Mr.Simple part 10

Title : Mr.Simple

Author: KyuMa

Genre : Funny, romance

Cast:

Rae In

Dong hae, Kyuhyun, Heechul, and Eunhyuk : Personil Mr.Simple

Support cast:

Leeteuk : appanya Rae In ‘n manajer Mr.simple

Hwa mi : adiknya Rae In

Yoona

 

Author POV

Yoona terlihat heran saat tahu ketiga dongsaengnya membawanya ke salon. Ia menatap mereka satu persatu dengan tatapan heran.

“ Kita mau apa di sini?” Tanya Yoona heran.

“ Tenang saja, Noona. Kita akan membuat Noona tambah cantik” Kata Taemin.

“ Mwo?? Ani… ani… aku tidak mau tersiksa di salon” Kata Yoona panic lalu berjalan pergi.

Kyuhyun, Eunhyuk, dan Taemin saling berpandangan. Kemudian mereka menarik paksa Yoona masuk ke salon dan tidak mempedulikan teriakan Yoona.

“ Oh… ini Yoona ya? Selamat datang Yoona, ternyata kau lebih cantik daripada yang kukira” Kata Sulli, pemilik salon tersebut. Yoona yang tadi berusaha berontak langsung diam.

“ Baiklah noona, saya akan menitip kakak saya. Jaga dia baik-baik. maaf, kalo nanti Yoona noona sedikit menyusahkan” Kata Taemin lalu pergi diikuti oleh Kyuhyun dan Eunhyuk.

“ Yaaak… kalian mau kemana?” Teriak Yoona tapi tidak dihiraukan oleh mereka.

“ Yoona… sepertinya kita harus mulai sekarang. Kita tidak punya waktu banyak” Ucap Sulli sambil tersenyum manis.

Yoona menatap Sulli heran. Kemudian kedua asisten Sulli membawa beberapa gaun dan mencobakannya pada Yoona. Dengan sedikit malas, Yoona menurut.

Setelah memilih gaun, Yoona di make up. Di sini ia hampir membuat kekacauan, karena ia sering teriak-teriak karena tak biasa berurusan dengan berbagai alat make up. Badannya terasa lemas karena terlalu lama di dandani, tiba-tiba matanya terpaku di depan cermin setelah melihat dirinya di cermin. Ia tidak menyangka dirinya bisa tampak… anggun dan cantik. Hampir saja ia tidak mengenali dirinya sendiri.

“ Yoona… sepertinya kau harus keluar karena seseorang sedang menunggumu di depan” Kata Sulli tiba-tiba membuat Yoona heran.

Dengan sedikit penasaran, Yoona pun keluar. Ia tampak terpaku saat melihat sosok namja yang ia kenal sedang berdiri sambil menyandar di sebuah mobil yang bisa dibilang sangat bagus.

Heechul yang sedang menyandar di mobil barunya yang lagi-lagi pembayarannya ia cicil, tiba-tiba ia langsung berdiri tegak saat melihat Yoona. Ia bahkan tak berkedip melihat Yoona yang tampak sangat cantik. Yoona mengenakan gaun hitam selutut dan rambutnya disanggul dan hanya menyisahkan poni dan sedikit rambut di dekat kedua telinganya. Yoona benar-benar tampak sangat cantik dan juga anggun.

“ Kenapa kau bisa ada di sini?” Kata Yoona membuat Heechul tersadar.

Yoona berjalan kea rah Heechul, tapi karena ia tidak terbiasa memakai high heels, ia hampir saja jatuh. Untung dengan cepat Heechul menangkap pergelangan tangannya.

“ Tidak bisakah kau berjalan dengan baik, Noona?” Kata Heechul dengan nada meremehkan.

“ Bisa. Tapi tidak dengan sepatu menara ini” Kata Yoona kesal sambil menatap sandal yang ia pakai. Heechul hanya tersenyum melihatnya.

“ Kita harus pergi sebelum terlambat” Kata Heechul sambil membukakan pintu untuk Yoona.

“ Kemana?”

“ Nanti Noona liat sendiri” Ucap Heechul sambil tersenyum misterius.

Yoona hanya mengangkat bahu dan menurut saja pada Heechul.

Tidak butuh lama, mereka telah berada di sebuah restorant yang terkenal. Di luar restorant tampak banyak bunga dan juga orang-orang, seseorang telah memesan restorant tersebut untuk acaranya. Dan Yoona tahu siapa orang itu.

“ Mau apa kita ke sini?” Kata Yoona dengan nada kesal.

“ Kita harus memberi pelajaran pada mereka” Kata Heechul.

“ Ani. Aku tidak mau melakukannya” Kata Yoona. Ia mungkin bisa bertindak seenaknya pada orang lain tapi ia tidak bisa melakukannya pada orang yang ia cintai.

“ Hanya memberi pelajaran sedikit. Aku tidakakan  memukul dia dan juga Noona tidak perlu melakukannya. Malam ini, Noona hanya perlu mengikuti kata-kataku. Dan bersikap manislah padaku, chagi” Kata Heechul.

“ Mwo??” Yoona tampak sangat kaget Heechul memanggilnya ‘sayang’

“ Khusus malam ini, kau akan menjadi yeojachinguku” Kata Heechul lalu keluar dalam mobil sebelum Yoona membuka mulut.

Heechul membukakan pintu untuk Yoona. Yoona masih terdiam di tempatnya. Heechul mengulurkan tangannya, Yoona sebenarnya tidak mau turun tapi karena beberapa orang melihat mereka, ia pun menyambut uluran tangan Heechul.

