Babo Story (Chapter 1)

Title                 : Babo Story #1

Author             : yanemGyu

Cast                 :

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Park Hyunmi

Kim Eunhae

Genre              : romance, comedy

Happy reading ^^

 

Park Hyunmi POV

Hari ini begitu indah tapi tidak mendukung pada suasana hatiku saat ini. Kenapa? Pagi ini aku dihukum. Lagi?. Kali ini aku di hukum Oleh Kim Seosangnim karena tidak membuat PR matematika. Sungguh aku tidak bermaksud atau sengaja melupakan PR matematika itu, aku hanya terlena menonton  hingga larut malam. Jadilah seperti ini sekarang, aku di hukum hormat di depan kelasku. Tidakkah ini terlalu seperti anak-anak? Ini sekolah SMA, mengapa masih saja menggunakan peraturan seperti anak TK. Tidakkah Kim Seosangnim bisa memberikan hukuman yang sedikit lebih kreatif, misalnya saja, di suruh menyapu kelas, atau menghapus papan tulis , kalau perlu menyuruh belajar sendiri di luar kelas, aku rasa itu bisa jadi pilihan yang bagus. Lihatlah sekarang, bukankah ini memalukan, orang-orang pada melirik-lirikku sekarang. Mau di letak dimana harga diriku saat ini. Walaupun ini bukan yang pertama kalinya aku seperti ini, tapi ini sungguh MEMALUKAN!.

“aigoo Hyunmi-a, sampai kapan kau akan seperti ini? Tegur seseorang.

Omo, jangtungku mau copot rasanya. Siapa yang berani-beraninya menggangguku disaat seperti ini.

“ Kau di hukum karena tidak mengerjakan tugas sekolah.lagi? ”

Aku meliriknya dan melihatnya malas.

“Diam kau Lee Donghae, menjauhlah dari sini, Kau membuat tanganku semakin pegal karena hormat berjam-jam seperti ini” bentakku padanya. Tapi Donghae babo itu tidak juga beranjak dari tempatnya.

“apa yang kau lakukan tadi malam? Kenapa tidak mengerjakan PR lagi? “ tanyanya lagi.

“aku nonton!” jawabku singkat

“ bukankah kau sudah memiliki daftar pelajaran? mengapa tidak ingat kalau ada PR?”

Baiklah, sekarang aku tidak sabar lagi, Donghae sudah sangat menggagguku. Aku tidak suka di tanya-tanya jika moodku sedang tidak baik.

“Yakk!! LEE DONGHAE. DIAMLAHH!! KAU ITU CEREWET SEKALI!! Teriakku marah padanya.

Aku tidak habis pikir, kenapa dia bisa di gilai oleh yeoja-yeoja di sekolahku ini. Tidakkah dia ini sangat menyebalkan.  Aku memang bersahabat dengannya. Tapi itu semua karena terpaksa. Eh, terpaksa?. Benar. TERPAKSA.  Pertama karena dia adalah tetanggaku, jadi kami sudah dari kecil bermain bersama, dan bersahabat sampai sekarang. mungkin sudah dari bayi kami saling mengenal, tapi entahlah, aku lupa. Ke dua dia adalah pelatih tim basketku. Aku memang mengakui bahwa permainan basketnya itu sangat bagus. Dia juga sudah sering mebawa nama baik sekolah ini dengan memperoleh banyak piala. Oleh sebab itu banyak  yeoja-yeoja di sekolah ini yang mengidolakannya dan beruntung mukanyapun ikut menyempurnakan dirinya. Aissh, aku merasa kesal bila terus memujinya. Jadi bukankah kalian berfikir aku ini sangat beruntung? Sama sekali TIDAK. Aku sangat kesal dengan yeoja-yeoja yang mengejarnya itu. Aku benci melihat tatapan mereka seperti ingin menerkamnya hidup-hidup. Aku kesal sekali karena mereka selalu menyerangku dan mengatakan aku tidak pantas berada dekat dengan seorang Lee Dongahe. Aigoo, apakah otak mereka sudah lepas? Mana mungkin  aku ingin berdekatan dengan Lee Donghae mereka itu kalau bukan karena terpaksa. Terlalu banyak keburukannya yang ku tahu.

“ Hyumi-a, kau melamun? Ini sudah jam istirahat. Sampai kapan kau akan hormat seperti itu? Ayo kita ke kantin , aku lapaaarr” upanya sambil mengoles-oles perutnya.

“ Jinja? Belnya sudah berbunyi?? Kenapa aku tidak mendengarnya?? Arrkhh tanganku kram” rintihku sambil meluruskan tanganku yang kram.

“ ternyata bukan otakmu saja yang sakit, telingamu juga. Hahahahah “ dia tertawa sambil meninggalkanku yang masih kesal dengan ucapanya. Lihatlah dia, bukankah tadi dia mengajakku, lalu kenapa sekarang malah meninggalkanku?

“ Yakk!! Lee Donghae, jangan lari kau!” teriakku padanya, tapi dia malah mengacuhkanku dan meneruskan jalannya.

