YY COUPLE : MY ‘OLD HUSBAND’ PART 5

 

Cheolyong POV

Bercerai secara pribadi ? ya ya, aku tahu ini gila dan aku tahu bahwa aku memang sudah gila. Setelah mengajaknya berbicara di sungai han, aku akui hatiku sedikit lebih tenang. Tapi sungguh, melihat wajahnya seperti itu kenapa aku semakin mencintainya? Ah, ntahlah aku tidak tahu!

Okey, dengan berat hati aku meninggalkannya di sungai han seorang diri. Aku tahu bahwa dia juga terpukul dengan keputusan seperti ini, tapi hey hey. Aku bukan nappeun namja tapi aku mencoba untuk menuruti apa yang diinginkan oleh ‘mantan isteriku’. Errr .. mantan istri? Tidak tidak, dia tetap istriku sampai mati. Hahahahah

Sebenarnya apa yang aku katakan padanya, tidak sepenuhnya benar. Perlu dicatat, bahwa seorang Ban Cheolyong tidak akan mencari yeoja lain karena Ban Cheolyong masih memiliki istri yang sah secara hukum. Tapi aku pasti akan mencari wanita lain jika Lee Yeonji sudah membawa seorang namja yang dicintainya dan ingin menikah dengannya ke hadapanku. Setelah itu, mungkin aku akan bunuh diri? Ah, tapi itu tidak mungkin. Aku tahu seberapa besar Lee Yeonji mencintai seorang Ban Cheolyong.

Errr .. apa kalian merasa bahwa aku ini plin-plan? Ya ya, terserah kalian. Terkadang mencintai seseorang itu tidak selalu berjalan dengan baik, terkadang aku sangat percaya bahwa dia mencintaiku tapi terkadang aku merasa dia tidak pernah mencintaiku dari awal pernikahan. Benarkah seperti itu? ya setidaknya itulah pemikiran seorang Ban Cheolyong yang manis J

Kalian tahu, sekarang aku berada di kamar dorm. Aku tidak pulang ke rumah karena ya aku harus menenangkan hatiku lagi. Hohoho … aku tidak akan menceritakan tentang perceraikan konyolku pada hyung-hyungku. Kalau mereka tahu, aku bisa mati karena harus operasi telinga gara-gara ocehan para hyungku terutama Seungho hyung. Menyebalkan bukan?

Baru saja aku akan menutup mata, tapi pintu kamarku sudah dibuka oleh leader MBLAQ.

“  tidurlah, besok kita akan syuting perdana Hello Baby.” Ucapnya singkat kemudian kembali menutup pintu kamarku.

“ AKU INGAT HYUNG, AKU INGAT !” teriakku kesal.

***

Kalian tahu sekarang aku ada dimana, ya di sebuah ruangan yang ntahlah. Tapi yang aku tahu ini ada hubungannya dengan reality show yang akan diikuti oleh kami. Setelah beberapa lama kami berbicara akhirnya aku dan hyung-hyungku dibawa kesebuah tempat seperti museum yang didalamnya ada bermacam-macam pakaian adat dan pernak-pernik yang ada diseluruh dunia.

Setelah melihat ada apa saja di museum itu, aku dan hyung-hyungku diharuskan memakai pakaian adat. Apa? Aku harus memakai pakaian adat yang err … aku melihatnya seperti pakaian yeoja? Ya Tuhan, oke aku harus tetap melakukannya.

Kalian tahu, aku tidak akan menceritakan bagaimana syuting perdana Hello Baby karena itu akan sangat melelahkan dan aku tidak pintar bercerita. Tapi aku hanya bisa mengatakan bahwa ini sangat melelahkan dan hyung-hyungku sangat menyebalkan. Kalian bisa melihatya sendiri dan kalian akan tahu bagaimana perjuanganku-___-

Lee Yeonji POV

Hari ini aku akan membuka hari yang baru dengan status yang baru. Semalam ketika aku pulang ke rumah tidak menemukan Cheolyong, mungkin dia berada di dorm. Kecewa ? oke oke, jujur aku kecewa karena aku tidak melihatnya dan merengek minta makan padaku. Errr .. aku juga diantar oleh bos baruku dan namanya adalah Kim Jongwoon. Aku tidak berbohong bahwa dia lebih tampan dari ‘mantan suamiku’ tapi meskipun begitu aku masih mencintai ‘mantan suamiku’ J

“ okey Lee Yeonji, stop memikirkan mantan suamimu itu. stop stop semangat!” ucapku menyemangati diriku sendiri.

