Babo Story #5

babo+story.jpgwwTitle                 : Babo Story # 5

Author             : yanemGyu

Cast                 :

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Hyukjae/ Eunhyuk

Park Hyunmi

Kim Eunhae

Song Jira

Genre              : romance (?), comedy (?)

Rating             : G

PS                    : Typo berserakan!! But, RCL pleaseee….

Happy Reading ^_^

 

Hyunmi pov

 

“ jadi kalian saling kenal?” Tanya jira lagi. Lagi? Yah, tadi saat pertama bertemu mereka-Eunhyuk dan Kyuhyun maksudnya- aku sudah berhasil menyelamatkan diri dari serangan pertanyaan Jira. Karena apa. Saat tadi melihat Kyuhyun datang bersama Eunhyuk, aku langsung meneriakinya. Bukankah hal biasa, kan? Kami memang saling bertengkar. Dan itu menjadi tanda Tanya  besar saat ini bagi Eunhyuk dan Jira. Aku tidak sempat menceritakan hal lebih detail tentang hubunganku dengan namja setan itu. karena perutku sudah berontak ingin diisi. Jadi aku menarik paksa Jira untuk mencari makanan. Tentu saja. bila Jira pergi, Eunhyuk juga pergi. Jadi mau tidak mau namja setan itu ikut pula. Hahaha. Aku senang sekali melihat tampang kesalnya tadi. Yah disinilah kami sekarang. salah satu toko Jjamnyeon terdekat yang ku lihat. Meja ini berbentuk empat persegi. Jira duduk di sebelahku. Eunhyuk di depannya. Dan yah, mau tidak mau namja setan ini duduk di depan ku.

“ mengapa aura di tempat ini sangat tidak enak?” tanya jira tiba-tiba di sela makannya.

Aku menyerngit sedikit. Aura yang tidak enak? Tentu saja. bukankah di sekitar kami sedang ada setan.

“ tentu saja. bukankah disini sedang ada aura seseorang yang menyeramkan” ucapku ngasal dan sedikit melirik sinis pada namja setan di depanku ini.

Dia tidak membalas ucapanku namun hanya menatapku dengan..errr, tatapan seram?

“ apa kau satu kelas dengan kyuhyun?” tiba-tiba Eunhyuk ikut bicara.

“ ya begitulah” jawabku singkat. aku menghabiskan Jjjangmyeon ku dengan lahap. Tidak tersisa. Semuanya memandang aneh padaku. Karena aku mengeluarkan suara aneh saat menghabiskan makanan itu. apa yang salah? Itukan makananku.

“ yak! Sopanlah sedikit jadi wanita!” bentak namja setan itu tiba-tiba.

Mwo? Seenaknya saja dia memarahiku di tempat umum seperti ini.

“ ya ya! Pria setan! Jaga bicaramu!” balasku kasar.

Dia membulatkan matanya. Marah. Mau menantangku ha. Siapa takut!

“ Hyunmi~a, jangan seperti itu. malu di lihat orang banyak” tegur Jira padaku. Benar saja. meja kami kini sedang menjadi pusat perhatian semua orang.

“ Kyuhyun~a, minta maaflah pada Hyunmi. Walau bagaimanapun juga, kau yang bersalah karena karena mengejeknya duluan”  ucap Eunhyuk tegas. Yes! Eunhyuk memang adil. Dia tahu yang mana yang salah disini.

“ Mwo? Shiro! Gadis ini memang tidak tahu malu Hyung. Kau lihat kan tadi tindakannya seperti apa. Dia ini tidak layak disebut  seorang gadis. ”

Apa katanya ? aku ini bukan seorang gadis. Cho Kyuhyun! Kau telah membangkitkan emosi marahku!

“ yak namja setan!!” ucapku sambil berdiri dan menunjuknya dengan sendok yang sedang ku pegang. Aku sungguh tidak tahan. Dari awal dia ini sudah sangat menyiksaku dan sangat mengganggu hidupku.

“ Aku sangat.. Membencimu!” aku menghentakkan sendok itu ke atas meja. Aku tidak peduli dengan semua mata yang mengarah padaku saat ini. yang pasti, aku tidak ingin melihatnya lebih lama lagi. Aku sudah muak! Aku memutuskan untuk pergi tanpa menghiraukan panggilan-panggilan yangm mencegahku. Namja setan itu. sungguh.. aku sangat.. membencinya!

 

***

Kyuhyun pov

Gadis itu pergi begitu saja. aku sedikit terkejut dengan ucapan terakhirnya sebelum pergi. Membenciku? Entah kenapa ada rasa lain di hatiku saat dia dengan berapi-apinya mengucapkan kalimat kasar itu kepadaku. Mata tajamnya. Mungkin aku merasa aku telah sangat keterlaluan padanya.

“ Kyuhyun~a, kau merusak acaraku. Lihat Jira jadi sedih kerena Hyunmi pergi” bisik Eunhyuk Hyung padaku. Benar. Jira menunduk dan berhenti melanjutkan makannya.

“ Hhhh!!!” kudengar Jira menghela nafas berat.

“ Jira~a, maaf. Ini memang kesalahan adikku. Aku tidak tahu akan seperti ini. ku fikir bila aku membawanya Hyunmi tidak akan merasa bosan nantinya. Jongmal mianhae Jira~a.” Eunhyuk hyung tidak berhentinya meminta maaf pada Jira. Dia merasa sangat bersalah. Apa memang ini kesalahanku?

