Another Story of Happiness – KyuYoung Version

alohaaaaa~~ ada yang ingat aku? atau mungkin rindu sama aku? secara kan aku udah lama banget nggak nongol di sini, kekeke. apa kabar Roommates sayang? masih semangat baca fanfict?😀 aku comeback *heleh* bawa fanfict after story-nya HAPPINESS nih. yang ini khusus KyuYoung alias nyeritain pas mereka udah nikah, ehehe
silakan dinikmati yaaaa😀

 

 

@dianeyeye

Main casts : Cho Kyuhyun and Choi Soo Young

Supporting cast : Park Jiyeon

 

Soo Young melirik jam mungil yang melingkari pergelangan tangannya sekali lagi. Sudah satu jam dua puluh tiga menit berlalu sejak jam yang dijanjikan Kyuhyun padanya. Soo Young mulai merasa kesal. Kyuhyun keterlaluan kali ini, pikir Soo Young sebal. Suaminya itu memang sudah sering terlambat tapi biasanya tidak lebih dari lima belas menit. Dan biasanya, Soo Young masih bisa memakluminya. Suaminya itu orang sibuk, Soo Young tahu itu. Pekerjaannya di kantor pasti sangat banyak karena perusahaannya adalah perusahaan yang sangat besar dan memiliki beberapa cabang di luar negeri.

Tapi kali ini, di acara first anniversary pernikahan mereka, Cho Kyuhyun malah terlambat selama lebih dari satu jam! Benar-benar menjengkelkan. Soo Young sudah sangat bersemangat ketika memesan meja di restoran ini. Dia bahkan berdandan dan memakai dress berbahan satin yang sangat cantik. Tapi… rencananya sedikit terganggu karena keterlambatan Kyuhyun.

Yeoja itu menghembuskan nafasnya lagi, entah untuk yang keberapa kalinya, sambil melayangkan pandangan ke pintu masuk restoran. Tangannya meraih ponsel dan mulai menekan tombol speed dial untuk Kyuhyun, mencoba untuk kembal menghubungi sang suami. Terdengar nada sambung beberapa kali tapi Kyuhyun tidak kunjung menjawab teleponnya. Akhirnya Soo Young memutuskan sambunga dengan kesal.

Oke, ia sudah mengambil keputusan. Ia akan pulang saja, persetan Kyuhyun akan datang atau tidak. Namja menyebalkan itu… Ugh, lihat saja. Soo Young akan memberinya pelajaran ketika dia tiba di rumah!

Dengan langkah kesal, Choi Soo Young pergi meninggalkan restoran mewah itu.

 

Kyuhyun memijat tengkuknya sambil memejamkan mata. Ia lantas menghela nafas lega dan tersenyum senang. Meskipun sangat melelahkan, pekerjaannya untuk hari ini dan empat hari ke depan sudah selesai. Senyumannya lantas bertambah lebar ketika membayangkan rencana yang sudah disusunnya dengan matang akan berjalan dengan lancar mengingat ia tidak akan diganggu oleh pekerjaan selama enam hari ke depan.

Tanpa prasangka, Kyuhyun meraih ponselnya dan melihat ke layar benda itu. Matanya kontan terbelalak ketika melihat ada 12 panggilan masuk. Hyaaaa! Kenapa dia tidak menyadari kalau Soo Young sejak tadi sudah meneleponnya?! Teringat akan sesuatu, namja itu melihat jam dengan panik. Sudah pukul 8 lewat 32 menit. Posisi duduk Kyuhyun langsung merosot ketika menyadari bahwa dia terlambat satu jam tiga puluh dua menit dari jam yang dia janjikan pada Soo Young kemarin malam.

Ya Tuhan, pasti Soo Young sudah marah besar sekarang. Ugh, dasar Kyuhyun bodoh. Bagaimana bisa dia melupakan janji penting di hari yang penting seperti ini? Aaah, jinjja! Kyuhyun mengacak-acak rambutnya dengan frustasi, menyesali kebodohannya.

Tiba-tiba ia tersadar dan cepat-cepat membereskan semua pekerjaannya, sebelum meraih jas dan ponselnya lalu berlari keluar kantor menuju tempat parkir dengan kecepatan penuh. Beberapa anggota sekuriti yang masih berada di kantor sampai merasa heran ketika melihat bos mereka berlari dengan terburu-buru.

