When You Come to My Life 1/?

Tittle::When You Come to My Life 1/?

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast::Lily Jung, Park Yoochun, Jung Yunho DBSK

Support cast:: Kim Jaejoong, Kim Junsu, Shim Changmin DBSK, Lee Ang Hyeon

Genre:: Romance, Drama

Rate:: PG

Warning:: ada english! Mian ya kalo ada kesalahan grammar^^

Background song:: BoA-The Shadow

Disclaimer:: This story and DBSK member especially JUNG YUNHO & KIM JAEJOONG is MINE MINE MINE MINE MINE! #kabur dari Cassies

Yuhuuuu~ ini fanfic pertamaku dengan maincast Yoochun! Hoho~ kan sebelumnya aku udah bikin ff yang maincastnya JJ, Yunho Oppa sm si evil VoldeMin alias Changmin. Ntar abis Yoochun ini giliran si dolphin Junchan!

Mudah2an ni FF gak lama kelarnya deh kayak yang lain.^^

~HAPPY READING~

“Hyung, aku mau keluar sebentar!”seru Yoochun sambil mengenakan sepatunya di depan pintu dorm apartemen.

“Eoddiga?”tanya Junsu.

“Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar.”

“Ya Yoochun-ah, kau yakin tidak menggunakan penyamaran?Kau harus hati-hati dengan sasaeng fans.”kata Yunho cemas melihat Yoochun yang tidak memakai penyamaran lengkap. Iahanya mengenakan hoodie dan kacamata.

“Kkokjongmal hyung. Lagipula ini sudah jam 11 malam. Memangnya ada yang mau mengikutiku jam segini.”kata Yoochun lalu membuka pintu.

“Tapi Yoochun-ah…” BLAM.

Yunho menatap pintu apartemen yang baru saja ditutup Yoochun dengan kesal.“Astaga! Jangan mengeluh nanti jika banyak sasaeng fans yang mengikuti! Aku sudah mengingatkan!”

Yoochun hanya tersenyum kecil mendengar teriakan hyungnya dari balik pintu. Kata-kata Yunho memang benar, tapi Yoochun butuh udara segar saat ini. Ia hanya berharap jika tidak ada sasaeng fans yang mengikutinya.

***

“Gwenchana, Hyeon-ah… aku bisa pulang sendiri.”ucapLily sedikit sebal pada orang yang menelponnya. Ini bukan pertama kalinya Lily pulang di malam hari, tapi masih saja Lee Ang Hyeon, sahabatnya, mengkhawatirkannya terlalu berlebihan.

“Lalu, sekarang kau dimana?”

“Ng…”Lily kebingungan. Sebenarnya karena Lily harus shooting sampai malam lagi, ia jadi harus pulang naik taksi. Tapi baru saja taksinya mogok dan akhirnya Lily sekarang harus menunggu taksi yang lain di halte bus. Tapi tentu saja ia tidak mungkin memberitahu sahabatnya yang khawatiran itu tentang ini kan? Terlebih lagi Ang Hyeon sedang mengurus Youngri yang sakit dan iatidak mau sahabatnya itu menjemputnya dan meninggalkan Youngri, walaupun hanya sebentar.

“Aku sedang bersama managerku, sebentar lagi kami pulang.”jawabLily berbohong. Ia tadi sedikit membuat keributan di lokasi shooting CF-nya, dan karena kesal ia memutuskan untuk pulang sendirian tanpa perlu diantar oleh managernya. Ia hanya perlu waktu sendirian. Lagipula ia memakai penyamarannya, sehingga ia yakin tidak akan ada orang yang mengenali artis terkenal sepertinya.

“Jinjja?”Lily bisa merasakan jika Hyeon curiga.

“Jinjja!Youngri bagaimana Hyeon? Demamnya sudah turun kan?”

“Sudah. Sejak tadi ia menanyakan kapan kau pulang. Tapi sekarang ia sudah tidur lagi.”

“Aku ingin segera melihatnya.”kata Lily tersenyum lega. “Nah, Hyeon-ah, sudah dulu ya. Aku harus kembali ke managerku dan kau harus tidur juga! Aku akan pulang secepatnya!”Kemudian Lily mematikan ponselnya dengan nafas lega.Ia berharap Ang Hyeon tidak akan terlalu mengkhawatirkannya dan ia bisa dapat taksi untuk pulang secepat mungkin dan bertemu dengan Youngri.

Tapi ternyata sudah setengah jam Lily menunggu, dan tidak ada satupun taksi yang lewat. Perutnya sudah mulai berbunyi karena lapar. Kemudian ia memutuskan pergi ke swalayan 24 jam yang berada di dekat halte. Lebih baik ia makan ramen dulu sebelum ia pulang dalam keadaan mati kelaparan.

***

Yoochun sedikit panik sekarang.Ia tidak menyangka jika ada sasaeng fans yang mengikutinya selarut ini. Ia memakai tudung hoodienya dan kacamatanya lalu berlari cepat melintasi gang-gang kecil sampai akhirnya ia keluar ke jalan besar kembali. Yoochun menoleh ke belakang, mengecek apakah masih ada sasaeng fans yang mengikutinya. Kemudian setelah yakin tidak ada, ia memutuskan untuk masuk ke swalayan 24 jam untuk membeli snack dan rokok. (a/n:tabok uchun!)

Setelah mengambil beberapa snack, ia membawanya ke kasir dan disana ia memilih rokok yang akan dibelinya. Tapi saat akan membayar belanjaannya, Yoochun tidak sengaja menjatuhkan dompetnya, dan saat ia akan mengambilnya ada tangan yang ikut mengambil dompetnya.

“Ini.”kata yeoja berkacamata dan berambut sebahu yang diikat sedikit berantakan, menyodorkan dompetnya yang terjatuh tadi.

“Ng… gamsahamnida.”jawab Yoochun, sedikit bingung sebenarnya karena memikirkan apakah yeoja ini sasaeng fans yang mengikutinya tadi atau bukan. Jika sasaeng fans, kenapa yeoja ini tidak menjerit senang saat melihatnya? Tapi jika bukan, kenapa yeoja ini menatapnya penuh minat seperti itu?

Kemudian setelah membayar belanjaan yang dibelinya, Yoochun pergi dari swalayan dengan terburu-buru.Ia tidak mau jika yeoja itu memanggil teman-teman sasaengnya. Tapi setelah Yoochun berjalan cukup jauh dari swalayan itu, ia melihat yeoja itu berlari ke arahnya.

