Will happiness return to me? (part 1)

Title : Will happiness return to me?

Author : Tantantania~😀

Cast : Henry, Siwon, you (Raina)

Rating : PG

Genre : Romance, Friendship

Warning : Banyak typo, banyak pake bahasa inggris, gaya pacaran orang luar, apa lagi yah?

Ps : Halloooooo! Adakah yang rindu ff buatan saya? :’) huahahaha. Kali ini, akhirnya saya membawa ff kembali! Settingnya, di London! Uyeah! Karena settingnya di London, jadi ada beberapa percakapan yang pake bahasa inggris. hehehe. Terus, gaya pacaran yang aku pake disini, bukan gaya pacaran orang asia. Aku pake gaya pacaran orang luar. hehehehe. Terus! Disini, kayanya KARAKTER tokoh akan BERBEDA dari ASLInya. Terakhir, beneran terakhir. Buat yang nungguin just a journal *ada ga yah?* aku lagi bekerja di part bulan-bulan yang terlewat. Yup, sekian dari saya yang sangat panjang! Huahahaha.

 

Happy reading!🙂

 

Part 1 – That British (read : Korean) Guy!

 

Apa yang kalian kira bahagia dan sempurna, belum tentu sesempurna dan sebahagia apa yang kalian lihat. Kelihatannya, quote itu sangat cocok untukku. Aku sudah muak dengan hidupku. Terkadang aku hanya ingin keluar dari kehidupan ini. Aku ingin tinggal di suatu kota, dimana tidak ada seorang pun yang mengenaliku. Aku bisa menjalani semua kehidupanku dengan normal, tanpa terbawa-bawa nama ayahku.

 

‘Kita sedang membicarakan tentang rencana pertunanganmu, tolong bersikap sopan sedikit.’ Kata oemmaku setelah mencabut headsetku.

 

‘Aku tidak pernah menyetujui pertunangan ini, untuk apa juga aku mengurusi sesuatu yang tidak kusetujui.’ Balasku kesal lalu berjalan keluar dari ruangan itu. Sekilas aku melihat ke arah Siwon, tunanganku. Dan aku bisa melihat rasa sedih diwajahnya. Sebenernya, aku cukup merasa bersalah padanya. Dia sangat baik. Dia terlalu baik untuk diperlakukan seperti itu. Dan lagi, dia bisa mendapatkan seorang wanita yang lebih baik daripadaku. Entah mengapa dia menyetujui pertunangan ini.

 

***

Malam ini, aku sudah bersiap dengan koper dan tasku. Keputusanku sudah bulat. Aku akan kabur dari pertunanganku besok. Aku sudah muak diperlakukan seperti boneka. Malam itu, aku menyelinap ke kamar Siwon, untuk mengucapkan selamat tinggal. Ketika aku memasuki kamarnya, aku melihat Siwon sedang berdiri di depan jendela. Ia berbalik menatapku.

 

‘Ada apa?’ tanyanya dengan suara lembutnya.

 

‘Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal. Aku akan kabur malam ini.’

 

‘Sudah kuduga. Cepat atau lambat, kau akan berusaha kabur dari pertunangan ini.’

 

‘Maafkan aku Siwon.’

 

‘Kau tidak takut aku akan memberi tahu orang tuamu?’

 

‘Aku percaya kau tidak akan melakukan itu.’

 

‘Tapi aku bisa saja kan melakukannya.’

 

‘Tapi nyatanya kau tidak kan?’ balasku, dan ia tersenyum.

 

‘Jadi, bolehkah aku menerima pelukan? Pelukan terakhir?’ katanya. Terdengar suatu nada kecewa dan sedih dalam bicaranya. Aku perlahan mendekat padanya dan memeluknya. ‘Andai kau tahu, aku benar-benar mencintaimu.’ Bisiknya di telingaku.

 

‘Maafkan aku. Kau pria yang baik. Kau pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik daripadaku. Seseorang yang bisa membuatmu bahagia.’ Balasku. Lalu dia melepaskan pelukannya, dan menatapku. ‘Pergilah.’ Katanya sambil tetap menataku. Aku mencium pipinya, dan berlalu dari kamarnya.

