Let’s Begin! [JONGNA COUPLE IS BACK/LAST PART]


Author: Lee Reina

Casts:    Lee Reina

                Lee Sungjong

Genre:  Romance

Rate:     All ages

~~~~

Errr~ jadi begini teman-teman. Ini FF terakhir aku di obie.

Yap! Aku keluar dari sini. Jangan tanya kenapa. Karena toh juga aku ngga akan jawab. Terimakasih udah menjadi bagian dariku. Semua yang kalian lakukan, semua benar-benar berarti. Aku benar-benar merasakan keluarga disini. Jeongmal kamsahaeyo. Kalau ada yang tanya apakah aku masih akan meneruskan FF ku atau gimana, aku Cuma bisa jawab, aku masih belum tahu. Yah, kalau kalian beruntung, mungkin kalian bisa baca FF ku di wp ku sendiri, atau disini. Itu kalau anda beruntung.

Buat para authordeul, jeongmal jinjja kamsahaeyo. Aku belum kenal semuanya. Bahkan di contact hp ku Cuma ada 32 nomor author sedangkan disini ada 34 author kan? Terimakasih udah membuatku merasakan keluarga dunia maya. Keep contact? Kalau kalian beruntung yah. Hehehe

Dan yang terakhir, aku bener-bener minta maaf. Joseonghamnida semua. Aku yakin aku pasti banyak salah. Mulai dari bagi password ngga bener, nge-admin ngga bener, sampai ngga bales sms kalian. Jeongmal joseonghaeyo.

JongNa couple seharusnya sad ending, tapi karena, Diane, suka banget sama couple somplak ini, jadi aku buat happy ending. Buat semua readers JongNa couple yang somplak ini, aku juga sangat berterimakasih.

Kak july, Kak Rachel, Kak Nteph, aduh, terlalu banyak ngga bisa nyebutin /ngeles. Yah pokoknya aku sangat berterimakasih gitu intinya. Hehehehe. Eits, bukan berarti ngga di sebutin Anin ngga sayang.

Udah begini saja ucapan terakhirku di obie.

Sampai jumpa di lain waktu dan kesempatan Roomate’s, authordeul.

Annyeong haseo, Anin ^^

 

Sungjong POVs

yak magnae! Ireonabwa! Tsk! Kau sudah salah lebih dari 10 kali kau tahu!” aku menengok datar ke arah Sunggyu hyung yang berkacak pinggang.

“lalu? Aku harus bagaimana?” sahutku santai tanpa memikirkan akibat perbuatanku. Aku mendudukkan diriku di pojok ruangan dan menatap kosong ke depan. Satu minggu setelah aku pulang dari Indonesia, kehidupanku benar-benar berantakan.

neo waegurae?” suara Woohyun hyung memecah pikiranku tentang ucapan Reina kemarin.

hyung sudah tahu jawabannya kenapa harus bertanya lagi?” ucapku sarkartis mendapatkan helaan nafas berat darinya. Ia menyerah  dan beranjak meninggalkanku. Hari comeback Infinite bisa ku hitung dnegan jari, tapi aku sama sekali belum fokus dan pikiranku tidak bisa tenang. Tsk! Aku berdiri dan meninggalkan ruangan dance untuk mencari udara segar.

yak! Eoddigayo?!”

“perlu hyung tahu?” jawabku singkat kepada Sunggyu hyung. Bisa ku dengar teriakannya yang kesal namun tidak ku pedulikan.

“mau sampai begini terus Sungjong…” gumamku pada diri sendiri. Ku edarkan padanganku ke bawah. Semua orang tampak kecil-kecil dan hampir tidak terlihat dari atap gedung ini. Percuma aku menganggap Reina masih milikku kalau ia saja tidak menganggapku. Ku rasakan saku celanaku bergetar lama. Pertama ku abaikan telepon itu sampai akhirnya aku mendengar suara Reina yang bernyanyi nothing’s over. Segera ku ambil handphoneku dari saku dan ku jawab secepat mungkin.

