Can I Love You?? ~ 1

 

Title : Can I Love You??  ~ 1

 

Author :  Monfish86

 

Main cast : Kim Chaeryl (OC), Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Jang Yunhi (OC)

 

Support cast : Kim Heechul, Lee Sungmin, Kim Minjie (OC), Shin Hyorin (OC)

 

Genre : Marriage life

 

Length : On writing

 

Rating : PG-17

 

Note

 

Annyeong readers, aku Cuma mau numpang eksis bentarrrr aja ya, Cuma kasih tau kalau ff ini sebenernya pernah di publish di blog lain, tapi belum sampeg kelar a.k.a ending. Dan ada juga  beberapa perbaikan seperti dialog terus poster juga..hhehehe, tapi inti ceritanya tetep gk berubah. oke happy reading, btw boleh tuh klo mw kasih kritik dan sarannya J.

 

 

 Author POV

 

Matahari telah memancarkan sinarnya sejak satu jam yang lalu dan menyalurkan kehangatan di tengah dinginnya musim di kota Seoul saat ini. Pagi ini benar-benar hari yang sangat cerah, udara segar berdesir pelan seolah-olah menyambut datangnya hari baru, namun tidak dengan seorang gadis yang saat ini tengah mengurung dirinya di dalam ‘istana’ kecilnya, menenggelamkan dirinya di pulau empuknya dengan selimut hangat yang entah sampai kapan akan disingkirkannya dari tubuhnya itu.

Seolah-olah selimut itu adalah bodyguard yang akan melindunginya dari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Namun dia tahu saat ini tidak akan ada seseorang yang akan menyelamatkan dia, melindunginya, membelanya bahkan itu dirinya sendiri. Gadis itu semakin merapatkan dirinya dibalik selimut dan terus memejamkan mata, walaupun dia tahu itu akan sia-sia, sejak tadi malam dia terus gelisah dan terus memikirkan datangnya hari yang tak ingin dilaluinya, hari yang sangat dia benci, dia terus memikirkannya hingga tak terasa matahari telah menengok ke dalam jendela kamarnya.

 

Suara ketukkan pintu di luar kamarnya membuatnya semakin menenggelamkan tubuhnya di dalam selimut, ingin rasanya saat ini juga selimut itu bisa terbang seperti karpet milik Alladin yang akan terbang membawanya sesuka hatinya, tapi dia tahu itu sangat-sangat tidak mungkin.

 

‘Tok..tok..tok…’

 

“Chaeryl,  kau sudah bangun? Cepat buka buka pintunya” suara merdu seorang Ahjumma yang tengah memanggilnya di balik kamarnya itu. “Hyaaa Kim Chaeryl! Jangan pura-pura kau tidak mendengarku, cepat buka pintunya!”

 

Merasa tidak ada respon, Ahjumma itu menarik dalam-dalam napasnya dan……. “HYAAA KIM CHAERYL! BUKAAA PINTUNYA SEKARANG!” suara merdu Ahjumma itu berubah menjadi suara petir di pagi hari bagi Chaeryl.

 

Hassssshhh!” gadis yang bernama Kim Chaeryl itu mau tidak mau bangkit dari tidurnya  dan dengan langkah gontai dia membuka kunci kamarnya itu.

Dia menyembulkan kepalanya di balik pintu, “Waeyo, Ahjumma?? Ini masih pagi, kan?” dengan polosnya kata-kata itu keluar dari mulutnya.

 

Waeyo katamu??? Kau tidak tahu ini jam berapa, huh?” sembur seseorang yang ternyata adalah Ahjumma Kim Chaeryl. “Dan aigooAigoo… Ini kenapa ada lingkaran hitam di bawah matamu, huh? Apa semalam kau tidak tidur?”

 

Hyaaa Kim Chaeryl, aku sedang bertanya padamu!” cerocos Kim Minjie Ahjumma

 

Ne semalam aku memang tidak bisa tidur dan sekarang Ahjumma, jebal ijinkan aku tidur sebentaaarrrr saja ya, aku masih mengantuk… Hhhoooaaaahhmmm,” dengan polosnya kata-kata itu meluncur dari mulutya dan dengan disertai uapan lebar, dia tahu apa reaksi sang Ahjummanya dan ternyata benar dugaanya.

 

PLETAAK jitakan ‘halus’ mendarat mulus di kepalanya itu…

HyaAppo Ahjumma,” ringis Chaeryl sambil mengusap usap kepalanya.

 

Mworago? Ayo sekarang cepat mandi dan rapikan dirimu, lihat penampilanmu, Aigoo Mana ada calon pengantin yang seperti ini?” Kim Minjie Ahjumma menarik tangan Chaeryl untuk masuk ke dalam kamar mandi.

 

Hya… Hya… Ahjumma aku masih mengantuk, nanti saja mandinya,” rengek Chaeryl pada Ahjummanya dan  ‘PLETAK’  jitakan halus itu mendarat lagi di kepalanya.

 

AppudaAhjumma kau ini suka sekali menjitak kepalaku,” ringis Chaeryl.

 

“Kepalamu itu memang harus sering-sering diberi ‘vitamin’, supaya kau bisa menggunakannya dengan benar, dan ayo cepat mandi periasnya sudah menunggu kita di sana,” sergah Kim Minjie Ahjumma.

 

“Dan dalam waktu 10 menit kau sudah harus siap di bawah, kalau tidak Ahjumma akan menyeretmu keluar dari kamar mandi… Arasseo!” titah sang Ahjumma.

