(SungRi’s Series) Special Wedding Planner

Title : Special Wedding Planner

Author : HenBaby

Main Cast : Kim Jong Woon, Jung Yunho, Henry Lau, Choi Seunghyun, Lee Sungjong, Jung Yuuri, Kim Yeon Jung, Shin Hyekyo, Lee Ang Hyeon, Lee Reina.

Recommend Song: Marry You – Super Junior.

Author’s note:

HAPPY BIRTHDAY JUNG YUURI

a.k.a IdeaFINA EONNIE!

Happy long life forever with Yesung oppa🙂

Ini FF hadiah buat eonnie sekalian nepatin janji sih bikin FF Wedding-nya SungRi. Semoga eonnie suka.

Chukkae Chukkae Chukkae

*tebar confetti*

WARNING: This’s LONG FF, 4216 words! Ini FF banyak foto2nya, mianhae kalo loadingnya jadi agak lama.

 

Author’s POV

“Mwo? Eonnie tidak bercandakan?” Hyekyo terkesiap kaget mendengar perkataan Yuuri barusan.

“Tentu saja aku tidak bercanda!” seru Yuuri kesal kepada dongsaengnya itu. Ya Tuhan, kenapa adiknya memiliki otak selemot ini keluhnya dalam hati.

“Yesung oppa sendiri yang mengusulkannya,” lanjut Yuuri lagi,”Kami sudah merundingkannya. Jadi apa kau bersedia?”

Hyekyo mengetuk-ngetuk meja dengan menggunakan jarinya, tiba-tiba sebuah senyum aneh muncul dari bibir tipisnya. Yuuri memandangnya curiga.

“Ya Hyekyo! Kenapa kau tiba-tiba tersenyum seperti itu!” Yuuri mengangkat tangannya hendak melayangkan sebuah jitakan dikening Hyekyo, namun dengan cepat Hyekyo menghindar dan tawanya pun meledak membuat beberapa pengunjung di cafe ini melirik kearah mereka berdua dengan kesal.

“Aniyo eonnie,” jawab Hyekyo cengengesan,”Aku hanya tidak menyangka eonnie dan Yesung oppa akan menik-“ ucapan Hyekyo terhenti karena Yuuri sudah membungkam mulut Hyekyo dengan sebelah tangannya. Sedangkan tangan Yuuri yang lain, jari telunjuknya melekat tepat dibibir yeoja berparas manis itu. Sorot matanya berubah memperingatkan.

“Ssst. Jangan keras-keras,” ujarnya dengan panik,”Bagaimana kalau ada clouds yang mendengar.”

Hyekyo membulatkan kedua matanya. Nafasnya terasa sesak. Untung saja Yuuri sudah melepaskan tangannya sehingga Hyekyo dapat bernafas kembali dengan baik. Hyekyo menghembuskan nafas lega. Ia memandang sebal kearah eonnienya itu.

“Lantas?” Hyekyo memicingkan matanya kepada Yuuri yang sekarang sedang mengedarkan matanya berkeliling dengan panik.

“Bukankah semua fans sudah tahu kalau eonnie adalah tunangannya Yesung oppa,” ujar Hyekyo tajam.

Yuuri kembali menatap kearah Hyekyo. Ia tertunduk lesu.

“Walaupun aku sudah bertunangan dengannya dan telah banyak yang mendukung kami berdua, kau tahu, Hyekyo-ya, beberapa orang masih saja tidak menyukaiku,” kata Yuuri dengan suara pelan.

Hyekyo menggeser posisi duduk dan memajukan tubuhnya. Ia menepuk-nepuk pundak Yuuri pelan.

“Aku mengerti eonnie. Biar sajalah. Para fans itu nanti akan menjadi bosan sendiri,” hiburnya,”Eonnie hanya perlu memikirkan bagaimana bisa terus hidup bahagia bersama Yesung oppa, ne?”

Yuuri mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada Hyekyo,”Gomaweo, Kyonnie.”

“Panggilan barukah untuk dongsaengmu yang manis ini, eonnie?” canda Hyekyo sambil tertawa.

Yuuri menautkan kedua alisnya tidak mengerti.

“Kyonnie?” ulang Hyekyo sambil terkekeh.

Mau tidak mau kedua sudut bibir Yuuri tertarik mendengar candaan Hyekyo itu.

”Nama panggilan yang bagus,” Yuuri mengangguk membenarkan.

“Aish,” Hyekyo menghembuskan nafas panjang kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Ia bergumam sendiri untuk beberapa saat dan kemudian duduk tegak lagi sembari menaikkan sebelah alisnya.

“Hanya sebagai wedding planner kalian kan?” tanyanya meyakinkan.

Yuuri terlihat sangat lega kemudian mengangguk bersemangat.

“Ne. Kau bersedia kan? Yesung oppa sangat terkesan ketika kau menjadi planner wedding Yoona dulu. Jebal,” ujar Yuuri membujuk.

“Baiklah eonnie,” Hyekyo mengangguk kecil kemudian meminum kembali capuccino yang ia pesan dari dalam cangkir didepannya.

“Tapi kau harus membayar mahal untuk semua bantuanku,” ucapnya kemudian dengan sadis.

“MWO?”

*

Hyekyo’s apartement, Seoul.

Hyekyo’s POV

“Apa yang sedang kau lakukan?” Henry berjalan menghampiriku yang sedang berdiri membolak-balik majalah di ruang baca apartemenku.

“Aniyo, baby. Hanya sedang mencari referensi,” jawabku sekenanya.

“Referensi?” tanya Henry lagi bingung,”Untuk bahan kuliahmu?”

