Someone Like You [3rd Story]

Author : Haretami

Casts : Donghae, Yoona, Kyuhyun, Seohyun, Donghwa, and others.

Genre : Romance, hurt, angst, sad,AU

Rate : Parental Guide

Disclaimer: Story and Cover PURE MINE [TT]

Kyuhyun pov

“apa? Sekarang kau di incheon?” tanyaku dengan suara kencang saking terkejutnya. Aku tidak bisa berpikir saat ini. bagaimana mungkin?

“ne. Cepat jemput!” perintahnya padaku dan langsung memutuskan sambungan. Aku ternganga dan terpaksa menghentikan mobil sewaan yang tengah ku kendarai ini untuk berpergian beberapa hari di seoul. Ya, orang tuaku juga ikut pindah ke amerika makanya aku tidak punya keluarga lain di korea selain yoona temanku.

Aku terhenti di tepi jalan dan terus memikirkan mekanisme dengan apa yang telah dilakukan istriku. Bagaimana mungkin ia sekarang sudah berada di korea? terakhir aku meninggalkannya dia masih sedikit sakit dan sekarang?

Ia menempuh perjalanan sejauh itu, amerika- korea dalam keadaan tidak enak badan seperti itu?

Aish… Kalau saja dia disisiku saat ini, pasti ia sudah habis ku marahi! Huft…

☆º°˚*★ o˚°º╰☆º°˚˚

Donghae pov

Aku merapatkan diri ke tubuh langsingnya. Tubuhnya terasa dingin dan semoga saja aku menghangatkannya dengan begini. Ia masih dalam dekapanku. Menangis tanpa henti sedari tadi. Seperti apapun kata- kataku untuk menenangkannya ia tetap tidak akan berhenti menangis sampai aku berani bilang aku sudah menemukan cara agar ibunya sembuh total. Tapi sayangnya hal itu tidak akan mungkin. Aku hanya dokter biasa yang tidak sempurna seperti dokter- dokter yang diharapkan oleh semua pasien. Ya, memang tidak ada yang sempurna di dunia ini.

“im yoon ah?” ujar seseorang yang sepertinya itu suara seorang perempuan. Aku refleks melepaskan pelukanku dari tubuh yoona dan menatap si sumber suara!

“eonni?” ujar yoona ke arah sumber suara. Aku masih menggeliatkan mata tidak percaya dengan apa yang kulihat.

Yeoja yang dipanggil eonni oleh yoona tersebut dan di sampingnya. Namja itu? yang tadinya ku pikir dia adalah kekasih seorang im yoon ah. Kalau aku tidak salah namanya? Ah, iya kyuhyun. Yang tadi pagi mengatakan kalau aku tunangan gadis yang baru saja ku peluk ini?

Omo, ahni- ahni- ahni! Apa yang harus ku lakukan?

Bagaimana cara yoona menjelaskannya? Apa lagi mereka melihat apa yang kami lakukan barusan?

Tidak lama setelah aku terus saja berpikir keras dan sangat khawatir yoona langsung memeluk yeoja yang menyebut namanya tadi. Mereka berpelukan haru dan yoona tetap saja menangis.

“yoona ya sabarlah! Dia akan baik- baik saja!” ujar kyuhyun ke arah yoona yang sekarang sudah jatuh ke dalam pelukan gadis yang datang bersamanya tadi. Satu lagi pertanyaan yang muncul di pikiranku, siapa yeoja itu?

Setahu ku yoona adalah anak tunggal dan tentunya tidak memiliki kakak. Apa mungkin saudaranya dan kyuhyun?

Ah sudahlah! Untuk apa di pikirkan!

~~**

Author Pov

Tanpa pikir panjang, donghae langsung meninggalkan yoona, kyuhyun dan seohyun. Ia segera ke ruangan di lantai atas yang menjadi tempat pemeriksaan lanjutan terhadap seorang wanita paruh baya yang mengidap virus XP. Virus yang sangat mematikan hanya karena pancaran dari sinar ultra violet. Singkat cerita, bila penderita XP terkena sinar matahari sedikit saja, atau di bagian rambutnya saja maka sinar ultra violet yang dipancarkan oleh matahari tersebut akan langsung menyebar dan berkembang biak di dalam tubuh penderita XP. Jadi sinar itu dapat masuk ke bagian tubuh manapun yang terkena pancaran sinar matahari.