Sambil berjalan masuk ke restorant, Yoona memegang lengan Heechul terus karena ia takut jatuh dengan sandalnya yang terlalu tinggi dan ia merasa grogi akan berhadapan dengan orang yang menghancurkannya.

Beberapa orang yang mengenal Heechul terlihat kaget melihat Heechul sedang menggandeng seorang yeoja. Dan hampir seluruh orang di ruangan menatap Yoona dengan penuh kekaguman melihat kecantikan Yoona termasuk namja yang bertunangan di tempat tersebut dan membuat yeoja disampingnya cemberut.

Yoona tambah grogi saat Heechul membawanya ke Jonghyun dan Soo hwa, mantan dan sahabatnya yang bertunangan. Melihat kepanikan Yoona, Heechul hanya tersenyum sambil menyentuh tangan Yoona.

“ Selamat ya, semoga kalian cepat menikah” Kata Heechul sambil menjabat Jonghyun dan Soo hwa. Heechul tak menyangka Soo hwa sangat cantik, tinggi, dan dewasa berbanding terbalik dengan Yoona. Pantas saja Jonghyun lebih memilih Yoona. Tapi bagiku Heechul secantik apa pun Soo hwa nilainya tetap minus.

“ Oh iya, aku lupa mengenalkan diriku. Kim heechul imnida. Saya adalah namjachingunya Yoona” Kata Heechul yang membuat Jonghyun dan Soo hwa kaget.

“ Aku tidak tahu kalo kau sudah punya namjachingu, Yoona” Kata Soo hwa yang terdengar sinis.

“ Aku juga tidak menyangka bisa pacaran dengan Heechul” Kata Yoona yang dari tadi diam dan kali ini ia memberanikan diri menatap Soo hwa dengan sinis.

“ Tentu saja. Aku bahkan tidak tahu berapa kali kau menolakku karena seringnya kau menolakku. Mungkin karena aku lebih muda ya, tapi yang penting kan aku menyayangimu lebih dari siapa pun” Kata Heechul sambil menatap Yoona dengan dalam. Yoona hanya terdiam tak tahu harus bicara apa.

“ Bagaimana kalo kita pergi berdansa, chagi? Aku bisa cemburu kalo kita di sini terus biar bagaimana pun Jonghyun-shi adalah mantanmu” kata Heechul yang menekankan suaranya pada kata ‘mantan’ membuat Jonghyun yang dari tadi memandangi Yoona terus terlihat kaget.

Kemudian Heechul dan Yoona pergi ke tempat dansa. Tatapan Soo hwa terlebih Jonghyun tak bisa lepas dari mereka. Heechul memegang pinggang Yoona dan kedua tangan Yoona berada di kedua bahu Heechul.

“ Dari tadi Jonghyun terus melihatmu”

“ Aku tahu. Hm… apa aku sangat cantik hari ini? Menurutmu apa dia menyesal memutuskanku?”

“ Kau biasa saja. aigo… apa kau mau kembali lagi padanya kalo ia ingin kembali? Dia sudah mengecewakanmu” Kata Heechul menatap Yoona tajam.

“ Tentu saja tidak. Dia tak pantas untukku” Kata Yoona membuat Heechul bernafas lega. Heechul terheran sendiri, kenapa ia sangat bahagia mendengar Yoona tidak akan lagi kembali dengan mantannya.

“ Oh iya, gomawo… kau banyak membantuku selama ini” Kata Yoona sambil tersenyum.

“ Suatu saat nanti, kau harus membayarnya. Ingat itu, Noona. Oh iya, besok kau akan dapat kejutan lagi”

“ Kejutan apa?”

“ Liat saja besok” Kata Heechul dengan senyum misteriusnya.

@@@

Keesokan harinya…

“ HEECHUL… AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!” Teriak Yoona di pagi hari saat Taemin menyuruhnya melihat berita di televise.

Di televise sedang terlihat dirinya yang sedang berdansa dengan Heechul dan langsung menjadi topic utama. Dari tadi ia terus ditelpon sama bosnya tentang berita tersebut bahkan sekarang banyak wartawan di depan rumahnya. Dan sialnya, ia harus menghadapi berita yang tak ia sangka itu sendirian karena pagi-pagi sekali Heechul telah pergi ke Jepang.

“ Kau benar-benar akan mati, Heechul” Kata Yoona dengan penuh emosi membuat Taemin sedikit merinding.

 

Donghae POV

Hari sabtu membosankan, kami tidak punya jadwal dan aku tidak kuliah. Eunhyuk sedang tidur siang sedangkan Kyuhyun di kamar, biasa menyendiri lagi. Dan Heechul tentu saja ia telah ke Jepang setelah membuat Leeteuk hyung, Mr.Kim, dan yang lainnya termasuk kami kewalahan menghadapi gossip yang ia buat.

Aku melangkah ke kamar mau mengajak Kyuhyun jalan-jalan, tapi ternyata ia tidak di kamar. Kemana bocah itu?

Tiba-tiba saja Hp Kyuhyun bunyi. Dengan malas, aku melangkah ke meja dan meraih Hp Kyuhyun. Amarahku tiba-tiba naik saat melihat nama Ha ra di Hp Kyuhyun. Mau apa lagi yeoja ini? aku pun memencet tombol hijau di hp Kyuhyun dan tak bicara.

