First : Meeting Ch. 1

Pertama-tama aku mau bilang, GAK JADI HIATUS! #plakplakplak orang gak tau malu#😀

Semoga suka ya sama ff ini. Cekidooot.

 

 

First : Meeting Ch.1

Author : Cho Yuji

Rating : PG-15

Genre : Romance, A lil bit Comedy (?), Friendship, School Life

Length : Chaptered

Cast : 

* Cho Yuji (OC) – Readers

* Park Sonya (OC)

* Find by yourself #eh

Disclaimer: 

Poster sama ceritanya milik aku, cast yang fiksinya juga milik aku. Readers teman aku. Komen adalah nafasku. Like adalah kebahagiaan bagiku. Silent Reader adalah musuhku. Maaf ya kalo ada typo😀

 

-CYS-

 

 

Matahari yang sudah lelah menerangi bumi, kini sedang mempersiapkan bantal dan guling untuk beristirahat karena esok ia harus bekerja lagi seperti biasanya. Seorang gadis tengah berjalan di suatu padang rumput nan hijau, menikmati senja yang akan segera berganti malam. Gadis itu pun melihat-lihat ke seraya berkeliling. Cahaya langit senja pun menyorot seluruh hamparan padang rumput itu, indah sekali.

 

Tiba-tiba saja dia melihat seorang pria membawa buku yang sangat tebal dan besar –lebar dan panjang- yang sangat dikenalnya. Wajahnya tak terlihat jelas karena cahaya orange dari matahari yang menghalangi penglihatannya, sehingga yang ia lihat hanyalah siluet dari orang tersebut. Gadis itu kebingungan karena dia merasa tidak melihat pria itu berada di sana sebelumnya.

 

‘Kau siapa? Kenapa kau membawa buku Fisika punyaku?’ tanya gadis berparas cantik nan anggun tersebut kepada seorang pria di seberang sana.

 

‘Oh, apakah ini milikmu, nona? Ini ku kembalikan.’ Pria itu menorehkan sesuatu di atas buku yang katanya milik gadis tadi dan melemparkannya asal ke arah sang gadis. Karena pria tadi melemparnya dengan asal, gadis itu pun berlari ke arah buku tersebut.  Tapi sayangnya dia tidak melihat ada batu kerikil yang menghalangi jalannya dan dia pun terjatuh dengan sukses. Untung saja buku itu tertangkap olehnya akan tetapi dalam keadaan terbuka. Halaman itu kosong, tetapi jika dilihat lebih teliti lagi, disana tertulis sesuatu.

 

Saranghae❤

-BH

 

Gadis itu pun kebingungan dengan maksud dari tulisan tersebut. Lalu ia pun menoleh ke arah datangnya pria tadi ingin bertanya.

 

‘Kau ini siapa sebe…’ namun belum selesai ia bertanya, dia pun dikecewakan oleh sesuatu.

 

Lelaki itu sudah pergi entah kemana.

-CYS-

Kring-kring.. Kring- kring..

Suara deringan Jam Waker yang sangat keras tersebut terus saja menggema memekakan telinga di dalam ruangan yang lumayan besar –atau bisa dibilang sebagai kamar tidur– ini, menantikan seseorang yang kini tengah terlelap di atas Kingbed miliknya untuk segera mungkin terbangun dari lelap tidurnya.

Akibat suara nyaring tersebut, si pemilik kamar yang tadi tengah terlelap pun kini terbangun seraya mengerjapkan kedua matanya. Pip, si ‘pengganggu tidur’ tersebut langsung berhenti berbunyi dengan sukses hanya dalam sekali tekan.

Buku-buku tebal –yang tadi malam dia pelajari sebelum tidur– di atas kasurnya pun dia bereskan terlebih dahulu sebelum beranjak ke kamar mandi. Saat melihat buku Fisika miliknya terbuka, dia pun seakan teringat dengan mimpinya semalam. BH? Apaan sih maksud pria itu. Dasar pervert, menggelikan.