“Chankaman!”seru yeoja itu sambil terus berlari ke arahnya. Naluri ke-selebritisan Yoochun muncul. Langsung saja ia berlari menghindari yeoja itu. Ia pikir setelah beberapa saat ia berlari, yeoja itu akan kelelahan. Tapi ternyata tidak.Yoochun jadi tidak kuat berlari lebih lama lagi.Salahkan rokok yang sering dihisapnya! Kemudian ia berhenti dengan napas terengah-engah.

Yoochun berbalik. Memutuskan untuk menghadapi sasaeng fans yang mengejarnya itu.

Yeoja itu berhenti berladi di hadapan Yoochun dengan nafas terengah-engah. “Ke… kenapa kau ber… lari..?”

“Apa kau sudah puas mengikutiku, nona sasaeng fans?”tanya Yoochun tajam.

Yeoja yang ternyata adalah Lily itu menatapnya bingung, dan kata yang keluar dari mulutnya adalah… “Eh?”

“Kau masih tidak puas men-stalkingku?Mengacak-acak privasiku?”

Lily menatap Yoochun dengan lebih bingung lagi. Ia tidak kenal siapa namja ini dan ia sama sekali tidak mengerti maksudnya.

“Dengar ya, aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku cuma mau…”

Yoochun mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum sinis.“Oh, kau tidak mengerti?”Kemudian Yoochun berbicara dengan bahasa inggris. “Well, I know I have a handsome face, a sexy body, a charming voice, but! I don’t have enough patience to your annoying attitude! Don’t stalking me and invading my privacy! Please!”

Lily ternganga mendengar betapa narsisnya namja di hadapannya ini. Ia tidak pernah bertemu orang senarsis Yoochun dan nada bicaranya saat berbicara bahasa inggris itu… errgghh…. Sombong sekali!

Lily menatap Yoochun dengan tajam. “Listen, Mr. handsome-sexy-charming-very-very-very-very-very-narsistic, I don’t know who you are and what are you doing in this time, BUT I JUST WANT TO RETURN YOUR WALLET!”jawabLily menggunakan bahasa inggris dan pada kata terakhir ia melemparkan dompetnya ke arah Yoochun.

Kali ini Yoochun yang ternganga. Bukan hanya karena ia tidak menyangka jika yeoja di hadapannya ini bisa berbahasa inggris dengan lancar, tapi juga karena alasan yeoja itu mengejarnya tadi… dompet? Ia langsung memeriksa isi dompet itu dan benar itu adalah dompetnya.

“Are… are you not my sasaeng fans? Not stalking me?”

“You wish!”Kemudian Lily berbalik meninggalkan Yoochun.

Yoochun masih memandang Lily dengan ternganga, kemudian ketika ia sudah sadar dari keterkejutannya, ia bermaksud menghampiri Lily. Tapi terlambat, Lily sudah masuk ke dalam taksi yang kebetulan lewat.

Yoochun mendesah kecewa.Kemudian matanya menangkap sesuatu di pinggir trotoar tempat Lily menaiki taksi tadi.Ia mendekati tempat itu lalu melihat sebuah ponsel tergeletak disana. Segera saja ia mengambilnya dan menyalakan ponsel itu.

“Jadi ini miliknya…”gumam Yoochun saat melihat foto sosok gadis berambut ikal berantakan dan memakai kacamata di screen ponsel itu. Kemudian Yoochun tersenyum kecil mengingat ekspresi marahLily tadi.“Gadis yang menarik…”Iamengantongi ponsel itu dan memutuskan untuk menggunakannyasebagai cara agar bisa bertemu dengan yeoja itu lagi.

***

Sangat membosankan. Itu yang Yoochun pikirkan saat ia dan para membernya latihan dance pagi ini. Yoochun, yang memang tidak begitu menyukai dance-dance ria, hanya bisa memandang bosan Yunho dan Junsu yang dengan seriusnya berlatih dance lagi.

“Hahh… membosankan.”gerutunya. Kemudian ia teringat dengan ponsel Lily yang kemarin dibawanya. Ia mengeluarkan ponsel itu dari tasnya dan bermaksud melihat-lihat isinya. Ia melihat galeri foto di ponsel tersebut dan tidak beberapa lama ia tertawa-tawa sendiri.

“Hyung, kau sedang apa?”tanya Changmin penasaran. Yoochun hanya bisa menahan tawanya lalu memperlihatkan foto di ponsel Lily pada maknaenya itu.Kemudian Changmin tertawa berbagai foto aneh seorang yeoja.Foto yeoja dengan wajah tertutupi oleh stiker bulat-bulat kecil berwarna merah di sepanjang garis matanya serta rahang dan juga viltrum hidungnya.Changmin ikut terbahak melihatnya.Kemudian Yoochun melihat foto lainnya.Ada foto Lily mengenakan setelan berwarna hitam, mengikat rambutnya ke belakang lalu mengenakan kumis palsu dan topi bulat hitam.Dari pakaian yang dikenakan dan riasan wajahnya, Yoochun bisa menebak jika yeoja itu berkostum ala Charlie Caplin.Kemudian foto-foto yeoja itu dengan menggunakan berbagai kostum aneh yang membuat mereka tertawa-tawa.Lalu Yoochun menyetel video yang berada di galeri foto tersebut.

Saat video itu mulai hanya terlihat koridor gelap sebuah apartemen.

“Video apaan nih?”tanya Changmin bingung. “HUWAAAAA!!!”jerit Changmin dan Yoochun saat wanita dengan rambut hitam panjang acak-acak dan berbaju putih muncul tiba-tiba. Lalu wanita menyeramkan itu merangkak cepat ke arah kamera dan Yoochun langsung melempar ponsel itu begitu wajah berdarah-darah wanita itu menempel di screen ponsel.

“HUWAAAAA!!!”jerit mereka berdua sambil berpelukan erat. Kemudian terdengar suara tawa dari ponsel itu.

“YAK! Kalian berdua! Kenapa berisik sekali sih?!”omel Jaejoong melihat Yoochun dan Changmin yang sekarang sudah melepaskan pelukannya dan Yoochun dengan takut-takut mengambil ponsel itu kembali.

Mereka berdua melihat kembali video tersebut dan tercengang saat melihat wanita mengerikan tadi tertawa berguling-guling di koridor gelap apartemen itu.

“Hahahaha~ aku berani bertaruh!Pasti Youngriketakutan melihat video ini!”kata suara wanita mengerikan itu.

“Hahaha~ dangyunhaji!Aku saja yang merekam juga ketakutan melihatmu!”kata suara yeoja lain yang Yoochun dan Changmin yakin adalah suara orang yang merekam video ini. Lalu ada suara anak kecil. “Tidak seram Imo-nim!”Kemudian video itu berakhir. *a/n: Imo-nim=bibi*

“Itu tadi… seram.”ucap Yoochun dengan nada geli.

