Kyuhyeon Couple – It Started By A Game After Story

Title      :: KyuHyeon couple (It Started By A Game after story) – Wishes and Jealousy

Casts    :: Cho Kyuhyun, Lee Ang Hyeon, Song Joongki, Lee Joon, Seungri, and other casts

Genre   :: Humor, Romance

Length :: Chapter

Rating :: General

Note     :: annyeong….saya datang lagi…kekeke nyolong2 waktu di tengah kerjaan yg padet n otak yg lagi males mikir…kmrn kan aku janji mau bikin afstor it started by a game…jadi ya semoga ini bisa mengobati rasa penasaran kalian…kekeke maaf klo gaje…aku lagi males mikir berat2 buat alur dan segala macem hehe

Part 1    Part 2    Part 3    Part 4   Last Part

“Kitana, ppali!” ujar Kyu tidak sabar melihat yeojachingunya menatap layar TV dengan serius.

“Aish! Kau ini kenapa sih?” jawab Hyeon gusar dengan gangguan Kyu.

“Ayolah kita main yang lain…sampai kapan kau mau main game yang membosankan itu…” rajuk Kyuhyun sambil mengguncang-guncangkan tubuh Hyeon seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.

“Ah, Harvest Moon itu menyenangkan tau…dan lagi aku sudah bersusah payah menjalankannya sampai Autumn, sebentar lagi Winter dan aku…”

Kyuhyun menghentikan ocehan Hyeon dengan mencium pipinya, tau kalau Hyeon pasti akan kaget dan berhenti berbicara. Dan memang begitu. Hyeon otomatis diam dan matanya melebar kaget.

Sedetik…dua detik…tiga detik…empat detik…lima detik…

“Ya!” bentak Hyeon setelah pulih dari kekagetannya.

Kyuhyun terkekeh pelan.

“Aku bosan. Ayo main yang lain,” ajak Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak bercinta dengan PSPmu seperti biasanya sih jadi kau tidak perlu menggangguku?”

“Sudah kubilang aku bosan. Ayo temani aku main starcraft saja.”

“Shireo!” ujar Hyeon dengan mata melotot lalu kembali mengalihkan pandangannya ke layar TV yang disambungkan dengan PS2nya.

Kyuhyun cemberut lalu berbaring di lantai dan meletakkan kepalanya di paha Hyeon. Ia menatap yeojachingunya itu dengan pandangan ingin tau.

“Hyeon-ah,”

“Hmm?” jawab Hyeon masih fokus ‘bekerja’ di game Harvest Moon.

“Sebelum Lee Joon pulang, aku sempat kesini dan kudengar kau pergi dengan Joongki hyung,” Kyuhyun memulai.

“Uh huh…”

“Dia bilang mungkin Joongki hyung akan menyatakan perasaannya saat itu dan kukira kau akan menerimanya,” kata Kyuhyun membuat Hyeon akhirnya mem-pause game nya dan menunduk memperhatikan wajah Kyuhyun yang menatapnya.

“Eoh, Joongki oppa memang menyatakan perasaannya padaku,”

Flashback on

“Joon menceritakan padaku tentang perasaanmu di London dulu,” Joongki memerhatikan wajah Hyeon perlahan menjadi merah dan Hyeon cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke jalan di depan mobil.

“Aku….…itu sudah berlalu oppa,” kata Hyeon cepat, gugup karena informasi itu. Kenapa oppanya harus mengatakan itu pada Joongki? Lee Joon oppa benar-benar sudah gila.

Joongki mengikuti aksi Hyeon melihat kearah jalan,”Justru karena itu. Aku akui aku memang bodoh dan pengecut tapi sebenarnya dulu aku juga mencintaimu. Hanya saja aku terlalu takut kau akan menolakku karena hanya menganggapku sebagai kakakmu. Aku tidak mencintai Jen. Hubungan kami hanya bertahan selama satu bulan. Aku hanya menerimanya karena aku tidak mau mengakui perasaanku padamu. Hatiku hancur saat kau tersenyum dan memberi selamat pada hubungan kami, kukira kau benar-benar senang. Lalu aku pulang ke Korea karena aku ingin melupakanmu,” Joongki kembali memutar posisi tubuhnya menghadap kearah Hyeon.

Hyeon diam. Bimbang dengan perasaannya. Di satu sisi ia merasa senang karena Joongki ternyata menyukainya. Disisi lain ia merasa kecewa dengan sikap Joongki dulu.apalagi sekarang ia

Joongki mengambil tangan Hyeon membuat Hyeon menatap balik padanya,“Dan kemarin saat aku melihatmu lagi, semua perasaan yang dulu kukubur perlahan muncul. Aku benar-benar merindukanmu Hyeon-ah. Maukah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku dulu?”

Hyeon berbalik dan menatap Joongki lekat. Perlahan senyumnya mengembang,”Aku memang sangat menyukai oppa..dulu dan aku masih menyukai oppa sekarang. Tapi perasaan sayangku sudah berubah menjadi sayang hanya sebatas dongsaeng terhadap oppanya, tepat seperti apa yang oppa takutkan dulu. Saat ini aku sudah menemukan orang lain yang bisa membuatku merasa…..berbeda. Aku yakin oppa pasti akan menemukan orang lain juga yang lebih baik dariku. Untuk saat ini aku akan berusaha mengejar cintaku sendiri dan aku harap oppa juga akan menemukan cinta sejati oppa, jawab Hyeon lembut.

Joongki menunduk dan tersenyum getir,”Aku mengerti. Aku terlambat dan itu memang salahku.” Ia menghela napas dan berusaha tersenyum dengan lebih tulus. “Baiklah. Jadi, siapa namja beruntung yang mendapatkan hatimu kali ini?”

Hyeon tersenyum jahil,”Itu…aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa menyukainya.”

