{SungRi’s Sweetdays}Our Birthdays Part 1: Yuuri’s B’day

{SungRi’s Sweetdays}Our Birthdays Part 1: Yuuri’s B’day

Tittle               :{SungRi’s Sweetdays} Our Birthdays Part 1: Yuuri’s B’day

Author            : ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Main cast        : Yesung Super Junior, Jung Yuuri

Support cast   :

  • Shin Hyekyo (@molenmini)
  • Henry Lau Super Junior M

Genre              : Romance

Rate                : PG

Length            : Secuel

Disclaimer      : This story and Yesung is MINE! >///< *dibantaiClouds*

   Read Yes, Like Yes, Comment Yes. No plagiat!

Yuhuuu~ sebenernya ini FF kubuat untuk ngerayain ultahku (12 agustus) sama Yeye (24 agustus). Tapi apa daya, lappy-ku tercinta yang sudah semakin tua sekarang sering sakit-sakitan.

Alhasil lappynya mati sebelum aku nyelesain ni FF dan baru bisa dibenerin dua mingguan yang lalu.Dan baru bisa selesai kuketik kemaren.  *ngenes*

Disini special kutampilin pairingnya Henry, Shin Hyekyo a.k.a Yanti, dongsaengie tercinta. Mian ya Yan, kamu sedikit kubully disini😛

~Happy Reading~

Yuuri menekan bel apartemen di hadapannya dengan kesal. Ia sudah berkali-kali mem-bel apartemen ini, tapi penghuni apartemen di hadapannya ini masih juga tidak membukakan pintu. Akhirnya dengan kesal Yuuri mengeluarkan ponselnya dan menelpon si penghuni apartemen. Kemudian setelah beberapa saat mendengarkan nada sambung, Yuuri akhirnya bisa mendengar suara orang yang ditelponnya.

“Yeoboseyoo..??”ucap suara mengantuk itu.

“YAK! SHIN HYEKYO! IREONA! BUKA PINTU!”

“Kyaaaaa~ Eonnie! Iya iya!”Yuuri tertawa mendengar suara panik Hyekyo. Kemudian tidak berapa lama kemudian Hyekyo muncul membukakan pintu untuknya. Ia terlihat sangat berantakan –khas orang bangun tidur– dan wajahnya cemberut.

“Eonnie-ya! Ini masih jam enam pagi!”protes Hyekyo. Yuuri tertawa lalu masuk apartemen Hyekyo dengan menyeret koper kecilnya. Hyekyo melihatnya dengan bingung.

“Eonnie, untuk apa koper itu?”tanya Hyekyo bingung. Ia mengikuti Yuuri ke ruang tengah apartemennya lalu duduk di sofa di hadapan Yuuri. Yuuri membuka topi yang dipakainya dan Hyekyo bisa melihat senyum lebar Eonnienya itu.

“Aku kabur dari Yesung Oppa, jadi kau, sebagai dongsaeng yang baik, harus memberikan aku tumpangan ya!”ucap Yuuri dengan senyum lebar dan tanpa merasa bersalah sama sekali. Hyekyo menatap Yuuri yang tersenyum tanpa berkedip sama sekali, kemudian…

“Ige mwoya?!”jerit Hyekyo tiba-tiba setelah bisa mencerna kata-kata Yuuri.

“Aish! Shin Hyekyo! Jangan menjerit-jerit begitu!”protes Yuuri.

“Eonnie! Michigetda?! Kau… kau pikir apartemenku tempat pelarian istri-istri telantar?!”omel Hyekyo, kali ini ia sudah sadar sepenuhnya.

“Siapa yang istri telantar! Aku tidak ditelantarkan! Aku… aku kabur karena ahjusshi-ku melarangku ikut perlombaan wall climbing, jadi aku akan kabur sampai selesai perlombaan.”

“Bisa jelaskan padaku masalahnya?”

*Flashback*

“Oppa…”panggil Yuuri yang ke sekian kalinya saat mereka berdua sudah sampai di apartemen mereka. Sejak Yesung memergoki Yuuri ikut wall climbing saat tadi menjemputnya di kampus, Yesung terus tidak mengacuhkannya. Namja itu terus berjalan menuju kamar tanpa mau mendengarkan Yuuri. Dengan takut-takut Yuuri menyusul Yesung ke kamar. Ia memegang lengan Yesung lembut saat namja itu akan membuka pintu lemari.

“Oppa mau mandi? Biar aku yang siapkan pakaiannya. Oppa…”

BRAAKK.

Yuuri terkejut mendengar suara pintu lemari yang ditutup dengan keras oleh Yesung. Ia menelan ludah takut melihat suaminya memandangnya dengan tajam.

“Bukankah dulu aku sudah melarangmu ikut wall climbing?”tanya Yesung dengan memandang tajam istrinya itu. “Sejak kapan kau ikut lagi?”

Yuuri menunduk, merasa bersalah dan takut karena ia sudah kepergok berbohong. Tapi walaupun takut, ia harus mengatakan yang sebenarnya pada suaminya itu. “Aku… aku tidak berhenti saat tahun lalu Oppa menyuruhku.”ucapnya pelan.

Ekspresi wajah Yesung mengeras. “Kau berbohong padaku? Selama hampir setahun ini?” ‘Dan bodohnya aku tidak menyadarinya, padahal setiap hari aku melihat lengan dan pahanya yang sedikit berotot! Geez~ babo Jongwoon!’pikirnya.

Yuuri memejamkan matanya takut, dan memegang lengan Yesung lebih erat. “Mianheyo, Oppa! Mianhe!”

Yesung menarik tangannya sehingga pegangan tangan Yuuri terlepas. “Sekarang kau harus benar-benar berhenti!”ucapnya tegas lalu berjalan keluar kamar. Yuuri terkejut dengan ucapan tegas Yesung itu.

“Oppa! Jebal… izinkan aku…”kata Yuuri ketika mengikuti Yesung ke ruang tengah. “Seminggu lagi aku harus berlomba mewakili universitas, aku tidak mungkin ber…”

“Aku tidak peduli hal itu!”ucap Yesung dengan nada tinggi, membuat Yuuri tersentak kaget dan airmatanya menggenang di pelupuk matanya. Ini pertama kalinya ia melihat Yesung semarah ini, dan ia merasa sangat takut. “Itu olahraga berbahaya Yuu! Kau tadi hampir saja jatuh dari ketinggian 3 meter!”

“Ha… hajiman… bolehkah aku berhenti setelah perlombaan saja?”pinta Yuuri dengan airmata yang mulai mengalir.

Sebenarnya Yesung sudah mulai tidak tega melihat Yuuri yang sudah menangis. Tapi ia tidak bisa memperlihatkan hal itu pada Yuuri. Ia harus memperlihatkan ketegasannya pada istrinya itu. Karena Yesung tidak ingin Yuuri melakukan olahraga yang menurutnya sangat berbahaya itu. Tadi saat melihat Yuuri terjatuh dari papan dinding setinggi 3 meter, ia merasakan jantungnya akan berhenti. Untungnya bilayer langsung sigap menarik tali carmantel yang dipakai Yuuri saat yeoja itu terjatuh. Kalau tidak, Yesung tidak mau membayangkan akan seperti apa jadinya. Ia tidak ingin merasakan hal itu lagi.

“Keputusanku sudah final Yuu, tidak ada wall climbing lagi!”

Airmata Yuuri semakin deras mengalir. Ia menatap Yesung dengan tatapan yang tidak diinginkan Yesung untuk dilihatnya. Tatapan sedih dan kecewa. “Yuu…”

Kemudian Yuuri berjalan ke kamar belajarnya, masuk dan mengunci pintunya.

Yesung menghela napas sedih. Malam ini ia harus rela tidur tanpa memeluk istri tercintanya itu.

*End of Flashback*

Yuuri menceritakan itu semua dengan cemberut.

“Jadi begitu ceritanya. Jebal… izinkan aku tinggal disini ya? Hanya seminggu kok… Ya Kyonnie?”mohon Yuuri dengan wajah memelas, puppy eyes-nya dan panggilan kesayangan Hyekyo yang ia tahu tidak akan mungkin bisa diabaikan oleh Hyekyo.

Hyekyo menghela napas. “Ini berarti aku juga harus berbohong pada Mochi.”gerutunya saat mengingat namjachingunya, Henry, member Super Junior M.

