When You Come to My Life 2/?

Tittle:: When You Come to My Life 2/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon

Genre:: Romance, Drama

Rate:: PG

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: BoA-The Shadow

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

~HAPPY READING~

“Lil, Jung Yunho mencarimu.”kata Manager Oppa saat menghampiri Lily di salah satu ruangan di gedung managemennya.

Lily yang sedang membaca script CF-nya langsung mengangkat wajahnya dari kertas yang dibacanya dan memandang managernya bingung. “Nugu?”

“Jung Yunho, leader DBSK.”

“Untuk apa ia mencariku?”

Manager Oppa mengangkat bahu. “Entahlah. Kurasa ia ingin membicarakan masalahmu dengan Park Yoochun waktu itu. tapi bukankah masalah kalian sudah beres?”

Lily mengernyit. “Memang sudah beres.”

“Hmm~ lalu untuk apa ia mencarimu? Ia bahkan meminta nomor ponselmu.”gumam Manager Oppa.

Lily memandang managernya dengan mata menyipit. “Jangan bilang Oppa memberikannya?”tanyanya curiga.

“Tentu saja tidak!”bantah managernya, lalu ia memandang Lily curiga. “Kau tidak punya hubungan apapun dengannya kan, Lil?”

Lily meletakkan script yang dibacanya di meja dengan kesal. “Apa Oppa pikir aku mau punya lebih banyak skandal?!”serunya kesal. “Sekarang dimana dia?!”

“Disini.”

Lily dan Managernya langsung menoleh ke asal suara, ke tempat Jung Yunho yang sedang berdiri di depan pintu ruangan. Lily mendelik kesal pada managernya.

“Aku tidak menyuruhnya masuk.”elak managernya.

Yunho masuk ke ruangan dan tersenyum pada Lily. “Bukan managermu yang menyuruhku masuk. Tadi aku bertanya pada salah satu staff, dan mereka menyuruhku kesini.”jelasnya. Lily menatapnya kesal.

“Err… sebaiknya aku keluar dan membiarkan kalian berdua berbicara.”kata Manager Oppa lalu keluar ruangan dan menutup pintu.

“Kau tidak menyuruhku duduk?”tanya Yunho.

Lily mendelik menatapnya. “Anjuseyo,”katanya masih dengan nada kesal. “Mau apa kau kesini?”

“Kenapa kau bersikap begitu padaku? Kita kan sudah lama tidak bertemu, jadi seharus…”

“Mungkin bagimu kita sekedar ‘sudah lama tidak bertemu’, tapi bagiku, kita ‘tidak saling mengenal dan tidak punya hubungan apapun di masa lalu’.”potong Lily sengit.

Yunho memandangnya sedih. “Jadi kau masih tidak mau memaafkanku? Memaafkan mereka? Mianheyo, seharusnya saat itu aku melindungimu. Seandainya saat itu aku berada di sisimu, aku…”

“Bukankah tadi sudah kubilang jika ‘kita tidak saling mengenal’? Kalau kau mendengar hal itu seharusnya kau mengerti maksudku. Jika tidak saling mengenal, tidak ada yang perlu dimaafkan.”ucap Lily dengan ekspresi datar.

“Jebal… jangan bersikap begini…”

Lily memandangnya tajam. “Kalau kau masih menggangguku dengan masalah ini, apa boleh buat, aku akan membatalkan peranku dalam drama bersama Park Yoochun.”

Yunho terdiam mendengar ancaman Lily. Ia menatap dalam-dalam wajah yeoja itu dan melihat keseriusan di matanya. Ia tidak ingin Lily membatalkan perannya di drama itu. Karena ia ingin punya akses untuk bisa dekat dengan yeoja itu. Dan mungkin Yoochun bisa menjadi aksesnya.

Yunho menghela napas. “Geurae, aku akan pergi sekarang.”kata Yunho sedih. Lily memalingkan wajahnya dari Yunho dan menatap keluar jendela. Kemudian ia terkejut ketika merasakan belaian lembut di puncak kepalanya.

“Kuharap kau akan selalu baik-baik saja,”ucap Yunho lembut, lalu pergi keluar ruangan, meninggalkan Lily yang masih membeku karena sentuhannya.

Di luar ruangan, Yunho bersandar pada dinding dan menghela napas sedih. Ucapan terakhirnya pada Lily tadi adalah doanya. Ia berharap Lily akan selalu baik-baik saja. Walaupun sebenarnya ia tahu jika tanpa dirinya, Lily tidak akan pernah benar-benar baik-baik saja.

***

“Selesai untuk hari ini. Terima kasih atas kerjasama kalian. Semangat untuk shooting pertama minggu depan!”kata sutradara yang memimpin briefing drama yang akan dibintangi oleh Lily dan Yoochun.

Semua pemeran di drama tersebut sibuk mengucapkan salam perpisahan satu sama lain.

“Gamsahamnida…”

“Mohon kerjasamanya…”

“Sampai bertemu minggu depan…”

Beberapa orang banyak yang mengajak Lily pergi makan bersama dengan tujuan untuk mengakrabkan diri sesama pemeran di drama tersebut. Walaupun ia bukan orang yang suka bergaul dan memiliki banyak teman, tapiLily menolak ajakan mereka dengan sesopan mungkin.

“Ah mianheyo, aku tidak bisa.”jawab Lily sesopan mungkin.

“Waeyo? Bukankah setelah ini kau tidak ada schedule lagi?”tanya Lee Minho, salah satu pemeran di drama terbaru mereka.

“Ne. Tapi aku sudah ada janji dengan teman.”jelas Lily.

“Hmm~ apakah ia seorang namja?”goda yang lain.

Lily tersenyum kecil. Ia tahu pasti banyak yang ingin menanyakan hubungan percintaannya. Mengingat banyaknya skandal percintaan yang menimpanya.

“Teman akrabku. Seorang yeoja yang sangat cantik. Lainkali aku akan mengajaknya kesini. Siapa tahu ia akan menemukan namja yang tepat untuknya disini.”kata Lily dengan nada menggoda membuat namja-namja itu tertawa.

Setelah itu mereka pergi beramai-ramai keluar dari ruangan itu dan melambai pada Lily. Lily balas melambai pada mereka. Kemudian Lily duduk di kursi menunggu managernya yang masih berbicara dengann PD. Sambil menunggu ia membaca script drama yang baru diberikan tadi.

