Love Makes You Look So Stupid [Part 1]

Title              ::Love Makes You Look So Stupid [Part 1]

Author         :: YulitaZhang

Casts             :: Kim Kibum, Choi Minho, Lee Soohyun

Genre            :: General

Length          :: Chapter

Disclaimer    :: (isi note lu deh)

Author’s POV

Tuut tuut tuut.. tuut tuut tuuut.. TEP!!

“Yoboseyo, Soohyun-ah, mian aku baru sempat menjawab teleponmu, aku sibuk sekali,” kata Kim Kibum saat akhirnya ia mengangkat telepon yeojachingunya, Lee Soohyun.

“Gwaenchana oppa, aku tidak akan berbasa-basi lagi, oppa sudah tau kan maksudku menelepon oppa? aku mau putus.”

“Mwo?” Kibum terdengar kaget.

“Aku bilang aku ingin putus dengan oppa,”

“Kau yakin mau memutuskan hubungan kita?” tanya Kibum berusaha merubah keyakinkan Soohyun yang sebenarnya sudah meminta untuk putus dari pagi tadi. Ini sudah kedua kalinya Soohyun meminta putus darinya selama mereka berpacaran, tapi saat itu ia berhasil meyakinkan Soohyun untuk bertahan.

Soohyun kesal, sejak pagi tadi ia sudah berkali-kali berusaha menghubungi Kibum untuk minta putus, tapi Kibum mengabaikannya. Ada saja alasan yang diungkapkannya, rapat lah, sibuk lah, ada ini lah, itu lah, nanti malam saja lah. Kepala Soohyun sudah mau meledak rasanya.

Soohyun menarik napas untuk memantapkan hatinya dan berusaha mempertegas jawabannya,

“Ne, aku yakin oppa,” jawab Soohyun dengan yakin tak tergoyahkan.

 

“Aku butuh alasan Soohyun-ah, apa alasanmu meminta berpisah denganku?” kata Kibum berusaha untuk tetap tenang. Ia tidak mengerti kenapa Soohyun meminta putus darinya.

Soohyun menjerit dalam hati ‘ALASAN? Sudah jelas bukan, kalau kau itu terlalu cuek oppa. Bahkan kalau aku marah, kau tidak pernah menyadarinya. Apa aku harus mengatakan secara gamblang dan blak-blakan kalau kau itu tidak pengertian. Bagaimana bisa kita hanya bertemu satu kali setelah nyaris 6 bulan pacaran. Memang kita terpisah jarak, kau di Seoul dan aku di Incheon, tapi bukankah perjalanan Seoul-Incheon hanya 3 jam? Apakah terlalu berlebihan jika aku berharap kau mau mengorbankan sedikit saja waktumu untuk bertemu denganku? Apa kau tidak menyayangiku?’

“Aku bosan!” ucap Soohyun dengan suara bergetar sambil menahan air mata yang sudah memenuhi pelupuk matanya. Itu bohong.

“Bosan? Alasan macam apa itu?” tanya Kibum, kecewa dengan jawaban Soohyun. Sebegitu kecilnya kah cinta Soohyun kepadanya? Hanya karena bosan Soohyun meminta putus? Padahal Kibum merasa ia tidak pernah berbuat macam-macam. Ia tidak pernah berbohong,  tidak pernah marah dan tidak pernah melirik yeoja lain. Kibum sangat kecewa.

“Aku lelah oppa,” Soohyun kehabisan kata-kata. Ia ingin menjelaskan lebih, tapi semuanya tercekat di kerongkongan. Suaranya seakan tak bisa keluar dan itu menyiksa Soohyun.

“Kau lelah denganku? Kau bosan denganku? katakan yang sebenarnya Soohyun-ah,” kata Kibum tak percaya. Ia tau itu semua bukan alasan yang sebenarnya tapi ia ingin Soohyun mau mengatakan yang sebenarnya.

Soohyun merasakan matanya semakin memanas. Hatinya perih. Ia ingin menjerit tapi jeritan itu tertahan di benaknya,

Bukan begitu Kibum oppa!! Jangan salah paham. Aku bosan menunggumu, oppa.  Aku bosan berharap kalau kau akan datang sekadar untuk melihatku disini. Aku bosan berpacaran hanya dengan SMS dan telpon. Aku perlu melihat wajahmu dan mendengar suaramu secara langsung, oppa. Aku merindukanmu oppa. Kata-kata itu berdesing cepat dan berputar di kepala Soohyun tapi kerongkongannya tercekat. Hening.

“Arraseo,” kata Kibum karena Soohyun tidak merespon pertanyaannya,”gomawo kau sudah mau menjadi yeojachinguku selama ini, Soohyun-ah. Setelah ini aku mungkin tidak akan pernah meneleponmu lagi. Aku juga tidak akan mengirim sms lagi. aku harus menenangkan hatiku. Mianhae……” Kibum lanjut berbicara.

TES!

Air mata yang Soohyun tahan, akhirnya jatuh. Mengalir turun dengan pelan, pelan sekali. Hatinya sakit, sakit sekali. Tidak ada SMS lagi. Tidak ada telpon lagi yang selalu ia tunggu. Haruskah berakhir seperti ini?

“Soohyun-ah??” Kibum memanggil pelan, Soohyun masih terdiam. Soohyun mendengarnya tapi tak menjawab. Soohyun masih ingin mendengar suara Kibum tapi ia tidak tau apa yang harus ia katakan. Mungkin ini terakhir kalinya mereka berbicara. Soohyun mendengarkan suara Kibum di ujung telepon dengan sepenuh hati, merekam setiap centi gelombang suara Kibum dalam memorinya. Berharap bisa memutarnya rekaman itu nanti ketika ia merindukan suara Kibum. Bodoh mungkin, tapi itu lah yeoja.

 

“Soohyun-ah??” Kibum memanggil lagi, hati Kibum yang kalut karena berakhirnya hubungan mereka menjadi semakin kalut.

Kenapa Soohyun tidak menjawab? Apakah aku salah bicara? Adakah kata yang salah?‘ Kibum menjadi panik,sangat panik. Soohyun tidak pernah bersikap seperti ini.

“Kalau tau akhirnya akan menjadi seperti ini, aku tidak akan mau pacaran. Entah lah oppa, aku tidak ingin pacaran lagi, aku tidak mau lagiiii!! hiks hiks aku minta maaf oppa.. hiks,” Soohyun menangis. Ia tidak ingin berpacaran lagi. Cukup sekali ini rasanya saat hati.

“Hyun? kau menangis?” Kibum semakin panik mendengar suara Soohyun yg tersendat.

Dia merasa bingung. Soohyun yang meminta untuk mengakhiri hubungan mereka tapi kenapa Soohyun juga yang menangis? Apa ia berbuat salah?? Yang minta putus siapa? Kenapa yeoja ini selalu membuatnya bingung?

“TIDAK!! Siapa yang menangis. Percaya diri sekali kau oppa, aku tidak akan pernah menangis karena kau,” kata Soohyun berbohong. Tapi suaranya tidak bisa berbohong, suaranya tercekat dan parau. Dan walaupun Kibum tidak bisa melihatnya langsung,ia tau matanya juga tidak bisa berbohong karena matanya terus memproduksi air yang membanjiri wajahnya.

