Let me manage ur love 17 ENDING

 

Gambar

Dreams are my reality
The only kind of real fantasy
Illusions are a common thing
I try to live in dreams
It seems as if it’s meant to be

Dreams are my reality
A different kind of reality
I dream of loving in the night
And loving seems alright
Although it’s only fantasy


Suara alunan suara Richard Sanderson keluar dari handphone miliknya. Jari-jari Ruri mulai bergerak menambah volume suara. Beberapa kali dia mengikuti alunan lagu yang sudah diputarnya sejak tadi. Chorusnya yang berupa Dream are my reality, A different kind of Reality digumamkannya sambil mencoba menghipnotis diri sendiri bahwa kejadian kemarin hanyalah salah satu mimpinya yang paling konyol.

” Arrggghhh….aku bisa gila!!!” Ucap Ruri sambil menggetok kepala dengan kamus bahasa inggris miliknya. Kejadian yang ingin dilupakannya kini malah terekam begitu jelas, begitu nyata dan begitu menyebalkan.Dia masih ingat Siwon datang dan Kyuhyun menatapnya dengan rasa tidak suka. Sebenarnya saat itu Ruri benar-benar ingin tersenyum, meskipun dia gadis naif ( menurut Ruri sendiri) tapi dia bukan gadis bodoh yang tidak tahu bahwa mata Kyuhyun saat itu adalah mata orang sedang cemburu. Baiklah mungkin dia sedikit berharap ada sedikit adegan drama dimana Kyuhyun akan kembali ke ingatannya kemudian menarik tangan Ruri dari genggaman Siwon kemudian dengan lantang mengucapkan ‘dia milikku’ tepat dihadapan nenek sihir itu.Tapi yang terjadi adalah rangkulan Kyuhyun kepada Soomi semakin lekat dan Arrrgggghhhhh….Si mesum itu malah mencium dahi Soomi mesra.Rasanya saat itu dia benar-benar ingin menangis sebelum Siwon mengajaknya keluar untuk menenangkan diri.

” Apa kau masih bisa menahannya?” Tanya Siwon dengan nada kecewa.

” Aku bisa. Aku percaya Kyuhyun akan menemukan kembali ingatanya?”

” Dan kemudian?” Potong Siwon dengan tatapan tajam yang membuat Ruri jadi sedikit merinding. Ruri diam mematung, dia tahu Siwon ingin bertanya apa yang akan dia lakukan jika Kyuhyun sudah kembali dari ingatannya.

” Dan kemudian apa yang kau lakukan?” Desak Siwon.

” Apa lagi? Jika Kyuhyun masih mencintai Soomi saat dia berhasil mengembalikan ingatannya. Mungkin aku…” Ruri melenguh.

“Akan menghilang.” Lanjutnya.

Siwon sejenak tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Tubuhnya bersandar di sofa kafe.

” Aku tidak akan menyerah.” Tegas Ruri.

Siwon tersenyum. Pernyataan Ruri benar-benar menandakan tidak ada satu ruangpun untuknya didalam hati Ruri.

” Sepertinya aku berada di akhir kemampuanku untuk menangkapmu.”

” kau bilang apa?” Tanya Ruri saat Siwon menggumam kepada dirinya sendiri. Siwon tidak menjawab dan malah mengajak Ruri untuk keluar dari kafe.

Sepanjang perjalanan di dalam mobil milik Siwon. Alunan lagu reality mengalun mengiringi perjalanan mereka.

Dreams are my reality
A wonderous world were I like to be
Illusion sorrow come and funk
I try to live in dreams
Although its only fantasy.
Dreams are my reality
I like to dream of you close to me

” Terimakasih sudah mengantarku.” Ruri membungkukkan sedikit badannya. Sebenarnya dia masih agak sedikit takut untuk kembali pulang. Yang paling dia takutkan adalah apa yang Kyuhyun lakukan bersama Soomi sejak sepeninggalannya. Soomi adalah wanita yang matang dari usia maupun pengalamannya dan Kyuhyun adalah pria yang sedang tidak berada dalam kewarasannya. Ruri mendesah dan kejadian itu tidak luput dari mata Siwon.