“ Kyuhyun-ah…? Apa kau ada di sana? Kyuhyun… kumohon bicaralah”  Terdengar suara Ha ra di seberang.

Kyuhyun… aku masih mencintaimu… aku ingin kita kembali seperti dulu” Kata Ha ra yang terdengar sedih tapi aku tidak peduli.

“ Aku Donghae. Kau pasti ingat aku kan? Kutekankan padamu… jangan ganggu Kyuhyun lagi, sudah cukup kau membuatnya hancur saat itu”

Tapi, oppa. Aku masih mencintainya. Aku tahu aku bersalah… tapi…

“ Kalo kau sudah tahu, jangan ganggu dia lagi” Aku langsung mematikan telpon Ha ra.

Jadi… ini yang membuat Kyuhyun uring-uringan terus. Karena Ha ra memintanya untuk kembali. Jangan-jangan Kyuhyun masih menyukai Ha ra. Ani, Kyuhyun tidak boleh kembali sama Ha ra. Bisa-bisa ia disakiti lagi.

Kemudian mataku terpaku pada kalung berbandul cincin biru, yang selalu diperhatikan Kyuhyun. Kuambil kalung tersebut, ini pasti dari Ha ra. Tanpa menunggu waktu lagi, aku langsung melemparnya keluar jendela. Sudah cukup Ha ra membuat Kyuhyun seperti ini.

 

Kyuhyun POV

Aku baru saja dari dapur untuk minum. Saat aku mau ke kamar, mataku langsung membelalak saat melihat Donghae hyung melempar kalung kesayanganku ke luar jendela.

“ Apa yang kau lakukan?” Ucapku dengan nada penuh amarah.

“ Kyuhyun?” Kulihat ada kekagetan di wajah Donghae hyung.

“ Kau tidak berhak membuang milikku” Kataku sambil menatapnya tajam

“Aku hanya membantumu untuk melupakan semuanya. Kau tidak perlu lagi menyimpan kalung itu. Kau harus melupakan yeoja itu, dia telah menyakitimu” Kata Donghae penuh amarah. Namun kata-katanya membuatku bingung.

“ Mwo?”

“ Jangan berpura-pura tidak tahu. Aku tahu yang membuatmu seperti ini adalah Ha ra dan kalung itu dari Ha ra kan?” Kata Donghae hyung membuatku terheran tapi kemudian aku mengerti. dia salah paham.

Namun sebelum aku membuka mulut, Donghae hyung kembali berkata.

“ Kau harus melupakannya… termasuk tentang kalung itu”

Aku langsung terdiam. tiba-tiba saja aku merasa sedih. Walaupun yang dimaksud Donghae hyung pemilik kalung itu adalah Ha ra tapi bagiku dia membicarakan yeoja lain. Yeoja yang memliki pasangan cincin biru yang kujadikan bandul dari kalung itu.

“ Seandainya bisa… aku juga ingin melupakannya” Ucapku sedih lalu keluar mencari kalung tersebut.

Aku berjalan menuju halaman samping rumah Leeteuk hyung, tak pedulikan Donghae hyung berteriak menahanku. Aku… aku tidak mau kehilangan kalung tersebut terutama cincin tersebut.

Tak kupedulikan hujan yang turun dengan derasnya. Aku tetap mencari kalung tersebut diantara rumput-rumput. Karena rumputnya telah panjang, aku sulit menemukannya. Badanku telah menggigil tapi aku tidak mempedulikannya, aku harus menemukan kalung tersebut.

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku mencari kalung tersebut, yang jelas seluruh pakaianku telah basah kuyup dan tubuhku terasa sangat lemas. Tiba-tiba saja aku terduduk lemas bukan hanya karena badanku yang memang lemah tapi juga kenyataan bahwa aku benar-benar harus melupakan yeoja tersebut. Kalung itu hilang dan aku tidak bisa menemukannya… bukankah itu pertanda aku harus melupakannya?

Tiba-tiba saja kurasakan air mataku jatuh. Aku benar-benar bukan untuknya. Bahkan sebuah benda yang mengingatkanku padanya tak pantas untuk kusimpan. Badanku terasa lumpuh semua menerima kenyataan ini. Kenyataan pahit.

Walau begitu… aku masih berharap… walaupun aku tak bisa memilikinya, tapi aku masih berharap setidaknya… aku masih bisa memiliki cincin biru tersebut. Sehingga, aku yakin bahwa aku masih pantas di sampingnya walaupun tak bisa memilikinya. Ya tuhan… biarkan aku menemukan kalung tersebut… biarkan aku di sampingnya.

“ Oppa… apa yang oppa lakukan?” Sebuah suara yang sangat kukenal tiba-tiba membuatku terkejut.

“ Rae In?!” Aku menengadahkan kepalaku dan kulihat Rae In berdiri di dekatku sambil memayungiku. Ia baru pulang sekolah, dan masih pakai seragam sekolah.

“ Kenapa oppa hujan-hujanan? Nanti oppa sakit” Kata Rae In sambil memandangku. Aku langsung berdiri sehingga kami saling berhadapan.

“ Oppa… wajah oppa pucat. Oppa sepertinya sakit” Kata Rae In terdengar khawatir. Aku hanya terdiam sambil melihat ke sekeliling.

“ Oppa mencari sesuatu?” Tanya Rae In menyadarkanku

“ Ah? N…ne… tapi tidak penting kok. Ayo kita masuk” Jawabku sambil berjalan pergi. Dengan langkah berat, aku meninggalkan tempat tersebut dan kalung itu.

