I Believe The Destiny [Sekuel :MY FIRST LOVE] chapter 2

Title : I Believe The Destiny [Sekuel :MY FIRST LOVE] chapter 2

Author :  Quintkyu/Justkyu

Main cast : Kim Soora (OC), Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG-15

Summary

‘Aku tak tahu apa semua ini mimpi atau kenyataan, tapi kenapa semuanya terlihat nyata dihadapanku, bahkan telingaku pun masih berfungsi dengan baik mendengar pengakuannya yang sederhana, namun di lain sisi aku merasa Tuhan membuat semua ini seperti mimpi. Dan jika harus memilih, aku ingin ini semua adalah mimpi, mimpi yang panjang dan membawaku kesana selamanya’

Author POV

Tengah hari ini langit kota Seoul berselimutkan awan gelap. Mendung yang menguasai langit membuat orang berlalu lalang dengan cepat, mencari tempat berteduh sebelum tetesan air hujan itu turun semakin deras.

Namun sejak jatuhnya tetesan air hujan pertama tidak membuat seorang namja yang tengah duduk di pinggiran sungai Han di tepi kota itu bergeming, pandangannya lurus menatap hamparan kecil sungai itu, namun entah apa yang diperhatikannya.

Tubuhnya diam, hanya sesekali matanya yang berkedip melawan tetesan air hujan yang turun semakin deras dan membuat seluruh pakaiannya basah, namun sepertinya ia tidak peduli.

“Untuk terakhir kalinya Tuhan, biarkan aku seperti ini, dan aku berjanji saat hujan ini reda maka semua akan baik-baik saja” Bibirnya bergetar saat ia berbisik pelan, seperti menahan ngilu yang merajam jantungnya, namun bukan secara fisik.

“Aku hanya bisa jujur saat tidak ada dirimu didepanku, mianhae Soora~ya jika aku membohongimu saat mengatakan bahwa diriku baik-baik saja, tapi aku akan jauh lebih buruk jika membuatmu tetap bersamaku, karena aku terlalu mencintaimu”

Dan airmata itupun mengalir bercampur dengan hujan yang kini mengguyur seluruh tubuhnya, ia tak peduli jika harus menangis ditengah hujan seperti ini, membiarkan tatapan orang-orang  berlalu lalang yang melihat kearahnya, namun hanya sebentar lalu kembali berlari kecil-kecil menghindari hujan dengan payung digenggaman mereka.

Kenapa bukan diriku yang menguasai hatinya? Kenapa harus orang lain? Tuhan tolong jawab ini, kenapa selama 3 tahun itu ia tidak bisa sepenuhnya mencintaiku? Apa aku tidak pantas untuknya?atau memang KAU membuatnya bukan menjadi milikku? Tapi sampai saat ini aku masih tetap mencintainya, meskipun aku sudah melepaskannya” Batinnya berteriak dalam hati, ia tak sanggup jika mengeluarkan melalui bibirnya.

Aku tahu seharusnya aku tak boleh seperti ini, aku harus tahu resiko apa yang kuterima saat melepasmu sebagai calon istriku di hari pernikahan itu, tapi aku tetap manusia yang tidak bisa membohongi diriku sendiri, bahwasannya aku menyesal, aku menyesal Soora~ya melepasmu saat itu, tapi aku takut akan lebih menyesal saat nantinya kau tak bahagia hidup dengan orang yang tidak kau cintai.” Meskipun airmatanya tertutupi oleh air hujan, namun tetap saja tergambar dengan jelas raut kesedihan yang mendalam diwajahnya  Tapi dia sudah berjanji ini tak akan berlangsung lama, setelah hujan ini reda, maka semuanya akan membaik, meskipun tak sepenuhnya, tapi setidaknya itu tak terlihat di depan Soora, gadis yang membuatnya seperti ini.

Ia mengadahkan kepalanya keatas, memandang langit gelap yang menumpahkan jutaan tetes air hujan, dalam pikirannya saat ini, ia berharap rasa sakit dan sesal  ini akan luntur terbawa air hujan dan jatuh mengalir di sungai Han.

Ia membuka telapak tangan kirinya yang sedari tadi menggenggam sesuatu, dilihatnya benda itu tanpa berkedip sedikitpun, namun bibirnya terkatup berusaha meredam tangis yang memaksa untuk keluar.

Sepasang cincin emas putih bersanding diatas telapak tangannya, cincin yang seharusnya ia sematkan dijari manis calon pengantinnya, tapi itu sudah tidak berlaku lagi, sejak ia memutuskan untuk memilih melepaskannya.

“Mungkin hanya cincin ini yang ditakdirkan bersama, tapi bukan pada pemiliknya, meskipun kau bukan menjadi milikku, aku akan tetap memenuhi janjiku untuk tetap menjagamu, setidaknya aku masih bisa melihatmu meskipun dengan orang lain” Dan setetes airmata itu jatuh lagi melewati pelupuk matanya, tapi ia teringat akan janjinya pada Soora di altar waktu itu.