Kau bohong  Soohyun-ah. Aku mengeenalmu, juga suaramu. Aku tau benar intonasi suaramu, ketika senang, ketika marah, ketika sedih, bahkan ketika menangis. Kau tak bisa membohongi aku Soohyun-ah. Aku tahu kalau kau masih menyayangiku, karena itu kamu menangis. Tapi aku masih tidak melihat alasan kenapa kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita? Benarkah hanya karena bosan? Benarkah? Kibum berpikir keras dalam hati. Ia ingin berusaha mempertahankan Soohyun disisinya, tapi bagaimana caranya? Bagaimana?

“Kita tetap masih bisa berteman kan?” tanya Soohyun setelah menarik napas dalam-dalam.

“Ne. Tentu saja. Kau masih boleh sms atau telepon jika kau mau,” ucap Kibum menenangkan hati Soohyun.

Kata-kata terakhir inilah yang akan selalu diingat Soohyun. Soohyun masih boleh berteman dan menghubungi Kibum. Hatinya tenang mengingat kata-kata ini.

***

Telepon telah terputus, tapi Soohyun masih membiarkan ponselnya tetap menempel di telinganya. Seolah-olah telepon masih tersambung dan Kibum masih berbicara. Air matanya semakin deras turun. Pikirannya melayang, jauh menerawang kembali ke beberapa bulan yang lalu. Saat Soohyun masih berteman dengan Kibum. Saat mereka masih satu sekolah dan satu kelas. Soohyun dan Kibum memang sudah saling mengenal sejak kelas 2 SMA, saat itu, tidak ada perasaan apa- apa diantara mereka, mengobrol pun jarang sekali.

Soohyun teringat ketika Ia bersama sahabatnya, Jung Yuri pergi ke rumah Kibum. bukan ingin main petak umpet bersama, tapi ingin mengambil kelinci. Kibum memelihara kelinci dan ia pernah berjanji ingin memberikan sepasang kelinci untuk Yuri dan sepasang lagi untuk Soohyun. Saat itu Soohyun senang sekali, baru pertama kalinya ia mendapat kelinci.
***

@ Incheon

Setelah menutup telepon, Kibum langsung melempar ponselnya ke atas ranjangnya. Ia mengacak rambutnya frustrasi. Ia mengambil kunci motor dan mengendarainya entah kemana. Kibum tak memperhatikan speedometer, tak memperhatikan motor dan mobil di sekitarnya. Ia tak peduli klo dia akan ditabrak ataupun terguling jatuh mencium aspal. Otaknya sedang sibuk memikirkan hal lain.

Pikirannya terbawa arus masa lalu, saat ia digosipkan menyukai Soohyun oleh teman-teman SMA mereka. Padahal saat itu, Kibum tidak menyukai Soohyun. Ia tidak tertarik sama sekali dengan yeoja tomboi itu. Hati Kibum masih ada bersama mantan sekaligus pacar pertamanya, Min Hwa.

Namun, entah bagaimana, seiring berjalannya waktu, lama-lama ia mulai menyukai Soohyun. Semakin hari ia semakin menyukainya. Kibum tak bisa menipu hatinya lagi, dia jatuh hati kepada Soohyun. Yeoja yang bicaranya blak-blakan, yeoja yang pelit senyuman, dan yeoja yang suka memanjat seperti monyet. Entah apa yang disukainya dari yeoja itu. Kibum masih ingat dengan jelas bagaimana senangnya ia ketika Soohyun menerima cintanya hanya dengan perkataan yang cukup sederhana, “Okey I Love You too, saranghae Kibum oppa” yeoja yang aneh bukan? Bukankah dari kalimat itu saja tercermin kalau yeoja itu adalah yeoja yang sangat cuek, tidak feminin dan tidak manis sama sekali?

Pikirannya terus mengembara mengulas setiap memori yang ia miliki dengan Soohyun.

@ Seoul

Jauh dari Incheon, disebuah kamar kecil di Seoul, Soohyun masih menangis sambil memeluk boneka anjing pemberian dari Kibum. Kepalanya terus memutar memorinya bersama Kibum. NON STOP. Video per video terus terplay otomatis di benaknya.

Flashback On

13 Februari 2010, malam minggu sekaligus malam valentine. Soohyun baru pulang setelah makan malam bersama Lee Hyori, tetangga kostannya. Begitu sampai di kamar kostnya, ponsel Soohyun telah diserbu beberapa sms dari Kibum. Ia tercekat membuka salah satu sms di ponselnya.

FROM : KIBUM Oppa

Soohyun-ah, aku sudah menyukaimu sejak SMA. Aku tidak mau menjadi pria bodoh yang terus-menerus diam dan tidak menyampaikan perasaanku. Tiada hari tanpa memikirkanmu. Aku yakin dengan perasaanku pasamu. Ini bukan sekedar rasa suka biasa, tapi ini cinta Soohyun-ah. I really really love you, Soohyun. Saranghae. Maukah kau menjadi yeojachinguku?

Sms itu membuat Soohyun lemas. Kepalanya berputar dan lututnya gemetar seperti mau pingsan. OMG akhirnya… akhirnya setelah hampir setahun Kibum mulai dekat dengannya sejak mereka SMA sampai kini saat mereka berdua sama-sama kuliah tapi di kota yang berbeda, Kibum menyatakan perasaannya. Kibum memintanya menjadi yeojachingunya? Soohyun menepuk pipinya tidak percaya. Soohyun merasa senang sekali sampai tidak sadar melompat-lompat girang seperti orang gila di kamarnya. Ia berusaha menguasai dirinya yang terlalu senang. Kibum tidak boleh tau kalau ia sudah menunggu hal ini. Ia mengetik balasan sebiasa mungkin.

TO : KIBUM Oppa

Okey, I love you too. Saranghae Kibum oppa..

Keundae tidak sopan sekali kau oppa! Masa kau menyatakan perasaanmu lewat sms?

Hehehehe

JRENG. akhirnya Soohyun luluh juga pada Kibum. Soohyun yang terkenal pendiam dan sulit didekati apalagi oleh seorang namja sejak dulu. Salah satu teman SMAnya, Nam Yeon pernah menyatakan perasaan padanya 2X tapi ditolaknya. Lee Hwon juga pernah menyatakan perasaaannya tapi ditolaknya juga. Dan lagi teman kuliahnya ada yang mati-matian mengejarnya, juga ditolak mentah-mentah olehnya. Bukannya Soohyun alergi pada namja, tapi hatinya tidak bisa bohong kalau ia tidak menyukai satu pun dari mereka. Dia menyukai Kibum dan tidak akan berpaling. Tak ada namja lain yang bisa mendekat, tak seorangpun.

Sebenarnya, Soohyun sangat ANTI dengan namja yang menyatakan perasaan lewat sms. Namja pengecut, itu yang ada di pikirannya tentang namja yang tidak menyatakan perasaannya secara langsung. Tapi kali ini berbeda, walaupun Kibum menyatakan perasaannya lewat sms, dia masih menerima. Tidak illfeel sama sekali.  Ia justru sangat senang.

Flashback Off
Baik Kibum maupun Soohyun, masing-masing terhipnotis ke masa lalu. Di depan mata mereka seperti terpampang layar TV yang sangat besar dan terus-menerus memutar memori mereka. Soohyun masih memeluk bonekanya dan Kibum masih mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Mereka merasakan sakit. Mereka merasakan perih. Dan mereka menghabiskan malam ini dengan menangis

***
Keesokannya. pukul 6.00 pagi di Seoul.

Soohyun bangun dengan kedua bola matanya bengkak. Kepalanya sakit karena kurang tidur, Soohyun tidak ingat jam berapa ia tertidur. Kamar Soohyun penuh tissue yang berserakan dimana-mana. Soohyun buru-buru meraih ponselnya, berharap ada sms dari Kibum mengucapkan ‘Selamat pagi jjagi’ seperti biasanya.