Aku meletakkan majalah terakhir itu kembali kedalam rak dan berbalik menatap Henry dengan tidak bersemangat.

“Bukan. Aku sedang mencari ide untuk tema pernikahan Yuuri eonnie,” aku menyandarkan kepalaku di dada Henry,”Pabo. Sama sekali tidak ada ide bagus yang lewat dikepalaku.”

Aku merasakan Henry mengusap puncak kepalaku dan terdengar kekehan kecil keluar dari mulutnya.

Garden party?” usulnya.

No way. Itu sudah ide yang umum, baby,” tolakku dengan cepat.

“Pesta di Dorm Super Junior saja,” canda Henry lagi.

Aku mengangkat kepalaku kemudian mencubit pipinya dengan gemas,”Andwae!”

“Leeteuk dan manager oppa pasti akan membunuhku hidup-hidup setelah melihat kacaunya dorm sehabis berpesta,” protesku kepada Henry yang sekarang sedang tertawa senang.

Henry ikut menyandarkan tubuhnya di meja baca sama sepertiku. Kedua tangannya bersedekap didada. Ia memiringkan kepalanya memperhatikan raut wajahku yang sudah berubah masam.

“Kau sudah makan siang?” tanyanya.

Aku menggeleng. Setelah mandi dan membereskan tempat tidurku, aku langsung menyibukkan diri di ruang baca. Parahnya, aku tidak menyadari Henry yang datang berkunjung dan memanggil namaku berulang kali karena ia tidak menemukanku dimanapun.

Henry menghembuskan nafas dari mulutnya kemudian menarik tanganku dengan paksa.

“Kajja. Kita makan siang,” ujarnya,”Aku tidak ingin mendengar kau mengeluh gastritismu kambuh kembali.”

Aku hanya mengikutinya dengan pasrah.

‘Henry benar’

*

“Bagaimana dengan pantai? Apa Yesung hyung dan Yuuri tidak tertarik mengadakan pesta pernikahan disana?”

Ini adalah usul Henry kesekian kalinya. Aku kembali menggeleng.

Henry memasang wajah kecewa,”Setidaknya kita pasti akan mendapat liburan gratis di pulau jeju.”

Aku hanya bisa tertawa terkekeh,”Kau ingin ke pulau jeju, baby?”

Henry mengangguk kemudian menggelengkan kepalanya lagi. Aku mengerutkan keningku, bingung.

“Waeyo?” tanyaku heran kepadanya.

“Aku ingin berlibur bersamamu,” jawabnya sembari menghabiskan cake cokelat yang sedang ia nikmati,”Lagipula aku sedang sibuk di studio. Masih tidak ada waktu yang pas untuk berlibur.”

Aku mengangguk kecil membenarkan,”Perkuliahanku pun belum libur, baby.”

Kami berdua sudah menyelesaikan makan siang kami. Sekarang aku dan Henry sedang duduk santai di restoran ini sembari menikmati cemilan baru yang restoran ini sediakan.

Henry memakan cake cokelatnya dengan lahap, sedangkan aku sendiri hanya menghabiskan satu piring kecil berisi potongan apel yang aku pesan.

“Apa tidak masuk kuliah hari ini?” Henry memulai pembicaraan kembali.

Aku menggeleng.

“Kami mendapatkan libur selama seminggu. Ada pekan liga medika antar universitas,” jawabku sembari memperhatikan sepasang pria dan wanita yang bergandengan tangan masuk kedalam restoran. Mereka mengambil tempat duduk persis disebelahku dan Henry.

Henry mengibaskan tangannya,”Hey, baby. What r you doing to seeing them like that?”

Lamunanku mendadak buyar setelah mendengar kata “laut” dari mulut si pria. Aku memandang Henry dengan raut wajah berbinar.

Aku senang sekali.

“Akhirnya aku mendapatkan ide yang bagus, baby!” pekikku senang.

Henry hanya bisa menggelengkan kepalanya dan beranjak bangkit dari tempat duduknya.

“Kajja, kita pulang,” ajaknya,”Aku masih banyak pekerjaan di studio.”

Aku bangkit berdiri dan berjalan mengikuti Henry dari belakang. Nyaris saja aku menabrak seorang pelayan kalau saja Henry tidak dengan cepat menarik tanganku. Ia menggenggam tanganku dengan erat.

“Aish. What’s happen to you?” gumamnya.

Aku tidak menjawab dan masih sibuk memikirkan rencana yang akan aku lakukan selanjutnya.

*

03.30 PM

Aku keluar dari kantor itu dengan puas. Untung saja, ahjusshi itu masih mengingatku dengan baik. Seorang pengusaha dibidang kapal pesiar. Eomma pernah mengajakku kemari sebelumnya karena perusahaan ini bekerjasama dengan bisnis perhotelan keluargaku di Jeju. Aku membungkuk singkat dan pamit untuk segera pulang. Aku memasukkan pamflet yang aku dapatkan kedalam tas tangan yang aku bawa. Aku bergegas turun menggunakan lift menuju basement dan masuk kedalam mobil putihku.

Setelah ini aku pergi ke EO kenalan Yoona.

*
04.10 PM

“Eonnie, apa kabar?” ujarku sembari memeluk Yeonjung eonnie singkat.

“Ada apa? Apa kau memerlukan bantuanku lagi?” Yeonjung eonnie tertawa kecil dan mempersilahkan aku duduk didepan meja kerjanya.

Aku mengangguk,”Ne eonnie.”

“Kali ini siapa yang akan menikah?” tanya Yeonjung eonnie penuh minat.