“ ah, Gwenchana Hyukie~a. Hyunmi memang seperti itu. nanti bila emosinya sudah reda dia akan kembali kesini. Lagi pula lihat ini.” Jira tiba-tiba menghentika ucapannya.

“ ini tasnya Hyunmi. Kau tahu, dia tidak akan bisa apa-apa bila tanpa tas ini. lagi pula dia nanti akan pulang bagaimana. Dia tidak membawa uang sepersenpun di kantongnya”  Jira sedikit tersenyum. Benar. Apa anak itu bisa pulang tanpa uang?

Jira terlihat berfikir sedikit. Dan lalu mengarahkan pandangannya padaku. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu hal.

“ tapi Kyuhyun~a, bisakah aku meminta bantuanmu?”  benarkan. aku menghentikan kegiatan makanku. Dan melihatnya.

“ apa?”

“ Ng, bisakah kau mencari Hyunmi untuk memberikan tas ini ? Bukan apa-apa. Tapi mungkin kau belum terlalu mengenalnya. Dia itu sangat keras kepala dan gengsinya juga sangat tinggi. Aku jadi sanksi apakah dia akan kesini atau tidak. Atau dia akan memutuskan untuk pulang jalan kaki? Mungkin saja. Itu bisa saja terjadi. Dia itu orang yang sangat nekad.” Jelas jira padaku.

Aku memutar cepat otakku. Apa untungnya bagiku? Toh, dia sendiri yang menginginkan pergi. jadi tanggung sendiri akibatnya.

Tapi.. ada sedikit rasa tidak tega dalam hatiku. Bagaimana bila nanti dia di culik? Atau dia akan di ganggu oleh orang-orang jahat? Akh! Pemikiran bodoh! Mungkin lama-lama aku akan menjadi bodoh seperti gadis itu. tanpa komando dariku, tiba-tiba bibirku berbicara dengan sendirinya.

“ baiklah”

Sial! Apa yang barusan ku katakan?

***

Author pov

Hyunmi. Tidak tahu apa yang sedang dilakukannya sekarang. berjalan-jalan seperti orang gila sendiri. sambil terus merutuki satu nama.

“ namja setan sialan! Brengsek! Aku benci. Benci sekali!” rutuknya untuk yang kesekian kali. Kurang lebih satu jam dia telah mengelilingi kawasan Lotte Worl yang terbilang sangat luas ini. tidak ada yang peduli padanya. dia merasa sangat menyesal untuk pergi ketempat ini tadi. Dia sangat buta tempat ini. dan satu hal lagi yang dia kesalkan. Dia sangat benci jalan sendirian!

Hyunmi tiba-tiba menghentikan langkahnya. Melangkah lebih dekat ke salah satu toko boneka yang telah menarik perhatiannya. Benda itu. sungguh. Dia sangat menginginkannya.

***

Hyunmi pov

Sumpah! Itu boneka beruang yang sangat indah bagiku. Ani. Maksudku sangat lucu. Ani. Pokonya sangat aku inginkan! Boneka beruang putih. Ukurannya sangaaat besar. Mungkin bila di ukur boneka itu bisa mencapai pundakku. Sungguh.. boneka itu. aku ingin tidur dengannya!

“ yak! Apa yang kau lakukan didepan toko orang dengan pandangan seperti itu. kau ingin mencuri ?”

Sebuah suara tiba-tiba mengembalikan khayalan-khayalan indahku dengan boneka beruang putihku. Tunggu.. suara ini. mengapa begitu familiar bagiku.

“yak! Apa yang kau lakukan disini?” bentakku langsung. Akh! Mengapa namja setan ini selalu saja merusak saat-saat bahagiaku.

“ kau itu. tahanlah sedikit emosimu. Aku kesini untuk memberikan ini.” dia langsung melempar sesuatu padaku. Untuk aku memiliki refleks yang bagus jadi benda itu mendarat mulus di tanganku.

Tasku? Mengapa ada dengannya?

“ kau tadi meninggalkannya. Dan yah. Karena aku sedang berbaik hati saat ini jadi aku mengantarkan benda milikmu itu.” tambahnya lagi. Mungkin dia tahu aku akan bertanya jadi dia langsung memotongku. Mengapa? Mengapa dia tiba-tiba baik padaku? Namun dia tiba-tiba menunduk. Anak setan ini. apalagi rencana yang difikirkannya.

“ mianhae” ucapnya lirih sambil menunduk melihatku. Ayolah, tidak perlu di perjelas bukan kalau aku ini lebih pendek darinya. tapi bukan itu yang ku fikirkan sekarang. tapi lebih kepada apa yang dia ucapkan barusan.Mwo? Dia. namja setan itu. meminta maaf padaku. Ini pasti ada yang salah. Penulis cerita ini pasti sedang salah mengetik naskah. Tidak mungkin bukan?

“ mwo?” hanya itu yang bisa ku ucapkan.

“yak! Berhenti memekakan telingamu. Aku tidak akan mengatakan itu lagi.” Katanya tajam sambil berbalik berniat meninggalkanku.

Tapi aku segera memegang legannya dan menghentikannya.

“ yak! Aku mendengarnya. Tapi mengapa kau tiba-tiba meminta maaf padaku? Apa kau salah makan ? Atau pelayan di toko tadi memberikan makanan yang aneh-aneh?” pertanyaan beruntun itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulutku.

