When You Come to My Life 7/?

when you come to my life poster

Tittle:: When You Come to My Life 7/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon

Genre:: Romance, Angst, Drama

Rate:: PG

Background song:: Kim Jaejoong-All Alone (Kim Jaejoong 1st Mini album MINE)

Previous Chapter::  1  2  6

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~Happy Reading~

Entah sudah berapa lama Yoochun memperhatikan Lily yang sedang tertidur dengan wajah dibenamkan di tempat tidur Youngri. Yang ia tahu sekarang sudah mulai pagi.

Yoochun terus memperhatikan Lily. Ia bisa melihat seprai tempat tidur yang basah di sekitar wajah Lily. Tangan Lily terus menggenggam tangan anak itu. seolah-olah takut jika ia melepaskannya, anak itu akan pergi selamanya dari sisinya.

Yoochun tidak percaya dengan apa yang baru saja diketahuinya tentang Lily.

Lily Jung, artis besar, artis yang dikaguminya, sudah punya anak berumur hampir enam tahun di usia 27 tahun?! Terlebih lagi, anak itu sekarang mengalami koma. Berbagai pertanyaan muncul di benak Yoochun. Apa penyakit anak itu? Siapa ayah anak itu? Dimana ia? Apa Lily sudah pernah menikah? Dimana keluarga Lily? Apa ia masih punya keluarga?

Yoochun tidak bisa menghentikan pikirannya dari berbagai pertanyaan itu. Kemudian ketika ia memutuskan untuk keluar, pintu kamar rawat itu terbuka.

“Oh? Yoochun-ssi masih disini?”

Yoochun tersenyum sopan mengenali perawat yang semalam berada di resepsionis rumah sakit itu. “Ne, Ja Eun-ssi.”ucap Yoochun.

Wajah Suster Ja Eun merona merah karena senang Yoochun masih mengingat namanya. “Ah… ng… apa kau menunggu Lily? Kurasa kau tidak perlu menunggunya. Ia pasti tidak akan segera pulang.”ucapnya dengan nada sedih melihat Lily yang masih tertidur. Ia mendekati tempat tidur Youngri dan memeriksa cairan infusnya lalu alat-alat yang terpasang di tubuh anak itu.

“Anhi. Ia bahkan tidak tahu aku datang.”jawab Yoochun dengan menatap Lily.

Ja Eun memandang Yoochun dengan ekspresi terkejut. “Jadi sampai sekarang Lily-ssi masih tidak tahu kalau kau berada disini?”

“Ne. Dan aku harap kau tidak memberitahunya jika aku datang.”

Ja Eun mengangguk pelan. “Arasseo.”

Mereka berbicara dengan nada pelan, sehingga Lily yang kelelahan tidak terbangun.

“Ada yang ingin kutanyakan.”kata Yoochun, mengikuti Ja Eun yang akan keluar ruang rawat Youngri itu. Ja Eun mengangguk lalu mereka keluar dari ruang rawat itu.

“Apa?”

“Sudah berapa lama ia disini? Youngri… sakit apa?”tanya Yoochun.

Ja Eun menghela napas sedih. “Aku perawat baru disini, jadi aku tidak tahu banyak. Yang aku tahu, Youngri lahir disini dan sejak lahir ia punya kelainan jantung. Jadi sejak kecil rumah sakit ini sudah menjadi rumahnya dan Lily-ssi. Karena Youngri sering sekali kambuh dan tidak bisa keluar dari rumah sakit, Lily-ssi sering sekali menginap disini menemani anak itu.”jelasnya.

Mata Yoochun membelalak lebar. “Jantung? Apa itu penyebabnya koma?”

“Ne. Jantungnya berhenti berfungsi normal. Sampai ia mendapatkan donor jantung, ia akan terus koma dan harus hidup dengan bergantung alat-alat itu. Kasihan Youngri, ia masih terlalu kecil.”ucap Ja Eun sedih.

“Lalu… dimana ayahnya?”tanya Yoochun ragu-ragu dengan pertanyaan itu. Ia tidak suka membayangkan ada namja yang punya hubungan sangat khusus itu dengan Lily. “Bagaimana dengan keluarga Lily? Kenapa ia hanya sendirian?”

Ja Eun menatap Yoochun sedih. “Aku tidak tahu. Sepanjang yang aku tahu, keluarga Lily-ssi satu-satunya hanya Youngri.”

Kemudian ucapan Lily sebelumnya terngiang-ngiang di telinga Yoochun.

 

“Ia harus baik-baik saja, Hyeon-ah… hiks… hanya ia satu-satunya yang aku miliki… ia tidak boleh meninggalkanku…”

Mengingat hal itu membuat Yoochun merasakan perasaan yang kuat untuk memeluk Lily, menenangkannya. Tapi, apa itu mungkin?

***

Yunho tidak bisa berhenti mencemaskan Lily dan Yoochun. Sampai saat ini Yunho tidak bisa menghubungi Yoochun. Dan Lily. Ia tidak tahu bagaimana kabar gadis itu karena manager Lily tidak mau mengatakan apapun padanya.

Tentu saja. Yunho kan bukan siapa-siapa Lily. Itu yang mereka tahu.

“Hyung, belum ada kabar dari Chunnie?”tanya Junsu, memperhatikan Yunho yang sejak tadi sibuk mengotak-atik ponselnya, berusaha menghubungi Yoochun dan siapapun yang bisa memberitahunya dimana Yoochun berada.

“Belum. Ponselnya tidak aktif.”jawab Yunho pendek.

“Aku juga sudah bertanya ke teman-teman kami, tapi Yoochun tidak bersama mereka.”kata Jaejoong yang baru saja selesai menelpon Kim Hyun Joong, leader SS501 yang adalah teman hang-outnya dengan Yoochun.

“Lily Noona bagaimana?”tanya Changmin.

“Nan mollaseo.”jawab Yunho dengan nada frustasi.

“Seolma…”Changmin mengernyit memandang Yunho. “… apa Chunnie hyung dan Lily noona sedang bersama-sama sekarang?” (seolma= jangan-jangan/mungkin)

“Yak! Changmin-ah! Maldo andwae!”bantah Jaejoong.