” Apa kau takut apa yang mereka lakukan didalam?”

Ruri mengangguk.

” Sedikit. Tapi mungkin aku akan menutup mataku dan berpura-pura tidak melihat. Atau mungkin aku bisa saja berpura-pura menumpahkan air diatas kepala mereka.” Kikik Ruri kecil. Siwon tidak menanggapi lelucon Ruri, dan malah menarik tangan Ruri hingga badan Ruri jatuh di pelukkan Siwon.

” Kau tahu itu sangat menyedihkan.” Suara Siwon yang tertekan dan bergetar membuat Ruri menangis kencang. Beban yang dari tadi ia bawa, ia tumpahkan di bahu orang lain yang tidak bisa ia cintai.

” Aku minta maaf jika untuk selanjutnya aku tidak akan bisa menghiburmu lagi.” Ujar Siwon sesaat setelah Ruri berhasil menguasai dirinya lagi.

” Maaf jika aku menyusahkanmu karena sikapku yang cengeng ini.”

” Bukan seperti itu. Meski memang sebenarnya aku tidak suka melihat bagian sisi dirimu yang seperti itu tapi bukan itu yang jadi permasalahannya.” Siwon tampak resah, dia kecewa meski dia mencoba memasuki pintu hati Ruri tetapi tidak ada gunanya jika pemiliknya sama sekali tidak mengijinkan seorang pun selain Kyuhyun memasukinya.

Sepeninggal Siwon Ruri mengetuk pintu apartemen, entahlah ada sesuatu yang mencegahnya untuk membuka pintu itu sendiri. Mungkin rasa segan dan enggan. Suara Bip terdengar dan Kepala Kyuhyun menyembul. Wajahnya terlihat masam.

” Kemana kau sampai larut begini?” Tanyanya.

Ruri tidak menjawab dan mendorong Kyuhyun dengan kasar, dia beranjak ke kulkas dan mengambil air minum. Pandangan Ruri mengawasi ke seluruh ruangan, dan melihat Soomi tidak ada disitu.

” Dia sudah pulang tepat setelah kau pergi dengan si muka lebar itu.” Ujar Kyuhyun.

Ruri melempar tatapan tajam dan menggebrak meja dengan gelas hingga membuat isinya tumpah.

“Aku tidak tanya.” Ruri beranjak pergi, tapi Kyuhyun dengan sigap menarik tangannya. Membuat tubuh Ruri yang mungil jatuh tepat di atas dada Kyuhyun.

” Apa yang kau lakukan? Lepaskan!” Ruri menggeliat berusaha melepas pelukkan Kyuhyun.

” Untuk apa kau pergi bersamanya? Untuk membuatku cemburu?” Sentak Kyuhyun kasar.

” Membuat kau cemburu? Dimana kewarasanmu?” Ruri tersenyum meledek.

” Aku lupa kau hilang ingatan. Yang kau ingat hanyalah semua memorimu yang indah bersama Soomi kan?” Sindir Ruri.

Kyuhyun menyentak lengan Ruri dan kemudian mendekap pinggang Ruri hingga berhasil menyatukan bibirnya dengan bibir mungil Ruri. Ruri terkesiap tapi dia tahu ciuman itu entahlah dia merasakan kegetiran yang dalam.  Kyuhyun melepas ciumannya dan kemudian mengecupnya sebentar. Ruri tidak menolak, bagaimana dia bisa menolak jika semua hati dan pikirannya selalu dipenuhi memori mereka.

” Aku memang belum pulih sepenuhnya. Tapi yang harus kau tahu saat si muka lebar itu membawamu pergi membuatku lumpuh dan begitu marah.” Kyuhyun menatap Ruri dengan tatapan lembut. Sudah cukup lama Ruri tidak melihat Kyuhyun seperti ini. Ruri bisa melihat bayangan dirinya yang terpantul di mata cokelat milik Kyuhyun. 

” Bagaimana dengan Soomi?” Ujar Ruri perlahan. Ruri benci kepada dirinya kenapa dia harus melontarkan pertanyaan seperti itu.