“Yuuri eonnie,” jawabku sembari mengeluarkan pamflet yang tadi aku dapatkan dari dalam tas. Aku menyodorkannya kepada Yeonjung eonnie untuk dilihat.

“Apakah Yuuri yang kau maksud adalah Jung Yurri tunangannya Yesung Super Junior?” tanya Yeonjung eonnie lagi dengan ragu.

Aku mengangguk,”Ne. Apa eonnie mengenal Yuuri eonnie?”

Yeonjung eonnie menggeleng.

“Aku tidak mengenal Yuuri tapi aku kenal Yesung. Dia adalah teman baik suamiku, Tabi.”

“Jinja?” aku tersenyum senang,”Tunggu saja, eonnie pasti akan di undang ke pesta pernikahannya.”

Yeonjung eonnie terkekeh. Ia memperhatikan pamflet ditangannya.

“Jadi kau ingin aku mendekorasi pesta pernikahan itu, di sini?” tanyanya kepadaku sembari menunjuk salah satu foto yang ada di pamflet.

Aku mengangguk.

“Ne, apa eonnie bisa?”

“Tentu saja. Tapi sebelumnya aku harus survey kesana. Tentu bisa kan?” Yeonjung eonnie mengambil sebuah notes dan bolpoint, ia menyodorkan semua itu kepadaku dan tersenyum kepadaku,“Tuliskan saja nama dan nomor telepon pengelolanya. Aku akan mengurus semuanya.”

Aku memasang raut wajah penuh terima kasih kepada Yeonjung eonnie,”Kamsahamnida eonnie, jeongmal kamsahamnida.”

Yeonjung eonnie tertawa,”Gwaenchana. Aku juga ingin membantu persiapan pernikahan sahabat suamiku.”

“Pestanya hanya untuk kalangan terbatas eonnie, hanya dihadiri keluarga dekat dan sahabat dari kedua mempelai. Pesta yang terlalu meriah tidak diizinkan oleh SM,” keluhku kecewa.

Yeonjung eonnie mengangguk mengerti.

“Arasseo,” ujarnya.

“Bagaimana dengan masalah biaya?” ujarku dengan hati-hati.

Yeonjung eonnie tertawa dan mengibaskan tangannya cepat,”Gwaenchana. Aku akan memberikan diskon khusus.”

Aku tersenyum senang,”Gomapta eonnie. Sepertinya aku harus pamit. Nanti aku akan mengirimkan alamat Gereja yang akan digunakan untuk pemberkatan setelah mendiskusikannya bersama Yesung oppa.”

Aku bangkit berdiri dan mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan. Yeonjung eonnie menolak uluran tanganku dan sebagai gantinya, ia memelukku dengan erat sembari menepuk punggungku pelan.

“Aku selalu menunggu kabar baikmu untuk segera menikah juga, Hyekyo-ya,” bisiknya.

“Ya eonnie! Tidak secepat itu!”

*

Dorm Super Junior.

10.00 PM

“Mianhae oppa, aku tahu ini sudah terlalu larut,” ujarku dengan nada menyesal kepada Yesung oppa yang sedang duduk disofa berhadapan denganku.

“Gwaenchana,” Yesung oppa tersenyum,”Seharusnya aku yang merasa tidak enak karena sudah banyak merepotkanmu dengan semua persiapan pernikahan ini.”

Aku menggeleng,”Tidak sama sekali, oppa.”

“Jadi, apa yang kau ingin diskusikan bersamaku?”

Aku mengeluarkan iPad milikku dari dalam tas dan menyodorkannya kepada Yesung oppa.

“Kira-kira seperti inilah tempat dan dekorasi untuk resepsi pernikahan oppa dan Yuuri eonnie,” aku menunjukkan beberapa foto dan menunggu respon dari Yesung oppa.

Yesung oppa melihat beberapa foto selanjutnya dan memandang kearahku dengan tatapan tidak percaya.

“K-kau mempersiapkan ini semua untukku dan Yuu?”

Aku mengangguk,”Ne oppa. A-apa oppa tidak menyukainya?”

Aku merasakan rambutku dijambak Yesung oppa dengan gemas,”Daebakiya! Tidak salah aku dan Yuu memilihmu untuk menjadi planner wedding kami berdua.”

Mata Yesung oppa bersinar bahagia, mau tidak mau aku tersenyum dan menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

“Oppa membuatku malu, aigoo,” ujarku pelan.

Yesung oppa kembali menepuk-nepuk kepalaku pelan,”Gomapta. Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih kepadamu.”

“Oppa membuatku merasa tidak nyaman,” aku menurunkan tangannya dan kembali meraih iPad ku dari atas meja,”Aku sudah memilihkan beberapa setelan untuk oppa pakai saat pemberkatan dan resepsi pernikahan nanti.”

Yesung oppa menatap kelayar iPad itu kembali dan menunjuk beberapa setelan.

“Kapan aku pergi untuk fitting setelan ini?” tanyanya kemudian.

“Besok aku akan mengajak Yuuri eonnie pergi ke butik untuk memilih beberapa gaun yang nanti akan eonnie kenakan. Setelah itu aku akan mengajak Yuuri eonnie dan oppa untuk pergi memilih cincin dan beberapa merchandise untuk para tamu,” jelasku panjang lebar,”Oppa dan Yuuri eonnie akan fitting bersama ketika semua itu sudah selesai.”

Yesung oppa hampir tidak bisa mengantupkan mulutnya. Aku tertawa untuk mencairkan suasana.

“Oppa dan eonnie harus bahagia, ne?” candaku kemudian,”Aku sudah mempersiapkan semua ini dengan segenap hatiku. Yaksok?”