“Waeyo? Bisa saja kan? Mereka berdua sama-sama tidak bisa dihubungi, lalu dari foto-foto itu? mereka terlihat seperti sedang bertemu diam-diam.”kata Changmin dengan nada curiga. Mata sipit Yunho membelalak lebar ketika menyadari jika perkataan Changmin mungkin ada benarnya.

“Kalau ia memang punya hubungan khusus dengan Lily, aku pasti tahu!”kata Jaejoong kesal.

“Hyung, aku tahu kalau kalian itu soulmate. Tapi bukan berarti ia selalu mengatakan semua kehidupan pribadinya padamu!”kata Changmin jengkel.

Jaejoong melirik Yunho lalu menghela napas. Changmin benar. Sedekat apapun mereka, belum tentu Yunho atau Yoochun mau menceritakan semua masalah mereka padanya. Tapi justru itulah yang membuatnya frustasi. Jaejoong sangat peka terhadap perasaan member-membernya dan ia orang yang sangat perhatian. Ia dengan mudahnya tahu jika mereka sedang punya masalah. Dan tidak bisa mengetahui apa masalah mereka dan membantu mereka cukup membuatnya frustasi dan kesal.

“Hyung, sebaiknya hyung berhenti panik.”kata Junsu pada Yunho. “Menurutku ini bukan sesuatu yang perlu membuat kita panik.”

“Musun mariya, Junsu-ya?”tanya Yunho tajam.

“Kalian kan tahu sendiri kalau Lily sering sekali mendapat skandal dengan lawan mainnya. Kalau sekarang ada skandal mereka berdua, menurutku itu bukan masalah kan? Orang akan mengira itu hanya ajang promosi. Seharusnya managemen kita tidak perlu mempermasalahkan hal itu. Kalau sejak awal mereka takut Chunnie terkena skandal dengan Lily, seharusnya sejak awal ia tidak dipasangkan dengan Lily.”jelas Junsu.

“Ah! Junsu hyung benar.”timpal  Changmin, “Kan imej Lily Noona dalam percintaan itu jelek sekali. Jadi menurutku kalaupun terjadi skandal seperti ini, tidak begitu berpengaruh terhadap imej Yoochun hyung. Paling berpengaruh terhadap imej Noona.”

“Lily bukan yeoja seperti itu, Changmin!”ucap Yunho dengan nada marah, membuat ketiga membernya yang lain terkejut dan bingung dengan reaksinya.

“Wae… waegurae hyung? Kenapa kau marah? Aku kan tidak bermaksud menjelekkan Lily Noona.”kata Changmin takut melihat ekspresi marah Yunho.

Yunho tahu jika Changmin tidak bermaksud seperti itu. Tapi ucapannya tentang Lily membuatnya merasa sangat marah. Ia sudah mengenal gadis itu sejak kecil. Ia tahu gadis itu seperti apa. Dan ia menolak untuk mempercayai jika absennya dirinya dari hidup Lily selama enam tahun ini membuat gadis itu berubah.

Mungkin gadis itu berubah dari seorang Jung Yuuri yang sederhana dan pemalu menjadi seorang Lily Jung yang elegan dan penuh percaya diri. Tapi hatinya, Yunho percaya, masih tetap sama. Ia masih tetap gadis kecil yang butuh perlindungan darinya.

Dan karena itu, ia tidak suka jika semua orang menganggap buruk gadis kecilnya. Itulah penyebabnya panik sekarang. Bagaimana caranya ia bisa melindungi gadis itu?

“Yunho? Waegurae? Kau terlihat aneh. Changmin tidak bermaksud buruk mengenai Lily. Kau jangan marah padanya.”kata Jaejoong cemas.

Yunho mengubah ekspresinya pada Changmin. “Mianhe. Aku… aku hanya…”Yunho tidak bisa meneruskan kata-katanya. Ia terdiam sebentar lalu berjalan masuk ke kamarnya.

Junsu dan Changmin mengernyit bingung melihat sikap Yunho. Sementara Jaejoong, semakin merasakan kecurigaan yang besar terhadap hubungan Lily dan Yunho.

Sebenarnya apa hubungan mereka?

***

“Yuuri? Bunga Lily…”

Lily bergerak gelisah dalam tidurnya. Sudah lama sekali ia tidak mengingat hal itu. Dan ia… sangat merindukannya. Ia sangat merindukan momen-momen itu. Momen-momen terindah dalam hidupnya.

*flashback in Lily’s dream*

“Jangan sedih, Yuu. Kau kan tahu kalauYunho-ssi sibuk sekali. Ia tidak mungkin bisa pulang dengan mudah.”kata Ang Hyeon pada Yuuri yang masih terlihat murung.

Yuuri hanya mengangguk pelan, membuat Ang Hyeon menghela napas. Sudah tiga tahun mereka berteman akrab, dan ia masih belum bisa membuat Yuuri mau berbicara banyak padanya. Yuuri bukannya tidak bisa berbicara, ia tidak bisu. Ia hanya tidak mau berbicara. Trauma yang dialaminya saat kecil yang membuatnya seperti ini. Selama ini hanya ada tiga orang yang mau membuat Yuuri berbicara. Yunho, Jihye, adiknya, dan Ang Hyeon. Ia mau berbicara dengan Ang Hyeon dan Jihye, tapi sangat jarang ia lakukan. Satu-satunya yang bisa membuat Yuuri berbicara banyak hanya Yunho.

Tapi sejak dua tahun lalu, Yunho harus pergi mengejar impiannya di Seoul, dan sejak itu pula Ang Hyeon dan Jihye jadi jarang mendengar suara tawa Yuuri yang hanya bisa didengar jika ada Yunho.

“Yuu, kita ke mini market sebentar ya. Ada yang mau aku beli.”kata Ang Hyeon saat mereka melewati mini market. Lagi-lagi Yuuri hanya mengangguk dan mengikuti Ang Hyeon masuk ke mini market.

Ang Hyeon sibuk memilih makanan yang ingin dibelinya, sementara Yuuri terus mengikutinya di belakang.

Tiba-tiba perhatian Yuuri teralihkan oleh sosok yang sangat dikenalnya. Tubuh jangkung dan tegap itu…

“Yunho Oppa…”gumam Yuuri. Kemudian tanpa mengatakan apapun pada Ang Hyeon ia mengikuti sosok itu keluar. Ia terus mengikutinya dan memanggil-manggilnya. Tapi sosok itu tidak menoleh padanya. Sampai akhirnya sosok itu menghilang di belokan jalan.

