{SungRi’s Sweetdays} Our Birthdays Part 2: Yesung’s B’day

 

{SungRi’s Sweetdays} Our Birthdays Part 2: Yesung’s B’day

Tittle               :{SungRi’s Sweetdays} Our Birthdays Part 2: Yesung’s B’day

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast        : Yesung Super Junior, Jung Yuuri

Support cast   :

  • Lee Ang Hyeon (OC)
  • Jung Yunho DBSK
  • Changmin DBSK
  • All member DBSK
  • All member Super Junior

Genre              : Romance

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story,Yesung and Yunho is MINE! >///< *dibantaiCassiesClouds* Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

Part 1 – Yuuri’s Bday

~Happy Reading~

“Menyenangkan bukan?”tanya Yesung sambil menggenggam erat tangan Yuuri, sementara ia merebahkan kepalanya di pangkuan Yuuri.

“Apanya?”

“Punya rumah sendiri, jauh dari keramaian, tidak ada sasaeng fans yang mengganggu, atau sibuk menunggui kita di depan apartemen.”

Yuuri hanya diam dan mengelus-elus rambut Yesung dengan tangannya yang bebas. Matanya masih sibuk memperhatikan film kartun Detective Conan yang ditontonnya.

“Yuu?”panggil Yesung. Yuuri tidak menjawab, ia hanya sibuk mengerutkan keningnya mendengar analisis Conan, otaknya juga ikut berpikir mengenai kasus yang ditangani detektif favoritnya itu.

“Kim Yuuri?”panggil Yesung lagi, tapi kali ini Yuuri hanya menjawab dengan “Hmm?”

Yesung melihat ke arah tivi lalu wajah Yuuri yang berkerut-kerut. Ia tersenyum geli melihat ekspresi istrinya yang serius itu. Kemudian ia bangun dari posisi berbaringnya lalu mengecup lembut bibir Yuuri, membuat yeoja yang sedang serius menonton itu terkejut.

Yuuri mengerjap-ngerjapkan matanya memandang wajah Yesung di hadapannya. Yesung tersenyum. “Akhirnya kau memandangku juga. Sejak tadi kau hanya memandang si detektif Jepang itu. Kau mau aku jealous?”kata Yesung dengan mengerucutkan bibirnya.

“Jealous? Dengan kartun?”Yuuri geleng-geleng kepala. “Itu tidak masuk akal, Ahjusshi!”

Yesung berdecak. “Yah Detective Conan kan ada yang versi Live Action-nya. Memangnya aku tidak tahu kau menyukai si Oguri… Oguri nugu?”

“Oguri Shun! Pemeran Shinichi Kudo di film pertama Detective Conan! Dia itu keren seka…”Yuuri yang sebelumnya bersemangat mengatakannya langsung saja merubah ekspresi wajahnya saat melihat ekspresi wajah Yesung yang berkerut-kerut tak senang.

“Jadi kalau aku jealous gara-gara si Oguri ini, tidak masuk akal begitu?”tanya Yesung sebal.

“Tapi dia sekarang bukan pemeran Shinichi Kudo lagi kok!”kata Yuuri senang, mulai menikmati perasaan cemburu Yesung pada tokoh favoritnya itu.

“Lalu?”

“Sekarang pemerannya ganti. Dan lebih keren lagi! Namanya…”Dan mau tidak mau Yuuri tertawa melihat wajah Yesung yang lebih kesal lagi.

“Yak! Kim Yuuri! Jangan menertawakanku!”

Tapi Yuuri tetap tertawa.

“Tahu akan begini kubuang saja semua hadiah berbagai macam merchandise dan DVD asli Detective Conan yang diberikan Yoochun!”

“Andwae! Itu semua original dari Jepang! Kalau kau buang nanti aku akan marah padamu!”

Yesung mengangkat alis. “Oh ya?”

Yuuri balas menatapnya dengan wajah menantang. “Kau mau berkelahi denganku, Ahjusshi? Kau kan tahu aku bisa taekwondo!”Yuuri memasang kuda-kuda jurusnya.

“Kau mau menendangku dengan jurus taekwondo hanya gara-gara Conan?!”Yesung memasang ekspresi terluka.

“Well, that’s your choice, ahjusshi.”Yuuri memeletkan lidahnya. Tiba-tiba Yesung langsung menarik kedua tangan Yuuri dan menindihnya.

“Aish! Ahjusshi! Ireona! Kau berat!”protes Yuuri, dengan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Yesung yang erat.

Yesung hanya memandangnya dengan senyum geli. “Katanya bisa taekwondo?”ledeknya. Tapi tiba-tiba Yuuri memelintir tangan Yesung dan memutar posisi tubuh mereka, sehingga sekarang Yuuri yang berada di atas Yesung.

“Aish! Appo!”

“Nah, makanya jangan meremehkanku!”kata Yuuri dengan senyum lebar. Ia menduduki perut Yesung dan tubuhnya sedikit menunduk karena memegang tangan Yesung yang berada di atas kepala.

Yesung tersenyum kemudian menarik tangannya yang dipegang erat Yuuri sehingga tubuh Yuuri terjatuh ke atasnya dengan posisi leher Yuuri berada di hadapan wajahnya. Dengan sigap Yesung langsung mendekap Yuuri erat dan menghujani leher yeoja itu dengan ciuman-ciuman lembutnya.

“Ngh…”desah Yuuri saat merasakan kecupan basah Yesung di lehernya. Setelah beberapa saat Yesung terus menciumi leher Yuuri, ia menggulingkan tubuh mereka berdua sehingga posisi Yesung kembali di atas. #kasur jadi ajang gulat! :P

Yuuri berdecak melihat ekspresi pervert yang mulai muncul di wajah suaminya itu.

“Kau siap untuk malam pertama di rumah baru, Nyonya Kim Yuuri?”

Yuuri tersenyum manis, lalu mendorong Yesung sampai suaminya itu terjatuh dari ranjang.

“Aish! Kim Yuuri!”Dan Yuuri langsung menutup tubuhnya dengan selimut, tidak menghiraukan protes dari Yesung.

***

“Kau mau beli makanan berapa banyak Yuu?”tanya Yunho heran saat melihat Yuuri yang terus-menerus mengisi troli dengan setiap makanan yang dilewati mereka berdua. Yuuri tidak menjawab dan malah terus memilih-milih cemilan yang berada di rak supermarket itu. Yunho mengernyit melihat Yuuri memasukkan cemilan sehat yang tidak disukai adiknya itu karena rasanya yang terlalu hambar.

“Kenapa kau membeli itu? bukannya kau tidak suka rasanya?”

“Tapi ini kan sehat Oppa.”

“Lalu susu sebanyak ini? Kau tidak membeli kopi instan?”

“Kopi itu tidak sehat, susu lebih sehat.”

Yunho mengerjap-ngerjapkan matanya, bingung dengan komentar Yuuri yang tidak biasa. Kemudian ia menarik adiknya itu agar mau menghadapnya lalu menyentuh keningnya dengan telapak tangannya dan menyamakannya dengan suhu di keningnya sendiri.

“Aneh. Kau tidak sedang demam kok.”gumam Yunho. “Sejak kapan kau memikirkan kesehatan? Ahjusshi itu yang mengajarkanmu? Wuah~ hebat juga ya dia!”

“Oppa!”seru Yuuri kesal dengan menurunkan tangan Yunho di keningnya. Yunho hanya tertawa.

Perhatian Yunho teralihkan oleh suara-suara ribut. Ia menatap sekelilingnya dan mulai merasa tidak nyaman dengan banyaknya fans yang sibuk memotret mereka berdua. Memang bukan ide yang bagus menemani Yuuri belanja di supermarket seperti ini, padahal tadinya ia hanya ingin mengajak dongsaengnya itu makan siang. Terlebih lagi mereka sama sekali tidak memakai penyamaran karena Yuuri bilang itu sangat tidak nyaman. Tapi kan kalau seperti ini malah lebih tidak nyaman lagi.

“Seharusnya kita pakai penyamaran tadi,”keluh Yunho sambil tetap mendorong troli itu.

Yuuri menatap Yunho dengan cemberut lalu mencubit pelan pipi Oppanya itu. “Mau pakai penyamaran atau tidak, Oppa itu mudah dikenali orang tahu!”

Yunho menghela napas. Yuuri benar. Dengan tinggi di atas rata-rata orang dewasa dan tubuh tegap, walaupun wajahnya ditutupi, entah kenapa selalu saja ia kepergok fansnya.

Kemudian Yuuri berhenti di rak yang berisi sabun dan shampoo. Ia menciuminya satu-satu dan beberapa kali mengernyitkan hidung. Yunho memandangnya bingung.

“Kenapa tidak langsung beli merek yang biasanya kau pakai saja?”

“Aku ingin mencoba yang baru Oppa.”jawab Yuuri.

Yunho mengernyit. “Mencoba yang baru? Kau kan tidak suka gonta-ganti shampoo. Itu bisa merusak rambut.”

Tapi Yuuri tidak menjawab komentar Yunho. Ia terus saja mencoba menciumi satu-persatu merek shampoo, lalu tersenyum ketika mencium salah satu merek shampoo yang setahu Yunho biasanya tidak pernah dipakai Yuuri. “Hmm… yang ini saja.”gumamnya.

Yunho menatap Yuuri aneh. Masa’ dari sabun, shampoo, body lotion, cologne, semua yang Yuuri beli bukan merek yang biasanya ia pakai? Ia kan bukan yeoja yang suka coba-coba ini itu. Tubuhnya terlalu sensitif.

“Yuu, kalau semua merek ini tidak cocok bagaimana?”tanya Yunho khawatir dengan menunjukkan body lotion yang dimasukkan Yuuri ke troli.

“Yah tidak akan kupakai lagi. Udah deh, Oppa jangan cerewet!”Dan kali ini Yunho menyerah untuk mengomentari.

Yunho yang mulai bosan pada akhirnya hanya mengikuti Yuuri kemanapun dengan beberapa kali menjawab sapaan para fansnya. Kemudian ketika sampai di kasir ia membantu Yuuri mengeluarkan belanjaannya yang sangat banyak dari dalam troli.

“Ini untuk keperluan sebulan?”tanya Yunho saat kasir mulai menghitung harga belanjaan Yuuri.

“Aku tidak menargetkan ini untuk sebulan, tapi yang pasti ini persediaan untuk di rumah.”jawab Yuuri. Ia lalu mengeluarkan dompetnya saat melihat harga yang tertera di mesin kasir. Tapi kemudian Yunho sudah lebih dulu mengeluarkan beberapa lembar won dari dompetnya dan membayarnya ke kasir.

“Kau jajan terlalu banyak, dongsaeng.”ucap Yunho dengan mengacak-acak rambut Yuuri sayang. Ia lalu mengangkat beberapa kantong belanjaan yang berat lalu berjalan keluar, diikuti Yuuri yang membawa dua kantong belanjaan yang ringan.