But, no message of course. Soohyun merasa bodoh, bagaimana mungkin ia masih berani mengharapkan sms dari Kibum. Jelas-jelas Kibum bilang “Setelah ini aku mungkin tidak akan pernah menelepon atau meng sms mu lagi,

“Babo!” Soohyun menjitak kepalanya sendiri.

Setelah mandi, Soohyun bersiap-siap, lalu mengambil tas, dan mengunci pintu kamar. Ceklek.

 

Soohyun melangkah dengan lemas, kepalanya masih pusing, tak ada semangat hari ini. Awan biru terang, tampak gelap di mata Soohyun. Burung-burung bercicit riang, terdengar sedih di telinganya. Jalan ke kampus yang hanya beberapa meter, terasa berkilo-kilo meter olehnya.

Entah bagaimana, Soohyun akhirnya sampai di kelasnya, ia memilih kursi paling belakang. Sungguh tak ada niat sama sekali untuk kuliah hari ini, hanya untuk mengisi absen saja.

“Soohyuuun-aah!!! Matamu kenapa? Terlihat bengkak? Kau menangis semalaman??” Eun Soo menghampiri Soohyun, menangkup pipi kanan dan kiri Soohyun untuk melihat wajahnya lebih jelas. Ia mengamati mata Soohyun dalam-dalam.

Bengkak yang amat dahsyat, nangisnya pasti dahsyat juga,’ kata Eun Soo dalam hati.

Soohyun hanya diam, pelan-pelan matanya berair lagi. Air mata menumpuk di pelupuk matanya. Eun Soo terpaku. ‘Ada apa dengan Soohyun? Eun Soo langsung meraih bahu Soohyun, memeluknya erat-erat sambil berkata “Apa yang terjadi Soohyun-ah, ceritakan sahabat…aku mendengarkan.”

TES! Sederet  air mata jatuh di pipi putih Soohyun. Makin deras dan makin deras. Ia ingin bercerita kepada Eun Soo. Tapi suaranya tercekat,“Aaa… aaakuu..hiks aakuu puuu…puuu…tuss hiksss,”

Eun Soo bisa merasakan kepedihan Soohyun. Ia mengelus punggung Soohyun, berharap bisa membantu meringankan kepedihan sahabatnya itu. Eun Soo tak bisa bicara. Hatinya ikut terluka juga melihat sahabatnya serapuh ini.

***
Pukul 4.00 pagi di Icheon

Kibum tersadar dari tidurnya. Badannya terasa remuk, ini semua akibat dia mengendarai motor tanpa mengenakan jaket. Seperti biasa, Kibum buru-buru meraih ponselnya, dan mengetik Selamat pagi Soohyun honey..

Tiba-tiba ia teringat  bahwa Soohyun bukan yeojachingunya lagi, hatinya mendadak sakit. Kibum pun menghapus pesannya danelempar kembali hpnya di atas kasur. Hatinya gelisah. Ia mundar-mandir di kamarnya . Kibum mengepal tangan kanannya, lalu meninju cermin sekecang-kencangnya. BLARRRRR!!

Beberapa detik kemudian, darah mengalir keluar melalui sela-sela jarinya. Harusnya ini terasa sakit, tapi Kibum tidak merasakan apa-apa, hatinya terasa lebih sakit. Kibum duduk menyandarkan badannya di dinding sambil menatap sebuah foto yang terpajang di dinding kamarnya. Fotonya memeluk erat Soohyun dari belakang. Mereka tampak bahagia di foto itu.

Kibum tak sanggup menatap foto itu lama-lama. Itu melukainya. Ia berpaling, menundukan kepalanya dalam-dalam dan memejamkan matanya. Ia menguatkan hatinya dan mengepalkan tangannya, tak peduli pada tetesan darah yang membasahi lantai kamarnya.

“Aku berjanji akan melupakanmu Soohyun-ah,” Kibum bertekat teguh.”

***

Beberapa bulan berikutnya…

 

Kim Kibum Bukan Member Super Junior lagi ??

Kim kibum, sang rapper dari boyband terpopuler di Korea, Super Junior sebulan terakhir ini heboh dikabarkan  akan keluar dari Boyband legendaris itu. Para fansnya yang dikenal dengan sebutan Snower tentu menjerit tak percaya. Apalagi dari gosip yang beredar dikatakan bahwa penyebab keluarnya adalah karena seorang yeoja.

Setelah simpang siur yang sekian lama, akhirnya Kibum angkat bicara, “Aku memutuskan untuk keluar dari Super Junior karena aku ingin fokus menyelesaikan kuliah dulu, bukan karena yeoja misterius yang digosipkan selama ini ”, begitu ujar namja berwajah cute ini sambil mengedipkan mata kanannya kepada para wartawan yang tentu saja langsung mengabadikan moment itu untuk para Snower di seluruh dunia. Kibum menceritakan kesibukannya akhir-akhir ini……

Soohyun membaca majalah dengan serius, bahkan lebih serius daripada saat diharuskan membaca buku Intermediate Accounting dulu, karena ini adalah berita tentang mantan namjachigunya, Kim Kibum. Bagaimanapun cueknya sikap sang mantan kepadanya, Ia tidak bisa berbohong kalau ia masih peduli dengan Kibum. Soohyun tidak ingin melewatkan setiap perkembangan informasi Kibum.

Hatinya lega karena tidak ada yang memberitakan secara pasti bahwa Kibum dicampakkan oleh seorang yeoja biasa bernama Lee Soohyun. Syukurlah, toh memang selama ini mereka menjalani hubungan secara backstreet, jadi dapat dipastikan tidak ada media massa yang mengetahui hubungan mereka dulu, apalagi mengetahui kalau hubungan mereka telah berakhir. Tapi sekarang desas-desus mengenai yeoja misterius berkembang karena keputusan Kibum untuk keluar dari Suju mau tidak mau membuat Soohyun sedikit was-was juga. Dulu, Soohyun dengan tegas meminta agar hubungan mereka di rahasiakan, mengingat Kibum memiliki jutaan fans yang bisa mengamuk jika fans tersebut mengetahui hubungan mereka.

“LEE SOOHYUUUNN!!”, Eunsoo menjerit dari balik pintu kelas,”Minho mencarimu!!”

Soohyun terperanjat. Ia buru-buru membereskan majalah dan menyimpannya dalam laci, lalu sekarang berpura-pura sedang belajar.

***

Minho POV

Aku buru-buru mengambil sebatang cokelat yang telah aku beli tadi pagi dan berlari menuju kelas yeojachinguku, Lee Soohyun. Hatiku berdebar. Ini pertama kalinya aku mendatanginya langsung ke kelasnya. Sejujurnya aku tidak mau menjadi bahan ledekan teman-teman Soohyun. Maklumlah, kami baru dua hari berpacaran. Pasti masih menjadi topik pembicaraan hangat di kampus. Apalagi dia adalah sunbaeku.

Sebenarnya, aku tidak pernah menyangka kalau aku akan bisa memacarinya, karena sebenarnya, ini berawal dari main-main saja. Aku coba-coba menghubungi Soohyun melalui sms dan tak ku duga, ternyata sambutannya sangat welcomeWell, dia juga cantik, so, setelah satu bulan lebih aku mendekatinya, kupikir tidak ada salahnya aku mencoba mengatakan,”Aku suka kau, Hyun-ah,” Dan kalian tau? aku di terima seminggu setelah aku menyatakan perasaanku. Ternyata hanya butuh waktu tidak sampai dua bulan untuk mendapatkannya.