 

***

Dan disinilah aku, duduk di dalam sebuah taxi dan menikmati pemandangan London. Gila? Ya, memang aku sudah gila. Meninggalkan kampung halamanku, Korea, ke tempat yang jauh seperti London. Tapi aku tidak peduli. Minimal, aku bisa jauh dari appa dan oemmaku yang seenaknya mengatur hidupku. Yang membuatku muak.

 

‘You are here lady.’ Kata supir taxi membuyarkan lamunanku. Aku keluar dari taxi itu, dan sebuah bangunan bercat biru muda berdiri dihadapanku. ‘Thank you’ kataku sambil memberi uang pada supir taxi itu setelah ia menurunkan Koperku. Aku perlahan menarik koperku dan berjalan memasuki bangunan itu. Seorang pria paruh baya dengan rambut pirang, benar-benar tipikal orang Inggris, sedang berdiri di meja reseptionis.

 

‘Can I help you?’ katanya ramah.

 

‘I’m the one who phoned you a month ago to rent a room.’

 

‘Aah, I remember you! Here, take the key. Your room is at the third floor, as your wish, you can see the London eye from the balcony.’ Kata pria itu ramah sambil memberiku kunci, bertuliskan 303. ‘Hope you like it miss…’

 

‘Raina.’ Kataku cepat sambil tersenyum. ‘Miss Raina. If you need something, you can just tell me.  I’m Peter. And I’ll be down here.’ Katanya, dan aku hanya tersenyum, lalu menarik koperku menuju lift.

 

Selama di dalam lift, aku memikirkan bagaimana keadaan orang tuaku di Korea. Saat ini di London, sudah menunjukkan jam 8 pagi, dan di Korea kira-kira sudah jam 4 sore, dimana seharusnya aku sedang duduk dan bersiap-siap untuk pertunanganku. Mungkin mereka sedang kesal saat ini, karena kepergianku. Minimal, aku sudah meninggalkan surat yang memberi tahu mereka tentang kepergianku, dan memberi tahu mereka agar tidak khawatir ataupun mencariku. Dan yang lebih mengusik benakku adalah Siwon. Bagaimana perpisahan kami kemarin, dan wajahnya saat aku menutup pintu. Apa dia menangis?  Bunyi lift mengagetkanku. Aku melihat, dan ternyata aku sudah sampai di lantai 3. Dengan cukup bersusah payah, aku menarik koperku menuju Apartemenku. 303.

 

‘Are you my new neighbour?’ kata sebuah suara saat aku baru saja membuka pintu Apartemenku. Aku berbalik, dan mendapati seorang pria sudah berdiri disana.

 

‘Maybe, yes.’ Jawabku.

 

‘Hi, sorry to be rude. My name is Henry, and my room is across yours.’ Katanya sambil menunjuk ke pintu di seberang Apartemenku, bertuliskan 304.

 

‘Hi, my name is Raina. So, hi Henry.’ Kataku. Dia tersenyum, dan ya ampun, senyumnya sangatlah manis!

 

‘Do you need help there?’ katanya melihatku dengan koper-koper yang cukup banyak. Tanpa menunggu jawabanku, ia mengangkat koperku. Aku tersenyum, dan memberinya jalan untuk masuk ke Apartemenku. Apartemen ini benar-benar seperti yang kuinginkan. Ada dapur, ruang tamu, sebuah kamar, dan sebuah teras yang menghadap ke arah jalanan London, dengan latar belakang London Eye. ‘Wow, you have the good view there!’ Kata Henry sambil berjalan ke arah teras, dan melihat ke arah London Eye.

 

‘Yeah.’ Kataku berjalan dan berdiri disampingnya, ikut melihat ke arah London Eye. ‘Do you like London Eye?’

 

‘I like it! It’s beautiful. And from up there, we could see London. It always good to see London from high, especially when night. The lights are so beautiful. You couldn’t describe it with words.’ Katanya berceloteh panjang lebar, dan aku tersenyum. ‘I’m sorry, I couldn’t stop my mouth from talking.’

