FATE – Part 8

Ya, inilah part selanjutnya yang ditunggu-tunggu, kekeke. Dan part ini ternyata adalah THE LAST PART😀

Bukan apa-apa, cuma aku lagi ngerasa nggak mood buat bikin tulisan apapun. Bahkan untuk sekedar nulis buku harian😦 Jadi dari pada nggak selesai dan gantung di tengah jalan, aku selesain di sini aja ^^v

Enjoy reading😀

@dianeyeye

Cast :   Soo Young SNSD as Choi Soo Young

Kyuhyun Suju as Cho Kyuhyun

Jang Hye Young (OC)

Minor cast :     Taeyeon SNSD as Kim Taeyeon, Yoona SNSD as Im Yoona, Victoria f(x) as Victoria Song, Leeteuk Suju as Park Jungsoo, Eomma Kyuhyun

Genre : Romance, alternate universe

Rating : Parental Guide (PG)

 

Taeyeon menyerngit bingung melihat wajah Soo Young yang terlihat lelah seperti orang yang tidak tidur selama beberapa hari. Lingkaran hitam jelas terlihat di bawah mata yeoja itu tapi Soo Young bersikeras menuangkan perhatian pada sketsa di depannya.

Tidak tahan melihat pemandangan itu, Taeyeon berdesis dan mengibas-ngibaskan tangan. “Ya! Ya! Soo Young ah, berhenti! Hentikan pekerjaanmu!” ujarnya setengah kesal.

Soo Young menghela nafas dan mendongakkan kepalanya, menatap Taeyeon. “Kau ini kenapa, sih? Berisik sekali…”

Dengan gusar, Taeyeon duduk di hadapan sahabatnya itu. “Kau sedang sakit, Soo Young ah~” bujuk Taeyeon. Soo Young mengabaikannya dan tetap menggambar, membuat Taeyeon berdecak sebal dan kembali melanjutkan omelannya, “Soo Young yang kukenal tidak pernah membawa pekerjaannya ke rumah. Dia juga tidak pernah bekerja terus-terusan bekerja tanpa istirahat meskipun dia lumayan workaholic. Dia juga…”

“Lalu kenapa kalau sekarang aku begitu? Apa ada yang salah? Lagipula deadline sketsa ini sudah dekat,” potong Soo Young. Yeoja itu lantas kembali menekuni buku sketsanya. “Meskipun aku sedang sakit, aku juga harus tetap bersikap profesional, kan?”

Taeyeon terdiam sejenak sambil menatap Soo Young lekat-lekat. “Apa Kyuhyun belum menghubungimu?” tanya yeoja itu kemudian.

Seketika tangan Soo Young berhenti bergerak. Dengan perlahan kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, membentuk sebuah gelengan. Ia lantas mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis, senyum yang dipaksakan. “Sepertinya memang tidak ada yang perlu dia jelaskan padaku. Iya, kan?” Taeyeon menyerngitkan dahi. Baru saja dia akan membuka mulut, Soo Young sudah kembali berkata, “Lagipula aku tidak merasa perlu mendengarkan penjelasan apapun.”

“Soo Young ah, bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu?” tanpa sadar nada suara Taeyeon naik satu oktaf.

Soo Young tersenyum lagi lalu kembali menggoreskan pensilnya, melanjutkan menggambar. “Memangnya kenapa? Toh aku belum menjawab secara resmi pertanyaan Kyuhyun waktu itu. Kami belum terikat satu sama lain jadi dia bebas menentukan pilihan hatinya.”

“Tapi kan… tapi kan kau bilang kau menyukainya,” desak Taeyeon lagi. Yeoja itu sungguh tidak rela jika rencananya untuk menjodohkan dua orang terdekatnya itu gagal hanya karena gosip murahan yang belum tentu kebenarannya.

“Taeyeon ah,” suara Soo Young lembut, tapi tatapannya menyiratkan luka hati yang mendalam, “apa artinya rasa sukaku itu bila ternyata Kyuhyun tidak membalasnya?”

Ekspresi Taeyeon mengeras. “Kyuhyun mencintaimu, Choi Soo Young. Aku berani jamin.”