Yesung oppa mengangguk dan mengaitkan jari kelingkingnya kepadaku,”Yaksok.”

*

09.45 AM

Aku tertawa terbahak melihat raut wajah kesal yang Yuuri eonnie tunjukkan. Ia duduk dengan kedua tangan melipat didada disampingku yang sedang mengemudi menuju butik yang hendak kami datangi.

“Aigoo eonnie. Jebal,” bujukku kepadanya,”Eonnie tidak boleh marah kepadaku, aku kan tidak menculik eonnie.”

Yuuri eonnie mamandangku dengan tajam,”Tapi aku harus melewatkan praktikum mata kuliah kesukaanku karenamu.”

“Jinjayo?” ujarku dengan nada tidak bersalah,”Kita akan memilih gaun pernikahan yang nanti eonnie kanakan. Desaigner itu hanya memiliki waktu kosong hari ini.”

“Setidaknya kau harus menghubungiku terlebih dahulu,” keluh Yuuri eonnie.

“Mianhae,” ucapku tulus.

“Lagipula seorang calon pengantin wanita tidak boleh marah-marah eonnie,” ujarku dengan raut wajah serius.

“Waeyo?” ucap Yuuri eonnie cuek.

“Karena kalo eonnie marah, wajah eonnie akan berubah jelek dan Yesung oppa akan mencari wanita lain untuk dinikahi,” kekehku menggoda.

“YA! COBA SAJA KALAU BERANI!”

*
“Bagaimana kalau yang ini?” aku menunjuk sebuah gaun berwarna putih yang tadinya sudah kami lewati beberapa kali.

Yuuri eonnie memperhatikan gaun pengantin itu lebih lama dari yang lainnya.

“Akan aku coba kenakan,” ujarnya kemudian masuk kedalam kamar ganti.

Aku duduk di sofa dengan nyaman dan mengetikkan balasan pesan yang tadi dikirimkan Henry kepadaku. Karena beberapa hari ini aku sibuk mengurusi persiapan pernikahan Yuuri eonnie, aku merasa sedikit menelantarkan kekasihku itu.

“Bogoshippeoso..” bisikku sembari memandangi foto Henry yang aku jadikan walpaper ponselku.

“Bagaimana, Kyo?” terdengar suara Yuuri eonnie memanggilku.

Aku mendongak menatap kearahnya dan sukses, aku tidak bisa mengatupkan mulutku.

“Neomu.. yeppeudda,” seruku tertahan.

“Aku menyukai gaun ini, bagaimana pendapatmu?”

Aku segera bangkit berdiri dan berjalan mengitari Yuuri eonnie.

“Tunggu sampai Yesung oppa melihatnya,” decakku kagum.

Yuuri eonnie memperhatikan pantulan dirinya didalam cermin. Ia tersenyum puas dan mengangguk.

“Semoga oppa juga menyukainya.”

*

“Cincinnya? Adakah yang kalian sukai?”

Yuuri eonnie dan Yesung oppa memperhatikan kembali layar iPad milikku.

“Bagaimana kalau yang ini Yuu?” Yesung oppa menunjuk sebuah cincin dengan bentuk yang unik.

Yuuri eonnie menggeleng,”Terlalu rumit. Aku tidak menyukainya.”

Yesung oppa mendesah kecewa. Hampir dua jam berlalu kami bertiga duduk di Handel dan Gretel ini namun tidak ada satupun cincin yang pas untuk mereka berdua.

Akhirnya Yuuri eonnie menyodorkan iPad milikku itu kembali kepadaku.

“Apa mereka tidak memiliki koleksi lebih banyak lagi?” tanya Yuuri eonnie dengan penuh harap.

Aku menggeleng.

“Kalian sudah melihat semuanya, eonnie,” aku menjadi ikut-ikutan tidak bersemangat.

“Yuu! Yesung!”

Terdengar sebuah suara mendekat kearah kami.

‘Aigoo Yunho oppa’

Ini adalah kali kedua aku bertemu dengan Yunho oppa dan dia tetap saja terlihat tampan. Kalau saja aku tidak melihat seorang yeoja cantik berdiri disampingnya, aku pasti tidak akan dengan cepat sadar dari lamunanku.

“Nuguseyo?” tanyaku tidak sopan sembari menunjuk yeoja yang sekarang tangannya digandeng erat oleh Yunho oppa.

“Hyeon eonnie!”

Belum sempat siapapun menjawab pertanyaanku, Yuuri eonnie sudah bangkit dari tempat duduknya dan memeluk yeoja itu dengan erat.

“Kapan eonnie kembali dari jerman?” tanya Yuuri eonnie bersemangat masih tidak melepaskan pelukannya.

“Ya Yuu! Lepaskan pelukanmu!” Yunho oppa berseru dan melepaskan pelukan Yuuri eonnie dengan paksa,”Hyeonnie hampir tidak bisa bernafas karena ulahmu.”

Mau tidak mau akupun tertawa terbahak dan Yesung oppa hanya bisa mengusap puncak kepala Yuuri eonnie mencoba menghibur.

“K-kau Hyekyo kan?” tanya Yunho oppa kepadaku.

Aku mengangguk.

“Annyeonghaseyo oppa. Lama tidak bertemu,” aku membungkukkan tubuhku singkat dan tersenyum kepada Yunho oppa dan pasangannya.

“Ini Lee Ang Hyeon, kekasihku,” Yunho oppa memperkenalkan yeoja itu kepadaku.

Aku tersenyum kepada Ang Hyeon eonnie dan membungkukkan tubuhku kembali,”Annyeonghaseyo eonnie, Shin Hyekyo imnida.”