 

Dengan raut muka yang masam Kim Chaeryl hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar mandi. Dia tahu hari ini adalah hari pernikahannya dengan seorang namja yang sebenarnya adalah kekasih temannya, dia tidak menginginkan pernikahan ini, tapi sesuatu hal membuatnya harus menikah dengan namja ini.

 

Tskk… Menyebalkan,” keluh Chaeryl sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Sebaiknya aku cepat-cepat mandi, kalau tidak Ahjumma akan benar-benar menyeretku… ishhhh…memangnya aku kambing apa… Errrr,” keluhnya lagi.

                            

Chaeryl POV

Sepanjang perjalanan menuju gedung tempat pernikahan aku hanya diam, kini aku tengah duduk di dalam mobil bersama Kim Minjie Ahjumma yang berada di sampingku sedangkan di kursi penumpang depan ada Kim Heechul kakak sepupuku yang tak lain adalah anak dari Minjie Ahjumma dan seorang sopir keluarga milik namja yang nantinya akan menikah denganku, yang kini tengah melajukkan mobil membelah jalanan kota Seoul.

 

“Chaeryl-ah, makan ini, kau tadi belum sempat sarapan, kan? Ahjumma buatkan roti sandwich untuk mengisi perutmu,” tegur Ahjumma dengan senyum lembutnya. Aku mengambil roti itu dan memakannya dengan perlahan, sebenarnya aku tidak memiliki nafsu makan, tapi aku tidak tega menolak pemberian Ahjumma yang sudah bersusah payah membuatkannya untukku.

 

Ne gomawo Ahjumma

Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan pernikahan yang nantinya akan aku jalani, pernikahan yang terjadi karena sebuah ‘kecelakaan’ bodoh. Dan aku merasa bersalah pada temanku, karena akan menikah dengan kekasihnya. “Jang Yunhi, mianhae,” lirihku.

 

#Flashback

 

Kim Chaeryl POV

‘Tik… Tok… Tik… Tok… Krriiiiiiing… Kriiiing… Tik… Tok… Tik… Tok… Kriiing… Kriiiiing’

 

AigooCkk… Berisik sekali, sih!” aku menyambar jam beker yang tengah bernyanyi itu dan menekan tombol off. Beginikan lebih tenang, aku menarik kembali selimut dan tenggelam melanjutkan mimpiku.

 

Baru saja aku menutup mataku kembali, tiba-tiba ada sesuatu yang menggelitik kakiku, dengan sigap aku membuka mata dan apa yang aku lihat ternyata si raja setan itu tengah menaruh bayi setannya di telapak kakiku.

 

OMOHya Kim Heechul singkirikan kucing itu dari tempat tidurku,” teriakku pada setan satu itu, namun yang diteriaki malah cengar-cengir dengan evil smirknya. Issssh menyebalkan, dia tahu aku takut sekali dengan kucing dan dia memang sengaja melakukan itu.

 

Hya, panggil aku Oppa, aku ini Oppamu!” teiaknya tak kalah kencang.

 

“Siapa bilang kau itu kakekku, huh?” sergahku sambil berdiri di atas ranjangku untuk menghindari kucing sialannya itu.

 

Hya Kim Heechul turunkan kucingmu itu dari ranjangku!” bentakku.

 

Shireo… Panggil aku Oppa” balasnya sambil tidur di atas ranjangku dan malah bermain-main dengan kucingnya. Aku bergidik ngeri melihatnya.

 

Aish! AraAraOppa, jebal bawa keluar kucingmu,” rengekku. Ughhhh menyebalkan.

“Heebum-ah, kau main di luar dulu sebentar, ya Chagi,” katanya sambil membawa kucing itu keluar dari kamarku. Aigo tetap saja kelakuannya seperti itu.

 

FuiiiihHya kenapa masuk lagi ke kamarku?” kulihat dia dengan senyum tampannya itu, tapi bagiku itu adalah senyum yang menyeramkan.

 

“Hey dongsaeng babiku sayang cepat mandi, kau tahu ini sudah jam berapa, huh?”

 

“Jam 7 pagi…Waeyo?” jawabku sambil melihat jam di dinding di kamarku.

 

“Dasar babo, kau lupa hari ini jam 8 pagi ada ujian di kampus, huh?? Tsk,” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

Aku mencerna kata-katanya barusan… ujian?

OMOkyaaa aku telat… Eotteokae?” tanyaku linglung.

 

Oppa kenapa kau tidak bilang dari tadi?” aku segera berlari menuju kamar mandi, tapi tidak untuk mandi hanya cuci muka dan menggisok gigi. Tidak ada waktu lagi untuk mandi.

 

“Hahahaha… Siapa suruh bermain game hingga sampai jam 3 pagi,” tawanya dari luar kamar mandi.

Oppa ini semua karenamu,” semalam memang aku bertanding game dengannya hingga larut, ini juga karenanya aku kalah terus dibuatnya, entahlah dia yang curang atau aku yang bodoh. Aku keluar dari kamar mandi kulihat dia malah enak-enakkan tidur di kasurku.

 

Hya Oppa! Keluar,” aku menarik tangannya keluar kamar. “Waeyo?” tanyanya polos

PLETAK… “Aku mau ganti baju pabo” sebelumnya aku  layangkan jitakan ke jidatnya yang mulus itu.

 

HYAAA KIM CHAERYL KAU CARI MATI?!” teriaknya dengan mata yang hampir keluar. Omo mati aku.

Heii… Heii  kalian berdua selalu saja seperti ini di pagi hari” sergah Ahjumma yang entah sejak kapan muncul di antara kami berdua.

 

Dengan kecepatan penuh aku berlari bersembunyi di belakang Ahjumma, sebelum raja setan itu membalas perlakuanku.