Hari ini aku berangkat kuliah dan ya ya aku bertemu lagi dengan dosen tampan itu. bisakah aku mengencani dosenku sendiri? Hahaha .. itu pasti akan sangat menyenangkan jika ada kabar ‘mahasiswi yang mengencani dosennya sendiri dan mereka terlihat sangat cocok’. Hahahah

Okey, lagi-lagi aku bercanda. Tapi Lee yeonji dan Lee Jinki, bukankah ini sebuah takdir dengan kesamaan marga yang kami miliki? Ya Tuhan, sepertinya aku harus ke rumah sakit untuk memeriksakan kejiwaanku.

“ Ban Cheolyong, ini semua gara-gara kau jika aku sampai gila ! ck, sialan.”

Aku segera memasuki kelasku dan tidak lama kemudian kelas pun masuk. Beberapa menit kemudian dosen tampan itu masuk dengan setelan jas yang cocok di tubuh tegapnya dengan sebuah kacamata ala Harry Potter yang membingkai mata sipitnya. Ya Tuhan… jantungku jantungku -_____-

***

Setelah dari kampus aku langsung menuju ke restaurant untuk bekerja.

“ bekerja dengan baik karena aku harus menghidupi diriku sendiri.” Ucapku sebelum masuk ke dalam restaurant.

Setelah mengganti pakaianku dengan seragam pelayan, aku siap untuk melayani pengunjung dengan ramah dan senyuman yang manis. Hahaha … hari pertama kerja sangat melelahkan karena sangat ramai pengunjung. Aku tidak bisa beristirahat karena di restaurant ini hanya ada 5 pelayan termasuk Kim Jongwoon pemilik restaurant ini.

Kakiku ini tidak berhenti untuk bergerak untuk melayani pengunjung yang seakan tidak ada habisnya. Jika boleh aku akan berteriak dan mengusir pengunjung-pengunjung itu untuk mencari restaurant lain yang jauh lebih besar dan mewah. Rasanya aku ingin menangis karena keadaan seperti ini tidak ada didalam bayanganku, waktu itu aku kesini sangat berbeda keadaannya. Tapi sekarang?

Benarkah sekarang aku boleh istirahat? Oh Tuhan, terima kasih J  baru saja aku akan keluar restaurant tapi sebuah suara berat mencegahku.

“ hey, kau mau kemana? Sekarang waktunya makan.” Ucap Bossku.

Aku segera menuju meja makan yang cukup panjang di bagian belakang restaurant. Semua pelayan, tukang masak dan pemilik restaurant berkumpul di disini untuk makan dan melepas penat bersama.

“ mari makan.” Ucap Jongwoon.

Setelah itu kami sibuk dengan makanan kami sendiri. Kalian tahu aku makan seperti orang kelaparan yang berada di Afrika, sungguh aku sangat lapar dan lelah.

“ terima kasih atas kerja keras kalian hari ini.” Ucap Jongwoon setelah selasai menyantap makanannya.

“ neee” ucap semuanya serentak kecuali aku.

Setelah itu semuanya meninggalkan meja makan, kini hanya ada aku dan Jongwoon.

“ terima kasih, kau bekerja dengan baik hari ini.”

“ itu sudah seharusnya aku lakukan.”

“ sekarang kau boleh pulang.”

“ hah? Anio, aku ingin disini sampai restaurant tutup.” Ucapku.

“ ya itu terserah padamu tapi jangan kau pikir kau kan mendapat gaji lebih dariku.” Ucapnya kemudian tersenyum dengan manis.

Aku hanya bisa tersenyum menanggapi ucapannya.

***

Malam ini aku diantar oleh bossku lagi. Sebenarnya aku sudah menolak tapi dia lagi-lagi menyeret tanganku. Kenapa dia sama dengan mantan suamiku yang suka menyeret tangaku? Setelah sampai aku segera keluar dari mobilnya dan mengucapkan terima kasih.

Aku melihat mobil Cheolyong sudah terparkir indah di halaman rumah, okey aku harus bersikap biasa-biasa saja di hadapannya. Aku membuka pintu dan tidak menemukan dia, aku langsung menuju kamar dan membersihkan diri. Ketika aku membuka lemari pakaian aku tidak melihat pakaian Cheolyong di lemari yang sama denganku. Sedikit miris melihatnya tapi bagaimana lagi, sekarang kami sudah ‘bercerai’. Setelah selasai berpakaian aku ingin langsung tidur tapi telingku menangkap sesuatu yang mencurigakan? Aku keluar kamar dan mencari sumber suara. Dapur, ya aku melihat Cheolyong sedang berkutat dengan alat-alat memasak.