“Aigoo sopan sekali,” Ang Hyeon eonnie membalas senyumku dan merentangkan tangannya untuk memelukku. Aku memeluknya singkat dan kami semuapun akhirnya sudah duduk mengelilingi meja.

“Apa yang sedang kalian lakukan disini?” tanya Yunho oppa dengan penuh minat.

“Oppa! Seharusnya aku yang bertanya kenapa Ang Hyeon eonnie kembali dari jerman secepat ini,” Yuuri eonnie melemparkan pertanyaan balik kepada Yunho oppa.

Aku dan yang lainnya hanya bisa tertawa mendengar pertengkaran kecil kedua kakak beradik ini.

“Wajar saja Yuu kaget, kan oppa?” jawab Ang Hyeon eonnie lembut,”Baru satu minggu yang lalu aku berpamitan pergi ke jerman untuk meneruskan studi dan sekarang sudah berada di Seoul lagi,” kekehnya.

“Aku meminta Ang Hyeon kembali karena pernikahanmu, adikku yang manis,” ujar Yunho oppa santai.

Yesung oppa bersiul kecil dan menggenggam tangan Yuuri eonnie yang terletak diatas meja.

Aku memandang iri kearah mereka berdua. Mereka terlihat sangat serasi sekali.

Ang Hyeon eonnie mengeluarkan sesuatu dari dalam tas tangannya. Ia melirik sekilas ke arah Yunho oppa yang duduk disebelahnya seolah sedang meminta izin. Yunho oppa mengangguk kecil.

“Ini adalah hadiah pernikahan untuk kalian dari kami berdua,” ujar Yunho oppa ketika Ang Hyeon eonnie menyodorkan sebuah kotak kecil kepada Yuuri eonnie dan Yesung oppa.

“Apa tidak terlalu cepat, oppa?” Yuuri eonnie menautkan kedua alisnya bingung,”Bukankah pernikahanku masih satu minggu lagi?”
Ang Hyeon eonnie dan Yunho oppa tertawa disaat bersamaan.

“Aniyo. Hadiah ini memang sudah sewajarnya diberikan sekarang Yuu, iya kan oppa?” Ang Hyeon eonnie melirik kearah Yunho oppa dengan rahasia.

“Ne,” Yunho oppa mengangguk membenarkan,”Kajja. Bukalah sekarang. Kau pasti sangat penasaran kan Yuu?”

Aku yang duduk disamping Yuuri eonnie memandang kearah kotak kecil itu dengan penasaran. Yuuri eonnie dan Yesung oppa membuka kotak kecil itu bersama-sama.

Aku menunggu dengan penuh perhatian. Kira-kira apa gerangan isi dari kotak itu.

“Whooaaa oppa! Neoumu johaeyo,” seru Yuuri eonnie dengan nada bahagia dan memandang oppa semata wayangnya dengan penuh rasa terima kasih.

“Apa kalian menyukainya?” tanya Yunho oppa dengan senyum mengambang diwajahnya.

Yuuri eonnie mengangguk. Aku memperhatikan isi kotak kecil yang sudah diletakkan keatas meja kembali itu dengan penuh minat. Sepasang cincin terlihat tersimpan anggun didalamnya. Sangat cantik.

“Gomapta,” aku mendengar Yesung oppa berterima kasih kepada keduanya.

“Wah ada tambahan tamu ternyata?” suara bibi Kim terdengar dari belakangku.

“Apa kabar Yunho-ah?” ujarnya lagi.

Yunho oppa bangkit dari tempat duduknya dan memeluk eomma Yesung oppa.

“Sudah lama aku tidak melihatmu juga, Hyeon-ah,” bibi Kim tersenyum kepada Ang Hyeon eonnie.

“Apa kalian ingin minum teh? Aku baru saja selesai membuat kue,” tawar bibi Kim kepada kami semua.

“AAAA tentu saja ahjumma,” seruku bersemangat,”Perutku sudah terasa lapar.”

“Ya Hyekyo! Kau selalu bersemangat kalau urusan makan,” protes Yesung oppa kepadaku,”Berikan dia setengahnya saja eomma,” canda Yesung oppa lagi.

Aku terkekeh dengan wajah tidak berdosa.

”Ahjumma tidak akan tega kepadaku oppa,” ujarku dengan yakin sembari mengikuti bibi Kim menuju dapur.

*

08.00 PM

“Baby?”

“Hmm,” aku berbaring dengan nyaman di pangkuan Henry yang sedang duduk nyaman di sofa ruang tengah apartemenku. Kami berdua baru saja menyelesaikan makan malam kami.

“Bagaimana persiapan pernikahan Yesung hyung?” tanyanya sembari memainkan jarinya menyusuri wajahku.

“Sudah hampir selesai,” jawabku sekenanya.

Aku memejamkan mataku rapat. Rasa kantuk ini benar-benar tidak bisa aku tolak.

“Apa kau mengantuk?” tanya Henry lagi.

“Ne, baby,” ujarku dengan lemah.

“Tidurlah. Aku akan menemanimu sampai kau tertidur, ne?”

“Arasseo.”

Aku kembali merapatkan mataku. Aku merasakan anak rambut yang menutupi wajahku dirapikan Henry kebelakang kepalaku.

“Baby.. gomaweo,” bisikku tulus.

*

Yesung’s POV

“Semua sudah bereskan?” aku menggenggam tangan Yuuri yang sedang duduk disampingku saat ini, saat kami sedang duduk santai ditaman belakang rumahnya.

