FATE – Part 7

Holaaaaa~ aku balik lagi setelah lama menghilang. Maklumin yah, soalnya aku lagi sibuk sama SNMPTN u,u

Aku harap part 7 ini bisa bikin kalian puas, ehehe. Enjoy reading🙂

@dianeyeye

Cast :   Soo Young SNSD as Choi Soo Young

Kyuhyun Suju as Cho Kyuhyun

Jang Hye Young (OC)

Minor cast :     Taeyeon SNSD as Kim Taeyeon, Yoona SNSD as Im Yoona, Leeteuk Suju as Park Jungsoo

Genre : Romance, alternate universe

Rating : General (G)

 

Hye Young tersenyum sinis sambil menatap layar ponselnya. Baru saja ia menjalankan langkah pertama dari rencananya. Sekarang, langkah kedua akan segera dijalankan. Dia harus bergegas karena mungkin orang yang barusan diteleponnya akan segera tiba di tempat yang sudah dijanjikan.

Yeoja itu berjalan agak tergesa ke ruang produser, tempat di mana ia melihat Kyuhyun sekitar setengah jam lalu. Kemungkinan besar namja itu masih berada di sana untuk berdiskusi dengan Park Jungsoo, sang produser. Ah, itu dia! Baiklah, drama dimulai. “Kyuhyun oppa!” Hye Young segera memanggil Kyuhyun ketika dilihatnya namja itu keluar dari ruang produser.

Demi mendengar suara Hye Young, Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik. “Oh, Hye Young ah? Apa kabar?”

Hye Young tersenyum lebar dan sedikit membungkukkan badannya, kebiasaan yang sulit hilang karena selalu dilakukannya bila bertemu dengan seonbae-nya yang satu ini. Sambil berjalan tertatih-tatih, yeoja itu mendekati Kyuhyun. “Apa kabar Oppa? Aku datang ke konsermu beberapa hari yang lalu. Kau sangat hebat, Oppa,” pujinya setelah sampai di hadapan Kyuhyun, masih sambil tersenyum lebar.

Kyuhyun ikut tersenyum. “Gomawo. Tapi ada apa dengan kakimu, Hye Young ah?”

Hye Young melirik kakinya dan nyengir. “Ah, ini. Aku tadi terkilir ketika berlatih dance. Oh iya, Oppa, aku senang Oppa menepati janji Oppa. Itu… gelang pemberianku…” mengalihkan perhatian Kyuhyun dari kakinya, Hye Young menunjuk gelang yang masih melingkar manis di pergelangan tangan kanan Kyuhyun.

“Ah, ini,” Kyuhyun menyentuh gelangnya, “gelang ini sangat bagus dan bermakna, aku sangat menyukainya.”

Senyum Hye Young makin lebar. Sekaranglah saat yang tepat untuk melancarkan langkah kedua, pikir yeoja itu. “Oppa… aku boleh minta tolong?” tanyanya sambil memasang tampang memelas bercampur perasaan tidak enak.

Mata Kyuhyun membulat. “Tentu saja, selama aku bisa membantumu…”

Hye Young menggigit bibir bawahnya. “Mungkin ini terdengar agak keterlaluan, tapi… maukah Oppa mengantarku pulang? Aku takut tidak akan bisa berjalan sendiri dengan normal dengan kaki seperti ini.” Dengan hati berdebar yeoja itu menunggu reaksi Kyuhyun.

Seperti yang sudah diduganya, Kyuhyun tanpa keberatan langsung mengiyakan permintaannya itu. “Tentu saja. Itu bukan masalah. Lagipula tidak baik seorang yeoja naik taksi sendirian malam-malam begini.”

Kyuhyun oppa memang orang yang baik, celetuk Hye Young di dalam hati. “Gomawo, Oppa. Kau baik sekali padaku.”

“Tidak masalah. Ayo pergi,” ajak Kyuhyun.

Hye Young menatap punggung Kyuhyun yang berjalan menjauhinya. Setetes air mata jauh di pipi mulusnya. “Mianhae, Oppa. Aku sangat mencintaimu dan tidak ingin melihatmu bersama yeoja lain. Hanya aku yang boleh memilikimu, Oppa,” bisiknya lirih. Ia lantas mulai beranjak menyusul Kyuhyun yang sudah berjalan agak jauh di depannya. Masih dengan langkah tertatih-tatih palsunya.

