Babo Sotry #2

Title                 : Babo Story #2

Author             : yanemGyu

Cast                :

Cho kyuhyun

Lee Donghae

Lee Hyukjae/Eunhyuk

Park Hyunmi

Song Jira

Kim Eunhae

Length : Chapters

Genre : romance, comedy

Happy Reading ^^

 

Hyunmi POV

“ oya, jadi siapa?’ tanyaku acuh. Tapi jujur aku sangat penasaran. Gadis beruntung mana yang berhasil menarik perhatian sahabatku ini. Yah, walaupun dia sangat menjengkelkan dan kadang-kadang bertindak yang aneh-aneh, tapi sebagai sahabatnya aku mengakui bahwa dia adalah orang yang sangat baik. Dan juga hanya dia dan Eunhae saja yang dekat denganku di sekolah ini. Aku sangat bersyukur mereka mau menerima kekurangan dan kelebihanku apa adanya. Tunggu. Eunhae?? OMO, apa jadinya kalau dia tau bahwa Prince Charmingnya ini sedang jatuh cinta.

” Yak, apa kau sedang melamun?” ucapnya setengah meneriakiku.

” anio, aku tidak melamun, hanya saja tadi otakku sedang melayang-layang entah kemana. hehe.” kilahku sambil menunjukkan dua jari tanda Peace.

“cepatlah. katakan siapa gadis itu, kau itu membuatku penasaran saja.”  lanjutku memaksanya.

” sebenarnya aku  juga tidak mengerti apa yang aku rasakan ini. hajiman, sejak pertama kali aku bertemu dengannya, aku merasa ada sesuatu hal yang menjanggal di hatiku. seperti rasa berdebar-debar yang tidak pernah ku rasakan jika bertemu gadis lainnya. apakah itu yang namanya Love at  First Sight? lalu pertemuan berikutnyapun sama. malah rasanya lebih parah. Jujur aku tidak pernah mengalami perasaan seperti ini sebelumnya. aku merasakan desiran hebat di hatiku dan jantungku terasa mau terhenti saat dia memanggil namaku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Lalu selanjutnya aku tidak mau lagi bertemu dengannya dan hanya memperhatikannya dari jauh. tapi, aku tidak kuasa menahan rasa rinduku padanya. rasa ingin melihat senyum dan tawanya. Dan hari-hari berikutnya selalu berjalan seperti itu” katanya panjang lebar.

astagaa, dia itu sedang mengatakan apa? Tanyaku dalam hati. lalu segera saja aku mengambil ponselku lalu membuka situs penerjemah bahasa.

” Hyunmi-a, bagaimana menurutmu, apa yang harus ku lakukan?” tanyanya padaku tapi aku hanya mengacuhkannya karena masih sibuk dengan ponselku.

” Hyunmi-a…” panggilnya lagi. aku masih tidak mempedulikannya.

” Yak!! Park Hyunmi?? apa yang sedang kau lakukan. mengapa dari tadi kau tidak menyahutkan panggilanku? ” ucapnya marah.

oke, aku tidak sabar lagi. Dia ini sudah membuatku pusing.

” Yak, Lee Donghae.Salahkan kata-kata romantis picicanmu itu. aku tidak mengerti apa maksud kata-katamu tadi. apa itu, desiran hebat di hati dan jantungmu terasa mau berhenti? Apa kau sudah mau mati ha? Kau ini sebanarnya mau mengatakan apa? Akukan hanya bertanya siapa gadis itu, mengapa jawabnmu itu berbelit-belit. Langsung saja sebutkan namanya. Susah sekali.” Teriakku padanya. Ck! Menyebalkan sekali!

Beberapa menit kemudian kami terdiam. Aku masih sibuk dengan ponsel di tanganku. Akhirnya karena sudah jengah dengan keadaan seperti ini. akupun beralih melihatnya.

“ yak, Donghae-a. kau marah padaku? Mengapa diam saja dari tadi?”  panggilku pelan padanya. aku mematikan aplikasi yang ku buka lalu memasukkan ponselku ke dalam tas. Hhh, desahku sedikit. Kali ini aku mengalah dan mencoba untuk mengembalikan moodnya lagi

“ kau. Kau itu cobalah untuk berubah.” Ujarnya menerawang.

Berubah? Berubah apa? Batinku

“ apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Tanya ku cepat.

“ Cobalah untuk menjadi gadis yang sedikit peka Hyunmi-a, jangan seperti ini terus, kalau begini aku khawatir tidak ada namja yang mau mendekatimu.” Lanjutnya lagi. Aish, sudah berapa kali aku mendengar kata ‘peka’ hari ini. sebenarnya apa maksudnya kata itu. aku hendak bertanya padanya, tapi tidak jadi karena kulihat Dia sedikit sedih dan wajahnya itu terlihat khawatir. Aku berfikir sedikit. Tidak ada namja? Apa maksudnya?

“ tidak ada? Lalu kau apa Hae-a ? Omo. apa kau udah berganti jenis kelamin. Aigoo.. hahah”  aku tertawa sendiri. Namun ku dengar helaan nafas panjang dari Donghae.

“ Huuuuuuuufffffffffff” desahnya panjang

Hei, Aku tidak sebodoh itu bila tidak dapat membaca wajahnya yang terlihat sangat kesal itu. Wea? Aku kan hanya ingin mencairkan suasana ini saja.Kulihat dia mulai beranjak dari tempat duduknya,

“ Eh, kau mau kemana? Kau belum selesai bercerita. Aku belum tahu siapa gadis itu” cegahku cepat sebelum dia pergi .

“ kapan-kapan sajalah. Moodku sudah rusak hari ini karenamu.” Lalu sedetik kemudian dia pergi meninggalkanku sendiri di pinggir lapangan basket ini.

“ yak, Lee Donghae, jangan manja seperti wanita begitu.aku hanya bercanda” teriakku padanya. Tapi dia tetap saja tidak mempedulikanku dan terus saja berjalan dengan sedikit melambaikan tangannya padaku, tanpa mau membalikkan badannya sedikitpun.

“aisshh, anak itu. Benar-benar menyebalkan!” rutukku sendiri.

Aku bangkit berdiri dan memutuskan untuk pulang ke rumah.

***

“ Aku pulang!!” Teriakku lesu sampai di rumah.

Ini akibat Donghae merajuk padaku jadinya aku tidak bisa menumpang gratis di mobilnya. Aku pulang naik bus. Dan kalian tahu, halte bus itu ke rumahku cukup jauh, akh, rasanya kakiku patah semua berjalan sejauh itu.Aisshh, menyusahkan saja. Aku rasa benar, mungkin karena jatuh cinta membuatnya menjadi semakin aneh. Aku jadi penasaran. Siapa ya gadis itu, sepertinya dia tidak pernah dekat dengan gadis manapun, malah dia lebih sering denganku dan kadang-kadang bersama Eunhae. Oya, Eunhae. Apa kabarnya nanti bila aku mengatakan bahwa pangerannya sedang jatuh cinta. Eh, lebih baik aku simpan saja ini sendiri. Aku juga tidak setega itu mengatakan hal ini padanya.