FLASHBACK END

“Ya! Kenapa melamun? Jawab aku…” Kyuhyun menyentil dahi Hyeon, masih menyandarkan kepalanya di paha Hyeon.

“Ani..aku hanya bilang pada Joongki oppa kalau…” Hyeon sengaja menggantungkan kalimatnya.

“Kalau?” desak Kyu penasaran.

“Kalau dia sangat tampan dan lucu dan menggemaskan dan….aaawwww!!” Kyuhyun mencubit pinggang Hyeon dengan gemas.

“Aku jauh lebih tampan tau!  Dan aku keren! Dan..”

“Dan autis…lagipula kenapa sih kau tanya itu? Kan sudah berlalu,” ujar Hyeon sambil memperhatikan wajah namjachingunya yang walaupun sangat enggan ia akui, tampan.

“Tidak ada, aku hanya penasaran. Kukira saat kau mengantar Lee Joon ke bandara itu kau sudah menerima Joongki hyung,” Kyuhyun melipat tangannya di dadanya dan mengangkat sebelah kakinya bertumpu pada kaki lainnya, masih berbaring di pangkuan Hyeon dengan manja.

“Bagaimanapun juga, Joongki oppa adalah teman baik Joon oppa, jadi wajar saja kalau ia juga mengantarkan Joon oppa ke bandara,” Hyeon menjelaskan setengah geli setengah kesal.

Kyuhyun bangun dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Hyeon,”Lalu si Seungri itu. Apakah ia masih mendekatimu?” tanya Kyuhyun mengingat Seungri dan Hyeon adalah mahasiswa universitas yang sama.

Hyeon mengangkat bahu,”Bukankah waktu itu kau sudah mengancamnya setelah final Ablolute Model? Aku tidak satu fakultas dengannya jadi kami jarang bertemu. Paling-paling hanya sekali dua kali ia memintaku kencan dengannya tapi berapa kali dia menggodaku pun aku tidak tertarik.”

“Geurom. Kau kan punya namjachingu paling tampan dan berbakat sedunia. Jadi tidak mungkin kau tertarik pada orang lain lagi,” ujar Kyuhyun narsis membuat Hyeon memutar bola matanya.

“Ngomong-ngomong, kau kan masih berhutang satu permintaan padaku karena aku juara dua,” ujar Hyeon mengingatkan.

“Memangnya kau mau apa?” tanya Kyuhyun.

“Akan kupikirkan dulu…hehehe kan itu harus sebanding dengan usahaku. Ngomong-ngomong soal juara, bagaimana kabar Yuu dan Yeye oppa ya?” ujar Hyeon mengingat sahabat barunya itu.

“Molla, Yesung hyung jarang bercerita padaku. Kalau ada apa-apa pasti Wookie eomma yang tau.”

“Bagaimana kalau kita double date dengan mereka?” usul Hyeon bersemangat.

“Shireo!” tolak Kyuhyun mentah-mentah.

“Ah wae? Pasti akan menyenangkan. Berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama dan…” Hyeon tiba-tiba menghentikan kata-katanya. Senyumnya memudar dan sinar matanya menghilang.

“Wae?” ganti Kyuhyun sekarang yang bertanya.

“Kalian tidak bisa sembarangan jalan-jalan dengan kami. Pasti fans akan mengamuk kalau mengenali kalian. Dan lagi pasti akan menimbulkan banyak berita,” ujar Hyeon lesu.

“Bahkan jalan berdua saja kita sulit, apalagi ditambah dengan yesung oppa.”

Kyuhyun menatap yeojachingunya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kau ini, baru beberapa detik yang lalu kau terlihat bersemangat dan sangat puas dengan dirimu sendiri, kenapa sekarang kau sudah lesu. Kalau soal penampilan kan kami masih bisa memakai alat penyamaran kami,” ujar Kyu sambil mengusap puncak kepala Hyeon dengan sayang.

Hyeon mengangkat kepalanya cepat dengan mata kembali bersinar,”Apa itu artinya kau setuju untuk melakukan double date dengan mereka?”

“Tentu saja tidak,” jawab Kyu membuat Hyeon cemberut lagi.

“Biarkan mereka berkembang sendiri, aku yakin mereka akan bisa dekat tanpa bantuan kita. Lagipula untuk saat ini aku ingin menikmati saat-saat berdua denganmu tanpa ada intervensi orang lain,” ujar Kyuhyun otomatis membuat Hyeon merona.

dashi ireona…nal gidaryeo jun geudael bogoshipeo, dashi doraga…hagosipeunmal saranghamnida

suara Kyuhyun terdengar dari ponsel Hyeon membuat Kyuhyun tersenyum puas.

Hyeon mengangkat teleponnya,”Yoboseyo?”

“Kyaaaaa Hyeon-aaah!!! Yeye oppa mengajakku kencan!!!” teriak suara yang sudah Hyeon hafal membuat Hyeon menjauhkan ponsel itu dari telinganya dan menatap Kyuhyun.

“Aku saja bisa dengar,” ujar Kyuhyun enteng, mengomentari penderitaan telinga Hyeon.

“Yuu, bisakah kau mengurangi volume suaramu sedikit. Aku tidak meloudspeaker ponselku tapi bahkan Kyuhyun bisa mendengar suaramu dengan jelas,” kata Hyeon galak.

“Hahaha…mian..mian..aku hanya terlalu senang,” jawab Yuuri sambil tergelak.

“Jadi, kapan ahjussi berwajah magnae itu mengajakmu kencan?’ tanya Hyeon senang.

“Tadi pagi ia meneleponku untuk menanyakan apakah besok aku bisa pergi dengannya,” Yuuri mengumumkan dengan bersemangat.