Ketika sampai depan kelasnya, aku melihat Eunsoo sunbae, sahabat Soohyun, berjalan memasuki kelas dan aku buru-buru memanggilnya.

“Eunsoo sunbae, bisa tolong panggilkan Soohyun?” tanyaku dan Eunsoo sunbae menganggukkan kepalanya.

Jantungku berdebar-debar. Entah mengapa aku merasa dia sangat spesial untukku.

“LEE SOOHYUUUNN!!”, Eunsoo menjerit ke dalam kelas,” Minho mencarimu!!”

“Gomawo sunbae,” kataku tulus.

“Masuk saja ke dalam, jangan malu-malu,” Eunsoo mendorongku ke dalam kelas dan aku tersenyum malu sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku melihat Soohyun duduk manis bersama sebuah buku tebal berjudul Management Accounting. Ah rajin sekali yeojachinguku, tidak salah aku memilihnya

Ia tersenyum manja ketika menyadari kalau aku berjalan mendekatinya. Kedua lesung pipinya membuat hatiku semakin berdebar. Aku heran, Soohyun adalah pacar ke 9 ku, tapi kenapa masih aku masih merasakan hatiku berdebar-debar ya jika bertemu dengannya? seperti tidak pernah pacaran saja aku ini.

“Ini untukmu, Soohyun-ah,” aku menyodorkan cokelat yang tadi kubawa kepada Soohyun. Soohyun tersenyum sangat manis dan wajahnya memerah ketika ia meraih coklat tersebut.

“Gomawo….Minho-ya,” ujar Soohyun malu-malu. “Keundae, tak sopan sekali kau hoobae, hanya memanggil nama saja dan berbicara banmal denganku. Kau perlu ingat, di sini aku sunbaemu,” bisik Soohyun sambil melirik kanan kiri, tampak takut ada yang menguping pembicaraan kami. Ia emang yeoja yang pemalu.

“Kita kan hanya beda 7 bulan Soohyun-ah. Aku tidak pernah memandang umur sebagai masalah kok, aku tidak peduli kalau kau adalah sunbae ku, aku menyukaimu. Oh iya, bolehkah aku pinjam ponselmu jjagi?” lanjutku.

“Mwo? Ponselku? Untuk apa Minho-ya?” Soohyun mengerutkan keningnya bingung.

“Aku ingin minta foto yeojachinguku, boleh kan Soohyun-ah?” tanyaku memasang puppy eyesku untuk membujuknya. Soohyun memutar bola matanya dan mengigit bibirnya. Ia sedang berpikir, kurasa.

 

“Ne, jjagi..Sebentar ya. Aku ambilkan ponselku dulu..”, kata Soohyun sambil memasukan tangan kanannya ke dalam laci mencari ponselnya. Soohyun menyerahkan ponselnya kepadaku, Ia tampak ragu-ragu dan itu membuatku curiga.

Aku menerima ponselnya lalu membukanya,”Ya! Foto siapa ini?” aku kecewa mendapati wallpaper ponselnya terpasang foto namja lain.  Wajah Soohyun sedikit kaget dan pupil matanya ikut membesar.

“Wae? Kau cemburu yaa? Hayoo mengaku saja jjagi kalau kau cemburu,” Soohyun memasang wajah innocent. Aku tetap diam, menunggunya menjawab pertanyaanku tadi. Siapa namja itu?

“Dia itu Kim Kibum! Masa kau tidak mengenalinya? dia kan artis yang sangat terkenal! Aigooo!! Ahhh aku lupa, yang kau kenal kan hanya Angelina Jolie ya?” Soohyun menyindirku, mentang-mentang aku adalah fans berat Angelina Jolie.

“Ohh artis ternyata..” aku bernafas lega sambil mengangguk. Tadi rasanya jantungku mau copot saja saat melihat foto namja itu apalagi tadi ekpresinya sempat ragu sebelum menyerahkan ponselnya. Aku sempat mengira kalau itu mantan pacarnya atau gebetannya atau arrghh..

Enak sekali si Kibum ini, aku kan namjachingu-nya Soohyun, kenapa fotonya yang dipasang! Aku langsung mengganti wallpaper di ponselnyanya dengan fotoku dan aku tersenyum sendiri melihat wajah tampanku terpajang di screen ponsel Soohyun. Wajahku kan lebih tampan, pasti Soohyun akan berterimakasih padaku.

“Gomawo Jjagi” ,ucapku masih tersenyum jahil sambil mengembalikan ponselnya. Soohyun tampak curiga dengan senyumanku.

“Aku kembali ke kelas dulu ya Jjagi.. Nanti pulang kuliah aku akan ke sini lagi..”, akupun berpamitan setelah menyadari bahwa 10 menit lagi aku ada kuliah International Taxes. Tak lupa aku mencubit pipi bakpao Soohyun, ukh gemas.

“Cieeeee” ledek teman-teman Soohyun yang memergoki kami.

“Mau juga dong dicubitin Minho-ya..” ceplos salah seorang temannya. Wajah kamipun memerah malu.

 

Soohyun POV

Aku tersenyum ketika menyadari Minho berjalan mendekatiku. Ia balas tersenyum.

“Ini untukmu, Soohyun-ah,” tiba-tiba ia menyodorkan sebatang cokelat yang mungkin tadi ia sembunyikan entah dimana. Aku menerima cokelat itu dengan malu-malu dan merasakan pipiku memanas.

“Gomawo….Minho-ya,” kataku tulus. “Keundae, tak sopan sekali kau hoobae, hanya memanggil nama saja dan berbicara banmal denganku. Kau perlu ingat, di sini aku sunbaemu,” bisikku sambil melirik kanan kiri, takut ada yang menguping pembicaraan kami.

“Kita kan hanya beda 7 bulan Soohyun-ah. Aku tidak pernah memandang umur sebagai masalah kok, aku tidak peduli kalau kau adalah sunbae ku, aku menyukaimu. Oh iya, bolehkah aku pinjam ponselmu jjagi?” kata Minho tiba-tiba.

“Mwo? Ponselku? Untuk apa Minho-ya?” kenapa dia tiba-tiba mau meminjam ponselku?

“Aku ingin minta foto yeojachinguku, boleh kan Soohyun-ah?” tanyanya memasang puppy eyesku untuk membujuk. Aku memutar bola mataku dan mengigit bibirku. Sebenarnya ada sesuatu yang tidak ingin kutunjukkan padanya, tapi mungkin dia akan curiga jika aku tidak memberikan ponselku.

“Ne, jjagi..Sebentar ya. Aku ambilkan ponselku dulu..”, kataku sambil memasukan tangan kanannya ke dalam laci, meraba ke kiri dan ke kanan mencari ponselku. Aku sempat ragu, tapi akhirnya kuserahkan juga ponselku.

Aku menahan napas menunggu reaksinya setelah membuka ponselku,”Ya! Foto siapa ini?” ia terlihat sangat kecewa mendapati wallpaper ponselku terpasang foto Kibum. Apakah dia akan mengenalinya?

Aku berusaha berpikir cepat,”Wae? Kau cemburu yaa? Hayoo mengaku saja jjagi kalau kau cemburu,” kataku sambil memasang wajah se-innocent mungkin. Tapi Minho hanya diam saja. Marah kurasa.