“ Apa ini?” Kata Rae In.

Aku berbalik, kulihat Rae In menunduk sambil mengambil sesuatu di antara rumput. Dan rasanya aku tak percaya saat melihat benda yang sekarang sedang pegang Rae In.  kalung… kalung itu…

 

Donghae POV

Aku memandangi Kyuhyun yang sedang mencari kalungnya di tengah hujan deras di balik jendela. Aku sebenarnya tidak tega melihatnya seperti itu. Tapi… aku lebih tidak tega lagi melihatnya disakiti kembali oleh Ha ra.

“ Apa yang dilakukan Kyuhyun, hyung?” Tanya Eunhyuk yang tiba-tiba berdiri di sampingku. Aku sedikit kaget dengan kehadirannya yang tiba-tiba.

“ Dia sedang mencari kalung” Jawabku sambil tak lepas melihat Kyuhyun.

“ Kalung? Kalung apa, hyung?”

“ Kalung berbandul cincin biru”

“ cincin biru?” kata Eunhyuk yang terlihat berpikir.

Aku ingin sekali berlari kea rah Kyuhyun yang saat ini sedang tak berdaya dan terduduk di atas rumput. Apa aku harus membiarkannya bersama lagi dengan Ha ra?

“ Ah!!! aku ingat tentang cincin biru itu. Itu pasti cincin biru yang di dapatkan Kyuhyun saat ikut lomba di taman dekat sekolah Hwa mi” kata Eunhyuk yang membuatku langsung menatapnya.

“ Lomba?”

“ Ne,hyung. Itu lho hyung, waktu Hwa mi mengajak kita ke taman dekat sekolahnya karena ada acara di sana. Dan hyung kecewa karena tidak bisa ikut karena ada kuliah. Nah… saat itu Kyuhyun dan Rae In ikut lomba yang dimana yeoja mendandani namjanya seperti yeoja. Dan… mereka dapat juara kedua. Akhirnya mereka mendapatkan cincin tersebut, Rae In juga punya pasangannya. Coba Heechul hyung ikut, aku yakin Heechul hyung langsung juara satu. Benar kan?”

Aku tidak mempedulikan kata-kata Eunhyuk lagi. Aku berusaha mencerna kata-kata Eunhyuk tentang lomba tadi, cincin biru, dan Rae In. dan aku hanya punya satu kesimpulan dari semua itu. Yeoja yang selama ini dipikirkan Kyuhyun bukanlah Ha ra tapi Rae In.

“ Oh iya, aku juga menang makan pisang terbanyak hyung. Aku juara kedua. Hampir saja aku juara pertama kalo saja si gendut itu tidak mengalahkanku dan seharunya aku tidak makan sebelum ke sana. Tapi… aku berhasil mendapatkan boneka monyet berukuran sedang dan Hwa mi sangat senang saat aku memberikannya…” Eunhyuk terus berceloteh tanpa kupedulikan.

Kemudian tatapanku kembali mengarah ke luar jendela. Dan kuliat Kyuhyun sedang tidak sendiri lagi tapi ia sedang bersama Rae In. Dan aku baru sadar tatapan Kyuhyun sangat dalam pada Rae In.

Jadi… selama ini Kyuhyun jarang tinggal di rumah dan sering sendirian karena ia ingin melupakan perasaannya pada Rae In. Dan itu semua karena aku. Karena ia ingin membahagiakanku.

@@@

Rae In POV

“ Oppa… ganti baju dulu. Aku akan membuatkan the panas untuk oppa, supaya oppa merasa hangat” Ucapku pada Kyuhyun oppa yang tampak sangat pucat.

Kyuhyun oppa tak bicara apa-apa, hanya memandangku sebentar, dan tersenyum singkat. Aku bisa melihat ada kesedihan di matanya. Dan aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Ha ra onnie.

Setelah membuatkan teh untuk oppa, aku pun menuju kamarnya. Kyuhyun oppa baru saja selesai mengganti pakaiannya.

“ Ini, oppa. Minumlah sampai habis supaya oppa bisa merasa lebih baik” Ucapku sambil menyodorkan gelas yang berisi teh.

“ Gomawo” Ucap Kyuhyun oppa dengan masih senyuman singkatnya. Lalu minum.

“ Apa oppa membutuhkan  sesuatu?” Tanyaku setelah Kyuhyun oppa minum

“ Ani. Aku hanya ingin istirahat sebentar. Gomawo, Rae In”

“ Baiklah, oppa. Kalo oppa perlu sesuatu, oppa panggil saja aku” Ucapku yang hanya dibalas Kyuhyun oppa dengan anggukan singkat.

Aku pun keluar dari kamar Kyuhyun oppa membiarkan Kyuhyun oppa istirahat. Kasihan oppa, ia pasti sangat menyayangi yeoja tersebut.

 

Donghae POV

Kupandangi Kyuhyun dan Rae In yang berada di kamar. Kyuhyun terlihat pucat, ia pasti merasa sangat lelah menghadapi semua ini. Betapa bodohnya aku yang tak menyadari perasaan dongsaengku yang telah kukenal sejak kecil.

Setelah Rae In pergi, aku berjalan menuju kamarku untuk melihat keadaan Kyuhyun. Dengan pelan, aku duduk di samping Kyuhyun yang sedang terlelap. Perlahan kusentuhkan punggung tanganku di dahinya, dan ternyata ia demam. Dan tiba-tiba saja, mata Kyuhyun terbuka secara perlahan, ia menatapku heran. Pasti karena melihat air mataku turun. Kyuhyun terduduk menatapku.