“Gomawo Soora, selama 3 tahun ini kau mau berada disisiku, setidaknya aku masih memiliki kenangan bersamamu, kenangan sebagai kekasihmu waktu itu”

Ia memasukkan kedua cincin itu kedalam sakunya, sebelum akhirnya ia berjalan meninggalkan sungai Han dan melawan hujan yang sudah sedikit mereda.

@Charless de gaulle airport, France

Seorang namja berkulit putih seperti porselen, berbalut celana jeans dengan cardigan Armani berwarna abu-abu tengah berjalan keluar dari west gate arrival di salah satu pintu di dalam bandara Charless de gaulle, sambil mendorong trolli yang berisi koper beludru hitam.

Ia memperlebar setiap jengkal langkahnya dan mendorong cepat trolli yang sedang dikendalikannya, seolah-olah ingin berlari dan cepat keluar dari tempat ini.

Salah satu tangannya terangkat dan memegang dada kirinya, menepuknya pelan saat dirasakannya jantungnya berdegup dengan cepat, bahkan ia sudah merasakannya saat beberapa jam yang lalu masih berada di Seoul.

“Aigoo, bahkan belum melihatnya saja jantungku sudah seperti ini, bagaimana jika nantinya aku bertemu dengannya?” ia masih terus menepuk pelan dadanya dan berjalan keluar menuju pintu utama

“Kim Soora, Kim Soora, Kim Soora, asal kau tahu, dari tadi nama itu yang terus berputar di otakku, tapi entah kenapa aku tidak pernah bosan”

Ia tahu bahwa nama itu sudah terpatri dalam otaknya selama ini, bahkan perjalanan 12 jam Seoul-Paris matanya masih terus terjaga di dalam pesawat, dan nama itulah yang membuatnya tidak bisa sedikitpun memejamkan mata, sangat tidak normal bukan?

“Soora~ya, kau adalah satu-satunya yeoja yang telah berani membuat hidupku sepert ini, bahkan seorang Cho Kyuhyun bisa mengalami hal-hal yang belum pernah terjadi dalam hidupnya, pertama kau telah mengacak-acak hatiku saat mendengar kau akan menikah, kau tahu aku hampir gila saat itu, bahkan sempat berfikir untuk membawamu kabur dari altar. Kedua, bahkan ini hal terkuno yang pernah aku lakukan, mendatangi rumahmu dan meminta ijin pada orangtuamu untuk menjadi kekasihmu.Ketiga kau bisa membuatku terbang ribuan kilometer dari Seoul ke Paris hanya karena aku terlalu merindukanmu, dan tentunya harus membawamu pulang sebagai gadisku dan mungkin nantinya masih ada hal gila lain yang rela aku lakukan hanya untukmu, Eunhyuk bilang itu yang dinamakan cinta, bukan hanya sekedar perkataan tapi terbukti melalui tindakan, bukankah itu keren? Ya kau memang sangat keren Cho Kyuhyun”

Ia terus berbicara pada dirinya sendiri, seolah tak memperdulikan beberapa tatapan aneh orang yang berlalu lalang di bandara, berbicara sendiri dengan bahasa yang mereka tak ketahui

“Sejak kapan langit sudah gelap? Ini semua karena kepalaku terlalu sibuk memikirkanmu, bahkan berubahnya waktupun aku tak sadar” Ia melihat jam yang bertengger di tangan kanannya, dengan jarum yang menunjukan pukul 11.00 pm waktu Paris.

Saat ia melihat sebuah taksi melaju pelan ke arahnya, ia mengacungkan jempolnya dan tepat taksi itu kini berhenti didepannya.

“Plaza Hotel at 25 Avenue Montaigne,  please” Ia berbicara pada supir taksi itu saat sudah duduk di kursi belakang penumpang, dan beberapa saat kemudian taksi tersebut berjalan keluar dari lokasi bandara.

“Yaa nae simjang (jantungku) kenapa kau terus berdegub seperti ini? ini tidak normal, Kim Soora kau harus bertanggung jawab akan hal ini” Ia berbisik pelan pada dirinya sendiri, dengan tangan kanan menepuk pelan dada kirinya, ia tahu jantungnya akan berdetak tak normal jika ia terus memikirkan gadis itu.

“Excusme sir? Did you talk with me?” Sepertinya supir taksi sedikit mendengar Kyuhyun berbicara sendiri tadi, dilihatnya namja itu di balik kaca spion depan

Kyuhyun yang sedari tadi melamun, sedikit tersentak saat mendengar suara bass supir taksi tersebut, dan dilihatnya wajah supir taksi dari pantulan kaca spion

“Oo..oh, no I’m just talking to myself” Jawabnya sedikit terbata, kemudian ia tersenyum karena mungkin supir taksi ini mengira bahwa dirinya sedikit tidak waras karena berbicara sendiri.