Setelah memasuki mobilnya, Kyuhyun segera memacu benda berwarna hitam itu ke restoran tempat Soo Young menunggu. Hatinya berdebar-debar kencang seraya berdoa supaya yeoja itu masih berada di sana, menunggunya dengan wajah kesal. Tidak apa, Kyuhyun siap menerima omelan panjang lebar tiada henti dari yeoja itu asalkan dia tetap menunggu. Tapi kalau yeoja itu sudah tidak ada di sana… bisa Kyuhyun pastikan dia akan mendapat bencana. Itu artinya Choi Soo Young sudah marah besar dan Kyuhyun harus bersiap-siap tidur di kamar tamu malam ini.

 

“Chagiya…”

Kyuhyun berusaha untuk mendekati Soo Young tapi yeoja itu menatapnya dengan tatapan yang siap memancarkan sinar hijau untuk menembus jantung Kyuhyun. Namja itu menghentikan langkahnya dan berkata dengan penuh penyesalan, “Maafkan aku, Chagi. Tadi pekerjaanku banyak sekali sampai-sampai aku lupa…”

“Dwasseo (tidak apa-apa),” potong Soo Young sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya. Yeoja itu lantas kembali melanjutkan aktivitasnya mengoles krim malam di wajah tanpa menghiraukan keberadaan Kyuhyun.

Kyuhyun masih mematung, mengamati setiap gerakan yang dibuat istrinya sampai yeoja itu selesai mengoles dan menatapnya dengan kening berkerut.  “Kenapa kau berdiri di situ terus?” tanyanya ketus.

Kyuhyun tersadar dan ia kelihatan salah tingkah. “Oh, iya…” Namja itu lantas membuka kemejanya dan berjalan masuk ke kamar mandi.

Kenapa dia tidak kelihatan marah? Oh well, Soo Young memang marah tapi itu tidak seperti yang Kyuhyun bayangkan sebelumnya. Kyuhyun membayangkan kalau istrinya akan mengunci pintu kamar dan tidak memperbolehkannya masuk, seperti yang terjadi beberapa bulan lalu ketika pertama kali Soo Young marah besar padanya. Tapi kali ini… reaksi yeoja itu benar-benar di luar dugaan.

Sambil mandi, Kyuhyun terus memikirkan apa yang sebenarnya ada di pikiran yeoja itu.

 

Kyuhyun menghembuskan nafas panjang ketika melihat Soo Young sudah tertidur di atas ranjang. Sebenarnya Kyuhyun berharap malam ini akan menjadi malam yang indah untuk mereka berdua. Sudah dua minggu mereka tidak melakukan ‘itu’ karena kesibukan Kyuhyun dan ia berharap bisa melakukannya malam ini. Tapi ternyata semuanya gagal.

Meskipun begitu, bagaimanapun juga Kyuhyun bersyukur istrinya tidak marah besar seperti waktu itu. Kalau Soo Young sampai marah besar dan menolak bicara padanya seharian penuh seperti waktu itu, rencananya yang sudah disusunnya sejak jauh-jauh hari akan sia-sia.

Perlahan Kyuhyun membaringkan tubuhnya di samping Soo Young. Posisinya yeoja itu membelakangi Kyuhyun dan entah kenapa muncul keinginan dalam diri Kyuhyun untuk memeluk yeoja itu. Perlahan Kyuhyun melingkarkan tangannya di perut Soo Young, berusaha mendekatkan tubuh mereka berdua. Tapi reaksi yang diberikan yeoja itu membuat hatinya mencelos.

Soo Young menepis tangannya, membuat Kyuhyun langsung meragukan pemikirannya yang baru saja mengatakan bahwa yeoja itu tidak marah besar. Penolakan yang diberikan Soo Young sudah cukup menunjukkan bahwa nasib Kyuhyun sedang berada di ujung tanduk. Dan itu semua akibat kebodohannya melupakan janji penting pada istrinya itu.

 

“Dua minggu lagi? Aigoo~ Jiyeon ah, kenapa kau baru memberitahu aku sekarang?” protes Kyuhyun pada Jiyeon di seberang sana.