“Sekarang kau mau kemana lagi?”tanya Yunho. Yuuri tersenyum lebar mendengarkan tawaran Oppa tercintanya itu.

***

“Jadi seharian ini Eonnie mengikuti Yunho Oppa kemanapun?”

Yuuri mengangguk mendengar pertanyaan Hyekyo di telpon, tapi kemudian ia sadar Hyekyo tidak bisa melihat anggukannya. “Ne. Aku heran deh, memang sih dari dulu aku selalu menempelnya. Tapi tidak separah keinginanku akhir-akhir ini. Aku selalu ingin melihatnya. Untung saja Oppa tidak punya schedule ke luar negeri, kalau tidak aku pasti susah sekali untuk menemuinya. Kyonnie-ya, apa ini ada hubungannya sama kehamilanku?”

“Hmm… sepertinya begitu Eonnie. Yang aku tahu kalau wanita hamil itu bisa sangat addicted terhadap seseorang. Bisa jadi suaminya sendiri, aktor terkenal, kalau dalam hal Eonnie, Oppa-nya Eonnie sendiri. Dan wanita hamil itu pasti akan terus-menerus ingin melihat orang itu.”jelas Hyekyo. “Tapi Yeye Oppa beruntung yang Eonnie tempel adalah Yunho Oppa, coba kalau namja lain. Ia pasti jealous setengah mati!”kikik Hyekyo.

“Aish! Sama saja, Shin Hyekyo! Kau tidak tahu sih tatapannya saat aku ke gedung SM bersama Yunho Oppa. Ia senang sekali melihatku datang, tapi ya aku malah terus berada di tempat latihan DBSK dan menempel Yunho Oppa, bahkan aku mengikuti Yunho Oppa ke tempat pemotretan DBSK dan ke dorm mereka. Ia kelihatan jealous sekali! Dan lucunya, Yunho Oppa malah menikmati tingkah menyusahkanku. Mungkin ia juga senang melihat ahjusshi itu jealous!”kikik Yuuri.

Hyekyo tertawa. “Aku bisa membayangkannya, Eonnie!”kata Hyekyo. “Oh ya, Eonnie sudah beli makanan sehat, susu hamil sama sabun yang kusarankan?”

“Sudah. Tapi susu hamil kubeli sendiri saat tidak bersama Yunho Oppa. Aku juga belinya dengan menyamar. Kalau tidak begitu orang-orang pasti akan tahu lebih dulu jika aku hamil daripada suamiku sendiri.”

“Eonnie juga harus memastikan susu itu tidak terlihat Yeye Oppa di rumah.”

“Arasseo~ Oh ya, aku berencana meminta Changmin Oppa mengajariku main gitar lho untuk hari ulang tahun ahjusshi!”cerita Yuuri senang.

“Eonnie, kau yakin? Ia kan sama menyebalkannya seperti Kyu Oppa.”kata Hyekyo. Bahkan Hyekyo yang tidak dekat dengan Changmin saja tahu kalau Changmin itu sama evilnya dengan Kyuhyun, malah menurut Yuuri, Changmin itu lebih evil.

“Yah tentu saja pasti tidak akan mudah! Kau tahu, ia itu senang sekali membuatku menangis! Menyebalkan sekali bukan?!”cerita Yuuri kesal. “Tapi aku yakin pada akhirnya ia akan mau membantuku. Kalau bukan karena ingin memberikan kejutan untuk ahjusshi…” Kemudian Yuuri mendengar suara pintu rumah terbuka, dan suara langkah kaki namja yang dicintainya. “Shin Hyekyo, Ahjusshi sudah pulang, nanti kau kutelpon lagi ya! Saranghae~!”

“Kau berbicara dengan siapa?”tanya Yesung saat ia masuk ke ruang tamu dan melihat Yuuri baru saja mematikan handphonenya. Ia mendengar bagian ‘saranghae’ tadi, dan itu membuatnya sedikit jealous.

“Aku baru saja mengobrol dengan Hyekyo.”kata Yuuri dengan tersenyum. “Bagaimana hari ini?”

“Apanya? Kegiatanku hari ini?”tanya Yesung. “Buruk sekali. Kau seharusnya datang dan menemaniku, bukan menempel Yunho!”

Yuuri memutar bola matanya mendengar komentar yang penuh kecemburuan dari Yesung. Ia lalu kembali menyibukkan dirinya dengan laptopnya, mengetik skripsi yang tadi ditinggalnya sebentar untuk mengobrol dengan Hyekyo.

“Kim Yuuri! Kau seharusnya mendengarkanku!”protes Yesung lalu mengambil tempat di sebelah Yuuri. Kemudian Yuuri merasakan mual saat mencium aroma cologne Yesung. Ia langsung saja menutup hidungnya.

“Oppa bau! Mandi dulu sana!”suruh Yuuri dengan mendorong pelan bahu Yesung.

“Mwo? Aku sudah mandi tadi sehabis latihan!”

“Aish! Pokoknya jangan mendekatiku kalau kau belum mandi!”kata Yuuri lalu bangkit dari duduknya dan pindah ke sofa lain bersama laptopnya.

Yesung cemberut. “Kau bahkan belum menciumku!”protesnya.

“Jangan menciumku sebelum kau mandi!”

Dengan kesal Yesung masuk ke kamar, meninggalkan Yuuri yang terkikik melihatnya. Tadi saat ia belanja dengan Yunho, ia sudah coba menciumi berbagai merek sabun dan shampoo untuk mengecek apakah wanginya membuatnya mual atau tidak. Jadi sekarang kalau Yesung mandi, ia tidak akan merasa mual lagi ketika mencium aroma tubuhnya sehabis mandi.

Setelah lima belas menit, Yesung kembali ke ruang tamu dengan wajah segar sehabis mandi, memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan.

“Kau mengganti sabun dan shampoonya?”tanya Yesung dengan mengambil tempat duduk di sebelah Yuuri. Ia langsung merangkul Yuuri, tapi lagi-lagi Yuuri merasakan bau yang membuatnya mual.

“Ah ne~”jawab Yuuri dengan mati-matian menahan rasa mualnya yang ia sendiri tidak tahu disebabkan oleh bau apa. Padahal ia yakin sekali Yesung menggunakan sabun dan shampoo baru yang dibelinya tadi. Dan Yesung sama sekali tidak memakai cologne.

“Sabun sih tidak apa-apa, tapi jangan gonta-ganti shampoo Yuu. Itu bisa membuat rambut rusak.”

“Tapi wangi shampoonya enak kok. Oh ya Oppa, aku belikan Oppa cologne baru. Dipakai ya! Wanginya enak sekali!”kata Yuuri dengan mengacungkan dua jempol tangannya.

Yesung mengangkat alis, berusaha memahami raut wajah Yuuri yang aneh. “Arasseo~ nanti kupakai!”kata Yesung akhirnya. “Yuu, kenapa tiba-tiba kau mengganti…”

“Oppa, sudah makan malam kan?”tanya Yuuri, mengalihkan pembicaraan.

Yesung menyadari jika Yuuri sengaja mengalihkan pembicaraannya, tapi ia memutuskan untuk tidak mempermasalahkannya. “Ne, sudah. Kau belum?”

“Sudah, tadi aku sudah makan malam dengan DBSK oppa-deul. Jae Oppa yang memasak!”

Yesung mengerucutkan bibirnya sebal. “Besok kau harus makan malam denganku!”

“Ne~”jawab Yuuri, yang masih menahan mati-matian rasa mualnya. Kemudian karena sudah tidak tahan dengan aroma yang dirasakannya dari Yesung, Yuuri bangkit dari duduknya, membuat Yesung terkejut.

“Oppa, aku mau mengerjakan skripsi di ruang belajarku. Oppa jangan ganggu ya!”kata Yuuri lalu bergegas membawa laptopnya ke ruang belajarnya, membuat Yesung tercengang, bingung.

“Sebenarnya ia kenapa sih?”gumam Yesung bingung. Kemudian ia tersadar sesuatu. “Ya! Kim Yuuri! Kau belum menciumku!”

***

“Aku frustasi sekali, Yun.”keluh Yesung saat ia sedang makan siang di gedung SM bersama Yunho. Sebelumnya Yesung ingin makan siang bersama Yuuri. Tapi lagi-lagi Yuuri menolak. Istrinya itu bilang ia akan belanja dengan Ang Hyeon. Waktu Yesung bilang ia dan Yunho ingin ikut, Yuuri menolak dengan alasan ia butuh waktu berdua dengan Ang Hyeon untuk membicarakan mengenai hal-hal perempuan, membuat Yesung mau tidak mau harus bilang iya.

“Waeyo?”tanya Yunho.

“Sudah beberapa hari ini ia cuek padaku. Ia bahkan tidak mau kupeluk atau tidur denganku! Kesannya seperti aku bau saja!”

Yunho tertawa. “Hyung, masa’ sih? Ia saja mau tidur dengan memelukku kok!”

Mata Yesung yang sipit itu membelalak lebar. “Yak! Kenapa kau tidur dengan istriku?!”omelnya.

“Aish Hyung! Dia kan adikku. Lagipula aku hanya menemaninya tidur saat Hyung belum pulang. Kebetulan saja aku sedang tidak ada schedule dan aku mampir ke rumah kalian.”

Yesung masih menyipit curiga. “Kau kan tahu ia sangat mencintaimu, Yunho-ya.”

“Karena aku Oppanya.”kata Yunho dengan berdecak. “Kami bukan incest hyung! Lagipula aku punya Ang Hyeon!”

Yesung menghela napas. “Yunho-ya, menurutmu sebenarnya ada apa dengan dongsaeng tersayangmu itu?”

Yunho mengangkat bahu. “Molla. Ia tidak cerita apapun padaku, tapi memang ia jadi sedikit lebih aneh.”

“Aneh?”

“Ia jadi semakin menempel padaku.”

“Bukankah itu hal yang menyenangkan?!”ucap Yesung sebal, “Setidaknya ia tidak cuek padamu.”ucapannya berubah sedih.

“Hyung, aku yakin kali ini bukan masalah besar. Yuu pasti punya sesuatu yang dipikirkan. Mungkin skripsinya.”Kemudian Yunho mengernyit, mengingat sesuatu. “Sejak kapan Yuu suka makan cemilan sehat yang rasanya aneh itu?”gumam Yunho, mengingat belanjaan yang dibeli Yuuri.

“He? Apa?

“Cemilan sehat.”kata Yunho, kemudian keningnya mengernyit lagi. “Lalu sejak kapan ia yang pecinta kopi jadi suka minum susu?”gumam Yunho pelan. “Lalu… body lotion? Ia tidak takut kulitnya iritasi?”