 

Soo Young menatap langit malam yang kelam tanpa bintang. Matanya menerawang jauh, tapi hatinya terpaku pada seseorang. Namja menyebalkan bak evil bernama Cho Kyuhyun. Entah sejak kapan Soo Young terus-terusan memikirkan namja itu di waktu luangnya tapi yang pasti sosoknya yang penuh pesona memang sukses membuat perasaan Soo Young seolah meluap-luap senang akhir-akhir ini.

Soo Young tahu dia agak keterlaluan. Membuat namja itu menunggu sampai beberapa hari, mengombang-ambingkan perasaannya dalam ketidakpastian padahal sebenarnya Soo Young sudah tahu jawaban apa yang akan diberikannya. Soo Young hanya sedang memantapkan hatinya padahal dari awal dia memang akan menerima Kyuhyun.

Sebuah senyum mengembang di wajah yeoja cantik itu. Rencananya besok ia akan menemui namja itu dan memberikan jawaban. Soo Young tersenyum geli membayangkan reaksi Kyuhyun ketika akhirnya tahu jawaban Soo Young. Yeoja itu sendiri sebenarnya masih tidak percaya kalau hubungannya dengan Kyuhyun akan sampai pada tahap ini. Jika mengingat lagi pertemuan-pertemuan awal mereka, Soo Young selalu saja merasa geli. Ia mengira dirinya dan Kyuhyun akan menjadi musuh bebuyutan selamanya.

Hihihi, Soo Young sudah tidak sabar menunggu besok.

 

Kyuhyun mematikan mesin mobilnya dan menatap yeoja di sebelahnya itu. Yeoja itu, Jang Hye Young, lantas balas menatapnya setelah selesai membuka seatbelt-nya. Ia tersenyum dan berujar, “Terima kasih atas bantuannya, Oppa.”

“Sama-sama,” balas Kyuhyun sambil ikut tersenyum. “Mau aku antar sampai depan gerbang?” tawarnya kemudian sambil melirik kaki yeoja itu.

Hye Young tersenyum. “Maaf sudah merepotkanmu, Oppa,” katanya diliputi perasaan tidak enak.

Kyuhyun menggeleng. “Tidak apa. Aku tidak merasa direpotkan. Tunggu sebentar ya.” Namja itu lalu bergegas turun dan setengah berlari memutari mobilnya menuju ke pintu penumpang. Dengan cekatan dibukanya pintu itu dan mengulurkan tangan ke arah Hye Young.

Sambil tersenyum yeoja itu menyambut uluran tangan Kyuhyun yang segera memapahnya setelah itu. Tiba di depan gerbang, Hye Young menahan tangan Kyuhyun dan berkata, “Sampai di sini saja, Oppa. Aku akan minta bantuan eonni-ku.”

Kyuhyun mengangguk dan melepaskan tangannya dan pinggang yeoja itu. Ditatapnya yeoja yang sudah dianggapnya sebagai adik itu lekat-lekat, “Cepat sembuh, eo? Sekarang kau berlatih sampai cedera seperti ini, tapi yakinlah bahwa perjuanganmu akan dibayar dengan sesuatu yang manis suatu hari nanti.”

Yeoja itu menunduk dan agak salah tingkah. “Apakah perjuanganku selama tiga tahun ini juga akan berbuah manis?” tiba-tiba Hye Young mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. “Apakah semuanya benar-benar akan berbuah manis untukku, Oppa?”

Kyuhyun melongo tidak mengerti. “Apa yang sedang kau…”

“Aku menyukaimu, Oppa. Sudah tiga tahun. Tidak pernahkah sekalipun kau menyadari perasaanku ini?”

Gelombang keterkejutan segera melanda Kyuhyun. Kata-kata itu sangat tidak terduga karena selama ini dia memang hanya menganggap Hye Young sebagai adiknya. Tidak lebih.

Kekagetannya makin bertambah ketika Hye Young tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, menempelkan bibir tipisnya ke bibir Kyuhyun. Semuanya berlangsung begitu cepat. Ketika Kyuhyun menyadarinya, Hye Young sudah lebih dulu menarik tubuhnya.

“Hye Young ah…” desis Kyuhyun bingung.