“Na-ya…” ucapku dengan degup jantung tidak tentu. Bisa ku dengar helaan nafas berat dari seberang.

“jangan seperti anak kecil. Kembali lah dan berlatih. Bagaimanapun aku sangat menunggu comeback kalian nanti. Ppaliwa.” Hatiku mencelos mendengar suara dinginnya. Ku katupkan rahangku keras dan hanya terdiam.

“tsk! Kau membuatku semakin membencimu, arrayo?” pip. Telepon terputus. Ucapan terakhir Reina membuatku terdiam dan tidak mengeluarkan ucapan apa-apa. Aku menatap handphoneku kosong dan menggenggamnya erat.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” ku teriakkan suaraku keras tidak memperdulikan apapun.

***

                “Jong-ah” ku alihkan mataku dari notebook-ku dan melihat Hyoan hyung berdiri di ambang pintu dengan tangan bersedekap.

“mari kita bicara sebagai manager dan anak asuhnya.” Aku menaikkan alisku dan hanya mengedikkan bahuku. Ku tatap kembali layar notebook-ku yang menampilkan foto-fotoku bersama Reina.

“yak! Neo jinjja!! Lee Sungjong! Besok kita harus comeback! Kau tidak bisa begini terus! Kau yang punya masalah kenapa kami yang harus menanggungnya?!” aku menghentikan gerakan jariku diatas keyboard dan mendengarkan ucapan Hyoan hyung dengan seksama.

“kalau sampai Jungyeop sajangnim mendengarnya, yang di hukum bukan hanya kau. Tapi semua member termasuk aku. Tidak, aku tidak egois. Aku sangat tahu masalahmu. Dan aku wajar akan hal itu. Tapi tolong, nasib kami, sekarang bisa dikatakan ada di tanganmu. Jika pada saat comeback nanti kau seperti ini terus, kita dalam masalah. Kkureom.” Pikiranku melayang pada saat-saat setiap latihan dance. Mereka semua latihan begitu serius, tapi aku membuatnya rusak. Karena masalahku. Tsk! Aku menjadi orang egois karena masalah itu. Sial!

***

                “kau selalu bersemangat kalau kita comeback Jong-ah.” Aku menengok dan tersenyum kilas melihat Woohyun hyung dari arah dapur membawa dua cangkir teh hangat.

gomapta hyung,” ucapku sambil menerima cangkir itu dan menyeruput sedikit teh bikinan Woohyun hyung. Aku menatap kosong pemberitaan di televisi yang meributkan comeback kami.

“ternyata kita sudah sebesar itu ya?” ucapan Woohyun hyung membuatku tersenyum dan mengangguk.

ne hyung. Dulu kalau kita kabur, pasti sedikit yang meminta tanda tangan. Ingat sesame player?” ucapku disambut gelak tawa dari Woohyun hyung.

“hahahahaha tentu saja! kau selalu peka terhadap Hyoan hyung tapi juga paling cepat tertangkap!” aku tertawa mendengar ucapan Woohyun hyung. Tiba-tiba hatiku terasa sakit mengingat sesame player. Reina pernah bilang dengan cemberut ia cemburu pada Hoya hyung yang kalau kabur selalu bersamaku. Tidak pernah terpisahkan. Aku kembali tersenyum miris dan menghela nafas. Kenapa setiap langkahku ada saja kenangan bersama Reina yang ku ingat?

“pada saat comeback nanti apakah kita bisa menang lagi seperti kemarin? Aah, aku rindu masa-masa itu. Melihat Inspirit yang ikut menangis. Hahahaha” Pikiranku buyar karena suara Woohyun hyung. Aku tersenyum dan mengangguk mantap.

“tentu saja kita harus menang hyung! Aku yakin kita menang lagi!” aku menengok dan tersenyum lebar melihat Woohyun hyung. Ia menatapku dengan aneh namun sedetik kemudian ia tersenyum dan mengangguk.

***

                “sudah siap semua?” kami melihat Hyoan hyung muncul dari pintu khusus fitting room kami. Ya, hari ini adalah hari comeback kami.