“Ya! Yunho-ya! Kau dari tadi menggumam apa sih?!”omel Yesung sebal. Lalu tiba-tiba mata sipit Yunho melebar ketika teringat sesuatu yang tidak disangkanya. Ia langsung berdiri tiba-tiba dari kursinya.

“Hyung, aku harus menelpon seseorang dulu!”kata Yunho lalu berlari ke sudut yang lumayan jauh dari Yesung. Ia menekan nomor orang yang ditujunya. Tidak perlu menunggu lama, si pemilik nomor telpon tersebut menjawab.

“Yunho-ya!”

“Yeoboseyo, Noona!”sapa Yunho, senang mendengar suara yang sangat dirindukannya itu.

“Neo… ya! Kenapa kau baru menelponku sekarang?!”omel suara itu. “Kau tidak tahu ya jika aku merindukanmu?!”

Yunho tertawa kecil mendengar protes itu. “Na do bogoshippo, Dawou Noona. Kau tahu aku sibuk. Seharusnya kau telpon aku lebih dulu jika merindukanku.”kata Yunho pada sepupunya, Jung Dawou.

Dawou berdecak. “Geurae, lainkali aku yang menelponmu lebih dulu. Tapi kau harus menjawab telponku sesibuk apapun ya!”

“Haha~ akan aku usahakan!”

“Geurae, sekarang, katakan padaku apa yang kau inginkan.”

Yunho terkejut. “He? Kok Noona tahu?”

“Cih! Memangnya sudah berapa lama kita bersaudara? Lalu apa yang mau kau katakan padaku selain ‘bogoshippo’?”

Yunho tersenyum dengan perkataan Noonanya yang sangat mengerti dirinya itu. ia langsung menanyakan hal yang membuatnya penasaran.“Noona, kalau kau, yang seorang yeoja yang tidak suka makan cemilan sehat, tiba-tiba makan cemilan sehat, itu biasanya karena apa?”

Dawou terdiam, merasa pertanyaan Yunho aneh. “Karena aku ingin sehat dong.”

Yunho mendengus. “Setahuku Noona tahu sejak dulu kalau sering-sering makan fast food itu tidak baik untuk kesehatan, tapi Noona tetap saja sering sekali memakan pizza!”

“Yak! Aku kan tidak separah Yuuri yang suka sekali minum ice coffee! Ia bahkan suka sekali ngemil malam dengan snack-snack yang tidak sehat! Aku hanya makan pizza sesekali!”protes Dawou.

“Aish! Tidak perlu berteriak Noona!”

“Makanya…. lalu? Apa sebenarnya yang ingin kau tanyakan tadi?”

Yunho bingung. “Ng… kalau yeoja yang suka makan snack tidak sehat, caffeine addicted, tiba-tiba jadi suka makan makanan sehat dan minum susu, biasanya itu karena apa?”

“Lalu, kalau Eonnie jadi tidak mau dekat-dekat dengan seseorang seolah-olah ia bau, padahal ia tidak bau, biasanya karena apa?”Yunho terdiam sebentar, lalu ia menyuarakan rasa penasarannya. “Waktu itu Noona bersikap aneh seperti itu saat hamil kan? Apa ada pengaruhnya?”

“Wah kau ingat hal itu ya?”Dawou tertawa. “Aku sih berhenti makan fast food dan mulai rajin minum susu saat aku hamil. Lalu saat hamil juga penciumanku jadi lebih sensitif, gampang mual. Makanya aku jadi banyak menghindari orang-orang, malah suamiku sendiri…”

Dan Yunho juga Dawou terkesiap bersamaan. Sepertinya mereka berpikir hal yang sama.

“Jangan-jangan…”Mereka berdua mengucap bersamaan juga.

“ANG HYEON HAMIL?!”

Yunho hampir saja melempar ponselnya karena terkejut dengan teriakan Dawou di telpon. Oke, Yunho meralat dalam hati. Mereka tidak berpikir hal yang sama. Karena jelas-jelas Ang Hyeon tidak mungkin hamil. Mereka saja belum pernah melakukan hal ‘itu’!

“Yak! Noona! Bu…”

“KYAAAAAAAAAAAAAAA~ AKU HARUS MENELPON ANG HYEON SEKARANG!”

“YAK! NOONA!”

Tapi hanya suara ‘tut tut tut’ yang menjawab panggilan Yunho.

Sementara itu, Ang Hyeon sedang menemani Yuuri yang sedang makan banana split dengan porsi besar di sebuah private restoran.

“Kau tidak takut semakin gemuk Yuu?”tanya Ang Hyeon yang takjub melihat Yuuri makan dengan banana split porsi besar untuk yang kedua kalinya. Yuuri hanya tersenyum sambil terus menyuap banana split-nya, membuat Ang Hyeon menggeleng heran.

Tiba-tiba ponsel Ang Hyeon berbunyi, dan ia melihat caller id-nya dengan wajah senang.

“Nugu?”tanya Yuuri.

“Dawou Eonnie.”jawab Ang Hyeon. Ia lalu menjawab ponselnya dan tiba-tiba terkejut dengan teriakan “Chukae!” dari Dawou.

“Chukae apa Eonnie?”tanya Ang Hyeon bingung. Yuuri menatapnya penasaran dengan sendok masih di dalam mulutnya.

“Congratulations for your pregnant!!”

“HEEE??”Tubuh Ang Hyeon langsung menegak. “Eonnie! Siapa yang hamil?!”seru Ang Hyeon, antara bingung dan sebal. Sementara Yuuri hampir tersedak dengan es krimnya.

“You, Ang Hyeon sweetheart!”Kebiasaan Dawou yang akan menggunakan english saat merasa sangat gembira, muncul kembali. Maklum saja, sepupu Jung bersaudara yang satu ini lama tinggal di US. “You’re so lucky to carry Yunho’s baby in your womb!”

“Wait a minute! Who told you that??”Ang Hyeon sekarang sudah merasa sangat sebal dengan ucapan-ucapan ngawur Dawou.

“Yunho. He asked me before about ‘a girl that suddenly like milk and healthy snacks’. And she having a problem with her sensitive nose’. Is that you right?”

Ang Hyeon melirik curiga Yuuri yang sekarang sudah mulai berhenti makan banana splitnya. Yuuri hanya nyengir gugup memandangnya. “I think I know who’s that girl.”ucap Ang Hyeon, tersenyum pada Yuuri yang terlihat gugup. “I’m very sure, I’m not pregnant, Eonnie. Besides, I always eat healthy foods. Yunho Oppa was mentioned someone else.”

“Nugu?”

Ang Hyeon tertawa kecil. “I’ll call you later.”kata Ang Hyeon, memutuskan sambungan telponnya dengan Dawou lalu tersenyum lebar pada Yuuri. “Is that you right? A girl who was mentioned by Yunho Oppa?”

“Yeah… I think so.”jawab Yuuri gugup. Lalu Ang Hyeon bangkit dari duduknya dan menghampiri Yuuri untuk memeluknya erat.

“Chukae, Yuu!”ucap Ang Hyeon senang. “Aku bahagia sekali mendengarnya!”

Yuuri tersenyum lalu membalas pelukan Ang Hyeon. “Gomapta, Eonnie.”

Lalu Ang Hyeon melepaskan pelukannya dan menarik kursi di sebelah Yuuri. “Sudah berapa minggu?”tanyanya bersemangat.

“Sekarang masuk minggu ke enam.”

Mata Ang Hyeon melebar. “Hampir dua bulan?”

“Ne.”

“Lalu, siapa saja yang sudah tahu?”

“Hyekyo dan Eonnie saja.”

“Mwo? Berarti Yesung Oppa dan Yunho Oppa belum tahu?”

Yuuri mengangguk. “Tapi sepertinya Yunho Oppa sudah bisa menebaknya.”kata Ang Hyeon. Ia lalu menunjukkan ponselnya yang berdering ke Yuuri. Yunho menghubunginya.

“Hyeon-ah, tadi Noona menelponmu?”

Ang Hyeon tertawa. “Ne. Tadi ia berbicara ngaco Oppa! Siapa yang hamil coba?”

“Aku tidak bilang padanya kalau kau yang hamil. Tapi ia langsung saja menebaknya sendiri dan memutus telponku.”ucap Yunho sebal. Tanpa bersuara Ang Hyeon menyodorkan ponselnya ke Yuuri.

Yuuri mendengarkan apa yang dikatakan Yunho. “Kau tahu, Hyeon? Kupikir Yuuri yang sedang hamil. Ia jadi aneh begitu. Yang tadinya suka minum kopi, jadi suka susu. Ia juga jadi suka cemilan sehat. Bahkan sabun dan lotion saja ia ganti karena baunya. Padahal ia kan punya kulit sensitif dan tidak bisa ganti-ganti merek. Mungkin Yesung hyung tidak sadar. Tapi aku kan bersama-sama dengannya sejak ia lahir, aku bahkan tahu jadwal menstruasinya. Jadi aku tahu ini pasti karena ia hamil. Gejalanya sama sih seperti Dawou Noona.”

Yuuri tersenyum mendengar ucapan Yunho yang menunjukkan rasa perhatian Oppanya itu pada dirinya. “Gomapta, Yun Oppa, kau perhatian sekali padaku.”ucap Yuuri lembut.

“Yuu?”ucap Yunho kaget. Kemudian Yuuri bisa merasakan Yunho tersenyum. “Apa tebakanku itu benar?”

“Apa disana ada Jongwoon Oppa?”

“Eopseo. Aku sedang sendirian di dalam mobil kok, jadi tidak akan ada yang dengar pembicaraan kita. Jadi, aku benar kan?”

Yuuri tersenyum. “Ne, Oppa benar. Tapi jangan beritahu Ahjusshi dulu ya!”

“BENAR? AKU BENAR?”ucap Yunho setengah berteriak. Suaranya terdengar sangat senang.

Yuuri tertawa. “Oppa, jangan berteriak. Nanti ada yang dengar!”

“Aku akan punya keponakan? Yes! Yes! Yes!”ucap Yunho senang dengan suara lebih kecil. Ang Hyeon dan Yuuri tertawa mendengarnya.

“Lalu, kau pasti belum memberitahukannya pada Yesung hyung kan?”

“Ng… aku ingin memberikannya kejutan. Oppa mau membantuku?”

***

Changmin memutar kursi belajarnya agar menghadap Yuuri. “Belajar gitar?”

“Ne. Aku ingin memberi kejutan untuk ulang tahunnya Jongwoon Oppa. Aku ingin menyanyi untuknya. Tapi karena aku tidak bisa dance, jadi ya kurasa lebih baik aku bernyanyi akustik saja.”jelas Yuuri bersemangat.

Changmin menatap Yuuri heran. “Kau yakin kalau kau ini adik King of Dancer U-know Yunho?”

“Oppa! Jangan meledekku! Kau mau mengajariku atau tidak?!”seru Yuuri kesal.