 

Eomma lihat si babi telah menodai aset berhargaku,” rengeknya sambil memperlihatkan jidatnya yang mulus memerah karena hadiah dariku. Aku terkikik geli melihatnya.

 

“Sudahlah Heechul, apa kau tidak ke kantor, lihat sudah jam berapa ini? Jangan menggoda adikmu terus, cepat berangkat sana.”

 

Ne arasseo, hei babi urusan kita belum selesai,” katanya sambil berlalu, aku hanya memeletkan lidah untuk merayakan kemenanganku.

 

“Kau juga, apa kau tidak kuliah?” kata Ahjumma.

 

Omo ujian,” ingatku sambil berlari menuju kamar untuk berganti baju.

 

****

Aku berlari menuju halte bus di dekat rumahku dengan membawa bekal yang sudah Ahjumma siapkan untukku karena aku belum sempat sarapan.

 

Aigo… Mana busnya? Ini sudah jam 7.30,” decakku sambil melihat ke jam tanganku.

 

“Kim Chaeryl, sedang apa kau?” seseorang memanggilku dan kulihat di depanku ada sebuah mobil sport kuning berhenti yang di dalamnya ternyata dia adalah teman SMA ku dulu Jang Yunhi. Eh, dia tidak sendirian, di dalamnya ada seorang namja yang duduk di kursi kemudi sambil mengobrol dengan seseorang dengan earphone yang menempel ditelinganya.

 

“Oh Yunhi-ya, annyeong. Aku sedang menunggu bus,” sapaku padanya.

 

“Memangnya kau kemana?” tanyanya.

 

“Aku mau ke kampus,” jawabku.

 

“Ahh.. di mana kampusmu?” tanyanya lagi.

 

“Aku kuliah di Kyunghee,” jawabku sambil tersenyum.

“Oh jinjjayo, aku juga kuliah di Kyunghee, kalau begitu kita berangkat bersama,” tawarnya dengan semangat.

 

Aku bingung, sejak kapan dia kuliah di Kyunghee, seingatku dulu setelah lulus SMA dia dan keluarganya pindah keluar negeri.

 

“Heiy Kim Chaeryl! Sampai kapan kau berdiri disitu? Ayo masuk,” teriak Yunhi yang berhasil membuyarkan lamunanku.

 

“Apa tidak merepotkan?” kataku sambil melirik namja yang ada di sebelahnya, yang sedari tadi hanya masih bertelepon-telepon ria.

 

Oppa tidak apa-apa kan kalau temanku itu berangkat bersama kita?” tanyanya pada namja itu.

Ne??” namja itu melihatku sebentar dan menganggukkan kepalanya dan kembali tenggelam dengan obrolannya ditelepon tadi.

 

Aku membuka pintu belakang dan duduk dengan tenang di sana, untung saja ada tumpangan kalau tidak sampai kapan aku harus menunggu bus, mengingat hari ini aku ada ujian.

 

Sepanjang perjalanan menuju kampus aku hanya diam, dan Yunhi pun tidak berbicara banyak denganku, mungkin dia tidak mau mengganggu namja yang sedang bertelepon dengan seseorang di seberang sana. Aku tidak tahu namja itu siapanya Yunhi, sesekali Yunhi menengok ke arah namja itu dengan sorotan mata yang datar, bosan dan aku tidak tahu. Dan memang sepertinya dia sedang berbicara soal pekerjaanya yang kelihatannya sangat sibuk dan memang terlihat membosankan bagiku. Aku membuka tasku dan mengambil buku untuk kupelajari sejenak tentang bahan ujian nanti, semalam aku hanya belajar sedikit, ini semua karena Oppa setan satu itu.

 

Oppa bisakah sebentar saja kau melepaskan earphone itu dari telingamu, huh? Dari tadi kau mencuekkiku,” kata-kata Yunhi mengagetkanku, karena dia berbicara dengan sedikit keras dengan nada yang kesal dan reflek aku melihat ke arahnya.

 

“Yunhi-ya, kau tidak tahu aku sedang berbicara dengan klienku?” jawab namja itu sambil menaruh earphone tersebut di dashbor mobil.

 

“Aku tahu, kau itu sibuk dan selalu saja mengaggap pekerjaan dan klienmu itu lebih penting, tapi apa kau tidak sadar kalau aku ada di sini, aku bukan angin yang bisa berlalu begitu saja Oppa, aku ini kekasihmu, apa kau lupa, huh?” gertak Yunhi dan aku lihat bulir-bulir airmata mulai mengalir di pipinya. Omo eotteokhae… Aku benar-benar merasa canggung berada di sini.

Dan aku bingung harus berbuat apa, kulihat namja itu ingin menyeka airmata Yunhi, namun dengan sigap Yunhi menepis tangannya dan secara tidak sengaja mataku dan namja itu bertemu di balik kaca spion depan, aku buru-buru mengalihkan pandanganku.

 

“Yunhi-ya, uljima. Jebal, mianhae” kata namja itu berusaha menenangkan Yunhi.

 

“Aku turun di sini saja” sergah Yunhi tanpa melirik kekasihnya itu.

 

“Tapi ini masih belum sampai di kampusmu,” kata namja itu bingung.

 

“BERHENTI! Aku mau turun di sini, Chaeryl-ah kita turun di sini saja,” teriak Yunhi dan mobilpun berhenti seketika itu juga.

 

Yunhi turun dari kursi penumpang dan membanting pintunya dengan keras, akupun mengikutinya dan tidak lupa aku mengucapkan ”Ghamsahamnida untuk tumpangannya” pada namja itu, sedangkan dia hanya berekspresi datar dan dingin.