Changmin tertawa.“Hyung!Itu sebenarnya ponsel milik siapa sih?Foto-fotonya terutama video tadi sangat menarik!”

“Kalian membicarakan apa sih?”tanya Junsu yang muncul tiba-tiba dari belakang YooMin, membuat YooMin tersentak kaget.

“YAK! DUCK BUTT! KAU MAU MEMBUATKU JANTUNGAN?!”seru Yoochun kesal karena terlalu kaget.

“Suara lumba-lumbamu itu mengerikan tahu hyung!”omel Changmin sambil memegang dadanya. Jantungnya masih berdebar dengan keras.

“Yunho hyung~ mereka mem-bullyku lagi…”Junsu mengadu dengan wajah cemberut.

Yunho menghampiri mereka dengan memasang tampang marah. “Aish! Kalian berdua! Jangan membully Junsu…”Kemudian ia nyengir, “… sedikit.Kalian harus membully-nya sering-sering!”Lalu mereka bertiga tertawa melihat wajah frustasi Junsu.

“Kalian berdua dari tadi ngapain sih?”tanya Jaejoong dengan mengambil posisi duduk di tengah-tengah YooMin.

“Ini hyung, Chunnie hyung memperlihatkanku video lucu.”kata Changmin, ia lalu mengedip pada Yoochun. Yoochun yang mengerti arti kedipan sang evil magnae langsung nyengir.

“Video apa?”tanya Junsu penasaran.

“Kalian kesini deh,”kata Yoochun.Kemudian Yunho dan Junsu duduk di kanan dan kiri Jaejoong.Jaejoong menyetel video itu.

“Video apaan nih?”tanya Yunho saat baru mulai. Kemudian….

“HUWAAAA!!!”

Yoochun dan Changmin tertawa terbahak-bahak saat melihat ketiga membernya menjerit ketakutan dan sekali lagi ponsel itu dilempar –kali ini- oleh Jaejoong.

“Geez~ itu menyeramkan!”ucap Junsu dengan memegang dadanya yang naik turun karena kaget.

“Videonya bagus sekali!”kata Jaejoong, lalu ia dan Yunho tertawa terbahak-bahak.

“Yoochun-ah, itu ponsel siapa?”tanya Yunho setelah berhasil mengatasi tawanya.

“Molla hyung. Kemarin saat aku keluar dan pergi ke swalayan 24 jam ada seorang yeoja yang mengejarku. Tadinya aku kira ia sasaeng fans, ternyata ia cuma mau mengembalikan dompetku yang terjatuh. Kemudian setelah ia pergi aku menemukan ponselnya terjatuh di pinggir trotoar tempat ia menaiki taksi.”jelas Yoochun.

“Kau yakin ia bukan sasaeng fans?”tanya Jaejoong.

Yoochun terdiam lama mendengar pertanyaan itu.Ia ingat ekspresi wajah Lily saat ia menuduhnya, kemudian ia tersenyum-senyum sendiri. “Aku yakin bukan.”

Tiba-tiba ponsel di tangan Jaejoong itu berbunyi.Yoochun langsung mengambilnya dari tangan Jaejoong dan mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“Joseongieyo, ini ponselku.Dimana anda menemukannya?”Yoochun tersenyum mengenali suara yeoja yang kemarin bertengkar dengannya itu.

“Ah aku menemukannya di pinggir jalan di dekat swalayan 24 jam kemarin malam.”jawab Yoochun.

“Oh ya!tadi malam aku kesana. Bisa kita bertemu sekarang biar bisa kuambil?”

“Aku sedang tidak bisa pergi kemana-mana.Kau bisa datang ke tempatku?”Kemudian Yoochun menyebutkan alamat gedung managemen mereka.

“Yak! Yoochun-ah!kenapa kau menyuruhnya kesini?!”omel Yunho setelah Yoochun selesai bicara di telpon.

“Waeyo hyung?Kan dia cuma mau mengambil ponselnya.”

“Aish! Ya sudahlah!”

Kemudian member DBSK kembali sibuk latihan.Yoochun, walaupun masih tetap tidak begitu bersemangat dengan latihan dance, wajahnya selalu penuh senyum.Ia menunggu-nunggu yeoja galak itu muncul dan bertanya-tanya sendiri bagaimana reaksi yeoja itu ketika melihat siapa yang sebenarnya memegang ponselnya.

Tapi senyum Yoochun langsung hilang ketika beberapa saat kemudian Yunho mengatakan mereka harus kembali ke apartemen mereka sebelum pergi ke tempat schedule berikutnya.

“Hyung, bukankah masih sejam lagi?”tanya Yoochun sedikit panik, karena ia menunggu Lily muncul untuk mengambil ponselnya.

“Tidak. Pemotretannya dipercepat. Lagipula kita tidak ada schedule lain hari ini.”jelas Yunho, kemudian ia tersenyum lebar.“Oh ya, kita beruntung sekarang.”

“Beruntung?”tanya Junsu.

“Aku baru saja diberitahu kalau pemotretan kita nanti akan ada model wanitanya, dan kalian mau tebak siapa orangnya?”

“Nugu?”tanya Jaejoong.

“Lily Jung.”

Jaejoong, Junsu dan Changmin membelalakkan matanya kaget mendengar jawaban Yunho. “Lily Jung si artis kontroversial itu?!”ucap Changmin kaget.

“Jangan menyebutnya begitu,”ucap Yunho tidak suka dengan kalimat Changmin. “Ia sangat berbakat.”

“Ia memang berbakat hyung, tapi kontroversial juga. Kau tidak baca beritanya kemarin? Ia membuat keributan saat shooting CF dengan Eunjung T-ara! Aku harap semoga ia tidak membuat keributan juga dengan kita.”

“Atau mungkin ia tidak membuat keributan dengan kita, tapi menggoda kita seperti artis-artis pria lain yang pernah bekerja bersamanya. Itu juga yang kubaca di berita.”kata Junsu.

Yunho merengut kesal.“Itu belum tentu benar,”ucapnya.

“Kok hyung membelanya sekali sih?”tanya Changmin heran. “Kan Yoochun hyung yang fans-nya.”

Yunho mengangkat bahu. “Kalian tidak mengenalnya sebaik itu kan untuk berpikir seperti itu mengenainya? Lagipula hal itu belum tentu akan terjadi.”

“Ne, Yunho benar. Kita tidak perlu menduga-duga hal yang belum tentu akan terjadi.”kata Jaejoong, mendukung ucapan Yunho. Kemudian ia menoleh ke Yoochun. “Yoochun-ah, kenapa kau diam? Bukankah ia artis favoritmu?”tanya Jaejoong.

