My Child – Chapter one

 

Title : My Child

Author : Hwang Ri Yeon

Main Cast :

– Jessica [SNSD]

– Lee Donghae [Super Junior]

Support Cast : Lee Min Soo [OC], Taeyeon [SNSD], Leeteuk [Super Junior], Key [SHINee], Yoona[SNSD]

Length : Chaptered

Genre : Romance, Life, Family

Rating  : PG-15

Warning : FF ini asli karya saya !! Mian kalo FF nya ngelantur hehe~

BackSound : SNSD – My child, SNSD – Dear Mom, IU – Missing Child

 

READ COMMENT AND LIKE !!

Happy Reading Chingu ^^

Anak-anak merupakan sebuah keajaiban besar bagi dunia. Keajaiban yang tak terduga sebelumnya. Keajaiban yang sangat berarti. Tanpa hadirnya anak-anak, dunia ini akan terasa sepi, terasa hambar, tak ada yang istimewa. Anak-anak mampu membuat kita tersenyum bahagia, juga mampu membuat kita menangis sedih di waktu yang bersamaan….

Wajahnya polosnya

Senyum tulusnya

Tingkah lucunya

Tawa riangnya

Dan beragam hal lain yang mampu menggetarkan hati para insan yang melihatnya. Mereka bagaikan hiasan dunia, yang takkan tergantikan oleh apapun di dunia ini.

@@@

“ YA! Sica-shi bisakah kau membawa bayi itu pergi dari sini ? aku tak bisa konsen bekerja kalau dia menangis terus. Aisshh tangisannya sungguh memekakkan telinga “ umpat seorang namja pada yeoja dihadapannya yang tengah sibuk membuat susu bayi

“ uweak uweak uweak !!! ” tangisan bayi itu semakin keras terdengar

“ Haissh … Min Soo-ya jangan menagis terus. Ini minum susunya “ pinta Jessica yang tengah menggendong bayi itu, berusaha memberinya susu. Namun, tampaknya bayi itu tak mau minum susu. Berbagai penolakan dilakukan oleh bayi itu. Dari menggerak-gerakkan kakinya, hingga menangis meraung-raung,( menyebabkan telinga yang mendengarnya akan budek  seketika).

“ YA!! Kan sudah aku bilang… bawa bayi itu pergi dari sini !! “ perintah namja yang bernama Key itu lagi.

“ YA!! Min Soo-ya… kau buang air besar ? “ pekik Jessica yang lagi-lagi mengacuhkan perintah Key

Bau nya sangat menyengat, dan untuk sekedar memastikan, Jessica membuka popok sang bayi. Dan… Bingo !!! Bayi itu benar-benar buang air besar.

“ YA! YA! YA! Cepat bawa bayi itu pergi darisini. Isshh menjijikkan sekali “

“ ne… ne, kau itu cerewet sekali “ tutur Jessica sebelum ia melangkah pergi membawa bayi itu ke toilet.

@@@

Sore itu, sebelum pulang ke rumah, Jessica menyempatkan diri untuk singgah ke minimarket terdekat, Hendak membeli sesuatu.

Setelah puas berbelanja, Nampaknya Jessica mengalami kesulitan dalam membawa semua barang bawaannya, mulai dari tas bayi-nya (yang berisi peralatan bayi), tas kerja, barang belanjaan, juga bayi yang kini tengah asyik bermain di kereta bayi yang ia dorong . Dengan susah payah Jessica melangkah menjauh dari minimarket itu. Tak sedikit orang yang menatapnya heran karena bawaannya yang begitu banyak.

 

Hanya butuh berjalan 11 meter lagi untuk sampai di rumahnya. Namun, karena lelah berjalan, Jessica memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah taman dekat rumahnya. Taman yang sering ia kunjungi jika ada waktu luang. Seulas senyuman mengembang di bibirnya saat melihat bayi yang ada di kereta dorongnya sedang tertidur pulas.