Hye Young tersenyum tipis. “Maafkan aku, Oppa. Mungkin ini terakhir kalinya kita berbicara sepert ini. Di masa depan, ketika kita bertemu lagi, mungkin aku akan bisa tersenyum padamu tanpa mengingat perasaan sukaku padamu. Sekali lagi maafkan aku.” Yeoja itu menatap Kyuhyun dengan sebulir air mata yang jatuh menuruni pipinya. “Selamat malam, Kyuhyun oppa.”

Kyuhyun hanya bisa menatap punggung Hye Young yang tertatih meninggalkannya masuk ke dalam rumah. Pikiran dan perasaannya gamang. Hanya ada kebingungan besar yang tersisa setelah kepergian Hye Young. Akhirnya dengan langkah perlahan, namja itu berbalik dan berjalan pelan menuju mobilnya.

Namja itu sama sekali tidak menyadari keberadaan dua orang paparazzi yang duduk di dalam mobil yang diparkir tidak jauh dari mobil Kyuhyun. Dari senyum dua orang paparazzi itu jelas diketahui bahwa mereka mendapatkan berita yang sangat bagus untuk tabloid mereka esok hari.

 

Hye Young terduduk di balik gerbang sambil menangis sesenggukan. Hatinya terus-terusan memaki diri sendiri, mengutuki perbuatan liciknya yang akan menyebabkan Kyuhyun begitu terluka. Sungguh, Hye Young menyadari apa yang akan terjadi setelah paparazzi yang dihubunginya itu memuat berita tentangnya dan Kyuhyun di tabloidnya besok. Karir Kyuhyun terancam, belum lagi hubungannya dengan Soo Young yang pasti akan hancur.

Meskipun memang kehancuran hubungan Kyuhyun dan Soo Young yang diinginkan oleh Hye Young, tapi entah kenapa sekarang yeoja itu malah merasa dirinya amat jahat dan kotor. Menggunakan cara licik hanya karena tidak bisa memperoleh cinta Kyuhyun? Yeoja macam apa dia. Bukankah dia yang mengajak Soo Young untuk bersaing secara sehat? Tapi kenapa malah dia yang berbuat licik? Hye Young merasa dirinya sangat buruk. Dia merasa malu menunjukkan wajahnya di hadapan Kyuhyun.

 

Alis Soo Young terangkat melihat layar ponselnya yang berkedip sejak tadi. Yeoja itu lekas-lekas menutup pintu kulkas dan berjalan menghampiri ponselnya yang tergeletak di atas meja makan. Nama Taeyeon tertera di layar benda imut itu. Dengan rasa penasaran tingkat tinggi, Soo Young menekan tombol hijau, lantas menekan loudspeaker karena dia sedang menyiapkan sarapan. “Eo, Taeyeon ah? Wae guraeji (ada apa)?”

“Em… Soo Young ah.” Taeyeon tidak langsung bicara melainkan memanggil nama Soo Young terlebih dulu.

Soo Young makin penasaran. Sebenarnya ada apa dengan sahabatnya itu? “Ada apa? Kenapa kau terdengar gugup seperti itu, Taeyeon ah?”

Jeda sejenak. Taeyeon seolah sedang menunggu sesuatu dan itu makin membuat rasa penasaran Soo Young berada di puncaknya. Sesaat sebelum Soo Young hendak memanggil Taeyeon, yeoja itu keburu bertanya, “Kau sudah baca tabloid hari ini?”

Soo Young menyerngitkan dahi dan menghentikan aktivitasnya mengaduk kopi. “Memangnya aku tipe orang yang suka membaca gosip di pagi hari, huh?”

“Ah, benar juga,” gumam Taeyeon. “Aduh, lebih baik kau tidak membacanya, Soo Young ah. Berita itu benar-benar sampah tidak penting. Kau tidak perlu percaya pada berita-berita itu karena itu semua tidak benar. Kau mengerti kan?” cerocos Taeyeon tanpa jeda, membuat alis Soo Young naik makin tinggi.

Yeoja itu menggeleng tidak mengerti. “Tidak. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sedang kau katakan, Taeyeon ah,” ujarnya polos, sambil menarik sebuah kursi di meja makan lalu duduk di sana.

Taeyeon berdecak sebal di ujung sana. “Baiklah, baiklah. Dengarkan aku, Soo Young ah. Kalau kau baca tabloid nanti, tolong jangan percaya pada berita-berita itu, oke? Semuanya itu tidak benar dan sangat mengada-ada. Jangan percaya berita apapun sebelum Kyuhyun menjelaskan sesuatu padamu, oke?”