“Yak! Sebenarnya kau mau minta diajariku atau tidak?! Kenapa kau jadi marah-marah begitu!”balas Changmin dengan suara melengking.

Yuuri cemberut menatap Changmin, tapi kemudian ia memasang senyuman termanisnya. “Jebal… Changmin Oppa yang tampan baik hati dan tidak sombong, ajari aku main gitar. Ne?”bujuk Yuuri dengan memegang lengan Changmin manja.

Changmin mengernyit jijik melihat sikap Yuuri. Kemudian ia mendorong kening Yuuri dengan jari telunjuknya. “Jangan bersikap manja padaku! Itu tidak bisa mempengaruhiku!”

“Ish! Kau jahat sekali Min Oppa!”jerit Yuuri kesal. “Dasar evil! Eviiiiiiiiiillllllllllll!!!”

“Kalian berdua kenapa sih?”tanya Jaejoong sebal karena mendengar jeritan-jeritan menyakitkan telinga dari Changmin dan Yuuri. Ia masuk ke kamar Changmin dengan masih memakai celemek dan memegang spatula di tangannya. Alisnya mengernyit melihat Yuuri yang cemberut menahan tangis dan Changmin yang memasang ekspresi evilnya.

Yuuri memandang Jaejoong dengan mata berkaca-kaca. “Jae Oppa, Min Oppa tidak mau mengajariku main gitaaaaarrrr~”ucapnya sedih.

Jaejoong menghela napas. Heran dengan hubungan buruk kedua dongsaengnya ini. “Changmin-ah, ajari Yuuri ya…”

“Andwae! Aku malas!”jawab Changmin cepat yang membuat Yuuri semakin cemberut.

“Kalau ia tidak mau mengajarimu main gitar, main piano saja, Yuu. Biar aku ajari.”kata Yoochun yang baru masuk ke kamar Changmin dengan memegang buku dan melepas earphone di telinganya.

“Tapi kan, piano itu susaahhhhh~”

“Lalu kau pikir gitar itu gampang?”tanya Changmin dengan mengangkat alis.

“Keundae… ng… Min Oppa kan lebih jago main gitar dari yang lain, seharusnya kau bisa mengajariku dengan mudah kan?”kata Yuuri, sengaja mengeluarkan pujian untuk Changmin agar Oppa-nya yang evil itu mau mengajarinya.

Tapi tampaknya Changmin sama sekali tidak terpengaruh dengan pujian itu. “Aku memang bisa dengan mudah mengajarimu. Tapi memangnya orang yang buta nada sepertimu bisa belajar dengan cepat? Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu? Kau kan berbeda sekali dengan Yunho hyung yang bisa mengingat nada-nada lagu dengan cepat.”

Dan airmata Yuuri kini benar-benar mengalir mendengar sindiran yang menohok jantung itu. Dirinya dan Yunho memang saudara kandung, tapi mereka sangat berbeda. Yuuri sangat mirip dengan ibunya, sedangkan Yunho sangat mirip dengan ayahnya. Mereka juga berbeda dari segi bakat. Yunho sangat jago dance dan menyanyi, ia sangat mengerti nada. Sementara Yuuri kebalikannya. Ia lebih mengerti pelajaran ilmiah yang lebih menggunakan otak kiri. Dan Yuuri itu sangat buta nada. Persamaan mereka berdua mungkin hanya di sama-sama jago olahraga.

Yuuri sebelumnya tidak mempermasalahkan ke-buta nada-annya, tapi sekarang dalam keadaan seperti ini ia jadi sedih memikirkan hal itu. Tapi ia berusaha mengatasinya dengan tersenyum kecil dan melap airmatanya. “Aku akan berusaha jadi murid yang baik.”

Kemudian Changmin berpikir-pikir lagi.“Ah anhi, bukan dua minggu, bahkan sepertinya kurang dari seminggu. Schedule DBSK kan padat sekali, aku tidak punya waktu yang cukup untuk mengajarimu.”

Senyum di wajah Yuuri menghilang, dan airmatanya mulai mengalir lebih deras.

“YAK! SHIM CHANGMIN!”seru JaeChun berbarengan dengan kesal. Jaejoong mengetok kepala Changmin dengan spatula, sementara Yoochun memeluk Yuuri berusaha menenangkannya.

“Aish! Appo hyung!”jerit Changmin.

“Neo! Kau mau kulaporkan ke Yunho?!”omel Jaejoong. “Kau beruntung tidak ada Yunho sekarang!”

“Aku kan hanya bercanda!”kata Changmin merengut. Yuuri mendelik pada Changmin dari balik pelukan Yoochun.

“Apanya yang bercanda…”gerutu Yuuri pelan. Yuuri memang tidak pernah mengerti sama selera humor Changmin yang sedikit kejam itu. Tapi sebenarnya yang lebih ia tidak mengerti itu kenapa ia tetap mau saja meminta bantuan Changmin, walaupun tahu ia akan diisengi dulu? Yuuri rasa mungkin karena Changmin sudah cukup lama juga menjadi Oppanya.

Ia lalu menghapus airmatanya dengan saputangan yang diberikan Yoochun.

Changmin tertawa melihat wajah Yuuri yang berantakan karena menangis. “Geurae, aku akan mengajarimu! Jadi kau tidak perlu jadi cengeng begitu Yuu!”

Dan Yuuri menjerit senang dan langsung menghampiri Changmin untuk memeluknya erat. “Gomapta, Oppa!”

“Ne~ tapi kau harus berlatih yang serius ya!”kata Changmin sambil mengacak-acak rambut Yuuri. Yuuri mengangguk bersemangat.

Tiba-tiba pintu kamar Changmin terbuka.

“He? Wah pemandangan yang langka!”ucap Junsu senang dengan suara lumba-lumbanya. Lalu Yunho muncul dari belakangnya.

“Sejak kapan kalian berdua akur?”tanyanya heran melihat Yuuri dan Changmin yang berpelukan.

“Siapa yang akur?”kata Changmin dengan mencubit pipi Yuuri keras, membuat Yuuri menjerit dan keempat namja yang lain berteriak marah pada Changmin.

***

Dan selanjutnya hari-hari Yuuri hanya diisinya dengan berlatih gitar. Changmin yang tentu saja sibuk dengan schedule DBSK, hanya bisa sesekali mengajari Yuuri. Jadi Yuuri harus berlatih sendiri, mengingat-ingat yang diajarkan Changmin padanya. Tapi tentu saja Yesung sama sekali tidak tahu soal hal ini. Ia juga sudah cukup sibuk dengan schedule-nya sendiri. Setiap hari, Yuuri baru akan mulai berlatih gitar ketika Yesung sudah berangkat, dan ia tidak akan menyentuh gitarnya lagi jika Yesung sudah di rumah.

Hanya saja, yang masih membuat Yuuri heran adalah, kenapa ia masih belum bisa mengatasi rasa mualnya jika berada di dekat Yesung? Sebenarnya apa yang dipakai namja itu sampai Yuuri merasa tidak tahan dengan baunya?

“Sebenarnya apa salahku sampai kau menghindariku seperti ini?”tanya Yesung frustasi karena Yuuri masih saja menghindari dirinya bahkan menghindar dari tidur memeluknya. Ini sudah berhari-hari lamanya sejak ia sudah mulai bisa pulang ke rumah setelah schedule padatnya, tapi Yuuri malah tidak mau tidur memeluknya. Malahan Yuuri seperti sengaja menghindarinya dengan berkurung di ruangan belajar, tentu saja alasannya adalah mengerjakan skripsi.

Yuuri menatap Yesung bingung dan merasa bersalah. “Oppa tidak punya salah kok…”ucapnya pelan, bingung harus mengatakan apa. Tidak mungkin kan ia jujur sekarang? Lagipula masa’ ia harus jujur dengan mengatakan ‘Oppa, kau bau sekali, makanya aku mengindarimu!’ itu akan membuat Yesung bingung. Kalau begitu kan ia jadi harus mengatakan tentang kehamilannya.Dan ia tidak ingin mengatakannya sekarang. Ulang tahun Yesung cuma tinggal empat hari lagi!

“Kau berbohong! Kau menyembunyikan sesuatu dariku, Kim Yuuri!”ucap Yesung tajam. “Katakan padaku!”

“Anhi. Aku tidak menyembunyikan apapun!”elak Yuuri.

Yesung menatap Yuuri tajam, membuat Yuuri menundukkan wajah. “Lalu kau pikir aku percaya? Apa aku baru bisa mengetahui alasannya setelah nanti kau kabur lagi?”

Mata Yuuri melebar mendengar tuduhan Yesung itu. “Oppa!”

“Wae? Kau benar-benar mau kabur lagi?”tanya Yesung kesal. Lalu ia duduk di sofa, dan menundukkan wajahnya yang sudah berubah menjadi sangat murung. “Sebenarnya kau ini bahagia atau tidak sih Yuu menikah denganku? Kau selalu saja kabur dariku jika ada masalah. Kau tidak pernah mau menceritakan padaku hal-hal yang membuatmu khawatir. Padahal yang aku inginkan hanya membuatmu bahagia, tapi bagaimana mungkin aku melakukannya jika kau tidak mau terbuka padaku?”

Airmata Yuuri mulai mengalir. Kata-kata Yesung memang benar. Ia tidak pernah bisa terbuka pada Yesung mengenai dirinya sendiri, walaupun Yesung sudah menjadi suaminya. Tapi itu dilakukannya karena ia masih merasa canggung. Ia tidak terbiasa terbuka dengan orang lain mengenai isi hatinya sendiri. Hanya orang-orang terdekatnya yang sudah bisa mengetahui isi hatinya tanpa ia perlu mengatakannya. Tapi mungkin berat bagi Yesung, yang masih baru dalam kehidupan Yuuri, untuk bisa membaca isi hatinya itu.

“Oppa… mianhe…”ucap Yuuri dengan berkali-kali berusaha mengusap airmatanya yang mengalir. Yesung menghela napas. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri Yuuri untuk memeluknya.

“Mian, lagi-lagi aku membuatmu menangis.”ucap Yesung penuh penyesalan. Ia memeluk Yuuri erat. Tapi lagi-lagi Yuuri merasakan bau aneh yang membuatnya mual dari tubuh Yesung. Ia ingin menahannya, karena ia ingin memeluk Yesung selama mungkin. Tapi ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Ia melepaskan pelukan Yesung dengan sedikit memaksa, lalu mundur dua langkah untuk menjauhinya.

Yesung terkejut karena Yuuri memaksa untuk melepaskan pelukannya. Ia memandang Yuuri dengan tatapan terluka. “Mian aku memelukmu terlalu erat.”ucapnya pelan.

