Finally You Marry Me (chapter 2)

Finally You Marry Me (chapter 2)

 

Author : L Kimjune

Cast: *Main characters : Lee Jihye (You), Choi Minho,Lee Jinki, Choi Siwon ||

*Other characters : Taemin,Kim Jonghyun,Lee Teuk and others (aku masih nambahin bbrpa      orang lagi tp hanya sampingan ajah)

 

Rating : 17 tahun ada kissingnya soalnya

Genre : School life , Romance , friendship

Warning! : masih ada typo (salah ketik kan mksdnya?)

Ps : ini cerita dari kehidupan aku sebenrnya, jadi yah agak dramatis ada nangis2nya..roamntisnya banyak dehh heheheh. Sorry klo misal belum terlalu bagus. Di publish yah min..oh iyah ini masih bersambung hehehehheh. Dan ini ga plagiat, karena ini berdasar kisah nyata hehehehhe.

Disclaim : (ini aku ga ngerti apa) karena ini kehidupan mungkn ajah ada yang bkal sama sedikit.

 

Author POV

Tak lama setelah Jihye menerima sms tersebut, Siwon pun curiga degan gerak gerik Jihye yang tiba2 menghentikan makannya hanya demi sebuah pesan singkat. Siwon telah berteman dengan Jihye semenjak di bangku menengah pertama.

 

Choi Siwon POV

Wah aku benar2 lapar akan ku habiskan semua makanan ini. Hmmm..knpa Jihye tiba2 menghentikan makannya? Tidak biasanya dia sperti itu. Apa ada sesuatu yg terjadi padanya.

“Lee Jihye..gwenchanayo? knpa kau tiba2 berhenti makan?”

“ahhh~! Aku menerima pesan singkat, sperti ancaman untuk menjauhi mu. Begini ini susahnya dekat dengan anak pujaan hati sperti mu.” Muka Jihye mulai terlihat tertekan dengan pesan yang di terimanya. Aku tidak tau knpa tiba2 sperti ini.

“Sudah lah, kau jangan pedulikan ini. Kau dan aku berteman lebih lama dan kita sudah saling mengenal. Mereka tidak tau siapa diriku. Kau tak perlu khawatir Jihye, aku akan selalu ada untukmu. Itu gunanya teman.” Kataku sambil menenangkan Jihye dengan memegang tangannya karena terlihat dia sepertinya sangat gelisah.

“ne~…” jawabnya pelan. Ya sudah lah, aku tidak peduli dgn orang2 yang bgtu..mereka hanya akan merusak persahabatan ku dengan Jihye.

 

Author POV

Tak terasa sudah hari Jumat, sebentar lagi perjalanan ke Muju resort tetapi Jihye blum sekali menyiapkan apapun. Untuk soal beres2, Jihye bukan ahlinya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Eunso untuk membantunya dan menemaninya untuk membeli keperluan yang akan di bawa ke Muju resort. Maklum Jihye seakan tidak bisa hidup dengan cemilan.

 

Lee Jihye POV

Asikya hari ini pulang cepat, setidaknya ak u bisa beristirahat hari ini. Iseng2 berkeliling kamar aku tersdar kalau hari ini sudah hari Jumat. Ha?! Ommona~ sudah hari Jumat, kenapa ini berjalan sangat cepat sekali? Aku belum menyiapkan apapun untuk pergi ke Muju Resort. Apa yang harus aku bawa. Pakaian? Sepatu? Jaket? Cemilan? HAAIIZZ!! Spertinya aku harus minta bantuan Eunso. Baiklah akan ku suruh dia ke rumahku.

“Yobosseyo, Eunso-ssi, bisakah kamu membantuku mempersiapakan barang2 untuk pergi hari Senin nanti? Hmm..kita ke mall untuk beli cemilan. Bagaimana?”

“hmmm, Geraee~ 10 menit lagi aku sampai rumahmu, kau siap yah? Pulang dari mall kita akan menge-pack apa2 sajah yang harus di bawa.”

“Ne! Aku tunggu kau. Gomawo, Park Eunso.”

