FATE – Extra Part

Dan inilah part SISA yang aku janjiin itu. Mungkin nggak sesuai sama ekspetasi readers tapi aku nggak tau lagi harus bikin yang kayak mana ._.v

Kalo mengecewakan atau apapun, tolong tinggalkan komentar supaya aku bisa tahu jeleknya di mana. Semakin pedas kritik akan semakin baik. Pembaca yang baik adalah pembaca yang bisa mengapresiasikan dengan baik apa yang sudah dibacanya ^^v

Enjoy reading😀

@dianeyeye

Cast :   Soo Young SNSD as Choi Soo Young

Kyuhyun Suju as Cho Kyuhyun

Jang Hye Young (OC)

Minor cast :     Taeyeon SNSD as Kim Taeyeon, Eomma Kyuhyun

Genre : Romance, alternate universe

Rating : General (G)

 

-Soo Young’s pov

Taeyeon menatap kami bergantian. Wajahnya datar dan serius, membuatku ragu tentang apa yang sedang dipikirkannya. Well, kukira dia akan heboh dan berteriak-teriak senang ketika melihatku dan Kyuhyun datang sambil bergandengan tangan. Tapi ternyata seperti inilah reaksi Taeyeon, sangat jauh dari dugaanku.

“Jadi begini akhirnya? Kalian berbaikan?” tanyanya dengan nada sinis.

Kyuhyun dan aku berpandangan bingung. Ada apa dengan Taeyeon sebenarnya?

Taeyeon berdecak, lantas melangkah masuk ke dalam apartemennya dengan aku dan Kyuhyun yang mengekor. “Kalian tahu? Aku sudah hampir gila saat semua terjadi di luar rencanaku. Saat kau,” yeoja itu menunjuk Kyuhyun, “bertindak bodoh dengan tidak memedulikan Soo Young. Aku hampir gila saat menyadari rencanaku hampir berantakan karena ulah seorang yeoja gila yang mengaku sebagai sahabat Cho Kyuhyun. Cis, sahabat macam apa yang tega merusak hubungan sahabatnya demi kepentingannya sendiri?” omelnya panjang lebar.

“Taeyeon ah…” panggilku, berusaha meredakan kekesalannya.

Dia menatapku dengan alis terangkat seraya memberi isyarat padaku untuk tetap diam dan mendengarkannya. Setelah itu ia kembali berbicara, “Sekarang, setelah semua ketegangan yang terjadi, kalian datang padaku seolah tidak ada yang pernah terjadi?”

“Memangnya kau mau apa, Taeyeon ah? Kau mau kami tetap salah paham dan tidak berbicara satu sama lain?” sela Kyuhyun cepat, membuat Taeyeon menatapnya tajam.

Oh, sial. Harusnya Kyuhyun tetap menutup mulutmu dan membiarkan Taeyeon mengeluarkan semua unek-uneknya. Dia hanya butuh setengah jam kok, batinku menyesali sikap Kyuhyun. Kulirik Kyuhyun tajam, memberinya isyarat agar tak lagi melakukan hal bodoh seperti barusan.

“Aku mengkhawatirkan kalian berdua, tahu! Sangat khawatir sampai-sampai tidak bisa tidur! Dan dengan seenaknya kalian malah bermesra-mesraan tanpa menghiraukan perasaanku?!” semprot Taeyeon.

Aku menghela nafas panjang dan maju mendekati Taeyeon. Kurengkuh pundaknya dan kepeluk dia. “Taeyeon ah,” ujarku lembut, berusaha melunturkan kekesalannya, “terima kasih karena telah mengkhawatirkan kami. Aku sangat senang ada yang peduli padaku sepertimu, Taeyeon ah, sungguh. Tapi seperti yang kau lihat sekarang, kami sudah baik-baik saja. Aku dan Kyuhyun sudah berbaikan. Apa kau tidak senang melihat kami begini?”

Taeyeon mengerucutkan bibirnya. “Aku sangat senang, tentu saja. Aku hanya sakit hati, kau tahu? Setelah semua kekhawatiranku yang berlebihan itu, ternyata kalian berbaikan dengan sangat mudah. Ciss, tahu begitu aku tidak perlu khawatir, iya kan?”