“Chukae Yuu-yaa…aku ikut senang. Padahal tadi aku baru saja mempertimbangkan mengajak kalian double date agar kalian lebih berkembang, tapi kukira setan tengil di sebelahku ini benar. Kalian pasti berkembang sendiri.”

“Gomawo Hyeon-ah. Kalau begitu sudah dulu ya. Aku tidak mau mengganggu kalian lebih lama lagi…hahaha annyeong pasangan maniak game!”

Hyeon menutup teleponnya dengan wajah berseri. Ia senang Yuuri dan Yesung benar-benar menjadi dekat.

“Ya! Apa maksudmu dengan ahjussi berwajah magnae?!” omel Kyuhyun tidak terima tepat setelah Hyeon menutup teleponnya.

Hyeon mengangkat bahunya,”Habis, muka Yesung oppa semakin dilihat semakin imut, tidak seperti wajahmu. Semakin dilihat semakin err…”

Suara Hyeon perlahan menghilang karena Kyuhyun mendadak mendekatkan wajahnya ke wajah Hyeon.

“Semakin dilihat semakin apa?” bisik Kyuhyun pelan sambil menatap Hyeon dengan devil glare nya.

“Err…”

Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya membuat Hyeon semakin gugup dan reflex memundurkan tubuhnya. ‘Sial!” batin Hyeon. ‘Kenapa setan ini begitu tampan!’

Hyeon terus memundurkan tubuhnya sampai akhirnya punggungnya tertahan sofa dibelakangnya. Dead end. Ia tidak bisa lari lagi. Perlahan Kyuhyun terus mendekatkan wajahnya.

“Terpesona akan ketampananku nona?” ujarnya dengan evil smirk.

“Cish! Siapa juga yang bilang kau tampan? Kau ini..hmphh..”

Kyuhyun membungkam bibir Hyeon dengan sentuhan bibirnya. Tangan kanannya bergerak untuk menyangga kepala Hyeon dan tangan kirinya menyangga tubuhnya yang condong ke depan. Ia menghisap bibir Hyeon dengan lembut dan menikmati rasa jeruk yang masih tersisa disana karena jus yang tadi Hyeon minum. Hyeon perlahan mengangkat tangannya dan meletakkan keduanya di bahu Kyuhyun. Ia membalas ciuman Kyuhyun dan menutup matanya.

Mereka saling menyalurkan perasaan masing-masing dalam waktu-waktu yang jarang mereka dapatkan. Setelah grand final Absolute Model, Kyuhyun langsung disibukkan dengan persiapan album ke 6 nya dan walaupun mereka satu gedung apartemen dan satu management, mereka susah sekali mendapatkan waktu untuk bertemu karena jadwal Kyu dan kesibukan Hyeon sebagai model baru. Hyeon dan Yuuri dikontrak SM Entertainment untuk menjadi model mereka.

Hyeon mengakhiri ciuman mereka dan menatap Kyuhyun.

“Sebentar lagi aku mungkin akan sangat sibuk mempersiapkan comeback kami,” kata Kyuhyun pelan.

“Aku tau.”

“Kita mungkin akan lebih sulit bertemu,” Kyuhyun melanjutkan, menatap mata Hyeon dalam keseriusan yang jarang diperlihatkannya.

“Aku mengerti.”

“Tapi aku akan menelepon setiap kali aku punya waktu luang,” Kyuhyun berkata sungguh-sungguh.

“Bodoh! Jangan terlalu dipaksakan. Belakangan ini saja kau sudah sangat sibuk dan terlihat lelah. Lebih baik kau menggunakan waktu luangmu untuk beristirahat,” Hyeon meletakkan tangannya di pipi Kyuhyun.

“Andai saja aku bisa punya waktu lebih. Aku bahkan belum mengenalkanmu pada Kangin hyung,” gerutu Kyuhyun.

Hyeon nyengir,”Aku sudah pernah melihat  wajah Kangin oppa kok di TV. He’s sooooooo handsome!”

“Ya! Kau ini sepertinya mempunyai ketertarikan yang berlebihan pada hyungdeul! Bahkan kau belum pernah bertemu dengan Kangin hyung tapi kau sudah menyukainya,” Kyuhyun cemberut.

Hyeon mengangkat bahunya,”Sungmin oppa, Yeye oppa, dan Wokie oppa imut, Siwon oppa, Leeteuk oppa dan Kangin oppa tampan dalam tipe yang berbeda, Shindong oppa menggemaskan dan pasangan ikan dan monyet itu juga sebenarnya keren kalau mereka tidak sedang bersikap seperti bocah. Dan satu lagi, selain Suju oppadeul, aku cinta Changmin dan Yunho oppa!”

“Aku tau! Reaksimu saat bertemu Yunho hyung saat itu sangat menyebalkan! Lain kali aku tidak akan mempertemukanmu dengannya lagi!” Kyuhyun semakin merajuk.

“Oh ayolah, aku kan hanya menyukainya karena ia begitu keren dan dance nya pun sangat menakjubkan! Aku pernah melihatnya saat sedang mencari berita di internet. Siapa coba yeoja yang tidak nge-fans dengan Yunho oppa, apalagi ternyata ia begitu ramah dan lucu.”

“Aish! Aku juga keren. Suaraku membuat yeoja-yeoja meleleh dan wajahku yang tampan ini bisa membuat mereka histeris dan pingsan karena terlalu bahagia bila bertemu denganku,” tukas Kyuhyun tidak mau kalah.

“Cish? Bagaimana mereka bisa bahagia bertemu dengan setan menyebalkan sepertimu? Lagipula, wajahmu yang seperti bulan itu benar-benar terlihat tua, coba lihat Minnie oppa, kulitnya halus, ia sangat imut, badannya tegap, ….”

“Enak saja! Aku sudah melakukan perawatan dan sekarang wajahku semulus Heechul hyung! Bahkan fotoku saat mengenakan kaus tanpa lengan menjadi topik perbincangan heboh karena kulitku yang mulus dan putih ini,” Hyeon memutar  bola matanya mendengar kenarsisan Kyuhyun.