“Dia itu Kim Kibum! Masa kau tidak mengenalinya? dia kan artis yang sangat terkenal! Aigooo!! Ahhh aku lupa, yang kau kenal kan hanya Angelina Jolie ya?” aku tidak sepenuhnya berbohong kan? Dia memang Kim Kibum dan dia memang artis. Kan aku tidak perlu mengatakan kalau namja yang ternyata adalah artis itu adalah mantan namjachinguku?

“Ohh artis ternyata..” ia terlihat lega. Fiuhhh…nyaris saja!

Dia terlihat asik mengutak-atik ponselku sambil tersenyum jahil. Aneh. Apa yang dia lakukan dengan ponselku ya? Apa dia menemukan fotoku yang aneh?

“Gomawo Jjagi” ,katanya masih tersenyum jahil sambil mengembalikan ponselku. Aku menerima ponselku dengan curiga.

“Aku kembali ke kelas dulu ya Jjagi.. Nanti pulang kuliah aku akan ke sini lagi,” pamitnya setelah mengecek jam nya. Ia mencubit pipi kanan dan kiriku sebelum pergi.

“Cieeeee” ledek teman-teman yang ada di kelas. Glek! Aku lupa kalau ada mereka.

“Mau juga dong dicubitin Minho-ya..” ceplos salah seorang temanku. Wajah kamipun memerah malu.

Setelah dia pergi aku mengintip dengan penasaran ke ponselku untuk melihat apa yang mungkin dilihatnya.

“YA! CHOI MINHOOOOO!!!!!”

***

Author’s POV

2 bulan kemudian

@Seoul

Kibum baru saja check out dari Yeouido St.Mary Hospital, setelah 3 hari rawat inap. Kibum memaksa untuk pulang hari ini padahal ia belum sembuh total. Ia merindukan suasana apartemennya dan bosan dengan suasana rumah sakit yang membuatnya tambah sakit.

Pukul 13.00

Kibum baru sampai di apartemennya bersama eommanya yang baru datang dari Amerika 2 hari yang lalu.  Ia membaringkan badannya di ranjangnya dan meraih ponselnya, memeriksa pesan-pesan yang terbaikan beberapa hari ini. Ia senang mendapati sebuah pesan dari Min Hwa, pacar pertamanya.

FROM : Min Hwa

Oppa, kudengar kau masuk Rumah sakit. Gwaenchana? Cepat sembuh ya Oppa. Aku sangat mencemaskanmu. Kabari aku kalau kau sudah menerima pesan ini. Aku akan datang menemuimu secepatnya.

Aku mengetik balasan smsku padanya dengan cepat.

FROM : Kibum

Ne, benar.  Gomawo Min Hwa-ah. Sekarang aku sudah keluar dari rumah sakit. Tak perlu cemas, aku sudah sembuh.

 

Kibum lanjut membaca pesan selanjutnya,

FROM : 1011-4948

Annyeong, apa kabar, kibum oppa?

Walaupun nomor ini telah di hapus dari kontak ponselnya, tapi ia masih mengingat nomor ini karena dulu ia sempat mati-matian menghapalnya dan tentunya sekarang nomor itu masih membekas di memorinya. Tidak salah lagi!!  itu nomor ponsel Lee Soohyun. Catat itu! LEE SOOHYUN, yeoja yang pernah ia cintai dan pernah menyakitinya, kini menghubunginya lagi.

***

@Incheon

FROM: Mr Rabbit

Annyeong Hyun. Kabarku saat ini sedang kurang baik Soohyun-ah. Mianhae aku baru sempat membalas pesanmu.

“UHUK UHUK,” Soohyun tersedak batuk membaca nama pengirim pesan di ponselnya. Mr Rabbit? Kim Kibum? Ia tidak menyangka Kibum akan membalas pesannya karena pesan itu telah Soohyun kirim sejak 2 hari yang lalu. Untung ia tidak menyemburkan makanan itu ke wajah Minho.

“Kau kenapa Soohyun-ah?” tanya Minho yang duduk tepat di depannya saat makan siang di kantin,

“Makan pelan-pelan sayang. Ini, minum dulu jjagi”. Minho menyodorkan minumannya dan Soohyun meminumnya hingga tersisa hanya setengah botol.

 

TO : Mr Rabbit

Kurang baik? Wae? Apa kau sedang sakit?

“Gomawo Minho-ya. Oh ya, bagaimana ujian Statistik mu tadi jjagi? Apa kau bisa mengerjakannya dengan baik?” tanya Soohyun sambil mengetik sms balasan diam-diam dan berusaha mengalihkan perhatian Minho dari tangannya.

“Untung tadi aku bisa menyelesaikannya. Semoga hasilnya bagus,” jawab Minho bersemangat. Terlihat jelas bahwa ujiannya tadi sukses besar.

Ponsel Soohyun kembali bergetar, ia mengintip ponselnya dengan penasaran.

FROM: Mr Rabbit

Iya. Sudah 3 hari aku rawat inap, makanya kemarin tidak sempat membalas pesanmu. Keundae, aku sekarang sudah pulang. Oh iya, Semua ini karena aku sakit HATI. Hepatitis. Hehe

 

TO : Kibum

Kenapa kau tidak bilang padaku? Aku kan bisa ke Seoul menjengukmu. Bukankah kita ini teman?

 

Soohyun kecewa dengan Kibum, bisa-bisanya dia mempertahankan rasa cueknya di saat dia sakit. ‘Keras kepala’, umpat Soohyun. Dia kan tinggal sendiri di Korea, bisa-bisanya dia tidak mengatakan kalau dia sakit? Lalu siapa yang mengurusnya coba?

“Soohyun-ah.,” Minho memanggil untuk ketiga kalinya.

“Soohyun-ah.. Hallooo” Minho melambaikan tangan tepat di depan wajah Soohyun. Pikiran Soohyun melayang entah kemana.

“Jjagiyaaaa…” Minho memencet hidung kecil Soohyun.

“Hah?!” Soohyun sesak napas.

“Lagi banyak pikiran ya Jjagi?”

Soohyun menggelengkan kepalanya, lalu menyendok sesuap nasi ke mulutnya.

FROM : Kibum         

Aku juga punya teman di Incheon, dia juga tidak bilang kalau dua bulan ini dia sudah punya pacar.

 

“MWO!!” Makanan Soohyun di mulut muncrat keluar dan nyaris mengenai Minho.

“Ya!” teriak Minho. Soohyun memilih mengabaikannya.

‘Dari mana ia tahu kalau aku sudah punya pacar?’ Soohyun kaget setengah mati.

 

FROM : Soohyun

Mianhae Oppa.. Aku tidak bermaksud begitu..

————-

FROM : Kibum

Gwenchana Soohyun-ah. Selamat ya sudah mendapatkan pacar baru. Chukae. Semoga hubungan kalian berjalan dengan baik.

JLEB! Soohyun merasakan sebuah panah menancap tepat di hatinya. Entah kenapa ia tidak suka pesan terakhir ini, apa lagi mengingat ia masih menyukai Kibum.

“Kau kenapa Soohyun-ah. Kau makan bersamaku tapi dari tadi aku bicara tidak di dengarkan. Kau sibuk dengan ponselmu. Kau email-an dengan siapa?” Minho meluapkan kekesalannya karena Soohyun terus-terusan mengabaikannya.

Soohyun hanya diam, Ia tidak ingin berdebat. Hatinya capek. Ia hanya menunjukan pesan terakhir dari Kibum. Minho membacanya dan terdiam.