Wanita paruh bayah itu sejak dahulu tidak pernah melakukan aktivitas outdoor kecuali malam hari. Yoona, anaknya juga tidak pernah sekalipun berjalan- jalan dengan ibunya di siang hari. Seperti takdir yang tidak disangka datang begitu saja, wanita itu terkena virus XP semenjak kematian suaminya. Entah ini efek dari apa, dokter profesional sekalipun juga belum tahu penyebabnya.

“maaf dokter, kita harus cepat” sergah seorang asisten ketika melihat atasannya yang baru saja datang untuk pekerjaan yang terbilang penting dan menyangkut nyawa seseorang.

“ah, ne… mianhe! Aku harus menenangkannya anaknya tadi!” ungkap donghae yang masih bisa beralasan di tengah kondisi pasiennya yang semakin kritis.

Donghae baru saja mendekati si pasien yang dari garis mukanya tampak ia sedang tidur dengan sangat tenang tanpa merasakan beban di pundaknya. Seketika matanya yang tadinya tertutup rapat dan enggan untuk membuka tiba- tiba saja mengejutkan donghae. Wanita itu terbangun dan mengedip- ngedipkan matanya. Donghae menahan nafasnya karena ia tidak tau pertanda apa semua ini. Ia tidak yakin kondisi wanita ini akan segera pulih dan virus XP sudah benar- benar pergi dari tubuhnya.

“kkkau….” ujar wanita yang baru saja sadar dari tidurnya yang panjang itu.

“ne… aku Lee Dong Hae” ujar dokter yang jika dilihat dari pandangan pertama maka wajahnya sudah menyimpulkan kalau ia orang yang tulus dan baik tentunya. Donghae spontan menyebutkan namanya dan entah apa kaitannya.

“jaebal…”

Wanita itu memohon dengan suara serak. Donghae masih menunggu lanjutan kalimatnya. Raut muka yang di tampilkan wanita itu sama sekali tidak memberikan petunjuk bagi donghae tentang apa yang akan terjadi setelah ini.

“pppermintaan…. terakhirku….. pada ….. aaa…. aaanakkkkku…. iiiii…. im yoon ah!” ujarnya bertambah serak seakan tidak kuat lagi untuk berbicara lebih panjang.

Telinga donghae langsung bereaksi mendengar permintaan itu. tidak hanya itu, otaknya jadi bekerja semakin cepat untuk menterjemahkan maksud dari permintaan pasiennya.

Tangan dan kakinya tidak mampu menyentuh benda di sekitarnya. Kata- kata itu seperti sebuah tembakan ke dalam otaknya yang membuat semua aktivitas tubuhnya berhenti.

“kau dokter yang baik… “ ujarnya lebih jelas dan sepertinya ia menampakkan kondisi akan membaik setelah melontarkan kata- kata barusahan. Donghae berpaling menatap pasiennya itu.

Ia kembali dari pemikiran panjangnya yang tengah memutuskan apa sebenarnya maksud ibu yoona mengatakan tolong kepadanya?!

“ah… ahni…” balas donghae sedikit kikuk karena jarang- jarang ada pasiennya yang memujinya baik. Biasanya pasien- pasiennya hanya mengatakan ia dokter yang berada di atas rata- rata dari pria- pria tampan.

“im yoon ah…” ujar donghae tampa sadar kemudian ia menutup mulutnya yang salah bicara itu.

“jaga dia. Jaebal… ku mohon….. ” ucap ibu yoona spontan dan ketika donghae masih berpikir. Ya, semuanya berakhir. Wanita tua itu mengakhiri hidupnya tanpa mengatakan kata- kata terakhir kepada anak kandungnya sendiri.

“adjumma, adjumma, … JAEBAL- JAEBAL… BERTAHANLAH…. JAEBALLL” teriak donghae di ruangan itu dengan penuh harapan. Ia berteriak sekeras mungkin dan merasa sangat menyesal atas kematian ini. dan takdir tetaplah takdir. Sangat jarang berubah menjadi keajaiban untuk hal- hal yang dari awal memang sudah di tetapkan seperti ini.