Aku ngeloyor masuk ke kamar sambil menyeret tasku. Sambil melewati tangga ku lihat rumah ini tampak sepi. Yah, kalau appa aku tahu masih bekerja, tapi Eomma, mengapa sore-sore seperti ini tidak ada di rumah?

Aku sampai di depan pintu kamar lalu membuka pintu.

Clek!!

Aku masuk ke dalam kamar.Aku kaget melihat ada seseorang yang menempati tempat tidurku. Kepalanya mengarah ke arah jendela kamarku dan kakinya yang berada mengarahku . *ngertikan mksdnya. Jadi secara otomatis dia tidak dapat melihatku masuk dan ditambah pula Dia sedang memakai earphone.

Siapa itu? Eh, maksudku, siapa dia? Seenaknya saja masuk ke rumahku dan menempati tempat tidurku sembarangan.

Aku menjaga langkahku agar tidak mengeluarkan suara dan berjalan mendekatinya, namun sebelumnya aku megambil sapu yang berada di sudut kamarku.aku telah berada di dekat kakinya sekarang, siap-siap memukul pantatnya yang mulus itu dengan sapu yang ku pegang.

Han dul set, hitungku dalam hati

Bukk!! Satu pukulan

Prakk!! Pukulan kedua

Bukk!! Buk!!  Pukulan beriringan itu lancar ku kenai ke kakinya.

“ yak!! Apa-apaan kau, berhenti”  teriaknya marah.

Tapi aku tidak menghentikan kegiatanku. Aku tidak mau bila nanti aku berhenti, dia malah berbalik menyerangku. Andwee!! Aku sendirian di rumah. Bagaimana kalau dia maling, ah, atau dia adalah penculik gadis-gadis remaja untuk di jual. Aaa, eomma, appa.. tolong aku!!

“ Hyunmi-a, ini aku!” Ujarnya lirih, namun sukses membuatku menghentikan kegiatanku memukulnya. Sepertinya aku tahu suara itu. Aku langsung mendongak dan menatapnya.

“ Song Jira???” teriaku tidak percaya

Apa benar ini kau??” lanjutku lagi. Bagaimana bisa dia disini?

“ yes, of course! So, bisakah kau hentikan ini. Kau tahu badanku sakit kau pukuli dari tadi” Rintihnya padaku. Aigoo kasihan sekali dia.

Dia adalah Song Jira. Temanku sejak kecil. Sama seperti Donghae. Hanya saja dia pindah ke Amerika saat masuk SMP, karena Appanya di pindah tugaskan kesana. Dulu kami bertiga sangat akrab. Tapi semenjak Jira pergi ke luar negri aku tidak memiliki sahabat perempuan lagi. Karena jujur saja aku susah untuk merasa nyaman berteman dengan seseorang, apalagi seorang wanita. Ayolah aku sangat benci melihat para wanita-wanita yang selalu menyibukkan hari-hari mereka dengan berdandan, gossip, dan apalah lagi itu, akupun tidak mengerti. beruntung saat aku masuk SMA, aku bertemu dengan Eunhae. Dia menurutku gadis yang tidak muluk-muluk dalam segala hal. Yah, walaupun aku kurang suka dengan sifatnya yang selalu terkagum-kagum dengan Donghae dan selalu membelanya, hei, sebenarnya yang sahabatnya itu siapa? Tapi tidak masalah, setidaknya dia lebih bisa mengerti diriku dan tidak menuntut banyak hal padaku. Jadi aku merasa senang berteman dengannya.

“ So, can you tell me how you can inter in my home and relax in my room?” ucapku dengan bahasa inggris yang aneh. Maklum, aku tidak terlalu lancar berbahasa lain selain bahasa negaraku sendiri. *hoho bangga

Aku dan Jira duduk di atas sofa besar disamping kasurku. Dia sedikit merintih kesakitan karena pukulanku tadi.

“ oya, mengapa kau tiba-tiba pulang ke korea? Bukankah sekarang kau sudah menjadi orang amerika” tandasku padanya. Megingat bahwa dia itu sangat jarang menemui aku dan Donghae disini. Alasannya karena dia banyak tugas yang tidak bisa di selesaikan. Cih! Sok sibuk sekali dia itu.

“ Ani, aku lebih suka korea, tanah airku yang kucintai ini. Aku tidak suka pergaulan disana” ujarnya menghentikan sebentar kalimatnya.

“ Kau tahu, disana itu terlalu bebas “ lanjutnya sambil sedikit memijit-mijit badannya yang sakit.

“Kapan kau sampai ? Mengapa tidak menelfonku? Jadi aku bisa menjemputmu di bandara “ tanyaku padanya

“ tadi pagi, aku sengaja tidak memberi tahumu, tadinya aku mau memberimu kejutan, eh malah kau yang balik mengejutkanku” cibirnya padaku

“ hahah, mian Jira-a, aku tadi terlalu takut dan panik. Aku kira kau itu maling atau penculik, apa lagi di rumahku sedang tidak ada orang, ” Belaku.

“ yak, kau itu bdoh sekali. Mana ada maling yang bersantai-santai seperti yang kulakukan tadi. “ marahnya

“ ya aku mana tahu, aku kan hanya melindungi diriku saja. Tidak salah bukan. Kau itu masuk dirumahku tanpa sepengetahuan orang rumahku. Lalu itu apa namanya kalau bukan maling atau pencuri ha? Aish, kau mengataiku bodoh, kau itu yang bodoh!”

“ Hhh, kau itu masih sama saja seperti dulu. Tidak mau megalah dan tidak mau mengaku kalah. kau ingat, waktu kecil kita sering bermain petak umpat, dan kau selalu menolak bila kita bermain dirumahmu. Kau selalu saja meminta bermain di rumahku atau di rumah Donghae. Dan apa itu alasanmu, “ menjaga ketenangan” aigoo~.kau fikir dengan kau ada disini memangnya rumahmu ini aman, kau itu selalu di marahi oleh Eommamu karena sering teriak-teriak, lari-lari sperti kucing kepanasan, dan entahlah apa lagi tingkahmu dulu”  jelasnya mengejekku.

Ya, ku akui. aku memang seperti itu dulu. Hei alasanku tidak mengizinkan bermain di rumahku itu karena aku takut nanti kami akan merusak barang-barang di rumahku. Saat bermain di rumah Jira ataupun Donghae, pasti ada saja barang-barang yang rusak, pecah, dan banyak lagi. Mereka kan orang kaya, jadi tidak begitu mempermasalahkannya. Tapi aku, Eommaku itu sangat perhatian dengan alat-alat rumahnya. Jadi aku hanya ikut menjaga melestarika saja. Bukankah aku ini dapat dikatakan anak berbakti. Enak saja dia mengatakan seperti itu. Berlebihan sekali.

“ yak, kau itu sangat berlebihan, aku tidak seperti itu dulu.” Belaku sendiri. Entah, aku tidak punya kata-kata lagi untuk membela diriku. Jira ini sangat tahu segala hal tentangku, jadi kalaupun aku membantahnya, tetap saja dia akan membalasnya lagi.