Soo Young menggeleng. “Aku rasa aku tidak berani berharap terlalu jauh. Perasaan adalah hal yang tidak bisa dipaksakan, bukankah begitu?”

Taeyeon terhenyak. Well, ucapan Soo Young memang benar. Tapi Taeyeon sendiri yakin kalau Kyuhyun memang menyukai sahabatnya ini. Taeyeon belum pernah melihat sepupunya  itu begitu antusias pada seorang yeoja sampai-sampai harus mengorek banyak informasi dari Taeyeon. Er… yah, meskipun sebenarnya Kyuhyun sendiri belum pernah terlihat menggandeng seorang yeoja, tetap saja Taeyeon yakin kalau namja itu memang menyukai Soo Young.

Taeyeon lantas berdiri dan menatap Soo Young lekat-lekat. “Geurae. Aku pergi dulu. Kau jangan lupa makan, eo? Tadi aku membuatkan bubur untukmu. Kau bisa mengambilnya sendiri, kan?”

Soo Young balas menatap sahabatnya itu. “Eo,” katanya dengan agak bingung.

Taeyeon mengangguk lantas melambaikan tangannya dan keluar dari kamar Soo Young sambil menggerutu tidak jelas. Yeoja itu berjalan tergesa keluar gedung apartemen, menuju ke tempat parkir. Gerutuan bahkan masih terdengar dari mulutnya ketika yeoja cantik itu mulai menjalankan mobilnya ke rumah Kyuhyun.

 

“Iya, Eomma tenang saja. Semuanya sudah terkendali di sini. Keadaan sudah membaik, bahkan Hye Young sudah berani keluar rumah. Semuanya aman.” Kyuhyun duduk, lalu menekan tombol loudspeaker dan meletakkan ponselnya di meja, sedangkan dia sendiri lantas sibuk menatap layar laptop sambil menggerak-gerakkan mouse yang terhubung ke laptopnya.

Eomma Kyuhyun mendesah lega. “Baguslah kalau begitu. Beberapa hari ini Eomma selalu khawatir akan keadaanmu dan Hye Young. Syukurlah kalau kalian baik-baik saja.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Pada kenyataannya, keadaan tidak sebagus yang dibayangkan eomma-nya. Hye Young memang sudah berani keluar rumah tapi setiap bertemu dengan para penggemar Kyuhyun, ia akan mendapatkan cemoohan dan makian. Tapi Kyuhyun tidak mau eomma-nya bertambah khawatir dengan menceritakan hal-hal seperti itu. “Eomma, maukah Eomma menelepon Hye Young dan menyemangatinya. Kurasa dia masih agak terguncang karena kejadian itu.”

“Tentu saja,” sahut Eomma Kyuhyun. “Aku akan meneleponnya nanti. Ngomong-ngomong, aku dengan dari Taeyeon, kau punya seorang yeoja yang kausukai. Bagaimana reaksi yeoja itu begitu mengetahui gosip tentangmu ini ya? Apa dia salah paham?”

Mendadak Kyuhyun menghentikan aktifitas tangannya di mouse. Ia tertegun. Ucapan eomma-nya seolah menyadarkan dia dari sesuatu. “Ah, itu… tentu saja dia sudah tahu semuanya, Eomma. Dan dia bukan orang yang mudah salah paham, jadi Eomma tenang saja.”

“Geurae? Baguslah kalau begitu. Ah, Kyuhyun ah, satu hal lagi. Maukah kau berjanji satu hal pada Eomma?”

Kyuhyun menaikkan alisnya. Curiga. Eomma-nya selalu bertanya apakah dia akan berjanji atau tidak. Biasanya, yang diminta oleh eomma-nya adalah hal-hal yang absurd dan membuat Kyuhyun menyesal sudah mengucapkan janji. “Mwondeyo?” ujar Kyuhyun malas-malasan.

“Berjanjilah terlebih dulu,” desak Eomma Kyuhyun.

“Ne, Eomma~ Aku berjanji.” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala membayangkan ekspresi eomma-nya di seberang sana. Beliau pasti sedang tersenyum lebar sekali.

