Forever or Never 7th (sekuel Seoul)

Tittle:: Forever or Never 7th (sekuel Seoul)

Author:: ideafina a.k.a Jung Yuuri

Maincast::

  • Cho Kyuhyun Super Junior
  • Seohyun SNSD
  • Choi Siwon Super Junior
  • Victoria f(x)
  • Seo Kyuhyun (Kyu kecil)

Other cast::

  • Yesung Super Junior
  • Cho Ahra
  • Seo Jihyun (OC)
  • All of member Super Junior
  • Jung Yuuri (author numpang narsis nama sama Yeye, kekeke~ )

Genre:: Romance, Angst, Family

Rate:: G

Baca sebelumnya::  Seoul  FON : 1st 2nd 3rd 4th 5th  6th

Disclaimer:: Story ini sama Yesung cuma milik Yuuri! Hehe~

 

~Happy Reading~

Part 7th begin::

Kyuhyun merasa sangat tolol sekarang. Kenapa lagi-lagi semuanya menjadi lebih rumit? Seohyun sekarang berada di sisi Siwon saat ingatannya muncul perlahan-lahan. Saat ia memutuskan untuk kembali pada istrinya itu. Ia memilih Seohyun bukan berarti ia tidak lagi mencintai Victoria. Ia hanya ingin Victoria bahagia, dan keadaannya sekarang ini tidak memungkinkannya untuk membahagiakan Victoria.

“Mwo? O..oppa… bercanda kan?”tanya Victoria takut.

Kyuhyun menatap Victoria dengan wajah sendu. “Anhiya. Aku serius Qiannie… Mianhe… aku… tidak bisa bersamamu lagi…”

Dengan perasaan takut Victoria memaksakan seulas senyum di bibirnya. “Sudah cukup, oppa! Jangan bercanda lagi!”

“Qiannie… nan…”

Victoria langsung bangkit dari duduknya. “Aku mau pulang!”ucapnya dengan suara bergetar. Lalu ia berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menyusul Victoria keluar restoran itu. Ia melangkahkan kaki panjangnya cepat-cepat dan menarik lengan Victoria hingga yeoja itu berbalik memandangnya. “Dengarkan aku dulu! Aku punya alasan! Aku…”

“Aku tidak mau dengar!”jerit Victoria dengan menangkupkan kedua tangannya di telinganya.

“Qiannie…”ucap Kyuhyun putus asa.

Victoria memandang Kyuhyun dengan matanya yang sudah basah. “Aku anggap aku tidak mendengar apapun. Aku akan melupakan apa yang Oppa katakan tadi!”ucap Victoria lalu berlari ke pinggir jalan dan menyetop taksi yang lewat.

“SIAL!”seru Kyuhyun kesal saat melihat taksi yang ditumpangi Victoria pergi. ia menendang ban mobilnya yang terparkir di depan restoran itu dengan kesal.

“Kyuhyun Oppa?”

Kyuhyun menoleh mendengar suara yang dikenalinya.

“Oppa kenapa?”tanya Jihyun heran melihat wajah kesal Kyuhyun.

“Jihyun? Sedang apa disini?”

“Sebenarnya tadi aku janjian dengan temanku disini, tapi baru saja sampai temanku mengsmsku dan mengatakan tidak jadi karena ada urusan mendadak.”jelas Jihyun. “Oppa sendiri sedang apa disini?”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Ada janji, tapi sudah selesai.”jawabnya. “Kau mau pulang? Biar kuantar. Aku sudah lama tidak bertemu Kyu.”

Jihyun menatap Kyuhyun ragu. Sebenarnya ia masih merasa sebal dengan kakak iparnya ini, tapi mana mungkin ia menolak saat Kyuhyun mengatakan ingin bertemu Kyu.

“Kajja.”kata Kyuhyun yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk Jihyun. Dengan sedikit ragu akhirnya Jihyun masuk ke kursi penumpang mobil Kyuhyun.

Kyuhyun masuk kursi pengemudi lalu menyetir mobilnya ke arah apartemen Jihyun.

“Bagaimana kabar Kyu?”tanya Kyuhyun setelah hening beberapa saat.

“Baik. Dia merindukan oppa.”

Kyuhyun tersenyum. “Aku juga merindukannya. Padahal aku menelponnya setiap hari.”

Jihyun tersenyum mendengar komentar Kyuhyun. Ternyata walaupun lupa ingatan, Kyuhyun tetap ayahnya Kyu kan?

“Oppa?”

“Hmm?”

“Apa Oppa tidak berkeinginan untuk kembali pada Onnie-ku?”

Kyuhyun menghela napas putus asa. “Apa masih bisa?”

“Kenapa tidak bisa?”

“Dia sudah bersama Siwon hyung kan sekarang?”

Jihyun terkejut mendengarnya. “Siwon oppa? Aku tidak tahu kalau…”

“Aku juga baru tahu kemarin.”

“Lalu bagaimana Oppa dengan Victoria-ssi?”

Kyuhyun terkejut lalu menatap Jihyun sekilas sebelum kembali berkonsentrasi ke jalan. “Bagaimana kau tahu?”

“Oppa tidak perlu tahu aku mengetahuinya darimana. Jawab saja.”

“Aku sudah mengatakan ingin mengakhiri hubungan kami, tapi ia tidak mau mendengarku. Bahkan ia tidak mau mendengarkan alasannya.”jawab Kyuhyun putus asa.

“Apa itu berarti Oppa sudah mengingat Onnie-ku?”tanya Jihyun  senang.

Kyuhyun tertawa getir. “Apa itu penting sekarang? Seohyun sudah memilih Siwon hyung kan?”

“Walaupun ia sekarang berhubungan dengan Siwon Oppa, tapi ia masih mencintaimu, oppa.”ucap Jihyun lembut. “Selama ini cuma kau satu-satunya pria yang ia cintai. Apa kau tidak bisa melihatnya?”