“ yak ! kau jangan menghancurkan dapurku, kau mau apa hah?” teriakku.

“ kau tidak lihat hah?! Aku sedang memasak.” Ucapnya tanpa menoleh kearahku. Sial!

“ kau jangan sok pintar ! minggir, akan aku masakkan untukmu.” Usirku tapi dia tidak menghiarukan ucapanku.

“ Ban Cheolyong, minggirlah ! kau mau mati hah!” okey, aku mulai kesal sekarang.

“ kau pikir kau pintar memasak huh!” ucapnya sebelum minggir dan duduk di kursi meja makan.

Setelah beberapa saat aku berusaha untuk memasak untuknya, akhirnya aku berhasil membuatkannya nasi campur. Aku menyodorkan di depan wajahnya dan aku kemudian duduk didepannya dan ikut makan nasi campur yang aku buat untukku sendiri.

“ kalau kau lapar, kau tinggal menelepon restaurant dan suruh mengantarkan ke rumah atau kau bisa menyuruhku.” Ucapku disela-sela makan.

“ diamlah dan makan makananmu.” Perintanya. Ck !

“ kau jangan sok pintar memasak, memang aku tidak pintar memasak tapi masakanku jauh lebih baik dari masakanmu. Kau harus tau itu.” ucapku lagi.

“ Lee Yeonji.”

“ okey, aku diam.”

Sekarang keadaan menjadi canggung, aku tidak menyukai keadaan seperti ini. Beberapa menit kemudian aku melihatnya sudah menghabiskan nasi campur masakanku.

“ eumm… Ji~a, kau dari mana saja huh? Kenapa pulang kuliah sangat larut?” tanyanya.

“ huh? Aku baru pulang kerja.”

“ apa kau tidak mendengar ucapanku, aku akan tetap menghidupimu dan aku masih mampu untuk memberimu hidup yang layak.”

“ kau yang tidak mendengar ucapanku, aku tidak akan bergantung lagi padamu terutama soal materi. Aku bisa menghidupi diriku sendiri.” Jelasku.

“ kenapa kau keras kepala sekali? Kau tahu, seorang yeoja tidak baik jika pulang larut malam.”

“ kau siapa hah? Kau sudah tidak bisa mengendalikan hidupku Yong~a.” ucapku dan lalu meninggalkannya sendiri.

Aku segera menuju kamar dan merebahkan tubuhku di ranjang. Aku sudah sangat lelah karena harus bekerja ditambah hal seperti ini. Aku pikir aku akan sekarat sebentar lagi dan itu karena Ban Cheolyong yang tua dan jelek. Ck

Sebenarnya aku ingin menangis, menangis karena lelah dan sikap namja itu yang membuatku tidak karuan. Tapi sepertinya air mataku sudah habis, jadi mungkin aku hanya bisa tersenyum miris dengan kenyataan yang konyol seperti ini.

Cheolyong POV

Bukannya aku tidak ingat ketika dia mengatakan bahwa dia bisa menghidupi dirinya sendiri, tapi aku hanya ingin menegaskan bahwa aku tidak ingin dia bekerja dan pulang cukup larut seprti ini. Kau tahu apa rasanya, rasanya aku seperti suami brengsek yang tidak tahu apa arti dari pernikahan yang sebenarnya. Aku seperti namja yang tidak tahu tanggung jawab itu seperti apa.

Aku segera menuju kamar tamu yang sekarang menjadi kamar pribadiku, ya aku sudah memindahkan semua barangku dari kamar kami. Baru satu hari setelah aku ‘menceraikannya’, tapi aku merasa aku sudah gila dan tidak waras. Apakah aku perlu ke psikolog? -____-

Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang, mencoba untuk menutup mata tapi nihil. Aku tidak bisa tidur dan aku sadar aku terkena insomnia. Ya Tuhan, sungguh aku ingin tidur sekarang.

***

Hari ini aku kembali syuting Hello Baby. Kalian tahu, tiga anak yang harus kami asuh adalah anak yang sangat manis dan lucu. Okey, aku mengaku bahwa kelak jika aku memiliki anak pasti anakku akan selucu dan semanis mereka atau mungkin lebih. Tapi aku sangat payah untuk merawat mereka. Aku appa yang buruk, jika seperti ini apakah bisa aku memiliki anak nantinya?