Dia hanya diam dan melihat di sekeliling kamarku. Ada apa? Pikirku.

“ yak, kau kenapa melihat kamarku seperti itu?” Tanyaku penasaran

“ aigoo, kau masih saja mengoleksi hal-hal yang berbau teddy bear” dia bangkit lalu berjalan melihat-lihat kamarku.

Ya. Benar sekali. Aku sangat suka teddy bear. Boneka, pernak perniknya, semuanya aku punya. Kenapa aku suka? Jawabannya singkat. Karen mereka itu lucu. aku sudah mengoleksi ini sejak SD. Saat aku berumur 4 tahun, appa membelikanku hadiah boneka teddy bear yang sangat besar. Aku sangat menyukainya. Lalu aku meminta untuk memberikan hadiah yang sama saja saat ku ulang tahun berikutnya hingga kini usiaku 17 tahun aku masih meminta hadiah teddy bear dari mereka. Dan aku juga selalu meminta teddy bear sebagai kado ulang tahunku pada Jira dan Donghae. yah, walaupun mereka selalu muak untuk memberikan hal yang sama setiap tahunnya. Tapi tidak apa-apa , toh itu kadoku, jadi suka-suka saja aku maunya apa. Akhirnya akan berada di tangankuku juga kan.

“ igo, “ ucapnya sambil memegang salah satu koleksiku”  ini hadiah “teddy bear” pertamaku saat kau ulang tahun yang ke 5, kau masih menyimpannya?” dia sedikit tersenyum kecil dan meliriku.

Yang di pegangnya itu sekarang boneka kucing, bukan teddy bear. Aku meminta mereka-maksudnya Jira dan Donghae- untuk membelikanku boneka teddy bear saat aku ulang tahun ke 5 . Lalu apa yang anak ini berikan. Dia memberikanku boneka kucing. Dia bilang, dia melihat boneka kucing dan teddy bear itu sama. Dan akhirnya dia salah membeli barang. Dan parahnya lagi dia membelikanku boneka kucing itu warna orange. Ckck. Aku sangat benci warna itu. Kenapa? Yah benar. Terlalu sangat mencolok!.Aku sempat kesal padanya saat itu, tapi untung Donghae memiliki otak yang lebih lumayan darinya juga tidak ikut salah membeli barang. Rasa kesalku sedikit hilang padanya. Tapi aku hanya sedikit memarahinya dan menunjukkan perbedaan boneka teddy bear dan kucing. Aigoo dia ini benar-benar payah.

“  creom, aku orang yang selalu menghargai usaha orang lain. Yah, walaupun aku sangat jengkel padamu. Tapi ku fikir itu bisa jadi kenangan untukku. Dan kau tahu, warna boneka itu terlalu menyilaukan mataku. Lihatlah, rata-rata bonekaku itu berwarna cokelat lalu bonekamu itu sendiri yang berwarna Orange. Ck! Merusak pemandangan saja” decakku kesal

“ itu sangat bagus tahu, kau lihat. boneka kucingku itu seperti matahari yang menyinari boneka-bonekamu yang lain. waaaw, its beutifull!!” kagumnya sendiri.

Ha? Matahari? Mangapa dia tidak mengatakan bulan sabit saja sekalian. Sebenarnya memang itulah yang ku pikirkan. Makanya aku masih meletakkan boneka itu disana.

Dia berjalan kembali ke arahku setelah puas melihat barang-barang milikku.

“ Bagaimana kabar Donghae? tanyanya mengganti topic pembicaraan.”Apa dia masih seperti dulu? Apa dia bertambah tampan?” tanyanya bersemangat

“ cih, bertambah tampan? Seperti dia sudah tampan saja dari dulu” cibirku padanya.

“ cromnyeon, dia itu memang sahabat kita yang paling tampan tau, buktinya banyak yeoja yang mengejarnya dulu. Apakah sekarang masih begitu?” Tanyanya penasaran.

“ Kau lihatlah sendiri ke sekolahku itu, bagaimana reaksi wanita-wanita itu terhadapnya, kau tahu aku mau muntah setiap kali mereka menunjukkan ekspresi menjijikkan mereka itu di depan Donghae. Dan parahnya lagi, aku selalu menjadi korban atas kedekatanku dengan Donghae ?” jelasku antusia. Huuh, aku sangat kesal bila menceritakan ini pada orang-orang.

“ kenapa begitu ?” tanyanya tanpa berko

“ mereka bilang aku ini tidak pantas berada dekat-dekat dengan Donghae. Hei, mereka pikir mereka itu siapa ha. “ ucapku marah sendiri.

“ hmmmpfff, hahhaha” tawa jira meledak

“ yak, apa yang kau tertawakan ha?” bentakku padanya

“ tidak ada, huuuummmfffttt” sergahnya, tapi masih saja tertawa kecil.

“ huuhh, dasar kau” ucapku sedikit marah

“ baiklah aku tidak akan tertawa lagi” ujarnya lalu menetralkan suaranya lagi

“ Hyunmi-a, kapan-kapan bisakah kau menemaniku bertemu seseorang ?” Tanyanya ragu-ragu

“ seseorang ? nugu ?” tanyaku cepat.

“ Dia temanku yang ku kenal di Amerika. Jadi saat musim panas tahun lalu ada festival seni di sekolahku, lalu dia tampil bersama teman-temannya menampilkan dance nya yang sangat luar biasa. Aku sangat kagum melihat perfomancenya. Dan juga, dia terlihat… tampan “ jelas Jira antusias.

Apa? Tampan? Tumben.. ucapku dalam hati

“ Apa kau sekarang sudah mulai menyukai pria-pria Amerika ?  kau bilang dulu kau tidak suka dengan namja-namja Amerika itu, karena kau tidak berselera melihatnya., lalu sekarang ? kau berubah fikiran?” Tanyaku bertubi-tubi. Jujur aku bingung. Tapi yang ku dapati malah helaan nafas darinya.

“ huufff, Hyunmi-a, dengarkan. Aku belum selesai bebicara, kau itu kebiasaan sekali memotong ucapan orang.” Dia menggantungkan kalimatnya lalu berbicara lagi

“ Dia itu orang korea asli, dia ke Amerika karena di undang untuk menampilkan dancenya yang spektakuler itu. Lalu pasti kau bertanya-tanya kenapa aku bisa berkenalan dengannya, ya kan ? jadi saat itu aku sebagai anggota seni, jadi aku juga ikut campur dalam penyelenggaraan acara. And finally, aku berhasil berkenalan dengannya dan bertukar nomor ponsel. Wahhh, aku sangat bahagia saat itu, jadi memutuskan pulang saat liburan musim panas kali ini dan bertemu dengannya. “ jelas Jira panjang lebar. Dan dari ceritanya itu aku dapat menyimpulkan bahwa dia itu sedang jatuh cinta. Aku benarkan?