Yuuri mendesah kecewa. Lagi-lagi ia mengkhayal jika Yunho pulang. Kemudian ia memandang sekelilingnya dan terkejut melihat jalan yang tidak dikenalnya.

Yuuri tersesat di gang yang sepi.

***

Yuuri berlari ketakutan saat melihat beberapa orang preman yang mabuk mengejarnya di gang yang sempit dan gelap. Airmata ketakutan mulai mengalir di pipinya ketika ia merasakan langkah kakinya mulai melemah karena kelelahan. Kemudian kakinya yang sudah kelelahan membuat larinya menjadi tidak seimbang dan ia jatuh terjerembab ke depan.

“Aahh…”ringisnya saat mengangkat tangannya yang lecet. Ia berusaha bangkit lagi, tapi tidak bisa karena kakinya terkilir. Dengan ketakutan Yuuri membalikkan badannya. Matanya melebar ngeri saat melihat preman-preman itu tersenyum sinis melihatnya yang tidak berdaya. Yuuri yang sekarang tidak bisa berdiri, menyeret tubuhnya untuk semakin mundur menjauh.

“Ja… jangan mendekat!”serunya dengan bergetar ketakutan. Itu suara pertama yang dikeluarkannya hari itu, suara yang sangat pelan.

Tapi preman-preman itu hanya terkekeh dan dengan pandangan penuh nafsu berjalan semakin mendekatinya, sementara ia terus-menerus mundur.

“Oppa…”ucapnya dalam hati dengan ketakutan. “Yunho Oppa, tolong aku…”

Yuuri terus memanggil-manggil Yunho dalam hati. Walaupun ia tahu Yunho tidak mungkin muncul karena Oppanya itu sedang sibuk di Seoul. Tapi Yunho selalu jadi tempat Yuuri bergantung. Yunho selalu melindunginya. Dan pada saat-saat seperti ini tidak ada lagi yang dipikirkan Yuuri selain Yunho.

Lalu ketika mereka semakin mendekat dan tidak ada jalan lagi untuk Yuuri menghindar, tiba-tiba terdengar suara pukulan yang sangat kencang. Yuuri terkejut, lalu memejamkan mata dan meletakkan tangan di kepalanya karena takut. Selama beberapa menit lamanya ia mendengar suara pukulan juga teriakan, lalu ketika suara-suara mengerikan itu mulai menghilang, Yuuri membuka matanya perlahan.

Di hadapannya, seorang namja berwajah tampan dan bermata tajam, memandangnya dengan senyuman.

“Tenang saja, kau sudah aman.”ucap namja itu.

Dan airmata Yuuri mengalir karena perasaan lega dan aman yang kini dirasakannya saat melihat senyuman di wajah namja tampan itu.

Hari itu, untuk pertama kalinya gadis bernama Jung Yuuri itu merasakan perasaan yang berbeda di hatinya. Perasaan yang sangat jauh berbeda dengan perasaannya pada Oppanya, Yunho.

***

Namja itu berjongkok di hadapan Yuuri. “Gwenchana?”tanya namja itu cemas saat melihat Yuuri yang masih menatapnya terpaku.

“Agassi, gwenchanayo?”tanyanya lagi membuat Yuuri akhirnya tersadar. Yuuri mengangguk pelan tanpa berbicara apapun.

“Bisa berdiri?”Namja itu berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Yuuri. Yuuri menerimanya dan terkejut merasakan kehangatan dari tangan namja itu. Namja itu menariknya berdiri, membuatnya mengernyit merasakan sakit di sikunya dan lebih mengerutkan keningnya lagi saat merasakan kakinya berdenyut ketika berdiri.

“Kau terluka.”kata namja itu dengan nada cemas. “Aku akan mengantarmu pulang. Tapi sebelumnya kau harus diobati dulu di klinik.”

Yuuri menggeleng cepat, menolak tawaran namja itu. Ia mengambil ponselnya lalu mengetik cepat dan memperlihatkannya pada namja itu.

“Gamsahaeyo sudah menolongku. Nan gwenchanayo. Aku tidak perlu ke klinik. Bisa tidak kau mengantarku pulang?”

Namja itu memandangnya terkejut. “Kau… kau bisu?”

Yuuri hanya tersenyum padanya. Tentu saja Yuuri tidak bisu. Ia hanya tidak terbiasa berbicara dengan orang asing. Hanya Yunho, Jihye dan Ang Hyeon yang bisa membuatnya mau berbicara. Walaupun ia bisa melihat jika namja di hadapannya ini namja yang baik, tapi tetap saja…

Namja itu berjongkok dengan punggung menghadap Yuuri. “Sini, aku gendong.”tawar namja itu. Yuuri tetap diam, bingung ingin menolak.

“Kakimu sakit. Jadi lebih baik aku menggendongmu sampai rumah.”kata namja itu, lalu ia menoleh ke belakang, menatap Yuuri dengan senyuman hangatnya. “Aku memaksa.”

Yuuri tersenyum malu lalu memutuskan untuk membiarkan dirinya digendong di punggung namja itu. Namja itu berdiri dengan mudah, membuatnya terkejut. Sama seperti Yunho, namja ini bisa menggendongnya dengan mudah. Apa itu karena ia yang terlalu enteng, atau karena mereka berdua yang terlalu kuat? Entahlah. Yang pasti ia merasa sangat nyaman berada di gendongan namja itu.

“Rumahmu dimana?”tanya namja itu.

 Dengan satu tangan memeluk leher  namja itu, Yuuri mengetik alamat rumahnya di ponselnya dengan tangan yang satunya lalu mengulurkan tangannya ke depan agar namja itu bisa membaca tulisan di ponselnya.

“Cukup jauh. Seharusnya kau tidak pulang sendirian jam segini.”

Yuuri tidak menjawab. Ia hanya tersenyum diam mendengarkan namja itu sibuk menasehatinya tentang betapa berbahayanya pulang sendirian di malam hari apalagi di jalan sepi.

“Ah ya, aku belum tahu namamu.”kata namja itu. Yuuri kembali mengetik di ponselnya lalu memperlihatkannya pada namja itu.

Jung Yuuri. Kau bisa memanggilku Yuu.”tulis Yuuri di ponselnya.