 

Hoam, gadis ini masih mengantuk rupanya. Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju kamar mandi. Kamar mandi yang bisa dibilang glamour untuk sebuah kamar Asrama tersebut berwarna hijau muda dominan dan juga bercorakkan katak yang tak lupa berwarna hijau pula tentu saja. Tanpa basa-basi gadis itu segera mencuci wajah cantik nya yang kini telah berubah drastis menjadi wajah pengemis di pinggir jalanan kota Seoul. Mata membesar dengan kantung kangguru (?) berwarna hitam besar di bawahnya, dan diikuti dengan cairan hijau yang kini bersemayam di hidung mancungnya. Astaga, menjijikan.

Sebenarnya tidak biasanya wajahnya seperti ini, malahan bisa dibilang ini adalah yang pertama kali baginya. Ini semua karena ulahnya yang ‘nakal’ dengan meminum 1 botol soju untuk pertama kalinya ketika berada di pesta ulang tahun temannya sekaligus perayan dalam menghadapi ujian sekolah. Karena minggu ini adalah minggu terakhir kelas 3 belajar di kelas seperti biasanya, berarti minggu depan adalah waktunya kelas 3 bertempur dengan soal-soal yang memuakkan mata, hati, dan pikiran.

Walaupun gadis ini termasuk dalam kalangan atas, tapi dia tidak tau bagaimana rasanya minuman beralkohol. Diumurnya yang akan menginjak tahun ke-16 di tahun ini, dia memberanikan diri untuk mencoba minuman yang memabukkan tersebut, walau kenyataannya jika orangtuanya tau dia bisa terkena hukuman habis-habisan. Yap mungkin hampir 90% orang-orang kalangan atas pernah ataupun sering meminum alkohol sehingga sudah tidak aneh jika meminum minuman yang satu ini, sayangnya dia termasuk dalam sisanya yang mungkin kurang dari 10%.

Setelah merenungkan (?) wajahnya yang acak-acakan tak karuan tersebut ia pun segera mandi dan tak lupa menggosok gigi (?). Dan sehabis mandi dia pun membereskan tempat tidurnya sendiri seperti yang terdapat di lirik lagu anak-anak jaman dulu. Bedanya dia tidak membereskannya bersama sang ibu. #ngek

Baru saja selesai melipat selimut kucing kesayangannya, tiba-tiba terdengar ketukan bertubi-tubi dari arah pintu kamarnya. Apaan sih pagi pagi begini, berisik! pikirnya. Tanpa basa-basi ia pun langsung saja melangkah kearah pintu dan memutar kenopnya.

“JI-AH! PABBO-YA! Kau ingin telat hah? 15 menit lagi si Killer mengajar Matematika! Butuh waktu 10 menit ke kelas!” Baru saja pintu terbuka, nampak lah seorang gadis yang juga tak kalah cantik darinya tengah memperlihatkan wajah frustasi dikarenakan sahabatnya yang bernama Yuji ini terus saja bangun kesiangan.

“TIDAK USAH TERIAK-TERIAK. TELINGAKU MASIH BERGUNA, SONYA! Lagipula masih ada 5 menit lagi kan?” sembur Yuji tak kalah frustasi akibat dari teriakan Sonya yang selalu ia dengar setiap harinya. Tentu saja bukan salah Sonya sepenuhnya, melainkan juga salah dia sendiri yang terus terlambat bangun pagi.

“Ya sudah ayo berangkat. Tinggal 13 menit tahu! Kalo kita terlambat, kau akan mati, Yuji-ah.” Kini wajahnya mendadak pias karena guru yang mengajar hari ini dan untuk terakhir kalinya adalah Kyu Songsaenim (Menantu author numpang lewat).

“Lihat saja nanti. Berdasarkan perhitungan ku kita tidak akan terlambat.”

“TAPI BERDASARKAN PERHITUNGANKU KALO KITA BERTENGKAR SEMBARI DIAM SAJA, KITA AKAN TERLAMBAAAAAAAAAAAAT~” tanpa babibu Sonya pun berlari menuju kelas Matematika tanpa memperdulikan Yuji yang hanya terdiam. Beberapa detik kemudian, Yuji pun baru tersadar, lalu segera ikut berlari di belakang Sonya.

-CYS-

2 menit lagi bel sekolah berbunyi. Untunglah dua gadis cantik –yang tak lain dan tak bukan adalah Yuji dan Sonya– telah sampai di kelas dengan selamat walaupun dengan keringat yang bercucuran dan paru-paru yang mulai mengempis karena bernapas tidak karuan selama berlari.

