My Idol! – Part 2

for poster

@dianeyeye

Casts : Cho Kyuhyun, Choi Soo Young, and the other casts

Rate : Parental Guide (PG)

 

Soo Young’s pov

Aku memandang berkeliling dan tersenyum. Baru sekarang aku punya kesempatan untuk melihat-lihat ruangan demi ruangan di rumah mewah ini. Ck, sampai sekarang aku tidak percaya aku sedang berada di rumah idolaku. Dulu aku sering sekali berkhayal tentang ini. Apa yang aku lakukan bila bertemu dengan Kyuhyun oppa, apa yang aku katakan padanya, apa yang aku berikan untuknya… semuanya dulu terencana rapi di otakku.

Tapi ketika sudah benar-benar bertemu, aku tidak menyangka akan bertemu dalam situasi dan kondisi yang tidak mengenakkan seperti ini. Mana bisa tiba-tiba aku berteriak padanya, “Kya! Kyuhyun oppa, aku mencintaimu!”. Bisa-bisa dia menatapku seolah aku orang gila, lalu dengan sadisnya memecatku. Menyeramkan.

Lagipula sifat Kyuhyun oppa ternyata sangat berbeda dengan imej-nya di layar kaca. Mana bisa aku bersikap manis pada orang yang menyebalkan seperti itu -___-

Ah, terus-terusan memikirkan dia bisa-bisa aku hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun. Jadi lebih baik sekarang aku mulai membereskan rumah ini saja. Eh, tapi sebenarnya aku agak heran. Di dapur ada kimchi jjigae yang tinggal dipanaskan saja, siapa yang membuatnya? Apa Kyuhyun oppa yang membuatnya? Dan lagi… rumah ini rapi sekali, seperti ada sentuhan yeoja di setiap kerapiannya. Tapi siapa yang merapikannya?

Ck, sepertinya aku benar-benar sudah gila. Dari tadi terus-terusan memikirkan hal-hal tidak berguna.

                “Lho, kau masih di sini?” Kyuhyun membulatkan matanya begitu melihat sosok Soo Young duduk membelakanginya di ruang keluarga. Kepalanya ditumpangkan di meja.

Kyuhyun mendekatinya dan langsung mengangguk-angguk mengerti begitu melihat yeoja itu sedang tertidur. Baru saja ia akan mengulurkan tangan untuk membangunkan yeoja itu ketika sesuatu tertangkap di matanya. Wajah polos Soo Young yang tengah tertidur telah berhasil memenuhi matanya. Yeoja itu kelihatan sangat bersinar di mata Kyuhyun…

Tiba-tiba Soo Young menggeliat dan membuka matanya. Ia langsung terpekik kaget begitu mendapati wajah Kyuhyun yang sangat dekat dengan wajahnya. “Er… Kyuhyun ssi, mwo haneun go-eyo?” tanyanya terbata-bata. Yeoja itu lantas berdiri.

Kyuhyun mendengus dan ikut berdiri. “Mau apa lagi? Tentu saja aku mau membangunkanmu.” Ia lantas berjalan menjauh sambil melepaskan jaketnya. “Kenapa kau masih di sini?”

“Mm… aku…”

Kyuhyun menoleh dan menatap yeoja itu. Ah, dia kelihatan bingung. “Begini, kuberi kau dua pilihan. Tinggal di sini, mengurusi semua pekerjaan rumahku, dan kuberi bayaran tambahan atau tinggal di rumahmu tapi kau harus datang ke sini setiap pagi. Pilih salah satu.”

Yeoja itu menyerngit. “Kalau aku ada kuliah pagi bagaimana?”

“Berarti kau harus ke sini lebih pagi…”

Soo Young membelalakkan matanya. “Mwo? Bagaimana bisa?” desisnya lirih. Ia lalu terlihat menimbang-nimbang, sedangkan Kyuhyun berusaha menahan senyumnya. “Baiklah,” ujar yeoja itu kemudian, “aku tinggal di sini. Tapi aku punya satu permintaan.”

