(Choi Siwon) Between Beauty, Richness, Famous and Love (Chapter I)

Title: Between Beauty, Richness, Famous and Love (Chapter I)

Author: HenBaby

Main casts: Choi Siwon, Park Shilla

Author’s note: I’m back, Obizienka! Holiday is coming! Aku harap aku bisa terus nulis FF dan idenya ga ngeblank! Okay. Let’s enjoy this! Keep RCL

 

 

“Aku takut cintanya itu palsu kepadaku. Yang aku inginkan hanya cinta yang tulus bukan karena sebuah kecantikan, kekayaan, ketenaran ataupun semua yang aku miliki sekarang ini.” –Park Shilla.

Author’s POV

“Siwon dan Shilla? Hah? Apa kau bercanda? Semua orang pasti mengenal pasangan kekasih sempurna itu, tidak terkecuali aku, pabo,” Hyekyo menyentuh puncak kepala Gaeul—pegawai baru di Cafè tempatnya bekerja—dengan gemas dan hampir menumpahkan isi teh dari dalam cangkir didepannya.

“S-seterkenal itu kah mereka berdua?” tanya Gaeul tergagap.

“Ne,” jawab Hyekyo dengan nada ringan, kembali menuangkan isi teh kedalam cangkir dan mulai menatanya ke atas nampan kayu yang baru saja ia ambil dari dalam lemari yang terpajang di dinding.

”Mungkin bagi orang baru sepertimu, mereka sama saja seperti pasangan kekasih lainnya yang hanya nampak mesra didepan televisi saja namun untuk masyarakat Seoul sendiri, Siwon dan Shilla adalah pasangan kekasih yang benar-benar sempurna didepan publik. Mereka itu pasangan yang harmonis dimanapun mereka berada yah walaupun sangat terlihat sekali kalau Siwon oppa sangat memuja wanitanya itu. Mereka juga sering datang ke Cafè ini, hanya untuk sekedar berbincang ataupun makan cake cokelat beraroma kopi bersama,” lanjut Hyekyo dengan panjang lebar. Nampak sekali pegawai senior itu sangat terpesona dengan pasangan kekasih Siwon-Shilla.

“Mungkin eonnie benar. Aku memang baru sebulan pindah dan menetap di Seoul,” Gaeul mengangguk membenarkan.

“Oh ya, pasangan Siwon dan Shilla juga menjadi semakin terkenal setelah Shilla sukses membintangi banyak film garapan sutradara Broadway,” ujar Hyekyo lagi, sekarang ia sedang meletakkan beberapa potong cake ke dalam piring,”Yang aku dengar, itu semua berkat andil dari seorang Choi Siwon.”

Gaeul kemudian mengeluarkan kembali sebuah kertas yang tadinya sudah ia masukan kedalam apron bermotif bunga tulipnya dan memandang lembaran kertas itu dengan lekat, sebuah brosur workshop yang menampakkan foto sosok seorang Choi Siwon yang akan menjadi pembicara di workshop yang akan di gelar di kampus barunya dua hari lagi. Brosur itulah yang menuntun pikirannya untuk bertanya tentang Siwon dan Shilla. Mungkin Hyekyo, seniornya ini tidak pernah tahu tapi Gaeul mempunyai sebuah rahasia besar, kalau dirinya adalah seorang adik kandung dari seorang Park Shilla. Shilla, yang sangat terkenal.

***

“Anda berdua selalu terlihat mesra. Apakah anda memiliki sebuah resep khusus Choi Sajangnim?” tanya wartawan wanita itu penuh antusias ketika ia di beri kesempatan untuk mengajukan sebuah pertanyaan terakhir kepada Siwon di akhir jumpa pers itu.