 

Ring ding dong ring ding dong~

“Sudah kubilang kita tidak akan telat!” Ujar Yuji setengah berteriak bahagia dengan napas yang masih tidak karuan. Sementara para penghuni kelas yang lain yang juga ikut mendengar ucapan Yuji pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kedua babon (?Eh) bocah ini.

“Sialan kau, Yuji. Jantungku hampir copot.” Umpat Sonya.

Yuji si Tukang Telat Bangun, tidak takut pada guru, malas menghafal berkali-kali, dan juga tidak terlalu memikirkan masalah pria ini, merupakan gadis pintar 1 sekolahan, populer tentu saja, disukai oleh banyak pria dan baik hati. Tapi jangan tertipu, jika pikirannya sudah Evil maka habislah kau. Hanya yang sangat disayangkan, dia tidak punya sedikit pun pengalaman mengenai cinta.

Sementara Sonya, well, si Cerewet bin Ajaib, takut jika dimarahi oleh guru, lebih memilih menghafal di kamar Asramanya daripada belajar di kelas, dan selalu mencari perhatian pada para pria ini, merupakan gadis yang juga sama pintarnya dengan Yuji, populer, disukai oleh banyak pria, dan baik hati. Tidak jauh berbeda sih dengan Yuji. Tapi Sonya tak kalah Evil dibandingkan dengan Yuji.

Memang sifat mereka ini ada yang ‘sedikit’ berbeda, tapi mereka sangatlah saling menyayangi dan tak terpisahkan. Jika salah satu dari mereka tersakiti, maka sisanya akan menghabisi si pembuat masalah. Dan percayalah, mungkin di dunia ini tidak ada persahabatan yang sejujur dan semurni persahabatan mereka.

-CYS-

Pelajaran baru saja berganti, kini si Nerd tapi ganteng yaitu Taeyang songsaenim (mian banget buat para Soulmates #plak) sedang menceritakan tentang Perang Dunia ke II dan entah kenapa malah nyerempet ke soal pribadinya, dasar tukang curhat –dia biasa menyebut dirinya Curhat-ers, tetapi para siswa lebih memilih menyebutnya sebagai Cur-Haters—menyebalkan . Tentu saja semua murid pun merasa bosan, tak terkecuali dengan Yuji dan Sonya. Ada yang mengantuk, tertidur, mengobrol, memainkan buku, memainkan handphone, berpacaran, ataupun menjahili teman.

“Ya! Kau sedang apa, Ji-ah?” ucap Sonya setengah berbisik.

#yang pake italyc sama di biru-in, berarti Taeyang lagi nerangin ya😉 #

“… Memang aneh. Ketika saya masih kecil, saya berpikir kenapa negara-negara itu melakukan perang….”

“Kau tidak lihat aku sedang menulis di buku? Matamu ada di mana sih?” jawab Yuji.

“…Tentu saja saya selalu berpikir mengenai semua itu, tapi di karenakan saya masih kecil……”

 “Pabbo!! Maksud ku, apa yang kau tulis itu hah? BH? Maksud lu ‘Bre*st Holder’? Dasar Pervert!”

“…Saya pun berpikir, apakah para negara berkembang itu sedang main tembak-tembakan? Atau mungkin mereka sedang…..”

“Bukanlah, aku juga tidak tau.”

“…latihan lempar bom mainan? Atau mereka lagi latihan tembak tapi salah sasaran dan malah kena ke manusia?….”

“Kenapa? BH lu belom di cuci gitu? Terus lo males nyuci dan sekarang bingung mau gimana, dan sekarang lo mau minta gue nyuciin BH lo atau malahan jangan-jangan sekarang lu gak pake BH? Astaga.” Ujar Sonya sekenanya, sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ngedadak ricuh, jadi pake lo-gue.

“…Kalau begitu berarti mereka salah beli pistol, harusnya ya pake pistol mainan dong jadi enggak ada yang mati…”

“YA ENGGAK LAH, BABBO! ENGGAK MUNGKIN KEADAANNYA GITU. LO MIKIR PAKE APAAN SIH?” teriak Yuji.

“LO TUH GAK MIKIR YA? Pake…” Sonya pun menghentikan kalimatnya.

Hening. Seluruh penghuni kelas yang tadinya terdiam bosan kini berbalik ke arah Yuji dan menatap seolah-olah berkata: Apa yang kalian lakukan, babbo?