Tapi Yoochun tidak menjawabnya dan masih sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya. Yoochun menghela napas. Sepertinya ia tidak akan bisa bertemu yeoja itu hari ini.

***

Lily memandang aneh gedung tinggi di hadapannya. Ia tahu jika gedung ini adalah gedung managemen artis terbesar di KorSel tapi ia bingung kenapa orang yang memegang ponselnya menyuruhnya datang kesini.

“Apa yang menemukan ponselku adalah artis ya?”gumamnya sendiri. Kemudian ia masuk ke dalam gedung itu. ketika sampai di lobby ia menghubungi ponselnya lagi.

“Yeoboseyo?Aku sudah ada di lobby.”kataLily senang, kemudian ekspresinya berubah. “Mwo?Kau sudah tidak ada disini?!”

Kemudian Lily menghela napas mendengar jika ia harus ke tempat lain untuk mengambil ponselnya. “Arasseo, aku akan kesana.”kataLily.

Lily bergegas keluar dari gedung tersebut dan berlari ke halte. Tidak perlu menunggu lama, ada taksi yang berhenti dan ia langsung naik ke dalamnya. Lily menggigit ujung jempolnya, kebiasaannya jika sedang gugup dan kesal. Ia sangat kesal sekarang. Kenapa ponselnya harus terjatuh kemarin sih?Padahal ponsel itu penting sekali. Itu adalah ponsel pribadinya dan disana banyak foto-foto konyolnya. Ia berharap semoga tidak ada yang mengenali jika itu adalah foto-foto Lily Jung, artis Hallyu terkenal.

Lily tidak bisa tenang karena taksi yang dinaikinya seperti berjalan sangat lambat. Jika mobilnya tidak sedang di bengkel, ia pasti tidak perlu pergi sejauh ini dengan menggunakan kendaraan umum untuk mengambil ponselnya.

Akhirnya bus tiba di tempat tujuan Lily.Kali ini Lily kembali ke tempat yang menurutnya tidak biasa.Gedung apartemen yang mewah di daerah Myeongdong.Jangan-jangan benar jika yang menemukan ponselnya adalah seorang selebritis.

Lily mencoba menghubungi ponselnya lagi.

“Apartemenmu nomor berapa?”tanyaLily dengan nada kesal dan tanpa berbasa-basi mengucapkan ‘yeoboseyo’. Jarak ke apartemen ini sudah cukup jauh dan membuatnya lelah.

Dan kali ini Lily merasa kemarahannya sudah sampai di ubun-ubun saat Yoochun mengatakan ia harus ke tempat lain lagi untuk mengambil ponselnya.

“YAK!Kau mempermainkanku ya?!”serunya kesal.

“Anhiyo. Aku benar-benar sudah pergi ke tempat lain.Kali ini aku ada di…”

“I’m busy, you know! Kau pikir kau saja yang sibuk?! Nanti aku akan kesini lagi saat kau sudah pulang! Dan kau harus memastikan kalau kau tidak pergi kemanapun saat aku mengambil ponselku!”seru Lily lalu menutup telponnya.

Dengan langkah kesal Lily kembali lagi ke halte dan menunggu taksi disana. Kemudian ada sms masuk ke ponselnya. Sms dari managernya.

Lil, kita akan pemotretan sebentar lagi. Eoddiya? Jangan terlambat, ok!

“What a wonderful day!”ucapnya sarkastik. “I swear I’ll kill him if I come late!”

***

Ketika Lily sampai di gedung tempat pemotretannya, ia langsung bergegas ke toilet wanita. Ia masuk ke salah satu bilik toilte dan mengganti bajunya disana, melepas kacamata dan hoodie yang dipakainya, juga menggerai rambut ikal sebahunya. Kemudian dari dalam tasnya ia mengeluarkan pakaian yang akan dikenakannya. Hot pants putih dan sweater abu-abu yang longgar sehingga membuat bahunya sedikit terbuka dan memperlihatkan tank top putih yang dipakainya. Lalu ia memakai topi rajut putih dan sepatu convers putih. Kemudian ia memoles wajahnya dengan make-up natural dan memakai soft lens biru untuk membantu penglihatannya. Lily memandang wajahnya di cermin kecil bedaknya. Setelah memastikan ia sudah cukup memoles wajahnya dengan make-up, Lily membereskan peralatan make-upnya ke dalam tas dan bersiap membuka pintu untuk keluar.

“Lily Jung pemotretan bersama DBSK? Disini?”

Lily menghentikan gerakan tangannya untuk membuka pintu bilik toilet ketika mendengar namanya disebut di luar.

“Ne. Beruntung sekali kan artis menyebalkan seperti dia? Sebelumnya ia bermain drama dengan Hyun Bin, dan sekarang pemotretan dengan DBSK.”

“Yak! Aku tidak menyukainya! Ia kan suka merayu partner prianya! Menurutmu apa dia akan mencoba menarik perhatian kelima member DBSK itu?”

“Sepertinya begitu. Apalagi kudengar salah satu member DBSK ada yang menjadi fansnya.”

“Andwae! Aku tidak mau! Aku tidak mau ia merebut perhatian Yunho Oppa!”

“Menurutmu apa ia akan mengincar Changmin yang lebih muda darinya?”

“Kurasa ia bukan tipe wanita yang pilih-pilih berdasarkan umur. Bisa dilihat kan siapa saja yang pernah digosipkan dengannya? Yang penting tampan, terkenal dan kaya.”

“Kurasa aku tidak akan tahan jika harus melihatnya nanti saat pemotretan! Wanita penggoda seperti dia seharusnya tidak berada dekat-dekat dengan DBSK Oppa-deul! Aku bersumpah akan mencabik-cabiknya jika aku melihatnya sok akrab dengan mereka!”

Lily merasakan hatinya menjadi sakit sekali mendengar ketiga orang yeoja yang membicarakannya seburuk itu.  Memangnya mereka siapa sampai boleh mengatakan hal seperti itu tentangnya? Mereka tidak mengenalnya!

Rasanya Lily ingin sekali segera pergi dari sini. Tapi harga dirinya melarangnya. Ia harus memperlihatkan kepada orang-orang betapa profesional dan berbakatnya dirinya, dan betapa ia sangat dibutuhkan di dunia Entertainment ini. Karena dengan begitu, ia akan bisa puas melihat orang-orang yang iri dengannya.

Lily tidak akan membiarkan orang-orang seperti itu menjatuhkannya dan menertawakannya.