Sedangkan supir taksi itu hanya mengangguk-anggukkan pelan kepalanya, dan kembali fokus menyetir membelah jalan malam di kota Paris yang semakin cantik dengan cahaya lampu berwarna-warni di setiap sudut jalan.

Kim Soora POV

Hari ini hari pertamaku  menjalani liburanku ke Paris, setelah beberapa hari lalu hanya disibukkan dengan urusan pekerjaan, tapi aku sangat menikmatinya, ditambah lagi acara roadshow kemarin yang terbilang cukup sukses.

Saat ini sudah menunjukkan pukul 09.00 a.m waktu paris, dan sinar matahari bersinar sangat cerah, hari yang bagus untuk memulai petualanganku menjelajahi tempat-tempat indah disini, rencana  hari ini tempat pertama yang aku kunjungi adalah symbol kota Paris, Eiffel Tower.

Setelah menempuh transportasi menggunakan train RER dan berhenti di Stasiun Champs de mars tour Eiffel, lalu berjalan kira-kira 200 meter  menyusuri Sungai Seine dan kini aku benar-benar bisa melihat Eiffel berdiri kokoh didepanku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerangka besi menara yang terinspirasi dari susunan tulang manusia ini benar-benar sangat indah, aku benar-benar takjub dibuatnya dan rasa penasaranku bertambah untuk melihat kota Paris dari atas menara ini.

Namun saat melihat antrian panjang manusia yang juga memiliki keinginan yang sama denganku untuk naik ke atas menara itu, aku mengurungkan niatku, sangat tidak mungkin jika aku harus ikut mengantri dengan ratusan orang yang sudah berbaris sejak pagi tadi.

Ternyata benar apa yang dikatakan Vinue, salah satu recepsionist hotel tempaku menginap

‘Jika ingin naik ke atas Eiffel kau harus datang pagi untuk membeli tiket’

Hhhh..mungkin besok atau lusa aku akan datang lagi kesini, lalu aku memutuskan untuk mengunjungi tempat lain, aku merogoh selembar peta kecil yang kudapat dari hotel dan mencari tempat lokasi yang tidak jauh dari sini.

Kyuhuyun POV

Sial kenapa aku harus bangun kesiangan? Semua rencanaku jadi kacau, dan saat ini aku tidak tahu dimana ia berada….arrrhhhh aku mengacak rambutku frustasi berdiri di depan pintu kamarnya, memencet bel berkali-kali  namun tak ada jawaban, setelah itu turun mengelilingi setiap sudut hotel ini masih dengan hasil yang sama.

“Nona korea itu hari ini mengunjungi menara Eiffel” Aku menoleh saat seorang laki-laki dengan seragam hotel tempatku menginap datang menghampiriku saat aku hendak memasukki lift, dia berbicara dengan bahasa inggris dengan logat Prancis yang kental.

“Vinue, apa kau melihatnya?sejak kapan ia pergi?” Aku mengenal laki-laki ini, dia yang membantuku mendapatkan kamar tepat disebelah kamar Soora

“Kira-kira 15 menit yang lalu, masih sempat untuk menyusulnya”

“Benarkah?ah terimakasih” Sambil melihat jam yang meingkar ditanganku, aku segera bergegas menyusulnya.

“Semoga berhasil” Kudengar dia berteriak saat aku berjalan menjauh

Aku berjalan menuju area parkir di hotel ini, ada gunanya juga menyewa mobil selama aku berada di Paris, ini sangat berguna disaat-saat seperti ini

Tidak sulit bagiku untuk mencari tahu dimana letak menara itu, karena ini sudah ke tiga kalinya aku datang kesini.

Jika dia naik RER 15 menit yang lalu, mungkin saat ini ia masih berada dalam kereta itu, paling tidak aku harus sampai Eiffel sebelum dia turun dari kereta itu

Setelah kira-kira 30 menit menempuh perjalanan akhirnya aku sampai di Cham de Mars, yaitu lokasi dimana menara itu berada, setelah memarkir mobil di Parking area aku bergegas menuju tempat terdekat dengan menara itu.

Seketika aku membelalakkan mata saat melihat ratusan manusia membentuk barisan antrian sanagt panjang disekitar Eiffel, ige mwoya? Apa Soora berada diantara  mereka?arrhhhh aku bisa gila

Aku mencoba merogoh saku jaketku, dan sial ponselku tertinggal di hotel, padahal aku menyimpan nomornya saat Donghae Hyung memberitahuku, paling tidak aku bisa menghubunginya, meskipun kedengarannya sangat aneh untuk pertama kali menelfon dirinya.

Baiklah akan coba kucari disekitar antrian itu, hanya cukup mencari seorang gadis asia berkulit putih dengan rambut panjang cokelat gelap, tapi disini banyak sekali wajah-wajah gadis asia (=_=)

Saat sibuk mencari di sekitar antrian, entahlah seperti ada yang mendorongku untuk menengok kebelakang, dan disaat itu juga tak sengaja aku menangkap sesosok gadis tengah berdiri di sebrang jalan taman Eiffel.