Aku tertawa kecil sambil melepaskan pelukanku pada Taeyeon. “Terima kasih telah menjadi sahabat terbaikku, Taeyeon ah.”

“Ya! Kapan kau memanggilku Eonni, ha?!” Taeyeon kembali bersungut-sungut, tapi dengan topik yang berbeda.

Aku tersenyum lega, sedangkan Kyuhyun mengomel pelan. “Dasar manja. Memangnya cuma dia yang khawatir?” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Untung saja Taeyeon tidak mendengar gerutuan Kyuhyun. Kalau sampai dia dengar, bisa-bisa akan ada perang di sini.

“Jadi kalian sekarang sudah jadian, begitu?” Taeyeon kembali ke hadapan kami sambil membawa nampan berisi sebotol besar cola dan tiga buah gelas. Wajahnya sekarang sudah berseri-seri.

Kyuhyun tiba-tiba tertawa keras, membuatku kaget. “Tentu saja! Kan sudah kubilang kalau Soo Young pasti tidak akan bisa menolak pesonaku. Dia jatuh cinta padaku, Taeyeon ah. Hahaha.”

Kupukul kepala Kyuhyun. Dasar gila! “Hei~ bukannya terbalik? Kau duluan kan yang bilang menyukaiku? Dasar namja kepedean!”

Kyuhyun menatapku sambil membulatkan matanya. Aku balas menatapnya sambil melotot menantangnya. Sedangkan Taeyeon menatap kami sambil berdecak. “Ya! Keumanhae! Cukup sudah aku melihat kalian bertengkar jadi sekarang hanya tunjukkan sikap manis di depanku, aratji?!” serunya, memberi perintah. Aku membuang pandang. “Kyuhyun ah, kapan kau membawa Soo Young ke New York?”

Dengan bingung, kutatap Taeyeon dan Kyuhyun bergantian. “Apa maksudmu, Taeyeon ah?”

“Oh, Kyuhyun belum mengatakan padamu?” Tanya Taeyeon santai sambil menuangkan cola ke dalam gelasnya. “Eomma Kyuhyun sangat ingin bertemu denganmu, Soo Young ah, yeoja yang mampu meluluhkan hati es tuan muda Cho Kyuhyun ini.”

Tatapanku beralih ke Kyuhyun yang sedang meminum minumannya. Sikapnya sangat santai seolah itu bukanlah suatu hal yang besar. Ah, andai saja dia tahu kalau hatiku sekarang sangat rusuh. Well, bagaimana tidak rusuh? Bertemu dengan orang tua berarti adalah langkah awal untuk menjalani suatu hubungan yang serius. Apa itu berarti Kyuhyun ingin serius denganku?

 

-Author’s pov

“Kenapa kau tidak mengatakan soal itu padaku?” tanya Soo Young ketika ia dan Kyuhyun sudah berada di dalam mobil Kyuhyun.

“Aku akan mengatakannya nanti,” sahut Kyuhyun santai. Tatapannya tetap lurus ke jalanan. Soo Young menghela nafas panjang karena tiba-tiba saja yeoja itu merasa sangat gugup. Kyuhyun menoleh ke arahnya sekilas, “Ada apa?” tanyanya.

Soo Young menggeleng. “Ani. Hanya saja… apa kita harus bertemu dengan orang tuamu?”

Kyuhyun kembali menatap Soo Young. “Sepertinya begitu. Eomma sudah mendengar tentangmu dari Taeyeon dan beliau sangat penasaran ingin bertemu denganmu. Kenapa? Kau tidak ingin bertemu mereka?”

“Keugae anira (bukan begitu),” bantah Soo Young. “Aku hanya merasa… merasa tidak siap.”

Kyuhyun tersenyum. Sebelah tangannya yang bebas bergerak ke puncak kepala Soo Young dan mengelusnya. “Tenang saja. Orang tuaku tidak akan memakanmu kok. Mereka sangat antusias pada sosokmu, itu saja.”

Soo Young kembali menghela nafas panjang. “Kuharap begitu,” timpalnya singkat. Sedetik kemudian ekspresinya berubah manja. “Kyuhyun ah, aku ingin makan es krim. Kita makan es krim dulu, eo?”

“Katamu kau harus bertemu dengan produser Clue?”