Senyum Kyuhyun agak surut. “Permintaan apa?”

“Halmeoni-ku sedang di rawat di rumah sakit, jadi jika sedang kosong dan sudah menyelesaikan semua pekerjaan, bolehkah aku pergi ke sana?”

Kyuhyun mendesah lega. “Begitu saja? Tidak masalah kalau begitu…” ia kembali berbalik dan beranjak menuju kamarnya. “Kau bisa tidur di kamar atas.”

“Kyuhyun ssi,” panggil Soo Young tiba-tiba. “Malam ini aku ingin tidur di rumah sakit.”

Kyuhyun mengangguk dan mengibaskan tangannya seolah ia tidak peduli. “Silakan saja.”

Soo Young’s pov

Kenapa dia bersikap seperti itu? Harusnya dia menunjukkan sedikit perhatiannya. Bilang ‘hati-hati di jalan’ atau apapun itu kan tidak akan membuatnya kehilangan pesona kan? Dasar menyebalkan. Ciss, sekarang kalau dipikir-pikir, bagaimana bisa aku menjadi penggemar orang menyebalkan seperti dia itu? Ah, benar. Dulu aku jatuh cinta pada suaranya yang indah.

Sambil memonyongkan bibir dan menggerutu kesal, aku keluar dari rumah Kyuhyun oppa. Kulirik jam 9 malam jadi jalan di sini sepi sekali, mana halte bus jauh di depan sana. Kuhembuskan nafas panjang. Tidak, aku tidak boleh mengeluh karena ini semua kulakukan untuk Halmeoni. Kalau aku mengeluh, Tuhan tidak akan memberikan rezeki-Nya padaku jadi aku harus kuat.

Seminggu kemudian…

Kyuhyun’s pov

Aku menyunggingkan senyum ketika kudapati menu sarapan yang kusukai sudah berada di meja makan. Yeoja pintar. Dia cepat sekali menyerap informasi, kekeke. Segera kusantap makanan itu dengan senang hati. Kebetulan hari ini jadwalku padat. Sarapan yang sehat akan membuat tenagaku terisi penuh. Eh, tapi ngomong-ngomong di mana yeoja itu? Kenapa pagi-pagi begini dia sudah tidak ada?

Kuhentikan kunyahanku. Jangan-jangan tadi malam dia tidak kembali ke sini… Ekh, kupukul kepalaku. Dasar bodoh. Kalau dia tidak kembali ke sini, lalu siapa yang memasakkan ini semua? Memangnya hantu? Ciss…

Tiba-tiba mataku tertumbuk pada sebuah kertas catatan kecil yang tertempel di pintu kulkas. Kudekati kertas yang di atasnya terdapat tulisan rapi. Aku pergi pagi-pagi sekali karena ada kuliah pagi. Sarapan sudah kusiapkan dan pekerjaan rumah lainnya akan kuselesaikan sepulang kuliah –Choi Soo Young.

Oh, ternyata dia sudah pergi kuliah toh. Ck, padahal aku ingin menjahilinya dulu pagi ini. Ternyata aku tidak beruntung, hahaha. Yah, entah kenapa aku jadi ketagihan menjahili Soo Young. Ekspresinya ketika kujahili selalu ingin membuatku tertawa: dia hanya bisa pasrah, tertunduk, lalu mengerjakan apa yang kusuruh sambil mengomel. Lucu sekali, hahaha!

Tiba-tiba aku memicingkan mata, kaget akan pikiranku sendiri. Bagaimana bisa aku berpikiran seperti itu pada yeoja yang bahkan baru kukenal selama 168 jam? Coba perhatikan, pikiranku tadi itu seolah aku sudah mengenalnya selama bertahun-tahun kan? Seolah aku setiap hari memang selalu menjahilinya… membuatnya kesal… padahal faktanya aku baru mengenalnya selama seminggu!