“JAEBALLLL…. BANGUNNNN” teriak donghae untuk yang terakhir kalinya sebelum ia menjatuhkan dirinya dilantai. Ia seakan tidak sanggup menerima kenyataan yang juga masalah bagi dirinya.

“donghae ssi, bangunlah. Beritahu anaknya!” ujar asisten donghae yang sedikit heran melihat kejadian barusan. Asistenya mendengar semua yang dikatakan pasien itu kepada donghae. Dan tentu saja ia masih heran dan perlu bertanya lebih banyak.

“YOONA…” donghae akhirnya bangkit berdiri dan langsung berlalu keluar dari ruangan itu. ia berlari sekencang mungkin menuju pintu lift layaknya ada insiden kebakaran di rumah sakit itu dan ia harus cepat keluar.

Larinya terhenti di depan pintu lift baja yang berwarna silver dan memantulkan bayangan itu. pintu lift tertutup rapat dan tidak ada tanda- tanda akan terbuka. Di pencet beberapa kalipun tombol di samping pintu lift itu, tetap saja lift masih mengantarkan orang- orang ke tingkat lain dan belum singgah ke tingkat dimana donghae tengah menunggu.

“ah,,, buka…. buka!!!” teriak donghae dan orang- orang yang berjalan di sekitarnya tentunya memandang aneh ke orang yang berpakaian dokter itu.

“sial…” ujarnya sebelum akhirnya ia memutuskan berlari menuruni tangga untuk memberi tahukan hal yang baru saja terjadi kepada yoona yang ia tinggali bersama seohyun dan kyuhyun.

Donghae tetap berlari menuruni tangga tanpa mempedulikan lintasan jenis apa yang tengah dilaluinya. Keringat mulai bercucuran dan rambutnya sudah basah dilalap air keringatnya. Tapi ia tidak peduli, yang terpenting saat ini adalah yoona. Meskipun ia tidak tahu bagaimana caranya nanti ia mengatakan hal ini kepada yoona tapi ia merasa wajib menemui yeoja itu secepatnya sekarang.

~~

***

Kyuhyun dan seohyun mengajak yoona ke sebuah cafe yang bernuansa tua dilapisi dengan cat- cat yang berwana tua dan sedikit gelap.

Cafe yang sangat tenang dengan alunan biola yang memenuhi setiap sudut ruangan yang tidak terlalu besar itu. yoona dari tadi tidak pernah membuat senyum di tampilan wajahnya. Ia selalu memasang wajah suram begitu juga dengan perasaan hatinya. Tiada hari tanpa perasaan suram bagi dirinya. Apalagi untuk kedepannya. Ia tidak sanggup jika membayangkan semua itu sendirian.

Kyuhyun sudah menikah dan tentu saja mustahil baginya untuk mengatakan kalau permintaan ibunya harus ia penuhi secepatnya.

“yoona ssi, minumlah dulu…” seohyun menyodorkan secangkir kopi yang baru saja diantarkan pelayan cafe. Ia hanya mematung tanpa mempedulinya orang yang bersuara kepada dirinya. Seohyun pun menatap kyuhyun dan keduanya saling menatap tanpa ide dan tidak tau apa yang harus dilakukan.

“im yoon ah…” ujar kyuhyun mengawali maksudnya. Tiba- tiba yoona merasakan getaran di sakunya dan setelah itu terdengar suara deringan. Yoona meraih benda yang bergetar dan berbunyi di sakunya itu kemudian diangkatnya.

“im yoon ah, dimana kau sekarang?” ujar sebuah suara dari balik telefon. Yoona sedikit menjauhkan telefon genggam itu dari telinganya karena suaranya teriakan dari si penelpon yang frekuensinya terlalu berlebihan.

“nuguseyo?”

“donghwa. Ne, aku donghwa, psikolog di rumah sakit seoul!” jelas donghwa cepat di balik telefon dan yoona baru mengangguk. Tapi ia kembali bertanya dalam hatinya dari mana donghwa mendapatkan nomor handphonenya?

“aku di sebuah cafe!” ujar yoona tenang dan sudah menghilangkan kesan suram dari wajahnya. Ia merasa sedikit cerah mendengar suara donghwa.