 

“YA! CHO YUJI, PARK SONYA! Seharusnya kalian berdua bisa mentolerir pikiran saya itu karena saya masih kecil pada saat itu, bukannya membicarakan bahwa saya begitu bodoh! TENTU SAJA SAYA BERPIKIR PAKAI OTAK. Sekarang kalian berdua keluar dari kelas saya!”

Mata Sonya mulai berkaca-kaca, tak terima diusir oleh gurunya. Sementara Yuji hanya bersikap biasa dan tanpa babibu, mereka pun segera keluar dari ruangan yang membosankan itu.

“Untung saja kita dikeluarkan. Iya, ‘kan? Dari pada ngedengerin mesin berbicara yang konslet itu.” Yuji pun berjalan santai menuju kantin, diikuti oleh Sonya.

“Apanya yang untung! Aku tidak pernah dikeluarkan dari kelas selama ini, aku takut nilaiku dikurangi.” Jawab Sonya setengah bergetar, hampir menangis.

Mendengar suara Sonya yang bergetar, Yuji pun berbalik ke arah Sonya dan mengelap air mata sahabatnya itu. Ia tidak suka jika sahabat kesayangannya ini menangis, maka ia pun langsung saja memeluknya.

“Tenang sajalah, kawan. Toh ini hari terakhir kita belajar di sini. Kita tidak akan bertemu lagi dengannya di kelas. Okey?”

-CYS-

“Eh, Yuji-ah. Sebenernya kamu kenapa tadi nulis BH sih? Aku jadi penasaran.” Tanya Sonya.

“Tadi malam aku bermimpi ketemu seorang pria. Pria itu membawa buku Fisika milikku. Saat aku meminta agar dia mengembalikan buku milikku, dia menulis seuatu terlebih dahulu baru mengembalikannnya. Kau tau tidak apa yang dia tulis?” tanya Yuji.

“Ya enggak lah! Kan belom di kasih tahu, pabbo!” jawab Sonya.

“Oh iya lupa. Hehehe” si Pabbo malah cengengesan, “—dia menulis begini ‘Saranghae, -BH’. Percaya gak?” tanya si Yuji dengan polosnya.

“APA? NYAHAHAHAHA.” Okey Yuji salah ngomong. Para penghuni kantin –atau pedagang kantin—pun memarahi mereka karena tawa Evil milik Sonya kini membahana di seluruh penjuru kantin.

“YA ANAK MUDA. KALAU SEDANG DI HUKUM JANGAN KE KANTIN! Bikin berisik saja!”

Yuji dan Sonya pun segera meminta maaf pada seluruh penghuni kantin tersebut dan berlarian ke arah taman belakang. Lalu mereka pun duduk di bawah pohon Apel.

“Ya! Kalau tertawa di jaga dong!”

“Kayak yang kamu enggak aja! Kamu kan sama kayak aku! Lagipula aku kan baru kali ini dikeluarkan dari kelas, jadi gak tau apa-apa.” Jawab Sonya tak mau kalah. Yuji pun hanya mendengus.

“Tapi aku gak nyangka loh sama itu, apaan tuh tadi, BH? Nyahahaha.” Kini Sonya pun kembali tertawa.

“Tau ah, nyebelin!”

“Hahaha. Tapi, Ji-ah. Siapa tau dia itu jodoh kamu loh.” Ucap Sonya tiba-tiba.

“Mana mungkin.” Jawab Yuji sekenanya.

“Ih, beneran! Siapa tau BH itu inisialnya.”

“Jinjja?” Sonya pun mengangguk.

Yuji pun terdiam. Dia pun memikirkannya lagi. Benarkah pria itu nantinya akan menjadi jodohku? Tapi masa inisialnya BH? Lalu Yuji pun mendengus kecewa.

“Wae?” tanya Sonya seraya memperhatikan kucing milik Kepala Sekolah yang sepertinya sedang memancing (?) ikan di kolam –yang berada dekat di samping Yuji—yang lumayan besar.

“Kalo pria itu benar jodohku, kenapa inisialnya harus BH sih?” tanya Yuji dengan nada kecewa.

“Entahlah, mungkin saja… EH ANJRIT ITU KUCING TENGGELEM!” Ujar Sonya kaget.