Aku tahu siapa dia, karena saat ini aku merasakan jantungu berdetak tak normal dan hanya dia yang bisa membuatku seperti ini, meskipun hanya dengan memandang sosoknya, Kim Soora

Dan mataku hanya tertuju pada sosok itu, meskipun beberapa mobil berlalu-lalang menghalangi pandanganku, tapi aku bisa melihat dengan jelas wajahnya, rambut panjangnya tergerai dan menari-nari disekitar wajahnya, dan untuk beberapa saat aku seperti mnengalami dejavu, yah aku pernah memandangi wajahnya dengan suasana seperti ini.

Bahkan mataku tetap mengikuti kemana arahnya melangkah di sepanjang jalan itu, aku hanya diam mematung di tempatku berdiri saat ini, hingga tak sadar saat ia masuk kedalam sebuah bus merah besar dan bus itu membawanya pergi dan menghilang di ujung jalan ini

Bodoh, kenapa aku hanya diam?sial, saat ini juga aku berlari menuju tempat mobilku terparkir dan mengikuti kemana arah bus itu pergi.

Ya Tuhan kenapa banyak sekali bus berwarna merah di sini, apa mereka tidak punya pilihan warna lain selain merah?membuatku pusing, banyak sekali bus warna merah berlalu lalang di sepajang jalan ini. Soora~ya kenapa susah sekali hanya untuk bertemu denganmu?

Aku hampir frustasi mencari bus yang ia tumpangi, bahkan sempat terlintas untuk kembali ke hotel dan menunggunya disana, namun tiba-tiba pikiranku itu lenyap saat melihat bus yang ia tumpangi melintas tepat di depan mobilku, aku bisa melihatnya yang tengah duduk di kursi belakang dan paling ujung yang terletak di tingkat dua bus itu.

Aku segera membelokkan kemudiku dan kini aku tepat dibelakang bus Hop On – Hop Off (bus tingkat dua dengan bagian atas terbuka) yang kini sepertinya menuju kea rah, Des Invaldes.

Setelah ini, jangan sampai aku kehilangan jejaknya lagi, aku bisa gila jika harus mencarinya yang tiba-tiba menghilang dari pandanganku.

‘Jaga dia selama di Paris dengan baik atau kalau tidak aku akan mengambil kembali calon pengantinku!!!!’

Tiba-tiba aku kembali teringat pesan Donghae Hyung padaku beberapa hari yang lalu, namja yang melepaskan orang yang sangat berarti dalam hidupku di hari pernikahannya, bahkan aku tahu kalau dia juga mencintai orang yang kucintai.

Aku tidak tahu kenapa dia rela melepaskan Soora di hari pernikahan itu, tapi saat mendengar dari Eunhyuk bahwa pernikahan mereka batal aku tidak memungkiri bahwa diriku adalah orang yang beruntung, karena Tuhan mungkin memberikanku satu kesempatan untuk bisa mengungkapkan pada Soora bahwa aku  mencintainya, meskipun nantinya perasaannya padaku telah berubah.

Tapi ternyata aku salah, setelah mengetahui bahwa perasaanya tidak pernah berubah padaku, bahkan 5  hari setelah hari pernikahan itu, Donghae hyung mendatangiku dan menyerahkan sesuatu padaku

‘Kau tahu, ini adalah bunga pertama pemberian darimu, bahkan ia masih menyimpannya sampai saat ini, sama seperti cintanya padamu yang masih terus ia simpan’

Saat itu aku terkejut melihat sebuah kotak kayu kecil dari Donghae hyung yang berisi sebuah bunga dengan kelopak dan tangkainya yang sudah mengering, dan aku ingat bahwa bunga itu adalah bunga yang kuberikan padanya 4 tahun yang lalu, aku tak percaya kau masih menyimpannya Soora~ya.

Aku masih terus membuntuti bus di depanku ini, dan tak lama kemudian bus itu berhenti, bisa kulihat semua penumpang yang berada di tingkat dua itu turun termasuk dia, aku sedikit panik saat tidak bisa melihatnya diantara gerombolan penumpang yang sudah keluar dari Bus.

Dan untuk kesekian kalinya, aku kehilangan jejaknya, kau benar-benar pabo Cho Kyuhyun, detik itu juga aku keluar dari mobil dan setengah berlari menuju bus yang masih berhenti ditempat tadi, kosong, semua penumpang bus ini sudah turun.

Aku benar-benar gila saat ini, kenapa cepat sekali ia menghilangnya? Bagaimana aku bisa mencarinya di tempat seluas ini? aku berlari kecil disekitar  Grand Palais, banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang disekitar sini dan itu semakin membuatku bingung.