“ Mianhae… mianhae…”

“ Mianhae… karena membuatmu seperti ini” Ucapku sambil menangis.

Tiba-tiba saja kudengar Kyuhyun tertawa. Aku menatapnya heran, ia masih tertawa melihatku. Aku menatapnya dengan tatapan bingung, apa yang lucu di sini?

“ Hahaha… hyung, kau benar-benar lucu. Kau masuk ke kamar, duduk di dekatku yang tertidur, saat aku bangun kau menangis dan meminta maaf. Kau tahu? Ini… seperti adegan di drama yang sering kunonton. Hm… apakah aku harus memelukmu dan mengatakan tidak apa-apa, supaya adegan ini lebih romantic?” Ucap Kyuhyun sambil tertawa lepas.

“ Yaaak… aku bicara sungguh-sungguh dan menangis. Kau malah menertawakanku. Dasar Evil!!” Ucapku dengan kesal walaupun aku merasa senang melihatnya bisa tertawa lepas seperti ini. Tawa yang beberapa hari ini hilang di wajahnya. Dan aku sangat sedih, tawa itu hilang karenaku.

“ Nah… itu baru namja yang dewasa. Berhentilah menangis, kau membuatku malu saja mengakuimu hyungku kalo kau cengeng begini. Aits… aku heran, kau lebih tua dariku, tapi kenapa aku merasa akulah hyungnya” Ucap Kyuhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Gomawo… gomawo… Kyuhyun. Kau sudah memaafkanku” Ucapku dengan wajah gembira lalu memeluk Kyuhyun.

 

Kyuhyun POV

Aku tersenyum saat Donghae hyung memelukku terlebih melihatnya bisa tersenyum. Aku paling tidak bisa melihatnya sedih, sehingga aku membuat lelucon supaya ia bisa tertawa atau marah seperti tadi, yang terpenting ia tidak merasa bersalah seperti tadi.

“ Aits… lepaskan pelukanmu. Kau bisa-bisa membuatku tak bernafas” Ucapku dengan nada kesal.

Donghae hyung pun melepas pelukannya. Ia melihatku dengan wajah cemberut.

“ Dan siapa bilang aku sudah memaafkanmu? Aku baru memaafkanmu, kalo kau sudah membelikanku kaset game terbaru” Ucapku dengan memperlihatkan senyum evilku.

“ Aits… kau… ah… aku heran kenapa malaikat sepertiku bisa hidup dengan evil sepertimu” Kata Donghae dengan wajah frustasi. Aku hanya tertawa melihatnya.

 

Author POV

Donghae tampak mondar-mandir di kamarnya. Malam ini adalah malam yang ia janjikan pada Rae In untuk mengajaknya jalan. Tapi setelah kejadian tadi siang saat ia tahu Kyuhyun ternyata menyukai Rae In, Donghae merasa berat untuk mengajak Rae In jalan.

“ Kenapa kau belum siap-siap, Donghae? Rae In sedang berpakaian di kamarnya. ” Kata Leeteuk yang tiba-tiba berdiri di dekat pintu kamar Donghae.

“ Saya sedang berpikir pakaian apa yang akan saya pakai hyung” Kata Donghae, ia merasa menyesal telah meminta izin sama Leeteuk jauh hari sebelum pergi dengan Rae In

“ Oh… oh iya, aku hanya mau bilang, aku menitipkan sesuatu sama Rae In untuk diantarkan ke rumah temanku. Kau tidak keberatan menemani Rae In, kan?”

“ Ne, hyung. Tentu saja”

Tidak lama kemudian Donghae dan Rae In pamit sama Leeteuk dan yang lainnya yang sedang berada di ruang keluarga. Donghae sempat melirik sebentar Kyuhyun yang sedang bermain PS bersama Eunhyuk, Kyuhyun tak bereaksi sedikit pun. Ia tetap focus pada gamenya. Kemudian Donghae dan Rae In pun pergi.

Kyuhyun menghembuskan nafas berat saat mendengar Donghae dan Rae In pergi. Tadi ia hanya berpura-pura untuk focus pada permainan gamenya.

“ Aku menang…. Hahaha…” Teria Eunhyuk bahagia saat berhasil mengalahkan Kyuhyun.

Kyuhyun tak menghiraukan teriakan kebahagian Eunhyuk karena pikirannya tidak ada di tempat tersebut. Apa yang dilakukan Donghae dan Rae In diluar? Apa Donghae akan menyatakan cinta pada Rae In? hanya itu yang ada dipikirannya sekarang.

 

Rae In POV

Donghae oppa membawaku ke sebuah kafe yang terlihat sedikit ramai. Dan kebanyakan pengunjungnya adalah pasangan muda yang sedang merayakan malam minggu berdua.

Aku tersenyum melihat sepasang kekasih hm… mungkin juga mereka belum pacaran. Dan aku yakin baik namja maupun yeoja tersebut lebih muda dariku. Mereka tampak malu-malu, saling menunduk. Lucu sekali. Tiba-tiba namja tersebut mengeluarkan sesuatu. Dan ternyata sebuah kalung. Yeoja tersebut malu-malu mengambil kalung yang disodorkan namja tersebut.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Kalung milik Kyuhyun oppa. Kalung dengan bandul cincin biru. Cincin biru yang sama denganku. Saat aku memberikan kalung itu pada Kyuhun oppa, Kyuhyun oppa sangat terkejut dan aku tidak tahu pasti apakah air matanya atau air hujan yang tiba-tiba jatuh membasahi pipi Kyuhyun oppa saat ia mengambil kalung tersebut dari tanganku.