“Ne. Hyekyo sudah berusaha keras,” ujar Yuuri sembari memandang hamparan bintang dikepalanya.

“Kau sama sekali tidak mengatakan dimana kita akan melakukan resepsi pernikahan kita, oppa,” Yuuri menarik-narik ujung baju yang aku kenakan.

Aku hanya bisa terkekeh kecil.

“Anggap saja itu adalah hadiah pernikahan kita dariku,” jawabku sembari menjepit hidungnya menggunakan jariku.

“Kau jahat sekali,” Yuuri mengerucutkan bibirnya,”Appa, eomma dan Yunho oppa pun dengan sangat rapat merahasiakannya dariku.”

“Karena aku yang memintanya,” ujarku tenang.

Yuuri menggeser posisi duduknya dan sekarang ia sudah berhadapan denganku.

“Kalau begitu biarkan aku melihat undangan pernikahan kita,” bujuknya lagi,”Jebal.”

“Ani. Ani,” tolakku dengan cepat,”Kalau kau melihatnya, sudah tentu kau akan tahu dimana lokasi resepsi pernikahan kita.”

“Kau tenang saja,” aku merengkuh tubuhnya mendekat kearahku,”Aku sudah memilihkan semua hal yang terbaik untukmu, Kim Yuuri.”

“Sejak kapan nama keluargaku berubah huh?” protes Yuuri kesal.

“Sejak minggu depan dan kau sudah resmi menjadi istriku,” ujarku terkekeh.

“Ya oppa?”

“Ne?”

Yuuri bangun dan menatapku dengan puppy eyesnya.

“Aku penasaran oppa,” rengeknya.

“Mwo?”

“Lokasi resepsi pernikahan kita,” bujuknya berulang kali.

“Shireo,” aku mengacak puncak kepalanya,”Kajja masuk kedalam. Udaranya sudah mulai dingin. Aku akan segera pulang dan pamit kepada orangtuamu.”

Yuuri bangkit berdiri dan meninggalkanku marah. Aku hanya bisa terkekeh pelan.

“Bersabarlah Yuu… kau pasti akan suka..”

*

Februari 12, 2012. Seoul.

Hyekyo’s POV

“Apa kau sudah siap?” Henry melongokkan kepalanya kedalam kamarku.

Aku menoleh kearahnya dan menggeleng.

“5 menit lagi. Kau tunggulah diluar,” ujarku dengan terburu-buru berusaha mengaitkan high heels yang akan aku gunakan ke acara pemberkatan Yuuri eonnie dan Yesung oppa.

“Cih. Dasar perempuan,” aku mendengar Henry menggerutu.

‘Ya mau bagaimana lagi, yeoja memang repot seperti ini. tapi kalau aku terlihat cantik, kau pasti juga akan bangga kepadaku, baby’ gerutuku dalam hati.

Aku menatap pantulan diriku dicermin dan tersenyum dengan puas. Akhirnya aku memiliki kesempatan menggunakan dress selutut hadiah ulang tahunku dari Whitney beberapa waktu yang lalu.

Aku melihat ponselku menyala diatas meja rias.

Jong Woon oppa is calling..

“Yeoboseyo?”

“….”

“Ah ya oppa. Aku sudah persiapkan semuanya.”

“….”

“Cheonmaneyo.”

Aku menutup telepon dan memasukkan ponsel milikku kedalam tas tangan yang akan aku bawa. Aku keluar kamar dan melihat Henry dengan bosan mengganti-ganti channel televisi.

“Kajja. Aku sudah siap,” ajakku padanya.

Aku menatap Henry heran. Ia masih tidak beranjak dari tempat duduknya dan menatapku dengan mulut terbuka.

“Baby? Hey baby?” aku mengibaskan tangan didepan wajahnya.

“Beautiful..” bisiknya.

“Cih,” aku mencemooh dan menarik tangannya agar segera berdiri,”Tadi kau marah-marah karena menungguiku.”

“Gomaweo,” ujarku lagi sembari memberikan kecupan kilat di pipinya,”Kajja. Yuuri eonnie sudah menunggu kita.”

*

(Please listen: Marry U – Super Junior)

Yuuri’s POV

Akhirnya acara pemberkatan sudah selesai. Aku sedang duduk menunggu Hyekyo datang membawa gaun ganti untuk acara resepsi pernikahanku setelah ini.

Tok tok tok

Pintu kamarku diketuk.

“Masuklah.”

Tidak berapa lama, aku melihat Hyekyo masuk diikuti seorang penata rias dibelakangnya. Hyekyo tersenyum kepadaku dan memberikan isyarat kepada penata rias itu untuk segera memulai tugasnya.

“Eonnie, aku akan keluar selagi eonnie berganti baju dan bersiap-siap,” Hyekyo pamit kemudian keluar meninggalkanku berdua dengan penata rias itu.

“Apa kau tahu dimana resepsi pernikahanku dilakukan?” tanyaku penuh harap kepada penata rias itu. Ia hanya menggeleng tidak tahu.

Aku mendesah kecewa dan membiarkannya kembali melaksanakan tugasnya.

*

“Kenapa mataku harus ditutup?” protesku kepada Yesung oppa, suamiku yang berdiri didepanku siap memasangkan sehelai kain.

“Aigoo eonnie. Ini adalah kejutan,” bujuk Hyekyo,”Jadi eonnie harus menutup mata eonnie, ne?”

Aku melihat appa dan eommaku mengangguk membenarkan. Aku hanya bisa pasrah ketika sehelai kain itu dipasangkan suamiku dan aku dituntun untuk masuk kedalam mobil.