“Boleh aku duduk disini?”

Lily mengangkat wajahnya lalu melihat Park Yoochun yang tersenyum memandangnya. Ia lalu mengambil tasnya yang diletakkan di kursi disebelahnya, agar Yoochun bisa duduk disana.

“Gomawo.”kata Yoochun lalu duduk disana. Lily tidak menjawab dan masih membaca scriptnya.

“Kenapa kau tidak ikut bersama mereka?”tanya Yoochun, memulai pembicaraan.

“Aku sudah ada janji.”jawab Lily tanpa mengalihkan perhatiannya dari script yang dibacanya. Yoochun terdiam menunggu Lily menanyainya balik, tapi sepertinya percuma saja. Karena setelah itu Lily tidak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.

Yoochun menghela napas. Tapi ia tidak ingin menyerah. Saat ia tahu yeoja yang bertemu dengannya di swalayan 24 jam dan Lily adalah orang yang sama, ia merasakan ketertarikan yang besar dari Lily. Banyak yang membuatnya penasaran. Apa sosok Lily Jung yang ia lihat di ponsel itu adalah sosoknya yang sebenarnya? Lily Jung yang ceria dan konyol, bukan Lily Jung yang dingin dan angkuh seperti yang saat ini sedang bersamanya.

“Kapan lagi waktu senggangmu?”tanya Yoochun. Lily mengernyit mendengar pertanyaan Yoochun, ia lalu menatap namja yang duduk di sebelahnya itu.

“Untuk apa kau menanyakan hal itu?”tanya Lily, ekspresinya menunjukkan kalau ia merasa terganggu dengan Yoochun.

Yoochun tersenyum. “Aku hanya ingin mengajakmu makan bersama. Untuk mengakrabkan diri dan membangun feel sesama pemeran utama.”

Lily menatap Yoochun dengan heran. Kenapa namja ini jadi terlalu bersikap ramah padanya seperti ini? Berbeda sekali dengan saat mereka pertama kali bertemu di pemotretan. Tapi setelah Lily pikir-pikir, saat itu sebenarnya mood-nya yang sedang sangat jelek yang membuatnya bersikap berlebihan pada Yoochun.

“Mianheyo, aku sangat sibuk. Lagipula kalaupun aku ada waktu senggang, aku yakin kita belum tentu bisa janjian. Mengingat dirimu yang juga sangat sibuk.”katanya, berusaha sehalus dan sesopan mungkin menolak ajakan Yoochun. Kemudian Lily melihat managernya yang selesai bicara dengan PD. Ia bangkit dari duduknya dan memasukkan scriptnya ke dalam tasnya.

Lily menatap Yoochun, dan tersenyum kecil. “Lagipula aku yakin dengan kemampuanku dan juga kemampuanmu. Kita pasti bisa berakting dan membangun feel dengan baik tanpa harus berusaha mengakrab-akrabkan diri.”kata Lily lalu ia membungkukkan badannya sedikit. “Sampai ketemu minggu depan.”

“Ne.”kata Yoochun yang langsung berdiri dan balas membungkukkan badannya pada Lily. Lalu tanpa mengatakan apapun lagi Lily berjalan pergi bersama managernya.

 

@ Lily’s car

“Sepertinya masalah kalian sudah beres ya.”kata Manager Oppa yang sedang menyetir.

“Masalah? Dengan siapa?”tanya Lily.

“Dengan Park Yoochun. Tadi aku melihat kalian mengobrol akrab.”kata Manager Oppa dengan nada menggoda.

“Ia sudah meminta maaf dengan semestinya padaku. Dan aku hanya berusaha bersikap ramah saja dengan lawan mainku. Kau pasti tidak ingin aku membuat masalah baru lagi kan dengan lawan mainku?”jawab Lily cuek.

“Seharusnya kau ikut makan-makan bersama mereka tadi, Lil. Ini kesempatanmu untuk mempunyai banyak teman.”

“Tidak, tidak perlu. Bagiku mereka hanya sebatas rekan kerja. Dan hanya akan tetap menjadi rekan kerja.”kata Lily dengan nada dingin. Ia mengingat kata-kata Yoochun waktu namja itu mengembalikan ponselnya. Kemudian terlintas di pikirannya ekspresi Yoochun yang kecewa saat ia menolak ajakannya barusan. Apa namja itu sedang berusaha mendekati dirinya secara personal?

Lily mengernyit, memikirkan kemungkinan akan hal itu. Tapi ia tidak mau memikirkannya lebih jauh. Baginya Park Yoochun hanya akan tetap menjadi rekan kerjanya. Tidak akan lebih.

“Ah ya, Oppa, dalam bulan ini aku tidak ingin menerima tawaran untuk job apapun. Aku hanya akan fokus di drama dan ingin punya banyak waktu luang.”

“Ok. Kau sudah terlalu banyak job awal tahun ini. Dan sekarang waktunya kau banyak istirahat agar mood-mu membaik.”kata manager oppa. “Lalu kau ingin berlibur kemana? Ke rumah sakit lagi bertemu Youngri?”

Lily tersenyum lembut ketika mengingat Youngri. Dan itu sudah cukup menjadi jawaban untuk managernya.

***

“Bagaimana tadi?”tanya Yunho saat Yoochun sudah kembali ke dorm mereka.

“Hmm… tadi aku bertemu dengan banyak kenalan artis dan aktor baru. Kelihatannya akan menyenangkan.”jelas Yoochun dengan tersenyum lebar.

“Lalu? Lily?”tanya Yunho lagi.

“Lily? Kenapa hyung menanyakannya?”

“Ia tidak marah padamu lagi? Tidak mempermasalahkan hal itu lagi?”

Yoochun tersenyum. “Tidak. Sepertinya saat itu ia hanya sedang bad mood, makanya ia begitu marah padaku. Setelah aku mencoba mengajaknya mengobrol ternyata ia tidak seburuk yang diberitakan.”katanya.

Yunho menghela napas. “Syukurlah.”ucapnya pelan. Ia tidak ingin Lily mengaitkan masalah mereka berdua dengan Yoochun. “Ah ya, Yoochun-ah, sekarang kita tidak ada schedule lagi. Kau bisa istirahat.”kata Yunho.