” Aku sudah mengakhirinya.Butuh waktu cukup lama hingga aku menyadari perasaanku padanya sudah lenyap.” Kyuhyun merengkuh Ruri kedalam pelukkanya. Menyenderkan kepalanya di bahu Ruri dan tersenyum.

” Jangan pernah membuatku khawatir seperti itu lagi.”

Ruri mengangguk tanpa terasa airmata sudah mengalir turun.

*****

Soomi berjalan sempoyongan membuat Taecyeon kewalahan menghadapinya. Jika bukan karena dia yang berinisiatif menelepon Soomi tentu dia tidak akan tahu Soomi sedang mabuk berat.

Taecyeon mengarahkan Soomi untuk duduk diatas sofa. Dengan hati-hati dia melepas mantel dan sepatu Soomi kemudian mengambil air minum untuknya. Taecyeon menuangkan segelas air putih dan saat itulah terdengar isakkan tangis Soomi. Taecyeon hanya terdiam hingga tidak sadar airnya sudah meleber kemana-mana.

” Dasar Kyu Bodoh! seperti kau mengerti cinta saja. Anak berengsek! mencoba mengajariku arti cinta!!” Soomi meraung dan melempar semua barang. Suara jeritannya memenuhi semua ruangan dan Taecyeon hanya berdiri diam tanpa melakukan apapun.

Taecyeon menggendong Soomi keatas tempat tidurnya. Memandang setiap raut wajah Soomi dengan wajah kecewa.

” Apa yang harus kulakukan hingga membuatmu sadar bahwa ada seseorang yang selalu memperhatikanmu.”

******

Seorang wanita dengan topi dan kacamata hitam keluar dari gedung apartemen dan mengawasi keadaan sekitar. Seorang lagi, si pria malah asyik memainkan syalnya dan kemudian menggumam ” untuk apa dia melakukan hal itu?”

” Tentu saja aku harus. Kyu…kau itu penyanyi ugh…terkenal dan semua headline berita tentang keadaanmu yang sakit parah setelah kecelakaan. Jangan sampai penggemarmu tahu kau hilang ingatan dan malah jalan dengan seorang cewek. Aku bisa dibunuh!!” Desis Ruri perlahan.

Kyuhyun tampak senang dengan kenyataan dia ‘terkenal’. Dengan heboh dia malah minta ditunjukkan Ruri mana fansnya.

Ruri memperlihatkan beberapa tenda yang dibangun tepat di depan dan disamping sebelah gedung apartemen Kyuhyun.

” Fansmu itu menakutkan. Mereka sudah menginap berhari-hari hanya untuk tahu keadaanmu.”

” WOW…” Jawab Kyuhyun dengan muka bersinar. Dia tahu dia ganteng,tampan,dan bersuara seksi tapi punya banyak Fans….benar-benar melampaui dugaannya.

” Lagian untuk apa juga kau ingin kencan di taman bermain?” Hardik Ruri mengusik khayalan Kyuhyun.

” Ish….terkurung di rumah selama seminggu cukup membuat tubuhku kaku-kaku. Lagipula Ahra Noona tidak melarangku keluar dan bersenang-senang.”

” Sudahlah….capek berdebat denganmu. Pokoknya jangan melakukan hal yang menimbulkan kecurigaan. Setelah bis datang kita harus cepat naik.” Ruri melihat melalui teropongnya dan saat melihat bus dia langsung menarik tangan Kyuhyun.

****

” Sudah kubilang kan kau itu harusnya diam.”

” Memang aku sengaja bersin? aku tidak bisa menahannya.”

” Babo….tahan hidungmu, kalau perlu masukkan kedua jarimu di lubang.”

Kyuhun menunduk dan menaruh jarinya di pelipis Ruri dengan raut muka tidak percaya.

” Dasar Jorok!!”