 

Seketika itu juga mobilpun melesat dan menghilang dibalik tikungan. Aku melihat Yunhi yang masih menahan tangisnya, akupun menenangkannya dan memeluknya. Karena jarak kampus masih jauh kamipun berjalan menuju halte bus terdekat.

 

“OMO… sekarang jam setengah 9” tskkk…tidak diragukan lagi, aku akan mengikuti ujian susulan, semoga Han seongsangnim mau memberiku ujian susulan.T_T

 

Setelah kejadian itu aku dan yunhi malah tidak pergi kekampus dia memintaku untuk menemaninya menenagkan diri di café,karena tak tega aku menurutinya.

 

Mendengar ceritanya ternyata namja tadi adalah Lee Hyuk Jae yang berstatus sebagai kekasihnya dan mereka berpacaran selama 2 tahun, mereka bertemu di London. Kekasihnya menempuh pendidikan di London dan kembali ke korea untuk menjalankan bisnis appanya, oleh karena itu juga Yunhi pun ikut kembali ke korea dan melanjutkan kuliah disini. Yunhi berkata bahwa kekasihnya itu tidak romantis dan terkesan cuek, bahkan dulu waktu kekasihnya itu masih kuliah gaya berpacaran mereka biasa-biasa saja dan membosankan.

 

“Kalau dia bukan anak dari pengusaha kaya, mugkin aku tidak akan bertahan dengannya” lanjutnya dan akupun merasa cengo dibuatnya.

 

“Memang apa hubungannya dengan semua itu? Tanyaku polos padanya,aku memang benar-benar tidak tahu karena yeah..memang aku belum pernah pacaran, dan hal itu membuatku teringat pada ahjumma dan oppaku yang selalu mempermasalahkan hal itu

 

“Hhahaha.kita sudah 21 tahun Chaeryl dan kau tidak tahu maksudku?kau ini polos sekali  masih sama seperti yang dulu, waktu SMA”  aku hanya tersenyum bingung mendengarnya,ya memang aku adalah anak yang bisa dibilang lemot itu seperti yang dikatakan Heechul oppa, sangat menyebalkan jika mengingat hal itu.

 

“Aku mencintainya karena dia memiliki segalanya, selain dia tampan dia juga selalu memberi apa yang aku mau makanya aku masih bisa bertahan dengannya” lanjutnya

 

“Soal dimobil tadi, sebenarnya itu sudah biasa terjadi, aku marah padanya karena kemarin di hari ulang tahunku dia tidak memberiku hadiah yang special, dia hanya mengajakku dinner dan itu membuatku kesal,itu hanya luapan emosi sesaat saja” lanjutnya panjang lebar, dan baru aku tahu maksudnya ini semua, ternyata yunhi adalah yeoja…yaahh aku yakin kalian tahu sendiri kan.

 

“Yeoboseyo…ahh chagi ,,boghossippo” aku mendengar ponsel yunhi berdering dan dengan mata yang berbinar-binar dia menjawab panggilan itu, apa itu kekasihnya? bukankan mereka tadi bertengkar?cepat sekali baikannya, ahh itu juga bukan urusanku.

 

“Jinjayo? arraseo, kalau begitu jemput aku di Kiss Caffe daerah Kangnam ya”

“……………..”

Ne aku tunggu,,,saranghae” dia memutuskan telponnya dan tersenyum kearahku

 

“Kau sudah baikkan dengan kekasihmu”??tanyaku saat dia memasukkan ponselnya ke dalam tas

“Lee Hyuk Jae maksudmu..cissshhh bukan dia yang menelponku” cibirnya

 

“Lalu kalau bukan dia, lantas siapa”??tanyaku melongo

 

“Kim chaeryl~ah selagi kita masih bisa menarik para namja untuk tertarik dengan kita, maka kita harus manfaatkan itu” jawabnya sambil mengedipkan mata kirinya.

 

“Namjaku bukan Hyukjae saja, aku masih punya banyak namja, meskipun mereka hanya sekedar untuk bersenang-senang, kau tahukan maksudku”

 

Aku mematung mendengar jawabannya itu, dan aku tidak percaya Yunhi bisa melakukaan itu pada kekasihnya, ternyata berpacaran itu sedikit menakutkan ya.

 

                                                                           ****

 

Kini kami berada di sebuah mall, Yunhi memintaku menemaninya untuk berjalan-jalan bersama dengan teman laki-lakinya itu. Sebenarnya aku tidak mau tapi dia terus memaksaku untuk ikut. Kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan, belanja, dan akhirnya kami memasuki sebuah restaurant didalam mall itu. Didalam restaurant aku seperti orang idiot saja,menyaksikkan kemesraan Yunhi dengan namja yang bernama Jaejoong itu,sungguh aku tidak iri, aku hanya kasihan dengan kekasihnya, tentu saja kekasihnya ‘Lee Hyuk Jae’, tapi kenapa aku tiba-tiba kasihan padanya.

 

“Yunhi~ya sebaiknya aku pulang dulu ya, ini sudah sore, lagipula oppaku juga akan menjemputku dikampus” elakku berbohong, karena sungguh aku benar-benar ingin pergi dari sini

“Apa tidak bisa kita makan dulu?” katanya

 

“Tidak usah, lagi pula aku belum lapar” jawabku sekenannya, padahal perutku ini sudah meronta-ronta .

 

“Baiklah kalu begitu” jawabnya..”Ne annyeong, aku pulang dulu” akhirnya aku bisa terbebas dengan semua ini.