Siwon merengkuh tubuh Shilla merapat kearahnya dan menjawab dengan tenang,”Tidak ada sesuatu yang khusus. Perasaan cintalah yang membuat kami berdua terlihat selalu seperti ini,” gurau Siwon dengan ujung bibir tertarik membentuk sebuah senyum yang sempurna. Ia menatap Shilla lekat di ikuti sorakan riuh dari beberapa dosen wanita yang ikut hadir di konferensi pers itu. Acara ini sendiri diadakan untuk menjelaskan tujuan kehadiran seorang Choi Siwon pada kegiatan workshop yang digelar di kampus ini, yaitu Inha University.

“Nah saya pikir, inilah akhir dari konferensi pers kita kali ini. Jadi Choi Sajangnim…” Moderator itu mengangguk hormat sesaat kepada Siwon ketika mengucapkan namanya,”Bersedia meluangkan diri di sela kesibukannya datang dan menjadi pembicara di workshop ini karena sejak sebulan yang lalu ia telah resmi di angkat menjadi ketua Yayasan di universitas ini, benar begitu bukan Choi Sajangnim?”

Siwon mengangguk hikmat dan tersenyum kepada semua wartawan yang sedari tadi tidak berhenti untuk mendapatkan potret dirinya. Shilla yang duduk disampingkan melakukan hal sama, tersenyum ke arah kamera dengan ramah dan mencoba menyembunyikan perasaan aneh yang akhir-akhir ini bergejolak di dalam dirinya.

***

Shilla’s POV

Selalu saja seperti ini. Lama kelamaan aku merasa seperti menjadi boneka untuknya. Boneka yang selalu diatur tindak-tanduknya oleh pria yang tidak bukan adalah kekasihnya sendiri, Choi Siwon.

‘Kau harus begini.. Kau harus begitu.. Kau harus memakai pakaian seperti ini Shilla-ya.. Kau harus berbicara seperti ini.. Kau harus bersikap seperti itu…’

Begitulah Siwon mengaturku. Ia telah benar-benar berubah sejak karirnya menanjak dan menjadi gila kerja. Ia juga menjadi lebih cerewet ketika aku sukses membintangi film garapan Kim Hyung Soo, sunbae ku saat berkuliah dulu yang sekarang telah sukses menjadi seorang sutradara di Broadway.

Aku merindukan sosok Siwon yang dahulu. Seorang pria yang menyatakan cintanya 5 tahun yang lalu dengan sebuah bunga mawar putih, janji setianya kepadaku. Seorang Choi Siwon yang tidak peduli dengan penampilanku yang serampangan, tidak suka memakai gaun, dan bergaya ala wanita-wanita gila bermake up.

Aku memasukan kode pintu apartemenku dan melangkah masuk dengan gontai. Aku melepaskan kait high heels yang aku gunakan dan melemparkannya kesembarang tempat. Aku mengedarkan pandangan berkeliling mencari keberadaan dongsaengku, Gaeul. Namun anak itu sepertinya belum pulang dari tempatnya bekerja. Ah anak itu, aku sudah berkali-kali melarangnya untuk bekerja. Aku sudah mengatakan kalau uangku sudah terlampau banyak untuk menjamin hidup kami berdua. Tapi adikku itu tetap bersikukuh dengan pendiriannya.

‘Aku ingin bisa hidup dengan hasil keringatku sendiri eonnie. Seperti eonnie dulu pergi meninggalkanku tinggal bersama Haraeboji untuk kelangsungan hidup kita berdua..’

Aku memasuki kamarku sendiri kemudian melepaskan gaun yang membalut tubuhku dan menggantikannya dengan baju terusan tipis berwarna putih yang biasa aku gunakan untuk tidur. Setelah membersihkan make up di wajahku, aku pun merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur.