Bagaimana bisa?

Soo Young baru akan mulai mengepel lantai ketika mendengar seseorang membuka pintu depan. Refleks ia menegakkan tubuh dan melangkahkan kaki ke sana. Pikirnya, Kyuhyun yang datang. Tapi Soo Young sangat kaget ketika ia mendapati seorang yeoja tinggi dan cantik bak model sedang menatap bingung ke arah sepatu Soo Young di rak sepatu.

Tidak ada suara yang bisa Soo Young keluarkan. Dia hanya bisa berdiri di tempatnya, memerhatikan si yeoja sampai dia benar-benar berpaling dan pandangan mereka bertemu. Yeoja itu kelihatan sangat kaget. Matanya indahnya mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya dia membuka mulut dan bertanya, “Kau… kau siapa?”

Soo Young seperti disadarkan dari alam bawah sadarnya. Ia mencoba menarik sudut-sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman. Senyum kaku. “Annyeonghaseyo, aku Choi Soo Young dan bekerja di sini sebagai housemaid.”

“Oh,” yeoja itu menatap Soo Young takjub, lalu tersenyum, “Aku Jang Jihyun, teman kecil Kyuhyun.”

Soo Young mengikuti langkahnya menuju ke dapur. Dia meletakkan plastik putih yang dibawanya di atas meja dapur. Berbagai pertanyaan yang berkelebat di kepala Soo Young akhirnya tidak bisa ditahannya lagi. “Kau… pianis terkenal Jang Jihyun itu?”

Yeoja itu menoleh dan mengangguk. “Benar, aku Jang Jihyun.”

“Jadi… kau berteman baik dengan Kyuhyun?” Soo Young menggigit bibir bawahnya, sangat syok pada fakta yang baru saja dia ketahui. Well, selama ini dia sering mendengar berbagai gosip tentang yeoja-yeoja yang dekat dengan Kyuhyun. Tetapi tidak ada seorang pun yang benar-benar tertangkap basah memiliki kedekatan dengan namja itu. Semuanya hanya sekedar gosip. Soo Young sama sekali tidak menyangka kalau pianis muda berbakat ini adalah teman kecil idolanya itu.

Jang Jihyun menatap Soo Young sambil tersenyum. “Kami berteman sejak kecil, seperti yang sudah kukatakan tadi. Kami dulu bertetangga.” Jihyun mengeluarkan satu persatu belanjaan dari plastik putih yang dibawanya.

Mulut Soo Young membentuk huruf ‘o’. Ia lantas mengangguk-anggukkan kepalanya. “Jadi kau yang selama ini memasakkan Kyuhyun makanan? Eng… aku melihat kimchi jjigae di dapur kemarin dan kupikir pasti bukan Kyuhyun yang membuatnya karena dia tidak bisa memasak.” Yeoja itu membantu Jihyun memasukkan belanjaan ke kulkas.

“Matjayo (benar),” ucap Jihyun. “Kalau tidak sedang sibuk, aku pasti ke sini untuk memasak. Kasihan Kyuhyun, dia itu jarang makan teratur karena terlalu sibuk dan tidak ada yang mengurusnya. Ah, tapi sekarang sudah ada kau jadi aku tidak terlalu khawatir.”

“Ne?” Soo Young mengangkat alisnya, bingung dengan ucapan yeoja itu. “Em… sepertinya begitu,” timpalnya kemudian.

Jihyun tersenyum. Senyum yang menyiratkan banyak makna. Dan entah kenapa Soo Young merasa sangat tidak nyaman dengan senyum itu. Senyumnya seperti… senyum nenek sihir. Ck, mungkin hanya imajinasi Soo Young yang terlalu besar. Diam-diam yeoja itu menepuk sisi kepalanya dengan gemas.

“Oh iya, apa kau penggemar Kyuhyun?” tiba-tiba Jihyun berbalik.