***

@Seoul

Kim kibum menghela napas panjang karena akhirnya dia bisa mengucapkan selamat pada Soohyun. Sebenarnya dia senang menerima pesan dari Soohyun. Mereka sudah lama sekali tidak berkomunikasi. Ia menunggu balasan dari Soohyun, tapi nihil.

TING TONG!

Kibum beranjak ke pintu untuk membuka pintu. Ibunya pasti sudah selesai belanja.

“Oppaaaaaa!!!” ,Seorang yeoja langsung memeluknya erat ketika Kibum membuka pintu. Kibum berusaha melepaskannya, tapi pelukannya terlalu erat. Ia pun tak tega.

“Aku tadi ke rumah sakit oppa, tapi kata suster, kau baru saja check out. Makanya aku mengirimmu pesan. Aku ingin memastikan bahwa keadaanmu baik-baik saja.” Gadis bernama Min Hwa ini tidak ingin melepaskan pelukannya, ia bahkan mempererat pelukannya dan Kibum membiarkannya.

 

Kibum’s POV

Ceklek! Aku membuka pintu dan di depanku berdiri seorang yeoja memakai dress biru muda dengan rambut coklat sebahu. Aku mengenali gadis ini. Dia cinta pertamaku, Min Hwa.

“Oppaaaa!!” Min Hwa langsung memelukku erat ketika ia menyadari aku telah berdiri tepat di depannya. Aku merasa risih dan ingin melepaskannya. Pelukannya terlalu erat.

“Aku tadi ke rumah sakit oppa, tapi kata perawat, kau baru saja check out. Makanya aku mengirimmu pesan. Aku ingin memastikan bahwa keadaanmu baik-baik saja.” Aku bisa merasakan ia mempererat lingkaran tangannya di pinggangku dan merapatkan kepalanya di dadaku. Tiba-tiba aku teringat Soohyun. Aku teringat Soohyun pernah memelukku dengan cara yang sama.

Aku hampir saja membelai rambut lurus Min Hwa. Untunglah aku tersadarkan. Ya ampun Kibum, Ini bukan Soohyun. Aku segera menarik tanganku yang beberapa centi lagi menyentuh rambutnya. Kemudian, aku melepaskan pelukan Min Hwa.

“Wae oppa? Apakah aku salah memelukmu?” Ujar Min Hwa kaget ketika aku melepaskan lingkaran tangannya di pinggangku. Aku mengabaikannya dan memasang wajah secool mungkin.

“Kau tidak mempersilahkan aku masuk oppa?” tanya Min Hwa mengintip ke dalam apartemen. Tiba-tiba ia langsung menyelinap masuk ke dalam sebelum aku memberinya ijin.

“Ya! Tunggu dulu!” ujarku segera menyusul Min Hwa ke dalam.

Aku menarik tangan Min Hwa yang baru akan duduk di sofa. Min Hwa menatapku polos.

“Pulanglah..” pintaku.

“Wae oppa? Kau mengusirku pulang? Kau tidak senang aku kesini?” tanyanya dengan wajah yang dibuat seinnocent mungkin.

“Bukan begitu Min Hwa-ah. Eommaku akan segera pulang dari Mall, aku tidak ingin dia salahpaham melihat kita berdua di sini, jadiiii…” aku berusaha mencari alasan yang tepat kenapa ia harus segera pulang.

“Ahjumma di sini? Jinjja?Kebetulan, Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya” Min Hwa tampak tidak mengerti maksudku dan dengan santai ia duduk di sofa. Dia ini memang tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti? Aku terpaksa menarik tangannya hingga ia berdiri dari sofa.

“Arraseo…” Min Hwa melepaskan tangannya dan langsung menangkup pipiku lembut. Entah apa yang akan dilakukan, aku hanya berharap Min Hwa cepat pulang. “aku pulang dulu ya, oppa”. Fiuh!! Aku bernapas lega.

‘Chu’

Ia mencium pipi kananku. Aku terdiam kaget. Apa yang dilakukan yeoja ini? Berani sekali. Aku teringat Soohyun yang pernah mencium pipiku saat Soohyun berulang tahun yang ke 19. Cuma sekali selama kami berpacaran. Soohyun pelit sekali memberikan ciuman, meskipun hanya ciuman di pipi. Sementara Min Hwa begini mudahnya memberikanku ciuman. Aku spontan memegang pundaknya dan mendorongnya badannya menjauh.

“Kau terlihat gugup oppa? Apa Soohyun jarang menciummu?” GLEK!

Min Hwa mengambil tas putihnya di sofa dan pergi keluar dengan senyuman kemenangan.

“Oppa annyeong,” ia mengedipkan matanya dan melambai aegyo.

***

Author’s POV

@Incheon, Kamar Lee Soohyun

“MWO?!” Soohyun terbelalak kaget membaca majalah gosip.

Yeoja Misterius Kim Kibum Terungkap!!

Seoul. Yeoja misterius yang Kibum sembunyikan selama ini akhirnya terungkap juga. Baru-baru ini telah beredar foto mesra Kibum bersama seorang yeoja berdress biru yang di yakini adalah penyebab keluarnya Kibum dari Super Junior. Foto-foto tersebut membuat snower, fans Kibum, menangis darah. Bagaimana tidak, Kibum berpelukan dan di cium oleh yeoja yang belum diketahui namanya siapa.

Yeoja berambut cokelat ini di kabarkan adalah fisrt love sang aktor. Hingga saat ini, belum ada penjelasan langsung dari namja cute tersebut. Banyak yang menduga…..

Soohyun spontan meremas gambar yang dilampir di majalah tersebut, foto Kibum di cium oleh yeoja yang jelas bukan dirinya. Tangan soohyun melumat kertas itu hingga menciut menjadi bola kecil lalu melemparnya sekuat tenaga ke tong sampah yang terletak cukup jauh darinya.

Ia tak menyangka Kim Kibum segenit ini, berpelukan? Bahkan di cium? Yang benar saja! Yeoja berdress biru itu, Soohyun mengenalinya, tidak salah lagi, tentu saja itu Min Hwa. Ternyata Kibum sudah kembali ke pelukan cinta pertamanya. Hati Soohyun seperti remuk, secara tidak sadar ia telah meneteskan air mata di pipinya. Lagi dan lagi ia menangis gara-gara Kibum.

‘Ne.. kau tidak salah oppa, akulah yang meninggalkan dirimu. Aku juga yang melanggar janji untuk tidak berpacaran lagi. Wajar kalau kau… hiks hiks’ Soohyun menjerit dalam hati, ia mengambil boneka anjing pemberian kibum dari ranjangnya, lalu membongkar lemari bukunya, mencari album fotonya bersama kibum. Ia menjejalkan semua barang pemberian kibum di dalam kardus. Mengisolasinya dengan kasar, lalu menjejal kardus itu bersama barang-barang rongsokan di gudang.

“Aku akan melupakanmu, oppa..” ujar Soohyun sambil menyeka air matanya yang terus mengalir turun.

BLAM!

Soohyun menutup pintu gudang. Ia mengunci semua kenangan dan harapannya di dalam gudang untuk selamanya. Berharap kenangkan dan harapan itu akan habis tererosi oleh arus waktu yang terus berjalan.

***

“Happy 7 Month Anniversary, Jjagiya!”, Ujar Minho tulus ketika ia memboncengi Soohyun untuk pergi dinner bersama.