“Berjanjilah Kyuhyun ah, kalau masalah di Korea sudah selesai, bawalah yeoja yang kausukai itu untuk menemui Eomma. Eomma sangat ingin melihat wajahnya.”

Lagi-lagi Kyuhyun tertegun. Baru kali ini eomma-nya meminta hal yang ‘normal’. Dengan segera Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Ne, Eomma. Aku janji akan membawanya ke New York untuk bertemu dengan Eomma dan Appa.” Senyum segera terbit di wajahnya begitu membayangkan pertemuan antara Soo Young dan kedua orang tuanya.

“Kyuhyun aaaaah~~ buka pintunyaaaaa!”

Senyum Kyuhyun hilang begitu mendengar suara melengking dari luar rumahnya. Suara Taeyeon. Sepertinya Eomma Kyuhyun juga mendengar suara itu karena beliau langsung berkata, “Apa itu Taeyeon i? Dia ada di sana?”

“Ne, dia baru saja datang. Aku tutup dulu ya Eomma. Annyeong.”

“Ne~”

Kyuhyun langsung melesat ke pintu depan dan membukanya. Taeyeon sudah berdiri di sana dengan wajah masam dan mata tajam menusuk. Tiba-tiba Kyuhyun merasakan aura kematian di sekitarnya. “Wae gurae? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya sambil menyerngitkan dahi.

Bukannya menjawab, Taeyeon malah melangkah masuk ke dalam rumah. Setelah memakai sendal rumah, yeoja itu langsung menuju ke dapur dan membuka kulkas, mengambil sebuah botol air minum lantas menuangkan airnya ke sebuah gelas sampai penuh setengah. Taeyeon meminum air itu dalam sekali teguk. Kyuhyun memandang tingkah sepupunya itu dengan heran.

Tiba-tiba Taeyeon menatap Kyuhyun tajam. “Kau sudah menelepon Soo Young?” tanyanya tegas dan lugas.

Kyuhyun, yang tidak siap dengan pertanyaan langsung itu, jadi salah tingkah. Matanya menghindari tatapan Taeyeon. “Ng… belum,” ujarnya lirih sambil menghempaskan tubuh di sofa terdekat.

Taeyeon menghela nafas. “Sudah kuduga,” katanya, membuat Kyuhyun menatapnya. “Tahukah kau, Soo Young sudah seperti orang gila karena menunggu kau menghubunginya. Ck, kukira kau benar-benar menyukainya, tapi bagaimana bisa kau tidak menghubunginya di saat genting seperti ini? Aku kecewa padamu, Kyuhyun ah. Kalau kau menyukainya, harusnya dia adalah orang yang pertama kali kau hubungi. Aku jadi bertanya-tanya apakah sebenarnya berita di tabloid itu benar, bahwa sebenarnya kau memang menyukai yeoja bernama Jang Hye Young itu dan diam-diam sudah menjalin hubungan dengannya.”

Kyuhyun menatap sepupunya itu tanpa berkedip. Ucapannya yang mengalir lancar tanpa jeda membuat Kyuhyun sedikit kebingungan dan… terdesak. Ya, dia memang bersalah karena melupakan Soo Young untuk beberapa saat. Itu karena… karena keadaan begitu sulit untuk Kyuhyun dan Hye Young. Bagaimana pun juga Hye Young adalah sahabatnya dan Kyuhyun tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Tapi sungguh, yang dia cintai hanya Soo Young, bukan yeoja lainnya.

“Aku takut kalau kau tidak segera menghubungi atau menemui Soo Young, maka kau akan kehilangan dia untuk selamanya. Hubungan kalian akan berakhir. Ah, bahkan kalian belum pernah memulai apapun, bukan?” kata Taeyeon lagi.

“Apa maksudmu, Taeyeon ah?” sergah Kyuhyun. Ada kilasan kaget di matanya.

Taeyeon duduk di hadapan Kyuhyun. “Soo Young sendiri mulai berpikir kalau kau tidak benar-benar mencintainya. Bahkan dia bilang padaku kalau dia mungkin akan menyerah. Apa kau mau itu terjadi?”

