When You Come To My Life 5/?

when you come to my life poster

Tittle:: When You Come to My Life 5/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon

Genre:: Romance, Drama

Rate:: PG

Previous part:: 1  2  3  4

Background song:: DBSK – White Lies

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

Thanks to Andinarima buat posternya! ^^

~Happy Reading~

“Lily!”

Lily yang sedang sarapan dengan menyantap sandwich menoleh ke asal suara. Yoochun menghampirinya dengan wajah tersenyum lebar. “Bagaimana kabarmu? Sudah sehat?”tanyanya.

“Gomapta sudah mengkhawatirkanku. Aku sudah tidak apa-apa. Tapi aku hanya bisa syuting setengah hari. Aku masih harus banyak istirahat.”jawab Lily dengan tersenyum kecil.

Yoochun tersenyum. “Syukurlah. Tidak apa-apa syuting hanya sampai setengah hari. Aku yakin scene kita pasti akan cepat selesai. Aktris hebat dan aktor hebat, pasti akan mendapat scene yang bagus kan?”ucap Yoochun dengan percaya diri tinggi, membuat Lily berdecak.

“Percaya diri sekali.”kata Lily tersenyum kecil. Yoochun masih tersenyum memandang Lily yang kembali menggigit sandwichnya. Ia terlihat sedang dalam mood yang baik. Yoochun bertanya-tanya dalam hati, hal apa sebenarnya yang membuat Lily terlihat seperti itu? Apa terjadi sesuatu yang baik padanya selama tiga hari kemarin mereka tidak bertemu?

“Sudah selesai sarapan?”tanyanya saat Lily menghabiskan gigitan terakhir sandwichnya.

Lily memperhatikan sesaat wajah Yoochun yang sudah di make-up, kemudian menggeleng. “Ini baru sandwich keduaku. Masih ada dua lagi.”ucapnya pelan dengan menunjuk dua bungkus sandwich di mejanya.

Yoochun mengangkat alis, kemudian tertawa geli melihat Lily yang kembali asik menyantap sandwichnya sambil membaca-baca script drama. “Kau ternyata memang punya nafsu makan yang besar.”

Lily mengernyit menatap Yoochun dengan ekspresi datar. Ia menjawab komentar  Yoochun ketika Yoochun juga berbicara: “Seorang artis dan model memang harus berbadan langsing, tapi bukan berarti ia harus kelaparan.”kata Yoochun dengan menampilkan smirknya saat mengikuti Lily mengatakan hal yang sama dengan perkataannya malam itu.

“Itu kalimatku.”ucap Lily dengan mata menyipit.

“Itu memang kalimatmu. Aku hanya membantumu mengatakannya.”kata Yoochun dengan nada bercanda.

“Aish! Jangan ikuti kata-kataku lagi!”kata Lily kesal. Lalu ia buru-buru menghabiskan sandwichnya dan meminum jus jeruk kalengnya. “Eonnie, aku sudah selesai. Bisa tolong benarkan lipstickku?”tanya Lily pada make-up artistnya.

Yoochun memandangi wajah Lily yang sedang di make-up. Ia sibuk memperhatikan bagian-bagian wajah gadis cantik itu. Matanya yang besar dan tajam, hidungnya yang mancung, bibir bagian bawahnya yang lebih tebal dari bagian atas dan berbentuk hati membuatnya terlihat lebih sensual…

“Apa yang kau lihat?”

Yoochun tersentak kaget mendengar ucapan tajam Lily.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Make-up ku aneh?”tanya Lily sambil memperhatikan wajahnya di cermin.

“Anhiyo, Lily-ssi. Itu pasti karena kau terlihat sangat cantik.”jawab make-up artistnya dengan tersenyum.

Yoochun tersenyum lebar. “Dia benar. Kau cantik sekali.”kata Yoochun meng-iyakan. Yoochun menunggu reaksi Lily yang terlihat malu dengan pujian itu, atau setidaknya tersenyum senang. Tapi reaksi  yang didapatkannya sungguh berbeda.

“Aku tahu aku cantik.”kata Lily lalu bangkit dari duduknya dan beranjak pergi, meninggalkan Yoochun yang tercengang akan reaksinya.

Make-up artist yang bersamanya tertawa kecil. “Lily itu percaya diri sekali ya? Bukannya mengatakan ‘gomapta’ atau terlihat malu, ia malah mengatakan hal yang sangat percaya diri itu.”

Yoochun ikut tertawa. “Justru itu yang membuatnya menarik.”

***

“Lily-ssi, nanti saat taksi berhenti kau langsung berlari keluar dan pergi ke arah pintu gerbang. Setelah kau melihat pintu gerbang yang tidak terbuka, kau akan menunggu di depan gerbang dan mengucapkan dialogmu. Ok?”

Lily mengangguk pelan ketika sutradara mengarahkan scenenya.

“Lalu saat Lily menunggu di depan gerbang, dari dalam gerbang Yoochun-ssi akan memandangnya. Dan ketika Lily-ssi pergi, kau akan berusaha mencari-cari cara untuk membuka pintu gerbang dan berlari keluar. Ok?”

“Ne!”jawab Yoochun.

Kemudian semua kru bersiap-siap dan Lily masuk ke dalam taksi untuk pengambilan scene pertama mereka hari ini.

“Action!”

Scene 1:

Lily keluar dari taksi dan berlari-lari menerobos hujan ke depan pintu gerbang sebuah rumah besar. Ia melihat-lihat ke dalam dan kebingungan untuk mencari cara membuka pintu itu sementara hujan masih juga turun. Dengan semakin merapatkan jaketnya ia menunggu di pinggir jalan depan pintu gerbang rumah besar tersebut.

Yoochun yang keluar dari mobilnya dan berencana membuka pintu gerbang untuk keluar dari rumah itu, terkejut melihat Lily yang berada di depan pintu gerbang. Ia memperhatikan kaki Lily yang terus-menerus digerakkan saat bosan menunggu. Lalu kalimat yang diucapkan Lily berikutnya membuat Yoochun tertegun.

Lily mengucapkannya seperti mantra. Walaupun sebenarnya ia sedang menebak-nebak. “Hujan berhenti… hujan tidak berhenti… hujan berhenti… hujan tidak berhenti…”begitu seterusnya sampai Lily memutuskan untuk pergi karena terlalu lama menunggu di tengah hujan.

Yoochun panik saat melihat Lily pergi. “Berhenti…”Yoochun menggoyang-goyangkan pintu gerbang dengan panik. “Berhenti disana!”teriaknya, sementara Lily tidak mendengar dan terus berlari. Kemudian Yoochun berusaha memanjat pagar, lalu turun lagi dan dengan panik mencari-cari cara untuk membuka pintu gerbang besar itu.