“Oiya, ngomong-ngomong soal Heechul oppa, apa benar Teukie oppa dan Yesung oppa sebentar lagi akan wajib militer?” tanya Hyeon.

Kyuhyun mengangguk,”Eoh. Karena itu kami sangat sibuk dengan persiapan 6 jib kali ini karena setelah album ini mereka harus pergi mendaftar.”

***000***

Hyeon’s POV

Fiuhh akhirnya selesai juga ujian akhir semester di kampusku. Setelah ini aku bisa punya waktu luang lebih banyak. Beberapa bulan belakangan ini konsentrasiku terbagi antara ujian akhir semester dan kegiatan modellingku. Ini menyenangkan. Aku tidak pernah berpikir untuk menjadi model seperti sekarang ini. Mum pasti tidak percaya anaknya yang sangat cuek ini bisa menjadi model. Kalau Joon oppa yang menjadi model baru mum pasti percaya. Hehehe Apa kalian ingat dia bahkan ditawari menjadi model saat mengantar aku audisi? -_-‘ tanpa audisi pun Joon oppa bisa jadi model.

“Hyeon-ssi!” panggil suara yang sudah kukenal betul. Aku membalikkan badanku dan menyunggingkan senyuman bosan. Seungri. Namja ini benar-benar tidak bosan. Aku berbohong pada Kyuhyun kalau Seungri sudah jarang menggodaku karena aku tidak ingin membesar-besarkan masalah.

“Bagaimana dengan ujianmu? Kau sudah mau pulang? Mau kuantar pulang?” tanyanya bertubi-tubi.

Aku menggeleng,”Tidak terima kasih.”

“Apa kau sedang sibuk? Bagaimana kalau kita makan bersama?” tanyanya keras kepala.

Aku sudah malas meladeninya,”Kenapa kau tidak pergi dengan Hye Bin saja?”

“Aahh…aku sudah putus dengan Hye Bin. Dia sangat membosankan,” ujarnya enteng membuatku ingin menonjok wajahnya yang memang tampan itu. Memangnya yeoja itu pakaian yang bisa dibuang begitu saja kalau ia bosan?

“Hyeon-ah!” panggil suara lain dari kejauhan.

Aku menolehkan kepalaku dan tersenyum lebar melihat seseorang yang ku kenal melambai dari kaca mobil van-nya dengan senyum lebar.

“Oppa!” Aku segera berlari ke arahnya dan meninggalkan Seungri begitu saja.

“Kajja! Kita sudah hampir terlambat untuk sesi pemotretan selanjutnya!” ajaknya sambil mengendikkan kepalanya pada bangku penumpang di sebelahnya.

Aku segera memutari mobil dan masuk ke dalam mobil van yang sudah terasa familiar ini.

***000***

Aku menunggu dengan bosan di lokasi pemotretan. Fotografer kami terlambat karena terjebak macet akibat dari kecelakaan beruntun yang terjadi di dekat kantornya. Ah! Aku kan membawa PSP di dalam tas ku. Aku mengeluarkan PSP dari dalam tas ransel yang selalu kubawa kemana-mana dan menatapnya. Melihat PSP ini aku jadi teringat Kyu. Setan Liu Kang itu benar-benar sibuk dan jarang menghubungiku. Ahh, beginilah resiko menjadi yeojachingu seorang idol sepertinya. Walaupun enggan mengakuinya, tapi aku merindukannya. Cish! Aku bahkan merindukan perdebatan dengan setan tampan itu tentang game apa yang akan kami mainkan karena kami punya speciality di game yang berbeda. Hahaha bodoh!

Mereka pasti sangat sibuk. Bahkan aku yang belum lama menjadi elf pun sudah sangat menunggu album baru ini.  Aku mengurungkan niatku untuk bermain game dan memasukkan kembali PSP ku ke dalam tas ranselku. Iseng-iseng aku ganti mengeluarkan laptopku dan mencari berita tentang Super Junior.

Hei! Mereka sudah merilis foto teaser lengkapnya! Dan album baru ini akan keluar bertepatan dengan hari ulang tahun Teuk opopa

Astaga, aku benar benar ketinggalan informasi.  Belakangan ini aku lebih sibuk mencari informasi tentang exo dan dbsk sehingga melupakan namjachinguku sendiri, hahaha.

“Huahahahaha…”tawaku pecah melihat foto teaser Eunhyuk oppa. Lucu sekali! Ia tampak menggelikan dengan bunga-bunga dan gelembung itu. Kubuka satu persatu foto teaser yang sudah di rilis. Astaga, Sungmin oppa bahkan lebih feminine daripada aku! Kangin oppa dan Teuk oppa sangat keren! Aku membuka foto terakhir yang tersedia di website itu dan tawaku pecah seketika melihat foto teaser namja iblisku.

Memang sih wajahnya terlihat lebih mulus daripada biasanya dan warna rambutnya pun bagus, hanya saja entah kenapa aku merasa ia tidak cocok berpose seperti itu. Alangkah lebih indahnya kalau ia berpose seperti setan dengan mengeluarkan evil smirk nya. Tapi itu tidak sesuai dengan konsep album terbaru mereka sih…kekeke…

“Maaf aku terlambat,” seru fotografer yang baru saja sampai di lokasi pemotretan.

