Babo Story # 4

Title                 : Babo Story # 4

Author             : yanemGyu

Cast                 :

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Lee Hyukjae/ Eunhyuk

Park Hyunmi (oc)

Kim Eunhae (oc)

Song Jira (oc)

Genre              : romance (?), comedy (?)

Rating             : G

Warning          : Hati-hati!! Typo bertebaran!!

 

Happy Reading^^

 

 

Author’s POV

 

Hyunmi merasa sesak nafas sendiri. Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Rasanya seluruh organ tubuhnya tidak ada yang bisa di ajak kompromi saat ini. Jadi dia hanya menunggu sampai kyuhyun melepaskan ciumannya ini.

Ciuman pertama. Batin Hyunmi. Memang tidak di pungkiri bahwa Hyunmi memang belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. Pernah sih, tapi itu di pipi atau di dahi yang biasa di lakukan oleh kedua orang tuanya. Tapi ini, di bibirnya. Dia tidak terlalu mengenal namja yang berada di depannya saat ini. Dia juga baru mengenal namja itu beberapa hari yang lalu dan itupun selalu di penuhi peperangan di antara mereka. Hyunmi tidak tahu harus bagaimana. Yang dilakukannya saat ini hanya menutup mata. Menghindari kontak mata langsung yang di lakukan namja itu tepat di manik matanya. Di dalam hatinya Hyunmi menahan sesuatu. Yah sesuatu yang memuncak didadanya, Tangisnya.

“ mengapa kau masih menutup matamu ?”pertanyaan itu sukses membuat Hyunmi terkejut. Dia tidak sadar bahwa Kyuhyun telah melepaskan ciumannya beberapa menit yang lalu.

Perlahan tapi pasti hyunmi membuka matanya. Dia mulai mencoba mengembalikan kesadarannya secepat mungkin.

“ KAU!!” teriak Hyunmi langsung. Padahal Kyuhyun hanya berjarak beberapa senti darinya.  Tapi Hyunmi malah berteriak memanggilnya.

“ yak, bisakah kau tidak usah berteriak seperti itu ha? Apa kau ingin aku menciummu lagi untuk menghentikan mulutmu yang cerewet itu” jawab Kyuhyun enteng lalu melepaskan tangannya yang mempel didinding dan memasukkannya ke dalam saku celananya. Lalu memandang Hyumni dalam. Dalam hatipun Kyuhyun juga sedang berfikir panjang. Apa yang telah dikukannya pada gadis di hadapannya ini? mengapa tiba-tiba tubuhnya terdesak untuk melakukan itu. Entahlah yang dia fikir saat itu hanya untuk membuat gadis di hadapannya itu diam. Dan tidak membantah ucapannya lagi.

“ YAK!! Kau mau mati ha? Apa maksudmu melakukan itu. Kau kira aku wanita murahan yang bisa kau perlakukan sesukamu” ucap Hyunmi marah. Hyunmi mencoba mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. Namun nihil. dengan keadaan seperti ini dia tidak punya banyak tenaga untuk mendorong tubuh Kyuhyun yang terbilang lebih besar darinya. Hyunmi mencoba sekuat tenaga untuk menahan tangisnya yang sangat menyesakkan itu.

Kyuhyun mencoba berfikir sejenak. Kata perlawanan apa yang akan di katakannya pada Hyunmi kali ini. jujur dia pun juga tidak tahu. Semuanya terjadi di luar kendalinya.

“ ani. Aku tidak pernah berfikir seperti itu. kau itu terlalu cerewet nona Park, yah jadi aku tidak punya cara lain untuk menghentikan mulutmu itu, selain..”

“ STOP!! Jangan bicara lagi” potong Hyunmi cepat. Kyuhyun tersenyum puas melihat ekspresi yang di tunjukkan Hyunmi saat ini. bukan tersenyum bahagia karena dia telah melakukan hal yang semena-mena pada gadis itu, tapi tersenyum karena melihat ada ketakutan dalam diri gadis itu. Kyuhyun dapat melihat linangan air mata yang terbendung di matanya. Hyunmi menangis? Fikirna sendiri. dia sudah sedikit tahu  tentang Hyunmi. Gadis yang sangat cuek dan tidak pernah mempedulikan hal-hal yang sangat tidak penting baginya. Dan sekarang gadis itu menangis kerenanya? Dan satu hal lagi yang telah di ketahui Kyuhyun tentang Hyunmi adalah bahwa gadis itu tidak pernah memiliki seorang namja. satu-satunya namja yang dekat dengannya adalah Lee Donghae, orang yang bermain basket dengannya waktu itu. Kyuhyun tidak tahu apa sebenarnya hubungan yang terjalin di antara mereka. Tapi setelah ini dia berniat untuk mencari tahu hal itu.

“ wea? Kau malu? Atau kau memang belum pernah berciuman sebelumnya, huh? Dasar. Payah!”  ucap Kyuhyun meremehkan. Sebenarnya dia tidak berniat berbicara seperti itu kepada Hyunmi. Namun entah kenapa malah kata-kata meremehkan seperti itu yang keluar dari mulutnya. Dan juga dia suka melihat Hyunmi dengan wajah kesalnya seperti itu.

“ MWO? Yak KAU..”  Hyunmi berniat memukul tubuh Kyuhyun saat itu juga, tapi tindakannya kalah cepat, karena namja di di hadapannya itu langsung menghentikan tindakannya dan memegang kuat lengannya.

“ Akh!! Lepaskan tanganku” berontak Hyunmi mencoba melepaskan tangan Kyuhyun yang menyakiti lengannya.

“ diamlah, kau itu ribut sekali.” Ucap Kyuhyun mencoba untuk santai. Saat ini yang ingin kyuhyun lihat adalah seberapa besar gadis di hadapannya ini dapat menahan linangan air mata yang sudah tampak jelas di matanya. Yah, Kyuhyun tahu bahwa  Hyunmi bukan gadis yang mudah mengaku kalah begitu saja. Dia akan mencoba sekuat tenaga terlihat kuat untuk menutupi kelemahannya sendiri. Benar-benar gadis yang tangguh. Pikir Kyuhyun.

Tiba-tiba mata Hyunmi yang berkilat tajam itu berubah menjadi lemah. Rasanya dia tidak punya tenaga lagi untuk melawan namja yang telah mempermainkannya saat ini. Kyuhyun dapat melihat ekspresi wajah Hyunmi yang berubah . perlahan dia melonggarkan cekramannya lalu menatap Hyunmi dalam. Yah, mereka saling berpandangan saat ini. Bukan pandangan tajam yang biasa mereka lakukan. Tapi pandangan lelah dan rasa yang menumpuk di fikiran masing-masing. Kyuhyun yang pertama tersadar dengan keadaan. Dan memilih untuk sesegera mungkin mengakhiri perdebatan yang tidak ada habisnya ini. Bukan karena dia tidak suka berada terlalu lama dengan Hyunmi, hanya saja dia tidak ingin terlalu lama menyakiti gadis itu. Mata lelah Hyunmi. Entah kenapa, Kyuhyun merasa hal itu sangat menyakitkan baginya.

“ hhhh,” desah Kyuhyun sedikit lalu mengalihkan pandangannya sebentar. Di lihatnya Hyunmi mulai bungkam dan tertunduk. Jadi ini menjadi saat yang tepat untuk pergi dengan aman. Batin Kyuhyun.

“ CK! Sudahlah aku malas melihat tampang lesumu itu. Besok temui aku di perpustakaan setelah sekolah berakhir. Dan ingat. Jangan sampai kau terlambat. Kau tahu. Aku orang yang tidak suka menunggu” ancam Kyuhyun tajam pada Hyunmi. Dia lalu berjalan santai meninggalkan Hyunmi. Kyuhyun tidak tahu apakah Hyunmi mendengar perkataannya apa tidak, tapi dia tidak memperdulikan itu karena yang dia ingin lakukan adalah pergi. Pergi secepat mungkin dari gadis itu.

Hyunmi merosot jatuh ke lantai koridor setelah Kyuhyun pergi dari hadapannya. Rasa yang memuncak di dadanya tidak dapat lagi di tahannya. Tanpa disadari, air matanya telah jatuh perlahan membahasari kulit wajahnya.

“ Ottokeh?” lirihnya sendiri. Hyunmi berfikir keras untuk mencari cara melawan Kyuhyun. Dia tidak bisa berfikir jernih sekarang. Tapi yang paling penting baginya adalah, Tidak ada kata MENYERAH. Apapun yang akan dia terima nanti. Dia bertekad dalam hati untuk tidak akan pernah membuat Kyuhyun semakin jauh merendahkannya. Hyunmi melipat kakinya dan menyandarkan kepalanya di lututnya. Hyunmi mulai terisak pelan. Untung koridor itu sedang sepi saat ini. jadi dia bisa sedikit menyandarkan tubuhnya untuk melepaskan berbagai rasa yang dia dera saat ini.