Jessica duduk di sebuah bangku taman dan mengangkat si bayi dari tempat peristirahatan-nya perlahan, ia ingin menimang-nimang si bayi dalam pelukannya. Sekiranya hal itu bisa dilakukan, sang bayi pasti akan lebih khusyuk(?) dalam tidurnya.

Taman itu begitu ramai, pengunjungnya sangat banyak. Pengunjung taman itu didominasi oleh anak-anak dan orang tua -yang sedang menemani anaknya-. Entah mengapa Jessica selalu terlihat bahagia jika sedang berada di dekat anak-anak.Tak heran jika ia sering datang ke taman ini hanya untuk melihat anak-anak.

 

Tiba-tiba saja bayi yang ada di pelukan Jessica menangis. Jessica terlihat panik dan dengan sigap menenangkan sang bayi. Namun tangisan bayi itu tak kunjung mereda. “bayi yang baru bangun tidur itu  memang kerapkali menangis.. jadi, aku harus? Harus? Ahh harus membuat susu!!” Jessica bebicara pada dirinya sendiri

 

Jessica merogoh tas bayinya cepat, lalu mengeluarkan kaleng susu juga botol susu dari dalam tas. Hendak membuat susu bayi. Namun, karena terlalu panik, tak sengaja ia menjatuhkan botol susu yang berada ditangannya. Alhasil… Botol susu itu menggelinding di atas tanah. Jessica menghela nafas berat sebelum ia beranjak dari duduknya. Dan dengan setengah berlari, ia mengejar botol susu itu, dengan bayi yang masih menangis dipelukannya. Tanpa disadari, dari kejauhan, terlihat seseorang sudah mengambil botol susu itu terlebih dahulu dan berjalan ke arah ke Jessica. Jessica hanya diam membisu begitu melihat orang yang kini berada di depannya. Seorang namja dewasa berbadan tegap.

Namja itu menyerahkan botol susu ke arah Jessica, dan dengan sigap Jessica menerimanya. Kemudian dengan langkah cepat ia kembali ke tempat duduknya untuk membuat susu bayi —yang tadi sempat tertunda—.

“ huh… akhirnya ! “ gumam Jessica setelah berhasil membuat bayi itu diam dengan botol susu yang menancap di mulutnya. Mata Jessica tak henti-hentinya memandang bayi yang ada dipelukannya sekarang. Lagi-lagi seulas senyum mengembang di bibirnya saat menyadari bahwa bayi itu sangat menikmati susu buatannya.

Seusai memberi susu si bayi, Jessica kembali merogoh tas nya yang berisi peralatan bayi. Tangannya terus menjelajahi isi tas itu, namun sesuatu yang ia cari belum juga ditemukan. Dengan kasar Jessica mengaduk-aduk isi tas itu, sampai-sampai tas itu jatuh ke tanah, dan diikuti dengan tas kerja juga barang belanjaannya yang berada tepat di samping tas si bayi.

 

“ huh kenapa jadi jatuh semua??? Merepotkan sekali!! “ keluhyna. Dengan berat hati Jessica bangkit dari duduknya lalu berjongkok, mengambil satu persatu benda yang tercecer di atas tanah. Semua peralatan bayi juga barang belanjaannya tercecer dengan rapi di atas tanah berwarna coklat itu.

“ kau benar-benar membuat umma repot hari ini, huft “ umpat Jessica pada bayi dipelukannnya. Sedang si bayi hanya melihat Jessica yang sedang sibuk memungut barang-barang dengan menggunakan satu tangannya. Tak ada rasa bersalah sedikitpun yang terpancar dari wajah polos bayi itu (yaiyalah namanya juga bayi??).