Saat aku hendak bangkit dari kursiku,  aku terkejut dengan apa yang aku lihat

 

“Yyyunhhi~ya” panggilku terbata-bata saat memanggil yunhi

 

“Waeyo,kau berubah pikiran??” tanyanya sambil mempererat pelukannya pada namja di sebelahnya itu

 

“Ahnii….bukankah itu err.. ”aku tak bisa melanjutkan kata-kataku dan aku hanya memberikan isyarat mata padanya.

 

Yunhi melihat kearah yang aku isyaratkan, dengan sedikit tersentak dia melepaskan pelukan dari namja disebelahnya, namun dia kembali tenang

 

”biarkan saja, lagipula disitu banyak kliennya” jawabnya santai. Aku hendak memprotes dan ingin mengatakan ‘hei bukankah dia kekasihmu, HyukJae dan kau disini dengan seorang namja lain??’ namun kata-kataku tertahan karena Yunhi segera menyela, lagipula aku tidak berhak untuk mengatakan hal itu.

 

“Chaeryl ah kau bilang oppamu akan menjemputmu kan??”katanya sambil menunjukkan mimic wajah yang seperti ‘mengusir’…yaa aku tahu ini juga bukan urusanku

 

“Ohh ne, aku pamit dulu” aku segera berjalan menuju pintu restaurant itu, dan betapa shocknya aku melihat Lee Hyuk Jae kini tengah berdiri dihadapanku

 

“Omo…k..k.kau..oh Lee Hyuk Jae~ssi.. yang tadi memberi tumpangan padaku kan?? Kenapa bisa ada disini?” Tanyaku gugup, bodoh kenapa harus seperti ini sih

 

“Tidak usah pura-pura, aku tahu kau sudah melihatku tadi” jawabnya dingin tanpa melihat kearahku, dia menatap yunhi dari kejauhan yang kulihat masih bermesaraan dengan namja yang tadi.

 

“Oh itu..itu aku dan Yunhi, sebenarnya ehm…” jawabku gugup,entah kenapa aku gugup dan kulihat Lee Hyuk Jae kini tengah menatapku tajam mataku, omo..DEG,,tatapannya dingin sekali dan ‘errrrr’ kuakui sedikit menakutkan

 

“Kau tidak perlu menjelaskan sesuatu, karena keadaan sudah menjelaskannya” jawabnya dingin

 

“Oppa, kau ada disini, apa kau mau menjemputku?tapi bagaimana kau tahu aku ada disini?” suara yunhi tiba-tiba mengagetkanku, terlihat seperti tidak terjadi apa-apa lalu dia berjalan memutar kearahku dan menggelayutkan tangannya manja dilengan Hyukjae, sedangkan Hyukjae hanya diam tak bergeming.

 

“Oppa, kenapa kau diam saja??apa kau masih marah padaku soal tadi??”lanjut yunhi yang sepertinya mulai kesal karena tak dianggap.

 

“Maaf Tuan,bisakah kita lanjutkan meetingnya lagi??klien kita sudah menunggu” sela seseorang berpakaian rapi menggunakan stelan jas hitam itu kepada HyukJae.

 

“Aku tidak enak badan, Sungmin~ssi bisakah kau mewakilkanku?” pinta hyukjae pada lelaki yang bernama Sumgmin itu, sepertinya assitennya

 

“Apa anda perlu ku antar ke rumah sakit tuan?” tawar lelaki itu

 

“Tidak perlu ,kau urus saja klien kita” jawab hyukjae pada assistennya itu sembari berusaha melepaskan tangan yunhi dari lengannya dan dengan sekejap lenganku telah ditarik keluar oleh seseorang, tunggu namja ini menarik tanganku? Apa dia salah menarik orang? Apa dia sudah gila? Kenapa malah aku yang ditariknya keluar?

 

“Yaa oppa apa yang kau lakukan? oppa jebal tunggu aku” jerit Yunhi dari belakang sembari berjalan cepat menghampiriku dan Hyukjae, Yunhi berusaha melepaskan genggaman tangan Hyukjae ditanganku, namun usahanya sia-sia, Hyukjae semakin mempererat pegangannya dilenganku.

 

“Arghh…ya Hyukjae ssi lepaskan tanganku” ringisku karena dia mencekram kuat tanganku, sebenarnya apa maksudnya, aku tidak ada hubungannya dengan mereka, dan namja ini terlihat sangat menakutkan jika sedang marah.

 

“Opaa kekasihmu itu aku, lepaskan tanganmu dari tangan Chaeryl” Perintah Yunhi namun namja ini sama sekali tak menggubrisnya, dia menarikku masuk kedalam lift dan ‘TING’  pintu lift terbuka aku sempat melihat Yunhi dari celah pintu lift dengan raut muka marah menatap kami yang berada didalam lift hiingga akirnya pintu lift itu tertutup, kini hanya ada aku dan namja ini didalam lift

 

Tiba-tiba aku merasa pusing, dan nafasku sedikit tersengal, aku akan selalu seperti ini jika masuk ke dalam lift, tapi setidaknya ada orang disampingku, jadi aku masih bisa menguasai ketakutanku, dan disaat itu juga aku merasa cengkraman tangan namja ini membuat pergelangan tanganku sedikit perih

 

“Yaa Hyukjae ssi, tolong lepaskan tanganku, ini sakit sekali bodoh dan kau tahu seharusnya yang kau tarik keluar itu Yunhi kekasihmu,bukan aku… aku tidak ada hubungannya dengan ini semua dan aku tidak mengenal dirimu jadi lepaskan aku” cerocosku panjang lebar dan berusaha melepaskan genggamannyaa ditanganku, namun usahaku sia-sia tenagaku tidak kuat melawan tenaganya yang besar itu

 

”UgghhhYaakk… aku sedang berbicara padamu!!” lanjutku dia hanya diam dan menoleh ke arahku.