 

***

            Hyunmi keluar dari lingkungan sekolah. Dia sudah membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum dia berniat pulang tadi. Hyunmi sampai di gerbang sekolah, di lihatnya Donghae dan Jira yang sudah menunggunya lalu di hampirinya mereka.

 

“ Annyeong” sapa Hyunmi singkat. dia tidak memperlihatkan wajah kesal dan murungnya. Tidak penting. Fikir Hyunmi. Yah, dia sudah berfikir banyak tadi. Akan melawan Kyuhyun. Kini kebenciannya bertambah besar pada namja itu. dia tidak bisa diam begitu saja.

“ oh, Annyeong Hyunmi-a” balas Jira riang.

“  Yak! Park Hyunmi, mengapa kau lama sekali?” Tanya Donghae marah

“ mian, tadi ada sesuatu hal yang ku lakukan” jawab Hyunmi seadanya. Tidak mungkin bukan dia mengatakan pada Donghae dan Jira bahwa dia tadi sedang berciuman dengan Kyuhyun. Memikirkannya saja sudah buat Hyunmi merasa frustasi.

“ Cih, sok sibuk sekali kau itu. atau jangan-jangan kau tadi sedang sibuk dengan namja baru itu? haha, benar bukan yang ku katakana bahwa kau pasti terpesona padanya” Goda Donghae. Akhir-akhir ini Donghae memang sering menggoda Hyunmi seperti itu.

“ yak! Berhenti menyebut tentangnya di hadapanku.” Protes Hyunmi marah. Dia memandang Donghae tajam. Rasanya Hyunmi ingin sekali membunuh Donghae saat itu karena telah berani-beraninya mengatakan hal gila seperti itu. di tambah lagi di saat paling tidak tepat seperti ini.

“ sudahlah, jangan bertengkar, lebih baik kita pulang saja. Aku lapar” lerai Jira. Jira memang selalu menjadi penengah diantara Hyunmi dan Donghae. Mereka ini memang seperti anak kecil, batin Jira

“ ne, kajja” jawab Hyunmi dan Donghae serentak. Jira hanya tersenyum kecil melihat sikap kedua sahabatnya itu. tidak ada kata lagi untuk mereka. Mereka memang begitu, bertengkar lalu nanti terlihat sangat manis,jadi Jira memang sudah memakluminya.

Hyunmi masuk kedalam mobil Jira, namun tiba-tiba dia menangkap sosok yang di kenalnya.

“ Eunhae-a” panggil Hyunmi setengah berteriak karena jarak Eunhae yang cukup jauh. Dia berjalan mendekati Eunhae. Hyunmi mencoba untuk bersikap seperti biasanya dan menganggap tidak ada terjadi apa-apa padanya.

“ eoh Hyumi-a, kau belum pulang”

“ ya, ini mau pulang. Kau pulang sendiri ?” Tanya Hyunmi singkat, namun di otaknya dia menyimpan sesuatu rencana.

“ ne, aku naik bis.” Jawab Eunhae . Hyunmi tersenyum licik mendengar jawaban Eunhae.

“ Hyunmi-a, wea? Mengapa kau tersenyum seperti itu?” selidik Eunhae sambil meneliti wajah Hyunmi

“ ah, ani. Oya, kau pulang denganku saja. Bukankah rumah kita searah”

“ Ne? tapi..” belum sempat Eunhae melanjutkan kalimatnya tiba-tiba saja Hyunmi sudah menarik tangannya menuju mobil Jira dan Donghae. Akhir-akhir ini Eunhae terlihat sangat murung. Dia belum sempat mananyakan penyebabnya, mungkin masalah Donghae. bukankah anak ini hanya akan senang dan sedih tergantung pada namja itu saja?

Hyunmi berhenti tepat di mobil Donghae. Donghae yang saat itu belum masuk ke dalam mobilnya terkejut karena melihat tindakan Hyunmi itu.

“  Hae-a, bisakah kau mengantarkan Eunhae pulang. Kasihan dia pulang sendiri” ucap Hyunmi membujuk.

“ Ne?” jawab Donghae tidak mengerti.

“ Ck! Kau tuli. Aku bilang tolong antarkan temanku ini kerumahnya. Rumahnya itu searah dengan rumah kita. Ini sudah sore, apa kau tega membiarkan wanita pulang sendirian. Kau tahu. naik bis itu tidak aman bagi gadis-gadis remaja. Banyak penculikan, perampokan, dan juga..”

“ stop-stop,” tiba-tiba Donghae memotong ucapan Hyunmi. “kau itu sedang membicarakan apa ha. Membuat pusing saja. sudahlah. Ayo pulang. aku lelah” ucap Donghae frustasi lalu masuk ke mobilnya dengan paksa.

“ Ayo. Eunhae-a, masuk sana” Hyunmi membuka pintu penumpang mobil Donghae dan mendorong Eunhae masuk.

“ tapi Hyunmi-a, aku takut. Dia terlihat marah dan juga aku tidak mau merepotkannya” bisik Eunhae pada Hyunmi di ambang pintu mobil.

“ tidak apa-apa. Dia memang seperti itu. sudahlah. Kapan lagi kau mendapatkan kesempatan seperti ini” balas Hyunmi membujuk paksa Eunhae.

Hyunmi mendorong tubuh Eunhae sedikit kuat hingga mau tidak mau Eunhae masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang di sebelah Donghae. Donghae hanya diam dan hanya memandang lurus kedepan. Dia tidak menggubris apapun yang kedua gadis itu lakukan. Donghae diam bukan karena marah, hanya saja dia tidak tahu harus berbuat apa karena gadis yang telah banyak memenuhi otaknya akhir-akhir ini sekarang berada bersamanya. Disampingnya. Telah lama dia ingin melakukan hal ini. mengantarnya pulang dengan selamat sampai di rumah. Tapi tidak bisa. Dia tidak mempunyai alasan untuk melakukan itu. siapa dia? dia bukan siapa-siapa bukan.

Setelah yakin Eunhae telah duduk dengan baik di kursinya, Hyunmi menutup rapat pintu mobil itu dengan bahagia. Bahkan sangat bahagia karena dapat melihat sahabatnya mendapatkan setidaknya satu kesempatan saja untuk dekat dengan Donghae. saat ini dia benar-benar lupa. Lupa bahwa tadinya dia dengan kondisi yang sangat tidak baik-baik saja. dan karena melihat hal ini dia melupakan masalahnya sejenak. Melupakan namja brengsek yang telah mempermainkannya tadi. Yah, rasa bencinya sudah sangat memuncak saat ini.

Eunhae duduk dengan gelisah. Donghae belum juga menghidupkan mesin mobilnya. Kenapa? Tanyanya sendiri. apa donghae benar-benar marah dan tidak ingin bersamanya.

“ Oppa, apa kau merasa terganggu? Kalau begitu aku turun saja.” ucap Eunhae pelan lalu bergegas membuka pintu. Namun Donghae menahannya cepat.

“ anio. Gwenchana. Rumahmu dimana?” Tanya Donghae berusaha menormalkan detak jantungnya yang tidak karuan.

“ hanya beberapa Blok dari daerah rumahmu” jawab Eunhae canggung.

“ oh, baiklah. Pakai seat beltmu.” Perintah Donghae sambil menghidupkan mesin mobilnya.

“ ne” jawab Eunhae gelagapan. Sumpah. Eunhae tidak bisa menahan gerumuh detak jantungnya saat ini. tidak dapat digambarkan. Hyunmi memang gila, gumam Eunhae dalam hati. Tapi dia juga mengakui dia sangat senang dengan kegilaan yang di buat sahabatnya itu.

Di sisilain, tepatnya di dalam mobil Jira. Hyunmi sedang mengulum senyum bahagianya. Jira yang duduk di sebelahnya terlihat bingung dengan sikap aneh Hyunmi. Dia tidak sabar lagi untuk menahan semua pertanyaan yang berkelik di otaknya. Dan satunya orang yang bisa menjawabnya adalah gadis yang sedang duduk di sebelahnya dengan tingkah aneh yang tidak bisa Jira gambarkan sendiri.

“ Yak! Wae?” Tanya Jira tidak sabar lagi.

“ apanya yang kenapa?” Tanya Hyunmi acuh. Di lihatnya mobil Donghae yang sudah berjalan meninggalkan mereka.

“ yak, Jira. hidupkan mobilmu. Jangan sampai kita kehilangan jejak mereka” ujar Hyunmi terburu-buru sambil menunjuk ke arah mobil Donghae. Hyunmi mengacukan pertanyaan Jira. Dan itu membuat Jira kesal saat ini. tapi dia tetap saja menuruti perintah Hyunmi. Mobil Jira menyusul mobil Donghae dan meminimalisir jarak mobilnya dengan mobil Donghae agar tidak tertinggal jauh di belakang.

“ jadi itu gadis yang di ceritakan Donghae?” tebak Jira langsung karena jengah dengan pertanyaannya sendiri yang tidak kunjung mendapat jawaban.