Yuuri menggeleng cepat. Sedih melihat wajah terluka suaminya itu. “A… anhi. Nan…”

“Untuk beberapa hari ke depan aku mungkin tidak pulang,”kata Yesung memotong ucapan Yuuri.

“Ne?”Yuuri menatapnya bingung.

“Beberapa hari ke depan aku akan ada schedule sampai pagi, jadi akan sulit untuk pulang. Jadi aku akan menginap di dorm.”jelas Yesung tanpa menatap Yuuri.

“Ke…. keundae Oppa…”

“Kau tenang saja, kau tidak akan sendirian. Aku sudah menelpon Ang Hyeon dan ia bilang ia akan menemanimu.”

Yuuri mulai ingin menangis lagi.  Tapi ia tidak ingin membantah Yesung saat ini. Ia merasa mungkin akan lebih baik seperti ini. Tapi benarkah?

Tiba-tiba Yesung mengambil jaket dari sofa lalu menghampiri Yuuri. “Aku pergi sekarang. Ang Hyeon sebentar lagi akan datang. Jaga dirimu baik-baik dan jangan merepotkannya.”kata Yesung. Ia lalu mendekati Yuuri perlahan lalu mengecup kening dan bibir Yuuri dengan lembut.

“Saranghae.”ucap Yesung lalu ia berbalik dan meninggalkan Yuuri sendirian di rumah besar itu.

Yuuri menangis memandang kepergian Yesung. Ia langsung berlari ke kamarnya. Kemudian karena terburu-buru, ia tanpa sengaja menabrak pinggiran meja rias, membuat beberapa kosmetik yang ada di atasnya terjatuh.

“Awww~”ringis Yuuri, menyentuh pahanya yang sakit. Kemudian setelah beberapa saat berusaha mengatasi rasa sakit di pahanya, Yuuri mulai memunguti satu persatu kosmetik yang terjatuh dari atas meja rias.

“Kenapa ahjusshi itu punya lebih banyak kosmetik dibanding aku sih?”gerutunya sebal sambil memunguti satu-persatu kosmetik yang terjatuh itu. kemudian Yuuri mengernyitkan hidungnya ketika mencium bau yang membuatnya mual. Ia lalu mulai menciumi satu-persatu kosmetik yang dipungutinya itu, dan ia mulai merasakan mual yang amat sangat ketika mencium salah satu botol yang dipungutnya.

Mata Yuuri membelalak lebar saat melihat botol kosmetik apa yang membuatnya mual. “Deodorant spray?! Aish! Jadi gara-gara ini?!!”ucapnya kesal dengan melempar botol itu.

***

Yesung masuk ke dorm Super Junior dengan membanting pintu, membuat beberapa member SUJU yang berada di dalamnya tersentak kaget.

“YAK! Yesung-ah! Kau kasar sekali!”omel Leeteuk.

Yesung kemudian memandang Leeteuk dengan ekspresi datar, lalu menoleh ke pintu. “Ah, mian hyung.”ucapnya pelan, lalu pergi ke kamarnya dan Ryeowook.

Leeteuk dan yang lain bertukar pandang heran. “Ia kenapa sih?”tanyanya, yang lain hanya mengangkat bahu. Kemudian Leeteuk memutuskan untuk menghampiri Yesung ke kamarnya. Ia mengetuk pintu itu pelan. Tapi setelah beberapa kali tidak ada jawaban, Leeteuk memutuskan untuk masuk sendiri.

Seperti yang sebelumnya diduganya, Yesung memang tidak mendengar suara ketukan pintunya. Dongsaengnya itu sedang duduk di kasur dengan memeluk bantal. Matanya terlihat menerawang. “Yesung-ah!”panggilnya, tapi Yesung masih tidak bergeming. Akhirnya ia menghampirinya dan duduk di tepian kasur Yesung. Ia menyentuh bahunya pelan.

“Ne, Yuu?”jawab Yesung langsung, tapi kemudian ia terkejut ketika melihat wajah Leeteuk di dekatnya. “Hyung!”ucapnya kaget.

“Sudah kuduga, ini pasti gara-gara Yuuri.”ucap Leeteuk dengan geleng-geleng kepala. “Apa lagi yang dilakukannya sampai membuatmu seperti ini?”

Yesung terdiam sebentar. “Eopseo, hyung. Aku hanya sedang berpikir, apa aku terlalu sibuk ya sampai membuat ia marah dan jadi sengaja menghindariku begitu?”

“Ia menghindarimu?”

“Ne. Ia bilang sih ia tidak menghindariku, tapi aku merasa seperti itu.”cerita Yesung sedih.

Leeteuk tersenyum dan menepuk bahunya pelan. “Kalau begitu katanya, berarti memang bukan. Kau pasti hanya terlalu memikirkannya.”

“Mungkin. Tapi yang aku heran kenapa ia jadi lebih sering bersama DBSK? Aku tahu ia dekat sekali dengan Yunho, tapi masa’ ia selalu menempel Oppanya itu sih sekarang?!”gerutu Yesung kesal.

“Bukan Yunho hyung, tapi Changminnie.”jawab sebuah suara. Yesung dan Leeteuk menoleh dan melihat Kyuhyun yang masuk ke kamar Yesung dengan tangan dan mata yang sibuk dengan PSP-nya.

“Changmin?”tanya Yesung bingung.

Kyuhyun duduk di atas kasur Yesung, tanpa mengalihkan perhatiannya dari PSP-nya, ia menjawab. “Changmin mengeluh padaku, betapa bebalnya Yuuri saat diajari main gitar olehnya. Aku heran pada Changmin, mau-maunya ia mengajari Yuuri yang buta nada itu untuk belajar main gitar. Seharusnya kalau mau kasih keju…”Kemudian Kyuhyun menghentikan ucapannya dan menatap Yesung yang menatapnya penasaran dan Leeteuk yang melotot padanya. Dan ia baru sadar kalau ia hampir saja kelepasan bicara.

“Hahaha~ sepertinya aku mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ya!”kata Kyuhyun gugup melihat tatapan tajam Leeteuk. Ia langsung buru-buru bangkit dari kasur Yesung dan pergi keluar dengan PSP-nya.

“Ya! Kyuhyun-ah! Selesaikan bicaramu! Kyuhyun-ah!”Tapi Kyuhyun tidak menghiraukan panggilan Yesung.Lalu Yesung menatap Leeteuk tajam. “Hyung tahu sesuatu?”tanyanya.

Leeteuk menggeleng cepat. “Anhi. Aku tidak tahu sama sekali apa yang dibicarakan Kyuhyun.”jawab Leeteuk, tentu saja berbohong. Semua member Super Junior dan DBSK tahu jika Yuuri ingin memberikan kejutan ulang tahun pada Yesung, malah mereka juga ikut membantu. Tapi mereka sama sekali tidak tahu mengenai kehamilan Yuuri, kecuali Yunho.

Yesung masih menatapnya curiga. “Serius! Aku sama sekalitidak tahu!”

“Geurae. Kali ini aku percaya padamu Hyung!”kata Yesung sebal.

Tiba-tiba ponsel Yesung berbunyi. Ia melihat sms yang masuk dan langsung saja membukanya ketika melihat nama Yuuri yang tertera di sms masuknya. Wajahnya langsung tersenyum lebar begitu melihat isi pesan itu, membuat Leeteuk heran. ‘Apa itu dari Yuuri?’pikirnya.

Kalimat “Oppa, nan baboya.” Tertulis di bawah foto Yuuri yang menunjukkan wajah cemberut sementara satu kepalan tangannya berada di kepalanya, seolah-olah menjitak kepalanya sendiri.

Lalu Yesung membuka foto yang lain. “Jeongmal mianheyo. Please forgive me ne?” tertulis di bawah foto Yuuri yang menunjukkan puppy eyes-nya dan senyum lebar sementara kedua jari telunjuknya diletakkannya di kedua pipinya. Senyum Yesung semakin melebar membuat Leeteuk semakin penasaran.

“I LOVE YOU”tertulis di bawah foto Yuuri yang dengan imutnya berdiri di atas sofa dengan kedua tangan membentuk hati di atas kepalanya. Ia tersenyum lebar dan terlihat sangat cantik di foto itu, membuat Yesung melupakan rasa gundahnya sebelumnya.

Yesung tertawa senang. Ini pertama kalinya ia melihat Yuuri mau bersikap seimut ini, dan itu membuatnya merasa begitu gembira.“Aish! Jung Yuuri! Kau membuatku semakin mencintaimu!”gumam Yesung, membuat Leeteuk yang mendengarnya mau tidak mau ikut tertawa.

Mungkin dengan begini Yesung tidak akan curiga lagi.

Sementara itu Yuuri sedang menutup wajahnya malu dengan bantal sofa karena tadi ia mengirim foto-foto cute-nya yang sebelumnya sama sekali tidak pernah ditunjukkannya dengan siapapun. Ang Hyeon tertawa melihat wajah malu Yuuri.

“Eonnie! Jangan tertawa terus!”protes Yuuri dari balik bantalnya.

“Haha~ tapi kau lucu sekali Yuu! Ini pertama kalinya aku melihatmu bersikap seimut itu!”kata Ang Hyeon di sela-sela tawanya. Lalu terdengar suara ponsel Yuuri berdering. Yuuri langsung mengambil ponselnya dan melihat sms yang masuk. Ia tersenyum ketika melihat nama Yesung yang tertera di sms yang masuk ke ponselnya.

“Na do baboya.”tulis Yesung di bawah fotonya yang menurut Yuuri cute seperti biasanya. Yesung mencubit pipinya dan bibirnya yang cemberut serta matanya yang terpejam mengesankan seolah-olah ia kesakitan karena cubitan itu sendiri.

Yuuri lalu melihat foto lain yang dikirim Yesung. Sama seperti dirinya tadi, Yesung juga mengiriminya tiga foto.

Kali ini Yesung juga menunjukkan wajah terimutnya. Puppy eyes-nya menatap kamera dengan imutnya dan bibirnya mengerucut imut. Di bawah foto itu tertulis: “Aku juga banyak salah. Jeongmal mianheyo yeobo~” Kemudian Yuuri membuka foto ketiga yang dikirim Yesung. Di foto itu Yesung berfoto berdua dengan Donghae. Donghae menunjukkan V sign-nya sementara Yesung merangkulnya dan tangan satu laginya di letakkan di bawah dagunya.

“Aku kan imut sekali, makanya istriku, Kim Yuuri, sangat mencintaiku. Kekeke~”tulis pesan Yesung di bawah foto itu

“Geez~ narsis sekali dia!”kata Yuuri dengan tersenyum lebar. Ang Hyeon memperhatikan foto itu juga lalu tersenyum. Kemudian mereka membaca lanjutan isi pesan itu. “Donghae bilang: Hwaiting! Aku tidak mengerti maksudnya apa.”lanjut isi pesan Yesung. Tapi Yuuri dan Ang Hyeon mengerti maksud Donghae. Mereka tersenyum.