Beberapa waktu berlalu namun aku masih tidak memejamkan mata dan tidur dengan tenang. Tingkah laku Siwon yang semakin keterlaluan semakin membuatku frustasi. Aku tidak bisa menjadi bonekanya seperti ini terus menerus. Memang benar aku mencintainya, tepatnya kami berdua saling mencintai dan itu dulu. Aku takut cintanya sekarang adalah cinta yang palsu. Karena parasku yang sekarang sudah berubah jauh lebih cantik, aku yang sudah berubah menjadi terkenal karena beberapa film yang aku bintangi sukses meraih banyak perhargaan baik di dalam maupun luar negeri, aku yang sekarang merupakan salah satu dari lima wanita muda berpenghasilan tertinggi di Korea Selatan dan berbagai prestasiku lainnya yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu. Aku sangat takut cinta Siwon kepadaku perlahan memudar dan digantikan dengan obsesi untuk menjual diriku secara tidak langsung didepan publik.

Harus aku akui sekarang Siwon berubah menjadi yah.. Sombong. Setelah kami lulus dari perguruan tinggi, saat aku pergi ke New York untuk bersekolah akting dengan beasiswa dari universitas dan Siwon kembali kepada orangtuanya—Choi Kiho—untuk meneruskan kerajaan bisnis keluarganya, dari itu semualah semua malapetaka ini berawal.

Aku bangkit dari tempat tidur dan meraih sebuah botol kecil dari atas nakas. Aku mengeluarkan isi dari botol kecil itu, beberapa butir pil berwarna kuning pucat dan menegaknya sampai habis. Obat tidur adalah penawar bagus agar bisa mengistirahatkan otakku walaupun hanya sejenak.

***

Author’s POV

“Eonnie, kau harus makan, eo? Tubuhmu sudah sekurus itu, kau sudah tidak memerlukan diet ketat lagi,” ujar Gaeul dengan kesal sembari menyodorkan semangkuk penuh nasi dengan beberapa lauk di atasnya.

“A-aniyo. Aku tidak bisa makan sebanyak ini, Gaeul-ah,” gumam Shilla lirih dan mendorong kembali mangkuk itu kearah Gaeul yang duduk diseberang meja berhadapan dengan dirinya. Wajah Shilla yang terlihat pucat membuat Gaeul menjadi sangat khawatir akan kesehatan kakaknya itu.

“Kali ini apa? Apa Siwon oppa lagi yang menyuruh kakak untuk diet?” Gaeul sudah nyaris berteriak dan memandang kakaknya dengan kekesalan yang sudah hampir mencapai ubun-ubun,”SHIREO! Eonnie harus makan!” dengan nada memaksa Gaeul sudah menyumpitkan nasi dan menyodorkannya tepat didepan mulut Shilla.

“Ayo makan eonnie,” bujuknya lagi.

Shilla menggeleng. Ia kehilangan nafsu makannya. Memang benar seperti yang Gaeul katakan, tadi pagi ketika ia baru selesai mandi, Siwon menelponnya dan mengatakan gaun yang ia kenakan saat menemani Siwon di workshop kemarin terlihat sempit untuknya. Siwon meminta Shilla untuk diet dan nanti akan mengirimkan gaun baru yang akan dia kenakan untuk menghadiri acara pembukaan departemen store baru milik keluarga Siwon minggu depan.

Shilla hanya bisa menghembuskan nafasnya dan menghirup udara sebanyak yang ia bisa kemudian menghembuskannya kembali dengan tidak sabar. Ia ingin setiap udara yang ia hirup dapat membawa pergi rasa putus asa dan kecewanya kepada Siwon. Namun, nihil.

TING TONG

Shilla tersentak kaget ketika terdengar suara kursi bergeser sesaat setelah bel apartemen mereka berbunyi. Gaeul bangkit dari tempat duduknya dan membukakan pintu untuk sang tamu. Tidak beberapa lama kemudian, Gaeul kembali dengan ekspresi wajah aneh, terlihat guratan kebencian yang sangat jelas sekali di wajah tanpa berpoles make up itu, tidak seperti Shilla yang satu langkah keluar dari kamarnya sendiripun, Shilla harus menggunakan make up, seperti permintaan Siwon kepada dirinya.