Ruri menempeleng Kyuhyun dengan permen kapas miliknya.Untunglah tangannya sedang tidak membawa barang berat, bisa jadi jika kena pukulan berat lagi otak Kyuhyun jadi tambah bengkok. Sepanjang jalan mereka ribut gara-gara kesalahan Kyuhyun yang bersin hingga membuat semua penggemarnya menyadari keberadaannya. Untunglah ada taksi di dekat mereka, kalau tidak, mungkin Ruri harus hidup dengan ribuan ancaman dari penggemar Kyuhyun. OMG…..jika itu terjadi Ruri benar-benar akan memasukkan permen kapas kedalam lubang hidung Kyuhyun agar dia tidak bisa bersin lagi.

” Baiklah lupakan soal taman hiburan. Aku baru dapat info dari Sunye taman hiburan sedang penuh sesak gara-gara syuting variety Show.” Ujar Ruri sambil mengecek ponselnya. 

” Oh My…Teen Top ada di taman hiburan.” Mata Ruri melotot melihat layar ponselnya, melihat gambar Ricky yang sedang mengobrol dengan Niel. Kyuhyun ikut curi melihat dari balik bahu Ruri.

” Apa yang kau lihat dari badan kerempeng seperti itu.” Ujar Kyuhyun kesal, mata Ruri begitu bersinar hanya melihat foto mereka. Bukannya dia sepuluh kali lipat lebih tampan? -_____-

” Memang badanmu tidak kerempeng?”

” Tidak! coba rasakan otot perutku.” Kyuhyun menarik tangan Ruri dan menaruhnya di perut, membiarkan Ruri merasakannya.

” Gyaaa…apa yang kau lakukan?” Teriak Ruri kaget, mencoba melepaskan tangannya tapi Kyuhyun malah pasang tampang serius dan mengeratkan pegangannya.

” Agar kau merasakan abs ku dan membuatmu berhenti melihat pria lain.” Ujar Kyuhyun dalam.

” B…baiklah…kurasa itu sudah cukup.” Ruri mengalihkan pandangannya, merasakan bias kemerahan muncul di kedua pipinya. Dia merasa malu melihat mata Kyuhyun yang langsung memandangnya.

” Kurasa tidak.” Kyuhyun menarik tangan Ruri hingga ke dadanya. Suara debar jantung Kyuhyun begitu terasa mengalir melalui pori-pori telapak tangan Ruri. Suara debarannya begitu teratur seiring dengan debaran yang di rasakan juga oleh Ruri.

” Kau lebih menyukaiku atau Teen Top itu?”

Ruri terdiam sebentar dan membuat pose berpikir yang membuat Kyuhyun sebal.

” Apa itu pertanyaan yang sulit?” Teriak Kyuhyun, cewek ini memang paling bisa membuat emosinya seperti jet coaster, apa susahnya sih menjawab pertanyaan seperti itu. Ruri mendelik dan men-sst atas teriakkan Kyuhyun. Kyuhyun melepas tangan Ruri dan mendekap lengannya dengan sikap bete.

” Jujur aku lebih suka Shinhwa.” Ledek Ruri sambil memeletkan lidahnya dan langsung melangkah cepat pura-pura tidak mendengar makian Kyuhyun.

” Yak apa yang kau sukai dari ahjushi2 itu.” *tabokkyu 2x*

Ruri berhenti di lorong jalan berhenti untuk memastikan debaran jantungnya segera berhenti, ayolah dia tidak mau membuat Kyuhyun meledeknya jika mendengar debaran jantung Ruri yang begitu cepat. Dia tidak ingin membuat Kyuhyun geer meskipun kenyataannya begitu. 

” Dasar….bagaimana dia bisa menghilang secepat itu dengan kakinya yang pendek.” Kyuhyun sibuk mencari-cari keberadaan Ruri diantara kerumumunan orang. Dia mengeratkan mantelnya untuk menutupi wajahnya,

 Belum begitu jauh dia melangkah suara ponselnya berdering, membuat dia hampir terlonjak kaget. Hidup gaya seperti ini, memakai alat penyamaran dan berjalan di keramaian membuat dia yakin hidupnya tidak lama lagi. Kyuhyun melihat nama dari ponselnya. Mata Kyuhyun tiba-tiba meredup.

” Halo.”