Kyuhyun menghela nafas panjang dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. “Aku akan menemuinya.”

“Kuharap dia mau menemuimu, Kyuhyun ah.” Taeyeon mengomel lagi. “Aish, padahal aku sudah begitu antusias saat akhirnya kau menyatakan perasaanmu pada Soo Young i. Kenapa kau bisa begitu ceroboh, Kyuhyun ah? Berdekatan dengan yeoja itu, apa kau pikir Soo Young tidak akan curiga padanya? Apa kau tidak memikirkan perasaan Soo Young?”

 

-Soo Young’s pov

Aku sadar semua orang di butik ini memandangku dengan tatapan heran. Well, mungkin mereka belum pernah lihat penampilanku yang seperti ini. Kacau dan asal-asalan. Tapi mau bagaimana lagi? Hari ini aku sudah berjanji untuk bertemu dengan klienku. Jadi meskipun badanku rasanya masih lemah, aku harus datang demi satu kata: profesionalisme.

“Soo Young eonni…” Yoona mengikuti langkahku masuk ke ruang kerjaku. Dari wajahnya jelas ada kekhawatiran yang besar.

Aku menatapnya dan memaksakan seulas senyum. “Aku baik-baik saja, Yoona ya,” jawabku, bahkan sebelum yeoja itu bertanya. “Ah, bisa kau panggilkan Victoria ke sini? Aku ingin bicara dengannya.”

Yoona membuka mulut, seperti ingin berkata sesuatu. Tapi kemudian ia menutupnya lagi dan mengangguk. “Ne, Eonni. Akan kupanggilkan. Aku keluar dulu.”

Setelah Yoona keluar, aku duduk di kursi kerjaku. Ugh, kepalaku rasanya pusing sekali. Sepertinya setelah pertemuan dengan klien, aku harus segera pulang untuk istirahat. Tiba-tiba ponselku di dalam tas berbunyi. Kurogoh-rogoh tasku untuk mendapatkan benda itu dan ketika aku sudah mendapatkannya, aku tertegun. Di layarnya muncul foto seorang namja yang sedang tersenyum evil.

Aku bimbang. Sebelah hatiku melonjak-lonjak senang dan menyuruhku untuk mengangkat telepon dari Kyuhyun itu. Bukankah ini yang kumau? Kyuhyun akhirnya menghubungiku… Tapi, apakah aku siap jika ternyata Kyuhyun menghubungiku bukan untuk menjelaskan kalau dia sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa dengan yeoja di foto itu? Bagaimana kalau Kyuhyun ternyata menghubungiku untuk mengatakan selama tinggal?

Jariku baru akan menyentuh tombol hijau ketika layar benda hitam imut itu tiba-tiba berhenti bergetar. Kyuhyun mengakhiri panggilannya. Seberkas kekecewaan muncul di hatiku. Kenapa dia mengakhirinya begitu cepat? Kenapa dia tidak menungguku lebih lama lagi?

Tiba-tiba pintu ruanganku terbuka dan Victoria Song masuk. Aku menghela nafas panjang, lantas memasukkan ponselku ke dalam tas. Well, inilah saatnya mulai bersikap profesional dan melupakan sejenak masalah pribadi.

Victoria duduk di hadapanku dan tersenyum. “Ada apa, Eonni?” tanyanya.

Aku menyodorkan beberapa kertas dan sebuah flashdisk padanya. “Ini beberapa sketsa kostum yang dipesan oleh pihak Clue,” kusebut salah satu boyband yang sedang naik daun, “dan hari ini perwakilan mereka akan melihat presentasi kita. Aku mempercayakan presentasi itu padamu, Vic. Kau bisa kan?”

Victoria mengangguk. “Ne, Eonni. Er… kurasa Eonni lebih baik beristirahat saja. Keadaan Eonni kelihatan…”

“Menyedihkan?” potongku cepat. Victoria meringis. “Tidak apa. Aku memang merasa sangat kacau hari ini. Tapi aku tidak bisa meninggalkan tanggung jawabku. Produser Clue meminta bertemu denganku sebelum presentasi dimulai, jadi aku juga harus ikut denganmu ke gedung manajemen mereka.”