‘Bagaimana kalau ada paparazzi? Mereka akan mencelamu, Shilla-ya. Kau jauh lebih baik ketika menggunakan make up. Aku tidak ingin mengambil resiko..’

Begitulah alasan yang selalu dilontarkan oleh Siwon kepadanya.

“Eonnie, ini gaun yang Siwon oppa kirimkan untukmu,” Gaeul menyodorkan tas jinjing besar berwarna pearl blue itu kepada Shilla dengan wajah sedikit jijik,”Kata kurir itu, satu jam lagi akan ada supir yang menjemput eonnie. Siwon oppa memintamu untuk menemaninya pergi ke reuni sekolahnya.”

Shilla menerimanya dengan wajah lesu nampak sekali oleh Gaeul. Gaeul merasa sangat kasihan kepada kakaknya itu. Orangtua mereka berdua meninggal karena kecelakaan tragis sewaktu Gaeul masih berusia 12 tahun. Shilla yang saat itu sudah beranjak remaja memutuskan untuk menolak untuk tinggal bersama Haraeboji dan memilih untuk pindah ke Seoul dan menghidupi dirinya dan Gaeul dengan bekerja parttime di sela-sela kuliahnya dibidang seni di Inha University. Shilla mengirimkan separuh dari gaji yang ia terima setiap bulannya untuk biaya sekolah Gaeul di Mokpo. Haraeboji memang sudah terlalu tua untuk bekerja hingga sampai sebulan yang lalu Harabeojipun tutup usia dan Gaeul pun pindah ke Seoul dan tinggal bersama Shilla. Gaeul tidak pernah menyangka, kehidupan eonnienya yang ia tahu sangat sempurna itu ternyata menyembunyikan sebuah kenyataan pahit yang baru ia ketahui sejak sebulan yang lalu.

Gaeul terbuyar dari lamunannya saat Shilla mulai merapikan meja makan dan membawa peralatan makan itu ke bak pencucian piring. Bergegas Gaeul menyusul Shilla dan membantu Shilla mencuci semuanya. Hanya terdengar bunyi air mengalir yang keluar dari kran dan suara dentingan mangkuk dan gelas yang di bilas oleh Gaeul kemudian ia masukkan kedalam keranjang pengering.

“Eonnie?” panggil Gaeul dengan takut-takut.

“Waeyo Gaeulie?” jawab Shilla sekenanya.

“Apa eonnie tidak lelah seperti ini?”

“Maksudmu?”

Gaeul menghela nafas berat. Ia meletakkan mangkuk terakhir yang ia bilas kedalam keranjang dan kemudian menatap kearah kakaknya dengan lekat.

“Menjadi boneka seorang Choi Siwon, eonnie,” ujarnya tanpa berniat menyinggung perasaan kakaknya sedikitpun.

Kedua bola mata Shilla perlahan berubah memerah dan tak lama kemudian buliran airmata itu keluar dari pelupuk matanya.

“Nan gwaenchana, Gaeulie. Gwaenchana.”

Shilla mengusap airmatanya kemudian tersenyum manis kepada adik semata wayangnya itu.

“Aku tidak merasa terbebani dengan keadaan ini,” ujar Shilla tulus,”Buktinya, kehidupan kita menjadi lebih baik bukan?”

“T-tapi eonnie?” sanggah Gaeul cepat.

Shilla menautkan kedua alisnya,”Tapi apa?”

“Aku bisa membantu eonnie lepas dari cengkraman Siwon oppa. Aku memiliki cara yang bagus eonnie. Percayalah!”

Shilla agak terperangah mendengar tawaran adiknya itu. Namun dengan cepat ia bisa menguasai dirinya dan berbalik meninggalkan Gaeul yang berdiri memantung menunggu jawaban darinya.

“Ini adalah pilihanku, Gaeulie.. Biarkan aku tetap seperti ini saja..”