Aku menutup laptop ku dan bersiap-siap. Sejak menjadi runner-up Absolute model, berbagai tawaran untuk menjadi model datang dan aku pun saat ini terikat dengan SM Entertainment bersama dengan Yuuri. Makanya walaupun Kyu tidak suka, aku bisa bertemu dengan Changmin dan Yunho oppa kadang-kadang, hahaha #tawa evil#

***000***

Kyuhyun’s POV

Aish! Jadwal macam apa ini. Tidak ada waktu luang sedikitpun! Aku bahkan belum sempat menelepon Princess Kitana tiga minggu ini. Selain sibuk rekaman dan latihan, aku harus melakukan banyak sesi foto. Satu-satunya waktu luang yang kupunya itu malam hari dan aku tau Hyeon pasti sudah tidur saat aku sempat. Yeoja itu benar-benar badak kalau urusan tidur! Dan dia tidur seperti bayi! Dia bahkan tidak pernah bergadang. Hahaha…entah kenapa memikirkan kebiasaannya saja selalu berhasil membuatku tersenyum.

Tapi kadang-kadang yeoja itu agak menyebalkan juga. Masa dia mengacuhkan aku sama sekali saat bertemu dengan Yunho hyung -_-‘ Tau reaksinya begitu aku tidak akan mengajaknya ke dorm saat Yunho hyung dan Minnie main ke dorm kami.

“Kyu! Sedetik yang lalu kau tersenyum dengan wajah malu-malu yang menggelikan, sekarang kau cemberut seperti bayi, apa yang sedang kau pikirkan?” goda Wookie hyung sambil mengulurkan minuman padaku. Ia mengambilkan minuman untuk kami yang sedang istirahat dari latihan yang begiitu melelahkan ini.

“Aniyo hyung.”

“Ngomong-ngomong soal Hyeon, Aku belum sempat berkenalan dengannya Kyu, aku hanya mendengar cerita-cerita tentangnya dari semua orang,” ujar Kangin hyung.

“Aku saja belum sempat bertemu dengannya hyung. Jadwal kita ini terlalu padat. Lagipula dia juga akhir-akhir ini sibuk menjadi model,” keluh Kyuhyun.

“Aigo…lihat, uri magnae, mentang-mentang sudah punya yeojachingu dia sekarang ingin bertemu dengan yeochin nya terus. Haee…..”monyet itu mendramatisir dengan memeluk Donghae hyung.

“Aish! Kau juga belakangan ini sibuk dengan Ahra, aku terlupakan!” Donghae hyung melepaskan pelukan Eunhyuk hyung dengan sebal.

“Teukie hyung,” monyet itu berpindah dan melompat memeluk Teuk hyung.

“Pergi sana, Teuk hyung milikku,” usir Kangin hyung membuat Eunhyuk hyung mencibir.

Aku memandang ponselku, bimbang. Apa aku harus meneleponnya ya? Kutekan speed dialku, mencoba menghubunginya. Ini kan masih sore, siapa tau dia sedang tidak sibuk. Aku mendengar nada tunggu ponselnya, lagu Mr. Simple selama beberapa saat sebelum teleponku diangkat.

“Liu Kang?” sahut suara yang kurindukan itu.

“Eoh, Kitana. Kau sedang sibuk?”

“Hari ini aku ada pemotretan tapi aku sedang istirahat. Wae? Kau rindu padaku?” godanya.

“Aish! Siapa yang rindu padamu? Aku hanya mau mengatakan kalau teaser fotoku sudah keluar!” astaga, sudah lama aku tidak mendengar suaranya tapi hanya kalimat itu yang keluar dari mulutku? Babo!

“Aku sudah melihatnya. Kau terlihat aneh…hahaha…aku lebih suka evil look mu yang biasanya,” suaranya yang ceria membuatku ikut tersenyum tapi apa-apaan itu, bukannya memuji foto namjachingunya yang tampan ia malah mengejekku.

“Aneh bagaimana! Dilihat dari sudut manapun aku tetap sangat tampan kau tau. Itu sebabnya manajemen merilis fotoku dan Siwon hyung paling akhir! Itu karena wajahku yang tampan ini yang paling ditunggu!”

“Hahahahaha…kata siapa kau tampan! Changmin oppa lebih tampan!” katanya membuatku kesal saja.

“Ngomong-ngomong soal tampan, Kangin hyung menanyakanmu. Kapan kau bisa ke dorm lagi? Ia ingin melihatmu secara langsung,”

“Kau pikir aku tontonan hah? Melihatku secara live hehehe….Yah, kukira minggu ini aku tidak terlalu sibuk. Kan kalian lebih sibuk daripada aku. Beritahu saja kapan kalian semua ada di dorm jadi aku bsia turun ke lantai 11 atau 12.”

“Baiklah. Hari ini jadwal pemotretanmu dimana?”

“Di Gongpyong Art Center, wae? Aku foto bersama Haejin oppa dan Joongki oppa!”

“Mwo? Kau berfoto bersama…”

“Hyeon-aah…” panggil suara namja dari kejauhan yang masih terdengar di speaker ponselku.

Apa itu Joongki hyung? Atau Park Haejin sunbae?

“Ne oppa, tunggu sebentar yaa…aku akan segera kesana…” ujarsuara Hyeon agak menjauh.

“Kyu, aku harus kembali. Joongki oppa sudah menungguku…nanti kutelepon lagi kalau kau tidak sibuk…daa..”

“Ya! Aku-“

Klik

“Merindukanmu…”

Aish! Membuatku kesal saja! Kenapa dia harus pemotretan dengan Joongki hyung? Apa tidak ada artis lainnya lagi? Jinjja! Apalagi model satunya lagi Haejin sunbae! Kenapa di harus terus-terusan dipasangkan dengan Haejin sunbae? Baru dua bulan sudah beberapa kali ia dipasangkan dengan Haejin sunbae baik dalam iklan maupun cover majalah, sampai-sampai muncul gossip bahwa mereka sedang dekat atau mereka tampak sangat serasi. Hei! Aku lebih serasi dengannya!