Tadinya Yuuri pikir foto yang dikirim Yesung hanya tiga itu saja, tapi tiba-tiba ada sms yang masuk lagi. Ia membukanya, dan kali ini senyumnya lebih lebar lagi saat melihat foto itu. Foto Yesung yang memakai jas lalu kedua tangannya membentuk love sign di depan dadanya. “I LOVE YOU MOREEEEE~ KIM YUURI!”tulis pesan Yesung di bawah foto itu.

“Aish! Eonnie! Aku jadi tidak sabaran untuk segera memberinya kejutan!”kata Yuuri dengan airmata mengalir bahagia. Ia memeluk Ang Hyeon erat.

Siapa sangka hanya dengan hal kecil begini mereka berdua bisa berbaikan? Hehe~

***

Yesung memang mengatakan jika ia akan menjadi sibuk beberapa hari ke depan, dan itu memang benar. Entah kenapa akhir-akhir ini Yesung merasa schedule pribadinya jadi lebih banyak, terutama jadwal siarannya di Sukira, membuatnya menjadi lebih sulit untuk pulang ke rumah dan bertemu Yuuri. Padahal itu semua sengaja Leeteuk dan managernya yang rancang. Agar Yuuri dan member Super Junior lainnya bisa lebih leluasa membuat kejutan untuknya.

Lalu, hari itu pun tiba.

Yesung bukannya tidak ingat hari ulang tahunnya. Berbeda dengan Yuuri, ia selalu ingat. Dan ia senang karena Yuuri juga ingat, bahkan membuatkannya Seaweed Soup. Tapi sayangnya ia tidak bisa bertemu Yuuri karena sibuk, sehingga Yuuri hanya menitipkan sup itu pada managernya.

“Gomapta! Aku senang bisa menyicipi Seaweed Soup pertama buatanmu!”ucap Yesung senang saat menelpon Yuuri.

“Mashita?”

“Hmm~ sedikit asin sih, tapi enak kok!”kata Yesung tertawa. Ia bisa membayangkan wajah cemberut Yuuri yang imut itu sekarang.

“Aish! Oppa! Lainkali tidak akan kubuatkan!”gerutu Yuuri.

“Aku yakin kau akan membuatkannya lagi tahun depan.”

“Eiy~ Jangan terlalu yakin, ahjusshi!”

“Harus dong. Kan aku tahu kalau kau sangaaaattttttttt mencintaiku!”ucap Yesung mulai gombal.

“Neee~ aku sangaaaatttttt mencintaimu! Jadi, selesaikan schedule-mu hari ini dan cepat pulang, oke? Bye~”Dan tanpa menunggu jawaban Yesung, Yuuri menutup telponnya.

“Aish! Kenapa ia menutup telponnya secepat itu sih!”gerutu Yesung, kemudian ia menghampiri managernya.

“Hyung, hari ini schedule-ku sampai jam berapa?”tanyanya pada managernya.

“Sampai jam 1 pagi.”

“MWO?! Ya hyung! Memangnya tidak bisa hari ini pekerjaanku dikurangi? Aku kan ulang tahun hari ini!”protesnya.

“Sayangnya tidak bisa, Jongwoon-ah. Kau baru bisa mendapatkan waktu senggang dua hari lagi.”jelas managernya, membuat Yesung cemberut.

“Jadi aku tidak bisa merayakan ulang tahunku bersama Yuuri hari ini?”ucap Yesung sedih. Kemudian ia mengirim pesan pada Yuuri mengenai hal itu. Yesung merasa sangat kecewa saat harus mengirimkan pesan itu. Padahal, tanpa ia tahu, Yuuri sekarang sedang mempersiapkan pesta kejutan untuknya di rumah mereka.

Setelah sejak pagi menjalani schedule-nya yang padat bersama Super Junior, Yesung sudah berada di ujung rasa lelahnya. Ia melihat jam tangannya dan mendesah kecewa saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Seharusnya ia bersenang-senang dengan Yuuri hari ini untuk merayakan ulang tahunnya, tapi ia malah masih harus ke stasiun radio sekarang untuk siaran di Sukira. Akhirnya karena lelah, ia tertidur di mobil.

Tidak berapa lama, Yesung merasakan mobilnya berhenti. Ia membuka matanya perlahan dan melihat mobilnya sudah sepi, tidak ada membernya yang lain.

“Kemana mereka?”gumamnya. Kemudian ia mengucek-ucek matanya pelan, lalu keluar dari mobil. Ketika matanya sudah bisa menyesuaikan dengan cahaya, ia terkejut karena melihat halaman rumahnya yang penuh dengan pepohonan pinus.

“Kenapa aku disini? Ini kan rumahku.”gumamnya. Ia lalu berjalan menyusuri jalan setapak ke depan rumahnya. Tapi yang ia dapati malah rumahnya berada dalam keadaan gelap.

Dengan bingung Yesung masuk ke dalam dan menyalakan lampunya. “Yuu?”panggilnya. Tidak ada jawaban. Lalu ia mencari Yuuri ke dalam kamar, tidak ada. Ke ruang belajar, tidak ada juga. Yesung mencari istrinya itu ke semua ruangan, tapi tetap tidak ada juga. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk mencari Yuuri ke halaman belakang.

Mata Yesung yang sipit membelalak lebar saat melihat halaman belakang yang terlihat begitu bercahaya. Lampu halaman dimatikan, digantikan dengan cahaya-cahaya lilin yang dipasang di pinggiran jalan setapak. Yesung tersenyum dan mengikuti jalan setapak itu sampai akhirnya ia harus berhenti karena terkejut melihat sebuah layar muncul dari kegelapan di hadapannya.

Tiba-tiba muncul fotonya saat merayakan ulang tahun Yuuri yang ke-20 tahun.

“First time I met you…”tulis di bawahnya. Kemudian muncul banyak foto-foto Yesung yang ia tidak tahu kapan diambilnya. Lalu muncul lagi tulisan.

“Saat itu aku memang bilang tidak ingin bertunangan denganmu, tapi kau selalu membuatku memperhatikanmu diam-diam.”

Yesung tersenyum membaca tulisan itu. Lalu muncul lagi fotonya yang lain. Kali ini fotonya yang menatap ke depan dengan ekspresi bosan di sofa ruang tamu rumah keluarga Yuuri. Ia ingat jika saat itu ia menemani Yuuri menonton film-film lama.

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau bosan menemaniku menonton? Pabo!”

“Tapi aku tahu kau tidak bosan memperhatikanku saat aku menonton. Jadi aku pura-pura tidak tahu saja. Hehe~”

Yesung tertawa kecil.

“Dan karena momen indah itulah aku jadi sangat menyukai lagu di film itu. You’re my Only Hope~”

Foto Yesung yang lain muncul. Kali ini foto-foto selca-nya bersama Yuuri. Saat mereka baru selesai mengucap janji setia, dengan masih mengenakan baju pengantin, Yuuri yang mencium pipi Yesung. Kemudian foto saat mereka baru melewati hari pertama mereka sebagai suami istri. Dalam keadaan masih memakai baju tidur dan wajah polos tanpa make-up, Yesung mencium bibir Yuuri.Lalu ada kalimat ‘When we’re together’ di antara foto-foto yang muncul itu.

Selanjutnya foto mereka berdua yang saling memandang dan tersenyum. Di bawahnya tertulis: “When I see your eyes looking at me lovingly, I feel special”

Lalu foto-foto selca konyol mereka berdua, yang tidak Yuuri izinkan untuk Yesung publish di twitternya. Yesung tertawa melihatnya. Ia tersenyum lebar saat melihat foto Yuuri yang tertawa lebar. Kemudian tertulis kalimat “When  we’re together , I get happy again, without knowing, I put on a smile” di antara foto-foto yang muncul itu.

Saat Yesung sedang menikmati momen-momen di foto itu, tiba-tiba semua berubah gelap. Yesung yang baru saja terkejut karena layar di hadapannya menghilang, dikejutkan lagi oleh panggung kecil yang tiba-tiba muncul dari arah sebelah kirinya. Panggung kecil itu diterangi cahaya dari lampu-lampu kecil dan memperlihatkan sosok Yuuri yang terlihat cantik dengan gaun pendek tanpa lengan yang berwarna putih, dengan rambut panjangnya dikepang dua dan pita putih menghiasi kepalanya. Ia duduk di sebuah kursi dan tersenyum manis pada Yesung yang ternganga melihatnya.

Lalu tanpa mengatakan apapun, Yuuri mulai mengetik gitar yang dipegangnya.

 

There’s a song that’s inside in my soul

It’s the one that I’ve tried to write over and over again

I’m awake in the infinite cold

But You sing to me over and over and over again

 

So I lay my head back down

And I lift my hand and pray

To be only yours I pray… To be only yours I know now

You’re my only hope….

 

Selama Yuuri menyanyikan lagu itu, mata Yesung tak pernah lepas dari Yuuri. Sementara Yuuri sesekali harus melirik gitarnya agar tidak salah nada, membuat Yesung jadi bertanya-tanya sendiri, berapa lama Yuuri belajar bermain gitar?

Kemudian Yuuri selesai menyanyikan lagu itu. Tapi saat Yesung melangkah untuk mendekatinya, Yuuri tersenyum dan menggeleng pelan, kemudian kembali memetik gitarnya.

 

Haruharu saraganeun ge sesang sogeseo

Budichineun ge

Himdeul ttae

Sumanheun saram sogeseo

Geu junge han

Myeongpuniraneun ge neukkyeojil ttae

 

Sarangseureon nungillo

Nareul barabwajuneun

Ni nuneul bomyeon nan teukbyeolhada

Neukkyeojyeo, ttadeutan ni pumeuro

Nareul anajumyeoneun

On mome sangcheoga modu amureoga

 

Kemudian airmata Yuuri menetes saat menyanyikan bagian reff lagu itu.