***

Shilla berjalan menyusuri koridor yang ia sudah kenal dengan baik. Lantai 5 gedung Choi Corp, pusat pengendali dan markas utama semua dewan direksi pemegang saham terbesar di kerajaan bisnis keluarga Choi yang terkenal hingga mendunia.

Shilla menggunakan gaun yang tadi pagi dikirimkan Siwon untuknya berjalan dengan anggun dan sesekali tersenyum kepada beberapa karyawan yang menyapa dan membungkuk dengan hormat. Siapa yang tidak kenal Shilla? Seorang aktris terkenal dan kekasih seorang Choi Siwon, pewaris tunggal Choi Corp.

Langkah Shilla terhenti ketika terdengar suara Siwon bercakap dengan sesorang dari pintu yang tidak tertutup dengan rapat.

“…. Hahaha tentu saja aku sangat beruntung, Hyukie. Kau tau, dia itu sangat tunduk kepadaku.”

Perasaan Shilla berubah menjadi tidak enak. Ia menurunkan tangannya yang tadinya hendak mengetuk pintu berwarna cokelat tua itu. Shilla menyandarkan tubuhnya di dinding dan menunggu percakapan itu kembali berlanjut.

“Jadi dia kah Pak Shilla yang dulu selalu mengikutimu kemana-mana itu, Siwonie? Aku tidak menyangka ia bisa berubah dari itik buruk rupa menjadi bidadari cantik seperti itu.”

And had being a famous artist? Wow that’s amazing!” lanjut suara itu dengan nada suara nyaris terpekik senang.

Terdengar suara berat lainnya. Ia bukan suara Siwon, batin Shilla dalam hati. Itu adalah suara milik Lee Hyuk Jae, salah satu sahabat karib Siwon ketika kuliah dulu. Siwon adalah sunbae Shilla. Shilla masih bisa mengingat semua sahabat Siwon dengan baik.

“Ya. Dia benar-benar luar biasa. Sangat luar biasa malah, eo? Like a doll. Really a perfect doll.. I can play like i want..

Shilla membekap mulut dengan tangan kedua tangannya. Airmatanya mengelir membasahi wajahnya yang berwarna putih pucat. Shilla tidak ingin mendengar percakapan itu lebih lanjut lagi. Segera saja ia berlari menuju pintu ke arah tangga darurat. Setelah memastikan ia sudah turun tangga dengan cukup jauh, tubuh itupun merosot menyandar ke dinding. Shilla tidak peduli seberapa kacaunya ia sekarang. Ia menangis tersedu-sedu dan mencengkram ujung gaun yang ia pakai dengan kuat.

“C-choi S..siwon..” bisiknya lirih.

Y..you..are a j..jerk man..

Shilla membenamkan kepala diantara kedua lututnya. Ia menangis dan terus menangis hingga airmatanya kering. Untuk pertama kalinya ia merasa menyesal telah mengenal pria bernama Choi Siwon.

***

“Eonnie? Eonnie kenapa?” Gaeul panik setengah mati ketika mendapati Shilla datang ke Cafè tempatnya bekerja dengan keadaan kacau. Untunglah sedang tidak ada pelanggan yang berkunjung karena Cafè ini memang baru akan buka 1 jam lagi.

Gaeul mengajak Shilla masuk kedalam ruangan khusus untuk staf dan menyodorkan tissue untuk kakaknya yang matanya sudah terlihat sangat bengkak itu.

“Marhaebwa,” tuntutnya kepada Shilla yang sudah terlihat agak tenang.

Shilla menatap sendu kearah adiknya itu. Ia merasa sangat bersyukur memiliki seorang Gaeul sebagai adiknya. Shilla kembali teringat kata-kata Siwon beberapa jam yang lalu kemudian hatinya seperti terkoyak kembali. Ia meraih tangan Gaeul dan menggenggamnya dengan erat.

“G-gaeulie…”

“Ne eonnie?”