” Kyu….bagaimana ini? Aku terlalu mencintaimu hingga membuatku sesak napas. Melihatmu berada di samping gadis lain hanya menimbulkan luka didalam hatiku.” Suara Soomi terbata-bata, deburan suara ombak menjadi latar belakang alunan kesedihan Soomi.

” Noona.Maaf.”

” Jangan katakan itu. Kau bukanlah Kyuhyun yang kukenal. Kyuhyun yang kukenal bukanlah orang yang mengumbar kata maaf, Kyuhyun yang kukenal hanya melihatku seorang.”

” Noona kumohon. Berhenti menyakiti dirimu sendiri. Kau tahu dari lubuk hatimu yang terdalam bahwa aku bukan Cho Kyuhyun yang dulu.” Kyuhyun merasakan kegetiran diantara ucapannya.

“……..Apa kita bisa bersatu di alam sana Kyu. Aku akan menunggumu.” Tanya Soomi diiringi desak tangis. Tangisan itu terlihat begitu perih hingga membuat Kyuhyun merasa ada yang tidak beres.

” Noona berhentilah bicara sembarangan!! Kau dimana? Soomi-yah.”

” Sudah lama aku tidak mendengarmu memanggil namaku.” Suara ponsel terputus. Kyuhyun mengenggam teleponnya saat suara MMS masuk. Sebuah gambar pantai yang indah, dengan batu karang yang dihantam oleh riaknya ombak diiringi oleh pesan singkat. ” Perjalanan.”

” Kyuhyun coba lihat ini? Indah sekali kan? Temanku bilang pantai timur di Seoul merupakan pantai terindah yang pernah dia temui. Ayo kita kesana.” Samar-samar ingatan Kyuhyun kembali saat Soomi memperlihatkan foto pantai. 

” Perhatikan saja ujian SAT mu..Soomi-yah. Memang kau ingin tidak lulus?”

” Jangan khawatir aku kan ingin jadi artis, untuk apa memikirkan ujian. Dan bocah…apa tadi kau memanggilku dengan sikap kurang ajar? Panggil aku noona!”

Samar-samar ucapan itu menghilang dan tanpa menghiraukan sakit kepalanya Kyuhyun berlari tanpa memperdulikan apapun lagi, bahkan suara teriakan namanya yang diucapkan oleh gadis bernama Ruri.

Kyuhyun segera turun dari taksi dan suara ombak langsung menyapanya, Kyuhyun berlari hingga ke bibir pantai meneriakkan nama Soomi dengan putus asa.

Saat itulah matanya menangkap seorang laki-laki baru keluar dari laut menggendong Soomi yang pingsan. Taecyeon menatap Soomi dengan pandangan sedih, Tubuh Soomi terlihat begitu rapuh tapi Taeyeon yakin saat ini jiwa Soomi lah yang paling rapuh. Sejak pertama bertemu Taecyeon sudah berjanji akan menjaga Soomi seperti boneka kristal yang akan pecah jika disentuh. Perasaan itu berkembang menjadi perasaan kasih sayang yang mendalam.

” Soomi noona.” Kyuhyun berlari dengan tatapan khawatir. Taecyeon meletakkan Soomi di bibir pantai, mencoba memberikan pertolongan pertama. Soomi terbatuk-batuk saat mengeluarkan air pantai yang terasa asin di mulutnya.

Taecyeon dan Kyuhyun sama-sama menghembuskan napas lega. Taecyeon berdiri kemudian menonjok Kyuhyun.

” Berhentilah membuatnya menangis.”

Kyuhyun tersungkur diatas tanah, kemudian mengusap bibirnya yang berdarah.

“Kuterima pukulanmu. Karena aku layak mendapatkannya.”

>>>

Ruri membuka pintu apartemen Kyuhyun berharap laki-laki itu sudah ada di sana dan menyambutnya. Tapi tidak ada seorang pun, dan baru kali ini apartemen itu begitu terlihat sepi dan menakutkan. Sudah ratusan kali Ruri mencoba menghubungi Kyuhyun tapi laki-laki itu bahkan mematikan teleponnya.