Soo Young tergagap. “Ah, ne. Aku memang salah satu penggemar Kyuhyun ssi. Tapi…”

“Tapi?”

Yeoja itu tersenyum. “Tapi tidak terlalu fanatik.”

“Aa~ aku mengerti. Apa yang kau suka dari Kyuhyun?” Yeoja itu terus menanyai Soo Young sambil meminum teh yang dibuatkan Soo Young untuknya.

“Ha?” Soo Young mengerjapkan matanya beberapa kali. “Ah itu… aku menyukai suaranya. Lalu aku juga suka caranya memperlakukan para penggemarnya. Dia baik sekali.”

“Kau pasti kaget ketika tahu bahwa dia tidak sebaik yang kau kira, iya kan?”

Dari mana dia tahu? Hati Soo Young menjawab terlebih dulu. Tapi mulutnya berkata lain, “Dia… tidak seburuk itu kok.”

Jihyun tertawa pelan dan meletakkan cangkir tehnya di meja. “Yah, Kyuhyun memang kadang agak ketus dan suka seenaknya sendiri. Tapi kalau sudah mengenalnya, dia itu orang yang sangat baik.”

Soo Young menyerngit, merasa ada yang aneh dengan percakapan mereka ini. “Kenapa kau harus memberitahukan itu padaku?” tanyanya kemudian.

Jihyun menyadari kebenaran kata-kata Soo Young dan tertawa keras. “Ah, benar juga,” ujarnya di sela-sela tawa, “Kenapa juga aku harus memberitahukan ini padamu. Hahaha. Ck, maafkan aku Soo Young ssi. Aku hanya terlalu antusias dengan kehadiranmu. Biasanya tidak ada orang lain yang bisa kuajak mengobrol soal keburukan Kyuhyun, ehehe.”

“Tidak apa-apa.” Soo Young menyunggingkan senyumnya, merasa nyaman dengan sikap ramah yeoja cantik di hadapannya ini.

“Soo Young ssi, kuharap kau bersabar dengan sikap Kyuhyun, eo? Jangan mudah putus asa dalam menghadapi orang sepertinya. Dia… dia sebenarnya hanya butuh ekstra perhatian.”

Mata Soo Young mengerjap, otaknya sibuk mencerna ucapan Jang Jihyun. Kalau dia mau awet bekerja di rumah ini, memang seharusnya dia melakukan itu, kan? Memahami dan mencoba memaafkan sifat buruk Cho Kyuhyun asalkan belum melampaui batas norma dan hukum, benar bukan?

                “Kau sudah pulang?”

Kepala Soo Young langsung terarah ke ruang tengah begitu mendengar Jihyun mengatakan kalimat itu. Cho Kyuhyun sudah pulang… Sayangnya, pandangan Soo Young terhalang oleh tembok yang memisahkan dapur dan ruang tengah. Seketika yeoja itu merengut sebal pada tembok itu dan kembali melanjutkan kegiatannya memotong sayuran.

“Kau di sini?” suara Kyuhyun terdengar.

“Eo.”

“Memasak?”

Dan tiba-tiba dua orang itu sudah muncul di hadapan Soo Young. Keduanya menatapnya, tapi dengan tatapan yang berbeda. Kyuhyun dengan tatapan tajamnya, sedangkan Jihyun dengan tatapan ramah yang membuat Soo Young merasa nyaman.

“Hanya membantu Soo Young ssi sedikit,” kata Jihyun ceria.

Soo Young melirik Kyuhyun dan tatapan mereka bertemu. Cepat-cepat yeoja itu mengalihkan pandangan ke sayuran dan kembali memotongnya. Sialan! Kenapa dia jadi berdebar-debar? Soo Young mengutuki dirinya dalam hati.

“Aku ke kamar dulu,” ucap Kyuhyun kemudian.