“ ani. Hanya saja.. aish! Sudahlah. Yang pasti aku sudah mengatakannya. Kau tidak perlu tahu alasan selanjutnya. Kau hanya perlu merima maafku saja.” Ucapnya gusar.

“ yak! Mana bisa seperti itu. minta maaflah dengan tulus.”  Desakku lagi.

“ Shiro!”

“ yak!”

“ baiklah. Baiklah. Park Hyunmi shii. Aku minta maaf karena aku sudah terlalu kasar padamu” ucapnya mengakhiri perdebatan ini. mwo? Apa aku salah dengar. Tapi aku tidak melihat suatu kelicikan dari matanya saat mengucapkan itu. aku malah melihat.. ketulusan?

“ yak! Mengapa kau melamun!”

“ ada satu syarat bila kau ingin ku maafkan” ucapku bangga. Yes. Akhirnya aku memiliki kesempatan untuk mengerjai namja setan ini.

“ mwo? Yak! Apa-apaan kau!” sentaknya tak terima.

“ ya sudah. Kau tidak ku maafkan!”

“ baiklah. Apa permintaanmu?” akhirnya dia mengalah. Yeah! Park Hyunmi. Kau memang hebat bisa menaklukan setan ini!

***

Kyuhyun pov

Gadis ini tersenyum penuh kemenangan di hadapanku. Aku juga tidak tahu mengapa aku malah mau meminta maaf padanya. yang ku fikirkan tadi hanya untuk membuat emosinya mereda. Tapi aku tidak menyangka dia memiliki otak selicik ini. baiklah kali ini aku mengalah. Tapi lihat saja lain kali. Gadis ini. dia akan bertekuk lutut padaku!

“ aku mau ini! kau harus membelikannya untukku!” entah kenapa sekarang kami sudah berada di dalam toko boneka di depan tempat kami bertemu tadi. Toko ini yang membuat Hyunmi babo ini melongo seperti orang bodoh dan kalau aku tidak cepat-cepat menegurnya, mungkin matanya sudah akan keluar saat itu juga.

“ mwo? Beli saja sendiri!” tolakku secepatnya

“ yak!” teriaknya tidak terima

“ kita tidak ada perjanjian untuk aku membelikan sesuatu padamu. Kau haya mengajukan sebuah syarat padaku. Kau tidak mengatakan bahwa syaratnya adalah membelikan Boneka jelek ini. kau tidak berhak memintaku membelikan ini untukmu!” sentakku menegaskan kalimatku.

Dia menggembungkan pipinya. Kesal. Dia akan selalu seperti itu bila kesal. Atau dia akan mencibirku dengan segala kesinisan yang dia punya. Mengapa aku malah mengetahui banyak hal tentang gadis menyebalkan ini?  entahlah. Aku hanya merasa nyaman bisa mnegetahui banyak hal tentangnya. Rasanya…gadis ini memiliki banyak hal-hal yang dapat menjebakku nantinya. Pesona? Mungkin saja dia memiliki hal itu dengan caranya sendiri.

***

Hyunmi pov

Mengapa dia melamun memandangku seperti itu. ada yang salah di wajahku. Ku rasa tidak. Tidak mungkin bedakku berantakan sedangkan aku tidak memakainya sama sekali. Dan rambutku juga ku ikat seperti biasa. Ikat gulung ke atas. Tidak mungkin rambutku sedang bertebaran entah kemana.

“ yak!’ bentakku untuk menyadarkannya.

“ wae?”jawabnya cepat. “ Park Hyunmi shii, kau tidak berhak meminta ini padaku. Dan lihat ini” dia menarik kertas harga yang ada di boneka itu. “kau mungkin sedang tidak waras karena menyuruhku membelikan boneka se mahal ini.”

Ya aku memang sudah menduga boneka ini harganya pasti sangat mahal. Mungkin namja setan ini tidak akan mampu membelinya. Yah, walaupun dia kaya. Tapi  Dia tidak mungkin sedang membawa uang sebanyak itu. huuuhh!!!

“ tapi aku ingin tidur denganya!” ujarku penuh harap. Tapi sia-sia bukan. Aku tidak punya uang. Sedangkan seperempat harga boneka itu saja aku tidak punya. Ah! Boneka beruang putihku, bagaimana caranya membawamu pulang?

 

Author pov

Hyunmi masih saja menatap boneka beruang putih itu penuh harap. Kyuhyun hanya diam. Bukannya tidak punya uang seperti yang Hyunmi fikirkan. Pasti semua orang mengenal yang namanya ATM bukan? Yah! Itulah yang sedang kyuhyun bawa. Bahkan untuk membeli 5 boneka seperti itupun dia mampu.

“ yak!” bentak kyuhyun mencoba membangunkan fikiran Hyunmi. Selalu saja bentakan. Mungkin mereka tidak memiliki kata lain selain kata bentakan itu untuk memanggil satu sama lain.

“ mmm?” guman Hyunmi tanpa mengalihkan pandangannya.

“ ayo kita pergi dari sini. Kau lihat. Penjaga toko itu selalu saja memperhatikan kita. Kita tidak membeli. Untuk apa berada lama-lama disini.” Desak Kyuhyun mencoba menyuruh Hyunmi keluar.

“ andwe! Aku masih ingin disini. Kalau kau ingin pergi. ya pergi saja sana!” balas Hyunmi mengusir.