“CUT!”ucap sutradara. “Ok! Scene berikutnya!”

Kemudian air hujan buatan kembali dinyalakan. “Action!”

Scene 2:

Kali ini Yoochun berhasil membuka pintu gerbang dan berlari mengejar Lily yang sudah berjalan cukup jauh dari depan pintu. Ia berhasil mencapai gadis itu dan menangkap tangannya. Lily terlihat sangat shock saat melihat Yoochun yang menangkap tangannya.

“Mwoya?”kata Lily yang masih shock dan kebingungan. Yoochun tidak mengatakan apapun dan hanya menatap Lily dengan mata berkaca-kaca.

Kemudian seorang namja menghampiri mereka berdua. “Jung Woo! Ada apa? Apa kita akan menangkapnya?”tanyanya pada Yoochun. Yoochun masih menatap Lily yang kebingungan.

“Kau sudah selesai? Apa yang ingin kau lakukan?”tanya namja itu lagi.

Dengan perlahan Yoochun melepas tangan Lily. “Andwaeyo…. andwaeyo…”ucapnya dengan mata memerah karena menahan tangisnya yang akan mengalir. Kemudian Yoochun balik badan dan pergi dengan berjalan cepat.

Namja itu kebingungan melihat Yoochun yang pergi. “Jeoseonghamnida…. jeoseonghamnida…”ucapnya pada Lily lalu berlari pergi mengikuti Yoochun. Sementara Lily masih menatap kepergian mereka dengan ekspresi bingung tapi terlihat ada kesedihan juga di pandangan matanya itu.

“CUT!”

Asisten ketiga artis itu langsung menghampiri mereka bertiga dan memberikan mereka handuk. Lily dan Yoochun langsung pergi ke tempat duduk mereka dan meminum teh hangat yang diberikan asisten mereka.

“Aktingmu bagus.”kata Lily lalu menyesap pelan teh hangatnya.

Yoochun tersenyum. “Mendapat pujian dari artis besar sepertimu merupakan suatu kehormatan bagiku. Gomawo, karena kau mau berakting bersamaku.”ucapnya senang.

Lily berdecak pelan. “Aku tidak sehebat itu.”gumamnya, “Lagipula jalan ceritanya yang bagus yang membuatku main di drama ini. Menyedihkan, tapi sangat menyentuh.”

Yoochun  mengangguk pelan. “Aku tidak pernah berpikir cinta pertama bisa semenyakitkan itu. Tidak pernah terpikirkan olehku jika ada seorang namja yang selama 14 tahun mencari keberadaan cinta pertamanya yang dianggap polisi sudah mati, seperti Han Jung Woo ini. Bahkan demi mencari Lee So Yeon ia sampai kabur dari rumah dan menjadi detektif.”

“Cinta pertama tidak selalu berakhir bahagia…”ucap Lily pelan dengan nada sedih.

Yoochun memandang wajah Lily yang terlihat sendu. Ia penasaran dengan apa yang dipikirkan gadis itu. “Lily-ssi?”

“Ne?”jawab Lily.

“Bagaimana dengan cinta pertamamu?”tanya Yoochun. Sesaat mata Lily melebar kaget mendengar pertanyaan itu. Lalu ia menunduk dan wajahnya berubah sendu.

“Entahlah.”jawab Lily pelan.

Yoochun masih mengamati ekpresi di wajah Lily. Apa yang menyebabkan gadis ini selalu terlihat sedih? Entah kapan Yoochun bisa mengetahui jawaban dari pertanyaannya itu.

***

Anak laki-laki itu terus-menerus memandang ke lokasi syuting dari dalam mobil. Ia tersenyum dan bersenandung kecil untuk menghibur dirinya yang merasa tidak sabaran ingin bertemu dengan seseorang.

“Eomma masih lama ya, Hyeon Imo?”tanya anak laki-laki itu pada seorang gadis yang duduk di sampingnya. (Imo=tante)

Ang Hyeon tersenyum. “Sebentar lagi kok. Sekarang Eomma mungkin sedang ganti baju.”jawabnya.

“Lama sekali.”gumamnya dengan nada tidak sabaran. “Imo, kita kesana yuk? Youngie mau melihat tempat Eomma syuting.”

“Eh?”Ang Hyeon terlihat kebingungan. Akan gawat kan nantinya kalau Youngri memanggil Lily saat di lokasi syuting? Itu pikirnya.

“Imo? Ayuuuuukkkk~”rengek Youngri.

“Ng… ok, kita kesana cuma sebentar ya. Dan ada syaratnya juga.”

“Apa?”

“Youngie harus memanggil Imo dengan sebutan Eomma.”ucap Ang Hyeon dengan tersenyum membujuk. Youngri mengernyit.

“Shireo. Eomma Youngie kan cuma seorang, dan namanya Lily Jung. Youngie tidak akan memanggil orang lain dengan sebutan Eomma.”ucap anak itu dengan cemberut.

“Hanya di Seoul saja kok Youngie. Kalau di depan orang banyak Youngie memanggil kami berdua Eomma. Ya?”bujuk Ang Hyeon. Youngri masih mengernyit. “Kalau begitu Youngie nggak bisa kemana-mana lho…”

“Hmm… iya deh.”ucap Youngri dengan tak rela. Ang Hyeon tersenyum lalu keluar dari mobil. “Yuk?”katanya menunggu Youngri keluar dari mobil.

Dengan bersemangat anak itu keluar dari mobil dan berjalan bergandengan tangan dengan Ang Hyeon ke arah lokasi syuting. Mata mereka mencari-cari keberadaan Lily.

“Wuaahhhh~ jadi seperti ini tempat Eomma membuat film ya?”kata Youngri dengan nada takjub saat melihat kesibukan di lokasi syuting. Ang Hyeon tersenyum melihat wajah penasaran Youngri saat melihat berbagai alat disana. Dengan sabar ia menjawab berbagai pertanyaan anak yang penasaran itu.

“Seru ya!”ucap Youngri gembira saat Ang Hyeon menjelaskan kamera yang dipakai menshoot scene drama. Ang Hyeon tertawa lalu mengusap lembut kepala Youngri.

“Lee Ang Hyeon?”

Jantung Ang Hyeon langsung berdegup kencang saat mendengar suara yang familiar itu. Tidak mungkin namja itu ada disini kan? Dan Ang Hyeon pun berbalik untuk melihat namja yang tidak diharapkannya untuk ditemuinya disini.