Soo Young kembali meliriknya dan tanpa sadar sudah membentuk bibirnya menjadi sebuah cibiran. Dasar namja menyebalkan, cetusnya dalam hati. Tiba-tiba Jihyun duduk di depan Soo Young, membuat yeoja itu segera mengalihkan perhatiannya.

“Dia cuek sekali, kan?” ujar Jihyun sambil tertawa.

Soo Young menatapnya lekat-lekat. Yeoja ini… kenapa tiba-tiba saja Soo Young merasa iri padanya? Dia begitu cantik dan baik hati. Karirnya sebagai pianis juga cemerlang meskipun ia masih sangat muda. Oh, dan dia adalah sahabat Cho Kyuhyun! Yeoja mana yang tidak akan merasa iri padanya?

Tiba-tiba muncul desakan dalam diri Soo Young untuk menanyakan sesuatu mengusiknya sejak tadi. “Jihyun ssi, benarkan kau dan Kyuhyun ssi hanya bersahabat? Ah, maksudku… eng… Ah, apa yang sedang kubicarakan sebenarnya? Maafkan kelancanganku, Jihyun ssi. Aku hanya…”

Jihyun tertawa kecil. “Iya, tidak apa-apa. Aku mengerti maksudmu, Soo Young ssi. Dan jawabanku adalah ya, kami memang hanya bersahabat. Kyuhyun dan aku sudah seperti saudara, jadi tidak mungkin kami… yah, seperti yang kau pikirkan,” jelasnya.

Soo Young manggut-manggut mengerti. Sepertinya memang begitu, tidak ada apa-apa di balik persahabatan Cho Kyuhyun dan Jung Jihyun. Tapi… kenapa hatinya masih saja tidak tenang?

Soo Young membalikkan tubuhnya dan berbaring terlentang. Matanya menatap langit-langit kamarnya yang berwarna keperakan karena lampu yang sudah dimatikan. Sudah hampir sejam dia hanya berbaring seperti ini tapi matanya sama sekali tidak mau terpejam. Dia sudah melakukan berbagai cara untuk membuatnya merasa mengantuk : menghitung domba dalam angan-angan, menyanyikan lulabi untuk dirinya sendiri, sampai dengan melakukan sit-up. Tapi semuanya sia-sia. Soo Young tetap terjaga.

Pikirannya melayang ke kejadian ketika makan malam tadi. Setelah semua masakan siap, Soo Young segera menghidangkannya di meja makan. Jihyun membantunya dengan senang hati. Lalu Kyuhyun datang dan langsung duduk di salah satu kursi meja makan. Jihyun duduk di depan Kyuhyun dan Soo Young langsung tahu bahwa dia harus menyingkir dari sana.

Entah apa yang ada dalam pikiran Jihyun ketika yeoja itu tiba-tiba bertanya dengan polos, “Lho, kau mau ke mana, Soo Young ssi? Kenapa tidak ikut makan bersama kami?”

Langkah Soo Young terhenti dan ia menatap bergantian Kyuhyun dan Jihyun. Jihyun juga ikut menatap Kyuhyun seolah meminta persetujuan namja itu.

Akhirnya Kyuhyun menghela nafas dan berkata, “Duduklah, Soo Young ssi.”

Soo Young memilih untuk duduk dan langsung merasa tidak enak pada mereka berdua. Kyuhyun jelas-jelas ingin berduaan saja dengan Jihyun dan dia pasti merasa terganggu dengan kehadiran Soo Young. Tiba-tiba saja yeoja itu merasa dadanya nyeri. Ada sebuah rasa sakit yang asing di sana. Soo Young tidak mengerti kenapa dia merasa sakit tapi yang jelas, melihat tatapan Kyuhyun ke Jihyun selama makan malam itu membuatnya mengerti satu hal.

Cho Kyuhyun tidak hanya sekedar menganggap Jang Jihyun sebagai sahabat kecilnya. Lebih dari itu, ada cinta di tatapannya.

