YY COUPLE : MY ‘OLD’ HUSBAND PART 6

 

Lee Yeonji POV

Aku tidak tahu aku yang memang cepat akrab atau memang Jongwoon oppa yang terlalu baik, kami dengan cepat menjadi akrab. Kami juga saling bercerita mengenai hal pribadi yang telah menimpa kami. Seperti aku, aku sudah menceritakan bahwa aku sudah menikah dan telah ‘bercerai’ secara pribadi. Aku juga tahu bahwa dia sudah memiliki seorang gadis yang begitu dicintainya.

Kami sering mengobrol bersama dan keluar bersama. Banyak pelayan restoran ini menyangkan bahwa aku dan Jongwoon oppa memiliki hubungan khusus. Padahal kami hanya berteman, dan sekarang kekasih dari seorang Kim Jongwoon kini sedang berada di luar negeri.

Ketika aku sedang mengobrol ringan dan sedikit bercanda, aku merasa tanganku ditarik oleh seseorang. Ketika aku melihat siapa pelakunya, ternyata Cheolyong. Aku memintanya untuk melepaskan tanganku tapi dia tidak menghiraukan ucapanku.

Ya Tuhan, apa yang Jongwoon oppa katakan? Iya, dia menyuruhku untuk memanggilnya oppa tapi kenapa dia mengatakan bahwa aku gadisnya? Seketika itu aku merasa tarikan tangannya di tanganku terlepas begitu saja. Setelah beberapa saat kami terdiam, Cheolyong pergi begitu saja dari hadapan kami. Apa yang aku lakukan? Tidak, bahkan aku seperti yeoja bodoh yang tidak tahu seperti apa.

“ oppa, apa yang kau katakan?” tanyaku sedikit kesal.

“ aku hanya menyelamatkanmu? Apa itu salah?” ucapnya tanpa bersalah sedikitpun.

“ tapi kenapa kau harus mengatakan bahwa aku gadismu? Kita bahkan belum satu bulan saling mengenal.”

“ tenanglah, aku hanya menyelamatkanmu. Toh aku sudah memiliki gadisku sendiri.” Jawabnya.

“ tapi kau tahu oppa, dia ‘mantan suamiku’ yang sering aku ceritakan padamu?” ucapku melas.

“ benarkah? Bukankah itu bagus? Dia cemburu Yeonji~a, itu membuktikan bahwa dia masih mengharapkanmu.” Ucapnya kemudian duduk kembali di kursi.

“ aku hanya takut dia salah sangka, menuduhku sudah menemukan namja lain bahkan perceraian kami belum genap satu bulan.” Jelasku kemudian ikut duduk.

“ kau sadar, kenapa ceritamu itu sangat aneh dan membingungkan. Akhiri saja perceraian konyol ini. Aku yang mendengar ceritamu saja sudah bosan, apalagi readersJ”

“ aku tahu, tapi aku masih meragukannya oppa. Ck, kau tidak akan pernah mengerti.” Ucapku kesal kemudian meninggalkannya dan keluar dari restaurant.

Aku tahu kalau si Jongwoon itu menyebalkan tapi juga baik dan juga tampan, ah tapi tetap saja menyebalkan. Kenapa dia mengatakan kalau kisahku aneh? Aku sudah tahu itu dan aku juga bingung bagaimana kisahku. Aku hanya masih meragukan pernikahanku dan Cheolyong, itu saja. Mengakhiri kisah seperti ini? Yup, ide bagus.

Cheolyong POV

Kini aku sedang berada di sebuah? Ah ntahlah, aku sudah tidak bisa berpikir. Aku sudah terlalu mabuk untuk memikirkan dimana aku berada, yang pasti di hadapanku sudah ada lima botol soju kosong yang isinya sudah berpindah ke perutku. Aku gila, aku gila karena ‘mantan istriku’ yang menyebalkan. Ah, kau tahu rasanya sangat mengecewakan ketika mendengar itu.

Saat ini, aku masih cukup kuat untuk pulang dan mengemudikan mobilku sendiri. Aku akan pulang ke dorm, aku tidak peduli seberapa lama lagi aku tidak pulang ke rumah. Sungguh, aku kecewa kepadanya. Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan diatas rata-rata. Kejadian itu terus saja berkelebat di kepalaku dan itu membuat kepalaku semakin sakit dan pusing.

Ntah naluri darimana, aku membawa mobilku ke sebuah hotel yang tidak begitu besar. Aku menyewa sebuah kamar sederhana dan mengistirahatkan badanku di ranjang. Aku menutup mata dan mencoba untuk tidur, tapi kejadian brengsek itu masih saja teringat di otak bodohku ini.