***

“Hyung, kenapa kita tidak langsung ke studio saja sih? Chunnie hyung pasti masih lama.”gerutu Changmin.

“Ia bilang sebentar lagi selesai kok. Lagipula aku ingin lihat ia syuting.”kata Yunho lalu membuka pintu mobil van mereka.

“Jae hyung, aku boleh ya makan bekal yang hyung buat tadi?”

“Andwae hyung! Dia kan sudah banyak makan tadi!”bantah Junsu kesal.

“Kau kan tadi sudah makan Changmin-ah.”

“Tapi aku kan masih dalam masa pertumbuhan hyung!”

Jaejoong hanya memutar bola matanya mendengar alasan Changmin yang sudah sering didengarnya itu. Tanpa menjawab gerutuan Changmin ia keluar van menyusul Yunho.

Yunho kemudian berjalan menuju tempat syuting bersama Jaejoong, meninggalkan Junsu dan Changmin yang masih berdebat soal kerakusan Changmin itu.

“Kira-kira Yoochun dimana ya?”tanya Jaejoong pada Yunho. Yunho hanya mengangkat bahu. Matanya mencari-cari ke sekeliling lokasi syuting itu. Bukan Yoochun yang dicarinya tapi Lily.

Saat itulah matanya menangkap sosok yang tidak disangkanya. Ia menghampiri gadis yang dikenalnya itu yang sekarang sedang bersama seorang anak kecil.

“Lee Ang Hyeon?”

Kemudian Ang Hyeon berbalik dan terkejut melihat Yunho. “Ju… Jung… Yunho-ssi?”

Yunho tersenyum melihat wajah gugup gadis itu. “Sedang apa disini? Melihat Lily?”

“Ah… iya.”jawab Ang Hyeon pelan dengan memandang ke arah lain, tidak berani memandang Yunho. Kemudian pandangannya jatuh ke Jaejoong yang menatapnya penasaran.

“Aku disini untuk menjemput Yoochun.”kata Yunho, “Ah ya, ini salah satu memberku, Jaejoong. Jaejoongie, ini Lee Ang Hyeon.”tambah Yunho saat sadar Jaejoong sedang menatap Ang Hyeon penasaran.

Ang Hyeon tersenyum kecil. “Kau tidak perlu memberitahuku. Aku tahu siapa kalian.”ucapnya.

“Ah ne. Aku jadi merasa tersanjung.”ucap Jaejoong tersenyum dengan menutup mulutnya dengan punggung tangan, kebiasaannya saat sedang merasa malu.

Lalu perhatian kedua namja itu teralihkan dengan Youngri yang berada di samping Ang Hyeon. Ang Hyeon yang sadar hal itu terlihat kebingungan untuk menjelaskan. Ia tidak mungkin memberitahu mereka siapa Youngri kan?

Kemudian gadis itu merasakan tarikan pelan di bajunya, Ang Hyeon menunduk dan menatap Youngri yang terlihat penasaran. Youngri menarik ujung baju Ang Hyeon sedikit kuat untuk membuatnya berjongkok. Ketika berjongkok, Youngri berbisik di telinga Ang Hyeon sambil sesekali melirik Yunho dan Jaejoong.

“Ne, mereka DBSK yang menyanyikan lagu Balloons.”jawab Ang Hyeon, tersenyum mendengar pertanyaan Youngri akan penyanyi dari lagu kesukaannya itu.

Yunho dan Jaejoong tersenyum mendengar ucapan Ang Hyeon.

“Annyeong!”sapa Jaejoong dengan tersenyum ramah. Yunho berjongkok di hadapan Youngri lalu menjulurkan tangannya.

“Annyeong. Perkenalkan, Jung Yunho imnida. kau menyukai lagu Balloons?”

Youngri menatap Yunho dengan ragu lalu kembali menatap Ang Hyeon. “Youngri, ayo jawab.”

Youngri lalu tersenyum dan membalas uluran tangan Yunho. “Annyeonghasseyo, Youngri imnida. Youngie suka lagu Balloons!”jawabnya riang. “Yunho ahjusshi yang pakai kostum harimau kan? Dan ahjussi yang itu yang pakai kostum singa kan?”

“Ahjusshi?! Memang kami setua itu?”ucap Jaejoong kaget mendengar panggilan Youngri pada mereka.

Ang Hyeon dan Yunho tertawa kecil mendengar reaksi Jaejoong.

“Ne. Kau benar Youngri. Di mobil masih ada ahjusshi lain yang pakai kostum rusa dan domba.”jawab Yunho senang dengan reaksi anak itu.

“Jinjjayo?”ucap Youngri senang.

Yunho mengangguk bersemangat. “Youngri mau bertemu mereka?”

“Ah, Youngie, sepertinya Youngie tidak bisa bertemu ahjusshi yang lain.”kata Ang Hyeon. Ia sebenarnya tidak tega memisahkan Youngri dan Yunho yang sekarang terlihat akrab. Tapi ia tidak mungkin membiarkan Youngri lama-lama bersama Yunho dan membuat namja itu tahu siapa Youngri.

“Waeyo?”tanya Youngri dengan nada kecewa.

Ang Hyeon sebenarnya bisa tahu dengan hanya melihat ekpresi Yunho, namja itu sebenarnya penasaran dengan status Youngri. Dan sepertinya, karena ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, ia harus menghindarinya saja.

“Eomma kan tadi sudah bilang, kita cuma bisa sebentar disini. Youngie tidak bisa lama-lama diluar di cuaca dingin begini. Dan…Youngie ingat kan syaratnya tadi kalau mau kesini?”ucap Ang Hyeon pada Youngri. Ang Hyeon bisa melihat ekspresi terkejut di wajah Yunho ketika ia menyebut kata ‘eomma’.

Youngri cemberut ketika Ang Hyeon mengingatkan syarat yang disebutkannya tadi di mobil. “Arasseo, Eomma.”ucap Youngri dengan nada tak rela.

Kemudian Ang Hyeon berdiri, diikuti Yunho yang masih menatapnya dengan ekspresi kaget dan juga bingungnya.

“Yunho-ssi, Jaejoong-ssi, mianheyo kami tidak bisa lama-lama disini. Youngri tidak bisa lama-lama diluar. Dan aku yakin kalian pasti juga sibuk. Permisi.”kata Ang Hyeon lalu mengajak Youngri pergi.

“Sampai jumpa lagi, Ahjusshi-deul!”ucap Youngri dengan melambai-lambai pada Yunho dan Jaejoong. Mereka membalas lambaian Youngri yang berjalan bergandengan dengan Ang Hyeon itu.