“ jadi yang kau bilang sangat sibuk itu, itu ha? Kau bilang kau banyak tugas yang harus kau selesaikan makanya tidak pulang saat libur musim panas tahun lalu. Ck! Kau itu sangat menyebalkan”

“ hehe.. mianhae Hyunmi-a, aku tidak bisa melewatkannya begitu saja. Kau tahu, dia itu sangat tampan dan juga dia bisa bernyanyi. Aahh, aku sangat senang bisa bekenalan dengannya” jelasnya kagum

“ Jadi kapan kau akan bertemu dengannya ?  tanyaku cepat untuk menghentikan Ekspresi berlebihannya itu. Ayolah, tidak usah menggunakan ekspresi seperti itu juga bila sedang mengagumi seseorang. Biasa sajakan bisa.

“ Eo? Mmm, aku belum tahu. Nanti aku akan hubungi dia lagi” jawabnya.

“ oya, jadi kau akan mentraktirku kan. Wahhh, senangnya!!” Ucapku bahagia

“ cih, dasar kau gadis miskin dan tidak bermodal. Sukanya Cuma yang gratisan” cibirnya padaku

“ anio, aku bukannya gadis yang miskin. Tapi akhir-akhir ini memang pengeluaranku sedang banyak-banyaknya dan juga aku sedang menabung untuk membeli bola basket baru.” Belaku padanya. Enak saja dia, selalu mengataiku gadis tidak bermodal. Hei, aku bukannya tidak punya uang, tapi coba di fikir, bila kita bisa mendapatkan hal yang gratis mengapa harus susah-susah mengeluarkan uang.

“ Arraso, nanti ku kabari lagi, kapan aku dan Enhyuk bertemu”

“ Enhyuk ? hmm, nama yang lucu.” Komentarku singkat

“  nama sebenarnya Lee Hyukjae, tapi dia bilang dia lebih suka di panggil Eunhyuk. Dia memang lucu, kau tidak akan bosan bila berlama-lama dengannya.” Ucapnya seolah mengagung-agungkan Enhyuk-nya itu. Well, jadi sekarang temanku ini sudah bisa melihat namjakan. Ckck, ternyata dia sudah besar sekarang.

“ Baiklah, aku jadi penasaran, seperti apa Enhyukmu itu.” Ujarku.

“ aarrkkhhh, Hyunmi-a, perutku sakit.”  Erangnya  tiba-tiba sambil memegang perutnya.

“ Kau kenapa ? apanya yang sakit ? tanyaku cemas.

“ Hyunmi-a, mmm..” katanya menggantungkan kalimatnya,

“ Waee ?? apa yang mau kau katakana. Jangan membuatku khawatir. “ jujur aku sangat khawatir padanya. Dan juga mukanaya terlihat pucat.

“ Mmmm, apa kau ada makanan? Aku lapar,, “ katanya polos.

Glekk!!

Raut mukaku langsung berubah 180 derajat.

“ Yakk!! Song Jira, kau itu sangat menyebalkan sekali. Aku kira kau kenapa. Kau membuatku sangat khawatir tadi “ bentakku padanya.

“ Mianhae, dari bandara aku langsung kesini, aku lupa membeli makanan. Apa kau ada makanan? Aku sangat laparr.. “ ucapnya sedikit memelas.

“ Aishh, kau itu benar-benar. Lalu nanti kau akan menginap dimana ?” tanyaku cepat, dia ini mau menumpang makan dirumahku, jadi kalau misalnya dia nanti menginap di hotel, lebih baik dia makan di hotel saja.

“ heheh, Hyunmi-a, aku boleh ya menginap di rumahmu. Aku malas tidur sendiri di hotel. Kan lebih kaik disini, ada kau yang menemani. Lagi pula untuk apa aku menghabiskan uangku untuk menginap disana, padahal aku bisa menumpang gratis disini. Dan juga Appa dan Eommamu juga tidak akan keberatan aku tinggal disini untuk beberapa hari, mereka kan sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Kita sudah seperti saudara Hyunmi-a “ bukuknya panjang lebar. Ah, dia ini benar-benar.

“ beberapa hari katamu, kau itu menginap sebulan di rumahku. Kau kira aku tidak tahu jadwal liburanm itu.” Bentakku kesal padanya.

“ wahh, jadi kau tahu jadwalku? Aigo~ kau memang sangat perhatian Hyunmi-a, aku jadi terharu. “ dia langsung menyambar memelukku.

“ Eh, apa-apaan kau. Lepaskan.” Aku melepaskan rangkulannya itu. Iss, memalukan.

“ dengar, tidak ada yang gratis di dunia ini, jadi walaupun kau tinggal disini tetap saja kau harus membayarnya.” Kataku memperingatkan.

“ astaga, kau perhitungan sekali. memang tidak berubah sama sekali”

“ ya sudah kalau tidak mau, pergi saja kau dari sini”

“ Ck! Ara ara. Nanti kau ku kasih imbalan. Sudahlah aku lapar, ayo kita makan” ucapnya sambil menarik lenganku berdiri.

“ heheh, kau memang temanku yang pengertian Jira-a. Ne, kajja!!”

***

Pagi ini aku berangkat ke sekolah diantar oleh Jira. Dia bilang dia ingin melihat-lihat sekolahku dan bertemu Donghae. Tadi kami sudah kerumahnya, tapi Eomma Donghae mengatakan bahwa dia sudah pergi, jadi Jira bilang bertemu di sekolah saja. Aku diantar oleh Jira naik mobilnya. Catat, MOBILNYA!. Kalian tahu, Mobilnya sampai tadi malam ke rumahku. Astagaa, dasyat sekali temanku ini. Aku tahu dia memang orang yang sangat kaya, tapi aku tidak menyangka dia sekaya ini. Sebenarnya orang tuanya bekerja apa di Amerika sana. Aku jadi heran sendiri. Dan lihat mobilnya ini sangat mewah. Mobil jazz berwarna hijau. Yah, jira ini memang suka sekali dengan warna hijau. Dia bilang hijau itu lebih dekat dengan alam. Entahlah aku tidak mengerti bagian mananya warna hijau itu yang dekat dengan alam. Aneh-aneh saja anak ini. Dan lihatlah dia sekarang. Berpakaian sangat modis dan apa itu rambutnya di gulung-gulung tidak jelas. Dia memakai dress santai berwarna hijau daun. Dia Fikir dia itu mau pergi pesta, mengapa harus memakai baju seperti itu mengantarku. Tapi anehnya apapun gaya yang di buatnya selalu terlihat cocok untuknya. Aku tidak terlalu merasa risih dengan segala model tatanan rambut dan busana yang dia kenakan. Benar-benar seperti wanita sungguhan. Tadi aku sempat bertengkar denganya karena dia ingin mendandaniku, tapi aku menolaknya. Dia fikir aku ini mau kemana ha? Aku mau ke Sekolah, belajar. Bukannya ikut kontes Fashion atau mau jalan-jalan ke Mall. Dan akhirnya dia menyerah dan hanya menempelkan bedak putih saja ke mukaku. Yak!! Mukaku ternodai. Arrgghh!!

Kami sampai di sekolah tepat 15 menit sebelum bel berbunyi. aku turun dari mobilnya.

