Mianhe, Na Babo Part 2

miane na babo

Tittle: Mianhae, na babo Part 2

Author            : – Indry A.K.A Park Ae Rin

Maincast         : –  Park Ae Rin

–          Cho Kyuhyun

–          Cho Kimhyun

–          Park Hana A.K.A JuLy_

Other Cast      : –   Super Junior

–          Park Shin Hae

Genre :Sad Romance

Rate : PG 15

Previous Chapter: 1

 Coklat =ucapan dalam hati, ungu = flashback

******************************************************************************************************************

Flash back :

“Ae Rin-ah, kau benar-benar tak mengenali Oppa? Kyuhyun Oppa. Kyuhyun. Aku, aku KYUHYUN. Tak kenalkah?”

“Aku mengenalmu sekarang. Kau Kyuhyun, saudara kembarnya pilot Kim”

End*

 

“Ahh~hh.. Dia memiliki nama yang sama dengan orang yang kutemui tadi.”

“Kau yakin itu bukan Kyuhyun Oppa yang kumaksud?”

“Meski dia ganteng, tapi kurasa bukan dia yang kau maksud.”

“Wae? Kau juga tak mengenal Kyuhyun Oppaku. Mana mungkin kau yakin itu bukan dia?”

“Karena orang yang kutemui tadi memiliki gangguan dikepalanya”

“Geurae.? Kalau begitu pasti bukan Kyuhyun Oppaku, karena Oppaku adalah yang terpintar di Suju”

“Sejak kapan kau datang?”ucap Shin Hae yang baru saja tiba

“Kira-kira 30menit yang lalu.”

“Mian, aku lupa meninggalkan kunci kamar.”

“Gwencana, karena ada Tasya yang menemaniku”

***

“Bagaimana testnya?”

“Aku lulus sampai tahap ketiga tadi, aku disuruh menunggu untuk test lanjutan.”

“Apa kau ketemu pria ganteng?”

“Eum, sangat ganteng.”

“Nugu?”

“Entahlah. Dia sangat aneh tapi ada sesuatu yang membuatku tertarik.”

“oooooooooo~”

***

 

Ae Rin Pov :

Ddrrrrrrrrtttttt…Ddrrrrrrrttttt

“Yungmin-ah, kau sudah sampai?”

“Ae Rin-ah, kau dimana sekarang? Sebentar lagi psikotestnya akan dimulai.”

“Aku hampir sampai.”

“Yak~ Apa yang membuatmu begitu lama, kemana saja kau? Seharusnya kau lebih dulu tiba dari pada aku.”

“Ahh.. Aku kehilangan sesuatu tadi. Jadi aku mencarinya dulu.”

“Baiklah, Palli!! Kau bisa langsung naik ke lantai 10. Jangan lupa mengisi absen didepan.”

Aku sangat gelisah menunggu pintu lift yang begitu lama terbuka. Tiba-tiba seorang namja tampan berdiri disampingku dan menawarkan aku secangkir kopi. Iyaa.. kalian benar dia adalah pilot Kim.

“Anggap saja aku membalas kebaikanmu kemarin.”

“Ahh.. Gansahamnida.”

Pintu liftpun terbuka namun aku masih terpaku pada posisiku.

 

“Mengapa orang ini begitu baik padaku?”

 

“Kau tak masuk?”

“Ahh, Yeh~”

3detik kemudian…

“Gomawoh, tak bisakah kau mengganti kata gansahamnida tadi dengan kata ini.?”

“Ah??” Aku bingung.

Pintu lift terbuka namun sekali lagi aku masih terpaku pada posisiku.

“Gomawoh, kue dan jus nya sangat enak.”

 

“Dia tersenyum padaku? Aahh~ rasanya aku akan gila”

 

Aku masih terpaku sampai pintu lift menjepit seluruh badanku karena aku berdiri diantara pintu.