“Aku tidak menyangka jika Youngri itu anaknya. Padahal aku pikir ia menyukaimu.”kata Jaejoong setelah Ang Hyeon dan Youngri berjalan jauh.

Yunho menoleh kepada Jaejoong.“Apa?! Suka?!”tanyanya kaget.

“Menurutku sih begitu saat melihat pandangannya padamu. Tapi kalau dia sudah punya anak, mungkin tebakanku itu salah. Kau mengenalnya dimana?”

“Di Gwangju. Dia hoobaeku di SMP.” (a/n: hoobae=junior)

“Semuda itu sudah punya anak sebesar itu?”ucap Jaejoong terkejut.

Yunho mengernyit. “Youngri memanggilnya ‘eomma’, itu berarti anak itu anak Ang Hyeon kan? Tapi kenapa aku tidak tahu kalau ia sudah menikah?”gumamnya bingung.

“Kenapa memangnya? Kau menyukainya ya?”goda Jaejoong.

“Anhi!”jawab Yunho cepat dengan wajah merona merah. Entah merah karena apa.

“Tapi wajahmu mengatakan sebaliknya, Yunho-ya.”goda Jaejoong lagi. Kemudian Jaejoong menghela napas. “Sudahlah, Yunho. Cari saja gadis lain ya.”ucapnya simpati.

“Jangan mengatakan hal-hal yang aneh, Jaejoongie.”ucap Yunho tajam lalu berjalan pergi, meninggalkan Jaejoong yang masih menatapnya penuh simpati.

***

“Sekarang Youngie mau ngapain?”tanya Lily pada Youngri saat ia menggendong anak itu ke kamarnya di apartemen Lily. Setelah selesai syuting mereka jalan-jalan sebentar lalu makan di luar. Tapi karena Youngri tidak bisa main di luar lama-lama, mereka memutuskan pulang ke apartemen Lily.

“Main game!”jawab Youngri riang.

Lily tersenyum, lalu menurunkan Youngri di atas tempat tidur anak itu yang berbentuk mobil mainan besar. “Main game lagi? Kemarin kan sudah. Youngri gak capek main game terus?”

“Nggak. Lagipula kan mainan di kamar Youngie masih banyak yang belum dimainkan. Terus kaset game yang Eomma belikan, terus… ah ya! Eomma harus bacakan Youngie buku cerita! Eomma kan sudah lama sekali tidak membacakan Youngie buku cerita.”

“Ne~ mau baca buku berapa banyak? Semua buku yang Eomma belikan?”

“Mm-hm. Semuanya! Youngie bisa sih baca sendiri. Tapi kan lebih enak kalau Eomma yang bacakan.”

“Ok, ok. Geez~ kau mirip sekali dengan seseorang.”gerutu Lily pelan.

Youngri tersenyum lebar. “Mirip Appa kan?”

Lily terkejut mendengar ucapan Youngri. Kemudian ia tersenyum lembut dan mengelus rambut Youngri dengan sayang. “Ne. Youngie mirip sekali dengan Appa.”

“Eomma kangen Appa?”

“Mm-hm. Kangen sekali.”ucap Lily nyaris berbisik dengan pandangan menerawang.

“Mianheyo, Eomma.”ucap Youngri sedih.

“Ne? Mianhe kenapa?”tanya Lily bingung dengan memandang Youngri.

“Kalau Youngie tidak sakit dan harus dirawat di rumah sakit, Eomma pasti gak kesepian tinggal sendirian disini.”

Mata Lily melebar kaget. Tidak menyangka jika anak sekecil Youngri bisa mengucapkan kalimat sepengertian itu. Padahal seharusnya ia yang meminta maaf pada anak itu karena tidak bisa selalu berada di sisinya. Lily tersenyum lembut lalu mengambil bingkai foto di meja belajar di samping tempat tidur Youngri.

“Eomma gak kesepian kok. Kan ada ini.”kata Lily dengan tersenyum dan menunjukkan foto dirinya yang sedang menggendong seorang bayi dan dirangkul oleh seorang namja yang memakai seragam putih. Mereka tersenyum bahagia di foto itu.

Youngri tersenyum lalu mengambil foto itu dan memeluknya erat. “Youngie juga tidak pernah kesepian kalau melihat foto ini.”katanya. Lily tersenyum lalu memeluk erat anak itu.

“Eomma, Youngie mau makan es krim~”kata Youngri setelah beberapa saat mereka berpelukan. Lily tertawa lalu melepaskan pelukannya.

“Katanya mau baca buku?”

“Makan es krim dulu. Baca bukunya nanti saja sebelum tidur.”kata Youngri dengan ekspresi imutnya.

“Arasseo! Kita beli es krim ya sekarang!”kata Lily dengan mencubit hidung Youngri gemas.

Dan mereka pun bersiap-siap untuk pergi membeli es krim.

***

Yoochun memakan es krim coklatnya sambil mengotak-atik ponselnya. Setelah syuting ia harus pergi dengan membernya untuk pemotretan, dan setelah itu waktu freenya Yoochun habiskan untuk bertemu dengan ibunya di kedai es krim ibunya.

TOG

Tapi tentu saja karena tidak ingin diganggu oleh fans, Yoochun harus memakai penyamarannya.

“Mau es krim apa?”

Suara yang familiar itu membuat Yoochun mengalihkan perhatiannya dari ponselnya dan melihat ke arah suara. Di depan konter pesanan es krim, Lily Jung dengan penampilannya yang ‘biasa’ sedang menggendong seorang anak kecil yang tidak dikenal Yoochun. Ia tersenyum lembut ketika bertanya dengan anak kecil itu. Senyuman lembut yang tidak pernah dilihat Yoochun sebelumnya. Apa berarti anak itu seseorang yang berarti untuk Lily?

“Kita duduk disini ya.”kata Lily lalu duduk bersama anak itu di sebelah tempat duduk Yoochun. Lily duduk membelakangi Yoochun sementara anak itu duduk di hadapan Lily, sehingga Yoochun bisa dengan jelas melihat wajahnya.

“Anak itu kan yang ada di foto di ponsel Lily.”pikir Yoochun saat berusaha mengingat dimana ia pernah melihat wajah anak kecil itu.

Yoochun memandang Lily yang perhatiannya teralihkan pada pigura besar berisikan foto Yoochun di dinding.

Timeoutgelato

 

Ia mencoba menahan tawanya melihat wajah terkejut gadis itu. Sepertinya Lily tidak tahu sebelumnya kalau TimeOut Gelato adalah kedai es krim milik keluarga Yoochun.