“ Eunhae? Maksudmu Donghae menyukainya?” Tanya Hyunmi balik tidak percaya.

“ Yak. Berhentilah berbelit-belit seperti itu. aku membuat pertanyaan, bukan pernyataan. Mengapa kau malah bertanya padaku. Oh God! Sialnya aku mendapatkan sahabat sepertimu” keluh Jira pelan, tapi hal itu masih dapat terdengar oleh Hyunmi.

“ mwo? Apa maksudmu berbicara seperti itu.” ucap Hyunmi marah

“ Ck! Sudahlah jangan di bahas. Aku sedang malas berdebat denganmu saat ini. jadi cepatlah kau katakana. siapa gadis yang bersama Donghae itu sekarang”  tuntut Jira sambil memandang jalan dengan wajah frustasi.

“ huhhh. Kau itu mnyebalkan sekali. Namanya Kim Eunhae” jawab Hyunmi singkat.

“ Lalu?” ayolah dia bukan butuh nama gadis itu. dia hanya ingin tahu apa hubungan antara Donghae dengan gadis itu.

“ Eunhae sudah lama menyukai Donghae. mungkin sejak kami masih tingkat satu dulu” kalimat Hyunmi terhenti. Jira mendengarkan dengan seksama tapi matanya masih terus menghadap kedepan, tepatnya ke arah mobil Donghae

“ tapi yang aku tidak tahu itu adalah bagaimana perasaan Donghae padanya. aku kadang juga ikut sedih saat melihat Eunhae terus mengharapkan Donghae jelek itu. aku juga tidak mengerti mengapa dia bisa menyukai Donghae dengan segitu besarnya. Dan mau menunggunya selama ini. ck! Sahabatku itu memang dasyat sekali.”

“ itulah namanya cinta Hyunmi-a” sahut Jira tiba-tiba.

“ maksudmu? Apa hal gila seperti itu yang disebut cinta. Cih! Itu namanya Bodoh, bukan cinta” desis Hyunmi membalas.

“ kadang orang akan terlihat bodoh bila sedang mencintai seseorang, memikirkannya setiap saat, berharap orang itu memiliki perasaan yang sama. Ah, kau tidak akan tahu bila tidak merasakannya sendiri” jelas Jira sambil mengarah pandangannya pada Hyunmi lalu kembali menatap jalan di hadapannya.

“ merasakan apa? Jatuh cinta atau aku menjadi orang bodoh?” Tanya Hyunmi tidak mengerti. Jira hanya geleng-geleng kepala melihat sikap sahabatnya itu. tapi dia pun juga tidak bisa berbuat apa-apa. Yah, memang seperti itu sahabatnya itu.

“ kedua hal itu bisa terjadi secara bersamaan. Kan sudah ku bilang, kau tidak akan mengerti bila tidak merasakannya sendiri. sudahlah aku pusing bila membahas ini denganmu”

“ kau itu, bicaramu semakin dewasa saja. menyebalkan sekali!” rutuk Hyunmi sendiri.

Jira hanya tersenyum-senyum penuh arti sendiri.

“ lalu kau bagaimana, oya, bagaimana dengan Namja yang sering di sebut-sebut Donghae itu. apa kau benar tidak tetarik dengannya. Setidaknya cobalah Hyunmi-a” bujuk Jira perlahan agar dia tidak mendapatkan balasan teriakan dari Hyunmi.

TIDAK, DAN TIDAK AKAN PERNAH! Teriak Hyunmi sendiri dalam hati.

“ Cih! Mati saja aku bila harus menyukai namja brengsek itu” ucap Hyunmi menggebu-gebu tapi masih tetap dengan suara normal. Dia teringat lagi kejadian tadi, bagaimana namja itu telah mempermainkannya dan dengan santainya merebut ciuman pertamanya. Dia semakin geram dalam hatinya dan rasanya ingin memakan namja itu saat itu juga.

“ apa kau benar-benar sangat membencinya? Apa dia seburuk itu? aku jadi penasaran”

“ ya. Aku amat sangat sangat sangat membencinya. Bila ada kata yang lebih tinggi lagi dari kata itu aku akan memakainya untuk menggambarkan rasa benciku saat ini.”

“ eii, jangan begitu. kau tahu, benci dan cinta itu adalah dua hal yang sangat dekat.” Ujar jira berusaha menenangkan Hyunmi yang mengamuk sendiri.

“ maksudmu?” Tanya Hyunmi tidak mengerti

“ Ck! Susah sekali rasanya berbicara padamu” Ucap Jira geram sendiri.

Hyunmi tidak lagi bertanya-tanya, karena dia juga lelah sendiri. apalagi bila menyangkut namja itu. Hyunmi memperhatikan jalan sambil berfikir keras. Pembalasan apa yang akan di lakukannya kali ini pada namja itu. dia memutar keras otaknya, namun dia tetap tidak menemukan jalan. Dia menyandarkan tubuhnya di kursi. Istirahat. Yah, hanya istirahat yang dia butuhkan saat ini.

 

***

Eunhae dan Donghae hanya diam selama perjalanan. Kegugupan, canggung dan tidak tahu mau mengatakan apa menyelumuti mereka. Tidak ada diantara mereka yang berniat memulai percakapan. Bukannya tidak ada, tapi memang kata itulah yang menjadi menjadi masalah. Kata apa yang harus di ucapkan. Keduanya menahan berbagai rasa di hati mareka masing-masing. Rasa senang karena untuk pertama kalinya mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa berdua seperti ini.Donghae yang biasanya ribut bila sedang bersama Hyunmi ketika di mobil kini menjadi bisu. Lidahnya terasa kelu. Dan penyebabnya adalah gadis disebalahnya itu. yah, tidak bisa di pungkiri lagi bahwa gadis itu ternyata adalah Kim Eunhae.

“ He’em” donghae berdehem pelan untuk mengalihkan rasa groginya. Donghae terlihat gelisah, dan hal itu bisa dirasakan oleh Eunhae.

“ Oppa, kau kenapa? Kau haus? Apa kau mau minum” Tanya Eunhae tak kalah groginya.

Haus? Mungkin itu bisa menjadi alasan yang tepat untuk lebih dekat dengannya saat ini, Pikir Donghae dalam hati.

“ hmm, Eunhae shii. Bisakah kau ambilkan air minumku yang ada di depanmu itu” Tanya Donghae mulai tenang. Dia memikirkan sesuatu hal di otaknya.

Enhae mengambil botol minum Donghae seperti yang diperintahkannya tadi.

“ ini” ucapnya manis sambil menyodorkan minum itu ke arah Donghae

“ mmm, Eunhae shii,” panggil Donghae tapi masih belum menerima botol minum itu.

“ wea” jawab Eunhae cepat karena bingung dengan sikap Donghae itu.

“ bisakah kau menolongku. Aku sedang menyetir. Aku tidak bisa memegang sesuatu hal bila sedang menyetir seperti ini” ucap Donghae mengawali rencananya.

“ Lalu aku harus bagaimana Oppa?” Tanya Enhae tidak mengerti dan memperlihatkan wajah polosnya. Donghae tersenyum sendiri melihat raut wajah Eunhae yang sangat menggemaskan saat itu. dia ingin sekali mencubit ke dua pipi Eunhae yang bisa di katakan berisi itu.

“ kau membantuku minum” jawab Donghae datar. Eunhae berfikir sendiri, lalu di lihatnya Donghae memberikan kode pada Eunhae.

“ oh seperti itu” ucap Eunhae masih menampakkan ekspresi polosnya.

Eunhae mendekat ke arah Donghae

Deg,

jantungnya terasa lebih cepat sepuluh kali lipat saat ini. melihat Donghae sedekat ini. melakukan hal ini untuknya. Dia merasa ini bagai mimpi. Eunhae mendekatkan tangannya ke arah mulut Donghae. dan merasa posisinya telah benar, dia memanggil Donghae

“ buka mulutmu Oppa” ucapnya lembut. Jarak mereka sangat dekat saat ini. Donghae mengarahkan kepalanya mengahadap Eunhae. Tidak peduli walaupun dia sedang menyetir saat ini. Dia hanya ingin meneliti lebih lama wajah yang ada di hadapannya saat ini. wajah milik seorang gadis yang telah berhasil menarik perhatiannya tanpa dia tahupun karena apa. Gadis itu tidak terlalu cantik, hanya saja manis. Wajahnya yang putih bersih tanpa sedikitpun make up yang lengket di wajahnya itu, membuat gadis itu terasa sangat cantik bagi Donghae.

Eunhae menjadi salah tingkah sendiri saat di tatap seperti itu oleh Donghae. apa ada yang salah dengan wajahnya? Tanyanya sendiri dalam hati.

Akhirnya Donghae membuka mulutnya dan dengan sigap Eunhae menuangkan air minum itu ke dalam mulutnya.

Selesai. Rencana Donghae berhasil. Dia merasa sangat bahagia karena dapat membuat suatu kesan pada ‘pertemuan’ pertama mereka ini.