“Sama-sama Jjagiya..” Soohyun mempererat pelukannya dan menyandarkan kepalanya di punggung Minho yang lebar,“kalau boleh jujur ini pacaran terlamaku loh, jjagi.”

“Semoga hubungan kita berjalan lancar ya dan kau makin menyayangiku,” kata Minho tersenyum di balik kaca helmnya. Tangan kirinya menggengam lembut jemari Soohyun.

‘Saranghae Choi Minho! Gomawo kau masih mau bersamaku’ bisik Soohyun dalam hati kecilnya dan berharap Minho mendengarnya.

Dua bulan terakhir ini, Soohyun merasakan kalau ia semakin menyayangi Minho, bagian hatinya untuk Minho mulai membesar, bahkan mulai menggerogoti bagian hatinya buat Kibum. Entahlah, Ia melihat pengorbanan Minho yang tulus bersamanya. Ketika Minho menyusulnya ke dokter saat ia sakit. Ketika Minho menemaninya mencari Apartemen di Gimposi karena Soohyun harus magang di sana selama sebulan.

Dan Soohyun juga terharu dengan Minho yang sering mengunjunginya ketika ia berada di Gimposi, apalagi Minho pernah terjatuh dari motornya dalam perjalanan ke Gimposi karena mengendarai motor terlalu cepat. Soohyun dapat merasakan jantungnya copot ketika Minho mengiriminya pesan ‘Jjagi, aku mungkin akan terlambat ke sana, aku harus ke bengkel untuk memperbaiki beberapa bagian motor, aku terjatuh tadi. Mianhe Jjagi’. Hati Soohyun merasa lega ketika ia mendapati Minho ke Gimposi tanpa terluka. Ia berterimakasih banyak untuk hal ini kepada Tuhan, ‘Terim kasih telah melindungi Minhoku, Tuhan,’

Sementara Kibum, Soohyun mulai bisa melupakannya, ia sengaja tidak mengirimkan Kibum email atau semacamnya ketika ia mengganti nomor ponselnya. Lee Soohyun sudah menerima fakta bahwa Kibum harus ia lupakan dan Choi Minho lah yang harus selalu ia ingat di dalam hatinya.

“Jjagi , kau malam ini tampak tampan,” Goda Soohyun mengintip wajah Minho dari balik kaca spion sepeda motor.

“Ne, aku kan mau dinner sama yeojaku yang cantik,”

“Yeoja cantik? Nugu?” Soohyun pura-pura tidak tahu.

“Itu!” tunjuk Minho melalui kaca spion, “yeoja itu sedang duduk di belakangku”

Soohyun merasakan wajahnya memanas, rasanya ia tersipu malu dan seperti biasa, Soohyun pun spontan mencubiti lengan Minho.

“Aw.. aw.. sakit jjagi… nanti kita jatuh loh”, Minho bergidik ke kiri dan ke kanan, motor mereka sedikit kehilangan kendali.

***

“Jjagi, kau ingat tidak? ini tempat kita pertama kali dinner loh, saat aku masih mendekatimu,” tanya Minho sambil menarik kursi dan mempersilahkan Soohyun duduk ketika mereka sudah berada di Sanchon Restaurant.

“Tentu saja, mana mungkin aku lupa ”. Soohyun terharu karena Minho masih mengingat restaurant ini, tempat pertama kali mereka dinner berdua.

“Sekali lagi Happy 7 month Anniversary ya… ” ujar Minho sambil melirik jam tangannya, “tepat jam 8.17, betulkan jjagi?”

“Ne…” Soohyun tertunduk malu, sejujurnya ia tidak ingat jam berapa mereka jadian dulu. Kenapa namja ini begitu romantis, sampai jam dan menitnya saja dia bisa ingat.

Mereka memesan beberapa makanan ketika waitress mendatangi mereka. Semenit kemudian waitress itu pergi dan mereka melanjutkan pembicaraan.

“Jjagi, sebelum kau pacaran denganku, kau pacaran dengan siapa? Bolehkah aku tahu namanya?” Soohyun memasuki topik yang membuat Minho agak cemas. Entah kenapa, Minho tidak suka dengan topik yang satu ini. Topik yang berbahaya menurut Minho.

“Kim Soo-in. Wae? Kok mendadak tanya ini?”

“Soo-in? Mirip dengan namaku ya? Soohyun. Gwaenchana Minho-ya.. kita kan udah cukup lama pacaran, ku rasa tidak ada masalah kalau aku tahu.”

Soohyun mengigit bibir bawahnya dan memutar kedua bola matanya sambil memikirkan pertanyaan selanjutnya, sementara Minho merasakan jantungnya semakin berdetak cepat menunggu pertanyaan Soohyun. Apakah pertanyaan ini akan membunuh Minho?

“Minho-ya, kau pernah bilang, kalau kau naksir aku ketika kita jalan ke air terjun di Hyejadong? Tanggal berapa ya kita ke Hyejadong dulu?”

Fiuh. Minho bernapas lega, ternyata bukan pertanyaan membunuh. Detak jantungnya pun mulai melambat. “Tanggal 24 Januari 2012 Jjagi.”

“Ini pesanannya tuan dan nona..” sela waitress sembari menghidangkan makanan di atas meja.

“Terimakasih” Balas Minho dan Soohyun berbarengan. Waitress itupun pamit pergi.

“Hmm…kapan kau putus dengan Soo-in?” Soohyun lanjut bertanya dan menatapnya serius tak berkedip sedikitpun

GLEK! Minho mulai gelisah. Ia bingung akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

“Errr… tanggal 17,” jawab Minho gugup.

“Januari?” tanya Soohyun, Minho mengangguk pelan, menunggu reaksi Soohyun dengan takut-takut.

“2012?” tanya Soohyun lagi, dan Minho menangguk pelan lagi.

“YA! CHOI MINHO! Kau ini playboy ya?” Soohyun menjerit kecewa.

“Wae? kan sudah putus jjagi,” Minho memasang wajah memelas.

“Ne.. memang kau sudah putus, tapi kan baru errrr seminggu,” Soohyun menghitung dengan jari kecilnya, tanggal 17 ke tanggal 24, “bagaimana mungkin kau bisa langsung menyukai yeoja lain dalam waktu sesingkat itu? padahal kau baru seminggu putus. Dasar playboy!

“Aniyo jjagi… ” Minho kehabisan kata-kata.

Ia ingin membela diri, tapi apa yang di bilang Soohyun adalah benar. Minho takut kalau Soohyun berpikir bahwa dirinya adalah pelarian. Ia benar-benar menyukai Soohyun saat itu, tidak ada kaitannya dengan dia baru putus seminggu.

“Kalau tau begini, dulunya mungkin aku…. ahhhh… sudah terlambat. Kita sudah terlanjur berjalan 7 bulan.” Soohyun menyendokkan sesuap nasi ke mulutnya dan mengunyahnya dengan kesal. Ia menyesal kenapa tidak mengetahui fakta ini sebelum ia menerima Minho menjadi namjachingunya, sebelum mereka menjalani hubungan sejauh ini, dan sebelum ia terlanjur sayang kepada Minho.

Suasana mendadak menjadi hening beberapa menit.

“Hyun-ah, 4 bulan lagi kau sudah mau lulus ya? Apa kau sudah melamar pekerjaan?” Minho mulai memecahkan keheningan.

Soohyun menghentikan sendok yang sudah hampir masuk ke mulutnya. Ini dia. Ia berpikir ragu. “Aku tidak melamar kemanapun Minho-ah. Aku berencana melanjutkan S-2 di Tokyo University,” jawab Soohyun pelan.