Saking sibuknya memungut semua barang yang tercecer, Jessica sampai-sampai tak menyadari jika ada seseorang yang tengah membantunya memungut sejumlah barang itu satu-per satu. ‘namja itu lagi ?’ gumam Jessica dalam hati

@@@

“ kau terlihat sangat sibuk tadi… jadi apa salahnya jika aku membantumu? “ pernyataan singkat namja itu, nampaknya dapat menjawab keheranan yang terpancar dari mimik wajah Jessica

“ Gomawoyo “ hanya kata itu yang terucap dari bibir kecil Jessica. Matanya terus menjelajahi seluk-beluk wajah rupawan dari namja yang duduk di sampingnya itu.

“ anakmu ?” tanya namja itu sembari menunjuk bayi yang sengaja diduduk-kan di atas pangkuan Jessica. “ daritadi aku perhatikan, kau tak pernah melepas bayi itu dari pangkuanmu. “ sambungnya

“ ne, dia anakku “ jawab Jessica mantap. Si bayi tampaknya sangat menikmati duduk di pangkuan Jessica. Mata si bayi memandang lurus ke arah depan. Juga Jessica, yang kini mengalihkan pandangannya dari namja yang duduk disebelahnya….

Kini pandangan Jessica tertuju pada segerombol anak perempuan yang tengah bermain tali. Berbagai ekspresi dapat dilihatnya dari sejumlah anak-anak itu. Ada yang sedang marah lantaran ada anak-anak pria yang mengejeknya sedang bermain tali, seakan meremehkan permainan tali si anak perempuan. Sedang dua teman yang lain dengan setia memutar-mutarkan tali dengan senyum mengembang di bibir mereka. Dan anak yang satunya sedang asyik melompat-lompat. Ia bahkan masih sempat tertawa riang di sela-sela lompatannya. =Segerombol anak pria itu tampaknya tak pernah bosan untuk mengejek permainan tali si anak perempuan=

Jessica tersenyum kecil melihat tingkah lucu anak-anak itu. Sekilas Jessica melihat ke arah bayi nya, ternyata bayi nya juga sedang tersenyum kecil melihat tingkah lucu kakak-kakak di depannya.

“ hah … kau juga melihat mereka min soo-ya ? mereka sangat lucu, sama sepertimu “ gumam Jessica.

“ tampaknya kau sangat menyukai anak-anak. “ seru namja disebelahnya

“ tentu saja. Aku ini seorang yeoja. Seorang yeoja pasti menyukai anak-anak “

“ sayangnya tidak semua yeoja menyukai anak-anak “ bantahnya

“ ne.. aku akui masih ada yeoja yang tidak menyukai anak-anak. Tapi pada akhirnya, mereka pasti akan menyukai anak-anak. “ tutur Jessica

“ benarkah ? “ tanya namja itu seakan meragukan perkataan Jessica barusan

“ ne … Kelak, jika mereka bersuami, pasti ada saat-saat dimana mereka merindukan hadirnya seorang anak di sisi mereka. Dan apabila mereka sudah mempunyai anak, perasaan suka itu akan timbul dengan sendirinya di hati mereka. “

“ aku masih belum yakin… nyatanya masih banyak yeoja yang tidak menyukai anak-anak, bahkan ada yang tak ingin mempunyai anak !! ” sergah nya… masih meragukan penjelasan Jessica rupanya

“ itu berati mereka tak tau diri. Namja yang akan menjadi suaminya kelak pasti akan sengsara !!” geram Jessica “ errr… aku rasa aku harus pulang sekarang ” lanjutnya

“ apa kau butuh bantuan? Tampaknya kau kesulitan membawa semua barang bawaanmu“  tawar si namja

“ eoh, aniyo. Aku bisa membawa nya sendiri “ kekeh Jessica

“ kau yakin ?” tanya si namja

“ ne… aku yakin “ dengan hati-hati Jessica meletakkan bayi-nya ke dalam kereta dorong yang berada tepat di samping kursi yang ia duduki bersama sang Namja. Jessica mengambil semua barang bawaannya dan langsung berjalan meninggalkan sang Namja tanpa mengatakan apapun.

Si namja kembali duduk, menatap kepergian Jessica.