“ gumawo” ucap Donghae sambil tersenyum ke arah Eunhae. Dia melihat jalan kembali dan mencoba memfokuskan mata kesana.

Eunhae hanya membalas dengan senyum terbaiknya. Senyum yang hanya di berikannya untuk namja itu saja. Lee Donghae, entah kenapa berapapun besar rasa sakit yang dia rasakan selama ini karena terlalu mencintai namja itu, sekarang sirna begitu saja. dia tidak ingat lagi bahwa baru kemarin dia menangisi kelakuan namja ini. seperti Eunhae tersadar bahwa hanya namja ini saja yang dapat membolak-balikkan perasaannya. Senang. sedih, dan rasa hancurpun telah sering dia lewati hanya karena namja ini. namja yang sedang senyum indahnya menyetir membawanya pulang dan mungkin akan mimpi indah malam ini.

 

***

 

Drrt..drrtt..drrrtt

 

Hyunmi bangkit dari posisi enaknya di atas kasurnya. Mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi tempat tidurnya.

“ ponsel ku? Ah, aku lupa di letaknya.” Decaknya kesal.

Itulah kebiasaan Hyunmi. Selalu lupa dimana meletakkan ponselnya. Dia engangkat kasar bantal-bantal dan selimutnya. Tapi ponsel itu tidak juga di temukannya. Tiba-tiba bunyi ponselnya berhenti.

“ Ck! Ponsel sialan. Jangan mempermainkanku disaat moodku tidak bagus seperti ini” marahnya sendiri.

 

Drrttt..drtt..drrtt

 

Ponsenya bergetar lagi. Kali ini HyunmI beranjak dari kasur dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

Tiba-tiba dia menangkap sutu benda yang mengeluarkan cahaya warna-warni

“ ah, itu dia” Hyunmi segera berlari menuju ponselnya yang ternyata terletak di atas meja kecil dekat kamar mandinya. Ternyata dia lupa bahwa ponselnya di letakkannya disana sebelum dia mandi pulang sekolah tadi.

Langsung saja dia membuka flip ponselnya sebelum terlebih dahulu melihat nama si penelfon. Yah, itulah kebiasaannya. Tidak penting juga. Toh nanti dia akan mendengar suara orang itu dan langsung tahu siapa yang si penelfon tersebut.

“ yeobseyo” jawab Hyunmi tergesa-gesa

“ YAK! PARHYUNMI!! KAU ADALAH SAHABAT TERBAIKKU .AKU SANGAT MENCINTAIMU, MENYANYANGIMU. AKU SANGAT BAHAGIA BISA KENAL DENGANMU.AKU TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKANMU. AKH!! POKOKNY AKU SANGAT BERTERIMAKASIH PADAMU. AKU…!!” teriak orang di seberang.

“Aigoo. Berisik sekali dia” gumam Hyunmi sambil sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya walaupun orang tersebut belum selesai bicara. Hyumi hanya diam dan tidak merespon ucapan orang tersebut. Menunggu sampai orang diseberang berhenti meneriakinya.

“ Hyunmi..” panggil orang itu karena mengetahui bahwa Hyunmi mengacuhkannya

“ wae?” jawab Hyunmi malas

“ mengapa tidak menjawabku” sungut orang di seberang kesal

“ Yak! Kau mau membuatku tuli ha. aigoo.. tidak biasanya kau berteriak-teriak tidak jelas seperti ini. apa kau mau menandingi teriakanku? apa yang ikan kembung itu lakukan padamu sehingga kau jadi aneh dalam waktu kurang dari 5 jam seperti ini”  ucap Hyunmi tak kalah marah.

“ hehe, mian. Mmm. Hyunmi-a. gumawo” ucap orang itu sambil menahan senyum bahagianya.

“ ne. arayo. aku melihatmu murung akhir-akhir ini, jadi ku fikir apalagi hal yang membuatmu seperti itu kalau bukan sahabat jelekku itu. jadi ya sudah aku membantumu untuk sedikit dekat dengannya. Kau puas? Apa merasa sangat senang?”

“ Ne!! aku senang senang senang sekali saat ini. tapi..” ucapannya terhenti tiba-tiba.

“ tapi apa?” Tanya Hyunmi sambil mengerutkan keningnya bingung.

“ tapi aku belum tahu siapa gadis itu”

“ gadis yang mana?” Tanya Hyunmi lagi tidak mengerti

“ gadis yang bersama kalian itu. aku melihat Hae Oppa bersamanya kemarin dan mereka terlihat sangat akrab. Kau mengenalnya bukan? Siapa dia? gadis itu bukan kekasih Hae Oppa kan?” Tanya Eunhae menyakinkan diri.

“ apa maksudmu. Jira?”

“ Jira? Jadi namanya Jira?” Tanya Eunhae lagi

“ ya, dia Song Jira. Dan apa tadi kau bilang. Dia kekasih Donghae? ck! Fikiran bodoh apa itu? kami bersahabat. Aku, Jira, Donghae. bukankah aku sudah pernah menceritakan tentang sahabatku yang berada di Amerika. Yah, dialah orangnya.” Ucap Hyunmi menjelaskan.

“ Jinja? Jadi Hae Oppa masih sendiri kan? ah! Aku jadi lega sekarang” ujar Eunhae girang.

“ Ck! Kau itu. lain kali jangan langsung mengambil pemikiran sendiri seperti itu” sungutnya kesal.

“ seperti kau tidak begitu saja” bela Eunhae.

“ mwo? Yak!” ucap Hyunmi marah.

“ Sudahlah. Aku malas berdebat denganmu. Aku mengantuk. Aku tidur dulu ya. Aku mau memimpikan Hae Oppa malam ini.” ujar Eunhae riang.

“ Cih! Menyebalkan sekali!” desis hyunmi kesal

“ kau akan bisa merasakan apa yang aku rasa ini bila kau juga merasakannya Hyunmi. Maka dari pada itu kau itu harus..

“ STOP! Berhenti sampai disitu.” Potong Hyunmi cepat

“ Ck! Aku belum selesai bicara” ucap Eunhae tidak terima

“ yak! Aku sudah tahu apa yang akan kau katakana. Yak! Kim Eunhae, sekali lagi ku ingatkan kau, berhenti merecokiku dengan kalimat-kalimat itu. aku muak mendengarnya. Sudahlah aku lelah. Aku pusing. Aku mengantuk. Aku mau tidur. Bye!”

 

‘KLIK’

 

Tanpa menunggu jawaban Eunhae Hyunmi langsung menutup flip ponselnya.

“ hhh” sedahnya sedikit lalu membaringkan tubuhnya di kasur empuknya dengan masih menggenggam ponselnya

 

Drrttt..drrttt..drttt

Ponsel Hyunmi berbunyi lagi.

“ AKH!! Siapala lagi ini??” gumamnya frustasi sambil mengacak rambut panjangnya gusar. Tanpa melihat si penelfon Hyunmi langsung menjawab telfon tersebut.

“ wae? Apa lagi Eunhae-a. aku pusing. Sudahlah.besok saja lagi kau menceramahiku” ucap Hyunmi ketus pada orang di seberang yang disangkanya adalah Eunhae.

“ Hyunmi-a. ini aku” protes orang diseberang yang merasa Hyunmi salah orang.

“ eoh? Hae-a. Mianhe. Ku kira Eunhae” ujar Hyunmi merasa bersalah lalu mengubah posisnya menjadi duduk.

“ Eunhae? Apa tadi dia menelfonmu juga?” Tanya orang diseberang yang ternyata adalah Donghae.

“ ya begitulah.” Jawab Hyunmi cuek.

“ dia mengatakan apa?” tanyanya lagi penuh selidik.

“ tidak ada apa-apa. Hanya masalah wanita. Kau tidak perlu tahu” jawab Hyunmi masih dengan nada suara yang sama.

“ mmm. Baiklah aku tidak akan bertanya lagi. Aku menelfonmu hanya untuk mengatakan terimakasih.”

“ terimakasih untuk apa?” Tanya Hyunmi bingung. Dalam fikirannya Hyunmi merasa tidak pernah melakukan apapun untuk Donghae.

“ gumawo kau sudah membantuku untuk dekat dengan sahabatmu itu. Ng, maksudku, Eunhae” jawab Donghae grogi.

Hyunmi mengerutkan keningnya. Bingung. Apa maksud ucapannyanya. Hyunmi tidak mengerti. Apa Donghae juga mempunyai perasaan yang sama dengan Eunhae. Berbagai pertanyaan berkelik di otaknya.

“ apa maksudmu? OMO.Hae-a, kau menyukainya???”

“ Ne” jawab Donghae mantap

“ MWO? JINJAYO? Eonje? Mengapa tidak pernah mengatakannya padaku”

“ aku sudah pernah mencoba mengatakannya padamu. Tapi kau malah membuatku kesal dengan tingkahmu itu dan membuatku tidak berselera lagi bercerita”

Hyunmi memutar-mutar otaknya penasaran. Kira-kira kapan Donghae pernah menceritakan tentang seorang gadis dengannya. Tiba-tiba Hyunmi mengingat sesuatu.