 

‘It’s okay! It’s better to be talkative and say what do you want to say, rather to be quite and afraid to say what do you want to say, until you realize and you could only regret because never say it.’ Kataku tanpa sadar. Sesaat terjadi keheningan yang cukup panjang, dan aku berpaling ke arahnya. Aku melihat dia sedang menatapku. ‘Is there anything wrong?’ tanyaku.

 

‘Eeh, sorry. It’s just a beautiful quote. So, where do you come from?’ tanyanya sambil berpaling kearah London Eye lagi.

 

‘Korea. How about you?’

 

‘Benarkah? Kau berasal dari Korea? Akhirnya, aku menemukan seseorang yang bisa kuajak biacara Korea!’ Katanya dalam bahasa Korea yang fasih.

 

‘Apakah aku tidak terlihat seperti seorang yang berasa dari Korea?’

 

‘Nope. Tidak sama sekali.’ Katanya sambil tertawa. ‘Jadi, mungkin kau lelah karena baru sampai. Sebaiknya aku kembali ke apartemenku.’ Katanya lalu berjalan ke arah pintu. Aku mengikuti di belakangnya. Ia berjalan sampai ke depan pintu apartemennya, lalu berbalik. ‘Eerrm, apa kau tidak keberatan bilaa.. bila kita mengobrol bersama? Malam ini? Menonton film mungkin?’ tanyanya dengan canggung, yang membuatku tertawa.

 

‘Tentu saja tidak! Di apartemenku? Jam 7?’ kataku yang membuat dia tersenyum, dan mengangguk. Lalu aku menutup pintu apartemenku, dan berlari ke arah sofa. Ya ampun, aku baru menyadari bahwa Henry sangat lucu. Untuk pertama kalinya, aku tersenyum. Tersenyum benar-benar lebar. Tersenyum yang benar-benar tulus. Sepertinya, kepindahanku ke London tidaklah salah.

 

***

Aku terbangun, dan melihat ke arah jam. Jam 4 sore. Apakah aku tertidur selama itu? Aku menghidupkan Iphoneku yang nomernya sudah kuganti dengan nomor London. Aku melihat emailku, dan mendapati satu email dari Siwon.

 

Pertunangan dibatalkan. Appamu sangat kesal dengan kepergianmu, setelah membaca suratmu, ia mengurung diri di kantornya. Sedangkan Oemmamu terus-terusan menangis. Kau ada dimana? Kuharap kau baik-baik saja.

Siwon

 

Aku segera membalas email Siwon tersebut.

 

Aku baik-baik saja. Tolong beri tahu appa dan oemmaku juga. Mereka tidak perlu khawatir.

Raina

 

Setelah itu aku segera mandi dan berganti baju untuk ke supermarket terdekat membeli snack untuk malam nanti.

 

***

 Tepat jam 7, aku mendengar seseorang mengetuk pintu apartemenku. Aku membukanya, dan disana sudah berdiri Henry dengan tangan penuh barang-barang. Aku membuka pintu, dan dia berjalan masuk, lalu meletakkan barang bawaanya di meja, lalu menghempaskan dirinya ke sofa. Aku berjalan mendekatinya dan duduk di sebelahnya.

 

‘Jadi, kita menonton apa?’ tanyaku. Ia lalu mengacak-acak barang bawaanya, dan mengambil beberapa film.  ‘Aku tidak tahu kau menyukai film apa.’ Katanya sambil menyodorkanku film-film itu.

 

‘It’s okay. Kau ingin menonton film apa?’ tanyaku, dan dia mengambil sebuah film Horror Thailand sambil menunjukkan ekspresi bertanya. ‘Eerm, sebenernya aku tidak begitu menyukai film Horror.’ Kataku, lalu dalam sekejap Henry merubah ekspresinya dan menunjukkan puppy eyesnya. Oh gosh, puppy eyesnya sangatlah lucu!