 

“Apa kau tidak bisa diam? Kau ini cerewet sekali” jawabnya dengan nada yang dingin..omo tatapan matanya sangat menakutkan

 

‘TING’ Hhhoooh akhirnya pintunya terbuka, aku segera menghirup dalam oksigen, rasanya sangat lega, tapi belum sempat menghembuskan kembali, namja gila ini sudah menarikku lagi dan mengikutinya berjalan cepat membawaku ke area parkIr lalu menyuruhku masuk ke dalam  mobilnya.

 

”Masuklah”perintahnya sembari membuka pintu penumpang untukku.

 

“Mwo??kenapa aku harus masuk?” tanyaku, namun dia malah mendorong tubuhku untuk masuk dan memutup pintunya, dengan sekejap kulihat dia kini sudah berada dikursi kemudi

 

“Temani aku”  Ucapannya terdengar seperti perintah

 

“mwo??apa maksudmu?shireo…aku mau pulang” tolakku dan berusaha membuka pintu namun, dia mencekram kembali pergelangan tanganku

 

“Yakk lepaskan aku, kau ini benar-benar tidak punya sopan santun menarik seseorang seenak jidatmu dan kini kau dengan gampangnya menyuruhku untuk menemanimu, dengar aku bukan yeoja gampangan yang bisa kau bayar untuk hal itu!!!!”

 

“Mwo? Apa maksudmu? Kau pikir aku…aisshhh dengar kau sama sekali bukan tipeku, sebenarnya apa yang kau pikirkan?”

 

Namja ini benar-benar menyebalkan sekali “ Aku tidak mau tahu, dan aku tidak mau menemanimu” Aku berusaha membuka pintu, namun…

 

“Yakk, kenapa kau kunci pintunya? Buka pintunya bodoh, atau..atau aku akan berteriak” Dia benar-benar memancing emosiku, apa sih maunya?

 

“Percuma kau berteriak, aku mau kau menemaniku karena aku butuh penjelasan darimu tentang kejadian tadi, ceritakan semua padaku tentang Yunhi” Apa aku tidak salah dengar? Dia kan kekasihnya, kenapa aku dibawa-bawa dalam hal ini?

 

“Yaa aku tidak ada hubungnnya dengan semua ini, kau kan kekasihnya dan lebih baik kau minta penjelasan dari Yunhi” sergahku, namun dia tidak menggubrisku, aku mendengus frustasi, karena percuma saja berdebat dengan  namja ini dan kulihat dia semakin menginjak gas dengan kecepatan tinggi, sejak kapan mobil ini berjalan?

 

****

Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, namja ini benar-benar sangat merepotkan, rasanya aku ingin lari dari sini kalau saja dia tidak menahan tas ku, aku kembali meneguk orange jus yang sudah kuminum setengahnya.

 

“Yaakk Lee Hyukjae~ssi kau sudah terlalu banyak minum”

“Kau tahu, aku..aku mencintai Yunhi, tapi aku tidak tahu  kenapa dia lakukan ini padaku??apa kau tahu??”  dia terus mengoceh tidak jelas dan diiringi suara cegukkan serta bau alcohol yang meneyeruak, ughh aku benci dengan bau seperti ini, dan lebih menyebalkan lagi namja gila ini membawaku ke sebuah bar, meskipun bar yang bisa dibilang cukup mewah, tempatnya tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang berada didalam sini, tapi tetap saja aku tidak menyukai suasana seperti ini

 

“Hyukjae ssi, kau sudah mabuk.” Aigoo dia benar-benar mabuk, othokae??

 

“Yunhi~ya kenapa kau berbuat seperti itu padaku huhh?? Kau tahu aku mencintaimu, tapi ini bukan pertama kalinya kau lakukan ini padaku, aku tahu seperti apa sifatmu itu, hhiig…aku tahu semuanya, tapi hhiiig…aku tak pernah peduli, aku tetap mencintaimu, wae?WAE?? Tambahnya lagi dengan cegukkan lagi disetiap kata-katanya, padahal aku tidak menceritakan apa-apa tentang Yunhi, namun sepertinya dia sudah tahu sendiri, lalu untuk apa dia menyuruhku untuk menemaninya disini?? Benar-benar membuang waktu

 

“Dan kau, hhiiig…kenapa hanya diam hhuh? Seharusnya aku tidak mengajakmu kesini, kau tahu tadi aku hanya ingin membalas Yunhi, aku ingin dia cemburu sepertiku dan itu menyakitkan.. hhiiig.. ternyata kau membosankan” Apa dia bilang?? Membosankan..cissh dia sama-sama menyebalkannya saat sadar ataupun mabuk.

 

“Yakk lalu kenapa kau memaksaku kesini bodoh? Kau lebih membosankan, membuang-buang waktu hanya untuk mabuk tak jelas seperti ini, kau tahu kau ini menyusahkanku” Aku tidak peduli lagi dengan namja gila ini, aku segera beranjak dari dudukku, tapi lagi-lagi dia menarik leganku.

 

“Hhaha kau marah?? Ahh kenapa para yeoja itu sangat sensitive hhuh? Jebal jangan pergi..kau..kau adalah Yunhi,,kau harus menemaniku,karena kau adalah kekasihku” rancaunya tidak jelas ”Yaakk aku bukan Yunhi..tsskk” selaku, namun percuma dia tidak akan menghiraukannya.