Kenapa Kyuhyun dibawa-bawa? Tiba-tiba perasaan Soo Young menjadi tidak enak begitu nama Kyuhyun disebut. “Taeyeon ah… sebenarnya ada apa dengan Kyuhyun? Berita apa yang dimuat di tabloid itu?” Entah kenapa suara yeoja itu bergetar.

Jeda lagi. Taeyeon terdiam dan tidak langsung menjawab, membuat hati Soo Young makin berdebar-debar. “Itu… lebih baik kau membacanya sendiri. Tapi Soo Young ah,” ucap Taeyeon cepat, “sekali lagi kuingatkan, jangan percaya apapun sebelum Kyuhyun menjelaskan sesuatu padamu, oke?”

Soo Young menghela nafas panjang dan meletakkan cangkir kopinya. “Baiklah, akan kubaca sendiri.”

“Soo Young ah…” tiba-tiba Taeyeon memanggilnya lagi. “Kau percaya pada sepupuku kan? Kau… benar-benar tulus menyukainya kan?”

Nafas Soo Young tertahan di tenggorokan. Sebenarnya itu pertanyaan yang tidak sulit untuk dijawab, tapi entah kenapa rasanya lidah Soo Young kelu. Susah payah yeoja itu berusaha menjawab pertanyaan Taeyeon, “Iya…”

Desah nafas lega Taeyeon terdengar seketika. “Syukurlah… kalau begitu kau juga harus tetap mempercayainya, Soo Young ah. Apapun yang terjadi, apapun yang akan terjadi, yang harus kaulakukan adalah mempercayainya, eo? Aratji?”

Soo Young menelan ludah. Pahit. Perasaan tidak enaknya makin membesar dan menggerogoti tubuhnya. Ia sangat penasaran pada berita yang dihebohkan Taeyeon pagi-pagi seperti ini. Berita yang menyangkut Kyuhyun.

“Soo Young ah, aku tutup dulu ya teleponnya. Ingat kata-kataku, eo? Percaya pada Kyuhyun,” sambung Taeyeon lagi, yang hanya bisa disambut gumaman oleh Soo Young.

Segera setelah Taeyeon menutup teleponnya, Soo Young bergegas ke kamar untuk mengambil jaket. Dengan tergesa yeoja itu menyambar kunci mobil dan berlari keluar apartemennya.

 

Kyuhyun melempar tabloid yang baru saja dibacanya ke atas meja. Kedua tangannya berkacak pinggang sedangkan matanya menatap tidak fokus ke lantai. Tidak jauh darinya, Leeteuk duduk di kursi sambil menatap Kyuhyun yang berdiri.

“Bagaimana bisa begitu, Kyuhyun ah?” tanya Leeteuk datar. Matanya melirik tabloid yang tergeletak di atas meja.

Kyuhyun menghela nafas panjang, lantas duduk di kursi di hadapan Leeteuk. Tangan kirinya mmijat dahinya yang terasa berdenyut. “Aku tidak tahu, Hyeong. Aku hanya mengantarkan Hye Young yang sedang cedera dan tidak tahu kalau ada paparazzi yang mengikutiku,” jelasnya dengan nada putus asa yang kental.

Leeteuk meraih tabloid itu dan mulai membacanya lagi. “Aku tidak menyalahkanmu soal ini. Kau sudah pasti tidak tahu tentang keberadaan mereka. Aku hanya… menyayangkan kecerobohanmu saja.” Namja berlesung pipi itu menatap Kyuhyun lekat-lekat. “Tidakkah kau memperhitungkan posisimu sebagai idol yang baru saja melakukan comeback setelah vakum selama dua tahun? Apa kau pernah memikirkan bahwa kau akan kembali menjadi pusat perhatian dan tentu saja akan ada banyak paparazzi menyebalkan yang mengikuti setiap pergerakanmu? Pernahkah kau memikirkan hal itu?”

Kyuhyun terdiam, memikirkan setiap ucapan yang keluar dari mulut Leeteuk. Tidak ada satupun kalimat yang dikatakannya membuat Leeteuk kembali berbicara, “Apa yang akan kau lakukan, Kyuhyun ah?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Leeteuk. Namja itu lantas menghela nafas. “Jujur aku tidak tahu, Hyeong. Terlalu banyak yang berkelebat di otakku sekarang tapi semuanya tampak kabur. Aku bingung.”