“Dangyunhaji! Kalau Mochi Oppa tahu, ia pasti akan mengatakan pada si ahjusshi menyebalkan itu. Jebal… rahasiakan dari Mochi Oppa ya? Nanti sebagai gantiaku menginap disini, aku akan memasak deh!”

Hyekyo tertawa kecil. “Eonnie, aku lebih jago masak darimu!”ledeknya, membuat Yuuri cemberut. “Tapi…”

CEKLEK.

“Siapa itu?”tanya Yuuri saat mendengar pintu apartemen terbuka. Hyekyo langsung melebarkan matanya karena kaget.

“Eonnie! Aku lupa kalau hari ini Mochi kesini!”ucapnya pelan dengan nada panik. Yuuri bangkit dari duduknya, ikut panik.

“Eottohke? Eottohke???”ucap Yuuri panik dengan berlari-lari di tempat (?).

“Eonnie bawa koper Eonnie masuk dan bersembunyi di kamarku!”kata Hyekyo pelan. Kemudian ia membantu membawa koper kecil milik Yuuri masuk ke kamarnya. Ia menyembunyikan koper Yuuri di dalam lemarinya sementara Yuuri bersembunyi di kamar mandi.

Hyekyo keluar dari kamar dan menutup pintunya, kemudian ia berbalik dan terkejut melihat Henry berada di hadapannya.

“Yak! Henry Lau! Kau mengagetkanku!”omel Hyekyo dengan dada naik turun karena terkejut.

Henry tertawa kecil. “Sorry, baby. Kau sudah bangun? Kukira kau masih tertidur karena tadi malam begadang mengerjakan tugas.”

‘Kalau bukan karena ada istri telantar yang datang pagi-pagi menggangguku, mungkin aku masih tidur tenang sekarang’ gerutu Hyekyo dalam hati. “Anhi. Aku kebetulan saja bangun lebih cepat.”

“Kau sudah sarapan, babe? Aku buatkan dulu, kau duduk saja.”kata Hyekyo lalu berjalan ke dapur.

“Aku mau tiduran di kamarmu ya?”kata Henry.

“Andwae!”seru Hyekyo tiba-tiba saat Henry baru membuka pintu kamarnya. Henry menatapnya bingung.

“Ng… maksudku… temani aku di dapur. Aku kan ingin mengobrol denganmu, babe.”ucap Hyekyo dengan nada manja yang jarang didengar Henry.Walaupun Henry merasa aneh dengan sikap Hyekyo, tapi ia tetap mengikuti yeojachingunya itu ke dapur.

Hyekyo menyiapkan bahan-bahan masakan untuk membuat sarapan, sementara Henry duduk di kursi makan.

“Kau hari ini ada schedule apa?”tanya Hyekyo sambil menyibukkan diri dengan kegiatan memasaknya.

“Hmm… nanti jam 10 aku harus latihan untuk persiapan SMTOWN. Makanya aku kesini pagi-pagi biar bisa bertemu denganmu dulu.”

Hyekyo tersenyum dengan ucapan Henry. Ia sendiri sangat merindukan namjachingunya itu setelah lama tidak bertemu karena Henry harus kembali ke Kanada. Tapi persiapan SMTOWN memang cukup menyita waktu para member Super Junior, sehingga mereka tetap saja sulit untuk bertemu.

“Baby, bagaimana kabar Oppa-deul yang lain?”tanya Hyekyo, tapi tidak ada jawaban. Kemudian ia berbalik dan melihat Henry tertidur dengan menumpukan kepalanya di atas meja makan. Ia tersenyum, lalu menyentuh bahunya lembut.

“Ngghh…”

“Baby, kau tidur saja dulu di sofa.”kata Hyekyo.

“Ne~”kata Henry lalu bangkit dari duduknya, sebelum pergi ke ruang tengah ia mengecup bibir Hyekyo lembut, membuat yeoja itu terkejut. Kemudian Henry tersenyum dan pergi ke ruang tengah.

Henry merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang. Tapi ia mengernyit ketika merasakan ada sesuatu yang mengganjal di punggungnya. Ia bangun lagi dan melihat ada sebuah topi hitam dengan garis biru di pinggirnya. Henry mengernyit lagi. Ia tidak ingat jika Hyekyo punya topi ini. Lagipula yeojachingunya itu kan tidak suka pakai topi.

“Ini seperti topi yang sering dipakai Yesung hyung…”gumamnya. Kemudian ia membalikkan topi itu dan melihat inisial yang terdapat dibaliknya. JY.

“JY? Jung Yuuri?Atau Jongwoon Yuuri? Sepertinya benar topi ini yang sering kulihat dipakai oleh Yesung hyung. Lalu kenapa ada disini?”Kemudian Henry mengangkat bahu. “Mungkin topi ini tertinggal saat Yuuri main kesini.”Henry tidak lagi memikirkannya karena ia tahu seberapa dekat yeojachingunya itu dengan kakak iparnya, jadi wajar kan kalau Yuuri suka main kesini?

***

Selama sepanjang malam Yesung tidak bisa tidur dengan tenang. Ia mengkhawatirkan Yuuri. Di kamar belajarnya tidak ada tempat tidur, tetapi hanya ada sebuah sofa yang tidak mungkin nyaman untuk ditiduri. Ia merasa sangat bersalah melihat wajah sedih Yuuri. Ia tahu betapa Yuuri sangat menyukai olahraga berbahaya seperti itu. Tapi sekarang Yuuri harus belajar mendengarkan keputusan Yesung untuk hal-hal penting dalam hidupnya. Pada akhirnya Yesung tertidur karena kelelahan memikirkan cara membuat istrinya tidak bersedih lagi.

Paginya, hal yang pertama kali diingat Yesung saat terbangun adalah Yuuri. Ia langsung pergi ke kamar belajar Yuuri.

“Yuu?”panggilnya dengan mengetuk pintu pelan. Tapi tidak ada jawaban.

Yesung mencoba membuka pintunya yang semalam dikunci oleh Yuuri tetapi sekarang bisa terbuka. Ia masuk ke dalam dan kecewa melihat Yuuri tidak ada.

“Ia kemana?”gumamnya bingung. Kemudian ia pergi ke dapur dan melihat sarapan sudah tersedia di meja makan. Lalu matanya tidak sengaja melihat ke secarik kertas di antara makanan sarapan. Buru-buru ia mengambilnya dan ia langsung mengenali tulisan tangan Yuuri yang sedikit berantakan.

Oppa, mianheyo.

Aku tidak mungkin meninggalkan perlombaan. Itu harapanku sejak ikut olahraga ini. Untuk sementara sampai perlombaan selesai, aku tidak akan pulang. Aku tidak akan menginap di rumah Reina, Heera atau apartemen Hyeon Onnie. Oppa juga tidak perlu mencariku ke kampus, aku sudah tidak ada kuliah lagi semester ini, dan aku tidak akan latihan wall climbing di sana. Tapi Oppa tenang saja, aku ada di tempat yang aman dan aku akan lebih berhati-hati dalam memanjat.^_^

Aku janji setelah perlombaan ini selesai aku akan berhenti. Jadi jebal… izinkan aku ya?

Saranghae yeongwhoni. ^3^

Dari istrimu yang bawel dan menyusahkan. Jung Yuuri.

“Ya Tuhan~ Jung Yuuri!”seru Yesung kesal lalu menendang entah apa yang ada di dekat sofa. kemudian Yesung merasakan air mengalir di sekitar kakinya. Ia melihat ke kakinya.

“Gyaaaaaaa~ Morahaji mianhe!”jeritnya saat menyadari jika tadi ia menendang kandang Morahaji, salah satu kura-kura kesayangannya. (=_=)’

***

“Eonnie?”panggil Hyekyo dengan mengetuk pintu kamar mandi. “Mochi sudah pulang.”

Yuuri langsung membuka pintu. “Finally!”ucapnya senang, kemudian ia memasang puppy eyes-nya.“Kyonnie, aku lapar…”

“Aish! Eonnie tidak usah merayuku. Sudah kubuatkan sarapan kok. Kajja!”

Kemudian Hyekyo menyiapkan sarapan untuk Yuuri di dapur. Yuuri duduk dan memakannya dengan lahap bahkan ia minta tambah empat kali, membuat Hyekyo ternganga melihat porsi makannya.