“ Jira-a, nanti saja ya pulang sekolah kau bertemu Donghae, sebentar lagi aku masuk”

“ Eo? Ya sudah kalau begitu, nanti pulang sekolah kau ku jemput, jadi kita bisa bertemu dengannya bersama.” Ucapnya singkat, lalu menyalakan mobilnya.

“ sampai jumpa nanti. Bye…” pamitnya padaku. Dan aku hanya membalas dengan senyuman kecil lalu melambai padanya.

***

Aku memasuki sekolahku setengah berlari. Taku-takut nanti terlambat dan mendapatkan petuah gratis dari Kim Seosangnim. Aku berjalan melewati lapangan basket sekolah yang kebetulan searah dengan kelasku. Dan apa itu ? apa mereka sudah gila ? mengapa pagi-pagi begini berteriak seperti itu. Membuat penasaran saja. Apa aku ketinggalan sesuatu? Ah, palingan juga Donghae jelek itu sedang tebar pesona dengan permainan basketnya, sehingga membuat mereka histeris seperti itu. Ah, ani. Mungkin ada kebakaran. OMO. Apa benar ada kebakaran? Bagaimana nasip sekolahku nanti. kami akan mengungsi ke SMA lain, begitu? Lalu di Koran akan ada berita, “ SMA Shinchung yang sangat terkenal telah habis terbakar tadi pagi”, Ya Tuhan, itu sangat memalukan. Aku sudah tidak sabar lagi. Segera aku berlari ke arah kerumunan yang sebagian besar yeoja itu dan menyelinap masuk kedalam kerumunan yang penuh sesak itu. Dan setelah aku berhasil berdiri di depan dan,\

Glep,,

Oke, memang disana ada Donghae seperti dugaanku tadi dan dia sedang bermain basket seperti biasanya. Tapi yang menarik perhatianku adalah lawannya itu.sepertinya aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Yah, walaupun aku juga kurang terkenal di kalangan namja-namja di sekolah ini, tapi aku memang belum pernah melihatnya disini.

Ya Tuhan, makhluk jenis apa dia itu. Mengapa begitu… emm, bagaimana aku menjelaskannya. Dia.. dia sangat menyilaukan untuk ukuran namja biasa dan juga mmm.. Sangat tampan. Memang ku akui Donghae itu tampan, tapi dia berbeda. Mengapa bisa ada namja setampan itu nyasar ke sekolahku. Malang sekali nasipnya menjadi totonan gratis seperti ini. OMO, apa aku tidak salah lihat ? mengapa dia sepertinya sedang mengarah kepadaku ?. Hening. Aku dapat merasakan yeoja-yeoja itu mulai bisu.

“ Jaga matamu nona, lihat, air liurmu itu hampir menetes. Kau sangat menjijikkan “ ucapnya sinis di hadapanku dan menekankan pada kata terakhirnya. Lalu dia pergi meninggalkanku yang masih mematung mendengar ucapannya

Duarrrrrr!!

Seperti ada hantaman hebat di kepalaku. Apa katanya tadi? Aku sangat menjijikkan ? apa maksud ucapannya itu. Aku segera sadar dari fikiranku, lalu meneriakinya.

“ Yakk!! Neo!!” Teriakku padanya. Tapi dia hanya mengacuhkanku dan berjalan dengan santainya. Kulihat orang-orang sedang melirik-lirikku. Dan Donghae hanya melihatku sebentar lalu pergi mengikuti segerombolan orang itu. Aissh, menyebalkan sekali dia. Seenaknya saja dia menghinaku di depan semua orang. Ternyata wajahnya itu sangat menipu. Dia tidak bermoral. Tidak tahu sopan santun. Dia itu seperti setan yang datang dari neraka. Aku benci benci sekali padanya. Aku berkata sendiri dan merutuknya dalam hati. Awas saja dia kalau sampai bertemu denganku. Desisku sendiri lalu pergi meninggalkan lapangan  yang sudah sepi.

***

Kim seosangmnim masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba saja kelas yang tadinya ribut menjadi hening. Wah, dasyat sekali hawa guruku yang satu itu. Tapi tidak untukku. Aku malah melipat tanganku di atas meja menurunkan kepalaku. Sudahlah ini masih pagi, aku malas mendengar petuah-petuah panjang mengenai matematika pagi ini. Sudah cukup tadi moodku rusak karena bertemu namja sialan itu. Awas saja dia. Kalau bertemu denganku lagi, aku akan beri perhitungan padanya. Huuhh.

“ Murid-murid semua, seperti yang telah di beritakan kemarin, bahwa hari ini ada murid baru. Dia pindahan dari luar negeri’ ujar Kim Seosangnim menjelaskan

Ya aku sudah tahu.terserah saja mau siapapun yang datang aku tidak peduli, walau presiden korea sekalipun datang ke kelasku, aku tidak ingin merubah posisiku dan menyaksikan ocehan mereka.

“ Baiklah hangsaeng, perkenalkan dirimu” sayup-sayup ku dengar suara Kim Seosangnim.

“ Hyunmi-a, bisakah kau tegakkan kepalamu itu sebentar. Kau akan menyesal bila tidak melihatnya” bisik Eunhae di sebelahku sambil menggoyang-goyangkan bahuku.

Ah, mengesalkan sekali anak ini. tapi tetap saja aku hanya mengacuhkannya dan tidak bergeming sedikitpun dari posisiku.

“ Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun inmida.”

Suara itu ? namja itu ?

Segera ku angkat kepalaku dan mendongak melihatnya. Wajahku langsung berubah saat mengetahui bahwa namja itulah yang sedang berdiri di depanku. Aigoo, sesempit inikah dunia, ah, ani. Sesempit inikah sekolahku?

Tiba-tiba saja dia melihat kearahku. Astaga.. oke ku akui dia memang sangat tampan. Tapi auranya itu, seperti dewa setan. Dan juga sifatnya yang menyebalkan itu membuatku merubah fikiranku tadi. Dapat dari mana coba fikiran bodoh seperti itu. Ck! Hyunmi babo. Kau itu sangat bodoh karena sempat mengaguminya tadi, rutukku sendiri.

Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Cih, tampang sok dingin dan sok cueknya itu sangat menyebalkan sekali.

“ baiklah, Kyuhyun silahkan duduk di kursi yang masih kosong. Disana “ ujar Kim seosangnim padanya sambil menunjuk kursi yang kosong.

Apa-apain ini? Apa memang nasipku hari ini buruk. Mengapa dia harus duduk dibelakangku ? yah, kursi kosong yang di maksud itu berada di belakangku. Hancurlah hari-hariku karena terlalu lama berada di sekitarnya. Dia melangkah menuju kursinya. Dia berjalan melewatiku dan sedikit menyunggingkan senyum sinisnya padaku. Cih! Sebenarnya apa maunya namja itu. Membuatku kesal saja. Aigoo, pemandangan apa lagi ini. Mengapa para yeoja-yeoja di kelasku ini malah sibuk memperhatikan namja itu terus. Ckck. Apa mereka sudah berganti idola? Apa posisi Donghae telah digantikan oleh namja sialan itu? . apa aku harus senang. Setidaknya mereka tidak lagi mecari gara-gara padaku dan merusak hidupku. Keunde, apa tidak bisa orang lain, oke wajahnya itu memang tampan tapi kalau mereka tahu sifatnya itu seperti setan, apa mereka akan masih tetap bersikap seperti itu. Ah, mollaso, bisa-bisa aku jadi gila bila terus berada disini.