“Aakk.!!” Jeritku, aku masih terus memandanginya yang masuk duluan diruang psikotest. Setelah mengisi daftar hadir didepan akupun menyusulnya, namun saat didalam aku kebingungan mencari tempat duduk.

“Ae Rin-ah, kau bisa duduk disana”. Yungmin menunjuk salah satu tempat duduk kosong, aku melangkahkan kaki ku menuju tempat tersebut. Karena recruitment ini dibuka untuk pramugari dan pramugara, jadi ada begitu banyak namja disini.

“Baiklah, apa semuanya sudah siap? Kita akan memulaikan test lanjutan kita yaitu psikotest”para staff membagikan lembar soal dan jawaban.

Sudah 10 menit berlalu namun namja disampingku ini tak berhenti memandangiku, setiap ku melirik dia hanya tersenyum padaku. “Aku tak tahu apa yang membuatmu terus memandangiku, tapi kita bisa mendiskusikannya nanti setelah selesai. Ok.?” bisikku sambil tersenyum aneh..

“Baiklah”.

 

“Baiklah tapi masih memandangiku.? haaiizz”

 

“Sebaiknya kau berhenti memandangiku dan mengerjakan soalmu dengan benar.”

Sejam kemudian…

“Semua soal dikumpulkan. Kita akan istirahat sebentar, yang mau ketoilet silahkan”

Aku berlari keluar karena panggilan alam. Saat keluar dari toilet aku dikejutkan dengan seorang namja yang so dari tadi menungguku.

“Kau tak mengenaliku?”

 

“OMG, siapa lagi ini? Mengapa setiap namja yang bertemu denganku menanyakan hal yang sama?”

 

“Tampaknya memang sudah lupa padaku. Aku kecewa.”

“Nugu?!”

“Joong Ki. Teman sekolahmu dulu.”

“Joong Ki?” Aku mulai memutar otakku untuk mengingat setiap namja yang kukenal dan otakku berhenti pada seorang namja pindahan yang menggunakan kacamata dengan pakaian langkahnya.

“Ommoo.. Kau…. Hahahhaaa, maaf tak mengingatmu, kau begitu banyak berubah sekarang. Aku masih mengingat masa-masa kau menangis dibelakang sekolah karena dibuli anak-anak lain.”

“Hahahaaaa. Baguslah kau mengingatku sekarang.”

“Yahh, aku juga masih ingat kebiasaanmu mengupil. Hahahahaaa” aku mengucapkannya dengan begitu keras membuat semua orang memandangi kita.

“Oo~ooww” Aku menatap Joong Ki dan tersenyum padanya.

“Jam istirahat selesai. Semua peserta diharap masuk kembali.”

 

Kimhyun Pov :

Aku terus memandanginya, kadang tersenyum sendiri melihatnya begitu serius mengerjakan soal demi soal. Namun kecoa disampingnya merusak suasana indah dipandanganku.

 

“Nugu? Mereka tampak akrab waktu istirahat tadidan aahh~hh dari tadi dia tak berhenti memandangi Ae Rin. Benar-benar membuat kesabaranku habis.”

 

“Semua peserta, harap konsentrasi dengan pekerjaan kalian masing-masing. Dilarang MELIRIK sebelah KANAN-KIRI anda.KAU!!” Ucapku tegas sambil menunjuk kearah kecoa itu. “Kerjakan pekerjaanmu dengan benar dan berhenti bermain-main.”

“Ne.”

Test hari ini selesai, aku mencari Ae Rin untuk mengantarnya pulang, namun tiba-tiba salah seorang staf memanggilku.

“Pilot kim, profesor Cang ingin berbicara sebentar denganmu mengenai psikotest tadi.”

“Ne.” Setelah selesai berbicara dengan profesor Cang, aku langsung mencari Ae Rin.

Aku melihat salah satu teman Ae Rin dan bertanya padanya. “Yoegi, apa kau melihat Ae Rin?”