Soo Young bukannya ingin sok tahu, tetapi memang itulah yang dilihatnya di tatapan Kyuhyun ketika memandang Jihyun. Dan entah kenapa itu membuat Soo Young seperti ingin menghilang saja dari sana saat itu juga.

Haaah… yeoja itu menghembuskan nafas panjang sekali lagi. Tangan kanannya terangkat dan memegangi dada kirinya yang masih terasa nyeri. Kenapa? Kenapa dia begini? Apa dia iri pada Jang Jihyun? Iri karena yeoja itu sangat dekat dengan idola Soo Young? Atau… apakah sebenarnya dia sedang cemburu? Apakah sebenarnya… Soo Young mulai menyukai Cho Kyuhyun lebih dari sekedar penggemar kepada idolanya?

Ah, itu gila! Tidak mungkin Soo Young menyukai namja tengil itu. Ya, dia memang hanya mengidolakannya, bukan menyukainya sebagai seorang namja. Dia hanya menyukai suaranya yang indah, senyum ramahnya yang manis, dan sejuta pesona lainnya ketika Kyuhyun berada di atas panggung. Soo Young mati-matian menanamkan dalam otaknya tentang hal itu dan berusaha menghindari perasaan aneh yang selalu muncul ketika dia memikirkan Kyuhyun.

“Aish, jinjjaaaa!” teriak Soo Young kesal sambil bangkit dari tidurnya. Ia lantas mengacak-acak rambutnya dan kembali menggerutu.

Dengan langkah malas, ia menyeret tubuhnya menuju balkon yang terletak di luar kamarnya. Mungkin memandang langt malam bisa membuat otaknya sedikit lebih waras dan tidak terus-terusan memikirkan namja tengil yang menyebalkan itu.

Kyuhyun keluar dari kamarnya sambil bersiul-siul pelan. Kakinya melangkah ke ruang makan, berharap Soo Young sudah menyiapkan sarapan yang lezat untuknya. Tapi keadaan ruang makan membuatnya tercengang. Tidak apapun di sana, termasuk sosok Soo Young.

Namja itu melirik jam tangannya dan menyerngit heran. Sudah jam 8 tapi tidak ada sarapan… Apa Soo Young sengaja tidak membuatnya? Apa yeoja itu sudah pergi pagi-pagi sekali tanpa menyiapkan sarapan untuknya? Tapi biasanya yeoja itu selalu menyiapkan sarapan jika harus pergi pagi-pagi sekali. Dia juga akan meninggalkan note kecil di pintu kulkas supaya Kyuhyun tahu. Tapi sekarang tidak ada apapun.

Penasaran, Kyuhyun memutuskan untuk pergi ke kamar Soo Young dan mengecek keberadaannya. Kamar Soo Young di lantai atas, bukanlah kamar yang disediakan untuk pembantu rumah tangga. Kamar itu adalah kamar yang dulu sering digunakan oleh kakak perempuan Kyuhyun yang sekarang tinggal di Paris. Entah kenapa Kyuhyun tidak tega menyuruh Soo Young menempati kamar pembantu karena… eh, Kyuhyun juga tidak tahu kenapa. Yang ia tahu, ia hanya merasa tidak etis menyuruh seorang yeoja seperti Soo Young tinggal di kamar pembantu. Dia pantas mendapatkan yang lebih baik.

Kyuhyun tiba di depan pintu kamar Soo Young dan mengetuknya beberapa kali. Tidak ada jawaban dari dalam dan rasa penasaran Kyuhyun makin membesar. Tangannya mulai gatal untuk membuka pintu di hadapannya itu. Kyuhyun memutar kenopnya dan pintu itu terbuka. Agak terkejut, Kyuhyun memasuki kamar sambil memanggil-manggil nama Soo Young. Tapi tetap saja tidak ada jawaban dari yeoja itu.