“ baiklah, pelajaran kita mulai. Keluarkan buku matematika kalian” perintah Kim Seosangnim, sehingga membuat para murid-murid itu berbalik arah dan mengembalikan fikiran mereka.

***

Pulang sekolah ini aku akan menemui Donghae dan mungkin sedikit meminta maaf padanya. Aku merasa risih sendiri karena tidak bisa menggangguna hari ini. Lagi pula pertandingan basketku tinggal menghitung hari. Aku tidak mau pertandingan itu gagal hanya karena dia merajuk tidak jelas seperti itu padaku. Aku berjalan menuju lapangan basket. Mungkin saja dia sedang bermain basket bersama teman-temannya. Tapi langkahku terhenti ketika melihat seorang namja dan seorang yeoja yang sedang berjalan berdua. Apa maksudnya itu? Apa aku tidak salah lihat. Sepertinya itu Eunhae dan namja itu seperti.. Cho Kyuhyun? MWO? Apa-apaan mereka. Langsung saja aku setengah berlari menghampiri mereka karena jarak mereka yang cukup jauh. Setelah berhasil mengejar mereka aku berdiri di hadapan mereka dan merentangkan kedua tanganku untuk menghentikan mereka.

“ Neo, apa yang kau lakukan pada sahabatku ha? Teriakku langsung setelah menetralkan nafasku yang ngos-ngosan karena berlari tadi.

“ Aku? Apa maksudmu?” Ujarnya cuek.

Ish. Gayanya itu. Dia ini benar-benar ingin mati ya.

“ Hyunmi-a, ini bukan seperti yang kau fikirkan” bela Eunhae

“ Aku hanya menemaninya saja menemui kim seosangnim untuk mendapatkan buku buku matematika. Diakan baru di sekolah ini, jadi sekalian saja aku menemaninya berkeliling sekolah kita.” Tambahnya menjelaskan.”Lagi pula, Kyuhyun ini tidak seperti yang kau fikirkan. Dia baik dan juga sopan. Lain kali cobalah untuk lebih ramah pada orang lain” lanjutnya lagi.

Apa? Apa Eunhae tidak salah bicara. Sopan? Jelas-jelas tadi pagi namja sialan ini menghinaku. Huhh sebenarnya yang sahabatnya itu siapa sekarang.

“ Dasar gadis aneh” Gumam namja itu, tapi setidaknya aku dapat mendengar apa yang dia ucapkan.

“ Mwo? Kau bilang apa?  Hei, yak!! Kau itu yang namja sialan” makiku secepatnya. Kulihat dia hanya menyeringai kecil mendengar perkataanku. Sial!

“ Kau itu sahabat seperti apa ha. Temanmu ini benar, dia hanya menemaniku. Jadi tidak usah secerewet itu. Dan kau berhentilah mencurigaiku yang tidak-tidak “ ucapnya tajam.

“ Jaga ucapanmu. Dasar namja idiot, tidak tahu sopan santun. Enyah saja kau dari dunia ini.” Segala macam ejekan yang ku keluarkan untuknya. Entahlah, tiba-tiba saja kata-kata seperti itu meluncur begitu saja di otakku.

“ heh, dasar kau yeoja aneh. Kau fikir dirimu itu pintar ha? Kau lihat saja berapa nilaimu itu. Apa lagi nilai matematikamu yang sangat mencengangkan itu. Sok megataiku bodoh lagi.”

“ yak, aku ini tidak bodoh.hanya saja aku kurang bisa cepat mengerti. Jangan sembarangan kau bicara.” Belaku.

“ Keure? Apa yang kau maksud dengan nilai 4 dan 5 itu adalah karena kekuranganmu? Akui saja kau itu memang bodoh” ejeknya lagi.

Sudah habis rasanya kesabaranku menghadapi namja sialan ini. Murid-murid lain mulai ramai mengerumuni kami. Hei, mereka pikir ini tontonan apa. Apa aku rela di permalukan seperti ini? Jawabannya adalah TIDAK.

“ Neo, “ kataku menunjukknya.” Ayo kita bertarung” lanjutku menantangnya.

“ maksudmu ?” tanyanya bingung.

“ aku akan membuktikan padamu bahwa aku bisa mendapatkan nilai tinggi pada semester kali ini. Dan pastinya aku akan mendapatkan nilai lebih tinggi darimu. Kau orang luar negeri. Pasti nilaimu tidak bagus-bagus sekalikan. Sok mengataiku bodoh lagi. Tapi tidak apa, kau akan kalah dariku” ucapku mantap. Dan kulihat dia sedikit khawatir dan membulatkan matanya. Haha, bagus. Mati kau Cho Kyuhyun. Ucapku bangga dalam hati.

“ Dan satu lagi. Jika aku berhasil. Kau harus rela menjadi budakku selama satu bulan penuh. Otte? Permainanku menarik bukan?” ucapku tersenyum sinis padanya.

Ku lihat Eunhae terlihat gelisah dan mencoba menghentikan tindakanku. Tenanglah Eunhae-a, aku tidak akan kalah dari namja brengsek ini.

“ Hmm, lalu apa untungnya bagiku?” Tanyanya angkuh.

oya, apa untungnya bagi namja itu. Aku berfikir sejenak.

“ baiklah, kalau aku tidak berhasil maka aku kau boleh meminta apa saja dariku”

“ Tawaranmu tidak buruk. Patut dicoba.” Ujarnya menimbang-nimbag. Cih! Aku benci sekali sikapnya itu.

“Baiklah sekarang urusanku sudah selesai. Tidak ada lagi kan yang ingin kau katakana padaku? Aku sudah gerah mendengar suara cemprengmu itu. Dan sudah cukup kau memekakkan telingaku hari ini” ujarnya datar.

“ mwo?” ucapku marah. Tapi dia hanya mengacuhkanku dan melanjutkan kelimatnya.

“ Dan Eunhae shi, “ lanjutnya lagi sambil menghadap ke arah Eunhae.

Mau apa dia? pikirku sendiri.

“Ne? “ jawab Eunhae bingung.

“ terimakasih atas bantuanmu hari ini. Dan tolong juga sampaikan pada temanmu ini” di menghentikan kalimatnya lalu melirikku sejenak lalu berbalik mengarah Eunhae lagi. Sebenarna dia ini mau apa ha?  “ selamat bekerja keras untuk mengalahkanku.” Ujarnya sambil tersenyum sinis ke arahku.

“ eh, ye” jawab Eunhae terdegar ragu.