“Ae Rin baru saja turun.” Mendengar itu aku langsung menekan tombol lift kebawah, aku sangat berharap bisa mengantarnya pulang.

“Ae…” Aku menghentikan panggilanku, karena melihatnya bersama namja tadi.

 

Author pov :

“Apa kau punya pacar?”

“Ajig(belum)”

“Benarkah? Aku turut bahagia mendengarnya..heeheheee”

“Haiiz kau ini..”

“Setelah ini kita kearah mana?”

“Kita bisa kekiri kemudian lurus saja. Kost-anku sudah tak jauh lagi.”

“Ae Rin-ah,aku harap kau bisa menganggapku sahabat. Dan jangan sungkan untuk menceritakan masalahmu padaku. Araso?”

“Ne~, araso.”

“Kau bisa berhenti didepan.”

“Yang mana tempat tinggalmu?”

“Tepat disebelah kiri kita.” Ae Rin menunjuk sebuah rumah dengan pagar yang begitu tinggi disebelahnya.

“Joong Ki-ah. Gomawoh”

“Eum. Ae Rin-ah…”

“Yah.?”

“Jangan lupamemberi tahuku jika terjadi sesuatu.”

“Ne, appa🙂.” Canda Ae Rin.

***

 

Ae Rin Pov :

Aku masuk kekamar dan kembali mencari barangku yang hilang.

“Sedang apa kau?”

“Ah~ Shin Hae-ah kau melihat sebuah kalung dengan buah membentuk headset?”

“Ani. Aku tak pernah melihat benda seperti itu sebelumnya. Dimana kau menyimpannya.?”

“Mana mungkin kau tak pernah melihatnya. Itu selalu ku pakai.”

“Apa itu sangat penting?”

“Aku tak mengingatnya. Namun kata ibu seseorang yang mengantarku kerumah sakit memberitahunya bahwa aku memegang erat kalung itu saat mereka menemukanku dalam mobil, jadi kurasa itu benda yang sangat penting bagiku.”

“Bagaimana jika kau tanyakan pada ahjumma. Mungkin dia melihatnya.”

***

“Ahjumma , apa kau melihat sebuah kalung dengan buah berbentuk headset tadi pagi?”

“Kalung berbentuk headset? Tadi jatuh didepan pagar dan aku tak sengaja menyapunya keselokan.”

“Yakkk~!! Ahjumma..!! Tidak tahukah kau itu sangat penting bagiku?”

“Haaiizz. Anak ini.. Aku belum tuli jangan berteriak didepanku. Lagipula mana ku tahu itu penting bagimu? Jika kau mau kau bisa mencarinya diselokan, lumpurnya sangat tebal jadi kemungkinan besar kalung itu tak hanyut dibawa air.” Mendengar itu aku langsung berlari keluar. Meski aku tak mengingat kenangan tentang kalung itu namun aku yakin itu sangat penting bagiku.

“Ae Rin-ah.. Pakailah payung diluar hujannya sangat lebat.” Aku tak peduli sekujur tubuhku dibasahi hujan . Aku terus mencari kalung itu tak peduli tanganku masuk selokan , aku benar-benar tak mempedulikan apapun yang ada dipikiranku. Aku bisa menemukannya segera.

Reff : babocheorom geujeo babocheoreom, wae myeochilijjae ireoneunde. bogo sipeo michil geot gata……… (lyric can’t let go of you_soe young eun)

 

Namja pov :

Aku terus menunggunya diluar rumah, aku berharap dia keluar. Walauku tahu itu tak mungkin karena hujan lebat sedang mengguyur seluruh kota Seoul malam ini.Namun tiba-tiba seorang yeoja keluar tanpa menggunakan payung atau penutup kepala sedikitpun.

“Ae Rin, babo . Apa yang dia lakukan ditengah hujan seperti ini?”Melihatnya bertingkah bodoh seperti itu aku langsung mengambil payung dijoke belakang dan turun untuk menghampirinya.