“ Yak. Hae-a. apa gadis yang kau maksud kemarin itu adalah..”

“ ya benar sekali” potong Donghae langsung.

“ aku sudah lama menyukainya. Sejak pertama kali kau mengenalkannya padaku. Aku merasa ada yang berbeda dari gadis itu. dia tidak seperti gadis lainnya yang sibuk mencari perhatianku dengan memanfaatkanmu. Hyunmi-a, apa dia tidak menyukaiku? Mengapa dia terlihat biasa saja ketika bertemu denganku.” Tanya Donghae gusar

Hyunmi mendengar penjelasan Donghae penuh minat. Ketika Donghae menyelesaikan ucapannya tiba-tiba timbul ide cemerlang di otaknya.

“ Aku juga tidak tahu. Mengapa tidak kau tanya sendiri saja” ucap Hyunmi cuek. Dia berusaha agar aktingnya terlihat sempurna walaupun Donghae tidak bisa melihat wajahnya. Tapi dalam dalam hatinya dia tertawa bahagia karena menduga duga ekspresi sedih Donghae.

“ dia tidak pernah menanyakanku padamu. Maksudku, Ng apa dia tidak pernah berbicara tentangku padamu?” Tanya Dongahe takut-takut.

“ Cih! Sok narsis sekali kau tuan Lee Donghae. dia tidak pernah berbicara tentangmu” jawab Hyunmi kesal. Tapi memujamu, sering, gumamnya

“ begitu? Baiklah. Aku tutup dulu telfonnya. Sampai jumpa besok. Oya, apa kau besok ingin berangkat denganku atau di antar oleh Jira?”

“ denganmu saja” jawab Hyunmi singkat. dia sedang berusaha menahan tawa yang memuncak di mulutnya.

“ eoh, baiklah. Bye!”

 

KLIK

 

Donghe memutus sambungan telfonnya dengan Hyunmi. Dan saat itulah tawa Hyunmi benar-benar meledak.

“ HUAAAAHAHAHAHAAHHAHAHA”

“ DONGHAE BABO!! Teriaknya lagi sambil beguiling-guling ria di atas kasurnya. Sehingga membuat cover bad nya berantakan.

Hyunmi tertawa terus hingga dia terlelap tidur.

 

***

 

Hyunmi’ POV

 

Aku berjalan gontai menuju perpustakaan sekolah. ini sudah jam pulang. Jadi kalian sudah tahu bukan, aku ada jadwal belajar meamuakkan dengan namja yang memuakkan pula. Aish, aku kesal sekali bila terus mengingat nasipku ini. pasti namja brengsek itu sedang mengutukku karena karena terlalu lama menemuinya. Tadi aku harus meminta izin dulu dengan timku bahwa aku tidak bisa ikut latihan basket. Hei. Aku ini kapten. Bisakah dia sedikit mengerti bahwa aku HARUS LATIHAN sekarang ini karena pertandinganku yang tinggal menghitung hari. tapi, mau bagaimana lagi. Aku tidak mau di gantung pada pelajaran Kim Seosangnim nanti karena tidak mengerti pelajarannya.

Aku telah sampai sampai di depan pintu perpustakaan. Lalu masuk kedalam. Kosong?

Aha, jadi namja itu tidak datang? Yes. Jadi aku tidak perlu mendengar ceramahnya karena aku terlambat dan bisa ikut latihan bersama teman-temanku. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Namun nihil. Tempat ini memang kosong.

“ yak!” teriak seseorang.

Aigoo, jantungku mau copot rasanya. Siapa yang berani-beraninya mengagetkanku disaat seperti ini. aku berbalik dan melihat ke sumber suara.

Aish! Ternyata namja itu ada. Dia duduk di meja yang terletak disudut ruangan. Ah pantas saja aku tidak bisa melihatnya. Tempat duduknya tersembunyi begitu. Aku berjalan kearahnya. menarik kursi yang berada di depannya lalu duduk dengan sedikit menghentakkan tubuhku kesal.

“ ku kira kau tidak datang. Ah, kau merusak rencanaku saja” sungutku kesal. Dia hanya mengacuhkanku dan kembali berkutat dengan buku-buku yang berada di hadapannya. Dia terlihat santai-santai saja. lalu mengapa aku harus stress sendiri dengan tidakannya itu. tapi, bukankah aku yang dirugikan disini. Ish!! Mengapa tidak sedikitpun dia menjelaskan tentang tindakannya itu. namja setan ini memang benar-benar!

Aku mengalikan pandanganku dan melihat meja di depanku.Buku-buku itu membuatku ingin muntah. Apa aku akan mempelajari semuanya. Aku mau mati saja!

“ berhenti menatap buku-buku ini seperti itu cepat keluarkan bukumu dan kita mulai dari pelajaran matematika hari ini.” ucapnya tegas. Aku hanya bisa memanyunkan mulutku kesal dan mengikuti perintahnya.

“ jadi bab apa yang tidak kau mengerti?” tanyanya datar setelah aku mengeluarkan segala keperluan belajarku

“ semuanya” ucapku cuek

“ ya! Berhenti bermain-main. Mana mungkin tidak ada satu babpun yang tidak kau mengerti?” bentaknya marah. waw. Baru kali ini aku melihatnya marah seperti itu. biasanya dia hanya tersenyum setan dan meremehkanku. Mengapa aku jadi takut seperti ini? ah, andwe. Kau tidak boleh lemah Park Hyunmi.

“ aku tidak bercanda. Aku memang tidak bisa. Yang ku tahu hanya pelajaran Logika. Aku paling benci pelajaran Trigonometri dan Dimensi tiga. Rasanya aku mau menghapus saja pelajaran itu dari daftar pelajaran metematika. Akh!! Aku tidak bisa matematika. Mau berapa kali ku katakana. aku tidak mengerti.” Jelasku gusar sendiri.

Aku sedikit aneh melihat Kyuhyun yang tampak mendengarkan ceritaku penuh minat. Tumben. Tadi dia tidak memarahiku karena aku terlambat. Lalu dia juga terlihat benar-benar ingin mengajariku. Sebenarnya dia ini kenapa? Apa dewa malaikat sedang bersarang di tubuhnya saat ini?

“ mengapa memperhatikan seperti itu?” tanyanya tiba-tiba. Aku mengembalikan fikiranku.

“ ani. Siapa yang memperhatikanmu. Sok narsis sekali kau Tuan Cho! Sudahlah, mulai saja mengajariku. Aku tidak betah berlama-lama dengan namja setan sepertimu” ucapku menghentikan fikiran bodohnya itu. aish! Memang aku tadi memandanginya?

“ Mwo? Yak! Kau fikir aku mau berlama-lama dengan yeoja cerewet sepertimu ha?” ucapnya tidak kalah galak.

“ lalu mengapa kau tidak biarkan saja aku pergi. Mengapa kau ingin sekali menahanku?” tanyaku berapi-api. Aku sangat emosi saat ini. enak saja dia memarahiku seperti itu. memangnya ini kehendakku untuk berada bersamanya saat ini. bukankah dia yang ingin mengajariku. Seenaknya saja mengataiku yeoja cerewet.

“’ andwe!” tolaknya tajam.“ aku ingin bermain-main denganmu” akunya lagi yang membuatku naik darah. Di tambah lagi melihat seringaian liciknya itu.

“ mwo? Kau kira aku mainanmu ha” bentakku keras padanya. aku melupakan bahwa ini tempat dimana semua orang tidak boleh bersuara besar. Tapi untuk kali ini aku tidak mau tahu tentang peraturan itu. toh, perpustakaan ini sepi, guru penjaga entah kemana. Aku geram sekali padanya saat ini. kalau bisa aku ingin menginjak-injaknya di bawah kakiku saat ini.

“ ya. Bukankah sudah ku katakana. kau yang memulai permainan ini nona Park. Dan kau juga telah berani-beraninya mencari gara-gara denganku. Ku ingatkan sekali lagi. Kau sudah terjebak dan kau tidak punya jalan keluar untuk lari dariku.” Ucapnya tajam. Dia lagi-lagi tersenyum setan ke arahku. Dan aku hanya melongo mendengar ucapannya itu.

“ yak! Kau tidak bisa seenaknya begitu terhadapku. Kau tahu, aku sangat membencimu. Kau telah banyak mengganggu hidupku. Arrgghh, Cho Kyuhyun kau telah merebut..” kalimatku terhenti seketika. Babo! Mana mungkin aku mengatakan padanya bahwa dia telah merebut ciuman pertamaku. Bisa besar kepala dia.