“Yuuri? Bunga Lily.”

“Bunga Lily?”

“Yuuri dalam bahasa Jepang artinya bunga Lily. Nama yang bagus. Aku menyukainya.”

Yuuri tersenyum senang mendengar pujian namja itu.

“Gomawoyo. Lalu namamu?”

“Joo Won. Moon Joo Won.”

‘Moon Joo Won’ Yuuri mengucapkannya tanpa suara. Ia tersenyum. Saat itu Yuuri merasa, nama itu terdengar sangat indah di telinganya.

 ***

Yuuri berdiri di depan gerbang sekolahnya dengan menundukkan wajahnya. Ia tidak sabar  menunggu Joo Won datang ke sekolahnya untuk menemaninya melihat acara festival di sekolahnya. Beberapa kali ia mendengar suara teman-teman sekolahnya mengejeknya. Tapi ia tidak menghiraukan mereka. Ia hanya ingin bersenang-senang dengan Joo Won hari ini.

Yuuri terkejut ketika melihat buket bunga Lily yang muncul di hadapannya. Ia tersenyum melihat orang yang memberikannya bunga tersebut.

“Gomawo, Oppa.”ucapnya dengan gerak bibir saat menerima buket bunga tersebut.

“Cheonma, Lily.”jawab Joo Won tersenyum dengan mengusap lembut kepala Yuuri.

“Mianhe, aku terlambat. Aku harus menyelesaikan beberapa tugas dulu di kampus. Apa kau menungguku terlalu lama?”

Yuuri menggeleng pelan.

“Jinjja?”

Yuuri mengangguk dan tersenyum.

“Keurae. Sekarang kita masuk yuk. Kajja!”kata Joo Won sambil menggandeng tangan Yuuri.

Joo Won terus berkomentar melihat acara sekolah Yuuri, membelikannya berbagai jajanan, mengatakan hal-hal lucu, membuat Yuuri tersenyum menahan tawa. Ia senang sekali bersama-sama Joo Won. Semenjak mengenal namja ini. Ia jadi melupakan rasa kesepiannya tanpa Yunho.

Joo Won menatap lembut Yuuri yang sedang menahan tawanya. Betapa ia sangat menyayangi gadis ini. Walaupun mereka baru mengenal selama dua bulan, tapi ia sudah merasakan perasaan sayang yang besar terhadap Yuuri.

Sejak menolong Yuuri malam itu, mereka tidak pernah bertemu lagi. Sampai akhirnya seminggu setelah itu, ia melihat gadis ini bermain dengan anak-anak yang sakit di rumah sakit tempatnya praktek sebagai ko-as dokter.

Yuuri sering ke rumah sakit itu untuk terapi, dan biasanya setelah terapi ia selalu bermain dengan pasien anak-anak disana. Ia memang tidak pernah berbicara. Tapi anak-anak kecil itu tidak peduli. Mereka tetap bermain dengan gadis itu dan mengajaknya berbicara seolah-olah tahu apa yang dipikirkan gadis itu.

Belakangan Joo Won tahu gadis ini tidak bisu. Saat kecil, Yuuri pernah mengalami kejadian traumatis yang membuatnya tidak mau berbicara. Joo Won tidak tahu kejadian apa itu. Tapi baginya itu tidak masalah. Ia menyayangi Yuuri, dan ia akan menunggu sampai gadis itu mau berbicara padanya, percaya padanya untuk menceritakan apa masalahnya. Dan saat itu, Joo Won akan membantunya untuk sembuh.

Yuuri menarik lengan bajunya pelan, menyadarkan Joo Won dari lamunannya. Yuuri menunjukkan tulisan yang diketiknya di ponselnya.

“Aku mau ke toilet.”

“Mau kuantar?”

Wajah Yuuri bersemu merah. “Tidak usah. Malu.”

Joo Won tertawa mendengar komentarnya. “Aku tunggu disini.”

Yuuri mengangguk lalu berlari kecil ke toilet sekolahnya. Sementara Joo Won duduk di salah satu bangku taman sekolah sambil memperhatikan keramaian di sekitarnya.

Setelah setengah jam menunggu disana dan Yuuri belum juga muncul, Joo Won mulai merasa cemas. Ia beranjak dari duduknya dan bertanya pada orang dimana toilet wanita. Setelah tahu dimana, ia bergegas kesana. Sampai di depan toilet wanita, ia bertanya pada gadis-gadis yang keluar dari sana, tapi tak ada seorang pun yang melihatnya.

Joo Won semakin cemas. Ia tahu jika Yuuri sering dikerjai di sekolahnya ini karena dianggap aneh dan tidak pernah mau berbicara dengan siapapun. Ia takut ada yang mengganggunya.

Kemudian ada seorang gadis menghampirinya. “Ng… kau mencari Jung Yuuri?”tanyanya pada Joo Won.

“Kau tahu dimana dia?”tanya Joo Won panik.

“Tadi aku melihat ada beberapa anak yang membawanya ke gudang belakang. Sepertinya mereka ingin mengerjainya lagi.”jawab gadis itu cemas.

Joo Won langsung berlari ke tempat yang disebutkan gadis itu. Dan saat sampai disana ia merasakan kemarahan yang luar biasa melihat beberapa gadis menampar Yuuri dan menjambak rambutnya. Dengan marah Joo Won menghampiri mereka dan menarik salah satu gadis yang sedang memukul Yuuri itu dan mendorongnya hingga jatuh.

“Brengsek! Apa yang kalian lakukan padanya?!”seru Joo Won marah, membuat gadis-gadis itu ketakutan. “Pergi dari sini dan jangan ganggu dia lagi! Atau akan aku pastikan kalian dikeluarkan dari sekolah ini!”ancamnya membuat gadis-gadis itu lari ketakutan.

Setelah itu Joo Won menghampiri Yuuri yang sedang meringkuk di sudut gudang. Tubuhnya gemetar, tangannya diletakkan di atas kepalanya, takut jika akan menerima pukulan lagi. Joo Won menatapnya sedih.

“Lily…”

Yuuri mengangkat wajahnya mendengar suara familiar itu. Ia mengangkat wajahnya dan memandang Joo Won. Joo Won merasakan sakit di hatinya saat melihat wajah Yuuri yang basah karena menangis. Perlahan ia menarik Yuuri ke dalam pelukannya.