“Cheonmaneyo, Jihye.” Eunso menutup teleponnya dan aku bergegas merapikan rambutku dan mengisi tas selempang kesayanganku dengan dompet. Aku langsung menuju ruang tamu. Eunso berkata 10 menit samapai rumahku, tapi aku hitung dia hanya 5 menit untuk ke sini. Hebat sekali dia, padahal rumahnya agak jauh dengan rumahku.

“TINGTONG!!”

Ahh pasti itu Park Eunso, nah benar hanya 6 menit setelah ku telpon tadi dia sudah sampai.

“Annyeong,Lee Jihye, kau sudah siap?” dia menyapaku dengan sangat manis.

“Ne~! Aku sudah siap. Heheheh.”balas ku “ Eommaaa!!! Aku pergi sebentar dengan Eunso, mau beli keperluan untuk pergi hari Senin” aku berteriak meminta ijin pada Eomma yang ada di dapur.

“ Yasudah, hati-hati, jangan teralalu lama.” Balas Eomma juga sambil berteriak dari dapur.

“Kaajjjaaaa~!! Kita beli snack untuk hari senin nanti, yeyeyeyeye” katakku serasa menggandeng tangan mungil Eunso. Selama perjalanan aku menceritakan kejadian tentang pesan singkat yang ku terima waktu itu. Eunso juga bingung siapa yang mengirim pesan tersebut.

 

Sesampainya di Mall, aku dan Eunso langusng pergi ke tempat snack dan mengambil apa yang kita perlukan. Aku memilih untuk membawa Juhi sajah, makanan favorite ku, Eunso memilih untuk membawa biskuit sayur kesukaannya.kami tidak lupa membeli permen karet kesukaan kami berdua.

“YA! Masa kau membeli yang itu? Makanan itu tidak enak! Bagaimana kau ini, wajah tampan selera makanan sperti itu!”

“BABO! Ini makanan sehat kau tau itu ! sudah kau harus makan ini jangan yang itu, yang ini saja!”

Aku dan Eunso di kagetkan dengan suara 2 namja yang sedang bertengkar di belakang kami. Suaranya tidak asing lagi buat aku. Ternyata Jinki dan Siwon, mereka ini selalu tidak tau tempat kalau berdebat.

“YAAAAA~!!!!!! KALIAN INI BISA DIAM TIDAK?!!” aku langsung menyeruak ketengah2 mereka. Kutatap wajah mereka bergantian sambil memicingkan matakku.

“Eh si anak besar, sedang apa kau di sini?! Ikut campur sajah urusanku, HUH!” balas Jinki ketus dan membuang mukanya.

“Ah..annyeong Jihye-ssi Enso-ssi, kalian sedang belanja juga?” Siwon pun ikut bertanya. Beda sekali mereka berdua, bagai langit dan bumi.

“Ne, kami berbelanja untuk pergi nanti” jawab Eunso sambil tersenyum tulus.

“yup aku belanja di sini” agak menaikan nadaku dan sedikit melotot ke arah Jinki. “Kau berdua juga belanja? Wah kebetulan sekali bertemu kalian disini..jarang sekali si Jinki mau belanja. Hahahahha” lanjutku agak meremehkan Jinki yang masih terlihat kesal.

“Iya, tadi sepulang sekolah, aku mampir dan bermain di rumah Jinki, dan kami memutuskan untuk pergi beli Juhi kesukaan si Jinki, tapi itu menurutku tidak sehat.” Katanya menjelaskan tak lupa menyelipkan senyum manisnya. Tenyata si Jinki itu suka Juhi juga..ih ikut2an sajah.

“Wah! Apa itu? Juhi? Kau bak sekali Jihye mau membelikan ku Juhi ^_^! Diam2 kau memata2i ku yah? Jangan2 kau suka yah dengan ku? Hahahahahahh” tiba2 Jinki mengambil keranjang belanjaanku.

“YA! LEE JINKI! Kau pede sekali?! Aku suka dengan mu? Kau terlalu berharap banyak!” balasku ketus dan mengambil kembali keranjangku yang di acak2nya.

Ahh apa2in sih ini? Setau ku yang suka Juhi adalah Siwon, kenapa jadi dia sih. Sudah begitu dia pede sekali, aku suka dengannya? Cihhhh~! Berharap sekali dia. Ah sudah satu jam, aku pulang saja. Takut eomma mencariku.