Kyuhyun menepikan mobilnya di pinggir jalan, lalu menatap Jihyun dengan sendu. “Entahlah, aku tidak yakin. Aku hanya terlalu bingung dengan semuanya. aku tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana. Karena aku sendiri merasa yakin jika Siwon hyung bisa membahagiakan kakakmu.”

Jihyun mulai kesal. “Tidak bisakah kalian hanya memikirkan Kyu sekarang? Karena menurutku perasaan Kyu jauh lebih penting daripada perasaan siapapun! Seharusnya kalian mengerti hal itu!”

“Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?”tanya Kyuhyun putus asa.

“Oppa lakukan apapun juga sampai Onnie-ku kembali pada Oppa! Rebut dia dari Siwon Oppa! Ingat, Oppa. Kyu lebih penting dari semuanya!”ucap Jihyun tegas.

Kyuhyun mengerti jika Jihyun tidak mau lagi membahas hal itu. Ia pun tidak lagi mengatakan apapun dan kembali menjalankan mobilnya menuju apartemen Jihyun.

Lagipula di sudut hatinya Kyuhyun merasa ia harus melakukan hal yang dikatakan Jihyun tadi. Merebut Seohyun. Apa Kyuhyun bisa melakukannya?

***

 

Seohyun menghampiri Kyuhyun dan menyentuh wajah namja itu dengan khawatir.

“Oppa, gwenchanayo?”tanyanya cemas saat melihat sudut bibir Kyuhyun yang terluka akibat tamparan keras dari Ahra.

Kyuhyun melepaskan tangan Seohyun perlahan dari wajahnya. “Gwenchana…”ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.

Ahra menatap mereka berdua tajam. “Bisa kalian jelaskan apa maksud dari surat cerai ini?”

“Noona, itu…”

“Chankaman!”sela Jihyun. “Sebenarnya ada apa ini? Kenapa Ahra Onnie bersikap seperti itu pada Kyu Oppa? ‘Noona’? Ahra Onnie kakaknya Kyu Oppa?”

“Ne. dia noonaku.”jawab Kyuhyun pelan. “Kapan Noona datang?”

Ahra menatap Kyuhyun tajam. “Apa itu penting sekarang?”

“Noona…”

“Sudah cukup lama untuk mengetahui jika namdongsaengku satu-satunya mengecewakanku.”ucap Ahra pelan dengan nada kecewa. “Kau memilih sesuatu yang salah. Ternyata kau tidak sepintar yang kupikir…”

“Jadi Noona sekarang berada disini hanya untuk memastikan jika adikmu yang pintar ini akhirnya menyadari jika ia seorang yang tolol?”ucap Kyuhyun dingin.

“O…Oppa…”Seohyun menatap Kyuhyun.

“Tolol?”Ahra mendengus kesal. “Jadi kau sekarang menyadari jika memilih Victoria adalah pilihan yang salah? Perbuatan yang tolol?”ucapnya tajam memandang Kyuhyun.

Seohyun memandang Kyuhyun lama dan penuh harap. Ia berharap jika Kyuhyun mengiyakan kata-kata Ahra. Jika Kyuhyun menyadari jika keputusannya memilih Victoria adalah pilihan yang salah, itu berarti ia punya kesempatan  kan?

“Darimana Noona tahu tentang Qiannie?”

Mata Ahra berkilat-kilat marah. “Jadi itu benar? Dan aku sama sekali tidak tahu jika hubungan persahabatan kalian sudah berubah ke hubungan lain yang lebih serius!”

“Apa itu penting sekarang?”ucap Kyuhyun lirih. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ia sesedih ini. Sedih karena ia sadar jika ia sudah menyakiti Victoria, atau sedih karena Seohyun? Tapi kenapa… kenapa ia terus memikirkan Seohyun tanpa benar-benar bisa mengingat sepenting apa posisi yeoja itu di hatinya?

Kyuhyun memandang Seohyun sedih, ia ingin menanyakannya pada orang yang ia tahu pasti bisa menjawabnya. “Sebenarnya bagaimana dulu posi…”

“Appa?”Suara kekanak-kanakan yang tiba-tiba muncul memutus pertanyaan Kyuhyun. Keempat orang dewasa tersebut serentak menoleh ke asal suara. Kyu dengan wajah mengantuk berdiri di ambang pintu kamarnya dengan boneka Keroro dalam pelukannya.

Kyuhyun otomatis tersenyum melihat wajah putranya yang sangat dirindukannya. Ia menghampiri Kyu lalu menggendong bocah kecil itu. “Oremanieyo, Kyu. Appa merindukanmu.”ucapnya lembut dengan mencium pipi Kyu.

Kyu tersenyum dengan mata yang masih mengantuk. Ia memeluk leher Kyuhyun dan membenamkan wajahnya disana. “Kyu juga merindukan Appa. Appa tidur bareng Kyu ya…”

Dan tanpa mengucapkan apapun pada ketiga yeoja yang berada disana, Kyuhyun menggendong Kyu kembali ke kamar, dan tidur bersama anaknya itu.

***

Seohyun tersenyum lembut memandang kedua namja yang dicintainya tidur berpelukan. Ini kedua kalinya ia melihatnya, dan lagi-lagi ia tidak bisa tidak mengucap syukur karenanya.

“Like father like son.”

Seohyun terkejut karena Ahra tiba-tiba muncul di belakangnya. “O… Onnie…”

Ahra tersenyum. “Mian mengagetkanmu.”

“A…anhiya… tapi tadi… maksud Onnie apa?”