 

‘Ayolah Raina! Tenang saja, I am here.’ Katanya masih dengan ekspresi memelasnya.

 

‘Baiklah. Kalau aku ketakutan aku akan menyalahkanmu.’ Kataku akhirnya. Dia tersenyum, dan segera memutar film itu, lalu kembali duduk di sebelahku. Lalu ia melingkarkan tangannya di sekitar pinggangku. Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi  entah mengapa aku menyukai perlakuannya.  Perlahan aku mendekatinya dan menyenderkan kepalaku ke dadanya. Di sudut mataku, bisa kurasakan ia mengalihkan pandangannya ke arahku dan tersenyum, lalu melanjutkan menonton film itu. Tanpa kusadari, aku pun tersenyum.

 

TBC

9 thoughts on “Will happiness return to me? (part 1)”

  1. KyaAa. ƪ(˘⌣˘)┐Ýëê ƪ(˘⌣˘)ʃ ÿēĕ¥ę┌(˘⌣˘)ʃ

    Anyyeong tania uda lama enggak baca ff tania hahahha😄

    Masik ada typonya : tapi cuma dikit kok itu pun kalok mata qie” enggak salah baca

    Kita masik temen enggak di BBm ?

    Di tunggu next partnya egh tapi qie” kasian liat siwon , siwonnya dapet pasangan enggak ? Kalok enggak buat qie” aja wwwkwkwkwkwkwkw

    *gravatar eror enggak pernah mau muncul*lupakan

    1. Qie qieee. Congrats, kamu komentar pertama. :’) hahahaha.
      Iyaah, aku udah lama ga bikin ff kayanya yah. :p typo banyak deh kayanya. Soalnya sama aku ga dibaca lgi, males. :p *plak
      Masih da qie. Qie” yang rizqie syaf kan? Lagi off qie bbmnya? Hehehehe.
      Siwon gimana yaaahhh? Hahaha. Tunggu aja di selanjutnya deh. :p boleh” qie, siwon dilelang. ;;) *eh *plak
      Makasih komen + baca qie”! (з´⌣`ε) :’)
      Sent from my BlackBerry® smartphone

  2. ya ampun… Siwon oppa baik amat sic di sini….
    jd t’haru. pasti hatix sangat skt
    chingu… kl Siwon oppa g sm Raina…
    kasiin pasangan ya…
    siapa kek, yg jels ada.
    tp jgn aku ya(*emangx siapa yg nunjuk lho?author bingung)
    hbz ak sukax KyuP*pasang muka polos

    1. Huahahaha. Hati siwonnya ancur berkeping”. Jadi butiran debu. *ea
      Gimana yaaa. Kasih ga yaaa. #plak :p
      Huahahaha, kamu suka kyu si evil magnae. Keliatan banget dri nama id-nya. Kyuma.🙂
      Makasih udah baca + komen yah!😀
      Sent from my BlackBerry® smartphone

  3. wahh, asih nh chingu, apalagi settingnya di london, itu dya tariknya mnurutku ^^

    iya sh kasihan siwon, tp gpplah…
    yg jelas henry itu sma raina aja y chingu… *hehe #mksa

    oh ya, annyeongggg… aku udh lmyan (lah) gbug jd author dsn pst g asing dgn ID inikn chingu?!!!

    ^_^

    1. Iyah, settingnya di London. Aku suka London sih. :p *plak *ga ada yg nanya :p
      Siwon terlalu baik buat diperlakuin gitu sih yah di ff ini. :p Huahahaha. Henry sama Raina ga yaaaaahhhh? ;;) :p

      Annyeong juga.🙂 iyah kok, udah ga asing. Hehehehe.😀
      Makasih udah baca + komen yaaah!😀
      Sent from my BlackBerry® smartphone

    1. Nasib siwon miris di ff ini. :p huahahaha.
      Iyaah. Ceritanya udah kebawa gaya hidup orang sana. Jadi meluk” gitu udah biasa. :p
      Okeee!😀
      Makasih udah baca + komen yah! :))
      Sent from my BlackBerry® smartphone

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s