“Ae Rin-ah, apa yang kau lakukan ditengah hujan seperti ini?” Dia sama sekali tak menghiraukanku dia terus mengacak-ngacak isi selokan, membuat sekujur tubuhnya basah dan kotor.

“Ae Rin-ah. Apa yang sedang kau cari? Mungkin aku bisa membantumu.”

“Bantu aku mencari sebuah kalung.”

“Kalung?” Aku membantunya mencari kalung tersebut walau ku tak tahu bentuknya dan mengapa dia mencarinya tapi aku rasa itu kalung yang sangat penting baginya. Sudah dua jam berlalu namun dia masih saja antusias mencari kalung tersebut.

“Aku harus menemukannya, harus menemukannya.” Dia terus menyebut kata-kata itu berulang kali, aku terhenti dan menatapnya. Dia sama sekali tak mempedulikan bajunya yang basah dan kotor. Sama sekali tak peduli berapa lama dia mencarinya.

“Kalung seperti apa itu? Aku akan membelinya besok, kau tak perlu mencarinya. Sekarang masuklah.” Dia hanya menatapku tanpa menjawab pertanyaanku, menangis seolah-olah dia kehilangan anggota keluarganya, melihatnya seperti ini aku menariknya masuk kemobil dan mengambil bajuku dikoper belakang “pakailah” aku menunggunya sesaat diluar kemudian masuk kembali kemobil.

“Pilot Kim, mau kemana kita?”.“Pilot Kim.?”Aku tersenyum dan memasangkan sabuk pengaman kemudian membuka kacamobil lebar-lebar.

 

Author pov :

 

“Gomawoh pilot Kim, gomawoh untuk mengerti apa yang kubutuhkan.”

“Gomawoh Ae Rin, Gomawoh untuk memberikanku kesempatan berada disisimu”

“Aku takkan bertanya apa yang membuatnya berada disampingku.?! Karena aku merasa nyaman sekarang, nyaman berada disampingmu pilot Kim”

 

Ae Rin tersenyum menatap namja yang ada disampingnya.

 

“Aku juga bahagia berada disampingmu, benar-benar bahagia.”

 

Namja pov :

Aku menghentikan mobilku disuatu tempat, berada dibawah flyover,bisa melihat alang-alang 2meter didepanku, melihat cahaya lampu yang indah dan hembusan angin malam..

“Ae Rin-ah kau tahu, ini tempat satu-satunya yang bisa membuatku tenang.”

 

Flashback :”Ae Rin-ah, saat kau merasa sedih tempat seperti apa yang bisa membuatmu tenang?”

“Hhhmmmm…Tempat yang dipenuhi banyak lampu, memiliki tumbuhan alang-alang yang bisa dijangkau oleh tanganku dan hembusan angin.”

“Jawaban yang aneh. Tapi wae.?”

 

“Wae?” Aku tersenyum mendengar pertanyaannya. Aku menatapnya dalam kemudian mengembalikan jawaban miliknya.

 

“Perasaanmu akan lebih baik jika kau melihat cahaya lampu yang indah,merasakan hembusan angin malam yang meniup setiap helai alang-alang yang bisa kau sentuh. Itu bisa membuatmu ikut terbang bersamanya”.

 

Ae Rin pov :

Instrumen a sad love song_Davichi

Waktu seperti terhenti ketika dia menatapku dengan begitu dalam dan menjawab pertanyaanku. Aku tak pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya, tapi aku merasa tak asing dengan setiap kata yang keluar dari mulutnya. setiap kata seperti memiliki arti yang dalam,aku seperti mengenal orang yang takku kenal. Tatapan matanya membuat hatiku tergugah, senyumnya membuatku tenang, dan aura tubuhnya membuatku ingin memeluknya. Dia menutup matanya merentangkan tangannya dan tanpa sadar aku berdiri didepannya, menjinjitkan kakiku dan mengecup bibirnya. Aku tersadar setelah 5detik bibirku menempel bibirnya. Aku malu karena kelancanganku.