“Eonni…”

Aku tersenyum, berusaha meyakinkan Victoria bahwa keadaanku baik-baik saja. Ah, padahal aku sendiri tidak yakin -__- “Tidak apa. Bersiaplah, Victoria. Pelajari dulu file itu. Setengah jam lagi kita berangkat.”

Victoria mengangguk lagi. Ia lantas berdiri dan sedikit membungkuk padaku. Aku menghela nafas panjang ketika pintu ditutup dari luar. Pusing di kepalaku makin menjadi. Ya Tuhan, kuatkan aku minimal sampai dua jam ke depan.

Tiba-tiba aku teringat ponsel malang yang tadi langsung kulesakkan ke dalam tas. Kuambil ponselku dan kutatap layarnya. Dia tidak menelepon lagi. Dia hanya menelepon sekali. Seketika kekecewaan melanda hatiku. Ternyata memang benar… Kyuhyun hanya main-main denganku. Kalau dia tidak main-main, pasti dia akan menelepon lagi dan lagi. Tidak peduli betapa kalipun aku menolaknya, kalau dia memang mencintaiku, harusnya dia akan menghubungiku.

Tapi ternyata tidak. Kyuhyun ternyata tidak mencintaiku.

 

-Author’s pov

Kyuhyun menatap layar ponselnya sambil berjalan bolak-balik di ruangan Leeteuk. Perasaannya campur aduk antara bingung, sedih, dan ada sedikit kecewa. Yang paling terasa adalah menyesal dan merasa bersalah. Perasaan itu terus-terusan menghantui Kyuhyun sejak kedatangan Taeyeon ke rumahnya kemarin.

Pagi ini namja itu memutuskan untuk menghubungi Soo Young terlebih dulu sebelum ia menemuinya. Tapi seperti yang ditakutkan Kyuhyun, yeoja itu tidak mengangkat teleponnya. Well, memang ada beribu alasan kenapa yeoja itu dia mengangkat teleponnya. Tapi entah kenapa Kyuhyun yakin kalau Soo Young melakukan itu dengan sengaja. Yeoja itu menghindarinya.

Namja itu baru saja akan menekan tombol re-dial ketika Leeteuk tiba-tiba memasuki ruangan. “Kyuhyun ah, ikut aku. Ada yang harus kita temui,” katanya sambil memberi isyarat pada Kyuhyun untuk mengikutinya.

Kyuhyun mengembuskan nafas panjang dan mengangguk. “Eo, Hyeong,” sahutnya, lantas ikut keluar dari ruangan itu.

 

Choi Soo Young memijat keningnya yang terasa berdenyut. Yeoja itu lantas bersandar di dinding lift sambil memejamkan mata. Untung saja produser Clue tidak terlalu menyulitkannya jadi urusannya bisa cepat selesai. Yang paling ingin dilakukan Soo Young sekarang hanyalah tidur dan merasakan kenyamanan ranjangnya.

Yeoja itu melirik penunjuk lantai di atas pintu lift. Lantai 8. Tiba-tiba pintu lift terbuka dan orang yang berdiri di depan pintu lift membuat lutut Soo Young lemas seketika. Cho Kyuhyun ada di sana, sama terkejutnya dengan dirinya.

“Oh, Soo Young ssi?” namja di samping Kyuhyun lebih dulu mengeluarkan suara, memecah keheningan.

Soo Young menatapnya dan teringat bahwa namja itu bernama Park Jungsoo atau Leeteuk, produser Kyuhyun. Ia lantas memaksakan sebuah senyum. “Annyeong haseyo, Leeteuk ssi.”

Kedua namja itu masuk ke dalam lift dan refleks Soo Young menggeser posisinya lebih ke pinggir. Gerak tubuhnya dan tatapan matanya mengisyaratkan kalau ia ingin menghindari Kyuhyun. Itu membuat Kyuhyun terus-terusan menatapnya dengan tatapan bertanya.