Diam. Hening. Hyunmi sibuk dengan fikirannya, bagaimana membawa boneka putih itu pulang? Dan Kyuhyun. Entah kenapa memperhatikan wajah Hyunmi merupakan pekerjaan favoritnya untuk saat ini. apa yang menarik dari gadis itu. baju kaos dan celana jin biasa. Tanpa menggunakan apa-apa pada wajahnya. Rambutnya juga masih model itu-itu saja. jadi,apa yang membuat seorang Cho Kyuhyun seakan tersihir dengan gadis yang sedang berdiri di depannya, dengan wajah penuh harap dan… kusam?

“ yak! Apa kau sangat menginginkan boneka itu?” Tanya Kyuhyun penuh selidik.

“ ne.” lirih Hyunmi singkat. “ aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan boneka itu” sambungnya lagi sambil menunjuk boneka beruang putih tersebut.

“ benar kau akan melakukan apapun untuk mendapatkan boneka itu? kau yakin?”

“ apapun! Yang penting boneka itu aku bawa pulang saat ini juga!” ujar Hyunmi masih berkeras hati. Kyuhyun berfikir sedikit. Yah, ini memang waktu yang tepat untuk menaklukannya.

“ baiklah. Aku akan membelikan boneka itu untukmu. Tapi ada syaratnya. Bagaimana?”

Tawar kyuhyun pada Hyunmi. Bukankah tadi Hyunmi yang mengajukan syarat untuk kyuhyun . mengapa jadi sebaliknya? Apa memang Hyunmi yang terlalu bodoh. Atau malah Kyuhyun yang terlalu lihai mencari kesempatan?

Hyunmi menyerngitkan keningnya. Bingung. Apa maksudnya? Fikirnya sendiri.

“ apa maksudmu?” Tanya Hyunmi penasaran.

“ iya. Kau menginginkan boneka itu bukan? Ya sudah, aku akan membelikannya untukmu. Dan sebagai gantinya kau harus mengikuti syaratku. Dan kau tidak boleh menolaknya. Atau, yah, kau akan kehilangan boneka beruangmu yang kau impikan itu. lihat, sepertinya wanita itu akan membeli boneka ini juga. Dan boneka ini juga tinggal satu-satunya. Jadi, mau menerima tawaranku tidak?” tawar Kyuhyun sekali kali dengan seringaian setan andalannya.

“ ya. Aku mau!” jawab Hyunmi bahagia.

***

Hyunmi pov

Babo! Babo! Babo!

Bagaimana bila namja setan itu meminta hal yang aneh-aneh padaku? Tapi aku tidak tahu. Mulutku ini sangat tidak bisa di kontrol tadi. Sial! Sepertinya aku sedang dalam masalah besar! Dan benar saja, wanita yang di katakan namja setan itu sudah berada di dekatku saat ini. ottokeh? Pilihanku benar , kan?

“ kau tunggu disini. Aku akan membayarnya. Peganglah boneka itu. nanti wanita itu akan mengambilnya duluan” bisik namja itu di telingaku lalu pergi menuju kasir.

Aku segera mengambil boneka itu.

“ mianhae, tapi boneka ini milikku” ucapku cepat dan mencoba ramah pada wanita yang ku katakana tadi. Dia terlihat ragu padaku. Dia memperhatikan penampilanku. Aku langsung mengerti apa maksudnya.

“ temanku yang sedang membayarnya. Itu dia!” jelasku lagi sambil menunjuk pada namja itu di kasir.

“ oh, namjachingu mu? Wah~ kau beruntung sekali memiliki namja setampan dan sebaik dia. sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan boneka itu. baiklah, aku melihat boneka yang lain dulu. Annyeong!” ucap wanita itu dan berlalu meninggalku sendiri. aku hanya membalas ucapannya dengan senyuman tipis terbaik yang ku punya sambil menahan emosi yang sangat memuncak di kepalaku.

Namjachingu? MWO??

***

Berat sekali! Aku sangat susah membawanya. Lihatlah! Aku seperti badut saat ini. berjalan lamban sambil menggendong boneka beruang besar di depanku. Aku tidak bisa melihat jalan dengan benar. Sial! Namja setan itu,dia malah jalan duluan dan meninggalkanku dan  malah tertawa melihatku yang sedang kesusahan seperti ini.

“ yak! Hyunbear! Cepatlah sedikit!” teriaknya marah.

Aku melongokkan kepalaku sedikit dari boneka yang menghalangi pandanganku ini. aku melihatnya berhenti dan melihatku dengan tatapan membunuhnya.

Tunggu… Hyunbear? Apa maksudnya?

“ yak! Apa maksudmu?” tanyaku susah payah dari balik boneka di hadapanku ini.

“ maksudku yang mana?” ucapnya malah bertanya padku.

Aish! Dia ini sungguh bertele-tele!

“ Hyunbear? Apa maksudmu memanggilku seperti itu?”

“ ani. Itu nama panggilanku untukmu. Bagus, kan?” ujarnya bangga.

“ cih! Bagus kepalamu. Dengar! Jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan seperti itu. aku tidak suka!” ucapku memperingatkan.

“ yak! Semua itu terserahku. kau tidak berhak melarang-larangku. Atau.. kau ingin boneka di hadapanmu ini aku buang ha? Ingat siapa yang membelikan ini untukmu. Kau juga sudah berjanji untuk melakukan perintahku. Sekarang aku ingin menamaimu Hyunbear. Jadi nikmati saja! dan jangan pernah membantahku!” ancamnya keras padaku.

Aku hanya meolongo mendengarnya.