“Ne, hyung.”kata Yoochun lalu pergi ke kamarnya. Setelah itu Yunho pergi ke kamarnya sendiri. Ia mengambil salah satu album foto yang terletak di rak bukunya, lalu membukanya.

Yunho tersenyum saat melihat foto remaja cantik berambut ikal panjang yang sedang memeluk lengannya dengan wajah gembira. Wajah cantik gadis itu terlihat begitu polos dan ceria, tertawa tanpa beban.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu sampai wajah ceriamu hilang seperti sekarang?”gumam Yunho sedih.

“Lily Jung… bagaimana cara agar aku bisa mendekatimu?”

***

“Cut!”

“Good job!

Lily dan Yoochun langsung berubah rileks mendengar kalimat sutradara itu.

“Gamsahamnida!”ucap mereka berdua. Mereka selesai mengambil scene ketiga mereka di drama untuk hari ini. Kemudian giliran Yoochun untuk mengambil scene bersama pemeran lain, sementara Lily beristirahat.

Saat beberapa kali break dalam mengambil scene, Yoochun sempat memperhatikan Lily dari kejauhan. Ia tersenyum melihat Lily memakan dengan lahap makan siang yang diberikan oleh kru. Yoochun pikir artis besar sepertinya tidak mau makan makanan yang sama dengan yang diberikan para staff dan lebih memilih memesan makanan lain yang lebih enak pada managernya.

Kemudian saat break ia melihat Lily yang mendekati fans yang berada di sekitar lokasi shooting. Ia mengobrol dengan mereka, membiarkan mereka mengambil fotonya, memberikan tanda tangan bahkan menerima kado dari mereka. Lily terlihat senang dan tersenyum pada para fansnya, membuat Yoochun bertanya-tanya. Apa ia selalu seramah ini pada fansnya? Kenapa ia berani mendekati kerumunan fans itu tanpa takut ada haters disana atau mungkin sasaeng fans? Memang manager dan dua orang bodyguardnya mengawasinya cukup dekat, tapi tetap saja itu mengkhawatirkan.

“Sepertinya banyak yang memberikanmu kado.”kata Yoochun menghampiri Lily, saat Lily kembali ke tempat istirahat dengan membawa beberapa kado.

Lily menatap Yoochun sebentar lalu menjawab singkat. “Ne.” Ia kemudian membuka salah satu kado dan tersenyum saat melihat kado berupa scrap book mengenainya. Ia membuka-buka scrap book itu dan tersenyum senang.

“Sepertinya pemberinya adalah fans beratmu.”kata Yoochun, tersenyum saat melihat Lily tersenyum.

Lily mengangguk.“Sepertinya begitu.”Lalu ia membuka lagi kado yang lain. Dan Yoochun yang duduk di sebelahnya terkejut saat melihat isi kado itu. Boneka kucing -hewan kesayangan Lily- yang sudah tercabik-cabik dan dilumuri darah. Di atasnya terdapat notes yang berisi hinaan dan makian untuk Lily.

Dengan cepat Yoochun langsung mengambil kotak kado itu dari Lily, menutupnya dan melemparnya ke bawah. “Gwenchana?”tanyanya cemas saat melihat ekspresi datar di wajah Lily.

“Gwenchana.”jawab Lily dengan tersenyum. Tapi Yoochun tetap merasa cemas melihatnya. “Kau yakin?”tanyanya lagi.

“Yoochun-ssi, aku sudah terbiasa mendapatkan benda-benda seperti itu. Ini bukan hal yang baru bagiku, jadi kau tidak perlu cemas.”jelas Lily lalu mengambil script drama dan membacanya.

“Eottohke? Bagaimana mungkin kau bisa sering mendapatkan kado seperti itu? apa dikirim ke rumahmu?”

“Aku mendapatkannya langsung. Setiap shooting aku selalu menerima hadiah yang diberikan padaku. Dan di antara kado-kado tersebut selalu ada yang seperti itu.”

Yoochun menatap Lily aneh. Bagaimana mungkin yeoja yang berada di dekatnya ini bisa bersikap biasa saja setelah menerima kado-kado seperti itu? Apa ini benar-benar dirinya? Atau ia hanya berpura-pura kuat?

“Dan kau… masih tetap menghampiri mereka setelah pernah mendapatkan kado-kado seperti itu?”

“Hmm~ iya. Tidak adil bagi para fansku jika aku menghindari mereka hanya karena takut dengan adanya haters di sekitar mereka.”jawab Lily cuek dengan kembali membaca script drama.

Yoochun tersenyum mendengar ucapan Lily. Walaupun ia mengucapkannya dengan nada cuek, tapi Yoochun bisa merasakan jika Lily mengucapkannya dengan tulus. Tidak heran banyak sekali yang menjadi fansnya. Dibalik begitu banyaknya skandal yang terjadi padanya, ternyata ia begitu ramah dan rendah hati kepada para fansnya. Dulu saat Yoochun membaca artikel-artikel dari blog para fansnya mengenai keramahannya di hadapan para fans, ia sebenarnya kurang mempercayainya. Banyak berita yang menyebutkan jika ia seringkali berkata kasar pada lawan mainnya, bahkan sering ribut, makanya Yoochun kurang percaya dengan cerita fans. Karena wajar sekali jika fans menyebutkan hal-hal yang baik mengenai idolanya. Tapi kini, Yoochun menyaksikannya sendiri.

Sisi seorang Lily yang baru dilihatnya ini membuatnya semakin mengagumi gadis ini.

***

“Kau ingin Lily Jung menjadi model MV terbaru kalian? Kau serius?”tanya manager hyung tidak percaya.

Yunho menatap managernya dengan serius. “Ne, hyung. Memangnya ada yang salah?”

Manager Hyung menatapnya heran. “Setelah masalah antara Yoochun dengannya?”

“Hyung, masalah itu sudah beres. Mereka juga sekarang menjadi partner yang baik di drama mereka. Jadi tidak masalah kan?”

“Tapi masih ada artis lain kan? Kenapa harus dia?”

“Kenapa harus bukan dia?”tanya Yunho balik.