ne!” ucap kami kompak dan keluar dari ruangan. Aku melantunkan lagu comeback kami dengan pelan sambil mengahafalkan gerakannya.

“tenang saja magnae. Kita pasti bisa!” aku menengok dan melihat Dongwoo hyung merangkul bahuku dan terus menatap lurus ke depan. Aku hanya tersenyum dan mengangguk pasti. Tentu saja. kami, sudah berusaha dengan giat. Tinggal Tuhan yang menentukan.

***

Ku nyanyikan part-ku dan memandangi semua Inspirit yang datang hari itu. Entah kenapa aku ingin memandangi semua Inspirit hari ini. Yang telah menyemangati kami sampai saat ini. Aku terbiasa tidak melihat Inspirit yang datang dan menatap lurus ke depan agar tidak gugup. Entahlah.

Ku edarkan pandanganku menatap semua Inspirit yang datang. tiba-tiba pandanganku terhenti pada sosok Inspirit yang benar-benar mengalihkan semuanya. Aku mengerjapkan mataku dan berusaha kembali fokus pada comeback. Namun sebisa apapun aku fokus, mataku tetap melihat Inspirit itu. Sosok itu, Lee Reina! Mataku mengunci dirinya yang terus menatapku dengan diam. Hanya dia Inspirit yang terdiam tanpa meneriakkan apapun. Ia hanya membawa kertas yang masih tergulung rapi dan belum dibukanya.

Selesai sudah performance kami. Aku menghela nafas dan masih melihat ke arah Reina. Tiba-tiba ia tersenyum padaku dan bertepuk tangan dengan pelan. Ku gigit bibirku sendiri. Hatiku semakin mencelos melihatnya menangis. Na-ya, uljimaJebal uljima… Ku tahan diriku untuk tidak menangis dan tidak melakukan hal-hal yang aneh. Ia menghapus air matanya dan tertawa pelan. Bibirnya bergerak mengucapkan sesuatu. ‘Gomawo’. Aku tersenyum tipis dan mengangguk. Tiba-tiba ia membuka gulungan kertas itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

BE MINE LEE SUNGJONG. MIANHE

Aku terdiam membacanya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk aku mencerna sesuatu yang berharga itu. Aku segera berlari ke backstage tidak memperdulikan semuanya. Aku menghampiri Hyoan hyung dengan cepat.

hyung! Reina! Dia ada di barisan Inspirit disana! Tarik dia dan bawa dia ke fitting room! Ppaliyo hyung!!!” ucapku dengan terengah-engah. Hyoan hyung hanya menatapku tidak percaya. Sedetik kemudian ia tersenyum dan mengangguk.

arasseo!” dia menepuk bahuku dan berlari menuju bangku penonton. Aku menghela nafas lega dan kembali ke stage dengan bangga. Semua member menatapku bingung. Aku hanya tersenyum dan menundukkan kepalaku.

joseonghamnida. Anyyeong haseo, choneun Lee Sungjong. Aku magnae di Infinite. Aku hanya mau mengucapkan bahwa aku mencintaimu, dan tidak akan melepaskanmu. Sampai kapanpun, kau milikku.” Ucapku sambil terus menatap Reina yang terdiam dan tersenyum lalu bertepuk tangan sendiri tanpa suara.

ne! Inspirit selamanya milik kami, cinta kami. Kami tidak akan melepaskan kalian. Saranghaeee~!” suara Sunggyu hyung memecah keheningan sementara. Inspirit yang tadinya terdiam sekarang bertepuk tangan dan mengeluk-elukan nama kami. Aku tersenyum dan mengangguk sewaktu melihat Reina di datangi oleh Hyoan hyung dan di bawa pergi dari sana.

chukkae” aku menengok ke arah Hoya hyung. Ia menatap lurus dan terus tersenyum.

gomawo hyung” aku tersenyum dan senyumku tidak pernah hilang dari sana. Woohyun hyung yang berada di sebelahku merangkul pundakku dan menepuk pelan. Aku melihatnya dan tersenyum. Aku menemukan kembali energiku yang hilang!