“Jeosonghaeyo pilot Kim”

“Apa kau begitu mengharapkannya?” Ucapannya menghentikan langkah kakiku. “Bagaimana kau begitu yakin aku adalah pilot Kim?” Aku bingung mendengar ucapannya.. “Na.. na Kyuhyun imnida. Orang yang barusan kau cium adalah Cho Kyuhyun.”

Backsong: KRY Song_Reminiscence

 

“Apa yang ku lakukan aku baru saja mencium saudara kembar pilot Kim.? Wae.? Mengapa aku menciumnya? Apa yang membuatku melakukannya? Aku tak tahu bagaimana membela diriku sekarang.BABO..!!”

 

“Bagaimana kau mempertanggungjawabkannya.?”

“Mianhe, jeongmal mianhe.. Kau boleh menamparku jika kau mau.”

“Baiklah”. Dia mendekatiku, semakin dekat mengangkat tangan kanannya kemudian….. Menciumku? Mataku terbelalak saat dia melakukannya, setelah beberapa menit dia menatapku, tatapannya membuatku tak bisa menghindar ataupun marah padanya, dia melanjutkan ciumannya membuatku menutup mataku dan menikmati setiap kecupan lembut dibibirku. Bumi terasa begitu sepi hanya ada aku dan dia, dunia terasa berputar mengelilingi kami, hembusan angin membuatku menikmati setiap kecupan dibibirku. Tangannya yang memegang wajahku tak lagi satu melainkan dua. Ciumannya semakin dalam membuatku merasakan perasaan yang aneh...”Wae..? Aku merasa begitu bahagia saat ini, rasanya seperti keinginanku selama bertahun-tahun terwujud sekarang. Namja yang didepanku terasa begitu dekat denganku, aku merasa sudah mengenalnya begitu lama. apa karena ciuman ini?”

“Ae Rin-ah…”

“Eummmmmm…”

“Apa yang membuatmu menutup mata begitu lama?”

“Eehh..??#@$%^&*!!!” Aku baru menyadari kalau ciumannya sudah beberapa detik berakhir. “Otoke? Aku benar-benar memalukan”.

“Apa aku harus melakukannya lagi? Kau tampak sangat menikmatinya . Baiklah..!!”

“Yyaaakkk..!!!”

“Wwaaahhhh… Wajahmu memerah.” ledekkannya membuatku semakin malu. Karena malu aku menutup wajahku dan meninnggalkannya.

“Yaakk~ kau mau kemana? Kau takkan menungguku? Mari pergi bersama. Yakk~ Ae Rin-ah.. Ae Rin-ssi.. Yaakkk..!!” Teriakkannya membuatku tertawa. Namja ini benar-benar tahu bagaimana membuatku tersenyum bahagia.

“Baiklah, Palli.”

***

“Otoke.?”

“Wae.?”

“Pagarnya sudah dikunci. Shin Hae juga tak mengangkat telponku. Aahh.. Otoke..otoke.??”

“Mwoya? Mengapa kau menatapku?”

Aku membuat wajahku sedemikian menyedihkannya.

“Aku benar-benar tak tahu harus meminta bantuan siapa lagi. Kyuhyun-ssi . Jebal L”

“Baiklah, aku akan menolongmu , tapi ada syaratnya.”

“Ne’. Mwoya??”

“Oppa..!! Kau harus memanggilku Oppa. J Bagaimana?”

“Baiklah, aku tak punya pilihan lain.” “harus ku akui aku senang menyebutmu Oppa”

“Tapi ke mana kau akan membawaku?”

“Entahlah, aku juga tak begitu yakin tapi aku benar-benar tak punya pilihan lain. Yang perlu kau lakukan hanyalah menuruti semua perintahku. Araci( kau mengerti.?)”

“Ne , Araso.”