“Mianhe, Lily. Seharusnya aku selalu berada di sisimu. Mianhe…”ucapnya sedih dengan mengusap-usap lembut punggung gadis itu. Kemudian ia mencium lembut puncak kepala Yuuri. “Mulai sekarang, aku berjanji akan selalu melindungimu. Aku tidak akan membiarkanmu disakiti. Aku akan selalu bersamamu dan melindungimu, Lily.”

Tangis Yuuri pecah mendengar ucapan lembut dari janji tulus Joo Won itu. Ia memeluk namja itu erat dan membenamkan wajahnya di dada Joo Won. Joo Won terus mengusap-usap punggungnya dengan lembut, sampai akhirnya tangisan Yuuri mereda.

“Gwenchana?”tanya Joo Won lembut. Ia melepaskan pelukannya dari Yuuri untuk melihat wajah gadis itu.

Yuuri mengangguk pelan dan tersenyum padanya. Lagi-lagi Joo Won menolongnya. Dan membuatnya merasa sangat nyaman dan aman di pelukannya.

Kemudian Joo Won terkejut mendengar apa yang didengarnya selanjutnya.

“Gomawoyo, Joo Won Oppa.”

 Yuuri mengucapkannya dengan sangat pelan. Tapi Joo Won bisa dengan jelas mendengarnya. Ini pertama kalinya ia mendengarkan Yuuri berbicara. Dan walaupun suaranya serak karena sehabis menangis, bagi Joo Won suara Yuuri terdengar sangat merdu di telinganya.

Sejak hari itu, Joo Won menjadi orang yang sangat spesial bagi Yuuri. Yuuri yang tadinya selalu menjaga jarak dengan orang lain dan tidak mau berbicara, karena Joo Won ia jadi mau belajar membuka diri. Sedikit demi sedikit, dengan bantuan Joo Won, ia berusaha berbicara dengan orang lain yang tidak begitu dikenalnya, sampai akhirnya ia berubah.

Ia berubah dari Jung Yuuri yang pendiam menjadi Jung Yuuri yang periang.

Dan semua itu karena Moon Joo Won.

***

Yuuri tersenyum senang sambil sesekali mengintip namja tampan itu. Dengan memakai jas putih dan stetoskop yang tergantung di lehernya, namja itu sungguh terlihat tampan. Apalagi saat tersenyum pada pasien anak-anak yang diperiksanya. Yuuri merasa gemas dan tidak tahan melihatnya, sehingga ia mengeluarkan kamera dari dalam tasnya dan mulai memotret momen itu.

“Sedang apa Yuu?”Yuuri tersentak kaget mendengar suara itu.

“Ya! Lee Ang Hyeon!”seru Yuuri dengan berbisik.

Ang Hyeon menatapnya bingung lalu melihat ke arah yang tadi Yuuri pandang, kemudian ia tersenyum geli. “Kapan kau akan jujur padanya jika kau sebenarnya menyukainya sejak dua tahun lalu kalian pertama kali bertemu?”

“Sstt!”ucap Yuuri panik. “Kau jangan berkata keras-keras!”

“Kalau kau menunggu ia mengatakannya terlebih dahulu, itu mungkin akan lama! Dan mungkin saat itu ia sudah terbiasa dengan dirimu sebagai sahabatnya, Yuu!”

“Ya! Memangnya semudah itu?! kalau begitu kau sendiri coba bilang pada Oppaku jika kau menyukainya!”

Suara kasak-kusuk mereka berdua membuat mahasiswa kedokteran yang tampan itu menyadari kehadiran mereka. Ia menghampiri kedua yeoja yang sedang berdiri di depan pintu ruang rawat anak-anak yang terbuka.

“Kalau ingin mengobrol jangan disini.”tegur namja itu, membuat Yuuri dan Ang Hyeon terkejut.

“Oppa! Kau mengagetkanku!”omel Yuuri.

Namja itu tertawa. “Kau kesini untuk bermain dengan anak-anak itu kan? Tapi kenapa kau malah memotretku terus?”tanyanya dengan nada menggoda.

“Aish! Kepergok!”gumam Yuuri sebal.

Namja itu mengalungkan tangannya di bahu Yuuri, lalu memandangnya dengan jarak wajah yang sangat dekat, membuat jantung Yuuri berdebar kencang. “Jung Lily, aku tahu kalau aku ini sangat tampan. Tapi kalau kau mengagumiku, kau jangan seperti paparazzi begitu.”

“Geez~ kau terlalu percaya diri, Moon Joo Won!”

“Tapi itu benar kan? Kalau kau tidak kagum padaku kenapa kau suka sekali memotretku dan… aigoo~ jantungmu berdebar kencang sekali!”

Yuuri langsung mundur menjauh agar debar jantungnya tidak terdengar lagi. “Kau itu kalah tampan dari Oppaku!”ucapnya mengelak.

Joo Won memandangnya sebal. “Kau ini selalu saja membandingkanku dengan Oppamu. Setampan-tampannya Oppamu, kan aku yang lebih tampan ini yang berada di dekatmu sekarang.”kata Joo Won sebal. Kemudian ia mengambil kamera di tangan Yuuri dan memberikannya pada Ang Hyeon. “Tolong foto aku dan gadis jelek ini, Ang Hyeon-ssi.”

“Ya! Moon Joo Won! Aku tidak jelek!”seru Yuuri kesal.

Joo Won sedikit membungkuk untuk menyejajarkan wajahnya pada wajah Yuuri. “Kau cantik,”katanya dengan tersenyum, lalu melepas kacamata tebal yang dipakai Yuuri. “Kalau kau menyingkirkan benda jelek ini.”

Yuuri bisa merasakan wajahnya memanas sekarang. Walaupun penglihatannya tidak sejelas saat memakai kacamata, tapi jarak wajah Joo Won yang sangat dekat dengannya itu membuat Yuuri bisa melihat senyum yang terulas di wajah tampan namja itu. Hal yang membuat degup jantungnya semakin keras.

Dan saat itu Ang Hyeon hanya tertawa geli melihat Yuuri yang tersipu sementara Joo Won berpose sekeren mungkin dengan jas dokternya.