Lily kemudian melihat ke sekelilingnya, dan Yoochun hampir saja meledak tertawa karena melihat Lily ternganga melihat banyaknya merchandise dan foto-foto Yoochun disana.

Timeoutgelato1

 

Timeoutgelato3

 

Timeoutgelato2

 

Setelah pulih dari kekagetannya, Lily kembali memperhatikan anak yang bersamanya.

“Enak?”tanya Lily saat anak kecil di hadapannya itu memakan es krimnya. Anak kecil itu mengangguk senang, yang mengundang tawa kecil Lily yang terdengar seperti melodi indah di telinga Yoochun.

Yoochun tersenyum. Tidak pernah menyangka jika ia akan melihat sisi lembut dari Lily. Ia memang tidak melihat langsung ekspresi gadis itu, tapi hanya dengan mendengar kata-kata lembut yang diucapkan Lily pada anak kecil itu sudah cukup membuat Yoochun semakin terpesona pada Lily.

“Besok Youngie mau kemana?”tanya Lily sambil mengelap sudut bibir anak kecil itu dengan tisu.

“Mm… taman bermain?”

“Geurae. Kita ke taman bermain besok ya!”ucap Lily lembut yang mengundang tawa gembira anak itu.

Yoochun tersenyum melihat ekspresi gembira di wajah anak itu. “Keibuan.”gumam Yoochun pelan.

Tapi siapa sebenarnya anak itu?

***

Lily memandang sayang Youngri yang sedang asik memakan es krimnya. Sesekali ia melap wajah anak itu yang belepotan es krim dengan tisu dan tersenyum mendengarkan celotehannya tentang teman-temannya di rumah sakit.

“Kau sudah lihat teaser drama Yoochun Oppa dan Lily Jung?”

Lily mengalihkan perhatiannya ke orang yang menyebut namanya itu. Empat orang gadis remaja berjalan ke tempat duduk yang berada di sebelah kanan tempat Lily dan Youngri duduk. Sehingga Lily tidak bisa memperhatikan mereka tanpa menolehkan kepala ke samping. Tapi ia kembali memperhatikan Youngri, walaupun begitu ia lebih memperhatikan apa yang para remaja itu ucapkan. Ia penasaran dengan pendapat mereka mengenai drama itu.

“Dramanya pasti bagus! Kan akting Yoochun Oppa bagus!”

Lily tersenyum kecil. Mereka pasti fans Yoochun.

“Lily Jung aktingnya juga bagus.”kata yang lain. Lily tersenyum mendengar pujian itu. Ia kembali melap wajah Youngri yang kembali belepotan. Dan menjawab seperlunya apa yang diucapkan Youngri sambil terus mendengarkan komentar gadis-gadis remaja itu mengenai dirinya. “Tapi aku tidak suka padanya.”

Senyum Lily langsung lenyap mendengar komentar itu.

“Ia cantik dan berbakat sih. Tapi aku tidak suka dia karena ia wanita penggoda.”

“Geurae. Banyak sekali yang digosipkan dengannya. Awalnya aku pikir itu cuma bisa-bisanya pers saja. Tapi ternyata setelah itu muncul foto-fotonya dengan namja di bar.”

“Kalau cuma foto-foto saat ia clubbing sih aku tidak mempermasalahkannya. Kan banyak selebritis yang suka clubbing. Tapi ini foto-foto ciumannya! Ihh! Aku jadi jijik dengannya.”

Hati Lily terasa sakit mendengarnya. Jadi begitu pandangan orang-orang terhadapnya?

“Aku harap Yoochun Oppa tidak terlibat skandal apapun dengannya. Sebagai Cassiopeia, aku tidak terima kalau hal itu terjadi!”

“Benar! Kalau itu terjadi, aku akan jadi anti fansnya!”

Lily tersenyum pahit mendengarnya. Anti fans? Ia sudah cukup kenyang dengan hal itu. Fansnya sangat banyak, dan anti fansnya juga mungkin sama banyaknya dengan jumlah fansnya. Ia tidak ingin membuat 800.000 cassiopeia jadi anti fansnya juga.

“Youngie, sudah kenyang dengan es krimnya? Kita pulang yuk?”tanya Lily lembut saat melihat Youngri menghabiskan es krimnya. Anak itu mengangguk senang.

“Es krimnya enak!”jawab Youngri senang.

Lily tersenyum lembut. “Lain kali kita kesini lagi. Sekarang kita pulang ya. Sudah malam.”kata Lily kemudian bangkit dari duduknya dan meraih Youngri untuk menggendong anak itu.

Hanya ada satu hal yang ada dalam pikiran Lily sekarang. Ia harus mulai menghindari Park Yoochun.

***

“Kau sudah lihat teaser drama Yoochun Oppa dan Lily Jung?”

Yoochun langsung menundukkan wajah mendengar ucapan gadis-gadis remaja yang baru saja datang dan duduk di tempat duduk di sebelah kanan Lily. Ia yakin jika mereka fansnya, dan ia tidak mau waktu luangnya terganggu karena kepergok mereka.

“Dramanya pasti bagus! Kan akting Yoochun Oppa bagus!”

Yoochun berdecak mendengar pujian dari salah satu remaja itu. Fansnya pasti selalu menganggap mereka yang terbaik. Yoochun senang dengan pujian itu, walaupun ia sebenarnya merasa aktingnya masih belum sebagus itu, apalagi jika dibandingkan dengan Lily.

“Lily Jung aktingnya juga bagus.”kata yang lain. Yoochun tersenyum mendengar pujian itu. Ia penasaran dengan reaksi Lily. Ia yakin jika gadis itu mendengarkan komentar gadis-gadis remaja itu mengenai dirinya karena tempat duduk mereka yang berdekatan. “Tapi aku tidak suka padanya.”

Senyum Yoochun langsung lenyap mendengar komentar itu.

“Ia cantik dan berbakat sih. Tapi aku tidak suka dia karena ia wanita penggoda.”

“Geurae. Banyak sekali yang digosipkan dengannya. Awalnya aku pikir itu cuma bisa-bisanya pers saja. Tapi ternyata setelah itu muncul foto-fotonya dengan namja di bar.”

“Kalau cuma foto-foto saat ia clubbing sih aku tidak mempermasalahkannya. Kan banyak selebritis yang suka clubbing. Tapi ini foto-foto ciumannya! Ihh! Aku jadi jijik dengannya.”

“Aku harap Yoochun Oppa tidak terlibat skandal apapun dengannya. Sebagai Cassiopeia, aku tidak terima kalau hal itu terjadi!”

“Benar! Kalau itu terjadi, aku akan jadi anti fansnya!”