“ ck… kau seperti seorang baby sitter!! “ gumam si namja sesaat setelah Jessica pergi

@@@

Setelah hari itu… setiap pulang bekerja, Jessica pasti menyempatkan diri untuk mampir ke taman dekat rumahnya.. walau hanya sebentar. Dan tak jarang pula ia bertemu dengan namja yang menolongnya beberapa hari lalu di taman itu (kalian pasti tau dongg?).

“ Sampai saat ini aku bahkan belum mengetahui siapa nama mu ? “ tanya Jessica, saat mereka sedang duduk bertiga di taman, sore itu. Ditambah dengan si bayi mungil yang berada di pangkuannya.

“ naneun Donghae imnida.. Lee Donghae “ seru si namja “ kamu ? ” sambungnya

“ naneun Jessica imnida, kau bisa memanggilku Sica “ jawab Jessica dengan senyum mengembang di bibirnya

“ kau bayi kecil… siapa namamu ?” tanya Donghae pada si bayi, dengan agak sedikit menunduk. Bayi yang berada di pangkuan Jessica hanya diam seribu bahasa, seakan tak mendengar pertanyaan Donghae. 2 buah bola mata bayi itu menatap lurus ke depan. Menghiraukan Donghae.

“ namanya Min Soo… Lee Min Soo “ kini Jessica yang menyahut

“ umurnya ? ” kini Donghae sudah kembali dengan posisi duduknya seperti semula. Matanya memandang kearah Jessica, sedang Jessica tengah asyik merapikan rambut sang bayi yang ada dipangkuannya.

“ 1 tahun “

“ ternyata dia lebih tua dari perkiraanku sebelumnya “ celetukan Donghae ternyata dapat mengalihkan perhatian Jessica. Mata Donghae dari tadi tak teralihkan oleh apapun selain Jessica yang berada disampingnya

“ mwo ? memangnya kau pikir dia umur berapa ? “ Jessica menoleh.. membalas tatapan donghae

“ lupakan !!! eee… bolehkah aku… memangkunya ? sekali saja? “ ucap Donghae, menatap Jessica penuh arti

“ eoh… silakan, “ Jessica menuntun si bayi perlahan ke arah Donghae. Meletakkan sang bayi di pangkuan Donghae. Sayangnya… baru beberapa detik, si bayi tiba-tiba menangis. Refleks, Jessica langsung mengambil Min Soo dari pangkuan Donghae.

“ cup-cup-cup…. Eomma di sini sayang, uljima… jangan menagis lagi “ ucap Jessica menenangkan sang bayi

“ ternyata dia bayi yang tidak peka !! “

“ MWO ? Kau ini !! “ pekik Jessica, memukul lengan Donghae dengan satu tangannya yang menganggur

“ hahaha … tapi itu kenyataannya kan? “ ucap donghae sembari tertawa kecil…. Melihat Donghae tertawa seperti itu,  membuat Jessica tak dapat menahan dirinya untuk tidak ikut tertawa. Akhirnya mereka tertawa bersama.. tawa yang sangat biasa, namun sangat menyenangkan bagi mereka berdua.

@@@

Mereka semakin hari semakin akrab saja. Bahkan mereka sering jalan bersama dengan membawa si bayi, Min Soo. Dan tampaknya Donghae juga berhasil mengambil perhatian Min Soo. Kini… setiap berada dipangkuan Donghae, Min Soo tak pernah menangis lagi, seperti kejadian beberapa waktu lalu. Hal itu dipacu karena Min Soo sudah terbiasa akan hadirnya Donghae di sela hari-harinya. Memang… Mereka hampir setiap hari bertemu. Maka tak diragukan lagi, jika antara Donghae dan Min Soo sudah tercipta jalinan kasih (?) layaknya ayah dan anak (authornya lebay amat ddahh, hihihi).