***

Author pov :

Kyuhyun membuka pintu secara perlahan dan mengendap-ngendap masuk kedalam sebuah rumah sambil menarik koper besar.

“Kyuhyun-ah, apa yang membuatmu pulang begitu terlambat?” Kyuhyun terkejut mendengar suara namja yang muncul tiba-tiba dari ruang nonton.

“Ah~ Tadi mendadak Kimhyun hyeong menelponku katanya ada yang ingin dia bicarakan makannya aku pulang sebentar untuk menemuinya. Tapi mengapa kau belum tidur.?”

“Ohh.. Aku baru selesai menelpon Yuuri. Seharian aku tak bertemu dengannya membuatku benar-benar merindukannya.”

“Yyyaaaaaahhhh~ hyeong kau benar-benarromantic.” Yesung tersenyum mendengar ledekan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, apa kau ingin mendengar ceritaku.?” Kyuhyun kaget dan melirik koper yang dibawanya.

“Hyeong, aku sangat ingin mendengar ceritamu tentang Yuuri. Tapi aku benar-benar ngantuk sekarang. Hooaaayyeeeemmmm”

“Sayang sekali. Padahal kau bisa belajar banyak lewat pengalamanku bersama Yuuri. Tapi mengapa kau membawa koper sebesar itu?”

“Ini baju bekas yang akan kusumbangkan besok. Yaa. Hehee”Kyuhyun tertawa garing.

“Benarkah?” Walau tampak aneh Yesung tak bertanya dan langsung masuk kekamarnya.

***

“Yyaakkkk…!!!! Kau ingin membunuhku.? Jika terlambat sedikit saja aku benar-benar sudah mati sekarang.”

“Yyaakkk..!! Apa kau bisa diam? Aku bisa mati jika para hyeong tahu aku membawa seorang gadis didorm Suju.”

“Mworago? Suju?”

“Ya, Super Junior!! Boyband idolamu. Aku sudah menjadi salah satunya sekarang.”

“Mwo??”Ae Rin terdiam beberapa detik “Hahahahahaaaa, maksudmu kau membawaku dorm Super Junior? dan kau adalah salah satu anggotanya?”

“Ne’. Kecilkan suaramu kau bisa membangunkan para hyeong.”

“Hahahahaaa.. Aku tahu kau hampir membunuhku barusan tapi kau tak perlu membuat lelucon sekonyol ini. Kau sudah menolongku aku benar-benar berterima kasih jadi aku takkan menuntutmu. Eh? jamkkaman dari mana kau tahu kalau aku sangat mengidolakan Super Junior?”

 

“Apa yang ada dipikiranmu Kyu, dia masih belum mengingatmu. Dan mungkin takkan mengingatmu lagi.”

 

“Mengapa diam saja.?”

“Setiap anggota Super Junior adalah namja yang keren dan berbakat. Wanita sepertimu tak mungkin tak tertarik.”

“Eum, kau benar. Aku sangat mengidolakan mereka. Leeteuk, Siwon, Donghae,Eunhyuk,Ryewook,Yesung, Sungmin, Kangin, Heechul,bahkan Shindong Oppa. Sayang sekali aku dengar Hanggeng dan Kibum Oppa sudah tak di Suju lagi. Dan ada satu anggota baru namanyaaa … Kyuuuu.. hhmm..

 

“Anggota baru? Dasar Ae Rin Babo .!! Bahkan begitu sulit bagimu untuk mengingat namaku.?”. “Kyuhyun.”

“Iyaa. Kyuhyun namanya benar-benar mirip denganmu tapi pasti orang yang berbeda sangat tidak mungkin jika kau adalah Kyuhyun Super Junior.”

“Yaya.. Terserahlah. Sekarang aku ingin tidur. Sebaiknya kau tutup mulutmu” Kyuhyun melemparkan bantal ke arah Ae Rin.

“Kau akan tidur disini? Lalu aku dimana?”