Aku tau Hyeon tidak mungkin berpaling tapi kan siapa yang menjamin Haejin sunbae tidak akan menyukainya juga seperti Joongki hyung atau Seungri. Hyeon memiliki kecenderungan sikap menyenangkan dan santai yang membuatnya mudah akrab  dengan banyak orang tapi kadang-kadang aku takut sikapnya itu membuat namja salah paham dan akhirnya  menyukainya. Mereika kan tidak tau kalau Hyeon milikku karena tenttu saja kami tidak bisa mempublikasikan hubungan kami ini. -_-

Lalu kenapa dia dengan seenaknya menutup teleponku?

Aku mengacak rambutku dengan sebal.

“Kyu, ayo, kita harus latihan lagi,” panggil Teukie hyung.

“Aku sedang tidak mood hyung. Kalian lanjutkan saja.”

Aku bisa merasakan hyungdeulku saling menatap satu sama lain tapi untungnya mereka tidak berkomentar lebih jauh. Aku benar-benar kesal sekarang.

Aku menyambar tasku dan mengambil satu-satunya benda yang bisa mengalihkan perhatianku saat ini. Ya! Kalian benar! Istri keduaku. PSP kesayanganku.

000***000

Hyeon’s POV

“Terima kasih atas kerja kerasnya,” kami saling membungkuk dan mengucapkan terima kasih satu –sama lain dengan seluruh fotografer dan staf yang ada.

“Hyeon-ah, kau mau pulang? Bagaimana kalau aku antar?” tanya Joongki oppa dengan baik hati.

“Tidak usah oppa, merepotkanmu saja. Kau kan beda arah denganku. Aku pulang bersama Haejin oppa saja, kan rumah kami searah,” ujarku yang langsung disambut anggukan Haejin oppa.

“Arraseo, hati-hati ya,” Joongki oppa melambaikan tangannya dan memberikan senyuman imutnya. Hubungan kami sekarang benar-benar seperti kakak adik. Ia mengatakan kalau ia sudah berjanji pada Joon oppa untuk menjagaku disini. Kuharap ia segera menemukan yeoja yang baik.

Belakangan ini aku sering syuting CF dan foto dengan Haejin oppa makanya kami sudah cukup akrab.  Kami berjalan menuju van Haejin oppa dan naik sementara supir dan manajer Haejin oppa memasukkan barang-barang Haejin oppa dan barang-barangku ke dalam mobil.

“Oiya oppa, aku lupa! Chukae untuk penghargaan Best Asian Actor LETV!” ujarku dengan tulus. Jujur saja aku senang bisa akrab dengan Haejin oppa. Seperti mendapat oppa baru..hahaha jadi aku punya banyak oppa. Joonie oppa, Joongki oppa, Suju oppadeul, TVXQ oppadeul dan Haejin oppa.

Haejin oppa tersenyum senang,”Gomawo. Aku tidak menyangka akan memperolehnya.”

“Ne! Kau hebat oppa, kau actor korea pertama yang memenangkan penghargaan itu di Beijing. Aku menonton performance mu lho oppa! Daebak!”

“Hahahaha…tidak sehebat namjachingumu tentu saja. Kau bisa lihat aku tampak sangat canggung di panggung,” Haejin oppa tertawa. Haejin oppa sudah tau tentang hubunganku dengan Kyuhyun dan kalian tau, ia bahkan tau tentang Seungri makanya tadi aku bersyukur ia menjemputku di kampus dan menyelamatkanku dari gangguan Seungri…haahahaha.

“Aniyo oppa. Lagipula menyanyikan lagu mandarin itu sulit, apalagi kau harus menari juga. Kau hebat!”

“Gomawo. Kau sudah makan? Sebelum pulang ayo kita makan dulu. Aku lapar,” keluh Haejin oppa sambil memegangi perutnya dengan ekspresi kekanakan yang membuatku tertawa.

“Kajja! Aku juga sangat lapar oppa.”

***000***

Kyuhyun’s POV

Aku menunggu dengan gelisah di dalam sofa di apartemen Hyeon. Ini sudah malam, kenapa tidak ada tanda-tanda kehidupannya ya? Seharusnya jam segini dia sudah pulang atau malah sudah tidur tapi apartemen ini kosong. Hyeon memberikan passwordnya padaku sebulan setelah final Absolute Model karena aku bersikeras untuk memintanya. Ini sebagai tindakan preventif, kalian tau. Kalau sewaktu-waktu dia sakit, aku bisa melihat kondisinya tanpa merepotkannya untuk mondar-mandir membuka pintu. Joon sudah berpesan padaku untuk mengawasi Hyeon dan memberi kabar padanya jika Hyeon sakit.

Aku baru akan pulang ke dorm saat aku mendengar pintu terbuka.

“Kau? Kenapa kau ada disini? Bukankah seharusnya kau masih ada latihan dengan oppadeul jam segini?” tanya Hyeon heran saat melihatku.

“Kenapa kau pulang malam sekali?” tanyaku mengabaikan pertanyaannya sambil mengawasinya melempar tas nya ke meja dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.

“Tadi Haejin oppa mengajakku makan malam sebelum mengantarku pulang,” ia berkata sambil menutup matanya. Jelas terlihat kelelahan.

“Kenapa harus ia yang mengantarmu?” oke. Suaraku benar-benar terdengar sangat cemburu.

Ia membuka matanya,”Karena rumah Haejin oppa searah dengan apartemen ini dari lokasi pemotretan tadi. Dan sebelum kau mulai dengan kecemburuanmu yang aneh, aku harus mengatakan bahwa Haejin oppa tadi menyelamatkanku dari gangguan Seungri. Kau sudah makan?”

Aku menggeleng jujur. Alasan yang masuk akal sebenarnya.

“Ya! Babo! Kau bisa sakit! Dengan jadwalmu yang padat itu kau bisa langsung terkena penyakit maag atau kurang darah jika kau terlambat makan. Ini sudah jam berapa?….” ia terus mengomel sambil bangkit dari sofa dan beranjak menuju dapur.