“Eonnie, aku tahu kalau Eonni punya hobi makan. Tapi aku tidak tahu ada orang yang sarapan dengan porsi sebanyak itu.”ucap Hyekyo menyuarakan keheranannya. Yuuri tertawa kecil melihat ekspresi Hyekyo.

Yuuri mengernyit. “Molla. Akhir-akhir ini nafsu makanku semakin besar. Mungkin karena capek ikut wall climbing.”

“Aigoo~ Eonnie, lalu setelah itu kau kabur kesini. Aku bisa mengerti jika Yeye Oppa marah dan tidak mengizinkan Eonnie ikut olahraga itu. Itu kan olahraga yang berbahaya.”

“Tapi aku sudah ikut olahraga itu cukup lama dan aku tidak pernah kecelakaan. Terkadang ia punya kekhawatiran yang berlebihan. Sama seperti Yunho Oppa.”gerutu Yuuri.

“Kalau Eonnie sudah ikut olahraga itu cukup lama, kenapa Yeye Oppa baru melarang sekarang?”

Yuuri menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia memandang Hyekyo dengan salah tingkah. “Sebenarnya ia pernah menyuruhku berhenti setahun yang lalu, tapi aku tidak berhenti. Jadi kemarin ia memergokiku berbohong padanya. Ia diam-diam menjemputku ke kampus dan melihatku sedang di puncak papan dinding. Lalu karena terkejut mendengar suaranya memanggilku, aku hampir terjatuh.”

Mata Hyekyo membelalak lebar. “MWO?! YAK! Itu kan berbahaya sekali Eonnie! Wajar kalau Yeye Oppa marah!”

“ ‘Yak’?!”Yuuri langsung mencubit pipi Hyekyo sebal. “Shin Hyekyo! Aku ini ‘Eonnie’-mu! Jangan menggunakan kata itu padaku!”

Hyekyo merengut dan mengelus pipinya yang dicubit Yuuri. “Itu kan karena aku khawatir…” Kemudian ia menghela napas. “Aku jadi kasihan pada Yeye Oppa.”

“Yak! Apa maksudmu?!”

“Memangnya selama ini ia tidak pernah sadar?”

“Aku juga heran. Padahal ia melihat dan menyentuh tubuh polosku hampir setiap hari, tapi ia tidak sadar juga lengan dan pahaku berotot.”

“Eonnie! Jangan mencemari pikiranku dengan hal seperti itu!”protes Hyekyo dengan wajah bersemu merah.

Yuuri tertawa. “Reina saja sudah pernah melakukannya dengan Sungjong lho…”

“Aish! Aku tidak mau dengar!”ucap Hyekyo sebal dengan menutup kedua telinganya. Yuuri tertawa semakin kencang.

“Eonnie, memangnya tidak bisa Eonnie berhenti? Olahraga seperti itu bahaya untuk wanita hamil.”

Yuuri memutar bola matanya. “Aku kan tidak hamil, Shin Hyekyo.”

“Eonnie-ya, kau yakin tidak sedang hamil?”tanya Hyekyo dengan menyipitkan mata, memperhatikan Yuuri seksama. “Kau terlihat pucat dan tubuhmu terlihat lebih gemuk.”

Yuuri membelalakkan matanya.“Gemuk?!”

“Dan porsi makanmu juga besar sekali. Seperti orang ngidam.”

Yuuri yang masih shock karena dibilang gemuk, menatap Hyekyo kesal. “Geez~ Shin Hyekyo, porsi makanku memang sudah besar dari dulu! Dan aku juga tidak merasa aku ini gemuk!”Padahal dalam hati Yuuri meringis karena ingat berat badannya yang bertambah. “Kau ini kenapa tiba-tiba jadi sok tahu begini sih? Kau kan bukan dokter kandungan. Lagian aku pasti tahu kalau aku hamil.”

Hyekyo cemberut. “Eonnie-ya, aku kan kuliah kedokteran umum, pasti aku juga belajar tentang kehamilan dong!”

“Mm-hmm, terserah deh.”balas Yuuri malas.

“Eonnie, kau mau tahu tidak ciri-ciri kehamilan?”

Yuuri memandang Hyekyo malas lalu berjalan ke kamar dongsaengnya itu. Hyekyo tidak menyerah untuk merecokinya dan terus mengikuti Yuuri ke kamar.

“Ciri-ciri wanita hamil itu porsi makannya besar, lebih sensitif, terkadang ingin makan sesuatu yang belum pernah dimakannya sebelumnya, lalu yang paling terkenal…morning sickness.”

Yuuri yang tadinya sudah berbaring di ranjang dan memejamkan mata, langsung membuka matanya lagi dan memandang Hyekyo.

“Morning sickness itu biasanya yang paling berat. Karena wanita hamil bisa mual hanya karena mencium bau sabun.”

“Ne? Sabun?”

“Mm-hmm.”jawab Hyekyo senang karena Yuuri sudah mulai memperhatikan apa yang ia katakan. “Bahkan ada wanita hamil yang jadi tidak mau dekat-dekat suaminya karena wangi sabun atau cologne yang dipakai suaminya.”

Yuuri membelalakkan matanya. Cerita ini, ia sangat tahu.

*Flashback*

“Yuu…”panggil Yesung manja dengan memeluk Yuuri dari belakang. Yuuri yang sedang tidur jadi terbangun, tapi bukan karena panggilan manja Yesung, melainkan hal lain.

“Oppa, mandi dulu sana!”kata Yuuri dengan mendorong tubuh Yesung.

“Uuhhh… Yuu… ini sudah jam 2 pagi, aku tidak mau mandi. Aku mau langsung tidur.”kata Yesung yang kembali mengambil posisi tidur di samping Yuuri.

“Andwae! Oppa bau!”

“Mworago?! Yak! Aku kan tidak latihan dance! Aku cuma pergi siaran!”protes Yesung.

“Tapi Oppa bau! Cepat mandi!”paksa Yuuri, ia sudah mulai merasa mual mencium bau tubuh Yesung lama-lama.

Yesung bangkit dari tempat tidur dengan sangat terpaksa. Ia kemudian mengangkat kedua lengannya, mencoba mencium aroma tubuh di ketiaknya. “Apanya yang bau!”gerutunya sebal. Tapi ia tetap mengikuti kemauan istrinya untuk mandi.

Dan anehnya setelah mandi, Yuuri malah merasa Yesung lebih bau.

*End of Flashback*

Yuuri menyadari. Hal itu tidak terjadi hanya satu – dua kali. Yesung memang dalam sebulan terakhir ini jarang pulang. Tapi entah kenapa setiap ia ada, Yuuri selalu merasa terganggu dengan aroma tubuhnya. Entah itu cologne yang dipakainya, atau aroma tubuhnya sehabis mandi. Awalnya ia pikir ada yang salah dengan penciumannya, jadi ia berusaha menahannya dan tidak memberitahukan hal itu pada Yesung. Ia tidak ingin suaminya itu tersinggung, lagipula Yesung juga sedang jarang pulang, jadi Yuuri tidak akan terus-menerus mencium bebauan aneh yang membuatnya mual itu.

Tapi sekarang setelah mendengar penjelasan Hyekyo. Yuuri jadi curiga sama penyakit mualnya itu.

“Hahaha~ Maldo andwae! (Tidak mungkin!)”gumam Yuuri, sedikit panik sebenarnya. Masa’ nafsu makannya yang semakin besar dan berat badannya naik karena hal itu?

“Maldo andwae kenapa Eonnie?”tanya Hyekyo.

“A… anhieyo!”jawab Yuuri gugup. “Kyonnie-ya, aku mau tidur dulu ya! Kau jangan ganggu aku!”kata Yuuri lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.Hyekyo menggerutu kesal karena Yuuri malah mau tidur sementara ia masih ingin mengobrol. Lalu yeoja itu keluar dari kamar.

Tapi tidak beberapa lama Hyekyo keluar kamar, Yuuri bangun dan terburu-buru ke kamar mandi. Ia membuka kloset dan langsung memuntahkan seluruh makanan yang dimakannya saat sarapan.

Bahkan ia masih ingin muntah saat perutnya sudah terasa kosong.

***

“Aku masih belum tahu Yuu dimana, hyung.”