“Kau bisa tidur disofa. Sekali lagi kuperingatkan untuk menutup mulutmu sebelum semua hyeong ku bangun dan mengusirmu. Aahh~Berhenti menggangguku. !! Araci.?”

“Araso”.“Haaiiizz. Dia bertingkah seakan-akan disini benar-benar dorm Suju. Hyeong-hyeong? Nugu pilot Kim? Entahlah hari ini benar-benar melelahkan”. “Jaljayo Oppa”. “heheee”.

 

Kyuhyun Pov :

Aku menatap yeoja yang tidur dihadapanku. “Ae Rin-ah, Saranghae.” Melihatnya tertidur ditempat yang tak nyaman, membuatku tak tega dan memindahkannya ditempat tidur,kemudian menutupinya dengan selimut.

Ae Rin Pov :

Aku membuka mataku setelah Kyuhyun Oppa memindahkanku ditempat tidur. “Gomawoh . Aku bersyukur bisa mengenal orang sepertimu. Jeongmal gomawoh.”

 

Author Pov :

“Aaaaaahhhhhh…..!!!!!!!!!” Ae Rin berteriak setelah melihat Eunhyuk yang tiba-tiba masuk.

“Aaaahhhhhh…!!!!!!!.. Seru Eunhyuk kaget. “Wae?? Nu.. nugu seyo.?”

“Yaakk..!! Kyuhyun , Leeteuk hyeong baru beberapa bulan meninggalkan kita kau sudah bertingkah seperti ini. Jika dia mendengarnya dia pasti sangat kecewa.ckcckckkckk-_-“ ujar Eunhyuk.

“Aku tak menyangka kau benar-benar berani.” ujar Donghae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tapi bagaimana caramu memasukkannya ke dalam kamar?” Ujar Sungmin penasaran

“Jamkkaman, jangan bilang gadis ini baju bekas yang akan kau sumbangkan. Aahh.. !!! Berani sekali kau menipuku semalam. Hhaaiiizz..!!” Yesung menunjuk kearah Kyuhyun.

“Kyu-ah, hyeong harap kau bisa menjelaskan semuanya pada kami” ucap Siwon.

“Palli. Kami menunggumu.!!” seru Shindong.

“Mian, sudah membuat kalian semua bingung dan cemas. Yeoja itu adalah yeoja yang kucintai sejak lama. Namun sayangnya karena kecelakan tujuh tahun lalu dia benar-benar tak mengingatku sekarang.”

“Lalu bagaimana bisa kau bersamanya sekarang.?” Ujar Kangin penasaran.

“Aku tak sengaja bertemu dengannya seminggu yang lalu saat aku ingin bertemu saudara kembarku dikantornya.”

“Maksudmu dia seorang pramugari .?” Ucap Ryeowook.

“Waahhhhh…. Daebak.. Seorang anggota Super Junior menjalin cinta dengan seorang pramugari.. Itu akan jadi berita terpanas tahun ini.”

Bbuuukkk..!! Sungmin melempar bantal kearah Eunhyuk “Bisakah kau diam agar Kyu bisa melanjutkan ceritanya.?!!”

“Calon , dia masih harus melakukan beberapa test sebelum masuk menjadi pramugari. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengannya sekarang meski dia belum mengingatku.”

“Apa dia tahu tentang ini?” Ucap Siwon.

“Ani. Kata dokter itu bisa menyakitinya. Kepalanya akan benar-benar sakit jika dia memaksa untuk mengingat sesuatu. Jadi aku memutuskan untuk bungkam selama bertahun-tahun.”

“Apa dia Ae Rin? Gadis yang selalu membuatmu sibuk sampai tak bisa berlibur bersama kami setiap kita memiliki waktu luang?” Ucap Sungmin.

“Kau pasti sangat mencintainya” Ucap Ryeowook haru.

“Yah, dan semestinya aku sudah bisa menyatakan perasaanku padanya jika saja Eunhyuk hyeong tak datang tiba-tiba tadi.”Ssemua member langsung menatap Eunhyuk sadis..