Tanpa sadar aku tersenyum. Dia memperhatikan aku. Mungkin memang tidak seharusnya aku cemburu dengan setiap namja yang dekat dengannya. Mungkin memang sifat dasar dari Hyeon adalah perhatian sehingga ia bisa membuat orang-orang merasa nyaman di dekatnya.

Aku bangkit dan mendekatinya yang sedang mengeluarkan ayam dan kentang dari kulkas.

“Tidak banyak, tapi setidaknya kau harus makan. Sana duduk, aku akan menggoreng ini untukmu,” katanya.

Chu. Aku mengecup pipinya sekilas membuatnya terdiam terkejut. Selalu seperti ini. Aku menikmati ekspresi kagetnya setiap kali aku tiba-tiba menciumnya. Tapi lalu ia hanya tersenyum singkat lalu meneruskan membuat makanan untukku.

Setelah selesai, ia membawa ayam dan kentang goreng itu ke sofa dimana aku duduk dengan membawa satu gelas besar jus jeruk.

“Gomawo. Tadi aku hanya merasa kesal karena lagi-lagi kau dipasangkan dengan Haejin sunbae. Entah sudah keberapa kalinya kalian dipasangkan dan digosipkan dan semua itu membuatku kesal. Aku tidak bisa mengatakan pada semua orang kalau kau adalah milikku. Apalagi ada Joongki hyung dan aku sama sekali tidak percaya kalau ia sudah melupakanmu,” entah kenapa kalimat ini mengalir begitu saja saat ia menatapku.

“Sudah kubilang, apapun anggapan mereka terhadapku, aku hanya menganggap mereka semua sebagai oppa. Mungkin Joongki oppa memang pernah menyukaiku, tapi sekarang kami benar-benar seperti oppa dan dongsaeng. Begitu juga dengan Haejin oppa. Aku bahkan sudah bercerita padanya tentang kita.”

Aku seperti merasakan batu seberat lima puluh kilo diangjkat dari pundakku. Jadi Haejin sunbae sudah tau tentang hubunganku dengan Hyeon? Baguslah! “Arraseo. Mungkin aku hanya khawatir karena kau lebih sering bertemu dengan mereka daripada denganku.”

Aku mengambil ayam goreng itu dan mulai memakannya. Enak. Aku selalu suka masakannya.

“Mau bagaimana lagi. Kau sibuk dan aku tidak mungkin mengganggu waktu istirahatmu dan menuntut untuk selalu bertemu kan?”

“Lalu apa yang kau lakukan belakangan ini kalau kau sedang tidak sibuk?” tanyaku masih sibuk dengan potongan ayam dan kentang di tanganku.

“Tidak banyak. Kuliah, browsing, main harvest Moon, menonton TV, kalau sedang bosan, aku pergi ke gedung SM. Setidaknya disana aku bisa bertemu dengan Yunho oppa dan Changmin oppa..hahaha,” ujarnya senang.

“Ya! Ya! Ya! Kau ini masih saja cari kesempatan untuk bertemu dengan Yunho hyung atau Changmin!” aku memelototinya yang hanya nyengir melihat kekesalanku.

“Seharusnya kau mencari waktu untuk menemuiku atau mengunjungiku di tempat latihan kalau kau sedang ada waktu. Kan kami latihan di gedung SM juga!” keluhku.

Author’s POV

“Kan sudah kubilang aku tidak mau mengganggu konsentrasimu mempersiapkan comeback ini,” Hyeon menjelaskan dengan geli. Hyeon berpendapat Kyuhyun kalau sedang cemburu lucu sekali.

Kyuhyun hanya cemberut lalu menggigit ayam gorengnya lagi.

“Dan lagipula kau pikir aku tidak kesal dan cemburu? Kau selalu berduet dengan Seohyun atau digosipkan dengan Victoria. Aku bahkan sempat kesal saat menonton MV TRAX Blind. Tapi aku tidak mengatakan apapun. Bagaimanapun  juga kau lebih dulu mengenal mereka.”

Bukannya menjawab argumenku, Kyuhyun malah menoleh dengan wajah berseri,”Jinjja? Kau cemburu dengan Seo dan Song Qian?”

Hyeon memutar bola matanya,”Kau bahkan punya nama panggilan khusus untuk mereka? Arraseo, aku akan membuat panggilan sayang untuk Haejin oppa!” jawab Hyeon sambil menyilangkan tangannya. Ia tidak serius tentu saja. Tapi ia senang melihat Kyuhyun yang cemburu atau manja.

“Berani kau membuat nama panggilan sayang untuk Haejin sunbae, aku potong kau dengan jurus Sindell!” ancam Kyuhyun dengan mata melotot.

“Sudah sana selesaikan dulu makanmu! Aku mau main counter strike sebentar,” Hyeon bangkit dan beranjak menuju computer yang ada di samping sofanya.

“Ah ya, tentang permintaan itu, aku sudah tau apa yang akan kuminta darimu,” ujar Hyeon dengan seringai puas.

“Apa itu?” tanya Kyuhyun.

Kyu menggigit potongan ayam terakhirnya dan bangkit menuju dapur untuk mencuci tangannya.

“Aku ingin kau mengabulkan dua permintaanku…hahahaha….”

“Ya! Permintaan macam apa itu?” sungut Kyuhyun mendengar permintaan Hyeon yang licik.

“Aku minta kau mengabulkan dua permintaanku. Apa itu kurang jelas Mr. Devil?”

“Aish! Jinjja!” Kyuhyun mengeluh tapi tidak melihat jalan keluar dari permintaan itu.

“Geurae, tapi dengan satu syarat,” Kyuhyun mulai mengeluarkan senyum evilnya membuat Hyeon waspada.