Ahra tertawa kecil. “Like father like son. Kau lihat kan wajah mereka saat tidur, sangat mirip! Bahkan mereka sama-sama ngiler. Ckckck~”

Seohyun ikut tertawa saat ia melihat kedua wajah tidur kedua Kyuhyun-nya. “Tapi mereka mirip tidak hanya saat mereka tidur. Mereka persis sama…”

“Kau masih mencintainya kan? kenapa kau dengan mudahnya melepaskannya? Lalu memilih Siwon? Bukan berarti Siwon bukan namja yang baik, aku tahu dia namja baik, mungkin melebihi Kyuhyun. Tapi perasaanmu padanya kan ti…”

“Aku hanya ingin dipilih Onnie.”potong Seohyun. ia menatap Ahra dengan mata berkaca-kaca. “Aku hanya ingin ia memilihku. Walaupun ia tidak bisa mengingatku, setidaknya aku ingin ia memilihku dan berusaha mengingatku. Tapi nyatanya… ia mengesampingkan posisiku dan Kyu. Mungkin sekarang posisi Kyu tidak lagi ia kesampingkan. Tapi tetap saja dalam keadaan ini aku bukanlah seseorang yang ia pikirkan perasaannya. Aku yang dibuang…”

“Seohyun-ah… kau tahu itu bukanlah kesalahannya… itu…”

“Aku tidak menyalahkannya! Setidaknya aku berusaha untuk tidak menyalahkannya. Tapi… tetap saja hatiku tidak bisa tidak terluka…”ucap Seohyun lirih lalu keluar kamar dengan airmata mengalir deras dari mata indahnya.

“Seohyun-ah…”ucap Ahra lalu mengikutinya keluar.

Dan tanpa mereka lihat, setetes airmata keluar dari kelopak mata Kyuhyun yang terpejam. Terpejam tapi tidak tertidur.

Kyuhyun mendengar semuanya.

Dan ia teringat mimpinya semalam.

 

“Oppa, Saengilchuka hamnida!”ucap Seohyun riang dengan memegang cake ulang tahun berbentuk hati.

Kyuhyun tersenyum dengan mata masih setengah terpejam. Ia mengusap lembut kepala Seohyun. “Gomawo.”katanya.

“Ayo Oppa, make a wish, lalu tiup lilinnya.”kata Seohyun. Kyuhyun tersenyum lalu memejamkan matanya dan mengucap wish-nya. Setelah mengucap wish-nya, Kyuhyun meniup lilin di atas cake ultahnya.

“Yeeeeeeeeee~ sekarang Oppa siap-siap ya. kita jalan-jalan!”

“Kemana?”

“Hmm… ke banyak tempat. Salah satunya mungkin, game center?”

Kyuhyun memandang Seohyun dengan berbinar-binar. Seohyun tertawa. Selalu, tentu saja, ‘game’ adalah kata ampuh yang dapat membuat Kyuhyun-nya girang dan bersikap seperti anak-anak.

“Aku akan segera siap!”ucap Kyuhyun riang, lalu berlari ke kamar mandi. Tapi kemudian ia berhenti di depan kamar mandi dan memandang Seohyun dengan senyum lebar.

“Waeyo?”tanya Seohyun bingung melihat senyum Kyuhyun. Dan tanpa menjawab pertanyaan Seohyun, Kyuhyun menarik tangan yeoja itu agar mendekat padanya, lalu mengecup bibir mungil Seohyun.

“Aku harap aku selalu bisa melihatnya tersenyum.” Itulah wish-nya.

 

Senyum bahagia Seohyun di mimpinya, tidak pernah Kyuhyun lihat sekarang. Seohyun tidak pernah tersenyum seperti itu di hadapannya sekarang. Yang Kyuhyun lakukan sekarang hanya terus membuat yeoja itu selalu menangis.

Lalu… apa Seohyun pernah tersenyum sebahagia itu di hadapan Siwon?

Dan memikirkan hal itu ternyata membuat hati Kyuhyun terasa sangat sakit.

Apa itu penyebab airmatanya mengalir?

***

 

Victoria memandang pintu apartemen di hadapannya dengan ragu. Ia ingin masuk dan berbicara dengan Leeteuk, mengenai Kyuhyun. Mungkin saat ini Victoria terkesan seperti mengemis-ngemis cinta Kyuhyun, tapi ia tidak peduli akan hal itu. Yang ia tahu adalah Kyuhyun mencintainya, tapi ada sesuatu yang membuatnya harus memutuskan hubungannya dengan Victoria, dan Victoria akan mencari tahu kenapa.

Victoria baru akan memencet bel pintu saat menyadari jika pintu apartemen itu sedikit terbuka. “Annyeong hasseyo?”ucapnya lalu membuka pintu dorm apartemen Super Junior itu. Tapi tidak ada jawaban.

Victoria masuk ke dalam. “Leeteuk Oppa? Heechul Oppa?”panggilnya. Masih tidak ada jawaban.

“Apa mereka masih tidur ya?”gumam Victoria saat menyadari jika sekarang masih terlalu pagi untuknya berkunjung kesini. Tapi semenjak kemarin ia tidak bisa tidur, ia terus-menerus memikirkan Kyuhyun.

Victoria melangkah semakin masuk ke dalam dorm. Kemudian ia tersenyum saat melihat Siwon dan Yesung yang sedang duduk di teras balkon.

“Yesungie op…”

“Bagaimana hubunganmu dengan Seohyun?”tanya Yesung. Victoria terdiam dan tidak jadi memanggil Yesung. Entah kenapa ia merasa tertarik saat mendengar Yesung menyebut nama Seohyun. Apa Seohyun yang disebut Yesung adalah Seohyun yang ia kenal juga?

“Kami baik-baik saja.”jawab Siwon, dengan nada suara yang berbanding terbalik dengan kata-katanya.

Yesung menghela napas. “Siwon-ah, kau tahu kan jika kau tidak bisa berbohong?”

Siwon tersenyum kecil. “Aku tidak berbohong hyung. Aku tidak mungkin bisa berbohong padamu.”Kemudian wajahnya berubah sendu. “Hubungan Seohyun dan Kyuhyun yang masih tidak baik-baik saja.”

Victoria terkejut mendengar jawaban Siwon. Kyuhyun? Apa hubungan Kyuhyun Oppa dengan Seohyun?

“Kupikir dengan memberitahu Kyuhyun jika aku dan Seohyun memiliki hubungan khusus, ia akan merasa sedikitnya cemburu. Karena jika ia setidaknya punya sedikit rasa cemburu, mungkin aku akan mengalah padanya. Tapi ia malah terus bersikap dingin pada Seohyun.”