***

“Menurutmu apakah ia akan secantik bayanganmu?”tanya Junsu pada Yoochun yang sedang sibuk mengotak-atik ponsel Lily.

“Cantik?”Yoochun tertawa kecil. “Kurasa tidak. Ia sedikit berantakan dan galak.Tapi itu yang membuat ia menarik.”

Junsu terkejut dengan jawaban Yoochun. Ia menoleh pada Yoochun yang duduk disampingnya dengan hair stylist sibuk mengatur model rambutnya. Junsu membuat make-up artistnya berhenti bekerja saat ia terus menatap Yoochun lama. “Kau pernah bertemu Lily Jung?”

Kali ini Yoochun menoleh menatapnya. “Hah? Lily Jung? Tidak pernah.”

“Lalu kenapa kau berkata sok tahu begitu? Sedikit berantakan dan galak?”tanya Junsu bingung.

“Eh? Kukira kau menanyakan yeoja pemilik ponsel ini.”kata Yoochun.

Junsu menatapnya tidak percaya. “Kenapa kau malah memikirkan yeoja lain padahal artis favoritmu akan datang sebentar lagi?!”ucap Junsu terperangah.

Mata Yoochun melebar kaget. “Lily Jung akan datang?!”

“Ne~ Ia jadi model wanita yang akan menjadi pasangan kita hyung.”jawab Changmin yang sejak tadi hanya mendengarkan hyung-deulnya berbicara. Ia bangkit dari duduknya setelah make-up artistnya selesai memberikan sentuhan akhir pada pipinya. “Barusan Jae hyung mengirimiku pesan. Katanya ia sudah datang dan sekarang berada di luar bersama Yunjae hyung. Aku mau melihatnya.”kata Changmin lalu berjalan keluar ruangan.

“Aku mau  ikut!”ucap Yoochun bersemangat.

Tapi hair stylist menahannya untuk kembali duduk.“Kau belum selesai, Yoochun-ssi.”katanya, membuat Yoochun kembali duduk dengan merengut. Junsu hanya menertawainya.

Tidak berapa lama, Yoochun dan Junsu keluar ruangan dengan Yoochun yang terlalu bersemangat. Mereka berdua bisa melihat jika sekarang ketiga member yang lain sedang berbicara dengan seorang gadis cantik berambut coklat ikal sebahu. Jantung Yoochun berdebar kencang saat ia dan Junsu menghampiri keempat orang yang sedang mengobrol itu.

“Ah, Lily-ssi, ini dia Kim Junsu dan Park Yoochun, member kami yang lain.”kata Yunho saat  YooSu mendekat. “Dan, guys, ini Lily Jung. Model yang akan pemotretan dengan kita sekarang.”

“Annyeonghasseyo,”sapa Lily Jung dengan tersenyum kecil. Tapi kelima namja itu bisa melihat jika senyum itu hanya senyum basa-basi. Walaupun begitu Yoochun dan Junsu tetap menyapanya ramah seperti yang lainnya.

“Ah, jeoseongieyo. Aku harus bersiap-siap sekarang.”kata Lily Jung, lalu  pergi ke staff coordi. Yoochun masih terus menatap kepergian gadis itu bahkan sampai gadis itu masuk ruangan untuk berganti baju.

“Bagaimana menurutmu, Yoochun-ah?”tanya Yunho.

“Cantik.”hanya itu yang bisa dijawab Yoochun sekarang. Ia masih tidak bisa melupakan wajah cantik artis favoritnya itu saat menatapnya tadi. Ia seperti pernah bertemu langsunggadis itu sebelumnya. Tapi dimana?

“Tapi ia terlihat dingin,”kata Changmin.

“Ia tersenyum, tapi seperti dipaksakan.”timpal Junsu.

“Tapi kurasa ia tidak seperti yang diberitakan. Jika ia benar-benar model yang suka menggoda partner prianya, ia pasti tidak bersikap sedingin itu dengan kita kan?”kata Jaejoong.

Yunho menghela napas mendengar komentar Jaejoong. Sementara Yoochun, terus berusaha mengingat-ingat wajah model terkenal itu. Dimana mereka pernah bertemu sebelumnya?

***

Lily memulai posenya bersama kelima namja tampan yang menjadi partnernya. Seketika ekspresi dingin yang sebelumnya masih terpasang di wajahnya, berubah menjadi senyum ceria, sesuai dengan konsep pemotretan.

Kelima member DBSK menatapnya dengan terperangah. Wajahnya benar-benar terlihat ceria, seperti tidak dibuat-buat. Mereka kagum akan keprofesionalan yang dimilikinya. Yoochun sendiri tersenyum senang karena bisa melihat langsung, dan berfoto bersama artis pujaannya ini.

Lily sebenarnya agak terkejut karena namja yang tadi malam sempat ribut dengannya karena masalah sasaeng fans itu adalah member boyband terkenal. Pantas saja ia seperti pernah melihatnya. Ia sekarang mengerti akhirnya akan sikap namja itu saat ia mengejarnya. Tapi Lily sengaja tidak mengatakan apapun mengenai kejadian semalam dengan Yoochun. Ia tidak mau ada orang lain yang tahu sisi sebenarnya dari seorang Lily Jung. Lagipula sepertinya Yoochun tidak mengenalinya.

Well, memang lebih baik memisahkan kehidupan pribadinya dengan kehidupan selebritasnya kan?

Setelah beberapa kali berpose berenam. Sekarang giliran Lily yang berpose berpasangan dengan tiap-tiap namja itu. Namja pertama yang berfoto dengannya adalah Yunho. Fotografer memberi arahan pada mereka untuk berpose cukup mesra, dengan tangan Yunho merangkul leher Lily.

“Bagaimana kabarmu?”tanya Yunho dengan berbisik saat ia dan Lily berpose.

Lily tidak menjawab pertanyaan Yunho dan terus berpose. Kemudian mereka berganti pose lagi. Kali ini Lily sedikit menundukkan tubuhnya, dan meletakkan sikunya di bahu Yunho yang sedang duduk.

“Aku merindukanmu.”ucap Yunho dengan nada lembut. “Tidak bisakah kau memaafkan semuanya dan kembali? Aku hanya ingin kau yang dulu kembali.”

Lily menoleh untuk menatap Yunho lalu berbisik. “Aku tidak mengenalmu. Jadi jangan bersikap akrab padaku.”ucapnya dengan memasang senyum menjualnya, sementara kamera terus memotret mereka berdua.