 

Entah sudah berapa lama kami berada disini,dan aigoo kenapa kepalaku tiba-tiba sedikit sakit? Ini pasti karena bau alcohol dan mungkin karena capek, ughhh “Yaa hyukjae ssi berikan nomor atau alamat rumahmu aku akan menghubungi keluargamu untuk menjemputmu” tanyaku padanya, namun dia hanya menjawabnya dengan tertawa dan ocehan, lalu beberapa saat kemudian ada seorang laki-laki dengan seragam bar disini datang menghampiriku.

 

“Maaf Agassi apa kau kenal dengan Tuan Lee Hyuk Jae ini” tanyannya

 

“Ne??..aa..aku..aku sebenarnya tidak mengenalnya, apa kau mengenalnya??”tanyaku balik

 

“Ne dia adalah anak dari keluarga Lee pemilik appartement dan bar disini, anda bisa menolongnya untuk membawanya dikamarnya, kamarnya ada dilantai 7 nomor 445561”

 

Sial, kenapa harus aku yang mengantar ke kamarnya? Dan pelayan itu malah pergi meninggalkan ku disini seperti orang tolol, aku menoleh ke arah namja gila ini yang sudah setengah tak sadarkan diri ARhhh, kau…benar-banar menyusahkan. Kenapa hari ini aku sial sekali?

****

“Ghamsahamnida” Ucapku pada seorang ahjumma, yang secara tidak sengaja bertemu di lobby appartement dan menemaniku saat berada di dalm lift.

 

“Ne, berikan susu hangat pada suamimu, agar alkohonya bisa ternetralisir” Aku tercekat mendengar ucapan ahjumma itu, suami???mworagoo??

 

“A..” Kata-kataku tergantung saat ahjumma tadi menghilang dibalik pintu lift.

 

Kau benar-benar membuatku sial hingga orang beranggapan seperti itu…yaak namja gila kenapa aku harus bertemu denganmu?? menyebalkan.

 

Kini aku tengah berada dilantai 7 sambil membopoh orang menyebalkan ini, dia menggelayutkan lengannya dibahuku dan itu berat sekali ditambah dengan berjalan terseok-seok  serta kepalaku yang makin lama makin berdenyut pusing, tapi aku masih bisa menahannya dan  mencari nomor kamar 445561 akhirnya aku menemukannya

 

“Hyukjae~ssi berapa nomor kombinasi appartemenmu?” tanyaku padanya, dia menoleh ke arahku dan menyebutka kodenya, untung saja dia masih bisa mengingatnya kalau tidak aku akan menotok kepalanya dengan sepatu ketsku.

 

“901230 itu adalah tanggal kelahiran yunhi”jawabnya dengan setengah sadar

 

Setelah menekan kode appartementnya aku menuntunnya masuk kedalam,dan dia masih tetap mengoceh tidak jelas. Aku sedikit tercekat saat meilhat suasana didalam appartmentnya, sangat luas dan terkesan mewah, bernuansa vintage dengan kombinasi warna emas dan coklat, tapi ini sepi sekali, apa dia hanya tinggal sendiri? Aku membantunya tidur di sofa ruang tamu dan perlahan aku mengangkat kakinya keatas sofa..

 

Hhhhh…menyusahkan sekali, omo jam 10 malam aku harus cepat pulang, kalau tidak ahjumma akan menggantungku, tanpa berfikir panjang aku beranjak keluar dari kamar ini, namun tiba-tiba ada yang memeluk pinggangku dari belakang..”OMO..” pekikku

 

“Jebal jangan pergi, temani aku, aku akan memaafkanmu seperti biasanya” kudengar suara Hyukjae yang tepat dibelakang telingaku, bahkan bau alcohol yang keluar dari mulutnya sangat menusuk hidungku. Sebenarnya apa yang dia lakukan?

 

“Yaa hyukjae ssi lepaskan tanganmu itu” sergahku sambil berusaha melepaskan diri darinya

“Saranghae..jeongmal saranghae, jebal jangan pergi” racaunya, aku rasa dia masih terpengaruh alcohol tadi

 

“Hyukjae ssi kau mabuk,,lepaskan aku” rontaku namun dia semakin mempererat pelukannya hingga dia membalikkan tubuhku kehadapannya dan aku lihat dia meneteska airmata, dia menangis?

 

“K..,kk…kau…kenapa menangis?”tanyaku namun dia tetap memandangku dengan tatapan yang lain, tidak seperti tadi dingin. Kali ini ekspresi wajahnya melembut dengan tatapan mata yang teduh. Yak Kim Chaeryl apa yang kau pikirkan? Dan OMO… dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku

 

“Yyya…mm..mau apa..kk..Hmmmmmpf” mataku melotot seketika tiba-tiba dia mencium bibirku, dia menciumnya kasar dan menekan tengkuk leherku arhhh andwee..dia benar-benar kurang ajar.

 

“hmmphhf..,hhh” erangku dan berusaha melepaskan ciumannya itu sambil memukul-mukul bahunya,namun dia malah meraih tanganku dan menguncinya diatas kepalaku.

 

Dia terus menciumku mencoba mencari celah dari bibirku, namun aku tak sudi untuk membukanya, tak ada respon dariku dia malah meremas bagian sensitifku dan akhirnya

 

“Aghhhh..”Bodoh, kenapa aku malah menegeluarkan suara seperti itu? otomatis aku membuka mulutku dan kesempatan itu tidak disia-siakan olehnya

 

“hmpffff..hh” aku meronta-ronta karena kehabisan nafas dengan segera dia melepas ciumannya namun dia tidak berhenti disitu dia beralih ke leherku dan terus mendorongku ke sudut dinding

 

“ughhhhh…ya hyukk..hh” kata-kataku tertahan karena perlakuannya, ya Tuhan tolong biarkan kepalaku berfikir jernih, kenapa ada yang aneh dengan badanku? Kenapa otakku tidak bisa berjalan dengan baik saat ini? Kenapa aku tidak berusaha sekuat tenaga melawan perbuatannya?