Victoria bisa merasakan jika jantungnya berdegup kencang mendengar kalimat Siwon. Walaupun ia masih belum mengerti apapun dari ucapan Siwon, tapi ia bisa merasakan ini merupakan masalah yang serius untuknya.

Yesung mendesah. “Entah kapan ingatan Kyuhyun tentang Seohyun kembali. Tapi aku berharap setidaknya walaupun ia tidak bisa mengingatnya, ia akan tetap memilih Seohyun.”

“Itulah bodohnya Kyuhyun, hyung. Demi Tuhan, seharusnya ia memilih Seohyun dan mementingkan putranya, Kyu! Bukan memilih Victoria!”

Dan kata-kata terakhir Siwon itu seakan-akan membangkitkan mimpi buruk bagi Victoria. Putra? Kyu?

“Dan jika terus seperti itu aku akan mendukung Seohyun untuk segera bercerai dari Kyuhyun, hyung! Aku akan benar-benar merebutnya!”

Jantung Victoria semakin berdegup dengan kencang. Ia teringat wajah Kyu yang mirip dengan Kyuhyun. Teringat ekspresi Ahra saat pertama kali bertemu Kyu. Dan masalah keluarga yang disebut-sebut Ahra dan Kyuhyun.

Dan yang paling diingatnya adalah perkataan Seohyun padanya.

 

“Dia mencintai wanita lain. Maka aku memintanya untuk bercerai.”

 

Apa maksud Seohyun waktu itu, suaminya, Kyuhyun Oppa mencintai aku?

 

“Don’t judge him like that. Bukan salahnya. Aku saja yang tidak bisa mempertahankannya.”

 

Dan aku… yang merebutnya?

 

Kemudian Victoria kembali teringat ekspresi Seohyun saat ia mengatakan jika dirinya akan berpasangan dengan Kyuhyun untuk couple dance. Ekspresi Seohyun saat itu… sedih dan terluka. Dan sekarang Victoria mengerti arti ekspresi itu.

Airmata mulai mengalir dari mata indah Victoria. Ia mengepalkan kedua tangannya di depan dadanya, berusaha menahan sakit pada luka di hatinya.

Ia terluka.

Terluka karena rasa bersalahnya pada Seohyun dan Kyu.

Terluka karena tidak ada satupun orang yang memberitahunya tentang masalah ini. Padahal ia terlibat di dalamnya.

Terluka karena Kyuhyun membohonginya.

Terluka karena ia mungkin menjadi penyebab Kyuhyun berpisah dengan Seohyun.

Terluka karena ia sangat mencintai Kyuhyun.

Terluka karena ia tidak bisa memiliki Kyuhyun.

Dan terutama… Victoria terluka karena ia tahu jika ia mungkin akan sulit memaafkan Kyuhyun karena hal ini.

Dan Victoria tahu, merasakan hal seperti itu pada seseorang yang ia cintai, hanya akan membuat dirinya lebih terluka.

Dengan berusaha menahan isak tangis yang terus- menerus keluar dari mulut mungilnya, Victoria berjalan perlahan keluar dari dorm apartemen Super Junior. Ia berjalan perlahan di koridor gedung apartemen itu. Kemudian tangisnya pecah saat tiba di tangga darurat gedung. Victoria menangis dengan memeluk kedua lututnya. Rasa sakit di hatinya sudah melampaui batasnya, dan ia tidak peduli lagi jika ada orang yang memergokinya disana.

“Victoria?”

Victoria mengangkat wajahnya saat mendengar suara lembut namja yang sangat dikenalnya.

“O…Oppa…”

“Kau… kenapa?”tanya namja itu hati-hati, lalu duduk di sebelah Victoria. Victoria memandangnya dengan matanya yang basah. Kemudian sentuhan lembut namja itu di bahunya, membuat tangis Victoria kembali pecah.

Namja itu menatap Victoria sedih. Kemudian menarik Victoria ke dalam pelukannya, mengelus lembut rambut panjang yeoja itu, berusaha menenangkannya.

“Oppa…. Kyuhyun Oppa… Kyuhyun Oppa…”ucap Victoria di sela-sela tangisnya.

Tanpa Victoria sadari, ucapannya yang berkali-kali itu telah menorehkan luka berulang kali juga di hati namja yang memeluknya itu.

 

Kumohon, sekali saja. Menangis untukku…

 

***

 

Kyu memandang kedua orangtuanya dan kedua bibinya dengan bingung. Mereka terlihat sibuk dengan pikirannya masing-masing, dan tidak mengacuhkan sarapan mereka. Membuat bocah pintar ini bertanya-tanya dan merasa cemas. Ada apa sebenarnya?

Kyu baru akan memasukkan sepotong pancake ke dalam mulutnya ketika ia memutuskan untuk meletakkan garpunya di piring. “Eomma? Appa?”panggilnya pada kedua orang tuanya.

“Ne, Kyu?”jawab kedua orangtuanya berbarengan, membuat Kyu mau tidak mau terkikik kecil melihat orang tuanya yang tiba-tiba kompak itu.

“Eomma dan Appa kenapa? Sejak tadi diam saja. Ahra Jumma dan Jihyun Jumma juga. Kyu nggak suka kalau terlalu sepi.”ucap Kyu dengan cemberut.

“Ah… Mian Kyu. Appa banyak memikirkan pekerjaan Appa.”jawab Kyuhyun yang tentu saja berbohong. Ia memikirkan mimpinya tadi malam. Apa itu mimpi atau ingatannya yang perlahan-lahan muncul, ia sendiri tidak tahu. Tapi mimpi itu… senyuman Seohyun… terasa sangat nyata untuknya.

“Na do.”jawab Seohyun juga, tanpa repot-repot memikirkan alasan lain.

“Terus, ahjumma-deul juga mikirin pekerjaan?”tanya Kyu dengan cemberut, “Aigoo… Kyu nggak mau jadi dewasa dan nggak mau kerja ah.”gumamnya pelan, tapi cukup besar untuk terdengar Kyuhyun yang duduk di sebelahnya. kyuhyun tertawa.