“Itu kan masih satu jam lagi. Sekarang kita mampir ke toko es krim sebentar saja, eo?”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. “Dasar Shikshin,” ejeknya.

Soo Young memberinya mehrong. “Biar saja.”

 

Dua hari kemudian

Soo Young agak terpaku ketika melihat sosok yeoja itu di ruangannya. Ketika seorang pegawainya berkata ada seorang yeoja yang sedang menunggunya, Soo Young bertanya-tanya siapa orang itu. Sekarang, setelah melihat sosok tamunya, timbul berbagai pertanyaan di benaknya tentang kedatangan yeoja yang sempat dibencinya itu.

Yeoja yang nama lengkapnya bahkan masih Soo Young ingat itu rupanya sudah menyadari kehadiran Soo Young. Dia segera berdiri dan menatap Soo Young lekat-lekat. “Annyeong haseyo, Choi Soo Young ssi,” ujarnya.

Soo Young menyerngitkan dahinya mendengar nada sopan di sapaan yeoja itu. Ia lantas mempersilakan yeoja itu untuk kembali duduk sedangkan dia sendiri duduk di hadapannya. “Ada apa, Jang Hye Young ssi?”

Hye Young menelan ludahnya, seperti mencoba mengumpulkan keberanian untuk menatap mata Soo Young. Dan tatapan penyesalanlah yang tertangkap oleh Soo Young. “Maafkan aku, Soo Young ssi. Maafkan aku atas semua tindakan bodohku. Aku memang mencintai Kyuhyun oppa tapi tidak seharusnya aku berbuat seperti itu pada kalian. Aku bersalah, Soo Young ssi. Tolong maafkan aku.”

Soo Young benar-benar terpaku sekarang. Cara yeoja itu meminta maaf, ketulusannya bisa Soo Young rasakan. Terlebih melihat perasaan terluka yang terpancar di mata yeoja itu, Soo Young jadi iba padanya.

“Hye Young ssi… aku sudah memaafkanmu bahkan sebelum kau menemuiku,” ujar Soo Young tulus.

Dan itu membuat Hye Young menatapnya kaget. “Jeongmalyo?”

Soo Young tersenyum dan mengangguk. “Ne,” jawabnya ringan. “Tidak ada alasan untukku membencimu. Toh semuanya sudah baik-baik saja.”

“Soo Young ssi…”

“Panggil saja aku eonni,” sela Soo Young sambil tersenyum.

Hye Young mengangguk dan balas tersenyum. “Ne. Soo Young eonni… aku tidak tahu kalau kau sangat baik hati. Maafkan aku karena membuatmu kesal.”

“Tidak apa, Hye Young ssi. Aku mengerti posisimu, kalau aku jadi dirimu mungkin saja aku juga melakukan hal yang sama denganmu. Itu bukan sesuatu yang mudah dihindari,” kata Soo Young bijak. “ Dan setelah aku memaafkanmu, kuharap kau memaafkan dirimu sendiri, Hye Young ssi.”

Hye Young tersenyum. “Ne, Eonni.”

“Dan aku berharap kau bisa menemukan namja yang mencintaimu setulusnya, Hye Young ssi,” tambah Soo Young.

Senyum Jang Hye Young melebar. Beberapa detik kemudian yeoja cantik itu mengangguk pelan dan mantap.

 

“Benarkan yang kau katakan itu, Taeyeon ah?” seru eomma Kyuhyun di telepon. Taeyeon sampai harus menjauhkan sedikit gagang telepon dari telinganya. Dan setelah teriakan itu selesai, ia kembali menempelkannya ke telinga.

“Tentu saja, Gomo. Kyuhyun bilang mungkin mereka akan pergi ke New York setelah promo album barunya selesai dan itu berarti dua minggu lagi, bukan?” Taeyeon ikut-ikutan heboh lagi.

Eomma Kyuhyun berteriak heboh. “Gyaaa~ jeongmal? Wah, kalau begitu aku harus bersiap-siap mulai sekarang. Oh, Taeyeon ah. Apakah kau tahu makanan kesukaan pacar Kyuhyun itu? Mungkin saja aku bisa menyiapkannya…”

Taeyeon tersenyum dan mengangguk mantap. “Namanya Choi Soo Young, Gomo,” katanya memberi informasi, “dan dia sangat suka makanan. Ah, maksudku dia tidak memiliki masalah tentang makanan. Kurasa dia bukan orang yang pemilih.”