Jiyeon tertawa. “Aku sudah memberi tahu Soo Young kok,” elaknya. “Apa dia tidak memberitahumu, Kyuhyun ah?”

Kyuhyun melirik istrinya yang langsung balas meliriknya dengan tatapan membunuh. “Tidak, dia belum bilang padaku soal ini.”

“Ah, begitu? Mungkin dia akan bilang padamu nanti.”

Kyuhyun mengangguk sambil melirik Soo Young sekali lagi. Yeoja itu sekarang sedang mengoles roti, pura-pura tidak menyadari lirikan Kyuhyun ke arahnya. “Aku pasti akan datang ke pernikahanmu dua minggu lagi, Jiyeon ah,” janji Kyuhyun pada Jiyeon.

“Kau memang harus datang, babo.” Jiyeon lantas tertawa, membuat Kyuhyun nyengir kuda.

“Sampaikan salamku pada Hyuk Jae hyeong, eo?”

“Eo~ sampai jumpa, Kyuhyun ah.”

Segera setelah Jiyeon menutup teleponnya, perhatian Kyuhyun beralih ke Soo Young yang mash mengoles roti. Yeoja itu sejak pagi tadi belum mengucapkan sepatah katapun pada Kyuhyun dan itu membuatnya sangat khawatir. Perkiraannya bahwa Soo Young tidak marah ternyata salah besar.

Kyuhyun menghela nafas sebelum mulai berkata dengan hati-hati, “Aku minta maaf soal tadi malam, Chagiya.”

Soo Young hanya meliriknya sekilas sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya dan tidak menghiraukan Kyuhyun.

“Soo Young ah…” panggil Kyuhyun ketika ia merasa diabaikan.

Soo Young mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. “Wae?” tanyanya ketus.

“Jebal, katakan sesuatu. Jangan diam saja, Chagiya.”

“Ck, memangnya aku harus bilang apa? Ah, sudahlah. Cepat habiskan sarapanmu dan pergilah ke kantor,” kata Soo Young sambil menyodorkan piring berisi roti yang sudah dioles dengan selai ke arah Kyuhyun.

Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum penuh misteri. “Aku tidak ke kantor hari ini,” ujarnya senang. “Kita akan berlibur ke Pulau Jeju selama empat hari. Apa kau suka?”

Soo Young berhenti memotong rotinya dan kembali menatap Kyuhyun sejenak. Yang ditatap hanya tersenyum penuh harap. Tapi harapan itu langsung jatuh terhempas ketika Soo Young kembali memusatkan perhatiannya ke piring rotinya.

“Chagiya, kenapa tidak mengatakan apapun?” desak Kyuhyun kemudian. Nada suaranya terdengar sangat sedih.

“Memangnya aku harus mengatakan apa lagi? Toh aku tidak mungkin menolaknya,” sahut Soo Young seadanya.

Kyuhyun menghembuskan nafas panjang dan kembali mengutuk kebodohannya tadi malam.

 

Sebenarnya Soo Young ingin tertawa keras-keras melihat ekspresi menderita Kyuhyun. Tergambar jelas rasa penyesalan di wajahnya. Tapi Soo Young bergeming. Salah sendiri ia melupakan janji penting. Pokoknya Soo Young akan tetap menolak bersikap manis pada Kyuhyun sampai… eh, sampai kapan ya? Ah, entahlah. Nanti Soo Young akan memikirkannya lagi.

Oh iya, sebenarnya Soo Young senang sekali ketika Kyuhyun bilang mereka akan berlibur ke Pulau Jeju selama empat hari. Sejak menikah setahun lalu, mereka memang belum  berbulan madu karena kesibukan Kyuhyun. Yah, mungkin liburan kali ini bisa dianggap sebagai bulan madu, iya kan?

Senyum Soo Young sangat lebar ketika ia memasukkan baju-baju yang akan digunakan selama di Pulau Jeju ke dalam koper besar. Hatinya mengembang senang sampa-sampai ia takut hatinya bisa meledak sewaktu-waktu. Tapi sepertinya itu pikiran konyol karena buktinya Soo Young baik-baik saja.

“Sudah siap, Chagiya?”