Lalu dia-maksudku Kyuhyun itu- berjalan melewati kerumunan murid dan menghilang begitu saja. Benar-benar seperti setan. Aish, apa maksudnya ? bekerja keras ? kau saja sana yang bekerja keras sendiri. Baiklah Cho Kyuhyun. Aku tidak akan main-main lagi kali ini. Aku akan belajar mati-matian untuk mengalahkanmu dan membuat kau bertekuk lutut padaku. Haha. Aku tersenyum sendiri dan tidak menyadari kerumunan itu telah bubar dan tinggallah aku dan Eunhae disini.

“aigoo.. kau itu nekat sekali Hyunmi-a” ujarnya cemas

“ Wae? Jadi kau rela dia mempermalukan aku begitu saja? Yak, kim Eunhae. Sebenarnya yang temanmu itu siapa ? kenapa dari tadi kau membelanya terus “ marahku padanya.

“ bukan begitu maksudku. Hajiman, aku yakin kau tidak akan bisa mengalahkannya. Percaya padaku.” Ucap Hyunmi meyakinkan.

“ Mwo? Apa maksudmu ? jadi kau juga menganggap aku ini bodoh ?”

“ akh, kau itu keras kepala sekali. Kau tahu, di sekolahnya yang lama Kyuhyun itu pernah memenangkan Olimpiade matematika. Jadi kau bisa bayangkan seberapa pintarnya dia. kau akan kalah Hyunmi-a” jelasnya

“ Mworagu?? Yak!! Kau jangan bercanda padaku Kim Eunhae” teriakku marah padanya.

“  Aku serius. Tadi saat bertemu Kim Seosangnim di ruangannya, dia mengatakan bahwa dia sangat bangga pada Kyuhyun karena dapat meraih juara pertama Olimpiade Matematika saat di Amerika. Lalu Kim Seosangnim juga mengatakan bahwa nilainya itu tidak hanya sempurna di matematika saja, tapi juga pelajaran lainnya juga. Tadi aku sempat melihat lapornya. Dan kau tahu apa yang ku lihat.”

“ Apa ?” tanyaku cepat.

“  Aku sangat terkejut melihat nilainya yang rata-rata memperoleh angka 9. ckck, benar-benar anak ajaib”

Sumpah, aku hanya melongo mendengar rentetan penjelasan panjang dari Eunhae. Mati aku!. Eottokeh?

“ Sebaiknya kau minta maaf saja padanya, lalu kau mengaku kalah darinya. Dia itu tidak terlalu buruk seperti yang kau fikirkan. Tadi saat berbicara dengannya aku merasa nyaman-nyaman saja. Kau saja yang langsung meledak-ledak melihatnya. Sudahlah jangan keras kepala begitu. Ikuti saja saranku. Eo?”

Saran macam apa itu? Meminta maaf padanya. Maaf maaf saja, aku ini orang yang tidak mau menjilat ludahnya sendiri. Apa yang akan dikatakannya nanti. Pasti dia akan mengejek dan menertawakanku seumur hidup. Ah, Andweee!!!. Aku tidak bisa menyerah bisa menyerah begitu saja.

“ Apa-apaan kau. Tidak. Aku tidak akan menyerah sebelum mencobanya. aku ikut les. Atau bila perlu aku bisa mengundang guru les privat untukku. Pokoknya apapun akan ku lakukan untuk mendapatkan nilai sempurna pada semester ini.” Belaku padanya

“ Ck! Kau itu benar-benar keras kepala. Ya sudahlah terserah padamu saja” ucapnya kesal

“ ini masalah harga diri. Kau tidak akan mengerti. Yang penting bagimu adalah membantu dan mendukungku. Tenanglah, aku pasti bisa mengalahkannya. Oke?”

“ arasso, aku pasti mendukungmu. Oya, sudah sore Hyunmi-a. pasti eommaku sudah mengamuk dirumah karena aku pulang terlalu lama.” Ucapnya cemas

Apa? Sore? Astaga. Aku lupa.

“ Aish, aku lupa. Aku harusnya menemui Donghae. Tapi karena kejadian tadi aku jadi lupa. Aduhh. Kalau dia sudah pulang bagaimana. Akh, hari ini aku sial sekali.” Gerutuku sendiri

“ tadi aku melihatnya di lapangan basket. Mmm, Hyunmi-a, mengenai Donghae Oppa. Ada yang mau ku ceritakan padamu” ujar Eunhae lesu

“ jangan sekarang ya kau ceritanya. Tunda dulu. Aku harus menyelesaikan masalahku dulu. Ya sudah, sampai jumpa “ ucapku buru. Aku meninggalkan Eunhae sendir lalu Aku berlari ke arah lapangan basket seperti yang di beritahukannya tadi.

***

            Aku berlari secepat yang kubisa. Sesampainya di lapangan basket aku melihat ada seseorang namja. Ah, itu pasti Donghae, pikirku. Dia sedang memasuk-masukkan bola ke ring. Permainan macam apa itu? Tidak biasanya dia bermain aneh seperti itu. Ah, terserahlah yang penting aku harus berbicara dengannya sekarang.

“ Donghae-a.” panggilku saat telah berada di belakangnya. Dia masih saja sibuk dengan bolanya. Huuhh, mengacuhkanku rupanya.

“ Dongahe-a, mianhae” ucapku seadanya. Ku lihat dia juga masih belum membalikkan badannya.

“ Aku tahu kau marah padaku. Tapi aku juga tidak tahu mau berbuat apa. Kau kan sudah lama mengenalku, jadi mengertilah. Sifatku memang seperti itu. Donghae-a, jangan marah lagi, ya?” aku berbicara sambil menundukkan kepalaku karena sinar matahari yang langsung menyengat mataku.

“ Aku tidak mau memaafkanmu” balasnya singkat.

Mwo? Apa dia semarah itu padaku hingga tak mau memaafkanku. Aku masih saja menundukkan kepala. Jarang-jarang dia marah seperti ini.

“ jangan seperti itu. baiklah akan kuturuti permintaanmu, asalkan kau mau memaafkanku”. Aku sedikit memelas padanya. Oke, untuk kali ini saja aku mengalah. Biasanya dia yang selalu mengalah padaku. Sesekali gantian. Tidak masalah bukan.

“ begitu. Oke. Kalau begitu kau harus mengaku kalah dariku” katanya datar. Namun sukses membuatku terkejut.

Apa maksudnya? Mengaku kalah? Memangnya kami sedang bertarung apa?. Berbagai pertanyaan berkelik di benakku.

Aku jadi penasaran sekarang. Lalu segera ku angkat kepalaku dan secara bersamaan pula dia juga membalikkan badannya menghadapku.

“ KAU?? APA YANG KAU LAKUKAN DISINI? “ teriakku langsung. Aish, mengapa harus dia lagi? Akh!!

“ Aku? “ ucapnya cuek sambil menunjuk dirinya sendiri. “ aku sedang bermain basket. Kau pikir aku mau melakukan apa lagi di lapangan basket ini. Babo!” desisnya mengejekku.

“ jadi dari tadi kau berdiri disitu? Bukan Donghae? Jadi dari tadi aku berbicara padamu? Akh, sepertinya aku mau gila”

“ ya begitulah. Kau itu memang benar-benar bodoh nona Park. Apa yang kau fikirkan sampai tidak melihat lawan bicaramu sendiri. Cih, benar-benar wanita yang memiliki kapasitas otak rendah” ejeknya.