“Hei, nak, setiap orang pasti bertambah tua. Dan suatu saat nanti Kyu juga pasti dewasa.”ucap Kyuhyun sayang dengan mengacak-acak rambut Kyu.

“Tapi ada lho Kyu orang dewasa yang tetap seperti anak-anak.”kata Jihyun dengan senyum mengejek pada Kyuhyun.

“Nugu?”tanya Kyu polos.

“Neo Appa. Orang dewasa yang hobinya main game seperti anak-anak.”ejek Ahra.

“Yak noona! Apa salahnya jika orang dewasa main game?!”protes Kyuhyun.

“Tapi kau bisa lupa segalanya jika kau main game.”

“Noona-ya, bukankah selama ini kau mendukung hobiku?”

“Aku tidak mendukungmu. Appa dan Eomma yang membolehkan.”

“Ya itu kan karena nilai-nilaiku juga selalu bagus, makanya dibolehkan.”

“Huh, sombong!”

“Itu kan kenyata…”

“Oppa, Onnie, sekarang kalian lho yang terlihat seperti anak-anak.”Seohyun melerai pertengkaran kedua kakak adik itu dengan senyum geli. Kedua kakak adik itu terlihat malu dengan ucapan Seohyun, yang membuat Jihyun dan Kyu terkikik-kikik.

Setelah selesai makan Seohyun membereskan piring-piring di meja untuk dicuci. Ahra baru akan membantu ketika Kyuhyun bangkit dari duduknya. “Biar kubantu.”kata Kyuhyun, lalu mengambil tumpukan piring yang dipegang Seohyun.

Seohyun sedikit terkejut dengan sikap Kyuhyun, tapi ia diam saja dan mengikuti Kyuhyun ke dapur. Sementara Ahra dan Jihyun tersenyum kecil.

“Oppa main dengan Kyu saja, biar aku sendiri yang mengerjakan.”kata Seohyun saat Kyuhyun akan mencuci piring-piring yang dibawanya.

“Kan sudah kubilang jika aku ingin membantu.”

Seohyun sudah cukup lama mengenal Kyuhyun untuk mengerti arti nada bicara namja itu. Kyuhyun tidak ingin dibantah. “Geurae. Kalau begitu aku yang mencuci, Oppa yang mengeringkan.” Dan Kyuhyun setuju.

Kemudian mereka mengerjakannya dalam diam. Sesekali Kyuhyun melirik Seohyun, ingin sekali mengatakan sesuatu, dan Seohyun sendiri yang menyadari jika Kyuhyun meliriknya, berusaha menahan keinginan untuk melirik juga. Padahal hanya sebentar, tapi kenapa waktu seakan berjalan melambat?

“Seohyun-ah…”panggil Kyuhyun saat akhirnya ia merasa tidak tahan dengan kesenyapan di antara mereka berdua.

“Ne?”jawab Seohyun tanpa memalingkan pandangannya dari piring yang dibersihkannya.

Kyuhyun kembali diam. Ia ragu. Sebenarnya ia ingin mengatakan pada Seohyun jika ia sudah memutuskan hubungannya dengan Victoria, tapi apa itu masih penting sekarang? Seohyun sudah memilih Siwon kan?

“Aku…” Penting atau tidak penting lagi, Kyuhyun merasa lebih baik ia tetap mengatakannya. “Aku memutuskan hubunganku dengan Victoria.”ucap Kyuhyun pelan.

PRAANGG.

“Seohyun-ah! kau tidak apa-apa?”tanya Kyuhyun panik melihat tubuh Seohyun yang menegang dan piring yang pecah di bak cuci piring. “Seohyun-ah!”

Seohyun mengerjap-ngerjapkan matanya, tersadar dari shocknya tadi. “Eh? ne?”

“Gwenchana?”tanya Kyuhyun cemas.

“Ah, ne. Gwenchana. A… aku hanya… kaget.”jawab Seohyun masih terlihat bingung dan tidak fokus. “Tadi… tadi Oppa bilang apa?”Seohyun ingin memastikan lagi jika ia tidak bermimpi. Benar kan ia tidak bermimpi?

Kyuhyun menghela napas. “Aku bilang, aku memutuskan hubunganku dengan Victoria.”

“Wae…waeyo?”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Itu… alasan yang mungkin kau sudah mengerti. Tapi aku tidak tahu apa keputusanku tepat atau tidak. Makanya aku mengatakannya padamu.”

Dan lagi-lagi Seohyun berpikir jika ia bermimpi. Ia bingung dan tidak menjawab apapun. Ia kembali mengalihkan perhatiannya ke bak cuci piring yang terdapat serpihan pecahan piring. “Aww!”jeritnya ketika jari telunjuknya tergores pecahan piring.

Tanpa mengatakan apapun Kyuhyun menarik jari Seohyun dan memasukkannya ke mulutnya, menghisap darahnya. Wajah Seohyun memerah karena perlakuan Kyuhyun. “Ceroboh sekali.”gumam Kyuhyun lalu mencuci jari Seohyun dengan air keran. Ia lalu menarik Seohyun dan Seohyun terkejut saat Kyuhyun mengangkatnya agar duduk di meja dapur.

“Dimana kotak obatnya?”

“Di… di lemari dapur paling atas.”jawab Seohyun dengan wajah memerah malu.

Kyuhyun mengambil kotak obat itu lalu mengobati jari Seohyun yang terluka. Seohyun terus memandang Kyuhyun yang sedang fokus pada jarinya, dan ia tersenyum. Kali ini ia yakin ia tidak bermimpi, karena jarinya terasa perih. Dan ia bahagia sekali karena merasakan kehangatan dari perhatian yang diberikan Kyuhyun. Dan mungkin, bahagia karena harapan yang diberikan Kyuhyun padanya.

Jika Kyuhyun memutuskan hubungan dengan Victoria, apa itu berarti hubungannya dengan Kyuhyun bisa kembali seperti dulu lagi?