” Kyu kumohon jangan membuatku khawatir seperti ini bodoh.” Ruri mengusap airmatanya yang jatuh tanpa ia sadari.

>>>

” Bagaimana keadaannya?” Tanya Kyuhyun kepada Taecyeon yang baru saja keluar dari kamar Soomi. Taecyeon mendesah.

” Dia baik-baik saja, istirahat selama 2-3 hari fisiknya akan pulih. Tapi kondisi mentalnya yang aku khawatirkan.”

Kyuhyun diam untuk sesaat kemudian menatap Taecyeon.” Boleh aku menemuinya?” Ujarnya lirih. Taecyeon mengangguk dan kemudian berbalik pergi.

Kyuhyun berdiri di depan pintu, dia melihat seorang gadis yang begitu terpuruk sedang menatap kosong langit-langit jendela kamar. Soomi kemudian menyadari keberadaan Kyuhyun, dia tersenyum. Kyuhyun mendekat kemudian duduk di kursi di samping tempat tidur Soomi.

” Aku tahu kau ingin mengatakan apa? Aku idiot…aku tahu itu Kyu…” Lirih Soomi.

Kyuhyun membenarkan ujung selimut Soomi dan tidak menjawab pernyataan Soomi.

” Kau tahu dulu aku bukan gadis yang lemah seperti ini.” Soomi memandang Kyuhyun dan kemudian dia baru menyadari sesuatu.” Ah….kau sedang mengalami amnesia, tentu saja kau tidak ingat.”

” Jangan bercanda Noona. Ingatanku yang menghilang adalah saat setelah aku putus dengan Noona. Tentu saja aku ingat Noona yang dulu. Noona ku yang cantik hingga aku tidak bisa berhenti memikirkannya.” Soomi tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun.

” Meskipun ingatanku setelah kejadian itu belum juga kembali. Tapi debaran ini tidak bisa dihentikan….debaran yang kurasakan pada Ruri persis saat aku merasakan detak jantung yang sama saat pertama kali melihatmu.”Ujar Kyuhyun. Soomi terdiam, dia hanya memandang lurus kearah Kyuhyun untuk beberapa saat.

” Debaran jantung itu? Apakah tidak lagi kau rasakan saat bersamaku?”

Kyuhyun mengangguk. ” Maaf Noona.”

Soomi mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Hujan mengguyur lebat saat ini,rintik-rintik hujan yang jatuh ke tanah menimbulkan irama kepedihan, membuat Soomi tersentak.

” Aku hanya melakukan hal yang sia-sia dan memalukan.” Lirihnya hampir tidak terdengar karena bersaing dengan suara hujan.

” Kumohon noona carilah kebahagiaanmu sendiri.” Kyuhyun meraih tangan Soomi dan mengenggamnya. ” Hiduplah berbahagia karena Soomi noona yang ada didalam ingatanku adalah orang yang selalu tersenyum.”

Soomi merasakan airmata kembali melanda, tapi airmata ini bukanlah airmata kesedihan ini adalah airmata keikhlasan. Kyuhyun sudah berlalu dari tadi dan Soomi hanya bisa mendengar suara tangisannya dan suara air hujan.

Taecyeon melangkah masuk dan kemudian refleks menangkap bulir-bulir airmata di wajah Soomi dengan pungung tangannya. Soomi menoleh dan melemparkan senyum yang disambut dengan senyum Taecyeon. Mungkinkah pintu hatimu terbuka untukku suatu saat nanti. Taecyeon mengusap rambut Soomi membuat Soomi sedikit salah tingkah.

>>>>

Kyuhyun hampir tidak bisa menahan senyumnya saat melihat Ruri yang jatuh tertidur dengan mulut terbuka di atas sofa. Ada bekas-bekas airmata disitu, membuat Kyuhyun agak sedih dibuatnya.

Kyuhyun membungkuk, menopang wajahnya dengan kedua tangannya.

” Apa kau begitu khawatir padaku Ruri Sshi?”