“  Awaass saja kalau aku bertemu denganmu nanti” gumanku sendiri, lalu masuk ke kelasku karena uangku masih bertengger manis disana.

***

 

Author POV

“ Hyunmi-a,,” panggil seseorang. Tapi Hyunmi tidak memedulikannya karena masih sibuk mencari uangnya di tas.

“ Hyunmi-a” panggil orang itu lagi.

“ ah dapat” gumam hyunmi pelan. Lalu melihat orang yang memanggilnya itu.

“ wea? Eunhae-a, apa kau ada masalah ? kenapa berwajah murung begitu?”

Eunhae lalu berjalan mendekati Hyunmi dan duduk di sebelahnya.

“  tadi aku melihat Donghae Oppa di kerumuni banyak wanita. Hufft, Aku jadi patah hati.”  Ucap Eunhae sedih.

“ aigoo, berhentilah menyukai Lee Donghae itu, dia tidak baik bagimu. Dia adalah jenis hama yang harus segera di musnahkan.” Jawab Hyunmi ngasal. Namun dia dapat merasakan ada aura buruk dari Eunhae dan dia juga bisa melihat ada dua tanduk merah di kepalanya.

“ Yakk!! Jaga ucapanmu. Donghae Oppa tidak seperti itu. Dia itu baik. Ingat dia pernah menyelamatkan nyawamu dulu , dan juga, lebih sopanlah sedikit, dia sunbae kita, panggillah dia Oppa“ Bentak Eunhae.

” oh, tidak bisa, lidahku tidak terbiasa memanggilnya begitu” elak Hyunmi

Ya benar. Hyunmi sangat ingat kejadian itu. Tapi bisakah dia mencari kata lain, pikir Hyunmi, Menyelamatkan nyawaku?. Dia hanya hampir tertambrak motor, pikirnya lagi. Tapi untung saat itu Donghae cepat menyeretnya ke pinggir jalan, kalau tidak, pasti dia sudah mencium motor itu. enhae juga ada saat kejadian itu. Dan semenjak kejadian itulah sahabatnya itu, Kim Eunhae, merasa tertarik dengan namja bernama Lee Donghae. Eunhae selalu bertanya-tanya tentang Donghae kepada Hyunmi. Ya, Eunhae tahu bahwa Hyunmi dan Donghae itu sangat dekat. Tapi dia tidak merasa risih dengan kedekatan mereka karena Eunhae yakin bahwa mereka hanya bersahabat. Hyunmi mulai kesal dengan keluhan Eunhae, dan dia berniat beranjak dari kursinya, namun Eunhae memanggilnya lagi.

“ Hyunmi-a, besok kelas kita ada anak baru” katanya

“ Lalu?” jawab Hyunmi singkat

“ katanya Namja” tambah Eunhae lagi

“ Terus?” jawab Hyunmi acuh

“ Aigoo Park Hyunmi. Lebih pekalah sedikit. Kalo aku sudah berbicara mengenai seorang namja jadi itu artinya apa.” kata Eunhae kesal

“ Ah, Weaa?? Aku kan sudah menanggapimu, lalu apa urusannya denganku?” Hyumni tampak kesal juga dengan pernyatan Eunhae. Dia mulai naik darah.

“ maksudku, kau itu carilah namja untuk dirimu sendiri. Lihatlah dirimu. Kau jadi seperti ini karena tidak punya namjachingu. Hyunmi-a, dekatilah dia nanti, lalu aku akan membantumu berpacaran dengannya. Tapi kau juga harus membantuku dekat dengan Donghae Oppa, bagaimana? Baguskan rencanaku?”

“ MWO??? YAKK!! APAKAH KAU SUDAH GILA??  KAU SAJA SANA YANG BERPACARAN DENGANNYA, AKU TIDAK MAU!! Teriak Hyunmi marah. Eunhae langsung menutup telinganya karena suara Hyunmi yang sudah mencapai 8 oktaf itu. untung saja kelas telah sepi. Lalu Eunhae mulai angkat bicara.

“ bicaralah pelan-pelan Hyunmi-a, jangan pakai urat begitu. Kau tidak khawatir suaramu habis. Kalau begini aku jadi berfikir lagi untuk merealisasikan rencanaku tadi. Bisa-bisa dia mati muda bila memiliki yeojachingu sepertimu”

“ biar saja. Lagi pula, siapa juga yang mau dengannya. Yakk!! Kim Eunhae, berhentilah menjodohkanku dengan namja-namja pilihanmu itu. Aku sudah bilang berkali-kali Aku tidak mau.!!”  Bentak Hyunmi kesal. Hyunmi lalu berdiri dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda tadi.

“ Kau mau kemana? Tanya Eunhae.

“ Aku mau ke kantin. Aku LAPARRR, rasanya aku mau memakan semua yang ada di kantin itu.”  Tandas Hyunmi, lalu dia ngeloyor  pergi tanpa mempedulikan ucapan Eunhae lagi.

***

Hyunmi POV

Siang ini aku sedang bersama Donghae. Hei, jangan berfikiran aneh dulu. Siang ini timku latihan basket untuk pertandingan minggu depan, jadi untuk beberapa hari kedepan aku akan sering bersamanya.