***

Reina POVs

Aku duduk didepan cermin fitting room dan melihat ke diriku sendiri. Siapa kau? Bagaimana bisa akhirnya kau disini? Bukankah seharusnya kau ada di Jepang sekarang? Liburan dengan orang tuamu. Menghabiskan waktu bersenang-senang? Yak Lee Reina! Bagaimana bisa kau berubah pikiran dalam waktu 1 menit saja? baru saja landing di Jepang dan langsung terbang kemari? Sampai akhirnya disini, melihat pria tertampan yang selalu ada di hatimu? Membuatnya kaku di atas panggung tadi. Dan, bagaimana bisa kau membuka gulungan kertas ini? Aku menghela nafas dan memutar kursi berkali kali. Beberapa detik kemudian aku mendengar pintu terbuka dan melihat Sungjong masuk bersama oppadeul lainnya. Ia terdiam di depan pintu dan melihatku masih dengan tatapan tidak percaya. Aku hanya terduduk dan melihat ke arahnya dengan bingung. Kenapa dia hanya diam?

“Reina-ah!!!” tiba-tiba suara yang amat sangat ku kenal menerobos kerumunan dan melewati Sungjong begitu saja.

“Wowo oppa!!!” aku merentangkan tanganku memeluknya erat.

bogoshipda oppa.”

jeongmalyo? Nado Reina-ya, nado!!” aku melompat-lompat kecil sambil memeluk Wowo oppa erat. Ia melepaskan pelukanku dan melihatku dengan senyum lebarnya.

aigoo… kau terlihat kurus Reina-ya.” Aku mendelik kaget dan tersenyum lebar.

jeongmalyo oppa?! Aaah!!!” aku kembali memeluknya dan melompat kecil. Sebuah dehaman membuatku terdiam dan melihat ke arah pintu. Semua oppa deul melihatku dengan senyumnya. Hanya Sungjong yang melihatku datar. Aku melepaskan pelukanku dan berlari kecil ke arah oppa deul.

oppadeul bogoshipda!!!” aku menyerbu memeluk Dino oppa  dan melewati Sungjong begitu saja. Aku memeluknya erat. Beberapa detik kemudian, semua oppa deul ikut memelukku.

“kami sangat merindukan ide-ide jahilmu Reina-ah” ucap Sunggyu oppa dengan nada pelan. Pelan, air mataku mengalir begitu saja. aku merasa seperti di rumah sendiri. Ku lepaskan pelukanku dan menghapus airmata yang jatuh di pipiku. Tiba-tiba seseorang membalikkan badanku dan langsung memelukku erat. Bahkan, sangat erat. Perlahan tanganku merengkuh tubuhnya dan mengelus punggungnya halus. Ku hirup dalam-dalam bau tubuhnya yang tidak pernah berubah. Aku merasakan basah pada pundakku. Aku tersenyum dan semakin erat memeluknya.

“dasar cengeng.” Bisikku kecil. Ia tertawa kecil dan semakin menenggelamkan wajahnya pada pundakku.

“kau tahu seberapa besar aku kehilanganmu? Seberapa besar aku merindukanmu? Seberapa besar aku-“

arra.” Ucapku memotong ucapannya. Aku tidak mau ikut menangis sepertinya. Seperti, drama. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan kulihat seorang ahjussi berjas putih masuk dengan kharismanya.

“ah, anyyeong haseo” semua member menundukkan kepalanya. Aku langsung melepaskan pelukanku dan menatap bingung ke ahjussi itu. Aku ikut menundukkan kepalaku bersama Sungjong. Ia hanya tersenyum dan duduk di sofa.

“ini yeojachingu Sungjong itu?” aku tersentak dan hanya menunduk. Suara bass-nya membuatku terdiam.

ne! ini yeojachingu-ku!” Sungjong menggenggam tanganku erat. Ku angkat wajahku dan tersenyum ke arah ahjussi yang sekarang tersenyum melihatku.