Tuhan! Seperti aku telah salah langkah!

 

Jira’s pov

“ Ng, Jira~a, mengapa Kyuhyun lama sekali ?” tanya Eunhyuk padaku.

Itu jugalah yang sedang ku fikirkan. Kemana mereka? Apa Kyuhyun tidak menemukan Hyunmi? Tapi tidak mungkin. Aku hanya berpura-pura mendramatitisirkan cerita Hyunmi. Sebenarnya aku yakin 1000% pasti Hyunmi tidak akan mau pulang sendiri seperti yang ku katakana tadi pada Kyuhyun. Aku hanya ingin mengusir Kyuhyun secara halus. Ya, benar aja. Ini acaraku dengan Eunhyuk. Aku tidak mau mereka berdua itu merusak hari indahku bersama Eunhyuk saat ini. firasat ku mengatakan bahwa Kyuhyun yang pernah di ceritakan Hyunmi itu adalah Kyuhyun yang ini. Teman sekelasku saat Junior High School di Amerika, dan yah, sekaligus sepupunya Eunhyuk. Aku tidak menyangka Kyuhyun bisa dengan mudahnya membalas dan malah bisa terpancing untuk bertengkar dengan Hyunmi. Dulu dia tidak seperti itu. dia hanya laki-laki pendiam dan juga pintar. Tidak suka mencari masalah apalagi membuat masalah. Tapi sekarang? apa yang dilakukan Hyunmi babo itu sampai bisa merubahnya seperti ini?

“ Jira~a.. hey, kau melamun?” Eunhyuk melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku, membuatku tersadar secepatnya.

“ ah, ne. ania. Aku hanya berfikir, apa mungkin Kyuhyun tidak bisa menemukan Hyunmi. Tapi, bagaimana kalau kita menyusul mereka saja?” tanyaku mencoba menyarankan. Bukankah disini sangat membosankan. Pantatku sudah panas duduk berjam-jam disini. Atau ini bisa disebut.. jalan-jalan berdua?

“ begitu? Baiklah. Aku rasa kita juga sudah terlalu lama disini. Kau lihat. Para pengunjung sudah banyak berganti, tapi kita masih juga disini. Mungkin para penjaga toko ini sudah bosan dengan kita. Hahaha”

Yeah! Akhirnya! Aku memiliki waktu untuk mengelilingi Lotte Worl ini berdua dengan Eunhyuk! Cho Kyuhyun dan Park Hyunmi, semoga kalian tidak ku temukan di sudut manapun di tempat ini!

***

Author pov

“Kyu aku lelah!” keluh Hyunmi di tengah perjalanan mereka. Kyuhyun tidak memperdulikannya. Berbalik badanpun tidak.

Namja macam apa itu? benar-benar tidak punya belas kasihan. Kyuhyun mengajak Hyunmi untuk menjelajahi setiap tempat di Lotte Worl ini. Hyunmi masih dengan boneka beruang putih di depannya. dan Kyuhyun? Pria itu dengan santainya berjalan di depan Hyunmi dengan penuh kemenangan.

Hyunmi melihat kursi kosong di dekat tembok pilar sebuah gedung. Tidak perlu berfikir lama, Hyunmi mempercepat langkahnya dan langsung menyandarkan tubuhnya di kursi terbebut. Punggunya terasa sangat kaku. Bonekanya di letakkan di sebelahnya. Dan karena boneka itu besar. Kursi yang seharusnya bisa di duduki 3 orang, menjadi tidak memiliki tempat untuk siapapun lagi.

“ yak! Apa yang kau lakukan? Cepat berdiri. Aku mau kesana!” perintah Kyuhyun sambail menunjuk salah satu tempat yang belum mereka kunjungi.

Ini namanya penjajahan! Mengapa Kyuhyun sedikit saja tidak bisa mengerti rasa lelah yang Hyunmi rasakan. Apa salahnya sedikit saja memberikan waktu istirahat. Kyuhyun memang bagaikan penjajah baginya saat ini. dan hal yang paling dia kesalkan adalah dia tidak punya kuasa apa-apa untuk membela diri.

Hyunmi tidak bergeming. Dia malah menutup matanya dan menenggelamkan dirinya lebih jauh dalam pelukan boneka beruangnya. Lebih tepatnya dia telah tertidur.

“ yak! Yak! Kau tidak mendengarkanku? Atau..” Kyuhyun berhenti tepat di depan Hyunmi. Melihat Hyunmi kelelahan. Keringatnya yang membasahi wajahnya. Tersihir! Hanya satu kata itu. apa bagusnya seorang wanita yang tertidur sambil berkeringat seperti itu? tapi tidak bagi namja itu. tanpa sadar, Kyuhyun melepaskan pelukan Hyunmi pada boneka beruangnya secara perlahan. Takut bila nanti Hyunmi terbangun dari tidurnya. Setelah berhasil, dia meletakkan boneka beruang itu di bawah kakinya dan memposisikan dirinya duduk di sebelah gadis itu. Kyuhyun merasa sangat aneh dengan tindakan yang dilakukannya sendiri. Tapi dia merasa sangat nyaman saat Hyunmi malah memeluknya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyu. Kyuhyun tersentak kaget. Namun dia malah membalas merangkul Hyunmi agar gadis itu merasa lebih nyaman. Gila? Mungkin! Tangan Kyuhyun tidak mau diam. Dia malah mengelap keringat yang bercucuran di pelipis Hyunmi. Mungkin karena dia ini seorang atlet. Dengan kelelahan berjalan saja sudah bisa menguras keringatnya banyak.