Yoochun merasa tidak enak sekarang. Ia yakin sekali jika Lily mendengar ucapan mereka. Komentar-komentar itu pasti membuat Lily merasa sedih dan sakit hati. Ia memperhatikan punggung Lily yang berada di hadapannya. Entah kenapa ia merasa jika punggung itu terlihat begitu melankolis.

Bagaimana reaksi gadis itu?

“Youngie, sudah kenyang dengan es krimnya? Kita pulang yuk?”Yoochun mendengar Lily bertanya lembut pada anak kecil yang bersamanya. Anak itu mengangguk senang.

“Es krimnya enak!”jawab anak itu senang.

“Lain kali kita kesini lagi. Sekarang kita pulang ya. Sudah malam.”kata Lily kemudian bangkit dari duduknya dan menggendong anak itu keluar dari kedai es krim milik ibu Yoochun itu.

Yoochun bisa melihat ekspresi sedih Lily saat gadis itu melewatinya, dan itu membuatnya merasa bersalah pada gadis itu. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan menghampiri keempat gadis remaja yang masih membicarakan dramanya dan juga Lily itu.

“Annyeong.”sapanya pada keempat gadis itu.

Keempat gadis itu serentak menoleh padanya saat mengenali suara khasnya.

“Yoo… Yoochun Oppa?!”ucap mereka kaget. Walaupun wajah Yoochun tertutupi topi dan ia memakai kacamata. Tapi dari bibirnya yang terlihat dan suaranya yang khas, mereka tahu itu Yoochun.

“Tolong, jangan berbicara seperti itu tentangnya.”kata Yoochun dengan nada kesal. “Kalian tidak tahu ia sebenarnya seperti apa. Jadi jangan berbicara jelek tentangnya, apalagi karena aku.”

Dan setelah mengucapkan kalimat itu, ia pergi dari sana.

***

“Yunho-ya, kau sedang apa?”tanya Jaejoong dari depan pintu kamar Yunho saat melihat leadernya itu sedang sibuk memberes-bereskan rak buku.

“Tadi aku sedang melihat album-album lama. Setelah itu karena berantakan, akhirnya aku bereskan saja semuanya.”jawab Yunho tanpa mengalihkan pandangannya dari buku-buku yang dibereskannya.

Jaejoong masuk ke dalam kamar Yunho dan melihat barang-barang di meja Yunho. Kemudian perhatiannya jatuh ke pigura foto keluarga Yunho. Di foto itu ada kedua orang tua Yunho, Yunho, adik perempuan Yunho: Jihye dan seorang adik sepupu Yunho yang berambut panjang dan memakai kacamata.

“Yunho-ya, bagaimana kabar keluargamu?”tanya Jaejoong.

“Baik-baik saja. Bumonim sehat-sehat saja, dan Jihye sekarang sudah mulai bekerja di bank.”jawab Yunho.

“Kalau adik sepupumu?”

Yunho menghentikan kegiatannya lalu terdiam lama, tidak bisa menjawab pertanyaan Jaejoong itu. Jaejoong yang merasa aneh Yunho diam saja, mengalihkan perhatiannya dari pigura foto itu dan memandang Yunho yang terdiam.

“Yunho?”

“Dia juga baik-baik saja.”Yunho menjawab. Tapi sebagai sahabat yang sangat peka, Jaejoong bisa tahu jika kata-kata Yunho berlawanan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ia memutuskan untuk tidak bertanya. Karena jika Yunho merasa perlu untuk menceritakan masalahnya, ia pasti akan bercerita pada Jaejoong, dan Jaejoong akan menunggunya.

Kemudian mereka terdiam lama.

Mungkin karena rasa penasaran, dan karena kekhawatiran yang besar melihat ekspresi sedih Yunho, akhirnya Jaejoong memutuskan untuk bertanya. “Dia… apa dia sudah pulang? Kau berkata seperti seolah-olah kau sudah bertemu dengannya lagi. Apa ia sudah pulang ke rumah?”

“Huh? Nugu?”tanya Yunho tak mengerti.

“Yuuri.”

Tubuh Yunho membeku mendengar Jaejoong mengucapkan nama itu. Sudah lama sekali ia tidak mendengar orang menyebut nama gadis itu, bahkan Jihye, yang sangat dekat dengan gadis itu, sudah lama sekali tidak menyebut nama gadis itu di depannya. Dan sekarang ketika mendengarnya lagi dari Jaejoong, membuat luka di hatinya seperti segar kembali.

“Yunho?”Jaejoong merasa bersalah melihat wajah Yunho yang semakin sedih. “Mianhe aku menanyakan…”

“Aku bertemu dengannya. “potong Yunho. “Akhirnya setelah hanya mengetahui kabarnya dari jauh, aku bisa bertemu langsung dengannya. Keundae…”

“Keundae?”

“….ia membenciku.”

Jaejoong tidak tahu harus mengatakan apa ketika melihat Yunho yang semakin sedih.

Yunho duduk di lantai dan bersandar pada tempat tidur. Ia memeluk kedua lututnya dan memandang ke depan dengan tatapan menerawang. “Aku bahagia bisa menjadi bagian dari DBSK, menjadi leader kalian. Tapi jika ada yang kusesali, karena impianku ternyata membuatku kehilangan orang yang kucintai. Dan aku masih belum bisa memperbaiki hal itu sampai sekarang.”

Jaejoong menatap Yunho penuh simpati. Ia ingat saat-saat itu. Saat Yunho tahu Yuuri tidak kembali ke rumah setelah bertengkar dengan Yunho beberapa hari sebelumnya. Jaejoong memang tidak tahu apa masalahnya, karena Yunho tidak pernah bercerita padanya tentang masalah keluarganya. Yang Jaejoong tahu saat itu, Yunho menjadi sangat kacau.

Karena Jaejoong tahu. Bagi Yunho, gadis yang lebih muda setahun darinya itu sangat berarti dalam hidupnya.

Kemudian Yunho menatap Jaejoong dan tersenyum kecil. “Tapi sekarang, setidaknya  aku bisa melihatnya lagi. Dan aku akan terus berjuang agar ia bisa menerimaku kembali.”

Jaejoong tersenyum, kemudian menepuk bahu Yunho pelan. “Itu baru leader DBSK.”ucapnya bangga. “Kau tidak boleh menyerah ne?”

Yunho tertawa kecil dan mengangguk. Ia bersyukur bisa memiliki sahabat sepengertian Jaejoong di saat-saat seperti ini.