“cepat datang ke rumah sakit. Temui aku. ada hal yang sangat penting! Cepat!” perintah donghwa. Dan tittt… ia langsung memutuskan telefon secara sepihak. Yoona sedikit terpaku mendengar perintah donghwa yang jelas saja tidak main- main. Detik berikutnya yoona langsung berdiri diikuti oleh kyuhyun dan seohyun yang juga spontan berdiri karena melihat reaksi yoona.

Yoona berlari meninggalkan cafe itu diikuti dengan air mata yang sudah mengalir dari kedua bola matanya.

“yoona ya, jamkkan… gwenchanayo?” tanya seohyun ketika mereka sudah di depan pintu cafe. Seohyun memegangi tangan yoona dan ia memandang yoona untuk menjelaskan lebih lanjut.

Yoona terus menangis tidak dapat menjawab kata- kata seohyun. Ia berjalan cepat dan seohyun di belakangnya tetap mengikutinya dan masih memegang tangannya. Kyuhyun sehabis membayar pesanan mereka di kasir cafe langsung berlari menemui mereka.

“yoona ya, gwencahanayo? Ayo jelaskan!” isyarat kyuhyun yang langsung menghentikan langkah yoona karena ia sudah berdiri tepat di depan kedua yeoja tersebut.

Sekali lagi yoona tidak menjawab. Ia hanya ingin berjalan lebih cepat dan secepatnya sampai di rumah sakit.

“oke, kalau kau ingin ke rumah sakit, mari kami antar!” ujar kyuhyun kemudian membawa yoona ke mobilnya. Seohyun duduk di bangku belakang menemani yoona yang tak henti- hentinya menangis. Kyuhyun berusaha menyetir secepat mungkin tapi tetap saja ia tidak berani menambah kecepatan di atas 60km/jam karena ia takut hal itu malah menambah masalah baru.

“aish… chagi cepat sedikit!” omel seohyun dari belakang dan kyuhyun sedikit tergagap.

~_~

Yoona pov

“aish… chagi cepat sedikit!” seohyun berteriak di telingaku dan aku tau teriakan itu untuk kyuhyun. Aku tentu saja tersentak dari tangisanku. Ia mengatakan ‘chagi’. Aku terdiam tidak lagi mengeluarkan air mata.

Aku masih menimbang- nimbang apa yang sebenarnya ku rasakan saat ini. dari dulu aku sudah merelakan kyuhyun dengan seohyun dan meskipun aku juga tidak berharap menjadi istrinya.

Iya, masalah ku sebenarnya adalah ibuku. Bagaimana ini? kyuhyun tidak punya kembaran dan tidak ada  yang wajahnya mirip dengan namja evil ini. tidak ada juga yang sejahil dia. Dan tidak ada namja lain yang menarik oleh ibuku!

Aish… berjuta- juta orang di dunia ini kenapa tidak satupun yang seperti dirimu CHO KYUHYUN!

–TBC—

Pertama- tama author mau bilang “jeongmal mianhe!” semakin lama ceritanya semakin pendek dan publishnya juga sangat lama! alasannya > Pertama, author di sibukkan dengan UKK apalgi mapelnya ada 14 buah, jd lama banget sesi UKK-nya!

Terus, author sering blank apalagi pas lanjutin ini, jadi sering banget di pending.

Ketiga, author lagi tergoda untuk buat ff exo makanya ff ini sering ditiadakan.. hehe,

Keempat, author juga di sibukkan dengan ff slow but sure yang maincast-nya juga si abang ikan_Hae, yg udh di publish ckup lama di wp author.
oh ya, hanya segitu yang bisa author buat, mian… mengecewakan readers yg udh nunggu sangat lama TT

#hihi kok, jadi curcol di sini?!?!?! *plaakkk

~~Jeongmal Ghamsahamnida~~

11 thoughts on “Someone Like You [3rd Story]”

  1. ya ampun eommanya yoona meninggal.. Kasian yah si yoona brarti musti hidup sendiri dong, abang donghae di suruh jagain yoona brarti eommanya yoona suka dong sma hae.. Next part di tnggu yah..

  2. yaa chingu…
    ffnya bener2 kpendekan nie😦
    aigoo, gag sabar nggu lanjutan nya nie, apalagi sepertinya donghwa jg suka ma yoona,.. *ahh,reader sok tw :p
    kaya’nya smakin complicated nie??

    hwaiting part slanjudnya🙂
    FIGHTING yaa😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s