“ mianhae..” lirih Kyuhyun singkat.

***

“ mengapa mereka tidak ada dimana-mana?” Tanya Euhyuk tiba-tiba di tengah perjalanannya bersama jira ‘mencari’ kyuhyun dan Hyunmi.

Benar. Sudah satu jam mereka mengelilingi tempat ini. mengapa kyuhyun dan Hyunmi tidak terlihat di sudut manapun. Apa mungkin sudah pulang? Fikir Jira.

“ mungkin mereka sudah pulang” jawab jira seadanya.

“ mungkin saja. tapi kalau mereka sudah pulang, Ng, berarti Kyuhyun meninggalkan ku.Aish!” ucap Eunhyuk frustasi.

“ waeyo? Oh ya, aku lupa kau kan kesini naik mobil Kyuhyun dan mobilmu ada di bengkel sekarang karena mogok tadi. Mmmm.. aku tidak masalah mengantarmu untuk mengambil mobilmu di bengkel” balas Jira memberi solusi.

“ apa tidak apa-apa? Sekarang sudah sangat sore, mungkin kau nanti akan malam sampai di rumah, biar aku naik taksi saja” tolak Eunhyuk tak enak hati.

“ gwenchana.. aku malah merasa senang bisa membantumu”

“ benarkah? Berarti aku tidak memiliki alasan untuk menolak” ujar Eunhyuk mengembangkan senyum terbaiknya. Dia mengacak-acak rambut jira yang membalas senyumannya. Jira merasa sengatan listrik yang aneh saat kulit Eunhyuk menyentuh dahinya. Bukankah ini sudah sering terjadi? Mengapa selalu merasa aneh saat Eunhyuk tiba-tiba menyentuhnya seperti tadi. Jira merasa sedikit tidak rela saat Eunhyuk melepaskan tangannya.

“ sudahlah. Jangan kecewa seperti itu’ Eunhyuk berkata seakan mengerti apa yang Jira fikirkan. “ kajja’ lanjutnya lagi.  Eunhyuk dengan santainya menggenggam tangan Jira, dan membawa gadis itu pergi dari tempat itu menuju parkiran.

***

Hyunmi pov

Gelap! Dimana aku? Mengapa sangat gelap ?

“ Hyunbear, mengapa tuanmu itu sangat menakutkan?”

Sayup-sayup ku dengar seseorang. Babo! Tentu saja gelap. Mataku tertutup!

Aku segera membuka mata dan langsung terkejut dengan pemandangan di depanku.

“ sedang apa kau dengan bonekaku?” tanyaku langsung pada namja setan itu.

“ bonekamu? Cih! Seenaknya saja. aku yang membeli boneka ini” jawabnya santai sambil memainkan-mainkan bonekaku.

“ yak! Jangan seperti itu. nanti bonekanya kotor?” bentakku marah. Seenaknya saja dia meletakkan bonekaku di lantai dan.. entah, aku juga bingung entah apa yang sedang dia lakukan itu.

“ apa begitu nyaman bersandar di bahuku?” tanyanya tiba-tiba.

“ mwo?” ucapku tak mengerti. Dia tersenyum sinis. Hyunmi babo! Pantas saja dia tersenyum sinis seperti itu. apa yang ku lakukan? Aku dengan enaknya bersandar padanya dan meletakkan kepalaku di bahunya. Sial!

Secepat mungkin aku menarik kepalaku dari bahunya dan bergeser untuk memberikan jarak yang cukup jauh darinya.

“ Cih~” cibirnya kepadaku lalu memain-mainkan bonekaku lagi. Dia tersenyum mengeluarkan senyum setannya itu. ck! Anak ini! bagaimana cara untuk membalasnya?

“ aku mau pulang!” ujarnya tiba-tiba. Ya sudah, pulang saja sana. Siapa juga yang membutuhkanmu.

Dia bangkit berdiri dan melemparkan bonekaku padaku.

“ awww!! Namja babo! Kau fikir boneka ini kecil ha? Ini  sangat sakit!” teriakku marah. Untuk disini sangat sepi. Jadi aku bisa teriak sesukaku.

Tunggu.. sepi? Sudah jam berapa ini?

“ MWO?? Jam 8 malam??” pekikku cepat saat melihat jam yang melingkar di tanganku.

“ salahkan dirimu sendiri? mengapa tidur begitu lama? Mungkin Jira dan Eunhyuk sudah pulang” ucapnya cuek.

Oh ya, Jira! Kemana dia? mengapa dia meninggalkanku? Aku segera mengambil ponselku. MATI! Ponselku dalam keadaan mati saat ini. mungkin karena baterainya habis. Aku lupa me cas nya tadi. Lau aku pulang bagaimana?

“ ya sudah, aku pulang! Hati-hati di jalan. Mmm.. untuk sekedar mengingatkan, Kata orang di sekitar jalan disini kalau malam sangat sepi dan banyak penculikan gadis-gadis remaja.” Ucapnya menakutkanku.

Bagaimana ini?

Kyuhyun mulai beranjak pergi. Ng.. ataukah?

“ Kyu, Ng.. antarkan aku pulang” ucapku sedikit memohon. Ok, untuk kali ini sjaa. Toh. Ini juga untuk keselamatanku.

“ Ne?” tanyanya sok tidak mengerti. Aku tahu dia mengerti maksudku. Lihatlah cengiran setannya itu. menjijikkan!