Yesung mengacak-acak rambutnya dengan kesal saat membaca sms Yunho. Ini sudah hari kelima Yuuri menghilang, dan ia masih belum tahu istrinya itu ada dimana. Yuuri lagi-lagi mematikan ponselnya, sehingga ia tidak bisa menghubungi yeoja itu. Ia sudah mencoba mendatangi rumah Heera, Reina dan Ang Hyeon. Tapi seperti yang ditulis Yuuri di pesannya, ia memang tidak kabur ke tempat mereka bertiga, dan Yesung yakin istrinya itu juga tidak mungkin pulang ke rumah orangtuanya. Karena tentu saja mereka akan lebih setuju dengan Yesung daripadanya.

Sekarang Yesung menyesalinya. Seandainya saja ia tidak memarahi Yuuri sampai seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak suka Yuuri mengikuti olahraga berbahaya itu. Dan sekarang mungkin istrinya yang keras kepala itu sibuk naik turun papan dinding setinggi 3 meter!

“Hyung, waegurae?”tanya Henry karena sedari tadi ia melihat hyungnya itu sibuk dengan ponselnya dan menghela napas.

“A… anhiyo…”jawab Yesung langsung. Ia tidak ingin membernya tahu kalau Yuuri menghilang lagi.

Henry mengernyit, tahu jika hyungnya tidak menjawab yang sebenarnya. Tapi ia membiarkannya. Kemudian ia teringat sesuatu. “Ah ya hyung, topi Yuuri tertinggal di apartemen Hyekyo.”

Yesung menatap Henry dengan bingung. “Memangnya kapan ia kesana?”

“Molla. Lima hari yang lalu aku ke apartemen Hyekyo dan aku melihat topi yang sering hyung pakai. Dibaliknya ada inisial JY. Jung Yuuri atau Jongwoon Yuuri?”

Mata Yesung melebar mendengar penjelasan Henry. Ia langsung bangkit dari sofa dan menarik tangan Henry. “Henry-ya, antarkan aku ke apartemen Hyekyo sekarang!”katanya dengan menarik Henry keluar dari dorm SUJU.

“Eh? Eh? Sekarang?”

“Tentu saja sekarang!”

Kemudian mereka berdua pergi ke apartemen Hyekyo dengan menggunakan mobil Yesung. Yesung sedikit terkejut karena apartemen yeojachingu Henry tersebut ternyata hanya berjarak 10 menit perjalanan dari dorm SUJU dengan menggunakan mobil. Dan kalau tebakannya tidak salah, Yuuri ada disana. Di tempat yang ternyata sangat dekat itu! Geez~ istrinya itu benar-benar… hah… ia benar-benar sulit menggambarkan betapa memfrustasikannya Jung Yuuri.

***

“HUEEKKKK~”Lagi-lagi Yuuri memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke perutnya. Ia tidak mengerti kenapa sejak hari pertama ia tinggal di apartemen Hyekyo, ia selalu muntah-muntah. Memang sebelumnya saat ia masih tinggal di apartemen miliknya dan Yesung ia selalu sering merasa mual dan pusing. Tapi sekarang mulai bertambah parah. Dan ini menyebabkan Yuuri terpaksa tidak ikut latihan wall climbing.

“Eonnie-ya, gwenchana?”tanya Hyekyo cemas saat Yuuri keluar dari kamar mandi. Ia memapah tubuh Yuuri yang lemas untuk duduk di sofa.

“Eonnie, kau yakin tidak mau periksa ke dokter? Sudah lima hari sejak Eonnie mulai muntah-muntah. Aku takut Eonnie sakit parah.”ucap Hyekyo cemas melihat wajah Yuuri yang pucat.

“Nan gwenchana, Hyekyo-ya.”jawab Yuuri pelan dengan menyandarkan tubuhnya di sofa. Ia memejamkan mata, lalu tangannya memijat-mijat keningnya yang sakit.

“Keundae, Eonnie, aku tidak bisa mendiagnosis Eonnie sakit apa. Aku khawatir sekali…”Yuuri membuka matanya mendengar suara Hyekyo yang bergetar. Kemudian ia terkejut melihat mata Hyekyo yang berkaca-kaca.

“Kyonnie, kau menangis?”tanya Yuuri sedikit terkejut.

“Eonnie membuatku takut…”ucap Hyekyo pelan dengan airmata mulai menetes.

“Ya ya ya! Shin Hyekyo! Kenapa kau jadi cengeng gini sih? Nan gwenchana…”ucap Yuuri dengan memeluk erat tubuh Hyekyo. Ia menepuk punggung Hyekyo pelan, berusaha menenangkan dongsaengnya itu.

“Eonnie, kita hubungi Yeye Oppa saja ya?”kata Hyekyo.

Yuuri melepaskan pelukannya lalu memandang Hyekyo ragu. “Kyonnie-ya, sebenarnya… sudah lama aku merasakan mual dan pusing parah begini…”

“Sejak kapan?”

“Ng… sebulan yang lalu. Tapi aku pikir itu karena kecapekan dan maagku kambuh saja. Jadi aku mulai mengurangi aktivitasku di wall climbing dan beristirahat.”

“Dan Eonnie tidak memberitahu Yeye Oppa atau periksa ke dokter?! Eonnie gimana sih! Kalau Eonnie ternyata sakit parah gimana?!”kata Hyekyo marah.

“Ng…. keundae, kurasa sekarang aku tahu apa penyebabnya.”ucap Yuuri sedikit takut melihat ekspresi Hyekyo.

“Mwo?”

“Aku baru sadar kalau aku… terlambat dua bulan.”

Mata Hyekyo terbelalak. Ia bangkit dari duduknya di sofa lalu berlari ke kamar. Yuuri hanya menatapnya bingung. Kemudian ia kembali dengan memberikan sebungkus sachet pada Yuuri.

“Ige mwoya?”

“Eonnie, ini test pack kehamilan yang aku pakai saat praktek. Coba Eonnie tes air urin Eonnie disini.”

Yuuri menatapnya ragu, tapi pada akhirnya ia mengambilnya juga dan pergi ke kamar mandi. Setelah sepuluh menit yang mendebarkan Hyekyo karena menunggu, akhirnya Yuuri keluar dengan wajah tanpa ekspresi.

“Eonnie, gimana?”tanya Hyekyo bersemangat.

Tiba-tiba airmata Yuuri mulai menetes dan ia langsung memeluk Hyekyo. “Eottohke? Eottohke? Aku… aku hamil, Hyekyo-ya…”

“Kyaaaaaaaaaaaaa!!!”jerit Hyekyo senang dan memeluk Yuuri lebih erat. “Eonnie, sekarang kita ke dokter kandungan ya untuk lebih pasti lagi!”

Dan Yuuri hanya diam saja saat melihat Hyekyo berlari ke kamar untuk mengambil tasnya. Entah bagaimana perasaan Yuuri saat ini, Yuuri sendiri tidak mengerti. Ia merasa sangat khawatir dan takut. Kekhawatiran dan ketakutan tentang apa, ia tidak tahu. Yang pasti saat ini ia benar-benar membutuhkan Yesung di sisinya.

***

Saat sampai di depan pintu apartemen Hyekyo, Yesung langsung menekan bel berkali-kali. Ia benar-benar tidak sabar untuk melihat Yuuri, memastikan bagaimana keadaan istri tercintanya itu.

“Hyung, please be patient.”ucap Henry. Tapi Yesung tidak mengindahkan perkataan Henry. Ia masih saja menekan bel yang masih belum juga mendapatkan jawaban dari penghuni apartemen itu. Akhirnya karena kasihan melihat Hyungnya yang tidak sabaran, Henry membuka sendiri pintu apartemen Hyekyo. Saat pintu itu terbuka Yesung langsung berlari masuk tanpa permisi.

“Yuu! Hyekyo!”panggil Yesung. Tapi tidak ada jawaban. Henry masuk ke kamar Hyekyo, tapi tidak ada siapapun disana. Lalu ia melihat koper berwarna merah di samping tempat tidur.

“Yesung Hyung!”panggil Henry. Yesung masuk ke kamar menyusulnya.

“Ini koper Yuuri kan?”tunjuk Henry pada koper merah itu.

Yesung melihat koper yang ditunjuk Henry dan menghela napas lega. “Ne. Benar. Tapi sekarang mereka dimana?”

“Chankaman. Aku telpon Hyekyo dulu.”

***

Yesung mondar-mandir di depan lobi apartemen, menunggu Hyekyo dan Yuuri pulang. Tadi Henry sudah menelpon Hyekyo dan gadis itu mengatakan kalau mereka dalam perjalanan pulang naik taksi. Jadi langsung saja Yesung turun ke lobi dan menunggu disana.