“ Mworagu? Yak. Apa maksudmu berbicara seperti itu. Jangan mentang-mentang kau pernah memenangkan Olimpiade, jadi kau bisa seenaknya merendahkanku”

“ jadi kau sudah tahu? Kalau begitu, apa kau sekarang mau menyerah?” tanyanya meremehkan. Kau sudah mengakui bahwa dirimu itu bodoh, ha?” Tambahnya lagi

Cih! Aku benci sekali tampang sok percaya dirinya itu!

“ Kau..” tunjukku padanya. Sumpah kali ini kesabaranku telah habis. Dan aku ingin sekali mencaci makinya sekarang ini juga.  “Kau hanya namja yang bisa tebar pesona saja, tidak tahu sopan santun, dan kau itu juga pasti hanya pintar di bagian pelajaran saja ka? Kau pasti tidak bisa berolahraga, kau tau. Aku ini pemain basket putri terbaik di sekolah ini. Dan apa tadi permainanmu itu, benar-benar sangat tidak berbakat” makiku padanya dan sedikit menekankan pada kalimatku yang terakhir. Dia terlihat membualatkan matanya ke arahku.  Apa? Kau mau menantangku. Siapa takut. bicaraku dalam hati.

Tiba-tiba dia memajukan langkahnya ke arahku. Mau apa dia? Dia menghentikan langkahnya tepat di hadapanku. Dia menatap tajam ke arahku.

Deg,,

Jantungku terasa mau terhenti. Dia hanya berada beberapa senti dariku. Mengapa dia seperti ini?  Dan perasaan seperti apa ini? Mengapa dia bertambah mempesona saja bila di lihat sedekat ini. Aku merasa susah untuk bernafas. Sebenarnya dia ini mau apa ha? Megapa dari tadi hanya menatapku dan tidak berbicara apa-apa. Jujur posisis seperti ini sangat tidak nyaman bagiku. Dan tatapannya itu. Sudahlah berhenti menatapku seperti itu. Eommaa.. eottokeh? Teriaku dalam hati

“ kau pemain terbaik sekolah ini, eh?” Ucapnya pelan. Tapi pastinya aku dapat mendengarnya karena jarak kami yang sangat dekat ini. ucapannya itu terdengar seperti dia sedang meremehkanku. Aku tidak boleh terlihat lemah. Hilangkan fikiran-fikiran aneh tadi. Tidak ada waktu untuk terpesona padanya pada saat seperti ini.

“ Benar” ucapku mantap. Yess, aku berhasil membuatnya terkejut. Tapi anehnya mengapa dia malah semakin mendekatkan wajahnya kearahku. Aku tidak bisa mundur. Rasanya tulang-tulang kakiku tidak bisa di ajak kompromi saat ini. Akh, kalau seperti ini, dia bisa menghancurkan pertahananku.

“ Keure ? apa kau mau bertarung denganku? Aku mau lihat seberapa bagus permainan pemain basket TER_baik di sekolah ini.” Tantangnya padaku.

“ ber..bertarung ? apa maksudmu?” Tanyaku kaku.

Damn!! Mengapa aku berkata kaku seperti itu. aku melihat dia tersenyum setan. Aish!Pasti dia sekarang sekarang sedang menertawakanku.Hyunmi babo, rutukku sendiri.mengapa otakku jadi kacau begini. Cho Kyuhyun kau itu benar-benar. Akh, aku tidak punya kata-kata lagi untukmu.

Sedetik kemudian dia sedikit mundur. Huff, aku sedikit bisa bernafas lega sekarang.

“ ini,” ucapnya datar sambil menunjukkan bola basketnya kearahku. “ kalau kau bisa mengalahkanku, maka aku akan mengaku kalah darimu dan aku akan mengakui kau sebagai pemain terbaik di Korea.” Lanjutnya lagi

“ MWO? “ ucapku terkejut

“ wae ? kau takut?” ejeknya

“ cih! Bermimpi saja kau kalau aku akan kalah darimu. Joha, aku terima tantanganmu. Tapi ingat kau harus menepati ucapanmu tadi Cho Kyuhyun” ancamku padanya.

“ arrasso, “ balasnya singkat.

aku berlari ke pinggir lapangan untuk meletakkan ranselku, namun baru beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba saja dia memanggilku.

“ dan Nona Park” panggilnya. Aku melihat curiga ke arahnya. Cih! Aku benci sekali tampak sok cool dan meremehkannya itu. “bersiaplah untuk kalah dariku” tambahnya lagi.

“ mwo? Yak, Cho Kyuhyun kau itu benar-benar..”

“ permainan sudah dimulai, kau akan kalah bila berlama-lama seperti itu.” katanya enteng dan memotong kalimatku.

Dia itu maunya apa ha? Dia sudah seenaknya mendrible bola kesana kemari seperti ulat bulu. Awas kau. Akan ku tunjukkan permainan basket yang benar itu seperti apa. Kau tidak akan bisa mengalahkanku dalam hal ini. Aku akan jadi pemenangnya. Tekadku dalam hati. Oke, permainan dimulai.

 

TBC

 

Ampuunnn.. jangan keroyok sayaa.. cerita ini memang tambah aneh dan alurnya ngalor ngidul. Silahkan tuangkan keluh kesah kalian ke kolom komentar di bawah ini. saya terima apapun yang kalian katakan. Jujur ini FF gaje ini meluncur begitu saja di otak saja. Tapi walaupun begitu, tetap tinggalkan komen, oke? Kritik boleh, saran atau apapun saya terima. Makasih sebelumnya bagi yang udah baca. Uda de, langsung aja, di tunggu komen-komennya. #arrgg!! Aku ini sedang mengatakan apa?#ah, lupakan!!

9 thoughts on “Babo Sotry #2”

  1. lebih dapet feelnya pas bagian kyu dibanding donghae

    trus gak jadi nih minta maafnya sama hae

    kayaknya hae harus waspada deh
    jangan ngambek mulu
    nanti hyunmi malah suka sama kyu loh

  2. Annyeong..
    Ahirnya di part 2 kyuhyun tampilll.. *pa toh..
    Hahaha hyunmi mau ngajak taruhan matematika ama kyuuu.. Ga berani dếh..
    Skrg ngajak bertaruh main basket.. Omooo jd penasaran.. Kayaknya kyu tetep menang dếh.. Donghae~ah.. Knp ngambek.. Sini main ma aqu aja.. Ahahaha..
    Ditunggu lanjutannya yah chingu..

  3. Annyeong..
    Ahirnya di part 2 kyuhyun tampilll.. *pa toh..
    Hahaha hyunmi mau ngajak taruhan matematika ama kyuuu.. Ga berani dếh..
    Skrg ngajak bertaruh main basket.. Omooo jd penasaran.. Kayaknya kyu tetep menang dếh.. Donghae~ah.. Knp ngambek.. Sini main ma aqu aja.. Ahahaha..
    Ditunggu lanjutannya yah chingu…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s