“Yunho-ya, aku bisa mengerti jika Yoochun yang meminta hal ini karena ia fans Lily. Tapi kau?”Manager Hyun menggeleng heran. Tapi kemudian, ia menatap Yunho curiga. “Kau menyukainya?”

Yunho menghela napas mendengar pertanyaan yang sama dengan yang sebelumnya managernya tanyakan saat ia meminta nomor ponsel Lily, yang tidak didapatkannya. “Kenapa memangnya kalau aku menyukainya? Ia cantik, berbakat, baik…”

“Baik?”Manager Hyung mendengus kesal. “Kau katakan caranya meneriaki Yoochun adalah ‘baik’?”

“Hyung tahu saat itu Yoochun yang salah.”

“Ne, arra. Keundae, kau benar-benar menyukainya? Kau kan tahu ia punya banyak skandal dengan lawan mainnya. Ia bukan gadis yang cocok untukmu!”

“Hyung, aku memang menyukainya. Tapi aku tidak bertujuan untuk menjadikannya yeojachinguku!”bantah Yunho mulai kesal.

“Lalu?”

“Kurasa aku sudah mulai menjadi fansnya, sama seperti Yoochun. Aku hanya ingin bekerja sama lagi dengan artis seberbakat ia.”

Manager hyung menghela napas lega. “Geurae. Nanti aku akan mencoba menghubungi managernya.”kata manager hyung, lalu pergi meninggalkan Yunho yang tersenyum senang di ruang rapat itu.

***

“Hyung, lihat ini! Lily noona!”kata Changmin lalu memberikan tablet Pcnya pada Yoochun yang sedang bermain game di ruang tengah dorm mereka bersama Junsu. Di dorm DBSK hanya ada empat member, karena Yunho sedang rapat bersama managernya.

Yoochun  langsung saja membacanya dan menghela napas setelahnya.

“Ia kenapa lagi?”tanya Jaejoong yang baru kembali dari dapur dengan membawa beberapa bungkus cemilan untuk member-membernya.

“Foto-fotonya saat bersama namja di bar di Jepang beredar di internet.”jelas Changmin. “Tadi aku sedang browsing dan mencari info mengenai Lily Noona, tapi yang keluar malah itu. berita itu baru keluar setengah jam yang lalu.”

 “Hmm~ dilihat dari foto ini, mereka kelihatan mesra sekali.”kata Junsu sambil memperhatikan foto itu. “Ini sudah namja keberapa yang digosipkan dengannya?”

“Banyak.”keluh Yoochun.

“Yoochun-ah, apa kau menyukai Lily lebih dari sekedar fans terhadap idola?”tanya Jaejoong curiga.

“Memangnya tidak boleh hyung?”gerutu Yoochun, membuat membernya yang lain terkejut.

“Ya! Park Yoochun! Kau tahu ia seperti apa! Ia punya image playgirl!”

“Tapi yang kita lihat tidak seperti itu kan? Kita pernah bekerja sama dengannya, dan ia tidak merayu kita atau sok-sok bersikap akrab dengan kita.”bela Yoochun.

“Tapi kita sama sekali tidak mengenalnya dengan baik, Yoochun-ah. Dengan begitu banyaknya foto-foto mesranya dengan banyak namja di bar, bahkan foto ciuman. Lalu gosipnya dengan partner kerjanya, aku sama sekali tidak bisa mempercayainya.”

“Yah aku setuju dengan hyung sih. Walaupun secara pribadi aku berpikir ia orang yang menyenangkan.”kata Changmin.

“Dia juga tidak seangkuh yang terlihat. Ia cukup ramah. Walaupun terlihat bad mood, tapi ia berusaha untuk bersikap ramah. Yah itu sampai Chunnie menyentuh pantatnya sih.”timpal Junsu.

Jaejoong menatap kedua dongsaengnya tidak percaya. “Kalian juga jadi menyukainya?”

“Hyung, bukannya begitu. Aku tidak menyukainya sebagai namja kepada yeoja. Aku hanya mengaguminya sebagai noona. Saat kita pemotretan dengannya, aku dan Junsu hyung sempat ngobrol beberapa saat dengannya. Dan kami tidak melihat usahanya untuk memikat kami seperti yang sering diberitakan. Kami menanyakan beberapa hal dengannya mengenai karirnya, dan ia benar-benar terlihat baik.”jelas Changmin.

“Aku juga sempat menanyakan mengenai skandal-skandal yang terjadi padanya. Ia tidak marah saat aku menanyakannya. Dan hyung tahu apa jawabannya?”kata Junsu.

“Apa?”tanya Yoochun penasaran.

Junsu mengernyit mengingat jawaban Lily waktu itu. “Sambil tertawa kecil ia berkata: Itu cara yang bagus untuk membuat namja manapun takut mendekatiku secara serius.”

Yoochun dan Jaejoong terkejut dengan cerita Junsu.

“Yak! Dolphin! Kenapa kau baru menceritakannya sekarang?!”omel Yoochun.

Junsu menatapnya sebal. “Memangnya kau siapanya Lily sampai-sampai aku harus melapor segala hal tentangnya padamu?”

“Benar ia berkata begitu?”tanya Jaejoong tak percaya, yang dijawab anggukan oleh Junsu.

Yoochun menghela napas memikirkan cerita Junsu mengenai Lily. Apa benar itu tujuannya melakukan hal-hal seperti itu dan menciptakan skandal?

Sebenarnya apa yang dipikirkan yeoja itu sih?

***

“Mianheyo Oppa. Aku tidak bisa menerima tawaran itu. Oppa kan tahu dalam bulan ini aku tidak ingin menerima job apapun, dan schedule-ku hanya diisi oleh main drama. Aku sedang ingin istirahat.”kata Lily berbicara dengan managernya di telpon. Sudah lewat lima hari dari shooting dramanya yang terakhir. Sekarang ia sedang menikmati waktu luangnya dengan berkunjung ke rumah sakit anak di pinggiran kota Gwangju. Tapi tiba-tiba managernya menelponnya dan menanyakan apakah ia bisa menjadi model untuk MV terbaru DBSK. Dan jika mengingat Yunho dan Yoochun, tentu saja ia akan menolaknya dengan berbagai alasan.