 

When we’re together… when we’re together

Modeun ge gwaenchanhajyeo

Apeun gieokdeul sarajyeo

When we’re together… when we’re together

Nan dasi haengbokhaejyeo

Nado moreuge misol jieo, sseulssulhami milyeool ttae

Gap jagi honjarago neukkil ttae geureol ttae

Modeun geotdeuri natseolgo

Gapjagi jasini eobseojineun geu sungane

(Together- Jiyeon T-ara & JB)

A/n: lagunya masih panjang, tapi ini author kasih translatenya aja ya!^^

 

(Hidup hari demi hari,

Melawan dalam dunia ini

Ketika sesuatu menjadi lebih berat

Ketika kau merasa seperti kau lahsatu-satunya yang sendiri

di antara orang-orang yang tak terhitung banyaknya

 

Ketika aku melihat matamu, menatapku dengan penuh cinta

Aku merasa istimewa

Ketika kau menahanku di dalam pelukan hangatmu

Semua luka dalam diriku sembuh

 

Ketika kita bersama, ketika kita bersama

Segalanya menjadi baik-baik saja

Kenangan yang menyakitkan hilang

Ketika kita bersama, ketika kita bersama

Aku menjadi kembali bahagia

Tanpa kuketahui, aku tersenyum

 

Ketika kepahitan menyelimutiku,

Ketika tiba-tiba aku merasa sendiri

Di saat semuanya terasa aneh,

Dan ketika tiba-tiba aku merasa tidak percaya diri

 

Ketika kita bersama, ketika kita bersama

Segalanya menjadi baik-baik saja

Kenangan yang menyakitkan hilang

Ketika kita bersama, ketika kita bersama

Aku menjadi kembali bahagia

Tanpa kuketahui, aku tersenyum

 

Suaramu yang mempercayaiku dan memberiku keberanian,

Mengizinkanku untuk pergi menghadapi dunia lagi

Kenyataan bahwa kau berada satu langkah di belakangku,

Selalu memperhatikanku,

Adalah hal yang sangat penting untukku

 

Ketika kita bersama, ketika kita bersama

Segalanya menjadi baik-baik saja

Kenangan yang menyakitkan hilang

Ketika kita bersama, ketika kita bersama

Aku menjadi kembali bahagia

Tanpa kuketahui, aku tersenyum

 

Seperti ini, hanya seperti kita sekarang ini

Jika kau berada di sisiku

Kesulitan apapun yang mungkin terjadi

Aku akan berhasil menghadapinya)

 

Yesung tersenyum lebar, dan airmatanya mulai mengalir melihat Yuuri menyanyikan lagu itu penuh penghayatan. Kemudian ketika lagu itu selesai, Yuuri menghapus airmatanya lalu memandang Yesung penuh cinta.

“Mianhe, suaraku tidak sebagus suara Oppa.”ucapnya dengan tersenyum malu.

Yesung menggeleng pelan. “Suaramu indah sekali Yuu…”pujinya tulus, membuat Yuuri merasa lebih malu lagi. Kemudian ia menepukkan kedua tangannya dan Yesung terkejut ketika tiba-tiba semua lampu di taman itu menyala, memperlihatkan semua orang yang berada disana. Kedua orangtua mereka, Jongjin, member Super Junior, Yunho, member DBSK, Ang Hyeon, Hyekyo dan orang-orang terdekat mereka. Mereka bertepuk tangan.

“Saengilchuka hamnida…”Mendengar nyanyian Yuuri, Yesung langsung menoleh ke arah Yuuri yang berada di atas panggung. Sekarang istrinya itu sudah membawa kue ulang tahun berbentuk hati dan dengan lilin berbentuk angka 28. “Saengilcuka hamnida…”Nyanyi Yuuri lagi. Yesung hanya bisa menatapnya sampai ia merasakan tubuhnya terdorong. Ia menoleh melihat Donghae, Kangin dan Shindong yang mendorongnya ke arah panggung. Yesung langsung naik ke atas panggung itu, berdiri berhadapan dengan Yuuri. “Saranghaneun nae nampyon Kim Jongwoon~ Saengilchuka hamnida~”

Yesung masih terus menatap Yuuri dengan tersenyum, membuat Yuuri tertawa kecil lalu berkata, “Tiup lilinnya Oppa.”

Yesung meniup lilin ulang tahun itu dengan cepat lalu mencondongkan tubuhnya untuk mengecup bibir Yuuri sebelum yeoja itu sempat mengucapkan apapun. “Gomawo.”ucap Yesung tulus.

Yuuri tersenyum karena ciuman Yesung. Kemudian ia mengernyitkan hidungnya, merasakan aroma yang terlalu kuat yang membuatnya pusing. “Aish! Pasti ia masih pakai cologne yang sama!”gerutu Yuuri dalam hati.

“Yuu?”panggil Yesung.

“Ah ne?”jawab Yuuri dengan tersenyum lebar. Lalu dengan berusaha mengesampingkan aroma kuat cologne yang dipakai Yesung, Yuuri memeluk Yesung erat. “Saengilchukae, Oppa! Saranghae!”ucapnya lembut. Yesung tersenyum dan balas memeluknya erat.

Semua orang bertepuk tangan melihat pasangan suami istri itu. Bahkan Yesung bisa mendengar komentar-komentar jahil seperti: “Ayo masuk kamar!”, “Bikin anak!”, “Kasih kita keponakan!”

Yesung melepaskan pelukannya dari Yuuri lalu memandang tajam orang-orang yang mengatakan itu. “Yak! Kau pikir gampang!”serunya kesal, membuat semua orang tertawa.

Yesung lalu menoleh kembali pada Yuuri. Tapi yang ia lihat adalah wajah pucat Yuuri dan keringat dingin yang mengalir dari keningnya. “Yuu, gwenchana?”tanya Yesung cemas dengan menyentuh lembut pipi Yuuri.

Yuuri berusaha tersenyum walaupun kepalanya sudah mulai pusing sekali sekarang. “Gwenchana, Oppa…”ucapnya lirih.

“Yak! Neo gwencha anhiya!”ucap Yesung panik melihat wajah Yuuri yang semakin pucat. Yunho dan Ang Hyeon langsung berlari ke atas panggung untuk membantu Yuuri.

“Kita ke kamar sekarang!”kata Yunho.

Yuuri menggeleng pelan.“Oppa, aku punya hadiah untuk Oppa…”Yuuri tetap bersikeras. ‘Tahan Yuu… belum saatnya tidur sekarang. Kau harus mengatakannya dulu…’pikirnya.

“Nanti saja! Kita harus ke kamar sekarang!”kata Yesung panik.

Tapi ternyata rasa pusing di kepalanya susah sekali ia tahan.“Oppa, aku ha…”Kemudian Yuuri kehilangan kesadarannya dalam pelukan Yesung sebelum ia sempat melanjutkan kata-katanya.

“Yuuri!”

***

Yesung mengerjap-ngerjapkan matanya, masih tidak percaya dengan apa yang tadi dikatakan dokter padanya. Ia bahkan tidak menghiraukan suara-suara heboh di sekitarnya.

“Chukae hyung!” “Chukae Yesung-ah!”

“Wah akhirnya kita benar-benar akan punya keponakan!” –Yoochun.

“Aku mau keponakan laki-laki!” –Kyuhyun.

“Perempuan saja! Pasti cantik dan imut!” –Ryeowook.

“Jangan terlalu berisik…” –Leeteuk.

“Aku setuju dengan Ryeowook! Anak perempuan itu manis sekali!” –Jaejoong.

“Jaejoongie, kau juga jangan ikut-ikutan berisik!” –Yunho.

“Nanti aku belikan ia semua benda berwarna pink! –Sungmin.

“Pink?!” –Kangin.

“Anak perempuan tidak selalu memakai pink!”–Shindong.

“Aku tidak masalah deh yang mana saja…” –Junsu berkata dengan kalem.

“Jangan perempuan! Nanti ia sama cerewetnya dengan ibunya!” –Changmin.

“Yak! Itu dongsaengku yang kau bilang cerewet!” –Yunho.

“Kalau laki-laki, ia pasti sama anehnya dengan ayahnya!” –Kyuhyun.

“Yak! Itu hyung-ku yang kau bilang aneh!” –Jongjin.

“Memang Yesung hyung kan aneh!” –Eunhyuk.

“Yak!” –Jongjin.

“Kau juga aneh, nyet!” –Donghae.

“Diam kau, ikan!” –Eunhyuk.

“Kau juga, monyet!” –Donghae.

“Kalian… tolong diam…” –Siwon mulai frustasi..

“Aku tidak ikut-ikutan deh.” –Yoochun memasang earphonenya.

“Kalau begitu kembar saja! Laki-laki dan perempuan! Biar tidak perlu ribut.” –Henry.

“Kau pikir melahirkan anak kembar itu gampang?!” –Hyekyo.

“Pelankan suara kalian…” –Yunho sudah mulai tidak sabar.

“Melahirkan itu sakit tahu!” –Reina.

“Na-ya, memangnya kau sudah pernah melahirkan?” –Heera.

“Tapi kan…”

“Kalian bisa tidak sih tidak berisik?! Yuuri sedang tidur!” –Ang Hyeon.

“Hyeon-ah, kau juga berisik!” –Yunho.

“Pokoknya aku ingin keponakan laki-laki, biar bisa kuajari main game!” –Kyuhyun.

“Perempuan!” –Jaejoong, Sungmin, Ryeowook.

“Shikkureo!”seru Yesung tiba-tiba membuat semua terdiam. “Yak! Ini aku yang akan punya anak! Kenapa kalian yang ribut?!”

Semua menatap Yesung tanpa berkedip, kaget dengan suara kerasnya. Kemudian Yesung yang tadinya masih terlihat bingung, mulai tersenyum lebar. “Aku akan jadi ayah!”serunya senang, lalu tertawa-tawa.

Semua menatapnya aneh, kemudian mulai tertawa. “Telat sekali!”gumam Junsu di sela tawa‘Eu kyang kyang’-nya.

“Aku harus lihat Yuuri sekarang!”kata Yesung, tapi ketika ia baru akan naik tangga, Changmin memanggilnya.

“Apa?”

“Boleh aku makan makanan pestanya? Nan peguppa…”ucap Changmin dengan memelas.

Yesung menatapnya kesal. “Makan saja semuanya!”serunya, lalu terus pergi ke kamarnya.

Disana ada kedua orangtuanya juga kedua orang tua Yuuri. Mereka tersenyum melihat Yesung.

Kemudian Yesung duduk di tepi tempat tidur.Dengan perlahan, agar Yuuri tidak terbangun, ia mengelus lembut perut Yuuri, mencoba merasakan adanya kehidupan disana, tapi tentu saja belum terasa apa-apa.

“Ia… benar-benar hamil?”gumamnya dengan tersenyum senang.

Yunho yang baru menyusul masuk, tersenyum mendengar pertanyaan Yesung. “Ne, hyung. Hampir dua bulan.”

“Kau tahu, Yunho-ya?”tanya Eomma-nya kaget.

“Sebenarnya aku baru tahu sekitar seminggu yang lalu. Yuuri bersikap sangat aneh, sama seperti waktu Dawou Noona hamil. Ketika kutanyakan padanya, ia mengiyakan. Tapi ia ingin menjadikannya kejutan untuk hari ulang tahun Yesung hyung.”jelas Yunho.

Yesung tersenyum mendengar penjelasan Yunho. Ia menggenggam erat tangan Yuuri, lalu tersenyum lebar dan terus mencium-ciumi tangan Yuuri.

“Kau pasti bahagia sekali ya Jongwoon-ah?”tanya Eomma-nya dengan mengelus lembut kepalanya.