Jaejoong duduk di atas tempat tidur Yunho. “Aku penasaran, apa ia masih memakai kacamata tebal itu ya? Dari dulu aku selalu penasaran dengan wajah aslinya tanpa kacamata. Tapi ia tidak pernah mau membukanya di depanku.”

Yunho tersenyum kecil. “Hanya aku yang tahu bagaimana wajah cantiknya tanpa kacamata tebal itu.”ucapnya. “Setidaknya dulu begitu,”tambahnya pelan.

“Huh?”

Yunho tersenyum menatap Jaejoong. “Sekarang ia sudah tidak memakai kacamata lagi. Jadi semua orang bisa melihat wajah cantiknya.”ucap Yunho dengan nada bangga. Kemudian Yunho mengernyit. “Tapi aku tidak suka dengan banyaknya namja yang mendekatinya.”

Jaejoong tersenyum. “Jangan terlalu protektif terhadap kedua adikmu. Jangan-jangan kau melarangnya berpacaran ya?”

“Waktu ia masih SMA sih aku masih sering melarangnya, tapi sekarang tidak mungkin kan? Bahkan Jihye pun tidak mungkin dilarang sekarang.”Kemudian Yunho berdecak. “Kau kan juga punya adik perempuan, nanti kau pasti akan merasakan bagaimana perasaanku.”

Jaejoong memutar bola matanya mendengar komentar itu. “Aku sudah merasakan hal itu jauh sebelum kau merasakannya. Kau kan tahu berapa banyak noona yang kupunya. Melihat magnae noona menikah tahun lalu saja sudah membuatku begitu merana.”

Yunho tertawa. “Aku ingat bagaimana pandanganmu terhadap suami noonamu.”

Jaejoong mendengus. “Setidaknya ia namja yang lebih baik dari mantan-mantan noona sebelumnya. Dan mereka bahagia sekarang.”

Yunho terkekeh mendengar nada cemburu Jaejoong.

“Ah ya, Jaejoongie, Yoochun sudah pulang? Ia harus istirahat yang cukup. Besok schedule kita penuh seharian.”

“Mungkin sebentar lagi. Ia bilang ia tidak akan pulang terlalu malam.”jawab Jaejoong, “Yunho-ya, kau merasa tidak jika akhir-akhir ini Yoochun terlihat berbeda?”

“Huh? Apanya?”

“Ia jadi terlihat lebih ceria.”

Yunho mengernyit. “Bukankah itu bagus?”

Jaejoong berdecak. “Aku tidak bilang itu tidak bagus. Aku hanya penasaran saja dengan alasannya. Apa mungkin karena Lily?”

Yunho mengernyit. Bingung.

“Aish! Masa’ kau tidak mengerti sih?”

“Chunnie hyung suka pada Lily noona.”kata Changmin yang muncul di depan pintu kamar Yunho sambil memeluk beberapa bungkus snack.

“HAH?”

“Hyung memangnya tidak tahu?”Kali ini Junsu yang muncul. Ia mengambil beberapa bungkus snack yang hampir jatuh dari tangan Changmin.

“Bukannya itu karena Yoochun adalah fans berat Lily?”

“Mungkin. Tapi aku sih melihatnya berbeda hyung.”kata Junsu, “Ayo Min, kita main game lagi.”ajak Junsu lalu mereka berdua pergi ke kamar Changmin.

“Maldo andwae.”gumam Yunho.

“Waeyo, Yunho-ya? Kau tidak suka jika Yoochun suka pada Lily?”tanya Jaejoong heran.

Yunho seperti terkejut mendengar ucapan Jaejoong. “A… anhi.”jawabnya gugup, membuat Jaejoong tambah heran dengan reaksinya.

“Jaejoongie, aku mau keluar melihat Junsu dan Changmin.”kata Yunho lalu keluar dari kamarnya. Meninggalkan Jaejoong yang masih menatapnya curiga.

***

“Jaejoong hyung, aku lapaarrrr…”keluh Changmin saat ia, managernya dan member-membernya masuk ke gedung managemen The Shilla Duty Free, salah satu department store terbesar di Korea Selatan. Mereka baru saja selesai interview di stasiun tivi, dan langsung datang ke gedung ini untuk meeting mengenai CF mereka.

Jaejoong menatap maknaenya itu dengan heran. “Aku kan sudah memberikanmu bekal yang lebih banyak dari yang lain, dan kau baru saja makan satu jam yang lalu saat break. Kenapa sekarang sudah lapar lagi sih?!”

“Jaejoong Eomma! Aku kan masih dalam masa pertumbuhan! Lagipula interviewnya tadi cukup melelahkan tahu!”

Ketiga member yang lain dan manager mereka tidak menghiraukan protesan Changmin, sementara Jaejoong memutar bola matanya mendengar protesan Changmin yang sama saja seperti sebelumnya. Changmin dan Jaejoong masih saja berdebat urusan makanan. Dan ketiga member yang lain sibuk mengobrol mengenai acara variety show yang tadi mereka bintangi. Kemudian mata Yoochun terpaku pada sosok yang baru saja tiba.

Lily dan managernya keluar dari sebuah ruangan. Gadis itu tampak tidak memperhatikan kelima member DBSK, karena ia sibuk mengotak-atik ponselnya, sementara managernya menyadari kehadiran ketiga namja itu.

“Annyeonghasseyo!”sapa manager Lily pada kelima namja itu dan manager mereka.

“Annyeonghasseyo, Lee-ssi.”sapa manager DBSK pada manager Lily, diikuti oleh Yunho, Yoochun dan Junsu. Jaejoong dan Changmin yang sebelumnya sibuk berdebat dan tidak memperhatikan sekitar, sekarang menoleh dan langsung menyapa manager Lily.

“Lily Noona!”panggil Changmin senang.

Tapi Lily masih tidak menyadari kehadiran ketiga namja itu. Tentu saja ia tidak sadar. Ia memakai earphone di telinganya dan sibuk mengotak-atik ponselnya. Sesekali ia tersenyum kecil, membuat Yoochun penasaran. Apa yang membuat gadis yang selalu bersikap dingin itu tersenyum senang? Apa ia sudah lupa dengan ucapan-ucapan buruk Cassiopeia padanya tadi malam?

Sementara Yunho, walaupun ia tidak tahu apa yang membuat Lily senang, ia jadi sedikit lega bisa melihat senyuman di wajah gadis itu.

Lily baru tersadar saat managernya mencolek lengannya. “Ne, Oppa?”katanya lalu mengalihkan pandangannya dari ponselnya. Saat itulah ia baru menyadari kehadiran kelima namja itu.

“Ah! Annyeonghasseyo!”ucapnya dengan sedikit membungkuk. Kelima namja itu membalas sapaan Lily.