Tapi alasan yang diberikannya kepada managernya itu memang alasan yang sebenarnya. Ia sedang ingin beristirahat, makanya ia ke rumah sakit ini.

Lily mengernyit. “Lagipula memangnya mereka masih mau menjadikanku model MV setelah skandalku di Jepang muncul?”

Lily lebih mengernyit lagi mendengar jawaban managernya. Jadi ternyata itu permintaan Yunho secara langsung?

“Tolak! Bilang saja aku sudah cukup pusing dengan skandal baru!”ucap Lily kesal. “Dan Oppa, tidak usah pusing mengklarifikasi masalah foto itu. Mau diklarifikasi atau tidak orang-orang juga sudah mencapku buruk! Karirku tetap akan baik-baik saja selama aku bisa profesional.”

“Lily Eomma!”

Lily tersenyum melihat anak-anak kecil melambaikan tangan dengan riang ke arahnya di halaman rumah sakit anak. “Oppa, sudah dulu ya!”katanya lalu memutuskan telponnya.Kemudian sambil menenteng bungkusan yang dibawanya, ia berlari ke arah mereka.

“Oremanieyo! Jal jinasseo?”ucap Lily riang ketika sampai di dekat mereka.

“Jal jinasseo!”jawab mereka kompak. Lily langsung mendapatkan pelukan hangat dari anak-anak kecil itu, membuatnya tertawa senang.

“Youngri eoddiya?”tanya Lily setelah matanya mencari-cari anak yang paling dirindukannya tapi tidak menemukannya disana.

“Youngri kan kemarin demam lagi, jadi Hyeon Eomma tidak membolehkannya main keluar dulu.”kata salah satu anak.

“Hmm~ begitu.”gumam Lily. “Nah! Ini jajanan dan makanan untuk kalian.”kata Lily lalu berjongkok di rumput dan membuka bungkusan yang dibawanya dan membagikannya ke anak-anak kecil itu yang menerimanya dengan senang.

“Nah! Sekarang Eomma mau ke kamar Youngri dulu ya!”kata Lily lalu ia mencium satu persatu anak-anak kecil yang sakit itu. “Annyeong!”

Lily berjalan di koridor rumah sakit dengan sesekali menyapa beberapa dokter dan suster kenalannya. Bahkan keluarga pasien yang dikenalnya pun disapanya. Di rumah sakit anak ini ia tidak perlu menyamar. Karena sangat jarang ada pengunjung dari luar yang datang selain keluarga pasien. Dan keluarga-keluarga para pasien disini sudah banyak yang mengenalnya dengan baik. Mereka menyukai Lily, dan berjanji untuk tidak memberitahukan kehadirannya disini kepada media atau orang luar.

Tapi walaupun tidak perlu menyamar, Lily juga tidak pernah memakai baju-bajunya yang fashionable. Ia tampil apa adanya. Dengan kaos, jaket, jeans dan kacamata minusnya, kesehariannya diluar dunia showbiz.

“Aigoo~ Lily! Aku sudah lama tidak melihatmu!”ucap Suster yang sudah tua dengan memeluk erat Lily.

“Haha~ Eun Joo ahjumoni, aku kan terakhir kesini seminggu yang lalu. Itu kan tidak lama.”kata Lily dengan membalas pelukan suster itu.

“Eiyyy~ tapi itu cukup lama untuk Youngri dan anak-anak yang ada disini. Ia sangat merindukanmu!”

Lily tersenyum sedih. “Ne. Aku juga sangat merindukannya. Tapi mau bagaimana lagi, aku sekarang sedang cukup sibuk, apalagi aku mulai shooting untuk drama baru.”

“Ah! Drama yang Park Yoochun DBSK menjadi tokoh utama prianya kan?”tanya salah seorang suster muda yang baru menghampiri mereka berdua.

“Ne, Ja Eun-ssi.”jawab Lily tersenyum.

“Lily-ssi, boleh tidak kau meminta tanda tangannya untukku?”kata Suster muda itu dengan wajah memohon.

“Eh? Tanda tangan?”

“Ne. Jebal, Lily-ssi… aku sudah jadi fans mereka sejak mereka debut.”kata Suster Ja Eun. “Boleh ya?”

Lily menatapnya ragu. Apa ia harus memintanya ke Yoochun? Bagaimana kalau namja itu besar kepala?

“Ya! Ja Eun-ah! Kau ini! jangan menyusahkan Lily dengan permintaanmu itu!”omel Suster Eun Joo.

“Keundae, Eun Joo ahjumoni…”

“Ne, boleh kok.”jawab Lily akhirnya, tidak tega dengan Ja Eun.

“Ah! Jeongmalyo? Gomawo!”ucap Ja Eun dengan memeluk Lily. Lily membalasnya dengan tersenyum.

“Nanti aku ambil dulu albumnya lalu aku antarkan ke kamar Youngri!”kata Ja Eun riang.

“Ok!”jawab Lily. Kemudian ia pergi ke kamar Youngri.

Saat membuka pintu kamar itu secara perlahan, Lily bisa melihat Ang Hyeon, sahabatnya yang salah satu suster disana sedang membujuk anak laki-laki berusia enam tahun dan berwajah pucat untuk makan.

“Youngri-ya, makan ne? Kalau Youngri tidak makan nanti Youngri tidak bisa bermain ke halaman.”bujuk Ang Hyeon. Tapi anak laki-laki bernama Youngri itu hanya menggelengkan kepalanya dan tetap memainkan rubik di tangannya.

“Youngri mau apa supaya mau makan?”tanya Ang Hyeon.

“Youngri mau Lily Eomma yang menyuapi Youngri!”ucap Youngri dengan cemberut.

Lily tersenyum mendengar ucapan Youngri. Dengan perlahan ia masuk ke kamar itu lalu menghampiri Youngri. Ang Hyeon menoleh dan tersenyum lebar melihat Lily.

“Karena Eomma sudah disini, Youngri mau makan kan?”tanya Lily lembut. Youngri langsung menoleh mendengar suaranya.

“Eomma!”ucap Youngri senang lalu memeluk Lily. Lily tersenyum lebar lalu membalas erat pelukan Youngri.

“Eomma kenapa lama sekali tidak datang?”tanya Youngri dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Lily gemas dan mengecup bibir bocah itu.