Yesung menoleh dan melihat orang tuanya dan kedua mertuanya tersenyum senang padanya. “Ne. Aku bahagia sekali!”jawabnya senang.

“Sebaiknya kita pulang sekarang. Beri mereka waktu berdua.”kata Eomma Yuuri.

“Gomawo, Eomma, Appa, Eomonim, Abeonim.”kata Yesung sambil memeluk satu persatu orangtuanya dan orangtua Yuuri.

“Jaga baik-baik istrimu, Jongwoon-ah.”kata Appa-nya.

“Ne, Appa.”

“Titip Yuuri ya.”kata Appa Yuuri.

“Ne, Abeonim.”

Kemudian kedua orang tua Yuuri dan Yesung keluar dari kamar Yuuri dan Yesung.

Lalu Yesung memeluk Yunho. “Gomawo, Yunho-ya.”

“Ne, hyung. Sepertinya aku harus menyeret semua biang ribut itu untuk segera pergi dari sini.”kata Yunho terkekeh.

Yesung berdecak. “Jangan lupa bawa Changmin. Kalau perlu bawa semua makanan yang ada agar ia pergi.”

Yunho menanggapinya dengan tertawa kecil. “Tapi hyung, sepertinya aku akan sering kesini. Atau kau nanti mungkin akan sering melihatku.”

“Waeyo?”

“Yuuri sepertinya ingin dekat-dekat denganku terus!”

“Eh? Yak! Apa maksudmu?”tanya Yesung bingung, tapi Yunho hanya tertawa dan pergi keluar.

“Aneh. Apa maksudnya?”gumam Yesung.

Yesung lalu menghampiri Yuuri dan terus menatap wajah Yuuri tanpa berkedip. Ia mengelus lembut wajah Yuuri dan menciumi tangan istrinya itu terus. Tidak berapa lama Yuuri terbangun.

Saat ia membuka matanya, wajah Yesung yang tersenyum lah yang pertama dilihatnya.

“Oppa…”panggilnya lirih. Kemudian ia tersenyum. “Saengilchukae. Oppa suka kejutan dariku?”

Yesung mengecup bibir Yuuri lembut. “Sangat! Aku sangat menyukainya Yuu!”

“Jinjjayo?”ucap Yuuri senang. “Wah aku susah payah lho berlatih gitar dengan Changmin Oppa. Aku senang Oppa menyukainya!”

Yesung mengusap lembut pipi Yuuri dan kembali menciumnya. Yuuri tersenyum di antara ciuman mereka.

“Keundae Oppa, aku punya kejutan lagi!”ucap Yuuri senang ketika mereka selesai berciuman. Ia menggenggam tangan Yesung dan meletakkannya di atas perutnya. “Disini, ada baby Jongwoon!”

Yesung terkekeh mendengar bagaimana Yuuri memanggil calon anak mereka. “Memangnya kau sudah tahu jenis kelaminnya?”

“Eh?”Yuuri menatapnya bingung.

“Aku sudah tahu Yuu! Kita akan segera punya aegi!”ucap Yesung senang. Mata Yuuri melebar kaget, dan ia langsung bangun dari posisi tidurnya.

“Yuu, hati-hati!”

“Kok Oppa tahu?! Yunho Oppa ya yang memberitahu Oppa? Kan seharusnya aku yang menyampaikan berita gembira ini ke Oppa!”protes Yuuri.

Yesung tertawa. “Kau pikir aku tidak akan memanggil dokter ketika kau pingsan tadi? Tentu saja aku jadi tahu!”

“Tapi… tapi kan… aku pingsan gara-gara Oppa!”

Yesung menatapnya bingung. “Kenapa gara-gara aku?”

“Karena aroma cologne Oppa membuatku mual! Dan deodorant yang Oppa pakai juga!”

Yesung melotot menatapnya. “Jadi gara-gara itu kau menghindariku?”tanyanya tak percaya.Ia mengangkat kedua lengannya dan menciumi ketiaknya satu persatu. Ia mengernyit, aromanya menurutnya tidak membuat mual.“Sekarang aroma tubuhku masih tidak enak?”

“Ne…”ringis Yuuri. “Mianhe…”

“Aish!”Yesung langsung bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar mandi. Tidak berapa lama ia keluar dengan hanya mengenakan handuk. Lalu ia membuka lemari dan mengambil bajunya.

“Oppa! Jangan ganti baju disini!”protes Yuuri saat Yesung akan mengganti bajunya di hadapannya.

“Waeeee~?? Kau kan juga sudah sering melihatku telanjang!”goda Yesung, yang langsung disambut dengan lemparan bantal dari Yuuri.Yesung menangkap lemparan bantal itu. Ia meletakkan bantal itu kembali ke tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi dengan tertawa.

Setelah selesai memakai bajunya, ia keluar dan langsung naik ke atas tempat tidur. Ia menarik Yuuri ke pelukannya. Yuuri menyandarkan kepalanya di dada Yesung, dan melingkarkan tangannya di pinggang Yesung.

“Aku sudah tidak bau kan?”

Yuuri tertawa mendengar pertanyaan Yesung, lalu memeluknya erat.“Ini aku bisa memelukmu seerat mungkin!”

Yesung tersenyum. “Gomawo. Kau sudah mengandung anakku dan membuatku bahagia.”ucap Yesung dengan mencium puncak kepala Yuuri dan mengelus-elus lembut perut Yuuri.

“Oppa juga sudah membuatku bahagia,”jawab Yuuri. Ia mengangkat kepalanya untuk memandang wajah Yesung di atasnya. Yuuri tersenyum lalu mengecup bibir Yesung.

“Kau mau punya anak laki-laki atau perempuan?”tanya Yesung.

“Kalau Oppa?”

“Aku sih tidak masalah yang mana saja. Tapi kalau bisa memilih, aku ingin anak perempuan.”

“Waeyo?”

“Bukankah hidupku akan lebih membahagiakan jika punya dua malaikat cantik di sisiku?”

Yuuri tertawa geli. “Eiyy~ Jangan mulai menggombal, Ahjusshi!”

“Hei! Aku sama sekali tidak menggombal!”

“Aku? Malaikat? Malaikat yang merepotkan itu baru benar kan?”tanya Yuuri, sedikit menantang.

Yesung pura-pura terkejut. “Kau sadar kalau kau merepotkan?”Dan Yesung mendapatkan pukulan di tangannya sebagai balasan dari ledekannya. Yesung tertawa melihat wajah cemberut Yuuri.

“Nah, kalau kau? Mau laki-laki atau perempuan?”

Yuuri mengerucutkan bibirnya sambil berpikir. “Hmm… laki-laki. Kalau laki-laki aku harap ia mirip sekali dengan Oppa! Dan punya suara yang bagus!”

Yesung tersenyum senang. “Suaramu juga bagus Yuu. Hanya saja kau sedikit terpeleset tadi di tempo. Kau pasti akan bisa nyanyi lebih baik kalau sering-sering latihan.”

“Biar saja. Lagipula aku tidak akan bernyanyi lagi. Sudah cukup memalukan aku pingsan saat di panggung!”

“Kau yakin? Mungkin kau punya bakat terpendam.”

Yuuri menghadap Yesung dan memandang matanya tajam. “Kalau aku jadi penyanyi, aku jadi terkenal, punya banyak fans, lalu…”

“Andwae! Kau tidak perlu jadi penyanyi!”ucap Yesung cepat saat memikirkan akan seberapa banyak fans Yuuri nanti. Belum jadi penyanyi saja sudah banyak namja yang mengejarnya, bagaimana nanti kalau ia jadi penyanyi terkenal.

Yuuri tertawa mendengar ucapan Yesung yang sedikit panik itu. “Tidak usah panik begitu. Aku hanya mau bernyanyi untuk Oppa kok!”

Yesung tersenyum lalu mengecup lembut bibir Yuuri. “Gomawo.”

“Na do gomawo.”Yuuri tersenyum.

“Nah, sekarang kita tidur! Kau harus banyak istirahat, supaya uri aegi tidak capek!”kata Yesung senang, lalu membaringkan tubuhnya dan tubuh Yuuri. Yuuri berbaring dengan kepala berada di atas dada Yesung.

“Oppa, Yunho Oppa kemana?”

Yesung menatap wajah Yuuri. “Untuk apa kau menanyakannya?”

“Aku hanya kangen padanya. Besok aku mau ke tempatnya Yunho Oppa ya!”

“Mwo?! Untuk apa? Kau harusnya istirahat di rumah!”

“Shireo! Aku tidak mau di rumah sendirian!”

“Kalau begitu kau ikut denganku saja!”

“Tapi aku mau bertemu Yunho Oppa…”rajuk Yuuri.

Yesung menatap Yuuri kesal. “Sebenarnya yang suamimu itu siapa sih?”

“Oppa.”

“Lalu, seharusnya kau bersama denganku terus! Bukan Yunho!”

“Tapi aku mau Oppa-ku….”

“Alasannya apa?”

“Karena bayi kita menginginkannya!”

“Yak! Kan aku ayahnya!”

“Ini karena aku ngidam, Oppa! Aku ngidam ingin melihat wajah tampannya Yunho Oppa terus!”

“Aish! Aku tidak percaya ini! Sebelumnya kau menghindariku karena aku bau! Dan sekarang kau mau terus menempel Yunho?!”ucap Yesung kesal.

“Ah~ waeee?? Yunho Oppa kan Oppa-ku sendiri…”

“Tapi kenapa kau harus ngidam melihat wajah Yunho?! Kenapa bukan aku?!”

Yuuri tertawa. “Mungkin karena suamiku kurang tampan?”godanya.

“Kim Yuuri, kau berani mengatakan itu padaku?”ucap Yesung dengan menyipitkan matanya pada Yuuri. Yuuri hanya terkikik.

Kemudian Yesung mulai menggelitik perut Yuuri, membuat Yuuri tertawa-tawa. Yuuri berusaha membalas kelitikan Yesung, tapi lagi-lagi Yesung bisa membalasnya lagi.

“Oppa! Udah udah! Aku menyerah!”kata Yuuri disela-sela tawanya. Yesung lalu menghentikan kelitikannya, dan memandang wajah Yuuri yang kini sudah berada di bawahnya.

“Hmm~ menurutmu aku kurang tampan? Tapi aku yakin kau tidak bisa menolakku!”kata Yesung lalu mencium bibir Yuuri lembut.

Dan Yesung benar, Yuuri tidak akan bisa menolaknya.

~END~

Terusan dibayangin sendiri ya! *yadongmodeon* :P

mian ya agak lama publishnya,, abisnya aku makin sibuk skrg. maklum aja udah tingkat akhir, sebentar lagi penelitian. jadi ya sibuk ini-itu untuk persiapan penelitian =,=

 

4 thoughts on “{SungRi’s Sweetdays} Our Birthdays Part 2: Yesung’s B’day”

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s