Tidak berapa lama taksi yang ditumpangi Hyekyo dan Yuuri tiba di depan gedung apartemen Hyekyo. Yesung segera menghampiri taksi dan membuka pintu belakang penumpang. Ia tersenyum melihat Yuuri yang sedang tertidur dengan bersandar pada Hyekyo.

Setelah membayar tarif taksi, Yesung mengangkat bridal style tubuh Yuuri keluar dari taksi dan membawanya ke mobilnya di parkiran. Ia merasa senang dan lega sekali bisa merasakan tubuh Yuuri di gendongannya.

“Oppa… apa Oppa marah padaku karena aku merahasiakan keberadaan Yuuri Eonnie?”tanya Hyekyo cemas saat memperhatikan Yesung yang meletakkan tubuh Yuuri di jok belakang mobil Yesung.

“Anhi. Aku tahu ia pasti memaksamu merahasiakannya.”jawab Yesung pelan sambil tetap memandang wajah Yuuri yang tertidur. Hyekyo tersenyum lega.

“Ia baik-baik saja kan, Hyekyo?”tanya Yesung setelah beberapa saat memandang Yuuri.

Hyekyo tersenyum lebar. Teringat hasil pemeriksaan di dokter kandungan tadi. Yuuri hamil 6 minggu! “Lebih dari sekedar baik-baik saja!”

“Musunmariya?”

“Ah…”Hyekyo jadi bingung karena kelepasan. “Ng… maksudku, Yuu Onnie berhenti wall climbing sejak menginap disini. Jadi ya aku senang.”

“Berhenti?”tanya Yesung kaget. “Bukannya ia kabur justru karena tidak ingin berhenti?”

Hyekyo mengutuk kebodohannya dalam hati. Kalau begini ia jadi harus berbohong lagi. “Iya sih. Tapi saat sampai disini, ia…. ng…. merasa bersalah pada Oppa. Jadi ia berhenti. Tapi karena sebelumnya Oppa marah sekali padanya, Eonnie jadi takut pulang.”

Yesung menghela napas. “Sudah kuduga. Seharusnya aku tidak semarah itu padanya.”

Hyekyo meringis. Semakin merasa bersalah karena sudah banyak berbohong. Henry yang berada di sebelahnya meliriknya dengan tatapan penasaran. Ia tahu Hyekyo berbohong, tapi ia juga tidak ingin memaksa Hyekyo memberitahunya.

Hyekyo lalu melirik Henry yang sejak tadi memandangnya. Ia sadar jika namjachingunya itu tahu ia berbohong. Tapi ia tetap tidak bisa mengatakan apapun pada Henry. “Mian,”ucap Hyekyo dengan gerak bibir. Henry hanya tersenyum pengertian.

***

Yuuri membuka matanya perlahan. Tadi malam pertama kalinya ia merasakan tidur yang sangat nyenyak semenjak ia tinggal di apartemen Hyekyo. Ia merasa seolah-olah Yesung sedang tidur memeluknya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang masuk lewat sela-sela gorden jendela. Kemudian ia memandang sekeliling dan terkejut ketika melihat kamarnya sendiri.Yuuri langsung bangun dari posisi tidurnya.

“Sejak kapan aku disini?”gumamnya bingung. Lalu pintu kamar mandi terbuka. Yesung baru selesai mandi dan hanya memakai handuk di bagian bawah tubuhnya, sehingga absnya yang seksi itu terlihat jelas oleh Yuuri. Pose Yesung yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, air yang menetes dari ujung rambutnya, lalu absnya yang basah dan terlihat sangat seksi itu membuat Yuuri menelan ludah. Yuuri menggelengkan kepalanya pelan saat berpikir ingin menyentuhnya. ‘Ish~ pervert!’pikirnya, mengutuk diri sendiri. #kekeke~ authornya udh mimisan nih😛

Kemudian Yesung menyadari Yuuri sudah terbangun. Ia mengalungkan ke lehernya handuk yang dipakainya untuk mengeringkan rambutnya, lalu memandang istrinya itu. “Sudah bangun?”tanya Yesung dengan ekspresi datar.

Yuuri menelan ludah lagi lalu menundukkan wajahnya karena takut dan sedih melihat ekspresi Yesung. Ia mengangguk pelan. “Kenapa… aku bisa ada disini?”

“Tadi malam aku memutuskan untuk membawamu pulang dari apartemen Hyekyo.”

“Oh.”Yuuri bingung harus bereaksi apa. “Ng… aku memang sudah terlalu merepotkannya ya.”

Yesung mengangkat alis. “Merepotkan Hyekyo?”

Yuuri memandang Yesung dengan pandangan bersalah. “Merepotkan Oppa juga…”ucapnya pelan dengan cemberut. Ekspresi yang membuat Yesung kangen.

Yesung menghela napas lalu menghampiri Yuuri dan duduk di tepi ranjang mereka. “Kudengar dari Hyekyo kau berhenti wall climbing. Apa alasanmu sampai tiba-tiba berubah pikiran begitu?”

“Eh? Ng…” Yuuri bingung apakah harus mengatakannya sekarang atau tidak. Seharusnya ini jadi kejutan menyenangkan untuknya dan Yesung kan? Tapi entah kenapa ia sendiri masih merasakan perasaan yang aneh ketika mendengar berita ini. Ada banyak hal yang dicemaskannya dan  ia jadi bingung harus merasa seperti apa.

Tiba-tiba Yuuri merasakan kakinya disentuh Yesung. “Apa kau terluka? Kakimu? Tanganmu? Baik-baik saja kan?”tanya Yesung cemas dengan menyentuh pelan kedua kaki dan tangan Yuuri, memeriksanya apakah terluka atau tidak.

Hati Yuuri langsung menghangat mendengar perhatian Yesung padanya. Awalnya ia khawatir melihat ekspresi dingin Yesung tadi. Tapi sekarang ia senang sekali karena suaminya itu berubah jadi hangat lagi.

“Gwenchana, Oppa. Aku tidak terluka kok. Oppa kan tidak mengizinkanku, jadi setelah aku memikirkan bagaimana marahnya Oppa waktu itu, aku berhenti saja.”jawab Yuuri sedikit murung. ‘Bye bye Juara 1 Wall Climbing~’ringis Yuuri dalam hati.

Yesung memandang Yuuri dengan pandangan bersalah. “Mianhe. Aku tahu kau kecewa sekali aku melarangmu. Tapi aku takut sekali melihatmu ikut olahraga itu. Rasanya jantungku hampir berhenti saat melihatmu jatuh.”

Rasa bersalah yang sangat besar langsung menghinggapi hati Yuuri saat melihat ketakutan yang amat sangat di mata Yesung. Seakan-akan namja itu mengingat kembali saat-saat Yuuri hampir terjatuh dari tali carmantel wall climbing. “Arayo. Mianheyo, aku sudah membuat Oppa takut.”kata Yuuri dengan menahan tangis.

Yesung tersenyum dan mengecup bibir Yuuri lembut. Ia lalu merengkuh Yuuri dalam pelukannya. “Gomawo, kau sudah mau mengerti.”

Yuuri tersenyum dan membalas pelukan Yesung. Tapi tidak berapa lama hidungnya mengernyit dan setelah itu ia mulai merasa mual. Aroma tubuh Yesung sehabis mandi membuatnya mual. Segera saja Yuuri mendorong tubuh Yesung untuk melepaskan pelukannya.

Yesung memandangnya bingung.

“Ahjusshi, aku mau mandi.”kata Yuuri kemudian buru-buru kabur ke kamar mandi. Tapi ternyata di dalam kamar mandimasih ada aroma sabun yang digunakan Yesung, membuat Yuuri tambah mual lagi. Ia langsung menyalakan keran agar Yesung tidak mendengarnya muntah-muntah.

Geez~ Yuuri membenci Morning Sickness. “Kenapa aku harus hamil di saat-saat seperti ini? Aku belum siap…”gumamnya sedih dengan airmata mengalir.

***

“Apa ini?”tanya Yuuri bingung saat melihat Seaweed Soup di hadapannya.