“Eomma kan harus bekerja. Tapi malam ini Eomma akan menginap disini.”kata Lily lembut dengan mengelus kepala Youngri.

“Jinjjayo?”tanya Youngri senang.

“Ne. Sekarang Youngri makan ya!”kata Lily. Youngri mengangguk senang. Kemudian Ang Hyeon memberikan piring berisi makanan pada Lily, dan Lily menyuapinya perlahan pada Youngri.

Ang Hyeon tersenyum melihat Lily dan Youngri yang terlihat gembira. Beberapa hari ini ia sangat khawatir pada Lily karena ia tidak datang ke rumah sakit ini. Biasanya hampir tiap hari Lily kesini, karena baginya rumah sakit ini seperti rumahnya sendiri. Dengan adanya Youngri dan pasien anak-anak lainnya disini, Lily merasakan kehangatan rumah. Berbeda dengan di apartemennya sendiri. Disana ia tinggal sendirian tanpa keluarga.

Setelah menyuapi Youngri dan meninabobokannya, Lily dan Ang Hyeon berjalan-jalan ke halaman rumah sakit dan mengobrol di tempat duduk disana.

“Setelah ini kau tidak ada shift lagi?”tanya Lily.

“Tidak ada. Tadinya aku ingin pulang, tapi aku khawatir karena Youngri masih tidak mau makan, dan kau belum juga datang. Makanya aku memutuskan untuk menginap lagi malam ini.”

“Mianhe, Hyeon-ah. Aku sedang sibuk sekali. Sekarang kan aku sudah datang, jadi kau bisa pulang.”

Ang Hyeon tersenyum. “Tidak, aku tidak akan pulang. Aku kan merindukanmu. Jadi aku akan menginap juga malam ini.”

Lily tersenyum lalu memeluk Ang Hyeon. “Na do bogoshippo, chingu-ya.”ucapnya senang.

“Nah sekarang, ceritakan padaku apa masalahmu.”kata Ang Hyeon setelah mereka melepaskan pelukan mereka.

“Masalah? Masalah apa?”tanya Lily pura-pura bingung.

Ang Hyeon menyipit curiga. “Kau mungkin artis yang bagus. Tapi kau tidak akan bisa berakting dengan baik di depanku, Yuu. Dari suaramu di telpon kemarin saja aku sudah tahu kalau kau sedang ada masalah lagi.”

Lily menghela napas. “Kau mengenalku terlalu baik.”ucapnya.

“Lalu, ceritakan.”

“Aku bertemu dengan Jung Yunho.”

Mata Ang Hyeon melebar kaget. “Jung Yunho? Jung Yunho yang…

“Ne. Jung Yunho yang itu.”jawab Lily muram. “Ia ingin aku kembali.”Kemudian Lily tertawa masam. “Bagaimana mungkin aku kembali dan membiarkan diriku dilukai lagi? Itu tidak akan pernah terjadi!”

Ang Hyeon menatap Lily sedih. “Kau kan belum tahu jika kondisinya mungkin sudah berbeda sekarang. Kau tahu itu bukan salah Yunho-ssi…”

“Aku tidak pernah menyalahkannya! Tapi tetap saja aku tidak ingin kembali. Karena aku tidak pernah bisa mempercayainya lagi. Aku tidak bisa lagi mempercayai janjinya untuk melindungiku lagi. Tidak akan pernah bisa lagi.”ucap Lily dengan kesedihan yang sangat mendalam di matanya, tapi ia tidak menangis. Lily tidak pernah menangis lagi sejak enam tahun lalu, dan ia bersumpah tidak akan pernah menangis lagi.

Mengingat hal itu membuat Ang Hyeon tidak kuasa menahan rasa sedihnya melihat Lily yang seperti itu. Dan dengan lembut, Ang Hyeonmenariknya ke pelukannya. Mengusap-usap lembut punggung Lily sambil menahan tangisnya sendiri.

Yunho mungkin tidak bisa melindungi Lily lagi, tapi Ang Hyeon akan selalu berada di sisi Lily. Ia akan selalu mendukung sahabatnya itu, apapun yang terjadi.

***

 

“Saranghae.”ucap namja bermata tajam itu pada yeoja cantik berambut ikal coklat di hadapannya. “A… aku tahu selama ini kau hanya menganggapku sahabatmu. Tapi… tapi aku benar-benar menyukaimu. Aku ingin kau menjadi yeojachinguku. Tapi kalau kau hanya ingin kita tetap menjadi sahabat, aku akan berusaha melupakan perasaanku ini dan menjadi sahabatmu la…”

Tapi ucapan namja itu terputus saat merasakan kecupan lembut di bibirnya. Ia memandang yeoja itu dengan mata terbelalak kaget. “Ini berarti kau… menyukaiku juga?”

Yeoja itu menunduk malu, kemudian ia mengangguk pelan. Tidak bisa mengucapkan apapun lagi karena terlalu bahagia. Sementara namja itu dengan gembira memeluk yeoja itu erat lalu  menghujani wajah yeoja itu dengan ciuman darinya, membuat yeoja itu tertawa geli.

….

….

“Aku tidak mau dengar alasan apapun lagi! Kau harus mau bertunangan dengan putra keluarga Lee!”

“Keundae, Appa…”

“Tidak ada tapi-tapian! Kau bisa memilih: tunangan dengannya atau pergi dari sini!”

….

….

“Tunggu Oppa ne? Oppa akan segera kesana sekarang.”

“Oppa, kumohon datanglah secepatnya. Appa mengusirku… aku takut sekali…”

“Ne. Aku janji akan segera kesana.”

….

….

Kilatan cahaya yang muncul dari jalan yang gelap, membuatnya kaget dan tubuhnya membeku. Tidak berapa lama sebelum ia sempat bereaksi, ia merasakan dorongan keras ke tubuhnya membuatnya terlempar ke pinggir jalan. Lalu saat setengah sadar, yang dilihatnya adalah darah…

….

….

Namja itu tidak pernah datang. Selama apapun yeoja itu menunggunya dengan tangannya yang berdarah. Dan sebesar apapun pertolongan yang dibutuhkan yeoja itu. Ia tidak pernah datang…

….

….