Soo Young cepat-cepat memasang muka judes ketika Kyuhyun tiba-tiba muncul di ambang pintu. Yeoja itu berbalik dan menatap Kyuhyun datar. “Sebentar lagi. Kau ingin pakai baju apa selama di sana?”

Sambil tersenyum lebar, Kyuhyun menjawab, “Pilihkan saja untukku. Aku percaya pada seleramu.”

Soo Young memicingkan matanya mendengar jawaban Kyuhyun. Tidak biasanya suaminya itu begitu pasrah. Kyuhyun bukan tipe orang yang suka ‘menyerahkan’ segala sesuatunya pada orang lain selama dia bisa mengerjakannya sendiri.

“Wae?” tanya Kyuhyun begitu menyadari tatapan Soo Young padanya.

Yang ditanya hanya menghembuskan nafas panjang dan menggeleng, lalu kembali beranjak ke lemari untuk membereskan baju suaminya.

 

“Waaaah, cantik sekaliiii~~” ucap Soo Young sambil merentangkan kedua tangannya, menyambut angin pantai yang memainkan rambutnya. Ia sedang berada di balkon kamar hotel yang mereka sewa di Jeju. Balkon itu menghadap ke pantai dan memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan.

“Menurutku kau lebih cantik, Chagiya.” Kyuhyun tiba-tiba muncul dan merangkul pundak Soo Young. Ia cengengesan, membuat Soo Young mendadak merasa mulas.

“Lepaskan aku,” ujar Soo Young datar sambil menyingkirkan tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak dan terdiam sesaat. Ia hanya memandangi Soo Young dengan pandangan bertanya-tanya, membuat Soo Young tiba-tiba saja disergap perasaan bersalah. Perasaan bersalah Soo Young makin terasa ketika ia melihat ekspresi terluka di wajah Kyuhyun meskipun hanya sekilas.

Yeoja itu ingin meminta maaf atas sikapnya ketika Kyuhyun langsung mengubah ekspresinya dan berkata dengan nada ceria, “Ya sudah kalau tidak mau kupeluk. Jangan salahkan aku kalau aku memeluk yeoja lain.” Ia lantas masuk ke dalam kamar dengan santainya.

Soo Young mengangakan mulutnya dan berdecak sebal. “Ya! Apa kau mau mati?!” teriaknya, membuat Kyuhyun terkekeh geli.

 

“Aku benar-benar minta maaf soal malam itu, Soo Young ah,” ujar Kyuhyun membuka percakapan mereka. Mereka sudah selesai makan malam dan Kyuhyun mengajak Soo Young duduk di pantai. Untung saja ini musim panas sehingga angin pantai di malam hari tidak terlalu dingin. “Aku terlalu asyik bekerja dan tidak memerhatikan jam. Aku memang bersalah.”

Kyuhyun menatap Soo Young, berusaha menunjukkan bahwa ia sungguh-sungguh dengan ucapannya. Ia sangat berharap Soo Young mengakhiri ‘perang dingin’ mereka karena itu sangat menyiksanya.

Soo Young meliriknya sekilas dan berkata lirih, “Kau tahu berapa lama aku menunggumu?”

“Sejam lebih, aku tahu. Karena itu, maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, eo?”

Soo Young berdecak. “Tidak usah mengumbar janji. Aku tahu kau sangat sibuk dan sulit meluangkan waktu bahkan hanya untuk makan malam bersama istrimu. Tapi tahukah kau apa yang sebenarnya kukhawatirkan? Aku mengkhawatirkan keadaanmu jika terus-terusan berkutat dengan pekerjaan. Kau juga harus beristirahat dan memulihkan kembali pikiranmu.”

Kyuhyun tersenyum mendengar ocehan istrinya. Akhirnya Choi Soo Young mengakhiri acara marah-marahnya.

“Dan kalau kau memang tidak bisa datang, bukankah kau punya ponsel untuk menghubungiku?” lanjut Soo Young.

“Aku tidak memerhatikan ponselku. Maaf.”

Soo Young berdecak. “Kau ini menyebalkan, Oppa.”

Kyuhyun kembali tersenyum begitu mendengar kata ‘oppa’ keluar dari mulut Soo Young. Yeoja itu benar-benar sudah tidak marah lagi. “Tahukah kau kenapa aku sampai bisa melupakan janjiku?” tanya Kyuhyun.