“Sedang ada pekerjaan di kantor kami, Soo Young ssi?” tanya Leeteuk lagi.

Soo Young terhenyak. Kantor kami? Sejak kapan dia tidak sadar kalau kantor manajemen Clue sama dengan kantor manajemen Kyuhyun? Kenapa dia tidak sadar? “Em… aku bertanggung jawab atas kostum boyband Clue,” sahut Soo Young pendek.

“Oh, aku mengerti,” ujar Leeteuk. Namja itu lantas menatap Kyuhyun dan Soo Young bergantian. “Tapi ngomong-ngomong, kenapa kalian seolah tidak saling kenal? Kau sudah melupakannya, Kyuhyun ah? Bukankah dulu kau bilang kalau Soo Young ssi adalah…”

“Hyeong…” Kyuhyun menggeram, menghentikan ucapan Leeteuk.

Soo Young kembali terhenyak. Cepat atau lambat pertanyaan itu memang akan ditanyakan oleh Leeteuk. Tapi mendengar kata-kata ‘melupakan’, hati Soo Young jadi sangat sakit. Apalagi melihat sikap Kyuhyun yang sama sekali tidak menunjukkan keinginan untuk bicara padanya.

Untungnya Soo Young tidak harus menanggung kecanggungan itu lebih lama karena akhirnya lift sampai di lobi. Leeteuk lantas mengucapkan sampai jumpanya pada Soo Young, yang hanya dibalas dengan senyuman oleh yeoja itu. Ketika akan keluar dari lift, Kyuhyun tiba-tiba mendekati yeoja itu dan berbisik, “Aku ingin bicara denganmu.”

Soo Young menatap Kyuhyun datar, tapi tanpa sadar yeoja itu terus menahan nafas ketika tatapannya bertemu dengan Kyuhyun. Sampai ketika akhirnya namja itu keluar dari lobi terlebih dulu, Soo Young baru bisa merasakan kembali pijakannya.

 

Kyuhyun menatap pintu itu. Sudah hampir lima belas menit yang lalu dia sampai di sini tapi tidak sekalipun ia menekan bel. Hatinya masih belum siap pada reaksi yang akan diberikan oleh yeoja itu. Apakah dia akan menghindar seperti tadi? Apakah dia akan tetap mengacuhkannya dan berpura-pura tidak ada yang terjadi di antara mereka sebelumnya?

Tangan Kyuhyun baru akan menekan bel ketika mendadak pintu di depannya menjeblak lebar. Sesosok yeoja yang sangat ingin ditemuinya, Choi Soo Young, berdiri tegak di hadapannya dengan ekspresi kaget. Mata yeoja itu membulat dan menatapnya tajam. Kyuhyun berdeham dan mundur selangkah. Namja itu membuang pandangan sambil mencari-cari cara untuk menyampaikan maksudnya datang menemui Soo Young.

Tapi sebelum Kyuhyun mengatakan maksudnya, rupanya yeoja itu sudah mengerti. Ia keluar dan berkata padanya dengan nada datar. “Ikut aku, Kyuhyun ah. Kita bicara di taman saja. Aku ingin membeli kopi dulu di minimarket depan.”

Sekarang gantian Kyuhyun yang membulatkan matanya. Ketika melihat Soo Young mulai beranjak meninggalkannya, namja itu lalu tersadar dan segera mengikuti langkahnya.

 

-Soo Young’s pov

Aku berhenti sebentar dan menghela nafas panjang. Hanya dengan menatap punggung tegapnya mampu membuat hatiku kembali rusuh. Apalagi ketika tadi aku membuka pintu dan dia tiba-tiba sudah berdiri di sana. Ck, sebenarnya aku belum sanggup kalau harus menemuinya sekarang. Rasanya aku masih ingin menghindarinya. Tapi… kalau tidak sekarang kapan lagi? Toh cepat atau lambat aku pasti akan bertemu lagi dengannya kan?

Sambil meyakinkan diri sendiri, aku melangkah mendekatinya yang sedang duduk di sebuah bangku taman. “Ini,” ujarku sambil menyodorkan sekaleng kopi dingin, setelah berada di sampingnya.