“Biar aku yang bereskan pecahan piringnya.”kata Kyuhyun setelah selesai membalut luka Seohyun dengan plester. Kemudian ia mengangkat wajahnya dan melihat Seohyun yang tersenyum memandangnya.

Kyuhyun terpana. Senyum ini, senyum yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya kecuali dalam mimpinya kemarin. Senyum yang berbeda, terlihat sangat bahagia, dan Seohyun terlihat sangat… cantik. Ia teringat kembali dengan wish-nya di mimpinya tersebut.

 

“Aku harap aku selalu bisa melihatnya tersenyum.”

 

Dan tanpa Kyuhyun sadari ia sudah mendekatkan wajahnya ke Seohyun dan menempelkan bibirnya lembut di bibir mungil Seohyun.

***

 

“Ada apa hyung memanggilku pagi-pagi begini?”tanya Leeteuk pada managernya ketika ia baru memasuki ruangan. Ia merasa aneh sekali. Tidak biasanya managernya menelponnya pagi-pagi buta dan langsung menyuruhnya datang bertemu managernya itu sepagi ini.

Namja yang lebih tua darinya itu, menyuruh Leeteuk duduk dengan pandangan marah.

“Hyung, waegurae?”

“Kenapa kau menyembunyikannya dariku?”

“Eh? apa?”tanya Leeteuk bingung.

“Hubungan Kyuhyun…” jantung Leeteuk berdebar kencang mendengarnya. Apa managernya tahu soal Seohyun?

“…. dengan Victoria.”

Leeteuk sedikit lega mendengar nama Victoria yang disebut. “Mianhe, hyung. Ng… kupikir belum saatnya saja. Hyung tahu darimana?”

“Tidak penting aku tahu darimana! Tapi apa kau tahu perbuatanmu dengan menyembunyikannya dari agency adalah hal yang bodoh?! Pagi ini berita hubungan mereka beserta foto-foto mereka berdua tersebar di internet! Dan sekarang pasti sudah banyak yang tahu!”

“Secepat itu?”ucap Leeteuk kaget.

“Ne! Dan kalau kalian memberitahu kami lebih awal kami bisa mengantisipasi berita ini! Kau kan tahu berapa banyak SparKyu yang menjadi anti fans Victoria!”

Leeteuk merasa bersalah. “Lalu… apa yang harus kita lakukan sekarang?”tanyanya cemas.

“Aku, agensi dan manager f(x) akan mendiskusikan masalah ini. Beritahu Kyuhyun, persiapkan dirinya untuk konferensi pers!”

 

***

“Kau kenapa, Kyu? Ada hal baik yang terjadi?”tanya Yesung saat melihat Kyuhyun masuk ke dorm mereka dengan wajah cerah.

“Yesungie hyung tahu dimana Siwon hyung?”tanya Kyuhyun balik, tanpa menjawab pertanyaan Yesung.

Yesung mengernyit heran. Ia bisa merasakan jika ada sesuatu yang terjadi pada Kyuhyun. Apa ini ada hubungannya dengan Seohyun? “Siwon belum datang. Memang ada apa kau mencarinya?”

Kyuhyun hanya diam. Ia tenggelam dalam pikirannya. Ia masih bisa merasakan lembutnya bibir Seohyun di bibirnya. Seandainya saat itu Kyu tidak masuk ke dapur mungkin mereka akan seperti itu dalam waktu  yang lama.

Kyuhyun kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengembalikan kesadarannya lagi. Ini bukan waktunya untuk memikirkan itu lagi! Ia harus berbicara dengan Siwon. Tapi… apa ciuman itu berarti sesuatu bagi Seohyun? Ia kan tidak mengatakan apa-apa setelah itu.

“Kyu?”panggil Yesung, membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

“Ne, hyung?”

“Apa terjadi sesuatu kemarin?”tanya Yesung cemas melihat Kyuhyun seperti tenggelam dalam pikirannya. Apa ada masalah lagi?

“Hyung… aku…”

“Kyu!”

Mereka berdua menoleh ke asal suara. Sungmin berdiri di depan pintu kamarnya dan Kyuhyun. Wajahnya terlihat kesal.

“Ne, hyung?”

“Victoria mencarimu.”jawab Sungmin.

Kyuhyun menundukkan wajahnya muram. “Oh ne. Nanti… aku akan menghubunginya.”

Yesung memandang kedua dongsaengnya dengan bingung. Sungmin yang terlihat kesal, dan ekspresi Kyuhyun… kenapa seolah-olah ia merasa bersalah pada Sungmin?

Yesung ingin menanyakan keheranannya. “Kalian berdua kena…”

“Ming hyung!”panggil Kyuhyun saat Sungmin menuju pintu dorm. Sungmin berhenti, tapi tidak membalikkan tubuhnya untuk menghadap Kyuhyun.

“Mwoya?”

“Mianhe…”ucap Kyuhyun pelan. Dan ucapannya itu membuat kaget kedua hyungnya. Sungmin berbalik dan menatap Kyuhyun dengan ekspresi menantang. Sementara Yesung menatap mereka berdua dengan bingung.

“Waeyo? Kenapa kau meminta maaf padaku?”tanya Sungmin tajam.

Kyuhyun tersenyum lemah. “Aku tidak tahu untuk apa. Aku hanya ingin meminta maaf karena aku bisa merasakan jika hyung merasa kesal padaku.”

Sungmin berdecak. “Kenapa kau berpikir aku kesal padamu? bisa saja aku kesal dengan Yesung hyung.”

Kali ini Yesung yang berdecak. “Oh ya, tentu saja. Dongsaeng kesayanganmu ini kan tidak pernah membuatmu kesal.”sindirnya.

Kyuhyun tersenyum kecil pada Yesung. “Aku juga ingin meminta maaf padamu hyung. Aku selalu membuatmu repot.”

Yesung berpura-pura tercengang. “Kau baru sadar?”dan Kyuhyun hanya tertawa.

Sungmin menghela napas. “Kyu, kau harus segera menjelaskan semuanya pada Victoria. Tidak adil baginya jika kau memutuskan hubungan dengannya tanpa menceritakan yang sebenarnya.”