Soora~ya, jebal munculah dihadapanku, dimana kau sekarang? Aku yakin dia pasti berada di sekitar sini, aku memilih berjalan cepat menuju jembatan Pont Alexandre, jembatan yang menghubungkan Grand Palais dan  Des Invaldes, jika ia menuju Invaldes ini satu-satunya jembatan terdekat yang akan ia lewati.

Nafasku mulai tak teratur sejak dari tadi mencarinya tapi tak kunjung juga menemukan sosoknya, ditambah matahari yang cukup terik saat ini, aku memilih bersandar sejenak di salah satu tiang jembatan ini, aku tak peduli meskipun rasa lelah mulai menggerogotiku aku akan tetap mencarimu.

Satu per satu ku perhatikan setiap gadis yang berlalu lalang di atas jembatan ini, takut jika nanti aku melewatkan sosoknya yang seperti hantu dan mudah sekali menghilang. Aku teringat bagaimana dulu saat masih di sekolah aku yang selalu diam-diam memperhatikan sosoknya, rasanya begitu tenang melihatnya masih dalam jarak pandangku, bahkan tak jarang juga aku memergokinya yang sedang memperhatikanku, seandainya waktu itu mulutku mampu mengatakannya bahwa aku juga mencintainya, mungkin saat ini dia sudah benar-benar menjadi milikku, entahlah kenapa dulu aku begitu pengecut untuk memulainya terlebih dahulu, mainhae Soora~ya membuatmu menderita karena mencintaiku

Tapi aku tidak akan membuatmu mengira-ngira lagi bahwa aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu, akan aku buktikan bahwa aku mencintaimu melebihi perasaanmu padaku.

Saat tengah sibuk mencari dan berjalan di pinggir tembok jembatan ini, aku merasa ada yang memperhatikanku, dan seketika aliran darah di tubuhku seperti membeku saat mata kami bertatapan satu sama lain.

Kau tahu, rasanya aku lupa cara bernafas saat melihatnya juga sedang menatapku, ia berdiri tepat di ujung jembatan ini tak jauh dari tempatku berdiri, tubuhnya hanya diam mematung menatapku, apa dia terkejut melihatku saat ini?

Author POV

Jembatan Pont Alexandre  yang berdiri kokoh diatas hamparan Sungai Seine menjadi tempat pertama pertemuan mereka, keduanya seperti tersihir dan hanya diam mematung ditempatnya masing-masing, seakan-akan lupa cara untuk berjalan bahkan beberapa orang yang berlalu lalang di atas jembatan inipun seolah-olah menghilang dari pandangan mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

‘Apa aku sedang bermimpi saat ini? Namja yang tengah berdiri tak jauh dari tempatku  ini adalah….’ Soora terlalu terkejut saat melihat Kyuhyun yang diam menatapnya, bahkan mulutnya pun tak mampu bersuara

‘Ahni, ini pasti halusinasiku, Kim Soora sadarlah ini masih terlalu siang jika kau harus bermimpi’ Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya lalu membalikkan badan dan berjalan berlawanan arah, berharap saat ia menengok lagi maka semua halusinasinya akan menguap bersama angin yang berhembus

Kyuhyun yang menyadari reaksi Soora yang berjalan menjauh, segera melangkahkan kakinya menghamp-iri gadis itu, ia takut akan kehilangan jejaknya lagi

Diraihnya pergelangan tangan Soora hingga akhirnya gadis itu berdiri tepat dihadapannya, keduanya hanya diam terlebih lagi Soora yang saat ini sepenuhnya sadar bahwa namja ini bukan sekedar halusinasi, tapi sesuatu yang nyata dihadapannya.

“Jangan menghilang lagi, bisakah kau tetap berada dalam jarak pandangku?”  Itulah kata-kata pertama yang keluar dari mulut Kyuhyun, ia semakin mempererat genggamannya yang kini sudah beralih di jemari tangan Soora

Soora yang terlalu terkejut dengan kejadian yang tidak pernah ia duga sebelumnya hanya diam seperti patung, seakan tak percaya bahwa kini dirinya begitu dekat dengan seseorang yang selama ini tidak bisa membuatnya mencintai namja lain selain namja yang saat ini tengah menggengam jemari tangannya.

“Ch..Cho Kyuhyun~ssi” Kata-kata itu hanya seperti angin yang berbisik, namun Kyuhyun dapat dengan jelas mendengar apa yang diucapkan gadis ini.

Apa yang dilakukannya disini? Kenapa tiba-tiba muncul dihadapanku? Ini benar-benar di Paris kan? apa dia sedang berlibur? atau jangan-jangan sedang berbulan madu bersama Hyemi? Itu berarti ia sudah…Tuhan tolong bangunkan aku sekarang, aku belum cukup kuat menerima kenyataan ini, rasanya masih sama seperti dulu’  Pikiran-pikiran seperti itu tiba-tba muncul dengan sendirinya di kepala Soora, ia tak tahu kenapa saat melihat namja ini selalu itu yang berada di pikirannya.