 

‘Yunhi ya saranghae” samar-samar aku mendengar dia memanggil nama Yunhi dan kini aku pasrah apa yang akan terjadi padaku. Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba badanku terasa panas serta rasa pusing dikepalaku, bahkan untuk berfikrpun rasanya tak mampu, apa akibat perlakuannya padaku yang semakin liar? Sungguh aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan, saat ini aku hanya mengikuti apa yang dia lakukan padaku tanpa ada penolakkan dariku, meskipun ada dorongan untuk melawanya, namun rasa itu terkalahkan oleh perbuatannya dan tak kupungkiri bahwa aku terhanyut dengan permainannya…………

 

#Flashback end

 

Kim Chaeryl POV

 

“Yaa babi sampai kapan kau akan duduk disitu terus, kajja” suara heechul oppa mengagetkanku dari lamunan panjangku dan aku lihat kini aku sudah sampai di depan gedung tempatku menikah nanti…Ishhhhh aku benci, rasanya ingin sekali lari dari sini, tapi sepertinya itu mustahil, tamat saja riwayatmu Kim Chaeryl.

 

TBC

47 thoughts on “Can I Love You?? ~ 1”

    1. Seru???wah snengx ad yg blg seru..kkkkkkk
      Iy deh dsni critax g bkl brhnti dtngah jln lg.smpt berhenti krn ad mslah sm author lma. Plingn agk ngaret ngeposstx….#lho…
      Btw gmwo ya…:)

  1. kyaaaaa hyukie yadong kembali beraksi!!! *plakkkk!!! digampar fans eunhyuk baru tau rasa lu*
    hehehehhe…tapi untung ajah dia mau tanggung jawab…hehehehe..next part di tunggu yahh…

  2. waw seru nich, kasihan Chaeryl hrs menikah krn sesuatu dgn org yg tdk dicintainya plus org tsb adalah pacar temannya.. Ditunggu author part selanjutnya.. Thanks

  3. hm, yah ak pernah bc,
    tp tetep serukok author gak bosan bc.a
    author tp nanti jgn ad yg d protec yah, wkwkwk

  4. wah wah
    ada yg bru nih
    seru seru crta‘a
    dr ptma udh ada konflik‘a
    bsa bngt deh author‘a
    d‘poster ada donghae‘a,,donghae jd peran utma jg apa figuran aja??
    next part‘a jng lma2 ya
    d‘tnggu…

  5. iya ni..kayaknya pernah baca tapi lupa di blog mana
    semoga kali ini ada endingnya
    karna ceritanya emang seru banget..masih banyak yany bikin penasaran…
    semoga fepat deh lanjutannya

  6. Keren! Pernah dimuat diblog laen? Jd penasaran! Muga disini ga gantung dan tetep ampe ending!
    Msh penasaran it yg can i love you dr pìhak cyeril apa hyuk ya..😀
    next jgn lama2

  7. Ehem ehem tes tesss.. Aku hanya mau mngmentari kalo ada typo dlm hal tanda bacanha tor.. Ceritanya bagus bgt nih, pasti bakalan seru, ditunggu part selanjutnyaa. Jangan kelamaan.
    np: kenapa pas yadongnya mesti di skip? *plak *yadongkumat hahaha

    1. Waaa iy mian ya msi byk typox…
      Next part dtunggu aj ya…hehehe
      Porsi yadong ntr ad dinext part…kkekekeke
      Btw gomawo

  8. ckckck emang hyuk raja yadong.. kasian bgt cheryl nya ga salah mlah jd kya gthu., tp ceritanya menarik ko ^^
    d tnggu part selanjutnya ^^

  9. hehhe,, hot ya ceritanya🙂 seru !! uda ada part 2 nya blm y? yunhi jahat,, g setia,,, padahal hyukjae nomo sarangahae k dy -____-

  10. Yaampun si hyuk sampe salah nari tangan gitu hahahahahaha😀
    Yunhinya jahat banget sama hyuk😦 , hyuknya cuma dimanfaatn uangnya doang padahal hyuknya kan sayang banget sama dia😦 … udah mendingan hyuk sama Chaeryl aja ^^

    pantesan mereka di nikahin soalna udah pernah berbuat ternyata :O hahahahahha …
    daebakkkk deh ini ff nya, edisi NC nya thor ditungguuu😀
    see you in nest chapter ^^

  11. Salam knl chingu, q reader br nih.. Itu koq hyukie oppa msh z cinta sm yunhi sich pdhl dia kan udah jls2 selingkuh.. Trus chullie oppa kyknya disini cuman numpang nganiaya chaeril doank ya.. Trus omo bhkn dgn “halusnya” manggil chaeril babi xixixixi.. Tp over all ceritanya daebak deh..

  12. Slm knl chingu, q reader br nich.. Itu koq hyukie oppa msh z cinta sm yunhi sich pdhl kan dia dah jls2 slngkh -_-.. Chullie oppa kyknya disini cman numpang nyiksa chaeril z ya xixixixi.. Trus dg “sopannya” manggil chaeril babi… Tp over all bgs ceritanya, menarik n daebaklah pkk’y

  13. Duuh kasian itu Cheryl nya, dikira Eunhyuk itu si Yunhi ya? :((
    Nanti gimana tuh rumah tangga mereka…
    Haaahh penasaran bgt jadinya><

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s