Kyuhyun mengernyit. “Darimana hyung tahu kalau aku memutuskan hubunganku dengan Qiannie?”

“Dariku. Sulli menelponku dan ia marah-marah padaku. Ia bilang Victoria menangis.”kata Heechul yang tiba-tiba muncul entah darimana. “Dan kau, Kyu! Ini pertama kalinya dongsaeng kesayanganku itu marah padaku! Kau harus tanggung jawab!”

“Hyung, masalahmu dengan Sulli bukan urusanku.”

“Yak! Dia marah padaku karena dongsaengku sendiri sudah menyakiti hati Onnie-nya!”

“Mianhe, hyung. Aku akan menemuinya sekarang…”

“Lebih baik jangan sekarang. Biarkan ia tenang dan memikirkan semuanya dulu.”kata Sungmin.

“Tenang? Memangnya ia kenapa?”tanya Kyuhyun cemas.

“Yah… aku melihatnya menangis tadi pagi dan… ng… lalu di… ng… peluk…”Sungmin terlihat kesulitan merangkai kata, membuat yang lain memandangnya bingung.

“Maksudmu apa sih hyung?”tanya Kyuhyun bingung.

“Yah pokoknya jangan menemuinya sekarang!”kata Sungmin lalu pergi keluar dorm.

“Ming hyung… kenapa?”tanya Kyuhyun bingung, yang mendapat gelengan tanda tak mengerti dari kedua hyungnya.

***

 

Victoria berjalan-jalan sendirian di taman yang tidak jauh dari dorm apartemennya. Setelah cukup lama menangis di kamar, ia butuh udara segar untuk menenangkan pikirannya. Untungnya hari ini jam sekolah, jadi taman ini sepi dan tidak akan ada orang yang memergokinya disini.

Victoria menghampiri salah satu ayunan yang kosong lalu duduk disana. Ia mengayunkannya perlahan.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?”gumamnya sedih. Airmatanya kembali mengalir dari mata indahnya. Berkali-kali ia berusaha menghapus airmatanya, tapi percuma. Ia malah merasa kelenjar airmatanya bocor karena ia sama sekali tidak bisa menghentikan airmatanya keluar.

Semuanya sangat menyakitkannya. Kebohongan Kyuhyun dan rasa bersalahnya pada Seohyun menyesakkan dadanya. Ia merasa sangat tersakiti. Tapi kemudian Victoria berpikir, rasa sakit di hatinya tidak sebanding dengan rasa sakit di hati Seohyun kan? Ia mencoba berpikir, bagaimana rasanya jika suami yang ia cintai menghilang dan ketika bertemu lagi, sang suami tidak mengingat apapun tentang dirinya? Rasanya pasti sakit sekali. Tapi tetap saja itu tidak bisa mengurangi rasa sakit di hatinya.

Lalu… kenapa Kyuhyun bersikap seakan-akan perasaannya tidak penting? Kenapa dari semua member Super Junior yang tahu tidak ada yang mau memberitahunya? Membuatnya terus bersikap seperti orang bodoh. Bersikap mempercayai jika Kyuhyun benar-benar mencintainya dan Kyuhyun adalah miliknya.

Kenapa mereka tega sekali padanya? Apakah ada orang yang mau mengerti posisinya?

“Itu Victoria!”suara jeritan seorang yeoja membuat Victoria tersadar dari lamunannya. Dan ia terkejut saat melihat lima orang yeoja berpakaian seragam SMA mendekati tempatnya berada.

“Oh jadi ini yeoja kurang ajar yang merebut Kyuhyun Oppa? Yeojachingu Kyuhyun Oppa?”ucap salah satu dari yeoja itu dengan menatap marah Victoria. Mata Victoria melebar mendengar ucapan yeoja itu. Mereka SparKyu! Dan bagaimana mereka bisa tahu hubungannya dengan Kyuhyun?

“Yeoja china sok cantik! Kau pikir kau bisa seenaknya saja mendapatkan Kyuhyun Oppa?!”

Victoria bisa merasakan tubuhnya merinding melihat tatapan marah kelima yeoja itu. Ia memakai tudung hoodienya untuk menyembunyikan wajahnya dan berjalan cepat menghindari kelima orang yeoja itu.

“Yak! Jangan kabur!”teriak salah satu dari mereka, membuat Victoria tambah takut. Ia mempercepat larinya sambil sesekali melirik ke belakang. Kemudian ia terkesiap kaget ketika sebuah batu melayang hampir mengenai kepalanya. Tubuhnya limbung dan ia terjatuh ke tanah. Tubuhnya bergetar hebat karena kelima yeoja itu semakin mendekatinya.

Lalu sebuah batu kembali dilayangkan ke arahnya. Victoria memejamkan matanya takut. Bersiap untuk menghadapi rasa sakit yang sebentar lagi akan mengenainya.

Tiba-tiba ia bisa merasakan sepasang tangan besar dan hangat merangkulnya. Dan ketika ia membuka matanya, ia melihat namja yang dikenalnya memandangnya khawatir.

“Gwenchana?”tanyanya cemas.

Victoria ternganga memandang namja ini. Kenapa…. lagi-lagi namja ini menolongnya? Saat ia sedih dan menangis, saat ia ketakutan, dan saat ia sedang dalam bahaya, kenapa selalu namja ini yang menolongnya, dan bukan Kyuhyun?

“O…Oppa!”Victoria terkesiap kaget saat melihat darah mengalir dari balik topi yang dipakai namja itu.

Dan saat itu, untuk pertama kalinya Victoria merasakan perasaan yang berbeda pada namja di hadapannya ini.