“Perusahaan akan membantumu, Kyuhyun ah. Kau tenang saja. Serahkan saja semuanya pada manajermu. Ck, yang aku pikirkan sekarang adalah reaksi para penggemarmu. Apa yang akan mereka lakukan ya? Ah, benar juga. Mereka tidak akan menyerang Hye Young kan? Aku pernah mendengar tentang penggemar yang marah karena…”

Ucapan Leeteuk terpotong karena tiba-tiba saja Kyuhyun berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu tanpa memedulikan panggilannya lagi. Produser muda itu lantas menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Kyuhyun yang spontan itu.

“Ah, bagaimana dengan Choi Soo Young ssi ya? Bukannya Kyuhyun bilang dia menyukai yeoja itu?” Leeteuk menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

 

Nafas Soo Young benar-benar hilang entah ke mana. Yang bisa dia rasakan sekarang hanyalah dadanya yang semakin sakit, sakit, dan sakit. Tidak ada perasaan lain selain sakit. Itulah satu-satunya yang bisa dia rasakan sekarang. Aliran darahnya terasa berhenti hanya dengan melihat gambar besar yang menghiasi halaman utama tabloid di tangannya ini. Gambar seorang yeoja yang sedang menempelkan bibirnya di bibir seorang namja.

Tidak. Tidak ada yang istimewa dalam gambar itu kecuali tokohnya yang sangat dikenal oleh Soo Young. Namja itu… Cho Kyuhyun… Yeojanya… Jang Hye Young… Mereka… berciuman.

Soo Young kembali menatap foto di tabloid itu. Kali ini tatapannya datar dan tanpa emosi. Rasa gamang membuatnya seperti kehilangan nyawa. Tanpa sadar, bulir-bulir air mata mengalir di pipinya. Yeoja itu menangis tanpa suara, tanpa gerakan, dan tanpa disadarinya. Hanya air mata yang mengalir dan makin deras.

Ucapan Kyuhyun di taman beberapa hari yang lalu kembali terngiang-ngiang di telinganya. Ekspresi namja itu ketika mengatakan suka pada Soo Young… entah kenapa memikirkan itu semua sekarang terasa begitu menyakitkan. Semuanya terasa kabur dan tidak nyata. Seolah hanya halusinasi yang Soo Young buat.

“Agassi, kau baik-baik saja?” seorang wanita paruh baya menatap Soo Young dengan tatapan iba.

Soo Young menatap wanita itu tanpa berkata-kata. Terlalu banyak yang berkelebat di otaknya sampai-sampai dia tidak bisa memikirkan apapun.

“Oh, aku mengerti,” ujar wanita itu setelah melirik tabloid yang dipegang Soo Young. “Kau penggemar Cho Kyuhyun ya? Ah, pasti berat melihat idolamu bersatu dengan orang yang disukainya. Tapi harusnya kau tetap mendukungnya, apapun keputusan yang dia buat.” Setelah berkata seperti itu, wanita itu lantas meninggalkan Soo Young yang masih terpaku.

Sekali lagi ditatapnya foto di tabloid itu. Bahkan dia sama sekali belum membaca artikelnya, tapi ucapan dari ahjumma itu sepertinya sudah menjelaskan semua yang terjadi. Cho Kyuhyun sudah mempermainkan perasaannya, itulah yang Soo Young pikirkan.

Tapi… Soo Young sudah berjanji pada Taeyeon bahwa dia akan mendengarkan penjelasan dari Kyuhyun terlebih dulu.

Tapi… hanya dengan melihat foto itu saja Soo Young yakin kalau penantiannya hanya akan berbuah sia-sia. Sepertinya Kyuhyun memang hanya mempermainkannya. Mana mungkin dia serius dengan Soo Young yang baru dikenalnya bahkan kurang dari tiga bulan? Iya kan?

Mianhae, Taeyeon ah. Sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku padamu, batin Soo Young sambil meletakkan tabloid yang dipegangnya ke rak asalnya. Yeoja itu lantas menghela nafas panjang, berbalik, dan mulai melangkah pergi.

 

Kyuhyun menekan tombol hijau sekali lagi dan nada sambung juga terdengar sekali lagi. Tapi sekali lagi juga, Hye Young tidak mengangkat teleponnya. Kyuhyun berdecak sebal sambil memasukkan persneling dan menambah kecepatan mobilnya, berusaha untuk lebih cepat mencapai rumah yeoja itu.