*end of flashback*

Lily membuka matanya perlahan. Airmatanya mengalir keluar. Ini pertama kalinya setelah sekian lamanya ia tidak memimpikan momen indahnya bersama Joo Won. Betapa ia sangat merindukan namja itu. Tapi ia tidak ingin ingat tentang masa lalunya lagi. Ia tidak ingin ingat apapun. Ia takut, jika yang diingatnya nanti bukan hanya kenangan indahnya tapi juga kenangan buruknya.

Karena jika itu terjadi, Lily mungkin tidak akan bisa bertahan lagi. Ia tidak akan bisa bertahan tanpa adanya Youngri di sisinya.

Lily mengangkat wajahnya yang ditempelkannya di tempat tidur untuk melihat Youngri. Ia memandang anak itu dengan sedih kemudian mencium lembut keningnya.

“Youngie masih mau tidur hmm?”ucap Lily lembut sambil mengelus pipi Youngri. “Youngie jangan tidur lama-lama ne? Eomma… Eomma akan kesepian kalau Youngie terlalu lama tidur… Eomma cuma punya Youngie…”

Airmata Lily kembali mengalir. Ia terus menciumi tangan mungil Youngri sambil terus mengajaknya berbicara. Tapi setelah beberapa lama ia berbicara seorang diri, Lily mulai merasa frustasi. Dan ia kembali menangis.

Entah berapa lama ia harus menunggu Youngri berbicara lagi dengannya.

“Jangan meninggalkanku seperti dia…”

***

“Yoochun!”

“Kapchagi!”Yoochun terkejut melihat Jaejoong yang tiba-tiba muncul di hadapannya saat ia baru membuka dorm apartemennya. “Waegurae hyung? Kenapa wajahmu seperti itu?”tanyanya bingung. (kapchagi=kau mengejutkanku/astaga)

“Kau darimana saja sejak semalam? Kau tidak tahu keadaan sekarang sedang gawat?!”omel Jaejoong.

“Gawat? Aku kan tidak terlambat untuk schedule kita hari ini. Sebenarnya ada apa sih?”tanya Yoochun makin bingung.

“Aish!”ucap Jaejoong kesal karena sepertinya Yoochun tidak tahu dengan apa yang terjadi padanya saat ini. Ia menarik tangan Yoochun ke dalam dan mendorongnya agar duduk di sofa.

“Aww! Hyung! Ada apa sih?”tanyanya lagi.

“Chunnie Hyung!” “Chunnie!” Yoochun memandang heran kedua dongsaengnya yang menghampirinya. Kenapa semuanya terlihat begitu panik sih?

“Hyung! Kau terlibat skandal!”kata Changmin langsung.

“MWO?!”mata Yoochun membelalak lebar. “Skandal apa?!”tanyanya ikut panik.

“Skandalmu dengan Lily.”jawab Yunho yang baru saja keluar dari kamar.

“Lily?!”Yoochun benar-benar kaget sekarang. Ia buru-buru mengambil tablet PC di tasnya lalu mulai browsing mencari beritanya.

“Kenapa… kenapa bisa ada foto ini?”ucap Yoochun kaget saat melihat fotonya dan Lily beredar di internet.

“Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa bertemu dengannya saat itu dan kalian berciuman?!”tanya Yunho marah, membuat Yoochun kaget akan reaksinya.

“Kami tidak berciuman hyung!”bantah Yoochun.

“Jelaskan!”perintah Yunho.

“Aku tidak sengaja bertemu dengannya waktu jalan-jalan sendirian di sekitar sungai Han. Kami mengobrol dan saat itu… saat itu aku hanya mengerjainya. Aku tidak benar-benar menciumnya!”jelas Yoochun defensif.

“Kau yakin tidak menciumnya?”tanya Junsu curiga.

“Anhiyo!”bantah Yoochun. “Aku memang ingin menciumnya. Tapi melihat temperamennya, aku yakin setelah itu ia akan menamparku sama seperti waktu itu atau bahkan mungkin lebih parah.”lanjut Yoochun dengan cemberut, membuat JaeSuMin meledak tertawa.

Yunho mulai merasa lega mendengarnya. Entah kenapa memikirkan Yoochun dekat dengan Lily membuat Yunho merasa cemas. Yoochun tidak tahu apapun tentang Lily, bahkan Youngri…

Yoochun tidak tahu apa-apa, dan karena itu ia tidak mau menyerahkan Lily pada Yoochun. Yoochun memang membernya, namdongsaengnya, dan Yunho menyayanginya. Tapi bukan berarti dengan begitu Yoochun ia perbolehkan untuk mendekati Lily secara personal.

Yunho masih belum bisa mempercayai siapapun untuk berada di sisi Lily. Hanya Yunho yang bisa melindungi gadis itu. Bukan Moon Joo Won, bukan orang lain.

Kali ini Yunho bersumpah, ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

***

“Ang Hyeon-ssi, bagaimana dengannya?”tanya manager Lily pada Ang Hyeon.

Ang Hyeon menggeleng lemah. “Ini sudah tiga hari, dan ia masih belum mau beranjak dari sisi Youngri.”

“Apa ia makan?”tanya manager Lily cemas.

“Aku sudah memaksanya makan, bahkan menyuapinya. Lebih baik manager-ssi kembali ke Seoul dan bilang pada Han Isa-nim bagaimana keadaannya disini. Jika ia seperti ini, ia tidak akan mungkin bisa mengikuti schedulenya atau mengurus skandal yang sekarang sedang terjadi.”

Manager Lily menghela napas. “Arasseo. Aku akan kembali ke Seoul. Untuk sementara, aku titip dia padamu ya.”

Ang Hyeon mengangguk lalu manager Lily pergi. Kemudian tidak berapa lama setelah manager Lily pergi, ada seseorang yang memanggil namanya.“Ang Hyeon!”

Ang Hyeon menoleh ke asal suara dan melihat seorang namja menghampirinya. “Jaemin-ah.”

“Mana Lily?”

Ang Hyeon memeluk Jaemin erat. “Jaemin-ah, ia tidak mau mengatakan apapun. Ia menangis terus-menerus  di hari pertama, tapi sekarang ia malah tidak pernah berbicara. Ia tidak mau istirahat. Ia bahkan terus-menerus minum kopi agar tidak bisa tidur.”ucap Ang Hyeon dengan menahan tangis. “Aku cemas sekali. Aku takut ia kambuh lagi…”

“Maldo andwae! Itu tidak akan terjadi, Hyeon-ah!”