@@@

“ Min Soo-ya …… umma pulang “ teriak seorang yeoja dan langsung menghampiri Jessica juga Min Soo di sebuah kamar

“ ssstttt… unnie jangan berteriak-teriak disini. Min Soo sedang tidur “ bisik Jessica seraya meletakkan telunjuk di bibir tipisnya

“ wahh.. sudah tidur ternyata “

“ unnie… tumben unnie pulang jam segini, ini kan baru jam 8 malam. “ ucap Jessica, dengan nada yang sangat-sangat pelan.

“ eohh.. ne, soalnya ada hal penting yang harus unnie selesaikan di rumah malam ini “ ucapnya, sembari duduk di sisi ranjang, tepat di samping Jessica. Hening sejenak…. Mereka berdua tampaknya sedang asyik memandangi sang bayi, Min Soo yang tengah terlelap di atas ranjang. Wajah polos Min Soo saat tertidur benar-benar sejuk dipandang mata. Memberikan kesan damai bagi orang yang melihatnya.

 

“ sica-ya … Lusa, unnie akan pergi menyusul Leeteuk oppa ke Thailand “ bisik sang unnie, memecah keheningan diantara mereka

“ mwo ? menyusul ke Thailand ? itu berarti unnie akan membawa Min Soo.. ne ? “ Jessica cukup terkejut mendengar penyataan unnie-nya barusan. “ taeyeon unnie bercanda kan? Ck. Bagaimana bisa unnie meninggalkanku sendirian di rumah ini!! “ lanjutnya, mendadak ekpresinya berubah, layaknya orang yang sedang menahan amarah.

“ unnie serius Sica-ya… unnie tak tega melihat Min Soo tumbuh dan berkembang (kayak iklan ajee!) tanpa ada ayah yang mendampinginya. Dia pasti membutuhkan sang ayah di saat-saat seperti ini. “

“ Andwee… lagipula Leeteuk oppa kan sering mengunjungi Min Soo setiap minggu “ sergah Jessica

“ ne… tetapi mau sampai kapan begini terus sica-ya ? unnie punya suami dan anak sekarang ”

“ aku tau hal itu !!…. Tapi aku pikir tak ada yang perlu dipermasalahkan jika unnie terus-terusan tinggal disini. “

“ kau itu sudah dewasa Sica-ya ! bagaimana bisa kau berfikir sependek itu ? apa kau tak memikirkan biaya yang harus ditanggung oppa-mu itu setiap minggu ? bahkan… nyaris setiap hari ia mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengunjungi anaknya di Korea, sedang dia di Thailand “

“ jika hanya itu masalahnya, aku bisa menanggung semua biaya nya… dan kalau Leeteuk oppa ingin setiap hari berkunjung kesini, why not? Aku akan berusaha membiayainya. Berapapun biayanya !!“ tutur Jessica dengan santai-nya

“  aniya…tidak hanya itu. Kau tidak memikirkan keadaan Leeteuk oppa? Setiap minggu pulang pergi ‘Korea- Thailand’ di sela-sela kesibukannya sebagai Arsitek? Ia bahkan sering jatuh sakit. Dan lagi-lagi tanggung jawab unnie sebagai seorang istri terabaikan. Seharusnya unnie berada disampingnya, merawatnya serta menjaganya. Tapi nyatanya? unnie hanya berdiam diri dirumah, menanti kabar dari dia –yang notabene-nya– adalah suami unnie dan ayah dari Min Soo-. Errrr…… baru-baru ini unnie juga mendapat kabar bahwa perusahaan yang dinaungi oleh Leeteuk oppa sedang krisis dan terancam bangkrut. “ tutur Taeyeon, terdengar jelas ada nada sedih yang terselip dari setiap kata-kata yang terlontar dari mulut mungilnya… butiran-butiran air mata jatuh ke pipi mulusnya. Sedang Jessica hanya menatapnya nanar, rupanya Jessica dapat merasakan kesedihan yang dirasakan unnie-nya, Kim Taeyeon.