“Kau tidak bisa lihat?”tanya Yesung balik dengan tersenyum geli. Yuuri memang punya kebiasaan melupakan hari ulang tahunnya sendiri. Itu karena ia pernah punya keinginan untuk menjadi seperti Peterpan, yang tidak pernah tua. Alasan yang cukup menggelikan sebenarnya. Tapi yang Yesung dengar dari Yunho, semenjak Yuuri membaca dongeng itu saat kecil, ia selalu berusaha melupakan ulang tahunnya. Bahkan ia menolak memakan Seaweed Soup dan tidak menyukainya sampai sekarang. Walaupun ia tidak menginginkan menjadi seperti Peterpan lagi, hal itu sudah menjadi kebiasaan sampai sekarang.

Tapi Yesung akan membuat Yuuri menyukai perayaan ulang tahunnya. Dan ia akan membuat Yuuri menyukai Seaweed Soup.

“Seaweed Soup itu bagus untuk kesehatan. Coba kau makan.”

Yuuri mengangkat alis. “Ahjusshi kan tahu aku tidak suka Seaweed Soup.”gerutunya.

Yesung merengut sebal mendengar Yuuri memanggilnya ‘ahjusshi’ lagi. “Ne, Kim Yuuri-ku yang bawel. Tapi kau terlihat pucat sekali, dan sup ini bagus untuk kesehatan. Jadi, kau harus memakannya.”kata Yesung memaksa.

Yuuri cemberut, dan Yesung memelototinya, memaksanya makan. Dengan tidak rela, Yuuri menyendok sup itu dan menyendokkannya ke dalam mulutnya. Awalnya ia memejamkan mata, mengantisipasi rasa asing di lidahnya. Kemudian ia terkejut saat merasakan rasa asing yang enak di lidahnya.

“Mashita?”tanya Yesung penasaran.

Yuuri mengerjap-ngerjapkan matanya, kemudian tanpa menjawab pertanyaan Yesung ia menyendokkan sup itu lagu ke mulutnya. Yesung tertawa kecil melihatnya, dan Yuuri hanya tersenyum malu sambil terus memakan sup itu.

***

“Jadi, kita mau kemana sebenarnya?”tanya Yuuri saat memakai make upnya. Siang ini Yesung akan mengajak Yuuri ke suatu tempat yang spesial, dan ia meminta Yuuri untuk berdandan secantik mungkin.

Dari pantulan cerminnya, Yuuri melihat Yesung mengedipkan mata di belakangnya. “Ra-ha-si-a. Pokoknya itu tempat yang spesial.”

“Geez~, Ahjusshi, hari ini kau itu aneh sekali. Aku tahu kau memang suka sok-sok romantis, tapi apa memasakkanku Seaweed Soup itu sesuatu yang romantis? Dan kau mengajakku makan siang diluar di tengah-tengah schedule-mu yang padat itu!”

Yesung tertawa kecil. “Yuu, apanya yang aneh dari semua itu?”

“Tentu saja aneh! Pertama, aku tidak suka Seaweed Soup. Walaupun saat kurasakan ternyata enak juga.  Kedua, kau bukan orang yang  mau membatalkan schedule penting untuk hal-hal yang tidak penting. Walaupun aku rasa aku lebih penting dari schedule padatmu yang menyebalkan itu. Ketiga,jalan-jalan di siang hari yang banyak orang. Apa kau ingin kita dikuntit Sasaeng fans? Keempat, sejak kapan kau bisa masak?”

Yesung terbahak mendengar alasan-alasan Yuuri yang aneh itu. “Chagi, aku akan menjawab alasan-alasan yang kau pikir aneh itu. Pertama, tidak masalah kan kalau makan Seaweed Soup, lagipula akhirnya kau menyukainya. Kedua, kau sendiri kan yang bilang kalau kau lebih penting dari schedule padatku itu, dan itu memang benar. Bagiku, kau yang terpenting.”Yuuri tersipu mendengarnya.“Ketiga, memangnya aku bilang aku mau mengajakmu ke tempat yang banyak orang? Aku hanya bilang ke tempat yang spesial. Keempat, Seaweed Soup itu sangat mudah untuk dibuat. Kau saja yang tidak bisa.”

Yuuri terdiam sebentar, memikirkan ucapan suaminya itu. Kemudian ia menghentikan usapan blush on-nya dan membalikkan badan, memandang Yesung. “Ini karena kau senang atau merasa bersalah?”tanyanya penasaran.

“Musunmaningeoya? (Apa yang kau bicarakan?)”

“Tentang wall climbing. Oppa melakukan ini karena senang aku berhenti atau merasa bersalah?”

Yesung menghela napas lalu menghampiri Yuuri dan berlutut di hadapan istrinya yang duduk di depan meja rias itu. Ia meraih tangan Yuuri dan mencium keduanya dengan lembut. “Hal ini tidak ada hubungannya dengan masalah itu. Tapi memang aku merasakan kedua hal yang kau sebutkan tadi. Aku senang kau berhenti dari olahraga berbahaya itu, tapi aku juga merasa bersalah. Aku hanya orang yang belum lama masuk dalam hidupmu, tapi aku sudah melarangmu melakukan hal yang kau suka. Mianhe.”

Yuuri menjadi merasa bersalah lagi mendengar Yesung mengatakan hal itu. Padahal Yuuri tidak berhenti karena Yesung melarangnya. Cuma… yah… kenapa Yuuri masih belum berani mengatakan alasan yang sebenarnya ya? Padahal itu pasti akan menjadi berita yang sangat membahagiakan untuk Yesung.

Yuuri mengangkat satu tangannya dan mengelus pipi Yesung lembut. “Gwenchana. Aku mencintai Oppa, makanya aku tidak ingin membuat Oppa khawatir.”

“Gomawo.”kata Yesung lalu mengecup lembut bibir Yuuri. Kemudian ia berdiri sambil tetap memegang tangan Yuuri. “Kajja! Kita pergi.”

Dan Yuuri hanya mengikuti Yesung dengan senyum di wajahnya.

***

“Ahjusshi, kau masih belum mau memberitahuku kita akan kemana?”gerutu Yuuri sebal. Ia baru akan membuka dasi Yesung yang menutupi matanya, tapi Yesung menahan tangan Yuuri dengan satu tangannya sementara tangannya yang lain sibuk mengendalikan setir mobilnya.

“Sebentar lagi.”ucap Yesung, dan dari suaranya Yuuri bisa menebak jika suaminya itu sedang tersenyum. Yuuri menurunkan tangannya, kemudian berusaha untuk mengendalikan rasa penasarannya. Sampai akhirnya ia jatuh tertidur.

Tidak berapa lama, mobil itu berhenti. Yesung tersenyum ketika menyadari Yuuri yang sudah tertidur. Ia keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Yuuri. Dengan perlahan ia membuka dasi yang menutupi mata Yuuri dan membangunkan istrinya itu dengan lembut.

“Yuu… kita sudah sampai.”ucap Yesung dengan mengguncang pelan tubuh Yuuri.

“Ngghh~”Yuuri menguap dan mengerjap-ngerjapkan matanya pelan. “Dimana ini?”

Yesung hanya tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Yuuri keluar dari mobil. Kemudian saat keluar dari mobil, Yuuri terkejut melihat apa yang ada di hadapannya.

Saat ini mereka berdua sedang berjalan memasuki jalan setapak kecil di antara pepohonan pinus. Yuuri kira mereka akan masuk lebih ke dalam, ke dalam hutan. Tapi ternyata tidak. Mereka bukan berada di hutan pinus. Baru sebentar mereka berjalan, jalan setapak itu berhenti di depan sebuah rumah yang menurut Yuuri sangat mengagumkan.

Bagian depan dinding rumah itu terbuat dari kayu. Di bagian depan rumah itu terdapat sebuah kolam yang cukup lebar dan panjang seperti sungai kecil yang dangkal dan jembatan kecil menuju pintu rumah. Di jembatan kecil itu terdapat atap dengan suluran-suluran bunga di atasnya.

Yesung tersenyum melihat wajah Yuuri yang terpana. Tanpa mengatakan apapun ia menarik tangan yeoja itu agar mengikutinya berjalan melewati jembatan kecil itu. Setelah sampai di ujung jembatan, mereka menaiki anak tangga menuju pintu rumah yang terbuat dari kaca.