‘Aku tak tahu, kata apa lagi yang harus aku ucapkan saat ini, jantungku sudah berdetak tak normal sedari tadi, rasa lelah yang tadi menggerogotiku tiba-tiba  hilang entah kemana dan  dia masih sama seperti yang dulu, membuatku hampir gila memendam semuanya selama ini dan kini aku benar-benar sadar bahwa aku sungguh mencintainya, ah bukankah aku sudah menyadarinya dari dulu?’ Pandangan Kyuhyun tak sedetikpun lepas dari sosok yang saat ini ada dihadapannya, rasanya tak pernah puas memandang wajah gadis ini

Entah dorongan apa yang membuat Kyuhyun memberanikan diri menarik Soora kedalam pelukannya, mungkin sedikit tak sopan , tapi ia tak peduli, ia sudah begitu lama memendam rindu pada gadis ini dan ia sendiripun terkejut bisa melakukan hal ini, tapi bukankah ini bagus itu berarti hati, pikiran dan tindakannya berjalan seirama, tidak seperti dulu.

Jantungnya semakin berdetak cepat saat tubuhnya memeluk Soora seutuhnya, ini kedua kali dalam hidupnya ia melakukan kontak fisik dengan gadis ini, dapat tercium dengan jelas aroma tubuh Soora yang membuatnya semakin tak ingin melepaskan pelukannya

Sedangkan Soora dibuat terkejut untuk kesekian kalinya dengan kejadian ini, ia merasa seperti ada ribuan kupu-kupu terbang di dalam perutnya saat Kyuhyun memeluknya, bahkan mungkin ia dapat mendengar dengan jelas deguban jantungnya sendiri.

‘Tuhan apa maksud ini semua? apa yang sebenarnya ia lakukan?apa benar aku tidak sedang bermimpi?’ Dan disaat itu juga Soora merasa Kyuhyun semakin memperdalam pelukannya, sontak gadis itu membelalakkan kedua matanya

“Kau tahu seharian ini aku mencarimu, dan aku sangat panik saat kau berulang kali menghilang dari pandanganku” Masih dengan memeluk Soora, Kyuhyun mengatakan hal yang sungguh-sungguh ia rasakan, meskipun sangat pelan tapi telinga Soora masih  berfungsi dengan baik untuk menangkap apa yang Kyuhyun katakan.

Dan jantung Soora berdegub sangat kencang saat mendengar perkataan namja ini, tak tahu apa maksud sebenarnya, tapi yang pasti ini bukan mimpi karena ia dapat merasakan hangatnya pelukan Kyuhyun yang nyata ditubuhnya, ia hanya diam tak bergerak atau membalas pelukan Kyuhyun, ia tak tahu apa yang seharusnya ia lakukan, bahkan untuk mengucapkan sebuah katapun ia tak sanggup, baginya ini masih terasa seperti mimpi dan tak disadarinya setetes cairan bening keluar dari pelupuk matanya.

Perlahan Kyuhyun melepaskan pelukannya dan terkejut saat melihat air mata di wajah Soora, sedangkan gadis itu yang sadar bahwa dirinya sedang menangis dalam diam sontak menghapus airmatanya dengan jemari tangannya

“Kau baik-baik saja? Apa tadi aku melukaimu?” Terlihat dengan jelas di raut wajah Kyuhyun bahwa ia sedang khawatir sesaat tadi melihat Soora mengeluarkan airmata

“Kyuhyun~ssi..apa kau benar-benar Cho Kyuhyun?” Soora mengabaikan pertanyaan Kyuhyun, ia benar-benar ingin memastikan bahwa namja ini benar-benar Kyuhyun

Seketika raut wajah khawatir Kyuhyun lenyap saat mendengar pertanyaan gadis ini, dan dia tersenyum melihat raut wajah Soora yang seperti ini

“Memangnya ada berapa Cho Kyuhyun di dunia ini? Adakah yang setampan diriku?” Jawaban Kyuhyun membuat Soora tergelak, dan saat ini ia sepenuhnya yakin bahwa ini adalah Kyuhyun

Untuk beberapa saat mereka saling diam, mengatur deguban jantung masing-masing, sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin Soora tanyakan, tapi ia tak tahu bagaimana cara memulainya, sungguh ia terlalu terkejut dengan pertemuan ini.

Soora memilih beranjak dari tempatnya berdiri, ia memilih bersandar di tembok jembatan dan menghadap kearah Sungai Seine, dilihatnya pantulan bayangan dirinya dari sungai itu

‘Saat ini aku sedang berada di Paris, dan Paris merupakan kota cinta yang kata orang banyak dikunjungi oleh  pasangan kekasih, apa mungkin Kyuhyun salah satu dari mereka?jika iya, itu berarti dia bersama seseorang saat ini, lalu secara tidak sengaja kami bertemu disini, apa benar begitu Tuhan? Tapi kenapa ini masih sangat menyakitkan?’