Eomma Kyuhyun ber-oh ria. “Baiklah kalau begitu. Terima kasih karena sudah menelponku Taeyeon ah. Kau tahu, bahkan Kyuhyun belum menelponku sama sekali dalam seminggu ini. Aku heran bagaimana dia bisa bersikap seperti itu pada eomma-nya sendiri.”

Taeyeon tertawa ringan mendengar curhatan bibinya itu. “Gomo, harusnya Gomo memaklumi itu. Kyuhyun sedang berbahagia sekarang.”

“Ck, kalau begitu aku jadi mempertimbangkan restuku pada mereka. Bagaimana kalau Kyuhyun benar-benar melupakanku ketika dia sudah menikah dengan yeoja itu nantinya?”

“Omona! Mana mungkin bisa begitu?” Taeyeon tertawa lagi. “Gomo tenang saja. Aku yakin sebentar lagi Kyuhyun akan menelpon Gomo untuk bilang bahwa dia akan ke New York.”

“Kuharap juga begitu.”

Taeyeon tersenyum dan bersyukur dalam hati. Bersyukur untuk ‘tangan Tuhan’ yang telah mempermudah semua rencananya pada dua orang yang berharga dalam hidupnya itu. Setidaknya takdir-lah yang membuat semuanya berakhir indah. Taeyeon sangat bersyukur untuk itu.

 

Tiga minggu kemudian, di pesawat menuju New York

“Kyuhyun… oppa?”

Kyuhyun tertawa ngakak mendengar nada suara Soo Young yang ragu-ragu. Barusan Kyuhyun memaksanya untuk memanggil namanya dengan menggunakan tambahan ‘oppa’. Alasannya tentu saja karena umur Kyuhyun lebih tua dua tahun darinya.

Wajah Soo Young cemberut. Yeoja itu lantas menggerutu, “Taeyeon saja tidak pernah kupanggil eonni…” ujarnya sambil membuang pandang ke jendela kecil di sampingnya. Matanya tertuju kegumpalan awan-awan putih dan langit yang biru bersih di luar sana. Beberapa kali pesawat yang mereka tumpangi agak berguncang karena melewati gumpalan awan.

“Tapi kau harus memanggilku oppa. Aku suka mendengar pacarku memanggilku ‘Kyuhyun oppa’, hahaha.” Kyuhyun masih terus menggodanya.

“Tertawalah, tertawa sepuasnya. Menyebalkan.” Yeoja itu mengerucutkan bibirnya, kesal karena terus-terusan menjadi bahan tertawaan Kyuhyun.

Tiba-tiba tawa Kyuhyun berhenti dan dia menatap Soo Young lekat-lekat. “Kau sudah tidak gugup lagi, kan?”

Soo Young mengerjapkan matanya. Seolah baru saja tersadar dari mimpi, dia baru menyadari kalau Kyuhyun dari tadi sedang mengalihkan kegugupannya. Seketika hatinya menghangat dan ia tidak bisa mencegah sebuah senyum terbit di bibirnya. Soo Young menggeleng dan berkata, “Tidak, berkat kau. Terima kasih, Kyuhyun… er… oppa.”

Sebenarnya Kyuhyun ingin sekali tertawa ngakak begitu mendengar kata ‘oppa’ kembali meluncur dari mulut yeoja itu. Tapi entah kenapa ekspresi wajah Soo Young ketika mengucapkannya malah membuatnya terpesona. Yeoja itu kelihatan sangat manis.

Tanpa basa-basi, direngkuhnya tubuh Soo Young ke dalam pelukannya. “Saranghae, Choi Soo Young,” bisiknya.

Soo Young tersenyum dan balas berbisik, “Nado.” Ia lantas mendongak dan menatap Kyuhyun sedikit. “Kyuhyun… oppa… maukah kau menyanyikan satu lagu untukku?” pintanya.