Masuk ke dalamnya ternyata lebih membuat Yuuri terpana. Ruangan rumah ini sama seperti yang selama ini Yuuri inginkan. Sama seperti sketsa kasar yang Yuuri gambarkan di buku agendanya. Rumah yang tidak terlalu besar, dan tidak terlihat mewah, tapi penuh dengan nuansa alam dan indah. Berada di tengah-tengahnya membuat Yuuri merasa segar kembali. Karena hampir di setiap ruangan yang menghadap keluar, terdapat dinding kaca. Sehingga ia bisa melihat pemandangan indah pepohonan pinus diluar rumah.

“Apa sama dengan rumah impianmu?”tanya Yesung.

“Oppa tahu dari buku agendaku?”tanya Yuuri dengan mata berbinar-binar menatap Yesung. Yesung hanya mengedip kecil dan Yuuri tersenyum lebar.

Mereka kembali melihat-lihat. Perabotan di dalamnya pun hampir semuanya terbuat dari kayu. Dan di dinding ruangan yang bercat putih dihiasi dengan frame-frame foto Yesung dan Yuuri. Dari frame berukuran besar foto pernikahan mereka di ruang tamu, foto-foto momen mereka berdua sampai foto-foto candid Yuuri yang secara diam-diam difoto oleh Yesung.

“Kapan Oppa mengambil foto ini?”tanya Yuuri bingung saat melihat fotonya yang dengan wajah lebih pucat dan rambut yang diikat dengan sedikit berantakan, tapi ia tertawa lebar dikelilingi teman-temannya. Di foto itu hanya wajah Yuuri yang jelas, sementara yang lain terlihat blur. Seolah-olah yang memotretnya hanya memfokuskan penglihatannya pada Yuuri.

“Ngg… aku memotretmu saat kau pulang turun gunung. Aku suka ekspresimu saat itu, makanya kupotret dengan kameramu.”ucap Yesung sedikit malu.

“Aku jelek sekali…”gumam Yuuri dengan memperhatikan foto itu baik-baik, kemudian ia tersenyum. “Tapi aku menyukainya.” Ia lalu berjalan menyusuri dinding untuk melihat-lihat foto-foto yang dipajang disana. “Foto-foto yang Oppa ambil seolah-olah hanya aku yang terlihat disana…”

Yesung memeluk Yuuri dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Yuuri. “Aku memang hanya melihatmu…”

Lalu tanpa menolehkan pandangannya ke Yesung, Yuuri mencubit pipi namja itu. “Jangan menggombal terus, ahjusshi genit! Ayo kita lihat-lihat lagi yang lain!”

Kemudian tur mereka sampai pada halaman belakang. Mata Yuuri membelalak lebar ketika melihat banyak orang yang dikenalnya berada di taman yang penuh dengan berbagai macam bunga.

“Eo… Eomma? Appa? Oppa-deul? Kalian… kenapa…”Yuuri tidak jadi melanjutkan kata-katanya ketika tiba-tiba mendengar suara merdu bernyanyi untuknya.

Yuuri menoleh dan ia melihat Yesung, yang tadinya masih berdiri di sebelahnya, sekarang sudah membawa kue ulang tahun dan menghampirinya.

“Saengilchuka hamnida…. saengilchuka hamnida…. saranghaneun Kim Yuuri…. Saengilchuka hamnida…”Yesung menyanyikannya dengan merdu, kemudian lagu itu diulang secara beramai-ramai oleh para tamu yang ada disana, yang terdiri dari member-deul SUJU, member-deul DBSK, bumonim Yuuri dan Yesung, Jongjin, Ang Hyeon, Reina, Hyekyo dan Heera dan beberapa orang terdekat lainnya.

“Saengilchukae, nae saranghaneun anae, Kim Yuuri.”ucap Yesung dengan senyum lembut setelah yang lain selesai bernyanyi. Mata Yuuri sudah mulai berkaca-kaca. Kemudian ia meniup lilin berbentuk angka 21 itu diatas kue ulang tahun yang dibawa Yesung.

Seperti sudah mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya, Yunho yang berdiri di dekat Yesung, tanpa aba-aba langsung mengambil kue di tangan Yesung. Setelah itu Yuuri langsung melemparkan dirinya ke dalam pelukan Yesung.

“Kau menyebalkan! Kau selalu membuatku menangis bahagia!”ucap Yuuri dengan nada kesal dan airmata mengalir.

Yesung tersenyum dan balas memeluk Yuuri erat, sementara yang lain tertawa mendengar komentar Yuuri.

“Kau suka hadiah ulang tahunmu?”tanya Yesung. Yuuri melepaskan pelukannya dan memandang Yesung tepat di manik mata.

“Ne. Aku memang tidak ingat kalau sekarang tanggal 12 Agustus. Keundae, nan jeongmal jeongmal chuaheyo. Biasanya aku tidak suka merayakan ulang tahun, tapi sekarang aku menyukainya! Ini lebih sempurna dari yang aku bayangkan!”ucap Yuuri bersemangat.

Yesung tersenyum lebar lalu mengecup lembut bibir Yuuri. “Aku senang kau menyukainya.”

“Ehem! Sudah dong mesraannya…”goda Yunho dengan senyum jahil. Yuuri langsung melepaskan pelukan Yesung dengan wajah memerah, membuat semua tertawa. Kemudian ia mulai sibuk menerima ucapan selamat dan pelukan dari orang-orang terdekatnya.

Setelah selesai menerima ucapan selamat dari semua tamunya, dan asik mengobrol, akhirnya Yuuri berhasil mendapatkan momen hanya berdua dengan Yesung. Mereka duduk berangkulan di ayunan kayu di sudut halaman. Yuuri masih memandangi tamu-tamunya yang masih asik mengobrol dan makan dengan perasaan gembira.

“Aku tidak pernah berpikir kalau ulang tahunku akan semembahagiakan ini. Jeongmal haengbokhae!”ucap Yuuri gembira. Yesung tersenyum lebar mendengar kalimat Yuuri, lalu ia kembali merangkul Yuuri semakin erat.

“Oppa, kapan Oppa melihat sketsa gambarku tentang rumah impianku? Seingatku aku tidak pernah memperlihatkan sketsaku pada Oppa. Rumah ini pastinya tidak dibuat dalam waktu yang singkat kan?”tanya Yuuri penasaran.

“Aku melihatnya lebih dari setahun yang lalu. Saat kita baru awal-awal tunangan. Dulu kau pernah tidak sengaja menjatuhkan buku agendamu di mobilku. Setelah itu aku foto saja semua gambar sketsa itu menggunakan ponselku.”jelas Yesung.

Yuuri mengernyit. “Ahjusshi, itu namanya melanggar hak cipta. Seharusnya kau izin padaku dulu untuk menggunakan sketsaku.”canda Yuuri.

“Hei! Kau cuma menyumbang sketsa. Kan aku yang membuatnya jadi nyata.”protes Yesung dengan wajah pura-pura terluka akan kata-kata Yuuri.

Yuuri tertawa. “Lalu kapan kau mulai membuat rumah ini?”

“Tidak lama setelah aku melihat sketsamu itu, aku memutuskan untuk membuatnya jadi nyata.”

Yuuri memandang Yesung dengan terkejut. “Kenapa cepat sekali? Hubungan kita kan belum pasti saat itu.”

Yesung memandang lembut Yuuri, kemudian mengelus pipi istrinya itu dengan tangan kanannya yang bebas. “Tapi aku saat itu sudah yakin jika kau akan menjadi teman hidupku.”

Yuuri merasa terharu dengan pengakuan Yesung itu. Rasanya ia ingin menangis lagi.

Kemudian Yesung menegakkan tubuhnya, memegang kedua lengan Yuuri dan memandangnya dalam-dalam. “Mulai sekarang, kita harus merayakan bertambahnya umur kita, disini, di rumah kita, setiap tahun.”

“Setiap tahun?”

“Ne.”

“Ahjusshi, sebenarnya apa yang bagus dariku sampai kau begitu mencintaiku?”

Yesung mengernyit mendengar pertanyaan Yuuri yang aneh itu. “Kau masih menanyakan hal itu juga walaupun kita sudah menikah hampir setahun dan saling mengenal hampir dua tahun?”

Yuuri mengangguk. “Hmm…. geurae, akan kupikirkan dulu. Kenapa ya aku bisa begitu mencintai yeoja bawel, kekanak-kanakan, merepotkan, selalu membuat orang khawatir, punya selera aneh…”

“YAK!”