“Andwae!”jerit Lily saat terbangun. Nafasnya terengah-engah ketika mengingat salah satu kenangan buruknya. Memori yang tidak ingin diingatnya lagi seumur hidup. Memori yang menghancurkan dirinya yang sebenarnya, yang membuatnya menjadi seorang Lily Jung yang angkuh dan dingin, yang tidak pernah bisa mempercayai siapapun lagi.

Lily mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, lalu menghela napas. Sepertinya tadi jeritannya tidak cukup kencang, karena ia masih melihat Youngri yang masih tertidur pulas di ranjangnya. Lily bangkit dari sofa panjang yang tadi ditidurinya lalu menghampiri Youngri di tempat tidur. Ia naik ke atas tempat tidur itu dan memeluk Youngri yang tidur. Youngri menggeliat kecil dan balas memeluknya erat.

Lily tersenyum lalu mengecup kening Youngri dengan lembut. Betapa ia sangat mencintai anak ini. Youngri selalu bisa membuatnya kuat. Walaupun banyak masalah menimpanya, kehadiran Youngri dan Ang Hyeon selalu membuatnya merasa bisa menghadapi semuanya.

Cukup mereka berdua. Ia tidak butuh orang lain. Bahkan Jung Yunho sekalipun.

***

“Dia sangat cantik…”

“… juga terlihat anggun sekali…”

“Apa ia kesini sendiri? sayang sekali!”

“Aku akan mencoba mendekatinya…”

Berbagai bisik-bisik kekaguman terdengar saat Lily masuk ke dalam pesta. Ia memakai gaun berwarna jingga dengan bagian dada sebelah kanan yang rendah, sementara bagian dada sebelah kiri terdapat kain yang menyilang ke bahu sebelah kanan sampai ke belakang gaun. Bagian depan rok itu pendek mengembang, sementara bagian belakangnya panjang melebihi panjang kakinya, sehingga menyapu lantai. Gaun itu sangat cocok dengannya, memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya yang sempurna. Lily memakai stilleto setinggi 5 senti berwarna gold, sesuai dengan tasnya juga pita di pinggang gaunnya.

Bukan hanya kecantikannya yang membuat orang-orang disana memperhatikannya, tapi juga auranya yang tidak biasa. Aura percaya diri dari seorang bintang besar.

Lily tidak mengacuhkan semua mata yang memandangnya, tapi ia tersenyum ketika seseorang menghampirinya.

“Lily Jung, wow! You’re so beautiful!”

Lily tersenyum dan membungkuk kecil pada Direktur pemilik department store The Shilla Duty Free itu. Ia bersalaman dengannya. “Gamsahamnida, Sajangnim. Oh ya, Saengilchuka hamnida.”ucapnya.

“Gomawo, Lily-ah. Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu. Terakhir kita bertemu setahun lebih yang lalu kan?”

“Ne. Saat aku menjadi brand ambassador mall kalian.”kata Lily, tersenyum pada pria yang sekarang sudah berusia 55 tahun itu. “Gamsahamnida Sajangnim mau mengundangku ke pesta ulang tahun anda.”

“Eiyyy~ tentu saja aku harus mengundang bintang besar sepertimu! Ah ya, mana kado untukku?”

Lily menatapnya tidak enak. “Joseongieyo. Sejujurnya aku bingung harus memberikan Sajangnim kado apa, jadi aku tidak membawa apapun kesini.”ucapnya menyesal. “Apa mungkin ada yang Sajangnim inginkan sebagai hadiah? Jika ada, selama aku bisa memenuhinya, atau mungkin punya uang yang cukup, aku bisa membelikannya.”lanjutnya bercanda.

Direktur itu tertawa. “Haha~ sebenarnya memang ada yang kuinginkan darimu sebagai hadiah ulang tahun untukku. Tapi kau sudah menawarinya lebih dulu.”

“Katakan saja.”ucap Lily. Ia sama sekali tidak khawatir dengan apa yang akan diminta oleh Direktur ini. Tidak seperti direktur-direktur perusahaan kosmetik lain yang suka menggodanya, pemilik The Shilla ini adalah pria tua yang baik dan sopan.

“Lily, kau tahu kan perusahaanku sebentar lagi akan melaunching mall yang baru direnovasi?”

“Ne. Aku sudah mendengarnya.”jawab Lily, masih tidak mengerti arah pembicaraan ini.

Direktur itu tersenyum. “Aku ingin kau menjadi brand ambassador mallku ini lagi.”

“Ne? Brand ambassador?”

“Aku tahu kau  pasti sedang sangat sibuk sekarang. Dan kudengar kau banyak menolak berbagai tawaran model dari perusahaan lain. Tapi pria tua ini mau kau menyetujuinya sebagai hadiah ulang tahunnya. Tentu saja kau tetap kubayar. Bagaimana?”

Lily tersenyum, tentu saja ia tidak akan menolak permintaan yang bagus ini. “Kurasa aku tidak punya pilihan lain kan?”jawabnya, membuat Direktur itu tertawa senang.

“Ini hadiah ulang tahun yang bagus sekali darimu, Lil!”

“Keundae, Sajangnim, kau tahu kan aku sedang terlibat skandal baru lagi. Kau tidak takut…”

Direktur mengangkat satu tangannya, menyuruh Lily berhenti berbicara. “Urusan pribadimu tidak ada hubungannya dengan hal ini. Kau bisa profesional dalam pekerjaanmu, hanya itu yang kubutuhkan.”kata Direktur dengan tersenyum, membuat Lily lega.

Kemudian Lily mengobrol dengan Direktur itu dan beberapa orang penting di perusahaannya. Membahas sekilas produk baru yang akan diluncurkan di mall itu dan konsep yang sesuai dengan image Lily.

“Annyeonghasseyo, Sajangnim!”

Lily menoleh mendengar suara yang dikenalnya dengan baik itu.

“Ah! Jung Yunho-ssi! DBSK! Kalian datang?”ucap Direktur gembira saat melihat kelima orang member DBSK.

“Ne. Kami tidak mungkin tidak datang, Sajangnim.”kata Yunho dengan tersenyum. Ia melirik ke arah Lily yang menghindari tatapannya. Tapi saat Lily menghindari tatapan Yunho, ia malah bertemu pandang dengan Yoochun.