Soo Young menelengkan kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan penasaran. “Kenapa?”

“Aku berusaha untuk menyelesaikan pekerjaanku untuk empat hari ke depan karena aku tidak mau liburan kita diganggu. Aku sudah meminta Hoon ahjussi untuk mewakiliku selama kita pergi tapi tentu saja aku harus menyelesaikan tanggung jawabku terlebih dulu.” Kyuhyun menatap Soo Young dan tersenyum lebar. “Selama empat hari ini, aku benar-benar ingin bersamamu.”

 

“Selama empat hari ini, aku benar-benar ingin bersamamu.”

Rasanya Soo Young ingin terbang ke langit saja ketika Kyuhyun mengatakan kalimat itu. Perasaannya melambung sangat tinggi sampai ia merasa perutnya mulas karena terlalu senang. Ah, ini seperti ada beribu kupu-kupu terbang di dalam perutnya. Begitu geli dan… menyenangkan.

Soo Young akhirnya tersenyum. Senyum pertama yang diperlihatkannya pada Kyuhyun sejak kemarin malam. Ia lantas menggamit lengan Kyuhyun dan menyenderkan kepalanya di sana. “Maafkan aku karena tidak mau mendengar penjelasanmu terlebih dulu, Oppa. Dan maafkan aku karena sudah bersikap buruk padamu.”

Tangan Kyuhyun naik ke kepala Soo Young dan mengelus rambutnya dengan perlahan. “Tidak apa. Aku memang bersalah dan pantas mendapat kemarahanmu. Tapi untung saja kemarahanmu tidak bertahan lama, ehehe.”

“Aku tidak bisa lama-lama marah padamu,” kata Soo Young jujur. “Ekspresi bersalahmu sudah cukup menyiksaku. Aku sebenarnya ingin tertawa ketika melihatnya tapi kutahan karena tidak mau kau jadi seenaknya sendiri.”

“Jadi kau sengaja? Aish, jinjja… Ah, tapi sudahlah. Mari kita lupakan pengalaman buruk itu dan mulai menikmati apa yang ada. Bukankah begitu?”

“Apa maksudmu?” Soo Young menyerngit begitu mencium adanya maksud tersembunyi di balik kalimat Kyuhyun. Ia langsung melepas pelukannya di lengan Kyuhyun dan menggeser posisi duduknya.

Evil smirk Kyuhyun muncul, menggantikan senyumnya. “Mumpung kita di pulau yang indah ini, bagaimana kalau kita… kau tahu, kan? Sudah dua minggu kita tidak melakukan ‘itu’, hehehe.”

Mata Soo Young terbelalak lebar tapi ia tidak mampu menutupi kenyataan bahwa ia sedang tersipu. Wajahnya memerah dan ia hanya bisa menunduk menatap pasir pantai yang putih bersih.

Tiba-tiba tangan kirinya terasa hangat. Rupanya Kyuhyun menggenggam tangannya. Soo Young menatap tangannya lalu beralih menatap Kyuhyuh. Suaminya itu tersenyum dan Soo Young merasa dia kehilangan kesadaran karena senyum itu.

 

“Aku mencintaimu, Soo Young ah.”

“Aku juga mencintai Oppa.”

“Soo Young ah, ayo kita buat rumah kita ramai dengan tangisan bayi. Aku ingin segera punya anak, Chagiya.”

“Kau ingin punya berapa anak, Oppa?”

“Bagaimana kalau empat? Sepertinya menyenangkan dikelilingi oleh anak-anak yang lucu.”

“Empat terlalu banyak! Aku mau dua saja.”

“Empat lebih menyenangkan, Chagiya.”

“Tidak,Oppa. Dua saja sudah cukup.”

“Bagaimana kalau kita melupakan itu sejenak dan mulai fokus pada prosesnya?”

“Apa maksud… Ya! Oppa! Jangan… ah! Pelan-pelan! Dasar menyebalkan!”