Aku merasakan ponselku bergetar dan aku melihat nama Seungho hyung terpampang di layar ponselku. Tanpa pikir panjang aku melepas baterai ponselku dan melemparkan ke sembarang tempat. Sial !

“ Lee Yeonji, kau yeoja seperti apa huh? Kau membingungkanku?!  Kau sudah membuatku kecewa, aku membencimu. Sungguh, aku sungguh membencimu.” Racauku.

***

Hari ini aku kembali syuting reality hello baby, ya aku tidak melupakan tanggung jawabku. Didepan kamera keadaan mengharuskan aku untuk ‘baik-baik saja’, ya aku dengan baik bisa melakukannya. Tersenyum dan bertingkah layaknya anak kecil, aku berhasil melakukannya. Tapi rasanya, aku seperti orang munafik dan juga brengsek. Bahkan aku tidak bisa mengatakan, aku sedang tidak ingin melakukan apa-apa dan aku sedang tidak baik-baik saja. Mungkin ini akan terdengar bahwa aku seperti seorang yeoja, tapi salahkah jika namja juga merasakan hal seperti ini?

Ya, selalu seperti ini yang terjadi selama sebulan terakhir. Aku masih merasakan kekecewaan kepada ‘mantan istriku’, tidak pulang ke rumah hanya untuk melihat keadaan Yeonji, mabuk ketika memiliki waktu luang. Para hyung juga sudah mengetahui ‘perceraian’ yang terjadi antara aku dan Yeonji. Mereka kecewa terhadapku dan aku tidak mempedulikan apa yang mereka katakan karena sesungguhnya aku juga amat sangat kecewa dengan diriku sendiri.

Hari ini, genap 2 bulan aku tidak mengunjungi rumah dan tida melihat bagaimana keadaan Yeonji. Kalian tahu, meskipun aku kecewa dengannya. Aku tidak munafik bahwa aku juga merindukannya. Hari ini pula aku memutuskan untuk pulang, aku sedikit merasa tidak nyaman ketika memasuki rumah kami. Di dalam rumah aku tidak menemukan siapa-siapa, bahkan aku merasa bahwa rumah ini sudah tidak berpenghuni selama kurang lebih satu bulan.

“ Lee Yeonji, Lee Yeonji, Ji~aa” panggilku.

Aku terus memanggil namanya tapi tidak ada balasan.

“ kau dimana huh?”

Aku tidak menemukannya, jangan katakana bahwa dia tinggal dengan namja itu. jika itu terjadi, maka sungguh aku akan membunuh mereka berdua. Brengsek !!!

***

Aku mencoba untuk tidak mempedulikan apapun tentangnya, oke aku berbohong. Aku tahu dia masih bekerja di restaurant itu dan dia masih aktif kuliah. Aku juga pernah melihatnya sedang makan di sebuah café dengan namja yang tidak tahu aku siapa dia. Kenapa dia terlihat seperti nappeun yeoja? Ya Tuhan…

Baiklah, dia sudah bukan siapa-siapaku. Toh itu hidupnya, aku tidak berhak ikut mengendalikan hidupnya. Jika dia bahagia dengan keadaan seperti yang terjadi saat ini, maka aku akan membiarkannya. Biarlah, aku ingin menutup mata dan telinga dari apapun yang berhubungan dengannya.

Hari ini jadwal sedang kosong, aku masih berada diatas ranjang dengan ditemani selimut putih tebalku. Tiba-tiba aku merasa ada yang membuka kamarku dan duduk disisi ranjangku.

“ cheolyong, irona”

Dengan cepat aku membuka mata karena semalaman aku tidak bisa tidur sampai sekarang.

“ ah, hyung. Ada apa?” tanyaku kemudian duduk dan bersender di dinding ranjang.

“ apa kau senang bermain dalan hidupmu itu?” tanya seungho hyung.

“ apa maksudmu hyung?”

“ tentang perceraian konyolmu, dan parahnya sekarang kau tidak tahu bagaimana keadaan yeoja yang masih sah secara hukum sebagai istrimu? Kau namja, dimana tanggung jawabmu?”

“ ini hidupku hyung.” Marahku.

“ ya, aku tahu itu hidupmu dan aku bukan siapa-siapa yang berhak menasehatimu. Tapi apa salah, jika aku menganggapmu sebagai dongsaengku sendiri yang sedang berada di kesalahan hidupnya.”

“ hyung, kau pikir aku mau seperti ini? Aku tahu ini konyol dan aneh, tapi apa salah jika aku mengabulkan apa yang diminta olehnya untuk bercerai. Kau tahu hyung, ketika dia mengatakan bahwa dia ingin bercerai denganku. Rasanya seperti aku akan mati saat itu juga.”