“MANA?”

“ITU!”

“MANA PABBO?!” tanya Yuji frustasi.

“ITU DI SEBELAH LO, OON!”

“EH IYA!”

Mereka pun segera berlari ke arah kolam untuk menolong kucing tersebut. Tapi sangat disayangkan, karena Sonya terlalu kaget, saat sampai di pinggir kolam tanpa sengaja dia menabrak Yuji. Tentu saja kita tau kelanjutannya. Mereka masuk ke kolam yang dipenuhi oleh air dan kubangan lumpur dengan slow motion. #eaaaa. Mereka berdua masih kaget, dan terdiam sejenak. Akhirnya.

“AH ANJRIT. KENAPA HARUS GUE? WAEEEEEEEEEEE? SONYA PABBO! NAPPEUN YEOJAAAAA!” teriak Yuji frustasi.

Sementara yang namanya disebut itu segera menolong sang kucing dan berlari ke arah UKS karena ingin mencari baju ganti dan juga karena takut di siksa oleh Yuji. Dan bodohnya, Yuji malah melongo. Baru ingat dengan keadaan Yuji yang sama kotornya dengan dia, Sonya pun terhenti dari larinya.

“Eh pabbo! Elo gak mau ganti baju, hah?”

Yuji yang baru tersadar pun segera naik dari kolam dan ikut berlari bersama Sonya.

-CYS-

Kedua sosok gadis manis baru saja keluar dari busway. Kini mereka sedang berada di Incheon Station. Setelah mereka keluar melalui jalur Exit 1, mereka pun segera melangkah ke arah kanan dan tujuan mereka pun kini sudah berada di dekat mata, yah walaupun mereka harus berjalan sedikit karena terhalang oleh Incheon Chinatown.

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh Yuji dan Sonya karena hari ini berhubungan dengan hidup dan mati –oke  maksudnya cita-cita—mereka  . Walaupun UN akan segera dimulai 2 hari lagi, tapi sekolah ini tetap saja mengadakan seleksi.

Mungkin sekolah ini sudah sering di dengar oleh kalangan anak kecil, anak remaja, sampai dewasa. Sekolah ini adalah sekolah seni yang tentu saja Populer di kalanag sekolah seni yang lainnya. Sekolah yang selalu menghasilkan alumni-alumni yang professional dan juga berkualitas. Yah, Incheon Art School atau kini sudah biasa disebut Kirin. Dulu para artis korea banyak sekali yang bersekolah di sini. Kedua sosok gadis ini tentu saja tidak perlu ragu –walaupun ada sedikit keraguan—untuk ikut seleksi di sekolah ini karena sekolahnya kini juga merupakan sekolah seni yang termasuk Cluster 1.

 

“Ji-ah, kamu mau seleksi di bidang apa dulu nanti? Aku sepertinya akan di bidang menyanyi dulu. Soalnya aku sangat mengandalkan suara emas milikku ini. Senangnya!” Sonya pun terus saja tersenyum sembari berjalan kaki bersama Yuji menuju Kirin.

“Aku sepertinya akan di bidang menari dulu deh. Kau ‘kan juga tau kalo aku sampai saat ini sangat mengandalkan skill dance ku.” Jawab Yuji tak kalah gila dengan senyuman yang terus saja bersarang (?) di bibirnya.

“Benar juga, ya. Kau siap untuk hari ini?” tanya Sonya.

“Siap dong!”

“FIGHTING.” Ucap mereka bersamaan dan diikuti gelak tawa diantara mereka.

-CYS-

Yuji pun kini menunggu seorang diri. Sonya memang sudah mengikuti seleksi sejak tadi karena dia mendapat nomor urut 27. Yuji pun tak bisa menahan rasa tegang dalam dirinya yang ingin segera masuk ke ruangan seleksi.

Tapi di saat seperti itu, tiba-tiba saja ia melihat siluet seorang pria dari jauh yang berada di ujung koridor dan tentu saja wajahnya tak terlihat.  Karena sepanjang koridor tersebut terdapat kaca, dia pun bisa melihat sekilas gantungan handphone milik pria tesebut berwarna perak entah putih yang berkilauan menarik perhatian karena terkena cahaya matahari.