“ wae? Mengapa tidak di dilanjutkan? Aku telah merebut…? Apa kau ingin mengatakan bahwa aku telah merebut ciuman pertamamu. Begitu bukan?” tanyanya santai sambil melipat kedua tangannya di atas meja dan memajukan wajahnya ke arahku. Untung ada meja yang mengahalangi kami. Jadi dia tidak bisa berada terlalu dekat denganku. Oh,Ayolah. mau berapa kali ku katakan. aku tidak bisa melihatnya dengan jarak terlalu dekat. Dia akan mudah menghancurkan pertahananku karena aku yang dengan bodohnya terlalu terpesona dengan wajahnya itu. arrggh, aku sangat benci keadaan seperti ini. aku mau menjawab apa sekarang. ah, apa dia seorang peramal? Mengapa bisa tahu isi otakku.

“ ani. Bukan seperti itu. tadi aku hanya.. aku hanya..” aduh aku mau beralasan apa.

“ kau hanya malu padaku, begitu?” potongnya enteng.

“ yak! Cho Kyuhyun! Berhenti mempermainkanku!” bentakku keras. Anak ini memang benar-benar!!

“ hhhmmmffttt. Hahahah” tiba-tiba dia tertawa bahagia. Dia memundurkan kembali badannya dan bersandar di kusi sambil tertawa riang. Apa yang lucu? Aku hanya bisa cengo melihatnya seperti ini. tidak tahu mau mengatakan apa. Aku malah memperhatikan ekspresinya. Mengapa di saat tertawa seperti inipun dia masih juga terlihat tampan. Apa Tuhan sedang baik saat menciptakan namja ini. dia hampir nyaris di katakana sempurna bila tidak memiliki sifat setan yang menyelimutinya itu.

“ hahha. Kau tahu. Wajahmu itu lucu sekali tadi.” Tawanya sudah mereda saat ini. ish! Sebegitu senangnyakah dia karena telah menyiksaku seperti ini. awas kau Cho Kyuhyun. Akan ku balas kau nanti.

Dia mulai membenarkan posisi duduknya. Sudah puas menertawaiku? Lalu dia mengambil salah satu buku yang ada di hadapannya. Setelah melihat buku itu sebentar lalu dia mengambil kertas putih kosong yang memang sudah tersedia sebelumnya dan menuliskan sesuatu di kertas itu. apa yang di lakukannya? Aku tidak berniat bertanya sedikitpun. Hanya diam dan melihatnya.

Beberapa menit berlalu. Tapi dia masih belum selesai dengan kertasnya itu. dan aku?  Apa yang ku lakukan? Aku malah sibuk memperhatikan wajah seriusnya itu yang sedang menulis. Ck! Aku terlalu malas untuk mengakuinya. Bahwa dia benar-benar sangat mempesona bahkan saat diam dan, menulispun? Aigo~ sepertinya otakku ini perlu di install ulang.

“ aku tahu aku ini tampan nona Park. Kau tidak perlu memandangku seperti itu.” ujarnya tiba-tiba sambil masih menulis. Bukankah dia tidak melihatku? Mengapa dia tahu apa yang kulakukan? Aku segera tersadar dan membalas ucapannya.

“ Kau? Tampan? Cih! Mati saja aku bila mengakui kau itu tampan Tuan Cho!” dustaku keras padanya. Tidak mungkin bukan untuk mengatakan hal sebenarnya pada namja setan ini. bisa jatuh harga diriku bila mengatakan itu padanya.

Dia telah selesai menulis. Kemudian meletakkan penanya di atas meja. Dia tersenyum setan ke arahku. Lagi? Aish, mau berapa kali aku melihat senyum setannya itu. aku merasa sedang di neraka saat ini.

Dia memberikan kertas itu kepadaku.

“ ini” ucapnya sambil menyodorkan kertas itu.

“ apa ini?” tanyaku tak mengerti sambil menerima kertas tersebut. Ku lihat sebentar. Isinya soal matematika berisi 5 soal.

“ apa kau tidak bisa baca? Itu soal. Babo!” ejeknya sambil menyentil dahiku sedikit.

Sedikit?  Ini lumayan sakit.

“  yak. Appeo!” rintihku sambil mengusap dahiku yang sakit.  Apa sekarang dia ingin melakukan perang melalui kontak fisik? “ yak namja Babo! Aku juga tahu ini soal matematika. Lalu mengapa kau memberikannya padaku?” balasku tak mau kalah

“ Hhhh.” Desahnya berat. Yang seharusnya kesal itu aku. Bukan dia. mengapa seolah-oleh malah aku yang terlihat bodoh disini.

“ kau kira untuk apa lagi aku memberikan soal itu untukmu kalau bukan untuk kau kerjakan. Aku memberikan 5 soal dasar trigonometri untukmu. Kau harus mengerjakannya sekarang dan minimal kau harus benar 3 soal” jelasnya padaku.

Ha? Dia bilang ini pelajaran dasar trigono? Aish! Namja brengsek ini. bukankah sudah ku katakan bahwa aku paling benci dengan pelajaran ini. mengapa dia malah memberikan soal seperti ini.

“ yak. Kan sudah…”

“ tak ada bantahan. Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Aku punya cara tersendiri untuk mengajari orang. Jadi kau tidak berhak memprotes” ucapnya tegas. “ waktumu 15 menit dan kau telah kehilangan 2 menit karena terlalu banyak protes. Cepat kerjakan!” perintahnya lagi. Dia lalu duduk santai bersandar di kursinya sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada dan memandangku tajam. Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang. yang pasti aku sangat mengutuknya saat ini. aku segera mengambil pensil dan mulai mencoret-coret yang di beririkannya itu. arrgghh!! Soal macam apa ini? mengapa baru nomor satu saja sudah susah. Mengapa dia tidak memberikan soal yang sudut istimewa saja. bagaimana aku bisa tahu berapa itu cos 75. angka itu tidak ada dalam daftar hafalan yang di berikan Kim Seosangnim. Apa ini yang dia bilang dasar. Akh! Aku ingin sekali berteriak. Aku tidak bisa!!

 

***

 

Jira’s POV

 

“ apa liburan minggu nanti kita bisa bertemu? Ng, Maksudku. Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Bagaimana? Apa bisa?” Tanya Eunhyuk di seberang. Yah. Aku memang sedang bertelfonan dengannya saat ini.

“ Bisa!” jawabku tegas. Aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini, bukan?

Yes. Akhirnya!

“ benarkah? Wahh, Gumawo Jira-a” ucapnya senang di seberang. Apa dia sesenang itu? apa mungkin dia..? ah. Kau tidak boleh terlalu percaya diri dulu Song Jira.

Tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“ Ng. Hyukjae-a. apa aku boleh mengajak temanku? Soalnya kemarin aku mengatakan akan mengenalkannya padamu. Apa boleh?” tanyaku ragu

“ teman? Namja atau yeoja?” selidiknya

“ temanku yeoja. Dia sahabatku. Aku menginap di tempatnya saat ini” jelasku padanya.

“ eoh. Baiklah. Boleh.” Jawabnya lagi.

“ gumawo. Oya, lalu kita mau kemana?”

“ Lotte World” jawabnya singkat

“ oh!” balasku seadanya.

“ baiklah kalau begitu. Ku tutup dulu ya telfonnya.”

“ ye. Sampai jumpa!” ucapku mengakhiri.

Aku mengakhiri percakapan telfonku dengan Eunhyuk. Apa aku harus senang? Eunhyuk mengajakku jalan-jalan. Apa aku boleh berteriak?

Huaaaaaaa!!!! Aku bahagia sekali.  Aku senyum-senyum sendiri di kamar Hyunmi tanpa aku sadari bahwa pemilik kamar ini tengah memperhatikanku dengan Bingung.

“ wea?” tanyaku padanya.

“ apa sesuatu telah terjadi? Mengapa kau senyum-senyum tidak jelas seperti orang gila begitu?”

“ ah. Ania. Tidak ada apa-apa” kilahku.

“ eoh? Begitu. Baiklah.” Jawabnya singkat

Kenapa dia? mengapa terlihat aneh. Aku sudah lama mengenalnya. Ekspresianya tidak seperti biasanya.

“ kenapa? Kau ada masalah?” tanyaku langsung.

“ eoh? Hmm. Begitulah” jawabnya singkat.

Benarkan. Pasti ada sesuatu.

“ tidak mau berbagi denganku?”

“ Jira-a. kau tidak usah lagi membantuku mencari gulu les” ucapnya mengawali ceritanya.

“ wea? Bukankah kau butuh guru les untuk membantumu belajar? Atau kau sudah mendapatkannya?” tanyaku hati-hati. Hyunmi ini orangnya sangat sensitive. Aku harus menjaga setiap kata-kataku kalau ingin tahu apa masalahnya. Kalau tidak nanti dia akan kehilangan mood dan tidak mau berbagi denganku.

“ ya. Bisa di bilang begitu” jawabnya lesu. Dia lalu berbaring di atas kasurnya, sementara aku masih duduk di pinggir kasur.

“ mengapa jawabanmu seperti itu? kau tidak suka gurunya?”