‘Entahlah, semua ini membuatku jadi sangat penasaran’

*

Setelah perjalanan yang cukup panjang, aku di tuntun keluar dari dalam mobil. Yesung oppa menggenggam tanganku dan menuntunku berjalan.

“Apakah kita sudah sampai?” tanyaku kepadanya.

“Ani. Sebentar lagi,” jawabnya misterius.

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do)

Neul naega isseulgge (I do)

Sayup-sayup aku mendengar lantunan lagu. Semakin aku berjalan, aku semakin mengenal lagu yang aku dengar.

Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do)

Maeil gamsahalge (My love)

Aku menggenggam tangan suamiku lebih erat dan membuatnya berhenti berjalan.

“Kenapa Yuu?”

“Bukankah lagu ini adalah Marry u?” bisikku kepadanya.

“Ne,” aku mendengar Yesung oppa mengiyakan.

Aku kembali berjalan mengikutinya dan tidak beberapa lama kemudian, Yesung oppa melepaskan genggaman tangan kami berdua.

“Nah, Yuu.. kita sudah sampai,” aku mendengar tawa kecil dari ucapan suamiku barusan.

“Aku akan membuka tutup matamu,” ujar Yesung oppa lagi.

Aku hanya bisa mengangguk.

“Hana.. Dul..”

“Set..”

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan

Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh

Mulutku menganga lebar. Aku mengerjapkan mata tidak percaya. Sekarang aku sedang berdiri di dermaga pelabuhan dengan sebuah kapal pesiar berukuran cukup besar didepanku. Semua oppaddeul Super Junior, ah ani juga dengan member DBSK, Changmin oppa, aigoo Junchan, Jae oppa dan Yoochun oppa berdiri berbaris disetiap anak tangga.

Mereka semualah yang menyanyikan lagu Marry you untukku.

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge

Would you marry me?

Airmataku menetes. Aku menatap kearah suamiku yang sekarang sudah menggenggam tanganku kembali.

“Apa kau suka Yuu?”

“Neoumu.. neoumu johaeyo o-oppa,” ujarku terbata-bata.

Bersama suamiku, kami melangkah naik keatas dek kapal. Disana ternyata sudah datang semua kerabat dan sahabat-sahabatku. Nampak Yunho oppa dan Ang Hyeon eonnie, Hyekyo dan Henry, Tabi dan istrinya juga anaknya, aigoo tampan sekali anak laki-laki itu, ada juga Lee Sungjong dan tentu saja ada..

“YA LEE REINA!”

Aku merasakan tubuhku ditabrak dengan keras. Aku sempat terhuyung dan pelukan itu sukses membuatku sulit bernafas.

“Eonnie! Chukkahamnida!” seru Reina dengan senang.

Aku tersenyum dan aku memang tidak bisa marah kepada dongsaengku ini.

“Gomapta..” ucapku tulus.

Reina nampak cantik dengan balutan dress berbentuk balon berwarna biru.

Ia bergandengan tangan bersama Lee Sungjong yang kemudian memberikan ucapan selamat kepadaku dan suamiku.

Aku dan suamiku menyapa semua tamu dan tidak lama kemudian, datanglah Hyekyo dan Henry untuk mengucapkan selamat kepada kami berdua.

Aku memeluk Hyekyo dengan erat,”Suka. Aku sangat menyukai pernikahan ini.”

“Jinjayo?” Hyekyo tertawa,”Kau harus membayar mahal eonnie, kau ingat kan?”

“Ya Hyekyo! Berhenti menggoda eonniemu!”

Aku melihat Henry mencubit lengan atas Hyekyo dengan gemas dan kemudian membuat Hyekyo sukses mengerucutkan bibirnya. Pasangan ini sungguh ajaib, siapa sangka kalau Henry itu ternyata lebih tua 2 tahun dariku. Aku dan suamiku hanya bisa tertawa.
Seorang anak laki-laki berlari menuju tempat kami berdiri. Mulutnya belepotan dengan noda cokelat dari es krim yang sedang ia makan. Aku tertawa dan mengeluarkan sapu tangan milikku untuk membersihkan mulutnya.

“Kyeopta..” aku mencubit pipinya gemas,”Siapa namamu?”

“S..suho..” ia menjawab dengan suara cadelnya,”Choi Suho, ahjumma..”

“Ahjumma?” mataku melotot. Apa aku setua itu?

“Mianhae.. apa Suho berbuat nakal?” seorang wanita cantik tiba-tiba sudah berdiri didepan kami semua. Ia menggandeng tangan Suho dan membungkuk meminta maaf.

Aku menggeleng,”Ani. Ani. Anakmu sungguh lucu eonnie.”

“Aih syukurlah,” wanita itu terlihat sangat lega.

“Ah Hyekyo!” sapanya kepada Hyekyo yang berdiri disebelahku.

“Yeon eonnie,” Hyekyo tersenyum dan ikut mencubit pipi Suho gemas,”Baby, lihatlah. Pipi Suho mirip sekali dengan pipimu.”

Henry hanya bisa membulatkan kedua matanya. Kami semua tertawa melihat ekspresinya barusan. Tidak beberapa lama, Tabi oppa datang dan memeluk suamiku dengan hangat.

“Chukkae hyung..”

“Sudah bertemu istri dan anakku bukan?” ujarnya sambil tersenyum lebar.

“Anakku memang sedikit hiperaktif,” candanya sembari menggendong Suho dan menciumi anaknya dengan sayang.

“Appa, appoya..” rengek Suho ketika ayahnya menjepit hidungnya dengan gemas.

“Apa kau sudah siap untuk melempar buket bunga?”