Saat itu, aku betul-betul tidak tahu bagaimana ekspresi Kyuhyun oppa. Tapi, aku bisa melihat dengan jelas betapa rapuhnya dia saat pertama kali aku melihatnya yang sedang terduduk di atas rumput sambil menunduk. Ia pasti sangat sedih kehilangan orang yang ia cintai. Ekspresi Kyuhyun oppa saat itu sama saat aku melihat Donghae oppa yang sedih karena Taeyeon onnie.

Oh iya, aku hampir lupa. Aku kan sedang bersama Donghae oppa. Aku melihat kea rah Donghae oppa yang sedang duduk di depanku. Ia tampak sedang melamun dari tadi makanannya hanya ia aduk-aduk terus sehingga tak berbentuk. Dan aku baru sadar sejak tadi Donghae oppa terus saja melamun.

“ Oppa… gwaenchanayo?”

 

Donghae POV

“ Oppa… gwaenchanayo?” Tiba-tiba sebuah suara yang terdengar khawatir menyadarkanku dari lamunanku. Aku benar-benar tidak konsentrasi mala mini karena terus memikirkan Kyuhyun yang mungkin sedang sedih mengetahui aku jalan dengan Rae In. rasanya aku adalah hyung paling jahat di dunia ini.

“ Ah… aku baik-baik saja. mian karena aku melamun. Aku hanya sedang banyak pikiran” Kataku sambil tersenyum.

“ Tidak apa-apa, oppa” Rae In tersenyum padaku membuat hatiku jadi tenang.

Kemudian kami pun mulai makan. Aigo… aku tidak sadar membuat makanan di depanku jadi hancur tidak berbentuk. Kemudian mataku tak lepas dari yeoja di depanku yang sedang makan dengan lahap. Aku tersenyum melihatnya, entah kenapa melihat wajahnya saja membuatku merasa sangat senang, bahkan melihatnya makan saja sudah membuatku kenyang. Aku ingin sekali memiliki yeoja di depanku. Namun… aku tak tahu apa aku bisa memilikinya. Aku tidak mungkin bisa bahagia diatas penderitaan dongsaengku sendiri.

“ Oppa… tidak makan?” Rae In menatapku dengan wajah heran.

“ … Ne” Jawabku singkat lalu makan.

 

Author POV

Donghae dan Rae In telah sampai di rumah. Donghae turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Rae In. Rae In pun turun dari mobil. Saat ia mau melangkah masuk ke rumah, ia kembali berbalik saat melihat Donghae masih berdiri di tempatnya.

“ Oppa… tidak masuk ke dalam rumah?” Tanya Rae In.

“ Oh… itu… aku lupa, kalo aku ada janji sama Yunhoo untuk mengerjakan tugas. Tolong bilang sama Leeteuk hyung, aku bermalam di rumah Yunhoo” Jawab Donghae.

Rae In menatap Donghae heran, tapi kemudian ia mengangguk.

Tidak lama kemudian mobil yang dinaiki Donghae berlalu meninggalkan rumah Leeteuk.

@@@

Donghae memasuki sebuah restorant yang letaknya berada di lantai paling atas sebuah bangunan. Restorant tersebut cukup terkenal selain karena makanannya yang enak juga karena dari restorant tersebut pengunjung bisa melihat sebagaian kota Seoul karena hampir semua dindingnya terbuat dari kaca bening.

Saat Donghae membuka pintu restorant tersebut, lampu restorant yang tadinya padam semua langsung menyala. Kemudian alunan music indah klasik terdengar sangat merdu. Ada beberapa tangkai bunga mawar di atas meja. Donghae hanya terdiam di tempatnya dengan tatapan datar. Para pemain music tersebut dan beberapa pelayan tampak heran melihat Donghae datang sendirian.

Sebenarnya Donghae telah membuking restorant tersebut untuk malam ini. Karena ia ingin menyatakan perasaannya pada Rae In dan memberikan kejutan tersebut pada Rae In sehingga ia tak akan melupakan moment indah tersebut. Tapi… ia tak bisa melakukannya. Ia tak ingin membuat luka lebih dalam pada Kyuhyun. Hingga akhirnya, ia hanya mengajak Rae In makan malam biasa.

“ Donghae… mana yeoja yang kau ceritakan itu?” Tanya Soo young pemilik restorant tersebut yang juga telah Donghae anggap sebagai Noonanya sendiri.

“ Aku tidak bisa membawanya ke sini, Noona” Kata Donghae terdengar sangat sedih.

Melihat eskpresi Donghae, Soo young melihat kea rah para pemusik dan pelayan yang seolah menyuruh mereka, untuk meninggalkannya dan Donghae berdua saja. seakan mengerti dengan tatapan bosnya, mereka pun meninggalkan ruangan tersebut.

“ Tolong ambilkan minuman untuk Donghae” Kata Soo young ke salah satu pelayan.

Kemudian Soo young menuntun Donghae menuju sebuah meja dekat jendela. Donghae tetap terdiam bahkan setelah Soo young menyuruhnya untuk minum.

“ Jadi… kenapa kau tidak bisa membawanya ke sini?” Tanyaa Soo young saat Donghae meletakkan minumannya di meja.