***

Yoochun menatap hyungnya dan Lily yang sedang berpose dengan perasaan cemburu. Lily Jung adalah artis favoritnya sejak lama, ia sangat menyukainya. Dan berada sedekat ini dengannya merupakan suatu keberuntungan untuknya. Walaupun ia tahu member-membernya dan Lily sedang pemotretan, tapi perasaan cemburunya sulit untuk dihilangkannya. Ia berharap gilirannya segera tiba.

Tetapi ternyata Yoochun harus bersabar sangat lama. Karena ia lah yang mendapat giliran terakhir untuk berpose dengan Lily, dan perasaan cemburunya sudah berlipat-lipat banyaknya karena melihat keempat membernya yang berpose mesra dengan Lily.

Lily sama sekali tidak tersenyum saat Yoochun mendekat dengannya. Tanpa berkata apapun pada Yoochun, yeoja itu hanya berpose sesuai arahan fotografer. Yoochun sendiri merasa terhipnotis dengan sosok artis idolanya ini. Ia terus memandangi Lily sampai tidak fokus dengan arahan fotografer dan tanpa sengaja memegang bagian tubuh Lily yang tidak seharusnya.

“YA!”PLAAK.

Yoochun merasakan pipinya berdenyut-denyut nyeri karena tamparan Lily. “How dare you to touched my butt, you jerk!”seru Lily marah.

Semua orang menatap Yoochun dan Lily dengan terkejut.

“A… aku…”ucap Yoochun kebingungan dengan memegang wajahnya.

“Do you think you could grab woman’s butt with so casually?! Pervert!”seru Lily lagi.

Kali ini, Yoochun yang sudah mulai sadar dengan situasi yang terjadi, balas berteriak. “Ya! Aku tidak sengaja! Kenapa kau semarah ini?!”seru Yoochun kesal dan marah. Ia sangat malu dengan tuduhan gadis di hadapannya ini padanya.

“Apanya yang tidak sengaja?! Kau… kau…”Lily terlihat kesulitan merangkai kata-katanya karena malu. “…grab my butt!”serunya dalam bahasa inggris. Ia terlihat sangat malu sekali dengan kata-katanya sendiri.

“Yak! It’s just unintentional! I’m not pervert! Don’t call me like that!”seru Yoochun.

“Jerk! Pervert! Bad boy!”

Dan mereka seterusnya saling berteriak dengan menggunakan bahasa inggris, membuat keempat member DBSK dan para staff yang tidak mengerti bahasa inggris kebingungan. Sebenarnya apa yang mereka berdua ributkan?

Pada akhirnya, setelah pusing mendengar mereka berdua saling berteriak, Yunho menghampiri mereka berdua dan berdiri di antara mereka berdua. “STOP!”serunya, membuat kedua orang yang ribut itu berhenti bertengkar.

Lily dan Yoochun saling memandang tajam dengan nafas tersengal-sengal. Mereka cukup lelah juga berteriak-teriak.

“Kalian berdua kenapa sih?! Kenapa bertengkar?!”tanya Yunho kesal.

“Yak!”seru Lily dengan menunjuk Yoochun. “Dia… dia…”wajahnya mulai memerah karena malu dan marah. Tapi ia sulit untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Itu memalukan!

Yunho mengangkat alis, menatap Lily bingung. “Yoochun melakukan apa padamu?”

Yoochun menghela napas melihat ekspresi Lily, campuran antara malu dan marah itu. “Aku tidak sengaja memegang pantatnya hyung.”jawabnya jujur.

Yunho dan yang lain ternganga mendengar jawaban Yoochun. “MWO?!”seru Yunho, lalu ia menepuk keras kepala Yoochun.

“Yak! Hyung!”seru Yoochun kesakitan.

“Kau! Kenapa kau bisa ceroboh begitu sih?!”omel Yunho kesal. Lily memandang Yoochun yang dimarahi Yunho dengan puas.

“Aku kan tidak sengaja! Tapi dia malah langsung menamparku dan mengatakan aku mesum!”protes Yoochun.

Yunho memandangnya kesal. “Tentu saja ia akan melakukan hal itu, babo! Minta maaf!”

Yoochun memandang Yunho kesal lalu menoleh pada Lily yang sudah tersenyum puas. “I’m sorry.”ucapnya dengan nada kesal.

“Well, too bad. I’ll never giving you my forgiveness. I’ll keep it as secret just because I don’t want any scandal!”ucap Lily tajam, lalu ia menoleh pada managernya. “Oppa, jangan sampai ada skandal mengenai ini ya! Aku tidak mau ada skandal dengan orang mesum sepertinya!”Lalu Lily berjalan pergi.

“Yak! Siapa yang mau skandal denganmu, Miss Controversial!”seru Yoochun kesal mendengar ucapan Lily.

Lily berbalik dan memandang Yoochun tajam. “Shut up! JERK CHUN! Jangan harap aku mau bertemu denganmu lagi!”

***

Yoochun merasa kesal melihat pandangan keempat membernya dan juga managernya padanya.“Jangan memandangku seperti itu!”serunya kesal.

“Kau tahu, Chunnie, kau itu bodoh sekali!”kata Junsu dengan mengernyit.

“Kau fans beratnya, tapi kau malah membuatnya marah?!”Jaejoong mendengus tak percaya.

“Sekarang bukan hanya kau tidak bisa dekat dengannya, hyung, ia juga sepertinya tidak mau bekerja bersama kita lagi. Padahal ia artis yang hebat.”kata Changmin kecewa.

“Hei! Aku kan tidak sengaja! Seharusnya ia tidak bersikap seperti itu dan mempermalukanku!”protes Yoochun kesal.

Lalu Yoochun mendapatkan tepukan keras di kepalanya.

“Hyung!”seru Yoochun kesal pada Yunho.

“Kau. Yang. Salah!”ucap Yunho tajam, “Semua gadis baik-baik tidak akan mau disentuh bagian sensitifnya tanpa seizinnya, kau tahu itu kan?!”

“Aish! Aku tahu!”ucap Yoochun kesal, tapi ia tidak mengatakan apa-apa lagi, karena perkataan Yunho benar.

“Yoochun-ah, kau tau kan kau ditawari bermain drama baru di KBS TV?”tanya manager hyung. Yoochun mengangguk pelan. Kenapa pembicaraan ini jadi melenceng begini sih?

“Ne hyung. Lalu?”tanya Yoochun.

“Lawan mainmu di drama itu adalah Lily Jung.”jawab manager hyung dengan menghela napas.

Mata Yoochun melebar kaget.“MWO?”

“OH MY GOD SUN!”jerit Junsu, ia langsung memegang erat kedua lengan Yoochun dengan gembira. “Ya! Park Yoochun! Kau beruntung sekali! Kau akan bermain drama dengan The Best Actress tahun lalu!”Kemudian wajah Junsu berubah serius. “Tapi kau harus datang dan meminta maaf lagi padanya.”