“EUNHYUK-AH… NOE..!!!”

“MWO.?!! WAE.??”

“YAAK!!!!!!!!!!!!!!!! ” Semua member kecuali Kyuhyun langsung menyerbu Eunhyuk.

“Yak, Kyuhyun !!” Seru Eunhyuk membara.

“Hahahaaa.. Itu balasan karena kau membuatku diintrogasi.” Kyuhyun melambaikan tangan dengan senyum jahil ke arah Eunhyuk yang sedang dikroyok oleh member lainnya.

Sementara itu Ae Rin masih terdiam didepan cermin. Dia masih tidak percaya dengan apa yang baru terjadi..

“Eunhyuk Oppa? Yang aku lihat tadi benar-benar Eunhyuk Oppa? Itu artinya aku benar-benar ada didorm Suju .?? dannn.. Namja itu , Ani. Kyuhyun Oppa , dia benar-benar anggota Super Junior?? BABOO..!! Mengapa aku bisa sebodoh ini?”

“Apa yang kau lakukan?? Ayo pergi sebelum para hyeong menginterogasimu.”

“Wae.? Aku juga ingin bertemu mereka” Kyuhyun langsung menarik tangannya dan keluar.

“Yyyaaakkk…!!! Kyuhyun..!! Anak itu, dia bahkan belum selesai menjelaskan pada kita” Ucap Yesung sambil menunjuk kearah pintu.

“Lagi-lagi kalian semua bisa ditipu olehnya. Dasar Kyuhyun busuk..!! Tapi mengapa selalu aku yang dikerjainya,..? Haiiizzz ..!!” Sambil menggaruk-garuk kepalanya dan menggesek-gesekkan kakinya dikarpet bak seorang anak kecil. Melihat tingkah Eunhyuk yang sedang kesal semua member meninggalkannya dan masuk kekamar masing-masing.

 

Kyuhyun pov :

Aku menarik AeRin keluar dari Apartement agar tak diintrogasi para hyeong lebih lanjut.

“Masuk.!! Akan ku antar kau pulang.” Aku membukakan pintu mobil dan menyuruhnya masuk , namun dia terdiam seperti mayat hidup.

“Jamkkaman, Oppa. Apakah aku bermimpi?” Melihat ekspresinya saat ini membuatku benar-benar ingin tertawa. CUPP :*

“Wae? Mengapa kau menciumku?”

“Agar kau sadar bahwa ini bukan mimpi! Sekarang kau tahu aku adalah orang yang sangat terkenal jadi masuklah sebelum kau membuat para wartawan mengelilingi kita. Palli.”

Selama perjalanan yeoja yang ada dihadapanku masih terus bungkam sepertinya dia masih tak percaya akan apa yang dialaminya.

“Masuklah.. Apa aku harus mengantarmu sampai masuk kedalam?”

“Ani. Aku bisa masuk sendiri. Gomawoh Oppa sudah mengantarku pulang.”

Saat dia membalikkan badannya dan beranjak pergi hatiku begitu berat. Aku ingin selalu bersamanya setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik melihatnya. Aku benar-benar benci harus berpisah seperti ini.

“Ae Rin-ah…”

“Ne”

“Maukah kau menikah denganku?”

“Oppa…”

Aku tersenyum padanya “Kau tahu apa yang paling ku benci didunia ini? Saat kau memalingkan wajahmu dariku, dan sebaliknya hal yang paling kusukai dalam hidupku saat kubisa melihat wajahmu.! Pikirkanlah… catke( aku pergi )”Aku benar-benar bahagia bisa mengatakan hal ini padanya hal yang ingin kukatakan tujuh tahun lalu bahwa aku benar-benar mencintainya bukan karena memancing emosi Kimhyun.

~TBC~

 

One thought on “Mianhe, Na Babo Part 2”

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s