~TBC~

 

Mianheeeee~ jeongmal jeongmal mianheeee~ *bow*

Mianhe banget baru bisa update sekarang. Bukan maksudku untuk jadi author sok sibuk terus gak update-update. Tapi emang aku lagi sibuk banget sama kuliah. Huhuu~ *curcol*

Ini aja aku nulis part ini ngeburu-buru waktu, cz bentar lagi aku mau praktek lapang sebulan, sampe bulan Juni. Dan karena aku gak mau bikin  readers lama nunggu, kupaksain buat nyelesain part ini. Makanya miaaaannnnn banget kalo ternyata gak sebagus yang kalian harapkan. ;___;

Dan ternyata walaupun udah bikin kalian nunggu lama, author yang gak tahu diri ini masih berharap banget kalo kalian mau komen buat part ini. pleaseeeeeee~ komen yaaaaa~ *lempar Kyu ke readers*

Sekian dan Terima Kasih. *bow* *bawa kabur yesungie*

82 thoughts on “Forever or Never 7th (sekuel Seoul)”

  1. mau sesulit apapun,,tolong finally endnya tuh seokyu deng,,,kasian banget seo,,,baca ff ni kek berasa baca skenario sinetron gitu,,,huhuhu

  2. haikksss…

    Eonniee,
    kog nyesek bnget ya pas baca’x??

    Namja i2 Donghae kah?
    Trus yg nyebarin foto d intrnet jga dy kan?
    Klo iya, sharusx dy sneng Kyu putus dgn Vic spya ada kesempatan utk dpetin cinta’x Vic, kog malah bls dndam,.

    Msh bxk yg blm t’ungkap kyak asal mula Kyu tw appa’x, namja yg sllu ada bwt Vic,
    yg nyebarin foto, trus kelanjutan’x..

    Klo Kyuhyun msh bngung milih siapa, milih aQ aja *ditarik SparKyu*

    Fighting eonni..

    Sekian ya,
    *ngilang breng Kyuhyun*

  3. chingu……………..
    akhirny muncul jga,stelah sekian lama menunggu….🙂

    sbnerny siapa cowok yg slalu nolongin vic????
    buat seokyu blik lgi… kan dah ad tnda2ny klo ingatan kyu dah mulai blik..
    pokony part ini moment seokyuny ngrasa bgt, plagi wktu seo crita m ahra klo dia yg dibuang trus kyu nguping, it bner2 bkin nyesejk chingu…
    next partny cpet y chingu..
    whaiting chingu ya…

  4. Akhirny kluar jg in ff..
    Itu umin pasti yg nolongin vic *sok tau* vic ud putus sm kyu bikin aq seneng hahahaha.. Hmm tp ko bs bocor yah? Mank tw drmn tu paparazi n dpt drmn foto kyu n vic?

  5. Huaaa… akhirnya terbit juga ni FF😀
    Penasaran bgt sama kelanjutannya.. selalu tbc disaat yg greget.. T.T
    Hmmm,, Ditunggu ya kelanjutnya horr..
    Jgn lama-lama😀 hehe^_^V

  6. Huah kshan seo…nglht orng yg dicntainy g ngngt dia..
    Tp siwon jg kshan…kr2 sp t yg sllu nlong victoria??
    Oia aku reader bru..slm knl smua🙂

  7. Victoria kyanya ditolongin Ming deh -_-
    untung di namja mokpo itu gak muncul, jadi tenang deh gue *nunjuk si ikan *curcol
    thoorrr~ aku buat vic n wonnie bisa terima smua ini. Pokoknya SeoKyu hrus tetap bersatu, kasian kan Kyu keclnya T^T
    next😀

  8. annyeong aku anak baru ^^
    eh gag juga sih. . sebenarnya uda tau ff ini lama tp bru bs koment sekarang. . #plak . . banyak alasan. .
    akhirnya publist juga😀
    Setelah sekian lama. .
    lanjutkan thor ^^
    thor leeteuk oppanya bnnyakin donk. . masa cuma numpang nyempil doank. . yayaya ^^
    oh ya bikin akhrnya seokyu couple donk . . jebal ^^

  9. Annyeonghaseyo*bow*
    Saya reader baru…diah imnida..

    Baru tau dr temen…eh trnyata udah part 7…
    Aku rada bingung…cos belum bc part sebelum”nya#plakk
    Nanti aku bc dan komen deh kak*mulai nebar janji*

    Siapa yg nglindungi vic umma itu?? Apa sungmin oppa/nickhun oppa??
    Jd kyuppa dah pny anak,,,dan pny istri??
    Tp kenapa nggak ingat..apa kyuppa hilang ingatan?? Kok bisa??
    *Ya Allah aku bawel bgt #digetok author…mian author .v.)
    #nanti aku bc part sbelumnya biar paham…

    Lanjuttt,,update soon ditunggu kak🙂

  10. annyeong haseyo ^^
    aku readers baru , desy imnida😀

    aku baru baca part ini dan langsung nyantol sama ni FF ,
    jalan ceritanya oke punya thor , gila penghayatannya juga bagus banget ,,
    makin suka sama FFini ,
    kira2 ni FF udah ada part 8 nya belum yah ?
    kalo udah jebal beri tahu aku skuelnya yayaya ..
    author baik deh*ngerayu

  11. huaaa… Eonni mudah2n kyuppa inget ma seo eonni lagi… Pas seo eonni lyat kyuppa lg! Tdur sama kyu kcil, aq nangis lho eon bacanya, kasian seonni di buang ma kyuppa dri ingatnx mskpun bkan kmauan kyuppa… Ff nya super duper daebak. Part 8 x jg lama2 y eon… Mian kalw kbnyakn c0ment. .

  12. Akhirnya selama di tunggu berabad-abad part ini muncul jg … Haha🙂 Omo … Seokyu kiss kah ? #loncatloncat kemajuan yg pesat😀 Siapa itu yg meluk Qian eonnie ?? Kayanya sungmin oppa ya ?? Lanjutt chingu!

  13. ehm. .dg analisis sotoy qw. .aq mximpulkan t namja umin oppa?am i right?hehe. .
    udh vict relain j seohyun couple blik gar seo eonnie gk ngis mulu,kn dh ad t namja misterius. .hehe. ,

  14. Sedih bgt sma seokyu knp sih dibuat rumit bgt tapi selamat buat author yg sukses buat aku nangis dan cengar-cengir sendiri sma adegan seokyu yg sweet *maaf jdi curhat–“

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s