Ia menoleh dan tersenyum. Seketika aku merasa puncak gunung es di hatiku mulai sedikit meleleh. “Terima kasih.” Ia meraih kaleng yang kusodorkan dan melirik tempat di sampingnya yang masih kosong. “Duduklah.”

Aku menuruti kata-katanya. Kubuka kaleng kopiku dan kusesap sedikit isinya. Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa lagi, jadi aku pun diam saja. Entahlah, aku agak malas untuk memulai suatu pembicaraan.

“Lihatlah.” Kyuhyun akhirnya buka suara setelah beberapa menit. Tangannya menunjuk ke atas, ke langit yang bertabur bintang. “Lihat gugusan bintang-bintang itu. Bukankah itu sangat indah?”

Kuikuti arah tunjuknya. Bintang-bintang yang berkerlap-kerlip di langit membentuk banyak sekali gugusan bintang yang sangat indah. Sejenak aku melupakan semua masalahku dan seolah-olah semua beban yang beberapa hari ini kurasakan hilang sejenak. Semuanya terasa begitu damai di sini, di sampingnya.

Diam-diam kulirik Kyuhyun. Namja itu masih asyik menatap langit dan gugusan bintang-bintang itu. Wajahnya yang tenang dan… tampan. Aku merasa ada medan magnet yang menarikku untuk tetap mengarahkan pandangan ke arahnya. Untungnya dia tidak sadar kupandangi, kekeke.

“Kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?”

Astaga! Dia sadar sedang kuperhatikan! Aku meringis menahan malu sambil mengalihkan pandangan.

“Kau kira aku tidak sadar kau pandangi seperti itu, huh? Hahaha.”

Aku mengerucutkan bibir, sebal dikerjai olehnya. “Jadi kau sadar? Kenapa tidak bilang dan malah sengaja membuatku malu?” ujarku.

Tiba-tiba Kyuhyun menatapku tepat di manik mata. Tatapan itu… aku baru sadar kalau aku merindukan tatapan itu. Tanpa sadar aku menahan nafas dan tenggelam dalam tatapannya yang menenangkan itu.

“Aku mencintaimu, Soo Young ah.”

Ya, kalimat itulah yang ingin kudengar selama ini. Hanya satu kalimat itu. Dan bersamaan dengan otakku yang mencerna kalimat Kyuhyun, aku mengembuskan nafas yang sedari tadi kutahan. Rasanya sangat lega seolah baru saja melepaskan semua beban berat yang kupikul. Semuanya luruh bersama satu helaan nafas.

“Aku mencintaimu dan sangat takut kehilanganmu.” Kyuhyun mengalihkan pandang. “Bodohnya aku sampai melupakanmu untuk beberapa saat… aku tidak tahu apa yang kupikirkan waktu itu. Aku hanya berpikir kalau… kondisiku dan Hye Young sedang kritis. Ck, aku bahkan tidak memikirkan perasaanmu sama sekali. Bodoh sekali aku.”

Sebuah dorongan timbul dalam diriku, membuatku tiba-tiba berdiri dan melingkarkan lenganku di leher Kyuhyun yang masih duduk. “Maafkan aku, Kyuhyun ah. Maafkan aku karena sempat meragukan perasaanmu. Maafkan aku karena tidak mengerti perasaan dan keadaanmu.”

Kulepas pelukanku dan menatap Kyuhyun yang membeku. Mendadak aku merasa wajahku memanas. Aish, memalukan. Bisa-bisanya aku memeluknya seperti itu? Huaaaaa, sepertinya aku sudah tidak waras!

Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan langsung memelukku. Terdengar tawa lirihnya. Tangannya yang kekar mendekapku begitu kuat, membuatku merasa begitu nyaman tenggelam di dada bidangnya. “Harusnya aku yang minta maaf, Soo Young ah.”