“ aku tidak bisa pulang sendiri” lirihku lagi.

Dia terlihat menahan tawanya. Baiklah Cho Kyuhyun. Sekarang tertawalah sepuas hatimu. Tapi lihat saja. aku akan membalikkan keadaan ini.

“ lalu apa untungnya bagiku?” tanyanya setelah meredakan tawanya. Berubah menjadi senyuman yang menjijikkan.

“ terserah kau saja!” jawabku pasrah. Hanya itu kan yang bisa ku lakukan saat ini. Pasrah! Tuhan, aku benci sekali menjadi orang yang lemah. Apa lagi di depan namja brengsek ini.

Dia terlihat menimbang-nimbang sedikit. Barulah akhirnya dia menjawab.

“ Baiklah”

Dia langsung saja berjalan meninggalkanku. Aku segera menggendong bonekaku dan segera menysulnya.

Akh! Aku benci hari ini!

***

“ Hyunmi~a, mengapa pulangnya sangat lama? Dan.. dimana Jira? Bukankah tadi perginya bersamamu?” Tanya eomma beruntun saat aku pulang. Huuuhh! Aku lupa kalau di rumah aku memiliki ibu yang sangat cerewet seperti ini.

“ aku tidak tahu dimana. Dia meninggalkanku.dan aku tidak pulang bersamanya. Makanya aku pulang terlambat seperti ini” jawabku kesal. Yah benar saja. Jira itu. dia yang mengajakku. Mengapa dia meninggalkanku? Awas saja dia nanti!

“ lalu boneka ini? kau membelinya?” Tanya eomma lagi sambil menunjuk boneka beruang putih yang ku letakkan di atas sofa.

Apa yang harus ku jawab? Yang membelikan boneka ini adalah namja babo itu. apa mungkin aku mengatakannya pada eomma. Lalu nanti eomma akan bertanya lagi siapa namja itu. ck! Itu sangat merepotkan.

“ ne,eomma. Aku membelinya tadi” jawabku singkat. berbohong demi kebaikan. Boleh saja, kan?

“ ya sudah, tidurlah. Kau besok sekolah. dan tadi Donghae kesini mencarimu. Dia bilang ponselmu tidak aktiv.Coba saja hubungi dia nanti.” Saran eomma padaku.

“ ne. jaljayo eomma!” aku melambai sedikit pada eomma. Lalu beranjak menaiki tangga dengan susah payah. Ah! Aku lelah sekali. Walaupun tadi sempat tertidur, tapi tubuhku sangat sakit membawa boneka besar ini. walaupun begitu, aku sangat bahagia bisa memiliki boneka ini. aku telah sampai di kamar lalu merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memeluk boneka putih besarku ini. aku menenggelamkan kepalaku pada badan boneka ini. nyaman dan hangat. Aku suka sekali. Boneka ini sangat lembut. Tiba-tiba terbesit banyak pertanyaan di otakku. Mengapa hari ini namja setan itu sangat lain? Dan mengapa aku bisa tertidur menyandar padanya tadi? Mengapa saat aku terbangunpun aku juga tidak sadar bahwa aku masih berandar padanya. apa boleh ku akui. Memang, bersandar di bahunya itu sangat nyaman. Aku tidak berbohong untuk hal itu. tapi mengapa dia tidak mencegahku dan malah membiarkanku. Namja itu, sebenarnya apa yang sedang di fikirkannya?

Tidak tahu! Tidak mengerti! Lebih baik aku tidur. Besok aku sekolah. dan lusa aku harus bertanding. Ya! Aku pasti bisa memenangkan pertandingan itu.

***

Author pov

Sudah dua hari berlalu. Dan hari ini adalah pertandingan basket sekolah Hyunmi melawan salah satu sekolah favorit di Seoul. Lapangan ini sangat penuh dengan suara-suara penyemangat dari pendukung kedua sekolah itu. hal itu membuat Hyunmi sangat jengah dan pusing.Tempat pertandingan memang di selenggarakan di sekolahnya dan Mengingat bahwa lapangan basket sekolahnya sangat luas dan juga baru di renovasi.

“ Lee Donghae! Lee Donghae!” teriakan para gadis itulah yang membuat Hyunmi frustasi. Sejak pertama masuk di lapangan. Kursi para penonton telah terisi penuh dengan sebagian besar adalah yeoja sekolah Hyunmi dan hanya beberapa dari tim lawan.

“ yak! Lee Donghae! fans mu itu berisik sekali.” Keluh hyunmi akhirnya.

“ biarkan saja. malah itu menjadi penyemangat untukku. tapi mugkin kau salah, lihat itu” Donghae menunjuk pada salah satu deretan kursi penonton.

“ namja itu sepertinya telah menggantikan posisiku” ucapnya lagi santai

Hyunmi melihat arah pandang Donghae. benar saja. disana terlihat Kyuhyun sedang di kerubuni oleh banyak gadis. Terlihat bahwa banyak gadis yang menawarkan Kyuhyun untuk duduk di sebelah mereka.

“ Cih! Gadis-gadis murahan!” desis Hyunmi merasa jijik.

“ bukankah kau kemarin bersamanya? Apa yang kau lakukan dengannya? Jira yang menceritakannya padaku tadi malam. oh ya, kemarin dia menginap di rumahku. Lalu pagi-pagi sekali dia sudah tidak ada. Aku tidak tahu dia kemana. Aku kira dia kerumahmu.” Jelas Donghae pada Hyunmi.