Donghae terlihat menarik nafas panjang. Kemudian ia melihat ke luar jendela. Walaupun kota Seoul tampak sangat indah dengan lampu-lampu yang menyala, Donghae sama sekali tak tertarik. Tatapannya kosong.

“ Aku mencintainya, Noona. Sangat. Tapi…” Donghae pun mulai bercerita.

Soo young dengan sabar mendengar cerita Donghae tanpa berkometar apa pun. Ia tampak sangat kaget saat mendengar cerita Donghae.

“… Karena itulah, aku tak bisa membawanya ke sini” Donghae mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas panjang.

“ Ja… jadi… Kyuhyun juga menyukainya?” Kata Soo young tak percaya.

“ Ne, Noona. Aku tidak tahu kapan Kyuhyun mulai menyukainya. Tapi ia sangat mencintai Rae In… sama sepertiku”

“ Sekarang… apa yang harus aku lakukan?” Gumam Donghae pelan.

“ Biarkan Rae In yang memilih sendiri. Dan kalian harus menerima siapa pun yang akan dipilihnya” Kata Soo young sambil melihat Donghae.

Donghae hanya melihat Soo young sebentar. Kemudian kembali melihat keluar jendela. Ia tidak bisa berpikir apa-apa untuk saat ini.

 

Eunhyuk POV

“ Sunny-ah?!!” Aku tampak terkejut saat pagi-pagi melihat Sunny berdiri di depan rumah Leeteuk. Ia tampak sangat cantik dengan dress pinknya.

“ Annyeong, oppa” Sapa Sunny sambil tersenyum manis dan ia melambaikan tangannya dengan penuh semangat. Ia pasti sangat merindukanku sampai terlihat senang begitu.

“ Kenapa kau pagi-pagi ke sini? Apa kau mencariku?” Tanyaku sambil menampakkan senyum lebarku.

“ Aniyo, oppa.  Aku datang ke sini untuk mengajak Rae In jalan-jalan ke mall” Jawab Sunny penuh semangat.

“ Oh…” Kataku dengan nada dibuat semalas mungkin. Tapi sepertinya Sunny tak menangkap perubahan wajahku yang cemberut.

“ Oh iya, oppa. Ini…” Sunny menyodorkan sebuah kado.

“ Ah… apa ini Sunny?” Aku langsung menyambar kado tersebut. Aku sangat bahagia Sunny memberiku kado.

“ Molla. Aku menemukannya di halaman depan rumah Rae In, sepertinya dari fans Kyuhyun oppa. Ada nama Kyuhyun oppa di situ” Kata Sunny santai.

“ Mwo???” Hatiku terasa hancur mendengar kata-katanya.

“ Waeyo, oppa? Oh iya, oppa. Apa oppa tidak berminat memanggil Rae In atau membiarkanku masuk?”

“ Oh… ne” Aku melihat ke sekeliling dan kulihat Kyuhyun sedang berjalan.

“ Kyuhyun!!! Panggil Rae In, bilang ada Sunny mencarinya” Teriakku pada Kyuhyun.

“ Kurasa tidak perlu Eunhyuk hyung karena suaramu saja bisa didengar se-RT (?) apalagi kalo hanya di rumah Leeteuk hyung” Kata Kyuhyun yang membuatku ingin menelannya habis-habisan.

Tapi apa yang dikatakannya ada benarnya sedikit. Rae In muncul dan berjalan kea rah kami.

“ Mian… membuatmu menunggu”

“ Ani, aku yang terlalu cepat. Oke kita pergi sekarang sebelum tas cantik itu diambil orang” Kata Sunny yang langsung saja menarik Rae In pergi.

Aku memandang Sunny pergi dengan tatapan sedih. Tiba-tiba saja Sunny berbalik. Tadinya aku sangat bahagia berharap ia akan mengatakan sesuatu yang indah untukku, tapi setelah yang dilakukannya tadi aku tidak mau berharap lagi. Hatiku sudah terlanjur hancur hari ini, menyadari aku tidak berarti apa-apa baginya.

“ Oh iya, oppa. Aku lupa bilang sesuatu. Aku suka sekali melihat penampilan oppa tadi malam di televise, oppa sangat keren dan tampan saat dance memakai topi. Aku sangat bangga mengenalmu Eunhyuk oppa” Kata Sunny lalu pergi dengan Rae In.

Aku hanya terdiam di tempatku. Terlalu kaget dengan kata-kata Sunny. Apa tadi yang ia katakan? Aku tampan? aku keren? Aku tahu aku memang tampan dan keren. Tapi mendengarnya keluar dari mulut Sunny membuatku serasa terbang ke angkasa.

 

Rae In POV

Aku sedang memandang langit malam yang tampak indah dengan beberapa bintang di teras rumah sambil duduk di kursi dan memeluk kedua lututku sendiri. Setiap aku sedih, merasa kesepian, aku pasti bercerita pada bintang di langit.

Aku suka cerita pada bintang. Karena… aku tidak akan melihatnya menangis ataupun sedih jika aku sedang mengadu atau menangis di depannya. Sesuatu yang tidak bisa kutunjukkan pada appa apalagi Hwa mi.

Dan saat ini aku merasa sangat kesepian, sehingga aku keluar untuk melihat bintang berharap bintang-bintang di langit bisa mengurangi kesepianku. Aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa akhir-akhir ini Donghae oppa berubah seperti Kyuhyun oppa.