“Oh, Hye Young ah?” Kyuhyun hampir berseru ketika didengarnya nada sambung di ponselnya berhenti. Akhirnya Hye Young mengangkat teleponnya. Namja itu menepikan mobilnya untuk berkonsentrasi menelepon. “Kau baik-baik saja? Kau sedang berada di mana sekarang?” tanya Kyuhyun cepat.

“Ne, Oppa.” Hye Young menyahut pendek. “Aku sedang di rumah sekarang. Eomma dan pihak manajemen melarangku keluar rumah untuk menghindari publik.”

Kyuhyun menghela nafas lega. Yeoja itu baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja. “Syukurlah kalau begitu,” ujarnya tulus.

Terjadi jeda sejenak sebelum akhirnya Hye Young kembali berujar lirih, “Maafkan aku, Oppa. Ini semua karena aku. Kalau saja aku…” suaranya lalu tercekat di tenggorokan.

Kyuhyun tahu Hye Young sedang terisak. Dia bahkan bisa menebak yeoja itu sengaja menjauhkan ponselnya supaya Kyuhyun tidak mendengar isakannya. “Hye Young ah? Kau baik-baik saja kan?”

Hye Young menghela nafas panjang. “Maafkan aku, Oppa. Entah kenapa aku jadi begitu emosional akhir-akhir ini.”

“Harusnya aku yang minta maaf Hye Young ah. Karena aku yang tidak peka, kau jadi menderita.”

“Tidak, Oppa. Semuanya kesalahanku. Kau sama sekali tidak bersalah. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Aku yang bodoh karena sudah membuatmu bingung. Maafkan aku. Er… setelah ini kita tetap menjadi teman kan?”

Kyuhyun terhenyak begitu menyadari nada terluka di suara Hye Young. Yeoja itu memang berusaha tegar, tapi usahanya belum cukup untuk menutupi luka hatinya yang bisa dengan jelas Kyuhyun dengar melalui suaranya. “Hye Young ah, kau sedang di rumah kan? Aku ke rumahmu sekarang ya?”

“Jangan,” cegah Hye Young. “Di depan rumah ada beberapa paparazzi yang berkumpul. Kalau Oppa datang ke sini, keadaan Oppa akan semakin sulit.”

“Begitu? Ck, padahal aku ingin sekali menemui sekarang,” kata Kyuhyun.

Hye Young tertawa pelan. “Lain kali saja. Aku tidak apa-apa kok. Kalau Oppa ke sini sekarang, aku akan punya banyak antifans padahal aku belum melakukan debutku. Ehehe.”

Kyuhyun ikut tersenyum mendengar gurauan Hye Young. “Baiklah kalau begitu. Jaga dirimu baik-baik, eo? Makan yang banyak dan jangan sampai sakit, aratji?”

Hye Young mendengus di ujung sana. “Kau terdengar seperti Eomma, Oppa.”

Tawa Kyuhyun terurai dan tiba-tiba hatinya merasa lega. Sangat lega. Ternyata Hye Young baik-baik saja. Meskipun yeoja itu pasti terluka, dia pasti bisa kembali menjadi Hye Young yang ceria.

Dengan senyum yang masih terkembang, namja itu menekan tombol merah di ponselnya untuk mengakhiri pembicaraannya dengan Hye Young. Ia lantas kembali memasukkan persneling dan mulai menjalankan mobilnya. Yang dia inginkan sekarang adalah kembali ke rumahnya karena pusing di kepalanya sudah sangat parah. Oh, dan tentu saja dia akan menelepon Eomma-nya untuk memberi tahu tentang keadaannya. Wanita paruh baya itu pasti sudah mendengar berita ini dan pasti sangat syok. Akan lebih baik kalau Kyuhyun lekas-lekas meneleponnya.

 

Dua hari kemudian

Soo Young mengigiti jempolnya. Matanya memang lurus memandang sebuah halaman buku yang menampilkan sepotong sketsa yang belum selesai, tapi pikirannya entah melayang ke mana. Sama sekali tidak ada secuil keinginan pun untuk menyelesaikan sketsa itu karena perhatiannya seolah tersedot seluruhnya suatu hal. Hal yang membuat hatinya bergejolak sejak dua hari yang lalu.