Minho merasakan jatungnya teremas, Soohyun akan ke Jepang dan meninggalkannya di Incheon?

“Apa kau akan mengunjungiku di Tokyo, seperti kau mengujungiku di Gimposi dulu?” lanjut Soohyun karena Minho tidak merespon pernyataannya tadi.

“Ne, aku punya Ahjumma di Tokyo, aku berjanji akan mengunjungimu, walau tidak bisa sesering aku mengujungimu di Gimposi,” Minho tersenyum untuk menutupi kekecewaannya menerima berita tersebut.
Soohyun mengangguk, ia paham kenapa Minho tidak bisa sering mengunjunginya seperti saat di Gimposi dulu. Karena untuk ke Tokyo, harus menggunakan pesawat selama 3 jam. Berbeda dengan ke Gimposi, 45 menit memakai sepeda motor.

***

Minho’s POV

“Gomawo ya untuk malam ini Jjagi,” kataku tulus sambil melepaskan helm ketika kami sampai di depan kostan Soohyun, “Gomawo sudah mau menemaniku makan dan menemaniku jalan Hyun-ah,”

“Ne… terimakasih juga Jjagi” , Jawab Soohyun sambil mengembalikan helm yang ia pakai kepadaku. Simple sekali jawabannya, yah Lee Soohyunku memang selalu begini. Tidak romantis dan cuek. Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya.

“Saranghae, Soohyun-ah,” ujarku dan Soohyun hanya tersenyum malu tanpa membalas ‘Na do saranghae atau apapun’. Ya ampun Lee Soohyun, tidak bisakah kau sedikit romantis? Ia hanya tersenyum menatapku.

“Jjagiya, kau tidak mau membalasku? Harusnya kan disaat seperti ini kau mengatakan na do saranghae Minho-ya begitu,” pancingku sambil memasang wajah memelas andalanku.Walaupun penerangan lampu jalan agak gelap, tapi aku dapat melihat wajahnya memerah malu.

“Na…na do,” ujar Soohyun pelan, wajah Soohyun semakin memerah. Fiuuuh akhirnya membalasku juga. Aku tersenyum lega.

“Jjinja? Popo..” godaku sambil menunjuk kedua pipiku dengan telunjuk.

“Andwae!!!” Soohyun menggelengkan kepalanya, kini wajahnya sudah memerah seperti kepiting. Ia selalu grogi kalau aku meminta ciuman darinya. Mungkin setelah 5 tahun pacaran, baru aku bisa mendapatkan ciuman itu. =.=

“Ayo pulang, sudah malam loh,” Soohyun berusaha mengalihkan pembicaraan dan aku hanya tersenyum melihat dirinya salah tingkah. Manis sekali. Aku benar-benar menyayanginya.

***

Author POV

Ceklek! Soohyun memasuki kamarnya. Ia langsung manatap cermin dan mendapatkan wajahnya masih memerah padam. Ia menepuk pipinya dan duduk di atas ranjang. Mendadak ia teringat Minho yang meminta dicium tadi.

“Kyaaa!!” Soohyun menjerit sambil memeluk erat Boneka monyet pemberian Minho. Ia menenggelamkan kepalanya di boneka, malu sendiri.

Drrrt Drrrt

Satu pesan masuk. Soohyun meraih ponselnya dan berharap itu pesan dari Minho.

From : 1234-5678

Annyeong, Aku Kim Soo-in. Mantan Yeojachingunya Minho.

Bagaimana kabar hubungan kalian? Apa berjalan baik?

 

‘HAH? Kim Soo-in? Rasanya barusan kami membicarakannya saat dinner tadi. Sekarang dia langsung menghubungiku. Dapat nomor ponselku dari siapa?’, Soohyun terperanjat kaget mendapati pesan dari Soo-in. Setelah memikirkan akan membalas pesan atau tidak. Akhirnya Soohyun memutuskan untuk membalas pesan itu.

 

To : 1234-5678

Annyeong Soo-in ssi. Ne, hubungan kami berjalan sangat baik

————-

From : 1234-5678

Jinjjayo? Aku dengar Minho sering mengeluh kalau sikap kau cuek. Sepertinya hubungan kalian tidak sebaik yang kau pikir.

——————————————————————————————–

To : 1234-5678

Keundaeyo, kau dengar dari mana kalau aku cuek? Apakah Minho pernah menceritakan kepadamu?

——————————————————————————————–

From : 1234-5678

Minho tidak pernah menceritakan langsung kepadaku, tapi aku sering mendengar kalau ia mengeluh tentang hubungan kalian. Kau seperti tidak menganggapnya sebagai namjachingumu. Apakah kau tidak menyayanginya? Bagaimanapun aku pernah menjadi yeojachingunya, aku tahu ia sangat baik seperti superman. Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu kepada supermanku.

——————————————————————————————–

‘Superman KU? OMO?!!! Yeoja ini benar-benar gila, aku saja yang yeojachingunya Minho tidak pernah memanggil Minho Superman KU’

Soohyun merasakan virus cemburu menyerang hatinya, kepalanya mulai memanas, tapi ia berusaha menjaga emosinya tetap stabil.

To : 1234-5678

Tentu saja, Aku menyayanginya. Mungkin aku bukan yeoja yang bisa menunjukkan perasaanku seperti mu. Aku memang cuek, tapi bukan berarti aku tidak menganggapnya sebagai namjachinguku.

——————————————————————————————–

From : 1234-5678

Ohya, Ku dengar, kalau kau ingin melanjutkan studymu ke Jepang. Jika sedekat ini saja kau tidak bisa menjaga perasaan Minho, bagaimana kalau kau berjauhan dengannya ya? Apa kau yakin Minho bahagia di sisimu? Apa kau yakin bisa menyayangi Minho melebihi rasa sayangku padanya?

—————————————————

JLEB! Lee Soohyun merasakan sebuah panah menancap tepat di jantungnya. Ia mengakui bahwa ia belum bisa menyanyangi Minho seutuhnya karena di hatinya masih ada tempat untuk Kim Kibum. Selama ini hubungannya dengan Minho berjalan lancar karena Minho selalu berada di dekatnya. Minho bisa mendekapnya dalam pelukan jika ia mulai ragu akan perasaannya. Ia merasakan es-es keraguan yang selama ini berhasil ia tenggelamkan, kini mulai muncul di permukaan hatinya. Sedekat ini saja, Minho sering merasa terabaikan olehnya, bagaimana jika ia di Jepang nanti?

Soohyun mulai berpikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Minho. Minho adalah namja yang luar biasa baik, terlalu egois jika ia menahan Minho di sisinya, sementara ia masih memikirkan kibum. Mungkin akan lebih baik jika ia merelakan Minho bersama Kim Soo-in, lagipula yeoja itu bisa memberika perhatian dan kebahagiaan yang selama ini tidak bisa ia berikan kepada Minho.

‘Eoddeohge? Bagaimana ini?’ Soohyun memeluk bonekanya frustrasi

 

TBC

2 thoughts on “Love Makes You Look So Stupid [Part 1]”

  1. rumit ya -_-
    tapi sebenernya soohyun itu bener-bener sayang atau nggak sih sama Minho ?
    kok aku ngerasanya dia masih suka sama KIbum ya ?
    ish , apa-apaan itu Kim Soo In , yeoja aneh
    udah putus ya udah , nggak usah panggil-panggil Superman-ku juga -,-
    dasar -_- #kekisendiri

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s