Tangan Kyuhyun mengusap lembut pipi Ruri, mencoba menghilangkan bekas-bekas airmata itu. Kulit dingin Kyuhyun membangunkan Ruri dari tidurnya. Matanya belum terkondisikan dengan benar, siluet seorang pria tampak tengah mengamatinya. Siluet itu kemudian semakin jelas dan jelas. 

Jepret.

Kilat lampu flash mengejutkan Ruri. Suara tawa Kyuhyun yang khas langsung membahana memenuhi seluruh ruangan. Kyuhyun memfoto Ruri dengan Tabletnya.

” Lihat jika ini kuupload di internet pasti netizen akan heboh.” Ujar Kyuhyun menahan tawa.

” Yak! untuk apa kau memfotoku? Sekalipun diupload juga tidak akan ada yang peduli!.” Ruri mencoba merebut tablet dari tangan Kyuhyun, yang sayangnya tidak berhasil. Kyuhyun memajukan wajahnya hingga beberapa senti dari wajah Ruri.

” Kurasa itu akan membuat heboh. Jika kuumumkan bahwa kita sedang berkencan.”

” Apa kau gila?”

” Gila?ini bukan gila…kurasa ini yang dinamakan penyakit cinta bukan? melakukan hal-hal gila adalah salah satu cirinya.” Mata Kyuhyun melembut membuat jantung Ruri hampir jatuh karena copot.

” Jangan mencoba merayuku setelah kau membuatku putus asa karena mencarimu. Darimana saja sih sampai ponselmu tidak bisa dihubungi?” Tanya Ruri setengah kesal setengah mencoba menekan perasaannya.

Wajah Kyuhyun kemudian menjauh. ” aku baru bertemu dengan Soomi noona.”

” Soomi-sshi?”

” Jangan salah sangka dulu. Aku hanya membereskan beberapa hal dengannya dan kurasa itu sudah selesai, mungkin perlu sedikit waktu lagi.” Ucap Kyuhyun sebentar. Ruri mengerti maksud perkataan Kyuhyun, dia tidak bertanya kelanjutannya.

“Aku merasa bersalah.”Ruri menunduk dalam, Kyuhyun mendekat dan kemudian mengangkat wajah Ruri, menatap bayangan dirinya di bola mata Ruri.

” Jangan merasa bersalah. Cinta yang dimulai dengan rasa bersalah bukan hubungan yang sehat.”

” Sejak kapan kau jadi sok puitis seperti itu?” Ujar Ruri mengejek.

” Bagaimana ya?” Kyuhyun hanya balas nyengir dan kemudian mencium bibir Ruri dengan lembut. Kyuhyun melepaskannya sejenak mata mereka saling memandang, tatapan Kyuhyun kepada Ruri seperti tatapan yang sulit dielakkan. Tatapan yang membius hingga sebuah ciuman kembali mendarat.

Ruri terhanyut begitu dalam, dia bisa merasakan betapa besar cinta Kyuhyun untuknya dan dia yakin Kyuhyun juga tahu betapa besar cintanya kepada Kyuhyun.

>>>>

” Kyuhyun penyanyi ballad yang baru saja berhasil meraih piala daesang untuk tahun 2015. Selamat untuk kemenangan ini…”

” Terimakasih sebelumnya. Banyak cinta yang diberikan untukku melalui album ini.” Kyuhyun tersenyum memikat,apalagi dengan pakaian rancangan Dior yang dikenakannya.

” Apakah anda bisa menjelaskan lagu yang berjudul Let Me Manage Ur Love ini?” Tanya sang pewawancara dengan sangat berminat.

” Tentu lagu ini adalah ungkapan isi hatiku untuk istriku. Sebenarnya awal pertemuan kami tidak seindah seperti arti lirik lagu ini.” Ujar Kyuhyun tertawa.

” Ah….jadi isi lagu ini adalah kisah asmara anda dengan istri anda.”

” Ya…anggap saja begitu.” Jawab Kyuhyun dengan tatapan misterius.

” Lalu apakah gosip tentang keretakkan hubungan rumahtangga anda tidak benar?”