“Apa itu?”

Kyuhyun mendekati Hyeon dengan senyum kemenangan,”cium aku.”

Mata Hyeon melebar dan wajahmya memerah karena malu.

“Shireo! Lupakan!” Hyeon cepat-cepat mengalihkan wajahnya yang memanas.

“Begitu? Kalau begitu aku yang akan menciummu,” Kyuhyun bergerak dengan cepat sehingga Hyeon tidak sempat menolaknya.

Ia menangkup tengkuk Hyeon dan mencium Hyeon dengan lembut. Hyeon hanya bisa membelalak kaget. Selalu seperti ini. Kyuhyun selalu menciumnya dengan tiba-tiba dan memberikan efek kejutan san sensasi ganda pada setiap ciumannya.

“Apa yang kau mita Princess Kitana?” bisik Kyu di sela ciuman mereka.

“Aku…”

“Hmm?”

“Aku….ingin…..Aku ingin satu hari bersamamu entah itu main game atau melakukan apapun,” Hyeon mengakiri ciuman mereka dan berpaling karena malu dengan permintaannya.

Kyuhyun sebaliknya. Ia merasa permintaan Hyeon itu sangat manis.

“Itu karena kita sangat sulit bertemu dan mendapatkan waktu berdua,” Hyeon mencoba menjelaskan alasan ia meminta itu.

“Aku tau. Baiklah, aku akan mencari waktu dimana aku bisa mengosongkan jadwalku seharian,” ujar Kyuhyun senang.

“Lalu apa permintaan kedua?” Kyuhyun bertanya dengan gelombang antisipasi. Ia sangat terkejut tapi senang dengan permintaan pertama Hyeon dan ia tidak keberatan mungkin jika harus menuruti sepuluh permintaan lainnya.

Hyeon memutar wajahnya menghadap Kyuhyun dan melihat senyuman senang namja itu.

Sebuah ide melintas di kepala Hyeon.

“Aku ingin bertemu dengan semuuuuuaaaa member EXO yang tampan itu!” seru Hyeon bersemangat.

“YA!”

End

45 thoughts on “Kyuhyeon Couple – It Started By A Game After Story”

  1. huaa ada sequelnya😀
    aaa daebak.
    critanya ringan gg ada konflik yang aneh-aneh ,hehe
    dilanjut sequel yang lain yaa thor.hehe

  2. after story nya manis.^^ ringan dan ga buat reader deg2an lagi, hohoho..
    cuma itu tetep aja Kyu nya Evil. –”
    dan aku jg lg nyesek bgt sm Kyu, gara2 Radiostar semalem.😦 *curcol

  3. ternyata ada sekuel nya asik. Good story author.. rupanya kadang Kyu oppa dan Ang Hyeon saling cemburu apalagi Kyu oppa krn banyak cowok2 yg berupaya untuk mendekati Hyeon.. So Sweet Kyu oppa nya romantis banget suka kissue tiba2 sm Hyeon.. Dan akhirnya rasa saling percaya yg menguatkan hubungan mereka..

  4. yeay! Ada afstor.nya! Lucu dhe, lucu. Cerita.nya ringan n manis, senyum sendiri bcanya. Oh y, kyuhyeon sering kisseu*jd pengen*mwahaha*plak* buat crta kyuhyeon kopel yg lain ya thor, kalo bisa, buat ampe mreka nikah gt. Wkwk x)
    nice ff .

  5. 0uw….. so sweeeettt sekaliii sich eonn..🙂
    hhmm…bener2 bikin mupeng nie eon,
    daebakk~
    critanya sangat ringaan n romantis bgdz.

    0ia, gag d bikin sekuel ta eon?? pasti seru deh^^ *berharap*😀

  6. Annyeoonggg..
    Gyahahaha kyu yg cemburu itu lucu bgt sih.. hehe critanya lucu chingu..
    Wah seungri masih aj ngarepin hyeon..
    wkwkwk..

  7. Aaaaa EXO semua.. Huaaaa mau….
    Klo aku jd hyeon permintaan kedua. Aku mau kyu mengabulkan 2 permintaan lagi. Ga kelar2 permintaannya. Hahahaha

  8. yaakk!!
    Hyeon lari trus dikejar Kyu, jadilah aksi kejar2an d apartment Hyeon,😄

    unni-ya *reader sok kenal*
    part ini lucu sx,
    pasangan maniak game klo udah pensiun dri SM jadi pelawak aja..

    Nice afstor eon..

    Eh, tadi aQ nemuin typo lho but just 1..😄

    pai..pai eon
    *ngilang sambil bwa lari Kyu*

  9. seneng fh kalau lihat kyupa udah cemburu kelihatan manis.ceritanya bagus banget chingu walau dari part1 ceritanya panjang tapi gak bikin bosen jadi kalau bisa bikin lagi ya ceritanya kalau bisa giliran cewenya yang di bikin cemburu jangan kyupa terus kan biar impas haha

  10. kereeeeeen…..saya rapel lo bacanya….dari part 1 sampeee after storyy…

    walopun sebenernya idenya hampir sudah membumi ( maksudnya, kyu suka cewek yg sama2 maniak game) tapi tetep sukaaaa……

    mian baru komen sekarang

    hehe gak sabar baca kelanjutannya soalnya….hehehe

    keep writing, tetep ditunggu sekuelnyaaa

  11. gyahahaha~ disini hyeon ngebully kyu mulu ya. mulai dari selingkuh mata sm cwo2 kece smpe menghina tampangnya yg sama sekali gk magnae.😛
    emang suamiku, yeye oppa, jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhh lebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhhh imut dari kyu! hahahaha~😄 *digaplok kyu*
    uwaahh~ aku seneng bgt lho disini sungri pedekatenya sukses gtu. >///<
    ntar msh ada afstornya lg rach?

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s