“ lalu kenapa kau tidak menceraikannya dengan cara yang benar? Perceraian seperti ini bukan hanya konyol dan aneh tapi mengecewakan dan menyakitkan.”

“ aku tahu hyung ! aku lebih tahu dari apa yang kau katakan karena aku yang merasakannya. Mungkin jika kau menjadi aku, sebijak apapun kau. Jika dihadapkan dalam masalah seperti ini maka kau akan menjadi namja yang munafik dan brengsek sepertiku.”

Keadaan pagi hari ini sudah memanas karena pembicaraanku dan seungho hyung. Semua hyungku juga masuk dan melihat pembicaraan panas ini di kamarku. Semua diam, tidak ada yang mengeluarkan suara mereka.

“ aku mencintainya, sungguh hyung. Aku sungguh mencintainya, tapi jika dia ingin bercerai denganku. Dengan berat hati aku menyetujui dan membuat percerain konyol seperti ini. Daripada aku menceraikannya secara sah, jujur aku tidak siap. Kalian pikir aku ingin? Sebenarnya aku tidak ingin, tapi ntahlah.” Ucapku dengan air mata yang menetes.

“ kau namja, apa kau pantas menangis hanya karena masalah seperti ini.” Ucap thunder hyung kemudian keluar dari kamarku.

“ kau menangis? Apa yang kau tangisi? Kebodohanmu?” ucap Joon hyung dan ikut keluar dari kamarku.

“ pikirkan apa yang seharusnya kau lakukan Ban Cheolyong” ucap GO hyung.

“ cheolyong, hentikan permainan kisahmu ini. Jika nanti akhirnya akan menghasilkan kekecewaan atau kebahagiaan, maka itu adalah hasil yang harus kau terima.” Ucap seungho hyung dan keluar dari kamarku.

Aku sendiri di kamar, dengan pikiran yang ntahlah. Semuanya membingungkan, konyol, aneh, bodoh semua aku tahu itu. aku segera turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi. Setelah beberapa menit aku bersiap-siap, aku keluar dengan menggunakan mobilku dan menuju ke tempat yang bisa membuatku melupakan segala-galanya.

Aku terus menengak wine yang aku pesan, disampingku juga ada dua yeoja yang aku pesan untuk menghiburku. Aku bersenang-senang disana, tidak dengan dua yeoja itu tapi dengan semua wine yang aku pesan dan aku minum. Ini sangat gila, aku melupakan semua. Aku senang sekarang. Lee Yeonji, kau istri yang menyebalkan ! kau mengecewakan, aku membencimu juga merindukanmu.

Lee Yeonji

Setelah kejadian di restaurant itu, aku sudah menunggunya pulang selama tiga hari tapi ternyata aku tidak melihatnya sama sekali di rumah. Aku berniat jika dia pulang aku ingin menjelaskan, tapi ternyata yang terjadi tidak sesuai yang aku inginkan. Maka aku memutuskan untuk pergi dari rumah, aku sudah menemukan tempat yang cocok denganku. Sepertinya aku benar-benar akan bercerai dengan Cheolyong.

Sudah beberapa bulan aku tidak tahu bagaimana kabarnya, tapi aku tahu dia baik-baik saja. Aku tahu karena aku selalu menyempatkan untuk melihat reality show yang sedang di lakukannnya. Ketika melihat tanyangannya aku merasa geli, kesal, dan ntahlah. Bagaimana dia bisa sebodoh itu merawat anak kecil? Ah, yang paling memalukan adalah ketika dia menangis seperti anak kecil yang kehilangan ummanya.

Sungguh rasanya aku ingin sekali memakinya dengan keras, seharusnya dia bisa merawat anak-anak itu jauh lebih baik. Bagaimana dia ingin menjadi ayah jika merawat anak kecil saja tidak bisa? Ckck

Aku juga masih aktif kuliah, dan kalian tahu. Sekarang aku lebih dekat lagi dengan dosen tampan itu, ya Tuhan rasanya? Aneh dan senang. Bagaimana disekelilingku banyak namja tampan? Apa ini suatu berkat ketika menjadi yeoja yang baik dan manis sepertiku? Hahahahaha

Okey okey, aku berbicara seperti ini hanya untuk membesarkan hatiku saja. Benar mengenai aku yang memiliki teman dekat namja tampan, tapi jika namja yang aku cintai tidak berada disampingku dan bersikap biasa terhadapku? Itu sama saja munafik. Tidak terlalu membahagiakan.