Aku menoleh ke asal suara. Ternyata eommaku datang dan menyapa kami semua dengan ramah. Aku mengangguk.

“Kajja, Hyekyo. Kau harus mendapatkan buket bungaku,” aku mendorong tubuh Hyekyo untuk bergabung dengan gadis-gadis muda lainnya. Terlihat Ang Hyeon eonnie dan Reina sudah menggabungkan diri disana.

Aku dan Yesung oppa berpegangan tangan. Kami melangkah menuju ujung buritan kapal dan bersiap melemparkan buket bunga yang aku pegang.

Langkahku terhenti karena aku merasakan kapal pesiar ini perlahan bergerak dan menjauh dari dermaga pelabuhan.

“K-kita akan kemana?” tanyaku kepada Yesung oppa yang tertawa melihat ekpresi terkejutanku.

“Pergi kemana saja, hingga kita bosan berpesta,” ujarnya enteng.

Aku tersenyum kepadanya. Senyum yang tidak akan pernah putus karena aku sangat bahagia telah menikah dengan pria ini. Pria yang akan menyempurnakan hidupku dan akan menua bersamaku.

Selamanya.

Yesung & Yuuri.

*

Wedding Invitations

Kim Jong Woon

&

Jung Yuuri

Blessing:
Myeongdong Cathedral
February 12, 2012, 10:00 am

Wedding Reception:
Kyeongsang Port, Busan
Februaryy 12, 2012, 3:00 pm

“Growing old together”

♥♥♥

Kim Jong Woon & Jung Yuuri’s Wedding Things

Blessing:

Wedding Reception:

Wedding Cruises, Kyeongsang Port

Yuuri & Yesung

How do you all think about all the stuff above?

Pemberkatannya aku skip ya eon soalnya udah ada di FF SungRi sebelumnya.

(Kali ini Wedding things nya lebih rumit dari pada yang di Baby Love)

Semoga suka

*Sorry for all typo*

🙂

18 thoughts on “(SungRi’s Series) Special Wedding Planner”

  1. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ chuaaaa~ neomu chueyooooo!!!❤❤❤
    aku pdhl udh lupa lho sm requestan ini,, seneng deh trnyata yanti msh inget! ^3^
    keren euy aku nikahnya! uwaaaahhhhh~ cantik wedding dressnya, cincinnya, cruisenya, dll deh!
    terharu bgt cincin pernikahannya kado dr oppa tercinta. hihi~ trus suju oppa-deul sm dbsk oppa-deul jd wedding singernya. kyaaaaaaa~ just for me bgt yaaaaa!!😄
    truuussssssssssss~ kpn henry-hyekyo nyusul aku sm yeye? hihii~😉
    btw, itu WO yg istrinya tabi itu si nyit2 y?? ^^

    1. Happy Birthday eonnie! \(´▽`)/

      Inget dong, kan udah janji.. Masa SungRi ga punya resepsi pernikahan, hihi syukurlah eon kalo suka, soalnya rada was2 juga gr2 resepsinya bukan garden party. Rada unik juga kalo di kapal pesiar.. Diam2 itu cita2ku buat nikah ntar ama Henry, wkwkwk

      *abaikan*

      Haaaa iya dong! Aku pengen semua berperan di sini.. Masuk d FF ini.. Untung pembagiannya pas..

      Iya eon, Kim Yeon Jung itu Nyit2 eonnie. Akhirnya eonnie saya yg agak narsis itu punya namkor dan bikin FF dia ama abang tabi juaa🙂

      One again, Saeng-il chukkahamnida eonnie!

      Wish you have wonderful life. Sukses semua. Moga cepat ketemu Yeye-nya jd ama abang2 DBSK. Amin.
      🙂🙂

    2. Eonnie lupa.. Aku ama Henry ntar aja nikahnya.. Kebanyakan couple yg nikah.. Ntar ga seru lagi. Lagian kayaknya nikah itu ribet. Mochi-ku sayang.. Sabar yaaaa.. Hihi

  2. FINA MET TAMBAH TUAA (*>.<*)
    Duh romantis bngt d kapal pesiar, sy ma tabi malah d atas tower dlu #ehㄟ(≧◇≦)ㄏ
    Btw semoga langgeng ya pernikahn sungri couple, cpet nyusul sy ma tabi pnya anak..

  3. akhirnyyaaaa si oppa oppa tua tp unyu nikah jg ^^
    suka deh ma gambar gambar nya bagus bgtt,,,
    jd terinspirasi klo nikah ma kyu oppa ;p

  4. Daebak ceritanya aku suka bgt aku seneng lihat kebahagian yesung oppa dan yuuri neomu joha…gambar2 bgs.maaf cuma bisa coment gitu bingung soalnya mau coment appa.

  5. hai. . . Hai. . . Hai. . . #lambai2
    aq reader br d blog ni. . . Kbtln td pegn bc ff trxta nemu blog ini the. . . .
    Prknln ulfa imnida. . .

    Ff ini keren banget the. . . Chukkae sungri couple. . . Moga langgeng ampe trus. . . . D tunggu baby.a ya. . .😉

    udh gi2 dl ya comnt aQ. . .
    Mao lanjut brpetualang d blog ini lg. . . .

  6. Fina eoonnnn..
    Chukkae udah nikah..
    Langgeng trus ya sama Yesung oppa,
    jangan sering berantem lho😄

    Yanti eoonn bgus bnget FF ini,kekeke

    eh, kyakx ada yg kurang ni, Eka mana ya??
    Kurang ChangHee tuh….

    Suka bnget moment Marry U,

    eon, saengil chukkae..
    Peluk cium :*

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s