong, berani kau berbohong lagi kubunuh kau. Ia bahkan yang meminta memakai kaos yang berbeda saat di GDA. Bukan aku yang memarahinya. Ia mungkin merasa bersalah terhadapmu jika memakai baju yang terbuka saat itu.” Setelah selesai berbicara, Sunggyu oppa langsung menutup pintunya kasar. Aku melihat Yeollie oppa dnegan tatapan bertanya. Untuk apa ia masih ada disana.

“awas kalau kalian berisik dan membuatku tidak bisa tidur!” Yeollie oppa menutup pintunya keras. Ku tatap Sungjong aneh dan mulai membuka percakapan.

“kau tahan hidup dengan oppadeul yang sangat sensitif? Kau hebat.” Ucapku pelan ke arahnya yang hanya tersenyum kecil melihatku. Ia memajukan badannya dan berbisik kecil.

“kau baru beberapa jam disini, sedangkan aku sudah bertahun-tahun dengan mereka. Kau pikir aku tidak stres?” aku tertawa pelan mendengar jawaban Jongie dan memajukan badanku.

“jadi, aku akan berjanji untuk berubah dan akan lebih banyak memberimu kabar. Bisakah kau memaafkanku?” ku acungkan jari kelingking ke arahnya dan menatapnya lembut. Ia tersenyum lebar dan mengaitkan kelingkingnya erat.

“aku juga berjanji untuk berubah. Jangan buat aku cemburu lagi. Kau paham?”

Aku mengangguk yakin dan melihatnya lekat, “jadi, mulai dari sekarang jangan pernah gampang mengatakan kata-kata putus.” Ia tertawa kecil dan mengangguk pelan. Ia menggenggam tanganku erat dan melihatku dengan senyum lebar.

“bisakah aku meminta sesuatu darimu?” bisikku pelan membuatnya menautkan alisnya bertanya.

“aku merindukan bibirmu Jongie-ya.” Ia mengeluarkan senyum liciknya dan mengecup bibirku lama.

“aku lebih merindukan tubuhmu Na-ya,”

“kau akan mendapatkannya besok saat aku di hotel.” Ucapku berbisik lebih pelan membuatnya terkikik pelan. Aku ikut tertawa pelan bersamanya dan melihatnya serius. “aku serius. Kau tidak percaya?”

“kalian mau melakukan apa di hotel? Aku mendengarnya,” aku dan Sungjong serempak menoleh ke sumber suara di belakangku. Ku lihat Hoya oppa memasukkan tangannya ke kantong celana dan menatap kami curiga.

“oppa, kau selalu mengganggu kami,” ucapku mengeluh sambil menatap Hoya oppa malas.

“hyung, tidurlah, aku ingin bersama Reina,” sambung Jongie dengan nada mengeluh sama sepertiku.

“aku ingin mengambil air minum. Kenapa kalian begitu ribut sih?” nada bicara Hoya oppa langsung naik menjadi satu tingkat dan membuat kami kaget.

“ya! Kalian yang di luar diamlah! Atau kalian tidur di luar!” teriakan kecil Hoya oppa disambut bentakan keras dari arah kamar Sunggyu oppa. Kami langsung kaget dan terdiam.

“aish! Sunggyu hyung kau yang diam!” sahutan teriakan Yeollie oppa membuatku kaget dan menggelengkan kepalaku pelan.

“Hyung! Kalian berdua tidurlah! Berisik sekali!” teriakan Sungjong keras membuat hening seketika. Ia melepaskan genggamanku dan melihat Hoya oppa dengan tatapan aneh.

“hyung, kau juga masih mau disini? Bukankah kau haus?” Hoya oppa langsung menatap kami berdua kesal dan melangkah ke dapur dengan malas. Sungjong kembali menatapku lekat dan mengelus kepalaku pelan.

“kau tidur, besok ku tunjukkan tarian terbaru Infinite, kau mau?” ku lihat dengan tatapan kaget dan bersemangat.

“kau janji Jongie! Sekarang aku mau tidur.” Sungjong mengangguk dan berdiri mengulurkan tangannya. Ku lihat ia aneh dengan tatapan bertanya.

“kau mau apa?”

“tentu saja membawamu tidur, kemana lagi?” ia balik menatapku aneh dan menurunkan tangannya.

“aku kan tidur di tempat Yeollie oppa jadi kau-“

“kau pikir aku akan membiarkannya? Lebih baik kau tidur di sofa!” ucapan keras Sungjong yang memotong ucapanku membuatku hanya melihatnya kaget. Ia langsung menggendongku masuk ke kamarnya dengan cepat.

“Jongie turunkan aku!” teriakku kaget dan berontak pelan.

“kalian berdua diamlah!!!” teriakan frustasi Sunggyu oppa membuat kami saling melihat dalam diam dan tertawa pelan.

***

check he he he, Lee Reina is back, she’s baack ~

maaf ya kalau FF-nya flat gini, saya musti balik dari awal belajar nulis lagi. Yah, tolong di comment aja yah, gimananya. bagus atau enggak nya🙂

5 thoughts on “[JongNa Couple] We’re back!! [Freelance]”

  1. aniiinnn…tadi aku bingung kenapa sungjong marah
    ternyata gara2 foto km yg prnh dipasang di DP bbm itu ya? hahaha
    *sotoy
    aku baru mulai hafal anggota infinite nih gara2 nonton weekly idol mereka lucu2
    *telat banget ya*

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s