Kyuhyun berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk. “Boleh. Dengarkan baik-baik suaraku yang indah ini ya, kekeke,” candanya sambil mengeratkan kembali pelukan mereka. Dan Kyuhyun pun mulai bernyayi di telinga Soo Young, tepat di telinga dan hanya yeoja itu yang bisa mendengarnya.

 

Barami bunda, no eulli jigo (the wind is blowing, a glowing of the sky)
Unmyeongi uril
meol gemak haedo (the fated 2 of us, even if it’s a distance away)
sigan heureugo jinagan jari gilda (the time passes, the spaces that passes by is long)

saranging gabwa, geuriumin gabwa (it seems to be love, it seems to be longing)
nemisoga
nae ane muldeunda (your smile has captivated me)
kkochi jin hue urineun dasi sijak
(after the flowers have fallen, we will start all over again)

nakyeob ui geoleumyeon hamkke man itjamyo (if we walk on the fallen leaves while we’re together)
nae mauem samkkin geudae
, yeongwoneul yaksok halke (the lady who took my heart, I promise eternally)
nuni busige
, areumdaun kkume (shimmering to the eyes, in the beautiful dream)
siryeoni dagaonabwa
(seems like an ordeal has come)

“Fallen Leaves – JYJ”

 

 

 

…finish…

 

Pendek banget ya? Terus banyak kurang di sana-sini. Maafkan aku~ T.T #larimarathon

Buat yang penasaran gimana pertemuan KyuYoung dengan orang tuanya Kyu, anggep pertemuannya lancar-lancar aja ya, kekeke. Ending-nya udah bagus di sini sih😀 #ditampol

Makasih buat semuanya, yang selama ini setia bacain fanfict-ku yang masih abal banget😀

Aku mau hiatus untuk beberapa saat. Doakan aku kembali lagi dengan selamat ya, hihi *info nggak penting*

29 thoughts on “FATE – Extra Part”

  1. harusnya dibuat mpe ketemu ortunya kyuhyun onnie…^^
    pasti seru^^
    hehheheheh
    tak apa, cukup memuaskan untuk extra-part…

  2. Aaah lanjut lg doonk, blm puas nih.. Pgn soo ktmu eomma n appa kyu dl.. Kyny bkal lucu de.. hmmm pasti eomma nya kyu deket bget sm soo, ntr nyeritain dl kyu dr bocah ud jd evil. ayolah author cantik, dlnjut yaah.. Plisssss >.<

  3. jjiaaaahhh
    ngegantung bnget dah..
    Iya sih Aq penasaran p’tmuan KyuYoung dgn ortu..
    Trus smpe nikah..

    Chukkae FF ini udh slsai..

    Dtggu krya2 lainx..
    Hehe

  4. Hhuuaaa hillss terharu mereka bersatu dengan cara yang unik ╰( ̄▽ ̄)╭╰( ̄▽ ̄)╭ㄟ(≧◇≦)ㄏㄟ(≧◇≦)ㄏㄟ(≧◇≦)ㄏ

  5. Taeyeon ama siapa Taeyeoooon? Si poduser muda boleh juga tuh….😉
    Gimana reaksi eomma nyaaa? Kapan nikahnyaaa?
    *gini nih kalo baca gapernah puas wkwkwk.__.v
    Cool endiiing! Wohoooo \(^,^)/

  6. Hihihihi….ternyata Fate extra partnya sudah dipublish dari bulan kemaren. **Telat T_T**
    Padahal sudah nunggu2 terus, tapi Obinya jarang aku buka…ckckck
    Ah! KyuYoung emang paling bisa bikin iri deh!
    Sebenarnya pengen ngakak sih waktu baca bagian Tae lagi ngambek, tapi ditahan-tahan deh sambil ngelirik-lirik jam..😀
    Karena ‘extra partnya’ finish sebelum Soo unnie ketemu sm mominya Kyu, jadi banyak yang komen ga setuju. Sekalinyapun ditutupnya setelah ketemu, pasti dikomen lagi ‘kenapa ga setelah nikah aja baru finish?, trus seandainya finisnya setelah Kyuyoung nikah, eh dikomen lagi ‘Kenapa ga setelah punya anak yang lucu2 aja? seterusnya..seterusnya.. –>**tandanya ini kami suka baca ffmu^^
    Terus berkarya ya.
    Ditunggu karya selanjutnya..^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s