Dilihatnya bayangan Kyuhyun yang terpantul dari Sungai itu, berdiri tepat disampingnya

“Apa kau tidak ingin tahu, kenapa aku berada disini?” Pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Soora menoleh kearah namja yang berada disampingnya ini, dilihatnya Kyuhyun yang sedang menatapnya, dan disaat itu juga entah disadari atau tidak rona merah muncul dikedua pipi Soora

Pertanyaan Kyuhyun terus berputar di kepala Soora, ini adalah pertanyaaan dengan jawaban yang menakutkan baginya, ia takut jawaban Kyuhyun sama dengan apa yang ada dipikirannya saat ini.

“Tentu saja, k..kau kesini untuk berlibur, kau memilih negara yang tepat untuk berbulan madu”

Soora tidak tahu, kenapa ia bisa mengatakan hal itu, tapi bukankan itu yang mengganggu pikirannya saat ini, sedangkan Kyuhyun yang sedari tadi menatap gadis ini dengan tenang seketika membelalakkan kedua bola matanya saat mendengar jawaban Soora

“Kim Soora, coba kau ulangi apa yang baru saja kau ucapkan?” Masih terlihat dengan jelas keterkejutan di raut wajah Kyuhyun, Soora yang melihat reaksi namja di hadapannya ini sedikit bingung, bukankah tadi ia sudah mengucapkannya dengan jelas.

“Jika kau datang kesini, kemungkinannya kau sedang berlibur atau berbulan madu dengan seseorang, itu yang ada dipikiranku saat ini, Kyuhyun~ssi”

“Hhhoh, Soora…kau sshhh…lalu siapa lagi seseorang  itu yang ada dipikiranmu saat ini?” Kyuhyun terdengar frustasi dengan pemikiran Soora saat ini, bagaimana mungkin gadis ini berpikiran konyol seperti itu.

“Kenapa kau bertanya padaku? Seseorang itu mungkin kekasihmu atau…atau mungkin istrimu” Soora memalingkan wajahnya dan melihat kembali hamparan Sungai Seine dari atas jembatan ini, sebenarnya ia tak sanggup mengucapkan kalimat itu. ‘Mungkin gadis itu masih sama seperti yang dulu, Park Hyemi’

Soora kembali teringat saat terakhir kali ia bertemu dengan Kyuhyun bersama Hyemi di caffe waktu itu, dan sejak itu juga ia beranggapan bahwa Kyuhyun dan Hyemi memang akan selalu bersama dan menjadi sepasang kekasih.

Sungguh Kyuhyun ingin sekali melompat ke dalam Sungai ini saat mendengar jawaban Soora, sebenarnya gadis ini mendapat pemikiran darimana dan mengira bahwa dirinya memiliki seorang istri, dan disaat itu juga Kyuhyun melihat raut wajah Soora yang berubah, dilihatnya gadis itu hanya diam dan menatap hamparan Sungai Seine

“Kau tahu, alasan utamaku datang kesini adalah dirimu” Soora yang sedari tadi diam terkejut mendengar perkataan Kyuhyun, ia bisa mendengar dengan jelas apa yang baru saja namja ini ucapkan.

“Kau bisa membuatku melupakan semua hal yang ada di Seoul demi mengejarmu kesini” Tak sedetikpun Kyuhyun melepas tatapannya dari sosok gadis yang sedang diam menatapnya juga.

Soora berusaha mencerna apa yang dikatakan Kyuhyun, setiap ucapan Kyuhyun membuat jantungnya semakin berdegub dengan kencang, tatapan mata Kyuhyun yang sedang menatapnya intens membuat Soora lupa untuk bernafas.

“Maafkan aku, jika membuatmu berfikir aku datang ke Paris untuk tujuan lain, tapi sungguh karena dirimulah aku datang kesini”  Mendengar pengakuan Kyuhyun, Soora semakin terdiam seperti patung hidup, hanya berdiri dan mendengar sesuatu yang membuat kupu-kupu didalam perutnya semakin banyak dan menari-nari

Kyuhyun tak tahu lagi apa yang harus diucapkannya, sesungguhnya masih banyak sekali pengakuan yang ingin ia sampaikan pada gadis ini, tapi ia bukanlah seorang namja yang pandai mengukir kalimat indah tentang cinta, tapi ia yakin rasa cintanya pada Soora melebihi itu semua.

“Saranghae Kim Soora” Hanya itu, kalimat sederhana yang keluar dari mulut Kyuhyun, kalimat yang bisa mengartikan dengan jelas apa yang ia rasakan.