BH. Lalu sekelebat pertanyaan muncul di pikiran Yuji. Astaga, apakah orang itu sangat Pervert hingga menggunakan gantungan handphone bertuliskan BH? Dia pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Peserta selanjutnya dengan nomor urut 58 : Cho Yuji. Harap segera masuk ke ruang seleksi.”

Matanya pun serasa akan meloncat dari rumahnya. Keringat dingin mulai menyerang. Jantungnya berdebar tak karuan. Tapi dia harus menghadapinya. Semangat Cho Yuji! Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. BH? Apakah jangan-jangan si Sarang Ikan BH yang ada di mimpiku itu ya? #oke ini diambil dari Saranghae. Sarang: sarang, hae: donghae suju si ikan. Kenapa? Soalnya Yuji geli banget tentang apapun yang berbau cinta.#

“Apakah ada yang bernama Cho Yuji?” Dia pun akhirnya tersadar.

“Oh ne! Saya disini.” Dia pun segera berjalan memasuki ruang seleksi.

-CYS-

“Baiklah. Cho Yuji. Kelahiran tanggal 7 Agustus 1996. Bersekolah di Annyang Art School. Tinggi badan 162cm dan berat 49kg. Keahlian di bidang Menari dan Menyanyi dan juga bisa menciptakan lagu. Yang pertama akan diperlihatkan adalah Skill Dance. Mari kita lihat, ayo Yuji Fighting!” ucap Jiyoung Park-ssi atau bisa disebut JYP dengan senyum ramah setelah membaca secarik kertas yang Yuji yakini bahwa kertas itu memuat tentang Biodatanya. Tanpa basa-basi, Yuji pun memberi tanda pada pemutar musik dan alunan lagi ber-genre HipHop pun menggema di dalam ruangan.

#skip tentang dance, author kehabisan kata-kata karena saking bagusnya😀 *plak*#

“Baik terimakasih Yuji sudah ikut berpartisipasi dalam acara seleksi ini. Pemberitahuan akan segera di berikan nanti setelah UN. Silahkan lewat sini.” Ucap sesosok wanita seraya mempersilahkannya untuk keluar yang dia tahu bernama Ms. Taeng karena Lee Soo Man-ssi terus saja memanggil namanya.

Tapi ketika dia hendak keluar, dia mendengar sesuatu.

“Dia cukup berbakat, aku rasa dia bisa masuk.” Ucap JYP bersemangat.

“Ya, aku pun mengira begitu. Skill menarinya melebihi titik KKM yang kita berikan.” Jawab Soo Man tak kalah semangat. #KKM? Lu kira apaan?#

Senyum simpul menghiasi wajahnya, setidaknya aku menemukan titik terang.

 

 

-CYS-

 

Oke, aku jelasin. Disini aku baru ngejelasin para Main Cast-nya, yaitu si Yuji dan si Sonya. Tapi Readers disini dan kedepannya adalah Yuji ya😀 Dan juga mungkin tentang siapa si ‘BH’ itu dibahas di part selanjutnya. Dan juga aku sih pengennya kalo ada yang komen 15 orang, bakalan aku lanjutin. Yaaaaaa berhubung ini ff baru, dan juga belum tentu laku, yaudah deh minimal 5 aja, please. Dan yang jelas jangan sampe jadi silent readers yah. Mama bilang silent readers itu bisa menyebabkan serangan jantung, impotensi, blablabla lupa lagi. Jadi mendingan minimal nge-komen yah😀

Aku percaya kok readers disini baik-baik semua, jadi pasti bakalan komen. Muahmuah😀

15 thoughts on “First : Meeting Ch. 1”

  1. awal cerita’a aku masih rada bingung chingu..
    jadi mereka itu sekolah’a nge’asrama ya..??
    trus mereka itu ngejalanin tes buat masuk fakultas atau apa chingu..
    lanjut chingu…

  2. Ini author nya lawak banget BHAHAHAH xD /kicked/

    Itu BH? Baekhyun bukan? habis kemarin2 saya&teman2 saya lagi mikirin singkatan nama member exo dan yang paling ngga ngenakin si Baekhyun xD

    Next chapnya cepet yaaa author^^

    1. Sempet dong, orang kucingnya yang minta di masukin. Katanya biar enggak kamseupay :p
      Siapa cobaaa?
      btw, Gomawo udah komen ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s