“ Hae-a, apakah menurutmu kita akan menang minggu depan?” tanyaku padanya. Kini kami sedang istirahat di pinggir lapangan basket.

“ Tentu saja, selama ini kita selalu menang, siapa dulu pelatihnya!” jawabnya bangga sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri,seakan dia telah melakukan hal yang sangat luar biasa.

“ Yak, Itu semua karena kerja keras dan usaha timku juga, kau itu lebih sering tebar pesona pada fans-fans mu itu dan tidak memperdulikan kami,, berhentilah membanggakan dirimu sendiri. Dasar kau!” bentakku padanya. Tapi dia terlihat santai saja dengan ucapanku dan tidak berniat membalasnya. Dia terlihat aneh. Ekspresinya tiba-tiba berubah. Kenapa? Pikirku sendiri.

“ Hyunmi-a, aku mau bertanya sesuatu?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. Sepertinya dia tampak ragu untuk berkata.

“ sejak kapan kau bertanya meminta izin dulu padaku seperti ini? Mencurigakan!” desisku padanya.

“ aku serius”  tekannya lagi sambil membalikkan badannya lalu menatapku. Aku mulai bergedik ngeri melihatnya seperti ini. Tapi aku mencoba untuk terlihat biasa saja di depannya.

“ oke, jadi kau mau mengatakan apa? Kataku sambil mengambil minuman di sebelahku lalu meneguknya.

“ Hyunmi-a, sepertinya aku menyukai seseorang”

Byuuuurrrrr,

air minum yang ada di di mulutku mendarat dengan mulus di wajahnya.

“ Mian, mianhae aku tidak sengaja” buru-buru aku mengambil lap yang ada di tangnku lalu ku lap mukanya yang basah. Dia terlihat diam saja, dan mengambil kain lap di tanganku lalu me lapnya sendiri.

“ akh! aku sudah mengira kau akan begitu, sepertinya aku ragu untuk mengatakannya atau tidak kepadamu.” Ujarnya padaku. Dia tampak kesal sekali, tidak biasanya dia marah seperti ini. Apa karena menyukai seseorang membuat moodnya jadi aneh begini. Cakkaman, menyukai seseorang ? MWOYA?

“ yak, Lee Donghae. Tadi kau bilang apa? Menyukai seseorang? Jinjayo? Wahh, akhirnya..” ucapku bahagia.

“ Apa maksudmu dengan kata akhirnya?” selidiknya curiga.

“ itu kabar bagus bagiku, jadi yeoja-yeoja yang mengejarmu itu berhenti menyiksa dan menzalimiku. Ahh, bahagianya hidupku. Baiklah, karena aku sedang bahagia, bagaimana kalau kau ku traktir makan siang. Eo?” tanyaku padanya. Aku sangat senang sekarang dan aku ingin membagikannya kepada orang lain. Hoho, baikkan aku..

“  Yakk!! Park Hyunmi, bisakah kau diam sebentar, aku belum selesai bercerita. Kau itu kebiasaaan sekali memotong ucapan orang lain” ucapnya marah.

“ eo? Belum selesai?” Tanyaku  polos.

“ aku belum mengatakan siapa gadis yang ku sukai itu.” Katanya sambil mengatur nada suaranya.

Inilah yang kusuka darinya. Walaupun aku telah membuatnya kesal, dia masih bisa menahan emosi untuk membalasku, yah dia memang bisa mengerti ku. Mungkin karena ini kami masih bersahabat sampai sekarang. Bukankah dengan saling mengerti semuanya dapat diatasi dengan mudah. Yah ku rasa itu yang selama ini ku jaga dengannya.

“ oya, aku lupa, jadi siapa ?

 

TBC

Hollaaa!! Eotte? Kependekan? Garing ? cerita gak nyambung?. Yah saya akui itu. tapi tetap ya di komen. Beri kritik dan saran untuk part selanjutnya. Gumawo^^

 

 

14 thoughts on “Babo Story (Chapter 1)”

  1. kyknya neraka bgt y hyunmi sahabatan sama donghae. .
    siapa y yeoja yg disukai donghae?
    jadi penasaran. .
    hyunmi kah?

  2. Annyeong..
    Wahahahahaha hyunmi orgnya cuek bgt..
    Omooo..!!?? Donghae suka sama seseorg..?? Nuguuu..??? Apa hyunmie ataw eunhae..??
    Yyaakkk..!! Kyuuuu lom kluar perannya disini.. *clingak clinguk nyari’in kyuuu..
    Hihihi
    Ditunggu lanjutannya chinguuu..
    (>͡.̮Ơ̴͡)/

  3. hyunmi kah yg dimaksud donghae ??
    aiih , TBC keluar disaat yg gak tepat …
    kyuhyunn … kamu dimanaa ?
    kok belom nongol?
    hehee .. ayooo , dilanjut segera ya chinguu🙂

  4. ya kok tbc udah nongol…hae kan blm kasih tau nama yeojanya, jgn2 hyunmi yg dsukai hae…
    lnjut next chap 2…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s