“ hmm. Ya!” tegasnya lagi.

Aku jadi bingung sendiri. sebenarnya anak ini kenapa. Mengapa dia tidak bahagia. Padahal kemarin dia sangat ngotot ingin di carikan guru les.

“ Hyunmi-a. ceritakanlah padaku. Sebenarnya ada apa?” tanyaku memaksanya. Aku tidak sabar lagi. Aku sangat penasaran.

Tiba-tiba ku dengar suara isakan tangis seseorang. Aku langsung membalikkan tubuhku dan duduk mengarah padanya yang terbaring bebas sambil menatap langit-langit kamar.

“ ah. Wea?? Mengapa menangis? Tidak biasanya kau seperti ini. Ceritakan padaku!” tuntutku cepat. Namun isakannya tak kunjung mereda. Aku jadi panik sendiri. dia ini sudah pulang lama. Lalu sesampainya di rumah malah menagis seperti ini. Hyunmi bukan gadis yang cengeng. Pasti ini masalah yang sangat berat baginya, makanya dia menangis seperti ini. aku mencoba diam untuk sesaat.dan membiarkan dia yang memeluk boneka teddy bearnya sambil menagis. Setelah aku merasa dia mulai tenang aku mengoyangkan tubuhnya dan akhirnya dia pun mau meresponku dan duduk bersila menghadapku.

“ sudah selesai nangisnya?” tanyaku pelan sambil menghapus sisa-sisa air matanya.

“ Muka Panda!” ejekku lembut padanya. Mukanya jelek sekali dan sangat kacau. Dia tidak membalas ejekanku dan hanya membalas pertanyaanku dengan anggukannya. Aku pun mengerti dan langsung mencoba membuatnya bercerita.

“ jadi. Kenapa? Cobalah ceritakan padaku. Mungkin aku bisa membantumu” ucapku menenangkannya.

“ aku sudah tidak tahan lagi!” ujarnya mengawali.

“ tidak tahan apa?

“  Namja itu sudah sangat keterlaluan padaku. Dia sudah seenaknya saja padaku. Dia selalu bisa untuk menguasaiku. Aku benci sekali padanya. aku ingin lari. Tapi tidak bisa. Aku tidak mau kalah darinya. Aku tidak mau dia menganggapku wanita lemah dan cengeng. Tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa.” Ceritanya panjang lebar

Namja? Oh, jadi dia bermasalah dengan seorang namja. Cakkaman. Mwo? Namja siapa?

“ Hyunmi-a, apa yang kau maksud adalah namja yang waktu itu. yang kau ceritakan itu” tanyaku menebak-nebak.

Dia mengangguk lemah dan mengacak rambut gulungnya yang berantakan itu frustasi.

“ memangnya apa yang dilakukannya padamu?”

***

Hyunmi POV

“ memangnya apa yang di lakukannya padamu?” Tanya jira hati-hati.

MATI!! Apa yang harus ku jawab. Apa mungkin aku mengatakan yang sebenarnya pada Jira.Mukaku mulai cemas. Aku menundukkan kepalaku. Tidak berani melihatnya.

“ wea? Mengapa kau ketakutan begitu?”

“ Ng. ania. Bukan apa-apa” kilahku cepat

“ eii, kau tidak bisa berbohong padaku. Cepatlah ceritakan. Kitakan sudah lama bersahabat. Apa kau tidak mempercayaiku. Aku selalu menceritakan masalahku padamu. Tapi kau. Sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku.” Ucapnya sedih. Aduh, aku jadi merasa bersalah. Benar yang jira katakan. bukankah kami selalu terbuka. Jadi tidak adil bukan bila aku menutupi sesuatu hal darinya. Mungkin dengan bebagi dengannya aku bisa merasa lebih tenang dan dia dapat membantuku.

“ baiklah begini saja. bila kau tidak bisa menceritakanya. Bagaimana kalau kau menjawab pertanyaanku saja. jadi kau bisa lebih singkat menjawabnya dan akupun juga bisa tahu apa masalahmu. Bagaimana?” tawar jira padaku. Aku hanya mengangguk dan menerima tawarannya.

“ pertanyaanku pertama adalah siapa namja itu dan siapa namanya?”

“ ya. Kau benar dia namja yang kemarin pernah ku ceritakn. Namanya Cho kyuhyun.” Jawabku singkat sesuai pertanyaannya.

“ dari semua tindakannya padamu yang kau benci itu, yang akupun juga tidak tahu itu apa. Bisakah kau sebutkan satu saja tindakannya itu agar aku bisa mengerti seberapa jahatnya dia” tanyanya lagi.

Akh! Ini dia yang paling sulit untuk ku katakan.

“ diaa.. Nggg.. dia.. menciumku” jawabku kaku. Aku tidak berani melihatnya. Tidak bisa. Aku menunduk menahan malu.

“ dimana?” tanyanya tanpa terkejut ataupun merecokiku.

“ di sekolah” jawabku singkat

“ bukan itu. maksudku dia menciummu di bagian apa? Dimananya??” tuntutnya tidak sabar.

Aish!! Mengapa harus betanya itu.

“ di bibirku.”

“ MWO??” ucapnya terkejut. Aku masih menunduk. Tidak. Tidak. Aish! Pasti sekarang dia menertawakanku. Atau dia sedang berfikiran macam-macam tentangku.

Aku hanya diam dan bungkam. Tidak tahu harus berkata apa. Ingin sekali aku menenggelamkan wajahku saat ini juga. Akh! Aku malu sekali.

Tiba-tiba dia memengang ke dua pundakku dan mengisyaratkanku untuk melihatnya.

“ jawab pertanyaanku” ucapnya tegas. “ apa alasannya dia menciummu? Apa kau menanyakannya?” tanyanya serius. Aku jadi begidik sendiri melihat wajah seriusnya itu. jadi aku harus jawab jujur, kan?

“ dia bilang dia ingin menutup mulutku. Dia bilang aku ini terlalu cerewet. Jira-a, bukankah dia itu yang yang jahat. Alasan macam apa itu. dia bukan siapa-siapaku. Seenaknya saja menciumku sembarangan” ucapku membela diri.

Dia lalu tersenyum setelah mendengar penjelasanku. Ada apa? Apanya yang lucu?

Aku hanya dia sampai akhirnya dia mulai bicara.

“ sepertinya dia menyukaimu?” ucapnya enteng

“ MWO?? Sekarang diliranku yang terkejut olehnya. Apa-apaan dia. membuat hipotesis yang gila. Dia. namja setan itu. suka padaku. Sepertinya dunia akan kiamat.

“ mana mungkin!!” sangkalku cepat.

“ apanya yang tidak mungkin. Apa salahnya seorang namja menyukai seorang yeoja. Baboya!” balasnya sambil menyentil dahiku sehingga secara otomatis aku sedikit terhuyung kebelakang.

“ bukan itu. dia selalu memarahi. Mengejekku. Menghinaku. Dan.. ah. Entah apa lagi penyikasaannya itu. mana mungkin dia menyukaiku. Yak. Song Jira. Jangan gila kau!”

“ aish! Seharusnya kau itu bersyukur ada seorang namja yang menyukaimu. Bukannya seperti ini” ucapnya memarahiku.

Aku masih tidak mengerti. Menyukaiku? Aku menggaruk-garuk kepalaku frustasi. Tidak mungkin bukan? Jira ini hanya tidak tahu apa yang sebenarnya yang ku alami bila bersama namja setan itu. makanya membuat pendapat sendiri seperti ini.

Aku memanyunkan mulutku kesal. Memikirkan ucapannya dan menyangkalnya lagi. Itu tidak mungkin! Gumanaku lagi dalam hati.

“ sudahlah jangan di fikirkan. Akupun juga tidak yakin dengan pendapatku sendiri. karena aku belum melihat langsung. Bagaimana kalau kau kenalkan dia padaku” bujuknya tiba-tiba

“ TIDAK!!” jawabku tegas. Enak saja dia memintaku mengenalkannya pada namja sialan itu. apa katanya nanti.

“ aish! Pelit sekali kau!”

“ aku tidak peduli!” balasku cepat.

“ baiklah aku tidak akan memintamu lagi. Oya. Aku ada kabar baik buatmu”

Tiba-tiba pembicaraannya berubah arah.

“ kabar baik apa?” tanyaku malas

“ aku dan Eunhyuk akan bertemu. Dan aku akan mengenalkanmu padanya.” ucapnya tersipu-sipu malu.

“ lalu apa baiknya untukku?”

“ yak! Kau jangan membuatku kesal. Bukankah kau ingin mengenalnya dan juga kau ingin ku traktir lalu menurutmu itu bukan kabar baik untukmu? Aish! Ya sudah. Kau tidak jadi saja ku traktir!” sungutnya keras lalu berbalik dan membeakangiku.

Di traktir? Wahhhh!! Sepertinya itu kata yang bagus.

Aku mencoba mendekati Jira lagi dan mengembalikan moodnya.