 

“ aku… aku… tak rela bila harus melepas Min Soo.. aku sangat menyayanginya. Ia sudah kuanggap seperti anak ku sendiri “  ucapnya terbata-bata. “ aku sangat menyayanginya unn, aku sangat menyayanginya “ ucapnya berulang-ulang. Meyakinkan sang unnie yang hanya diam terpaku menatapnya dengan tatapan nanar lagi sedih. Air mata mengucur deras dari mata Jessica, Seakan memberi isyarat bahwa ia tidak main-main dengan perkataannya sendiri.

 

“ arasso Sica-ya… unnie tau itu. Setiap hari kaulah yang selalu menjaga dan merawat Min Soo. Bahkan kau sampai-sampai rela membawa Min Soo ke tempat kerjamu. Kau sudah sepeti ibu Min Soo yang sesungguhnya, sedangkan unnie? Unnie terlalu sibuk dengan pekerjaan unnie, dan nyaris melupakan Min Soo. Unnie tak heran jika kau tak mau berpisah dengan Min Soo. Tapi mau bagaimana Lagi?  Sejak Min Soo lahir… ia tak pernah ke Thailand. Padahal disana sudah banyak keluarga dari Leeteuk oppa yang menanti kehadiran Min Soo. Kedua orang tua Leeteuk oppa juga belum pernah sekalipun melihat cucu pertamanya“

 

“ dan unnie tegaskan padamu…. Kau tak boleh egois, mementingkan kepentinganmu sendiri. Leeteuk oppa sudah mengalah sampai sejauh ini. Dan apa kau kira ia tak menyanyangi Min Soo? Sungguh ia sangat menyanyangi Min Soo Sica-ya. Bahkan.. mungkin, rasa sayangnya lebih dari rasa sayang yang kau rasakan terhadap Min Soo. “ kini… mereka berdua sudah hanyut dalam kesedihan yang amat sangat. Terlebih dengan Jessica, rasanya seperti ada seseorang yang sedang menamparnya sangat keras saat itu juga. Tamparan yang sangat menyakitkan bagi dirinya, sampai-sampai ia tak dapat berkata sepatah katapun. Ironisnya… ia tak dapat menangkis tamparan itu.

 

“ hiks… hiks… rasanya aku tak rela melepasnya “ lirihnya. Jessica semakin hanyut dalam kesedihannya sendiri.

“ ne… eonni mengerti apa yang kau rasakan sekarang. Tapi mau tak mau kau harus rela melepas Min Soo Sica-ya. Ini demi kebaikan unnie, Leeteuk oppa, juga Min Soo “

@@@

“ yeoboseyo , Donghae-shi… “

“ __________ ”

“ ne ini aku Jessica “

“___________ “

“ aku… aku mau mengajakmu jalan besok bersama Min Soo, kau bisa? ”

“___________ “

“ aniyo.. aku tak apa-apa. Kau tak perlu khawatir “

“ ___________”

“ aniyo.. “

“___________ “

“ eoh… tidak perlu. Kita bertemu di taman saja. Jam 9 pagi “

“___________ “

“ eee…. Have a nice dream too “

-TBC-

Jujur saya adalah salah satu yeoja yang nggak suka sama anak-anak, hehee . makanya sy bikin cerita ini. Ceritanya sangat pasaran xixixi. Dimaklumin aja lah yaa?

 

Semoga Kalian mengerti sama FF saya yang gaje ini, hohoho

Kalau udah baca, jangan lupa tinggalin jejak yaa. Kritik dan Saran anda sangat berharga bagi saya ^^ supaya saya makin semangat untuk ngelanjutinnya , Okeeyyyy *wink

4 thoughts on “My Child – Chapter one”

  1. annyeong, reader baru disini ^^
    ternyata itu anak kakaknya sica toh, aku pikir anaknya beneran..hehehe
    tp mmg sih, krn sll ngurusin jd aja sayang banget tp tetep aja ga mungkin misahin anak dr orangtua kandungnya kan? hehehe..dtunggu next updateny lg ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s