Pandangan Kyuhyun mengitari kamar dan akhirnya ia mendapati pintu menuju balkon terbuka lebar. Namja itu melangkah ke sana sambil menyiapkan omelan untuk Soo Young.

“Choi Soo Young ssi! Tahukah kau sudah jam berapa ini?!” teriak Kyuhyun begitu satu kakinya memasuki balkon yang tidak terlalu besar itu.

Baik langkah maupun ucapan dan tatapannya langsung terhenti tatkala dilihatnya Soo Young sedang berbaring menyamping di kursi panjang yang sengaja diletakkan di balkon itu. Kedua tangannya diletakkan di pipi, menyandarkan sisi kepala sebelah kirinya. Wajah Soo Young yang tertidur terlihat begitu damai.

Tanpa sadar Kyuhyun sudah berlutut di samping yeoja itu. Matanya tidak lepas mengamati wajah damai Soo Young yang juga terlihat lelah di saat yang bersamaan. Tiba-tiba sebelah tangan Kyuhyun terangkat dan dengan jari-jarinya, ia menyentuh pipi yeoja itu secara perlahan, seolah takut menyakitinya.

Soo Young menggeliat pelan, membuat Kyuhyun langsung menarik tangannya. Namja itu berdiri dan berdeham sebelum berkata dengan nada keras yang dibuat-buat, “Ya! Choi Soo Young ssi, cepat bangun! Aku lapar, tahu!”

Mata Soo Young mengerjap-ngerjap dan ia langsung terlonjak kaget begitu melihat Kyuhyun ada di hadapannya. “Kyuhyun ssi… apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya terbata-bata.

Kyuhyun berdesis dan menunjukkan ekspresi menghina andalannya. “Eish, kau ini pemalas sekali! Ini sudah jam 8 dan kau masih enak-enak tidur. Aku lapar, cepat buatkan aku sarapan,” perintahnya seenak jidat. Dan tanpa menunggu jawaban Soo Young, ia pergi meninggalkan yeoja itu sendirian dalam kebingungan pasca-bangun tidur.

Soo Young menatap kepergian Kyuhyun dengan kening berkerut. Jam berapa katanya? Jam 8? Ah, masa sih? Perasaan Soo Young baru saja tidur sebentar, masa tahu-tahu sudah jam 8 pagi? Tapi… matahari sepertinya tidak mungkin salah jam terbit karena sekarang dia sudah naik lumayan tinggi dan seolah-olah sedang mengejek Soo Young yang baru bangun. Sialan.

Ah, benar juga. Soo Young kan ada kuliah jam 9! Aaaaaa~~ bagaimana ini? Satu jam untuk siap-siap mana cukup? Apalagi dia harus naik bus dari halte yang nun jauh di depan sana -___- Ah, dan dia juga harus menyiapkan sarapan untuk Tuan Muda Cho Kyuhyun. Ck, menyebalkan sekali!

Yeoja itu lantas meloncat turun dari kursi dan langsung melesat ke kamar mandi. Setengah jam kemudian, setelah selesai berpakaian dan menyiapkan bahan-bahan kuliahnya, dengan tergesa-gesa ia turun ke bawah. Kyuhyun sedang duduk di depan grand piano-nya di ruang tengah ketika Soo Young masuk ke dapur untuk membuatkan sarapan.

“Masak yang enak, ya, Soo Young ssi.” Namja itu sempat-sempatnya melontarkan pesan yang tidak penting ketika Soo Young lewat di depannya. Well, tidak penting karena menurut Soo Young, masakannya selalu enak. Buktinya, selama ini Kyuhyun tidak pernah mengeluh soal makanan padanya.

Yeoja itu memasak dengan terburu-buru sambil sesekali melirik ke jam dinding yang jarumnya terus bergerak. Tiga belas menit kemudian, setelah melakukan usaha memasak yang cukup atraktif, Soo Young berhasil menyelesaikan masakannya.

“Sarapan sudah siap, Kyuhyun ssi,” katanya memberitahukan Kyuhyun.