“…Eonni… Soo Young Eonni…”

Soo Young mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya otaknya bisa memproses apa yang sedang dilihatnya. Yoona sedang berdiri di depannya, sudah lengkap dengan jaketnya, dan memandangnya dengan penuh kebingungan. Sepertinya yeoja itu akan segera pulang. “Oh, kau rupanya. Ada apa, Yoona ya?” tanya Soo Young linglung.

“Apa Eonni masih ada pekerjaan?” Yoona balas bertanya.

Soo Young memandang buku sketsanya, lantas menghela nafas panjang. “Kau sudah mau pulang? Duluan saja. Aku masih ingin di sini,” ujarnya, terdengar lelah.

Yoona menaikkan alisnya sedikit melihat ekspresi Soo Young yang sangat tidak biasa itu. Well, Soo Young memang sering kelelahan tapi bukan yang seperti tadi. Yang tadi itu… Yoona seperti melihat orang yang putus asa. “Eonni, ini sudah sangat larut. Lebih baik Eonni juga pulang dan melanjutkan sketsa itu besok,” bujuk yeoja imut itu.

“Tidak apa, Yoona ya,” tolak Soo Young. “Bukankah aku sudah sering begadang seperti ini? Kau pulang saja duluan.”

“Eonni… Kalau ini semua karena berita di tabloid itu…” Soo Young tiba-tiba menatap lurus ke mata Yoona, membuat yeoja itu menghentikan kalimatnya sejenak, “kuharap kau tidak terlalu memikirkannya.”

Sakit itu datang lagi. Sakit yang sama seperti ketika ia melihat foto di tabloid dua hari yang lalu. Soo Young menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi dan mulai memejamkan mata. “Aku… tidak tahu harus bersikap seperti apa, Yoona ya,” ujarnya lirih.

“Eonni, bukannya aku ingin menganggap enteng perasaanmu tapi… aku benar-benar berharap kau tidak terlalu memikirkan gosip itu. Bukankah sudah biasa muncul banyak gosip seputar artis-artis terkenal seperti Cho Kyuhyun ssi? Apalagi Cho Kyuhyun ssi sudah dua tahun vakum dari dunia entertain, pasti banyak sekali orang yang bertanya-tanya bagaimana kehidupannya sekarang. Berita itu belum tentu kebenarannya, Eonni.” Yoona menatap Soo Young yang masih memejamkan matanya.

Perlahan Soo Young membuka mata dan mengarahkan pandangannya ke ponselnya yang tergeletak di atas meja, di samping buku sketsanya. “Aku sudah berusaha untuk berpikiran seperti itu. Tapi tetap saja, aku hanya butuh satu keyakinan lagi. Aku hanya ingin… hanya ingin mendengarkan penjelasan darinya… secara langsung… tapi… tapi bahkan dia tidak menelponku sama sekali.” Setelah bicara terbata-bata, yeoja itu lantas menatap Yoona dengan tatapan memojokkan. “Apakah aku masih bisa menunggunya, Yoona ya?”

Yoona menatap yeoja yang sangat dikaguminya itu. Yeoja yang telah berbaik hati mengajarkannya banyak hal tentang dunia desain, dunia yang disukainya sejak kecil. Yeoja yang sangat dihormatinya. Yang membuatnya mampu meraih mimpi untuk menjadi seorang fashion designer.

Perlahan, Yoona mendekati Soo Young dan mengalungkan lengannya di bahu yeoja itu, memeluknya dengan segenap perasaan seolah dia bisa ikut merasakan apa yang sedang Soo Young rasakan. “Eonni, aku yakin Kyuhyun ssi akan segera meneleponmu karena dia mencintaimu. Dia hanya mencintaimu, Eonni. Sekarang ini dia belum meneleponmu karena sedang berjuang untuk memulihkan imej-nya. Tapi nanti setelah semuanya selesai, dia pasti akan menghubungimu dan mengatakan kalau dia memang mencintaimu.”

Air mata Soo Young tumpah segera setelah kalimat Yoona selesai. Benarkah dia harus menunggu sebentar lagi? Benarkah dia masih bisa menunggu sebentar lagi? Apakah Kyuhyun benar-benar akan meneleponnya untuk menjelaskan semuanya? Bagaimana kalau namja itu tidak meneleponnya? Apakah dia harus melupakan perasaannya pada namja itu? Apakah dia harus berhenti memikirkannya?