“Jebal.. Bantu aku untuk lepas dari semua ini…”

Senyum seorang Gaeul mengambang dengan sempurna. Itulah perkataan yang ia tunggu-tunggu selama ini keluar dari mulut kakaknya, Park Shilla. Gaeul mengangguk dengan semangat.

“Tentu eonnie. Tentu saja aku akan membantumu!”

***

“S-sajang..”

“Cepat katakan, kau sudah menemukan Shilla apa belum?” teriak Siwon dengan tidak sabar. Hampir satu jam ia sudah berjalan mondar-mandir diruangannya dan membatalkan beberapa rapat panting karena hingga sore ini seorang Park Shilla tidak menampakkan batang hidungnya.

Pria berjas hitam itu menggeleng lemah. Ia mengkeret melihat raut wajah murka yang ditampakkan seorang Choi Siwon saat ini.

Melihat gelengan itu, Siwon kembali semakin frustasi. Kemana wanita itu? Kemana kekasih kebanggaannya itu? Kemana? Kemana?

“Tuan…” panggil suruhan itu kembali dengan pelan.

Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap suruhan itu dengan tatapan menuntut.

“Supir yang tadi pagi bertuga untuk menjemput nona Shilla sudah bersumpah kalau ia benar-benar sudah mengantarkan naona Shilla ke gedung ini dan beberapa karyawan juga mengatakan kalau mereka juga ada bertegur sapa dengan nona Shilla,” jelas suruhan itu.

Siwon mengangkat sebelah alisnya kemudian duduk dikursinya sendiri dengan posisi tangan melipat didada.

“Lalu?”

“Saya sudah berkunjung ke apartemennya dan bertanya kepada adik nona Shilla tapi ia mengatakan nona Shilla tidak ada pulang ke apartemen sejak dijemput supir tadi pagi.”

“Jadi?” tanya Siwon lagi. kali ini terselip nada khawatir dari pertanyaannya barusan.

“M-maaf tuan..” cicit suruhan tu. Ia tidak berani untuk mentapa Siwon secara langsung kali ini.

“Secara tidak langsung, dapat saya pastikan kalau nona Shilla benar-benar menghilang….”

“MWORAGO??”

TBC

Credit: http://henbaby.wordpress.com/

23 thoughts on “(Choi Siwon) Between Beauty, Richness, Famous and Love (Chapter I)”

    1. Ne, reader di blog shilla eonnie ya? aku pinjem nama dia ama siwon nih, hahaha untung di izinin🙂

      Kalo sabar ama rencana Gaeul, sabar nunggu next chap ya, gomaweo🙂

  1. ya ampun…….
    kasihan banget Shilla-nya
    semoga Siwon oppa sadar

    ayo chingu
    buat Siwon oppa sadar!!!!*semangat ’45

  2. huh siwonpa np jahaaat sich moga2 bkal nyesel stegh mati tuh dia,
    Dia jtuh cinta pd gaeul terust gliran dia yg dijadiin boneka hahahhaha

  3. seru bgt ini bner2 bikin tegang bgt…..
    suwin y kok agak gt sih kan kasian shilla y d jadiin boneka gt apalagi setelah denger perkataan y sama hyuk jae pasti nyakitin bgt deh…..
    untung adek y dateng mau nolongin shilla
    oh ini author y minjem SS couple pantes ja klo mereka yg mainin cerita y mereseo m seru…
    Lanjut…..

  4. Yaakkk!
    Siwon kog jadi jahat gituu,

    Shila jga manusia kalee..
    Emangx rencana Shila sama adikx apa?

    Eon, aQ udah komen,tpi jaringanx error kmaren, trus skrg udah lupa isi komenQ apa.. >,<

    ehm, udah libur nih, b'arti b'karya lagi d dnia FF,hehe

    unni, aQ udah ganti nama😄 *takut ga dikenalin*

  5. aduh siwon oppa ko jahat kygt?kan kasihan shilanya..moga dengan menghilangny shila siwon oppa bs sadar..dan di tunggu lanjutanya chingu

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s