“Andwae, andwae! Sekarang setelah aku tahu seperti apa ia, aku tidak yakin mau mendekatinya. Bisa saja ia mempermalukanku lagi!”ucap Yoochun kesal dengan menarik tangannya dari genggaman Junsu.

“Tapi kau harus melakukannya, Chun.”kata Yunho.

“Kau tidak ingat katanya? ‘Jangan harap aku mau bertemu denganmu lagi!’ nah kalau seperti ini terus, ia sudah pasti tidak akan mau bertemu hyung lagi.”kata Changmin.

“Tokoh utama di drama ini adalah Lily Jung, dan kalau ia tidak setuju, kau bisa digantikan.”kata manager hyung dengan wajah frustasi.

“Minta maaf atau tidak main drama. Sepertinya itu pilihanmu satu-satunya.”kata Jaejoong.

Yoochun langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “You’re so dead, Park Yoochun!”gumamnya kesal, memikirkan betapa sulitnya ia meminta maaf nanti.

***

“Sudahlah, Lily, masalah ini jangan diperpanjang.”

Lily menatap wajah managernya yang terlihat frustasi menghadapinya. “Aku tidak memperpanjang masalah. Aku hanya tidak ingin bermain drama dengannya. Jika produser drama itu ingin si JERK CHUN itu yang menjadi pemeran utama pria, mereka boleh mencari penggantiku, karena aku tidak akan mau bermain drama dengannya!”ucap Lily kesal.

“Lily…”

Lily mengangkat sebelah alisnya. “Kenapa Oppa sefrustasi itu sih? Aku yakin jika tidak main drama itu aku bisa dapat tawaran main drama lain.”kata Lily dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada.

“Bukan itu yang kupikirkan. Park Yoochun itu dari boyband yang sekarang ini sedang sangat terkenal di International. Ia juga adalah The Best Newcomer Actor tahun lalu. Ini kesempatan yang bagus untukmu jika bermain drama dengan orang seberbakat dia. Kau akan…”

“Jangan bilang Oppa mau membuatku lebih terkenal dengan membuat skandal percintaan dengannya?”potong Lily tajam.

“Bukankah itu bagus?”tanya managernya balik.

“HELL NO! Oppa mau aku dicabik-cabik crazy fangirls-nya?! Absolutely not!”tolak Lily mentah-mentah. “Aku tidak butuh lebih banyak skandal!”

“Tapi ini skandal percintaan, lagipula kau dengan…”

“I SAID NO!”

“Just kidding, Lil!”kataManager Oppa tertawa. “Oh ya, Lil, sebentar lagi Park Yoochun kesini.”

“Untuk apa?”

“Kurasa untuk meminta maaf padamu dan membujukmu untuk tetap jadi lawan mainnya di drama itu.”

Lily mengernyit. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman mendengar namja itu akan datang. Ia merasa seperti akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkannya.

***

Yoochun keluar dari mobilnya dan menuju kantor managemen Lily. Ia berusaha menenangkan perasaannya sekarang. Jika tidak karena drama itu, Yoochun mana mau meminta maaf pada gadis menyebalkan itu. Oke, ia akui ia salah. Tapi bukan berarti gadis itu bisa mengatainya seperti itu kan?

Setelah bertanya pada resepsionis, Yoochun langsung menuju ke ruangan dimana Lily menunggu. Ia naik lift ke lantai lima dan setelah sampai, ia menuju ruangan yang berada di paling ujung koridor itu. Sesampainya di depan pintu, Yoochun kembali menghela napas dan menenangkan hatinya yang bergemuruh kesal. Lalu ia membuka sedikit pintu itu.

Di dalam ruangan yang sepertinya adalah ruangan rapat itu, terdapat Lily yang sedang duduk membelakangi pintu dan menempelkan telpon di telinganya. Tiba-tiba Yoochun merasakan ponsel di sakunya bergetar. Dengan terburu-buru ia menyingkir dari depan pintu untuk mengangkat ponselnya.

Yoochun merogoh kantong jeansnya dan mengambil ponsel yang ternyata milik gadis yang bertengkar dengannya malam sebelumnya. Ia mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“Kau dimana?”tanya gadis di telepon itu tanpa basa-basi.

“Aku sedang bekerja. Jangan telpon sekarang.”

“Yak! Aku butuh ponselku!”seru gadis itu di telpon.

“Jangan sekarang. Aku sibuk.”kata Yoochun sambil berjalan mendekati pintu ruangan dan ketika akan mematikan telponnya, ia mendengar teriakan.

“KAU PIKIR KAU SAJA YANG SIBUK?! AKU BUTUH PONSELKU!”

Yoochun terkesiap kaget mendengar teriakan yang sama terdengar dari arah berbeda. Ia memandang ponselnya lalu memandang ke arah pintu ruangan tempat berasalnya suara teriakan tersebut. Yoochun mendekati pintu ruangan dan membuka pintunya sedikit. Di dalamnya ia melihat Lily sudah bangkit dari kursinya dan berteriak marah di ponsel.

“KAU! AKU AKAN DATANG KE APARTEMENMU NANTI MALAM! AWAS KALAU KAU TIDAK ADA!”seru Lily pada telponnya, persis sama dengan suara yang didengar Yoochun diponsel.

Yoochun tercengang. Pantas saja ia merasa pernah melihat gadis ini sebelumnya. Ternyata mereka adalah orang yang sama.

Yoochun membuka pintu, lalu masuk ruangan itu. “Jadi itu kau?”ucapnya sambil terus menempelkan ponsel di telinganya.

Lily tertegun mendengar suara itu. Ia berbalik dan memandang Yoochun yang tersenyum padanya.

“Kau… sejak kapan kau…”

“Sebelumnya bisa tidak kita matikan telpon kita dulu? Kita kan sudah bertemu sekarang.”kata Yoochun dengan menunjukkan ponsel yang dipegangnya pada Lily.

Mata Lily membelalak lebar melihat ponselnya yang dipegang oleh Yoochun. “Kau yang mengambil ponselku?!”serunya terkejut.

Yoochun menghela napas. “Ralat, Nona: menemukan.”kata Yoochun. Ia sudah mulai kesal pada gadis cantik artis pujaannya ini.

“Oke. Menemukan. Sekarang, bisa kembalikan ponsel itu padaku?”tanya Lily dengan suara yang sudah mulai tenang.

Tanpa berkata apapun Yoochun memberikan ponsel itu pada Lily.