“…tapi baik hati, penuh percaya diri, lembut, pintar,”Kemudian Yesung mencubit pipi Yuuri gemas. “… cantik, dan ia mau memilihku yang tidak sempurna ini menjadi suaminya diantara mungkin banyak orang yang menyukainya.”

“Kau sempurna untukku.”

Yesung mengangkat alis. “Oh ya? kalau aku dibandingkan dengan Yunho, siapa yang tertampan?”

“Yunho Oppa!”jawab Yuuri tanpa ragu.

“Sudah kuduga,”kata Yesung menghela napas, “Aku bersyukur sekali ia Oppamu.”

Yuuri tertawa geli. “Tapi bagiku kau namja tersempurna di dunia! Kau satu-satunya namja terbaik yang kucintai.”

“Itu kan karena aku namja pertama untukmu. Kau kan tidak pernah punya hubungan dengan namja lain selain aku.”ucap Yesung dengan cemberut.

“Aish! ahjusshi!”sungut Yuuri sebal.

Yesung tertawa.

“Oppa, aku ingin menanyakan sesuatu.”ucap Yuuri sedikit ragu.

“Apa?”

“Menurutmu, aku ini cantik kan?”

“Ne~ kau istriku yang sangat cantik!”kata Yesung dengan mencubit gemas kedua pipi Yuuri.

“Tapi… Bagaimana kalau nanti aku tidak cantik lagi? Bagaimana kalau nanti aku berubah jadi gendut? Ahjumma gendut yang sama sekali tidak menarik? Apa kau akan tetap mencintaiku?” Yuuri menyuarakan hal yang dikhawatirkannya beberapa hari ini.

Yesung tertawa mendengar pertanyaan Yuuri. “Kalau itu terjadi aku pasti sudah jauh lebih tidak menarik darimu. Kau tidak ingat perbedaan umur kita? Kalau hal itu terjadi padaku, apa kau akan tetap mencintaiku?”

“Tentu saja aku akan tetap mencintaimu!”

“Nah, jawabanku juga sama.”

“Kalau aku tidak mencintaimu aku pasti tidak mungkin mau menikah dengan ahjusshi tua sepertimu kan?”

“Aish! Kau tidak bisa menggunakan kalimat yang lebih romantis apa?”protes Yesung.

“Tapi…”Yuuri kembali menyuarakan kecemasannya. “…. bagaimana kalau aku berubah gendut di usia semuda ini? Aku pasti berubah menjadi tidak menarik kan? Kau masih akan mencintaiku?”

Sebenarnya hal itulah yang akhir-akhir ini dicemaskan Yuuri ketika ia tahu dirinya hamil. Di usia semuda itu ia hamil, ia punya berbagai pertanyaan yang dicemaskannya. Bagaimana kalau dia jadi sangat gendut saat hamil? Apa ia akan tetap terlihat cantik? Apa Yesung akan tetap ingin melihatnya dan menganggapnya cantik? Apa suaminya itu akan tetap mencintainya?

Yesung mengernyit bingung melihat wajah Yuuri yang terlihat sangat cemas. Ia lalu mendekatkan wajahnya pada Yuuri dan menempelkan keningnya di kening Yuuri. “Apa kau tahu kalau sekarang ini kau sudah terlihat lebih gemuk?”

Mata Yuuri melebar kaget. “Tuh kan…”

“Tapi kau tetap terlihat cantik di mataku. Dan aku masih mencintaimu. Malahan aku tambah mencintaimu.”

Yuuri terdiam dan memandang mata Yesung dalam-dalam, berusaha mencari kejujuran disana. Dan ia menemukannya.

“Kau tahu apa yang kupikirkan ketika menyadari dirimu terlihat lebih gemuk?”

Yuuri menggelengkan kepalanya pelan dengan tetap menempelkan keningnya di kening Yesung.

“Aku jadi bertanya-tanya, jika sekarang saja ia terlihat cantik saat gemuk seperti ini, bagaimana jika ketika ia mengandung anakku?”Mata Yuuri melebar mendengar pertanyaan Yesung. Yesung tersenyum. “Dan kurasa ia akan terlihat jauh lebih cantik. Karena sekarang saja melihatnya dengan tubuh agak gemuk membuatku merasa ia lebih cantik dari biasanya.”

“Jinjjayo?”Yuuri sekarang mulai bisa tersenyum.

“Jinjja. Lagipula perasaanku padamu tidak sedangkal itu sampai harus mengukurnya dengan kecantikan, Yuu.”

Yuuri kemudian tertawa kecil dan airmatanya mulai mengalir. Ia merasakan kelegaan yang amat sangat saat mendengar kalimat Yesung barusan. Dengan perasaan yang bahagia ia mengalungkan kedua tangannya di leher Yesung lalu menempelkan bibirnya lembut di bibir Yesung.

Yesung membelalakkan matanya saat menyadari jika sekarang Yuuri sudah melumat lembut bibirnya. Hal yang biasanya jarang sekali dilakukan istrinya karena terlalu pemalu. Tapi kemudian Yesung tersenyum di antara ciuman itu dan ia meletakkan kedua tangannya di pinggang ramping Yuuri –yang tidak seramping biasanya sih– , menariknya agar lebih mendekat, dan ia pun membalas ciuman istrinya itu dengan lebih dalam.

Setelah beberapa saat berciuman panas, mereka berdua mulai melepaskan ciuman mereka dan saling menempelkan kening mereka satu sama lain. Mereka terengah-engah mengambil napas dan saling memandang dengan tersenyum.

“Yah… kenapa tidak dilanjutkan?”

“Iya nih, padahal lagi asik nonton.”

Tubuh mereka membeku ketika mendengar suara dua orang yang paling menyebalkan menurut mereka. Mereka menoleh dan melihat banyak orang menatap mereka dengan tersenyum geli, dan di depan semua orang itu ada dua evil magnae paling terkenal sepanjang masa. Kyuhyun yang nyengir lebar sementara Changmin yang tersenyum mengejek sambil menunjukkan kamera DSLRnya.

Wajah Yuuri dan Yesung langsung berubah merah padam. Kemudian dengan kesal Yesung berdiri.

“Yak! Shim Changmin, hapus videonya!”kata Yesung kesal.

“Ckckck~ andwae hyung.”kata Changmin. Kemudian Yesung mendekati salah satu evil magnae itu. Tapi sebelum ia berhasil mendekati Changmin, Changmin memberikan kameranya itu pada Kyuhyun, lalu mereka kabur berdua.

Semua tertawa melihat Yesung yang sekarang sibuk mengejar dua evil magnae berkaki panjang itu. Bahkan Yuuri yang sebelumnya malu luar biasa sekarang sudah mulai tertawa.

Hyekyo menghampiri Yuuri dan merangkulnya. “Jadi Eonnie sudah memberitahu Yeye Oppa?”

Yuuri tersenyum lalu mengedipkan matanya pada Hyekyo. “Akan kujadikan kejutan untuk hari ulang tahunnya.”

~TBC~

 Hohoho~ lagi2 sungri pamer kemesraan!😄

Part 2nya aku update abis liat suami tercinta di smtown yaaa~ hehe^^

Part 2nya kejutan ultah Yeye Oppa!😀

11 thoughts on “{SungRi’s Sweetdays}Our Birthdays Part 1: Yuuri’s B’day”

  1. jongwoon mank slalu bisa bikin melting
    chukae bwt yuuri yg udah hamil *tebar confetti*

    berarti part 2ny 3hr lg y chingu?
    ffny special sungri birthday tp publishny pas my birthday hehe

  2. Hueee~ akhirnya hamil juga ^^
    Aish seneng ya punya suami yg perhatian kaya bang Yeye xD aigooo~ noemu kyoepta!
    Gimana yah cara Yuuri ngungkapin kehamilannya sukses bikin bang Yeye melting gak yah?
    xD

  3. chukai buat yuuri..
    akhir’a hamil juga..🙂

    gimana nanti ekspresi’a yesung ya klo tau yuuri hamil..??

    yuuri terlalu khawatir soal hamil..🙂
    emang si pikiran ibu hamil kan kaga bisa di tebak..🙂

  4. asik aku punya ponakan
    hehehe
    #hyeon langsung ngelirik sadis ke uno
    klo update lagi bilang ya fin
    ^^
    nih anak kabur2an mulu deh
    dulu kabur ke rumahku
    skrg kabur ke t4 hyekyo
    -_-‘

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s