 

 

…finish…

yuk, feel free to give critics or comments😀

makasih udah mau baca fanfict kependekan dan aneh banget ini😀

27 thoughts on “Another Story of Happiness – KyuYoung Version”

  1. Jiahahahahaha.. “Bagaimana kalau kita melupakan itu sejenak dan mulai fokus pada prosesnya?” ini bikin ngakak aja.. ngebayanginnya jd antara tersipu2 ampe ngakak.. Haduuuuh kyuuu.. bnr2 deh..
    Haaaaiii annyeooong chinguuuu ahirnya kauuu kembaliiii.. ff di blog ini jd agak sepi yah…
    semangat baca pas ada ff baru publish.. dannn itu ff mu chinguuu.. yeaaayyy..

  2. Wah akhirx ad afstor’x…jdi kangen ma KyuYOung couple ^^
    Adem ayem tuh prnikahan mreka..hhehe
    Next bwt afstor2 lagi ya chingu…psti seru klo mreka pnx baby…hhihi

  3. Kyuyong couple is back…
    Itu si kyu lucu y ngryux..tpi ktrlaluan sih..msa 1st anniversary dilupain..
    Tpi akhirx mrka baikan..
    Ayo bwt afstor stor’x lgi..hhehe
    Oia kug dsni jrang bgt update ff baru???
    Pdhal byk ff series yg blm kelar😦..#curcol

  4. kyuyoung emg gak tahan berantem lama2, & emg gak boleh berantem buar mesra terus😄
    wah.. kyu gak inget program pemerintah yg mengatakan 2 anak saja cukup *eh kyk di indo*
    di tunggu ff kyuyoung lainnya😉

  5. “Bagaimana kalau kita melupakan itu sejenak dan mulai fokus pada prosesnya?” <- apa-apaan ini kyuhun berkata seperti itu..
    Jadi geli tau aku dgar ya..
    Author, cerita mmg menarik tapi kurang panjang, dan cerita tegang..
    Soal ya semua ya sudah bagus hanya tinggal short shoot or long shoot, dengan itu dapat membuat cerita ya lebih bagus ato tidak sama sekali..
    Menurut aku semua ya top markotop, hanya kurang panjang wkwkwkw..

  6. Prok prok prok *apa itu ? *

    Woozi couple come back* nah loh*

    Drttt drtttt diam diam buka hp egh ada email

    Di buka ternyata dari my room
    Terus di buka lagi ternyata ff ini ada lagi*ff apa ? *

    Sarap*siapa?*

    Enggak gilak ini pertamanya aku come back lagii bareng wooyoung coment ff di obi😀

    Biasanya kalok ada ff baru aku enggak sempet baca karna sibuk

    Maaf coment saya kurang bermutu

    Tapi tenang initinya bermutu

    “Ini kependekan
    Terus qie” uda 17th lo kenapa enggak NCnya*o o *

    Kkkk becanda

    Keren
    Keren
    Keren
    Like
    Like
    Like

    Cuma itu yang bisa woozi couple kasih coment

    Author masih inget kami berdua kan

    Qie” dan wooyoung fans setia author2 di obi

    Kita masih temen kan ?

    Wkwkwkkw lupakan

    Sekian

    Fighting di tunggu ff lainnya🙂

  7. kasian kyu dijudesin sama soo. .
    salahnya sendiri sih ngelupain janjinya. .
    pengeb cerita yg laen. .
    kyu sama soo punya anak mungkin ato soo hamil gt. .
    keren ceritanya. .

  8. LAGI….LAGIIIII…sequel lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…. ^o^

    kyuuuuu punya anak kembar gt thooor kan bininya kembar pastiiiiiiiiiiiiiiiiiii seruuuuuuuuuuuu….

    #thor emailku dibalas dunk….😦

  9. Baca ff lama, ternyata asik juga,

    Baru inget, ini ff pertama yang temenku suruh aku baca, sampai akhirnya aku ketagihan baca ff,

  10. kkkkkkk…
    kyu oppa pake lupa punya janji sama soo eonni…
    jdinya kaya gtu tuh, tapi gak papa lah yang penting happy ending, senangnya…
    ヽ(^。^)ノ

  11. Hahaaa..
    Seneng bget soo unnie ngerjain kyuppa..
    Wah romantisnya honeymoon d plau jeju
    pengen dech
    *smbil bayangin*

  12. eeehhh main finish aja . Lgi asyik bca trus liat tulisan finish atau TBC itu bikin down .. Hhohho
    Tapi seru seru .. Kocak😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s