“Baiklah, kita sama-sama minta maaf kalau begitu,” timpalku, masih dalam dekapannya. Perlahan tanganku melingkari pinggangnya, memeluknya dengan sepenuh hati. “Saranghae, Cho Kyuhyun.” Akhirnya kata-kata itu terucap dari mulutku, mengalir lancar dan penuh ketulusan. Aku tahu kata-kata itulah yang sangat ingin didengar oleh namja yang sedang kupeluk ini. Dan itu juga kata-kata yang sebenarnya sangat ingin kudengar keluar dari mulutku.

Kyuhyun melepaskan pelukan kami, tapi kedua tangannya beralih ke sisi-sisi kepalaku. Tanpa ada ketergesaan, wajahnya makin lama makin mendekatiku. Sampai akhirnya bibirnya menyentuh bibirku dengan lembut, membuatku refleks menutup mata.

Gugusan bintang di langit berkerlap-kerlip indah, seolah mengiringi penyatuan perasaan kami. Seucap syukur terus bergema dalam hatiku, betapa indah takdir yang kutemui ini. Takdir yang awalnya kusesali karena sikap Kyuhyun yang sangat menyebalkan kini sangat kusyukuri karena ternyata dia tidak semenyebalkan yang kukira.

“Saranghae, Cho Kyuhyun.” Kuucapkan lagi kata-kata itu, membuat Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya.

Dan sekarang, aku yakin aku siap menyongsong takdirku. Bersama Kyuhyun di sampingku.

 

 

 

…finish…

 

 

Maaf buat yang ngerasa nggak puas atau gimana. Maaf juga buat typo karena aku nggak edit lagi part ini😦

Oiya, buat yang kurang puas, tenang aja. Masih ada satu extra part kok, jadi ceritanya masih ada sisa sedikit, ehehe

Terima kasih udah mau baca karya-karyaku. Semoga setiap apresiasi yang kalian beri untuk karyaku dihitung Tuhan sebagai ibadah😀

Gamsahamnida~ Saranghaeyo~

23 thoughts on “FATE – Part 8”

  1. Puas dengan endingnya^^ Kyu n Soo akhirnya saling mengerti…kkkk
    Tapi agak ga rela juga sih kalaw Fate berakhir secepat ini..hehehe
    Sisa cerita yang sedikit itu ditunggu^^

  2. aku belum puas yan~
    critanya kurang panjang, tyuz gmn klnjutan nya hye Young?? ‘n soo young eonni jg belum d kenalin k ortu nya kyuhyun oppa??
    eh, ada afstor nya yaa?? *cihuy,…

    hwaiting yya diane😀

  3. yahhh..mesti kurang gregettt endingnya..tapi cukupp puas..yg penting mereka hapiending bukan??
    kau kenapa chingu??hahahhaha..Lazy syndrom sedang menghantuimu hah??semangattt..temukan lagi Soul-mu^^

  4. Aaahhhh tor ini tidak bisa dibiarkan berakhir seperti ini (?) jd autor emg HARUS dan WAJIB buat sequel nyaaa.. Kekeke.. Ceritanyaa bener bener errrr *acungin jempol*

  5. Daebak!! Satu kata itu doang chingu… Aku kira ini uda keren kok.. Sweetnya bener2 kerasa.. Sooyoung maafin kyuhyun🙂 cuman gara2 kata ‘sarangheyo’ … Gilaa.. Feelnya dapet banget chingu😀 ditunggu ya.. Extra partnya :3

  6. gak tau knp ngerasa sweet bgt pas mereka baikan. emg kata2 itu yg d tunggu mereka berdua. yah.. walaupun pendek & agak kecepatan alurnya, tetep bagus bgt ceritanya. krn soo keliatan sbgai cewek yg sabar bgt, gak terlalu menuntut. makin suka sama soo😄

  7. Teup semangat chingu wat trs berkarya *apadeh bahasanya..
    Kkkk~
    Ahirnya mereka bersatu..
    Well ditunggu sisa part nya..
    Kkkk~

  8. happy c ahr.a kyuyoung jdian. .tp agak sbel t m kyuppa np malah mentingin c hye young t. .huh. .
    yah tp tetp daebbak lah . .
    dtggu krya nya yg lain chingu. .^_^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s