Namja itu menatapnya sebentar dan mengangguk. “Baiklah.” Ia lantas berdiri dan melangkah ke ruang makan.

Setelah Kyuhyun duduk di salah satu kursi, Soo Young meraih segera  tasnya. “Kyuhyun ssi, aku pergi dulu.”

Ia hampir saja berbalik dan mulai meninggalkan ruang makan ketika Kyuhyun mencegahnya, “Tidak sarapan dulu, Soo Young ssi?” tanyanya.

Soo Young menggeleng sambil tersenyum. “Tidak usah, aku makan di kampus saja. Tidak akan ada cukup waktu jika aku sarapan di sini. Aku kuliah jam 9,” ujarnya terburu-buru. Dalam hati yeoja itu harap-harap cemas, berharap Kyuhyun tidak akan menambah bebannya dengan tiba-tiba menyuruhnya melakukan sesuatu yang bisa menghambat kepergiannya.

Kyuhyun melirik jam tangannya sekilas sebelum tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Soo Young, “Ayo, aku antar,” katanya santai, membuat Soo Young membelalakkan matanya.

Demi Tuhan! Apa Soo Young tidak salah dengar barusan? Seorang Cho Kyuhyun menawarkan diri untuk mengantarnya ke kampus? Apa dia serius? Apa pernah Soo Young mengalami mimpi yang lebih baik daripada ini? Dan… kenapa juga jantungnya harus berdebar-debar ekstra keras seperti ini?

Soo Young menatap punggung Kyuhyun yang berjalan menuju pintu depan dan menyadari bahwa dia memang tidak salah dengar ataupun bermimpi. Cho Kyuhyun, namja yang sudah menjadi idolanya selama beberapa tahun terakhir, berkata bahwa dia akan mengantar Soo Young ke kampus. Oh my God!

 

 

…to be continued…

Makasih banyak buat komentar-komentarnya di Part 1, aku senang dan menghargai semua komentar kalian🙂 Maaf karena aku nggak bisa publish cepet-cepet, maaaaf banget😦

Love you, Guys😀

17 thoughts on “My Idol! – Part 2”

  1. jihyun baik bgt mau ksh tau smua ttg kyuhyun…Soo young menyukai kyuhyun bukan sbg idol tp namja. Soo young cemburu, sabar ya nanti kyuhyun juga punya perasaan…
    Makin seru nieh apalgi sama tingkah laku kyuhyun mulai sedikit berubah.. Lanjut ya

  2. yaay, akhirnya dipublish juga. aku udh nunggu2 FF ini😀
    omo, ceritanya makin seru loh. aku penasaran, Kyu beneran suka sm Jihyun atau ga ya?😀 ditunggu next partnya! ^^ Keep writing chingu ^^

  3. HOhoohoho….. Kyu sudah mulai tertarik sm pesona Sooyoung >.< !!
    Next partnya kira2 gmn y?? Penasaran!
    ditunggu Part selanjutnya ^^

  4. woaaaaaaaaaa
    soo young eonni eeeh
    aish jinjja Kyuuuuuuuu
    #jitakKyu
    ck Evil + Dingin
    haaaaah mmng Kyu itu kkkkkk
    ahaha.ada angin apa tuh kyu tiba2 baik
    dipertanyakan kkkkk
    lnjut chingu

  5. hmm. .kyk ny kyuhyun mulai care ama sooyoung,tp tetep aja jaimm ckck =.=
    pnsaran jg,tntg prasaan kyu ke jihyun,more than just a bestfriend dh kek nya. .
    I’m so curious chingu,next part ny dtnggu! ^^

  6. Hadoh! Maaf ya, thor, ak bru bca u/\u *payah! . Sbnrnya,, kyu punya rasa g sh sma Jihyun? Atw sbaliknya? . Penasaran thor, lanjut ya. Ditunggu ~^^9

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s