“ dia tidak kerumahku. ck! Kemarin itu karena terpaksa. Sudahlah, aku benci bila berbicara tentang namja setan itu” Hyunmi sempat beradu pandang dengan Kyuhyun. Selalu saja. melempar pandangan sinis di antara keduanya.

“ Ng, Hyunmi~a. Apa Eunhae tidak datang? Mengapa aku tidak melihatnya dari tadi?” Tanya Donghae mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya itu yang dia ingin tanyakan dari tadi. Tapi dia terlanjur malu untuk langsung bertanya dan malah mengalihkan pembicaraan mengenai Kyuhyun.

“ Tidak tahu.” Jawab Hyunmi singkat sambil meneguk minumannya.

“ Lee Donghae!!!! Park Hyunmi!!! HWAIITING!!!” teriak salah satu gadis menggema lepangan sekolah mereka.

Siapa? Itu pertanyaan yang berkelit di otak donghae dan Hyunmi. Hyunmi malah sempat menyemprotkan sisa air minum di mulutnya saking terkejutnya dengan suara itu. tumben sekali ada orang yang meneriakinya seperti itu.

Mereka menjelajahi bangku penonton. Dan tertangkaplah terangka dari semua itu.

“ yak! Apa yang anak itu sedang lakukan?” Tanya Hyunmi heran.

Donghae hanya tersenyum bahagia. Betapa tidak. Gadis yang dari tadi di tunggu-tunggunya telah datang dan memberinya semangat. Jira. Tersangka dari teriakan yang menggema itu hanya tersenyuma bahagia. Tidak memperdulikan lirikan-lirikan dari penjuru siswa-siswa itu. Eunhae yang berada di sebelahnya hanya tersenyum malu dan membuat gerakan kecil untuk menghentikan tindakan Jira. Yah, kemarin Jira dengan diam-diam mengambil nomor ponsel Eunhae dari ponsel Hyunmi. Untung apa? Ya tentu saja untuk acara hari ini dan untuk membuat sebuah rencana besar. Rencana besar apa lagi kalau bukan menjodohkan Eunhae dengan Donghae. Donghae sudah menceritakan semuanya pada Jira. Tadi malam jira langsung ke rumah Donghae. dan di sanalah mereka saling cerita. Jira sangat shoke saat tahu bahwa Donghae telah menyukai Eunhae sejak lama. Tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Tapi bukankah mereka itu sangat cocok. Bahkan nama merekapun sama-sama mengandung unsur “Hae”. Pasti mereka bisa bersama. Gadis itu juga sedikit yakin bahwa Eunhae pasti memiliki sedikit perasaan yang sama pada Donghae. sedikit? Bahkan gadis itu tidak tahu bahwa kata sangat banyak saja tidak bisa menggambarkan betapa Eunhae menyukai namja itu.

“ anak itu benar-benar gila. Dia fikir ini Amerika. Bisa berbuat seenaknya begitu.bahkan ini bukan sekolahnya. Aigo~ Song Jira, aku sangat gila memiliki sahabat sepertimu”

Ucap Hyunmi takjub sambil mengingat hal-hal gila yang banyak terjadi di antara mereka.

“ biarkan saja. mmm.. bukankah dengan begitu kita akan semakin semangat” balas Donghae sambil menerawang memperhatikan kursi penonton. Tepatnya, kursi tempat Eunhae berada.

Belum sempat Hyunmi akan membalas ucapan Donghae. peluit tanda di mulainya permainan sudah berbunyi.

Permainan pertama adalah pertandingan tim putra. Setelah itu baru tim putri. Donghae dan timnya tampak mulai memasuki area pertandingan.

“ Hae~a. semAngat. Kau pasti menang” ucap Hyunmi menyemangati.

“ tentu. Kau lihat. Penyemangatku telah datang. Aku pasti bisa!” jawabnya santai

“ cih~ jadi kau tidak membutuhkanku sekarang ?” Tanya Hyunmi tidak terima.

“ ania. Kau tetap sahabatku. Tapi dia.. orang yang ku harap akan menjadi belahan jiwaku”

“ sok romantis sekali kau Tuan Lee Donghae. pergi sana. Kau membuatku ingin muntah!” usir Hyunmi mendorong Donghae menjauh. Donghae hanya membalas dengan senyumannya. Sebelum pergi dia mengacak-acak rambut Hyunmi. Dan dengan langkah cepat berlari menuju lapangan sebelum mendapatkan teriakan mengerikan.

“ YAK!!! AISH JINJA!!!”

 

TBC

Ampunnnnn!!! Aku tau aku salah. Ini FF udah menggantung selama sebulan. Aduh aku sibuk banget buat ngurus kelangsungan kuliah aku #gi timpuk readers.

Oya, maksih banget buat kritik dan saran di part yang kemarin. Yang bilang part kemarin membosankan, kalau part ini bagaimana? Maklum aku kan author baru jadi belum terlalu ahli.

Akhir kata. Jangan lupa tinggalkan komen ya. Buat kelangsungan part berikutnya. Gumawo^^

One thought on “Babo Story #5”

  1. Aigooo in ya bnr2… Awlny aq mikir in ff yg mn yah? Tp stlh baca smbil mikir, ooooh baru inget >.< Yu ah cusss dlanjutin yaaa ehehehe rame nih, pnasaran si kyu bkal nglakuin ap lg

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s