Apakah Kyuhyun benar-benar mencintainya?

 

 

 

…to be continued…

 

 

Gimana part 7 ini? Lumayan bikin sebel, nggak? Kekeke

Tinggalin komentar kalian ya. Saranghae~~

30 thoughts on “FATE – Part 7”

  1. Kesian banget sooyoung eonnienya. Baru mau beri jawaban ke kyuhyun oppa, eh tp malah ada berita kaya gitu.
    Lagi seru-serunya malah tbc sih thor hehe. Jd makin penasaran. Next partnya jangan lama-lama ya thor hehe.

  2. Hye Young hrs dpt blacklist bkn cma ga sportif tp jga pke cra yg sgt ga manusiawi shga mmbwt org laen trlka ='<
    youngi you must be strong . ..
    faighting ^^,

  3. si hye young licik bgt dah.. Kasian ya soo eonni udah mau ngasih jawaban malah ada brita kayak gitu -_-
    Kyuhyun oppa jga kok blom ngasih penjelasan sama soo eonni.. Part dpan di agak panjangin lgi ya..

  4. hye young licik banget >.<
    kasian soo😦
    kyu oppa ayo cepet jelasin kejadian sebenernya ke soo biar soo tenang n mau terima oppa jadi namjachingunya🙂

    ditunggu part selanjutnya😀

  5. nongol nya lm bgt yg part ini…. sampe hampir lumutan nunggunya -___-
    bener2 nguras hati part ini & bikin bingung apa maunya kyu. shrsnya lgsg jelasin k soo aja spya soo gak sedih kyk gini
    part 8 nya jgn lama2 y😉

  6. ya ammppunn..
    soo young baru pengen ngasih jawaban tapi udah di bikin sakit hati duluan..
    trus kyu juga aneh.. kenapa yg di telpon duluan malah hye young bukan’nya soo young..??
    kasian kan soo young’nya nunggu” penjelasan’nya kyu…

  7. hye young jahat. .
    dy melakukan segala cara buat ngerebut kyu. .
    padahal kyu kn suka sama soo. .
    semoga soo tetep percaya sama kyu. .
    ayo kyu jelasin k soo. .
    makin keren ceritanya, makin bikin penasaran. .

  8. Kog Kyu ga t’lintas d pikiran’x utk nelpon Soo Young?
    Shrusx org prtma yg dy cari i2 Soo Young, soalx dy harus ngejelasin smw’x..

    Dtggu next part’x..

  9. He.emh, lumayan sebel sama hyeyoung. . Walaupun hrus melewati rintangan dulu namun pd akhrnya nti kyu oppa tetap akan b’satu dgn soo eonni krn mereka b’dua slg mencintai. .^^

  10. hyeyoung licik amat jd orang…ktnya bersaing secara sehat tp nyatanya main belakang…
    kyu kok g jelasin mslhnya ama sooyoung…
    lanjut chingu…

  11. tuh bener kan….dari baca part 6 udah was was…
    aduh belum juga jadian udah kayak gini????
    kyu harusnya cepet nemuin soo jelasin…
    semoga next chapter bisa memuaskan juga

  12. ahh~hye Young curang,..
    omo… kyuppa knapa malah nelpon hye young sich?? ‘n napa dia gag menghbungi sooyoung sama sekali..?? kyuppa jahad bgdz deh…kan kasian soo young eonni yg udah nunggu oppa tuk jelasin smuanyaa😦
    aduuhh…moga ajja prasaan kyuppa te2p k soo eoni, habisnya yg aku liad d sini sepertinya kyuppa prhatian bgd k hye Young…
    aiissh…part nie bener bikin kesel diane, jengkelin . .

  13. Hurrr blm slese ngetik ud kpencet –___–
    Pnyesalan itu memang dtg blakangan sih.. Aah knp si evil blm nelp jg? Ko aq brasa soo dilupain yah?? Ap soo ga penting bagi kyu? Haiissh part in bkin bete *maap ya thor* bkn krn author de suer, tp krn kyu..

  14. sebeeeel. .hye young curang!!!ktax brsaing sehat. hmz tp kog mlah gt c?kcian kn soo eonnie. .huhuhu T_T. .
    but np kyuppa gk jelasin k soo eonnie??hah bguuung

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s