Yoochun yang melihat Lily tersenyum lebar, yang hanya dibalas dengan anggukan kecil oleh Lily. Kemudian Lily kembali mengobrol dengan orang-orang penting perusahaan.

“Haha~ suatu kehormatan untukku bisa mengundang boyband terkenal seperti kalian. Ah ya, Lily!”

“Ne?”Lily menoleh, lalu menghampiri Direktur yang sedang bersama DBSK. “Annyeonghasseyo.”ucapnya dengan membungkukkan badan sedikit kepada kelima namja itu, yang juga dibalas oleh mereka berlima.

“Kalian pasti sudah saling mengenal kan?”tanya Direktur.

“Ne. Kami pernah pemotretan bersama sebelumnya, dan Yoochun sekarang menjadi lawan mainnya di drama terbaru mereka.”jawab Yunho.

“Noona, kau terlihat cantik sekali!”puji Changmin dengan wajah berseri-seri saat memandang Lily, membuat Yoochun mendelik kesal padanya.Yunho hanya tersenyum menyetujui, sementara Jaejoong dan Junsu melihat ekspresi Yoochun dengan menahan tawa.

“Gomawo, Changmin-ssi. Kau juga terlihat tampan.”puji Lily balik, membuat Changmin tersenyum senang.

“Tentu saja Lily cantik. Ia selalu terlihat cantik!”puji Yoochun, tak mau kalah dari Changmin.

“Gomawo. Kalian juga terlihat tampan.”puji Lily, membuat Yoochun kecewa, karena Lily tidak secara khusus memujinya. Changmin menatap hyungnya itu dengan evil smirknya. Ia ingin membuat hyungnya itu lebih cemburu lagi.

“Dangyunhaji! Tapi aku yang paling tampan dibandingkan hyungku yang lain!”ucap Changmin senang, yang dibalas dengan tatapan maut dari keempat hyungnya.

“Haha~ sepertinya kalian sudah mengenal dekat ya!”kata Direktur itu senang. “Terutama Changmin dan Lily. Kalian memang harus membangun feel yang baik.”

“Ne?”ucap Changmin dan Lily berbarengan dengan bingung.

“Ah, aku lupa memberitahu kalian. Lily, kau akan menjadi brand ambassador mall baru perusahaanku bersama DBSK. Akan ada scene-mu secara khusus bersama Yunho-ssi dan Changmin-ssi. Dan akan ada kiss scene antara Changmin dan Lily.”

Mereka berenam yang mendengarnya terkejut dengan ekspresi yang berbeda-beda.

Changmin yang tersenyum lebar karena gembira, Jaejoong dan Junsu yang terlihat iri, Yoochun yang terlihat sangat kesal dan iri pada Changmin.

Sementara Yunho dan Lily, mereka berdua saling memandang dengan menahan emosi yang bergejolak di dada mereka.

Yunho tersenyum lembut pada Lily. “Kali ini kau tidak akan bisa menghindariku lagi.”

Lily mengernyit kesal menatap Yunho. “Kenapa kau harus terus mendekatiku? Menjauhlah dariku!”

~TBC~

Yeeyyyyyy~ finally! Sedikit kuungkap hubungan Yunho-Lily. Ada yang bisa nebak masalah mereka apa? Hoho~😉

Komen sangat diharapkan^^

18 thoughts on “When You Come to My Life 2/?”

  1. Owh.. Ternyata Lily itu Yuuri.. Hehe..
    Jadi yunppa mantan lily kah?
    Kalo yunppa tau chunppa suka lily gmn??
    Aish.. Evil changmin usil deeh..
    Next.. Next..
    Fighting..

  2. lily itu Yuuri?
    tp knpa marganya Jung?
    sekeluarga atau bagaimana dgn Yunho?
    trus hubungan Youngri sm Lily apa?
    *banjir pertanyaan*

    agak bingung d part 1 tp udah lumayan ngerti setelah baca ulang.😀

    overall, aku suka karakter cwe kayak gini. :))
    independent, stand alone.
    dengan ini sy mendeklarasikan diri sbg fans Lily Jung! yeayyyy!! ^o^/

  3. okee… lily itu yuuri
    trus lily-yunho ada apaan? mslh intern keluarga? tp ko ada pernyataan cinta segala?

    trus yang youngri… AKU SALAH ALAMAT!!! XO. aku kira hannie eon -,- /ditabok hanie eon
    ah mungkin di ffnya ka rachel kali yaa, akuupa d ff mana -,- *blm baca*

    IGE MWOYAA?!!!!!!!! lily-changmin jd patner kerja? boleeh, walaupun pasti mesra. Tapi ini?! KISS SCENE?!!!! ANDWAE ANDWAE ANDWAE!!😥 *nangis kejer*
    sama yg lain aja, jgn sama max😦 junchan kek, jj kek :c
    aaah semangatku lemes nih… finun tanggung jawab :C jd ga semangat ngerjain tugas ma prepare ujian bsok nih *manyun

    Semangaaaaaaaaat!!!!! hyeon sama bang uno!!! ><
    aku ngefans ma sosok lily and hyeon😀
    kecuali pas bagian *klo beneran ada* kiss scene lily changmin ;_;

      1. Halloooo…
        asik ada yang nyapa aku >//<
        gpp kali… sering sering aja yaa, aku seneng dikepoin sama diSKSDin kok /eh

        apa kabar gerrad? *kagak tau nama aslinya*
        kangen jugaa *hug
        mampirlah ke WP ku -..-
        sepikali di sanaaa

  4. ahhhhh hubungan lily n yunho tu dulu y sepasang kekasih n ada sesuatu d masa lalu yg buat keadaan y jd kyk gini…..
    sedikit terbongkar masa lalu y jd rasa penasaran di part 1 udah agak terobati walaupun blm sepenuh y kebongkar…..
    tu youngri y q pikir cwe anak kecil y tau y anak laki2 n tu youngri n lily apa hubungan y???? youngri manggil lilly eomma,,, pa lily bener eomma y????
    yoochun makin cemburu deh krn dia susah bgt dapet kesempatan buat deket ma lily ehhh sekarang malah changmin n yunho dgn gampang y deket n ditambah changmin untung bgt langsung dapet adegab kissu…….
    Lanjut……

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s