“Kau tahu traumanya tidak mungkin hilang begitu saja! Kau dokternya! Saat itu ia bisa bertahan karena ada Youngri, kalau sekarang tidak ada Youngri…”

“Youngri akan sembuh! Dan Lily masih punya kita!”ucap Jaemin tegas.

“Kau tahu itu berbeda! Aku harus menghubungi Yunho!”

“Jangan menghubunginya!”

“Yunho bisa membantunya!”

“Kau tahu ia dan ayahnya membenci Joo Won hyung! Justru karena hal itu Lily kabur dari rumah!”

Ang Hyeon terdiam mendengar ucapan Jaemin. Semua yang dikatakan Jaemin memang benar. Dan sekarang, mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Jaemin memutuskan untuk tidak membicarakannya lagi sekarang. Ia masuk ke kamar rawat untuk melihat Youngri dan Lily.

“Lily…”panggilnya pelan menghampiri Lily yang masih tetap duduk diam di samping ranjang Youngri sambil menggenggam tangan anak itu.

“Bagaimana keadaannya?”tanya Jaemin. Lily tidak menjawab. Matanya masih terus terpaku menatap Youngri yang tertidur koma.

Jaemin menghampiri sisi lain tempat tidur untuk mendekati Youngri dan mengusap lembut kening anak itu.

“Ia terlihat tenang, seperti malaikat.”ucap Jaemin pelan.

“Tapi aku tidak suka ia seperti ini.”ucap Lily dengan nada suara tanpa emosi.

Jaemin menghampirinya lalu memeluk Lily yang masih duduk di kursi. Membuat gadis itu menyandarkan sisi kepalanya di dada bidang Jaemin.

“Youngri anak yang kuat. Kau ingat kan saat lahir dokter bilang ia hanya akan bertahan sebulan? Tapi lihatlah. Ia bisa tumbuh besar sampai umur 6 tahun! Kau bisa membesarkannya dengan baik, kau ibu yang kuat.”

Lily hanya diam di pelukan Jaemin. “Kau boleh menangis jika sedih. Jangan menahan perasaanmu.”kata Jaemin, sedikit frustasi karena Lily masih tetap diam. Ini tidak baik untuk Lily. Sedikit saja ia menahan emosinya…

“Dua bulan lagi Youngri ulang tahun keenam. Kau harus yakin, saat itu ia bisa merayakannya dengan gembira.”ucap Jaemin, berusaha memancing Lily untuk mau berbicara.

 

“Eomma, dua bulan lagi Youngie ulang tahun. Saat itu Eomma harus bisa menyanyikan dan menarikan lagu favorit Youngie ya.”.

Lily tersenyum sedih  lalu menoleh memandang Youngri. Ia ingat sms Youngri sebelumnya. Dan ia percaya jika itu janji Youngri padanya. Saat itu Youngri akan sembuh.

Lily harus kuat. Demi Youngri.

“Jaemin-ah,”ucap Lily pelan.

Jaemin merasa lega mendengar suara serak Lily.“Ne?”

“Tolong antarkan aku ke Seoul.”

“Eh? Seoul?”

***

Yoochun terus-menerus memandang Lily sejak tadi gadis itu tiba. Sudah hampir seminggu ia tidak melihat Lily sejak di rumah sakit anak Gwangju. Dan ia merasa khawatir terhadap gadis itu.

Apa ia baik-baik saja? Bagaimana keadaan putranya?

“Nanti kau hanya perlu menjelaskan mengenai drama ini saja. Walaupun ini Talk show Live, tapi aku dan manager Yoochun-ssi sudah secara tegas melarang mereka untuk menanyakan mengenai skandal kalian.”jelas manager Lily.

Yoochun memperhatikan raut wajah Lily, berusaha membaca emosi gadis itu. Tapi ia tidak bisa menebak bagaimana emosi gadis itu.  Lily memasang poker face-nya dan tidak menunjukkan emosi apapun di wajahnya.

“Bukankah lebih baik menjelaskannya saja?”tanya Lily dengan nada datar.

“Ne? Itu tidak mungkin dilakukan sekarang Lily…”

“Kenapa tidak mungkin? Aku sudah merasa cukup banyak masalah sekarang, Oppa tahu sendiri. Aku tidak mau menjadikan fangirls fanatik seperti mereka menuduhku seperti itu.”

Lily merasa sangat kesal saat tahu jika ia mendapatkan skandal dengan Yoochun. Dan ia marah sekali saat membaca berbagai komentar mengenai dirinya di internet. Sebelumnya ia terbiasa cuek dengan banyaknya komentar jelek mengenai dirinya ketika terjadi skandal dengan aktor lawan mainnya. Tapi kali ini ia tidak. Jumlah Cassiopeia sangat banyak dan ia tidak bisa tidak peduli lagi jika kemanapun ia pergi ia bisa mendengar fans Yoochun menjelekkannya.

“Aku tidak mungkin membiarkanmu yang menjelaskannya Lily. Kau terlalu jujur dan frontal. Terkadang kau tidak peduli apa efek yang akan terjadi dari kalimat yang kau ucapkan.”jelas manager Lily dengan sabar. Ia tahu Lily sedang dalam keadaan kalut sekarang, dan ia tidak mungkin membuatnya lebih kesal lagi.

“Aku bersikap frontal bukan berarti aku ingin menghancurkan karirku.”ucap Lily pelan.

“Nan arra.”jawab managernya dengan tersenyum. “Sekarang sebaiknya kau bersiap-siap naik ke stage interview.”

Lily mengangguk lalu pergi ke stage talk show bersama staff tv. Sementara Yoochun mengikutinya masih tidak melepaskan tatapan matanya terhadap gadis itu.

***

Yoochun dan Lily menjawab berbagai pertanyaan seputar drama terbaru mereka dengan lancar. Sesekali Yoochun melirik Lily, ingin melihat bagaimana ekspresi gadis itu. Dan ya, Lily memang artis yang hebat. Yoochun tahu sekarang ia sedang sedih, tapi ia masih bisa memperlihatkan senyuman profesionalnya dan terkadang ikut tertawa dengan candaan dari MC.