“ya, Sunggyu-ah, memang aku begitu menakutkan sampai dia tidak menatapku?” aku tersentak kaget melihat ahjussi itu menunjukku dan bertanya ke Sunggyu oppa di selingi tawa geli. Mereka semua tertawa termasuk Sungjong. Aku hanya bisa terdiam dan menatap mereka dengan bingung. Ahjussi tadi melihatku dan tersenyum lagi.

“apa kau tidak mengenalku Reina-ya? Aigoo… memang aku tidak se-terkenal mereka?” aku hanya terdiam melihatnya dan mencoba berpikir. Apakah dia artis senior? Tapi seingatku tidak ada. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

“ah! Infinite’s clown!” seruku dengan tiba-tiba membuat semua berhenti tertawa dan melihatku dengan kaget. Sedetik kemudian semuanya kembali tertawa termasuk ahjussi tadi. Apakah aku salah lagi? Tapi ingatanku mengatakan benar kok.

ne. Aku Lee JungYeop. CEO mereka.” Aku terkesiap dan langsung membungkukkan badanku dan menatapnya sambil meringis.

“oh, hahah annyeong haseo. Choneun Lee Reina imnida. Bangapsumida.” Aku semakin terdiam ketika semua kembali tertawa.

“ya Reina-ya, aku bahkan sudah mengenalmu lama semenjak kau pingsan sewaktu Infinite tour. Ah, bahkan sewaktu Sungjong mengintaimu. Aku tahu itu! Hahahahah” aku terdiam mendengarnya dan menengok ke arah Sungjong dengan pandangan kosong. Ia hanya tersenyum melihatku dan menepuk puncak kepalaku.

“oh, ahjussi, anda tidak marah aku berpacaran dengan Sungjong?” tanyaku tawa mereka semakin keras begitu mendengar ucapanku. Jungyeop ahjussi hanya melihatku dengan senyumnya.

“aku tidak melarang. Tapi semua harus kalian tanggung sendiri. Kehebohan yang kalian buat sewaktu di Indonesia, itu kalian selesaikan sendiri kan? Buktinya kalian bisa.” Ucapannya membuatku tersenyum. Aku menengok ke arah Sungjong yang memeluk bahuku hangat.

“tapi, bisakah kau memanggilku oppa? Apakah aku terlalu tua sampai di panggil ahjussi?” aku ikut tertawa bersama semuanya. Jungyeop oppa tidak seganas tampangnya. Bahkan, ia menyenangkan!

***

Ok, done! Sampai jumpa lagi Roomate’s🙂

5 thoughts on “Let’s Begin! [JONGNA COUPLE IS BACK/LAST PART]”

  1. jadi ini alasan kamu nanya nama CEO Woolim Ent ke aku ?
    nyahaha

    hueeee~~ happy ending demi aku ?
    Anin baik sekaliiiii~~~ #pelukAnin
    aku sedih banget waktu baca JongNa couple hiatus😦
    aku kira akhirnya bakalan sedih-sedihan karena Rei sama Sungjong putus , tapi ternyataaaa~~ asiiiiiiik~~ nggak jadi putus😀 #jogetdangdut

    tapi tetep sedih😦
    apa besok-besok Anin nggak bakal bikin JongNa couple lagi ? ._.
    ck , aku bakalan kangen sama cerita-cerita JongNa couple yang meskipun pendek , tapi selalu punya feel😦

  2. syukurlah akhirx mrka gak jd putus coz aq suka ma jongna couple meskipun ceritax pendek2 tapi tetep bagus, tingkah sungjong yg kyk anak2 n agak yadong…hehehe

  3. Anin TT______TT waeyo?? Hikss.. Sering2 main k obi ya, kl ngasi ff lbh bagus ;p wlpn ga tw smpe kpn anin hiatus dr obi, tp aq bkal tetep setia nungguin anin, nungguin ff anin.. Ff yg lain jg ko ga hnya pny anin aj, aq cintaa obi, sangat!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s