“Siwon-ssi, aku dan Eunso harus pulang sekarang. Karena aku belum mempersipakan apapun untuk ku bawa pergi nanti dan takut eomma khawatir. Annyeong~ ^_^.” aku pun berpamitan pulang, tak ku pedulikan si Jinki yang masih membuang mukanya.

“Kalian hati2 yah. Jihye kabari aku kalau kau sudah sampai rumah yah. Annyeong~^_^.” Balasnya sambil mengacak2 poniku. Ah aku senang sekali saat dia mengacak2 ponikku ini.

Aku dan Eunso langsung pergi ke kasir dan kami bergegas pulang.

 

Lee Jinki POV

Ah dasar Siwon! Aku kan suka sekali Juhi ini, jangan menyamakan dia denganku. Gaya hidupku memang sudah sperti ini. Apa ini?! Ada Lee Jihye dan Park Eunso juga di sini. Pasti Jihye senang sekali bertemu Siwon di sini.

“hei! Park Eunso, Juhi sebanyak itu siapa yang membelinya?” mataku tiba2 tertuju pada sekeranjang Juhi yang berada di hadapanku. Kemudian aku bertanya pada Eunso yang sedang diam  di belakang si anak besar.

“hmmm..Jihye-ssi yang membelinya. Dia sangat menyukai Juhi. Waeyo, Jinki-ssi?” balas Eunso dengan suaranya yang lembut itu. Jawaban itu membuat aku sangat kaget, si Jihye itu juga menyukai Juhi ternyata. Enatah aku harus senang atau apa,tapi mengetahui itu hatiku seperti berbunga. Aku lihat Jihye asik sekali berbicara dengan Siwon. Aku usili mereka ah

“Wah! Apa itu? Juhi? Kau baik sekali Jihye mau membelikan ku Juhi ^_^! Diam2 kau memata2i ku yah? Jangan2 kau suka yah dengan ku? Hahahahahahh” kata ku sambil merampas keranjang belanja Jihye dan ku acak2 sambil melihat2 apa sajh yang dia beli.

“YA! LEE JINKI! Kau pede sekali?! Aku suka dengan mu? Kau terlalu berharap banyak!” dia langsung merampas kembali keranjangannya yang sudah ku acak2. Tampaknya dia marah,apa aku salah bicara tadi. Ya sudah lah biarkan saja, aku tak peduli. Akhirnya mereka pulang…Oh no! Kenapa keakraban Jihye dengan Siwon membuat ku sangat ingn berteriak. Tidak..tidak mungkin..aku tidak boleh suka dengan si besar dan tidak mungkin.

 

Lee Jihye POV

 

Sesampainya di rumah aku langsung menyiapkan barang2 yang akan di bawa, di bantu oleh teman ku tersayang Park Eunso. Sedang asik memasukan barang2 ke dalam tas, Eunso tiba2 bertanya padaku.

“Lee Jihye, aku lihat sepertinya, Jinki suka padamu. Dari tatapan matanya sajah berbeda.” Tanyanya yang seketika membuatku terdiam dan terkejut.

“ha?! Kau..kau tidak salah bicara? Apanya yang suka? Dia itu hanya menganggapku sebagai bahan lelucon yang bisa dia mainkan kapan saja, Eunso.” Jawabku yang tidak tahu harus menjawab apa lagi.

“yah mungkin aku salah menafsirkan, mianhe jihye~”

“eeihhh~ buat apa kau minta maaf, lagian aku kan sukanya sama Siwon-sii” balas ku dengan senyum yang lebar. Aku benar2 menyukai Siwon, entah mengapa, perhatiannya sangat hatiku tergerak dan kagum.  Ah! Aku lupa untuk memberi tahu kalau aku sudah sampai rumah pada Siwon.

“annyeonghaseyo Siwon-ssi, aku sudah sampai rumah. Nomu gomawoyo ^_^”

Aku mengirimpesan singkat untuk Siwon. Tak lama berselang dia pun membalas pesan itu.