” Jangan buat aku tertawa dengan pertanyaan konyol semacam itu. Kurasa banyak orang yang merasa iri dengan keharmonisan rumah tangga kami.”

” Kalau begitu silahkan kirim video singkat untuk istri anda. Kudengar istri anda sedang sibuk dengan pameran lukisannya saat ini.”

 “Chagiya….istriku berhentilah terobsesi dengan boyband. Kau sudah terlalu tua untuk melakukan kegiatan tidak berguna seperti itu. Kau kan sudah punya suami tampan, tinggi dan berkepribadian baik. Chagiya apa dulu kau menyelamatkan sebuah negara hingga dirimu dianugerahi suami sepertiku? Chagiya…ayo kita tambah satu lagi…Changjo perlu teman bermain.” 

Pet…suara tv langsung dimatikan. Tanpa memperdulikan suaminya yang protes keras karena belum sempat melihat sampai selesai, Ruri sudah memasang tampang gahar.

” Apa? Kegiatan tidak berguna? Suami yang baik dan tampan? Menyelamatkan sebuah negara? Dasar Kyu berengsek!! Hal seperti itu tidak perlu kau katakan saat wawancara kan?” Ruri menjambak rambut Kyuhyun secara kasar.

” Adawwww……akan kulaporkan kau ke polisi sebagai tindakan kekerasan!!” Teriak Kyuhyun emosi.

” Eomma…Appa….”  Suara lirih dan hampir menangis itu menghentikan ulah mereka berdua. Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun memeluk boneka pacmannya dan merengut menahan tangis.

Ruri langsung loncat dari tempat tidur dan memeluk Changjo nama buah hatinya.

” Kenapa sayang? Mimpi buruk lagi?”

Changjo mengangguk-angguk lucu. Dan kemudian berlari dan loncat keatas tempat tidur.

” Eits….Appa sedang dalam program membuatkan adik untukmu. Changjo mau adik kan?” Ujar Kyuhyun dengan wajah iblisnya. Changjo garuk-garuk kepala dan nggak ngerti. Ruri sudah pasang tampang galak kearah Kyuhyun yang langsung mengkeret. Ruri kemudian mengambil posisi tidur dan membelai kepala Changjo. Membuat Kyuhyun jadi pengen ikut dibelai-belai yang sayangnya dijawab dengan jitakkan Ruri.

” Kalau begitu besok kita harus kerja keras Rie-Chan. Kasihan kan Changjo sendirian.” Ujar Kyuhyun penuh modus. Ruri hanya tersenyum dan memberi ciuman singkat.

” Kita lihat nanti ya Changjo Appa.”

Kyuhyun ikut tersenyum dan kemudian memeluk Changjo dan Ruri kedalam pelukkannya. Suara jangkrik dan hembusan angin malam menemani mereka dalam kepekatan malam, menunggu sang mentari kembali dari peraduannya dan menyambut esok dengan akar-akar cinta yang semakin terjalin kuat diantara mereka bertiga.

The End

Akhirnya selesei juga serial ini…Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung cerita ini semoga serial selanjutnya lebih baik dan tidak tertunda lagi😀. 

 

10 thoughts on “Let me manage ur love 17 ENDING”

  1. baca ini waktu taun kmaren di wattpad nemu endingnya disini heheheh
    akhirnya selesai juga…
    author saya sbenernya pengagum karya anda yg unik2 hehhe keep writting…

  2. kkeut !!!
    aaaah gilaaa
    lama nggu ff ini kelar
    ckckck
    wahaaaa Kyu ama Ruri married
    yuhuuuuu
    astaga ini jawaban Kyu
    gilaaaaa
    ayo kita tambah satu lagi <—- mantap Kyu
    frontal kkkkk

  3. yippie happy ending..aku bener2 addict bgt sm ff ini
    aku sampe hrs cari d page ini bwt baca endingnya.
    sebenernya aku baca ff ini d wattpad
    untuk endingnya ku rasa alur nya kecepetan aigoo smpe bikin aku ngos2an baca nya piss thor
    ga rela dech ff ini dh tamat..
    good job thor d tunggu karya selanjutnya

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s