“Noona! Oremanieyo!”ucap Changmin senang. Jaejoong berdecak. Ia merasa sepertinya Changmin sudah mulai menjadi fans Lily juga.

“Oremanieyo.”jawab Lily tersenyum kecil.

“Akhirnya kita bisa bertemu lagi, Noona. Sebenarnya kemarin kami pergi ke lokasi syuting kalian untuk menjemput Yoochun hyung. Tapi ternyata kita tidak bertemu. ”

Lily menoleh padaYoochun yang sekarang sedang tersenyum menatapnya. Lily tidak menghiraukannya. Ia teringat perkataan Cassiopeia tentangnya tadi malam. Lily tidak mau jika nanti timbul skandal dirinya dengan Yoochun dan membuat anggapan para Cassiopeia itu tentang dirinya adalah benar.

Yoochun tahu jika Lily sedang berusaha menghindarinya. Dan walaupun sedih, ia berusaha memakluminya dan tetap tersenyum pada Lily.

Segera saja Lily kembali menolehkan pandangannya ke Changmin. Ia tahu jika sekarang Yunho juga sedang menatapnya. Tapi ia tidak mau melihatnya. Sama seperti Yoochun, ia tidak ingin jika kehadiran Yunho juga membuatnya dimusuhi para Cassiopeia. Lagipula, ia tidak mau punya hubungan apapun lagi dengan Yunho.

“Kau sudah membaca scriptnya?”tanya Lily pada Changmin.

“Belum. Manager hyung malah belum memberiku dan Yunho hyung scriptnya. Noona sudah lihat? Eotte? Bagus?”

Lily mengangguk kecil. “Lebih baik nanti kau lihat sendiri.”katanya. Mereka bertujuh memutuskan untuk berjalan bersama menuju ruangan tempat mereka meeting. Selama mereka berjalan bersama Changmin dan Junsu terus menerus mengajak Lily mengobrol, yang hanya dijawab gadis itu dengan jawaban singkat. Jaejoong memperhatikan Yunho dan Yoochun yang berkali-kali mencoba mengajak Lily mengobrol, yang dijawab sambil lalu saja oleh Lily, seolah-olah ia tidak tertarik untuk berbicara dengan kedua namja itu.

Tiba-tiba ada yang membuat Jaejoong penasaran.

“Lily-ssi, di boyband, khususnya boyband kami, kau paling menyukai member dengan keahlian apa? Menyanyi, dance atau rap?”tanya Jaejoong.

Lily terlihat berpikir. “Karena aku jarang menonton MV atau lihat live performance, aku lebih prefer ke yang suaranya bagus dan bisa nada tinggi.”jawab Lily setelah berpikir beberapa saat.

Jaejoong, Junsu dan Changmin tersenyum senang, karena itu keahlian mereka, sementara Yunho dan Yoochun terlihat kecewa. Kemudian Changmin memandang kedua hyung-nya itu dengan evil smirknya. “Noona, apa kau suka rap? Atau rapper?”

Yunho dan Yoochun mendelik kesal pada Changmin. Mereka tahu jika ‘rapper’ itu kata ganti untuk mereka berdua. Tanpa mereka sadar mereka jadi menunggu-nunggu jawaban Lily.

Lily juga mengerti dengan maksud Changmin, jadi ia memutuskan untuk mengikuti maksud evil maknae itu. “Aku kurang suka rap.”

Dan jawaban singkat Lily itu cukup untuk membuat hati kedua rapper karismatik DBSK itu seperti retak.

Lily dan managernya masuk lebih dulu ke ruangan meeting, dan ia tersenyum tipis ketika mendengar tawa khas Junsu yang bercampur dengan tawa Jaejoong dan Changmin. Ketiga member itu sedang tertawa senang mengejek kedua rapper DBSK yang sekarang mungkin sedang ‘patah hati’.

***

“Jadi menurut kalian bagaimana?”tanya PD saat mereka selesai membicarakan konsep CF untuk brand department store itu.

“Menurutku bagus.”jawab Lily singkat.

“Aku juga.”jawab Changmin dengan nyengir lebar.

“Ish! Kau sih pasti setuju-setuju saja jika bisa mencium Lily-ssi!”sindir Junsu.

“Hyung! Kau mengatakannya seolah-olah aku ini pervert!”protes Changmin dengan wajah terlihat malu.

“Memang iya!”jawab Junsu, Yoochun, dan Jaejoong serempak. Changmin cemberut, dan yang lain tertawa.

Lily tertawa kecil. “Tenang saja. Aku tidak berpikir seperti itu.”ucap Lily, membuat Changmin tersenyum lebar.

Kemudian mereka kembali membahas konsep CF. Tapi kali ini Lily tidak ikut mendengarkan. Karena ia merasa tidak nyaman dengan pandangan intens Yoochun terhadapnya. Ia memelototi Yoochun, membuat namja itu terkejut dengan pandangannya.

“Ia pasti kesal padaku,”pikir Yoochun muram.

Mereka tidak sadar, jika Yunho memperhatikan mereka berdua dengan pikiran bertanya-tanya.  Kemudian Lily tidak sengaja bertemu pandang dengan Yunho. Yunho tersenyum lembut menatapnya.

Dan Jaejoong, melihat hal itu. Ekspresi sedih Lily saat Yunho menatapnya.

“Ada apa dengan Yunho dan Lily?”pikirnya bertanya-tanya.

~TBC~

Nah, udah sedikit kubuka kan apa hubungan Yunho-Lily? Trus…mm… nama asli Lily😛

Scene pas syuting ChunLi itu aku ambil dari scene di drama barunya Yoochun yang judulnya “I Miss You”. Sebenarnya ide cerita ff ini juga dari drama itu, tentang masa lalu. Tapi tentu aja ceritanya beda banget. Hehe~

Ada yang udah pernah nonton dramanya? Sumpah! Bikin mewek mulu!

Tapi seru sih =___=”

10 thoughts on “When You Come To My Life 5/?”

  1. walaupun dah kebuka q masi bingung,,,, bneran lily sepupu y yunho*adik*bukan mantan kekasih,,,, ahhhhh q geregetan rasa y mau neror author y nih biar cepet kebuka semua misteri kehidupan lily jung….
    jadi lily jung itu yuuri,,,,,,, seneng pas lily sama anak y sama2 gt kasian mereka ngak bisa tinggal sama2,,,, anak y sakit apa sih??? kok harus stay d rumah sakit mulu….????
    penasaran lanjutan y ceperan ya author yuuri krn penasaran y dah akut bgt pasti sama kyk reader lain….

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s