Sudah beberapa hari ini aku tidak pulang ke rumah dan tidak melihat wajah Yeonji, aku merindukannya. Aku memutuskan untuk pulang tapi sebelum itu aku mampir ke sebuah restaurant untuk mengisi perut. Agar nantinya aku tidak merepotkannya untuk memasakkan makanan untukku.

Setelah masuk ke dalam restaurant, aku segera mencari tempat. Seorang pelayang datang dan menyodorkan aku menu.

“ aku memesan makanan yang bisa membuatku kenyang.” Ucapku.

“ tapi tuan, makanan yang tuan maksud apa?”

“ ck, kau bodoh atau apa? Aku memesan makanan yang bisa membuatku kenyang.”

“ jwongsohamnida tuan. Ya baiklah, tunggu sebentar.” Ucap pelayan itu.

Di saat aku menunggu makananku datang, mataku menangkap seorang yeoja yang tengah duduk tempat kosong lain bersama seorang namja. Yeoja itu? ah itu Lee Yeonji, tapi pakaiannya? Aku tahu, ternyata disini tempatnya bekerja. Tapi siapa namja itu? ck, kenapa dia cepat sekali menemukan namja lain? Sudahlah !

Akhirnya makananku datang dan pelayan itu memberikan makanan itu dengan tangan yang sedikit bergetar. Sebelum pelayan itu pergi aku bertanya kepadanya.

“ nona, siapa yeoja itu?” tanyaku dengan menunjuk Yeonji dengan sebuah kuncir kuda dirambutnya.

“ oh yeoja itu. namanya Lee Yeonji, dia pelayan baru disini tapi dia sudah sangat dekat dengan boss kami.”

“ boss ?”

“ iya, namja yang duduk bersamanya. Dia boss kami namanya Kin Jongwoon.” Ucapnya.

“ terima kasih.” Ucapku.

Setelah pelayan itu pergi lalu aku langsung menyantap makananku dengan tidak bernafsu. Padahal aku sangat lapar, tapi tiba-tiba aku tidak bernafsu makan karena yeoja itu. sial ! aku menyantap makanan itu dengan mata yang terus menatap ‘mantan isteriku’ yang sedang bersenang-senang dengan namja lain.

Aku marah sekarang, aku tidak tahu kenapa. Padahal mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya saling tersenyum dan itu sudah membuat kepalaku panas. Setelah memabayar makananku aku segera menghampiri mereka dan menarik tangan Lee yeonji dengan keras.

“ ayo pulang.” ucapku dengan terus menarik tangannya.

Awalnya dia hanya diam saja tapi setelah sadar siapa aku, dia berontak dan mencoba untuk melepaskan tarikanku di tanganya.

“ Yong~a, lepaskan ! aku tidak mau, aku masih harus bekerja.”

“ lupakan pekerjaan konyolmu dan ikutlah denganku.”

Aku terus menarik tangannya sampai aku mendengar sebuah suara yang menghentikanku.

“ tuan, bisakah kau lepaskan tanganmu itu?”

Aku menolehkan kepalaku dan melihat namja itu menunjukkan wajah dinginnya di hadapanku.

“ apa hakmu?” tanyaku.

“ lepaskan tangamu dari gadisku!” ucapnya.

Seketika tanganku melepaskan tangannya.

“ gadismu?”

TBC

Mungkin tinggal beberapa part lagi ini ff udah aku endingin, jadi kalau ntar alurnya kecepetan ya maklum karena harus cepet2 di endingin. Terima kasih udah mau ngikutin ffku ini#bow maaf juga ffnya makin kacau dan nggak karuan, so lebih baik aku endingin cepet2 aja. hahah

13 thoughts on “YY COUPLE : MY ‘OLD HUSBAND’ PART 5”

  1. ckckckc …… yeonji km plh siapa dosen yg gntengggg,,, boss yg baikkkk,,,, at “mantan suami” yg km cintaiiii………… jgn plin plan g2 dehhhhh……

    next charapterrrr

  2. wah….
    ne yang plinplan mlah yeonji..
    ne org sebenere cintane sama sapa sich…

    author…cemungut…

  3. Ahhhh itu mireu sama yeonji mesen makanan nya sama2 aneh ‘makanan yang bisa membuatku kenyang’ hahaha mereka emg cocok…ckckck. Tp nyesek ngbca mrka gk sma2 lagi.. Huuuaaaa.. Kembalikan YY Together toooorrrr

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s