“Gomawo.”kata Lily setelah menerimanya. Tanpa memeriksa ponsel itu ia langsung memasukkannya ke dalam tasnya. “Lalu, apa yang membawamu kemari? Tentang drama?”

Yoochun tersenyum kecil. “Itu alasanku yang kedua. Alasanku yang pertama, aku ingin meminta maaf sekali lagi padamu atas ketidaksengajaanku waktu itu. Seharusnya saat itu aku tidak berteriak padamu dan meminta maaf dengan semestinya. Yah tapi apa boleh buat, tamparan dan tuduhanmu membuatku ‘terbakar’.”

Lily menatap Yoochun heran. Kenapa sikap namja ini berbeda sekali dengan saat itu? Ah mungkin benar itu karena tamparannya dan sikap kasarnya waktu itu.

“Oke, kumaafkan. Lalu?”

“Alasan yang kedua. Tentang drama. Aku tahu karena kejadian itu kau jadi tidak mau main drama itu dan bertemu denganku. Tapi aku harap kita bisa bermain bersama. Aku akan senang sekali jika bisa bermain drama dengan artis seberbakat dirimu.”ucap Yoochun tersenyum.

Yoochun tidak berusaha untuk membaik-baiki Lily. Semua itu adalah hal yang ingin ia katakan saat bertemu Lily. Ia ingin bermain dengan artis seberbakat gadis itu. Tapi sayangnya ada kejadian itu yang membuatnya tidak jadi untuk mengatakan hal itu kemarin.

Itu kata-kata yang tulus. Tapi Lily menganggapnya berbeda.

‘Akting yang bagus. Ia terlihat tulus. Mungkin hal yang bagus jika aku bermain drama dengannya.’pikir Lily.

“Geurae. Kita bisa tetap bermain drama bersama.”jawab Lily akhirnya.

Yoochun tersenyum lebar. Ia tidak menduga sebelumnya jika akan semudah ini membujuk Lily.“Ah! Aku lega sekali!”ucapnya senang.

“Nah, sekarang setelah masalah ini selesai, kau bisa pergi. Kurasa sama sepertiku, kau pasti juga sibuk.”kata Lily, lalu ia beranjak pergi. Tapi kemudian saat tiba di depan pintu ia berbalik kembali dan menatap Yoochun tajam. “Apa kau melihat-lihat isi ponselku?”

Yoochun mengangguk.“Mianheyo. Aku hanya ingin tahu siapa pemilik ponsel itu.”

Lily memandangnya tajam. “Apa saja yang kau lihat?”

“Beberapa foto yang lucu.”kata Yoochun terkekeh. Ia menikmati wajah kesal Lily.

“Apa kau tidak pernah berpikir jika melihat-lihat isi ponsel orang lain tanpa seizinnya adalah perbuatan tidak sopan?”Kali ini Lily tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi.

“Aku tidak akan memberitahu siapapun tentang foto-foto itu.”kata Yoochun. Ia bisa merasakan kekhawatiran Lily mengenai foto-foto itu. “Keundae…”

Yoochun lalu berjalan menghampiri Lily lalu menatap seksama wajah Lily yang begitu dekat dengannya. “…aku ingin bisa melihat langsung tawa dan senyum tulusmu seperti foto yang kulihat diponsel itu. Bolehkah?”

Dan Lily hanya bisa balas menatapnya karena terkejut dengan pertanyaan itu.

~TBC~

Ayo komennyaaaaaaaaaaaaa~ ^^

20 thoughts on “When You Come to My Life 1/?”

  1. Sbnrnya lily jung itu mnta yunho oppa kah??
    Qlo bgtu nti ada cinta segitiga » yunho-lily-yoochun kkkk
    Next part nya ϑĩ tnggu ya eon ^^

    1. Iyaaa~
      ntar di part 2 sdkt ngungkap hubgn antr lily-yunho. Ntar kmu tebak sndr y apa mslh mrka. Kekeke~
      klo gk ad hlgn mdh2n mngu ni bs kupublish part 2nya. Rncnya ni ff mw kuupdate smngu sekali atw lbh cpt, cz crtny mgkn agk pnjg chaptnya🙂

  2. Whatttttt????
    Yunho pernah jadian sama Lily Jung???

    trus gmna nantix..
    aq pikir bakal ketahuan lama soal hp itu…

    eon, jujur aq sedikit terganggu pas baca krna wallpaperx, trus warna tulisanx abu2, pas tulisan yg kena gbr aQ agak sulit baca.. >.<
    trus ada be2rapa kata yg ga d spasi, awalx s4 bingung, tapi bisa menyesuaikan sih…

    dtggu part slnjtx,,
    THSP n IMC juga…😀

    1. IMC udh ending kaleeee~ UDH LAMA BGT! ==”
      cb kmu search di fanfic2 tulisanku disini🙂
      iy nih, tulisannya rapet2,, itu sih karena theme wordpressnya, bkn krn gk kuspasi. kalo di wpku gak bermasalah kok. tulisannya gk rapet2 ^^
      gomawo udh setia baca ffku. hehe~^^ *cipok july*

  3. Ya Tuhaaaan.. Aku ga bisa nahan buat ga bilang aku seneng banget tiap baca ff DBSK yg mereka tetap berlima.. Walaupun aku sangat sedikit kenal ttg mereka tapi ‘kasus’ mrk yg miris bikin aku berharap suatu hari nanti mereka bakal bersama lagi. Apalagi kalau melihat rasa persaudaraan di antara mereka..
    Yah, mian jadi curcol..
    Aha! Yoochul lucu.. Next..

  4. Aku suka ceritanya. Penyampaiannya gak ribet dan ngalir. Diksinya jg nyambung dan gak berat. Pas lah. Enak byangnnya.
    Tp cuma 1 yg mengganjal. The tittle. Kenapa Comes ad ‘S’-nya? Grammatically, yg pke verb+ s itu, third person singular. She,He,It.
    Apa ada filosofi dan maksud di blik pnambhan ‘s’?
    Overall, this story is great.🙂

  5. yoochun langsung jatuh cinta deh…..
    lily y punya hubungan apa ma yunho???? yunho kok bisa kenal pa mereka dulu y punya hubungan??? pacaran????
    n lg yg divideo tu anak kecil y siapa??? pa anak y lily????
    seru…. Lanjut…..

  6. I tend not to leave many responses, however i did a few
    searching and wound up here When You Come to My Life 1/?

    | My Room. And I do have a couple of questions for you if it’s allright. Could it be simply me or does it look like some of the comments look as if they are coming from brain dead folks?😛 And, if you are writing on other places, I would like to follow anything fresh you have to post. Would you list of every one of all your community pages like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s