“ Bintang… kau tahu akhir-akhir ini aku sangat kesepian. Mereka… maksudku Donghae oppa dan Kyuhyun oppa, mereka berubah. Aku sudah terbiasa dengan kejahilan Kyuhyun oppa dan perhatian Donghae oppa. Dan akhir-akhir ini… rasanya mereka sangat jauh“ Ucapku sambil melihat langit. Rasanya air mataku mau turun menyadari aku yang kembali kesepian lagi.

“ Bintang… Aku tahu aku egois. Tapi aku ingin kami seperti dulu lagi. Aku ingin hariku diisi dengan Nasihat panjang Heechul oppa, senyuman hangat Donghae oppa, teriakan Eunhyuk oppa, dan tawa Kyuhyun oppa. ” aku menarik nafas panjang berusaha mengumpulkan seluruh tenagaku.

“ Jadi… kumohon… berilah kecerian pada Donghae oppa dan Kyuhyun oppa seperti dulu dan sampaikan pada mereka aku merindukan diri mereka yang dulu. Dan… kumohon… jangan biarkan aku kesepian lagi seperti saat oemma pergi… jangan lagi” Tiba-tiba saja air mataku turun.

Ingatanku kembali ke masa lalu di saat oemma pergi selamanya meninggalkanku, Appa, dan Hwa mi yang masih kecil. Saat itu rasanya hidupku sangat sepi. Appa sibuk bekerja  untuk membiayai kami dan meninggalkanku bersama Hwa mi yang masih bayi. Oemma meninggal karena jantungnya lemah saat Hwa mi belum genap 1 tahun. aku tak akan pernah lupa dengan kata-kata oemma sehari sebelum ia meninggal.

Jangan menangis Rae In. Kau harus jadi Rae In yang kuat. Appamu dan Hwa mi, mereka butuh kekuatanmu. Kau harus jadi malaikat mereka dan melindungi mereka.

Dan sejak itu aku berjanji tak ingin bersedih apalagi di depan appa dan Hwa mi. Menyimpan kesedihanku sendiri adalah hal yang sering kulakukan setelah oemma pergi.

“ Ani. Kau tidak boleh menangis, Rae In. tidak boleh” Kuhapus air mataku dengan cepat. Kutatap langit dengan pandangan kosong.

 

 

Author POV

Tanpa Rae In sadari dua orang namja mendengar kata-katanya dan melihatnya menangis.

Kyuhyun yang tadinya dari rumah Minhoo langsung menghentikan langkahnya saat melihat yeoja yang selalu ia lihat ceria kini sedang terduduk lemas di teras dengan air mata yang telah membasahi pipinya. Ia berdiri di dekat mobil Leeteuk sambil memperhatikan yeoja yang tak berdaya tersebut menangis. Jika ia tak memikirkan yang lain, ia pasti telah berada di samping yeoja tersebut dan mungkin akan memeluknya sehingga yeoja tersebut tak kesepian. Hatinya terasa sangat sakit mengetahui yeoja yang ia cintai menangis karenanya dan ia sama sekali tak bisa melakukan apa-apa selain melihatnya menangis.

Donghae yang sedang berdiri di dekat pintu, terdiam memandangi yeoja yang sedang terduduk menangis sambil memeluk lututnya sendiri. Yeoja tersebut terlihat sangat rapuh, tak ada kekuatan sedikit pun di dirinya saat ini seperti yang ia perlihatkan selama ini. Hampir saja ia menarik yeoja tersebut dalam pelukannya berharap yeoja tersebut tidak merasa kesepian lagi seperti yang ia katakan. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seorang namja lain juga sedang melihat yeoja tersebut.

 

TBC

Part 11

“ Dan jika kau tidak mau menangis di depan Hwa mi. maka menangislah di depanku. Kau adalah manusia biasa Rae In. Kau juga butuh orang yang kau tempati untuk mencurahkan perasaanmu, mendengar ceritamu, tempatmu bersandar, dan kau juga butuh air mata. ”

“ Biarkan… Rae In memilih. Biarkan ia tahu kita mencintainya. Dan apa pun pilihannya itulah yang harus kita terima”

“ Oh iya… tiga hari lagi kau akan London ya?….”

“ Saranghae…… Rae In…”

15 thoughts on “Mr.Simple part 10”

  1. jiangjaaaa!!! akhirnya part 10 muncul juga..*huffft..setelah penantian panjang*…
    rae in…mau berrtukar posisi dengan ku???*Plakkk!!!mana mau dia^^*
    hehehehehe…aq pengen dia ma evil kyu ajahhhhhhh…biar donghae oppa bisa ku gaet O__O..wkwkwkkw

    1. oh chingu sukax ama Heechul oppa ya?
      hm… kirain antara Kyupa dan donghae oppa
      gomawo ya chingu udh setia ama ff nih

  2. Wahh~ akhirnya part 10 nya publish jg..
    Rae in enak bgt sih.. Alu jg mau jd Rae In (>̯┌┐<)
    Part 11 nya jgn lama2 yaakk!! (з´⌣`ε)

  3. Aiigooo
    Lama skaliiii ni ff di publishnya..
    Humm spertinya rae in bakalan milih donghae ya?? Hmm kyuuu kau ama aqu aja *PLETAK dijitak sparkyu
    Wooaah itu di part 11 ada yg nyatain perasaannya ke rae in.. Nuguuu??
    Aaiiishh penasaran euy..

  4. Aaah menegangkaaan bacaanyaaa >̯͡.̮<̯͡) ntar biar donghae oppa sama akuu hehe :$ #plaak
    Part 11 nya jangan lama" yaa chiinguuuuu hehehe :33

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s