“ Yong~a, aku merindukanmu.” Ucapku lirih.

***

Saat ini aku sedang berada di area sungai han, duduk di kursi panjang dengan ditemani segelas cappuccino. Telingaku aku sumbat dengan earphone berwarna putih pemberian Cheolyong, dari earphone itu aku bisa mendengar suara semua oppadeul terutama cheolyong. Kalian tahu, hanya mendengar suaranya saja aku sudah memiliki niat untuk mencekik lehernya. Gezzzzzz -____- tiba-tiba aku merasakan ponselku bergetar, aku segera merogoh saku celanaku dan melihat siapa yang menghubungiku.

“ yeoboseo?”

“ Yeonji~a, kau ada dimana?”

“ seungho oppa, apa kau disuruh cheolyong untuk menanyakan keberadaanku?” tanyaku.

“ suamiku sekarang tergeletak sakit di ranjang kamarnya, dia tidak …”

Setelah itu aku sudah tidak lagi mendengar apa yang dikatakan oleh seungho hyung. Dengan langkah seribu, aku berlari mencari taxi untuk menuju dorm MBLAQ. Ya Tuhan … kenapa disaat seperti aku tidak menemukan satupun taxi. Tanpa pikir panjang, aku terus berlari dan berlari.

Setelah setengah jam, aku berlari dan akhirnya menemukan sebuah taxi. Aku sampai dan kini aku sudah berada didepan pintu dorm MBLAQ. Dengan perlahan aku menekan tombol password, setelah terbuka kemudian aku masuk dan menemukan oppadeul sedang duduk di sofa.

“ Ban Yeonji, duduklah.” Perintah seungho hyung.

“ bagaimana keadaan Cheolyong?” tanyaku.

“ duduklah dulu.” Timpal joon oppa.

Setelah aku duduk, aku dan oppadeul hanya diam.

“ Yeonji, apa hubunganmu dengan suamimu baik-baik saja?” tanya cheongong oppa.

“ huh? Jujur, kami sedang tidak baik-baik saja.”

“ okey, kau sudah jujur. Sebenarnya kami sudah tahu tentang ‘perceraian’ konyolmu itu.”

“ lalu, apa oppadeul menyuruhku untuk menghentikan ini karena ini sangat konyol dan aneh? Ya ya, aku tahu. Aku tahu melebihi dari kalian, tapi apa kalian pernah merasakan sebuah keraguan terhadap seseorang yang kalian cintai?”

“ Lee Yeonji !” bentak seungho oppa.

“ maaf, jika perkataanku menyakiti hati kalian. Tapi saat ini aku sedang tidak membutuhkan sarah apapun dari orang lain. Aku kesini hanya ingin …”

Ucapku terputus saat aku merasakan sebuah tangan menarik tanganku. Dia? Cheolyong, lagi-lagi menarik tanganku dengan kasar. Kali ini aku hanya diam saja, mengikuti apa yang dia ingin lakukan.

“ terima kasih hyungdeul sudah mencoba membantu hubunganku dan yeoji, tapi aku ingin menyelesaikan masalah pribadiku sendiri karena aku adalah seorang namja yang memiliki tanggung jawab.” Ucap cheolyong sebelum menarikku keluar dari dorm.

Cheolyong memasukkan aku kedalam mobilnya dengan kasar. Kemudian tidak lama dia ikut masuk dan dengan cepat mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata.

“ bisakah kau mengurangi kecepatan mobilnya?”

Dia hanya diam saja.

“ ban cheolyong, apa kau tuli hah? Aku takut, kurangi kecepatan mobilnya sekarang.”

Dia tetap diam, dan aku sudah mulai kesal.

“ YONG~A  !!” teriakku.

“ DIAMLAH LEE YEONJI ! TUTUP MULUTMU !!” teriaknya lebih keras.

Tbc

 

Okey readers, mungkin part selanjutnya adalah part terakhir. Sebenarnya aku pengen nerusin sampe part 10, tapi sepertinya aku harus mengakhirnya di part 7. Aku nggak tau bakal sad atau happy ending? Sarannya diterima J lagi2, terima kasih sudah membaca dan ngikuti ff ini. Maaf juga, aku nggak balesin komen soalnya aku lagi sibuk#asik tapi bukannya aku sombong, aku bener2 lagi prepare2. #curhat

 

9 thoughts on “YY COUPLE : MY ‘OLD’ HUSBAND PART 6”

  1. aku yg pertama.. ,
    hehehehehhe

    thor jgn sad ending dunk,, happy ending aja ya… ,
    merka berdoa sama2 bodo karna cinta.. ,

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s