“Sekarang waktunya untuk pertanyaan dari penonton di studio.”kata MC. Kemudian banyak penonton yang mengangkat tangan agar MC memilih mereka untuk memberikan pertanyaan kepada Yoochun dan Lily.

Setelah MC memilih penonton yang akan bertanya, ia mempersilahkan mereka untuk bertanya. Pertanyaan pertama dan kedua masih berhubungan dengan drama sehingga Lily dan Yoochun dapat menjawabnya dengan mudah.

Dan pertanyaan ketiga…

“Sebenarnya apa hubungan kalian? Sejujurnya saya tidak mengerti kenapa harus ada skandal di antara kalian. Karena…”

“Chogiyo, hal itu tidak boleh ditanyakan di acara ini.”sela MC.

Tapi gadis yang menanyakan hal itu tidak menghiraukan teguran MC. “… menurut saya kalian sudah sangat terkenal, tidak perlu ada skandal lagi untuk mempromosikan drama ini. Tapi kemudian saya bertanya-tanya, apa ini memang strategi dari managemen Lily Jung untuk membuat skandal antara Anda dengan semua lawan main Anda? Hal yang sangat tidak berkelas.”

Gadis yang bertanya itu memandang Lily dengan senyum liciknya. Membuat Lily mengangkat sebelah alisnya, sedikit heran dengan keberaniannya.

“Jeoseongieyo. Kami tidak akan menjawab pertanyaan itu.”kata MC tegas.

“Aku akan menjawabnya, Jaesuk-ssi.”kata Lily dengan menatap tajam gadis penanya itu. Yoochun mengernyit menatap Lily.

“Lily…”tegur Yoochun.

“Apa aku pernah tidak bersikap profesional dengan merayumu atau memperlakukanmu berbeda dengan yang lainnya?”tanya Lily langsung.

“Anhi.”jawab Yoochun sedikit kaget dengan pertanyaan itu.

“Kau bisa dengar sendiri.”kata Lily pada gadis itu.

“Aku tahu kenapa kau menanyakan hal itu.”lanjut Lily tajam. “Kau pasti salah satu dari sekian banyak fans Yoochun-ssi yang tidak menyukai Yoochun-ssi mendapatkan skandal bersamaku. Tapi kau salah Agassi, jika menganggap semua skandal yang terjadi adalah salahku atau managemenku. Kau benar. Tidak perlu ada skandal kami berdua juga sudah cukup terkenal. Jadi untuk apa managemenku menciptakan skandal yang menghancurkan imejku sendiri? Kau tidak tahu apa kerja paparazzi? Kurasa disini aku tidak perlu menjelaskannya seperti apa. Kalau kau tidak tahu, kau bisa browsing di internet.”

Jawaban Lily yang frontal itu membuat hening semua orang dia acara talk show tersebut. Bahkan MC pun bingung harus mengatakan apa.

“Ah ya, kurasa kau juga tidak tahu Agassi jika menuduh sembarangan dan menghina orang di depan umum adalah salah satu pencemaran nama baik. Dan barusan kau menuduhku dan managemenku secara langsung di acara ini.”kata Lily lagi yang membuat wajah gadis itu memucat.

Lily tersenyum kecil. “Tapi tenang saja. Akan kupastikan managemenku tidak akan menuntutmu. Karena kurasa kau hanya tidak tahu semua itu. Dan saranku, jangan bersikap seperti itu lagi. Karena kau hanya akan membuat idolamu merasa malu.”kata Lily lalu melirik Yoochun yang menatapnya dengan ekspresi merasa bersalah.

Lily mengatakan itu semua dengan kalem tapi juga tegas, memperlihatkan secara tidak langsung jika gadis itu sama sekali tidak bisa melawannya. Ia menatap ke depan masih dengan tatapan penuh percaya diri, dan sedikit angkuh di mata Yoochun. Tapi justru hal itu yang membuatnya terlihat mengagumkan.

Yoochun kini semakin sadar. Lily  Jung memang benar-benar menarik.

Dan jantungnya semakin berdebar kencang saat melihat Lily.

~TBC~

Mau ngucapin: SAENGILCHUKA HAMNIDA, KIM JAEJOONG OPPA!^^

Berhubung gak sempet bkn FF ultahnya, jd ngucapin disini aja. hehe~😛

11 thoughts on “When You Come to My Life 7/?”

  1. ooo.. Paham aku skarang siapa ayah youngri..
    Lalu hubungan yunho-yuuri?? Trus apa yg t’jadi dgn joo won sampe2 yunho benci dia??
    Next..

  2. akhir y masa lalu y lily n joowoon udah terbuka n tinggal sedikit lagi kejelasan y tentang kemana joowoon y????
    sebener y q agak sesikit ada rasa pas baca tentang yunho ke lily,,, kab mereka sodaraan tapi kok q ngerasa yunho sikap u bukan kyk ma sodara tapi kyk org yg cinta ma lily sbgt wanita gt,,,tu yg bikin sesikit bingung,,,, q boleh minta penjelasan sama author y ngak q sesikit bingung tentang rentang waktu pisah yunho-lily-youngri-joowoon pokok y lingkaran mereka deh
    q bingung y YUNHO pisah ma lily udah 6 thn, trus umur y YOUNGRI 6 tahun, trus lily ma jongwoon slama 2 taun hubungan mereka masi blm milikkin youngri,,, q sedikit ningung y disini berarti yunho lebih dari 6 thn kan ngak ketemu lily??? or youngri y harus y bukan umur 6 tahun klo pas ketemu joowoon lily y udah pisah ma yunho??? itu yg buat q bingung sih……

    suka ma yg lily lakuin waktu wawancara bikin fans y yoochun kalah telak n ngak nisa berkutik,,, pokok y daebak tih ug silakuon lily…..
    Lanjut…….

    1. wkt ktmu joo won, lily msh SMA, trus dy sm joo won emg blum pacaran, lily msh brhubungan sm yunho kok, trus yunho jg kenal joo won,, tp kan yunho sibuk terus di seoul, jd jarang ktmu jg.
      ntar ada flashback lg kok gmn sbnrnya perasaan yunho sm lily, hubungan mrka tuh sprti apa, trus knp dy benci bgt sm joo won. tp krn pnjg bgt jd gk lgsg kupublish di 1 part🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s