 

~TBC~

 

Readers sayangss..kkekeke maafkan diriku yang lama ngebuat chapter 2 ini…*emang.masih.ada.yg.nunggu. dan maafkan lagi jika kalian g puas dg cerita di part ini..*minta.dipuasin.Kyu.aja..#eh?. Dan mksi buat readers yg ud mw bca dan ninggalin jejak, komen kalianlah yang membuatku semangat untuk melanjutkan ff gaje ini. yasudlah sekian bacotan gaje dariku..oia maaf klo masi byk typo sana dan sini…XD

25 thoughts on “I Believe The Destiny [Sekuel :MY FIRST LOVE] chapter 2”

  1. huah . baca ff ini , haduhh , hati qu bergetar bgt .
    cerita’y bneer” nyentuh bgt .
    aduh gag tau deh mau ngmng ap lg . ff’y bener” daebak thor .
    next chap’y d tunggu scepat’y yay thor🙂

    1. Haduh2 knp bsa brgetar??pgangan donghae aj..kkekeke
      saking ancurx part ini smpe g bsa ngumung..hhehehe
      Btw mksi bgt ya bwt reviewx…

  2. kumohon chingu,,ckup menggmbarkn ksedihan donghae‘a,,
    hatiku pilu mrskan kpedihan yg d‘rskan donghae
    *lebay ya…hihi…
    udh dong jng d‘bkin sedih mulu abang donghae‘a,,ksian ah,,
    blh g klo aq hibur??
    *mood‘a donghae makin ancur x ya,,hehe…
    kyuhyun sma soora cnta‘a g luntur2 ya,,
    bsa bngt gtu ampe brtaun2
    koq bsa ya??
    pake apa sih??
    d‘tunggu lnjutn‘a,,
    semangat ya…

    1. g taw nih knp lgi pngen bgt nyikas si Hae,,#PLAKKK,,,kkekeke
      tpi mw gmn lgi, itu bagian dri critax..slahin tuh authorx,,#ngumpet.di.kolong
      Ntr klo cintax kyu ke soora luntur, trz kyu jdi cinta k aku gmn?? #mlah ancur ff’x
      btw gomawo ud mw nympetin bca n ksi review..^_^

  3. chingu…
    donghae’a cari’in pengganti’a sora..
    biar ga sedih” lagi…
    ikutan mewek baca’a..😦

    tapi pas baca bagian kyusoo..
    senyum-senyum sendiri saya…
    haduuhhh…

    maakin penasaran sama kelanjutan’a chingu..
    paris itu memang kota cinta..
    hhaahhaayyy dahh…🙂

    1. pngganti soora bwt donghae ntr ada kug,,,#angkat.tangan
      waah ati2 ntr kebablasan klu snyum2 sndiri..hhehehe
      btw gomawo bwt reviewx…^_^

  4. Annyeong..
    Kyaaaaa..!! Ahirnya kyuuu.. Ahirnya kau mengejar cintamu.. Aiiissshhh lg asyek2nya adegan kyu ungkapin perasaannya ke soora eeeh Tbc..
    Di tunggu lanjutannya chingu..

  5. Annyeong..
    Kyaaaaa..!! Ahirnya kyuuu.. Ahirnya kau mengejar cintamu.. Aiiissshhh lg asyek2nya adegan kyu ungkapin perasaannya ke soora eeeh Tbc..
    Keunde.. Kasian bgt haeppa.. Smoga dia bisa mendapatkan pengganti soora ya chingu.. Jebaaallll buatin crita bahagia jg wat haeppa yg udh sangat amat baik ituuu.. *peluk haeppa *kyu cemburu *Lho khekhekhe PLaaak
    Di tunggu lanjutannya chingu..

    1. annyeong juga.
      pngganti soora bwt donghae ntr aku,,jdi ntr aku jdi cast brux di ff ini…#sarap
      ok btw gomawo bgt ud nympetin baca n kasi review,,^_^

  6. kasian donghae. .
    jgn nangis bang*sambil nepuk2 punggung donghae*
    kyu akhirnya nyusul soora ke paris dan nyatain cinta yg selama ini dy pendam. .
    so sweet. .
    lanjut. .

  7. koq dh tbc aja.pdhal lg seru serunya bca.paris in love kekeke…haeppa jgn larut dlm kesedihan keep smile.lnjut chingu

    1. Hhehe..mian krn tba2 tbc nya nongol gtu aj..
      Donghae lg pth hati..jdi blm bs keep smile..tpi ntr ada aku yg bkin dia snyum kug..#plakkk
      gomawo ya ud ntmpetin bca

  8. lanjut chinguuu…
    pnsaran ama jwbn sora, mau g ya jd yeojachingu kyu…klu g mau mending kyu ama aq aja!” plak dgampar sparkyu”…kekeke…

  9. huawaaaa,chingu please,jgn bikin hae yg sedih2 lgi,ga sanggup ngbyangn hae ampe bgtu,hikshikshiks *peluk hae #upppsss..😀
    Tbc bner2 d’bagian yg bkin penasaran bgt,jgn lma2 yg k’lnjutn’y..🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s