“ Jira. Mianhae. aku tadi sedang kesal. Kau mengertilah. Jangan marah lagi ya. Eoh? Eoh?” bujukku meredakan emosinya. Aku menggoyang-goyangkan bahunya pelan tapi dia masih saja membelakangiku dan melipat tangannya kesal.

Hhh!! Harus bagaimana lagi membujuknya.

Ahaaa. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang terlintas di otakku. Aku segera bersiap-siap dnegan aksiku.

1.2.3

“ huahahahahhaha. Hahahah. Hyumi. Hentikan!” protesnya tapi sambil tertawa. Ini memang cara yang ampuh bagiku untuk membuat moodnya kembali lagi. Aku tidak menghentikan aksiku dan terus menggelitiknya. Dia terpingkal-pingkal ke lantai dan berguling-guling seperti orang gila.

Haha, lucu sekali melihatnya seperti ini.

“ waahaha..Hyunmi-a.. sudahlah aku lelah” ucapnya lemah.

Dia memang terlihat pucat sekarang dan juga lelah. Rambut dan bajunya jadi kusut dan berantakan. Ah! Aku jadi bahagia dapat menghibur diri dengan seperti ini.

“ baiklah-baiklah. Ayo berdiri.”

Aku memegang tangannya dan membantunya untuk naik kembali ke atas kasurku.

“ sudah tidak marah lagi, kan?” tanyaku meyakinkan.

“ Hhhhhh!!” desahnya berat. Lalu dia merentangkan tangannya dan merebahkan diri di kasur. “ iya. Aku tidak marah. Hanya sedikit kesal saja padamu. Sudahlah. Aku lelah. Aku mau tidur” ucapnya lemah sambil bergerak mencari posisi nyaman untuk tidur. Memangnya sekarang sudah jam berapa? Mengapa dia sudah tidur. Aku melirik jam putih besar di kamarku. Mwo? Sudah jam 8 malam? Aku masih menggunakan seragam lengkap. Belum mandi, belum makan malam. ah, apa eomma tidak ada di rumah? Mengapa tidak memanggilku dan Jira untuk turun makan malam. sudahlah. Lupakan semua. Aku mau mandi. Istirahat. Tapi tiba-tiba terniang satu kata yang paling ku benci tadi keluar dari mulut namja setan itu.

 

‘ menyerahlah! Kau tidak akan bisa mengalahkanku. Lihat! Kau hanya benar satu nomor. Sebenarnya isi otakmu itu apa ha?’

 

Aku masih mengingat jelas kalimat yang di lontarkannya itu padaku tadi. Arrghh!! Aku geram sekali padanya. ingin sekali aku mencabik-cabik mukanya dan menjambak-jambak rambut gurita gorengnya itu. aish! Aku benci sekali padanyaa!!!

***

 

@ Lotte Park.

 

“ jadi mana Eunhyukmu itu?” tanyaku yang mulai jengah. Bayangkan. Kami sudah mengelilingi tempat ini selama 3 kali. Tapi orang yang di cari tidak juga menampakkan batang hidungnya. Sebenarnya mereka ini janjian jam berapa. Ini sudah mau siang. Mengapa lama sekali.

“ ya. Tunggu sebentar. Mungkin masih di jalan. Kau itu tidak sabaran sekali!”

Dia mulai sibuk dengan ponselnya. Mungkin menghubungi Eunhyuknya itu. aku melarikan mataku melihat-lihat pemandangan disini. Memang. Hanya dua kata. Luar biasa! Apa kalian pernah kesini. Tempat rekreasi termegah di korea selatan. Tidak hanya wahana bermain, tapi juga ada tempat-tempat perbelanjaan, lalu ada museum, bioskop, apa lagi ya. Entahlah, aku juga susah mendeskripsikannya. Karena ini juga pertama kalinya aku kesini.  Sebenarnya aku juga berat untuk datang kesini. Karena Donghae menelfonku tadi pagi dan memberikan jadwal pertandinganku. Hari rabu depan. Tapi latihanku minggu ini sangat kacau. Apa mungkin aku bisa mengandalkan latihan-latihanku di minggu-mingg sebelumnya. Ah, molla. Aku bingung. Ini semua gara-gara namja brengsek itu. dia sudah merusak semua rencana-rencanaku. Aku duduk di salah satu kursi yang sedang kosong. Lelah karena berdiri dari tadi. Jira masih juga sibuk dengan ponselnya dan terlihat gelisah. Aku masih mengedarkan pandanganku ke seluruh tempat yang bisa ku raih dengan mataku. Namun tiba-tiba mataku menangkap sosok seseorang yang ku kenal. Aku melebarkan mataku untuk melihatnya jelas. Sampai aku berdiri dan terus memperhatikannya lekat-lekat. Dua namja. yang satu sedang sibuk dengan ponselnya dan satu lagi penuh dengan ekspresi cuek dan kesalnya.

Mereka berjalan mendekat ke arahku dan Jira. Sampai akhirnya mereka sudah agak jelas terlihat. Dan namja yang sedang memegang ponsel tadi melambai ke arah kami. Dia melambai kepada siapa? Aku melirik jira yang berada di belakangku. Dia tersenyum senang menunggu namja yang sedang berjalan itu.Dan saat itu pula aku bisa melihat siapa namja itu.  aigoo~.. Dunia memang kejam!!

 

TBC

 

Hello helooo hello!!! Ada yang kagen FF saya ini? saya kembali hadir dengan part 4. ada yang lain? Yupz bener. Ini pertama kalian FF babo stoy  pake poto? Gimana? Bagus gak??

Oya, gimana dengan part ini? semakin aneh? Membingungkan?  Atau malah penasaran? Haha. Saya mengerti itu. saya juga kurang dapat fell nya saat menulis part ini. oya ada sedikit informasi. Mungkin ff ini yang part 5 nya bakal lamaaaaa sekali saya publish. Kenapa? Karena saya mau konsen belajar buat snmptn tertulis. Akh! Saya paling benci belajar lagi. Kan udah pusing belajar buat UN kemarin. Ini masih nambah lagi belajarnya. Tapi  gak boleh nyerah. Pasti bisa!! Lulus PTN yang saya inginkan. Doain ya semuanyaa… aminnn..

Akhir kata saya ucapkan terimakasih buat readers yang masih setia baca FF babo saya. Di tunggu komen dan segala macam keluhannya. Annyeong!! Saranghae^^

19 thoughts on “Babo Story # 4”

  1. yahhhh itu kyuhyun kan???
    #sok tau
    ya ampun dunia sempit banget!!!!
    aku suka banget sama ceritanya dehhh…..
    di tunggu lanjutannya yah

  2. jiahhhhhhhhhh…segeralah belajar dan semoga lulus snmptn ^^..hehehhehekalo dah keterima segeralah publish part 5…sebenerya ceritanya lucu hanya saja entah kenapa aq agak jenuh saat baca???
    so far so good…ku nanti part selanjutnya…
    apakah si evil kyu teman eunhyuk????hahahahaha..mereka seperti anjing dan kucing saja O___O

  3. emang hyunmi kenal eunhyuk?
    donghae tinggal nembak eunhae tuh. .
    kyu jahat bgt sih apa gara2 dy emang suka sama hyunmi?
    lanjutin deh. .

  4. wah kyanya tuh kyu deh, bkal gmna yah berantem ga jelas or mlah ada sesuatu ??
    sangat d tnggu next partnya..^^
    sem0ga sukser ujianNya !!!

  5. oops.. aq bru coment sekarang, baru buka my lappie sih…
    huaaah makin seru aja nih cerita..
    kyu sahabatan ya sama hyukie??
    next chappie ditunggu…

  6. whoa!!
    telaaaatttt,,
    tuh evil mank gaje,,
    pke cium2 sgala,,
    #envy
    impulsif (?) tuh kyk’a,,
    eh ikan bruan tmbak eunhea,.
    kbru tu orank lmutan,,
    wkwk
    -,-v
    hmmmm emank psti kyu tuh ma mnyet,,
    #dgmparjewels
    cpa gge cba,,
    dunia emg smpit hyunmi,,
    jdhie hdapilah nak,,😀
    Over all part ne bgus koq eon,,
    lbih bgus gge lw lnjtan’a cpet publish!!🙂
    sesuju smwa ??
    all : sesuju donk!!
    *plak,#abaikan
    good luck yea eon snmptn’a,,
    ^^
    fighting!!

  7. jangan lama-lama huhu,, ceritanya makin seru apalagi pas bagian si hyumni ma kyuhyun, lanjutkan ditunggu besok! #maksa *plak: ditampar authornya hoho -.-

  8. huaaa cerita ini kapan endingnya? T.T lho? haha soalnya saking seru bacanya jadi pengen baca sampe end abisnya seru bikin penasarn, Thor jangan lama-lama yah, udah greget aku hoho *bejek-bejek muka hyuk saking keselnya nungguin part berikutnya* *plaak: Ditamparin jewels huhu T_T

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s