“Annyeonghaseyo. Ne, cheonmaneyo, jihye-ssi. ^_^”

Ahhh hatikku sangat senang sekali Siwon membalas pesan singkatku. Hmmm, ada 2 pesan..siapa ini?

“kau masih tak mengerti apa yang ku katakan sebelumnya? Tolong jauhi Siwon..aku mohon, Jihye”  aku terkejut dan tidak sengaja menjatuhkan ponselku dari tanganku.

“Jihye! Gwenchanayo?!” Eunso yang terkejut mendengar dan melihat ponselku terjatuh, langsung mengambilnya dan mengembalikannya padaku.

“A..a..aniyo~ i..ini orang itu mengirimkan pesan lagi. Otthokke?” aku menjelaskannya dengan gemetar. Jujur aku sangat takut. Aku belum pernah mengalami sperti ini, tapi bagaimana aku bisa tau siapa pengirimnya.

“Omooo~! Ini teror namanya, kita harus selidiki bersama, aku bersama mu Jihye-ssi!” Eunso menghiburku. Dia memang sahabat yang sangat baik. Tak lama Eunso pun pamit pulang karena dia harus membantu ibunya membuat kue.

“helloo..helloooo~..”tiba2 ponselku berbunyi, ada telepon..ternyata dari Teuk songsaenim

 

“yobosseyo, Teuk songsaenim..ada apa, songsaeni, sampai menelponku?”

“Ye, ummm..Jihye-sii kau bisa tolong ajak teman2mu besok untuk datang ke sekolah tidak? Ada yang saya perlu bicarakan dengan kalian semua. Tadi saya lupa mau bicara kepada kalian. Sebentar saja. Berkumpul jam 9.”

“Ne~! Arraso! Bisa ,songsaenim..nanti saya beritahukan kepada yang lain. Ada lagi yang mau d sampaikan?”

“Tidak, itu saja. Gamsahamnida, Lee jihye. Awas kau kalau telat lagi yah!”

“Ne!”

Hmmm, tumben sekali hari sabtu di suruh berkumpul..biasanya hanya untuk ekstrakulikuler. Ada apa yah? Hmmm yah kita lihat besok sajahhhhhh.

 

 

*KRRIIIIIIIIIIIIINGGGGGGG!!*

Jam alarm ku mengejutkan ku lagi. Oh God! Aku akan telat lagi. Aku bersiap dan sperti biasa langsung lari menuju sekolah. Semoga Teuk songsaenim hari ini mempunyai mood yang baik.

Akhirnya sampai juga di sekolah, aku harus cepat menaik ke lantai 5 di ruang pertemuan. Sepertinya Teuk songsaenim mengerjaiku..huh! dia tidak tau apa kalau aku capai sekali.

“Bukkkk!!”

“aduhhhh!” tiba2 aku menabrak seseorang di depanku dan aku terjatuh karena aku sangat terburu.

“Gwencanayo?!” tanya orang itu sambil mengecek apa aku baik2 saja. Spertinya seorang namja aku lihat dari postur kakinya. “Ayo aku bantu kau berdiri” kata namja itu,terdengar sangat cool.

“N..nneee..errgghhh.” aku pun membalasnya sambil mencoba berdiri dan menahan sakit pada bokongku. “Nomu gamsahamnida….aku harus pergi..sudah telat! Gamsahamnida~~!!” akupun berterima kasih atas bantuannya. Wajah namja itu tidak terlalu jelas, tetapi yang pasti ia berpostur tinggi, kulitnya agak coklat dan yang aku ingat dia memakai gelang sperti rantai perak..siapa dia yah? Aku tak pernah lihat murid di sini dengan ciri2 sperti itu. Entahlah, yang pasti dia sudah menolongku.

 

To be continue…

14 thoughts on “Finally You Marry Me (chapter 2)”

  1. nah lho nah lho, jinki sepertinya suka ama jihye *same name with me* /klepekklepek #plak tapi dy sendiri yg menepis, ga mau ngaku tp selalu ganggu siwon-jihye momen..
    btw itu makin penasaran de ama yg neror, siapa sih? i’m so curious yeahhh😀
    waaa, namja gelang perak itu pasti minho..murid barukah? eng ing eng, penasaran dah ama lanjutannya ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s